Anda di halaman 1dari 6

BUDIDAYA TANAMAN AKASIA YANG DIGUNAKAN UNTUK INDUSTRI ENERGI (Acacia Mangium) A. Manfaat.

Acacia Mangiumtermasuk jenis legum yang tumbuh cepat, tidak memerlukan persyaratan tumbuh yang tinggi dan tidak begitu terpengaruh oleh jenis tanahnya. Kayunya bernilai ekonomi karena merupakan bahan yang baik untuk finir serta perabot rumah yang menarik seperti: lemari, kusen pintu, dan jendela serta baikuntuk bahan bakar. Tanaman A. Mangium yang berumur tujuh dan delapan tahun menghasilkan kayu yang dapat dibuat untuk papan partikel yang baik. Faktor yang lain yang mendorong pengembangan jenis ini adalah sifat pertumbuhan yang cepat. Pada lahan yang baik, umur 9 tahun telah mencapai tinggi 23 meter dengan rata-rata kenaikan diameter 2 - 3 meter dengan hasil produksi 415 m3/ha atau rata-rata 46 m3/ha/tahun. Kayu A. Mangium termasuk dalam kelas kuat III-IV, berat 0,56 - 0,60 dengan nilai kalori rata-rata antara 4800 - 4900 k.cal/kg. B. Tempat Tumbuh Persyaratan tempat tumbuh. A. Mangium tidak memiliki persyaratan tumbuh yang khusus, dapat tumbuh pada lahan miskin dan tidak subur. A. Mangium dapat tumbuh baik pada lahan yang mengalami erosi, berbatu dan tanah Alluvial serta tanah yang memiliki pH rendah (4,2). Tumbuh pada ketinggian antara 30 - 130 m dpl, dengan curah hujan bervariasi antara 1.000 mm - 4.500 mm setiap tahun. Seperti jenis pionir yang cepat tumbuh dan berdaun lebar, jenis A. Mangiumsangat membutuhkan sinar matahari, apabila mendapatkan naungan akan tumbuh kurang sempurna dengan bentuk tinggi dan kurus.

C. Teknologi Budidaya Tanaman Akasia. 1. Pembibitan. Tanaman akasia termasuk jenis legumenoseae yang sangat respon bekerjasama saling menguntungkan dengan mikroba rhizobium. Dengan demikian penggunaan pupuk hayati Bio P 2000 Z merupakan suatu keharusan untuk menghasilkan tanaman akasia yang cepat dan berkualitas. Teknik pembibitan akasia secara garis besar adalah sebagai berikut: a) Pemilihan biji yang tua dan padat untuk dijadikan sebagai benih.

b) Penyiapan bahan perkecambahan, yaitu media lahan dengan komposisi kompos: pasir : tanah dengan berbandingan 1 : 1 : 1. Semprotkan lahan tersebut dengan (Pupuk hayati Bio P 2000 Z + Phosmit + air dengan perbandingan 1 : 1 : 180 ). Semprotkan secara merata di media perkecambahan. c) Sebarkan biji akasia dengan jarak cukup untuk mencabut bibit yang tumbuh untuk dipindahkan. Setelah disebar ditutupi dengan media sekitar 1,5 cm hingga 2 cm. Setelah

tumbuh sekitar 5 s/d 10 cm maka tanaman siap dipindahkan ke polybag. (cara lain dapat dengan menanam langsung biji ke polybag) d) Media di dalam polybag terdiri dari tanah + pupuk kompos dengan perbandingan 1 : 1. Berikan pupuk an organik Urea + KCl dan SP 18 perbandingan 1 : 1 : 1 dengan jumlah 12 sendok makan setiap 1 polybag media. Semprotkan secara merata bahan tersebut dengan (Pupuk hayati Bio P 2000 Z + Phosmit + air dengan perbandingan 1 : 1 : 180 ). Setelah dicampur dengan merata maka media siap dimasukkan ke polybag. Disirami setiap hari, setelah 5 hari sampai 1 minggu media siap ditanamai dengan bibit akasia. e) Pemeliharaan di pembibitan meliputi penyiraman, pemupukan dilakukan setiap 1 bulan sekali dengan menggunakan pupuk Urea + KCl + SP 18 dengan perbandingan 1 : 1 : 1, dengan dosis sendok maka per batang bibit. Semprotkan ke tanah (Pupuk hayati Bio P 2000 Z + Phosmit + air dengan perbandingan 1 : 1 : 180 ) secara merata. f) Setelah akasia berumur antara 5 s/d 6 bulan dengan ketinggian antara 50 s/d 1 cm maka bibit siap ditanam di lahan.

2.

Penyiapan Lahan. a) Penataan areal penanaman dimaksudkan untuk mengatur tempat dan waktu. Perlu diingat bahwa model penanaman yang menguntunnkan adalah budidaya tanaman hutan dengan menerapkan sistem rotasi. Untuk menentukan rotasi tanam maka perlu diketahui jenis tanaman (kaitannya dengan umur tanaman) dan luasan yang digarapnya. b) Pembersihan lapangan. Beberapa kegiatan yang dilakukan sebelum penanaman yaitu: pengumpulan semak belukar, alang-alang dan rumput-rumputan. c) Sistem budidaya untuk tahun 1 s/d tahun ke 4 menggunakan sistem tumpangsari. Dengan demikian pengolahan tanah lebih difokuskan untuk tanaman selanya. Pengolahan dengan cara dicangkul / dibajak dengan kedalaman antara 20 - 25 cm kemudian dibalik Bungkalan-bungkalan tanah dihancurkan, akar-akar dikumpulkan, dijemur dan dibakar. d) Pembuatan jarak tanam pada lahan dilakukan tanpa mengurangi kepadatan tanam dari awal. Karena digunakan untuk memberikan ruang lingkup bagi tanaman sela. Ukuran jarak tanam dapat menggunaan 5 meter X 5 meter atau 4 m x 4 m bahkan ada sebagian menggunakan 3 m x 3 m. Untuk membantu supaya tertata maka sebelum digali dibuat penataan dengan ajir Tanah pada jalur-jalur tanaman dihaluskan dan dibersihkan. Dibuat lobang untuk penanaman dengan ukuran P=40 cm, L=40 cm, D=30 cm.

3.

Penanaman. 1. Pengangkutan bibit. Pengangkutan bibit dari persemaian ke lokasi penanaman harus dilakukan dengan hati-hati agar bibit tidak mengalami kerusakan selama dalam perjalanan. Bibit yang diangkut diusahakan bibit yang sehat dan segar. Hindarkan bibit dari panas matahari dan supaya disimpan di tempat teduh dan terlindung. Bibit yang ditanam ke lapangan adalah bibit yang telah berumur 3-4 bulan di bedeng sapih dengan ukuran tinggi 25-30 cm. 2. Waktu penanaman. Penanaman dilakukan setelah hujan lebat pada musim hujan, yaitu dalam bulan Oktober sampai Januari. Pengamatan mulainya hujan lebat sangat perlu, karena bibit yang baru ditanam menghendaki banyak air dan udara lembab. 3. Teknik penanaman. - Penanaman dilakukan antara 2 minggu s/d 6 minggu setelah pembuatan lobang. - Pada hujan pertama, tanah bekas galian + pupuk kandang sebagian dikembalikan ke lobang. - Semprotkan/ siramkan ke tanah tersebut dengan campuran pupuk hayati Bio P 2000 Z sekitar liter per lubang. Campuran pupuk hayati Bio P 2000 Z adalah (1 bagian Bio P 2000 Z + 1 bagian Phosmit + air 180 bagian) atau ( 7 tutup botol Bio P 2000 Z + 7 tutup botol Phosmit + 15 liter air atau 1 tangki sprayer). - Bibit ditanam tegak sedalam leher akar. Apabila terdapat akar cabang yang menerobos keluar dari tanah dalam kantong plastik, dipotong agar tidak tertanam terlipat dalam lubang tanaman. Sebelum ditanam, tanah dalam kantong plastik dipadatkan lalu kantong plastik dibuka perlahan-lahan, tanah serta bibit di keluarkan baru ditanam. Bibit ditanam berdiri tegak pada lubang yang telah dibuat pada setiap ajir, kemudian diisi dengan tanah gembur sampai leher akar. Tanah yang ada di sekelilingnya ditekan agar menjadi padat. - Penanaman sela dilakukan pada tahun pertama sampai taun ke 4. komodite yang dipilih sesuai dengan pangsa pasar. Sistem penamanan dan pemeliharaan tanaman sela (tumpangsari dengan tanaman pangan).

4.

Pemeliharaan. a. Budidaya dengan sistem tumpangsari dengan tanaman pangan atau hortikultura maka kegiatan penyiangan, pendangiran dan pemupukan dilakukan bersamaan dengan tanaman sela. b. Hal yang khusus dilakukan pemeliharaan untuk tanaman hutan adalah penyiangan, pengamanan dan penyiraman pada saat musim kemarau untuk tanaman yang masih kecil.

c.

Pengendalian hama dan penyakit.

Beberapa hama dan penyakit yang menyerang A. mangium adalah: 1) Xystrocera sp.famili Cerambicidae yang biasa menggerek kayu. 2) Paraserianthes falcataria, menyerang daun. 3) Ropica grisepsparsa, menyerang bagian batang. 4) Platypus sp, menyerang bagian batang. 5) Xylosandrus semipacus, menyerang bagian batang. 6) Pterotama plagiopheles, menyerang daun. 7) Hyponeces squamosusmembuat pengguguran daun pada anakan tetapi pohon dapat tumbuh kembali. Pengendalian hama dan penyakit tersebut dengan prinsip Pengendalian Hama Terpadu: yaitu pengendalian dilakukan jika serangan sudah dinilai merusak secara luas tanaman. pengendalian sedapat mungkin dilakukan dengan manual, jika belum dapat dikendalikan maka dengan pertisida nabati. Dan pestisida kimia merupakan alternatif terakhir. Masing-masing hama dan penyakit tersebut dikendalikan sesuai dengan serangan. - Untuk hama terlihat di permukaan gunakanlah pestisida kontak. - Untuk hama di dalam tanaman gunakanlah pestisida sistemik. - Untuk hama di dalam tanah gunakanlah akarisida. - Untuk penyakit gunakan bakterisida atau fungsisida. Penggunaan pestisida sebaiknya berganti-ganti untuk menghidari hama dan penyakit kebal terhadap pestisida tertentu. 6. Pemupukan Telah dikemukakan di depan bahwa pemupukan hutan tanaman rakyat dilakukan bersamaan dengan tanaman sela. Namun penanaman sela tersebut hanya sampai pada tahun ke 4, selanjutnya tanah tersebut diperlukan pemeliharaan tanpa adanya tanaman sela. Tanaman ini mempunyai tingkat pertumbuhan yang relatif sangat cepat, maka jika tidak ada dikelola dengan baik mengakibatkan tanah menjadi kurus. Untuk itu diperlukan adanya pemeliharaan terutama pemupukan. Pemupukan diberikan meliputi materi yaitu pupuk an organik dan pengolah yaitu pupuk hayati Bio P 2000 Z. Dasar pemberian tersebut adalah sebagai berikut: Pupuk an organik: untuk menyiapkan unsur hara yang ada di lahan sehingga diharapkan ketersediaan unsur hara tersebut membantu pertumbuhan tanaman.

Pupuk Hayati Bio P 2000 Z: mikroba yang ada di dalam pupuk tersebut berfungsi sebagai: (a) mengelola unsur hara di tanah dan di udara disiapkan untuk tanaman, (b) pupuk an organik yang diberikan pada saat pemupukan diubah menjadi unsur organik dan dismpan di dalam tanah dan siap disediakan untuk tanaman. dengan demikian pupuk tersebut tidak hilang tercuci air atau menguap. (c) memperbaiki tekstur/struktur dan biologi tanah yang sangat berperan dalam kesuburan tanah. (d) merangsang pertumbuhan tanaman sehingga tanaman lebih cepat tumbuh. Jadwal dan dosis penggunaan pupuk an organik dan pupuk hayati Bio P 2000 Z:

5.

Panen.

Tanaman menggunakan sistem tumpang sari dan rotasi. Tumpangsari artinya ditanam bersama-sama dengan tanaman pangan sedangkan rotasi artinya dilakukan dengan cara berkesinambungan dari tahun ke tahun. Untuk itu sebelum dilakukan penanaman harus ditetapkan dahulu pola tanam yang akan digunakan. Misalnya ditetapkan panen dilakukan pada tahun ke 8 maka pada lahan yang ditanam 7 tahun silam harus dipanen pada tahun ke 8. Panen dilakukan secara tebang habis, yaitu seluruh tanaman ditebang untuk memulai penanaman baru.

CARA MENGGUNAKAN PUPUK HAYATI BIO P 2000 Z A. Dengan cara fermentasi.

Siapkan air 20 liter di ember, berikan 1 kg gula dan 1 kg urea. Aduk hingga merata, dan tuangkan 1 liter pupuk bio P 2000 Z. Diamkan 48 jam, setiap 1 liter air fermentasi tambahkan 6 liter air Gunakan semprotkan untuk 1 ha ke tanah dan tanaman. Waktu pagi sebelum pkl. 10.00 atau sore sesudah pkl 16.00.

B. Dengan cara menggunakan Phosmit

siapkan air 200 liter air tambahkan pupuk Bio P 2000 Z 1 liter dan 1 liter Phosmit dan siap digunakan untuk lahan 1 ha ke tanah dan tanaman. Waktu pagi sebelum pkl. 10.00 atau sore sesudah pkl 16.00.