Anda di halaman 1dari 4

Plastida

Plastida adalah organel yang meghasilkan warna pada sel tumbuhan. Terdapat 3 macam plastida, yaitu : 1. Kromoplas, adalah plastida yang menghasilkan warna non fotosintesis atau warna selain hijau. 2. Leukoplas, adalah plastida yang tidak berwarna 3. Kloroplas, adalah plastida yang menghasilkan warna hijau daun, disebut klorofil. Kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil, karotenoid dan pigmen fotosintesis lain. Semua tipe plastida adalah turunan dari badan yang sangat kecil, yang disebut proplastida, yang terdapat di dalam sel meristem. Proplastida dan plastida dalam sel muda memperbanyak diri dengan pembelahan. Plastida dan mitokondria mengandung DNA dan ribosom. Setiap plastid berisi berbagai kopi plastid gen pada lingkar 75-250 kb. Karena itu, kedua organel tersebut secara potensial memiliki otonomi (organel semiotonom). Petunjuk adanya otonomi ini menimbulkan suatu hipotesis bahwa plastida dan mitokondria secara evolusi berasal dari sel prokariot primitif (misalnya ganggang biri) yang diliputi oleh sel eukariot primitif, yang akhirnya menjadi bentuk simbiosis permanen. Gen plastid berisi kurang lebih 100 gen yang mengkode rRNAs dan tRNAs. Kebanyakan tumbuhan mewarisi plastida hanya dari induknya. Angiosperm umumnya mewarisi plastida dari induk betina, sedangkan beberapa gimnospermae mewarisi plastida dari induk jantan. Alga juga mewaisi plastida dari salah satu induknya.

Pengertian Plastida
Plastida adalah organel pada tumbuhan. Plastid hanya ditemukan pada tumbuhan dan alga, yang berfungsi untuk fotosintesis dan juga sintesis asam lemak, terpen yang diperlukan untuk pertumbuhan sel tumbuhan. Plastid merupakan devirat dari proplastid, yang dibentuk pada meristematik tumbuhan. Plastid berasal dari endosimbiosis sianobakteri pada alga hijau dan tumbuhan disebut kloroplas, rheodoplas pada alga merah dan sianolles. Plastid tidak hanya dibedakan berdasarkan pigmen namun juga berdasarkan ultrastruktur.

Kebanyakan tumbuhan mewarisi plastid hanya dari induknya. Angiospermae umumnya Mewari plastid dari induk betina, sedangkan beberapa gimnospermae mewarisi plastid dari induk jantan. Alga juga Mewari plastid dari salah satu induknya. Plastid pada alga istilah leukoplas digunakan untuk semua jenis plastid yang belum terpigmentasi. Fungsinya berbeda dari leukoplas pada etioplas, amiloplas dan kloroplas hanya ada pada tumbuhan dan bukan pada alga. Plastid pada alga mungkin juga berbeda dengan plastid pada tumbuhan yang mana pada alga berisi pirenoid.

J jenis jenis plastida


Ada tiga jenis plastida , yaitu : Leokoplas adalah plastida yang berwarna putih, biasanya banyak di jumpai pada bagian bagian tumbuhan yang tidak terkena sinar matahari. Plastid berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan berupa, karbohidrat, lemak dan protein. Leokoplas terdiri dari: Amiloplas berfungsi untuk menyimpan amilum Elaioplas ( lipidoplas ) berfungsi untuk menyimpan lemak dan minyak Proteoplas berfungsi untuk menyimpan protein Kloroplas adalah plastid berwarna hijau. Plastid ini berfungsi untuk menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Selain itu kloroplas juga menyerap tenaga matahari untuk mengubah karbondioksida menjadi gula, yakni sumber energy kimia dan makanan bagi tumbuhan. Kloroplas memperbanyak diri dengan memisahkan diri secara bebas dari pembelahan inti sel. Kloroplas dan plastid lainya memiliki membrane rangkap. Membrane dalam melingkupi matriks yang dinamakan stomata. Membrane ini terlipat berpasangan yang disebut lamella. Lamela yang membesar akan membentuk gelembung pipih terbungkus membrane dinamakan tilakoid. Struktur ini berbentuk mirip koin. Tumpukan tilakoid dinamakan granum. Pada tilakoid terdapat unit fotosintesis yang berisi molekul pigmen, seperti klorofil a, klorofil b, karoten dan xantofil. Kromoplas adalah plastida yang mengandung pigmen, untuk memberikan warna pada tumbuhan. Contoh pigmen yang terkandung pada kromoplas o Karotin pigmen warna kuning o Fikodanin pigmen warna biru o Fikosantin pigmen warna kuning o Fikoeritrin pigmen warna merah

Plastida
Plastida adalah organel yang meghasilkan warna pada sel tumbuhan. Organel ini hanya dimiliki oleh sel tumbuhan. Organel ini paling dikenal dalam bentuknya yang paling umum, kloroplas, sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Terdapat 3 macam plastida, yaitu :

- Kloroplas - Leukoplas - Kromoplas Organel ini paling dikenal dalam bentuknya yang paling umum, kloroplas, sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. 1. Kloroplas, adalah plastida yang menghasilkan warna hijau daun, disebut klorofil. Kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil, karotenoid dan pigmen fotosintesis lain Macam-macam klorofil adalah sebagai berikut : - klorofil a: menghasilkan warna hijau biru - klorofil b: menghasilkan warna hijau kekuningan - klorofil c: menghasilkan warna hijau coklat - klorofil d: menghasilkan warna hijau merah Selubung kloroplas terdiri atas dua membran. Dalam kloroplas terdapat sistem membran lain berupa kantong-kantong pipih yang disebut Tilakoid. Tilakoid tersusun bertumpuk membentuk struktur yang disebut grana (jamak granum). Di dalam tilakoid inilah terdapat pigmen fotosintesis yaitu klorofil dan karoten. Ruangan di antara grana disebut stroma. Proses fotosintesis terjadi di dalam kloroplas. Di dalam tilakoid pigmen klorofil berperan dalam penangkapan energi sinar yang akan diubah menjadi energi kimia melalui suatu proses yang disebut reaksi terang. Reaksi selanjutnya adalah reaksi gelap yaitu proses pembentukan glukosa. Reaksi gelap berlangsung di dalam stroma dengan menggunakan energi kimia hasil reaksi terang. 2. a. Leukoplas, adalah plastida yang tidak berwarna. Terdapat 3 jenis leukoplas yang dibedakan berdasarkan fungsinya. Amiloplas ; bentuk semi-aktif yang mengandung butir-butir tepung, ditemukan pada bagian tumbuhan yang menyimpan cadangan energi dalam bentuk tepung, seperti akar, rimpang, dan batang (umbi) serta biji. Elaioplas ; bentuk semi-aktif yang mengandung tetes-tetes minyak/lemak pada beberapa jaringan penyimpan minyak, seperti endospermium (pada biji) Proteoplas ; bentuk semi-aktif yang merupakan bentuk adaptasi kloroplas terhadap lingkungan kurang cahaya; etioplas dapat segera aktif dengan membentuk klorofil hanya dalam beberapa jam, begitu mendapat cukup pencahayaan. Kromoplas, adalah plastida yang menghasilkan warna non fotosintesis atau warna selain hijau. Macam-macam warna tersebut adalah sebagai berikut: Karotin : Berwarna kuning, misalnya pada wortel Xantofil : Berwarna kuning pada daun yang tua Fikosantin : Berwarna coklat pada ganggang Phaeophyta Fikosianin : Berwarna biru pada ganggang cyanophyta Fikoeritrin : Berwarna merah pada ganggang Rhodophyta Antosianin : Memberi warna merah sampai kuning pada bunga

b. c.

3. a. b. c. d. e. f.

Vakuola
Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa Inggris). Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah. Pada sel daun dewasa, vakuola mendominasi sebagian besar ruang sel sehingga seringkali sel terlihat sebagai ruang kosong karena sitosol terdesak ke bagian tepi dari sel. Bagi tumbuhan, vakuola berperan sangat penting dalam kehidupan karena mekanisme pertahanan hidupnya bergantung pada kemampuan vakuola menjaga konsentrasi zat-zat terlarut di dalamnya. Proses pelayuan, misalnya, terjadi karena vakuola kehilangan tekanan turgor pada dinding sel. Dalam vakuola terkumpul pula sebagian besar bahan-bahan berbahaya bagi proses metabolisme dalam sel karena tumbuhan tidak mempunyai sistem ekskresi yang efektif seperti pada hewan. Tanpa vakuola, proses kehidupan pada sel akan berhenti karena terjadi kekacauan reaksi biokimia. Vakuola pada hewan diantaranya : 1. Vakuola kontraktil ( vakuola berdenyut ), berperan menjaga tekanan osmotik sitoplasma sel 2. Vakuola non kontraktil (vakuola tak berdenyut ), bertugas mencerna makanan ( vakuola makanan ). Sel tanaman memiliki vakuola tengah, yang berfungsi : 1. Membangun turgor ( tegangan sitoplasmik sel ) 2. Mengandung pigmen antosianin 3. Mengandung enzim hidrolitik yang bertindak sebagai lisosom saat sel masih hidup. 4.Tempat penimbunan sisa metabolisme, seperti kristal oksalat, zat alkaloid, dan tanin. Beberapa zat alkaloid : caffein pada kopi, thein pada teh, nikotin pada tembakau, zhetanin pada tanaman bergetah.