Anda di halaman 1dari 5

Contoh Korelasi Sederhana Pearson

Berikut ini adalah contoh dari penggunaan analisis Contoh Korelasi Sederhana Pearson yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya (Korelasi Sederhana Pearson). Perandaian penelitian di lakukan terhadap mahasiswa jurusan A di universitas X.

Pembahasan : 1. KE dengan KB a. Masalah : adakah hubungan antara kecerdasan emosi dengan kebiasaan belajar Mahasiswa Jurusan A di universitas X

b. Hipotesis : Ho : tidak ada korelasi yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan kebiasaan belajar Mahasiswa Jurusan A di universitas X Ha : ada korelasi yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan kebiasaan belajar Mahasiswa Jurusan A di universitas X c. Model statistik : korelasi pearson

d. Analisis : karena nilai koefisien korelasi rxy kecerdasan emosi dan kebiasaan belajar sebesar 0,349, atau nilai p (0,001) < (0,05) maka Ho ditolak. e. Kesimpulan : ada korelasi yang signifikan antara Kecerdasan Emosi dan Kebiasaan Belajar Mahasiswa Jurusan A di universitas X

2. KE dengan MB

a. Masalah : adakah hubungan antara kecerdasan emosi dengan motifasi berprestasi Mahasiswa Jurusan A di universitas X b. Hipotesis : Ho : tidak ada korelasi yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan motivasi berprestasi Mahasiswa Jurusan A di universitas X Ha : ada korelasi yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan motivasi berprestasi Mahasiswa Jurusan A di universitas X c. Model statistik : korelasi pearson

d. Analisis : karena nilai koefisien korelasi rxy kecerdasan emosi dan motivasi berprestasi sebesar 0,524, atau nilai p (0,001) < (0,05) maka Ho ditolak. e. Kesimpulan : ada korelasi yang signifikan antara kecerdasan emosi dan motivasi berprestasi mahasiswa Jurusan A di Universitas X.

3. KE dengan P a. Masalah : adakah hubungan antara kecerdasan emosi dengan prestasi Mahasiswa Jurusan A di universitas X

b. Hipotesis : Ho : tidak ada korelasi yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan prestasi Mahasiswa Jurusan A di universitas X Ha : ada korelasi yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan prestasi Mahasiswa Jurusan A di universitas X c. Model statistik : korelasi pearson

d. Analisis : karena nilai koefisien korelasi rxy kecerdasan emosi dan prestasi sebesar 0,373 atau nilai p (0,001) < (0,05) maka Ho ditolak. e. Kesimpulan : ada korelasi yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan prestasi mahasiswa Jurusan A Universitas X.

4. KB dengan MB a. Masalah : adakah hubungan antara Kebiasaan belajar dengan motivasi berprestasi Mahasiswa Jurusan A di universitas X

b. Hipotesis :

Ho : tidak ada korelasi yang signifikan antara kebiasaan belajar dengan motivasi berprestasi Mahasiswa Jurusan A di universitas X Ha : ada korelasi yang signifikan antara kebiasaan belajar dengan motivasi berprestasi Mahasiswa Jurusan A di universitas X c. Model statistik : korelasi pearson

d. Analisis : karena nilai koefisien korelasi rxy kebiasaan belajar dan motivasi berprestasi sebesar 0,598 , atau nilai p (0,001) < (0,05) maka Ho ditolak. e. Kesimpulan : ada korelasi yang signifikan antara kebiasaan belajar dan motivasi berprestasi mahasiswa Jurusan A Universitas X.

5. KB dengan P a. Masalah : adakah hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi Mahasiswa Jurusan A di universitas X

b. Hipotesis : Ho : tidak ada korelasi yang signifikan antara kebiasaan belajar dengan prestasi Mahasiswa Jurusan A di universitas X Ha : ada korelasi yang signifikan antara kebiasaan belajar dengan prestasi Mahasiswa Jurusan A di universitas X c. Model statistik : korelasi pearson

d. Analisis : karena nilai koefisien korelasi rxy kebiasaan belajar dan prestasi sebesar 0,5, atau nilai p (0,001) < (0,05) maka Ho ditolak. e. Kesimpulan : ada korelasi yang signifikan antara kebiasaan belajar dan prestasi mahasiswa Jurusan A Universitas X.

6. MB dengan P a. Masalah : adakah hubungan antara motivasi berprestasi dengan prestasi Mahasiswa Jurusan A di universitas X

b. Hipotesis : Ho : tidak ada korelasi yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan prestasi Mahasiswa Jurusan A di universitas X

Ha : ada korelasi yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan prestasi Mahasiswa Jurusan A di universitas X c. Model statistik : korelasi pearson

d. Analisis : karena nilai koefisien korelasi rxy kecerdasan emosi dan kebiasaan belajar sebesar 0,529, atau nilai p (0,001) < (0,05) maka Ho ditolak Mahasiswa Jurusan A di universitas X e. Kesimpulan : ada korelasi yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan prestasi mahasiswa Jurusan A di universitas X.

Anda mungkin juga menyukai