Anda di halaman 1dari 24

Perkembangan Konsep Manajemen

PERKEMBANGAN KONSEP MANAJEMEN

TUGAS I
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar Manajemen dan Bisnis Disusun oleh : Suyamti / 11093088 Jurusan Komputer Akutansi Akademi Manajemen dan Informatika BSI JAKARTA JAKARTA 2010

KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas izinNyalah makalah ini dapat penulis selesaikan. Makalah ini merupakan penyelesaian tugas dari Ibu Henny dengan mata kuliah Dasar Bsinis dan Manajemen. Makalah yang bertopik Perkembangan Konsep Manajemen Makalah kami upayakan untuk tersusun rapih dalam waktu yang telah ditetapkan.

Tujuan penulisan dari makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Bisnis dan manajemen. Penulis menyadari tanpa bimbingan dan dukungan dari semua pihak penulisan makalah ini tidak akan lancar. Oleh karena itu pada kesempatan ini, izinkanlah penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Ir.Naba Aji Notoseputero selaku Direktur Akademik BSI. 2. Ibu Henny selaku dosen mata kuliah Bisnis dan Manajemen. 3. Orang tua tercinta yang telah memberikan dorongan moral maupun spirtual. 4. Rekan-rekan mahasiswa kelas 11.2i.07. Serta semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis memohon saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulis dimasa yang akan datang. Akhir kata makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi pembaca yang berminat pada umumnya. Jakarta, 02 April 2010 Penulis Kelompok Edelweis ii

ABTRAKSI
Penulis, Perkembangan konsep manajemen Manajemen merupakan bagian yang sangat penting dalam sistem organisasi, yang didalamnya terintegrasi konsep perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan (evaluasi). Oleh karena itu, apabila salah satu sub sistem tadi kurang berperan dengan baik, maka akan terjadi mis management atau kekeliruan dalam mengelola manajemen. Jadi bukan sekedar salah urus yang cenderung hanya menekankan pentingnya pelaksanaan. Manajemen dengan berbagai konsep dan jenisnya berkembang pesat terutama di dunia (organisasi) bisnis, yang tentu saja dengan modifikasi-modifikasi tertentu dapat dimanfaatkan oleh organisasi pemerintah (publik) maupun bagi organisasi-organisasi sosial lainnya yang berkategori organisasi-organisasi non publik. Untuk itu, makalah ini akan menguraikan berbagai

perkembangan dan konsep-konsep manajemen yang dapat dipergunakan dalam memberdayakan sumber daya manusia. Untuk memecahkan suatu masalah ada cara cara tertentu untuk penyelesaiannya, diantaranya dengan menerapakan konsep dan teori teori manajemen, baik melalui pemotivasian maupun dengan pendekatan pendekatan. Kata kunci : konsep manajemen, teori manajemen, pemecahkan suatu masalah. iii

DAFTAR ISI
Halaman Lembar Judul Makalah ............................................................................................ i Kata Pengantar......................................................................................................... ii Abstraksi.................................................................................................................. iii Daftar Isi................................................................................................................... iv BAB I PENDAHULUAN........................................................................... 1 1.1 Umum................................................................................... 1 1.2 Metode tujuan........................................................................ 1 1.3 Metode penelitian.................................................................. 1 BAB II TEORI MANAJEMEN................................................................ 2 2.1 Landasan Teori..................................................................... 2 2.2 Pengertian Administrasi dan Manajemen............................. 2 2.2.1 Manajemen sebagai suatu proses.......................................... 3 2.2.2 Manajemen sebagai suatu kolektivitas................................ 3 2.2.3 Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni............................... 4 2.2.4 Manajemen sebagai suatu profesi.......................................... 4

BAB III PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN.............................. 6 3.1 Bagan Sejarah perkembangan konsep manajemen............... 6 3.2 Teori Manajemen Klasik ..................................................... 6 3.2.1 Teori Manajemen Ilmiah....................................................... 6 3.2.2 Teori Manajemen Organisasi Klasik.................................. 9 3.2.3 Teori Organisasi New klasik............................................... 11 iv BAB IV ALIRAN ILMU MANAJEMEN................................................. 12 4.1 Riset Operasi........................................................................ 13 4.1 Teori Motivasi..................................................................... 13 4.2.1 Teori Ekspentansi Victor Vroom.......................................... 13 4.2.2 Teori Kebutuhan................................................................... 14 4.2.3 Teori Pencapaian Tujuan ..................................................... 15 4.2.4 Model Motivasi Manusia..................................................... 15 4.2.5 Sifat sifat Manusia............................................................ 16 4.2.6 Sepuluh Motivator Kerja ..................................................... 17 4.2.7 Alasan Menurunnya Sebuah Motivasi................................. 18 BAB V USAHA USAHA PERPADUAN.............................................. 12 5.1 Teori Manajemen Kontemporer........................................... 19 BAB VI PENUTUP...................................................................................... 20 3.1 Kesimpulan ........................................................................... 20 3.2 Saran ...................................................................................... 21

DAFTAR PUSTAKA v

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Umum Dalam perjalananya untuk memperoleh nilai tugas mata kuliah pengantar Bisnis dan Manajenmen, maka setiap siswa Akademi Bina Sarana Informatika kelas 11.2i.07 diharuskan menyusun makalah. Makalah ini membahas bagaimana perkembangan konsep manajemen yang menunjukan kualitas penyusun secara intelektual. 1.2 Maksud dan Tujuan Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah selain memenuhi nilai mata kuliah Bisnis dan Manajemen, juga untuk menambah pengetahuan atau wawasan tentang perkembangan konsep manajemen dalam ruang lingkup perusahaanyang bergerak dibidang industri, jasa, perdagangan maupun kehidupan sehari sehari. 1.3 Metode Penelitian Dalam penyusunan makalah yang bertema perkembangan konsep manajemen, penulis memakai metode pengolahan data ilmu-ilmu sosial pada umumnya terpengaruh oleh dua perspektif : aliran positivisme (Meneliti fakta atau sebab-sebab terjadinya gejala-gejala sosial tertentu) dan aliran fenomenologi (Memahami perilaku manusia dari sudut pandangan orang yang bersangkutan menjadi obyeknya). Hal ini mengindikasikan bahwa pada dasarnya pengolahan data, dapat dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yaitu penyorotan terhadap masalah serta usaha pemecahannya, yang dilakukan dengan upayaupaya yang banyak didasarkan pada pengukuran. 1

BAB II TOERI MANAJEMEN


2.1 LANDASAN TEORI A. PENGERTIAN ADMINISTRASI Dalam pemerintahan sering didengar istilah administrasi. Kata administration dalam Kamus Bahasa Inggris AS Hornby berarti pengelolaan urusan-urusan terutama urusan publik, kebijakan pemerintah, dll. (Hornby, 1987:12).Sementara itu Usman (2006 :2) menyatakan pengertian administrasi dalam pengertian sempit dan adminis-trasi dalam pengertian luas. Administrasi dalam pengertian sempit, yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan ketatausahaan, sedangkan administrasi dalam pengertian luas ialah seni dan ilmu mengelola sumberdaya 7M + 1I (man, money, material, machines, methods, marketing, and minutes + information) untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. B. PENGERTIAN MANAJEMEN Pengertian manajemen dapa dilihat dari tiga pengertian : 1. Manajemen sebagai suatu proses 2. Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia 3. Manajemen sebagai suatu ilmu dan sebagai seni 4. Manajemen sebagai suatu profesi

2.2. Penggertian Administrasi dan Manajemen Dalam Bahasa Inggris kata Administrasi dan Manajemen digunakan dalam konteks dan beberapa variasi pengertian. Dalam beberapa konteks keduanya mempunyai 2

persamaan arti dengan kandungan makna to control yang berarti mengatur dan mengurus (Usman, 2006:4). Dalam kamus Hornby (1984) kata administration diartikan sebagai management of affairs (pengelolaan urusan), dan kata management diartikan sebagai control atau handle (mengatur atau mengurus). Dengan menge-sampingkan pro-kontra, bertolak dari pengertian di atas, maka penulis menggunakan istilah manajemen. 2.2.1 Manajemen sebagai suatu proses Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian manajemen menurut : Encylopedia of social science yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain , mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan . George R. Terry, manajemen adalah suatu proses yang membeda-bedakan atas ; perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. 2.2.2 Manajemen sebagai suatu kolektivitas Yaitu merupakan suatu kumpulan orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggunga jawab terhadap suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut manajer. 3 2.2.3 Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni Berikut ini pernyataan tentang manajemen sebagai ilmu dan seni :

Chaster I. Bernad dalam bukunya yang berjudul The Function of the executive , menerangkan bahwa manajemen yaitu seni dan ilmu, juga Henry Fayol, Alfin Brown Horold, Koontz Cyril Odonnel dan George R. Terry. Marry Parker Follet menyatakan bahwa manejemen sebagai seni dalam menyelesaikan suatu pekerjaan melalui orang lain. Manajemen merupakan suatu ilmu dan seni , mengapa disebut demikian sebab antara kedua aspek tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari sejak lama, dan telah diorganisasikan menjadi suatu teori. Hal ini dijelaskan tentang gejala-gejala manajemen , gejala-gejala ini lalu diteliti dengan menggunakan metode ilmiah yang dirumuskan dalam bentuk prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam bentuk suatu teori Sedangkan manajemen sebagai suatu seni ,disini memandang bahwa didalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerja sama dengan orang lain, nah bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar mau bekerjasama untuk mencapai tujuan tersebut. Pada hakekatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah managing / mengatur . Untuk mengatur disini diperlukan suatu seni , bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama. Dari kedua pernyataan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. 2.2.4 Manajemen sebagai suatu profesi Di era modern ini semua jenis kegiatan selalu harus dimanajemeni, dalam arti aturan aturan yang jelas,dan sekarang boleh dikatakan bahwa bidang manajemen sudah merupakan suatu profesi bagi ahlinya.Mengapa demikian karena dalam suatu 4 kegiatan apapun pekerjaan harus dikerjakan secara efisien danefektif, sehingga diperoleh masukan atau inpu yang besar. Edgar H Schei dalam bukunya yang berjudul organization socializationand the professional of manajement menguraikan karakteristik atau kriteria kriteria sesuatu yang dapat dijadikan profesi antara lain :

a. Para professional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum yang berlaku dalam situasi dan ligkungan, hal ini banyak ditunjang dengan banyak-banyaknya pendidikan pendidikan yang tujuannya mendidik siswanya menjadi seorang yang professional. Misalnya Akademi Pendidikan Profesi Manajemen, kursus-kursus dan program-program latihan, dsb. b. Para profesional memperoleh status dengan cara mencapai suatu standar prestasi kerja tertentu. Ini tidak didasarkan pada keturunan, suku, agama, dan kriteria kriteria lainnya. 5

BAB III PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN


Walaupun perkembangan ilmu dan teori manajemen lebih banyak dipengaruhi oleh kebutuhan perkembangan bisnis, tapi pada dasarnya organisasi di luar bisnis (publik) dapat memanfaatkan perubahan-perubahan tersebut. 3.1 Bagan sejarah perkembangan konsep manajemen

3.2 Teori Manajemen Klasik Teori manajemen klasik dibagi menjadi 2 cabang yaitu : teori manajemen ilmiah dan teori organisasi klasik, yang akan dibahas berikut ini. 3.2.1 Teori manajemen ilmiah Robert Owen (1771-1858)

Owen berkesimpulan bahwa manajer harus menjadi pembaharu (reformer). Beliau melihat peranan pekerja sebagai yang cukup penting sebagai aset perusahaan. Pekerja bukan saja merupakan input, tetapi merupakan sumber daya perusahaan yang signifikan. Ia juga memperbaiki kondisi pekerjanya, dengan mendirikan perumahan (tempat tinggal) yang lebih baik. 6 Beliau juga mendirikan toko, yang mana pekerjanya tidak kesusahan dan dapat membeli kebutuhan dengan harga murah. Ia juga mengurangi jam kerja dari 15 jam menjadi 10,5 jam, dan menolah pekerja dibawah umur 10 tahun. Owen berpendapat dengan memperbaiki kondisi kerja atau invertasi pada sumber daya manusia, perusahaan dapat meningkatkan output dan juga keuntungan. Disamping itu Owen juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka dan dilakukan setiap hari. Dengan cara seperti itu manajer diharapkan bisa melokalisir masalah yang ada dengan cepat. Charles Babbage (1792-1871) Babbage merupakan profesor matematika di Inggris.Dengan metode kuantitatifnya beliau percaya : Bahwa prinsip-prinsip ilmiah dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, produksi naik biaya operasi turun. Pembagian Kerja (division of labor) dengan ini kerja/operasi pabriknya bisa dianalisis secara terpisah. Dengan cara semacam ini pula training bisa dilakukan dengan lebih mudah. Dengan melakukan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang, maka pekerjaan akan semakin terampil dan berarti semakin efisien. Federick Winslow Taylor (1856-1915) Federick Taylor disebut sebagai bapak manajemen ilmiah. Taylor memfokuskan perhatiannya pada studi waktu untuk setiap pekerjaan (time and motion study) dari sini ia mengembangkan analisis kerja. Taylor kemudian memperkenalkan sistem pembayaran differential (differential rate).

Manajemen Taylor didasarkan pada langkah atau prinsip sebagai berikut : 1. Mengembangkan ilmu untuk setiap elemen pekerjaan, untuk menggantikan pikiran yang didasari tanpa ilmu. 7 2. Memilih karyawan secara ilmiah, dan melatih mereka untuk melakukan pekerjaan tanpa didasari tanpa ilmu. 3. Mengawasi karyawan secara ilmiah, untuk memastikan mereka mengikuti metode yang telah ditentukan. 4. Kerjasama antara manajemen dengan pekerja lebih ditingkatkan. Persahabatan keduanya juga lebih ditingkatkan. Frank B. Gilberth (1868-1924) dan Lillian Gilberth (1887-1972) Keduanya adalah suami istri yang mempunyai minat yang sama terhadap manajemen. Menurut Frank pergerakan yang dapat dihilangkan akan mengurangi kelelahan. Semangat kerja akan naik karena bermanfaat secara fisik pada karyawan. Sedang Lilian memberikan kontribusi pada lapangan psikologi industri dan manajemen personalia. Beliau percaya bahwa tujuan akhir manajemen ilmiah adalah membantu pekerja mencapai potensi penuhnya sebagai seorang manusia. Keduanya mengembangkan rencana promosi tiga tahap, yaitu : menyiapkan promosi, melatih calon pengganti, melakukan pekerjaan Menurut metode tersebut, seorang pekerja akan bekerja seperti biasa, sambil menyiapkan promosi karir, dan melatih calon penggantinya. Dengan demikian pekerja akan menjadi pelaksana, pelajar yaitu menyiapkan karir yang lebih tinggi, dan pengajar dalam arti mengajari calon pengganti. Henry L. Gantt (1861-1919) Gantt melakukan perbaikan metode sistem penggajian Taylor (differential system) karena menurutnya metode tersebut kurang memotivasi kerja. Sistem Pengawasan (supervisor) diterapkannya sebagai upaya untuk memacu semangat kerja karyawan. Disamping itu Gantt juga memperkenalkan sistem penilaian terbuka yang awalnya merupakan ide Owen. Gantt chart

(bagan Gantt) kemudian populer dan digunakan untuk perencanaan, yaitu mencatat schedul (jadwal) pekerja tertentu. 8 3.2.2 Teori Manajemen Organisasi Klasik Henry Fayol (1841-1925) Henry Fayol merupakan industrialis Prancis, ia sering disebut sebagai bapak aliran manajemen klasik karena upaya mensistematisir studi manajerial. Menurut Fayol, praktek manajemen dapat dikelompokkan ke dalam beberapa pola yang dapat diidentifikasi dan dianalisis. Dan selanjutnya analisis tersebut dapat dipelajari oleh manajer lain atau calon manajer. Fayol adalah orang yang pertama mengelompokkan kegiatan menajerial dalam 4 fungsi manajemen, yaitu : (1) Perencanaan (2) Pengorganisasian (3) Pengarahan (4) Pengendalian Fayol percaya bahwa manajer bukan dilahirkan tetapi diajarkan. Manajemen bisa dipelajari dan dipraktekkan secara efektif apabila prinsip-prinsip dasarnya dipahami. 3.2.3 Teori organisasi new klasik Teori organisasi new klasik disebut juga aliran hubungan manusiawi karena hakekatnya organisasi adalah orang. Manusia dalam organisasi tidak selalu rasional karena sering tidak rasional, karena itu manajer perlu dibantu dalam menghadapi manusia antara lain dengan sosiologi dan psikologi. Hugo Munsterberg (1863 -1916)

Hugo Munstererg disebut sebagai bapak psikologi Industri. Sumbangannya yang terpenting adalah berupa pemanfaatan psikologi dalam mewujudkan tujuan-tujuan produktivitas sarna seperti dengan teori-teori manajemen lainnya. Bukunya "Psychology and Indutrial Efficiency", ia memberikan 3 cara untuk meningkatkan produktivitas : 9 1. Menempatkan seorang pekerja terbaik yang paling sesuai dengan pekerjaan yang akan dikerjakan. 2. Menciptakan tata kerja yang terbaik yang memenuhi syarat-syarat psikologis untuk memaksimalkan produktivitas. 3. Menggunakan pengaruh psikologis agar memperoleh dampak yang paling tepat dalam mendorong karyawan. Elton Mayo (1880 -1949) Gerakan memperkenalkan hubungannya yang diartikan sebagai satu gerakan yang memiliki hubungan timbal balik manajer dan bawahan sehingga mereka secara serasi mewujudkan kerjasama yang memuaskan, dan tercipta semangat dan efisiensi kerja

yang memuaskan. Disini terlihat adanya peran faktor-faktor sosial dan psikologis dalam memberi dorongan kerja kepada karyawan. Mary Parker Follet (1868-1933) Mary Parker Follet agak berbeda sedikit dengan pendahulunya karena memasukkan elemen manusia dan struktur organisasi kedalam analisisnya. Elemen tersebut kemudian muncul dalam teori perilaku dan hubungan manusia. Follet percaya bahwa seseorang akan menjadi manusia sepenuhnya apabila manusia menjadi anggota suatu kelompok. Konsekuensinya, Follet percaya bahwa manajemen dan pekerja mempunyai kepentingan yang sama, karena menjadi anggota organisasi yang sama. Selanjutnya Follet mengembangkan model perilaku pengendalian organisasi dimana seseorang dikendalikan oleh tiga hal, yaitu :

1. Pengendalian diri (dari orang tersebut) 2. Pengendalian kelompok (dari kelompok) 3. Pengendalian bersama (dari orang tersebut dan dari kelompok) 10 Max Weber (1864-1920) Max Weber adalah seorang ahli sosiologi Jerman yang mengembangkan teori birokrasi. Menurutnya, suatu organisasi yang terdiri dari ribuan anggota membutuhkan aturan jelas untuk anggota organisasi tersebut. Organisasi yang ideal adalah birokrasi dimana aktivitas dan tujuan diturunkan secara rasional dan pembagian kerja disebut dengan jelas. Birokrasi didasarkan pada aturan yang rasional yang dapat dipakai untuk mendesain struktur organisasi yang jelas. Konsep birokrasi Weber berlainan dengan pengertian birokrasi populer, dimana orang cenderung mengartikan kata birokrasi dengan konotasi negatif, yaitu organisasi yang lamban, tidak reponsif terhadap perubahan Chester I Barnard (1886-1961) Barnard mengambangkan teori organisasi, menurutnya orang yang datang keorganisasi formal (seperti perusahaan) karena ingin mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai sendiri. Pada waktu mereka berusaha mencapai tujuan organisasi, mereka juga akan berusaha mencapai tujuannya sendiri.Organisasi bisa berjalan dengan efektif apabila keseimbangan tujuan organisasi dengan tujuan anggotanya dapat terjaga. Bernard percaya bahwa keseimbangan antara tujuan organisasi dengan individu dapat dijaga apabila manajer mengerti konsep wilayah penerimaan (zone of acceptance), dimana pekerja akan menerima instruksi atasannya tanpa mempertanyakan otoritas manajemen. 11

BAB IV ALIRAN ILMU MANAJEMEN


Masa manajemen dengan dua jalur yang berbeda . Jalur pertama merupakan pengembangan aliran perilaku dan yang lain dimerupakan pengembangan dari jalur ilmiah (aliran kuantatif) atau riset operasi manajemen sains.

4.1 Riset operasi Aliran kuantatif untuk manajemen mulai berkembang perang dunia ke-2 . Pada waktu itu inggris ingin memecahkan suatu masalah yang sangat kompleks dalam perang. Inggris kemudian membentuk Team Operasi Reset (Research Operation), dipimpin oleh P.M.S Blaccket , tim terdiri dari ahli matematika, ilmuwan, fisika dll. Amerika kemudian meniru untuk membentuk tim risetseperti yang dibentuk oleh Inggris., Komputer komputer digunakan untuk menghitung model matematika yang dikembangkan. Ketika perang selesai, model model operasi riset tersebut diaplikasikan ke dalam perindustrian. Industri juga mengalami perkembangan perkembangan pesat dalam memecahkan masalah yang semakin kompleks. Masalah masalah tersebut tidak dapat diselesaikan secara konvesional. Model operasi ini sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Beberapa model riset operasi CPM (Critical Path Method) yang digunakan untuk merencanakan proyek, teori antrian untuk memecahkan masalah antrian. Model Operasi merupakan variasi dari pendekatan kuantatif. Pendekatan ini lebih sederhana dan dapat diaplikasikan langsung pada situasi manajemen.Contoh dengan menggunakan model matematika kita dapat menyelesaikan masalah yang kompleks dan dapat diselesaikan dengan model matematika. Meskipun nampaknya model matematika menggunakan formula formula yang sulit dimengerti tetapi model tersebut bermaksud menyederhanakan dunia nyata yang sangat kompleks. Dengan model matematika kita dapat dilihat dan diberi perhatian yang ekstra. 12 4.2 Teori Motivasi Menggerakan jelas membutuhkan adanya kematangan pribadi dan pemahaman terhadap karakter manusia yang memiliki kecenderungan berbeda dan dinamis, sehingga membutuhkan adanya sinkronisasi. Sehingga bisa dikatakan fungsi actuating jauh lebih rumit oleh karena harus berhadapan langsung sehingga fungsi leadershif begitu kentara sekali dibutuhkan sekalipun semuanya melalui proses planning dan pengorganisasian terlebih dulu. Berikut ini ada beberapa definisi mengenai penjabaran motivasi :

Motivasi sebagai proses psikologikal yang yang menyebabkan timbulnya, diarahkannya dan terjadinya persistensi kegiatan sukarela yang diarahkan kearah tujuan tertentu (Mitchell, 1982:81) Motivasi sebagai kesediaan untuk melaksanakan upaya tinggi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi yang dikondisi oleh kemampuan upaya demikian untuk memenuhi kebutuhan individual tertentu (Robbins et.al, 1999:50) Motivasi adalah hasil proses-proses yang bersifat internal atau eksternal bagi seorang individu yang menimbulkan sikap entusias dan persistensi untuk mengikuti arah tindakan tindakan tertentu (Gray, 1984:69) Menurut Landy & Becker (1987) teori motivasi dikategorikan dalam 5 macam yaitu : teori kebutuhan (need theory), teori keadilan (equity theory), teori ekpektansi (expectancy theory) dan teori penetapan tujuan (goal-setting theory) 4.21 Teori ekpektansi Victor Vroom (1964) : Kekuatan motivasi dipengaruhi dengan 3 hal yaitu : ekpektansi (keyakinan sendiri untuk melakukan sesuatu) seseorang dengan konsep pokok ekpektansi (apakah kiranya saya dapat mencapai tingkat kinerja tugas yang diinginkan). instrumentalis (hasil kerja apakah akan saya peroleh sebagai hasil kinerja) 13 valensi (bagaimankah penilaian saya tentag hasil-hasil kerja) dengan membuat persamaan bahwa motivasi merupakan hasil dari ekpektansi kali instrumentalitas kali valensi. Teori ekpektansi memprediksi bahwa motivasi untuk bekerja keras untuk kenaikan upah akan rendah apabila : 1. Ekpektansi rendah-seseorang merasa bahwa ia tidak mampu mencapai tingkat kenerja yang diperlukan.

2. Instrumentalis rendah-orang yang bersangkutan tidak yakin bahwa sutau tingkat kinerja tugas akan menyebabkan kenaikan dalam imbalan 3. Valensi rendah-orang yang bersangkutan kurang menghargai kenaikan dalam imbalan 4. Setiap kombinasi dari ketiga macam kemungkinan, mungkin terjadi. 4.2.2 Teori kebutuhan Teori hirarkhi kebutuhan Abraham Maslow yang mengungkapkan Motivasi manusia berhubungan dengan 5 macam kebutuhan yang hirarkhi yaitu : 1. Kebutuhan psikologis 2. Kebutuhan akan keamanan 3. Kebutuhan akan apeksi 4. Kebutuhan akan pandangan masyarakat 5. Kebutuhan akan aktualisasi diri sendiri Orang-orang termotivasi untuk berprilaku dengan cara-cara menimbulkan kombinasi-kombinasi hasil-hasil yang diekpektansikan yang didalamnya ada prinsip hedonisme. 14 4.2.3 Teori pencapaian tujuan (Edwin A.Locke) Teori ini diaplikasikan dalam teknik manajemen berdasarkan sasaran (Management by Objective) dan Locke berpendapat kinerja cenderung meningkat sewaktu tujuan menjadi semakin sulit dicapai tetapi hal tersebut akan berlangsung hingga titik tertentu, spesifikasi tujuan secara menyeluruh yang disertai kesulitan-kesulitan ternyata sangat kuat berkaitan dengan kinerja tugas. dimana penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional sebagai berikut : 1. Tujuan mengarahkan perhatian 2. Tujuan mengatur upaya

3. Tujuan meningkatkan persistensi 4. Tujuan menunjang strategi dan perencanaan usaha 4.2.4 Model motivasi manusia Premis yang begitu fenomenal diungkapkan Doghlas McGregor bahwa seorang karyawan selalu diasumsikan negatif dan positif : Teori X yang menganggap

Kebanyakan karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan bekerja sesedikit mungkin dan mereka umumnya menentang perubahan.

Kebanyakan karyawan harus dibujuk.dipersuasi, diberikan penghargaan, diuhkum dan diawasi untuk mengubah kelakuan mereka agar sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan organisasi.

Kebanyakan karyawan ingin diberikan pengarahan oleh seorang menejer formal dan dimana ada kesempatan mereka berusaha untuk menghindari tanggungjawab.

15 Teori Y menyatakan :

Kebanyakan karyawan memiliki kapasitas untuk menerima tanggungjawab dan potensi untuk pengembangan tetapi manajemen melalui tindakan-tindakannya harus membuat mereka sadar tentang sifat-sifat tersebut.

Kebanyakan karyawan ingin memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial, kebutuhan akan pengahrgaan dan kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri sendiri.

Berikut ini adalah difinisi motivasi manusia menurut beberapa tokoh ternama yaitu : Model maslow : Manusia sebagai makhluk yang serba berkeinginan (Man is awaiting being)

Sebuah kebutuhan yang dipenuhi bukanlah sebuah motivator perilaku. Kebutuhan manusia diatur dalam suatu seri tingkatan suatu hirakhi menurut pentingnya masing-masing kebutuhan. Model instink (Berelson,1972; Lawless,1972) Prilaku dideterminasi oleh instink yang merupakan tendensi yang ada dalam diri manusia untuk bereaksi dengan cara tertentu. Model hedonisme Motivasi dipengaruhi oleh tuntutan sederhana upaya meminimalisasi perasaan sakit dengan mencari kesenangan dan kegembiraan maksimal Model motivasi yang tidak disadari (Davidson, 1952) Model instink dan hedinistik dalam hal menerangkan eksistensi dan peranan proses mental yang berlangsung dibawah sadar yang mempengaruhi prilaku. Model manusia rasional. Individu sadar akan pola kebutuhan dan keinginan pribadi dengan pertim -bangan akalnya. 16 Model manusia sosial Seorang individu dan prilakunya dipengaruhi oleh ekspektansi dan tekanan sosial, orangorang dengan siapa ia bekerjasama 4.2.5 Sifat-sifat manusia 1. Sebuah fenomin individual-masing-masing individu bersifat unik dan fakta tersebut harus diingat pada riset motivasi. 2. Motivasi bersifat intensional-apabila seseorang karyawan melaksanakan suatu tindakan maka hal tersebut disebabkan karena orang tersebut secara sadar telah mimilih tindakan tersebut.

3. Motivasi memiliki macam-macam fase-para para riset telah menganalisis berbagai macam aspek motivasi dan termasuk didalamnya bagaimana motivasi tersebut ditimbulkan, bagaimana akan diarahkan dan pengaruh apa, menyebabkan timbulnya persistensinya dan bagaimana motivasi dapat dihentikan. 4. Tujuan teori motivasi adalah memprediksi prilaku-perlu ditekankan perbedaan-perbedaan antara motivasi, prialku dan kinerja. Motivasi penebab prialku, andaikata prialku tersebut efektif, maka akibatnya adalah berupa kinerja tinggi (Mitchell, 1982:88) 4.2.6 Sepuluh motivator kerja Ada beberapa alasan seseorang akan melakukan tugas dan kewajibannya :

Pemerkaya jabatan (job enrichment) dan rotasi kerja Partisipasi Manajemen berdasarkan hasil Manajer penggandaan Kekuatan fikiran

17

Hubungan manusia yang realistis Lingkungan kerja dimana pekerjaan dilaksanakan Jam kerja yang fleksibel Kritik efektif Tiada kesalahan sama sekali

4.2.7 Alasan menurunnya sebuah motivasi Kekuatan sebuah motivasi cenderung menyusut apabila terpenuhi atau terhalangi dalam pemenuhannya yang antara lain : 1. Kebutuhan yang sudah dipenuhi, bukan lagi sebuah motivator perilaku. 2. Pemenuhan kebutuhan yang terhalangi akan pencapaian kepuasannya, disonansi kognitif (motiv yang terhalangi dan prilaku penyesuain yang terus menerus tidak berhasil dapat

menyebakan timbulnya bentuk-bentuk perilaku penyesuaian yang tidak rasional, atau bisa dikatakan putus asa ) 3. Frustasi (dihalanginya pencapaian tujuan bisa menyebabkan frustasi dengan prilaku seperti agressi, regresi, fiksasi dan resignasi) 4. Rasionalisasi (mengemukakan dalih-dalih karena ketidakmampuannya) 5. Regresi (tidak berprilaku sesuai dengan umur) 6. Fiksasi (apabila seseorang terus menerus memperlihatkan pola prilaku sama, terus menerus, walaupun pengalaman menunjukan bahwa hal tersebut tdiak memberikan hasil apa-apa) 7. Resignasi/apati (frustasi dalam jangka waktu lama dan kehilangan harapan sehingga menarik diri dari kenyataan. Hal hal tersebut diatas dapat menyebabkan turunnya motivasi seseorang , sehingga akan cenderung mudah menyerah dan patah semangat. Dan jika pada diri seseorang tidak mempunyai motivasi pastinya tujuan tidak akan tercapai. 18

BAB V USAHA USAHA PERPADUAN


5.1 Teori Manajemen Kontemporer Beberapa pendekatan sudah dibicarakan dimuka, dimana pendekatan-pendekatan tersebut mengalami perkembangan. Ada beberapa perkembangan yang cenderung mengintegrasikan pendekatan-pendekatan sebelumnya, menjadikan batas-batas pendekatan yang telah dibicarakan menjadi tidak jelas. Namun demikian ada pendekatan yang tetap berakar pada pendekatanpendekatan tertentu. Bagian berikut ini akan membicarakan pendekatan baru dalam manajemen : 1. Pendekatan Sistem Sistem dapat diartikan sebagai gabungan sub-sub sistem yang saling berkaitan. Organisasi sebagai suatu sistem akan dipandang secara keseluruhan, terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan (sub-sistem), dan sistem/organisasi tersebut akan ber

interaksi dengan lingkungan.Pada proses selanjutnya pendekatan inilah yang digunakan dalam sistem manajemen pendidikan di indonesia. Sebelum munculnya sistem pendekatan-pendekatan yang baru. 2 . Pendekatan Situasional (Contingency) Pendekatan ini menganggap bahwa efektivitas manajemen tergantung pada situasi yang melatarbelakanginya. Prinsip manajemen yang sukses pada situasi tertentu, belum tentu efektif apabila digunakan di situasi lainnya. Tugas manajer adalah mencari teknik yang paling baik untuk mencapai tujuan organisasi, dengan melihat situasi, kondisi, dan waktu yang tertentu. Pendekatan situasional memberikan resep praktis terhadap persoalan manajemen. Tidak mengherankan jika pendekatan ini dikembangkan manajer, konsultan, atau peneliti yang banyak berkecimpung dengan dunia nyata. 19 Pendekatan ini menyadarkan manajer bahwa kompleksitas situasi manajerial, membuat manajer fleksibel atau sensitif dalam memilih teknik-teknik manajemen yang terbaik berdasarkan situasi yang ada. Namun pendekatan ini dalam perkembangannya dikritik karena tidak menawarkan sesuatu yang baru. Pendekatan ini juga belum dapat dikatakan sebagai aliran atau disiplin manajemen baru, yang mempunyai batas-batas yang jelas. 3. Pendekatan Hubungan Manusia Baru (Neo-Human Relation) Pendekatan ini berusaha mengintegrasikan sisi positif manusia dan manajemen ilmiah. Pendekatan ini melihat bahwa manusia merupakan makhluk yang emosional, intuitif, dan kreatif. Dengan memahami kedudukan manusia tersebut, prinsip manajemen dapat dikembangkan lebih lanjut. Tokoh yang dapat disebut mewakili aliran ini adalah W. Edwadr Deming, yang mengembangkan prinsip-prinsip manajemen seperti Fayol yang berfokus pada kualitas kerja dan hubungan antar karyawan.

Dalam perjalanannya pendekatan ini masih membutuhkan waktu untuk sampai dikatakan sebagai aliran manajemen baru. Meskipun demikian pendekatan tersebut cukup populer baik dilingkungan akademis maupun praktis. 20

BAB VI PENUTUP
6.1 KESIMPULAN Manajer saat ini dituntut mempelajari dan memahami semua teori manajemen yang dihasilkan oleh berbagai aliran, karena manajer bisa memilih teori yang paling sesuai untuk menghadapi situasi ini tertentu yang dengan pendekatan-pendekatan kedudukan dan yang peranan

pendekatan-pendekatan

menggambarkan

manajemen saat ini dan di masa datang. Ada beberapa alasan untuk mengetahui dan mempelajari perkembangan ilmu manajemen yang akan diuraikan berikut ini : 1. Membentuk pandangan kita mengenai organisasi yaitu mempelajari teori manajemen juga memberi petunjuk untuk kita mendapatkan ide megenai organisasi manusia. 2. Membuat kita sadar mengenai lingkungan usaha dapat memahami bahwa setiap teori adalah berdasarkan lingkungannya yaitu ekonomi, sosial, politik dan pengaruh teknologi yang dirasakan pada waktu. 3. Mengarahkan terhadap keputusan manajemen. Mempelajari evolusi manajemen membantu memahami proses dasar sehingga dapat memilih suatu tindakan yang efektif. 6.2 SARAN Tiada Gading yang tak retak, akhirnya sebagai karya manusia biasa, penulis menyadari pasti banyak kekurangan dan kelemahan yang terdapat di dalam penulisan makalah ini. Untuk itu

penulis memohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan dimasa yang akan datang. 21

DAFTAR PUSTAKA
Drucker, Peter F., 1997. Manajemen Di tengah Perubahan (terjemahan). Gramedia Jakarta. Elashmawi, Farid & Philip R. Haris, 1999. Manajemen Multi Budaya, Kecakapan Baru Demi Sukses Global (terjemahan). PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Garvin, D., 1993, Building a Learning Organizaton, Harvad Business Review. Joiner, 1994. Fourth Generation Management. McGraw Hill. Inc. New York. Nisjar Karhi & Winardi, 1997. Teori Sistem dan Pendekatan Sistem dalam Bidang Manajemen. Mandar Maju, Bandung. Savage, Charles M., 1990. Fifth Generation Management. Digital Equipment Corporation. USA. Tjiptono, Fandy & Anastasia Diana, 2001. Total Quality Management. Edisi Revisi Andi. Yogyakarta. Diposkan oleh Y@m ~ Thie di 22:15