Anda di halaman 1dari 21

CLINICAL SCIENCE SESSION STOMATITIS HERPETIKA

Oleh Khairul Fadli Lina Marlinawati 1301-1207-0229 1301-1206-4006

Preceptor Niekla Survia Andesta, drg., SpKGA

Pendahuluan

Stomatitisperadangan lapisan mukosa mulut, diantaranya termasuk gusi, lidah, bibir, dan atap ataupun dinding mulut. Disebabkan oleh kondisi yang terjadi pada mulut itu sendiri, e.g oral higiene buruk, pemasangan geligi palsu tidak baik, luka bakar karena makanan & minuman yang panas, / karena kondisi yang mempengaruhi seluruh tubuh, seperti pengobatan, reaksi alergi, atau infeksi.

Lesi Multipel Akut

Infeksi HSV primer Infeksi Coxsackievirus Infeksi virus Varicella-zoaster Eritema Multiforme Stomatitis Alergika Ulser mulut akibat kemoterapi ANUG

Lesi Rekuren

SAR Sindrom Behcet Infeksi HSV rekuren


Pemphigus Subepithelial Bullous Dermatos Infeksi HSV pada pasien immunosupresif

Lesi Multipel Kronis

Infeksi HSV Primer


Terutama disebabkan oleh HSV 1 HSV 2 juga bisa menyebabkan infeksi oral melalui kontak oral-genital HSV 1mayoritas infeksi pada mulut, faringeal, meningoenchepalitis dan dermatitis di atas pinggang HSV 2 mayoritas infeksi genital, infeksi dari bayi yang baru lahir dan dermatitis di bawah pinggang

Infeksi primer dapat berupa:


Mukosa

mulut: Primary Herpetic Gingivostomatitis. Mukosa genital: Primary Genital Herpes. Kulit: Herpetic Whitlow or Eczema Herpeticum. Mata: Ocular herpes, e.g. Primary Herpetic Keratitis .

Kerusakan jaringan pada infeksi primer yang simptomatik disebabkan oleh 2 mekanisme berbeda:
Replikasi

virus adalah toksik yang langsung mengenai sel lisis . Inflamasi kerusakan lebih lanjut

Patogenesis
Penularan melalui kontak langsung melalui mukosa

Replikasi dimulai dan virus baru diproduksi Menginfeksi sel-sel yang berdekatan Kematian sel

Menginfeksi ujung saraf sensori berpindah melalui axon menuju badan sel di ganglion perifer (fase laten) Reaktivasi Replikasi virus di neuron menginfeksi mukosa sel yang berjauhan dari tempat awal

Reaktivasi ini pelepasan prostaglandin. Luka pada jaringan reaktivasi HSV. pinhead vesicle lesi yang kecil dan kemerahan membesar secara perlahan ulkus yang diselimuti fibrin kekuningan bergabung membentuk yang lebih besar, dangkal ,irreguler.

Acute herpetic gingivostomatitis


Adalah infeksi oral Cavity karena HSV-I Gambaran klinik yang paling umum dari infeksi HSV primer dan lebih dari 90 % adalah infeksi dari HSV-1. menyerang mulai bayi hingga anak-anak (kurang dari 6 tahun), namun juga dapat menyerang dewasa atau manula. Serangannya tiba-tiba dan kadang disertai lymphadenopati cervical anterior, demam, anorexia, dan lesi di mulut yang menimbulkan rasa sakit.

Gambaran klinis (Primary herpetic gingivostomatitis)


Masa inkubasi : 5-7 hari. Rentang waktu 2-12 hari Gejala prodormal (demam, sakit kepala, malaise, mual dan muntah) yang mengawali lesi lokalnya selama 1-2 hari Muncul vesikel kecil pada mukosa oral mudah pecah menjadi ulser Terjadi pada semua bagian mukosa Beberapa lesi terkumpul lesi ireguler yang lebih besar

Kriteria diagnostik yang penting : Adanya gingivitis marginal akut yang menyeluruh, beberapa ulser gingiva yang kecil juga sering ditemui Pemeriksaan faring posterior peradangan, nodus limfe servikal dan submandibular membesar dan keras. HSV pada anak-anak biasanya membatasi diri, demam hilang setelah 3 atau 4 hari, lesi sembuh 7-10 hari.

Diagnosa Laboratorium

Sitologi untuk melihat adanya multinucleated giant cells, syncytium dan degenerasi balloning dari nukleusnya Isolasi HSV metode identifikasi yang paling positif Titer antibody tes untuk fiksasi komplemen atau antibodi netralisasi dalam sera akut dan konvalesensi. Tes ini jarang dilakukan pada pemeriksaan rutin

Terapi

Terapi suportif, karena penyakit ini self-limiting (10-14 hari) pada pasien yang tidak ada kelainan imun. Antipiretik Menjaga hidrasi. Pengobatan herpetic gingivistomatitis simtomatis Membatasi kontak dengan lesi yang aktif Penggunaan acyclovir juga sangat baik Jika diberikan dalam fase prodormal mengurangi jumlah lesi yang timbul dan mengurang waktu munculnya krusta. Penggunaan antibiotik tidak diperlukan dan kortikosteroid adalah kontraindikasi

Herpes Simpleks Rekuren

Muncul ketika virus laten diaktifkan oleh adanya gangguan fokal / sistemik pada keseimbangan antara virus dan sel epitelial Etiologi: trauma lokal, kontak terhadap sinar matahari, gangguan sistemik (demam) Manifestasi Klinis:
Bibir bengkak, nyeri Muncul kelompok vesikel lokal pada bibir dekat mukokutaneus junction Vesikel sgr pecah mengeluarkan serum dan menimbulkan borok

Sitologi: sediaan hapusan menunjukan sel2 dengan degenerasi balooning dan sel2 raksasa berinti banyak Terapi:

Simptomatik,

sembuh stlh 10-14 hari kecuali ada

inf sekunder acyclovir

Herpes Simpleks Virus pada pasienpasien immunosupresi


Pasien-pasien yang immunosuppressed bisa saja mengidap bentuk infeksi herpes yang agresif atau kronis; Bentuk herpes yang kronis variasi dari infeksi simpleks herpes kambuhan ketimbang infeksi primer. Pasien-pasien AIDS, pasien-pasien transplant yang mengikuti terapi obat immunosuppressed, pasien-pasien pada dosis tinggi corticosteroids yang merubah respons T-lymphocyte adalah pasien-pasien yang paling dicurigai terkena jejas-jejas HSV yang agresif. Jejas-jejas tampak pada kulit atau lendir di daerah-daerah mulut, rectal, atau genital.

MANIFESTASI MULUT

Lima puluh persen dari pasien-pasien leukemik dan 15% pasien-pasien transplant mengidap HSV kambuhan yang agresif atau kronis. HSV penyebab paling umum jejas-jejas di mulut pada kedua kelompok, yang menghasilkan jejas-jejas yang sebelumnya dianggap disebabkan oleh efek racun dari chematotherapy atau infeksi bakteri. Jejas-jejas tersebut brakhir dari bermingguminggu sampai berbulan-bulan dan bisa menjangkau beberapa sentimeter diameternya.

Pengobatan
Pasien-pasien immunosuppressed dengan infeksi HSV reaksi baik terhadap acyclovir yang diberikan lewat mulut atau intravena. Kasus-kasus HSV resisten-acyclovir dilaporkan pada pasien-pasien AIDS Foscarnet

Prognosis
Prognosis untuk stomatitis berdasarkan dari penyakit yang menyebabkan. Prognosis infeksi HSV 1 dan 2 pada rongga mulut adalah ad bonam untuk quo ad vitam dan quo ad functionam apabila dilakukan penatalaksanaan yang adekuat.