Anda di halaman 1dari 2

Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik pada Nefropati Diabetik Oleh Tika Ayu Pratiwi, 0906487972

Anamnesis Hal yang pasti ditemukan pada pasien ini adalah riwayat diabetes mellitus. Selain itu, ada riwayat hipertensi atau penyakit ginjal pada keluarga. Pada tahap yang lebih parah, pasien akan merasakan lelah dan nafsu makan menurun. Jika terjadi uremia, akan muncul gejala mual dan muntah. Adanya gejala mati rasa di kaki, penglihatan buruk, merupakan gejala pada diabetes mellitus yang menunjukkan kecurigaan terhadap adanya nefropati diabetik.2 Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik, akan ditemukan hipertensi, edema perifer, dan disertai komplikasi mikrovaskular lainnya yang menyertai diabetes mellitus seperti retinopati dan neuropati. Selain itu, terdapat tekanan darah yang tinggi, bruit, penurunan pulsasi di ekstremitas, perubahan kulit (xerosis, hiperpigmentasi), nyeri ketok costovertebral, atrofi otot, dan pucat (menunjukkan anemia). Asidosis metabolik juga dapat menyertai nefropati diabetik ini sehingga akan terjadi pernafasan Kusshmaul.2 Hubungan dengan Pemicu Pasien memiliki tekanan darah 160/100 mmHg yang tergolong dalam hipertensi. Sedangkan denyut nadi 84 kali/menit masih tergolong normal. Namun untuk pernapasan, tampak adanya kelainan (22 kali/menit, dalam), karena pasien bernafas lebih cepat dan dalam (pernafasan Kusshmaul). Hal ini dapat menujukkan adanya asidosis metabolik.3 Konjugtiva yang pucat merupakan tanda-tanda anemia.4 Shifting dullness (+) menunjukkan adanya asites.5 Pada palpasi, ditemukan pembesaran hati karena melebihi batas normal hati yang seharusnya (hepatomegali). Batas atas hati berada sejajar dengan ruang interkostal V kanan dan batas bawah menyerong ke atas dari iga IX kanan ke iga VIII kiri.6 Namun hepatomegali pada pasien tidak disertai dengan sirosis karena teraba kenyal dan permukaan rata (sirosis: hati teraba keras dan bernodul).7

1. Waspadji S. Komplikasi kronik diabetes: mekanisme terjadinya, diagnosis, dan strategi pengelolaan. IPD jilid III. Hal.1926 2. Anonim. Step by step diagnostic approach. Diunduh dari:

http://bestpractice.bmj.com/best-practice/monograph/530/diagnosis/step-by-step.html. Diakses tanggal 12 April 2011 pukul 18.00 WIB 3. Clinic. P.573. 4. Bakta IM. Pendekatan terhadap pasien anemia. IPD jilid II. Hal.1111 5. Hirlan. Asites IPD jilid I. hal 675 6. Amirudin R. Fisiologi dan biokimia hati. IPD jilid I. hal 627 7. Nurdjanah S. Sirosis hati ipd I. Hal 670