Implementasi Pancasila dalam Sejarah Mengisi Kemerdekaan Indonesia

Disusun oleh : 1. Fierda Octiara p. 112504006 2. Aniar Sustian W. 112504007 3. Rosdiana 4. Andri K. 112504008 112504009

5. Rohmatul Ummah 112504010

FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA SASTRA JERMAN 2011/2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan tugas penulisan rangkuman Pendidikan Pancasila bab Impementasi Pancasila dalam Sejarah Mengisi Kemerdekaan Indonesia . Selama pembuatan tugas ini, penulis sangat berterimakasih kepada rekan-rekan yang telah terlibat. Tugas ini disusun untuk memberikan rangkuman tentang keadaan bangsa dan negara Indonesia setelah meraih kemerdekaan dan juga memberikan wawasan tentang kehidupan pada masa-masa pemerintahan yang berganti-ganti pada saat itu. Mudah-mudahan tugas rangkuman ini dapat memberikan kemudahan pada rekan sekalian dalam mempelajari Pendidikan Pancasila. Meskipun penulis sudah berusaha semaksimal mungkin, namun penulis tetap mengharapkan kritik dan saran pembaca yang sangat membangun, karena kesempurnaan itu hanya milik Allah semata. Akhirnya kami berharap semoga rangkuman ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Surabaya, 26 Maret 2012

Penulis
2

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................... 1 KATA PENGANTAR ....................................................................................... 2 Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan............................................. 3 Masa Demokrasi Liberal .................................................................................... 4 Masa Pemerintahan Demokrasi Terpimpin ( Orde Lama ) ................................ 5 Masa Pemerintahan Demokrasi Pancasila ( Orde Baru ) ................................... 24 Masa pemerintahan Pacsa Orde Baru .................................................................. 28 Lambang-Lambang Persatuan Indonesia ............................................................. 28 Bendera Kebangsaan Republik Indonesia ........................................................... 29 Bahasa Indonesia, Bahasa Persatuan Bangsa Indonesia ...................................... 29 Lagu Kebangsaan ................................................................................................. 29

3

namun dengan teganya PKI menikam bangsa Indonesia dari belakang. walaupun hanya mendapatkan pengakuan secara de facto saja. Hal ini dikarenakan bangsa dan negara Indonesia ternyata masih harus menghadapi banyak tantangan pasca mendapatkan kemerdekaan. Ketiak itu bangsa Indonesia sedang berkonsentrasi penuh melawan serangan yang dilakukan Belanda. Sekutu mendaratkan tentaranya di Surabaya. Kemerdekaan sebuah negara adalah sesuatu yang harus dipertahankan. namun di balik kata kemerdekaan itu sendiri sebenarnya bangsa dan negara Indonesia belum benar-benar merdeka. lalu mereka menamakan dirinya NICA. Untuk mewujudkan keinginannya tersebut Belanda melancarkan Agresi terhadap bangsa dan negara Indonesia. Tantangan eksternal kedua datang dari pihak tentara Sekutu dan Belanda. Tentara sekutu yang diwakili Inggris ini bertugas menjaga keamanan yang ada di Indonesia pasca Jepang menyerah. Indonesia telah mendapatkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun pada tanggal 18 Agustus 1945 Indonesia telah mendapatkan pengakuan secara de jure. Pergolakan ini terjadi pada tanggal dan pergolakan ini dikenal dengan nama Bandung Lautan Api. misalnya di Bandung. 4 . baik eksternal maupun internal. Bangsa Indonesia telah memegang sebuah kemerdekaan sejak tahun 1945. namun Jepang tidak rela menyerahkan kekuasaan serta senjatanya kepada bangsa Indonesia. PKI ini bertujuan mendirikan sebuah negara komunis di Indonesia dengan memproklamasikan berdirinya RSI ( Republik Soviet Indonesia). Belanda melakukan hal tersebut karena masih besarnya keinginan untuk menguasai Indonesia kembali.1. Masa Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Ternyata kedatangan Sekutu ini diboncengi oleh tentara-tentara Belanda. yaitu RSI. Jadi pada saat itu di dalam negara Indonesia terdapat sebuah bentuk negara baru. Kecurangan Jepang terhadap bangsa Indonesia ini akhirnya menimbulkan pergolakan-pergolakan hebat antara Indonesia dan Jepang di beberapa wilayah yang ada di Indonesia. Tantangan eksternal yang pertama datang dari pihak Jepang yang secara formal sudah menyerah kepada sekutu. Tantangan internal yang harus dhadapi oleh bangsa dan negara Indonesia itu berasal dari PKI di Madiun pada tanggal 19 September1948.

Masa Demokrasi Liberal Berdirinya negara RIS sebagai hasil dari perjanjian KMB. ternyata tidak membuat bangsa Indonesia puas begitu saja. Permasalahan ini dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Bidang Politik Kabinet yang terbentuk kondisinya tidak jauh beda dari periode sebelumnya. Keinginan bangsa Indonesia memiliki sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia akhirnya terwujud setelah ditandatanganinya persetujuan antara pemerintah RIS dan Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 19 Mei 1950. Pemilihan umum pertama kali terjadi di tahun 1955. maka Pemerintah merubah konstitusi RIS menjadi UUDS’50. Beberapa negara bagian RIS akhirnya pun bergabung dengan republik Indonesia. b. Periode 1950-1955 Dalam periode ini terdapat konflik negara secara fisik dan non fisik. Bidang Ekonomi 5 . Setelah mendapatkan dukungan dari negara-negara bagian RIS. maka wakil-wakil bangsa Indonesia meminta pada Pemerintah Pusat RIS di Jakarta.2. namun fakta membuktikan setelah Pemilu I ini kondisi di Indonesia tetap penuh dengan permasalahan. kecuali Negara Indonesia Timur dan Sumatra Timur. Setelah NKRI terbentuk. Periode 1955-1959 Pada periode ini Indonesia menganut sistem demokrasi liberal. Karena perubahan bentuk negara tersebut. ekonomi dan soaial. Sesungguhnya bangsa Indonesia sangat ingin mendirikan sebuah negara kesatuan. Secara fisik yaitu gerakan Kahar Muzakar di Sulawesi. Kabinet Sastroamidjojo II dan Kabinet Djuanda) 2. Rata-rata tiap kabinet hanya berkuasa selama 1. sehingga kabinet sering berganti. Hal ini dibuktikan oleh kehendak dari beberapa negara bagian RIS yang ingin bergabung ke dalam Republik Indonesia. Secara rinci akan djelaskan di bawah berikut ini : a. Perubahan ini berlaku mulai tanggal 17 Agustus 1950. Pemilu ini dimaksudkan agar DPR yang tebentuk dapat mengatasi masalah-masalah yang ada pada saat itu. Sedangkan yang bersifat non fisik adalah seringnya parlemen menjatuhkan kabinet-kabinet yang sedang menjalankan tugasnya. Indonesia tidak terlepas dari konflik bidang politik. Negara Indonesia Timur dan SumatraUtara untuk berunding.5 tahun ( Kabinet Burhannudin Harahap.

Keadaan ini mendorong Presiden Soekarno mencari jalan keluar dan akhirnya beliau mengeluarkan Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959 yang isinya sebagai berikut : a. mental. 4. Membubarkan Konstituante.Akibat dai KMB. Bidang Keamanan Meletusnya pemberontakan PRRI-Permesta yang dikarenakan oleh tuduhantuduhan dari daerah yang beranggapan bahwa pembangunan hanya dipusatkan di Jakarta. karena tidak adanya UU yang membatasi penanaman modal asing pada saat itu. Hal ini menjadi lebih parah. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ini bukanlah sebuah tindakan yang bersifat diktator. Masa Pemerintahan Demokrasi Pancasila ( Orde Baru ) a. b. sehingga Dekrit ini dapat diterima oleh seluruh rakyat Indonesia. c. Menetapkan berlakunya kembali UUD 1945 dan tidak berlakunya kembali UUDS’50. tekad. dan itikad baik yang mendalam untuk mengabdi kepada rakyat. Landasan Orde Baru Idiil : Pancasila 6 Konstitusional : UUD 1945 . demi kepentingan nasional yang dilandasi oleh falsafah Pancasila dan UUD 1945. bangsa. maka modal asing leluasa masuk dan menguasai perekonomian bangsa Indonesia. karena dekrit ini menyuarakan hati nurani rakyat untuk kembali ke UUD’45. Pengertian Orde Baru yang terpenting adalah suatu orde yang mempunya sikap. Periode 1956-1959 ini mengalami banyak konflik. 3. Pengertian Orde Baru Orde Baru adalah tatanan seluruh kehidupan rakyat. Membentuk MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. b. dan negara Republik Indonesia yang diletakkan kepada kemurnian pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945. Tindakan Presiden berupa dekrit yang sepihak ini tetap berdasarkan suatu hukum luar biasayang di dalam sebuah negara disebut Hukum Tata Negara Darurat. sehingga membuat badan Konstituante hasil Pemilu I mengalami kesulitan besar dalam mengatasi keos yang ada di Indonesia saat itu.

Orde Baru berhasil membubarkan PKI beserta ormas-ormasnya yang dianggap sebagai 7 . d.yang kemudian mayatnya di buang di Lubang Buaya. e.seperti Jenderal Ahmad Yani.yang berisi : 1) 2) 3) Pembubaran PKI Pembersihan kabinet dari unsur-unsur PKI Penurunan harga/perbaikan ekonomi Akhirnya dengan berdasar pada Surat Perintah 11 Maret 1966 ( SUPERSEMAR ). dengan meluruskan segala bentuk penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945. KAMI. Perjuangan Penumpasan G-30S Penumpasan Gerakan 30 September 1965 dapat dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat.dll.berkat keyakinan bangsa Indonesia terhadapa kebenaran Ideologi Pancasila. Kemudian para pemuda yang dipelopori KAPPI. Maksud. sehingga pada tanggal 1 Oktober 1965 Gerakan 30S/PKI dapat dilumpuhkan. Sebab dengan Pancasila ini seluruh kekuatan bangsa dapat disatupadukan. anti kolonialisme dan imperialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. serta mengutamakan pembangunan nasional dalam segala bidang. Tujuan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.hanya dalam tempo satu hari pada tanggal 1 Oktober 1965 usaha kudeta itu berhasil diatasi dan dengan adanya peristiwa itu lahirlah Orde Baru. Lahirnya Orde Baru Lahirnya Orde Baru tidak lepas dari gerakan PKI di Indonesia yang terkenal dengan GERAKAN G-30S/PKI yang terjadi pada tahun 1965.Operasional : Garis-Garis Besar Haluan Negara c. Gerakan tersebut mempunyai tujuan untuk melakukan kudeta terhadap pemerintah dengan cara membunuh para Jenderal Angkatan Darat. Namun.Tujuan dan Sifat Orde Baru Maksud memurnikan kembali cita-cita perjuangan kemerdekaan yang dicetuskan pada tahun 1945. Sifat realistis dan pragmatis tanpa meninggalkan idealisme. dan Front Pancasila pada tanggal 12 Januari 1966 mendatangi gedung DPR untuk mengajukan TRITURA ( Tri Tuntutan Rakyat ).

budaya. Perjuangan Pembangunan Nasional Perjuangan pembangunan nasional meliputi bidang politik. 2) Menyusun/melaksanakan Repelita 3) Melaksanakan Pemilu sesuai dengan Tap No. perbaikan prasarana. Titik berat Pelita I adalah pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian. karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian. perluasan lapangan kerja. dimulailah pelaksanaan Pelita I (1969-1974). Pada masa Orde Baru ada 7 Kabinet Pembangunan. yaitu : 1) Menciptakan stabilitas politik dan ekonomi sebagai syarat untuk berhasilnya pelaksanaan Repelita dan Pemilu. Sedangkan sasarannya adalah pangan. f.sumber kekacauan. 8 . Pada 1 April 1969. yang dikukuhkan dalam Ketetapan MPRS No. dan hankamnas. yaitu : 1) KABINET PEMBANGUNAN I Kabinet Pembangunan I adalah nama kabinet pemerintahan di Indonesia pada tahun 1968-1973. Kabinet Pembangunan I terbentuk tanggal 6 Juni 1968 dan dilantik pada tanggal 10Juni 1968. sosial. Perjuangan pembangunan ini di awali dengan pembentukan Kabinet Pembangunan I pada tanggal 6 Juni 1968.XII/MPRS/1968 sebagai Panca Program Kabinet Pembangunan. Tujuan diselenggarakan Pelita I adalah untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. XLII/MPRS/1968 4) Mengkikis habis sisa-sisa G-30S/PKI dan setiap perongrongan terhadap Pancasila dan UUD 1945 5) Melanjutkan penyempurnaan dan pembersihan secara menyeluruh aparatur negara dari tingkat pusat sampai daerah yang bermasalah. ekonomi. Komposisi kabinet ini tidak jauh berbeda dengan komposisi menteri dalam Kabinet Ampera II. sandang. Presiden pada Kabinet ini adalah Soeharto. perumahan rakyat. dan mengamankan 15 orang menteri yang mempunyai indikasi gerakan 30 September 1965. dan kesejahteraan rohani.

Ali Wardhana Prof Dr. Sumantri Brodjonegoro Drs. Keuangan. Sarbini Dr. S. Idham Khalid 1 Menteri Koordinator Ekonomi. SH 13 Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik Dr. SH Prof. Ir. Jusuf Prof. Oemar Senoadji. Thayeb Hadiwidjaja Letjen M. dan Industri Sultan Hamengkubuwono IX Nama Letjen Basuki Rahmat H. Siwabessy KH Muhammad Dahlan Laksda Mursalin Daeng Mamangung Letjen H. G. Sumitro Djojohadikusumo Prof Dr.  Susunan Kabinet Menteri Koordinator # Jabatan 2 Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Menteri Pemimpin Departemen # Jabatan 3 Menteri Dalam Negeri 4 Menteri Luar Negeri 5 Menteri Pertahanan Keamanan 6 Menteri Kehakiman 7 Menteri Penerangan 8 Menteri Keuangan 9 Menteri Perdagangan 10 Menteri Pertanian 11 Menteri Perindustrian 12 Menteri Pertambangan 14 Menteri Perhubungan 15 Menteri Pendidikan & Kebudayaan 16 Menteri Kesehatan 17 Menteri Agama 18 Menteri Tenaga Kerja 19 Menteri Transmigrasi & Koperasi 20 Menteri Sosial 9 Nama KH.Pada masa kabinet ini.H Laksda Boediardjo Prof Dr. terjadilah peristiwa Malari (Malapetaka Limabelas Januari) pada tanggal 15-16 Januari 1974 yang bertepatan dengan kedatangan PM Jepang Tanaka Kakuei ke Indonesia.A. Ir. Ir. Sutami . Frans Seda Mashuri Saleh. Dr. Dr. Adam Malik Jenderal Soeharto Prof. Dr. AM Tambunan.

yaitu :      Menteri Agama yang dijabat oleh Prof. Widjojo Nitisastro  Menteri Negara Bidang Pertahanan dan Keamanan / Wakil Panglima ABRI oleh Jenderal TNI Maraden Panggabean 10 . diadakan perombakan kabinet. dan pada bulan Januari 1969 digantikan oleh Mayjen Amir Machmud Perombakan (reshuffle) Pada bulan September 1971. SH dengan MPR/DPRGR dan DPA Menteri Negara Bidang Penyempurnaan dan Pembersihan H. Harsono Aparat Negara Tjokroaminoto Pejabat setingkat menteri    Jaksa Agung: Letjen Soegiharto Gubernur Bank Sentral: Drs Radius Prawiro Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban: Jenderal Maraden Panggabean Penggantian Tak lama setelah dilantik. Mendagri Letjen Basuki Rahmat meninggal dunia. HA Mukti Ali. MS Mintaredja. Dr. Sukowati. setelah Pemilu 1971. MS Mintaredja. SH Sunawar Menteri Negara Bidang Penyelenggaraan hukum pemerintah H. Dr. SH Menteri Tenaga Kerja oleh M. Sadli Menteri Transmigrasi & Koperasi oleh Subroto Menteri Negara Bidang Penyempurnaan dan Pembersihan Aparat Negara oleh Emil Salim  Menteri Negara Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional / Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional oleh Prof. MA Menteri Sosial oleh H. Dr.Menteri Negara yang mempunyai bidang tugas tertentu # Jabatan 21 22 23 Menteri Negara Pemerintah Bidang Pengawasan Nama Proyek-proyek Prof.

Pelita II berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata penduduk 7% setahun. Kementerian Negara Penyelenggaraan hukum pemerintah dengan MPR/DPRGR dan DPA dihapuskan. Di bidang industri juga terjadi kenaikan produksi. Susunan   Menteri Dalam Negeri : Amir Machmud Menteri Luar Negeri : Mochtar Kusumaatmadja  Menteri pertahanan dan keamanan/Panglima ABRI : jenderal TNI Maraden Panggabean  Menteri Kehakiman : Mochtar Kusumaatmadja  Menteri Penerangan : Mashuri  Menteri Perindustrian : M. Jusuf  Menteri Perdagangan : Radius Prawiro  Menteri Agama : Abdul Mukti Ali  Menteri Keuangan : Ali Wardhana  Menteri Pertanian : Thojib Hadiwidjojo  Menteri Pertambangan : M Sadli  Menteri Pekerjaan Umum : Sutami  Menteri Perhubungan : Emil Salim  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan : Sumantri Brodjonegoro (digantikan oleh Syarif Thayeb pada 18 Desember 1973 akibat meninggal dunia)  Menteri Kesehatan : GA Siwabessy  Menteri Sosial: MS Mintaredja  Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Subroto Menteri Negara 11 . perumahan. Presiden pada Kabinet ini adalah Soeharto sedangkan wakil presiden adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. 2) KABINET PEMBANGUNAN II Kabinet Pembangunan II adalah nama kabinet pemerintahan di Indonesia pada tahun 1973-1978. Sasaran yang hendak dicapai pada masa ini adalah pangan. Lalu banyak jalan dan jembatan yang direhabilitasi dan dibangun. sarana dan prasarana. dan memperluas lapangan kerja. mensejahterakan rakyat. dimulailah Pelita II (1 April 1974 – 31 Maret 1979). Perbaikan dalam hal irigasi. Pada masa kabinet ini. sandang.

dan Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya. Isi Delapan Jalur Pemerataan:  Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak. Adam Malik. Kabinet menyelenggarakan Pelita III (1 April 1979 – 31 Maret 1984). sandang dan papan ( perumahan ). Pedoman pembangunan nasionalnya adalah Trilogi Pembangunan dan Delapan Jalur Pemerataan. Isi Trilogi pembangunan terdiri dari:    Stabilitas nasional yang dinamis Pertumbuhan ekonomi tinggi. Pemerataan kesempatan berusaha. Pelita III lebih menekankan pada Trilogi Pembangunan yang bertujuan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 3. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas : Widjojo Nitisastro 2. Pemerataan kesempatan kerja. 12 .     Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan keselamatan. Arah dan kebijaksanaan ekonominya adalah pembangunan pada segala bidang. Menteri Negara Riset dan Teknologi : Sumitro Djojohadikusomo 3. Menteri Sekretaris Negara : Mayjen Sudharmono Pejabat Tinggi Negara Setingkat Menteri 1. Jaksa Agung : Ali Said Gubernur Bank Sentral : Rachmat Saleh Pangkopkamtib : Sumitro 3) KABINET PEMBANGUNAN III Kabinet Pembangunan III (1978-1983) adalah kabinet yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dengan Wakil Presiden H. khususnya pangan. 2. Pemerataan pembagian pendapatan. Adapun susunan kabinetnya adalah sebagai berikut.1.

 Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembagunan khurusnya bagi generasi muda dan jaum wanita. 17. 4. 16. 5. 10. 2.    Pemerataan penyebaran pembangunan di wilayah tanah air. Harun Zain Menteri Negara 1. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan. 2. 7. 9.B. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan: Jenderal (Purn. 5. SH Menteri Penerangan: Jenderal (Purn. 4. Daoed Joesoef Menteri Kesehatan: Soewardjono Surjaningrat Menteri Agama: Alamsyah Ratu Perwiranegara Menteri Sosial: Supardjo Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Prof. 8. Drs. Menteri Dalam Negeri: Amirmachmud Menteri Luar Negeri: Mochtar Kusumaatmadja Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI: Jenderal TNI M. 11.) Surono Menteri Pemimpin Departemen 1.) Maraden Panggabean 2. 3.) Ali Moertopo Menteri Keuangan: Ali Wardhana Menteri Perdagangan dan Koperasi: Radius Prawiro Menteri Pertanian: Soedarsono Hadisapoetro Menteri Perindustrian: A. 12. 13. Soehoed Menteri Pertambangan dan Energi: Subroto Menteri Pekerjaan Umum: Purnomosidi Hadisaroso Menteri Perhubungan: Rusmin Nurjadin Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Dr. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat: Jenderal (Purn. Sumarlin Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup: Emil Salim Menteri Negara Riset dan Teknologi: BJ Habibie Menteri Sekretaris Negara: Sudharmono 13 . Yusuf Menteri Kehakiman: Moedjono. Menteri Negara/Kepala Bappenas: Widjojo Nitisastro Menteri Negara PAN: J. Menteri Koordinator 1. 3. 15. 14. 6.R.

Pada Pelita IV lebih dititik beratkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industri itu sendiri. 4) Jaksa Agung: Ali Said Gubernur Bank Sentral: Rachmat Saleh Pangkopkamtib: Sudomo KABINET PEMBANGUNAN IV Kabinet Pembangunan IV (19 Maret 1983-22 Maret 1988) adalah kabinet yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dengan Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah. hal ini merupakan prestasi besar bagi Indonesia.Menteri Muda 1. Keuangan. 3. 2. Pada masa itu. Industri dan Pengawasan Pembangunan: Prof Dr Ali Wardhana 3. diselenggarakan Pelita IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989).8 ton. Hasil yang dicapai pada Pelita IV antara lain swasembada pangan. Hasilnya Indonesia berhasil swasembada beras. Menteri Muda Urusan Perumahan Rakyat: Cosmas Batubara Menteri Muda Urusan Koperasi: Bustanil Arifin Menteri Muda Urusan Pemuda: Abdul Gafur Pejabat Tinggi Negara Setingkat Menteri 1.  Susunan Kabinet Menteri Koordinator 1. 2. Kesuksesan ini mendapatkan penghargaan dari FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) pada tahun 1985. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan : Jenderal (Purn. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat: Letjen. (Purn. pada Pelita IV juga dilakukan Program KB dan Rumah untuk keluarga. Selain swasembada pangan.)Surono Menteri Koordinator Bidang Ekonomi. Pada tahun 1984 Indonesia berhasil memproduksi beras sebanyak 25. 2. 3.) H Alamsyah Ratu Perwiranegara. 14 .

Menteri Negara Riset dan Teknologi. Murpratomo Menteri Negara sebagai Menteri Muda 1. Menteri Agama: H Munawir Sjadzali MA 21. Soetanto. Menteri Sosial: Ny Nani Soedarsono SH Menteri Negara yang mempunyai bidang tugas tertentu 1. Menteri Dalam Negeri : Soepardjo Roestam 2. Menteri Muda/Sekretaris Kabinet: Drs Moerdiono 15 . Menteri Negara Pemuda dan Olahraga: dr. Menteri Perdagangan: Rachmat Saleh. Menteri Pertambangan dan Energi: Prof Dr Subroto 13. Menteri Pertahanan/Keamanan: Jenderal S Poniman 4. Menteri Kehutanan: Soedjarwo 11.) Achmad Tahir 16. Habibie 4. Menteri Perhubungan: Rusmin Nuryadin 15. SH (karena meninggal. Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup: Prof Dr Emil Salim 5. merangkap Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi: Prof Dr Ing B.) Sudharmono SH 2.Menteri yang memimpin Departemen 1. SH 5. Abdul Gafur 7. Menteri/Sekretaris Negara: Letjen.B. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Prof Dr Nugroho Notosusanto (karena meninggal dunia diganti) Prof Dr Fuad Hassan 19. Dr Mochtar Kusumaatmadja 3. Menteri Pekerjaan Umum: Ir Suyono Sosrodarsono 14. Menteri Negara Perumahan Rakyat: Drs Cosmas Batubara 6. Sumarlin 3.(Purn. Menteri Koperasi: Bustanil Arifin SH 9.) Sudomo 17. (Purn. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional merangkap Ketua Bappenas: Prof Dr J. Menteri Penerangan: Harmoko 6. Menteri Tenaga Kerja: Laksamana (Purn. Menteri Keuangan: Drs Radius Prawiro 7. Menteri Transmigrasi: Martono 18. dan Telekomunikasi: Letjen. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara merangkap Wakil Ketua Bappenas: Dr Saleh Afiff 8. SE 8.J. Menteri Pariwisata. Menteri Pertanian: Ir Achmad Affandi 10. Pos. Menteri Kesehatan: Dr Suwardjono Surjaningrat 20. Menteri Kehakiman: Ali Said. Menteri Perindustrian: Ir Hartarto 12. Menteri Luar Negeri : Prof. diganti) Ny A.S. Menteri Negara Peranan Wanita: Ny L.

Sumarlin Arifin Siregar Hartarto Sastrosoenarto Wardojo Ginandjar Kartasasmita Hasjrul Harahap Radinal Mochtar Azwar Anas Bustanil Arifin Cosmas Batubara Soegiarto 16 10 Menteri Pertambangan dan Energi 11 Menteri Kehutanan 12 Menteri Pekerjaan Umum 13 Menteri Perhubungan 14 Menteri Koperasi 15 Menteri Tenaga Kerja 16 Menteri Transmigrasi .H. Gubernur Bank Indonesia: Dr Arifin M Siregar 3. Moerdani 5) KABINET PEMBANGUNAN V Kabinet Pembangunan V adalah kabinet pemerintahan Presiden Indonesia. B. Jaksa Agung: Ismail Saleh. SH 2. Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Tanaman Keras: Ir Hasjrul Harahap 5. Susunan Menteri Departemen No. Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Pangan: Ir Wardoyo 4. B. Panglima ABRI: Jenderal L. Soeharto pada tahun 1988-1993. Menteri Muda Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri: Ir Drs Ginandjar Kartasasmita 3. Jabatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Menteri Dalam Negeri Menteri Luar Negeri Menteri Pertahanan Keamanan Menteri Kehakiman Menteri Penerangan Menteri Keuangan Menteri Perdagangan Menteri Perindustrian Menteri Pertanian Nama Rudini Ali Alatas L. Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Peternakan dan Perikanan: Prof Dr J.Hutasoit Pejabat tinggi yang erat hubungannya dengan kelancaran Tugas-tugas Kabinet Pembangunan IV (berkedudukan setingkat Menteri) 1. Moerdani Ismail Saleh Harmoko J.2.B.

Jabatan 25 Menteri Negara/Sekretaris Negara 26 Menteri Negara Perencanaan Nasional/Ketua Bappenas Pembangunan Nama Moerdiono Saleh Afiff Baharuddin Jusuf Habibie Emil Salim Siswono Yudo Husodo Akbar Tanjung Sarwono Kusumaatmadja A. Muljana Ketua Bappenas 17 . Pos dan Telekomunikasi 18 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 19 Menteri Kesehatan 20 Menteri Agama 21 Menteri Sosial Soesilo Soedarman Fuad Hassan Adhyatma Munawir Sjadzali Haryati Soebadio No.17 Menteri Pariwisata. S. Jabatan 33 Menteri Muda/Sekretaris Kabinet 34 Menteri Muda Keuangan 35 Menteri Muda Perdagangan 36 Menteri Muda Perindustrian 37 Menteri Muda Pertanian 38 Nama Saadillah Mursjid Nasrudin Sumintapura Soedradjad Djiwandono Tungki Ariwibowo Sjarifuddin Baharsjah Menteri Muda Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil B. Jabatan 22 Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan 23 Nama Sudomo Menteri Koordinator Bidang Ekonomi. Sulasikin Murpratomo 27 Menteri Negara Riset dan Teknologi/Ketua BPPT 28 Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup 29 Menteri Negara Perumahan Rakyat 30 Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga 31 Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara 32 Menteri Negara Urusan Peranan Wanita Menteri muda No. Keuangan. Industri dan Radius Prawiro Pengawasan Pembangunan Soepardjo Rustam 24 Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Menteri negara No.

Hartono 4 5 Menteri Penerangan 6 7 Menteri Keuangan Menteri Perdagangan Satrio Budihardjo Joedono (digabungkan dengan Menteri Perindustrian (sampai dengan 6 Desember 1995) sejak 6 Desember 1995) Menteri (bernama Menteri Perindustrian Tungki Ariwibowo Perindustrian dan 18 8 . Wiranto (menjabat Panglima ABRI sejak 16 Februari 1998) Menteri Kehakiman Oetojo Oesman Harmoko (sampai dengan R. Feisal Tanjung Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima ABRI (menjabat Panglima ABRI 21 Mei 1993 – 12 Februari 1998). Jabatan 1 2 Menteri Dalam Negeri Menteri Luar Negeri Nama Yogie Suardi Memet Ali Alatas 3 Edi Sudrajat (menjabat Panglima ABRI sampai dengan 21 Mei 1993). 41 Jaksa Agung 42 Gubernur Bank Indonesia Adrianus Mooy 6) KABINET PEMBANGUNAN VI Kabinet Pembangunan VI adalah kabinet yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Try Soetrisno dengan masa bakti (1993-1998). Jabatan 40 Panglima ABRI Nama Try Sutrisno Sukarton (sampai Singgih (sejak 1990) dengan Marmosujono 1990)[2].Pejabat setingkat menteri No. (sejak 6 Juni 1997) Mar'ie Muhammad 6 Juni 1997). Susunan Menteri departemen No.

Pos dan Telekomunikasi 15 Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Subiakto Tjakrawerdaya Kecil Abdul Latief dan Pemukiman Siswono Yudo Husodo Wardiman Djojonegoro Sujudi Tarmizi Taher Endang Kusuma Inten Soeweno Menteri Transmigrasi Perambah Hutan 16 Menteri Tenaga Kerja 17 18 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 19 Menteri Kesehatan 20 Menteri Agama 21 Menteri Sosial Menteri negara No.Perdagangan sejak 6 Desember 1995) 9 Menteri Pertanian Sjarifuddin Baharsjah Ida Bagus Sudjana Djamaloedin Soeryohadikoesoemo Radinal Mochtar Haryanto Dhanutirto Joop Ave 10 Menteri Pertambangan dan Energi 11 Menteri Kehutanan 12 Menteri Pekerjaan Umum 13 Menteri Perhubungan 14 Menteri Pariwisata. Beddu Amang (menjabat Kepala Bulog sejak 16 Februari 1995) 26 Menteri Negara Urusan Pangan/Kepala Bulog 27 Menteri Negara Kependudukan/Kepala BKKBN Haryono Suyono 28 Menteri Negara Investasi/Kepala BKPM Penggerak Dana Sanyoto Sastrowardoyo Soni Harsono Akbar Tanjung Sarwono Kusumaatmadja 29 Menteri Negara Agraria/Kepala BPN 30 Menteri Negara Perumahan Rakyat 31 Menteri Negara Lingkungan Hidup 19 . Jabatan 22 Menteri Negara Sekretaris Negara 23 Menteri Negara Sekretaris Kabinet 24 25 Nama Moerdiono Saadillah Mursjid Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Ginandjar Kartasasmita Nasional/Ketua Bappenas Menteri Negara Riset dan Teknologi/Ketua Baharuddin Jusuf Habibie BPPT/Kepala BPIS Ibrahim Hasan (menjabat Kepala Bulog sampai dengan 16 Februari 1995).

setelah tekanan politik besar dan beberapa demonstrasi. namun karena terjadi demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan massal 1998 akibat krisis ekonomi yang melanda Indonesia yang berujung pada 20 . Jabatan 36 Nama Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi. Masa bakti kabinet ini seharusnya berakhir pada tahun 2003. Syahril Sabirin (sejak 11 Februari 1998) Soesilo Soedarman Azwar Anas 41 Gubernur Bank Indonesia 7) KABINET PEMBANGUNAN VII Pada 21 Mei 1998. Silalahi Harmoko (sejak 6 Juni 1997) 35 Menteri Negara Urusan Khusus Menteri negara koordinator No.32 Menteri Negara Urusan Peranan Wanita 33 Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga 34 Menteri Negara Negara Pendayagunaan Aparatur Mien Sugandhi Hayono Isman T.B. Keuangan. Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di televisi Indonesia. Jabatan 40 Jaksa Agung Nama Singgih Soedradjad Djiwandono (sampai dengan 11 Februari 1998). Kabinet Pembangunan VII adalah kabinet pemerintahan Indonesia yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Baharuddin Jusuf Habibie yang masa jabatannya paling singkat (16 Maret 1998-21 Mei 1998). dan Saleh Afiff Pengawasan Pembangunan Menteri Negara Koordinator Bidang Industri dan Perdagangan 37 (bernama Menteri Koordinator Bidang Produksi dan Distribusi Hartarto Sastrosoenarto sejak 6 Desember 1995) 38 Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan 39 Menteri Negara Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Pejabat setingkat menteri No.

trilogi pembangunan. kemandirian. mengakibatkan kabinet ini menjadi demisioner. dan kekeluargaan itulah tumbuh ketahanan nasional. Yakni melepaskan diri dari ketergantungan pada pihak lain dan percaya atas kemampuan sendiri. SH Wiranto Muladi Muhammad Alwi Dahlan Fuad Bawazier Mohammad Hasan Justika Baharsjah . Keduanya akan memperkokoh ketahanan nasional dalam menjamin kelangsungan hidup dalam bernegara. kebersamaan.J. berbangsa. sebagai landasan kebijaksanaan pembangunan yang sudah teruji selama ini dan telah kita laksanakan.  Keempat. ketahanan nasional. Yakni stabilitas nasional. pertumbuhan dan pemerataan. Sebagai penggantinya. akan sanggup menghadapi segala gejolak yang timbul akibat globalisasi. Susunan Menteri departemen No. persatuan dan kesatuan. pemerintahan Indonesia dilanjutkan oleh Kabinet Reformasi Pembangunan.  Ketiga. Hartono Ali Alatas. Dari kemandirian.  Kedua. Habibie sebagai pejabat presiden dalam situasi darurat.pengunduran diri Soeharto dari jabatannya pada tanggal 21 Mei 1998 dan diangkatnya B. Jabatan 1 2 3 4 5 6 7 8 Menteri Dalam Negeri Menteri Luar Negeri Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Menteri Kehakiman Menteri Penerangan Menteri Keuangan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Menteri Pertanian 21 Nama R. Adapun Catur Krida Kabinet Pembangunan VII adalah sebagai berikut:  Pertama. Yaitu keuletan dan ketangguhan bangsa kita menghadapi berbagai tantangan dan ancaman. dan bermasyarakat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

g. 22 . Seni. pukul 20. Jaksa Agung 2. Atmonegoro Syahril Sabirin Selain tekanan demonstrasi massa.IV/MPRS/1973 tentang GBHN. Ketetapan MPRS No. juga akibat mundurnya 14 menteri menyusul Abdul Latief dari jabatannya sebagai menteri Menteri Pariwisata. Jabatan 1. dan Pembangunan. Saadilah Mursyid. Ketetapan MPRS No. dan Budaya 14 Menteri Koperasi dan Pengusaha Kecil 15 Menteri Tenaga Kerja 17 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 18 Menteri Kesehatan 19 Menteri Agama 20 Menteri Sosial Pejabat setingkat menteri No. Seni dan Budaya. Sambuaga Wiranto Arismunandar Faried Anfasa Moeloek Muhammad Quraish Shihab Siti Hardijanti Rukmana Bambang 10 Menteri Kehutanan dan Perkebunan 11 Menteri Pekerjaan Umum 12 Menteri Perhubungan 13 Menteri Pariwisata.9 Menteri Pertambangan dan Energi Kuntoro Mangkusubroto Sumahadi Rachmadi Sumadhijo Abdul Latief Subiakto Tjakrawerdaya Theo L. Keuangan.00 WIB melalui surat yang diterima Yusril Ihza Mahendra yang diteruskan kepada Mensesneg saat itu.XI/MPRS/1968 tentang Tugas Pokok Kabinet Pembangunan.XII/MPRS/1966 tentang Penegasan Kembali Landasan Kebijakan Politik Luar Negeri RI. Menterimenteri tersebut mengundurkan diri pada malam hari 20 Mei 1998. Ketetapan MPRS No. Gubernur Bank Indonesia Pengunduran diri massal Giri Suseno Hadihardjono 16 Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan AM Hendropriyono Nama Soedjono C. Perjuangan Politik Luar Negeri a)     Landasan Ketetapan MPRS No.XXIII/MPRS/1968 tentang Pembaharuan Kebijakan Landasan Ekonomi.

Untuk itu Indonesia berpendapat bahwa masalah Timor Timur harus di selesaikan melalui 3 alternative. tetapi sebagai wilayah NKRI. yaitu :    Timor Timur merdeka di bawah naungan Portugal Bergabung dengan Indonesia Merdeka penuh 23 . Selanjutnya Indonesia mengakui kemerdekaan Singapura. tidak mungkin bergabung sebagai negara. yang ditandatangani pada tanggal 11 Agustus 1966 dan dilanjutkan dengan pembukaan hubungan diplomatik pada tingkat Kedutaan Besar. 2. dengan ditandai dengan hubungan diplomatik sejak 7 September 1967.Menghormati hak-hak rakyat Timor Timur untuk menentukan nasibnya sendiri.Bila rakyat Timor Timur ingin bergabung ke Indonesia.b) Langkahnya Tahap awal mengakhiri politik konfrontasi dengan Malaysia dan Singapura dengan politik bertetangga dan bersahabat baik serta hidup berdampingan secara damai yang saling menguntungkan. Eropa. sedangkan Apodeti ( Associacao Populer Democratica Timorense ) menghendaki integrasi dengan Indonesia. Partai UDT ( Uniao Democratica Timorense ) menginginkan tetap di bawah bendera Portugal sebagai Timor Portugis. Mengakhiri politik poros Jakarta-Pnom Phen-Hanoi-Peking-Pyongyang. terjadi perubahan angin politik di tanah kolonialnya Timor Timur. Menghadapi hal ini Indonesia menyatakan sikap : 1.Tidak memiliki ambisi teritorial. h) Perjuangan Timor Timur Setelah kudeta militer di Portugal pada tanggal 25 April 1974. dan Afrika serta berperan aktif dalam berorganisasi regional dan internasional. Fretelin ( Frente Revolutionaria de Timor Leste Independente ) memperjuangkan kemerdekaan penuh. 3. Konfrontasi dengan Malaysia berakhir setelah terjadi persetujuan Bangkok. Kemudian memulihkan kembali hubungan dengan negara-negara di Asia.

dan forum internsional melalui PBB. e) Harus sesuai dengan nila-nilai moral dan etika yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa. d) Untuk membuat perubahan kondisi serta keadaan menjadi lebih baik. Keadaan ini menyebabkan selalu timbulnya upaya yang dilakukan oleh pihak Fretelin untuk mendapatkan perhatian dari pihak PBB.7 tahuun 1976 tentang pengesahan penyatuan Timor Timur ke dalam NKRI dan pembentukan Propinsi/Daerah Tingkat I Timor Timur yang ke-27. Namun kelompok Fretelin selalu melakukan manuver internasional yang mengatakan bahwa masalah Timor Timur masih sebagai masalah dalam sidang tahunan PBB. dengan di keluarkannya UU No. b) Ideologi Pancasila disalahgunakan oleh rezim penguasa untuk mempertahankan kekuasaannya. (UUD 45 ). Keputusan terkahir Timot Timur bergabung dengan Indonesia. b) Adanya cita-cita/landasan ideologis yang jelas ( Pancasila ) c) Berdasarkan pada kerangka struktural. c) Munculnya konflik social budaya yang berkepanjangan sebagai akibat penyelenggaraan pemerintah yang bersifat feodalistik dan paternalistic.Penyelesaian konflik Timor Timur di lakukan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding ( MOU ) pada tanggal 5 November 1975. 24 . 5. 1998) secara harafiah dapat dimaknai sebagai suatu gerakan memformat ulang. Berdasarkan makna itu. 2) Latar belakang lahirnya Masa Reformasi Akibat masa orde lama maupun orde baru bagi kehidupan Bangsa Indonesia : a) Lunturnya nilai-nilai agama dan budaya yang seharusnya dijadikan sumber etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Masa Pemerintahan Pasca Orde Baru Masa Reformasi 1998 1) Makna Refomasi Reformasi (Riswanda. sehingga akhirnya terjadi jajak pendapat pada tahun 1999 dan sebagai negara merdeka di bawah pengawasan PBB. dan kemudian di sahkan oleh DPR pada tanggal 17 Juli 1976. gerakan reformasi dapat dilakukan jika ada syarat-syarat sebagai berikut : a) Adanya suatu penyimpangan.menata ulang atau menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai yang dicita-citakan.

hutang luar negeri membengkak.persatuan Indonesia . Situasi dan kondisi penyimpangan terhadap implementasi nilai-nilai luhur pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut diataslah yang akhirnya memicu timbulnya tuntutan reformasi ini. Dengan dasar nilai yang jelas maka suatu gerakan reformasi akan mampu mengatasi segala persoalan disintegrasi. sehingga bertentangan dengan prinsip keadilan. f) Sistem politik yang otoriter sehingga tidak mampu menyerap aspirasi dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Dampaknya timbul krisis ekonomi yang berkepanjangan. e) Munculnya perilaku kehidupan ekonomi dengan praktek KKN. g) Penyalahgunaan kekuasaan karena lemahnya fungsi pengawasan oleh pemerintah dan lembaga perwakilan rakyat . yaitu disalahgunakan ABRI sebagai alat kekuasaan rezim pemerintah.d) Hukum telah menjadi alat kekuasaan dan pelaksanaannya diselewengkan oleh penguasa pemerintah. 3) Pancasila Dasar Cita-Cita Reformasi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia sesuai dengan tuntutan reformasi yang harus dijadikan dasar cita-cita reformasi. anarkisme serta brutalisme yang mengarah pada kehancuran bangsa dan Negara Indonesia Gerakan reformasi dalam perspektif Pancasila pada hakekatnya harus berdasarkan pada nilai-nilai ke Tuhanan Yang Maha Esa. XVIII/MPR/1998 tentang penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara dan sebagai cita-cita serta tujuan Negara Indonesia.serta terbatasnya pengawasan oleh masyarakat dan media massa sehingga transparansi dan perntanggung jawaban pemerintah untuk menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab tidak dapat terlaksana. yakni persamaan hak warga Negara di depan hukum. yang telah menyebabkan terjadinya penyimpangan peran TNI dan POLRI. serta berpihak kepada sekelompok ekonomi kuat (konglomerat). kemiskinan dan pengganguran semakin melebar. h) Pelaksanaan dwi fungsi ABRI.kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaa dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (kaelan 2000:24) 25 .kemanusiaan yang adail dan beradab . kemudian dituangkan dalam TAP MPR No.

22 tahun 1999 tentang otonomi daerah. 4) Masa Reformasi 1988-sekarang . yang di pimpin oleh Megawati Soekarno Putri.Habibie. Hasil pemilu 1999 ini dimenangkan oleh PDIP (partai demokrasi perjuangan Indonesia). dan kebijakan yang bersifat patisipatoris. Hal ini sesuai dengan makna pancasila sebagai idiologi terbuka yang bersifat dinamis. Meskipun PDIP menang dalam pemilu 1999. pemerintah memulai dengan mengadakan pemilu jurdil tahun 1999 dengan jumlah peserta 48 partai politik.J. namun dalam siding MPR tahun 1999 yang terpilih sebagai presiden adalah Abdul Rachman Wachid (Gus Dur). Guna mewujudkan pelaksanaan sistem demokrasi.Atas dasar itu gerakan reformasi dalam perspektif Pancasila merupakan suatu upaya untuk menata ulang negara dengan melakukan perubahan-perubahan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan mengarah ke kehidupan yang lebih baik. dan keempat disahkan pada tahun 2002. 26 .begitu pula dalam mendirikan partai politik. sistem kepartaian. kedua disahkan pada 10 Agustus 2000. Awal masa reformasi dimulai pada tanggal 20 Mei 1998 dengan presiden B. Masa pemerintahan presiden Gus Dur hanya berjalan sampai 2001. kemandirian parta-partai politik terjamin . sedangkan Megawati Soekarno Putri terpilih sebagai wakil presiden. ketiga disahkan 10 November 2001. Pada masa reformasi UUD 45 mengalami amandemen sampai 4 kali yaitu amandemen pertama disahkan pada 19 Oktober 1999. pada masa reformasi ini arus kebebasan pers yang berarti pembredelan pers ditiadakan. karena dianggap melanggar tugasnya sebagai presiden. Dampak dari amandemen ini antara lain terjadinya perubahan dalam pemerintah yang semula bersifat sentralisasi menjadi desentralisasi dengan pemberian otonomi yang luas pada daerah seperti yang dituangkan dalam UU No. sehingga mampu mengantisipasi perkembangan zaman terutama perkembangan dinamika aspirasi rakyat. sistem perekonomian nasional. sehingga MPR dalam sidang istimewa tahun 2001 mencabut kekuasaan Abdul Rachman Wachid dan mengangkat Megawati Soekarno Putri sebagai presiden RI dengan masa bakti sampai 2004. Selain itu pada perubahan peran militer.

teknologi. kehidupan manusia (masyarakat) berlangsung semakin cepat dan benturan-benturan kebudayaan semakin keras. Dalam proses globalisasi akan terjadi mobilitas kehidupan yang tinggi. 27 . Dengan kekuatan teknologi. persaingan antar bangsa akan menjadi semakin tajam dan keras. Berdasarkan hasil studi UNDP yang dilaksanakan pada tahun 1977 (data tersebut baru dikeluarkan pada tahun 1999) kualitas SDM Indonesia menempati urutan dunia ke 105 dari 174. ideologi. bangsa dan budaya dengan mudahnya dapat diterobos. Di era Global yang dampaknya sudah mulia terasa sekarang termasuk di Negara kita.pagar-pagar sosial. Semakin mudahnya berpindah dari satu Negara ke Negara yang lain. Dengan SDM yang sedemikian rendah maka daya saing bangsa Indonesia pun juga rendah. filter-filter budaya dan tembok-tembok politik antar bangsa. maka batas wilayah Negara. Semakin canggih ilmu serta teknologi. Globalisasi mencakup hampir semua bidang kehidupan ekonomi. Apakah itu berupa modal. budaya. tenaga kerja dan sebagainya”.5) Masa Globalisasi Kata Globalisasi berasal dari kata global dan local. Dalam salah satu tulisannya T. sehingga dunia (jagad) seolah menyatu. karena pada saat ini daya saing bangsa Indonesia masih tergolong rendah. dan iptek. Apalagi setelah kita dilanda krisis yang berkepanjangan yang mengakibatkan daya saing bangsa Indonesia makin merosot. untuk mengantispasinya kita harus dapat menyiapkan SDM yang berkualitas tinggi. politik. transportasi dan informasi. Hal ini merupakan tantangan yang harus diberi perhatian tinggi apabila kita tidak ingin tergusur dari kancah persaingan global. khususnya di bidang komunikasi. khususnya terkait dengaan masalah penegakan hukum. namun sampai saat ini tampaknya tuntutan reformasi total belum tercapai sepenuhnya. Indonesia.Cholik Mutohir menyatakan “Globalisasi adalah suatu proses perubahan yang disebabkan oleh gabungan aktivitas lintas batas antar Negara yang semakin meningkat dan teknologi informasi yang memugkinkan komunikasi hampir seketika ke seluruh dunia. pemberantasan KKN dan pengentasan kemiskinan . Di era global. sistem distribusi informasi sanggup menembus dinding-dinding geologis .Meskipun ada perubahan. informasi.

Dieng. Makna Lambang negara RI terbagi menjadi tiga bagian. artinya tahun 1945.Perisai yang terdapat di Garuda menunjukkan lambang tenaga pembangunan. mandiri. dan Penataran. Prambanan. karena SDM adalah produk dari pendidikan.Ditengah perisai ada garis hitam menunjukkan khatulistiwa. dan kuning emas serta warna hitam. Burung garuda 2. SDM yang dituntut dalam era global harus memenuhi persyaratan antara lain : kreatif. Selain itu lambang itu pernah di gunakan oleh Raja Airlangga dan ada pula di ceritera Mahabharata dan Ramayana. mampu menerapkan ipteks dan imtaq. warna yang ada di alam. Lambang-lambang persatuan Indonesia  Lambang Negara Garuda Indonesia Sejarah Lambang Burung Garuda diambil dari kebudayaan Indonesia. Semboyan Bhineka tunggal ika Warna yang terdapat dalam lambang Garuda adalah merah. 6. yakni dari mitologi.yaitu : 1. Hal ini semua dibutuhkan agar bangsa Indonesia mampu bersaing di arena global. bangsa Indonesia akan mampu terus meningkatkan usaha pembangunan nasional dalam rangka mengisi kemerdekaan. ekor Garuda terdiri 8 bulu artinya bulan ke-8 atau bulan Agustus.Lima buah ruang pada perisai menunjukkan lima dasar yang terdapat pada Pancasila. berorientasi ke masa depan.Hal ini mengingatkan kita pada Hari Kemerdekaan kita yaitu bertepatan pada tanggal 17-8-1945. sedangkan untuk di dalam negara sendiri. kualitas pendidikan harus ditingkatkan. bermoral. Kidal. produktif. memiliki daya saing. 28 .Diantaranya yaitu ada di Candi Kedaton. Perisai 3. serta memiliki semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Sayap Garuda masing-masing terdiri dari 17 bulu artinya tanggal 17.kesusastraan Indonesia dan dari pahatan-pahatan dari beberapa bangunan candi sejak dari abad ke 6 sampai abad ke 16. jumlah bulu kecil dibawah perisai ada 19 bulu dan jumlah bulu kecil di leher ada 45 bulu.Untuk menghadapi tantangan era global tersebut. putih.

Bhineka Tunggal Ika yang diambil dari Kitab Sutasoma karya Empu Tantular yang mempunyai berbeda-beda tapi satu.Dengan bahasa pula kita bisa menjalin hubungan baik dengan sesama.Gantinya yaitu sutra alam dari produk dalam negeri.1958-68.Lagu Kebangsaaan Lagu kebangsaan bangsa Indonesia adalah Indonesia Raya.40 tahun 1958 LN.Tetapi mulaitahun 1969 Bendera itu tidak lagi dapat dikibarkan karena sudah tua.198572. Bendera Merah Putih pertama kali di kibarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 yaitu bersamaan dengan konggres Pemuda di Jakarta.Mengenai bahasa. penjelasannya telah dimuat juga dalam pasal 36 UUD 45. 9.Kita bisa mengetahui apa kebangsaan orang itu dengan bahasa yang digunakannya. bahwa penghormatan kepada Merah-Putih telah mendarah daging pada penghidupan nenek moyang bangsa Indonesia sejak zaman Pra Sejarah.Bahasa Indonesia mengukuhkan kesejatian identitas Indonesia karena tumbuh dan berkembang sejalan dengan kebangkitan kesadaran nasioanal Indonesia. Lagu ini diperdengarkan pertama kali secara resmi dalam Kongres Pemuda Indonesia di 29 .Dibawah lambang Garuda ada tulisan huruf latin bahasa Jawa Kuno yaitu. yaitu bendera Kebangsaan Republik Indonesia diantaranya yaitu. Bendera Kebangsaan RI Ada beberapa undang-undang yang menjelaskanmengenai bendera. 7. 8. Bahasa Persatuan Bangsa Indonesia Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan bagi bangsa Indonesia.44 tahun 1985.nama bendera Merah Putih berubah nama menjadi Sang Saka Merah Putih pada saat Proklamasi.Bendera Pusaka Dwiwarna atau Sang Saka Merah Putih ini selalu dikibarkan diatas tiang yang tingginya 17 meter di depan Istana Merdeka di Jakarta saat Proklamasi. Pasal 36 C Undang-undang Dasar 45 dan dalam PP No.Baru tanggal 17 Agusus 1945 .Bahasa Indonesia.Hasil penelitihan historis dan di dukung oleh bukti-bukti Autentik.Pada tanggal 28 Oktober 1928 diikrarkan dalam Sumpah Pemuda bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa Persatuan. LN.Undang-undang atau pasal yang memuat penjelasan tentang Lagu kebangsaaan diantaranya adalah Pasal 36 B UUD 45 dan PP No.Penciptanya adalah Wage Rudolf Supratman.

1.Lagu kebangsaan Indonesia tidak boleh digunakan sembangan. Ketika penaikan / penurunan Sang Saka Merah Putih saat upacara 3. 2. Bahan tertawaan atau senda gurau  Tata Tertib penggunaan Lagu Kebangsaan . irama. iringan.Adapula tata tertib penggunaan lagu ini. kata-kata. 30 .Jakarta yaitu tanggal 28 Oktober 1928. 5.ada kewajiban menggunakan ataupun larangan untuk menggunakan lagu ini. 2.karena ini adalah lagu sakral negara. 4. Lagu tidak boleh dinyanyikan pada waktu atau tempat sesukanya sendiri. Sebagai penghormatan ke negara lain. Sebagai pernyataan perasaan bangga / nasionalis.  Lagu kebangsaan dinyanyikan / diperdengarkan . Sebagai penghormatan Kepala Negara / Wakil Kepala Negara. 1. 2. Untuk reklame dalam bentuk apapun juga. dan gubahangubahan lain dari yang sudah ditentukan. 1. Dalam rangka pendidikan atau pengajaran.  Lagu Kebangsaan dilarang dinyanyikan / diperdengarkan .yang wajib di taati oleh seluruh warga Indonesia. Tidak boleh dinyanyikan dengan nada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful