P. 1
Peran Kode Etik Profesi Akuntan

Peran Kode Etik Profesi Akuntan

|Views: 35|Likes:
Dipublikasikan oleh Lora Selalu Ada

More info:

Published by: Lora Selalu Ada on Apr 26, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2012

pdf

text

original

PERAN KODE ETIK PROFESI AKUNTAN

L ATAR BEL AK ANG
Terjadi kasus-kasus skandal korporasi besar di Amerika Serikat, yang melibatkan perusahaan raksasa, seperti Enron dan Worldcom Kasus kejahatan korporasi itu melibatkan Kantor Akuntan Publik global , yaitu Arthur Andersen

L ATAR BEL AK ANG (2 )
Laporan keuangan yang manipulatif, misalnya dengan cara menggelembung-kan pendapatan, mengakibatkan harga saham menjadi tinggi sekali, jauh di atas harga yang sebenarnya Profesi akuntan Indonesia masih rawan terhadap berbagai praktek yang menyimpang dari kode etik dan standar akuntansi

TUNTUTAN AKAN ETIKA
• Pengungkapan etika pada publik • Kepedulian,kewaspadaan,kesadaran publik meningkat,dan tekanan sosial • Regulasi pemerintah • Jumlah dan mutu manajer profesional dan terdidik meningkat • Pengharapan baru peran sosial suatu profesi • Kesadaran dunia usaha dan CEO akan etika bisnis meningkat

TUNTUTAN AKAN ETIKA
• Kerusakan sosial, masyarakat yang longgar, materialisme, dan hedonisme meningkat,hilangnya pengaruh agama, kebutuhan akan kecepatan dan kuantitas, bukan kualitas • Tekanan laba dari investor & penyandang dana, harus bertahan untuk tetap hidup

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINDAKAN TIDAK ETIS 1. 2. 3. 4. 5. Kebutuhan Keuangan individu Tak ada pedoman EQ, perilaku dan kebiasaan Lingkungan tidak etis Perilaku atasan

ETIKA PROFESI
• Kepercayaan dari masyarakat • Standar Akuntansi Keuangan dan Standar Profesi Akuntan Publik Indonesia , ini mengatur dan melindungi para akuntan publik dalam melakukan pekerjaannya • Standar ini terdiri dari :Aturan Etika,Standar Profesi Akuntan Publik,dan Standar Akuntansi Keuangan

Kode etik
Suatu dokumen formal yang tertulis yang terdiri dari standarstandar moral untuk membantu mengarahkan perilaku karyawan (anggota organisasi) dan perilaku organisasi itu sendiri

Alasan , Adams dkk (2001)

 

memperbaiki iklim organisasional sehingga individuindividu dapat berperilaku etis. mengarahkan perilaku organisasi untuk mempertimbangkan dampak moral dalam setiap keputusan bisnisnya. menentukan status bisnis sebagai sebuah profesi upaya menginstitusionalkan moral dan nilai-nilai pendiri perusahaan

Pentingnya kode etik
    Suatu kode dapat memotivasi Petunjuk-petunjuk yang lebih permanen dan stabil dibanding keputusan manusia Menyediakan petunjuk, terutama di dalam situasi-situasi yang rancu atau tidak jelas Memandu perilaku karyawan dan mengendalikannya

Kode Etik Akuntan Indonesia
• • • Kode Etik Umum Kode Etik Akuntan Kompartemen Interpretasi Kode Etik Akuntan Kompartemen

Sumber :Konggres VIII,1998

RERANGKA KODE ETIK IAI
Tanggungjawab ProfesiKepentingan Umum (Publik) Integritas Objektivitas Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional Kerahasiaan Perilaku Profesional Standar Teknis

PRINSIP ETIKA

IAI -PUSAT

ATURAN ETIKA

IAI -KAP

100 Independensi, Integritas, Objektivitas

200 Standar Umum Prinsip Akuntansi

300 Tanggung jawab Kepada Klien

400 Tanggung jawab Kepada Rekan

500 Tanggung jawab Kepada Rekan

RAPAT ANGGOTA KAP

INTERPRESTASI ATURAN ETIKA

PENGURUS IAI -KAP DEWAN SPAP

TANYA DAN JAWAB

ATURAN ETIKA KAP
Keterterapan Definisi/ Pengertian 100.Idependensi, Integritas dan Objektifitas 200.Standar Umum dan Prinsip Akuntansi 300.Tanggungjawab kepada Klien 400.Tanggungjawab kepada Rekan Seprofesi 500.Tangungjawab dan Praktik Lain Tanggal berlaku efektif
Sumber : SPAP,2001

Prinsip-Prinsip (Duska &duska)
1. Principle I. Responsibilities: In carrying out their responsibilities as professionals, members should exercise sensitive professional and moral judgments in all their activities. 2. Principle II Serve the Public Interest: Members should accept the obligation to act in a way that will serve the public interest, honor the public trust, and demonstrate commitment to professionalism.

LANJUTAN 2

3. Principle III. Integrity: To maintain and broaden public confidence, members should perform all professional responsibilities with the highest sense of integrity.
4. Principle IV. Objectivity and Independence: A member should maintain objectivity and be free of conflicts of interest in discharging professional responsibilities. A member in public practice should be inde pendent in fact and appearance when providing auditing and other attestation services.

LANJUTAN 3 5. Principle V. Due Care: A member should observe the profession’s technical and ethical standards, strive continually to improve competence and the quality of services, and discharge professional responsibility to the best of the member’s ability. 6. Principle VI. Scope and Nature of Services: The final principle of the Code states: A member in public practice should observe the Principles of the Code of Professional Conduct in determining the scope and nature of services to be provided.

T he Rules
(1) independence, integrity, and objectivity, (2) general standards, accounting principles, (3) responsibilities to clients, (4) responsibilities to colleagues, and (5) other responsibilities and practices

Alasan mengapa orang bertindak tidak etis :
 standar

etika seseorang berbeda dari masyarakat umum  seseorang memilih bertindak semaunya

Upaya penegakkan
Kepatuhan pada kode etik tergantung terutama sekali pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota  Adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan opini publik  Adanya mekanisme pemrosesan pelanggaran Kode etik.

Hambatan Penegakan Kode Etik
 Sikap

anggota profesi yang mendua, pada satu sisi menolak setiap pelanggaran terhadap Kode Etik tetapi pada sisi lain memberikan pembenaran atas pelanggaran tersebut  Adanya sifat sungkan dari sesama anggota profesi untuk saling mengadukan pelanggaran Kode Etik  Belum jelasnya aturan tentang mekanisme pemberian sanksi dan proses peradilan

KESIMPULAN
 Profesi

akuntan perlu Profesionalisme, Kualitas Jasa dan Kepercayaan  Kepatuhan terhadap Kode etik  Accountability dan integritas

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->