P. 1
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2011

|Views: 156|Likes:
Dipublikasikan oleh Fadli D Thalib
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: Fadli D Thalib on Apr 26, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

text

original

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan taufiqNya sehingga Laporan Akuntabilitas

Kinerja (LAK) Pengadilan Agama Luwuk Tahun 2011 dapat dilaksanakan. Penyusunan LAK merupakan kewajiban Pengadilan Agama Luwuk sebagai bentuk pertanggung jawaban kewenangan, sesuai dengan Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Inpres Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia. Dalam laporan ini akan dideskripsikan realisasi kinerja Pengadilan Agama Luwuk pada tahun 2011 yang dilaksanakan sejak 1 Januari s/d 31 Desember 2011, disertai evaluasi tingkat capaian kinerja dengan memaparkan hambatan atau faktor-faktor yang berpengaruh dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta upaya pemecahannya. Karenanya dalam penyusunan laporan tahunan ini sedapat mungkin kami menyatukan informasi yang ada dengan segenap kelebihan dan kekurangan kami agar menjadi sarana retrospeksi kinerja di hari depan. Beberapa sasaran yang belum tercapai menggambarkan belum terfokusnya kegiatan yang dilaksanakan tahun 2011 pada pedoman rencana stratejik. Pada tahun 2012 nantinya, kekurangan tersebut akan diperbaiki dengan peningkatan kinerja melalui disiplin pelaksanaan rencana stratejik yang telah disepakati. Kerjasama dengan PTA Palu dan Pengadilan Agama lain se-wilayah PTA Palu juga akan ditingkatkan sehingga sinergi yang dihasilkan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dalam pengembangan kebijakan peradilan di Indonesia.

ii

Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat, khususnya diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam memformulasikan kebijakan yang berorientasi pada optimalisasi kualitas dan pengokohan eksistensi Pengadilan Agama sebagai lembaga peradilan Negara pelaksana kekuasaan kehakiman yang agung dan bermartabat. Selanjutnya kepada semua pihak yang telah berdedikasi dan memberi andil baik langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Pengadilan Agama Luwuk diucapkan banyak terima kasih.

Luwuk, 30 Desember 2011 Wakil Ketua

Drs. H. A. AMIRUDDIN B., SH. Nip. 19590509 198803 1 002

iii

RINGKASAN EKSEKUTIF

S

alah satu azas dalam penerapan tata kepemerintahan yang baik adalah akuntabilitas. Akuntabilitas merupakan pertanggung jawaban dari amanah atau mandat yang melekat pada suatu

lembaga. Sejalan dengan hal tersebut, Laporan Akuntabiltas Kinerja Pengadilan Agama Luwuk Pada tahun 2011 ini disusun. Laporan ini menyajikan capaian kinerja Pengadilan Agama Luwuk selama tahun 2011 yang merupakan manifestasi dari pelaksanaan amanah Undang-undang yang tertuang dalam Inpres Nomor 7 Tahun 1999 yang mensyaratkan setiap instansi pemerintah menyusun suatu laporan akuntabilitas. Namun sejalan dengan amanah undang-undang yang harus dijalankan tersebut, Laporan Akuntabilitas Kinerja ini juga merupakan kebutuhan kami dalam melakukan analisa dan evaluasi kinerja dalam rangka peningkatan kinerja organisasi secara paripurna. Laporan ini menyajikan berbagai kegiatan yang dilaksanakan Pengadilan Agama Luwuk selama tahun 2011 sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai Pengadilan tingkat pertama dan sesuai dengan visimisinya yaitu “Mewujudkan

supermasi hukum

melalui kekuasaan

kehakiman yang mandiri, efektif efesien serta mendapatkan kepercayaan publik, profesional dan memberi pelayanan hukum yang berkualitas, etis, terjangkau dan berbiaya rendah bagi masyarakat serta mampu menjawab panggilan pelayanan publik”.
Dengan membandingkan program terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan, maka tampak hasil yang telah dicapai adalah 97,55% dari 100% yang direncanakan. Ini berarti bahwa kinerja Pengadilan Agama Luwuk tergolong berhasil karena berada dalam rantai interval pencapaian 75% sampai dengan 100%. Disadari sepenuhnya masih ada sejumlah sasaran yang tidak maksimal pencapaiannya dan ada kegiatan yang belum memperlihatkan out-come dan benefits maupun impact karena
iv

berada di luar control dan ketersediaan indicator input berupa sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang belum maksimal. Olehnya diupayakan tahun berikutnya out-come, benefit dan impact dari kegiatan tersebut perlu terus dipantau dan dilakukan ikhtiar seoptimal mungkin agar ketiga indicator penilaian tersebut dapat lebih ditingkatkan secara signifikan agar target utama pencapaian nilai kinerja yang sesuai tujuan, sasaran, visi dan misi Pengadilan Agama Luwuk bisa lebih ditingkatkan dan terealisasi di masa-masa yang akan datang.

v

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I

……....................……………….....………………………………. .....................…………………..…………………………………

i ii iv

RINGKASAN EKSEKUTIF ..................................................................................... PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Maksud dan Tujuan …….…………….........….................………… ……...................................…………...…

…..…........………...........……………...............……………………….. vi 1 3 4 5

C. Tugas Pokok dan Fungsi .......................................................... D. Struktur Organisasi dan Jumlah Pegawai .......................... BAB II PERENCANAAN STRATEGIK

A. Visi, Misi dan Faktor Kunci Keberhasilan ........................ 10 B. Tujuan, Sasaran dan Arah Kebijakan .............................. 13 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA DAN KEUANGAN A. Evaluasi Metodologi Pengukuran ....................................... 18 B. Analisa Pencapaian Sasaran Stratejik ............................... 18 C. Akuntabilitas Keuangan BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan ............................................................................... 41 B. Saran RENCANA KERJA 2011 PENGUKURAN KINERJA 2011 PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN 2011 PENETAPAN RENCANA KERJA 2012 ........................................................................................ 42 LAMPIRAN – LAMPIRAN ................................................. 26

vi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gerakan reformasi di Indonesia telah banyak memberi perubahan signifikan di di segala bidang, tak terkecuali dalam di bidang hukum. Hal ini dibuktikan dengan beberapa kali dilakukannya Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) yang menjadi dasar hukum negara. Salah satu contohnya adalah Amandemen Ketiga UUD 1945 menegaskan sifat dan karakter kekuasaan kehakiman dan menyatakan, “Kekuasaan Kehakiman adalah kekuasaan negara yang

merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan”.
Eksistensi Pengadilan Agama Luwuk sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman yang merdeka dan independent, tidak memihak, akuntabel dan transparan, maka dengan kompetensinya tersebut diharapkan keberadaannya di tengah-tengah masyarakat mampu menjadi lembaga penegak hukum yang benar-benar merdeka dan berwibawa, bermartabat dan bebas dari praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang sejalan dengan amanah reformasi. Untuk mengaktualisasikan tujuan mulia sebagaimana yang tersebut di atas, Pengadilan Agama Luwuk sebagaimana Rencana Stratejik Mahkamah Agung RI dan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palu, telah menetapkan kebijakan umum yang meliputi sistem dan prosedur peradilan, pengembangan institusi dan pengembangan sumber daya manusia peradilan yang akan direalisasikan dalam berbagai kegiatan nyata untuk mengatasi berbagai permasalahan peradilan sesuai kompotensi yang ada, dan kebijakan umum tersebut terangkum di dalam visi dan misi dan program yang ada akan

vii

dipertanggung jawabkan dalam bentuk penyampaian laporan akhir tahunan. Berdasarkan pasal 21 ayat (2) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasan Kehakiman disebutkan bahwa “Ketentuan mengenai organisasi, administrasi dan finansial badan peradilan sebagaimana dimaksud ayat (1) untuk masing-masing lingkungan peradilan diatur dalam undang-undang sesuai dengan kekhususan lingkungan peradilan masing-masing”. Dengan demikian berdasarkan pasal tersebut, lahirlah apa yang disebut dengan peradilan satu atap. Sebagai realisasi dari pasal tersebut lahirlah Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2009 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum sebagai penyempurnaan dari Undang- Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara dan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Sebagai lembaga negara, Pengadilan Agama Luwuk merupakan Pengadilan Tingkat Pertama di bawah kekuasaan Mahkamah Agung dan hal ini juga merupakan tanggung jawab untuk melaksanakan tugas dan fungsi yang diamanatkan kepada masyarakat dan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Kewajiban tersebut dijabarkan dengan menyiapkan, menyusun dan menyampaikan laporan kinerja secara tertulis, periodik dan melembaga yang dituangkan dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAK) Tahun 2011. Pelaporan hasil kinerja dimaksudkan untuk mengukur capaian kinerja Pengadilan Agama Luwuk dalam satu tahun angggaran yang dikaitkan dengan proses pencapaian tujuan dan sasaran serta menjelaskan keberhasilan dan kegagalan tingkat kinerja yang telah dicapai.
viii

B. Maksud dan Tujuan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, pasal 3 dinyatakan bahwa Asas-asas umum Penyelenggaraan Negara meliputi Asas Kepastian Hukum, Asas Keterbukaan, Asas Proporsionalitas, Asas Profesionalitas dan Asas Akuntabilitas. Sedangkan untuk menciptakan

good govermance diperlukan prinsip-prinsip partisipasi, penegakan
hukum, transparansi, kesetaraan, daya tanggap, wawasan ke depan, akuntabilitas, pengawasan, efisensi dan efektifitas, serta profesionalisme. Kemudian prinsip akuntabilitas ditegaskan lagi dalam visi, misi dan program membangun Indonesia yang aman, adil dan sejahtera melalui program meningkatkan pengawasan untuk menjamin akuntabilitas, transparansi, dan perbaikan kinerja aparatur Negara/pemerintah. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Agama Luwuk merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap tahun, disusun dengan mengacu pada surat Sekretaris Mahkamah Agung Nomor: 553/SEK/01/XII/2011 tanggal 19 Desember 2011 tentang Penyampaian Lakip 2011 dan Dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2012 yang selanjutnya ditindak lanjuti oleh Pengadilan Tinggi melalui surat Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palu Nomor : W19-A/114/OT.01.2/I/2012 tanggal 5 Januari 2012. Mendasari hal tersebut Pengadilan Agama Luwuk sebagai pengadilan tingkat pertama pelaksana kekuasaan kehakiman akan menyampaikan laporan tentang pelaksanaan tugas dan fungsi yang merupakan penjabaran lanjut atas visi dan misi Mahkamah Agung Republik Indonesia yang dituangkan dalam laporan tahunan Tahun 2011 dengan mengacu pada out-line pelaporan tahunan Mahkamah Agung tahun 2011 yang terdiri atas laporan mengenai struktur organisasi, keadaan perkara tahun 2011, keberadaan pengawasan internal, pembinaan dan pengelolaan baik teknis maupun

ix

non-teknis, pengelolaan sarana dan prasarana, pengelolaan anggaran, administrasi peradilan dan umum. C. Tugas Pokok dan Fungsi Pengadilan Agama, sebagai Pengadilan Tingkat Pertama bertugas dan berwenang menerima, memeriksa, memutus dan menyelesaikan perkara-perkara di tingkat pertama antara orangorang yang beragama Islam di bidang perkawinan, waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infaq, shadaqah dan ekonomi syari’ah sebagaimana diatur dalam pasal 49 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Pengadilan Agama mempunyai fungsi sebagai berikut : 1. Memberikan pelayanan teknis yustisial dan administrasi kepaniteraan bagi perkara tingkat pertama serta penyelesaian perkara dan eksekusi. 2. Memberikan pelayanan dibidang administrasi perkara banding, kasasi dan peninjauan kembali serta administrasi peradilan lainnya. 3. Memberikan pelayanan administrasi umum kepada semua unsur di lingkungan keuangan). 4. Memberikan keterangan, pertimbangan dan nasehat tentang hukum Islam pada instansi pemerintah di daerah hukumnya, apabila diminta sebagaimana diatur dalam pasal 52 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 jo Nomor 50 Tahun 2009 tentang Peradilan Agama. 5. Memberikan pelayanan penyelesaian permohonan pertolongan pembagian harta peninggalan diluar sengketa antara orang-orang yang beragama Islam yang dilakukan berdasarkan hukum Islam
x

Pengadilan

Agama

(umum,

kepegawaian

dan

sebagaimana diatur dalam pasal 107 ayat (2) Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1989 jo. Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. 6. Waarmerking akta keahliwarisan di bawah tangan untuk pengambilan deposito/tabungan, pensiunan dan sebagainya. 7. Melaksanakan tugas penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah sesuai dengan pasal 49 ayat (1) Undang-Undang Nomor 3 tahun 2006 yang telah diperbaharuai yang kedua dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009. 8. Melaksanakan tugas-tugas pelayanan lainnya seperti penyuluhan hukum, memberikan/melaksanakan hisab rukyat dalam penentuan awal pada tahun hijriyah. Dengan perubahan perundang-undangan tersebut, maka Badan Peradilan Agama telah menambah tugas kewenangan baik dalam pengelolaan manajemen peradilan, administrasi peradilan maupun bidang teknis yustisial. D. Struktur Organisasi dan Jumlah Pegawai Tugas pokok dan fungsi dari struktur organisasi Pengadilan Agama Luwuk adalah: 1. Ketua dan Wakil Ketua (Pimpinan Pengadilan Agama Luwuk).  Ketua mengatur pembagian tugas para Hakim, membagikan berkas perkara dan surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara yang diajukan kepada Majelis Hakim untuk diselesaikan.  Mengadakan pengawasan dan pelaksanaan tugas dan tingkah laku Hakim, Panitera/Sekretaris, Pejabat Struktural dan Fungsional, serta perangkat administrasi peradilan di daerah hukumnya.
xi

 Menjaga agar penyelenggaraan peradilan terselenggara dengan wajar dan seksama. 2. Majelis Hakim  Melaksanakan tugas kekuasaan kehakiman di daerah hukumnya. 3. Panitera/Sekretaris  Panitera bertugas menyelenggarakan administrasi perkara, dan mengatur tugas Wakil Panitera, Panitera Muda, Panitera Pengganti, serta seluruh pelaksana di bagian tekhnis Pengadilan Agama Luwuk.  Panitera, Wakil Panitera, Panitera Muda dan Panitera Pengganti bertugas membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya persidangan.  Panitera bertanggung jawab atas pengurusan berkas perkara, putusan, dokumen, akta, buku daftar, biaya perkara, uang titipan pihak ketiga, surat-surat berharga, barang bukti dan surat-surat lainnya yang disimpan di kepaniteraan.  Sekretaris bertugas menyelenggarakan administarsi umum , mengatur tugas Wakil Sekretaris, Kepala Urusan, serta seluruh pelaksana di bagian sekretariat Pengadilan Agama Amuntai.  Sekretaris selaku Kuasa Pengguna Anggaran bertanggung jawab atas penggunaan anggaran, juga selaku Kuasa Pengguna Barang bertanggung jawab atas keberadaan dan pemanfaatan barang milik negara (BMN).

xii

Jumlah Pegawai Negeri Pengadilan Agama Luwuk seluruhnya berjumlah 27 (Dua puluh tujuh) dan Tenaga Honorer berjumlah 5 (lima), klasifikasinya dapat dilihat di bawah ini : a. Jumlah Pegawai Menurut Golongan : Golongan IV : 4 Golongan III : 19 Golongan II : 4 Tenaga Honorer : 5 Orang Orang Orang Orang

b. Jumlah Tenaga Teknis dan Non Teknis Ketua ,Wakil Ketua dan : 9 Orang Hakim Panitera / Sekretaris : 1 Orang Wakil Panitera : 1 Orang Panitera Muda Gugatan : 1 Orang Panitera Muda Permohonan : 1 Orang Panitera Muda Hukum : 1 Orang Panitera Pengganti : - Orang Jurusita : 3 Orang Jurusita Pengganti : 1 Orang Staf / Definitif : 5 Orang c. Jumlah Pejabat Struktural Wakil Sekretaris Kaur Umum Kaur Kepegawaian Kaur Keuangan : : : : 1 1 1 1 Orang Orang Orang Orang

xiii

Struktur Organisasi Pengadilan Agama Luwuk
100 80 60 40

KETUA East

HAKIM

WAKIL KETUA Drs. H. A. AMIRUDDIN B., S.H.

West North

20 0 1st QtrPANITERA/SEKRETARIS 2nd Qtr 3rd Qtr 4th Qtr

ARSU LAADI, S.H.

WAKIL PANITERA SURATMAN NANG, S.H.

WAKIL SEKRETARIS PATAHANGI A. TAWAKKAL, S.Ag.

Panmud Permohonan

Panmud Gugatan

Panmud Hukum

Kaur Kepegawaian

Kaur Keuangan

Kaur Umum

Panitera Pengganti Jurusita Pengganti

Ket : Garis Koordinasi Garis Tanggung Jawab

: ------------:

xiv

BAB II PERENCANAAN STRATEGIK Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan stratejik merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu menjawab tuntutan lingkungan stratejik lokal, nasional dan global, dan tetap berada dalam tatanan Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan pendekatan perencanaan stratejik yang jelas dan sinergis, instansi pemerintah lebih dapat menyelaraskan visi dan misinya dengan potensi, peluang dan kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan akuntabilitas kinerjanya. Pada prinsipnya setiap satuan kerja seharusnya mempunyai barometer untuk menilai sampai sejauh mana roda organisasi berjalan dengan baik atau tidak, apa hambatan dan tantangan serta tujuan yang belum tercapai. Para pegawai/staf juga mempunyai peranan yang sama dalam memajukan dan menjalankan roda organisasi tersebut, sehingga kualitas kinerja pegawai dimaksud, adalah merupakan suatu yang mutlak demi maksimalnya pelayanan (cleint service), baik internal maupun secara eksternal kepada masyarakat (para pencari keadilan). Kualitas keterampilam (skill) pegawai/staf selaku pelaksana tugas dan karya tentunya harus dimulai dari diri sendiri yang bertekad untuk menigkatkan kualitas pribadi dalam menunjang tugas pokok dan fungsi masing-masing (SDM). Kami sadari sarana dan prasarana serta fasilitas tak kalah pentingnya guna mencapai tujuan tersebut yang sekarang ini masih terbatas. Untuk mewujudkan itu pada pelaksanaan tugas tahun 2011, Pengadilan Agama Luwuk telah menetapkan sasaran/keluaran kegiatan yang mengacu para program dan fungsinya sebagai berikut :

xv

A. Visi, Misi, dan Faktor Kunci Keberhasilan Berdasarkan Rencana Stratejik

(strategic

action

plan)

Mahkamah Agung ditetapkan Visi dan Misi sebagai berikiut: 1) Visi Pengadilan Agama Luwuk adalah:

“Mewujudkan supermasi hukum melalui kekuasaan kehakiman yang mandiri, efektif efesien serta mendapatkan kepercayaan publik, profesional dan memberi pelayanan hukum yang berkualitas, etis, terjangkau dan berbiaya rendah bagi masyarakat serta mampu menjawab panggilan pelayanan publik”
Peradilan yang mandiri dan professional, handal dan bermoral sebagai sosok peradilan baik secara institusi, individu maupun system yang memiliki kompetensi dalam melaksanakan tugas dan fungsi secara terampil, baik dan benar berdasarkan nilai etika dan moral untuk mewujudkan kinerja, hasil karya terbaik dan bermanfaat. Sedangkan kepemerintahan yang baik (good

govermance)

mencerminkan

cita-cita

penyelenggaraan

pemerintahan Negara yang professional, transparan, akuntabel dan memiliki kredibilitas. Visi yang dikemukakan di atas merupakan cita-cita luhur yang ingin dibumikan segenap insan peradilan melalui institusi badan peradilan yang ada. Cita-cita luhur tersebut adalah keharusan untuk mengangkat citra penegakan hukum dari dunianya yang banyak dicederai oleh perilaku tidak terpuji anak negeri ini. Oleh karena itu membumikan misi luhur tersebut diperlukan patron dasar sebagai pijakan dalam bentuk misi sebagai penjabaran suatu kondisi atau keadaan yang seharusnya diciptakan sebagai berikut :

2) Misi Pengadilan Agama Luwuk adalah :

xvi

a. Mewujudkan rasa keadilan sesuai dengan undang-undang dan peraturan, serta memenuhi keadilan masyarakat. b. Mewujudkan Pengadilan yang mandiri dan independen, bebas dari campur tangan pihak lain. c. Memperbaiki akses pelayanan dibidang peradilan kepada masyarakat; d. Memperbaiki kwalitas input internal pada proses peradilan; e. Mewujudkan f. institusi Pengadilan yang efektif, efesien, bermartabat dan dihormati. Melaksanakan kekuasaan Kehakiman yang mandiri, tidak memihak dan transparan. 3) Faktor Kunci Keberhasilan Faktor kunci keberhasilan berfungsi untuk lebih memfokuskan arah organisasi dalam rangka mencapai visi dan misi organisasi. Arah tersebut dilakukan dengan cara menetapkan tujuan dan strateginya secara efektif dan efisien dengan mempertimbangkan faktro kunci tersebut. Faktor-faktor kunci keberhasilan (critical success factors) merupakan faktor-faktor yang sangat berperan dalam pencapaian keberhasilan organisasi. Faktor-faktor ini terlebih dahulu prioritas. Adapun faktor-faktor kunci keberhasilan Pengadilan Agama Luwuk diformulasikan sebagai berikut: 1. Sumber Daya Aparatur Sumber Daya Aparatur merupakan salah satu faktor kunci untuk mendapatkan kinerja terbaik, karena keberhasilan
xvii

ditetapkan dengan

menganalisa lingkungan internal dan eksternal,

dalam rangka menentukan tingkat urgensi dan impac serta skala

kinerja individu sangat berpengaruh terhadap hasil kerja organisasi. Oleh karena itu pengadilan agama luwuk menyadari sepenuhnya akan pentingnya pembinaan sumber daya manusia (SDM) dalam mengimplementasikan tugas pokok dan fungsi pengadilan agama. Maka dari itu eksistensi aparatur pengadilan agama yang profesional merupakan tuntutan yang harus dijawab sebab merupakan faktor penentuan dalam pencapaian tujuan. 2. Sarana dan Prasarana Pendukung Ikhtiar peningkatan kualitas sumber daya aparatur Pengadilan Agama haruslah senantiasa korelasi dengan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan tugas, sebab kualitas aparatur semata tidaklah berarti apa-apa dalam menciptakan iklim pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan sesuai yang diharapkan bilamana tidak ditopang dengan sarana dan prasarana yang baik dan refresentatif. Sebab bagaimanapun speed administrative of

justice sangat dipengaruhi oleh faktor dukungan sarana dan
prasarana. Karena itu komitmen terhadap pemberian peningkatan pelayanan yang prima haruslah didukung dengan fasilitas yang optimal. Dengan demikian diperlukan upaya 3. Keuangan Faktor keuangan merupakan salah satu factor vital dan menjadi lokomotif utama dalam setiap aktivitas manusia, terlebih lagi bagi aktivitas lembaga/institusi yang melaksanakan tanggung jawab pelayanan publik (pencari keadilan). Oleh sebab itu diperlukan kebijakan yang mengarah pada manajemen pengelolaan keuangan yang professional dan akuntabel.
xviii

sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan tugas.

4. Pengendalian Manajemen Pelayanan dan Pengawasan Semua organisasi yang menjalankan pelayanan memerlukan manajemen dapat memenuhi kepuasan pencari keadilan publik maka pelayanan yang memadai. Untuk

pengendalian manajemen pelayanan diarahkan pada pola kerja organisasi yang terkoordinasi, terintegrasi, tersingkronisasi dan tersimplipikasi serta dibutuhkan adanya pengendalian dalam bentuk pemantauan/kontrol terhadap seluruh faktor dan sumber daya yang ada. B. Tujuan, Sasaran dan Arah Kebijakan 1) Tujuan a. Meningkatkan motivasi kerja pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pelayanan masyarakat. b. Menciptakan memobilitas kerja dan kualitas pelayanan (client

service) agar tercapai dan terpenuhi sesuai dengan target.
c. Mewujudkan pelayanan administrasi dan informasi terpadu. d. Meningkatkan sarana dan prasarana kantor. 2) Sasaran a. Uraian  Terwujudnya kesejahteraan pegawai.  Meningkatnya kualitas SDM pegawai.  Meningkatnya mutu dan jumlah tenaga terampil dan professional.  Terciptanya keamanan dan kebersihan, agar lingkungan terjaga serta terpelihara dengan baik.  Meningkatnya koordinasi dan konsultasi ke Pengadilan Tinggi Agama Palu dan Mahkamah Agung RI serta pihak-pihak terkait.
xix

 Tersedianya dan meningkatkannya sarana dan prasarana yang menunjang kelancaraan pelaksanaan tugas sehari-hari.  Tersedianya informasi dan adanya standarisasi biaya perkara.  Terwujudnya sistem pelayanan administrasi dan informasi yang akurat. b. Indikator 1) Terkelolanya Gaji, Honororium dan Tunjangan.

Indikator keluaran sub kegiatan :
 Pembayaran Gaji/Lembur/Tunjangan pegawai 2) Terselenggaranya Perkantoran Operasional dan Pemeliharaan

Indikator keluaran sub kegiatan :
 Terselenggaranya Jabatan  Terwujudnya Pengadaan Pakaian Dinas Perawatan Gedung Kantor dan  Tersedianya Pakaian Kerja Sopir/Pramubakti/Satpam  Terwujudnya Lingkungannya  Terwujudnya Perawatan Peralatan Kantor  Terwujudnya Perawatan Kendaraan Dinas Roda 4  Terwujudnya Perawatan Kendaraan Dinas Roda 2  Terselenggaranya Langganan Daya dan Jasa  Terselenggaranya Pengiriman Surat-surat/Paket/Barang Dinas  Terselenggaranya Operasional Perkantoran dan Pimpinan  Terselenggaranya Penyusunan Program dan Rencana Kerja  Tersedianya Dana Perjalanan Dinas untuk Konsultasi ke Tingkat Banding
xx

Pelantikan/Pengambilan

Sumpah

 Tersedianya Biaya Perjalanan RAKERNAS 2011 3) Terwujudnya pembangunan/pengadaan/peningkatan sarana dan prasarana

Indikator keluaran sub kegiatan :
 Terwujudnya Pembangunan Gedung Kantor  Terwujudnya Pengadaan Kendaraan Roda 2  Terwujudnya Pengadaan Alat Pengolah Data  Terwujudnya Pengadaan AC 4) Terselenggaranya Penanganan Perkara.

Indikator keluaran sub kegiatan :
 Terwujudnya Penyelesaian Perkara  Terwujudnya Penyelesaian Proses Administrasi Perkara  Tersedianya Zitting Plaatz dan Pelaksanaan Sidang Keliling 3) Arah Kebijakan Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan tahun 2011, Pengadilan Agama Luwuk memiliki kebijakan yang program yaitu : a. Kebijakan 1. Mengusulkan penambahan pegawai dan meningkatkan kemampuan serta kualitas para pejabat/staf. 2. Mendelegasikan para pelaksana/operator dan pejabat struktural serta fungsional untuk mengikuti pelatihan dan penjenjangan. 3.Melakukan koordinasi dengan PTA Palu dan Mahkamah Agung RI serta masyarakat agar kinerja pimpinan dan staf peradilan berkualitas dan profesional. 4. Menciptakan sistem administrasi dan informasi terpadu serta transparansi.
xxi

5.Meningkatkan sarana dan prasarana yang ada. 6. Peningkatan kualitas dan mutu pelayanan (client service) terhadap pencari keadilan. 7. Menetapkan standarisasi biaya perkara. 8.Menyediakan informasi dan dokumentasi yang akurat untuk para pencari keadilan melalui media informasi elektronik. b. Program 1. Penerapan kepemerintahan yang baik 2. Peningkatan kinerja lembaga peradilan dan lembaga penegak hukum lainnya 3.Penegakan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Penetapan sasaran tersebut diarahkan kepada pencapaian visi dan misi pada Pengadilan Agama Luwuk. Dengan demikian keberhasilan pencapaian sasaran ini akan menghasilkan terwujudnya visi dan misi Pengadilan Agama Luwuk yang sudah dirumuskan dalam renstra (rencana strategis).

xxii

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA DAN KEUANGAN A. Evaluasi dan Metodologi Pengukuran Kinerja Evaluasi kinerja Pengadilan Agama Luwuk diawali dengan pengukuran kinerja yang mencakup seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan 2011, dan dilakukan dengan menggunakan data rencana dan realisasi serta bobot masing-masing indikator kinerja. Adapun metodologi pengukuran capaian kinerja Pengadilan Agama Luwuk adalah dengan melakukan metodologi skala pengukuran kinerja untuk masing-masing indicator kinerja pada realisasi kegiatan yang dilakukan tahun 2011 dengan menggunakan formulir pengukuran kinerja (PK) melaui indikator input, output, outcome, benefits dan impact, selanjutnya membuat kesimpulan hasil evaluasi digunakan skala pengukuran ordinal sebagai berikut:  85 s/d 100  70 s/d < 85  55 s/d < 70  < 50 = sangat baik = baik = sedang = kurang baik

B. Analisa Pencapaian Sasaran Stratejik Analisa pencapaian kinerja Pengadilan Agama Luwuk tahun 2011 untuk masing-masing sasaran rinci dapat dijelaskan sebagai berikut: A. Kegiatan Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas  Layanan Perkantoran 1. Terkelolanya Gaji, Honorarium dan Tunjangan

xxiii

INDIKATOR SASARAN Pembayaran Gaji/Lembur/Tunjangan Pegawai

TARGET 12 bulan

NILAI REALISASI CAPAIAN (%) 12 bulan 93.33 %

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran terkelolanya gaji/lembur/tunjangan pegawai sudah terlaksana dengan nilai capaian 93.33% (sangat baik). 2. Terselenggaranya Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran INDIKATOR SASARAN Terselenggaranya Pelantikan/ Pengambilan Sumpah Jabatan TARGET 1 tahun NILAI REALISASI CAPAIAN (%) 1 tahun 100 %

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Terselenggaranya Pelantikan/Sumpah Jabatan Pegawai Pengadilan Agama Luwuk terlaksana dengan nilai capaian 100 % (sangat baik). NILAI TARGET REALISASI CAPAIAN (%) 32 stel 32 stel 100 %

INDIKATOR SASARAN Terwujudnya Pakaian Dinas Pegawai/Satpam/Pramubakti/Sopir

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Terwujudnya Pakaian Dinas Pegawai/Satpam/Pramubakti/Sopir sudah terlaksana dengan nilai capaian 100 % (sangat baik).

xxiv

INDIKATOR SASARAN Terwujudnya Perawatan Gedung Kantor dan Lingkungannya

TARGET 700 M2

NILAI REALISASI CAPAIAN (%) 700 M2 100 %

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Terwujudnya Perawatan Gedung Kantor dan Lingkungannya sudah terlaksana dengan nilai capaian 100 % (sangat baik). NILAI REALISASI CAPAIAN (%) 12 bulan 100 %

INDIKATOR SASARAN

TARGET

Terwujudnya Peralatan Kantor

12 bulan

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Terwujudnya Peralatan Kantor sudah terlaksana dengan nilai capaian 100 % (sangat baik). NILAI REALISASI CAPAIAN (%) 4 unit 100 %

INDIKATOR SASARAN Terwujudnya Perawatan

TARGET 4 unit

Kendaraan Dinas Roda 2 & Roda 4

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Terwujudnya Perawatan Kendaraan Dinas roda 2 dan roda 4 sudah terlaksana dengan nilai capaian 100 % (sangat baik).

xxv

INDIKATOR SASARAN Terselenggaranya Daya dan Jasa Langganan

TARGET 12 bulan

NILAI REALISASI CAPAIAN (%) 12 bulan 82.90 %

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Terselenggaranya Langganan Daya dan Jasa sudah terlaksana dengan nilai capaian 82.90 % (baik). NILAI REALISASI CAPAIAN (%) 12 bulan 100 %

INDIKATOR SASARAN Terselenggaranya Pengiriman

TARGET 12 bulan

Surat-surat/Paket/Barang Dinas

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Terselenggaranya pengiriman suratsurat/paket/barang dinas sudah terlaksana dengan nilai capaian 100 % (sangat baik).

INDIKATOR SASARAN Terselenggaranya Operasional

TARGET 12 bulan

NILAI REALISASI CAPAIAN (%) 12 bulan 100 %

Perkantoran dan Pimpinan

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Terselenggaranya Operasional Perkantoran dan

xxvi

Pimpinan sudah terlaksana dengan nilai capaian 100 % (sangat baik). NILAI REALISASI CAPAIAN (%) 1 tahun 100 %

INDIKATOR SASARAN Terselenggaranya Penyusunan

TARGET 1 tahun

Program dan Rencana Kerja

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Terselenggaranya Penyusunan Program dan Rencana Kerja sudah terlaksana dengan nilai capaian 100 % (sangat baik). NILAI REALISASI CAPAIAN (%) 1 tahun 100 %

INDIKATOR SASARAN Terselenggaranya Perjalanan Dinas untuk Banding Konsultasi ke Tingkat

TARGET

1 tahun

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Terselenggaranya Perjalanan Dinas untuk Konsultasi ke Tingkat Banding sudah terlaksana dengan nilai capaian 100 % (sangat baik). NILAI REALISASI CAPAIAN (%) 1 tahun 100 %

INDIKATOR SASARAN Tersedianya Rakernas 2011 Biaya Perjalanan

TARGET 1 tahun

xxvii

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Tersedianya Biaya Perjalanan Rakernas 2011 sudah terlaksana dengan nilai capaian 100 % (sangat baik). A. Kegiatan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur  Pengadaan Sarana dan Prasarana 1. Terpenuhinya Pembangunan Gedung Kantor NILAI REALISASI CAPAIAN (%) 500 M2 99.99 %

INDIKATOR SASARAN Terselenggaranya Tahap I Pembangunan

TARGET

Gedung Kantor 2 (dua) Lantai

500 M2

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Terselenggaranya Pembangunan Gedung Kantor 2 (dua) Lantai Tahap I sudah terlaksana dengan nilai capaian 99.99 % (sangat baik).

2. Terpenuhinya Pengadaan Kendaraan INDIKATOR SASARAN TARGET NILAI REALISASI CAPAIAN (%)

Terselenggaranya Pengadaan Roda 2

6 unit

6 unit

99.77 %

xxviii

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Terselenggaranya Pengadaan Roda 2 sudah terlaksana dengan nilai capaian 99.77 % (sangat baik). 3. Terpenuhinya Alat Pengolah Data INDIKATOR SASARAN TARGET NILAI REALISASI CAPAIAN (%)

Terselenggaranya Alat Pengolah Data

8 unit

8 unit

99.87 %

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Terselenggaranya Alat Pengolah Data sudah terlaksana dengan nilai capaian 99.87 % (sangat baik).

4. Terpenuhinya Air Conditioning INDIKATOR SASARAN TARGET NILAI REALISASI CAPAIAN (%) 9 unit 99.78 %

Terselenggaranya Pengadaan AC

9 unit

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Terselenggaranya Pengadaan AC sudah terlaksana dengan nilai capaian 99.78 % (sangat baik).
xxix

B. Kegiatan Peningkatan Manajemen Peradilan Agama  Terpenuhinya Penyediaan Dana Bantuan Hukum 1. Operasional Sidang Prodeo INDIKATOR SASARAN TARGET NILAI REALISASI CAPAIAN (%) 1 prk 4.05 %

Terselenggaranya Sidang Prodeo

26 prk

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Terselenggaranya Sidang Prodeo sudah terlaksana dengan nilai capaian 4.05 % (kurang baik). 2. Operasional Sidang Keliling INDIKATOR SASARAN Terselenggaranya Sidang Keliling TARGET 1 tahun NILAI REALISASI CAPAIAN (%) 1 tahun 100 %

Berdasarkan table di atas dapat dilihat bahwa indikator dalam mencapai sasaran Terselenggaranya Sidang Keliling sudah terlaksana dengan nilai capaian 100 % (sangat baik). C. Akuntabilitas Keuangan Sumber dana keuangan merupakan faktor yang menentukan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi guna merealisasikan tujuan dan sasaran organisasi yang telah ditetapkan. Pada tahun 2011 merupakan tahun kelima diterapkannya sistem penganggaran baru yaitu system anggaran berbasis kinerja (performance base budgeting), dan kebijakan baru RAPBN yaitu pernyatuan anggaran (unified budget)

xxx

dimana anggaran rutin dan pembangunan disatukan menjadi satu dokumen instansi, yang dikenal dengan nama Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Pada prinsipnya, pengelolaan anggaran yang dilakukan oleh Pengadilan Agama luwuk mengacu pada asas-asas umum pengelolaan keuangan negara sebagaimana dijabarkan oleh Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara ke dalam asas-asas umum seperti asas tahunan, universalitas, asas kesatuan dan asas spesialitas maupun asas-asas baru sebagai percerminan best practices (penerapan keuangan landasan-landasan Negara seperti: yang baik) dalam pengelolaan hasil, akuntabilitas berorientasi

profesionalitas, proporsionalitas, keterbukaan dalam pengelolaan keuangan Negara. Oleh karena itu, Pengadilan Agama Luwuk merupakan salah satu entitas akutansi di bawah Mahkamah Agung/Lembaga yang berkewajiban menyelenggarakan akutansi dan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran. Pada tahun 2011 Pengadilan Agama Luwuk mendapatkan Dua DIPA yang alokasi dananya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tertuang dalam DIPA 01 No : 0567/00501.2.01/24/2011 Tanggal 20 Desember 2010 sebesar Rp. 4.445.948.000 (empat milyar empat ratus empat puluh lima juta sembilan empat puluh delapan rupiah). Dan DIPA 04 No. 0567/005-04.2.01/24/2011 Tanggal 20 Desember 2010 sebesar Rp. 15.300.000,- (lima belas juta tiga ratus ribu rupiah) Dibandingkan dengan alokasi anggaran 2010 sebesar Rp. 1.798.586.000,- (satu milyar tujuh ratus sembilan puluh signifikan diatas 100 %. Disebabkan

delapan juta lima ratus delapan puluh enam ribu rupiah). Artinya
terdapat kenaikan yang terdapat belanja Modal Gedung Kantor. Adapun perincian alokasi anggaran Pengadilan Agama Luwuk tahun 2011 terdiri dari :
xxxi

DIPA 01 No : 0567/005-01.2.01/24/2011 Tanggal 20 Desember 2010 sebesar Rp. 4.445.948.000
No 1. 2. 3. KEGIATAN BELANJA PEGAWAI BELANJA BARANG BELANJA MODAL JUMLAH PAGU ( Rp.) 1.492.943.000 233.005.000 2.720.000.000 4.445.948.000 REALISASI ( Rp) 1.393.373.186 231.480.487 2.719.403.000 4.344.256.683 % 93.33 99.35 99.98 97.71

DIPA 04 No : 0567/005-04.2.01/24/2011 Tanggal 20 Desember 2010 sebesar Rp. 15.300.000,- yang hanya terdiri dari belanja barang :
No 1 KEGIATAN BELANJA BARANG JUMLAH PAGU ( Rp.) 15.300.000 15.300.000 REALISASI ( Rp) 7.816.000 7.816.000 % 51.08 51.08

1. Belanja Pegawai : Belanja pegawai meliputi belanja pegawai mengikat dan tidak mengikat yang penggunaannya antara lain untuk gaji, tunjangan dan lembur. a. Rencana Kerja Anggaran Kementrian / Lembaga (RKA-KL) Pagu Belanja Pegawai dalam DIPA Pengadilan agama Luwuk dan dalam Rincian sebesar Rp. 1.492.943.000 b Pelaksanaan Anggaran. Realisasi Belanja Pegawai Pada Satuan Kerja Pengadilan Agama Luwuk Tahun Anggaran 2011 sebesar Rp. 1.393.373.186,- dengan presentase 93.33 % . Realisasi ini masih kurang, jika dibandingkan dengan jumlah pagu yang ada, disebabkan karena pada umumnya pagu belanja pegawai bertambah namun terdapat juga pagu yang bernilai minus sementara jumlah pegawai tetap. RKA-KL Tahun Anggaran 2011

xxxii

c.

Sisa Anggaran Pelaksanaan Sisa Anggaran Pelaksanaan Belanja Pegawai sampai dengan 31 Desember 2011 sebesar Rp. 99.561.494,- atau presentase sebesar 6.67 %, hal ini disebabkan karena jumlah realisasi lebih kecil dari pada pagu yang ada dalam DIPA Tahun Anggaran 2011. Rincian Belanja Pegawai Satuan Kerja Pengadilan Agama berikut : Luwuk berdasarkan Pagu DIPA, Realisasi / Pelaksanaan dan Sisa Anggaran / Saldo per-MAK sebagai

5111
511111

Belanja Pegawai dan tunjangan PNS
Belanja Gaji Pokok PNS (Pagu) Realisasi Sisa Rp. 835.569.000 Rp.860.506.420 Rp. - 24.937.420 Rp. Rp. Rp. 25.000 24.836 161

511119 Belanja pembulatan (Pagu) Realisasi Sisa 511121

Belanja Tunj.Suami/Istri PNS (Pagu) Rp. 67.124.000 Realisasi Sisa Rp. 63.967.422 Rp. 3.156.578

511122

Belanja Tunj. Anak PNS (Pagu) Realisasi Sisa

Rp. 23.890.000 Rp. 22.786.826 Rp. 1.103.174

511123

Belanja Tunj.Struktural PNS (Pagu) Rp. 25.740.000 Realisasi Sisa
xxxiii

Rp. 39.050.000 Rp. -13.310.000

511124

Belanja Tunj. Fungsional PNS (Pagu) 189.475.000 Realisasi Sisa

Rp.

Rp. 153.855.000 Rp. 35.620.000 Rp. 47.564.000 Rp. Rp. 29.711.799 17.852.201

511125

Belanja PPH PNS (Pagu) Realisasi Sisa

511126

Belanja Tunj. Beras PNS (Pagu) Realisasi Sisa

Rp. 39.508.000 Rp. 60.405.200 Rp. -20.897.200

511129

Belanja uang makan PNS (Pagu) Rp. 147.840.000 Realisasi Sisa Rp. 119.340.000 Rp. 28.500.000 Rp. 86.676.000 Rp. 14.235.000 Rp. 72.441.000

511151

Belanja Tunj.Umum PNS (Pagu) Realisasi Sisa

5122
512211

Belanja Lembur
Belanja uang lembur (Pagu) Realisasi Sisa Rp. 29.532.000 Rp. 29.499.000 Rp. 33.000

2. Belanja Barang Belanja barang adalah pengeluaran untuk pembelian barang dan jasa yang habis pakai dalam kurun waktu satu tahun anggaran termasuk didalamnya biaya pemeliharaan dan perjalanan Dinas. Belanja barang meliputi belanja barang
xxxiv

mengikat dan belanja barang yang tidak mengikat. Pada belanja barang tahun 2011 Pengadilan Agama Luwuk mendapatkan sumber alokasi dana dari DIPA 01 dan DIPA 04. Adapun Sumber dana dari DIPA 04 dikhususkan pada bagian perkara. a. Rencana Kerja Anggaran Kementrian / Lembaga (RKA-KL) Pagu Belanja Barang 2011 sebesar Rp. 233.005.000. Pagu Belanja Barang 2011 sebesar Rp. 15.300.000. b. Pelaksanaan Anggaran Realisasi Belanja Barang pada Satuan Kerja Pengadilan Agama Luwuk Tahun Anggaran 2011 untuk DIPA 01 sebesar Rp. 231.480.497 dengan presentase 99.35 %. Realisasi ini cukup tinggi disebabkan karena pagu belanja yang tersedia masih relatif rendah bila dibandingkan dengan kebutuhan harus dipenuhi. Realisasi Belanja Barang pada Satuan Kerja Pengadilan Agama Luwuk Tahun Anggaran 2011 untuk DIPA 04 sebesar Rp. 7.816.000,- dengan presentase 51.08 %. Realisasi ini cukup rendah disebabkan karena biaya perkara prodeo tidak bisa direalisasikan secara maksimal. c. Sisa Anggaran Pelaksanaan Sisa Anggaran Pelaksanaan Belanja Barang untuk DIPA 01 per 31 Desember 2011 sebesar Rp. 1.524.503 dengan prosentase 0.65 %. Sisa Anggaran Pelaksanaan Belanja Barang untuk DIPA 04 per 31 Desember 2011 sebesar Rp. 7.816.000,- dengan presentase 51.08 %.
xxxv

dalam DIPA 01 Pengadilan

agama Luwuk dan dalam Rincian RKA-KL Tahun Anggaran dalam DIPA 04 Pengadilan

agama Luwuk dan dalam Rincian RKA-KL Tahun Anggaran

yang

Adapun Rincian Belanja Barang Tahun Anggaran 2011 untuk DIPA 01 berdasarkan Pagu DIPA, Realisasi/Pelaksanaan dan Sisa Anggaran per MAK sebagai berikut :

002 A.
521119

Penyelenggaraan Operasional Pemeliharaan Perkantoran Pelantikan/Pengambilan sumpah jabatan
Belanja Bahan (Pagu) Realisasi Sisa Rp. 1.500.000

dan

Rp. 1.500.000 (100 %) Rp. Nihil (0 %)

B. Pengadaan pakaian dinas pegawai
521119 Belanja barang oprasional lainnya bersifat konraktual (Pagu) Realisasi Sisa Rp. Rp. Rp. 8.100.000 8.100.000 (100 %) Nihil ( 0 %)

C.

Pengadaan pakaian kerja sopir/ Pramubakti/ satpam /tenaga tehnis lainnya
Belanja barang oprasional lainnya bersifat konraktual (Pagu) Realisasi Sisa Rp. Rp. Rp. 1.205.000 1.205.000 (100 %) Nihil ( 0 %)

521119

D.
523111

Perawatan Gedung Kantor
Biaya pemeliharaan gedung dan bangunan (Pagu) Realisasi Sisa Rp. Rp. Rp. 19.500.000 19.500.000(100 %) Nihil (0%)

E.

Perawatan Peralatan Kantor

xxxvi

523121

Biaya pemeliharaan peralatan dan mesin (Pagu) Realisasi Sisa Rp. 4.020.000 Rp. 4.020.000 (100 %) Rp. Nihil (0%)

G.
523121

Perawatan Kendaraan Dinas Roda 4/6/10
Biaya pemeliharaan peralatan dan mesin (Pagu) Realisasi Sisa Rp. 16.355.000 Rp. 16.355.000 (100 %) Rp. Nihil ( 0 %)

H.
523121

Perawatan Kendaraan Dinas Roda 2
Biaya pemeliharaan peralatan dan mesin (Pagu) Realisasi Sisa Rp. 8.400.000 Rp. 8.400.000 (100 %) Rp. Nihil (0%)

I.
522111

Langganan Daya dan Jasa
Belanja langganan daya dan jasa (Pagu) Realisasi Sisa Rp. Rp. Rp. 8.916.000 7.391.497 (82.90 %) 1.524.503 (17.10%)

J.
521114

Pengiriman Surat-Surat/Paket/Barang Dinas
Belanja pengiriman surat dinas pos pusat (Pagu) Realisasi Sisa Rp. 3.000.000 Rp. 3.000.000 (100 %) Rp. Nihil (0 %)

K.

Operasional Perkantoran dan Pimpinan

xxxvii

521111

Belanja keperluan sehari-hari perkantoran Pagu Realisasi Sisa Rp. 97.605.000 Rp. 97.605.000 (100 %) Rp. Nihil (0 %)

521115

Honor yang terkait dengan operasional Satuan Kerja (Pagu) Realisasi Sisa Rp. 33.300.000 Rp. 33.300.000 (100 % ) Rp. Nihil ( 0 %)

M.
521119

Penyusunan Program dan Rencana Kerja(RKAKL)
Belanja barang operasional lainnya (Pagu) Realisasi Sisa Rp. Rp. Rp. 500.000 500.000 (100 %) Nihil (0 %)

N.
521211

Perjalanan Dinas untuk Konsultasi Ke Tingkat Banding
Belanja bahan (Pagu) Realisasi Sisa Rp. Rp. Rp. 304.000 304.000 (100 %) Nihil (0 %)

524111

Belanja perjalanan biasa (DN) (Pagu) Realisasi Sisa Rp. 18.000.000 Rp. 18.000.000 (100 % ) Rp. Nihil (0%)

xxxviii

O.
524111

Perjalanan Rakernas 2011
Belanja perjalanan biasa (DN) (Pagu) Realisasi Sisa Dan Rp. 12.300.000 Rp. 12.300.000 (100 %) Rp. Nihil (0 %)

Rincian Belanja Barang Tahun Anggaran 2011

untuk DIPA 01 berdasarkan Pagu DIPA, Realisasi/Pelaksanaan dan Sisa Anggaran per MAK sebagai berikut : 011. Perkara Prodeo dan Sidang Keliling A. 524119 Perkara Prodeo Belanja perjalanan lainnyan (DN) (Pagu) Realisasi Sisa B. 524119 Sidang Keliling Belanja perjalanan lainnyan (DN) (Pagu) Realisasi Sisa 3. Belanja Modal Belanja Modal adalah pengeluaran yang dipakai dalam rangka pembetukan modal (Aset) antara lain : pengadaan Gedung Kantor, pengadaan alat pengolah data dan pengadaan Kendaraan Roda 2. Pada Tahun Anggaran 2011 RKA-KL dan DIPA a. Rencana Kerja Anggaran Kementrian / Lembaga (RKA-KL) Pengadilan Agama Luwuk mendapat pagu belanja modal yang ada pada Rp. 7.500.000 Rp. Rp. 7.500.000 (100 % ) Nihil (0%) Rp. 7.800.000 Rp. Rp. 316.000 (4.05 %) 7.484.000 (95.95 %)

xxxix

Pagu Belanja Modal Luwuk dan dalam Rincian sebesar Rp.2.720.000.000,-

dalam DIPA Pengadilan agama RKA-KL Tahun Anggaran 2011

b

Pelaksanaan Anggaran Realisasi Belanja Modal pada Satuan Kerja Pengadilan Agama Luwuk Tahun Anggaran 2011 sebesar Rp. 2.719.403.000 dengan prosentase 99.98 %. Realisasi ini cukup tinggi disebabkan karena pagu belanja yang tersedia masih relatif rendah bila dibandingkan dengan kebutuhan yang harus dipenuhi terutama pada pagu pembangunan Gedung Kantor yang baru pada tahap I.

c.

Sisa Anggaran Pelaksanaan Sisa Anggaran Pelaksanaan Belanja Modal per 31 Desember 2011 sebesar Rp. 597.000 dengan prosentase 0.02 % . Adapun Rincian Belanja Modal Tahun Anggaran 2011 berdasarkan Pagu DIPA, Realisasi/Pelaksanaan dan Sisa Anggaran per MAK sebagai berikut :

1072.01
011 533111

Bangunan Gedung Kantor
Bangunan Gedung Kantor Belanja Modal Gedung dan Bangunan (Pagu) Realisasi Rp. 2.500.000.000 Rp. Rp. 2.499.830.000 170.000 (0.10 %)

(99.99%) Sisa

xl

1072.04
011 532111

Kendaraan Roda 2
Pengadaan Kendaraan Roda 2 Belanja Modal peralatan dan mesin (Pagu) Realisasi Sisa Rp.100.000.000 Rp. 99.773.000 (99.77 %) Rp. 227.000 (0.23 %)

1072.05
O11. 532111

Alat Pengolah Data
Pengadaan Alat Pengolah Data Belanja Modal peralatan dan mesin (Pagu) Realisasi Sisa Rp. 75.000.000 Rp. 74.900.000 (99.87 %) Rp. 100.000 (0.13%)

1072.08
011. 532111

Air Conditioning
Pengadaan AC Belanja Modal peralatan dan mesin (Pagu) Realisasi Sisa BAB IV PENUTUP Rp. 45.000.000 Rp. 44.900.000 (99.78 %) Rp. 100.000 (0.22 %)

A. Kesimpulan Pencapaian kinerja kegiatan-kegiatan yang mendukung program tidak selalu dapat tergambarkan dalam keberhasilan atau kegagalan pencapaian indikator sasaran, karena masih dipengaruhi oleh pencapaian kinerja program lain. Satu program dapat ditujukan
xli

untuk pencapaian sasaran lebih dari satu, demikian juga sebaliknya satu sasaran dapat dicapai oleh lebih dari satu program. Evaluasi yang dilaksanakan terhadap 3 program pada Pengadilan Agama Luwuk tahun 2011 menggambarkan pencapaian yang baik. Kendala dan hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan sebagian kecil masih berupa belum terselesaikannya keluaran di tahun berjalan, karena hal ini menyangkut terhadap perkara yang masih berjalan, jadi belum dapat diukur setelah tahun anggaran. Apabila dilihat dari permasalahan penyusunan Laporan ini, maka dibandingkan antara matrik pengukuran kinerja kegiatan dan pengukuran pencapaian sasaran dengan tabel keuangan terlihat kurang sinerginya perencanaan dan penganggaran dengan penjabaran kegiatan program yang tertuang dalam renstra, sehingga terdapat kesulitan dalam pemetaan program dan kegiatan dengan pengalokasian keuangan. Permasalahan lain berupa renstra yang belum memuat semua kegiatan dan indikatornya pun perlu direvisi sehubungan dengan adanya kegiatan-kegiatan lain. Namun secara umum hambatan dan kendala yang ada sudah dapat diatasi. B. Saran Sehubungan dengan Laporan Akuntabilitas Kinerja ini adalah merupakan kewajiban setiap unit organisasi yang dibuat setiap tahun, maka kami sarankan kiranya Laporan ini dievaluasi demi perbaikan untuk masa yang akan datang.

xlii

L

xliii

xliv

AMPIRAN_ LAMPIRAN

xlv

LAMPIRAN : 1

LAMPIRAN RENCANA KINERJA TAHUN 2011 SATUAN KERJA : PENGADILAN AGAMA LUWUK
KEGIATAN NO. URAIAN 1
1

KEGIATAN PROGRAM KET URAIAN 5 Peningkatan profesionalitas, integritas dan moralitas Hakim, Pejabat Fungsional, Struktural dan seluruh pegawai 6
1.

2 Tercapainya  Out put : Lembaga peradilan peningkatan yang berwibawa rasa keadilan dan mandiri sesuai  Out come : dengan Pelayanan hukum Undangdan keaddilan undang dan terhadap peraturan masyarakat serta tercapai memenuhi rasa keadilan masyarakat yang mandiri/ independent/ bebas dari campur tangan pihak lain

INDIKATOR KINERJA 3

TARGET 4
80 %

INDIKATOR KINERJA 7

SATUAN 8
Orang Perkara %

TARGET 9
7 369 95

10

2.

Menyelesaikan  Input : perkara yang Hakim diterima tahun  Out put : 2011 Putusan Hakim  Out come : Menyelesaikan perkara tepat waktu  Benefit : Meningkatkan pelayanan hukum kepada masyarakat  Impact : Terciptanya masyarakat yang teratur Menyelesaikan  Input : sisa perkara Hakim tahun 2010  Out put : Putusan Hakim  Out come : Terselesaikannya sisa perkara tahun 2010  Benefit : Memberikan kepastian hukum para pihak

%

90

%

90

Orang Perkara %

7 30 95

%

90

%

90

ii

 Impact : Terciptanya masyarakat yang teratur

Program Peningkatan Manajemen Peradilan Agama

1. Penyediaan Dana Bantuan Hukum di Pengadilan Agama bagi Masyarakat Miskin

2. Penyediaan Dana Bantuan Hukum di Pengadilan Agama bagi Masyarakat Terpinggirkan

 Input : Dana  Out put : Terselenggaranya Dana Prodeo di Pengadilan Tingat Pertama  Out come : Penyelesaian Perkara Bagi Masyarakat Miskin  Benefit : Meeningkatnya Pelayanan Hukum kepada Masyarakat  Impact : Terciptanya Masyarakat yang teratur  Input : Dana  Out put : Terselenggaranya Dana Sidang Keliling di Pdengadilan tingat Pertama  Out come : Penyelesaian Perkara Bagi Masyarakat Miskin  Benefit : Meeningkatnya Pelayanan Hukum kepada Masyarakat

Rupiah

7.800.000,-

Perkara

26

%

0.4

%

40

%

40

Rupiah

7.500.000,-

Perkara

1

%

90

%

90

%

90

iii

2

Terwujudnya  Out put : Sarana, prasarana akses menunjang pelayanan di pelayanan di bidang bidang peradilan peradilan pada masyarakat pada selalu optimal masyarakat  Out come : pencari Tujuan dan keadilan sasaran tercapai
sesuai dengan yang diinginkan

80 %

1. Pangadaan Srana Peningkatan dan Prasarana di sarana dan Lingkungan prasarana Peradilan Tingkat Aparatur

Pertama berupa Bangunan Gedung Kantor

2. Pengadaan Perlengkapan Sarana Gedung

 Impact : Terciptanya Masyarakat yang teratur  Input : Dana  Out put : Terselenggaranya jumlah pemenuhan kebutuhan sarana Prasarana teknis dan umum tingkat daerah  Out come : Sarana pembangunan gedung kantor  Benefit : Menunjang pegawai dalam melaksanakan tugas / kegiatan  Impacts : Menunjang peningkatan kinerja  Input : Dana  Out put : Tersedianya perlengkapan sarana gedung berupa pengadaan AC kantor,  Out come : Sarana gedung semakin lengkap  Benefit : Menunjang pegawai dalam melaksanakan tugas/ kegiatan  Impacts :

Rupiah 500 M2

2.500.000.000,1

%

100

%

90

%

90

Rupiah Unit

45.000.000 9

%

100

%

80

%

80

iv

Menunjang peningkatan kinerja  Input : Dana  Out put : Tersedianya alat Pengolah Data untuk Kantor  Out come : Memperlancar jalannya pekerjaan  Benefit : Mempercepat penyelesaian tugas-tugas kantor  Impacts : Pelayanan meningkat

3. Pengadaan Alat Pengola Data

Rupiah Unit

75.000.000,8

%

100

%

90

%

80

4. Pengadaan  Input : Kendaraan Roda 2 Dana  Out put : Tersedianya Kendaraan Roda 2  Out come : Memperlancar jalannya pekerjaan  Benefit : Tugas dapat diselesaikan dengan cepat  Impacts : Pelayanan meningkat 3

Rupiah Unit

100.000.000,6

%

100

%

90

%

80

Tercapainya  Out put : Koordinasi terjalin kualitas input dengan baik serta internal pada tercipta peradilan proses agama yang bersih peradilan

80 %

1. Penerapan kepemerintahan yang baik dan menjalin kerja sama, tukar

Pembayaran gaji  Input : dan Tunjangan Dana  Out put : Pembayaran gaji, dan Tunjangan

Rupiah Tahun

1.492.943.000,1

v

dan berwibawa serta dimata masyarakat mewujudkan  Out come : instuisi Pelaksanaan peradilan peradilan yang yang efektif, lebih berkualitas efisien, serta disenangi bermartabat, oleh masyarakat dihormati, mandiri, tidak memihak dan transparan

informasi, pertemuan secara berkala serta koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan

 Out come : Kesejahteraan pegawai terpenuhi  Benefits : Kinerja meningkat  Impacts : Tugas diselesaikan dengan baik dan benar

% % %

90 90 90

2.

Penyelenggaraan  Input : Operasional dan Dana Pemeliharaan  Out put : Perkantoran Terlaksananya Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran  Out come : Melengkapi Kebutuhan Operasional Perkantoran  Benefits : Kinerja meningkat  Impacts : Tugas diselesaikan dengan baik dan benar

Rupiah Tahun

233.005.000,1

% % %

90 90 90

vi

LAMPIRAN : 2

PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN (PKK) TAHUN 2011 SATUAN KERJA : PENGADILAN AGAMA LUWUK
KEGIATAN RENCANA TINGKAT CAPAIAN (TARGET) 6
7 369 90

NO

PROGRAM

URAIAN

INDIKATOR KINERJA

SATUAN

REALISASI

1
1

2 Peningkatan profesionalitas, integritas dan moralitas Hakim, Pejabat Fungsional, Struktural dan seluruh pegawai. Mewujudkan lembaga penegak hukum yang transparan, akuntabel dan berkualitas serta memihak pada masyarakat

3
1. Menyelesaikan perkara yang diterima tahun 2011

4
 Input : Hakim  Out put : Putusan Hakim  Out come : Menyelesaikan perkara tepat waktu  Benefit : Meningkatkan pelayanan hukum kepada masyarakat  Impact : Terciptanya masyarakat yang teratur  Input : Hakim  Out put : Putusan Hakim  Out come : Terselesaikannya sisa perkara tahun 2010  Benefit : Memberikan kepastian hukum

5
Orang Buah %

7
7 354 90

PERSENTASI PENCAPAIAN RENCANA TINGKAT CAPAIAIN (TARGET) 8
90 % -

KET

9
Sisa (Perkara) 15

%

90

-

-

%

80

-

-

2.

Menyelesaikan sisa perkara tahun 2010

Orang Perkara %

7 30 90

7 90

100 % Sisa (Perkara) 0

%

90

-

-

vii

para pihak 3.  Input : Dana  Out put : Terselenggaranya Penyediaan Dana Prodeo di Pengadilan Tingkat Pertama  Out come : Menyelesaikan perkara tepat waktu  Benefit : Meningkatkan pelayanan hukum kepada masyarakat  Impact : Terciptanya masyarakat yang teratur  Input : Dana  Out put : Terselenggaranya Penyediaan Dana Sidang Keliling di Pengadilan Tingkat Pertama  Out come : Menyelesaikan perkara tepat waktu  Benefit : Meningkatkan pelayanan hukum kepada masyarakat  Impact : Terciptanya masyarakat yang teratur Pembangunan  Input : Dana Prasarana dan Sarana Gedung  Out put : Penyedeiaan Dana Bantuan Hukum di Pengadilan Agama Luwuk

Rupiah Perkara %

7.800.000 26 90

2.500.000 1 30

4.05 % 4.05 % -

Sisa (Rp) 7.484.000,-

%

90

30

-

%

30

30

-

Rupiah

7.500.000

7.500.000

100 %

Tahun

1

1

100 %

%

90

90 -

%

90

90 -

%

30

90 -

2 .

Peningkatan sarana dan prasarana

1.

Rupiah

2.500.000.000,-

2.499.830.000,-

99,99 %

Sisa (Rp) 170.000

viii

dalam menunjang pelayanan dibidang peradilan pada masyrakat serta peningkatan lembaga peradilan dan lembaga penegak hukum

Gedung

Terselenggaranya pembangunan prasarana dan sarana Gedung Kantor  Out come : Sarana Pembangunan Gedung Kantor Terlaksana  Benefit : Menunjang pegawai dalam melaksanakan tugas / kegiatan  Impacts : Menunjang peningkatan kinerja

500 M2

1

1

100 %

%

90

90

-

%

90

90

-

%

90

90

-

2.

 Input : Pengadaan Dana Perleng-kapan Sarana Gedung  Out put :

Rupiah Unit

45.000.000,9

44.900.000 9

99,79 % 100 %

Sisa (Rp) 100.000,-

3.

Pengadaan Alat Pengolah Data

Tersedianya perlengkapan sarana gedung berupa pengadaan AC kantor.  Out come : Sarana gedung semakin lengkap  Benefit : Menunjang pegawai dalam melaksanakan tugas / kegiatan  Impacts : Menunjang peningkatan kinerja  Input : Dana  Out put : Tersedianya Alat

%

90

90

-

%

90

90

-

%

90

90

-

Rupiah Unit

75.000.000,1

74.900.000,1

99,90 % 100 %

Sisa (Rp) 100.000

ix

4.

Pengadaan Kendaraan Roda 2

3

Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung

1.

Pembayaran gaji dan Tunjangan

Pengolah Data untuk Kantor  Out come : Pekerjaan semakin lancar  Benefit : Tugas dapat diselesaikan dengan cepat  Impacts : Pelayanan meningkat  Input : Dana  Out put : Tersedianya Pengadaan Roda 2 untuk Kantor  Out come : Pekerjaan semakin lancar  Benefit : Tugas dapat diselesaikan dengan cepat  Impacts : Pelayanan meningkat  Input : Dana  Out put : Pembayaran Gaji dan Tunjangan  Out come : Kesejahteraan pegawai terpenuhi  Benefit : Kinerja meningkat  Impacts : Tugas diselesaikan dengan baik dan benar

% %

90 90

90 90

-

%

80

80

-

Rupiah Unit

100.000.000,6

99.773.000,1

99,77 % 100 %

Sisa (Rp) 227.000

% %

90 90

90 90

-

%

80

80

-

Rupiah Tahun

1.492.943.000,1

1.393.381.506,1

93,23 % 100 %

Sisa (Rp) 99.561.494,-

%

90

90

-

% %

90

90

-

90

90

-

x

2.

Penyelenggaraa  Input : Dana n operasional  Out put : dan Terlaksananya pemeliharaan operasional perkantoran

Rupiah Tahun & % %

233.005.000 1

231.480.497 1

99,35 % 100 %

Sisa (Rp) 1.524..503,-

pemeliharaan perkantoran  Out come : Untuk melengkapi kebutuhan operasional perkantoran  Benefits : Kinerja meningkat  Impacts : Tugas diselesaikan dengan baik dan benar

90 90

90 90

-

%

90

90

-

xi

LAMPIRAN : 3

PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN TAHUN 2011 SATUAN KERJA : PENGADILAN AGAMA LUWUK
SASARAN URAIAN Terselenggaranya Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya INDIKATOR
Layanan Perkantoran: Pembayaran Gaji/Lembur/Tunjangan Pegawai Tersedianya Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Kantor, berupa : Dana untuk Pelantikan/Pengambilan Sumpah Jabatan Dana untuk Pengadaan Pakaian Dinas Dana untuk Pengadaan Pakaian Kerja/Sopir/Pramubakti dan Tenaga Teknis Lainnya. Dana Untuk Perawatan Gedung Kantor Dana Untuk Perawatan Peralatan Kantor Dana Untuk Perawatan Kendaraan Bermotor Roda 4 Dana Untuk Perawatan Kendaraan Bermotor Roda 2 Dana Untuk Langganan Daya Jasa 500.000,Dana Untuk Jasa 500.000,100 0

NO
1.

RENCANA TINGKAT CAPAIAN/TARGET (Rp)
1.492.943.000,-

REALISASI (Rp)
1.393.381.506,-

PERSENTASE PENCAPAIAN TARGET (%)
93,33

SISA ANGGARAN (Rp)
99.561.494,-

1..500.000,-

1..500.000,-

100

0

-

8.100..000,1.205.000,-

8.100..000,1.205.000,-

100 100

0 0

-

-

19.500.000,4.020.000,-

19.500.000,4.020.000,16.355.000,-

100 100 100

0 0 0

-

16.355.000,-

-

8.400.000,-

8.400.000,-

100

0

-

8.916.000,3.000.000,130.905.000,-

6.114.388,3.000.000,130.905.000,-

82.90 100 100

1.524.503,0 0

-

-

xii

Pos/Giro/Sertifikat 304.000,Dana Untuk Operasional Perkantoran dan Pimpinan Dana untuk Penyusunan Program dan Rencana Kerja (RKAKL) Dana untuk Belanja Bahan Konsultasi Dana untuk Konsultasi ke Pengadilan Tingkat Banding Dana untuk Perjalanan Rakernas 2011 Terselenggaranya Sarana dan Prasarana, berupa : Terwujudnya Pembangunan Gedung Kantor Pengadaan Air Conditioning Pengadaan Alat Pengolah Data Pengadaan Kendaraan Roda 2 Tersedianya Dana Bantuan Hukum di Pengadilan Agama : Tersedianya Dana Prodeo/Masyarakat Miskin Tersedianya Biaya Sidang Keliling 18.000.000,304.000,18.000.000,100 100 100 12.300.000,12.300.000,0 0 0

-

-

-

2.

Tersedianya Sarana dan Prasarana Peradilan Dalam Mendukung Kinerja

-

2.500.000.000,45.000.000,75.000.000,100.000.000,-

2.499.830.000,44.900.000,74.900.000,99.773.000,-

99,99 99,78 99,87 99,77

170.000,100.000,100.000,227.000,-

3.

Terselenggaranya Program Peningkatan Manajemen Peradilan Agama

-

7.800.000,-

316..000,-

4,05

7.484.000,-

-

7.500.000,-

7.500.000,-

100

0

xiii

LAMPIRAN : 4

LAMPIRAN PENETAPAN KINERJA TAHUN 2012 SATUAN KERJA : PENGADILAN AGAMA LUWUK
N O
1 .

PROGRAM UTAMA Program Dukungan Manajemen dan Pelaksana Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung.

SASARAN
Terselenggarany a Manajemen dan Tugas Teknis Dalam Penyelenggaraan Fungsi Peradilan

INDIKATOR KINERJA OUTPUT URAIAN SATU AN
Pembayaran Gaji dan Tunjangan Pegawai Tersedianya Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran, berupa : Dana untuk Pelantikan/Pengambilan Sumpah Jabatan Dana untuk Pengadaan Pakaian Dinas M2 Dana untuk Perawatan Gedung Kantor Unit Dana untuk Perawatan Kendaraan Dinas Roda 4 Unit Dana untuk Perawatan Kendaraan Dinas Roda 2 Bulan Dana untuk Perawatan Peralatan Kantor Bulan Dana untuk Langganan Daya dan Jasa Bulan Dana untuk Jasa Pos dan Giro Dana untuk Operasional Tahun Tahun

TA RG ET
1

INDIKATOR KINERJA OUTCOME URAIAN SATU TA AN RG ET
Terpenuhinya Gaji dan Tunjangan Pegawai Terpenuhinya: Tahun 1

ANGGA RAN (Rp)
1.544.899 .000,-

Keg.

2

-

-

Terlaksananya Pelantikan/Pengamb ilan Sumpah Seragam Pegawai, Satpam dan Cleaning Service Perawatan Gedung Kantor dan Halaman Perawatan Kendaraan Bermotor Roda 4 Perawatan Kendaraan Bermotor Roda 2 Perawatan Peralatan Kantor Pembayaran Tagihan Listrik, Telp, dan Air Pengiriman SuratSurat Dinas Keperluan

Keg.

2

1.500.000 ,-

stel -

32

-

stel

32 9.605.000 ,-

700

-

M2

700 25.000.00 0,-

1

-

Unit

1

9

-

Unit

9

18.000.00 0,-

12

-

Bulan

12 28.800.00 0,-

12

-

Bulan

12 11.015.00 0,-

12

-

Bulan

12

1

-

Tahun

1

10.020.00

xiv

Perkantoran dan Pimpinan

Perkantoran Termasuk ATK, Internet , Honor Sopir, Satpam, Cleaning Service, Honor Penanggung Jawab dan Pengelola Keuangan

0,-

3.000.000 ,-

145.395.0 00,Tahun 1

- Dana Untuk Pembinaan dan Konsultasi Tingkat Banding - Dana untuk Program dan Rencana Kerja (RKAKL)

Tahun

1

-

Perjalanan Rekonsiliasi dan Perjalanan Lainnya Trlaksananya Penyusunan Program Kerja

Tahun

1

-

Tahun

1

107.570.0 00,-

500.000,2 .

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung

Tersedianya Sarana dan Prasarana Aparatur pada Mahkamah Agung dan Peradilan dibawahnya.

-

Terselenggaranya Pembangunan, Pengadaan Sarana dan Prasarana, berupa: Dana Untuk Pembangunan Gedung Kantor Dana Untuk Pengadaan Alat Pengolah Data

Terpenuhinya:

M2

500

-

Pembangunan Gedung Kantor

M2

500

2.000.000 .000,-

-

Unit

3

-

Pembelian 2 Unit Laptop dan 1 Unit Proyektor Terpenuhinya: Berkas Perkara di Lingkungan PA yang diselesaikan Tepat Waktu Perkara Prodeo di

Unit

3 50.000.00 0,-

3 .

Program Peningkatan Manajemen Peradilan Agama

Terselesainya penyelesaian perkara yang sederhana, tepat waktu, transparan dan akuntabeldi

Tersedianya : - Dana Berkas Perkara di Pengadilan Tingkat Pertama tepat Waktu

Perkara

401

-

Perkara

401

15.238.00 0,-

- Dana Perkara Bagi Masyarakat

Perkara

9

-

Perkara

9

xv

lingkungan Peradilan Agama

Miskin di Pengadilan Tingkat Pertama yang diselesaikan tepat waktu

Lingkungan PA yang diselesaikan Tepat Waktu

4.500.000 ,-

- Dana Perkara bagi Masyarakat Terpinggirkan di Pengadilan Agama Tingkat Pertama yang diselesaikan Tepat waktu

Tahun

1

-

Penyelesaian Sidang Keliling

Tahun

1 7.500.000 ,-

xvi

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->