Anda di halaman 1dari 2

http://www.senyawa.com/2010/03/batuan-metamorf.

html Defenisi Proses metamorfosisme adalah proses yang menyebabkan perubahan komposisi mineral, tekstur dan struktur pada batuan karena panas dan tekanan tinggi, serta larutan kimia yang aktif. Hasil akhir dari proses metamorfisme adalah batuan metamorf. Jadi batuan metamorf adalah batuan yang terbentuk oleh proses metamorfisme pada batuan yang telah ada sebelumnya. Batuan asalnya (yang telah ada sebelumnya) dapat berupa batuan beku, sedimen maupun metamorf.

Komposisi mineral Mineral-mineral penyusun batuan metamorf dapat dibedakan menjadi mineral-mineral yang : 1. Mineral yang berbentuk kubus: kuarsa, feldsfar,kalsit, garnet dan piroksin. 2. Berbentuk bukan kubus : mika, klorit, amfibol (hornblende), hematit, grafit dan talk.Susunan mineral (fabrik) Dari kenampakan tiga dimensional, fabrik dapat dibedakan menjadi : 1. Isotropik : susunan butir ke segala arah tampak sama. 2. Anisotropik : kenampakan susunan butir mineral tidak sama ke segala arah. Tekstur Berdasarkan ukuran butir mineralnya, dapat dibedakan menjadi : 1. Fanaretik : butiran cukup besar untuk dapat dikenal dengan mata telanjang. 2. Afanitik : butiran terlalu kecil untuk dapat dikenal dengan mata telanjang.

Struktur Struktur dalam batuan metamorf dikenal ada tiga : 1. Granular : bila butir-butiran minerla yang berhubungan saling mengunci (inter locking). 2. Foliasi : bila mineral-mineral pipih menbentuk rangkaian permukaan subparalel. 3. Lineasi : bila mineral-mineral prismatik membentuk kenampakan penjajaran pada batuan, seperti genggaman pensil. Di alam, batuan yang hanya mempunyai struktur lineasi sangat jarang, dan sebagian besar selain berlineasi juga berfoliasi. Foliasi mungkin tidak teratur, melengkung atau terlipat bila terdeformasi.