Anda di halaman 1dari 50

STASE INTERNA FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

LAPORAN KASUS
OLEH

Sita Pradjnadewi ( 2008730118 )


Pembimbing : Prof. Dr. ISKANDAR Z. Sp. PD-KTI

RSIJ CEMPAKA PUTIH

*
Nama Usia Jenis Kelamin Agama : Tn. R : 27 tahun : Laki-laki : Islam

Alamat
Tgl masuk RS Dokter yang merawat

: Kemayoran
: 8 April 2012 : dr. Ihsanil Husna, Sp.PD

*
Keluhan Utama :

Demam sejak 3 minggu SMRS.

Keluhan Tambahan
batuk.

Os mengeluh mual, muntah, sulit menelan dan

*
Os datang dengan keluhan demam sejak 3 minggu SMRS, demam timbul tidak menentu dan timbul secara perlahan-lahan. Os meminum obat kemudian demam turun namun naik kembali lagi dalam 3 jam berikutnya. Os menyengkal terdapat sakit kepala (-), pusing (-), setelah berpergian dari daerah endemic malaria (-) dan pilek (-). Os mengeluh batuk sejak 3 minggu yang lalu, batuk tidak berdahak. Os mengeluh mual dan muntah, muntah di dahului dengan mual terlebih dahulu, muntah berisi makanan dan minuman yang sebelumnya di konsumsi, muntah cair, muntah berwarna putih dan darah (-). Os mengeluh nyeri untuk menelan ,nafsu makan menurun dan BB menurun. Gusi gigi suka berdarah sejak 3 minggu yang lalu. Os mengeluh nyeri dada pada saat sesak nafas. Os menyangkal nyeri perut. Os mengeluh BAB terus-menerus sejak 2 minggu yang lalu, >5 kali perhari, jumlah banyak, diare cair, ampas (-) dan warna feses. Os pemakai narkoba suntik sejak tahun 1998.

Maag (-), DM (-), Hipertensi (-), Asma (-)


RPD

RPK

Di keluarga tidak ada yang mengalami gejala atau kejadian seperti yang dialami oleh pasien ini. Maag (-), DM (-), Hipertensi (-), Asma (-)

Suhu (-), Makanan (-), Minuman (-), Obat (-), Debu (-)
R. Alergi

R. Pengobatan

Pasien belum pernah menjalani pengobatan dalamjangka waktu yang lama.

*
Riwayat merokok 3 bungkus dalam sehari sejak remaja

Riwayat pemakai obat-obatan terlarang (+) sejak tahun 1998. Riwayat mengkonsumsi alkohol sejak tahun 1998.

Olahraga tidak teratur

*
Pemeriksaan Keadaan Umum Kesadaran Tanda-tanda Vital - Tekanan Darah - Suhu - Nadi - Pernafasan Antropometri - Berat Badan - Tinggi Badan - Status Gizi 48 kg 169 cm Under Weight 120/90 mmHg 37,8oC 86 x/menit 24 x/menit Sakit sedang Compos Mentis Pemeriksaan

*
Kepala Mata : :
Bentuk normocephal, rambut warna hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut.

Konjungtiva anemis (+/+), Sklera ikterik (-/-), Refleks pupil (+/+), Pupil isokhor kanan dan kiri

Hidung :
Normonasi, sekret (-/-), deviasi septum nasi (-), secret (-), epistaksis (-), polip (-).

Telinga :
Normotia, sekret (-/-), radang (-), polip (-), darah (-).

Mulut

Bibir pucat (+), Bibir tampak kering (+), Sianosis (-), Stomatistis (+), Lidah kotor (+), Faring hiperemis (+), Kandidiasis oral (+), Tonsil hiperemis (-), Tonsil T1=T1

Leher

JVP tidak meningkat, Pembesaran KGB teraba sinistra teraba, Tiroid tidak terdapat pembesaran (-)

*
Thorax Paru

* Inspeksi

: Pergerakan dinding dada simetris +/+, terdapat bagian yang tertinggal (-), Scar (-), Lesi (-), Spider nevi (-) : Vocal premitus simetris +/+, Nyeri tekan (-) : Batas paru-hepar setingi ICS-5 linea midklavikularis dextra. : Suara vesikuler meningkat pada apex paru kanan, wheezing-/-,

* Palpasi * Perkusi * Auskultasi


ronkhi -/-

Jantung

* Inspeksi * Palpasi * Perkusi


V.

: ictus cordis tidak terlihat : ictus cordis teraba di mid clavicula ICS 5

: Batas jantung kanan atas : Parasternal kanan ICS II dan kanan bawah Parasternal kiri ICS V

* Batas jantung kiri atas : Parasternal kiri ICS II dan batas bawah mid clavicula kiri ICS * Auskultasi
: S1 dan S2 reguler, murni, murmur (-), gallop (-)

*
Abdomen

* * * * * * * * * * * * *

Ispeksi Auskultasi

: :

Perut Tampak Membuncit (-), Luka (- ), Ditensi Abdomen (- ), Ascites (- ) Bising Usus Normal 4 kuadran abdomen

Palpasi : Abdomen Supel, Nyeri tekan/rebound sign (-) epigastrium, Turgor elastis (+), Hepar Teraba/hepatomegali (-), Lien teraba (-), Nyeri dan tekan Mc Burney ( - ) Perkusi Kesan : : Timpani Pada Keempat Kuadran Abdomen : Dalam batas normal. Shiffting Dulness Dullness (- ), Undulasi (- ), Puddle Sign (- )

Test Ascites Pungung : Ekstremitas Akral hangat RCT Udem Sianosis Petekie

Skoliosis (- ), Kifosis (- ), Lordosis (- ), Normal (+) : Atas : +/+ : < 2 detik : -/: -/: -/< 2 detik -/-/-/Bawah +/+

*
9 April 2012 Hemologi
Pemeriksaan Hb Leukosit Trombosit Hematokrit GDS SGOT SGPT Ureum Darah Kreatinin Darah Natrrium Darah Kalium Dadah Klorida Darah Hasil L 11,1 g/dL 4,18 ribu/mikro liter 157 ribu/UL L 33 % 101 mg/dL H 35 U/L 11 U/L 29 mg/dL 0,7 mg/dL L 129 mEq/L 3,6 mEq/L L 90 mEq/L

*
9 April 2012 imunoserologi ( HIV 3 metode )
Pemeriksaan Determine HIV 1/2 Oncropben HIV 1/2 HIV GO ( Elisa ) Hasil Reaktif Reaktif H 23,27 S/CO

*
Cor CTR normal, Aorta Normal Sinus dan Diafragma Normal Pulmo : Hili normal, corakan vaskuler normal Tampak perselubungn para tracheal kanan Tulang costa normal Kesan : Cor tidak membesar Perselubungn para traceal kanan

Tn. R umur 27 tahun datang dengan keluhan febris sejak 3 minggu SMRS, demam timbul tidak menentu dan timbul secara perlahan-lahan. Os meminum obat kemudian demam turun namun naik kembali lagi dalam 3 jam berikutnya. Os mengeluh cough, nausea, vomitus, nyeri menelan ,anoreksia dan BB menurun. Gusi gigi suka berdarah sejak 3 minggu yang lalu. Os mengeluh chest pain pada saat dyspnue. Os mengeluh Diare sejak 2 minggu SMRS. Os pemakai narkoba suntik sejak tahun 1998. Pemeriksaan Fisik : Bibir tampak kering (+), Stomatistis (+), Lidah kotor (+), Faring hiperemis (+), Kandisiasis Oral (+), Konjungtiva Anemis (+/+) Pmeriksaan Leb : Hematologi
Pemeriksaan Hasil

Hb
Hematokrit SGOT

L 11,1 g/dL
L 33 % H 35 U/L

Leukosit

4,18 ribu/mikro liter

*
imunoserologi ( HIV 3 metode )
Pemeriksaan Determine HIV 1/2 Oncropben HIV 1/2 HIV GO ( Elisa ) Hasil Reaktif Reaktif H 23,27 S/CO

Observasi Febris HIV

*
Masalah : Observasi Febris Dari anamnesis : Tn. R umur 27 tahun datang dengan keluhan febris sejak 3 minggu SMRS, demam timbul tidak menentu dan timbul secara perlahan-lahan. Os meminum obat kemudian demam turun namun naik kembali lagi dalam 3 jam berikutnya. Gusi gigi suka berdarah sejak 3 minggu yang lalu. Pemeriksaan Leb :
Leukosit 4,18 ribu/mikro liter

WD : Febris ec Viral DD : Febris ec Bacterial Pemeriksaan Penunjang : Widal dan DPL Penatalaksanaan : Medikamentosa : Paracetamol 500 mg 3x1 Non Medikamentosa : Minum air yang banyak. Istirahat yang cukup.

*
Masalah : HIV Dari anamnesis : Tn. R umur 27 tahun datang dengan keluhan febris sejak 3 minggu SMRS, demam timbul tidak menentu dan timbul secara perlahan-lahan. Os meminum obat kemudian demam turun namun naik kembali lagi dalam 3 jam berikutnya. Os mengeluh cough, nausea, vomitus, nyeri menelan ,anoreksia dan BB menurun. Os mengeluh Diare sejak 2 minggu SMRS. Os pemakai narkoba suntik sejak tahun 1998. Pemeriksaan Fisik : Bibir tampak kering (+), Stomatistis (+), Lidah kotor (+), Faring hiperemis (+), Kandisiasis Oral (+), Konjungtiva Anemis (+/+) Pemeriksaan Leb : Hematologi Hb L 11,1 g/dL

*
Imunoserologi
Pemeriksaan Hasil Determine HIV 1/2 Oncropben HIV 1/2 HIV GO ( Elisa ) Reaktif Reaktif H 23,27 S/CO

Foto Thorax : Perselubungn para traceal kanan WD : AIDS DD : GED, TB Pemeriksaan Penunjang : CD4, DPL, Elektrolit Penatalaksanaan : Medikamentosa : Paracetamol 500 mg 3x1 FG Troches Antasida 400 mg 3x1 Neurobion injeksi Asering I kolf / 8 jam Ciprofloxasin 500 mg 2x1 Duviral 2x1 Non Medikamentosa : Minum air yang banyak. Istirahat yang cukup.

*Follow
Tanggal 09-0412 S Menggil, batuk, mual O S: 38c RR: 20x/mnt HR: 90x/mnt TD: 110/70 mmHg Bibir kering(+) A -Febris -Inf. HIV

Up
P -Infus asering, paracetam ol, ceproflox axin, rantin, miskostati n -Lanjutkan

10-0412

Demam, batuk, mual, sakit saat menelan, pusing, lemes

S: 38,5c RR: 20x/mnt HR: 86x/mnt TD 120/70 mmHg Bibir kering(+)

-Febris -Inf. HIV

*Follow
Tanggal 11-04-12 S Demam, batuk, mual, sakit saat menelan, pusing, lemes O S: 38,1c RR: 20x/mnt HR: 88x/mnt TD 110/60 mmHg Bibir kering(+) A -Febris -Inf. HIV

Up
P

-Lanjutkan

*
AIDS adalah kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi oleh virus HIV yang termasuk famili retroviridae, merupakan tahap akhir dari infeksi HIV.

*
* Wilayah terbanyak Afrika Sub-Sahara * Di dunia 33,2 juta HIV (+), 2,1 juta meningkat karena AIDS * Indonesia --> pertumbuhan epidemik HIV tercepat dengan jumlah kasus
10.384 (papua terbanyak) * Insidensi : pria : wanita = 4,07 : 1 * Usia : 20-29 tahun (53,80%)

* HIV tidak menular melalui * Bersentuhan, Bersalaman, Berpelukan (kontak sosial) * Berciuman ( melalui air liur) * Batuk, Bersin * Berbagi makanan atau menggunakan peralatan makan bersama * Gigitan nyamuk atau serangga lain * Berenang bersama * Memakai toilet bersama

*
* Human Imunodeficiency virus tipe 1 & 2 * Sel target HIV : * - Th CD4+. * - Sel dendritik. * - Makrofag. * - Tc CD8+. * - Sel NK (CD4+, CCR5).

* Jejaring Risiko Penularan HIV

*
Homoseks ual (72%)

Pediatri (1%)

Penyalahgunaan obat IV (intravena) (17%)

Resipien transfusi (1 %)

Heteroseksual (4%)

*
Limfosit CD4+ merupakan target utama infeksi virus HIV karena virus memiliki afinitas terhadap molekul permukaan CD4. Limfosit CD4+ berfungsi mengkoordinasikan sejumlah fungsi imunologis yang penting. Hilangnya fungsi tersebut menyebabkan gangguan respon imun yang progresif.

Gejala Mayor
1. Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan 2. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan 3. Demam berkepanjangan lebih dari1 bulan 4. Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis 5. Dimensia/HIV ensefalopati

Gejala minor :
1. Batuk menetap lebih dari 1 bulan 2. Dermatitis generalisata yang gatal 3. Adanya Herpes zoster multisegmental dan berulang 4. Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita

* Stadium I
* Akut * KGB membesar * Limfadenopati generalisata yang
persisten

* Stadium II * Persisten hepatosplenomegali


tanpa sebab yang jelas * Erupsi pruritus papular * Angular cheilitis * Eritema pada garis ginggiva * Molluscum contangiosum * Pembesaran kelenjar parotis tanpa ada sebab yang jelas * Herpes zoster * Infeksi saluran pernapasan atas yang kronis * Penurunan berat badan * Gangguan kulit

*
Stadium III

Berat badan menurun (>= 10% berat badan) Diare kronik > 1 bulan, disebabkan oleh infeksi patogen bakteri seperti spesies Salmonella, dan Shigella. Fever tidak terdiagnosis/tidak hilang > 1 bulan. Oral candidiasis persisten. infeksi oportunistik paru lainnya. Anemia Vulva vagina candidiasis, kronis (>= 3 bulan), tidak responsive pada pengobatan. TB paru. Pneumonia bacterial yang kambuh.

Stadium IV * Malnutrisi yang tidak membaik dengan terapi standar. * Infeksi bakteri * Pneumocytis cranii pneumonia (PCC) * Candidiasis of oesophagus, trakea, lungs, bronchus. * Gangguan kulit --> khas : bruntusbruntus hitam. * Leukoplakia hairy --> putih-putih dipinggir lidah * TB extra paru * Toxoplasmosis * HIV encephalopaty * Drug reaction

*
* Pemeriksaan Serologik (mendeteksi adanya antibodi thdp HIV
dan mendeteksi keberadaan virus HIV) Pemeriksaan antibodi HIV (ELISA) (enzyme-linked immunosorbent assay)

* ELISA 3X Dengan reagen yang berbeda * Minimal 2x (+), konvirmasi dengan western blot. * Western Blot (WB) pada serum, plasma, cairan mulut, darah
kering

* Jangan lupa konseling pra dan post test * Dikatakan AIDS bila CD4+ < 200 sel/mm3

*
* Pada pemeriksaan laboratorium terbukti terinfeksi HIV, baik * Terdapat infeksi oportunisik * Limfosit CD4+ kurang dari 200 sel/mm3
secara metode pemeriksaan antibodi atau mendeteksi adanya virus dalam tubuh

*
1. Paru

*Pneumonitis carini > 50% *Sitomegalovirus *Inf. Mikobakterium *Kriptokokkus *Histoplasma

*
2. Traktus Gastrointestinal

*Kandida *Salmonella *Shigella *Diare > 4 minggu *Kolik *Meteorismus *Bb merosot *Ulkus *Hepatomegali

*
3. Sistem Saraf Pusat

*Toxoplasma *Kriptokokkus *Kandidiasis *Sitomegalovirus

Disseminated criptococcosis

*
4. Sarkoma kaposi kulit dan mukosa mulut

* Gatal * Nodul * Diameter 1-5 cm * Dinding tipis * Berisi RBC * Jarang

Herpes simpleks tipe 2

*
* Pengobatan untuk menekan replikasi virus HIV dgn ARV. * Untuk mengatasi berbagai penyakit infeksi dan kanker yang
menyertai infeksi HIV/AIDS, spt TB, jamur, hepatitis, toksoplasma, kanker serviks.

* Pengobatan suportif, yaitu makanan


gizi yang lebih baik,

yang mempunyai nilai

* Pengobatan dukungan, dukungan psikososial, agama, tidur


yang cukup dan perlu menjaga kebersihan.

Antiretroviral

NRTI Nucleoside

NNRTI Non Nucleoside

PI Protease Inhibitor

Reverse Transcriptase
Inhibitor ES: Toksisitas Mitokondria

Reverse
Transcriptase Inhibitor ES: Hipersensitivitas ES: Gangguan Metabolik

NRTI AZT (Zidovudin) 3TC (Lamivudin) d4T (Stavudin)

NNRTI NVP (Nevirapine) EFV (Efavirenz)

*ARV
Anemia Mual Sakit Kepala Miopati Cari kausa AZT Obati kausa Kausa tak jelas Stop

NVP 3TC

Ruam Kulit Hepatitis

Stop Obat Jangan beri steroid

Asidosis laktat Neuropati perifer Pankreatitis Lipodistrofi

d4T

EFV

SSP Teratogenik

Tes Kehamilan Rencana hamil? Jangan diberikan

Nama dagang Duviral

Nama Generik

Golonga n

Sediaan Tablet, kandungan: zidovudin 300 mg, lamivudin 150 mg

Dosis (per hari) 2 x I tablet

Stavir Zerit

Stavudin (d4T)

NsRTI

Kapsul: 30 mg, 40 mg Tablet 150 mg Lanoral 10 mg/ml

>60kg : 2 x 40 mg <60kg : 2 x 30mg

Hiviral 3TC

Lamivudin (3TC)

NsRTI

Tablet 200 mg

2 x 150 mg < 50 kg: 2 mg/kg, 2x/hari 1 x 200 mg selama 14 hari, dilanjutkan 2 x 200 mg

Viramune Neviral

Nevirapin (NVP)

NNRTI

Kapsul 100 mg

Retrovir Adovi Avirzid

Zidovudin (ZDV, AZT)

NsRTI

Tablet kunyah: 100 mg

2 x 300 mg, atau 2 x 250 mg (dosis altematif)

Videx

Didanosin (ddI) NsRTI

Tablet kunyah: 100 mg

> 60 kg: 2 x 200 mg, atau 1 x 400 mg < 60 kg: 2 x 125 mg, atau 1 x 250 mg

Stocrin

Efavirens (EFV, EFZ)


Nelfinavir (NFV)

NNRTI

Kapsul 200 mg

1 x 600 mg, malam


1 x 600 mg, malam

Nelvex Viracept

PI

Tablet 250 mg

*Viral Load *CD4 *IO *Kekebalan Tubuh

*
* Melakukan abstinensi seks atau
melakukan hubungan kelamin dengan pasangan yang tidak terinfeksi. hubungan seks terakhir yang tidak terlindungi.

* Memeriksa adanya virus paling lambat 6 bulan setelah * Menggunakan pelindung jika berhubungan dengan orang yang
tidak jelas status HIVnya.

* Tidak bertukar jarum suntik, jarum tato, dan sebagainya. * Mencegah infeksi kejanin / bayi baru lahir.

*
* Mortalitas pasien AIDS mendekati 100% tetpi dengan
adanya pengobatan ARV bermanfaat menurunkan morbiditas & mortalitas dini akibat infeksi.

*
Priyanto. 2009. Farmakoterapi dan Terminologi Medis. Depok : Leskonfi. www.jurnalkedokteranindonesia.wordpress.com\ Sudoyo, Aru, dkk. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. Jakarta: FKUI.

Djuanda, Adhi, Hamzah Mochtar, Siti Aisah. 2006. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: FKUI.

*
THANK YOU

FOR
YOUR ATTENTION