Anda di halaman 1dari 20

Moh.

Awaludin Adam

Pada tahun 1866, seorang ahli dari Itali yang bernama Montegazza memprediksikan bahwa para ilmuan di masa yang akan datang akan mampu untuk meningkatkan kemampuan breeding

sperma sebagai larutan spermatozoa di dalam larutan seminal dan dihasilkan oleh hidrasi testis, cairan putih dan kental yang dikeluarkan dari alat saat ejakulasi disebut semen.

morfologi spermatozoa ikan sangat sederhana, terdiri dari kepala dan ekor. Bagian kepala berbentuk membulat (spherical) dan bagian leher mengalami reduksi, cahaya memanjang 10 sampai 20 kali dari panjang ekornya. Ekor sperma berguna sebagai organ renang. Pada saat di keluarkan dari alat kelamin jantan, spermatozoa beada dalam seminal plasma. Campuran seminal plasma dengan spermatozoa disebut milt. Inti spermatozoa terdapat pada bagian kepala yang mengandung kromosom, dan tiap kromosom mengandung gen pembawa sifat.

Spermatozoa pada ikan sangat simple, kepalanya berbentuk bola dengan kromatin lebih tebal dan mengecil pada bagian belakang (intermediate). Spermiasi Spermatozoid dikeluarkan dari siste dan menampak diri pada cahaya tebal tetapi belum sampai pada vasdifferent (spermiasi) pada ikan Kemampuan gerak dan daya memijahnya masih lemah. Beberapa minggu kemudian setelah periode pematangan sperma digunakan periode spermiasi dapat berlangsung beberapa bulan,

Mikroskopis kualitas sperma secara mikroskopis adalah konsentrasi, bentuk normal dan kemampuan gerak, viabilitas Makroskopis Secara makroskopis disebut baik jika volumenya lebih 2 ml dalam sehari, agak keputihan, terdapat gumpalan seperti jelly (koagulum) dan baunya khas seperti kaporit Biokimiawi perbedaan umur pejantan - kualitas sperma oleh perbedaan energi dalam sel sperma. Persediaan energi tergantung pada asupan nutrisi. Viabilitas Sperma Kemampuan hidup (viabilitas) ; suhu = hidup lebih lama dalam suhu rendah. Motilitas SpermaLama penyinaran sperma berpengaruh terhadap motilitas spermatozoa pasca pembekuan, fasilitas dan daya tetas telur ikan mas. Semakin lama sperma disimpan akan terjadi penurunan terhadap motilitas dan fertilitas

Pengawetan adalah proses pengawetan dari suatu sel. Pada sperma, pengawetan dimaksudkan agar sperma dapat digunakan di masa yang akan datang Pengawetan sperma untuk beberapa lama perlu dicampur dengan bahan pengencer yang mampu menjamin kebutuhan fisik dan kimiawinya. Pemakaian bahan pengencer dimaksudkan untuk mengurangi aktifitas spermatozoa sehingga menghambat pemakaian energi dan dapat memperpanjang hidup spermatozoa tersebut. Berkurangnya aktifitas spermatozoa menyebabkan produksi asam laktat menurun sehingga penurunan pH menjadi terhambat akibatnya dapat mengurangi pengaruh negatif terhadap kehidupan spermatozoa

1. 2. 3.

Pemeriksaan semen segar, Pengenceran, Freezing

Setelah semen ditampung secepatnya di bawa ke laboratorium untuk diperiksa kualitas maupun kuantitasnya. Setiap semen yang diperiksa harus dicatat pada buku pemeriksaan dan ditentukan apakah semen tersebut dapat memenuhi syarat atau tidak untuk diproses menjadi semen beku. Pemeriksaan yang dilakukan adalah secara makroskopis dan mikroskopis. Standar gerakan massa yang dapat diproses adalah 2+ ke atas (skala 0-3+). Konsentrasi sperma dihitung dengan menggunakan alat haemocytometer.

Tetapi, jumlah sperma hanya 1-2 % dari volume semen. Masalah dengan cairan di sekitar sperma juga mengganggu pergerakan dan fungsi sperma. Oleh karena itu, sperma dan cairannya harus diperiksa

Konsentrasi (jumlah) Ini adalah pengukuran seberapa banyak sperma dalam masing mililiter cairan. Ada beberapa teknik untuk memperoleh jumlah tersebut. Konsentrasi sperma rata-rata lebih dari 60 juta tiap mililiter. Jumlah sperma kurang dari 20 juta tiap mililiter dipertimbangkan sebagai sub-fertil. Motilitas atau mobilitas Motilitas digunakan untuk menggambarkan persentase sperma yang bergerak. Seharusnya 50% atau lebih sperma dapat bergerak. Morfologi Morfologi digunakan untuk menggambarkan bentk sperma. Sperma dilihat dengan mikroskop dan beberapa kriteria dinilai untuk karakteristik sperma normal.

Volume Ini adalah sebuah pengukuran dari volume ejakulasi. Volume ejakulasi normal adalah 2 mililiter atau lebih. Jumlah Total Cairan Ini adalah jumlah dari sperma yang bergerak dalam cairan yang diejakulasi. Seharusnya ada lebih dari 40 juta sperma motil dalam semen. Tes Cairan Semen Standard Warna, viskositas (seberapa kental semen), dan waktu sampai spesimen mencair harus diukur. Abnormalitas dalam cairan seminalis akan mempengaruhi sperma. Jika semen terlalu kental maka akan membuat sperma sulit bergerak di dalamnya.

Bahan pengencer /ekstender disiapkan sehari sebelum digunakan diantaranya pengencer sitrat, air kelapa, tris, dll. Setiap bahan pengencer harus mampu melindungi sperma pada saat pendinginan dan selama glyserolisasi serta mampu mempertahankan daya hidup sperma.

Murah, sederhana dan praktis dibuat Harus mengandung unsur-unsur yang hampir sama sifat fisik dan kimiawinya dengan semen dan tidak boleh mengandung zat toksik atau zat racun baik terhadap sperma maupun alat reproduksi betina.

1.

2. 3.

4.

5. 6.

Menyediakan zat makanan sebagai sumber energi bagi permatozoa; Melindungi sperma terhadap cold shock; Menyediakan suatu penyanggah untuk mencegah perubahan pH; Mempertahankan tekanan osmotik dan keseimbangan elektrolit yang sesuai; Mencegah pertumbuhan kuman; Memperbanyak volume semen.

Setelah dilaksanakan pemilihan dan penyiapan pengencer yang berisi semen cair disusun di atas rak dan dihitung jumlahnya, kemudian dibekukan. Proses pembekuan dilakukan di atas permukaan N2 Cair di dalam storage container dengan suhu -110 sampai dengan -120 0C selama 9 menit. Selanjutnya disimpan pada lemari pendingin yang mengandung nitrogen cair dan tahan sampai beberapa tahun

Sekian.....................