SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa. Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah. 2. Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep). 1 halaman kosong. kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. bahan naskah: Dluwang. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara.5 x 27.5 cm.5 cm.5 x 27. Bahasa: Jawa Cirebon. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. Ukuran. dapat diketahui. tulisan: 32 x 22 cm. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. sebagian dari Serang (Yusuf. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A. salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). Edi S. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan).1999:187). sudah berusia lebih dari 100 tahun. dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). tinta hitam. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman. di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988). gaya Cirebon. Walaupun demikian. sampul: 35. Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor. Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999). Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978. tulisan umumnya masih terbaca. halaman yang ditulis: 213 halaman. yaitu halaman awal dan akhir. bentuk: Prosa. 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda .4. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta. tebal: 214 halaman. naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. halaman: 35. yaitu: 1. aksara: Cacarakan. menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno.

Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. alasan penyusunan. sumber. dan Sundakuna. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. hukum. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. parwa dan sarga. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara.3. dibawa kembali ke negaranya. penyusun. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). Kolofon Bagian purwaka. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. pembentukan panitia. pengundangan nara sumber. Selain itu. Menurut Pangeran Wangsakerta. pencarian sumber dan bahan. Melayukuna. 4. tujuan penyusunan. Di antara mereka itu. Purwaka 2. terdiri dari tiga bagian. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar. Pustaka Carita Parahiyangan. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. seperti misalnya sejarah.1985: 537). dari daerah lain. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. Balikuna. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. Pustaka Nagara Kretabhumi. kepada Sultan Cirebon. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). dan kesehatan. nama naskah. yaitu: 1. yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda .

Pelaksanaannya. Jaksa Pepitu Cirebon. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi. di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. bahwa dalam tahun 1677 M. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). Panitia Pelaksana. yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . kadang-kadang amat ringkas. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. 4.1985: 530-557). Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2. 4. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. III. 3. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. 5. Bagian kedua. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. adalah sebagai berikut: a. 1. Musyawarah tersebut diadakan. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. 2. Penasehat: 1. tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan.masalah yang muncul dalam sawala. d. Kata pengantar itu kadang-kadang lebar.

Cangkuang. b. tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. Kuta Lingga. Parakan Muncang. Pasuruan. f. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. Namun di antaranya. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). dinilai kebenarannya oleh para penasihat. Kuningan. Tanjung Nagara. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. f. Galunggung. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. Imbanagara. setelah disepakati bersama. d. Tanjung Puri. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. Galuh. Berunai. Wirasaba. Panarukan. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. Maluku. Kudus. Lasem. Sangga V: Jambi. Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. Geresik. Mojoagung. Anggadipraja: duta keliling. Rancamaya. Galiyao. Benggala. Balambangan. undangan dan juru bahasa 6. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. Perelak. Sedayu. Tanjung Kutai. Lamuri.5. Sangga IV: Sumedang. dan Trengganu. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). yaitu: Sangga I: Surabaya. Rajagaluh. Sangga II: Mataram. Tumasik. Dermayu. c. Lamongan. Sindangkasih. Brebes. Kediri. Seran. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok). Campa. Talaga. Jepara. Tembayat. Kertabumi. Taliwang. Para Peserta. Lwah Gajah. dari negara tetangga yaitu: Mesir. Sri Langka. 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Losari. Ukur. Ambon. Giri dan Sendang Duwur. Banten dan Palembang. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). Nayapati. Demak. Luragung. Gurun. Semarang. Tanjungpura Karawang. Minangkabau. dibuat risalah resmi. Makasar. Tuban. Bantayan. Pasai. Bangka. Arab. Cirebon. India. Bagelan. Banggawi. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. Cina. Barus. Madura. Bali. Pendengar (pangreungeu). Malaka. e. Tegal. Sukapura.

g. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. IV. demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur. dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. tahun wafat raja dan banyak hal lagi. istri raja. dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. dalam upaya menyusun naskah sejarah. aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. keturunan raja-rajanya. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. tahun pemerintahan raja-rajanya. bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing. meletusnya suatu pemberontakan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). Madura dan Banten. Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah.

Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. Tetapi mereka memberikan catatan.Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya. tidak lagi dibuat-buat. Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. lebih-lebih dengan para sesepuh. Lebih. Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini. Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan. Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka. terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. Walaupun demikian.dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. Karena itu aku menempuh jalan tengah. Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya.

Tanggal tersebut. Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu. Patut disayangkan. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. oleh Jaksa Pepitu. la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan. memang baru dilakukan kemudian. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. Karena itu. Bila demikian halnya. Kemudian. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang. Dapat diketahui. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya. Dalam jilid yang lain. sebagai para penguasa Cirebon. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya. agamanya. dan Panembahan Anom. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang. selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja).jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662.beserta kerajaannya. Penulisan naskah menjadi pustaka. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. Dilihat dari gaya tulisannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. musyawarah itu telah berlangsung. baik secara khusus maupun sambil lalu. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. 10 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Setelah itu. adalah keterangan Wangsakerta. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. sehingga Karta ibukota Mataram. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut.terjadi penyerbuan Trunojoyo. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan. Pangeran Abulfath Abdulfatah. dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). Dalam kenyataannya. Permasalahannya. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). ada dua hal yang menarik. yaitu: 1. Tahun 1676. barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa. Dengan demikian. adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. dan 3. Alasan kedua ialah. apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. Sultan Kanoman. 2. Alasan pertama. dari orang yang sangat mereka hormati. berlangsung di Keraton Surasowan Banten. walaupun tidak dijelaskan. Di antara amanat Sultan Sepuh itu. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. dan Panembahan Kacirebonan). Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. ialah karena melihat kenyataan. karena para penyusun memperoleh tugas. Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan.

ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. Sedangkan beberapa hal lainnya. dekat Bukit Gempol tahun 1528. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. Jawa Timur. pada salah sebuah nisan. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. Dalam ambahan sumber. Secara runtut berlangsung. Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. Bila hal itu tidak mungkin. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. Samudera Pasai. Banjarmasin dun Nusa Bali. Bahkan. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama. Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. dengan cara mengkompromikannya. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. Dalam hal yang demikian. Sriwijaya. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. dapat dikatagorikan logis. sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Disana. Dari naskah-naskah yang terkumpul. dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. Tatar Sunda. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. dalam beberapa hal. Jawa Tengah. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia.riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna).

dalam pertengahan kedua abad ke-17. bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. Karena kesal. Dalam naskah tersebut. Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n . De Haan mengumpat Caeff. kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dr. Menurut Saleh Danasasmita. tanpa nilai khusus. bahwa berita tersebut "tidak benar". bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. Pada urutan ketiga. Sebagai Sejarawan Abad XVII. nyaris tidak dikenal oleh umum. membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. sama sekali bukan. Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). dicantumkan dengan tegas. Sedangkan Dipati Topati. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. pada tanggal 9-11 Maret 1986. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. Di bagian bawah naskah sebelah kiri. Di gedung Arsip Nasional. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. Tulisan tersebut berupa makalah. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya.V. F. Dalam sumber Kompeni lainnya. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. de Haan dalam buku Priangan II (1912). van der Meer dan Jan Mulder. ternyata benar-benar ada. Catatan Harian Kompeni. tersimpan sebuah dokumen. tokoh Pangeran Wangsakerta. dikenal adanya sebuah naskah wawacan. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. Di lingkungan terbatas kerabat keraton. De Haan (1912.

masih sangat kabur. dan Nayapati. Panembahan Girilaya berputra tiga. Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu. Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. pada tahun 1599 Saka (1677 M). maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat. Anggadiprana. senantiasa ingin merebut Cirebon. Purbanagara. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. Tapi raja Matararn. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta. Empat tahun kemudian. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. adiknya. Anggaraksa. Sunan Tegalwangi. Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. Dari puteri Mataram. Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. Singanagara. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. termasuk kedudukannya di Cirebon. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman. ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. Anggadireksa. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. Setelah Panembahan Ratu wafat. Dari perkawinan tersebut. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama.

15 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. Sementara itu raja Mataram. Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. yaitu aku sendiri. Pangeran Dipati Anom. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten. Mataram dan Belanda. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. Dalam pertempuran di berbagai daerah. Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. adiknya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. Setelah wafat. Setelah itu putranya. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama.bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano. tentara Mataram selalu menderita kekalahan. Susuhunan Amangkurat dan putranya. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi. ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya.

Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lalu Sultan Banten mewisuda kami. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan. Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda. Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda. Kutipan di atas. Akhirnya Panembahan Sepuh. merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. sehingga dapat menghapus segala kekisruhan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah. kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama. (Wangsakerta. Akan tetapi. Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang. SALAKANAGARA I. PURWAYUGA Sedemikian jauh. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala. bisa saja terjadi di Tatar Sunda. berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1.// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a. di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah. antara lain sebagai berikut: ... dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto).1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala). Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebelum kemungkinan itu terbukti. dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .BAGIAN : 2.

yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. hutan Makasar.000 tahun yang silam di Nusantara. tanpa busana. Ada pula yang seperti raksasa. Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n . terutama di Pulau Jawa.000 sampai 300. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan.000 tahun sampai 600. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung. Namun demikian. di lereng gunung dan tepi sungai.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .000 tahun yang silam. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. Kira-kira 1. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi.000. sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni. Kulitnya berwarna gelap. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. Mereka mirip kera. Akan tetapi. hanya menggunakan tangan. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. Kemudian. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. karena mereka berlaku seperti setengah hewan. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. belum ada mahluk hidup. permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. manusia hewan. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. Ada yang tinggal di atas pohon. Beberapa juta tahun kemudian. antara 750. hutan Sumatera. Berjuta juta tahun kemudian. Mereka adalah manusia purba. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan. besar dan tinggi sosok tubuhnya. dan hutan Kalimantan (Bakulapura). Di daerah lain di Pulau Jawa. Di antaranya ada yang menyerupai kera. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan.menjadi dingin.

Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain. Akan tetapi bertubuh lebih kecil.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas. serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah.000 tahun yang silam.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara.000 sampai 25. Kira-kira 250. antara 500. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah. antara 300. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare). Sumatera. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba. saling bunuh di antara sesamanya. Ke dalam zaman tersebut. musuh. diburu. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga).000 tahun yang silam. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara. Selanjutnya. hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga). Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). 19 | S e j a r a h K e r a j a a n .000 tahun yang silam. Sementara itu. Senjata dan perabotannya terbuat dari batu.000 sampai 300. tetapi buatannya tidak bagus. di Sumatera.000 sampai 20.000 sampai 50. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa. berwarna kuit agak gelap. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya. Mereka hidup antara 50. mahluk jenis inipun akhimya punah. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. jumlahnya tidak banyak.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600. ataupun binatang. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam. Seterusnya. dan Pulau Jawa. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. Mereka tidak cerdas.000 tahun yang silam. tidak banyak berbulu.000 tahun yang silam.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. dan daging hasil buruan. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen. tunas. buah-buahan. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan. hampir sama seperti di negeri asal mereka. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. tumbuhan. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. menguasai berbagai ilmu mantera. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. pohon besar. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. lalu menetap di sana. Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. Singkatnya. matahari. melindungi adat. memberi berkah. selalu bertapa. daundaunan. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. Rumah mereka itu berderet.Akibatnya. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. melaksanakan sembah-hiyang. dan keluarga. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. darah. sungai. mengharapkan berumur panjang. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. mengharap terlepas dari penderitaan. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. ikan. Setibanya di sini. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). Anak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Lama kelamaan. gunung. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). arwah leluhur. umbi-umbian. kayu. Untuk sementara. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. Mereka berburu hewan. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. Karena itulah. batu. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. dan rempah-rempah. masing-masing membuat rumah. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. mengalahkan musuhnya. mereka menderita kekurangan makanan. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. Makanan sehari-harinya adalah daging. lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. tunas. bulan dan bintang. cucu. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya.

tiba kira-kira tahun 1. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. musim kemarau. menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. hari. membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . hutan dan gunung. Kaum pribumi. lalu ilmu tentang rempah-rempah. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. membuat api dengan batu api dan besi. Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang.600 sebelum tarikh Saka. merasa terhina dan sangat takut. telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. dan ilmu memanah (dhanurweda). tentang ucapan. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. perak. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. Zaman ini.lukisan menurut kehendak masing-masing. ilmu tentang hutan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. kesengsaraan. gempa bumi. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. musim hujan. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). tentang gunung. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. ukuran. permata. kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. Kaum pribumi itu selalu kalah. pendatang baru makin lama makin banyak. dan kenistaan bagi orang pribumi. mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). dan perahu dengan baik. Di samping itu. tentang tanah. sedangkan batu-batuan dan tulang. tumbuhan. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. akan ditangkap dan dibunuh. makanan. Kaum pendatang kelompok ini. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. serta membuat aneka obat-obatan. mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. telah mengenal emas. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. Akan tetapi. serta membuat wayang dari kulit diukir. manik. Sebaliknya. segera dikalahkan. Terjadilah pengungsian besar-besaran. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). tentang hewan.

berdiaiu di wilayah Langkasuka. ia berdiam di dukuh di tepi sungai. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. Selanjutnya. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. 1980. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. Yu-wan dalam bahasa Cina. putera Ki Srengga namanya. menurut para akhli. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. di wilayah Propinsi Yunnan. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. Oleh karena itu. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . Datuk Pawang Marga. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. USA). yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. Datuk Banda putera Nesan namanya. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. Ki Pawang Sawer. dalam naskah tersebut dikemukakan. Selanjutnya Aki Dungkul.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. Sedarrgkan Yunnan sendiri. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. putera Ki Pawang Sawer namanya. putera Datuk Waling namanva. kota Yu-wan. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. Ki Bagang. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Sang Aki Bajulpakel. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. putera Datuk Pawang Marga namanya. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang.

gempa bumi. Karena orang pendatang baru. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus. berbagai perkakas dari besi. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. menimbulkan gempa tektonik. dan pengetahuan tentang tutur kata. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. Selanjumya. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. juga membuat berbagai obat-obatan. akibat pencairan es. Golongan pribumi senantiasa dihinakan. perilaku mengenai alat penukar. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. karena bodoh. begitu pula membuat perahu bagus. Kenyataannya. Mereka menanam padi. ialah membuat senjata dari besi. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. India dan Burma (Myanmar). ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. juga pengetahuan tentang tanah. segalanya terbelakang. membuat perlengkapan perang dari besi. pengetahuan tentang berbagai binatang. perak. yang dijadikan makanan sehari-hari. Wayang. pengetahuan tentang laut. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. di puncak Himalaya pada saat musim semi. dibuat dari kulit yang diukir. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. pengetahuan tentang hari. (musim) penghujan dan kemarau. Biarpun sering melawan. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. Penyebabnya. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. berkeliaran tanpa tujuan. Mereka telah mampu membuat rumah besar. IV. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. manik. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. juga emas. pengetahuan tentang memanah. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . tentang makanan yang lezat. orang yang datang baru bertambah banyak. Mengembara di hutan dan gunung-gunung.arah barat di wilayah Kashmir. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. kendaraan. Adanya benturan dua lempeng tersebut.000 depa). di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. gunung. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China. kristal. berbagai tumbuh-tumbuhan.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. Terutama para pendatang. telah banyak golongan warga masyarakat. Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan. Tetapi. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. Permulaan pertama tahun Saka. ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat.nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. Di antaranya ada yang bermusuhan. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. yang banyak datang dari negeri Bharata (India). terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara. Dua wangsa inilah. ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. Dukuh itu ada yang besar. negeri Cina dan sebagainya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . negeri Singhala. Dengan demikian. Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. yang tiba di Pulau Jawa. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. yang sangat banyak berdatangan di sini. tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). Di sini. 30 | S e j a r a h K e r a j a a n . atau tidak jauh dari muara sungai. Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut. seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. yang menjadi pribumi tiap dusun. ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan. Dukuh besar ada di tepi laut. di pulau-pulau Nusantara. ada yang kecil. Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil. tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat). negeri Gaudi. maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). Mereka senantiasa datang di sini. Di antara mereka.

Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain.daerah sepanjang pantainya. China. Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. adik Dewawarman. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. Pohaci Larasati menjadi permaisuri. Sedangkan adiknya yang lain. namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). Yawana. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). sedangkan isterinya. seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini. karena mereka telah menjadi penduduk di situ. Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. sebelum meninggal. Kota besar lainnya lagi. Demikian pula para pengikut Dewawarman. daerah. dijaga oleh pasukan Dewawarman. Nusa Api (Krakatau). Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. Agrabhintapura.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selanjutnya. Oleh karena itu. diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. dengan nama nobat. puteri Sang Aki Luhur Mulya. yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. Syangka. Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. Oleh karena itu. dan pesisir Sumatera bagian selatan. Setelah Aki Tirem wafat. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. serta barang barang lainnya. lalu beranak pinak. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. masuk pula dalam wilayahnya. sebab jalur ini merupakan gerbang laut. Dewawarman dan pasukannya. Dewawarman ini. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. Tatkala Aki Tirem sakit. dan Abasid (Mesopotamia). ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. Bumi Sopala. diperisteri oleh Sang Dewawarman. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. Daerah kekuasaan Salakanagara.namanya terkenal. Beberapa tahun sebelumnya. 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dewi Dwanu Rahayu. tidak ingin kembali ke negerinya.

Kelak. Yang kelima. sang rani. seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi.252 Masehi). dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India.238 Masehi). yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. laki-laki.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri. bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun. Pada masa pemerintahannya. Anak yang tertua. Yang kedua. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. terjadi serangan bajak laut dari negeri China. la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi. 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi. la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya. ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara.308 Masehi). dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 . PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. Dari perkawinannya dengan puteri India. Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 .VI. Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. Yang keempat. Dari perkawinan ini lahir seorang putera. Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. laki-laki bemama Gopala Jayengrana. Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 . putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara.

Lengkaradewi beserta suami dan puterinya. Kemudian. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya. Krodamaruta tidak lama berkuasa. yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi). Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. Setelah pernikaharmya. ketika sedang berburu di hutan. puteri sulung Dewawatman VII. adalah Sphafikarnawa Warmandewi. Pada tahun 270 Saka. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana.seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya. 33 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. pada tahun 262 Saka (340 Masehi). bersenjata lengkap. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. Akhli waris tahta yang sah. Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. Sphatikarnawa Warmandewi. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akibat peristiwa itu. Akan tetapi. putera Sri Gandari Lengkaradewi. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. karena ia tewas tertimpa batu besar. puteri sulung Dewawarman VII. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. Dari puteri ini dengan Atwangga. sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. di Rajatapura (ibukota Salakanagara). dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana.

sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. selama 233 tahun (130-363 Masehi). sebab puteranya. Dewawamm IX. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. J. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura.Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. Yang sulung. namun jumlahnya tidak seberapa. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara.I (1987: 31). genaarnd Pien. dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. een gezantschap naar Cina. tinggal di Yawana dan Semenanjung. Semenanjung. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. Ada yang memuja Siwa. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. Yang kedua. herkencl. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas. kehidupan penduduk makmur sentosa. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. Raja Indraprahasta yang pertama. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. seorang putera bernama Aswawarman. VII. ada yang memuja Wisnu. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. ada yang memuja Ganesha. telah dilacak oleh N. dan Jawa Tengah. la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. Kelak setelah ayahandanya wafat. kemudian. Permaisuri yang kedua. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. Dewawarman VIII. Anggota keluarganya yang lain. Java-eiland. Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. Ekadjati. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. Di antara penduduk. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota. In den nanm van het land ia Yawadwipa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bernama Candralocana. Yang ketiga. C. ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga.

Untuk lebih dipahami. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz. tetapi djuga akan menerangkan. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa). telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. yang disebut di dalam Hou Han-shu. it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". dikemukakan pula kutipan terjemahannya. hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. di dalam hal ini. hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. jang mana akan berarti. Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Hal ini katanya tidak mengherankan. Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). 1950:11). dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon. tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym.eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . jang bukan sadja berarti. Memang mungkin sekali. naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M.

G. Hall. Ferrand. yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi. Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien. Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa. mungkin ada artinya dalam hubungan ini. "Sabadeibai Tiga". meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien.. Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama". yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas. Pendapat D. Javadvipa.E. secara detail berisi tentang Asia Tenggara. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M. E. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. D. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931). dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta. 1958 dalam Soewarsa. seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya. Sartono Kartodirdjo. datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II.G. dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti. sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall. dihuni oleh pemakan daging manusia. Menurut dugaan Sarjana Perancis G. Hall. sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. mengemukakan hal yang sama.perutusan ke Cina pada tahun 132 M. "Chryse Chersonesus".1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai. tahun 132. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. Buku VII dari Geographianya.1988:1718).1987:32). (Atja & Ekadjati. antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. mengutip tulisan NJ. juga dihuni oleh pemakan daging manusia. pulau Jawa. Di dalam berita itu disebutkan.

menyatakan bahwa pada abad ketiga. yaitu emas dan perak. Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. Vietnam. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. ujung utara Sumatera. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. yang merupakan hasil utama kawasan itu. Pulau Panaitan. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. dengan sendirinya diduga kuat. la. negeri emas dan Chryse Chersonensos. bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus.1977: 6). terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara. Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. 37 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. dan menyebut kota itu dengan nama Barus. Menggunakan sumber yang sama. memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67). lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. memberitakan. Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat. dalam Michrob 1993: 32). Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. Selat Sunda. pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. yaitu negeri Perak. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. Tiao artinya Dewa.Dalam buku Geographike. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". Chryse Chora. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). semenanjung emas. kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. Menurut Ayatrohaedi. dan Pien artinya Warman. Hasan Mu'arif Ambary.

Lebak Munjul. Bahkan. Cina. India. Pandeglang. Rute Ptolemeus adalah Venesia. Barus. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I.1993: 37). Hasan Mu'arif Ambary. berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi. Teluk Aden (Yaman). Temuan selanjutnya. dapat diduga. terjemahan Effendi. yang diperkirakan berasal dari abad V. Prasasti ini. Iskandaria. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus.Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia. Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Cina. Sartono Kartodirdjo. dalam bukunya Geographia Hyphegesis. terdapat di Jawa Barat (Krom. yang berarti perak. tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat. berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. 38 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo. pernah melakukan penggalian di Palembang. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara.1977: 36). adalah "terjemahan" dari Merak. banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. sebagai Dewan Pakar menyimpulkan. Berdasarkan temuan tersebut di atas. dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. sudah ada jalur bisnis di Asia. dan nyatanya. yang terletak di tengah Sungai Cidangiang.1956:10). Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. dan kembali ke Venesia. bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. dan Persia. Ayatrohaedi dan Edi S. mengemukakan pendapatnya. Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten. Glory and Gospel. 1996:15).

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Raja-raja bawahan itu. gajah seekor. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan makanan lezat. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. Kemudian. mendapat hadiah dari raja. Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. disebut Cisuba. pakaian. memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. yang diberikan kepada raja Indraprahasta. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. yang diibaratkan Dewa Wisnu. Tahun 410 Masehi. serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. yang ditulis pada batu. datang ke ibukota (Sundapura). ialah: sapi 400 ekor. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. Pengerjaan. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). ditandai lukisan telapak tangan. Dua tahun kemudian. ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. Sang Purnawarrnan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Demikian pula para pedagang. ikut serta berkarya bakti di situ. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta. Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. Setiap orang. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. Sang Purnawarman. yang ikut serta mengerjakan saluran ini. ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik.raja-raja sesamanya (panji segala raja). dengan iringan suara gamelan yang merdu. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. Sebagai tanda penyelesaian karyanya. pakaian. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. mengalir sampai di istana kerajaan. Prasati itu. Tiap tahun. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. Para petani merasa senang hatinya. yang biasa membawa perahu. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. Sungai yang bagian hilirnya. dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). Semua mereka itu. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. dari desa sekitarnya. kuda 20 ekor.

karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. sebuah patung Wisnu. dengan membawa berbagai perkakas. Panglima Angkatan Laut. sambung menyambung tidak terputus. berkarya-bakti siang-malam. pakaian serta makanan lezat. yang dilengkapi dengan patung pribadinya. Sang Maharaja Purnawarman. berjajar memanjang di tepi sungai. Jadi. Sang Purnawarman sedang sakit. Sang Mahamantri. sebuah bendera Tarumaragara. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. membuat prasasti yang ditulis pada batu. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. Kemudian. kuda 10 ekor. dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut.000 ekor. banyak membuat prasasti batu. kepada para Brahmana. yang ikut serta dalam pekerjaan ini. Ada pun kali Candrabaga itu. Demikian pula di tempat-tempat lain. memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata. kerbau (mahisa) 80 ekor. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. Ribuan penduduk. Sang Adyaksa. Perinciannya: sapi (ghoh) 1. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar. Dengan demikian. Sang Maharaja. lukisan telapak kaki tunggangannya. beberapa puluh tahun sebelumnya. memperbaiki. Sang Juru. laki-laki dan perempuan. Sang Purnawarman. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . lukisan telapak kakinya. disertai beberapa orang Menteri Kerajaan. Sedangkan para pemuka dari daerah. telah diperbaiki. Mereka itu. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. Setiap orang. pakaian bagi para Brahmana. Sang Purnawarman. Sang Purnawarman. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). Waktu dilangsungkan upacara selamatan. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. Sang Tanda. beserta pengiring lengkap. dan bahan makanan. Selanjutnya. Para petani menjadi senang hatinya. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. kakek Sang Purnawarman. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. dari desa-desa sekitarnya. Di situ.

diperbesar dan diperkuat. Dahulu. Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). sebanyak 52 orang dapat ditawan. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. selalu memenangkan pertempuran. Pembersihan terhadap kaum perompak ini. Sernua itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. terjadi di perairan Ujung Kulon. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. bunga teratai. pasukan Tarumanagara. perompak yang ditawan itu. makanan lezat. dibunuh dengan berbagai cara. Tetapi. ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. Karena itu. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya. Hadiah berupa sapi 800 ekor. harimau dan sebagainya. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. apabila hendak pergi menyerang musuhnya. Kemudian. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. Seorang demi seorang. Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. mengepung dua buah kapal perompak. dengan tulisan pada batunya. Sisanya. Sehingga. yang merajalela di perairan barat dan utara. Demikian pula halnya Angkatan Laut. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. Karena itulah. dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. sebahagian terbunuh dalam perang. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). Sang Purnawarman. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). Angkatan Laut Tarumanagara. Selamatan dan hadiah harta. Perang pertama dengan kaum perompak ini. pakaian. ditulis pada prasasti batu. la pun seorang pemuja Batara Indra. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. di antara mereka. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . kerajaan ini tidak seberapa.sanghyang tapak. di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. Dari 80 orang perompak. memperbaiki. di tengah laut.

Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat.Telah lama. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak. 1984: 3-1). dipinta atau dirampas. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa. prabu yang setia serta penuh kepahlawanan. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. dan penduduk Tarumanagara merasa senang. barat dan timur. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. dikuasai kaum perompak. Pada bagian ini. Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. Semua kapal diganggu. bercokol di perairan Teluk Lada ini. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita. Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. yang menjadi panji segala raja. perairan Pulau Jawa sebelah utara. 45 | S e j a r a h K e r a j a a n . Semua barang yang ada di dalamnya. Kemungkinan besar. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang. barulah keadaan menjadi aman.

Beberapa ratus tahun sebelumnya. yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. bernama Cakrawarman. Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga. Negeri ini. untuk mempererat persahabatan. Sumatera dan lain-lain. Keluarga itu. adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). menjadi Bakulapura. Cina. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). datang dari India. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. Bakulapura. telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. Sang Nagawarman.Adik Sang Purnawarman. banyak di antara anggota keluarga ini. menjadi Panglima Perang. berlukiskan naga (nagadhuajarupa). dimulai dari Sang Pusyamitra. Bendera Angkatan Lautnya. menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru. menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). Sopala. bernama Nagawarman. yang diberi nama Kuta (Kutai). la pernah mengunjungi Semenanjung. berasal dari Bakulapura. Kakak perempuan Sang Aswawarman. telah beberapa puluh keturunan. ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). Pangkal silsilah mereka. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. Puteri Sang Kudungga. Sang Kudungga putera Sang Atwangga. diperistri oleh Sang Aswawarman. Cambay (di India). berlukiskan berbagai macam binatang. mempunyai bendera. Adapun bendera kerajaan Taruma. keluarga itu. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Yawana. Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). Sedangkan pamannya dari pihak ayah. Karena itulah. raja Tarumanagara pertama. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. berada di situ dan menjadi penguasa. Salah seorang isteri Sang Purnawarman. 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang mengungsi ke berbagai negara. Sang Kudungga. negeri Syangka. kemudian diubah namanya. Salah seorang anggota keluarga Sungga. bersama keluarga dan pengiringnya. laki-laki dan perempuan.

Paladu. seorang raja besar di pulau itu. kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). Sang Purnawarman. Gunung Manik (Manikprawata). Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . Purwanagara. Cupunagara (Subang). masih saudara satu-buyut. Alengka. Wanagiri. Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. Purwakerta (Purwakarta). Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. Galuh Wetan (Ciamis). diperistri oleh seorang raja di Sumatera. Setelah Sang Kudungga wafat.Jadi. menjadi semakin erat. Malabar (Bandung). sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. penduduk. Penganut Budha. Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. Indraprahasta (Cirebon). wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. Legon (Cilegon). Penduduk pribumi. Dari permaisuri ini. Gunung Kubang (Garut). Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. berasal dari: Sumatera. Aswawarman dengan isterinya. ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. Ia dipusarakan di tepi Citarum. kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Cangkuang (Garut). Karang Sindulang. Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. Gunung Cupu. Permaisuri Sang Purnawarman. sebagai penguasa Bakulapura. Aswawarman berputera tiga orang. menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. Yang sulung bernama Mulawarman. Peraturan Ketentaraan. Kosala (Lebak). Siasat Perang. adalah keturunannya. sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). Akan tetapi. Sri Maharaja Purnawarman. Bumi Sagandu. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. bernama Wisnuwarman. adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang). Kecuali di Pulau Sumatera. Kelak. Manukrawa (Cimanuk). Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. Gunung Kidul. menjadi penguasa Bakulapura. Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. Silsilah Dinasti Warman. menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. Purwalingga (Purbalingga). kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. Putera sulungnya. Ujung Kulon (Pandeglang). Adik Wisnuwarman yang perempuan. Bakulapura. adalah puteri salah seorang raja bawahannya. Sabara. tidak seberapa banyak. Sri Jayanasa. kelak menggantikan ayahnya. Agrabinta (Cianjur). ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. Dalam masa pemerintahannya. Sindang Jero. Sagara Kidul. Nusa Sabay. Sang Aswawarman menggantikannya.

la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi). Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). Indihiyang (Tasikmalaya).(Majalengka). Dua Kalapa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Indrawarman. Digantikan oleh puteranya. Wanajati. dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. sebagai raja Tarumanagara kesembilan. dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. putera sulungnya. Setyaraja. dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. Pasir Muhara. Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). Digantikan oleh puterannya. digantikan oleh adiknya. sebagai raja Tarumanagara kelima. Sang Kretawarman. Digantikan oleh puteranya. sebagai raja Tarumanagara ketujuh. Kalapa Girang (Jakarta Selatan). Sang Wisnuwarman. dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. Digantikan oleh puteranya. Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. la. Pakuan Sumurwangi. Wanadatar. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). Pura Dalem (Karawang). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). Tanjung Camara (Pandeglang). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). Sagara Pasir. Sang Suryawarman. dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. Digantikan oleh puteranya. Sang Candrawarman. Sang Sudawarman. memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). Rangkas (Lebak). Sang Dewamurti. Karena tidak punya keturunan. Jati Ageung. Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). sebagai raja Tarumanagara keenam. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat. dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. Pasir Sanggarung (Cisanggarung). pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). Linggadewata.

dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi. seharusnya tampil dalam panggung sejarah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. menjadi Kerajaan Galuh. dengan Batas sungai Citarum. tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. Ketika ia naik tahta. dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. ditandai dengan adanya pewarisan tahta. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. dalam sumber Cina yang terakhir. Sang Tarusbawa. 49 | S e j a r a h K e r a j a a n . di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. ke berbagai negara sahabat. menjadi Kerajaan Sunda. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. dengan nama nobat. Kerajaan Sunda. II. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. menantu Sang Linggawarman lainnya. Oleh sebab itulah. dan Rangkas). Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). mengganti nama Tarumanagara. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). memegang peranan penting bagi Tarumanagara. Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman.Digantikan oleh puteranya. Dari sejak itulah. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. Dalam tahun yang sama. la digantikan oleh menantunya. Sang Nagajaya. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). Peristiwa tersebut berakibat fatal. Wilayah timur Tarumanagara. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. sebagai penerus tahta Tarumanagara. Dengan berbagai akibatnya. Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. memerdekakan diri. menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). Sang Tarusbawa. sebagai raja Taruma nagara keduabelas. Kosala. Digantikan oleh puteranya. Ujung Kulon. Sang Linggawarman.

ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena. Setelah keraton selesai dibangun. Dalam Prasasti Canggal. 2. Sebagai penggantinya. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua. Seharusnya. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. Sebab. 3. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana. Narayana. di Kerajaan Galuh. yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda. Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. dalam sastra klasik. dan Suradipati. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun. Setelah 9 tahun berkuasa. Sang Sanjaya. dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya.Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi.Suradipati. tetapi ia wafat dalam usia muda. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n . daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton.Madura. "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. pada tahun 654 Saka (732 Masehi). disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. Punta. sering disebut Panca Persada. Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. cucu Sang Tarusbawa. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memindahkan ibukota kerajaan. Prinsipnya. yang terusir oleh Sang Purbasora. adalah ayahnya Teja Kancana. di Kerajaan Sunda. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. Sena-Sanaha. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. dalam usia 91 tahun. Jumlah 5 keraton tersebut. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. Madura. di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah.

Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. memperisteri Dewi Saraswati. Setelah prabu Gilingwesi wafat. Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. karena putera Sang Banga tersebut. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. Disebut demikian. 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . akhirnya tahta Kerajaan Sunda. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. ialah: 1. dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). pada tahun 795 Masehi. Sang Banga mempunyai putera. dan 2. Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). Dari permaisurinya. yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. Rakeyan Wuwus. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. pada tahun 852 Masehi. Raja Galuh tersebut. bernama Rakeyan Medang. sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. Dengan demikian. Sebagai putera laki-laki.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. pada tahun 825 Masehi. Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. Rakeyan Hujungkulon. selama 8 tahun. kemudian diberi nama Dewi Samatha. diwariskan kepada Sang Arya Banga. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). digantikan oleh menantunya. ketika ia wafat. Dewi Sawitri. yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. digantikan oleh menantunya. Dari Dewi Kirana. menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. Batara Danghiyang Guruwisuda. dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. Sedangkan Dewi Sawitri. Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. Setelah Prabu Hulukujang wafat. Rakeyan Diwus.Saunggalah (Kuningan). la diwisuda pada tahun 739 Masehi. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon). Rakeyan Medang. Batara Danghiyang Guruwisuda.

dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). karena dibunuh dan digulingkan. Pasukan Kerajaan Sunda. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). sebelah barat Citarum. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. Serbuan inipun. di bawah naungan Prabu Jayadrata.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rakeyan Jayagiri. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. 3. Kerajaan Galuh. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. Prabu Wanayasa Jayabuana. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. Rakeyan Limbur Kancana. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. oleh Rakeyan Umbur Kancana. membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. Baru empat tahun memerintah. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. memperoleh dua orang putera. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. atas perintah Prabu Jayadrata. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. dikerahkan kemudian. yang dibunuh oleh adiknya. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. yang besar dan lengkap. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. sebab pada tahun 916. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. Rakeyan Windusakti. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. Rakeyan Jayagiri naik tahta. Di pihak lain. Rakeyan Jayagiri. antara lain: 1. Selanjutnya. dan 2. Akan tetapi. Rakeyan Jayagiri.Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. 52 | S e j a r a h K e r a j a a n . Rakeyan Kamuning Galling. kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling.

ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. suanii Dewi Ambawati. Prabu Dewa Sanghiyang. damai kembali. ketika wafat. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. Sebagai tindakan balas dendam. di antaranya: 1. dan 2. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. Rakeyan Gendang. menantu Prabu Limbur Kancana. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. dan 2. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. Pada tahun 1012 Masehi. Rakeyan Sunda Sembawa. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. Prabu Wulung Gadung. yang bertahta di Kerajaan Galuh. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. berputera dua orang. Dewi Somya. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. naik tahta pada tahun 930 Masehi. dibunuh oleh seseorang. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Dewi Somya. putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. calon pengganti ayahnya. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. beralih ke Rakeyan Watuageng. di antaranya: 1. Prabu Brajawisesa wafat. mengangkat keponakannya. Dewi Rukmawati.Di Kerajaan Galuh. Rakeyan Sunda Sembawa. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n . bergelar Maharaja. Prabu Limbur Kancana. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. atas perintah Dewi Ambawati. dari tahun 973 sampai 989 Masehi. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. Tahta Kerajaan Sunda. Prabu Dewa Sanghiyang. kemudian ia naik tahta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Resiguru Darmasatyadewa.

ditunjuk Sang Wirakusuma. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. dimulal pada tahun 1019 Masehi. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. sampai tahun 1065 Masehi. dari tangan saudara seayahnya. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. tiga di antaranya ialah: 1. menjadi Mangkubumi kerajaan. dan menyandang gelar Maharaja. dipercayakan kepada adik isterinya. penggantinya adalah Sri Jayabhupati. la berputera beberapa orang. digantikan oleh puteranya. keduanya memerintah. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Dewi Sumbadra. Ketika mengawali masa pemerintahannya. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. 2. Sedangkan Dewi Sumbadra.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Langlangbumi. Dewi Citrawati. dua di anataranya ialah: 1. dan digunakan sebagai gelar resmi. Dewi Puspawati.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. memerintah di Kerajaan Galuh. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. Prabu Sanghiyang Ageung. adalah Sang Darmaraja. adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. diterima pula oleh Prabu Airlangga. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. menjadi Panglima Angkatan Perang. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. Akan tetapi. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja. dan 2. berusaha merebut kekuasaan. Wirayuda. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Bersama-lama. Sri Dharmawangsa Teguh. dan 3. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. Hadiah nama gelar semacam itu. Sang Wikramajaya. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. pemberontakannya dapat ditumpas. putera mahkota calon pengganti ayahnya. Darmanagara.

di antara keturunan Sri Jayabhupati. Senapati Wirayuda. yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. la pun tidak menghendaki. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. Selama memegang kekuasaan di Galunggung. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). Oleh karena itu. tingkat keamanannya menjadi rawan. Ratu Batari Hiyang. Di pedesaan antara wilayah Galuh. Akan tetapi. Sebenarnya. Akan tetapi. Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. Permaisuri Puspawati. Maharaja Langlangbumi. dengan cara mengadakan pendekatan. Galunggung. membentuk angkatan perang. dan Galunggung. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. Kemudian. akibat ulah kawanan perampok. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. Yuwaraja Menak Luhur. yaitu Dewi Citrawati. Sang Maharaja Langlangbumi. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. timbulnya perpecahan. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. penguasa Kerajaan Galunggung. akan jadi duri dalam daging. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. kalau tidak segera diatasi. Dahiyang Guru Darmayasa.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. Sunda. Resiguru Sudakarena. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. Senapati Kusumajaya. Selesai membangun ibukota yang baru. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. Kemudian ditempuh jalan damai. 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. yang dihadiri oleh kedua belah pihak. Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. Senapati Suryanagara. Mangkubumi Darmanagara. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. mempunyai seorang puteri. dua di antaranya: 1. Sang Darmasiksa. Kemudian. Puteri Saungggalah. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung). pindah ke Pakuan (Bogor). beribukota di Saunggalah (Kuningan). 3. dan dijadikan permaisuri. Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. Darmasiksa. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. tahun 1187 Masehi. puteranya. Prabu Menakluhur. dan 2. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. memperisteri Ratna Satya. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. Galuh dan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Cakranagara. memperoleh putera: Rajapurana. wafat tahun 1155 Masehi. dengan ibukotanya di Galunggung. Ratna Wisesa. kedudukan pusat pemerintahan. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. menggantikan tahta ayahnya. Ratu Galunggung. maka kedudukan Raja Sunda. Prabu Darmakusuma memperoleh putera. memperoleh putera. yaitu: 1. la bergelar Maharaja. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. 2. Prabu Menakluhur. Dari pernikahannya Dewi Puspawati. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. puterinya Mahisa Campaka. Puteri Darmageng. menjadi Mangkubumi. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. memperoleh putera. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh.2. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. Dari perkawinannya. Sebagal penggantinya. karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. lahir tahun 1168 Masehi. tahun 1175 Masehi. cucu Batari Hiyang Janapati. yang bergelar Dyah Lembu Tal. Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). Prabu Ajiguna Linggawisesa. Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Pengganti Prabu Citraganda. Pengganti Prabu Ragasuci. Rahiyang Jayadarma. Sedangkan Prabu Rajapurana. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. dari Puteri Saunggalah. 3. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi. Dewi Kiranasari. la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. adik iparnya. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). disebabkan wafat muda. Permaisuri Prabu Citraganda. pulang ke Tumapel Jawa Timur. Karena sebelumnya. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. berjodoh dengan Dara Puspa. Oleh karena itu. Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi.perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. di antaranya: 1. sampai tahun 1333 Masehi. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). Prabu Darmasiksa. Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. Kelak. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari). Kemudian digantikan oleh puteranya. ibukota Kerajaan Sunda beralih. Suryadewata. Setelah dewasa. atau Aki Kolot. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. puteranya. menjadi raja di Kerajaan Sunda. puteranya. Ragamulya Luhur Prabawa. Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. dalam usia 44 tahun. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). Rahiyang Saunggalah. Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. Dewi Antini. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. tidak sempat menjadi Raja. Pada masa pemerintahannya. Karena. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. 2. dikaruniai umur panjang. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). Prabu Citraganda. adalah puterinya Prabu Rajapurana. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). Prabu Linggadewata. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. Sebagai pengganti Prabu Citraganda.

Putera kedua laki-laki. Putera ketiga laki-laki. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. 3. puteri mahkota Sunda itu. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. lalu memerintahkan laskar Majapahit. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. Prabu Maharaja Sunda. la menjadi berang. Semua pasukan Majapahit. hal itu amat bertentangan. Tibalah saat yang bahagia. janji tersebut tidak ditepatinya. 2. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. hal itu. 4. sebagai isteri persembahan (upeti). dengan Sang Patih Gajah Mada. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. Karena itu. adalah Sang Patih Mada. sebelumnya. menginjak usia 18 tahun. Wastu Kancana. siap untuk bertempur. Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. meluaplah hati Sang Patih Mada. Sesungguhnya. Akan tetapi. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. digantikan oleh puteranya. menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. Bahkan ia. selalu menyetujui keinginan Patihnya. Sang Prabu Hayam Wuruk. didampingi oleh adiknya. akan diperisteri (resmi). dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. Sesungguhnya. ada yang berkuda. tidak bersedia menyerahkan puterinya. ada yang menunggang gajah. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. Semua orang mengetahui. Di antara mereka. Sang Bunisora. lahir tahun 1348 Masehi. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena Sang Puteri Dyah Pitaloka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setiba di sana.Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. bahwa sang puteri Citraresmi. Sesungguhnya. Prabu Linggabuana. meninggal dalam usia 1 tahun. yang bergelar Mangkubumi Saradipati. meninggal dalam usia 1 tahun. dengan janji Bre Majapahit sendiri. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. Dyah Pitaloka. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. lahir tahun 1339 Masehi. dan dijadikan permaisuri. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. Demikianlah. Akhirnya.

Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. sebagai panglima perang. melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. Kemudian. Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. Rakeyan Rangga Kaweni. Sang Mantri Patih Wirayuda. kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. Ki Juru Wastra. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. Ki Mantri Supit Kelingking. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. lalu menundukkan kepala.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada.ada yang naik kereta. dan beberapa ratus orang berjalan kaki. Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). melakukan mati-bela (bunuh diri). Rakeyan Mantri Saya. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. Pertempuran berlangsung sengit. Ki Mantri Sebrang Keling. namun. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. Ki Panghulu Sura. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. Karena itu. Namun akhirnya. Sang Panji Melong Sakti. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. Namun seandainya mereka kalah dan gugur. Rajaputri Dyah Pitaloka. semua orang Sunda yang ada di sana gugur. kehormatanku dan semua kesatria Sunda. Hatinya cemas dan ragu-ragu. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. tibalah pasukan besar Majapahit. Rakeyan Mantri Sohan. Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. semuanya hanya 98 orang. Sang Ratna Citraresmi. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. Pengecut perbuatannya. Rakeyan Juru Siring. dengan persenjataan lengkap. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). Betapapun. bersama semua pengiringnya.

2. cenderung sebagai raja pendeta. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). disebut sebagai Satmata. tuhagama. Oleh karena itu. ia memperoleh putera. Dalam naskah Carita Parahiyangan. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. merupakan tahap tertinggi. yang diwarnai suasana religius. Semua orang Sunda. dan nirawerah. yang lahir pada tahun 1369 Masehi. Satmata adalah tingkatan ke-5. usai terjadi sebelum tengah hari. adigama. Mayangsari. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi. Sang Bunisora mempunyai putera. seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. dan 4. Sang Bunisora. ketika usianya sudah 20 tahun. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. Banawati. Dari permaisuri Laksmiwati. baru berusia 9 tahun. pemerintahan Kerajaan Sunda. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. memperisteri gadis pilihannya. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. padamlah segala hasrat dan nafsu. tidak seorangpun yang tersisa. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. Sang Niskala Wastu Kancana. tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). binasa. 1. orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. gurugama.menyerang Kerajaan Sunda. Sang Bunisora. satmata. Setelah satu tahun. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. 3. Dalam menjalankan pemerintahan. suraloka. puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. Menurut naskah Kropak 630. yang datang di Bubat. Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). di antaranya. Sang Haliwungan. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. Bratalegawa.

Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken. antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. Sang Bunisora wafat.Pada tahun 1371 Masehi. Majapahit dilanda Perang Paregreg. merasa betah berada di bawah pemerintahannya". serta bu (eter). Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan. akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. teja (cahaya). pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia.1999: 24). setelah memerintah di Kerajaan Sunda. Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang. Apah (air). dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. pada tahun yang sama. Selama masa pemerintahannya. tercatat dalam kaol Cina. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. yang terjadi pada tahun 1453 . 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya. Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya. untuk unggul dalam perang). Pakeun heubeul jaya dina buana. Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Setelah wafat. naik tahta pada usia 23 tahun. la masih sempat mendengar. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. memerintah di Kerajaan Sunda. dipusarakan di Nusalarang. dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita. sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ada dua kejadian penting yang patut dicatat. selama 3 tahun. Untuk hidup lama berjaya di dunia. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari.1456 Masehi. 1984: 42). bayu (angin). Akibatnya. Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). Majapahit tidak mempunyai raja. yaitu kedatangan angkatan laut Cina. selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. Menurut Chau ju-kua. akasa (langit).

pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). Kedua-duanya menderita kerusakan berat. setelah masing masing mengundurkan diri. tanpa diketahui. catatan Chau ju-kua itulah. Pertempuran tersebut. Salahsatu catatannya mengemukakan. Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. siapa yang menang dan siapa yang kalah. antara lain: 1. ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda. Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. Hanya saja. diakhiri oleh kedua belah pihak. dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta. yang sering menjadi sumber dugaan. yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). bekas ibukota Tarumanagara). masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina. Rupa-rupanya. sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). Dalam masa "gencatan senjata". Ketika Chou Ku-fei mencatatnva.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . meminta bantuan dan perlindungan. Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. 2. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya. yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. dengan isi yang sama. "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta.Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya.

Pelabuhan Banten dimaksud. berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi.5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa). Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten). masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara". Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu). Dalam catatan kaki. Chia-lie-pa (Kalapa. dan menuju arah 187.1999: 107). melalui Chia-liu-pa (Kelapa). bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken. demikian ungkap Guillot. Jakarta).5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon). "Banten dinamakan Sunda". serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong. apapun bahasanya(Guillot. Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya.1996:119). dibahas pula oleh Heuken. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan.3. Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan). Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten. yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot. Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas). Upaya penyelesaian jalan damai. dibahas pula oleh para akhli. antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n .1996:119). antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa. Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa. Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon). dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. kapal-kapal menuju arah 97.

bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Claude Guillot. dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. Sangat menarik. berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. Pembuktian arkeologi ditampilkan. angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot. belum menemui titik terang. Jerman).1996: 111). 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . boleh. CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). yaitu 932 M (854 S) (Guillot. Menurut Chau Ju-kua. telah sering dilakukan. dan Sonny Wibisono. 1996). yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). sedangkan candi yang terletak di G. Kapalembangan diinaksud. masih dilanda kegelapan. Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi. jalan untuk menuju ke Banten Girang. Artinya.Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi. Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan. Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken. Akan tetapi. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. melihat arca-arcanya. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan.jadi sama dengan catatan Portugis. untuk memperkuat suatu anggapan.1996:111). atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. angka tahun tersebut.1999: 24). sekaligus merupakan daya dukung. terutama melalui penelitian arkeologi. masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala. yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel. telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. Pulasari. Lukman Nurhakim. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang.

terdiri atas 4 baris huruf. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. no. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. bunyi. Batutulis ini kini telah hilang. pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. adalah kata majemuk tatpurusa. Candrasangkala: kawiraja. kata. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan. 6888). sepadan dengan bujangga. antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. Ekadjati dalam Carita Parahiyangan. saat yang pantas diperingati.V 1923.Untuk lebih jelasnya. Bogor. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. dan pasagi. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto. bacaan yang benar adalah 854 Saka. pangambat. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. bernilai angka 4. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda. mengenai prasasti Kebonkopi II. maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu. kala untuk cakakala atau sakakala. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. sesuatu untuk diperingati. perintah. bujur sangkar. ia menuliskan tahun 942 Masehi. padahal seharusnya 932 Masehi. sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989). bahwa ia seorang pembesar istana. Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bernilai angka 8. yang bentuknya tidak beraturan. halaman 18. distrik Leuwiliang. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. panca = 5. tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. sabda.

1. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian. yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Menurut pengakuannya. halaman 13-14. Peristiwa sejarah. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala. Timbulnya perbedaan anggapan. antara lain sebagai berikut: . Sehingga kawihaji panca pasagi (854). // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. dan 3.1989:186-187). dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. 2.Bunyi prasasti. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. menampilkan angka tahun 932 Masehi. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung. dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya. yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sriwijaya (Atja & Ekadjati. Guillot menampilkan angka tahun 932?. Satyawati Suleiman. Sewaka Darma. karena itu ia mengajukan dugaan. menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch. parwa I sarga 3. bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna.. la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n . "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala.

Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda). tempat lahir Sang Tarusbawa. antara lain sebagai berikut: . dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat". daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan). Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). menghadiri upacara "Barpulihkan". sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya. yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). Kemudian. Pada prasasti Kebonkopi II. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya. yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. seperti dugaan Bosch. antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. Sriwijaya". Yang ketiga. Akan tetapi. "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. Yang keempat perempuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana. 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". Dengan demikian.561 Masehi).. tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. ikhwal "Sunda" dijelaskan. tentu ada nilai-nilai sakral. Mahisawarman namanya.tahun.. digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II. setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. Putera yang kedua. Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). yang menjadi Menteri Tarumanagara.. tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman. Sang Matsyawarman namanya. yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 . Dipilihnya lokasi Pasir Muara.

Pada tahun 669 Masehi. antara lain sebagai berikut: . Sunda Sembawa (Bekasi). Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman. raja Sriwijaya. berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). mengakhiri kekuasaannya. diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pada tahun 536 Masehi.. dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. oleh Sri Maharaja Tarusbawa. di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. Sedangkan Sriwijaya. raja keduabelas Tarumanagara. telah melakukan perjanjian bersama. Kerajaan Sriwijaya. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. Sri Maharaja Linggawarman.. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda. tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. Kekecewaan Guillot. Sang Tarusbawa. dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. disebabkan. menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara. Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali... halaman 176. dengan menjalin persahabatan. menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi. menantu Sri Maharaja Linggawarman. Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. yaitu Dewi Sobakancana.. // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// .. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). parwa 11 sarga 3. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3.catatan. Sebagai pengganti. untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n . masih merupakan kerajaan kecil di Palembang. yang menikah dengan Dewi Manasih. Pergantian nama kerajaan. Adik Dewi Manasih. kerajaan Sriwijaya. yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana. karena nama kerajaan tersebut.

bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). Persoalan yang muncul. bahkan kesan tersebut harus dicermati. Ibukota Pajajaran misalnya. tetap setia mengikuti alur waktu. semakin samar untuk ditemukan. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. Kehadiran Salakanagara. tidak berdiri sendiri. Salakanagara. mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. Tarumanagara. seperti Banten Girang. merupakan tindakan balas dendam. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai pembanding. tidak ia hiraukan. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526. akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. 1996:100). Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. III. yang pernah menaklukan Banten Girang. Untuk diketahui secara objektif. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. yang diperankan sebagai "musuh Banten". Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. menelusuri kurun zaman.1996:137). "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Banten di masa silam. dengan segala perkembangan kehidupannya. Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. Kerajaan Sunda.Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. Kesan Guillot memang "patut diperhatikan".

lawasnya ratu saratus tahun. kini sudah menjadi bangunan permanen. diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. kembali terbagi dua. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur). sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut.sarga 5. Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. sebagai tanda keutamaan raja. tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi. Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda.yang haluwesi. dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan. Sumatera Selatan). nu nyaeuran sanghiyang rancamaya.punta. dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. Selanjutnya. kawasan bekas Tarumanagara.narayana-madura-suradipati. di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). Peninggalan warisan Sang Susuktunggal. dengan nama: Ing Puri Bima Sakti. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati. dari sejak tahun 1382 Masehi. Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi). yang terletak di bukit Badigul (Bogor). Kemudian Sang Ningrat Kancana.dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja). dengan nama Kerajaan Galuh. Lokasi bekas keraton tersebut. 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . nu mikadatwan sri bima. yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Sebelumnya. Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya. Sang Haliwungan. diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda. dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. mangka premana raja utama. sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama). putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan. dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya. putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. sirna tanpa bekas.

tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Yang di pertuan di Galuh. Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). hingga memerangi kerajaan ayahnya. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. kena salah twah. peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu.. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). Baru kemudian. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. Dia yang dipusarakan di Guna Tiga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk kepentingan membuka pesantren. Akibat salah perilaku. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. diberi nama Raden Praba. meninggalkan ibukota. Sunan Ampel sendiri. Raden Patah. Tiga tahun kemudian. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. akibat perceraian dengan suaminya. hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. dengan ibukota di Keling. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). maka dalam tahun 14'75 Masehi. salah seorang isteri Prabu Kertabumi. seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. Dari ibunya. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n .Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. atas permohonan Ratu Darawati. dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. Prabu Kertabumi. mengakhiri kekuasaan ayahnya. adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. memperisteri perempuan terlarang dari luar. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. la adalah tohaan di galuh. Uniknya. menggempur Majapahit. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. inya nu surup di guna tiga. tokoh Sang Ningrat Kancana. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel. adalah kemenakan Ratu Darwati. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). Dalam tahun 1473 Masehi. Kemudian. Di Palembang. lawasnya ratu tujuh tahun. sebagal guru dan juga mertuanya. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). diterima kemudian dari Sunan Ampel.

Kemudian. dilakukan oleh Girindrawardana.. diterima dengan tangan terbuka. tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki. Dalam hal ini. memperoleh seorang puteri. saudara seayah Prabu Kertabumi. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. Prabu Dewa Niskala. Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. Puteri Ratna Ayu Kirana. Selaln itu. Prabu Dewa Niskala. Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. Prabu Dewa Niskala. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. Rombongan pengungsiannya. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh). yang menyudahi kekuasan Kertabumi. telah menjodohkan puterinya. 2. tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. diberi nama Raden Bondan Kejawan. oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. keluarga keraton Kawali. Dari pernikahannya. Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi). Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi. kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. yang sudah bertunangan. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. Menurut versi lain. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura. dengan Raden Baribin. Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. keluarga keraton Majapahit. wanita itu terpisah dari tunangannya. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. ibukota Kerajaan Galuh. Oleh karena itu. Dalam pengungsian.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). Oleh karena itu. dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. Raden Baribin. Menurut hukum waktu itu. ia tersamar dalarn cerita rakyat. yang mendirikan Mataram Islam. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). Di sana. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). Kelak. ada juga yang sampai ke Kawali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari Wandan Bondri Cemara.

sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. di wilyah netral. Peristiwa penobatannya di Pakuan. karena kekuasaan pemerintahannya. penguasa Kerajaan Sunda. adalah: 1. Putera sulung Prabu Dewa Niskala. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. 2. dan memutuskan. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. Begitu pula Prabu Susuktungggal. 2. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. Menantu Prabu Susuktunggal. yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). samasama mengerahkan pasukannya. Selanjutnya. Tentu saja. Peristiwa tersebut. Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum. B. incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. dari permalsuri. Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). konflik kedua pemimpin negara. ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. prebu ratu purane pun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Untuk menyelamatkan keadaan. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. sangat marah. tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh.Prabu Susuktunggal. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. harus diserahkan kepada Jayadewata. Prabu Susuktunggal. bahwa: 1.

dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana. Ya dialah (yang membuat semua itu). memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. Sri Baduga Maharaja. yang terjemahan langsungnya. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. membuat samida. la memperteguh pertahanan ibukota. mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jika seorang raja wafat. Prasasti Batutuhs Kota Bogor. yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. agar sukma raja tersebut. pagelaran (macam-macam formasi tempur). Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. kemudian kerangkanya diperabukan. Pembuatan prasasti tersebut. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya.samida. Upacara semacam itu. membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. 1981: 25). Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. kesatrian (asrama prajurit). Maksudnya. pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). pada tahun 1533 Masehi. membuat jalan yang diperkeras dengan batu. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. memperkuat angkatan perang. ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. maka raja tersebut digali dari kuburnya. dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita.

sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. Dasa. Kecamatan Tarumajaya. adalah pajak tenaga perseorangan. Gunung Samaya dan Jayagiri. yang berarti pelayanan (service). artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. harus diserahkan tiap tahun. calagara. Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan. Juru Pantun ataupun Penulis Babad. yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. yang ditemukan di Desa Kabantenan. adalah pajak tenaga kolektif. bagi siapapun yang melanggar keputusannya. serta ancaman hukum mati. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. Calagara (di Majapahit: walagara). dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. Pare-dongdang atau panggeres reuma. 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. yang gugur di Palagan Bubat. diambil dari bahasa Sanskerta. adalah pare turiang. Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. harus diserahkan kepada raja. kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). Silih artinya pengganti.Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. Wangi artinya harum. Kapas-timbang atau upeti kapas. sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. Kata dasa.Silih Wangi. Keharuman Sri Baduga Maharaja. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). Oleh karena itulah. Bila petani telah berpindah ladang (huma).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan. Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi). Kabupaten Bekasi. tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. Pengukuhan itu. yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. isinya dapat diketahui. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja.

disebutkannya. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa. parwa I sarga 4). serta pada puncaknya berukir indah. baru berpenduduk 23. Omzet perdagangan kuda. Istana raja. Tome Pires (k. pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda. 1996: 59). memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju.197 orang). Dalam angkatan perang kerajaan. Tetapi yang lebih penting. Laporan Portugis tahun 1522 Masehi.121 jiwa.l. Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda. Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja. 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . penduduk kota Pakuan ada 48. pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja). dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. sebagai kota terbesar ketiga. Dengan jumlah itu. kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam).masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran.000 ekor tiap tahun. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda. raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo. Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja.271 orang. 1468-1539 Masehi). Dalam perkembangan selanjutnya. terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad.000 orang. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis. terdapat 40 ekor gajah. 1999: 41). Tentang Sri Baduga Maharaja. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. bandar Cheguide. nama resmi kenegaraan. berada di pedalaman. Tome Pires memberitakan. dapat mencapai 4. Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil). pelabuhan Pontang (Pomdam). Pasai. merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. Untuk kepentingan perdagangan Portugis.

hubungan politis yang terlalu akrab. bersama isterinya. karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. bukan "Islamnya". yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. Inilah Sunda. adalah alumnus pesantren Quro tersebut. dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). cucunya yang bernarna Hadijah. Sesungguhnya. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. Larasantang. antara Cirebon dengan Demak. Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. Cimanuk (Chemano). didirikan oleh Syekh Hasanudin. Kalapa (Calapa). sebagian ditempatkan di Cirebon. Bratalegawa. seorang ulama mazhab Safi'i. di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. Setelah kembali ke Kerajaan Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. dan Raja Sangara. di Pura Dalem Karawang. 1999: 37). Kelak. bernama Farhana binti Muhammad. menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. yaitu Pangeran Walangsungsang. menikah dengan wanita muslim dari Gujarat.Tangerang (Tamgaram). dalam tahun 1416 M. SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. seorang ulama mazhab Hanafi. yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. isteri kedua Sri Baduga Maharaja. Akan tetapi. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. C. Puteri Subanglarang. dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng). Walaupun berbeda agama. ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). Kemudian dari Gujarat. Bratalegawa lahir tahun 1350 M. Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. Ketiga anaknya. Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n . raja Cirebon Girang.

menghadiahkan kepada Raja. jadi di sebelah kanan muara sungai. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan. M. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti. Tuan Kami. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa.Portugis. Kawasan ini yang disebut Kalapa. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme. seberang awal pelabuhan. yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). kapten perjalanan ini. menegakkan sebatang padrao dari batu.yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. Maka. sebagai duta resmi negara. Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule). Tuan kami. pada tahun itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selain itu banyak orang baik. Kunjungannya ke Pakuan. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. menentukan dan menunjuk tempat. Untuk maksud ini. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas. Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). disebut Laksamana Bungker). pada tanggal 21 Agustus 1522 M. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. seperti pula syahbandar dari tempat pabean. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . Maka. Akan tetapi. antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses. Kapten Malaka. sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . Leme. utusan Jorge d'Alboquerque. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M.

Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. yang dicurigai para akhli sejarah. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. Dengan demikian. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. pada perjalanan ini. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. Hubungan internasional bilateral inilah. masih sebagai pelaut murni. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. dan Franscisco Annes. Raja-raja penerusnya. semuanya tentara. Berbeda dengan pelaut Belanda. sangat wajar terjadi. Padahal. Sri Baduga Maharaja itu. Tuan kami. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui.600 caxas Java. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . membuat dokumen ini. Dibuat pada hari. Tuan kami.10. 1999: 54). Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. Tentang seluruhnya itu. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. saya. Maka. dan Diogo Diaz. pedagang Portugis pada waktu itu. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. penulis.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang selalu berambisi. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. selaku perwira Raja. saya memberi kesaksian. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. Untuk buktinya. juru mudi dan banyak (orang) lagi. yang diwakili oleh pedagang Portugis. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. penulis dari kapal San Sebastian. Sangat disayangkan. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing. Balthasar Memdes.

disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). Akan tetapi. Mwakta atau Moksa.toleransinya terhadap agama Islam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . atau "Yang Moksa Di Rancamaya". Terbukti. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. Dalam cerita Pantun sekalipun. Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. belum dapat membuktikan secara pasti. Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi. Dalam naskah Sunda kuna lainnya. dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. Cirebon. yang sesungguhnya keturunan Galuh. 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah tokoh Sunan Ambu. dengan tujuan utama. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. kalau ditanyakan. telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. tetapi dalam menuliskan Babad setempat. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. yang artinya dipusarakan. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. Oleh karena itu. sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. secara arkeologis. Cukup banyak Babad yang ditulis. Dzat Asal dalam religi Sunda. pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. digunakan kata lumah (pusara). tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. Sumedang. mengenai tokoh Prabu Siliwangi. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. dan Talaga. Penyempurnaan sukma tersebut. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. kalau tidak Hindu tentunya Budha. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. Sampai saat kini. dapat kembali kepada Asal-nya. umum masih beranggapan. Setelah Indonesia merdeka. di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". dimanakah bekas candi-candinya. Para Pohaci dan Para Bujangga. Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha.

Disunat kepada akhlinya. Seda. terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. D. jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali. Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran. dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. bersih suci bila dibasuh. bahwa tokoh Kian Santang itu. selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. artinya Gaib. di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. bukan dengan Dewa). dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. Hiyang Seda Niskala. bagi orang Sunda. Kian Santang yang konon katanya. merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. jati Sunda teka. Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam.. dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. karena ia adiknya Larasantang. sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . juga adiknya Pangeran Cakrabuana. sesungguhnya tidak jadi masalah. Sebutan lain untuk Hiyang. karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). Kedatangan Islam. Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi. PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. Niskala. kisah tentang Kerajaan Pajajaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib. Disunat ka tukangnya. cita-cita urang Sunda yang saleh. hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). tidak ingin manjing surga (masuk Surga). artinya Sempurna. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang".Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. sudah demikian lama. Kisah tersebut. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. Adakah masuk di akal. Provokasi cerita fiksi Kian Santang. Ada pula yang menafsirkan. setega itukah. Selain itu. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan.

Perang ke Gunung Banjar. menimbulkan persoalan baru. dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. perlu penelusuran ilmiah. Perang ke Tanjung. teguh dan pemberani. Perang ke Padang. yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). Perang ke Pagoakan. Rata gagah perkasa. adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. Lima betas kali perang tak pernah kalah. 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). Perang ke Simpang. Untuk mencari kebenaran. Perang ke Gunung Batu. Perang ke Hanum. Prabu Sanghiyang Surawisesa. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). ia disebut Raja Samiam. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu). hingga menimbulkan perang selama 15 kali. Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). Perang ke Kalapa dengan Aria Burah.alias Fatahillah.Portugis. uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17. Perang ke Ancol Kiji. Perang ke Muntur. berdasarkan ilmu sejarah. Perang ke Wahanten Girang. Dalam catatan Portugis.

menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. Perang ke Medang Kahiyangan. Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. dibunuh tanpa dosa. Oleh sebab itu. kembali ke Pakuan lagi. kesembilan tahunnya meninggal dunia. Begitulah keadaan jaman susah. lamanya jadi raja 8 tahun. masih hidup. Puasa. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang. Ada pendeta sakti dianiaya. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. tertimpa tapak kikir. supaya bersih suci dari kotoran. Prabu Ratu Dewata. meninggal dunia. Setelah itu. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . pandita di Sumedang. tidak diketahui identitasnya. jangan hidup pura-pura berpuasa. hati-hatilah yang hidup di kemudian hari. hanya meminum susu. Datang bencana serangan musuh kasar.sang kawuri / hayzaa to .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. ditenggelamkan ke laut. Sang Pandita di Jayagiri. ditenggelamkan ke laut. Disunat. Tidak sampai setahun.Perang ke Pager Wesi. Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. Sang pandita di Ciranjang. disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perang di Buruan Ageung (Alan-alun). Disunat oleh akhlinya. tidak mati. Terkenal namanya Hiyang Kalingan.sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. itulah tradisi orang Sunda.

zaman perunggu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan. Sering membunuh orang tanpa dosa.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. zaman besi. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. Sang Nilakendra. Lamanya jadi ratu 8 tahun. Dalam zaman Dopra. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . menghiasi Kedaton. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita. Mempunyai anak. Yang membangun bale bobot 17 jajar. seterusnya diganti dengan zaman kali. Begitulah riwayat Sang Ratu. Jangan diikuti oleh generasi belakangan. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri. merampas tanpa perasaan. tindakan ratu seperti itu. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. tidak hormat pada yang tua. menghina pendita.

cucu tiri. perang dengan Patege. Pertama datangnya perubahan. 2. Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). Perang berlayar ke Salajo. semua kalah oleh orang Islam. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. tidak mengikuti adat kebiasaan. Lamanya jadi ratu 12 tahun. Ratu Sakti (1543-1551 Masehi). Dunia halus masuk ke yang kasar. Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). 3. Perang dengan Kalapa. menurunkari pertapa. Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. Perang dengan Gegelang. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. 4. timbul kerusakan dari Islam. 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . Manusia yang berhuma rakus makannya. perang dengan Jawakapala. antara lain: 1. Iamanya jadi rata 16 tahun. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. kalah Kalapa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . perang dengan Mandiri. Perang dengan Rajagaluh. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). kalah Rajagaluh. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. 5.perdaya. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. perang dengan Galuh. Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. kalah Jawakapala. Perang dengan Pakuan. Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. perang dengan Datar.

Syekh Hasanudm. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. 2. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. 1. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. bahwa dari Subanglarang. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. Dua di antaranya. PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda.IV. Oleh karena itu. dan 3. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. Sanghiyang Surawisesa. Status Pangeran Walangsungsang. Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. bernama Rajasangara. Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. jika Pangeran Walangsungsang. 2. Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. Surasowan. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. Status ini sangat memungkinkan. Sedangkan dari isterinya yang ketiga. adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dari pendahulunya. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. 1989:165). pemeluk Islam madzhab Hanafi. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja. kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. di antaranya: 1. Ekadjati (1989). berputera beberapa orang. adalah murid Syekh Hasanudin. terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. berperan sebagai anak sulung. Cirebon. yang disusun oleh Atja dan Edi S. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). ialah. karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Adapun riwayat Syekh Hasanudin. Dari isterinya yang pertama. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang. Dewi Surawati. Dalam Carita Parahiyangan. untuk membahas Banten.

mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda. disertai pula oleh puteranya. Tan Go Wat. memperoleh anak. Ma Huan. dan lebih kikir lagi dengan pujian. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. dengan prajurit laut sebanyak 27. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan. Oleh karena sesama muslim. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. armada laut Cina. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. ketika turun di Pura Dalem Karawang. kakeknya Sri Baduga Maharaja. sebanyak 63 buah kapal layar. di Jawa Timur. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). Namun bagi tokoh Wastu Kancana. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. di Pulau Jawa. menyebarkan ajaran agama Islam. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. Selama 59 tahun. Tan Go Wat. la didampingi oleh jurututulisnya. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata.Pada tahun 1416 Masehi. Syekh Hasanudin. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . padahal untuk Sri Baduga Maharaja. puterinya Ki Gedeng Karawang. Laksamana Cheng Ho. mengadakan pelayaran keliling. dikenal sebagai Syekh Bantong. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. Kelak. untuk menjalin persahabatan. Ki Gedeng Karawang. yang juga beragama Islam. memohon diri untuk turun. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. pada tahun 1416 Masehi. Islam bukan hal yang baru dan acing. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. Dari perkawinannya. adik iparnya. la bermaksud.800 orang. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. Armada laut Cina tersebut. Tujuan pelayaran mereka. kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. Di antara sekian banyak awak kapal. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. Setelah lama tinggal di Pura Dalem. terdapat beberapa orang penumpang. Syekh Hasanudin. di pesisir Pura Dalem Karawang. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. Bagi Sang Mahapraburesi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. Sebab. Peristiwa penting ini.

hanya ibunya. mengikuti agama yang dipeluk ibunya. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak menjadi masalah. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. Ketika Subanglarang wafat. madzhab Hanafi. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. walaupun dengan berat hati. adalah Guru Agama. Subanglarang. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. diteladani dari kakeknya. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. Sebagai catatan. adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah. memohon izin kepada ayahnya. pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. oleh para penulis babad. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya. seorang bangsa Ajam. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. Tentu saja. akibat konflik agama dengan ayahnya. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). merasa sangat kehilangan. untuk pergi mengembara. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran.sanggup memujinya. la. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam. Ki Gedeng Tapa. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. bahwa Pangeran Walangsungsang itu.1984: 42). dibina langsung oleh kakeknya. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. bagi Sri Baduga Maharaja. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). Peristiwa-peristiwa itulah. Selain sebagai ibunda tercinta. Pangeran Walangsungsang. Sementara itu. Kenyataan seperti itu. mendorong Pangeran Walangsungsang. peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. la dengan kedua adiknya. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. Perlu dicatat. Afganistan.

Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). Sebagai catatan. setelah Pondok Quro Karawang. Di tepi pantai. la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. Kemudian. Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. Dalam pemerintahan sehari-hari. ular. Cirebon namanya. Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. Dalam pengembaraannya. mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. Syekh Nurjati. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa).Amir Abdullah Khanudin. Oleh Ki Gedeng Tapa. Syekh Datuk Kahfi. di kampung Ghuzah. Pondok Quro Amparan Jati. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. Seperti babi hutan. harimau. kura-kura dan berbagai jenis lainnya. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ki Gedeng Tapa. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. Pangeran Walangsungsang. Ki Gedeng Tapa. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. masih hutan belantara tempat binatang buas. gajah. Di bagian selatannya. antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan. dari Syekh Datuk Kahfi. Nyai Larasantang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dari kakeknya.

sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. banyak kuda liar. atau Lemah Wungkuk. Diberi nama demikian. Semula. Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). dan adiknya (Nyai Larasantang). Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). adalah adiknya Ki Danuwarsih. Cirebon Girang. dipercaya menjadi Wakil Kuwu. puteri Ki Danuwarsih. Kemudian. Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. Sedangkan di Gunung Ciremai. Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. membuka hutan Kebon Pasisir. ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. Sebab. yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. Nyai Arumsari (isterinya). penduduk Cirebon Pasisir. Atas kesepakatan bersama. kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. Ki Danusela. atau Tegal Alang-Alang. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. Pangeran Walangsungsang. telah bermukim 5 orang penduduk. untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. Di sungai. adalah mertua Pangeran Walangsungsang. Ki Sarmawi (pembantunya).laut (camar). dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). yaitu Nyai Indang Geulis. / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . Nama itu diperoleh dari gurunya. di Kebon Pasisir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. pindah dari tempat tinggal asalnya. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). dibangunlah pemukiman baru. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. yang disebut Cirebon Girang. Sedangkan Ki Danuwarsih. Mereka. seorang ulama agama Budha. Pada awalnya. Syekh Datuk Kahfi. hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. Setelah melihat ada pemukiman baru. bersedia masuk Islam. disebut Kebon Pasisir. banyak ikan dan rebon (udang kecil). serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan.

adalah 346 orang. Pedagang. semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. Berbagai bangsa ada di sana. dan Cina 6 orang. masing-masing berbeda. para petani. sebelum tidur. Mereka menumbuk rebon dan ikan. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). bahasa dan tulisannya. petis dan garam.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. Jawa 106 orang. Rinciannya: Sunda 196 orang. keakhliannya. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). India 2 orang. Sumatera 16 orang. berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. Hujung Mendini 4 orang. Macam-macam anutannya. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. Arab 11 orang. Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang. Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. mendapat gelar Ki Cakrabumi. // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian. Syam 3 orang. tingkah lakunya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Parsi 2 orang. namanya.

agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. Di tengah perjalanan. Cirebon. naik ke kapal layar. Nyai Indang Geulis. mengingat penduduk Cirebon pertama. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. grahan=rumah). diberi nama Jalagrahan. degan maksud yang sama. untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. Syarif Abdullah. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. adalah keturunan Bani Hasyim. pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. Ki Samadullah. Cirebon. Padahal. dengan panggilan akrab Ki Samadullah. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. Di dukuh Cirebon Pasisir. sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. ci berarti sungai. ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. (Jala=air. Sang guru mengingatkan. berlayar menuju Tanah Arab. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. dan rebon berarti udang kecil. Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sehingga. "Anakku. Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). Hal itu. pustaka yang disusunnya. Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. Ki Samadullah dan adiknya. Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. Bersama santri-santrinya. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. karena sedang hamil. tiba di pelabuhan Jedah. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. Akhirnya. tidak bisa ikut. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati. la. kata "Cirebon" sendiri. yang terletak di tepi laut. mendirikan Tajug (Masjid).

Kembali kepada Syarif Abdullah. Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah. / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya. Syarif Abdullah telah jatuh cinta.menjadi Walikota Mesir. Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). Dan adiknya menetap di sana. Di tanah suci Mekah. 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im. Tiga bulan kemudian. diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita. Ternyata. Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. dari Bani Mameluk. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi. adiknya Syekh Datuk Kahfi. Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . kepada Nyai Larasantang. …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas). Di rumah Ki Bayanullah itulah. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

la membangun Keraton. sama dengan nama puterinya. Maka jadilah Cirebon. dijadikan sebuah kota besar. Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat.. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. tiba di Cirebon.. semua kekayaan dari kakeknya itu. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki. yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang. Kata pakung. wafat. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. Nyai Pakungwati namanya. 94 | S e j a r a h K e r a j a a n . kakeknya. Tidak lama kemudian. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. Kemudian. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran. Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. Ki Gedeng Tapa. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . adalah sebutan lain untuk udang kecil. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang. Dan perkawinannya. kemudian diberi nama Pakungwati.. selain sebagai penguasa Singapura. mempunyai anak perempuan. Sesudahnya. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa .

Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. ia mengutus Tumenggung Jagabaya. untuk menobatkan puteranya. sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya.Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Walangsungsang. Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. Kemudian. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. disertai pasukan pengawalnya. oleh ayahnya. atau Pangeran Cakrabuana. Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan). Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi. dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. Sri Baduga Maharaja. Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik. atau Ki Cakrabumi. mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. 95 | S e j a r a h K e r a j a a n . diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib. B. sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya. atau Ki Samadullah.

Adapun Abdul Malik. Sayid Abdul Malik. Muhammad anak Ubaidillah. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. Alwi Amir Pagih anak Muhammad. Salah seorang di antaranya.Kemudian. Sebab. la meninggal dunia di Jawa Timur. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari perkawinannya. Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. Mempunyai anak beberapa orang. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. Dari perkawinannya. Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). Oleh karena itu. Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. yaitu Sarah. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). Muhammad anak Ali AI Ghayam. Riwayat selanjutnya. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. Sayid Alwi anak Muhammad. mempunyai anak beberapa orang. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik. Dari sejak itulah. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. mempunyai anak beberapa orang. anak Alwi Amir Pagih. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. diperisteri oleh Sayid Hassan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. asalnya merupakan satu keluarga. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. mempunyai anak beberapa orang. Salah seorang di antaranya wanita. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. Sayid Abdurrakhman orang kaya. Sayid Abdul Malik dengan puteri India. Kedua-duanya. kepada puteri pejabat daerah negeri India. Salah seorang di antaranya. Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. mempunyai anak beberapa orang.

disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. mempunyai anak beberapa orang. memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. pergi ke Jawa dwipa. 4. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. menetap di negeri Mesir. hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. tidak mempunyai anak. Syarif Hafiddin Abbas. dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. 3. menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. mempunyai anak beberapa orang. yang seterusnya menetap di sana. Syarif Abubakar. masing masing ialah: 1. Hal itu tetjadi. Barkat Zainal Alim. menjadi Walikota di negeri Mesir. Ali Nurul Alim. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran). karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). Mempunyai anak beberapa orang. Ketika menetap di negeri Bagdad. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. Syarif Abdurakhman. 3. sebagai guru agama Islam. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. Syarif Abdurakhim. Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. Syarif Abdullah Al Masir. Riwayat selanjutnya. 2. mempunyai anak 4 orang. empat di antaranya: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menjadi anak angkat uwanya. mengajar penduduk di sana. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. mempunyai isteri seorang puteri Mesir. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Sulaiman Al Bagdad. Syarifah Bagdad. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi).Abdullah Khannudin. 2. Syarifah Halimah. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. 4. tiga di antaranya: 1. 2. mempunyai anak beberapa orang. Dari India. 3. Riwayat yang menjadi penyebab. Ali Nurul Alim. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi.

cucunya Haji Purwa Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Japura.pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). Pasambangan. Kamboja. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . oleh Ki Gedeng Tapa. Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. Bharatanagari (India). pada naskah yang sama ditegaskan pala. Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. Syekh Datuk Kahfi. Campa. Juru Labuan Muara Jati Cirebon. menikah dengan Hadijah. Junti. ia menjadi duta negeri Parsi. semua itu para Kamastu atau disebut Wali. dari setiap turunan Rasul Muhammad. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa. Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). Panjunan dan beberapa desa lainnya. Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya.

Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman). Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). dan yang ketiga Syekh Bayan. yang kedua Syekh Datuk Kahfi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mempunyai anak beberapa orang. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. Sunan dan Guru Agama Islam. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad.Maka jelaslah sudah. ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. pertama. yang mempunyai anak beberapa orang. Syekh Khadir Kaelani. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. mempunyai anak beberapa orang. yaitu: 2. yang pertama perempuan. yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. kemudian menetap di Panguragan Cirebon. menetap di Kamboja. dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan. yaitu: 1. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. 2. adalah sebagai berikut: 1. Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. dan 3. antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin. dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Dua orang di antaranya. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. 2. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. kedua. Selanjutnya. Syekh Datuk Ahmad. Tiga orang di antaranya yaitu. dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. dua orang di antaranya. di antaranya: 1. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. yang menetap di negeri Malaka. Dua orang di antaranya. Selanjutnya. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. Syekh Datuk Soleh.

dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. menuju ke Jawa Timur. Ali Rakhmatullah berangkat kembali. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. dan singgah di negeri Banten. Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. Di Keraton Majapahit. Setelah menetap beberapa lama. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. oleh Prabu Kertabumi. Sumatera. Dalam perjalanannya. adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. Ratu Darawati. la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. Ali Rakhmatullah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam jangka 3 tahun. dikaruniai beberapa orang anak. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat. Adik Dewi Candrawulan. Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. Ali AI Mustada. Setelah enam bulan di Palembang. adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. Di Palembang. Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. memeluk agama Rasul Muhammad. Atas usulan Ratu Darawati. Karena pada waktu itu. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. yaitu Dewi Candrawulan. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). Dua di antaranya yaitu. Kemudian. 3. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. yaitu Siu Ban Ci. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. semua penduduk Ampel Denta. yaitu Dewi Darawati. Arya Dillah atau Arya Damar. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . 1.Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. singgah di Palembang. Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan.

memperisteri puteri Sunan Undung. antara lain: 1. Penambahan Joko. empat orang di antaranya: 1. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). Sunan Kudus atau Jafar Syadik. dikaruniai anak laki-laki. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. Dari perkawinannya. 3. 2. puterinya Maulana Ishak. Di antaranya. Dewi Rukayah. diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan mempunyai anak laki-laki. Panembahan Kodi. Panembahan Mekaos Hanggakusuma. Puteri. Dewi Sofiyah. Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. 2. Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. Selain dengan puteri Sunan Ampel. Ratu Prodo Binabar. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). Ratu Pakoja. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu. yaitu Raden Amir Hassan. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan. 5. Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). 4. 3. yaitu Dewi Rukhil. Panembahan Karimun. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. Dari isterinya yang lain. 3. 6. dan 8. puteri Ki Wiryosarojo.Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. dan 4. 2. yaitu Siti Khorimah. 7. masing masing: 1. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh. yaitu Dewi Sujinah. yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Panembahan Palembang. yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). Nyai Ageng Pembayun. yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. dikaruniai anak beberapa orang. Selanjutnya.

Raden Paku alias Sunan Giri. adalah puteranya Maulana Ishak. Siti Murtasiyah. Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. di antaranya masing-masing ialah. . antara lain sebagai berikut: . Syarif Hidayat namanya. 2. Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya. mempunyai anak dua orang. parwa II sarga 4.//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya.. Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah. Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi). parwa I sarga 4.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah. mempunyai anak laki-laki.. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat. Siti Mursimah. puterinya Ki Ageng Bungkul. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya. berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri. dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa. ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang). dari isterinya yang berasal dari Blambangan.1.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. bersama 98 anak buahnya. ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. yang semuanya berjumlah 98 orang. Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. baru berusia dua puluh tahun. menuju Pulau Jawa . Dalam perjalanannya.ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda. mereka berlayar bersama-sama. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya. Pada waktu itulah. yaitu Sayid Al Kamil. Oleh karena itu pergi dari Mekah. antara lain sebagai berikut: . Tinggal di sana lamanya tiga bulan.//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam. singgah di Gujarat. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya.. parwa parwa I sarga 4. Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. Ketika singgah di Gujarat. dari Syekh Athallahi Sajjilli. ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. lamanya dua tahun. Selesai dua tahun. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir. di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil.

sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. berjodoh dengan puteri Adipati Banten. Kunjungannya ke Cirebon. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. Selanjutnya. Sumatera. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. berlayar menuju Cirebon. Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. Nyai Kawung Anten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sesungguhnya. bersama Dipati Keling dan anak-buahnya. mengajarkan agama Islam di sana. Syarif Hidayat singgah di Banten. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. Selanjutnya. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. (singgah) di negeri Pasai. menemui uwanya. untuk menemui uwanya (kakak ibunya). singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). Syarif Hidayat alias Sayid Kamil.

. sangat gembira. dapat bertemu dengan uwanya. di Kerajaan Sunda. Adapun Syarif Hidayat. mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat.. Alangkah sukacitanya Sri Mangana... Nyai Mas Pakungwati. ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya. yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama. . kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya. Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu. yaitu Sayid Al Kamil. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syarif Hidayat. kepada suwan yang sekaligus menantunya. menetap di Pakungwati Cirebon. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung. Setelah beberapa lama kemudian. Syarif Hidayat.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n .Iman. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati).. Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa . Akhirnya. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil. Dipati Keling serta 98 anak buahnya. Begitu pula Syarif Hidayat. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi. Sang Tumenggung mewariskan tahtanya. Demi untuk kepentingan penyebaran Islam. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman.. Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya. Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati.

dan semua memberikan dukungan. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon.. ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon. yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak. mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati...Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana.// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. pesta meriah. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira. Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya. Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati. Pada waktu itu. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran). untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur. Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita. menyerukan pujian atas penobatannya.. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa.. dengan gelar Susuhunan Jati.. . Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. Pejabat penguasa daerah.

atas usul orang tuanya. Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. sebutan Sorasowan. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih. Penobatan awal Syarif Hidayat. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi. atas kehendak Pangeran Cakrabuana.menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. Akan tetapi. akhirnya masuk agama Islam. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. terkesan Surasowan di sana. Hal yang hampir sama. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. Syarif Hidayat. Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. bahwa: 1. 2. Syarif Hidayat. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. V. dalam buku Pakern Banten. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon. Sang Kakek memerangi cucunya. adalah menantu Walangsungsang. dan 3. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. puteranya sendiri. KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A. "Betapa tidak terpujinya. adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). atas pernikahannya dengan Pakungwati. lama tidak kembali ke Pakuan. antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n .1983: 35).

Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan. Soan atau Sadji artinja Radja. Pakungwati adalah nama orang. Pakungwati sebagai nama orang. puterinya Pangeran Cakrabuana. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687). Soera artinja berani. menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. bagi kata yang ada di depannya. atau Surosowan? Hal tersebut. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan. pendiri kerajaan Islam di Cirebon. semua itu menarik untuk dikaji. menjadi Kesultanan Cirebon. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita. Berdasarkan gejala itu. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya.1935: 60-61). tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. Pada akhirnya berubah sebutan lagi. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon. Pakungwati sebagai nama keraton. Pada mulanya. menjadi Keraton Pakungwati. Selanjumya berkembang. antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten. Surasowan dan Surosowan. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan.1984:44). Pakungwati sebagai nama kesultanan. Kemudian digunakan sebagai nama keraton. 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . Saleh Danasasmita (1984). Surasowan. Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan). Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. sudah tentu harus dicari pembandingnya. yang dibangun di Dukuh Cirebon.Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan.

satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . (Atja & Ekadjati. Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang.1989:144 dan 153). Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut. teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. Islam sudah mulai bersemi. Sebagai putera Sri Baduga Maharaja. juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34. Atja & Edi S. 2. Dari kutipan tersebut di atas. antara lain ialah. dan 2. Prabu Surawisesa. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera. menjadi bupati Banten Pasisir.Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. dua orang di antaranya: 1. dan mampu mendirikan keraton yang memadai. Sang Arya Surajaya. 1. Sang Surasowan. berputera beberapa orang. Nyai Kawunganten. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta.

dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). singgah sebentar di Negeri Banten. Atas seijin Sang Surasowan. di kemudian hari. terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah. Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja). Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam. Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. dalam waktu yang relatif singkat. Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah.g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. banyak mendapat simpati dari penduduk. Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. Kelak. Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk. di Pulau Jawa singgah di negeri Banten.

Oleh Syarif Hidayat. Oleh Sang Surasowan. masih saudaranya juga. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. pada tahun 1478 Masehi. penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. 1983: 33). seorang perempuan (yang tua). lalu terus ke selatan. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. bahwa "seorang yang keramat" itu. cucu Sri Baduga Maharaja. untuk meng-Islam-kan daerah ini. tentang "orang tua" Hasanuddin. dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . sangat terbatas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). Untuk mempererat kekerabatan. yaitu Pakungwati. Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. puterinya Sang Surasowan. dari pada substansi historisnya. Dalam waktu yang relatif singkat. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. tiba di Banten Girang. Akan tetapi. Secara tersamar. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. Hanya saja. dari Mandarsah ia datang di Jawa. Apalagi setelah diketahui. para penulis Babad. yaitu Pakungwati. Sesunguhnya. diberi nama Hasanuddin. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat. untuk meng-Islamkan daerah ini. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. la mempunyai dua orang anak. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. kemudian dijelaskan. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. Tentang "seorang yang keramat. sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda.

Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. Sedangkan. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas. Kg. menggunakan sumber "Parimbon Banten. tahoen Belanda k.1953: 24). "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). disaat Kg. Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon. kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. mengemukakan hal yang sama. 112 | S e j a r a h K e r a j a a n . pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. soepaja datang ke negeri Banten. Kg. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin. Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. Pakem Banten. yang hampir malah sudah musnah. dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan.l. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. koerang lebih hidjrah Nabi 887. maka Kg. sangat gelap (peteng). karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten. Banten dan Demak.Maka terseboetlah pada masa dahoeloe. Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. pada kalimat selanjutnya. dalam proses meng-Islam-kan Banten. para penulis Parimbon Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. Berdasarkan kutipan tersebut di atas. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. 1472. Hanya saja. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah. antara lain: Pada abad 15. Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. Berdasarkan kaol Cibeber. terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari.

orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". S. yang dewasa ini disebut Sasaka Domas. apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. sulitlah bagi kita untuk menentukan. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun. 2000: i & 9). Tuduhan Animisme. Dengan adanya hal-hal semacam itu. Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. melakukan "Tapa di Mandala". sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. (2000). 113 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. patut dicermati. Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme". adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Mereka bertugas. Amanat Dari Galunggung. yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. Carita Parahiyangan.Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. pernyataan selanjutnya. Akan tetapi. Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. mengemukakan hal yang hampir sama. mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". Hafidz Rafiuddin. yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. tidak mendasar. Maulana Hasanuddin. "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". sudah tidak diragukan lagi.Ag. kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy".1984: 41). antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten. Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten.

Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan. di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. menjadi ratu wilayah Wahanten Girang. Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat. yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil. menantu. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. 1984: 219). Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya. Dia kemudian memeluk agama Islam. Atja dan Edi S. Dialah putera Sri Baduga Maharaja.Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan. (2) Tumenggung Jayamanggala. Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. yang seluruhnya setinggi 6 meter. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat. dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali.1989 :144). Bangunan berundak di Kosala. Arca Domas memiliki 13 undakan batu. dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture. anak.. antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua. dalam Carita Parahiyangan sarga 3. "dipaksa". sebagai penganut agama Rasul Muhammad.1993: 27). Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima. 114 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. menjadi pemeluk agama Islam. "takluk" atau "ditaklukkan". dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. Dari kutipan tersebut di atas. dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana. Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. ditemukan dekat bangunan berundak. masih dipuja dan dikeramatkan. dengan ikhlas "beralih agama". serta hamba sahayanya. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan". Anak menantu dan hamba sahayanya. Menurut kepercayaan orang Baduy.

antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. 115 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. Sang Adipati Surasowan. karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". sudah merupakan petunjuk tersendiri. Akan tetapi. Gambaran semakin jelas. dapat dimaklumi. kedua-duanya sejaman. setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. tapi nyata). dalam usia terhitung masih muda. sebutan wahanten menjadi banten. hanya pelafalan yang berbeda. Hendaknya digarisbawahi. apapun bahasanya (Guillot. Mecermati fakta seperti itu. dan bermuara di Banten Pasisir. Dari bahasan Atja & Edi S. tahtanya diwariskan kepada puteranya. tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. baik oleh orang Cina. Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). dari hulu Gunung Karang Pandeglang. membelah kota Serang. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan). maksudnya itu-itu juga. ayahanda Nyai Kawung Anten.1996:119). berkelok melalui wilayah Banten Girang. sudah tidak tepat lagi. terdapat dua negeri Wahanten. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). Ekadjati. perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. Sebab. Sang Arya Surajaya. Oleh karena itu. Secara lingual. Sang Adipati Surangggana. sebutan "wantan" dalam lafal Cina. Portugis pun melakukan hal yang sama. para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. Bahwa. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Boleh jadi. Jika terdapat perubahan lafal. dalam kajian ilmiah. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang".pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. Ketika Sang Surasowan wafat. mertua Syekh Syarif Hidayat. menyebut "Wahanten" dengan "Bantam".

lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. Adipati Arya Surajaya. yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. diberi nama Yusuf. puteri sulung Raden Patah. telah mengalahkan kharisma uwanya. kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). B. dan pasukan yang tersisa melarikan diri. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. Itulah sebabnya. menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. menjadi tidak harmonis lagi. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Arya (Pangeran Japara). Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. Dari perkawinannya. dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. Pada waktu itu. Oleh karena itu. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir. kekuatannya tidak seberapa. Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. Pangeran Sabakingkin. Untuk jaringan politik. WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). Sabakingkin atau Hasanuddin. Mereka dapat ditaklukkan. di Kesultanan Pakungwati Cirebon. Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. dan persenjataannya pun tidak lengkap. pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. lahir pertama Ratu Winahon. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. menjadi penerus ayahnya. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa.Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. Sehingga. hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. Putera kedua. serta memperoleh putera laki-laki. 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura.

Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. Sultan Demak (Raden Patah). Sang Prabhu Walahar. Pada saat itu. Ratu Hyang Banaspati. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon). Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). Sang Aryya Wirasakti. 6. Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). Jelas. Kyai Wudhubasuraga. Aryya Senapati Bhimajaya. bahwa tidak lama lagi. Sang Adhipati Patala. Aryya Pulunggana. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. Karena sudah tersiar berita. 16. 12. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pradharmaya. Kekhawatiran Sultan Demak. adalah: 1. 9. 4. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Muntur. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak. 11. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Rumbut. 14. 10. 13. 7. 5. Ratu Ancol. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. Oleh karena itu. akan tiba armada tempur Portugis. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. Raja Daerah Hanum. Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Aryya Wuludada. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. 15. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. Raja Daerah Simpang. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. akan menyerang Pakungwati Cirebon. Raja Daerah Medang Kahiyangan.Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. Raja Daerah Pager Wesi. 3. Adhipati Suranggana. Raja Daerah Pagawok. Raja Daerah Gunung Batur. Raja Daerah Gunung Banjar. 8. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. Karena Pakungwati. Raja Daerah Gunung Ageng. tersumbat. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. Raja Daerah Wahanten Girang. 2. Sang Aryya Suraprasa. Tumenggung Linggageni.

pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak. untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. Kekuatan pasukan gabungan. menyusup berkehling kota. Setelah itu. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. terdiri dari 1. Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. desa. bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. Susuhunan Jati. perdukuhan. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati.Oleh sebab itulah. barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. janda Pangeran Sabrang Lor. sedang dalam pelayaran. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam. guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. adalah putera mahkota Demak. Tak lama kemudian. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Demak memerintahkan adik iparnya.967 tentara. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. Ratu Ayu. kembah ke Demak. barulah Panglima Fadhillah Khan. Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. sebagai "gerakan pendahuluan". bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya. Pangeran Sabrang Lor. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. Kemudian mengadakan gerilya. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. sambil menjajakan bermacam-macam barang. Sebagaimana yang telah dikemukakan. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. kembali ke Demak. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. la gugur pada usia muda. tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. bandar. Beberapa bulan kemudian. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). Fadhillah Khan bersama pengiringnya. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. Singgah di Pakungwati Cirebon. aneka macam perhiasan dan yang lainnya. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir. dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun". menerobos hutan lebat. Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin. Serangan dahsyat. setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . tibalah serangan mendadak. Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir).Adipati Sang Arya Surajaya. Sesuai rencana. yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. Adipati Wahanten Pasisir inilah. "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin. Akan tetapi. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan".Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. bergegas menuju Pakuan (Bogor). beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. telah lebih dahulu masuk agama Islam. dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary. Akhirnya. dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". Sang Adipati Arya Surajaya. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. Sangat masuk akal. Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. Kemudian. lebih siap untuk bertempur.1988: 8). Karena hal ini. Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. penguasa Wahanten Girang. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. pusat pemerintahan Banten. sempat dibinasakan. Sebab. Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. dalam usia 48 tahun. untuk menumpas huru-hara tersebut. bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. Secara diarn-diam. pasukan gabungan Pakungwati-Demak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menyelamatkan diri. Di balik peristiwa itu. Kemungkinan. sesungguhnya. sebelum dapat dibuktikan kebenarannya.1993: 68).

pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. bahwa setelah selesainya ekspedisi. sulit dibenarkan. Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. seorang dari Pakuwan. maka Molana Yusuplah. yang bergelar Ki Bagus Molana. Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam". "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. antara lain: Apabila Ki Jongjo. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". yaitu Hasanudin.Suranggana alias Ki Bagus Molana. Secara kekerabatan. rupanya telah terjadi manipulasi. kemudian berkembang menjadi dua orang. makaYusuplah lagi . dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya. Kemungkinan besar. akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan. Sayangnya. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak.yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dari seorang tokoh. dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis. Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. anak Hasanuddin. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana. Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. Berdasarkan kutipan tersebut. yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin. oleh pernyataan.dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya . Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. Akan tetapi. mengemukakan usulnya kepada panembahan. setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. di komplek makam Tempat Suci itu. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi. 120 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. bahkan tidak dilemahkan.1983: 34).

lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati. Kembali ke Wahanten Girang. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. Seandainya. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. Setelah makamnya dikeramatkan. yang terlebih dahulu masuk Islam. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". Oleh karena itu. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". Gelar itu. Setidaknya. Konon menurut dongeng. gelar "Agus" itu. seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. merangkap jadi penguasa. akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". dengan sebutan Sultan. seharusnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1983:149-150). Pengertian panembahan. Pertanyaannya. perlu kiranya diteliti lebih lanjut. dan memperoleh gelar Panembahan. Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. sependek nama Jong dan Jo.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. putera Sri Baduga Maharaja. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada. kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. Kropak 408 Sewaka Darma. Dengan demikian. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo.

menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. sehingga banyak tentaranya yang tewas. hanya 6 tahun lamanya. terdesak dan menderita kekalahan.452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. Mereka tidak mengetahui. menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. setelah memeluk agama Islam. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. Ia puteri Adipati Kranda. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). Kemudian. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. diberi nama Keraton Surasowan. terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. Armada Portugis dipukul mundur. tewas binasa. Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. Beberapa bulan kemudian. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). menyelamatkan diri. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan. beralur darah trah Rasul Muhammad. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . tiba di perairan Sunda Kalapa. Dalam pertempuran itu. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687). oleh Susuhunan. keraton ia dirikan. Panglima Fadhillah Khan. Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. Setahun kemudian. di Pelabuhan Sunda Kalapa. sebanyak 1. Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. Anggota pasukan yang tersisa. bahwa wilayah Sunda Kalapa. dan para pengiringnya. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. yaitu Nyai Arya Baroh. kakaknya Sang Arya Surakreta. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. Sisa yang masih hidup. akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. Sebagian besar penduduknya. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). Nyai Arya Baroh. melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. saudagar kaya dari Perlak. Selanjutnya. Sang Arya Surakreta. nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. Sebagai catatan. Jati Cirebon. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. Permaisuri.

Oleh karena itu. menggantikan posisi ayahnya. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. adalah putera Prabu Ningratwangi. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. akan digempur". adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. la.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba. Susuhunan Jati Cirebon. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. Kalau tidak. Oleh karena itu. terdesak. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. telah terjadi perubahan situasi politik. diserahi tugas melindungi pondok pesantren. Prabu Jayaningrat. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). Prabu Ningratwangi. oleh Susuhunan Jati Cirebon. dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. di dekat Bukit Gundul. seperti kebiasaan di masa silam. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. memanfaatkan situasi seperti itu. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. segera mengirimkan berita ke Pakungwati. memohon bala bantuan. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. Prabu Jayaningrat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sambil memuntahkan logam panas". wilayah Pakungwati Cirebon. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. Akan tetapi. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. dilengkapi senjata meriam. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. jumlahnya banyak. Serangan. oleh Susuhunan Jati Cirebon. yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. la. adalah adik Sri Baduga Maharaja. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. cucu Prabu Dewa Niskala. Berdasarkan riwayat hak waris. yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. Dalam pertempuran ini. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. mengeluarkan asap hitam. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. pada tahun 1501 Masehi.

janganlah putus. Akhirnya Talaga. beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. tidak kalah). 2. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). berhasil direbut. Sejak itulah. permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). oleh pasukan Pakungwati Cirebon. Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. Demak. Pada saat itu. menyepakati. mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). perkasa. Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati).Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. dan Kuningan. pemberani. dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. Peristiwa tersebut. berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. Silih asih (saling menyayangi). melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). Akan tetapi. bahwa: 1. Palimanan. Tidak saling menyerang. runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. kasuran. 3.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menjadi pembesar kerajaan. Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). Perang lima belas kali. Kedua belah pihak menempuh jalan damai. Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. Kebijakan itu dilakukan. yang mewakili Susuhunan Jati. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. kuwanen. agar Pangeran Pasarean. atuntunan tangan (kerjasama). Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. dapat ditaklukkan. kehilangan tokoh penting yang disegani. 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing. Maksud "tidak kalah" tersebut. pasukan gabungan Pakungwati. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita.

Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). la tetap hidup. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi).Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). yang telah disepakati ayahnya. la digantikan oleh puteranya. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). keonaran. Prabu Ratudewata. Oleh karena itulah. la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. Akan tetapi. ada pendeta sakti. Dalam suasana tenang dan damai. Pada masa pemerintahannya. ditenggelamkan ke dasar laut. adik Ratu Wiratala. tapi tidak mati. Pendeta di Ciranjang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia merenungi hidupnya. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. mati ditenggelamkan ke dasar laut. menghilang tanpa meninggalkan jejak. Sang Prabu Ratudewata. senantiasa menciptakan huru-hara. tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Rasa hormat dan kekaguman itu. Munding Rahiyang namanya. Pada kesempatan itu. dianiaya. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. Sanghiyang Siksakandang Karesian. tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. dibunuh tanpa dosa. Sri Baduga Maharaja. putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). sudah tidak lagi menghargai keagamaan. C. Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. Berpuasa. Pendeta sakti di Sumedang. direbutnya kembali. Pendeta di Jayagiri. Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata.

lan bakti ring wong atuha. la membunuh orang tidak berdosa. Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. serangan kilat ke kota Pakuan itu. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. puteri Prabu Ratudewata.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. melanjutkan gerakannya ke arah utara. ia bertindak sesuka hatinya. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). Kemungkinan. Atau boleh jadi. tidak sungguh-sungguh. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran.Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). sekaligus merupakan "unjuk rasa". tewas berjatuhan. tidak lagi mentaati norma pemerintahan. Mengingat. setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. Sri Baduga Maharaja. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten). akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. ponggawa-ponggawa kerajaan. asampe ring sang pandita). Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. pengawal raja. menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. merampas tanpa rasa malu. dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. sangat beralasan. Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. Sebab. Susuhunan Jati Cirebon. hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. Sesungguhnya. Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. Sang Prabu Ratudewata. haywa ta sira kabalik pupuasaan). perwira. hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. pejabat. berdasarkan hak historis alur darah keturunan. serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. Serangan laskar Surasowan Wahanten. Ciranjang dan Jayagiri. Karena. ayahnya. selama 8 tahun. tidak hormat terhadap yang tua. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. ngarampas tanpa prege. di bawah komando Panembahan Hasanuddin.

127 | S e j a r a h K e r a j a a n . Fernao Mendes Pinto (1510-1583). Angenia. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. Pada masa pemerintahannya. cotodas as mail ilhas deste arapelago.Puncak kebiadabannya. Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten). terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). Keberadaannya di sana. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya. untuk ikut menyerang Pasuruan. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. tempat orang Portugis biasanya berdagang. dan memperisteri ibu tirinya. Prabu Ratudewata. Prabu Sakti masih beruntung. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. Keberangkatannya ke Demak. Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna.com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. I Madura. nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mencatat semua kejadian. Akan tetapi. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. janda dari ayahnya. Emperador de toda a illla da Iaoa. paraque pessoalmete. Sebagian dari catatan perjalanannya. akibat perilaku buruk seorang raja. Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda. que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. Bale. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda.

Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. isterinya Fadhillah Khan. Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. adalah Ki Fadil. 1984: 46-47). Fernao Mendes Pinto. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita.1999: 90). Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya. tidak terbitung para pendayung. Dengan demikian. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. adalah Nyai Pembayun. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari. Dialah kaisar Pulau Jawa. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. Maksudnya. supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto.000 orang. pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda. Raja Sunda. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masyarakat Sunda Kalapa sendiri. Ketika ia datang di pelabuhan Banten. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken.Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. Kangean. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten. adik Sultan Trenggono. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. -yang juga menjadi bawahannya. Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. Bali. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. Berdasarkan pendengaran. serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara.

serta menempatkan armada lautnya di sana. Bahkan.Pakungwati . penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. mencatat pada masa pemerintahannya. dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. Fadhillah Khan.Portugis. Madura. bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. yang penting diperhatikan. adalah tentang adanya hubungan multilateral. Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya.menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n .Demak . Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. Bali. Dari pendengaran. bagi kepentingan mitra dagang. selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. antara Wahanten . memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. Portugis menerima kenyataan seperti itu. hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Angenia. Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya. dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Oleh karena itu dapat dimaklumi. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon. dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Adanya anggapan seperti itu.Sunda Kalapa . kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. polah sang nata). Sebab. Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). Sang Prabu Nilakendra. kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. Dari catatan Fernao Mendes Pinto. Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. Sedangkan Maulana Hasanuddin. yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. Kembali kepada Prabu Sakti. karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. akhirrrya menjadi "negara sahabat". la wafat di Pengpelangan. mempunyai kedudukan penting lainnya. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali). nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga". Portugis yang semula dimusuhi. baru berperan sebagai Adipati Wahanten. setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). Pada masa pemerintahannya.

dimeriahkan oleh pesta pora. pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. yang mengapit gerbang terlarang. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar.berada di ambang pralaya (kiamat. Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. Tantrayana. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan). telah. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. serta dihantui bencana kelaparan. manteramantera Tantrayana. Bagi Prabu Nilakendra. tan igar yan ta pepelakan). Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. sudah dicampakkan jauh-jauh. Pada tahun 1567 Masehi. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. bahwa tidak akan lama lagi. mahayu na kadatwan. itulah. keraton Pakuan Pajajaran. Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. bendera keramat. dalam mendahului upacara Tantrayana. minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. Akan tetapi. dilukis dengan emas. Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. secepat kilat. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menembus jantung ibukota Pakuan. Makan minum sampaimabuki.jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. Petani menjadi serakah akan makanan. Makan enak. kehancurarr). akibat angkara-murka penguasanya. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setiap saat. nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. jimat-jimat. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan. adalah kepercayaan mistis sinkretis. menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji. Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. tidak ada ilmu yang disukainya. kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar). Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu.

yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. adalah putera Susuhunan Jati. ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. Tohaan di Majaya kalah perang. hanya tertulis secara singkat. hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. Selain itu. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. ia telah membuktikan. yang tidak menyertainya ke pengungsian. Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Bupati Jipang. dari Nyai GedengTepasan. Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. wafat dalam usia muda. bahwa Surasowan Wahanten. Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). diharapkan oleh puteranya. sangat menarik untuk dicermati. di mana Prabu Nilakendra dipusarakan.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. adalah menantu Prabu Ratudewata. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. Mungkin dia tewas di pengungsian. Nasib kehidupan kota Pakuan. Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. Kekosongan tahta Demak. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. mempunyai hak yang sama. yaitu Prabu Sakti. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. Sunan Prawoto. Sebab. Susuhunan Jati Cirebon. D. Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). ayahnya Prabu Nilakendra. adalah negeri yang kuat. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. Kemudian. sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Pada mulanya. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. Tidak pernah ada berita. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. oleh bocah pengiringnya. Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. Latar belakang tragedi. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. calon pengganti Susuhunan Jati.

Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). Karena Pangeran Emas. mendahului kakeknya. Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. yang bergelar Pangeran Suwarga. juga warga Demak. sebagai Susuhunan Cirebon. Pangeran Suwarga. sedang berada di Demak. Susuhunan Jati. Kedudukan tertinggi itulah. dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. pemerintahan Pakungwati Cirebon. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. Sedangkan pada waktu itu. Atas restu gurunya. Syarifah Fatimah. pada waktu itu masih kanak-kanak. putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten. putera mahkota Cirebon. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. adiknya Prawoto.Pangeran Sekar. Mengingat. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. Wanawati Raras. karena berupaya membela Prawoto. adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. secara terselubung. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). Sedangkan Pangeran Bratakelana. untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. tewas pula. diharapkan adalah cucunya. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. Naik tahtanya Fadhillah Khan. Pangeran Suwarga. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. Sunan Kudus. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. masih ada calon pengganti yang lebih berhak. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. adalah putera Susuhunan Jati. Pada saat peristiwa itu terjadi. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan). adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. Jipang menyerang Demak. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dianggap tidak semestinya. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. Sultan Trenggono. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon.

bila tidak dikenal asal-usulnya.kelak menjadi isteri Tubagus Angke. pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). ketika ia bersalat di permukaan laut. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. digantikan oleh puteranya. dan Pangeran Arya. Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin.yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. Surasowan. Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. . dipandang oleh masyarakat Banten. walau sesungguhnya tokoh tersebut. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara. bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. dengan "doa" Hasanuddin. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita. akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). . mampu berdiri sendiri. adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. Bagi penulis "Serat Banten".Melihat kenyataan seperti itu. Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. mendadak berubah menjadi licin. Menurut "Serat Banten". digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu. Pangeran Yusuf. Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bupati Jayakarta (Jakarta). Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup". telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. Panembahan Hasanuddin. Misalnya. Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. Wahanten Pasisir. Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat. Sekaligus. yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan.1964: 48). sebagai negara yang mahardhika (merdeka).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berdaulat. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. dalam kisah "Serat Banten". melainkan Hasanuddin. Karena itulah. perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. Sendi-sendi Islam. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). mengkilap dan berseri. melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. berhasil menjadi negari niaga maritim. kisah tentang watu gilang. Sedangkan dari isterinya yang kedua.

sudah demikian menurun kharismatiknya. jarum. sisir. Makasar. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya.1961:13. Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. dan sebagainya. Dari segi hubungan kerabat. Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. Ketika mereka kembali. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun. membeli rempah-rempah.Sunda (Pajajaran). Pedagang-pedagang dari Cina.1993: 81). 2. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. Orang Gujarat. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. rempah-rempah dari Maluku. Banjarmasin dan Palembang. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. lada dan Lampung dan Solebar. dalam Michrob. di Pakungwati Cirebon. digambarkan sebagai berikut: 1. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal. Ketika kembali ke negerinya. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. kain sulaman. penguasa Kesultanan Pajang. dan kain putih dari Coromandel. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. ikan kering dari Karawang. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. 3. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . sutera. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). selop. kipas. Palembang dan lainnya. sutra. Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. porselen. mereka membeli lada. beludru. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. kulit penyu dan gading gajah. Minyak kelapa dari Belambangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . cengkeh. untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran. payung. berdagang permata dan obat-obatan. Situasi perdagangan di Karangantu. Panembahan Ratu. buah pala. kertas. gula dari Jepara dan Jayakarta. benang emas. Sumbawa. menjual kain dari kapas. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. berhasil ditundukkan. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. beras dari Makasar dan Sumbawa. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. Orang Arab dan Persia. kayu cendana. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. nila.

1977: 448).1983: 31). gangguan keamanan. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang.1983: 38 dan 59). perdagangan dan pertanian. Kedah dan Selong di Malaka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Laskar Surasowan Wahanten. Bali (Tjandrasasmita. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut. Turki. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai. timah putih dan timah hitam dan Perak. 1975: 160). Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. Sasaran utama penyerangan. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. gading gajah dari Andalas. dan sebagainya. Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu. setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. Dengan demikian. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. Siam. besi dari Karimata. yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau. Ternate. keamanan wilayah. Bugis.cendana dan kepulauan Sunda kecil. mulai dipersiapkan. bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Banjar. Makasar. sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. Persia. Cina. Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. dapat diatasi dengan baik. dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. orang Arab. perkampungan orang Pegu. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan. tenunan dan Bali dan Sumbawa.1981: 56-58). adalah Pakuan. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. dari sejak pemerintahan ayahnya. 1950:182). rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. Pada masa Maulana Yusuf.

Sampai sekarang. Bila kenyataan yang terjadi. sangat memungkinkan. dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. Kelak. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. Palangka itu. Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. Dengan diboyongnya batu tersebut. Disebut demikian. Pada masa pemerintahannya. Dari peninggalan yang ada. laskar Surasowan Wahanten. Oleh karena itulah. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. Pandeglang. terhadap kedzaliman. Prabu Ragamulya Suryakancana. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . Serbuan laskar Surasowan Wahanten. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. sebagai pusat pemerintahan yang baru. di Cisolok dan Bayah. Bagi Panembahan Yusuf. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. beserta ketiga saudaranya. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). digantikan oleh puteranya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. Padahal. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. mengungsi ke pantai selatan.rover. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. tetapi di Pulasari. yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. maka di kota Pakuan. Kota Pakuan Pajajaran. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. la tidak menghendaki. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. merupakan upaya "pembersihan". tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. Prabu Ragamulya Suryakancana. Sekarang. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. keturunannya masih merupakan kaum-adat. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor.

Puasari. Pandeglang. Mungkin ia pergi ke Pulasari. bahwa di sanalah. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. Akan tetapi. dikisahkan Ki Baju Rambeng.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). Akan tetapi. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. sambil menyongsong ajal tiba. yang meninggalkan urusan duniawi. penguasa masyarakat Sunda pertama. la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. hanya berusaha mempertahankan diri. akhirnya berpusara di tempat lahir. mereka meninggalkan kota Pakuan. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. bersama pembesar dan pengikutnya yang setia. beribukota d. dalam Pantun Bogor. Menurut cerita leluhurnya. Sesungguhnya. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. la hanya sebagai "rajaresi".Kampung Ciptarasa. di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n . dibinasakan. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda. Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). secara samar-samar. belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Jejak peristiwa itu. Sekelompok kecil yang bernasib baik. napas tertua bentuk kerajaan. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). Prabu Ragamulya Surya Kancana. tentunya tidak membuat babak baru. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. Prabu Ragamulya Suryakancana. ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan".

wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. kepada Pangeran Japara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada tahun 1580. Maulana Yusuf meninggal dunia. Panembahan Yusuf. Rata Winahon. ia dikenal juga dengan sebutan. Pangeran Arya. niaga maritim. Dari permaisuri Ratu Hadijah. Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. pengembangan areal pertanian. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. Konflik tidak dapat dihindari lagi. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. terutama dalam hal pembangunan kota. Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Ketika itu. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. Melihat kenyataan seperti itu. sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. Oleh karena itu. tinggal di keraton Japara. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi). Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. Panghulu Negara (Kadhi). Ketika Maulana Yusuf sakit keras. Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n .Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. semakin berkembang pesat. menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun. antara lain: 1. putera mahkota Pangeran Muhammad. Pangeran Muhammad. Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. Sejak kecil. Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). baru berusia 9 tahun. menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). Pangeran Japara bersama pasukannya. Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. D. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. dan 2. Akan tetapi. Sedangkan Panembahan Yusuf. Pangeran Japara.

bertindak sebagai walinya. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. Pasar kedua terletak di Paseban. Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. Mangkubumi Jayanagara. sebagai pencatat perjalanan. tidak tercapai. Pegu. di bagian utara Kerajaan Belanda. dan Abesinia. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. seperti dari Bugis.1993: 89). karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara. Cina. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. pada tanggal 22 Juni 1596. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan. Diceritakan pula.1993: 89). yaitu daerah Karangantu. Bersama 249 pasukannya. Bengali. mereka berangkat dari pangkalan Tessel. Seperti halnya ayah dan kakeknya. Rupa-rupanya. Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. dan akhirnya diusir dari Banten. temboknya dilapisi porselen. terletak di Pacinan. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. dari berita pedagang Portugis. hingga ke pelosok-pelosok desa. yang memperdagangkan keperluan sehari-hari. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis. Turki. Dan pasar yang ketiga. Dalam pelayarannya. Jawa. Melalui Tanjung Harapan. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid.itu. Keling. Malaya. Arab. Gujarat. Malabar. dan lain-lain. Setelah persitiwa itu.

Bahkan. Mangkubumi Jayanagara. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. Armada dagang yang dipimpinnya. putera Aria Pangiri. Sebab. Selanjutnya. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. ia tewas terbunuh. Akhirnya. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). armada Kesultanan Surasowan Banten. pada tanggal 13 November 1596. Mereka tiba di sana. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). Perwalian. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. sebagai Wali Kesultanan. ia diturunkan dari jabatannya. berputera Abdulmafakhir. Akan tetapi. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. Pertempuran sengit. ditarik mundur. Akhirnya. Ratu Wanagiri. penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri.Sikap Cornelis de Houtman. Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. yang kasar dan tidak bijaksana. didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). Kemudian. Sultan yang masih bayi itu. didampingi oleh kakeknya. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. karena kecongkakannya. jabatan Wali Kerajaan. Akan tetapi. Sultan Maulana Muhammad. hampir memukul mundur pasukan Palembang. berlangsung di sekitar Sungai Musi. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. pada tanggal 17 Nopember 1602. Sementara itu. la memimpin langsung pasukannya. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. pada tahun 1602. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . di negeri rencong itu. Karena sikap congkaknya. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. yang baru berusia 9 bulan. diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak menghasilkan apa-apa. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. ia melanjutkan perjalanan. cucu Sunan Prawoto Demak. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia.

Didukung pula oleh pihak Inggris. Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala. Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni. Melihat kondisi seperti ini. Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. di Belanda terjadi peristiwa penting.Sementara itu. menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. di antaranya Insan Kamil. Mangkubumi terbunuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pada bulan juli 1608. yang diberi nama Batavia. pada tahun 1604. Rasa ketidakpuasan itu. Kongsi dagang tersebut. Peristiwa tersebut. mengadakan huru-hara di pelabuhan. pada tanggal 30 Mei 1619. didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. Kekuasaan sepenuhnya. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. Snouck Hurgronje (Roesjan. Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. Sementara itu. Akan tetapi. di kalangan Keraton Surasowan Banten. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. dalam Michrob. Pangeran Arya Ranamanggala. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. pada tahun yang sama (1602). Di sana mereka membangun sebuah benteng. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. mencapai puncaknya. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). Bahkan. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi. agar Sultan Abdulmafakhir. oleh penduduk Nusantara. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. Pangeran Mandalika bersama adiknya. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. Pada tanggal 13 Mei 1626. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. Melihat situasi seperti itu. yaitu Pangeran Mandalika. Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. Huru-hara untuk sementara dapat diredam. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. yaitu suku Bataav. terjadi kembali huru-hara besar. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras.1993:127). la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. Akhirnya. Pada tanggal 23 Oktober 1608. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. yang kelak diambil oleh Dr. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran.

antara lain: 1. la seorang Sultan yang cepat tanggap. menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. diserahkan kepada Pangeran Surya. Sultan Abdulmafakhir. tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. putera mahkota. Kesepakatan perdagangan. E. adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah.Sultan Abdulmafakhir. dilanjutkan oleh cucunya. Pada tahun 1640. 2. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. dan 5. Pada tahun 1645. Pangeran Lor. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Surya. ia mencapai perjanjian perdagangan. Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. Tahta Kesultanan Surasowan Banten. bagi Kesultanan Surasowan Banten. ia meninggal dunia dalam usia muda. sering "terjun ke lapangan". SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). Pangeran Arya Kulon. 3. . merupakan masa kemakmuran. Abdulma'ali. akan tetapi. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. Selanjutnya. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". diangkat menjadi Sultan Anom. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. Ratu Pembayun. Akan tetapi. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. 4. Begitu juga dengan putera mahkotanya. Pangeran Raja.Gelar ini diperolehnya. Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. kedudukan Sultan Anom. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. Perjanjian itu. Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. penguasa Kesultanan Surasowan Banten. bersikap bebas. Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak. pada tahun 1650. Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa.

Pangeran Raja. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. 2. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. sebagai pejabat tinggi negara. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. Terhadap Kompeni Belanda.Pangeran Surya. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. Antara lain. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. Pangeran Kidul. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. Pangeran Kilen. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. Pangeran Lor. Sepulang dari Tanah Suci Mekah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 2. 3. melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. 3. Ratu Kulon. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. 4. dari manapun asalnya. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. Ratu Inten. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. dan 4. dan Ratu Tinumpuk. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. merupakan pekerjaan yang sulit. Pangeran Wetan. baik orang-orangnya. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. Serta empat orang saudara seayah. empat orang saudara kandungnya. maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu: 1. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. Oleh karena itu. bahkan kemungkinan besar akan gagal". yaitu: 1.

tanpa basis yang tetap (gerilya). kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. dan menghancurkan kilang penggilingan gula. Di darat. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir. pasukan patroli Kompeni Belanda. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. 2. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". dalam satuan-satuan kecil. kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. harus dipotong. tidak akan pernah sampai ke Batavia. Pasukan "gerak cepat" itulah. satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. Semua aksi-aksinya. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. terlihat watak maritim Banten murni. memusnahkan tanaman tebu. yang tidak diinginkannya. satuan-satuan armada kecil. Mengenai satuan tempur di darat. Setidaknya. supaya kapal-kapal itu. Di laut. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. yaitu sebelah Timur Cisadane. Di wilayah perbatasan. Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan 2. Jalur angkutan laut. Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. harus dipancing keluar dari sarangnya. hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. Untuk memenuhi strategi itu. Tujuannya. setiap ada kesempatan. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. Kompeni Belanda. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. menurut perjanjian 1645. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. Akan tetapi. Padahal Kompeni Belanda berharap. Sebagai catatan.1. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. dan 3. Panembahan Hasanuddin.

pada tahun 1653. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda.dalam "pembaharuan perjanjian". yang membantu Dewan Hindia Belanda. telah memenuhi persyaratan. Menurut pandangan mereka. ulet. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. Sultan Abdulfatah. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. Mereka mendorong. sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). Anthony Van Diemen (1636 -1645). kedua penasihat Maetsuycker. yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. Para Direktur Kompeni di tanah airnya. sangat puas atas prestasi Maetsuycker. sebagai sumber pangan. yaitu: mahir menjadi pedagang. la terkenal cerdas. pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. Trio itulah. Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). Maetsuycker tidak senang bertualang. "Statuten Van Batavia". kecuali untuk berburu di luar tembok kota. sejak masa GJ. Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. Maetsuycker. Akan tetapi. dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. Maetsuycker. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. Baik van Goens maupun Speelman. menggantikan Carel Reynierszoon. Untuk mencapai tujuannya. dan pandai bergaul. Sebagai ahli hukum. yang sekaligus menjadi penasihatnya. Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan Speelman. saling mengisi dalam watak dan pendapat. ia mempunyai dua orang kawan. selanu 30 tahun. van Goens. yang tidak bertahan lama. adalah hasil dari buah tangannya.

5. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. bersedia membuka jalur perundingan. dilakukan sampai beberapa kali. sambil membawa usul-usul baru dari mereka. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. sebanyak 10 pasal: 1. 6. membawa usul "perdamaian". 3. agar ia bertindak lebih keras. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. Kompeni Belanda mengambil prakarsa. Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. derigan membentuk pasukan "pribumi". 4. Sebab secara pribadi. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. Terhadap tindakan itu. hampir berhasil. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. yang berdasarkan kelompok etluk. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar". Pada tahun 1657. perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. baik di darat maupun di laut. Pada tanggal 29 April 1658. 2. mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. van Goens dan Speelman. atas biaya dari Banten. Pertukaran nota.Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. Sebab di laut. Untuk memenuhi keperluan tersebut. Padahal. Sampai akhir tahun 1656. sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. menginginkan Maetsuycker. Kesultanan Surasowan Banten. Menjelang akhir masa perjanjian. Karena merasa lemah di sektor darat. Banten harus membayar kerugian perang. Sultan Abdulfatah. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. Kedua belah pihak. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. Ancaman dari darat inilah. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. utusan Kompeni Belanda. Akan tetapi.

Sultan Abdulfatah sangat faham. pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berarti menyulut sumbu perang terbuka. pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. sebagai imbalan. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. yang telah diperolehnya. secara bebas dapat membeli meriam. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2. Menuntut. diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". Sebab. Sultan Abdulfatah menegaskan. (Michrob. peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. 2. 9. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. karena: 1.7. artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. yang dinilai sangat tidak adil. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. Sultan Abdulfatah menuntut: 1. Perbatasan Banten dan Batavia. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat. agar orang Banten. Oleh karena itu. Dengan tegas. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. Setiap orang Banten yang ada di Batavia. Sebagai jawabannya. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. Tuntutan yang kedua. warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. Menuntut. Penolakan tersebut. pada tanggal 11 Mei 1658.1993:137). peralatan-peralatan yang dimaksud. 10. harus dikembalikan ke Banten. Tuntutan yang pertama. agar "bunuh diri". ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. agar orang Banten. Seperti yang telah diduga sebelumnya. demikian juga sebaliknya 8. maka sebagal imbalannya.

Ratu Bagus Singandaru. di perairan Pontang. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. Si Muntab dan Si Kalantaka. berlangsung sampai senja hari. sebuah satuan tempur darat. yang masing-masing diberi nama. 2. 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . perairan Selat Sunda. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang. tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. selalu "berkeliaran".000 orang. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. dipusatkan di sekitar pelabuhan. Dengan melalui jalan darat. 1. Oleh karena itu. jenis canon (meriam besar). setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. di perairan Tanara. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. Sedangkan satuan Artileri Banten. Ratu Bagus Wiranatapada. di perairan Tangerang. Kapal-kapal Kompeni Belanda.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. 5. balasan dari pasukan ardleri Banten. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan. ditempatkan di pantai Caringin. dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. Pertempuran sengit itu. 3. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). di perairan Labuhan Ratu. untuk menjaga serangan dari laut. Arya Suryanata. berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. Pertahanan ibukota. karena dalam rangka blokadenya. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. selama 9 hari. yang menyebar di sekitar pelabuhan. Sepuluh di antaranya. agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. Selain itu. di perairan Karawang. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. di sekitar Pulodua dan Pulolima. Akan tetapi. Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. dengan kekuatan 60 meriam. Hal ini dilakukan. Tumenggung Wirajurit. sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. Sultan Abdulfatah memerintahkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Suranubaya. Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. mulai memuntahkah tembakan salvo. 4. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan.

mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. Kemudian Sayid Ali. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. tentang hak membeli senjata dari Batavia. sepanjang sungai Cisadane. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. Sultan Abdulfatah. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. tidak menuntut hak monopoli. Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. terjadi stagnasi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Oleh karena itu. di garis depan Angke-Tangerang. Akhirnya. Perundingan berlangsung di Batavia. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. akan ditangkap. Mereka dibekali pasukan baru. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. dari pasar Batavia. telah banyak korban yang jatuh. Bagi orang Kompeni Belanda. Kompeni Belanda. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. Pimpinan baru. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. kemudian memeluk agama Islam. tanpa alasan yang sah. Melihat kenyataan ini. dari kedua belah pihak. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. Padahal.Sebelum malam tiba. adalah: pengukuhan garis perbatasan. karena pihak Kompeni Belanda. untuk mengadakan penyegaran pasukan. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. menuju ke laut lepas. Di Batavia. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. Sementara itu. titik berat dari perjanjian itu. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. harus dikembalikan ke Batavia. Sebetulnya. armada Kompeni Belanda. bertindak atas nama Sultan Jambi. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. oleh Kompeni Belanda. pada tanggal 10 Juli 1659. yang sudah memerlukan istirahat. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. dipandang sebagai ancaman baru. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. Sebab. dan Kesultanan Surasowan Banten.

bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. akan diberi gelar kebangsawanan. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. Bila dalam kapal Kompeni itu. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. biaya pemeliharaan kantor tersebut. Strategi Sultan Abdulfatah ini. Kemudian. antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . atas permintaan kepala perwakilannya. dapat menyitanya. dengan bayaran tinggi. 2. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat". Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. bahwa para gerilyawan Banten. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. Bahkan. Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. F. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. petugas pemeriksa dari pihak Banten. dengan cara mencari setiap kelemahan. Sebab. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. Kemudian. kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten.Sebagai catatan. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". Bahkan bila dianggap layak. yang selalu memanfaatkan kesempatan. antara lain sebagai berikut: 1. ada barang yang dianggap terlarang. tidak dikenakan bea pelabuhan. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. tetap diperbolehkan dibuka. atau terpaksa singgah karena memerlukan air. untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". Kelak terbukti. Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya.

sepanjang saluran yang baru. dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. Kompeni Belanda menyadari. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. Kompeni yang akan lenyap". antara lain sebagai berikut: Pertama. atau. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . masyarakat dianjurkan mencetak sawah. karena terletak cukup jauh dari pantai. kepada atasannya di Netherland. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. karena beban logistik yang terlalu berat. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. Sebab selama perang berlangsung. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. pada tanggal 31 Januari 1679. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. dalam tempo 9 hari perjalanan. Saluran itu. Hal ini disebabkan. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal. Dibangun saluran secara berantai. Strategi ini. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. banyak mernakan biaya yang amat tinggi. Dengan demikian. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. Posko pertahanan sebelah timur ini. bahwa pembuatan saluran tersebut. telah banyak hal yang terabaikan. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. bahkan dihancur-lumatkan. Pada saat perang berlangsung.000 jiwa. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda. bahwa "Banten harus ditundukan. yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. Kedua. untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . selain letaknya yang jauh. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. juga sarana perhubungannya sulit. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. Di sebelah kiri dan kanan saluran. dibuat sepanjang jalan lama. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. Oleh karena itu. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu.tujuannya. Salah satunya. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang.

untuk mengepung benteng Batavia. dengan kekuatan 4. dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus. Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda.Kesultanan Surasowan Banten. atau ke arah tenggara Muara Beres. 3. ke sebelah timur dari Wales. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. Peningkatan ekspor. Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda. 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . dihuni petani biasa (bukan tentara). Banten pun merupakan sebuah negara maritim. Sultan Abdulfatah. dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. ia memperoleh informasi rahasia. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. bahwa pemukiman orang Mataram itu. yang menuju Batavia. mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. dan mereka dianggap "tidak berbahaya".000 orang. Selain pembangunan fisik. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. sebanyak 500 orang ke Muara Beres. yang mengirimkan koloni petaninya. Dengan demikian. Terbukti. Ketika pecah perang. Dari Wales. orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. Banyak di antaranya. Sebab. 2. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. yaitu: 1. dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. Mata-mata Banten mendapatkan. Dari orang EIC. Sultan Abdulfatah. Muara Beres. Alih teknologi. terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). Kecemasan pihak Kompeni Belanda. negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. Di Muara Beres. pos terdepan pasukan Banten.

dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. Sebagian besar para teknisi Eropa itu. Melalui kongsi dagangnya. yang memiliki daya jangkau jauh. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. Hal tersebut. Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. 1996: 303). mengundang para teknisi Eropa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Istana yang megah itu. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. bahwa nama tempat itu (Ragunan). Seluruh komplek. dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. dengan nama Tubagus Wiraguna. berbentuk busur. mampu berlayar hingga mencapai Philipina. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. Jalan masuk menuju komplek Istana. dapat ditandatangani tahun 1670. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. Sultan Abdulfatah. tidak jauh dari pantai. yang cukup tebal. untuk menghindari pengintaian dari luar. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. dilindungi tembok terbuat dari bata merah. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota. sekarang). kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten. dibuat pula saluran yang cukup lebar. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. Kelak. dan berfungsi sebagai benteng cadangan. Benggala dan Persia (Iran). Keraton Surasowan. merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n . dilengkapi pancuran dan danau buatan. ditempatkan menara jaga. Di sekitar tembok benteng. perjanjian dagang antara Banten-Denmark.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. keraton itu dilaporkan bercorak modern. Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. Negeri Belanda. De Haan berpendapat. diberi dinding bata pada kedua tepinya. dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan. Macao. Pada sudut-sudut benteng. sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. pada tahun 1671. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa. Dalam sumber Belanda yang sejaman. tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. Dari nama keraton itulah. ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan.

pada tahun 1674. untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. diperintahkan oleh ayahnya. Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. pada tanggal 16 Februari 1671. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah.yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. Sultan Ageng Tirtayasa. diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan. Abdulkahar. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setiap saat. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. Sejak itulah.1977: 159). Peristiwa ini. memerlukan waktu 2 tahun. Sementara itu. dapat saja meletus. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. putera mahkota Sultan Haji. yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. Tamat (Naerssen. yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti. perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. Sultan Abu'nasr Abdulkahar. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten. untuk menunaikan ibadah haji. di Istana Tirtayasa Selanjutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. berturut-turut telah datang ke Banten. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. Bantuan senjata dan perbekalan. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. bila salah satu pihak diancam Kompeni. Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. Oleh sebab peristiwa itu. Dalam perjanjian Bongaya (1667). membuat ia mengambil sikap netral. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. Sultan Ageng Tirtayasa. Kedua belah pihak saling membiarkan. kemudian bergabung dengan laskar Banten. Kekhawatirannya. hubungan Banten dengan Mataram. Sementara itu. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. banyak yang menyingkir. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten. Kesultanan Surasowan Banten. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . 800 dan 300 orang Makasar. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. cenderung mengarah kepada permusuhan.Hal yang meredakan ketegangan. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. kehilangan sekutunya di kawasan timur. Terbukti. Koloni petani Mataram di Karawang. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. Dalam kejadian ini. tidak pernah mulus. Sisa-sisa laskar Makasar. dan kehilangan kebebasannya. diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. di antara kedua belah pihak. Karena persaingan itulah. adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. Saran van Goens dan Speeltnan. dalam . Sikapnya yang sangat hati-hati.

Sultan Ageng Tirtayasa. karena alasan politik. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram. Kesultanan Surasowan Banten. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah. tidak mungkin dipenuhi. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. Mereka bersama ayahnya. sebagai Sultan Sepuh. Sebagaimana telah dikemukakan. Panembahan Girilaya. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. Mereka hanya menjanjikan. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Masing-masing. juga puteri Mataram. Akibat peristiwa itulah. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. Selain itu. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . Menggunakan kapal perang Banten pula. Oleh sebab itulah. dapat dipererat kembali.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. kedua orang kakaknya. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. akan mengambil sikap netral. Hanya saja. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. dengan keraton Mataram. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri. ibu dan isteri-isteri mereka. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. Menggunakan kapal itu pula. yang telah lama retak. adalah kemenakan Panembahan Ratu. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. dalam peristiwa itu. Ibunda Amangkurat I. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. putera Panembahan Girilaya yang bungsu.

Akan tetapi. Pusaka-pusaka Mataram. Gubemur Jenderal Maetsuycker. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. Akan tetapi. Speelinan pun mengusulkan. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. Pada tanggal 2 Juli 1677. Selanjutnya. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. penumpasan gerakan Trunojoyo itu. Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland. sebagai tebusan biaya perang. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. la berkirim pesan kepada Speelman. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. putera mahkota Mataram. termasuk mahkota Majapahit. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. serta berhasil merebut dan mendudukinya. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. namun ditolak oleh Trunojoyo. yang selalu hati-hati. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. ia beserta mahkota Majapahit. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. Selanjutnya. Karena peristiwa itulah. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. Akan tetapi. menyeberangi Selat Madura. sama-sama penganut garis keras. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. dengan tujuan mendapatkan wilayah. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. Berdasarkan pertemuan itulah. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. tidak meneruskan gerakannya. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. pada bulan Oktober 1677. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. setelah Trunojoyo tertawan. melainkan oleh Kompeni Belanda. Selain itu. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. Speelman kembali ke Japara. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. karena menganggap sebagai konflik intern keraton.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. langsung menyerbu ibukota Mataram. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan menyerang Arosbaya di Madura. Maetsuycker yang semula bersikap netral.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. Sebagai penggantinya. segera dilumpuhkan. tidak menerima usul tersebut. Akibat serbuan Trunojoyo.

setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. menyingkirkan para kepala daerah setempat. Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. Sebagai langkah awal. Situasi baru ini. karena Rangga Gempol III. sehingga memperoleh bantuan meriam. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur. pada bulan September tahun 1678. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. di bawah pimpinan Wiratanu. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. yang merupakan wilayah bawahan Banten. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. Akhir tahun 1678. Selanjutnya. telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. pada tahun 1680. sebagal pembayar hutang biaya perang. dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bupati Sumedang. Rangga Gempol menggempur Sukapura. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. Parakanmuncung dan Bandung. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. Hubungan dagang Sumedang . mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. melalui Kapten Hartsinck. PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya.Kompeni. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan mengerahkan 300 orang Talaga. peluru dan mesiu. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. senapan. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun.F.

serta orang-orang Belanda lainnya. Sultan Ageng Tirtayasa. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677. la senang meniru perilaku orang Belanda. sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. mudah terpengaruh bujukan orang. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. tanpa kajian yang mendalam. Tetapi yang paling membahayakan negara. Sementara itu. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. Caeff. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Haji. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri. Ambisi Sultan Haji yang amat besar. justeru muncul dalam kesempatan tersebut. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten. Akhirnya. la labil dalam sikap. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. Pendudukan Banten atas Sumedang. hanya berlangsung kurang dari dua tahun. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. di daerah Indramayu. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang berkedudukan di Pamanukan. Potensinya masih kecil. adalah menantu Bupati Bandung. Kabupaten Cianjur. Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram. mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan.Cakrayuda. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. Rangga Gempol kembali berkuasa. yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. Sebab. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. Akan tetapi. Secara politis.

Speelman mematangkan situasi. perunding dan panglima perang. karena gangguan gerilya Banten. Rijcklof Volckertsz van Goens. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. terbawa mati. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. ia orang Kompeni Tulen. telah akrab dengan iklim tropic. Speelman mengetahui. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. ia menyusun catatan pertempuran.Kompeni Belanda sudah merasa kesal. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. Oleh karena itu. la tidak berani. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. menjadi penguasa wilayah". Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. Belanda kelahiran Rotterdam itu. tubuhnya kekar. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. Untuk kepentingan Kompeni. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . semakin meruncing. dalam pertempuran di laut. lengkap dengan keadaan politik. namun lincah dan tak senang diam. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten. Dari "tiga serangkai Kompeni". Watak dan keuletan Speehnan. la cerdas dan cerdik.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam sehari. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar. tanpa persiapan yang benar-benar matang. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. Akan tetapi di darat. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. Akhirnya. Pada saat-saat perang sedang berlangsung. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. Banten. karena ia meninggal pada bulan November 1681. ia berani mempertaruhkan nyawanya. terpaksa menahan diri. la sangat memahami. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. pasukan Banten masih terlalu tangguh. Sikap licin seorang pedagang ulung. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. tetap rawan. Wajar bila Vlekke dalam bukunya.

ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia. melainkan sebagai "penolong". pada malam 26 Februari 1682. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". Mereka adalah: Kapten Hartsinck. van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. Sementara itu. Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai". Kapten Tack. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. di bawah komando Saint Martin. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. berjalan mulus. Dengan dalih. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. di bawah komando Kapten Tack. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. Akan tetapi. sebagai perunding ulung. Sehingga. padahal di benteng "Batavia". dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda. Sloot. dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. agar lebih berani mengadapi ayahnya. pada tanggal 8 Januari 1681. Sultan Haji menawarkan perdamaian. yang ditempati oleh Sultan Haji. Selanjutnya. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". Padahal. tiba di Pelabuhan Banten. Speelman mengutus Jacob van Dijck. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. oleh Jacob van Dijck dan Caeff. disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. yang menempati Istana Surasowan. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. Sistem politik adu domba. Tugas van Dijck yang sesungguhnya. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. pasukan bantuan Kompeni Belanda. Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan.Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ialah menghasut Sultan Haji. komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. Van Happel. Pertahanan daerah Angke-Tangerang. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. dan Saint Martin. pada tanggal 16 Maret 1682.

pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. berhasil merebut Pontang. memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. disambut baik dengan penuh rasa hormat. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. Pasukan gabungan ini. Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan. Pada bulan Oktober 1682. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. meriam tempur Hartsinck. mulai menembus keraton Tirtayasa. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. Pasukan gerilya Banten. Beberapa hari kemudian. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia. Sedangkan di Tanara. Serbuan pasukan Hartsinck ini. Hingga bulan Agustus 1682. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. Di tempat itulah. armada darat dan laut Kompeni Belanda. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. di sebelah selatan Tirtayasa. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. Akhirnya. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. yang berada di Keraton Surasowan. sehingga terjadi stagnasi. oleh Sultan Haji. pasukan darat dan laut Banten. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya. Dari ibukota Surasowan. mundur menuju Tanara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. Selanjutnya. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. Di Tanara. Pada tanggal 28 Desember 1682. Pada awal Maret 1683. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. pada bulan November 1682. Saat itu. yang berisi bujukan dan permohonan. dengan perhitungan yang matang. melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. memasuki keraton Surasowan. Sementara yang lain menunggu di Sajira. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. bergerak menuju Tirtayasa. bergerak menuju ke Tirtayasa. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. mencoba mempertahankan daerah tersebut. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck.

sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. yang diberikan rakyat Banten kepadanya. Tanpa ragu-ragu. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya. Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. Sultan Banten. agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. Akan tetapi. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. Sultan Haji tidak berdaya. dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. Akan tetapi.Keraton Surasowan. bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". la dihormati dan disegani oleh lawannya. ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". Mungkin saja. mereka merasa senang. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir. dan Perancis. ia menyebutkan. Seperti juga raja Makasar. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. mencoba memodernkan negaranya. adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. Bahkan. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . ialah musuh besar Kompeni Belanda. Banten mencapai masa kejayaan. menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. dalam berbagai sumber. telah berhasil memikat para pedagang Inggris. bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. Sultan Ageng Tirtayasa. Menurut pengamatannya. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. Pada saat itulah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Kemungkinan besar. Denmark. Sehingga. Selanjutnya dalam catatan Vlekke. Penangkapan itu. Karena terbukti.

sebelum kedatangan orang Portugis. Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. Para pedangan India. sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. penerbit Saudara. seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. Macao. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. terdapat kesimpang-siuran. Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . Oleh sebab itu. Hal itu justeru tetjadi. ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. la pun menuntut hak. Cina dan Arab. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. Serang. kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Dalam tahap permulaan. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. Disertai salah satu kapal milik Banten. bukan sebagai "bangsawan niaga". dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. berakhir pada tahun 1683. dari manapun asalnya. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. Kesadaran politik inilah. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). pada tahun 1677. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. Benggala dan Persia. Muhammad Ismail. ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. putera mahkota (Sultan Haji). Mungkin penunjukkan tahun 1672. melakukan pelayaran ke Philipina. akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. Orang berkata. Satu tahun lamanya. melonjak naik. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. berada pada titik puncaknya. dari sumber-sumber yang ada. Sultan Haji mengira. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten. untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa.Atas bantuan orang-orang Eropa. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. dipimpin oleh para nakhoda Eropa. Padahal. Akibat peristiwa penangkapan tersebut.

edukatif. dan Drs. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. yaitu Tubagus Mustafa. Pada tahun 1985. dan dukungan rakyat. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. untuk meneliti. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. penelitian. psikologis. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya. Dr.M. Saleh Danasasmita (Anggota). 5. 3.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. No. Saini K. putera Pangeran Sake. jumlah korban pada pihak musuh.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. dan lain-lain. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. tanggal 8 April 1985. Edi S. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. 2. luas wilayah perjuangan. politis.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. dibentuk tim. Salah satunya. G. Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). artistik. 4. Skep/182/N/1985. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. Setelah dilakukan penelusuran. diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. kesulitan yang dialami. tingkat volume lama perjuangan. Karena nilai-nilai kepahlawanannya. No. Adik Sultan Haji.CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. (Anggota). berdasarkan. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. Drs. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi. Tim inti itu. terdiri dari: Prof. Ekadjati (Ketua). yaitu Pangeran Sake. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Sprin.

6. Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). Kini diorama dan patungnya. *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat. 7. gagah berani. terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah. di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819). Perlawanan Bupati Sumedang R. Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. 2. 5. antara lain: 1. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723). raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon. 4. terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). Raden Alit Prawatasari. 2.T.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). Bagus Rangin.1. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). Dari hasil seleksi pada waktu itu. raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. 3. yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. terukir oleh tinta emas sejarah. Perlawanan rakyat Banten. Ketiga tokoh tersebut. 8.A. la raja yang bijaksana. sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. dan 3. serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. Sultan Ageng Tirtayasa. di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683). Sri Baduga Maharaja. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi).

1984: 29). dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme.1996:101). semuanya dikirim ke Batavia. kendi itu dihilangkan.MELACAK RAJATAPURA I. ternyata sebuah yoni. dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot. meniru bentuk janggut patung Agastya. Siwa. melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci. bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". Arca itu. kecuali satu. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). pada paro pertama abad ke-19. Beberapa bulan kemudian arca itu. Pada wayang Kumbayana. Brumund dan Van Hoevell. sekalipun orang Cina berkeberatan. Beberapa puluh tahun kemudian. yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana. diangkut ke museum pula. yang menggambarkan Brahma. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap. beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap. memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati. Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang. untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. Durga dan Ganesha.BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI . antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya. dua pakar yang terkenal. Agastya. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

mengemukakan pendapatnya. gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok. apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. luasnya sekitar 17. Halwany Michrob. Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara.Boleh jadi. kemudian dibahas oleh Yogaswara. 104). ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda. Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). Pemujaan terhadap Agastya. Kedua-duanya. Sayangnya. Bila dikaji lebih dalam. menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain. telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu. antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari.1993: 33). sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang. apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. tuffa. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite. Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). Pada berbagai singkapan. tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut. yang terletak di pesisir barat Pandeglang. dalam Guillot.500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. Pada materi yang sama. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung. 1996. 1850.

dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya.1993: 33). dikatakannya kepadanya. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah. di Pulau Panaitan. memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari. seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat. Selanjutnya. Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan.1996: 106). dalam Michrob. 1978: 38). (1996). dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman. bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah. mengisyaratkan. II.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dengan demikian. sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526.1983: 33).daerah ujung selatan Surnatera. Ketika bapaknya datang kepadanya. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan. Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur. sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja. Dalam pada itu. 1984: 3334). Bahkan dalam hasil penelitian lainnya.1894 dalam Guillot. dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli. karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n . seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913). Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara.

Kekeramatan batu tersebut. di sekitar puncak Gunung Pulasari. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. Menurut cerita rakyat.19y6. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. Pada hemat kami. Batu Kiara Sarebu. yang berserak di bawah cucuran air terjun. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain: Batu Sanghiyang Arca. Ayam jantan tersebut. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). menurut cerita rakyat. Batu Kiara Jingkar. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari.100). pipih. Uniknya. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang.dicari". Sepanjang perjalanan secara berturut-turut. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. Batu Cangkrung. ada semacam "gambar" ayam jantan. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. menurut cerita rakyat. Air Terjun Curug Putri. konon milik Maulana Hasanuddin. air terjun Curug Putri. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor. oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari. Patut disayangkan. Menurut cerita rakyat. Untuk membuktikan kebenarannya. Di lokasi tersebut. Batu Sanghiyang Kotok. air di atas permukaan yang cekung tersebut. terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). terdapat batu-batu yang dikeramatkan. Batu Cangkrung. yang dibentuk serupa "makam". Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. tebal 10 centimeter.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. Batu Kiara Jingkar. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara. Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. tidak pernah kering. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. Menurut cerita rakyat Cilentung. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu. Di lokasi Batu Kiara Sarebu.

membujur arah timur-barat. berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. tetapi hampir tidak menonjol. juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. 1996). Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal. Bahkan batu-batuan yang ditemukan. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. Di lokasi puncak Rincik Manik. Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". Makam yang pertama. nampak gosong. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . lengan-lengan dan kelamin lelaki. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. Mungkin. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari.300 meter hingga 1. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. Selain tempat-tempat keramat biasa. ketika diukur menggunaltan kompas. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. Uniknya. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. Hal itu. Di bagian lain. Makam yang satunya lagi. kelihatan pula. yang ditinggallkan wisatawan lokal. Di lokasi puncak Rincik Manik.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik.Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. membujur arah utara-selatan. terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. banyak sampah-sampah berserakan. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. pada ketinggian antara 1. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot.346 meter di atas permukaan laut. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. Di lokasi puncak Roncang Omas. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. Di lokasi itu.

dan belum dikerjakan (Sukendar. Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar. 1981/1982: 247). Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang.1996:100). Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs. Jawa Barat. dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang. Mungkin Guillot kecewa. Haris Sukendar. menerangkan makna dan fungsi menhir. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot. Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek. Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda. dikemukakan antara lain sebagai berikut: . Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1. yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri. "primitif" dan "kampungan". dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938)..1985: 92).. dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja". Di daerah Lampung. mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur)./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n .bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang.

Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa. terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir.1984: 42). Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran. dengan mengucapkan mantra.. Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya. Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik. Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu. yang menjadi tujuan terakhir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung. antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya. banyak sekali. Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai. yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang. Mereka memohon kepada nenek-moyang. yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda.. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka. bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n . ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali.wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//.

berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. Posisi di puncak Gunung Pulasari. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. Kecamatan Mandalawangi. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. 5. kerikil dari letusan gunung. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. Sanghiyang Arca. Berdasarkan kajian geografi sejarah. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. Lokasi di Kampung Kaduhejo. 8. 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . 3. pada masa 2000 tahun yang silam. Batu Pahoman. Desa Cikoneng. Makam Gunung Cupu. lokasi di mata air Cihanjuran. Batu Lingga. Cicaringin dan Cibangangah. oleh arus deras sungai Cibama. Lokasi di Desa Gunungcupu. Sanghiyang Dengdek. 6.1984: 42). membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat". keadaan pantai barat Pandeglang. Dihitung secara geologis. 4. Kecamatan Saketi. Gunung Pulasari. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). Kecamatan Saketi. Lokasi di Desa Batulingga. Sanghyang Healeut. Desa Pasirpeuteuy.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kecamatan Cadasari. Kecamatan Cimanuk. 9. Kecamatan Banjar. Kecamatan Saketi. Batu Goong. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. juga Gunung Aseupan. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. 7. Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. Jumlah 3 buah menhir. Desa Sanghyangdengdek. 2.nenek-moyang. Batu Rincik Manik. Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. Kecamatan Menes. Batu Cihanjuran. antara lain berupa menhir: 1. Cilabuan. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. Lokasi di Desa Sukasari. debu. Lokasi di Kampung Pahoman. Lokasi di Desa Banjarnegara. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. Gunung Karang. Terhanyutnya pasir.

Kecamatan Mandalawangi. 3. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Desa Palanyar. Kecamatan Saketi. di antaranya: 1. Batu Qur'an. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. Lokasi di Kampung Cibulakan. Lokasi di Kampung Nembol.A. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). Batu Kuda I.III. Kecamatan Saketi. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. 12. 2. Lokasi di Desa Parigi. Kecamatan Menes. 6. Lokasi di Kampung Cidaresi. Batu Notod. Desa Parigi. diduga memiliki nilai kepurbakalaan. Lokasi di Desa Sukasari. Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan.1929: 47). antara lain: 1. Lokasi di lereng Gunung Pulasari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Lokasi di Desa Parigi.A. Di kawasan Popinsi Banten. 9. Batu Cangkrung. Batu Saketeng. 10. masih terdapat gejala religi "agama masa silam". Kecamatan Cimanuk. Desa Palanyar. Kecamatan Cimanuk. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. 3. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. 4. Djajadiningrat. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. Batu Kolam Citaman. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kampung Sampalan. Kecamatan Cimanuk. 8. Batu Pangasaman. Kecamatan Saketi. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. Lokasi di Desa Palanyar. 1786. Batu Keris dan Bata Teko. 11. Bupati Serang tahun 1908. ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen. Batu Kasur. dalam laporan resminya (1908 no. Batu Sanghiyang Kotok. van Tricht. Kecamatan Cimanuk. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. Lokasi di Desa Saketi. Batu Ranjang. Kecamatan Cimanuk. 2. Kecamatan Cimanuk. 7. Lokasi di Kampung Baturanjang. 5. Batu Tongtrong. Batu Tumbung. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. Batu Kuda II. Batu Pangsalatan. Kecamatan Saketi.

sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita. Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. berupa peninggalan dari masa pra-Hindu. bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha.disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis. Bagi mereka. Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna. akrab. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku. Keterangan peninggalan tersebut. watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen. diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993). antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir. tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1984: 43). van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy. Namun. Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima.1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n .

terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur). akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja". antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. Wisnu. Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob.pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm. kemungkinan besar pernah tersingkir. Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter. Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma. dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek. maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan. Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari.j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. 1984:41). Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. Iswara. 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar. yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna. dewata tunduk kepada hiyang). peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang).1993: 5-6). Kemungkinan-kemungkinan itulah. Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita. dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. mengemukakan pendapatnya. sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme. "ratu bakti di dewata. 177 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot. Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala. Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib). jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme. niskala = gaib). Tidak menutup kemungkinan. Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan". Sang Pencipta Roh. Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. kemungkinan ada unsur kesengajaan.

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Anutan mereka sekalian Waisnawa. Adapun mata pencaharian warga masyarakat. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan. mengusahakan pelayanan. juga Hyang Wisnudewa. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa..// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/.. bertani dan sebagainya. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. Ada yang memuja Hyang Siwa. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera.. . Temuan arca-arca di "Candi Pulasari".. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai. dipelihara dan sangatlah baik karenanya. Ada yang memuja Siwa-Wisnu. ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta. sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda.. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kekunoan arca-arca tersebut.. Golongan ini banyak pengikutnya. Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan. yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Karena sekalian warga masyarakat.warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//. Oleh karena kekunoannya itulah. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. berdagang. mengharapkan hidup lanjut dan selamat. Ada yang memuja Hyang Ganayana. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di antaranya berburu di hutan pegunungan. Sang Raja membuat candi.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. berada tepat di pantai. sehingga hilang keunikan tempat asalnya. Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot. karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. Sedangkan Palembang sekarang. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot. ia menulis tentang arca Ganesha. hingga mencapai 8-9 kilometer. Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut. Akan tetapi. di bagian Pulau Jawa yang paling barat. berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. memberikan kepastian lokasi. daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni.1996:103). terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno.1996:108). sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n . Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam. posisinya jauh dari garis pantai. Guillot menjelaskan. sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada. pada bagian lain.1984). Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia. Saleh Danasasmita. telah ditemukan di daerah Banten. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. Banten sebelum masa Pajajaran. Kota Palembang di Sumatera Selatan. Oleh karena itu. menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)". antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta. antara abad ke-7 hingga abad ke-11. beserta beberapa arca lain yang bergaya lama. untuk sementara belum dapat dipastikan. Kutipan tersebut sangat berharga.1984:13). dan bahkan nama kerajaan itu.

sangat strategis.//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat. yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari. halaman 154. Burhan menyebutnya "Batu Peta". parwa I sarga 1. berada di pesisir barat Pandeglang. lebar 18 cm. (terletak) di tepi laut. bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. Kemungkinan tersebut. terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta. bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi. Di salah sate permukaan batu itu. tinggi 9. saat ini (18 Maret 2001). Kemungkinan besar. dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura.5 cm). di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). Secara kebetulan. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938). Oleh karena itulah.. ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu). berada di tengah-tengah.garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut.. juru pelihara Burhan. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi. Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara.. Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". Kemudian. kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai. Setelah dicoba dikaji-bandingkan. Barmawijaya (akhli geologi). ditinjau dari segi pertahanan keamanan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan. posisi kota kecamatan Mandalawangi. Begitu pula hal yang sama.1980:13). menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm. bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. terindikasi adanya beberapa ketepatan. terungkap sebagai . terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . didukung oleh pendapat Dedi M. titik terbesar yang berbentuk persegi empat.

diduga kuat.benteng alam: Gunung Pulasari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 184 | S e j a r a h K e r a j a a n . posisi Mandalawangi. Oleh karena itu. bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara. Gunung Aseupan dan Gunung Karang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful