SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor. halaman: 35. Edi S.1999:187). sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. Ukuran. Walaupun demikian. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978. bahan naskah: Dluwang. halaman yang ditulis: 213 halaman. aksara: Cacarakan. yaitu halaman awal dan akhir. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta.4. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. bentuk: Prosa. kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. tulisan umumnya masih terbaca. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara. tebal: 214 halaman. sudah berusia lebih dari 100 tahun. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep). ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). dapat diketahui. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta.5 x 27. Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A. bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman. 2. 1 halaman kosong.5 cm. 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . tinta hitam. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988). Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah. Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999).5 x 27. sebagian dari Serang (Yusuf.5 cm. di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah. yaitu: 1. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. sampul: 35. tulisan: 32 x 22 cm. Bahasa: Jawa Cirebon. gaya Cirebon. dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman.

banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. tujuan penyusunan. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. Balikuna. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. Pustaka Carita Parahiyangan. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. pencarian sumber dan bahan. Pustaka Nagara Kretabhumi. Selain itu. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. yaitu: 1. dibawa kembali ke negaranya. alasan penyusunan. pembentukan panitia.3. sumber. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). Kolofon Bagian purwaka. seperti misalnya sejarah. Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. nama naskah. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. dari daerah lain. hukum. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). dan Sundakuna. Di antara mereka itu. dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. Melayukuna. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. parwa dan sarga. dan kesehatan. Menurut Pangeran Wangsakerta. Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. 4. bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. Purwaka 2. pengundangan nara sumber. terdiri dari tiga bagian. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. penyusun. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III.1985: 537). kepada Sultan Cirebon.

Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. Musyawarah tersebut diadakan. di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. 4. d. Penasehat: 1. yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Jaksa Pepitu Cirebon. 5. 2. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. bahwa dalam tahun 1677 M.1985: 530-557). 4. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. III. karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan. Bagian kedua. Panitia Pelaksana. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara).masalah yang muncul dalam sawala. adalah sebagai berikut: a. Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2. Pelaksanaannya. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. Kata pengantar itu kadang-kadang lebar. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. kadang-kadang amat ringkas. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. 3. 1.

Para Peserta. Kuningan. Tembayat. c. Kudus. Banggawi. Campa. yaitu: Sangga I: Surabaya. Tumasik. Benggala. Cina. Lamuri. Gurun. Losari. Madura. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. Sangga II: Mataram. f. Nayapati. Imbanagara.5. Cirebon. Namun di antaranya. Mojoagung. dan Trengganu. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. Galuh. Tanjung Puri. 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. Jepara. Perelak. Sukapura. Tanjungpura Karawang. tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok). d. Luragung. Geresik. Galiyao. Barus. Pendengar (pangreungeu). Tegal. Rancamaya. Berunai. Sangga V: Jambi. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. Wirasaba. Tuban. Lwah Gajah. Dermayu. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. Sangga IV: Sumedang. Ukur. Rajagaluh. Bantayan. Demak. Lamongan. Bangka. Semarang. Malaka. Parakan Muncang. Makasar. Bagelan. Giri dan Sendang Duwur. Seran. Galunggung. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). Balambangan. Tanjung Nagara. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. Maluku. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). Talaga. Bali. setelah disepakati bersama. Cangkuang. Pasuruan. Kediri. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. Tanjung Kutai. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). Sindangkasih. Sedayu. Lasem. e. Pasai. Anggadipraja: duta keliling. Minangkabau. Panarukan. Brebes. Ambon. Arab. dari negara tetangga yaitu: Mesir. Kertabumi. f. Taliwang. Kuta Lingga. India. dibuat risalah resmi. b. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. Sri Langka. undangan dan juru bahasa 6. Banten dan Palembang.

CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. tahun wafat raja dan banyak hal lagi. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). tahun berdirinya sesuatu kerajaan. tahun pemerintahan raja-rajanya. Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. Madura dan Banten. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. istri raja. lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing.g. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. IV. keturunan raja-rajanya. meletusnya suatu pemberontakan. terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. dalam upaya menyusun naskah sejarah. Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur.

Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. lebih-lebih dengan para sesepuh. Tetapi mereka memberikan catatan. Walaupun demikian. Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya. Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). Lebih. Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan. termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya. Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua.dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. tidak lagi dibuat-buat. mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. Karena itu aku menempuh jalan tengah. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka.Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini.

oleh Jaksa Pepitu.beserta kerajaannya. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. Patut disayangkan. Dapat diketahui. Dilihat dari gaya tulisannya. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. Tanggal tersebut.jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. sebagai para penguasa Cirebon. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. Dalam jilid yang lain. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta. kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. dan Panembahan Anom. selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja). Kemudian. Penulisan naskah menjadi pustaka. agamanya. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang. Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. musyawarah itu telah berlangsung. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. baik secara khusus maupun sambil lalu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . memang baru dilakukan kemudian. maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. Bila demikian halnya. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya. Karena itu. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu. la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah.

dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Kanoman. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. Tahun 1676. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. yaitu: 1. Pangeran Abulfath Abdulfatah. Di antara amanat Sultan Sepuh itu. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). Alasan kedua ialah. Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan. bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. berlangsung di Keraton Surasowan Banten. Permasalahannya. yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. Dalam kenyataannya. walaupun tidak dijelaskan. dan Panembahan Kacirebonan). sehingga Karta ibukota Mataram. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. dan 3. ada dua hal yang menarik. karena para penyusun memperoleh tugas. barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. ialah karena melihat kenyataan. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. Setelah itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 2. Alasan pertama. adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi.terjadi penyerbuan Trunojoyo. Dengan demikian. Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. adalah keterangan Wangsakerta. dari orang yang sangat mereka hormati. Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa.

ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). Jawa Tengah. Jawa Timur. dekat Bukit Gempol tahun 1528. Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. pada salah sebuah nisan. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. Dalam hal yang demikian. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. Secara runtut berlangsung. Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya.riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. Dalam ambahan sumber. Dari naskah-naskah yang terkumpul. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang kehadiran makamnya di Desa Leran. Tatar Sunda. Sriwijaya. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. Sedangkan beberapa hal lainnya. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bahkan. sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. dapat dikatagorikan logis. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. Banjarmasin dun Nusa Bali. dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. dengan cara mengkompromikannya. Samudera Pasai. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). Disana. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Bila hal itu tidak mungkin. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). dalam beberapa hal. atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama.

pada tanggal 9-11 Maret 1986. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . nyaris tidak dikenal oleh umum. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. Dr. Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. ternyata benar-benar ada. yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. van der Meer dan Jan Mulder. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. Sedangkan Dipati Topati. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. de Haan dalam buku Priangan II (1912). berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. De Haan mengumpat Caeff. F. sama sekali bukan. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n .V. Sebagai Sejarawan Abad XVII. dicantumkan dengan tegas. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. tanpa nilai khusus. ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. dalam pertengahan kedua abad ke-17. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. Di gedung Arsip Nasional. Dalam naskah tersebut. Di bagian bawah naskah sebelah kiri. bahwa berita tersebut "tidak benar". tersimpan sebuah dokumen. De Haan (1912. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. Di lingkungan terbatas kerabat keraton. Tulisan tersebut berupa makalah. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. Dalam sumber Kompeni lainnya. tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. Catatan Harian Kompeni. Menurut Saleh Danasasmita. Pada urutan ketiga. dikenal adanya sebuah naskah wawacan. bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. Karena kesal. membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. tokoh Pangeran Wangsakerta. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon.

Singanagara. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. Empat tahun kemudian. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. dan Nayapati. Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. senantiasa ingin merebut Cirebon. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. Anggaraksa. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman. Purbanagara. Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masih sangat kabur. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. Sunan Tegalwangi. adiknya. Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. Dari perkawinan tersebut. Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. pada tahun 1599 Saka (1677 M). Anggadiprana. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. Panembahan Girilaya berputra tiga. Anggadireksa. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. Tapi raja Matararn. Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. termasuk kedudukannya di Cirebon. Setelah Panembahan Ratu wafat. Dari puteri Mataram.

Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. Pangeran Dipati Anom. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat.bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. tentara Mataram selalu menderita kekalahan. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu aku sendiri. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat. Dalam pertempuran di berbagai daerah. adiknya. Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Setelah itu putranya. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka. Mataram dan Belanda. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano. yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. 15 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten. Setelah wafat. Susuhunan Amangkurat dan putranya. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. Sementara itu raja Mataram. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi. Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten.

Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. Kutipan di atas. Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian. *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat. Lalu Sultan Banten mewisuda kami. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan. Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. Akhirnya Panembahan Sepuh. sehingga dapat menghapus segala kekisruhan. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten.

. SALAKANAGARA I. bisa saja terjadi di Tatar Sunda. dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba). antara lain sebagai berikut: . Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang. berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala. PURWAYUGA Sedemikian jauh. Akan tetapi.// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a. di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah.. maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah. (Wangsakerta.BAGIAN : 2. dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto). kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama. Sebelum kemungkinan itu terbukti. Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n .1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Kemudian. hutan Sumatera. Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon. Berjuta juta tahun kemudian. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n . hanya menggunakan tangan. Di antaranya ada yang menyerupai kera. Di daerah lain di Pulau Jawa. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan. Beberapa juta tahun kemudian.000 tahun yang silam. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. hutan Makasar. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi.000 sampai 300. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. dan hutan Kalimantan (Bakulapura).000 tahun sampai 600.000. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan. karena mereka berlaku seperti setengah hewan. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. belum ada mahluk hidup. Kulitnya berwarna gelap. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. antara 750. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. Akan tetapi.000 tahun yang silam di Nusantara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ada yang tinggal di atas pohon. Mereka mirip kera. Ada pula yang seperti raksasa. Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung. sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni.menjadi dingin. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. besar dan tinggi sosok tubuhnya. tanpa busana. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. Kira-kira 1. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil. terutama di Pulau Jawa. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya. Mereka adalah manusia purba. manusia hewan. di lereng gunung dan tepi sungai. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. Namun demikian.

saling bunuh di antara sesamanya. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. 19 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain.000 sampai 300. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. antara 500. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare). antara 300.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600.000 tahun yang silam. Sementara itu. Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga). Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya. tetapi buatannya tidak bagus. Akan tetapi bertubuh lebih kecil. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa. diburu. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas. mahluk jenis inipun akhimya punah.000 sampai 25.000 tahun yang silam. hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. musuh. Kira-kira 250. Ke dalam zaman tersebut. serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah.000 sampai 20. Mereka tidak cerdas. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). Senjata dan perabotannya terbuat dari batu. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara.000 tahun yang silam. Selanjutnya. Seterusnya. Sumatera. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam. jumlahnya tidak banyak. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). dan Pulau Jawa. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia.000 tahun yang silam. di Sumatera.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara. ataupun binatang.000 sampai 50.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mereka hidup antara 50. berwarna kuit agak gelap. tidak banyak berbulu.000 tahun yang silam. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

selalu bertapa. Karena itulah. melindungi adat. Rumah mereka itu berderet. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. menguasai berbagai ilmu mantera. melaksanakan sembah-hiyang. Lama kelamaan. matahari. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. Anak. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. Singkatnya. Makanan sehari-harinya adalah daging. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. dan daging hasil buruan. darah. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. buah-buahan. daundaunan. Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. mengharapkan berumur panjang. pohon besar. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. mengalahkan musuhnya. Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. umbi-umbian. cucu. lalu menetap di sana. gunung. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. batu. masing-masing membuat rumah. hampir sama seperti di negeri asal mereka. tunas. mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. ikan. Mereka berburu hewan. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. tunas. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi.Akibatnya. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. memberi berkah. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). Untuk sementara. bulan dan bintang. mereka menderita kekurangan makanan. Setibanya di sini. sungai. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. dan rempah-rempah. kayu. dan keluarga. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. mengharap terlepas dari penderitaan. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. arwah leluhur. tumbuhan.

Akan tetapi. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. ilmu tentang hutan. dan kenistaan bagi orang pribumi. Sebaliknya. tumbuhan. hutan dan gunung. perak. mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). Kaum pribumi. musim kemarau. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. Kaum pendatang kelompok ini. serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. makanan. membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. Zaman ini. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. lalu ilmu tentang rempah-rempah. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. akan ditangkap dan dibunuh. musim hujan. sedangkan batu-batuan dan tulang. serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. dan perahu dengan baik. tentang ucapan. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). pendatang baru makin lama makin banyak. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). tentang gunung. telah mengenal emas. kesengsaraan. serta membuat wayang dari kulit diukir. membuat api dengan batu api dan besi. kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. serta membuat aneka obat-obatan. seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. gempa bumi. Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. merasa terhina dan sangat takut. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). dan ilmu memanah (dhanurweda). Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. tiba kira-kira tahun 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. Kaum pribumi itu selalu kalah. ukuran. tentang hewan.lukisan menurut kehendak masing-masing. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. Terjadilah pengungsian besar-besaran. permata. telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. Di samping itu. segera dikalahkan.600 sebelum tarikh Saka. hari. tentang tanah. manik.

berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Selanjutnya. 1980. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. Datuk Banda putera Nesan namanya. menurut para akhli. Ki Bagang. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. Sang Aki Bajulpakel. di wilayah Propinsi Yunnan. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. berdiaiu di wilayah Langkasuka.…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang berdiam di pulau Hujung Mendini. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. Datuk Pawang Marga. dalam naskah tersebut dikemukakan. putera Datuk Pawang Marga namanya. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. USA). yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. Ki Pawang Sawer. Selanjutnya Aki Dungkul. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. Sedarrgkan Yunnan sendiri. putera Datuk Waling namanva. ia berdiam di dukuh di tepi sungai. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. Yu-wan dalam bahasa Cina. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. putera Ki Srengga namanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kota Yu-wan. putera Ki Pawang Sawer namanya. yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. Oleh karena itu.

ialah membuat senjata dari besi. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. berbagai perkakas dari besi. Wayang. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. pengetahuan tentang berbagai binatang. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. Kenyataannya. berbagai tumbuh-tumbuhan. gunung. perak. Mereka menanam padi. Adanya benturan dua lempeng tersebut. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. kendaraan. dan pengetahuan tentang tutur kata. orang yang datang baru bertambah banyak. berkeliaran tanpa tujuan. Mereka telah mampu membuat rumah besar. akibat pencairan es. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. begitu pula membuat perahu bagus. segalanya terbelakang. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. juga emas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pengetahuan tentang hari. juga membuat berbagai obat-obatan. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. gempa bumi. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. Karena orang pendatang baru. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. pengetahuan tentang laut. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus. Mengembara di hutan dan gunung-gunung. IV.arah barat di wilayah Kashmir. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. (musim) penghujan dan kemarau. karena bodoh. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. membuat perlengkapan perang dari besi. pengetahuan tentang memanah. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. menimbulkan gempa tektonik. Penyebabnya. India dan Burma (Myanmar). kristal. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. manik.000 depa). tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. perilaku mengenai alat penukar. yang dijadikan makanan sehari-hari. Selanjumya. Biarpun sering melawan. dibuat dari kulit yang diukir. di puncak Himalaya pada saat musim semi. tentang makanan yang lezat. juga pengetahuan tentang tanah. Golongan pribumi senantiasa dihinakan.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat). ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. negeri Cina dan sebagainya. yang sangat banyak berdatangan di sini. Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan. 30 | S e j a r a h K e r a j a a n .nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil. Permulaan pertama tahun Saka. yang tiba di Pulau Jawa. tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). Di antara mereka. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). yang banyak datang dari negeri Bharata (India). Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. di pulau-pulau Nusantara. Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. seperti yang telah terjadi di negeri asalnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. telah banyak golongan warga masyarakat. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. Dua wangsa inilah. negeri Gaudi. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. yang menjadi pribumi tiap dusun. Dukuh itu ada yang besar. Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). atau tidak jauh dari muara sungai. Dengan demikian. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan. ada yang kecil. maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. Terutama para pendatang. Di sini. Tetapi. negeri Singhala. Dukuh besar ada di tepi laut. Di antaranya ada yang bermusuhan. Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut. Mereka senantiasa datang di sini. mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara. Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur.

Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. Agrabhintapura. Sedangkan adiknya yang lain. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. Beberapa tahun sebelumnya. lalu beranak pinak. Bumi Sopala. Oleh karena itu.daerah sepanjang pantainya. masuk pula dalam wilayahnya. namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). Pohaci Larasati menjadi permaisuri. Yawana. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). dan pesisir Sumatera bagian selatan. Setelah Aki Tirem wafat. Dewi Dwanu Rahayu. Kota besar lainnya lagi. Daerah kekuasaan Salakanagara. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini. daerah. diperisteri oleh Sang Dewawarman. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. puteri Sang Aki Luhur Mulya. Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). sebab jalur ini merupakan gerbang laut. Syangka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. sedangkan isterinya. dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). Nusa Api (Krakatau).namanya terkenal. Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. dan Abasid (Mesopotamia). Oleh karena itu. Dewawarman dan pasukannya. sebelum meninggal. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. Selanjutnya. Demikian pula para pengikut Dewawarman. Dewawarman ini. lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. adik Dewawarman. dengan nama nobat. tidak ingin kembali ke negerinya. karena mereka telah menjadi penduduk di situ. dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. serta barang barang lainnya. Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. dijaga oleh pasukan Dewawarman. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. Tatkala Aki Tirem sakit. China. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu.

ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . Yang kelima. la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 .308 Masehi). bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. Dari perkawinan ini lahir seorang putera. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. laki-laki bemama Gopala Jayengrana. laki-laki. yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. Yang kedua. Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri. Yang keempat. la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi. Dari perkawinannya dengan puteri India. putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). terjadi serangan bajak laut dari negeri China. dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 . yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 .VI. Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya. sang rani. Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun. Pada masa pemerintahannya. seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi. Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati.238 Masehi). yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara. Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana.252 Masehi). la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. Anak yang tertua. Kelak. Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi).

33 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. Pada tahun 270 Saka. ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. karena ia tewas tertimpa batu besar. putera Sri Gandari Lengkaradewi. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. puteri sulung Dewawatman VII. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya. Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. adalah Sphafikarnawa Warmandewi. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. pada tahun 262 Saka (340 Masehi).seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. Lengkaradewi beserta suami dan puterinya. Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. bersenjata lengkap. lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. Akhli waris tahta yang sah. ketika sedang berburu di hutan. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. Dari puteri ini dengan Atwangga. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. Krodamaruta tidak lama berkuasa. Kemudian. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. Sphatikarnawa Warmandewi. Setelah pernikaharmya. sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. di Rajatapura (ibukota Salakanagara). Akibat peristiwa itu. Akan tetapi. puteri sulung Dewawarman VII. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat. Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara.

Yang sulung. ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. VII. herkencl. selama 233 tahun (130-363 Masehi). la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. Di antara penduduk. Yang kedua. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. Yang ketiga. kehidupan penduduk makmur sentosa. Semenanjung. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . Java-eiland. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). Dewawarman VIII. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. Ekadjati. dan Jawa Tengah. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. J. Raja Indraprahasta yang pertama. namun jumlahnya tidak seberapa. seorang putera bernama Aswawarman. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. Permaisuri yang kedua. In den nanm van het land ia Yawadwipa. en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. tinggal di Yawana dan Semenanjung. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. Anggota keluarganya yang lain. dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota. CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. bernama Candralocana. telah dilacak oleh N. C. Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. een gezantschap naar Cina. ada yang memuja Wisnu. sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. Ada yang memuja Siwa.Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. kemudian. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. Dewawamm IX. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. genaarnd Pien.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebab puteranya. Kelak setelah ayahandanya wafat. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. ada yang memuja Ganesha. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang.I (1987: 31). la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas.

bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon. bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina. dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym. antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. tetapi djuga akan menerangkan. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa). Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. dikemukakan pula kutipan terjemahannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. jang bukan sadja berarti. 1950:11). yang disebut di dalam Hou Han-shu. jang mana akan berarti. jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . di dalam hal ini. bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. Hal ini katanya tidak mengherankan. baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja. Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. Untuk lebih dipahami. Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M. hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz.eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. Memang mungkin sekali.

yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi.E. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M. seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai. 1958 dalam Soewarsa. Hall. Ferrand. Hall. mengutip tulisan NJ. Pendapat D. Buku VII dari Geographianya. E. meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien. tahun 132. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien. Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London. dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi. pulau Jawa. Menurut dugaan Sarjana Perancis G. sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai. secara detail berisi tentang Asia Tenggara. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya. mungkin ada artinya dalam hubungan ini. Sartono Kartodirdjo.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II. antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. "Sabadeibai Tiga". sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas.1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa. mengemukakan hal yang sama.1987:32). G. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n . Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta. datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama". dihuni oleh pemakan daging manusia. Javadvipa. "Chryse Chersonesus". juga dihuni oleh pemakan daging manusia. dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo.. D.perutusan ke Cina pada tahun 132 M. (Atja & Ekadjati.G.1988:1718). Di dalam berita itu disebutkan. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931). dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti.

Tiao artinya Dewa. Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. la. dalam Michrob 1993: 32).Dalam buku Geographike. yang merupakan hasil utama kawasan itu. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". dengan sendirinya diduga kuat. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. negeri emas dan Chryse Chersonensos. memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. Vietnam. memberitakan. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat. Menggunakan sumber yang sama. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. Menurut Ayatrohaedi. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. Hasan Mu'arif Ambary. dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. Chryse Chora. Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. Pulau Panaitan. 37 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Pien artinya Warman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. Selat Sunda. ujung utara Sumatera.1977: 6). pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. yaitu negeri Perak. dan menyebut kota itu dengan nama Barus. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. yaitu emas dan perak. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67). lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. menyatakan bahwa pada abad ketiga. semenanjung emas. India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara. pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi).

Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten.1956:10).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang). banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. terdapat di Jawa Barat (Krom. dan nyatanya. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. India. Ayatrohaedi dan Edi S. Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. Temuan selanjutnya. yang diperkirakan berasal dari abad V. sudah ada jalur bisnis di Asia. yang berarti perak. 1996:15). berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. dalam bukunya Geographia Hyphegesis. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus. Cina. Lebak Munjul. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I. Hasan Mu'arif Ambary. berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. dan kembali ke Venesia. Rute Ptolemeus adalah Venesia. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. Cina. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo. Prasasti ini.1977: 36). mengemukakan pendapatnya. yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. adalah "terjemahan" dari Merak. Bahkan. tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat. dan Persia. Teluk Aden (Yaman).1993: 37). 38 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pandeglang. bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. Glory and Gospel. Barus. sebagai Dewan Pakar menyimpulkan. bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara.Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia. Berdasarkan temuan tersebut di atas. dapat diduga. Sartono Kartodirdjo. Iskandaria. pernah melakukan penggalian di Palembang. terjemahan Effendi.

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang diibaratkan Dewa Wisnu. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang ditulis pada batu. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. Sebagai tanda penyelesaian karyanya. Tiap tahun. dan makanan lezat. Sungai yang bagian hilirnya. Sang Purnawarrnan. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. Sang Purnawarman. memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. Kemudian. Tahun 410 Masehi. Prasati itu. mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. Pengerjaan. dengan iringan suara gamelan yang merdu. pakaian. ialah: sapi 400 ekor. disebut Cisuba. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. Setiap orang. semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. gajah seekor. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. Demikian pula para pedagang. ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti.raja-raja sesamanya (panji segala raja). mendapat hadiah dari raja. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. mengalir sampai di istana kerajaan. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). yang diberikan kepada raja Indraprahasta. dari desa sekitarnya. ikut serta berkarya bakti di situ. yang biasa membawa perahu. ditandai lukisan telapak tangan. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. Para petani merasa senang hatinya. datang ke ibukota (Sundapura). tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). Dua tahun kemudian. Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. pakaian. Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). kuda 20 ekor. yang ikut serta mengerjakan saluran ini. Raja-raja bawahan itu. Semua mereka itu. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta.

pakaian bagi para Brahmana. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). Sang Adyaksa. Setiap orang. beserta pengiring lengkap. laki-laki dan perempuan. kuda 10 ekor. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. disertai beberapa orang Menteri Kerajaan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. Di situ. sebuah patung Wisnu. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini.000 ekor. Sang Maharaja Purnawarman. Mereka itu. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah). Ada pun kali Candrabaga itu. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar. memperbaiki. Kemudian. Perinciannya: sapi (ghoh) 1. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. Sang Maharaja. yang ikut serta dalam pekerjaan ini. dari desa-desa sekitarnya. Waktu dilangsungkan upacara selamatan. berkarya-bakti siang-malam. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata. Dengan demikian. Sang Purnawarman. banyak membuat prasasti batu. kepada para Brahmana. yang dilengkapi dengan patung pribadinya. Sang Mahamantri. Selanjutnya. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. berjajar memanjang di tepi sungai. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . telah diperbaiki. pakaian serta makanan lezat. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. beberapa puluh tahun sebelumnya. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. dan bahan makanan. sebuah bendera Tarumaragara. Sedangkan para pemuka dari daerah. lukisan telapak kakinya. Sang Purnawarman sedang sakit. Para petani menjadi senang hatinya. sambung menyambung tidak terputus. dengan membawa berbagai perkakas. dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. Jadi. lukisan telapak kaki tunggangannya. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. Ribuan penduduk. Sang Purnawarman. Sang Purnawarman. sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. Sang Tanda.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). Demikian pula di tempat-tempat lain. Panglima Angkatan Laut. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. Sang Juru. memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). membuat prasasti yang ditulis pada batu. kakek Sang Purnawarman. kerbau (mahisa) 80 ekor.

apabila hendak pergi menyerang musuhnya. Demikian pula halnya Angkatan Laut. ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. Sehingga. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. terjadi di perairan Ujung Kulon. Dahulu. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. Seorang demi seorang. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. Kemudian. diperbesar dan diperkuat. makanan lezat. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. pakaian. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). perompak yang ditawan itu. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. dengan tulisan pada batunya. dibunuh dengan berbagai cara. dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. di tengah laut. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). Sernua itu. Karena itulah. Sisanya. ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). pasukan Tarumanagara. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. sebanyak 52 orang dapat ditawan. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). Tetapi. memperbaiki. Karena itu. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n .sanghyang tapak. Angkatan Laut Tarumanagara. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. ditulis pada prasasti batu. Sang Purnawarman. yang merajalela di perairan barat dan utara. di antara mereka. harimau dan sebagainya. Dari 80 orang perompak. Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. kerajaan ini tidak seberapa. la pun seorang pemuja Batara Indra. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). bunga teratai. Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. sebahagian terbunuh dalam perang. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. Pembersihan terhadap kaum perompak ini. dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. Perang pertama dengan kaum perompak ini. selalu memenangkan pertempuran. mengepung dua buah kapal perompak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selamatan dan hadiah harta. Hadiah berupa sapi 800 ekor.

Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. bercokol di perairan Teluk Lada ini. dan penduduk Tarumanagara merasa senang. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. barat dan timur. Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. 45 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa. Kemungkinan besar. karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. Semua kapal diganggu. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. 1984: 3-1). prabu yang setia serta penuh kepahlawanan. barulah keadaan menjadi aman.Telah lama. perairan Pulau Jawa sebelah utara. yang menjadi panji segala raja. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang. kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. Pada bagian ini. dikuasai kaum perompak. Semua barang yang ada di dalamnya. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dipinta atau dirampas. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam.

Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. yang diberi nama Kuta (Kutai). Negeri ini. Yawana. Cina. datang dari India. mempunyai bendera. sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. raja Tarumanagara pertama. Cambay (di India). Karena itulah. menjadi Bakulapura. adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. Puteri Sang Kudungga. Sumatera dan lain-lain. Kakak perempuan Sang Aswawarman. tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. Bendera Angkatan Lautnya. laki-laki dan perempuan. bersama keluarga dan pengiringnya. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). negeri Syangka. la pernah mengunjungi Semenanjung. Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). Bakulapura. Salah seorang isteri Sang Purnawarman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diperistri oleh Sang Aswawarman. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. berlukiskan berbagai macam binatang. 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Kudungga. Beberapa ratus tahun sebelumnya. Keluarga itu. menjadi Panglima Perang. menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru. kemudian diubah namanya. menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). Pangkal silsilah mereka. banyak di antara anggota keluarga ini. Sang Nagawarman. yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. yang mengungsi ke berbagai negara. telah beberapa puluh keturunan. Adapun bendera kerajaan Taruma. ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). Salah seorang anggota keluarga Sungga. Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). berlukiskan naga (nagadhuajarupa). berada di situ dan menjadi penguasa. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. Sopala. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma.Adik Sang Purnawarman. Sedangkan pamannya dari pihak ayah. bernama Nagawarman. keluarga itu. berasal dari Bakulapura. dimulai dari Sang Pusyamitra. Sang Kudungga putera Sang Atwangga. berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. bernama Cakrawarman. untuk mempererat persahabatan.

Alengka. Aswawarman dengan isterinya. Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. Silsilah Dinasti Warman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berasal dari: Sumatera. Indraprahasta (Cirebon). Sagara Kidul. adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang). Wanagiri. Kecuali di Pulau Sumatera. Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. Bakulapura.Jadi. Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. kelak menggantikan ayahnya. Penduduk pribumi. Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. menjadi penguasa Bakulapura. Setelah Sang Kudungga wafat. Gunung Cupu. Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. bernama Wisnuwarman. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. Putera sulungnya. masih saudara satu-buyut. Cupunagara (Subang). menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. Sabara. Kelak. Siasat Perang. adalah keturunannya. diperistri oleh seorang raja di Sumatera. seorang raja besar di pulau itu. Akan tetapi. Gunung Manik (Manikprawata). Ujung Kulon (Pandeglang). Dalam masa pemerintahannya. Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). Sang Purnawarman. Purwalingga (Purbalingga). tidak seberapa banyak. menjadi semakin erat. Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. Sindang Jero. Nusa Sabay. Permaisuri Sang Purnawarman. Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. Sri Maharaja Purnawarman. Kosala (Lebak). menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. Adik Wisnuwarman yang perempuan. Dari permaisuri ini. Agrabinta (Cianjur). Purwakerta (Purwakarta). Sri Jayanasa. Purwanagara. Bumi Sagandu. Malabar (Bandung). sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Gunung Kidul. kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). Yang sulung bernama Mulawarman. Legon (Cilegon). sebagai penguasa Bakulapura. Peraturan Ketentaraan. Cangkuang (Garut). Sang Aswawarman menggantikannya. Penganut Budha. ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. Paladu. Manukrawa (Cimanuk). Ia dipusarakan di tepi Citarum. penduduk. kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. Gunung Kubang (Garut). Aswawarman berputera tiga orang. adalah puteri salah seorang raja bawahannya. Galuh Wetan (Ciamis). Karang Sindulang.

sebagai raja Tarumanagara ketujuh. putera sulungnya. sebagai raja Tarumanagara kelima. la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). Wanajati. Pasir Muhara. Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). Pasir Sanggarung (Cisanggarung). Digantikan oleh puterannya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. sebagai raja Tarumanagara kesembilan. Rangkas (Lebak). Kalapa Girang (Jakarta Selatan). dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. Sang Dewamurti. Dua Kalapa. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi). Digantikan oleh puteranya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Wanadatar. Sang Indrawarman. sebagai raja Tarumanagara keenam. 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Suryawarman. Tanjung Camara (Pandeglang). Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). la. pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. Sang Wisnuwarman. Digantikan oleh puteranya. Sang Kretawarman. Digantikan oleh puteranya. Sang Sudawarman. Setyaraja. Sagara Pasir. Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). Pura Dalem (Karawang).(Majalengka). Karena tidak punya keturunan. digantikan oleh adiknya. Indihiyang (Tasikmalaya). Linggadewata. Digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. Pakuan Sumurwangi. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). Jati Ageung. Sang Candrawarman. Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi).

seharusnya tampil dalam panggung sejarah. Sang Tarusbawa. sebagai penerus tahta Tarumanagara. dalam sumber Cina yang terakhir. dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. memerdekakan diri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memegang peranan penting bagi Tarumanagara. di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. Digantikan oleh puteranya. Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. Wilayah timur Tarumanagara. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. Sang Tarusbawa. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). Oleh sebab itulah. Dalam tahun yang sama. ditandai dengan adanya pewarisan tahta. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). sebagai raja Tarumanagara kesebelas. sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. II.Digantikan oleh puteranya. Sang Nagajaya. Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. Kosala. dan Rangkas). menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). Kerajaan Sunda. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. menantu Sang Linggawarman lainnya. MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. dengan nama nobat. dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). menjadi Kerajaan Galuh. Dari sejak itulah. la digantikan oleh menantunya. Ujung Kulon. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). dengan Batas sungai Citarum. 49 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ketika ia naik tahta. ke berbagai negara sahabat. Sang Linggawarman. menjadi Kerajaan Sunda. Dengan berbagai akibatnya. dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. sebagai raja Taruma nagara keduabelas. mengganti nama Tarumanagara. Peristiwa tersebut berakibat fatal.

Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. Setelah 9 tahun berkuasa. sering disebut Panca Persada. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. Jumlah 5 keraton tersebut. yang terusir oleh Sang Purbasora. Dalam Prasasti Canggal. tetapi ia wafat dalam usia muda. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Sanjaya. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. 3. di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah. dalam sastra klasik. adalah ayahnya Teja Kancana. antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. Madura. Sebagai penggantinya. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n .Suradipati. dalam usia 91 tahun. Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. 2. ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. Narayana. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya.Madura. dan Suradipati. pada tahun 654 Saka (732 Masehi).Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. cucu Sang Tarusbawa. di Kerajaan Sunda. Sena-Sanaha. Seharusnya. Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. di Kerajaan Galuh. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua. Sebab. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. memindahkan ibukota kerajaan. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". Prinsipnya. di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. Setelah keraton selesai dibangun. Punta. Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1.

la diwisuda pada tahun 739 Masehi. Setelah prabu Gilingwesi wafat. Dewi Sawitri. diwariskan kepada Sang Arya Banga. Dari permaisurinya. akhirnya tahta Kerajaan Sunda. puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. Rakeyan Diwus. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dengan demikian. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. pada tahun 795 Masehi. Disebut demikian. Rakeyan Wuwus. bernama Rakeyan Medang. Batara Danghiyang Guruwisuda. dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. Rakeyan Medang. digantikan oleh menantunya. memperisteri Dewi Saraswati. selama 8 tahun. Setelah Prabu Hulukujang wafat. kemudian diberi nama Dewi Samatha.Saunggalah (Kuningan). pada tahun 825 Masehi. ketika ia wafat. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). Dari Dewi Kirana. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara. kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. digantikan oleh menantunya. Sebagai putera laki-laki. dan 2. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). pada tahun 852 Masehi. yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. karena putera Sang Banga tersebut. Sang Banga mempunyai putera. Sedangkan Dewi Sawitri. sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. Batara Danghiyang Guruwisuda. dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara. ialah: 1. Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon). Rakeyan Hujungkulon. Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. dengan nama nobat Prabu Gilingwesi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . digantikan oleh puteranya. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). Raja Galuh tersebut.

yang dibunuh oleh adiknya. yang besar dan lengkap. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). di bawah naungan Prabu Jayadrata. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. Rakeyan Limbur Kancana. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. Rakeyan Jayagiri. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. Rakeyan Jayagiri naik tahta. 3. dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. Kerajaan Galuh. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. Rakeyan Kamuning Galling. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. Selanjutnya. antara lain: 1. dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. dikerahkan kemudian. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. 52 | S e j a r a h K e r a j a a n .Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. Pasukan Kerajaan Sunda. karena dibunuh dan digulingkan. atas perintah Prabu Jayadrata. sebelah barat Citarum. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rakeyan Windusakti. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. oleh Rakeyan Umbur Kancana. Rakeyan Jayagiri. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. Akan tetapi. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. Di pihak lain. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. Rakeyan Jayagiri. dan 2. memperoleh dua orang putera. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. Serbuan inipun. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. Prabu Wanayasa Jayabuana. Baru empat tahun memerintah. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. sebab pada tahun 916. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling.

suanii Dewi Ambawati. Prabu Brajawisesa wafat. Sebagai tindakan balas dendam. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. dan 2. Dewi Somya. atas perintah Dewi Ambawati. dibunuh oleh seseorang. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. calon pengganti ayahnya. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Prabu Limbur Kancana. putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi.Di Kerajaan Galuh. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. menantu Prabu Limbur Kancana. Pada tahun 1012 Masehi. Dewi Somya. mengangkat keponakannya. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. naik tahta pada tahun 930 Masehi. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). Prabu Wulung Gadung. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. Prabu Resiguru Darmasatyadewa. bergelar Maharaja. beralih ke Rakeyan Watuageng. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. Rakeyan Sunda Sembawa. Dewi Rukmawati. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. Rakeyan Sunda Sembawa. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. ketika wafat. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. Prabu Dewa Sanghiyang. Prabu Dewa Sanghiyang. Rakeyan Gendang. dari tahun 973 sampai 989 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang bertahta di Kerajaan Galuh. berputera dua orang. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n . di antaranya: 1. di antaranya: 1. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. damai kembali. kemudian ia naik tahta. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana. ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. Tahta Kerajaan Sunda. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. dan 2. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang.

Darmanagara. 2. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. diterima pula oleh Prabu Airlangga. dan menyandang gelar Maharaja. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. dipercayakan kepada adik isterinya. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. keduanya memerintah. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. menjadi Panglima Angkatan Perang. Hadiah nama gelar semacam itu. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. dimulal pada tahun 1019 Masehi. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. memerintah di Kerajaan Galuh. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. Wirayuda. Sang Wikramajaya. Bersama-lama. Prabu Sanghiyang Ageung. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . putera mahkota calon pengganti ayahnya. digantikan oleh puteranya. penggantinya adalah Sri Jayabhupati. adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. Dewi Puspawati. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. berusaha merebut kekuasaan. la berputera beberapa orang. Ketika mengawali masa pemerintahannya. ditunjuk Sang Wirakusuma. dan 2. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. dan 3. tiga di antaranya ialah: 1. dan digunakan sebagai gelar resmi. Sri Dharmawangsa Teguh. pemberontakannya dapat ditumpas. yaitu Dewi Sumbadra. Akan tetapi. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sedangkan Dewi Sumbadra. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. Prabu Langlangbumi. dua di anataranya ialah: 1. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. menjadi Mangkubumi kerajaan. dari tangan saudara seayahnya. adalah Sang Darmaraja. sampai tahun 1065 Masehi. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. Dewi Citrawati. setelah Prabu Airlangga menjadi raja.

Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. membentuk angkatan perang. yaitu Dewi Citrawati. Selesai membangun ibukota yang baru.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. dan Galunggung. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. yang dihadiri oleh kedua belah pihak. Senapati Kusumajaya. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. dengan cara mengadakan pendekatan. Sang Maharaja Langlangbumi. tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akan tetapi. la pun tidak menghendaki. Senapati Wirayuda. Kemudian. tingkat keamanannya menjadi rawan. Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. Kemudian ditempuh jalan damai. Di pedesaan antara wilayah Galuh. kalau tidak segera diatasi. yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). Resiguru Sudakarena. Senapati Suryanagara. Mangkubumi Darmanagara. Selama memegang kekuasaan di Galunggung. Ratu Batari Hiyang. bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). Permaisuri Puspawati. penguasa Kerajaan Galunggung. timbulnya perpecahan. Yuwaraja Menak Luhur. Galunggung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. Sunda. akan jadi duri dalam daging. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. akibat ulah kawanan perampok. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. Dahiyang Guru Darmayasa. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. Maharaja Langlangbumi. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. di antara keturunan Sri Jayabhupati. Oleh karena itu. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. Sebenarnya.

Sebagal penggantinya. kedudukan pusat pemerintahan. 2. dengan ibukotanya di Galunggung. 3.2. la bergelar Maharaja. dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. yang bergelar Dyah Lembu Tal. memperoleh putera. menggantikan tahta ayahnya. Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. beribukota di Saunggalah (Kuningan). karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. Puteri Darmageng. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung). mempunyai seorang puteri. memperisteri Ratna Satya. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. menjadi Mangkubumi. wafat tahun 1155 Masehi. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. Prabu Menakluhur. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. Dari pernikahannya Dewi Puspawati. puterinya Mahisa Campaka. tahun 1187 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Cakranagara. Prabu Darmakusuma memperoleh putera. memperoleh putera. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. tahun 1175 Masehi. dan 2. Galuh dan Sunda. pindah ke Pakuan (Bogor). memperoleh putera: Rajapurana. Puteri Saungggalah. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. Dari perkawinannya. Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. Kemudian. cucu Batari Hiyang Janapati. Sang Darmasiksa. Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. maka kedudukan Raja Sunda. lahir tahun 1168 Masehi. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. puteranya. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. Prabu Menakluhur. dan dijadikan permaisuri. Ratu Galunggung. Ratna Wisesa. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. Darmasiksa. dua di antaranya: 1. yaitu: 1.

yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi. Kemudian digantikan oleh puteranya. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Dewi Antini. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. dalam usia 44 tahun. Rahiyang Jayadarma. 3. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak sempat menjadi Raja. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. puteranya. Setelah dewasa. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Pengganti Prabu Ragasuci. menjadi raja di Kerajaan Sunda. dari Puteri Saunggalah. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). ibukota Kerajaan Sunda beralih. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. Dewi Kiranasari. atau Aki Kolot. Pada masa pemerintahannya. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. Permaisuri Prabu Citraganda. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari.perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. adik iparnya. Karena sebelumnya. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). Sebagai pengganti Prabu Citraganda. 2. Prabu Citraganda. Prabu Darmasiksa. di antaranya: 1. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. disebabkan wafat muda. Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. adalah puterinya Prabu Rajapurana. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). Pengganti Prabu Citraganda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari). Sedangkan Prabu Rajapurana. Kelak. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. sampai tahun 1333 Masehi. berjodoh dengan Dara Puspa. leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. Prabu Linggadewata. dikaruniai umur panjang. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Suryadewata. Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. Rahiyang Saunggalah. Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. pulang ke Tumapel Jawa Timur. Karena. puteranya. Ragamulya Luhur Prabawa. Oleh karena itu.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Semua pasukan Majapahit. Semua orang mengetahui. Dyah Pitaloka. lalu memerintahkan laskar Majapahit. Bahkan ia. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. akan diperisteri (resmi). Putera ketiga laki-laki. Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. selalu menyetujui keinginan Patihnya. meninggal dalam usia 1 tahun. Akan tetapi. mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. hal itu. hal itu amat bertentangan. Sang Bunisora. Sang Prabu Hayam Wuruk. Prabu Linggabuana. ada yang menunggang gajah. 4. sebelumnya. adalah Sang Patih Mada. dengan Sang Patih Gajah Mada. digantikan oleh puteranya. Demikianlah. 2. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana.Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. Karena itu. menginjak usia 18 tahun. Sesungguhnya. lahir tahun 1348 Masehi. Sesungguhnya. janji tersebut tidak ditepatinya. tidak bersedia menyerahkan puterinya. menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. la menjadi berang. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang bergelar Mangkubumi Saradipati. bahwa sang puteri Citraresmi. lahir tahun 1339 Masehi. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). Di antara mereka. siap untuk bertempur. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. Tibalah saat yang bahagia. ada yang berkuda. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. 3. dengan janji Bre Majapahit sendiri. karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. Putera kedua laki-laki. Sesungguhnya. puteri mahkota Sunda itu. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. didampingi oleh adiknya. Prabu Maharaja Sunda. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. meluaplah hati Sang Patih Mada. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. Wastu Kancana. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. Setiba di sana. sebagai isteri persembahan (upeti). Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. dan dijadikan permaisuri. meninggal dalam usia 1 tahun. Akhirnya.

semuanya hanya 98 orang. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. dengan persenjataan lengkap. Rakeyan Rangga Kaweni. yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. Ki Juru Wastra. bersama semua pengiringnya.ada yang naik kereta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pertempuran berlangsung sengit. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. Ki Mantri Supit Kelingking. Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). dan beberapa ratus orang berjalan kaki. Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. Namun seandainya mereka kalah dan gugur. Kemudian. sebagai panglima perang. Rajaputri Dyah Pitaloka. Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. Rakeyan Mantri Sohan. namun. kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. Namun akhirnya. Rakeyan Mantri Saya. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. Ki Mantri Sebrang Keling. Hatinya cemas dan ragu-ragu. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. kehormatanku dan semua kesatria Sunda. melakukan mati-bela (bunuh diri). masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. Karena itu. lalu menundukkan kepala. Sang Mantri Patih Wirayuda. tibalah pasukan besar Majapahit. Sang Panji Melong Sakti. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. semua orang Sunda yang ada di sana gugur. Betapapun. Sang Ratna Citraresmi. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). Ki Panghulu Sura. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. Pengecut perbuatannya. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. Rakeyan Juru Siring. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya.

Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. 3. Setelah satu tahun. Dari permaisuri Laksmiwati. Bratalegawa. dan nirawerah. Oleh karena itu. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). yang lahir pada tahun 1369 Masehi. tuhagama. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). baru berusia 9 tahun. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi. Semua orang Sunda. tidak seorangpun yang tersisa. ketika usianya sudah 20 tahun. padamlah segala hasrat dan nafsu. ia memperoleh putera. 1. memperisteri gadis pilihannya. Sang Niskala Wastu Kancana. Dalam menjalankan pemerintahan. suraloka. Banawati. satmata. Sang Bunisora. Sang Haliwungan. Satmata adalah tingkatan ke-5. orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. Sang Bunisora. puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. pemerintahan Kerajaan Sunda. 2. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. Dalam naskah Carita Parahiyangan. Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya.menyerang Kerajaan Sunda. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. usai terjadi sebelum tengah hari. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. disebut sebagai Satmata. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang diwarnai suasana religius. di antaranya. cenderung sebagai raja pendeta. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. Mayangsari. merupakan tahap tertinggi. adigama. yang datang di Bubat. binasa. Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). Sang Bunisora mempunyai putera. Menurut naskah Kropak 630. dan 4. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. gurugama. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun.

ada dua kejadian penting yang patut dicatat. Apah (air). naik tahta pada usia 23 tahun. serta bu (eter). akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya. untuk unggul dalam perang). Untuk hidup lama berjaya di dunia. merasa betah berada di bawah pemerintahannya". akasa (langit). Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Setelah wafat. dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. teja (cahaya). Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang. sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). Akibatnya.Pada tahun 1371 Masehi. 1984: 42). Majapahit tidak mempunyai raja. di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho. bayu (angin). Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. memerintah di Kerajaan Sunda. yang terjadi pada tahun 1453 . Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana.1456 Masehi. dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita. Menurut Chau ju-kua. Pakeun heubeul jaya dina buana. selama 3 tahun. dipusarakan di Nusalarang.1999: 24). puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. Selama masa pemerintahannya. yaitu kedatangan angkatan laut Cina. antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. la masih sempat mendengar. Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan. Sang Bunisora wafat. setelah memerintah di Kerajaan Sunda. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya. Majapahit dilanda Perang Paregreg.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pada tahun yang sama. tercatat dalam kaol Cina. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken.

merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). Dalam masa "gencatan senjata". Pertempuran tersebut. yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya. "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. 2. setelah masing masing mengundurkan diri. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). Hanya saja. catatan Chau ju-kua itulah. bekas ibukota Tarumanagara).Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). antara lain: 1. siapa yang menang dan siapa yang kalah. diakhiri oleh kedua belah pihak. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. tanpa diketahui. mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya. meminta bantuan dan perlindungan. Ketika Chou Ku-fei mencatatnva. dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda. Salahsatu catatannya mengemukakan. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. dengan isi yang sama. yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina. yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). Rupa-rupanya. Kedua-duanya menderita kerusakan berat. yang sering menjadi sumber dugaan. dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta.

antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut.1996:119). dan menuju arah 187. Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon). lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon). "Banten dinamakan Sunda". Chia-lie-pa (Kalapa. demikian ungkap Guillot. dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. melalui Chia-liu-pa (Kelapa). Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken. dibahas pula oleh Heuken. berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi. apapun bahasanya(Guillot. Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa.3. Dalam catatan kaki. Upaya penyelesaian jalan damai. Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas). serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan). Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda. Jakarta).1996:119). Pelabuhan Banten dimaksud. antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda.1999: 107). Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot. Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n . dibahas pula oleh para akhli.5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa). kapal-kapal menuju arah 97. Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten. baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong. Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten). masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara".

1999: 24). Claude Guillot.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pulasari. yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10. telah sering dilakukan. antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi. telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam.jadi sama dengan catatan Portugis. jalan untuk menuju ke Banten Girang.Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. Jerman). yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel. terutama melalui penelitian arkeologi. sedangkan candi yang terletak di G. boleh. yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. belum menemui titik terang. atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi. angka tahun tersebut. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot. Kapalembangan diinaksud. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. melihat arca-arcanya. CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. Menurut Chau Ju-kua. sekaligus merupakan daya dukung. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang. yaitu 932 M (854 S) (Guillot. 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan. untuk memperkuat suatu anggapan. yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). Akan tetapi. Pembuktian arkeologi ditampilkan. dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. dan Sonny Wibisono. masih dilanda kegelapan. Lukman Nurhakim.1996: 111). Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken. Sangat menarik. masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. Artinya.1996:111). 1996).

Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto. Candrasangkala: kawiraja. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . sesuatu untuk diperingati. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. padahal seharusnya 932 Masehi. Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989). perintah. maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu.V 1923. Batutulis ini kini telah hilang. no. mengenai prasasti Kebonkopi II. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. panca = 5. bahwa ia seorang pembesar istana. halaman 18. bacaan yang benar adalah 854 Saka. antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. terdiri atas 4 baris huruf.Untuk lebih jelasnya. antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. 6888). karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. Bogor. bernilai angka 4. dan pasagi. pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. pangambat. sabda. ia menuliskan tahun 942 Masehi. saat yang pantas diperingati. kala untuk cakakala atau sakakala. distrik Leuwiliang. Ekadjati dalam Carita Parahiyangan. bunyi. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim. sepadan dengan bujangga. pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. yang bentuknya tidak beraturan. bujur sangkar. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. adalah kata majemuk tatpurusa. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. bernilai angka 8. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan. sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kata.

Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Sewaka Darma. dan 3. diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala. dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. Peristiwa sejarah. Sehingga kawihaji panca pasagi (854). 1. Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. menampilkan angka tahun 932 Masehi. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung. la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n .Bunyi prasasti. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian. yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. halaman 13-14. Guillot menampilkan angka tahun 932?. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch. antara lain sebagai berikut: . Sriwijaya (Atja & Ekadjati. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. parwa I sarga 3..1989:186-187). "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. Satyawati Suleiman. Timbulnya perbedaan anggapan. karena itu ia mengajukan dugaan. Menurut pengakuannya. Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. 2.

daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan). Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. Putera yang kedua. Sang Matsyawarman namanya.. antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya.561 Masehi). yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. Dengan demikian. antara lain sebagai berikut: . lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. Pada prasasti Kebonkopi II. Akan tetapi. sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya. Mahisawarman namanya. Yang ketiga. Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang).. ikhwal "Sunda" dijelaskan. / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma.tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". yang menjadi Menteri Tarumanagara. tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman. dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana. Yang keempat perempuan. Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . tentu ada nilai-nilai sakral. tempat lahir Sang Tarusbawa. menghadiri upacara "Barpulihkan". seperti dugaan Bosch. Dipilihnya lokasi Pasir Muara. Kemudian. "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 . tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda). Sriwijaya". dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat". tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman.

terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara.. parwa 11 sarga 3. Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada tahun 669 Masehi. menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi. menantu Sri Maharaja Linggawarman.. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3. tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. mengakhiri kekuasaannya. kerajaan Sriwijaya. yang menikah dengan Dewi Manasih. Sri Maharaja Linggawarman. yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). yaitu Dewi Sobakancana. oleh Sri Maharaja Tarusbawa. ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana. antara lain sebagai berikut: . Sebagai pengganti. Kerajaan Sriwijaya... dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda. untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. Adik Dewi Manasih. dengan menjalin persahabatan. Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya.. Sedangkan Sriwijaya. Sang Tarusbawa. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. halaman 176. di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". karena nama kerajaan tersebut.. Kekecewaan Guillot. Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali. telah melakukan perjanjian bersama. Pergantian nama kerajaan. disebabkan. pada tahun 536 Masehi. // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// . raja keduabelas Tarumanagara. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. raja Sriwijaya. Sunda Sembawa (Bekasi). masih merupakan kerajaan kecil di Palembang.catatan.

Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. tetap setia mengikuti alur waktu. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. Kehadiran Salakanagara. Salakanagara. antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. tidak ia hiraukan. Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". tidak berdiri sendiri. sebagai pembanding. III.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. Banten di masa silam. semakin samar untuk ditemukan. yang pernah menaklukan Banten Girang.Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. bahkan kesan tersebut harus dicermati. seperti Banten Girang. bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina).1996:137). yang diperankan sebagai "musuh Banten". Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. Tarumanagara. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. 1996:100). dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. Kerajaan Sunda. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . menelusuri kurun zaman. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. Persoalan yang muncul. dengan segala perkembangan kehidupannya. Ibukota Pajajaran misalnya. Untuk diketahui secara objektif. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526. merupakan tindakan balas dendam. akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu.

Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya. Sebelumnya. Sumatera Selatan). diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. lawasnya ratu saratus tahun. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda. dengan nama: Ing Puri Bima Sakti.sarga 5. Sang Haliwungan. dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda. dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. nu nyaeuran sanghiyang rancamaya. sebagai tanda keutamaan raja. tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi. diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. kembali terbagi dua. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana.punta. 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. dengan nama Kerajaan Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian Sang Ningrat Kancana. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur). yang terletak di bukit Badigul (Bogor). Peninggalan warisan Sang Susuktunggal. kawasan bekas Tarumanagara.narayana-madura-suradipati. Lokasi bekas keraton tersebut. kini sudah menjadi bangunan permanen. sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut.dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama). menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja). sirna tanpa bekas. Selanjutnya. yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan. sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan. nu mikadatwan sri bima. Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi). dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya. dari sejak tahun 1382 Masehi. putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati.yang haluwesi. sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. mangka premana raja utama.

Yang di pertuan di Galuh. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. atas permohonan Ratu Darawati. dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). akibat perceraian dengan suaminya. lawasnya ratu tujuh tahun. peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu. dengan ibukota di Keling. Kemudian. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. tokoh Sang Ningrat Kancana. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. Uniknya. Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). Di Palembang. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. Prabu Kertabumi. Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). adalah kemenakan Ratu Darwati. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). sebagal guru dan juga mertuanya. hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. hingga memerangi kerajaan ayahnya. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dia yang dipusarakan di Guna Tiga. Dalam tahun 1473 Masehi. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. Baru kemudian. menggempur Majapahit. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. meninggalkan ibukota. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel. cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. Raden Patah. mengakhiri kekuasaan ayahnya..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . inya nu surup di guna tiga. Dari ibunya. diterima kemudian dari Sunan Ampel. diberi nama Raden Praba. memperisteri perempuan terlarang dari luar. kena salah twah. maka dalam tahun 14'75 Masehi. la adalah tohaan di galuh. Tiga tahun kemudian. salah seorang isteri Prabu Kertabumi. adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. Sunan Ampel sendiri. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. untuk kepentingan membuka pesantren. tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Akibat salah perilaku. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang.

Oleh karena itu. Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. ada juga yang sampai ke Kawali. oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. yang menyudahi kekuasan Kertabumi. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura. dilakukan oleh Girindrawardana. tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). Prabu Dewa Niskala. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. Puteri Ratna Ayu Kirana. seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). keluarga keraton Kawali. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. diterima dengan tangan terbuka. 2. Dalam pengungsian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. Raden Baribin. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. Kelak. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi. Prabu Dewa Niskala. kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. Rombongan pengungsiannya. wanita itu terpisah dari tunangannya. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. memperoleh seorang puteri. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. Dari pernikahannya. diberi nama Raden Bondan Kejawan. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh). Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi). Oleh karena itu. Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). Menurut hukum waktu itu. Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. Dalam hal ini. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. saudara seayah Prabu Kertabumi. Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. yang sudah bertunangan. yang mendirikan Mataram Islam. Prabu Dewa Niskala.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). ia tersamar dalarn cerita rakyat. dengan Raden Baribin.. Dari Wandan Bondri Cemara. dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). telah menjodohkan puterinya. Di sana. Selaln itu. Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . keluarga keraton Majapahit. Menurut versi lain. ibukota Kerajaan Galuh.

yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). samasama mengerahkan pasukannya. Selanjutnya. Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala.Prabu Susuktunggal. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. 2. sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. Putera sulung Prabu Dewa Niskala. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). dan memutuskan. Peristiwa penobatannya di Pakuan. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. sangat marah. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. bahwa: 1. di wilyah netral. ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. Tentu saja. Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). 2. Peristiwa tersebut. Untuk menyelamatkan keadaan. Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. Begitu pula Prabu Susuktungggal. dari permalsuri. harus diserahkan kepada Jayadewata. Menantu Prabu Susuktunggal. Prabu Susuktunggal. karena kekuasaan pemerintahannya. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. prebu ratu purane pun. konflik kedua pemimpin negara. para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. adalah: 1. tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . B. Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. penguasa Kerajaan Sunda.

agar sukma raja tersebut. mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. Prasasti Batutuhs Kota Bogor. kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. Maksudnya. kesatrian (asrama prajurit). hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . maka raja tersebut digali dari kuburnya. 1981: 25). dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian).samida. ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. pada tahun 1533 Masehi. memperkuat angkatan perang. membuat samida. kemudian kerangkanya diperabukan. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. la memperteguh pertahanan ibukota. Upacara semacam itu. dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. membuat jalan yang diperkeras dengan batu. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. Pembuatan prasasti tersebut. Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. Jika seorang raja wafat. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). Sri Baduga Maharaja. dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Ya dialah (yang membuat semua itu). Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya. pagelaran (macam-macam formasi tempur). yang terjemahan langsungnya. (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya.

Dasa. bagi siapapun yang melanggar keputusannya. berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). Calagara (di Majapahit: walagara). tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. Pare-dongdang atau panggeres reuma. Keharuman Sri Baduga Maharaja. bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. serta ancaman hukum mati. Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan.Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi). harus diserahkan kepada raja. sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. adalah pajak tenaga perseorangan. Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. Pengukuhan itu. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). Juru Pantun ataupun Penulis Babad. Kabupaten Bekasi. 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. Kecamatan Tarumajaya. yang ditemukan di Desa Kabantenan. harus diserahkan tiap tahun. Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan. Kata dasa. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. isinya dapat diketahui. diambil dari bahasa Sanskerta. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. yang gugur di Palagan Bubat.Silih Wangi. dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). adalah pajak tenaga kolektif. yang berarti pelayanan (service). Gunung Samaya dan Jayagiri. Silih artinya pengganti.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah pare turiang. calagara. Kapas-timbang atau upeti kapas. Wangi artinya harum. Bila petani telah berpindah ladang (huma). yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. Oleh karena itulah.

Laporan Portugis tahun 1522 Masehi. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. bandar Cheguide. Tome Pires memberitakan.271 orang.masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. Dalam angkatan perang kerajaan. terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa. Istana raja. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. serta pada puncaknya berukir indah. dapat mencapai 4.000 ekor tiap tahun. pelabuhan Pontang (Pomdam). 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pasai.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja.197 orang).l. baru berpenduduk 23. kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam).121 jiwa. berada di pedalaman. Tentang Sri Baduga Maharaja. merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. nama resmi kenegaraan. Tome Pires (k. Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. sebagai kota terbesar ketiga. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju. Tetapi yang lebih penting. 1999: 41). Untuk kepentingan perdagangan Portugis. Omzet perdagangan kuda. memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter). 1468-1539 Masehi). Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda. terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad. adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). penduduk kota Pakuan ada 48. Dengan jumlah itu. parwa I sarga 4).000 orang. Dalam perkembangan selanjutnya. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja. pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja). antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil). 1996: 59). pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda. dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. disebutkannya. raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo. terdapat 40 ekor gajah. Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis.

seorang ulama mazhab Hanafi. Puteri Subanglarang. diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. Inilah Sunda. C. Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. bersama isterinya. raja Cirebon Girang. dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). seorang ulama mazhab Safi'i. di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. dalam tahun 1416 M. ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). bukan "Islamnya". Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n . putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. hubungan politis yang terlalu akrab. adalah alumnus pesantren Quro tersebut. Setelah kembali ke Kerajaan Galuh. bernama Farhana binti Muhammad.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bratalegawa. menikah dengan wanita muslim dari Gujarat. isteri kedua Sri Baduga Maharaja. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. Larasantang. Ketiga anaknya. Cimanuk (Chemano). cucunya yang bernarna Hadijah. Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng). maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. antara Cirebon dengan Demak. dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. didirikan oleh Syekh Hasanudin. ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. di Pura Dalem Karawang. SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. Sesungguhnya. yaitu Pangeran Walangsungsang. sebagian ditempatkan di Cirebon. 1999: 37). Akan tetapi. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. Walaupun berbeda agama. dan Raja Sangara. Kelak. Kalapa (Calapa). Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. Bratalegawa lahir tahun 1350 M. Kemudian dari Gujarat.Tangerang (Tamgaram). dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken.

antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses.Portugis. ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. Selain itu banyak orang baik. yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). menghadiahkan kepada Raja. Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu.yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. utusan Jorge d'Alboquerque. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. Maka. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. disebut Laksamana Bungker). Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. Kawasan ini yang disebut Kalapa. Tuan kami. Tuan Kami. Maka. Untuk maksud ini. Leme. Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . seberang awal pelabuhan. seperti pula syahbandar dari tempat pabean. sebagai duta resmi negara. menentukan dan menunjuk tempat. menegakkan sebatang padrao dari batu. pada tanggal 21 Agustus 1522 M. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule). jadi di sebelah kanan muara sungai. Kunjungannya ke Pakuan. bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan. Akan tetapi. Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. pada tahun itu. M. sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. kapten perjalanan ini. raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. Kapten Malaka. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda.

pada perjalanan ini. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. masih sebagai pelaut murni. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n .600 caxas Java. 1999: 54). Tuan kami. Tuan kami. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. Berbeda dengan pelaut Belanda. pedagang Portugis pada waktu itu. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. Balthasar Memdes. Hubungan internasional bilateral inilah. saya. dan Franscisco Annes. selaku perwira Raja. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. sangat wajar terjadi. bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. Raja-raja penerusnya. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. semuanya tentara. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. juru mudi dan banyak (orang) lagi. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. Untuk buktinya. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. yang diwakili oleh pedagang Portugis. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. penulis. saya memberi kesaksian. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang dicurigai para akhli sejarah. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. Tentang seluruhnya itu. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. Sri Baduga Maharaja itu. Dibuat pada hari. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. Maka. Dengan demikian. penulis dari kapal San Sebastian. yang selalu berambisi.10. Padahal. dan Diogo Diaz. Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. membuat dokumen ini. Sangat disayangkan. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia.

Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. kalau tidak Hindu tentunya Budha. yang artinya dipusarakan. Cukup banyak Babad yang ditulis. Setelah Indonesia merdeka. yang sesungguhnya keturunan Galuh. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. secara arkeologis. Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. Sumedang. Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi. atau "Yang Moksa Di Rancamaya". Dalam cerita Pantun sekalipun. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. tetapi dalam menuliskan Babad setempat. Penyempurnaan sukma tersebut.toleransinya terhadap agama Islam. dapat kembali kepada Asal-nya. Cirebon. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. Para Pohaci dan Para Bujangga. umum masih beranggapan. disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". dimanakah bekas candi-candinya. istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. mengenai tokoh Prabu Siliwangi. adalah tokoh Sunan Ambu. di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. 80 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. dengan tujuan utama. Dzat Asal dalam religi Sunda. Dalam naskah Sunda kuna lainnya. Mwakta atau Moksa. sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. Akan tetapi. dan Talaga. Sampai saat kini. telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. digunakan kata lumah (pusara). pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. belum dapat membuktikan secara pasti. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. Terbukti. kalau ditanyakan. Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). Oleh karena itu.

di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. cita-cita urang Sunda yang saleh. terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. jati Sunda teka. Selain itu. bagi orang Sunda. Disunat ka tukangnya. Adakah masuk di akal. Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi. Provokasi cerita fiksi Kian Santang.. selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). bersih suci bila dibasuh. jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali. dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib.Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Hiyang Seda Niskala. merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. D. dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. bahwa tokoh Kian Santang itu. kisah tentang Kerajaan Pajajaran. Niskala. karena ia adiknya Larasantang. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kian Santang yang konon katanya. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). sesungguhnya tidak jadi masalah. tidak ingin manjing surga (masuk Surga). jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. Kedatangan Islam. Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. sudah demikian lama. setega itukah. Ada pula yang menafsirkan. Disunat kepada akhlinya. Seda. bukan dengan Dewa). Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). artinya Sempurna. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran. artinya Gaib. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. Kisah tersebut. Sebutan lain untuk Hiyang.

Untuk mencari kebenaran. pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu). menimbulkan persoalan baru.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berdasarkan ilmu sejarah. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. ia disebut Raja Samiam. Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. Dalam catatan Portugis.Portugis. uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. perlu penelusuran ilmiah. yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17. Perang ke Tanjung. yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda .alias Fatahillah. Perang ke Hanum. Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. Perang ke Pagoakan. Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. hingga menimbulkan perang selama 15 kali. Perang ke Gunung Banjar. Perang ke Wahanten Girang. Perang ke Muntur. Perang ke Gunung Batu. Perang ke Ancol Kiji. Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. Rata gagah perkasa. Perang ke Padang. Prabu Sanghiyang Surawisesa. adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). teguh dan pemberani. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). Perang ke Simpang. Lima betas kali perang tak pernah kalah.

masih hidup.iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. ditenggelamkan ke laut. Perang ke Medang Kahiyangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tertimpa tapak kikir.sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. Sang Pandita di Jayagiri. Sang pandita di Ciranjang. Disunat oleh akhlinya. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. Oleh sebab itu. hanya meminum susu. menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . tidak diketahui identitasnya. ditenggelamkan ke laut. itulah tradisi orang Sunda. hati-hatilah yang hidup di kemudian hari. Setelah itu. pandita di Sumedang.sang kawuri / hayzaa to . supaya bersih suci dari kotoran. Puasa. Ada pendeta sakti dianiaya. Disunat. Tidak sampai setahun.Perang ke Pager Wesi. disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. meninggal dunia. jangan hidup pura-pura berpuasa. Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. kembali ke Pakuan lagi. Prabu Ratu Dewata. Datang bencana serangan musuh kasar. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang. Terkenal namanya Hiyang Kalingan. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. Perang di Buruan Ageung (Alan-alun). dibunuh tanpa dosa. tidak mati. kesembilan tahunnya meninggal dunia. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. Begitulah keadaan jaman susah. lamanya jadi raja 8 tahun.

menghina pendita. menghiasi Kedaton. Begitulah riwayat Sang Ratu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak hormat pada yang tua. zaman besi. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . zaman perunggu. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan. seterusnya diganti dengan zaman kali. Jangan diikuti oleh generasi belakangan. tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. Dalam zaman Dopra. Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. Mempunyai anak. Lamanya jadi ratu 8 tahun. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. tindakan ratu seperti itu. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri. Sering membunuh orang tanpa dosa. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. Yang membangun bale bobot 17 jajar. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. Sang Nilakendra. merampas tanpa perasaan.

Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. tidak mengikuti adat kebiasaan. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. perang dengan Jawakapala. 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . menurunkari pertapa. Dunia halus masuk ke yang kasar. cucu tiri. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. Perang dengan Kalapa. semua kalah oleh orang Islam. Ratu Sakti (1543-1551 Masehi). antara lain: 1. kalah Rajagaluh. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. perang dengan Patege. Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). 2. Iamanya jadi rata 16 tahun. Perang dengan Rajagaluh. Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. Perang berlayar ke Salajo. 3. Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). timbul kerusakan dari Islam. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. Pertama datangnya perubahan. kalah Jawakapala. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. Manusia yang berhuma rakus makannya. 5. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. 4. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. Perang dengan Gegelang. dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. perang dengan Mandiri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . perang dengan Datar. kalah Kalapa. Lamanya jadi ratu 12 tahun.perdaya. Perang dengan Pakuan. perang dengan Galuh. Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan.

di antaranya: 1. yang disusun oleh Atja dan Edi S. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). dari pendahulunya. 1. Syekh Hasanudm. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. Dari isterinya yang pertama. Sanghiyang Surawisesa. PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. adalah murid Syekh Hasanudin. Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. 2. Cirebon. pemeluk Islam madzhab Hanafi. Dalam Carita Parahiyangan. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. Oleh karena itu. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. 2. ialah. terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Ekadjati (1989). Sedangkan dari isterinya yang ketiga. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. Adapun riwayat Syekh Hasanudin. tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. dan 3. Dewi Surawati. Dua di antaranya. bernama Rajasangara.IV. adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. 1989:165). berputera beberapa orang. untuk membahas Banten. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. Surasowan. Status Pangeran Walangsungsang. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. jika Pangeran Walangsungsang. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). bahwa dari Subanglarang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Status ini sangat memungkinkan. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang. Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja. berperan sebagai anak sulung.

Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. Syekh Hasanudin. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tujuan pelayaran mereka. dikenal sebagai Syekh Bantong. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. la didampingi oleh jurututulisnya. la bermaksud. Setelah lama tinggal di Pura Dalem. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan.Pada tahun 1416 Masehi. Armada laut Cina tersebut. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). kakeknya Sri Baduga Maharaja. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. Bagi Sang Mahapraburesi. pada tahun 1416 Masehi. di Jawa Timur. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata. Syekh Hasanudin. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. Kelak. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. puterinya Ki Gedeng Karawang. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. ketika turun di Pura Dalem Karawang. disertai pula oleh puteranya. Laksamana Cheng Ho. terdapat beberapa orang penumpang. Dari perkawinannya. mengadakan pelayaran keliling. Namun bagi tokoh Wastu Kancana. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. di Pulau Jawa. Oleh karena sesama muslim. dengan prajurit laut sebanyak 27. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. memperoleh anak. untuk menjalin persahabatan. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. dan lebih kikir lagi dengan pujian. Ki Gedeng Karawang. menyebarkan ajaran agama Islam. Peristiwa penting ini. di pesisir Pura Dalem Karawang. Di antara sekian banyak awak kapal. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. adik iparnya. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. memohon diri untuk turun. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. yang juga beragama Islam. padahal untuk Sri Baduga Maharaja. Sebab. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. sebanyak 63 buah kapal layar. Selama 59 tahun. kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. Tan Go Wat. Ma Huan. armada laut Cina. Islam bukan hal yang baru dan acing. Tan Go Wat.800 orang.

pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. oleh para penulis babad. mendorong Pangeran Walangsungsang. Pangeran Walangsungsang. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". bahwa Pangeran Walangsungsang itu. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. Sebagai catatan. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. Ketika Subanglarang wafat. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. Ki Gedeng Tapa. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana.sanggup memujinya.1984: 42). hanya ibunya. la dengan kedua adiknya. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah. Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. Kenyataan seperti itu. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. mengikuti agama yang dipeluk ibunya. Selain sebagai ibunda tercinta. Subanglarang. memohon izin kepada ayahnya. Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. Peristiwa-peristiwa itulah. Sementara itu. adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. dibina langsung oleh kakeknya. seorang bangsa Ajam. madzhab Hanafi. diteladani dari kakeknya. akibat konflik agama dengan ayahnya. walaupun dengan berat hati. Perlu dicatat. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya. merasa sangat kehilangan. bagi Sri Baduga Maharaja. untuk pergi mengembara. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. la. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). Tentu saja. Afganistan. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. adalah Guru Agama. Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). tidak menjadi masalah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Di bagian selatannya. la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). dari kakeknya. Nyai Larasantang. harimau. Kemudian. Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. Syekh Nurjati. gajah. mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. dari Syekh Datuk Kahfi. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. Dalam pengembaraannya. Seperti babi hutan. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). Dalam pemerintahan sehari-hari. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagai catatan. Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. setelah Pondok Quro Karawang. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). Pondok Quro Amparan Jati. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. Cirebon namanya. dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. ular. masih hutan belantara tempat binatang buas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). Oleh Ki Gedeng Tapa. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda.Amir Abdullah Khanudin. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. Ki Gedeng Tapa. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan. Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. Ki Gedeng Tapa. adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. Pangeran Walangsungsang. Di tepi pantai. di kampung Ghuzah. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. Syekh Datuk Kahfi. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. kura-kura dan berbagai jenis lainnya.

disebut Kebon Pasisir. telah bermukim 5 orang penduduk. bersedia masuk Islam. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. membuka hutan Kebon Pasisir. Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. seorang ulama agama Budha. Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir.laut (camar). dan adiknya (Nyai Larasantang). Nama itu diperoleh dari gurunya. Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. puteri Ki Danuwarsih. dipercaya menjadi Wakil Kuwu. Pangeran Walangsungsang. yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. atau Tegal Alang-Alang. adalah mertua Pangeran Walangsungsang. serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. atau Lemah Wungkuk. Sebab. Atas kesepakatan bersama. lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. Ki Sarmawi (pembantunya). Sedangkan di Gunung Ciremai. Di sungai. / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. Ki Danusela. Semula. Diberi nama demikian. Syekh Datuk Kahfi. untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. Nyai Arumsari (isterinya). rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan. dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. Pada awalnya. pindah dari tempat tinggal asalnya. Cirebon Girang. Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). banyak kuda liar. penduduk Cirebon Pasisir. hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. banyak ikan dan rebon (udang kecil). di Kebon Pasisir. yang disebut Cirebon Girang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian. Mereka. sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. dibangunlah pemukiman baru. Sedangkan Ki Danuwarsih. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). adalah adiknya Ki Danuwarsih. Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). Setelah melihat ada pemukiman baru. yaitu Nyai Indang Geulis. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya.

Jawa 106 orang. Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. Berbagai bangsa ada di sana. Mereka menumbuk rebon dan ikan. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . para petani. bahasa dan tulisannya. berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. Sumatera 16 orang. semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. masing-masing berbeda. sebelum tidur. India 2 orang. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. adalah 346 orang. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. petis dan garam. namanya. Macam-macam anutannya. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian. Rinciannya: Sunda 196 orang. Arab 11 orang. Hujung Mendini 4 orang.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). mendapat gelar Ki Cakrabumi. keakhliannya. Parsi 2 orang. Pedagang. dan Cina 6 orang. Syam 3 orang. tingkah lakunya.

Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. (Jala=air. Cirebon. Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". tiba di pelabuhan Jedah. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. dan rebon berarti udang kecil. dengan panggilan akrab Ki Samadullah. Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. adalah keturunan Bani Hasyim. Syarif Abdullah. mengingat penduduk Cirebon pertama. tidak bisa ikut. karena sedang hamil. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. Cirebon. pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. grahan=rumah). Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. "Anakku. Nyai Indang Geulis. la. pustaka yang disusunnya. / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. Ki Samadullah. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". degan maksud yang sama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. naik ke kapal layar. Padahal. sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang. Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. Di dukuh Cirebon Pasisir. Akhirnya. berlayar menuju Tanah Arab. kata "Cirebon" sendiri. ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. Hal itu. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. Bersama santri-santrinya. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. Di tengah perjalanan. ci berarti sungai. Sang guru mengingatkan. Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. Ki Samadullah dan adiknya. yang terletak di tepi laut. mendirikan Tajug (Masjid). Sehingga. diberi nama Jalagrahan.

Tiga bulan kemudian. …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya.menjadi Walikota Mesir. sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita. Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). kepada Nyai Larasantang. dari Bani Mameluk. Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . Kembali kepada Syarif Abdullah. Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im. Di rumah Ki Bayanullah itulah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ternyata. generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. adiknya Syekh Datuk Kahfi. samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas). Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi. Di tanah suci Mekah. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). Syarif Abdullah telah jatuh cinta. Dan adiknya menetap di sana. diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim.

Ki Gedeng Tapa. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/. Maka jadilah Cirebon. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. Dan perkawinannya.. tiba di Cirebon. mempunyai anak perempuan..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. Sesudahnya. wafat. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran. kakeknya. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir. selain sebagai penguasa Singapura. semua kekayaan dari kakeknya itu. Nyai Pakungwati namanya. adalah sebutan lain untuk udang kecil. Tidak lama kemudian. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua.. kemudian diberi nama Pakungwati. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. Kemudian. dijadikan sebuah kota besar. sama dengan nama puterinya. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan. Kata pakung. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. la membangun Keraton. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah. 94 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang.

95 | S e j a r a h K e r a j a a n . disertai pasukan pengawalnya. Kemudian. mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan). dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. atau Ki Samadullah. oleh ayahnya. Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. ia mengutus Tumenggung Jagabaya. Pangeran Walangsungsang. B. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya. atau Pangeran Cakrabuana. atau Ki Cakrabumi. sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya. Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk menobatkan puteranya. Sri Baduga Maharaja.Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib.

Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. Alwi Amir Pagih anak Muhammad. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. Adapun Abdul Malik. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. anak Alwi Amir Pagih. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. Salah seorang di antaranya. Kedua-duanya. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. Oleh karena itu. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. asalnya merupakan satu keluarga. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari perkawinannya. Muhammad anak Ubaidillah. Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. Dari perkawinannya. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). Salah seorang di antaranya wanita. mempunyai anak beberapa orang.Kemudian. diperisteri oleh Sayid Hassan. yaitu Sarah. mempunyai anak beberapa orang. Sayid Abdul Malik. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. mempunyai anak beberapa orang. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sayid Abdul Malik dengan puteri India. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. Salah seorang di antaranya. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. mempunyai anak beberapa orang. Muhammad anak Ali AI Ghayam. Sayid Alwi anak Muhammad. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri. Dari sejak itulah. Sayid Abdurrakhman orang kaya. Sebab. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. Riwayat selanjutnya. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. Mempunyai anak beberapa orang. kepada puteri pejabat daerah negeri India. la meninggal dunia di Jawa Timur.

Syarif Abdurakhman. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). empat di antaranya: 1. yang seterusnya menetap di sana. menetap di negeri Mesir. 2.Abdullah Khannudin. 4. Riwayat selanjutnya. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. tidak mempunyai anak. pergi ke Jawa dwipa. mempunyai anak beberapa orang. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. Syarif Abubakar. 3. mempunyai anak beberapa orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. Syarif Hafiddin Abbas. 4. yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. Ketika menetap di negeri Bagdad. sebagai guru agama Islam. tiga di antaranya: 1. Ali Nurul Alim. Riwayat yang menjadi penyebab. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran). Syarif Abdullah Al Masir. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengajar penduduk di sana. 2. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). menjadi anak angkat uwanya. Syarif Abdurakhim. Ali Nurul Alim. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. Syarifah Halimah. dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. Mempunyai anak beberapa orang. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. Syarifah Bagdad. mempunyai anak 4 orang. Syarif Sulaiman Al Bagdad. masing masing ialah: 1. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. 2. 3. Dari India. Barkat Zainal Alim. mempunyai anak beberapa orang. Hal itu tetjadi. 3. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. mempunyai isteri seorang puteri Mesir. menjadi Walikota di negeri Mesir.

Syekh Datuk Kahfi. dari setiap turunan Rasul Muhammad. diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. Pasambangan. Junti. ia menjadi duta negeri Parsi. Bharatanagari (India). pada naskah yang sama ditegaskan pala. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa. Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya. semua itu para Kamastu atau disebut Wali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). Kamboja. kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. menikah dengan Hadijah. Panjunan dan beberapa desa lainnya. Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. Juru Labuan Muara Jati Cirebon. oleh Ki Gedeng Tapa. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. Campa. Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . cucunya Haji Purwa Galuh. Japura.

kedua. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). dua orang di antaranya. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. Selanjutnya. dan yang ketiga Syekh Bayan. yang mempunyai anak beberapa orang. yang pertama perempuan. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. menetap di Kamboja. pertama. dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. Syekh Khadir Kaelani. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. Dua orang di antaranya. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. Dua orang di antaranya. Tiga orang di antaranya yaitu. mempunyai anak beberapa orang. Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman). Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. yaitu: 2. Sunan dan Guru Agama Islam. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. 2. mempunyai anak beberapa orang. yang menetap di negeri Malaka. Syekh Datuk Soleh. antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin. dan 3. yaitu: 1. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. Selanjutnya. 2. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. kemudian menetap di Panguragan Cirebon. di antaranya: 1. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. Syekh Datuk Ahmad.Maka jelaslah sudah. Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. adalah sebagai berikut: 1. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan. yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu.

Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. Di Keraton Majapahit. singgah di Palembang. Ali Rakhmatullah berangkat kembali. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . memeluk agama Rasul Muhammad.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. Dalam perjalanannya. Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. Kemudian. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). Sumatera. Ali AI Mustada. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. Dua di antaranya yaitu. Setelah enam bulan di Palembang. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). Karena pada waktu itu. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. Di Palembang. Setelah menetap beberapa lama. Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat.Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). dan singgah di negeri Banten. Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. Dalam jangka 3 tahun. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. Adik Dewi Candrawulan. Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. Arya Dillah atau Arya Damar. oleh Prabu Kertabumi. dikaruniai beberapa orang anak. yaitu Dewi Candrawulan. Ratu Darawati. yaitu Dewi Darawati. menuju ke Jawa Timur. memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. semua penduduk Ampel Denta. Atas usulan Ratu Darawati. Ali Rakhmatullah. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. yaitu Siu Ban Ci. 3. adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. 1.

Panembahan Mekaos Hanggakusuma. Panembahan Kodi. diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . empat orang di antaranya: 1. Dewi Rukayah. yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). memperisteri puteri Sunan Undung. Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). 2. 3. 3. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. dan mempunyai anak laki-laki. Dari perkawinannya. yaitu Siti Khorimah. Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. Penambahan Joko. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). Dari isterinya yang lain. Selanjutnya. Puteri. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. Dewi Sofiyah. Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. dikaruniai anak laki-laki. 2. dan 8. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. dikaruniai anak beberapa orang. dan 4. Ratu Prodo Binabar. yaitu Raden Amir Hassan. 3. antara lain: 1. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Selain dengan puteri Sunan Ampel. Panembahan Palembang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 6. 4. 5. 2. yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). puterinya Maulana Ishak.Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. Panembahan Karimun. 7. Nyai Ageng Pembayun. Di antaranya. yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. masing masing: 1. yaitu Dewi Sujinah. yaitu Dewi Rukhil. Ratu Pakoja. yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. puteri Ki Wiryosarojo. yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu.

adalah puteranya Maulana Ishak. Siti Mursimah. puterinya Ki Ageng Bungkul.. Raden Paku alias Sunan Giri.//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . parwa II sarga 4. Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah.1. di antaranya masing-masing ialah. Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya. mempunyai anak dua orang. parwa I sarga 4. dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa. . Siti Murtasiyah. Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya. mempunyai anak laki-laki. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat. 2. Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang). dari isterinya yang berasal dari Blambangan. Syarif Hidayat namanya. antara lain sebagai berikut: . Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi).

bersama 98 anak buahnya. baru berusia dua puluh tahun. Ketika singgah di Gujarat. Tinggal di sana lamanya tiga bulan. Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. Dalam perjalanannya. Oleh karena itu pergi dari Mekah. ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa .//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). menuju Pulau Jawa . Kemudian. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. Selesai dua tahun. disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir. di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. antara lain sebagai berikut: . Pada waktu itulah. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. singgah di Gujarat.ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda. Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil. Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari Syekh Athallahi Sajjilli. yang semuanya berjumlah 98 orang. lamanya dua tahun. bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam.. yaitu Sayid Al Kamil. Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. mereka berlayar bersama-sama. parwa parwa I sarga 4.

singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. Syarif Hidayat singgah di Banten.sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. Nyai Kawung Anten. menemui uwanya. Kunjungannya ke Cirebon. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Sumatera. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. mengajarkan agama Islam di sana. berlayar menuju Cirebon. berjodoh dengan puteri Adipati Banten. Selanjutnya. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . (singgah) di negeri Pasai. untuk menemui uwanya (kakak ibunya). Selanjutnya. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. bersama Dipati Keling dan anak-buahnya. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. Syarif Hidayat alias Sayid Kamil. Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. Sesungguhnya. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman.

Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Adapun Syarif Hidayat. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya.. Syarif Hidayat.. Sang Tumenggung mewariskan tahtanya. dapat bertemu dengan uwanya. Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati. ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu. Alangkah sukacitanya Sri Mangana.. menetap di Pakungwati Cirebon. Nyai Mas Pakungwati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya. Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu. Dipati Keling serta 98 anak buahnya. yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati). kepada suwan yang sekaligus menantunya. yaitu Sayid Al Kamil. Syarif Hidayat..Iman. Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa . sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung. di Kerajaan Sunda.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n .. Setelah beberapa lama kemudian. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya. Begitu pula Syarif Hidayat. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil.. Demi untuk kepentingan penyebaran Islam. . Akhirnya. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi. mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. sangat gembira. kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya.

ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon.. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur. yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa. . yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak. Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya. pesta meriah. dengan gelar Susuhunan Jati. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira.// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. Pejabat penguasa daerah. Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati. dan semua memberikan dukungan.Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana. sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon. mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak. menyerukan pujian atas penobatannya. untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n ... Pada waktu itu... Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita.

1983: 35). atas usul orang tuanya. dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih. Sang Kakek memerangi cucunya. adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. Syarif Hidayat. Penobatan awal Syarif Hidayat. lama tidak kembali ke Pakuan. Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. 2. V. sebutan Sorasowan. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. atas pernikahannya dengan Pakungwati. Akan tetapi. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. atas kehendak Pangeran Cakrabuana. akhirnya masuk agama Islam. KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). "Betapa tidak terpujinya. puteranya sendiri. Hal yang hampir sama. terkesan Surasowan di sana. adalah menantu Walangsungsang. Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon. dalam buku Pakern Banten. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi. Syarif Hidayat. bahwa: 1. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan 3. Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja.

tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan. Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan). puterinya Pangeran Cakrabuana. Surasowan. nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan. sudah tentu harus dicari pembandingnya. Pakungwati sebagai nama kesultanan. menjadi Keraton Pakungwati. atau Surosowan? Hal tersebut. Berdasarkan gejala itu. Pakungwati sebagai nama orang. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan. Soera artinja berani. Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687). bagi kata yang ada di depannya. Pakungwati sebagai nama keraton. yang dibangun di Dukuh Cirebon.1984:44). Kemudian digunakan sebagai nama keraton. 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada mulanya. pendiri kerajaan Islam di Cirebon.Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. semua itu menarik untuk dikaji. Surasowan dan Surosowan. teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. Pakungwati adalah nama orang. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. menjadi Kesultanan Cirebon. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. Soan atau Sadji artinja Radja.1935: 60-61). Selanjumya berkembang. antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada akhirnya berubah sebutan lagi. Saleh Danasasmita (1984). menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita. Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta.

Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. (Atja & Ekadjati. mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang. pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. dua orang di antaranya: 1. Sebagai putera Sri Baduga Maharaja. Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. antara lain ialah. 2.1989:144 dan 153). dan 2. dan mampu mendirikan keraton yang memadai. Prabu Surawisesa. Sang Surasowan. menjadi bupati Banten Pasisir. 1. Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut. Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. berputera beberapa orang. Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34.Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. Sang Arya Surajaya. Islam sudah mulai bersemi. Atja & Edi S. Nyai Kawunganten. satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari kutipan tersebut di atas. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera.

Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja). Sepeninggal Ali Rakhmatullah. dalam waktu yang relatif singkat. dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kelak. di Pulau Jawa singgah di negeri Banten. di kemudian hari. Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam. Atas seijin Sang Surasowan. Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk. tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah. kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah.g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . singgah sebentar di Negeri Banten. banyak mendapat simpati dari penduduk.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah.

yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. Oleh Syarif Hidayat. lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. pada tahun 1478 Masehi. lalu terus ke selatan. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". para penulis Babad. la mempunyai dua orang anak. Sesunguhnya. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. Dalam waktu yang relatif singkat. sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. kemudian dijelaskan. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. bahwa "seorang yang keramat" itu. dari Mandarsah ia datang di Jawa. Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). 1983: 33). Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. masih saudaranya juga. bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. dari pada substansi historisnya. tiba di Banten Girang. Hanya saja. tentang "orang tua" Hasanuddin. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). Secara tersamar. Tentang "seorang yang keramat. puterinya Sang Surasowan. Oleh Sang Surasowan. nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. seorang perempuan (yang tua). yaitu Pakungwati. yaitu Pakungwati. diberi nama Hasanuddin. untuk meng-Islamkan daerah ini. cucu Sri Baduga Maharaja. Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. Untuk mempererat kekerabatan. untuk meng-Islam-kan daerah ini. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. Akan tetapi. Apalagi setelah diketahui. sangat terbatas.

mengemukakan hal yang sama. para penulis Parimbon Banten. Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon.1953: 24). karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". antara lain: Pada abad 15. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon. 112 | S e j a r a h K e r a j a a n . kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. Hanya saja. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten. terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. soepaja datang ke negeri Banten. Berdasarkan kaol Cibeber.l. sangat gelap (peteng). Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. Kg. Kg. menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad.Maka terseboetlah pada masa dahoeloe. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. koerang lebih hidjrah Nabi 887. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin. 1472. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan. cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari. Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. disaat Kg. tahoen Belanda k. pada kalimat selanjutnya. Banten dan Demak. Pakem Banten. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah. menggunakan sumber "Parimbon Banten. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). dalam proses meng-Islam-kan Banten. yang hampir malah sudah musnah. Berdasarkan kutipan tersebut di atas. maka Kg. Sedangkan.

patut dicermati. tidak mendasar. Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme".Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. sulitlah bagi kita untuk menentukan. Amanat Dari Galunggung. Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. melakukan "Tapa di Mandala". dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun. Mereka bertugas. 113 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. yang dewasa ini disebut Sasaka Domas. "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". Hafidz Rafiuddin. Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten. kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. 2000: i & 9). Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". mengemukakan hal yang hampir sama. Dengan adanya hal-hal semacam itu. S. Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. Tuduhan Animisme. yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. Akan tetapi.1984: 41). sudah tidak diragukan lagi. yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". (2000).Ag.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. pernyataan selanjutnya. adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Carita Parahiyangan. Maulana Hasanuddin.

Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil. ditemukan dekat bangunan berundak. masih dipuja dan dikeramatkan.Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan. Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana. menjadi pemeluk agama Islam. dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture. Dia kemudian memeluk agama Islam. Menurut kepercayaan orang Baduy. Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima. Atja dan Edi S.1989 :144). menjadi ratu wilayah Wahanten Girang. Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. serta hamba sahayanya. dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali. sebagai penganut agama Rasul Muhammad. Dialah putera Sri Baduga Maharaja. yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya. anak. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat. Arca Domas memiliki 13 undakan batu. (2) Tumenggung Jayamanggala. Anak menantu dan hamba sahayanya. dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. 114 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh. dalam Carita Parahiyangan sarga 3.1993: 27). nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan". Dari kutipan tersebut di atas. Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. Bangunan berundak di Kosala. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. yang seluruhnya setinggi 6 meter.. 1984: 219). Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. menantu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan ikhlas "beralih agama". "dipaksa". Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan. dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana. menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. "takluk" atau "ditaklukkan". Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat.

Sang Arya Surajaya. Mecermati fakta seperti itu. Oleh karena itu. Jika terdapat perubahan lafal. setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. Ekadjati. Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. Gambaran semakin jelas. mertua Syekh Syarif Hidayat. tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. dari hulu Gunung Karang Pandeglang. bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan). perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Sang Adipati Surangggana. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. tahtanya diwariskan kepada puteranya. hanya pelafalan yang berbeda. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. sudah merupakan petunjuk tersendiri. Boleh jadi. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". 115 | S e j a r a h K e r a j a a n . maksudnya itu-itu juga. Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). ayahanda Nyai Kawung Anten. dan bermuara di Banten Pasisir. Ketika Sang Surasowan wafat. sudah tidak tepat lagi. dapat dimaklumi. tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. Dari bahasan Atja & Edi S. sebutan wahanten menjadi banten. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. terdapat dua negeri Wahanten. membelah kota Serang. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. Bahwa. sebutan "wantan" dalam lafal Cina.pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". apapun bahasanya (Guillot. para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. menyebut "Wahanten" dengan "Bantam". Sang Adipati Surasowan. Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. baik oleh orang Cina. dalam usia terhitung masih muda. kedua-duanya sejaman. bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. tapi nyata). berkelok melalui wilayah Banten Girang. dalam kajian ilmiah. Sebab. Hendaknya digarisbawahi. Portugis pun melakukan hal yang sama. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan. Secara lingual.1996:119).

Pada waktu itu. Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. serta memperoleh putera laki-laki. Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). Sehingga. 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . puteri sulung Raden Patah. Untuk jaringan politik. dan persenjataannya pun tidak lengkap. Mereka dapat ditaklukkan. diberi nama Yusuf.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. Sabakingkin atau Hasanuddin. telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. Itulah sebabnya.Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. menjadi penerus ayahnya. terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. dan pasukan yang tersisa melarikan diri. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. Oleh karena itu. kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. kekuatannya tidak seberapa. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan). Dari perkawinannya. WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). telah mengalahkan kharisma uwanya. Pangeran Arya (Pangeran Japara). B. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). Pangeran Sabakingkin. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. lahir pertama Ratu Winahon. pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. Adipati Arya Surajaya. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. Putera kedua. menjadi tidak harmonis lagi. Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. di Kesultanan Pakungwati Cirebon. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir.

Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. bahwa tidak lama lagi. Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. akan tiba armada tempur Portugis. Raja Daerah Muntur. akan menyerang Pakungwati Cirebon. Raja Daerah Medang Kahiyangan. semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Simpang. Raja Daerah Wahanten Girang. 3. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. 6. Raja Daerah Rumbut. 15. Tumenggung Linggageni. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak. Jelas. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. Raja Daerah Hanum. Karena sudah tersiar berita. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. 7. Sang Aryya Wirasakti. Pada saat itu. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. Pradharmaya. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. Raja Daerah Pagawok. Raja Daerah Gunung Banjar. Oleh karena itu. Sultan Demak (Raden Patah). yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. 8. Sang Aryya Wuludada. Sang Aryya Suraprasa. Adhipati Suranggana. Karena Pakungwati. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon).Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. Raja Daerah Pager Wesi. 13. Sang Adhipati Patala. 16. berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. 5. Ratu Ancol. Kyai Wudhubasuraga. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. 4. Aryya Pulunggana. adalah: 1. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. Sang Prabhu Walahar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Raja Daerah Gunung Batur. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). 12. 10. Raja Daerah Gunung Ageng. 9. Aryya Senapati Bhimajaya. Kekhawatiran Sultan Demak. tersumbat. 14. Ratu Hyang Banaspati. 2. 11.

sambil menjajakan bermacam-macam barang. tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. Kekuatan pasukan gabungan. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. desa. bandar. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. Kemudian mengadakan gerilya. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. sebagai "gerakan pendahuluan". Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak. kembah ke Demak. kembali ke Demak. Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati. bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. Setelah itu.Oleh sebab itulah. janda Pangeran Sabrang Lor. guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. Susuhunan Jati. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. perdukuhan. Singgah di Pakungwati Cirebon. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. menyusup berkehling kota. terdiri dari 1. la gugur pada usia muda. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. Beberapa bulan kemudian. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. Tak lama kemudian.967 tentara. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam. barulah Panglima Fadhillah Khan. Pangeran Sabrang Lor. aneka macam perhiasan dan yang lainnya. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya. Ratu Ayu. sedang dalam pelayaran. adalah putera mahkota Demak. Sebagaimana yang telah dikemukakan. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya.

"pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin.Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". pusat pemerintahan Banten. Secara diarn-diam. secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. penguasa Wahanten Girang.1988: 8). dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir. Sesuai rencana. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. bergegas menuju Pakuan (Bogor). Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. Akhirnya.1993: 68). Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir). Sebab. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. sesungguhnya. Akan tetapi.Adipati Sang Arya Surajaya. sempat dibinasakan. Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. Kemudian. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun". memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. Sang Adipati Arya Surajaya. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. untuk menumpas huru-hara tersebut. dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. telah lebih dahulu masuk agama Islam. atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. Di balik peristiwa itu. tibalah serangan mendadak. Adipati Wahanten Pasisir inilah. yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. Sangat masuk akal. Serangan dahsyat. Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. pasukan gabungan Pakungwati-Demak. menerobos hutan lebat. setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. menyelamatkan diri. Karena hal ini. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). sebelum dapat dibuktikan kebenarannya. dalam usia 48 tahun. Kemungkinan. lebih siap untuk bertempur. Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan".

antara lain: Apabila Ki Jongjo. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya. pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Kemungkinan besar. antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak.dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya . setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. anak Hasanuddin. "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu Hasanudin. di komplek makam Tempat Suci itu. Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. bahkan tidak dilemahkan. Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau.Suranggana alias Ki Bagus Molana. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana. yang bergelar Ki Bagus Molana. Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis. dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. dari seorang tokoh. yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin. makaYusuplah lagi . dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya. Berdasarkan kutipan tersebut. Sayangnya. bahwa setelah selesainya ekspedisi. maka Molana Yusuplah. Secara kekerabatan. sulit dibenarkan. oleh pernyataan. Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam". Akan tetapi. seorang dari Pakuwan. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. mengemukakan usulnya kepada panembahan. akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan.yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. kemudian berkembang menjadi dua orang. rupanya telah terjadi manipulasi.1983: 34). 120 | S e j a r a h K e r a j a a n .

dengan sebutan Sultan. sependek nama Jong dan Jo. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". Setelah makamnya dikeramatkan. seharusnya. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. Pertanyaannya. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada. gelar "Agus" itu. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik. adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. Dengan demikian. akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. dan memperoleh gelar Panembahan. lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". merangkap jadi penguasa. yang terlebih dahulu masuk Islam. perlu kiranya diteliti lebih lanjut. Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. Seandainya. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. Oleh karena itu. Pengertian panembahan. Gelar itu. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. putera Sri Baduga Maharaja. Kembali ke Wahanten Girang. Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. Setidaknya.1983:149-150). Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. Konon menurut dongeng.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. Kropak 408 Sewaka Darma. sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana.

Sebagai catatan.452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. Beberapa bulan kemudian. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). Sang Arya Surakreta. Setahun kemudian. Nyai Arya Baroh. Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. Armada Portugis dipukul mundur. armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. saudagar kaya dari Perlak. sebanyak 1. Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. menyelamatkan diri. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). Ia puteri Adipati Kranda. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. keraton ia dirikan. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. diberi nama Keraton Surasowan. Selanjutnya. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. tewas binasa. yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687). hanya 6 tahun lamanya. Sisa yang masih hidup. yaitu Nyai Arya Baroh. di Pelabuhan Sunda Kalapa. dan para pengiringnya. Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. Kemudian. Anggota pasukan yang tersisa. Jati Cirebon. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Panglima Fadhillah Khan. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. menyerang Sunda Kalapa (Jakarta).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). setelah memeluk agama Islam. Mereka tidak mengetahui. bahwa wilayah Sunda Kalapa. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. oleh Susuhunan. sehingga banyak tentaranya yang tewas. Dalam pertempuran itu. terdesak dan menderita kekalahan. nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. kakaknya Sang Arya Surakreta.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). beralur darah trah Rasul Muhammad. Sebagian besar penduduknya. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. Permaisuri. tiba di perairan Sunda Kalapa.

adalah putera Prabu Ningratwangi. la. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). mengeluarkan asap hitam. cucu Prabu Dewa Niskala. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. oleh Susuhunan Jati Cirebon. Oleh karena itu. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. Susuhunan Jati Cirebon. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. Kalau tidak. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. oleh Susuhunan Jati Cirebon. akan digempur". untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. di dekat Bukit Gundul. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). la. dilengkapi senjata meriam. pada tahun 1501 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah adik Sri Baduga Maharaja. memohon bala bantuan. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. Oleh karena itu. seperti kebiasaan di masa silam. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. Prabu Ningratwangi. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. sambil memuntahkan logam panas". dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Akan tetapi. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . terdesak.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. segera mengirimkan berita ke Pakungwati. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. menggantikan posisi ayahnya. memanfaatkan situasi seperti itu. Prabu Jayaningrat. bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. jumlahnya banyak. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. Prabu Jayaningrat. wilayah Pakungwati Cirebon. permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. Serangan. telah terjadi perubahan situasi politik. Berdasarkan riwayat hak waris. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. Dalam pertempuran ini. diserahi tugas melindungi pondok pesantren.

bahwa: 1. Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. Akan tetapi. yang mewakili Susuhunan Jati. dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. Akhirnya Talaga. Peristiwa tersebut. Maksud "tidak kalah" tersebut. kuwanen. Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). Silih asih (saling menyayangi). dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Kuningan. permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. Palimanan. Pada saat itu. tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. Perang lima belas kali. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . agar Pangeran Pasarean. Kedua belah pihak menempuh jalan damai. pemberani. Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). dapat ditaklukkan. janganlah putus. Kebijakan itu dilakukan. atuntunan tangan (kerjasama). beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya.Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita. mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). oleh pasukan Pakungwati Cirebon. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. perkasa. Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing. kehilangan tokoh penting yang disegani. Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). 2. Demak. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). menjadi pembesar kerajaan. berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. kasuran. runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. tidak kalah). 3. menyepakati. Tidak saling menyerang. Sejak itulah. Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. pasukan gabungan Pakungwati. berhasil direbut.

pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. ditenggelamkan ke dasar laut. dibunuh tanpa dosa. Sri Baduga Maharaja. Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. senantiasa menciptakan huru-hara. Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). Berpuasa. Sanghiyang Siksakandang Karesian. dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. la digantikan oleh puteranya. Rasa hormat dan kekaguman itu. tapi tidak mati. Oleh karena itulah. Dalam suasana tenang dan damai. Pada kesempatan itu. Pendeta sakti di Sumedang. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. ada pendeta sakti. adik Ratu Wiratala. tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). Prabu Ratudewata. la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. Munding Rahiyang namanya. Pendeta di Ciranjang. Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n .Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). dianiaya. Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). la tetap hidup. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). Akan tetapi. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). direbutnya kembali. mati ditenggelamkan ke dasar laut. yang telah disepakati ayahnya. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. Pendeta di Jayagiri. sudah tidak lagi menghargai keagamaan. keonaran. yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. ia merenungi hidupnya. betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. C.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. Sang Prabu Ratudewata. menghilang tanpa meninggalkan jejak. Pada masa pemerintahannya.

menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. Sebab. merampas tanpa rasa malu. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. pengawal raja. dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. sangat beralasan. haywa ta sira kabalik pupuasaan). tidak sungguh-sungguh. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). di bawah komando Panembahan Hasanuddin. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. puteri Prabu Ratudewata. Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . lan bakti ring wong atuha. Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. tidak lagi mentaati norma pemerintahan. berdasarkan hak historis alur darah keturunan. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). Serangan laskar Surasowan Wahanten. Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). Sri Baduga Maharaja. karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. serangan kilat ke kota Pakuan itu. serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. Atau boleh jadi. perwira. tewas berjatuhan. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. melanjutkan gerakannya ke arah utara. Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten). Susuhunan Jati Cirebon. tidak hormat terhadap yang tua. asampe ring sang pandita).Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. pejabat. selama 8 tahun. hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mengingat. Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. ponggawa-ponggawa kerajaan. ayahnya. Karena. ia bertindak sesuka hatinya. pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. Ciranjang dan Jayagiri. Kemungkinan. berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. Sesungguhnya. ngarampas tanpa prege. Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. sekaligus merupakan "unjuk rasa". Sang Prabu Ratudewata. la membunuh orang tidak berdosa. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf).

Angenia. Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. Keberangkatannya ke Demak. janda dari ayahnya. Pada masa pemerintahannya. cotodas as mail ilhas deste arapelago. que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. Prabu Ratudewata. la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda. Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. untuk ikut menyerang Pasuruan. paraque pessoalmete. Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). Fernao Mendes Pinto (1510-1583). nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). Emperador de toda a illla da Iaoa. tempat orang Portugis biasanya berdagang. dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten). Bale. E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. mencatat semua kejadian. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya.com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. Prabu Sakti masih beruntung.Puncak kebiadabannya. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. Keberadaannya di sana. Sebagian dari catatan perjalanannya. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. akibat perilaku buruk seorang raja. I Madura. aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan memperisteri ibu tirinya. Akan tetapi. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten.

1999: 90). supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara. adalah Ki Fadil. Berdasarkan pendengaran. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten.Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini. -yang juga menjadi bawahannya. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari. adik Sultan Trenggono. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. Raja Sunda. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. Bali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan.000 orang. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. Dialah kaisar Pulau Jawa. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda. Ketika ia datang di pelabuhan Banten. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten. Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. adalah Nyai Pembayun. Dengan demikian. Fernao Mendes Pinto. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang. 1984: 46-47). masyarakat Sunda Kalapa sendiri. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . isterinya Fadhillah Khan. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. Maksudnya. serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken. tidak terbitung para pendayung. Kangean. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7.

Sang Prabu Nilakendra. Pada masa pemerintahannya. bagi kepentingan mitra dagang. selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali). Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga". Adanya anggapan seperti itu. akhirrrya menjadi "negara sahabat". karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. Bali. dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. Kembali kepada Prabu Sakti. bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon. Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya.Portugis. Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n . setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean.Demak . baru berperan sebagai Adipati Wahanten. Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. Portugis menerima kenyataan seperti itu. Angenia. antara Wahanten . mempunyai kedudukan penting lainnya. Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. mencatat pada masa pemerintahannya. Fadhillah Khan. adalah tentang adanya hubungan multilateral. la wafat di Pengpelangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Oleh karena itu dapat dimaklumi. karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). Dari pendengaran. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). Madura. serta menempatkan armada lautnya di sana.menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. Portugis yang semula dimusuhi. Sedangkan Maulana Hasanuddin. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. Bahkan. polah sang nata). keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak.Pakungwati . Sebab. yang penting diperhatikan.Sunda Kalapa . Dari catatan Fernao Mendes Pinto.

yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. sudah dicampakkan jauh-jauh. Petani menjadi serakah akan makanan. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. jimat-jimat. menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam mendahului upacara Tantrayana. Pada tahun 1567 Masehi. Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. Tantrayana.jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. manteramantera Tantrayana. bahwa tidak akan lama lagi. tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. Setiap saat. adalah kepercayaan mistis sinkretis. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. Bagi Prabu Nilakendra. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. telah. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo.berada di ambang pralaya (kiamat. yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan. Akan tetapi. tidak ada ilmu yang disukainya. keraton Pakuan Pajajaran. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan). Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. Makan minum sampaimabuki. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. itulah. serta dihantui bencana kelaparan. secepat kilat. bendera keramat. menembus jantung ibukota Pakuan. serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. mahayu na kadatwan. dimeriahkan oleh pesta pora. tan igar yan ta pepelakan). tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan. kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar). yang mengapit gerbang terlarang. Makan enak. dilukis dengan emas. akibat angkara-murka penguasanya. kehancurarr). Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat.

Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). Latar belakang tragedi. putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). dari Nyai GedengTepasan. Nasib kehidupan kota Pakuan. ayahnya Prabu Nilakendra. di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. Selain itu. Susuhunan Jati Cirebon. yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. adalah putera Susuhunan Jati. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. wafat dalam usia muda. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. Kekosongan tahta Demak. diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. adalah negeri yang kuat. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. Mungkin dia tewas di pengungsian. yaitu Prabu Sakti. oleh bocah pengiringnya. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Tohaan di Majaya kalah perang. diharapkan oleh puteranya. adalah menantu Prabu Ratudewata. dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Tidak pernah ada berita. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sunan Prawoto. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. mempunyai hak yang sama. calon pengganti Susuhunan Jati. Pada mulanya. sangat menarik untuk dicermati. yang tidak menyertainya ke pengungsian. hanya tertulis secara singkat. Kemudian. D. Bupati Jipang. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. Sebab. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. bahwa Surasowan Wahanten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. ia telah membuktikan.

adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. masih ada calon pengganti yang lebih berhak. tewas pula. Wanawati Raras. Mengingat. adalah putera Susuhunan Jati. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. Kedudukan tertinggi itulah. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. sebagai Susuhunan Cirebon. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin.Pangeran Sekar. secara terselubung. sedang berada di Demak. Sultan Trenggono. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. Atas restu gurunya. Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). Sunan Kudus. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Suwarga. pada waktu itu masih kanak-kanak. Sedangkan Pangeran Bratakelana. yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. adiknya Prawoto. dianggap tidak semestinya. Karena Pangeran Emas. pemerintahan Pakungwati Cirebon. juga warga Demak. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. Pada saat peristiwa itu terjadi. Naik tahtanya Fadhillah Khan. karena berupaya membela Prawoto. dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. Jipang menyerang Demak. Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. Sedangkan pada waktu itu. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang bergelar Pangeran Suwarga. diharapkan adalah cucunya. adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. Susuhunan Jati. mendahului kakeknya. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. Pangeran Suwarga. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. Syarifah Fatimah. putera mahkota Cirebon. Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon).

Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. digantikan oleh puteranya. melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. sebagai negara yang mahardhika (merdeka). Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). Menurut "Serat Banten". perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. dipandang oleh masyarakat Banten. Pangeran Yusuf. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita. kisah tentang watu gilang. . berhasil menjadi negari niaga maritim. Karena itulah. Bupati Jayakarta (Jakarta). melainkan Hasanuddin. Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. mendadak berubah menjadi licin. martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. walau sesungguhnya tokoh tersebut. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. Sedangkan dari isterinya yang kedua. yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. dalam kisah "Serat Banten". ketika ia bersalat di permukaan laut. Wahanten Pasisir. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. Misalnya. sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. Sekaligus. bila tidak dikenal asal-usulnya. mampu berdiri sendiri. mengkilap dan berseri.1964: 48). telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). berdaulat. . Panembahan Hasanuddin. Bagi penulis "Serat Banten". Sendi-sendi Islam. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu.Melihat kenyataan seperti itu. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin.kelak menjadi isteri Tubagus Angke. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara. Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup". adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. Surasowan. sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat. Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. dengan "doa" Hasanuddin. seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan. dan Pangeran Arya.

nila. 2. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. Ketika mereka kembali. di Pakungwati Cirebon. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. sutera. Minyak kelapa dari Belambangan. sisir.1961:13. porselen. Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. benang emas. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan sebagainya. ikan kering dari Karawang. berdagang permata dan obat-obatan. menjual kain dari kapas. Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. Sumbawa. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. kertas. Panembahan Ratu. mereka membeli lada. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). beludru. beras dari Makasar dan Sumbawa. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun.Sunda (Pajajaran). Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. digambarkan sebagai berikut: 1. kulit penyu dan gading gajah. Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. gula dari Jepara dan Jayakarta. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. 3. cengkeh. rempah-rempah dari Maluku. kipas. lada dan Lampung dan Solebar. buah pala. jarum.1993: 81). sutra. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. payung. berhasil ditundukkan. penguasa Kesultanan Pajang. selop. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. Makasar. kayu cendana. dalam Michrob. sudah demikian menurun kharismatiknya. dan kain putih dari Coromandel. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. Pedagang-pedagang dari Cina. Situasi perdagangan di Karangantu. Dari segi hubungan kerabat. membeli rempah-rempah. Ketika kembali ke negerinya. Banjarmasin dan Palembang. kain sulaman. Orang Gujarat. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. Orang Arab dan Persia. Palembang dan lainnya.

rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. gangguan keamanan. Cina.1983: 31). dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. tenunan dan Bali dan Sumbawa. Banjar. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. Turki. Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini.1983: 38 dan 59). dan sebagainya. Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. perdagangan dan pertanian. baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang. dari sejak pemerintahan ayahnya. mulai dipersiapkan. adalah Pakuan. Laskar Surasowan Wahanten. Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. Bali (Tjandrasasmita. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 1950:182). dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. Pada masa Maulana Yusuf. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan. 1975: 160).1977: 448). strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat.cendana dan kepulauan Sunda kecil. besi dari Karimata. keamanan wilayah. yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau. setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. timah putih dan timah hitam dan Perak. Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. Siam. Persia. Makasar. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. Sasaran utama penyerangan.1981: 56-58). Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. Kedah dan Selong di Malaka. Bugis. Ternate. orang Arab. Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu. sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. gading gajah dari Andalas. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut. perkampungan orang Pegu. dapat diatasi dengan baik. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Dengan demikian.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Oleh karena itulah. Kelak. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. Sekarang. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. maka di kota Pakuan. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. Prabu Ragamulya Suryakancana. Kota Pakuan Pajajaran. Dengan diboyongnya batu tersebut. sebagai pusat pemerintahan yang baru. Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. Disebut demikian. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. keturunannya masih merupakan kaum-adat. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. tetapi di Pulasari. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. Bagi Panembahan Yusuf. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. digantikan oleh puteranya. Prabu Ragamulya Suryakancana. terhadap kedzaliman. mengungsi ke pantai selatan. Padahal. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Dari peninggalan yang ada. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. Sampai sekarang. laskar Surasowan Wahanten. yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran. merupakan upaya "pembersihan". karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . Serbuan laskar Surasowan Wahanten. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. beserta ketiga saudaranya. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". Palangka itu. Pada masa pemerintahannya.rover. Bila kenyataan yang terjadi. di Cisolok dan Bayah. Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. sangat memungkinkan. Pandeglang. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. la tidak menghendaki. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut.

bersama pembesar dan pengikutnya yang setia. Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda. Menurut cerita leluhurnya. Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. penguasa masyarakat Sunda pertama. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. Prabu Ragamulya Suryakancana. Prabu Ragamulya Surya Kancana. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. beribukota d. secara samar-samar. dikisahkan Ki Baju Rambeng. hanya berusaha mempertahankan diri. mereka meninggalkan kota Pakuan. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". Akan tetapi. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. dalam Pantun Bogor. la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. tentunya tidak membuat babak baru. napas tertua bentuk kerajaan. kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. sambil menyongsong ajal tiba. Pandeglang. Akan tetapi. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya).Kampung Ciptarasa. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. yang meninggalkan urusan duniawi. la hanya sebagai "rajaresi". terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n .Puasari. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. akhirnya berpusara di tempat lahir. sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. dibinasakan. bahwa di sanalah. Mungkin ia pergi ke Pulasari. Jejak peristiwa itu. Sekelompok kecil yang bernasib baik. Sesungguhnya. belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat.

sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi). Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akan tetapi. semakin berkembang pesat. baru berusia 9 tahun. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. Pada tahun 1580. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. Sejak kecil. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. Sedangkan Panembahan Yusuf. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). ia dikenal juga dengan sebutan. Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Maulana Yusuf meninggal dunia. Oleh karena itu. wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. Dari permaisuri Ratu Hadijah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Japara. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. putera mahkota Pangeran Muhammad. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. Melihat kenyataan seperti itu. keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. Pangeran Muhammad. pengembangan areal pertanian. niaga maritim. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. dan 2. Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. D.Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. Ketika Maulana Yusuf sakit keras. antara lain: 1. terutama dalam hal pembangunan kota. Ketika itu. Konflik tidak dapat dihindari lagi. kepada Pangeran Japara. Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). Pangeran Arya. Pangeran Japara bersama pasukannya. Panembahan Yusuf. tinggal di keraton Japara. Panghulu Negara (Kadhi). Rata Winahon. sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun.

1993: 89). la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. terletak di Pacinan. dan Abesinia. dan akhirnya diusir dari Banten. Diceritakan pula. Arab. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'. yang memperdagangkan keperluan sehari-hari. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan. hingga ke pelosok-pelosok desa. Setelah persitiwa itu. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. Seperti halnya ayah dan kakeknya. yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. Keling. Dalam pelayarannya. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. Pasar kedua terletak di Paseban. seperti dari Bugis. Pegu. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bersama 249 pasukannya. Malabar. Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. yaitu daerah Karangantu. dan lain-lain. Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. sebagai pencatat perjalanan. tidak tercapai. Rupa-rupanya. di bagian utara Kerajaan Belanda. Bengali. Melalui Tanjung Harapan. Cina. Turki. Dan pasar yang ketiga. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. temboknya dilapisi porselen. Malaya. pada tanggal 22 Juni 1596. mereka berangkat dari pangkalan Tessel. Gujarat. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. bertindak sebagai walinya.1993: 89). terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis. Jawa. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. Mangkubumi Jayanagara. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara. dari berita pedagang Portugis. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob.itu. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga.

Akan tetapi. pada tanggal 13 November 1596. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. Armada dagang yang dipimpinnya. Sementara itu. Sultan yang masih bayi itu. didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. la memimpin langsung pasukannya. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. berputera Abdulmafakhir. Bahkan.Sikap Cornelis de Houtman. ia tewas terbunuh. pada tanggal 17 Nopember 1602. tidak menghasilkan apa-apa. Mangkubumi Jayanagara. ditarik mundur. jabatan Wali Kerajaan. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. Ratu Wanagiri. Perwalian. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). Sebab. Pertempuran sengit. sebagai Wali Kesultanan. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. putera Aria Pangiri. Karena sikap congkaknya. cucu Sunan Prawoto Demak. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. pada tahun 1602. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. ia diturunkan dari jabatannya. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia melanjutkan perjalanan. Sultan Maulana Muhammad. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. armada Kesultanan Surasowan Banten. Akhirnya. berlangsung di sekitar Sungai Musi. penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. di negeri rencong itu. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. hampir memukul mundur pasukan Palembang. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). Selanjutnya. Kemudian. Mereka tiba di sana. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). yang baru berusia 9 bulan. karena kecongkakannya. yang kasar dan tidak bijaksana. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. Akhirnya. Akan tetapi. didampingi oleh kakeknya. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. 140 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Akan tetapi. la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. di antaranya Insan Kamil. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. Melihat situasi seperti itu. Pada tanggal 23 Oktober 1608. Didukung pula oleh pihak Inggris. Pada tanggal 13 Mei 1626. Bahkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Arya Ranamanggala. Rasa ketidakpuasan itu. terjadi kembali huru-hara besar. Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. Di sana mereka membangun sebuah benteng. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. yang kelak diambil oleh Dr. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. Mangkubumi terbunuh. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi. yaitu suku Bataav. mengadakan huru-hara di pelabuhan. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). Akhirnya. Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. yang diberi nama Batavia. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam. yaitu Pangeran Mandalika. Melihat kondisi seperti ini. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. Pangeran Mandalika bersama adiknya. Kongsi dagang tersebut. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. Huru-hara untuk sementara dapat diredam. Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. agar Sultan Abdulmafakhir. Snouck Hurgronje (Roesjan. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. di Belanda terjadi peristiwa penting. mencapai puncaknya. dalam Michrob. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya.Sementara itu. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. pada tahun 1604. akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir. Sementara itu. Peristiwa tersebut. menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni.1993:127). Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. pada tanggal 30 Mei 1619. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. oleh penduduk Nusantara. pada tahun yang sama (1602). Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. di kalangan Keraton Surasowan Banten. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. Kekuasaan sepenuhnya. pada bulan juli 1608. didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala.

Kesepakatan perdagangan. 3. Pangeran Surya. Begitu juga dengan putera mahkotanya.Sultan Abdulmafakhir. Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. ia mencapai perjanjian perdagangan. dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. Ratu Pembayun. sering "terjun ke lapangan". Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. diangkat menjadi Sultan Anom. Pangeran Raja. Akan tetapi. 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perjanjian itu. bersikap bebas. Pada tahun 1645. kedudukan Sultan Anom. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". ia meninggal dunia dalam usia muda. penguasa Kesultanan Surasowan Banten. Abdulma'ali. Pada tahun 1640. putera mahkota. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak. 2. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. dan 5.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diserahkan kepada Pangeran Surya. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). antara lain: 1. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. bagi Kesultanan Surasowan Banten. E. tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. akan tetapi. . menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Selanjutnya. la seorang Sultan yang cepat tanggap. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. Pangeran Lor. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. 4. Tahta Kesultanan Surasowan Banten. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta).Gelar ini diperolehnya. adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah. Pangeran Arya Kulon. dilanjutkan oleh cucunya. merupakan masa kemakmuran. pada tahun 1650. Sultan Abdulmafakhir.

dan 4. Terhadap Kompeni Belanda. dan Ratu Tinumpuk. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. 3. merupakan pekerjaan yang sulit. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. Ratu Inten. 3. Serta empat orang saudara seayah. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. dari manapun asalnya. sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. Oleh karena itu. sebagai pejabat tinggi negara. 2. Pangeran Lor.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 2. empat orang saudara kandungnya. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. yaitu: 1. baik orang-orangnya. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. Pangeran Raja. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. Pangeran Kilen.Pangeran Surya. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. Pangeran Kidul. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. bahkan kemungkinan besar akan gagal". 4. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. Pangeran Wetan. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. Antara lain. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. yaitu: 1. Ratu Kulon. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur.

Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. tidak akan pernah sampai ke Batavia. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. dan 3. yaitu sebelah Timur Cisadane. Semua aksi-aksinya. Di darat. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. harus dipancing keluar dari sarangnya. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur.1. Tujuannya. dalam satuan-satuan kecil. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir. Di wilayah perbatasan. Pasukan "gerak cepat" itulah. dan menghancurkan kilang penggilingan gula. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Kompeni Belanda. Akan tetapi. satuan-satuan armada kecil. yang tidak diinginkannya. 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan 2. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. memusnahkan tanaman tebu. Mengenai satuan tempur di darat. kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. 2. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. setiap ada kesempatan. Panembahan Hasanuddin. kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. Di laut. Sebagai catatan. Kompeni Belanda. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. Untuk memenuhi strategi itu. Jalur angkutan laut. tanpa basis yang tetap (gerilya). Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. harus dipotong. Padahal Kompeni Belanda berharap. Setidaknya. supaya kapal-kapal itu. terlihat watak maritim Banten murni. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". menurut perjanjian 1645. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. pasukan patroli Kompeni Belanda.

sebagai sumber pangan. kecuali untuk berburu di luar tembok kota. sejak masa GJ. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). telah memenuhi persyaratan.dalam "pembaharuan perjanjian". Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. kedua penasihat Maetsuycker. Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. yang tidak bertahan lama. yaitu: mahir menjadi pedagang. Trio itulah. Para Direktur Kompeni di tanah airnya. Baik van Goens maupun Speelman. pada tahun 1653. adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. dan pandai bergaul. Untuk mencapai tujuannya. dan Speelman. yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. Maetsuycker. yang sekaligus menjadi penasihatnya. adalah hasil dari buah tangannya. saling mengisi dalam watak dan pendapat. agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. Akan tetapi. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. van Goens. Anthony Van Diemen (1636 -1645). sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. sangat puas atas prestasi Maetsuycker. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Abdulfatah. menggantikan Carel Reynierszoon. pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. Maetsuycker tidak senang bertualang. yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. "Statuten Van Batavia". Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara. ulet. Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". yang membantu Dewan Hindia Belanda. dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). Sebagai ahli hukum. sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". ia mempunyai dua orang kawan. sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. Mereka mendorong. yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. Maetsuycker. Menurut pandangan mereka. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. la terkenal cerdas. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda. selanu 30 tahun.

6. menginginkan Maetsuycker. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. dilakukan sampai beberapa kali. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. 2. membawa usul "perdamaian". 4. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. baik di darat maupun di laut.Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. sambil membawa usul-usul baru dari mereka. atas biaya dari Banten. Banten harus membayar kerugian perang. Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. Karena merasa lemah di sektor darat. Pada tanggal 29 April 1658. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. Untuk memenuhi keperluan tersebut. Menjelang akhir masa perjanjian. dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. Sultan Abdulfatah. Sampai akhir tahun 1656. Padahal. Kedua belah pihak. utusan Kompeni Belanda. yang berdasarkan kelompok etluk. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar". Pada tahun 1657. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. hampir berhasil. 3. Ancaman dari darat inilah. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. Terhadap tindakan itu. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. van Goens dan Speelman. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. Kesultanan Surasowan Banten. 5. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. Akan tetapi. Pertukaran nota. bersedia membuka jalur perundingan. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. derigan membentuk pasukan "pribumi". Kompeni Belanda mengambil prakarsa. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. agar ia bertindak lebih keras.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. Sebab di laut. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. sebanyak 10 pasal: 1. Sebab secara pribadi.

yang dinilai sangat tidak adil. Sultan Abdulfatah menegaskan. maka sebagal imbalannya. yang telah diperolehnya. Menuntut. harus dikembalikan ke Banten. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. Tuntutan yang kedua. pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar. artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. Perbatasan Banten dan Batavia. Oleh karena itu. berarti menyulut sumbu perang terbuka. peralatan-peralatan yang dimaksud. 9. Tuntutan yang pertama. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. Dengan tegas. secara bebas dapat membeli meriam. diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. Setiap orang Banten yang ada di Batavia. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. Seperti yang telah diduga sebelumnya. agar "bunuh diri". sebagai imbalan. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. (Michrob. Sebab. karena: 1. 2. 2. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu.1993:137).7. pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. demikian juga sebaliknya 8. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat. yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". agar orang Banten. pada tanggal 11 Mei 1658. Sebagai jawabannya. 10. Penolakan tersebut. Menuntut. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Abdulfatah sangat faham.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Abdulfatah menuntut: 1. agar orang Banten. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini.

tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. karena dalam rangka blokadenya. Hal ini dilakukan. sebuah satuan tempur darat. Selain itu. yang masing-masing diberi nama. di perairan Tanara. mulai memuntahkah tembakan salvo. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. 5. 2. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Arya Suryanata. selalu "berkeliaran". Sepuluh di antaranya. 3. agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. Ratu Bagus Singandaru. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. jenis canon (meriam besar). Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. perairan Selat Sunda. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan. Pertahanan ibukota. berlangsung sampai senja hari. Akan tetapi. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. di perairan Karawang. balasan dari pasukan ardleri Banten. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. Sedangkan satuan Artileri Banten.000 orang. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. yang menyebar di sekitar pelabuhan. sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . selama 9 hari. Dengan melalui jalan darat. untuk menjaga serangan dari laut. ditempatkan di pantai Caringin. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. di perairan Labuhan Ratu.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. Ratu Bagus Wiranatapada. dipusatkan di sekitar pelabuhan. berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. Pertempuran sengit itu. di perairan Tangerang. Suranubaya. Kapal-kapal Kompeni Belanda. di perairan Pontang. 4. di sekitar Pulodua dan Pulolima. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. Si Muntab dan Si Kalantaka. dengan kekuatan 60 meriam. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). Oleh karena itu. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang. 1. Sultan Abdulfatah memerintahkan. Tumenggung Wirajurit.

untuk menggantikan sebagian pasukan lama. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. oleh Kompeni Belanda. titik berat dari perjanjian itu. kemudian memeluk agama Islam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur.Sebelum malam tiba. dari pasar Batavia. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. telah banyak korban yang jatuh. Di Batavia. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. tentang hak membeli senjata dari Batavia. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. dipandang sebagai ancaman baru. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. Kemudian Sayid Ali. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. harus dikembalikan ke Batavia. sepanjang sungai Cisadane. terjadi stagnasi. Melihat kenyataan ini. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akhirnya. Sultan Abdulfatah. dari kedua belah pihak. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. Pimpinan baru. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. yang sudah memerlukan istirahat. karena pihak Kompeni Belanda. akan ditangkap. Sebetulnya. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. Bagi orang Kompeni Belanda. bertindak atas nama Sultan Jambi. Oleh karena itu. Sebab. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. adalah: pengukuhan garis perbatasan. armada Kompeni Belanda. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. Sementara itu. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. Padahal. Mereka dibekali pasukan baru. dan Kesultanan Surasowan Banten. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. di garis depan Angke-Tangerang. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. pada tanggal 10 Juli 1659. tanpa alasan yang sah. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. tidak menuntut hak monopoli. Kompeni Belanda. untuk mengadakan penyegaran pasukan. menuju ke laut lepas. Perundingan berlangsung di Batavia.

dengan cara mencari setiap kelemahan. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. Bahkan. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat". dengan bayaran tinggi. akan diberi gelar kebangsawanan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ada barang yang dianggap terlarang. Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". atas permintaan kepala perwakilannya. dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. tidak dikenakan bea pelabuhan. kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. F. Kemudian. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. yang selalu memanfaatkan kesempatan. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". antara lain sebagai berikut: 1. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian.Sebagai catatan. untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2. tetap diperbolehkan dibuka. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. Kelak terbukti. bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. Strategi Sultan Abdulfatah ini. Kemudian. antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". Sebab. atau terpaksa singgah karena memerlukan air. menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. petugas pemeriksa dari pihak Banten. biaya pemeliharaan kantor tersebut. terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. Bila dalam kapal Kompeni itu. dapat menyitanya. Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. Bahkan bila dianggap layak. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya. bahwa para gerilyawan Banten. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten.

kepada atasannya di Netherland. dibuat sepanjang jalan lama. Pada saat perang berlangsung. masyarakat dianjurkan mencetak sawah. bahwa "Banten harus ditundukan. Dengan demikian. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. Sebab selama perang berlangsung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. Di sebelah kiri dan kanan saluran. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal.tujuannya. antara lain sebagai berikut: Pertama. Kedua. Posko pertahanan sebelah timur ini. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. karena terletak cukup jauh dari pantai. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda. karena beban logistik yang terlalu berat. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang. Strategi ini. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. dalam tempo 9 hari perjalanan. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. bahkan dihancur-lumatkan. pada tanggal 31 Januari 1679. sepanjang saluran yang baru. Oleh karena itu. dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. atau. juga sarana perhubungannya sulit. untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. Saluran itu. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur.000 jiwa. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. Kompeni Belanda menyadari. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. banyak mernakan biaya yang amat tinggi. selain letaknya yang jauh. Kompeni yang akan lenyap". tujuan Sultan Banten yang tangguh itu. telah banyak hal yang terabaikan. bahwa pembuatan saluran tersebut. Dibangun saluran secara berantai. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. Salah satunya. Hal ini disebabkan. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah.

Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). Di Muara Beres. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. pos terdepan pasukan Banten. ke sebelah timur dari Wales. dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. Sebab. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. Banyak di antaranya. sebanyak 500 orang ke Muara Beres. yang menuju Batavia. Alih teknologi. mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. atau ke arah tenggara Muara Beres. dan mereka dianggap "tidak berbahaya". yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. yang mengirimkan koloni petaninya. dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. Dari orang EIC. dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. 3. Ketika pecah perang. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. yaitu: 1. Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda. untuk mengepung benteng Batavia. 2. antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672. 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. Dari Wales. Mata-mata Banten mendapatkan. Peningkatan ekspor. ia memperoleh informasi rahasia. bahwa pemukiman orang Mataram itu.Kesultanan Surasowan Banten. dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus. Kecemasan pihak Kompeni Belanda. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. Dengan demikian.000 orang. dengan kekuatan 4. terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). Sultan Abdulfatah. Terbukti. Sultan Abdulfatah. Selain pembangunan fisik. Banten pun merupakan sebuah negara maritim. dihuni petani biasa (bukan tentara). pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. Muara Beres.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Abdulfatah. diberi dinding bata pada kedua tepinya. dengan nama Tubagus Wiraguna. 1996: 303). Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa. dilengkapi pancuran dan danau buatan. dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. dapat ditandatangani tahun 1670. sekarang). dilindungi tembok terbuat dari bata merah. Di sekitar tembok benteng. Seluruh komplek. mampu berlayar hingga mencapai Philipina. De Haan berpendapat. Dari nama keraton itulah. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. Istana yang megah itu. yang cukup tebal. pada tahun 1671. mengundang para teknisi Eropa. Pada sudut-sudut benteng. Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hal tersebut. merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. keraton itu dilaporkan bercorak modern. Macao. untuk menghindari pengintaian dari luar. Negeri Belanda. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. tidak jauh dari pantai. sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. yang memiliki daya jangkau jauh. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. ditempatkan menara jaga. Sebagian besar para teknisi Eropa itu. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. Benggala dan Persia (Iran). Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. Keraton Surasowan. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. Kelak. seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. dibuat pula saluran yang cukup lebar. dan berfungsi sebagai benteng cadangan. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. Dalam sumber Belanda yang sejaman. berbentuk busur. Jalan masuk menuju komplek Istana. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota. bahwa nama tempat itu (Ragunan). ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan. Melalui kongsi dagangnya. dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan.

Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. pada tanggal 16 Februari 1671.1977: 159). Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. putera mahkota Sultan Haji. guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. Sultan Ageng Tirtayasa. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di Istana Tirtayasa Selanjutnya. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan. untuk menunaikan ibadah haji. Sementara itu. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. Peristiwa ini. Setiap saat. Abdulkahar. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n . dapat saja meletus. yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar. perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki. Sejak itulah. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. Tamat (Naerssen. pada tahun 1674. diperintahkan oleh ayahnya. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten.yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai. memerlukan waktu 2 tahun. Sultan Abu'nasr Abdulkahar. di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten. yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti.

Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. membuat ia mengambil sikap netral. dalam . Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. Terbukti. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. Dalam perjanjian Bongaya (1667). dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. hubungan Banten dengan Mataram. Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. tidak pernah mulus. Kesultanan Surasowan Banten. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten. Karena persaingan itulah. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. Kekhawatirannya. Saran van Goens dan Speeltnan. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672.Hal yang meredakan ketegangan. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . kehilangan sekutunya di kawasan timur. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. cenderung mengarah kepada permusuhan. Koloni petani Mataram di Karawang. Oleh sebab peristiwa itu. berturut-turut telah datang ke Banten. bila salah satu pihak diancam Kompeni. Dalam kejadian ini. kemudian bergabung dengan laskar Banten. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. Kedua belah pihak saling membiarkan. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. banyak yang menyingkir. diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. dan kehilangan kebebasannya. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. Sikapnya yang sangat hati-hati. Sisa-sisa laskar Makasar. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. 800 dan 300 orang Makasar. Sementara itu. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. di antara kedua belah pihak. Sultan Ageng Tirtayasa. Bantuan senjata dan perbekalan.

Pemerintahan Pakungwati Cirebon. tidak mungkin dipenuhi. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. Masing-masing. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Menggunakan kapal perang Banten pula.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. kedua orang kakaknya. sebagai Sultan Sepuh. karena alasan politik. dengan keraton Mataram. adalah kemenakan Panembahan Ratu. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. Menggunakan kapal itu pula. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. ibu dan isteri-isteri mereka. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. Mereka bersama ayahnya. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. Sebagaimana telah dikemukakan. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. Sultan Ageng Tirtayasa. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. akan mengambil sikap netral. putera Panembahan Girilaya yang bungsu. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. Selain itu. yang telah lama retak. Kesultanan Surasowan Banten. Akibat peristiwa itulah. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. Ibunda Amangkurat I. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah. Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. Oleh sebab itulah.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. juga puteri Mataram. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . Panembahan Girilaya. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. Hanya saja. dapat dipererat kembali. dalam peristiwa itu. Mereka hanya menjanjikan. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya.

Selain itu. Berdasarkan pertemuan itulah. Akan tetapi. Maetsuycker yang semula bersikap netral. Selanjutnya. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. Pada tanggal 2 Juli 1677. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. tidak menerima usul tersebut. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. dan menyerang Arosbaya di Madura. putera mahkota Mataram. la berkirim pesan kepada Speelman. Selanjutnya. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. penumpasan gerakan Trunojoyo itu. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. Pusaka-pusaka Mataram. pada bulan Oktober 1677. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akan tetapi. serta berhasil merebut dan mendudukinya. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. segera dilumpuhkan. Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. melainkan oleh Kompeni Belanda. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. sama-sama penganut garis keras. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. setelah Trunojoyo tertawan. langsung menyerbu ibukota Mataram. sebagai tebusan biaya perang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Speelinan pun mengusulkan. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. Karena peristiwa itulah. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. Sebagai penggantinya. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. tidak meneruskan gerakannya. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. Akibat serbuan Trunojoyo. namun ditolak oleh Trunojoyo. Speelman kembali ke Japara. menyeberangi Selat Madura. dengan tujuan mendapatkan wilayah.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. Akan tetapi. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland. ia beserta mahkota Majapahit. Gubemur Jenderal Maetsuycker. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. yang selalu hati-hati. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. termasuk mahkota Majapahit. karena menganggap sebagai konflik intern keraton.

sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. melalui Kapten Hartsinck. mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. pada tahun 1680. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. yang merupakan wilayah bawahan Banten. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. senapan. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. pada bulan September tahun 1678. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. Situasi baru ini. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. peluru dan mesiu. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan.Kompeni. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di bawah pimpinan Wiratanu. menyingkirkan para kepala daerah setempat. dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. Sebagai langkah awal. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. karena Rangga Gempol III. sebagal pembayar hutang biaya perang. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. Bupati Sumedang. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. Hubungan dagang Sumedang . telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. Parakanmuncung dan Bandung. Rangga Gempol menggempur Sukapura. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677.F. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. Akhir tahun 1678. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. Selanjutnya. dengan mengerahkan 300 orang Talaga. sehingga memperoleh bantuan meriam. PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur.

Pendudukan Banten atas Sumedang. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. Akhirnya. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. hanya berlangsung kurang dari dua tahun. Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram. 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. tanpa kajian yang mendalam. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). Ambisi Sultan Haji yang amat besar. Sementara itu. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. mudah terpengaruh bujukan orang. la senang meniru perilaku orang Belanda. Rangga Gempol kembali berkuasa. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. Kabupaten Cianjur. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. Akan tetapi. adalah menantu Bupati Bandung. yang berkedudukan di Pamanukan. Tetapi yang paling membahayakan negara. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. Caeff.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. Secara politis. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. Sultan Ageng Tirtayasa. Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan. serta orang-orang Belanda lainnya. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. Sebab. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. Potensinya masih kecil. di daerah Indramayu. Sultan Haji. sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten. justeru muncul dalam kesempatan tersebut.Cakrayuda. sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677. la labil dalam sikap. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri.

dan Perjanjian Japara untuk Mataram. semakin meruncing. ia berani mempertaruhkan nyawanya. ia orang Kompeni Tulen. terbawa mati. Akhirnya. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. namun lincah dan tak senang diam. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. Dari "tiga serangkai Kompeni". terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. la cerdas dan cerdik. Belanda kelahiran Rotterdam itu. Sikap licin seorang pedagang ulung. menjadi penguasa wilayah". karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. Speelman mematangkan situasi. Akan tetapi di darat. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. telah akrab dengan iklim tropic. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. dalam pertempuran di laut. Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. Speelman mengetahui. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal.Kompeni Belanda sudah merasa kesal. untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten. tubuhnya kekar. perunding dan panglima perang. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. Rijcklof Volckertsz van Goens.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. tetap rawan. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. la sangat memahami. la tidak berani. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. pasukan Banten masih terlalu tangguh. tanpa persiapan yang benar-benar matang. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. Dalam sehari. karena gangguan gerilya Banten. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. lengkap dengan keadaan politik. Pada saat-saat perang sedang berlangsung. ia menyusun catatan pertempuran. Untuk kepentingan Kompeni. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. Watak dan keuletan Speehnan. karena ia meninggal pada bulan November 1681. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. Banten. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar. Oleh karena itu. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. terpaksa menahan diri.

Sloot. van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. pada tanggal 16 Maret 1682. Akan tetapi. Speelman mengutus Jacob van Dijck. yang ditempati oleh Sultan Haji. melainkan sebagai "penolong". anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. di bawah komando Kapten Tack. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. Sultan Haji menawarkan perdamaian. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan. komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. padahal di benteng "Batavia". pada tanggal 8 Januari 1681. tiba di Pelabuhan Banten. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. Mereka adalah: Kapten Hartsinck.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. oleh Jacob van Dijck dan Caeff. pada malam 26 Februari 1682. Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. ialah menghasut Sultan Haji. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai". Tugas van Dijck yang sesungguhnya. di bawah komando Saint Martin. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". Sehingga. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. Pertahanan daerah Angke-Tangerang.Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. yang menempati Istana Surasowan. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. Kapten Tack. sebagai perunding ulung. dan Saint Martin. berjalan mulus. komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. Sistem politik adu domba. Sementara itu. Van Happel. dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. agar lebih berani mengadapi ayahnya. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. Padahal. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. Selanjutnya. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda. saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. pasukan bantuan Kompeni Belanda. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. Dengan dalih.

yang berisi bujukan dan permohonan. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. yang berada di Keraton Surasowan. bergerak menuju Tirtayasa. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. pasukan darat dan laut Banten. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. berhasil merebut Pontang. Saat itu. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. Dari ibukota Surasowan. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. Pasukan gabungan ini. memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. Akhirnya. mulai menembus keraton Tirtayasa. Di Tanara. Di tempat itulah. Sementara yang lain menunggu di Sajira.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. sehingga terjadi stagnasi. memasuki keraton Surasowan. Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. Akan tetapi. Serbuan pasukan Hartsinck ini. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. Selanjutnya. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. Pasukan gerilya Banten. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia. Beberapa hari kemudian. bergerak menuju ke Tirtayasa. Pada bulan Oktober 1682. Pada tanggal 28 Desember 1682.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. oleh Sultan Haji. Pada awal Maret 1683. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. Sedangkan di Tanara. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. disambut baik dengan penuh rasa hormat. mencoba mempertahankan daerah tersebut. di sebelah selatan Tirtayasa. Hingga bulan Agustus 1682. meriam tempur Hartsinck. pada bulan November 1682. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. armada darat dan laut Kompeni Belanda. mundur menuju Tanara. dengan perhitungan yang matang. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung.

Bahkan. adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. Tanpa ragu-ragu. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda. Pada saat itulah. dan Perancis. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir. Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). ia menyebutkan. dalam berbagai sumber. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. Mungkin saja. bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. Sehingga. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. Banten mencapai masa kejayaan. serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". telah berhasil memikat para pedagang Inggris. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. Selanjutnya dalam catatan Vlekke. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. la dihormati dan disegani oleh lawannya. sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". Sultan Banten. Karena terbukti. menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. yang diberikan rakyat Banten kepadanya. Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. Akan tetapi. jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. Kemungkinan besar. menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. mencoba memodernkan negaranya. tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . Penangkapan itu. dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. ialah musuh besar Kompeni Belanda. Seperti juga raja Makasar. Akan tetapi. mereka merasa senang.Keraton Surasowan. Sultan Ageng Tirtayasa. dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. Denmark. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. Menurut pengamatannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Haji tidak berdaya. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. putera mahkota (Sultan Haji). Oleh sebab itu. dari manapun asalnya. dari sumber-sumber yang ada. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. berada pada titik puncaknya. Serang. sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. Para pedangan India. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. Akibat peristiwa penangkapan tersebut. setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. Mungkin penunjukkan tahun 1672. para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. Disertai salah satu kapal milik Banten. penerbit Saudara. pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa.Atas bantuan orang-orang Eropa. Cina dan Arab. Sultan Ageng Tirtayasa. melonjak naik. dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). bukan sebagai "bangsawan niaga". Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. dipimpin oleh para nakhoda Eropa. Muhammad Ismail. Satu tahun lamanya. Macao. la pun menuntut hak. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. Hal itu justeru tetjadi. melakukan pelayaran ke Philipina. terdapat kesimpang-siuran. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. sebelum kedatangan orang Portugis. Benggala dan Persia. berakhir pada tahun 1683. Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. Dalam tahap permulaan. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten. kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. pada tahun 1677. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. Orang berkata. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. Padahal. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. Sultan Haji mengira. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. Kesadaran politik inilah.

Dr.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah dilakukan penelusuran. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. Karena nilai-nilai kepahlawanannya. yaitu Tubagus Mustafa. diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. G. luas wilayah perjuangan. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. dan lain-lain. No. putera Pangeran Sake. Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. Ekadjati (Ketua).'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. psikologis. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Pada tahun 1985. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya. dan dukungan rakyat. Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. 4. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. tingkat volume lama perjuangan. yaitu Pangeran Sake. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. Salah satunya. Edi S. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda.CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. jumlah korban pada pihak musuh. kesulitan yang dialami. 2. Saleh Danasasmita (Anggota). edukatif.M. Saini K. 3. berdasarkan. No. atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa. dan Drs. Adik Sultan Haji. penelitian. untuk meneliti. 5. (Anggota). Drs.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. Sprin. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. Skep/182/N/1985. politis. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. Tim inti itu. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . tanggal 8 April 1985. terdiri dari: Prof. artistik. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi. dibentuk tim.

serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi.T. Raden Alit Prawatasari. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon. *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. 2. Ketiga tokoh tersebut. Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). Kini diorama dan patungnya. Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819). la raja yang bijaksana. 4. terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683). 3. Bagus Rangin. antara lain: 1. 7. Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat.1. terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 8. gagah berani. Sri Baduga Maharaja. Perlawanan Bupati Sumedang R. Dari hasil seleksi pada waktu itu. 5. terukir oleh tinta emas sejarah. 6.A. Sultan Ageng Tirtayasa. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723). tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi). Perlawanan rakyat Banten. 2. Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. dan 3.

dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci. Beberapa puluh tahun kemudian. beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap.BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI . kendi itu dihilangkan. Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. sekalipun orang Cina berkeberatan. dua pakar yang terkenal. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap. Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya. dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten. Brumund dan Van Hoevell. Arca itu.1984: 29).MELACAK RAJATAPURA I. untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. meniru bentuk janggut patung Agastya.1996:101). ternyata sebuah yoni. melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". Durga dan Ganesha. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. diangkut ke museum pula. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan. yang menggambarkan Brahma. Pada wayang Kumbayana. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang. Agastya. Siwa. Beberapa bulan kemudian arca itu. memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati. kecuali satu. yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana. semuanya dikirim ke Batavia. pada paro pertama abad ke-19.

kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut. tuffa. bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara.500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. Pada berbagai singkapan. Sayangnya. yang terletak di pesisir barat Pandeglang.1993: 33). tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda. 104). Kedua-duanya. bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). Halwany Michrob. Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. Pemujaan terhadap Agastya. mengemukakan pendapatnya. Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). 1850. dalam Guillot.Boleh jadi. antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. luasnya sekitar 17. apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok. menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain. Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). kemudian dibahas oleh Yogaswara. adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu. dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari. Bila dikaji lebih dalam. tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite. 1996. Pada materi yang sama. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung.

Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526. Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n . memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari. dikatakannya kepadanya. seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913). dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. mengisyaratkan. (1996). Selanjutnya. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan. dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur. 1978: 38). dalam Michrob.1993: 33). sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. Dalam pada itu. Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari. karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita.1996: 106). dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya.1983: 33). seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. Dengan demikian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ketika bapaknya datang kepadanya. sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. di Pulau Panaitan. baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli. Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik. bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat. II. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan.1894 dalam Guillot. Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. 1984: 3334).daerah ujung selatan Surnatera. Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah.

dahulu kala banyak terdapat pohon kiara. menurut cerita rakyat.dicari". antara lain: Batu Sanghiyang Arca. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. tidak pernah kering. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. Menurut cerita rakyat. tebal 10 centimeter. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. menurut cerita rakyat. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. yang dibentuk serupa "makam".19y6. Batu Kiara Sarebu. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut. air di atas permukaan yang cekung tersebut. Uniknya. Kekeramatan batu tersebut. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). di sekitar puncak Gunung Pulasari. Untuk membuktikan kebenarannya. Batu Kiara Jingkar. Batu Cangkrung. Menurut cerita rakyat Cilentung. Batu Cangkrung. Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor. Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari. pipih. konon milik Maulana Hasanuddin. Batu Kiara Jingkar. yang berserak di bawah cucuran air terjun. Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. Ayam jantan tersebut. Di lokasi Batu Kiara Sarebu. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. Batu Sanghiyang Kotok. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. Pada hemat kami. air terjun Curug Putri. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. Menurut cerita rakyat. ada semacam "gambar" ayam jantan. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. Di lokasi tersebut. oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". Air Terjun Curug Putri.100). Patut disayangkan. terdapat batu-batu yang dikeramatkan. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot.

membujur arah timur-barat. Di bagian lain. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. Makam yang pertama. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin.Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. Bahkan batu-batuan yang ditemukan. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. Di lokasi puncak Rincik Manik. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik. dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. Di lokasi itu. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. kelihatan pula. Hal itu. Mungkin. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. Di lokasi puncak Rincik Manik. tetapi hampir tidak menonjol. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. Makam yang satunya lagi. yang ditinggallkan wisatawan lokal. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. 1996). terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". nampak gosong. lengan-lengan dan kelamin lelaki. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala.346 meter di atas permukaan laut. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal. pada ketinggian antara 1. banyak sampah-sampah berserakan. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. Selain tempat-tempat keramat biasa.300 meter hingga 1. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. Di lokasi puncak Roncang Omas. Uniknya. ketika diukur menggunaltan kompas. membujur arah utara-selatan. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari.

dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia. Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs. tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang. Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda. mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur). 1981/1982: 247). Mungkin Guillot kecewa. dan belum dikerjakan (Sukendar.bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang.1985: 92).1996:100). Haris Sukendar.. "primitif" dan "kampungan". dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot. Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek. Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1. karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938). dikemukakan antara lain sebagai berikut: ./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n .. yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja". Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri. Jawa Barat. Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar. Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang. Di daerah Lampung. menerangkan makna dan fungsi menhir.

Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas. mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya.. Mereka memohon kepada nenek-moyang. Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai. yang menjadi tujuan terakhir. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan. banyak sekali. bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung. yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda.. Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran. Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". dengan mengucapkan mantra.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan. Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte. yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang. terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu.wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa. rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya.1984: 42).

Cilabuan. Lokasi di Kampung Kaduhejo. pada masa 2000 tahun yang silam. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). Batu Cihanjuran. Desa Sanghyangdengdek. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. oleh arus deras sungai Cibama. Gunung Karang. 5. Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. Batu Rincik Manik. juga Gunung Aseupan.nenek-moyang. Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. lokasi di mata air Cihanjuran. Sanghiyang Arca. Posisi di puncak Gunung Pulasari. 8. membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . keadaan pantai barat Pandeglang. Lokasi di Desa Sukasari. Lokasi di Desa Gunungcupu. Kecamatan Saketi. Makam Gunung Cupu. Batu Pahoman. Berdasarkan kajian geografi sejarah. Jumlah 3 buah menhir. Gunung Pulasari. Batu Goong. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. Lokasi di Desa Batulingga. Cicaringin dan Cibangangah. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. Batu Lingga. Dihitung secara geologis. 9. Lokasi di Desa Banjarnegara. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. Sanghiyang Dengdek. Terhanyutnya pasir. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. 2. Lokasi di Kampung Pahoman.1984: 42). jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. Sanghyang Healeut. debu. Kecamatan Saketi. Kecamatan Cadasari. 3. 4. Desa Cikoneng. Kecamatan Cimanuk. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. kerikil dari letusan gunung. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. Kecamatan Mandalawangi. Kecamatan Saketi. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. 7. antara lain berupa menhir: 1. 6. Kecamatan Menes. Kecamatan Banjar. Desa Pasirpeuteuy.

di antaranya: 1. Batu Pangsalatan. Batu Notod. masih terdapat gejala religi "agama masa silam". Hal ini diperkuat oleh laporan RA. Lokasi di Desa Parigi. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan.A. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. Kecamatan Menes. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. 5. 6. Kecamatan Saketi. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Lokasi di Kampung Cibulakan. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. Desa Parigi. Batu Tongtrong. Kecamatan Saketi. Batu Sanghiyang Kotok. 7. 2. Kecamatan Cimanuk. Kecamatan Cimanuk. Djajadiningrat. Batu Kolam Citaman. Kecamatan Cimanuk. antara lain: 1. Lokasi di Kampung Cidaresi. Kecamatan Cimanuk. 12.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen. Batu Qur'an. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. Lokasi di Kampung Nembol. Lokasi di Desa Sukasari. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. Lokasi di Desa Parigi. dalam laporan resminya (1908 no. Batu Cangkrung. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . van Tricht. Batu Kuda II. Kecamatan Saketi. Lokasi di Desa Palanyar. 3. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Di kawasan Popinsi Banten.III. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan. 8. Lokasi di Desa Saketi. 10. Kecamatan Saketi. 2. Batu Saketeng. 9. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). Lokasi di Kampung Baturanjang. Batu Keris dan Bata Teko.1929: 47). 3. Batu Kasur. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. Batu Tumbung. Desa Palanyar.A. Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain. Batu Kuda I. Kampung Sampalan. Kecamatan Mandalawangi. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. Kecamatan Cimanuk. 11. Batu Pangasaman. Batu Ranjang. Bupati Serang tahun 1908. Desa Palanyar. diduga memiliki nilai kepurbakalaan. 1786. 4.

1984: 43). Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita.disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Namun. Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna. namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa. diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993).1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. berupa peninggalan dari masa pra-Hindu. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis. Bagi mereka. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima. sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan. antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir. akrab. dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen. van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. Keterangan peninggalan tersebut.

j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan. dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. Wisnu. Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib).1993: 5-6). Tidak menutup kemungkinan. peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob. antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. "ratu bakti di dewata. niskala = gaib).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme. mengemukakan pendapatnya. yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot. terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur). Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala. Sang Pencipta Roh. dewata tunduk kepada hiyang). Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari. kemungkinan besar pernah tersingkir. Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme. 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar. Iswara.pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm. sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja". Kemungkinan-kemungkinan itulah. Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma. kemungkinan ada unsur kesengajaan. maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan". Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter. Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna. dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . 1984:41). Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita. Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek.

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Sang Raja membuat candi. Ada yang memuja Hyang Ganayana. Ada yang memuja Hyang Siwa. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan. Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan. Kekunoan arca-arca tersebut. . serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa. Ada yang memuja Siwa-Wisnu. Oleh karena kekunoannya itulah. mengusahakan pelayanan. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda.. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengharapkan hidup lanjut dan selamat.. berdagang.. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari". yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. dipelihara dan sangatlah baik karenanya.. Golongan ini banyak pengikutnya..// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera. ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta. Anutan mereka sekalian Waisnawa.warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//. di antaranya berburu di hutan pegunungan. Adapun mata pencaharian warga masyarakat. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot. Karena sekalian warga masyarakat. bertani dan sebagainya. juga Hyang Wisnudewa. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai.

berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. beserta beberapa arca lain yang bergaya lama. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot. dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot. Saleh Danasasmita. untuk sementara belum dapat dipastikan. ia menulis tentang arca Ganesha. dan bahkan nama kerajaan itu. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n . menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu.1996:103). hingga mencapai 8-9 kilometer. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni.1996:108). Akan tetapi.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)". Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane. Banten sebelum masa Pajajaran. Oleh karena itu. karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang.1984:13). Kota Palembang di Sumatera Selatan. di bagian Pulau Jawa yang paling barat. Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita. Sedangkan Palembang sekarang. antara abad ke-7 hingga abad ke-11. pada bagian lain. berada tepat di pantai. posisinya jauh dari garis pantai.1984).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni. antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta. penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut. terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). memberikan kepastian lokasi. telah ditemukan di daerah Banten. Kutipan tersebut sangat berharga. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia. dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada. sehingga hilang keunikan tempat asalnya. Guillot menjelaskan. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno.

//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat. titik terbesar yang berbentuk persegi empat. ditinjau dari segi pertahanan keamanan. di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). Kemudian. saat ini (18 Maret 2001). bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. posisi kota kecamatan Mandalawangi. parwa I sarga 1. bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi. Kemungkinan besar. Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. terungkap sebagai . berada di tengah-tengah. didukung oleh pendapat Dedi M. terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kemungkinan tersebut. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938).. sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan. terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta.garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. sangat strategis. berada di pesisir barat Pandeglang.5 cm). Oleh karena itulah. dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura.. halaman 154. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi. Setelah dicoba dikaji-bandingkan. juru pelihara Burhan. menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm.1980:13). Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang.. Begitu pula hal yang sama. ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu). tinggi 9. (terletak) di tepi laut. Secara kebetulan. Di salah sate permukaan batu itu. berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. terindikasi adanya beberapa ketepatan. lebar 18 cm. kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Barmawijaya (akhli geologi). yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Burhan menyebutnya "Batu Peta".

posisi Mandalawangi. diduga kuat. 184 | S e j a r a h K e r a j a a n . Oleh karena itu.benteng alam: Gunung Pulasari. Gunung Aseupan dan Gunung Karang. bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful