Anda di halaman 1dari 8

JUDUL PERCOBAAN

: Pembuatan Amil Asetat

TANGGAL PERCOBAAN : Kamis 28 MARET 2012 SELESAI PERCOBAAN TUJUAN PERCOBAAN : Kamis 28 MARET 2012 : Mahasiswa dapat memahami reaksi pembuatan ester amil asetat melalui reaksi esterifikasi

KAJIAN TEORI

n-Amil alkohol adalah alkohol dengan rumus molekul C5H11OH. Nama lain dari amil alkohol adalah 1-pentanol. n-amil alkohol merupakan larutan tidak berwarna dengan kerapatan 0.8247 g/cm (0 C), mendidih pada 131.6 C, sedikit melarut dalam air, mudah melarut dalam pelarut organik. Senyawa amil asetat merupakan suatu ester dari asam asetat dengan n-pentanol. senyawa tersebut dibuat melalui reaksi esterifikasi dengan katalis asam kuat, misalnya asam sulfat pekat. Persamaan reaksinya dapat dinyatakan sebagai berikut:

Dari reaksi diatas kerugian yang ditimbulkan adalah terbentuknya hasil samping yaitu air (H2O), sedangkan kelebihannya adalah pada suhu dan tekanan yang relatif rendah reaksi dapat berjalan dengan baik, bahan baku tidak beracun dan reaksi berjalan reversible. Reaksi esterifikasi amil asetat terjadi dengan melepaskan panas (eksotermis). Hasil samping berupa H2O dapat dihilangkan dengan menambahkan MgSO4 karena MgSO4 dapat mengikat H2O dalam larutan.

ALAT DAN BAHAN Alat Erlenmeyer Gelas ukur Corong pemisah Pendingin refluks Labu dasar bulat Kasa Kaki tiga Statif dan klem Selang plastik Kaca arloji Pembakar bunsen Gelas kimia Spatula Batu didih Pipet tetes Corong kaca

Bahan n-amil asetat Asam asetat glacial Asam sulfat pekat Larutan NaHCO3 jenuh Kristal MgSO4 Kertas saring

PROSEDUR PERCOBAAN n-amil asetat Dimasukkan kedalam labu dasar bulat dan ditambahkan batu didih. Kemudian ditambahkan sedikit demi sedikit 3 tetes asam sulfat pekat Ditambahkan 60 mL asam asetat glacial Kemudian dipasang pendingin refluks dan dialirkan air melalui pendingin refluks Campuran dipanaskan pada suhu 90-1000C selama 3 jam (atau tercium bau khas ester, misalkan aroma buah-buahan) Campuran tersebut didiamkan pada suhu ruang kemudian dimasukkan kedalam corong pisah. Ditambahkan 60 mL air dan dikocok dengan kuat (sampai terbentuk dua lapisan dimana lapisan ester Ester terletak diatas) Larutan bagian atas (ester) ditambahkan dengan 50 Larutan yang terbentuk dipisahkan. mL air dan 14 mL NaHCO3 jenuh kemudian dikocok Campuran dipisahkan dengan corong pisah dimana bagian ester ditambahkan dengan 5 gram MgSO4 yang telah dipanaskan Campuran diaduk dan kemudian disaring Ditimbang massa ester yang dihasilkan Hasil

PEMBAHASAN Dari percobaan yang telah dilakukan yaitu pembuatan amil asetat melalui suatu reaksi esterifikasi yaitu reaksi yang berlangsung secara reversible atau dua arah. Pada saat mereaksikan amil alkohol dengan asam asetat glacial ditambahkan dengan H2SO4 pekat, ini berfungsi sebagai katalis dalam reaksi esterifikasi tersebut sehingga reaksi esterifikasi tersebut dapat berlangsung dengan cepat, dan juga fungsi daripada pemanasan itu adalah sama yaitu untuk mempercepat terjadinya suatu reaksi esterifikasi, sehingga produk yang dihasilkan menjadi banyak yang terbentuk. Pada saat dipanaskan, selama 3 jam, aroma wangi ester tercium, yaitu aroma pisang. Setelah itu campuran ester yang ada dalam labu dasar bulat didinginkan hingga benar-benar dingin lalu dimasukkan dalam corong pemisah untuk mengekstrak ester yang telah terbentuk dengan menggunakan pelarut yaitu NaHCO3 jenuh. Penambahan larutan NaHCO3 jenuh untuk menghilangkan sisa-sisa asam. Ester yang terbentuk dalam corong pemisah berada dilapisan yang atas, sedangkan pada lapisan bawah berisi air. Kemudian ester yang terbentuk direaksikan dengan MgSO4 kemudian disaring, dan dilakukan penimbangan. Fungsi dari penambahan MgSO4 dalam senyawa tersebut yaitu adalah untuk mengikat senyawa air yang masih berada atau yang masih tertinggal didalam senyawa ester tersebut. Kemudian dilakukan penimbangan dan dapat ditentukan rendemennya. Rendemen yang didapatkan yaitu: sebesar 21,75%, hal ini mungkin dikarenakan, karena reaksi esterifikasi itu adalah reaksi yang berlangsung secara reversible, sehingga kemungkinan produk yang dihasilkan menjadi kurang maksimal, mungkin karena suhunya yang kurang tinggi dan waktu yang diperlukan kurang lama sehingga ester yang terbentuk menjadi kurang sempurna atau jumlah produk yang dihasilkan kurang begitu maksimal. Kemudian pada waktu ester yang diperoleh di ekstraksi menggunakan corong pisah, ini juga mempengaruhi hasil rendemen, kemungkinan saat dalam corong pisah, air yang dikeluarkan melalui kran corong pemisah, senyawa ester ikut terbawa sehingga senyawa ester yang didapatkan sangat sedikit sekali.

KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah dilakukan, bahwa reaksi esterifikasi adalah suatu reaksi yang reversible atau berlangsung secara dua arah, oleh karena itu dalam prosesnya sering digunakan katalis dan suhu yang tinggi sehingga produk yang dihasilkan itu dapat terbentuk dalam jumlah yang banyak. Pada umumnya katalis yang digunakan dalam reaksi ini adalah asam-asam yang kuat seperti misalnya HCl dan H2SO4.

JAWABAN PERTANYAAN

1. Tuliskan mekanisme reaksi pembentukan n-amil asetat! Jawab :

2. Termasuk reaksi apakah reaksi diatas? Jawab : Reaksi diatas termasuk reaksi esterifikasi

3. Apakah fungsi asam sulfat dan dapatkah asam sulfat tersebut diganti dengan asam lainnya? Jawab : Asam sulfat berfungsi sebagai katalis dan asam sulfat dapat diganti dengan asam klorida karena memiliki sifat dan fungsi yang hampir sama dan memiliki konsentrasi yang sama.

4. Jelaskan fungsi penambahan larutan NaHCO3 jenuh dan MgSO4 anhidrat! Jawab : Penambahan larutan NaHCO3 jenuh untuk menghilangkan sisa-sisa asam. Sedangkan penambahan MgSO4 anhidrat untuk mengikat air agar tidak bereaksi dengan lapisan ester.

5. Sebutkan bahan kimia lain yang dapat digunakan sebagai pengganti MgSO4! Jawab! Bahan kimia yang dapat dijadikan sebagai pengganti MgSO4 adalah CaCl2

DAFTAR PUSTAKA

Tim Dosen Kimia Organik.2012.Penuntun Pratikum Kimia Organik I.Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. Fessenden, Ralp J. Dan Joan S. Fessenden.1986.Kimia Organik Jilid 1. Jakarta: Erlangga. http://en.wikipedia.org/wiki/Amyl_alcohol etd.eprints.ums.ac.id/12257/2/03._BAB_I.pdf http://poexpoe.files.wordpress.com/2008/06/makalah-penyedap-rasa-dan-aroma1.pdf http://etd.eprints.ums.ac.id/7359/1/D500050019.pdf

LAMPIRAN

Pentanol m = X V m= 0,8247 g/mL X 20 mL m= 16.494 g

Asam asetat m = X V m= 1,049 g/mL X 60 mL m= 62.94 g

n = g/Mr n = 16.494 g /88 n = 0.1874mol n = 187,4 mmol

n = g/Mr n = 62.94 g /60 n = 1.049 mol n = 1049 mmol

C5H12O Mula-mula Reaksi Setimbang 187,4 mmol 187,4 mmol -

CH3COOH 1049 mmol 187,4 mmol 861.6 mmol

C7H14O2 -

H2O -

187,4 mmol 187,4 mmol

187,4 mmol 187,4 mmol

Massa ester teoritis

= n. Mr = 187,4 mmol. X 130 = 24362 mg