SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

sudah berusia lebih dari 100 tahun.5 x 27.5 cm. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta. menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno. halaman yang ditulis: 213 halaman. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara.5 x 27. Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep). Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). tebal: 214 halaman. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati. di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah.4. tinta hitam. kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang.1999:187). Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). 2. sampul: 35. bentuk: Prosa. Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah.5 cm. Edi S. salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). halaman: 35. 1 halaman kosong. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978. Bahasa: Jawa Cirebon. tulisan umumnya masih terbaca. kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. gaya Cirebon. tulisan: 32 x 22 cm. yaitu halaman awal dan akhir. bahan naskah: Dluwang. sebagian dari Serang (Yusuf. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988). naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. yaitu: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . dapat diketahui. aksara: Cacarakan. Ukuran. Walaupun demikian. Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999). Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta.

Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. seperti misalnya sejarah. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. hukum. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. Balikuna. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. pengundangan nara sumber. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. Kolofon Bagian purwaka. sumber. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. yaitu: 1. tujuan penyusunan. pencarian sumber dan bahan. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). Pustaka Carita Parahiyangan. di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. Menurut Pangeran Wangsakerta. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . alasan penyusunan. Selain itu. 4. pembentukan panitia. Purwaka 2. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan.3. Pustaka Nagara Kretabhumi. dari daerah lain. dan Sundakuna. dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. Di antara mereka itu. Melayukuna. parwa dan sarga. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. dibawa kembali ke negaranya. penyusun. bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar. terdiri dari tiga bagian. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. dan kesehatan. kepada Sultan Cirebon. Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta.1985: 537). nama naskah.

4. di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. 2. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. 1. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. bahwa dalam tahun 1677 M. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta.1985: 530-557). Dari kata pengantarnya itulah diketahui. 3. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. 5. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. adalah sebagai berikut: a. atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. Bagian kedua. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan. tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. kadang-kadang amat ringkas. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi. Musyawarah tersebut diadakan. III. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. Kata pengantar itu kadang-kadang lebar. Jaksa Pepitu Cirebon.masalah yang muncul dalam sawala. d. Penasehat: 1. Pelaksanaannya. Panitia Pelaksana. 4. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2.

7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Taliwang. e. Kediri. Losari. yaitu: Sangga I: Surabaya. Cirebon. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). Berunai. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. Makasar. Demak. Para Peserta. f. Kuta Lingga. Giri dan Sendang Duwur. Sukapura. Pasai. Tumasik. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. Minangkabau.5. Geresik. Kudus. dan Trengganu. Tanjung Kutai. setelah disepakati bersama. Ambon. Brebes. c. Lamuri. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). Benggala. Lasem. Imbanagara. Balambangan. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. Tanjungpura Karawang. Tuban. Galiyao. Seran. Anggadipraja: duta keliling. Parakan Muncang. Pendengar (pangreungeu). Sangga IV: Sumedang. Talaga. Luragung. Kertabumi. Tanjung Nagara. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. Dermayu. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. Tanjung Puri. Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. Panarukan. undangan dan juru bahasa 6. Cina. Barus. Lamongan. Perelak. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. b. f. Maluku. Campa. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. Arab. Gurun. Ukur. Semarang. Tegal. dari negara tetangga yaitu: Mesir. Galuh. Bali. Rancamaya. Galunggung. Sangga V: Jambi. Banten dan Palembang. Pasuruan. Bantayan. India. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). Namun di antaranya. Kuningan. Cangkuang. Sedayu. Jepara. Banggawi. Mojoagung. Wirasaba. Sindangkasih. Bangka. Tembayat. Rajagaluh. Bagelan. tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. dibuat risalah resmi. Lwah Gajah. d. Malaka. Madura. Sri Langka. Nayapati. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. Sangga II: Mataram. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok).

dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. Madura dan Banten. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). dalam upaya menyusun naskah sejarah. CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. IV. Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur. dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. tahun wafat raja dan banyak hal lagi. yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. tahun pemerintahan raja-rajanya. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. keturunan raja-rajanya. istri raja. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. meletusnya suatu pemberontakan.g. yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa).

Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya. Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). Karena itu aku menempuh jalan tengah. Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. Tetapi mereka memberikan catatan. Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. tidak lagi dibuat-buat. Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini. mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). Walaupun demikian. dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda .dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan.Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. lebih-lebih dengan para sesepuh. Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya. Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. Lebih. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka.

ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. musyawarah itu telah berlangsung. Tanggal tersebut. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang. dan Panembahan Anom. Karena itu. Dapat diketahui. sebagai para penguasa Cirebon. kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu. Penulisan naskah menjadi pustaka. memang baru dilakukan kemudian. Patut disayangkan. sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. baik secara khusus maupun sambil lalu. Dalam jilid yang lain.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. Dilihat dari gaya tulisannya. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya.beserta kerajaannya. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. agamanya.jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. Kemudian. 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta. Bila demikian halnya. oleh Jaksa Pepitu. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja).

Di antara amanat Sultan Sepuh itu. 2. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut. Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. Pangeran Abulfath Abdulfatah. Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. Permasalahannya. walaupun tidak dijelaskan. karena para penyusun memperoleh tugas. Sultan Kanoman. dan Panembahan Kacirebonan). sehingga Karta ibukota Mataram. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. Dalam kenyataannya. yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram.terjadi penyerbuan Trunojoyo. Alasan pertama. Setelah itu. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan. adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). ada dua hal yang menarik. Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. ialah karena melihat kenyataan. dari orang yang sangat mereka hormati. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. Tahun 1676. Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. adalah keterangan Wangsakerta. dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. berlangsung di Keraton Surasowan Banten. bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). Dengan demikian. yaitu: 1. dan 3. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n . Alasan kedua ialah.

tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697. Jawa Tengah. Bahkan. Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. Sedangkan beberapa hal lainnya. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. Samudera Pasai. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. dapat dikatagorikan logis. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama. Bila hal itu tidak mungkin. dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam hal yang demikian. Tatar Sunda. Dalam ambahan sumber. yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. Dari naskah-naskah yang terkumpul. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. dengan cara mengkompromikannya. dalam beberapa hal. Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. pada salah sebuah nisan. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. dekat Bukit Gempol tahun 1528. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. Jawa Timur. Disana. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. Secara runtut berlangsung. Sriwijaya. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa).riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). Banjarmasin dun Nusa Bali. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga.

Menurut Saleh Danasasmita. Catatan Harian Kompeni. Karena kesal. tersimpan sebuah dokumen. Sedangkan Dipati Topati. PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada urutan ketiga. Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. Di gedung Arsip Nasional. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. ternyata benar-benar ada. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya. tokoh Pangeran Wangsakerta. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. dicantumkan dengan tegas. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). bahwa berita tersebut "tidak benar". sebagal salah seorang penguasa Cirebon. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. dalam pertengahan kedua abad ke-17. Di lingkungan terbatas kerabat keraton. dikenal adanya sebuah naskah wawacan. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. De Haan mengumpat Caeff. bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang.V. van der Meer dan Jan Mulder. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. pada tanggal 9-11 Maret 1986. bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. De Haan (1912. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. sama sekali bukan. Dalam naskah tersebut. Tulisan tersebut berupa makalah. Sebagai Sejarawan Abad XVII. de Haan dalam buku Priangan II (1912). Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. Dr. Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. nyaris tidak dikenal oleh umum. F. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. Dalam sumber Kompeni lainnya. tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. tanpa nilai khusus. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n . membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. Di bagian bawah naskah sebelah kiri. ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I.

Dari puteri Mataram. ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. Panembahan Girilaya berputra tiga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. Empat tahun kemudian. Sunan Tegalwangi. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu. maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat. Singanagara. termasuk kedudukannya di Cirebon. senantiasa ingin merebut Cirebon. Anggadireksa. adiknya. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). Tapi raja Matararn. Anggadiprana. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. dan Nayapati. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. pada tahun 1599 Saka (1677 M). masih sangat kabur. Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman. Anggaraksa. la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari perkawinan tersebut. Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. Purbanagara. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. Setelah Panembahan Ratu wafat.

Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten. Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. Setelah itu putranya. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Sementara itu raja Mataram. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. 15 | S e j a r a h K e r a j a a n . ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. adiknya. Setelah wafat.bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka. yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. Susuhunan Amangkurat dan putranya. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi. Dalam pertempuran di berbagai daerah. tentara Mataram selalu menderita kekalahan. yaitu aku sendiri. Pangeran Dipati Anom. Mataram dan Belanda. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten.

Lalu Sultan Banten mewisuda kami. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat. Kutipan di atas. Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian. *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda. Akhirnya Panembahan Sepuh.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan. sehingga dapat menghapus segala kekisruhan. Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain. Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram.

dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto). Sebelum kemungkinan itu terbukti. (Wangsakerta. Akan tetapi. di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah. berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1. SALAKANAGARA I.BAGIAN : 2. PURWAYUGA Sedemikian jauh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala. antara lain sebagai berikut: .// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a. kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama. bisa saja terjadi di Tatar Sunda. maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah. Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n .. dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba).. Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang.1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala).

yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. di lereng gunung dan tepi sungai. Kira-kira 1. belum ada mahluk hidup. Akan tetapi. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. karena mereka berlaku seperti setengah hewan. Berjuta juta tahun kemudian.menjadi dingin. Ada yang tinggal di atas pohon. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi.000 tahun yang silam. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. Ada pula yang seperti raksasa. Mereka adalah manusia purba. manusia hewan. Beberapa juta tahun kemudian.000 tahun yang silam di Nusantara. hutan Sumatera. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. dan hutan Kalimantan (Bakulapura). Di antaranya ada yang menyerupai kera. Kemudian. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n . muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan. Namun demikian. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. tanpa busana. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon. Mereka mirip kera. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu.000 sampai 300. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. besar dan tinggi sosok tubuhnya. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. antara 750.000 tahun sampai 600.000. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan. hutan Makasar. hanya menggunakan tangan. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. Kulitnya berwarna gelap. Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung. Di daerah lain di Pulau Jawa. terutama di Pulau Jawa.

Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam.000 tahun yang silam. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. musuh. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara. antara 500.000 sampai 50. dan Pulau Jawa. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya. ataupun binatang.000 sampai 25. Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga). 19 | S e j a r a h K e r a j a a n .000 tahun yang silam. Mereka hidup antara 50.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. saling bunuh di antara sesamanya. dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. diburu. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara. antara 300. mahluk jenis inipun akhimya punah. Kira-kira 250. jumlahnya tidak banyak.000 sampai 300. di Sumatera.000 tahun yang silam.000 tahun yang silam. Akan tetapi bertubuh lebih kecil. Selanjutnya. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa. tidak banyak berbulu. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare). hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. Senjata dan perabotannya terbuat dari batu. Sementara itu.000 sampai 20.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara. Ke dalam zaman tersebut. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas.000 tahun yang silam. Sumatera. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40. Seterusnya. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. berwarna kuit agak gelap. Mereka tidak cerdas. tetapi buatannya tidak bagus.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. dan daging hasil buruan. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. memberi berkah. Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. Singkatnya. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. Mereka berburu hewan. buah-buahan. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. dan keluarga. mereka menderita kekurangan makanan. hampir sama seperti di negeri asal mereka. Setibanya di sini. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. Untuk sementara. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. Anak. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir.Akibatnya. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. melindungi adat. Rumah mereka itu berderet. batu. mengalahkan musuhnya. tunas. arwah leluhur. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. Makanan sehari-harinya adalah daging. menguasai berbagai ilmu mantera. tunas. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). ikan. dan rempah-rempah. matahari. pohon besar. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. masing-masing membuat rumah. melaksanakan sembah-hiyang. darah. lalu menetap di sana. Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengharap terlepas dari penderitaan. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. bulan dan bintang. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan. Lama kelamaan. Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. cucu. selalu bertapa. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. mengharapkan berumur panjang. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). sungai. umbi-umbian. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. tumbuhan. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. daundaunan. kayu. Karena itulah. gunung. dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen.

lukisan menurut kehendak masing-masing. mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. dan ilmu memanah (dhanurweda). tentang gunung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. akan ditangkap dan dibunuh. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). segera dikalahkan. karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. merasa terhina dan sangat takut. hari. tentang tanah. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. Zaman ini. serta membuat wayang dari kulit diukir. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. Akan tetapi. Terjadilah pengungsian besar-besaran. kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. musim hujan. ukuran. ilmu tentang hutan. serta membuat aneka obat-obatan. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). musim kemarau. Sebaliknya. pendatang baru makin lama makin banyak. menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. membuat api dengan batu api dan besi. Kaum pribumi itu selalu kalah. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. lalu ilmu tentang rempah-rempah. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. permata. telah mengenal emas. sedangkan batu-batuan dan tulang. makanan. dan kenistaan bagi orang pribumi. kesengsaraan. tentang hewan. tentang ucapan. karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. Kaum pendatang kelompok ini. serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). Di samping itu. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. hutan dan gunung. telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). dan perahu dengan baik. manik. Kaum pribumi. tiba kira-kira tahun 1. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. perak. mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran.600 sebelum tarikh Saka. seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. tumbuhan. gempa bumi. Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang.

putera Datuk Pawang Marga namanya. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. putera Ki Pawang Sawer namanya. putera Datuk Waling namanva. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. putera Ki Srengga namanya. USA). dalam naskah tersebut dikemukakan. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. 1980.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ki Pawang Sawer. menurut para akhli. ia berdiam di dukuh di tepi sungai. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . di wilayah Propinsi Yunnan. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. Oleh karena itu. Datuk Pawang Marga. Ki Bagang. Sang Aki Bajulpakel. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. kota Yu-wan. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. berdiaiu di wilayah Langkasuka. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. Datuk Banda putera Nesan namanya. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. Selanjutnya.…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. Yu-wan dalam bahasa Cina. Selanjutnya Aki Dungkul. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Sedarrgkan Yunnan sendiri.

orang yang datang baru bertambah banyak. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. Selanjumya. begitu pula membuat perahu bagus. gunung. Mereka telah mampu membuat rumah besar. segalanya terbelakang. juga emas. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. perak. gempa bumi. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. Kenyataannya. manik. pengetahuan tentang berbagai binatang. Mereka menanam padi. pengetahuan tentang memanah. juga membuat berbagai obat-obatan. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. akibat pencairan es. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. Karena orang pendatang baru. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. pengetahuan tentang hari. berkeliaran tanpa tujuan. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya.000 depa). karena bodoh. ialah membuat senjata dari besi. (musim) penghujan dan kemarau. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. Biarpun sering melawan. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . Penyebabnya. Wayang. dan pengetahuan tentang tutur kata. dibuat dari kulit yang diukir. juga pengetahuan tentang tanah. India dan Burma (Myanmar). senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus. membuat perlengkapan perang dari besi. berbagai tumbuh-tumbuhan. pengetahuan tentang laut. perilaku mengenai alat penukar. kendaraan. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. menimbulkan gempa tektonik. Adanya benturan dua lempeng tersebut. kristal. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. yang dijadikan makanan sehari-hari.arah barat di wilayah Kashmir. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. Mengembara di hutan dan gunung-gunung. Golongan pribumi senantiasa dihinakan. berbagai perkakas dari besi. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. tentang makanan yang lezat. di puncak Himalaya pada saat musim semi. IV.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan. Tetapi. telah banyak golongan warga masyarakat. Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. negeri Singhala. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. yang banyak datang dari negeri Bharata (India). Mereka senantiasa datang di sini. atau tidak jauh dari muara sungai. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. yang tiba di Pulau Jawa. ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. Dengan demikian. Di sini. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. Di antara mereka. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. negeri Cina dan sebagainya. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. yang menjadi pribumi tiap dusun. ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. Permulaan pertama tahun Saka. di pulau-pulau Nusantara. 30 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di antaranya ada yang bermusuhan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dukuh besar ada di tepi laut. Dua wangsa inilah. negeri Gaudi. Dukuh itu ada yang besar. tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat). tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan. yang sangat banyak berdatangan di sini.nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut. ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil. seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. ada yang kecil. Terutama para pendatang.

Pohaci Larasati menjadi permaisuri. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. Selanjutnya. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. diperisteri oleh Sang Dewawarman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini. Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. sebelum meninggal. Daerah kekuasaan Salakanagara. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. masuk pula dalam wilayahnya. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. daerah. Beberapa tahun sebelumnya. namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). dan pesisir Sumatera bagian selatan. puteri Sang Aki Luhur Mulya. Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. China. Tatkala Aki Tirem sakit. lalu beranak pinak. Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. dengan nama nobat. Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. sedangkan isterinya. Agrabhintapura. Dewi Dwanu Rahayu. Demikian pula para pengikut Dewawarman. dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. Nusa Api (Krakatau). dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. Setelah Aki Tirem wafat. serta barang barang lainnya. Yawana. Dewawarman dan pasukannya. lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. Syangka.namanya terkenal. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). sebab jalur ini merupakan gerbang laut. adik Dewawarman. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. Oleh karena itu. Kota besar lainnya lagi. tidak ingin kembali ke negerinya. Bumi Sopala. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. Sedangkan adiknya yang lain. Dewawarman ini. dan Abasid (Mesopotamia). Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). dijaga oleh pasukan Dewawarman. karena mereka telah menjadi penduduk di situ. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). Oleh karena itu.daerah sepanjang pantainya. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu.

308 Masehi). Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun. Dari perkawinannya dengan puteri India. laki-laki. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. Yang keempat. dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra.252 Masehi). la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara. yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 . Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya. Yang kelima. la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi. ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri.VI. Anak yang tertua. bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. Pada masa pemerintahannya. Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). Kelak. Dari perkawinan ini lahir seorang putera. 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 . laki-laki bemama Gopala Jayengrana. ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi. terjadi serangan bajak laut dari negeri China. Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi. sang rani. Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. Yang kedua. yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 .238 Masehi).

33 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kemudian. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. Dari puteri ini dengan Atwangga. bersenjata lengkap. Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. pada tahun 262 Saka (340 Masehi). lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. puteri sulung Dewawatman VII. Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. Akibat peristiwa itu. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. Lengkaradewi beserta suami dan puterinya. yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. Sphatikarnawa Warmandewi. ketika sedang berburu di hutan. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . puteri sulung Dewawarman VII. Pada tahun 270 Saka. Setelah pernikaharmya. Akhli waris tahta yang sah. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. di Rajatapura (ibukota Salakanagara). Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India.seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. adalah Sphafikarnawa Warmandewi. karena ia tewas tertimpa batu besar. sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. Akan tetapi. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. putera Sri Gandari Lengkaradewi. Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi). Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. Krodamaruta tidak lama berkuasa. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda.

Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. tinggal di Yawana dan Semenanjung. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota. Permaisuri yang kedua. telah dilacak oleh N. sebab puteranya. sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. Di antara penduduk. kehidupan penduduk makmur sentosa. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. Kelak setelah ayahandanya wafat. seorang putera bernama Aswawarman. Raja Indraprahasta yang pertama. ada yang memuja Ganesha. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dewawamm IX. la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. J. Ada yang memuja Siwa. C. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. een gezantschap naar Cina. en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. In den nanm van het land ia Yawadwipa. ada yang memuja Wisnu. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. Dewawarman VIII. Yang sulung. Semenanjung. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. bernama Candralocana. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. selama 233 tahun (130-363 Masehi). Yang kedua. Java-eiland. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas. la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. genaarnd Pien. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. Yang ketiga. namun jumlahnya tidak seberapa. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. kemudian. Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. dan Jawa Tengah. seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. herkencl. Anggota keluarganya yang lain. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman.I (1987: 31). la sangat memajukan kehidupan keagamaan. sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. Ekadjati. VII. dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India.

bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. yang disebut di dalam Hou Han-shu. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. dikemukakan pula kutipan terjemahannya. dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz. dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. Untuk lebih dipahami. Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). 1950:11). di dalam hal ini. jang bukan sadja berarti. maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Memang mungkin sekali. baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja.eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym. Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina. Hal ini katanya tidak mengherankan. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa). bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M. antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon. tetapi djuga akan menerangkan. bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. jang mana akan berarti. jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n .

E. G. antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya.G. meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien. Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama". dihuni oleh pemakan daging manusia. E. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tahun 132. "Sabadeibai Tiga". Buku VII dari Geographianya. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n . datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. mengemukakan hal yang sama. secara detail berisi tentang Asia Tenggara. dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. 1958 dalam Soewarsa. dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai. seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai.1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931). juga dihuni oleh pemakan daging manusia. yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas. pulau Jawa.. Pendapat D. "Chryse Chersonesus". sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall. dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi. D. Menurut dugaan Sarjana Perancis G. dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti. Di dalam berita itu disebutkan. mengutip tulisan NJ. mungkin ada artinya dalam hubungan ini. Ferrand. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London.1987:32). yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi.1988:1718). Hall. Sartono Kartodirdjo. sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. (Atja & Ekadjati. Javadvipa. sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II. Hall.perutusan ke Cina pada tahun 132 M. Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M. Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa.

pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi). yaitu negeri Perak. menyatakan bahwa pada abad ketiga. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. Menggunakan sumber yang sama. memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. Tiao artinya Dewa. dan Pien artinya Warman. kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). memberitakan. Hasan Mu'arif Ambary. kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. semenanjung emas. dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M.Dalam buku Geographike. lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. dengan sendirinya diduga kuat. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. dalam Michrob 1993: 32).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ujung utara Sumatera. Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. 37 | S e j a r a h K e r a j a a n . Menurut Ayatrohaedi. Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat. la. dan menyebut kota itu dengan nama Barus. pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. yaitu emas dan perak. India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. yang merupakan hasil utama kawasan itu. Selat Sunda. terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara.1977: 6). bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. Pulau Panaitan. bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. Vietnam. Chryse Chora. negeri emas dan Chryse Chersonensos. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67). Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai.

Bahkan. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara. yang berarti perak. adalah "terjemahan" dari Merak. Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus. Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang).1977: 36). sudah ada jalur bisnis di Asia. mengemukakan pendapatnya.Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia. Berdasarkan temuan tersebut di atas. berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. Temuan selanjutnya. Cina. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I. dan nyatanya. Ayatrohaedi dan Edi S. Glory and Gospel. 1996:15). Pandeglang. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo. yang diperkirakan berasal dari abad V. Iskandaria.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai Dewan Pakar menyimpulkan. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. Lebak Munjul. dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. dan Persia.1956:10). Hasan Mu'arif Ambary. berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi. tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat. Sartono Kartodirdjo. dan kembali ke Venesia. terdapat di Jawa Barat (Krom. Cina. dapat diduga. Barus. Rute Ptolemeus adalah Venesia. 38 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. India. terjemahan Effendi. Prasasti ini. pernah melakukan penggalian di Palembang. Teluk Aden (Yaman). Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten.1993: 37). dalam bukunya Geographia Hyphegesis. bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya.

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. yang ditulis pada batu. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. Para petani merasa senang hatinya. dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. yang ikut serta mengerjakan saluran ini. ikut serta berkarya bakti di situ. yang diibaratkan Dewa Wisnu. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. pakaian. Semua mereka itu.raja-raja sesamanya (panji segala raja). kuda 20 ekor. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. gajah seekor. Sang Purnawarrnan. disebut Cisuba. Kemudian. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. Setiap orang. Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. mengalir sampai di istana kerajaan. dengan iringan suara gamelan yang merdu. semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. dan makanan lezat. Demikian pula para pedagang. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. datang ke ibukota (Sundapura). ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). ialah: sapi 400 ekor. Tiap tahun. pakaian. Raja-raja bawahan itu. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). Pengerjaan. dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). Sang Purnawarman. mendapat hadiah dari raja. Tahun 410 Masehi. Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. Prasati itu. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. dari desa sekitarnya. yang diberikan kepada raja Indraprahasta. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. Sebagai tanda penyelesaian karyanya. serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. yang biasa membawa perahu. Dua tahun kemudian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ditandai lukisan telapak tangan. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. Sungai yang bagian hilirnya. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta.

Jadi. yang dilengkapi dengan patung pribadinya. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. berkarya-bakti siang-malam. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata. Para petani menjadi senang hatinya. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar. Sang Juru. berjajar memanjang di tepi sungai. kuda 10 ekor.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). Panglima Angkatan Laut. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. Sang Tanda. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. dari desa-desa sekitarnya. sebuah patung Wisnu. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. Sang Maharaja. lukisan telapak kakinya. banyak membuat prasasti batu. memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. Sang Purnawarman. sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. disertai beberapa orang Menteri Kerajaan. dengan membawa berbagai perkakas. Sang Purnawarman. membuat prasasti yang ditulis pada batu. Kemudian. beserta pengiring lengkap. Mereka itu. pakaian serta makanan lezat. kerbau (mahisa) 80 ekor. Sang Mahamantri. telah diperbaiki. kakek Sang Purnawarman. Ada pun kali Candrabaga itu. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). Perinciannya: sapi (ghoh) 1. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). Setiap orang. Waktu dilangsungkan upacara selamatan. Sang Maharaja Purnawarman. dan bahan makanan. Sang Purnawarman sedang sakit. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . memperbaiki. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. pakaian bagi para Brahmana. Sang Adyaksa. Demikian pula di tempat-tempat lain. Di situ. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. yang ikut serta dalam pekerjaan ini. Selanjutnya.000 ekor. sebuah bendera Tarumaragara. laki-laki dan perempuan. kepada para Brahmana. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. sambung menyambung tidak terputus. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah). beberapa puluh tahun sebelumnya. Sedangkan para pemuka dari daerah. Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. Sang Purnawarman. lukisan telapak kaki tunggangannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. Dengan demikian. dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. Ribuan penduduk.

Sang Purnawarman. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. pasukan Tarumanagara. Seorang demi seorang. la pun seorang pemuja Batara Indra. selalu memenangkan pertempuran. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. terjadi di perairan Ujung Kulon. Karena itu. dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. Tetapi. di tengah laut. perompak yang ditawan itu. Demikian pula halnya Angkatan Laut. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. Kemudian. Selamatan dan hadiah harta. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. apabila hendak pergi menyerang musuhnya. dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. mengepung dua buah kapal perompak. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. diperbesar dan diperkuat. Pembersihan terhadap kaum perompak ini. Karena itulah. Sehingga. ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). Sisanya. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya. bunga teratai. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. memperbaiki. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. pakaian. sebanyak 52 orang dapat ditawan. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). Perang pertama dengan kaum perompak ini. makanan lezat. dengan tulisan pada batunya. dibunuh dengan berbagai cara. Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . Angkatan Laut Tarumanagara. Dahulu. ditulis pada prasasti batu. yang merajalela di perairan barat dan utara. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. sebahagian terbunuh dalam perang. kerajaan ini tidak seberapa. Hadiah berupa sapi 800 ekor. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. harimau dan sebagainya. Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari 80 orang perompak. Sernua itu. di antara mereka.sanghyang tapak. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi).

kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. Semua kapal diganggu. 1984: 3-1). yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita. bercokol di perairan Teluk Lada ini. Semua barang yang ada di dalamnya. barat dan timur. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. yang menjadi panji segala raja. Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak. 45 | S e j a r a h K e r a j a a n . dipinta atau dirampas. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. dikuasai kaum perompak. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. prabu yang setia serta penuh kepahlawanan. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. barulah keadaan menjadi aman. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa.Telah lama. Pada bagian ini. dan penduduk Tarumanagara merasa senang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemungkinan besar. perairan Pulau Jawa sebelah utara. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang.

mempunyai bendera. Keluarga itu. 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . bernama Nagawarman. untuk mempererat persahabatan. Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga. Kakak perempuan Sang Aswawarman. yang mengungsi ke berbagai negara. sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. dimulai dari Sang Pusyamitra. Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. Beberapa ratus tahun sebelumnya. berada di situ dan menjadi penguasa. Salah seorang isteri Sang Purnawarman. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. Yawana. menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru. Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. berlukiskan naga (nagadhuajarupa). bersama keluarga dan pengiringnya. Sedangkan pamannya dari pihak ayah. adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. berasal dari Bakulapura. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. Sopala. Sang Kudungga putera Sang Atwangga. Sang Kudungga. Negeri ini. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. Karena itulah. diperistri oleh Sang Aswawarman. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). banyak di antara anggota keluarga ini. laki-laki dan perempuan. telah beberapa puluh keturunan. Sang Nagawarman. menjadi Bakulapura. yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. Sumatera dan lain-lain. menjadi Panglima Perang. bernama Cakrawarman. Pangkal silsilah mereka. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). Bakulapura. Puteri Sang Kudungga. Bendera Angkatan Lautnya. berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. negeri Syangka. telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kemudian diubah namanya. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). Cambay (di India). Salah seorang anggota keluarga Sungga. Cina. datang dari India. Adapun bendera kerajaan Taruma. yang diberi nama Kuta (Kutai). raja Tarumanagara pertama. la pernah mengunjungi Semenanjung. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. keluarga itu.Adik Sang Purnawarman. menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). berlukiskan berbagai macam binatang.

Gunung Kubang (Garut). Gunung Cupu. masih saudara satu-buyut. Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. Aswawarman berputera tiga orang. Kecuali di Pulau Sumatera. Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. Sang Purnawarman. Sindang Jero. sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. Purwanagara. Siasat Perang. Kosala (Lebak). Setelah Sang Kudungga wafat. adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang). Silsilah Dinasti Warman. Bumi Sagandu. Gunung Manik (Manikprawata). menjadi penguasa Bakulapura. Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. Permaisuri Sang Purnawarman. Ujung Kulon (Pandeglang). ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. berasal dari: Sumatera. kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. Penduduk pribumi. Ia dipusarakan di tepi Citarum. Akan tetapi. Dari permaisuri ini. Wanagiri. Putera sulungnya. Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. menjadi semakin erat. bernama Wisnuwarman. Nusa Sabay. Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. Manukrawa (Cimanuk). tidak seberapa banyak. Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman.Jadi. Sang Aswawarman menggantikannya. Yang sulung bernama Mulawarman. kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. seorang raja besar di pulau itu. sebagai penguasa Bakulapura. Bakulapura. Purwalingga (Purbalingga). Purwakerta (Purwakarta). Sri Maharaja Purnawarman. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. Dalam masa pemerintahannya. adalah puteri salah seorang raja bawahannya. Sabara. Paladu. Kelak. Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. Adik Wisnuwarman yang perempuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karang Sindulang. Peraturan Ketentaraan. Penganut Budha. Cupunagara (Subang). Indraprahasta (Cirebon). Sri Jayanasa. Malabar (Bandung). kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. penduduk. Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. Galuh Wetan (Ciamis). menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. Alengka. Aswawarman dengan isterinya. Gunung Kidul. Legon (Cilegon). diperistri oleh seorang raja di Sumatera. Agrabinta (Cianjur). menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. adalah keturunannya. Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . Cangkuang (Garut). kelak menggantikan ayahnya. Sagara Kidul.

Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. Linggadewata. Dua Kalapa. la. sebagai raja Tarumanagara ketujuh. putera sulungnya. la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat. Sagara Pasir. memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . digantikan oleh adiknya. Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). Sang Dewamurti. Pasir Sanggarung (Cisanggarung). Pasir Muhara.(Majalengka). Sang Sudawarman. Rangkas (Lebak). Kalapa Girang (Jakarta Selatan). Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. Digantikan oleh puteranya. sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. Tanjung Camara (Pandeglang). Indihiyang (Tasikmalaya). dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. Sang Candrawarman. pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). Wanadatar. Sang Indrawarman. Jati Ageung. Setyaraja. Digantikan oleh puteranya. Digantikan oleh puterannya. sebagai raja Tarumanagara kelima. Pura Dalem (Karawang). sebagai raja Tarumanagara kesembilan. dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). Sang Suryawarman. dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. Wanajati. 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. sebagai raja Tarumanagara keenam. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. Sang Kretawarman. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). Karena tidak punya keturunan. Digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. Digantikan oleh puteranya. Pakuan Sumurwangi. Sang Wisnuwarman.

II. Sang Nagajaya. ke berbagai negara sahabat. memerdekakan diri. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. ditandai dengan adanya pewarisan tahta. Dengan berbagai akibatnya. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). Ujung Kulon. 49 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan Batas sungai Citarum. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). sebagai penerus tahta Tarumanagara. mengganti nama Tarumanagara. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. dan Rangkas). dalam sumber Cina yang terakhir. Sang Tarusbawa. Digantikan oleh puteranya. Kosala. Dalam tahun yang sama. Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. Sang Linggawarman. tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Dari sejak itulah. Sang Tarusbawa. seharusnya tampil dalam panggung sejarah. Wilayah timur Tarumanagara. menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". Kerajaan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menjadi Kerajaan Sunda. dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. sebagai raja Taruma nagara keduabelas. dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi. di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. Peristiwa tersebut berakibat fatal. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. memegang peranan penting bagi Tarumanagara. Oleh sebab itulah. menantu Sang Linggawarman lainnya. la digantikan oleh menantunya. Ketika ia naik tahta. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. dengan nama nobat. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi).Digantikan oleh puteranya. menjadi Kerajaan Galuh.

Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. di Kerajaan Galuh. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya.Suradipati. Sena-Sanaha. Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. Setelah 9 tahun berkuasa. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. Jumlah 5 keraton tersebut. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n . di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah. "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. memindahkan ibukota kerajaan. 2. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun. 3.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang terusir oleh Sang Purbasora. dalam sastra klasik. antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. Prinsipnya. Sebagai penggantinya.Madura. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". Dalam Prasasti Canggal. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. Setelah keraton selesai dibangun. Narayana. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. adalah ayahnya Teja Kancana. Seharusnya. tetapi ia wafat dalam usia muda. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". Madura.Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. dalam usia 91 tahun. disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. Sebab. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua. dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. pada tahun 654 Saka (732 Masehi). Sang Sanjaya. cucu Sang Tarusbawa. Punta. sering disebut Panca Persada. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda. dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena. dan Suradipati. Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. di Kerajaan Sunda. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh.

Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). Sedangkan Dewi Sawitri. dan 2. sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. selama 8 tahun. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. kemudian diberi nama Dewi Samatha. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon). digantikan oleh puteranya. Rakeyan Hujungkulon. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. memperisteri Dewi Saraswati. Dari permaisurinya. Sang Banga mempunyai putera. dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara. yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. ketika ia wafat. karena putera Sang Banga tersebut. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. Rakeyan Wuwus. Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. Sebagai putera laki-laki. Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. Rakeyan Medang. pada tahun 825 Masehi.Saunggalah (Kuningan).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. Raja Galuh tersebut. la diwisuda pada tahun 739 Masehi. Setelah prabu Gilingwesi wafat. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. ialah: 1. digantikan oleh menantunya. puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. Dewi Sawitri. Dari Dewi Kirana. Disebut demikian. Rakeyan Diwus. Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. bernama Rakeyan Medang. 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. Batara Danghiyang Guruwisuda. pada tahun 795 Masehi. Setelah Prabu Hulukujang wafat. Dengan demikian. akhirnya tahta Kerajaan Sunda. pada tahun 852 Masehi. diwariskan kepada Sang Arya Banga. Batara Danghiyang Guruwisuda. digantikan oleh menantunya.

tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. Rakeyan Jayagiri.Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. dikerahkan kemudian. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). sebelah barat Citarum. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. yang besar dan lengkap. berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. Rakeyan Jayagiri. Akan tetapi. membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. di bawah naungan Prabu Jayadrata. karena dibunuh dan digulingkan. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. Pasukan Kerajaan Sunda. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. oleh Rakeyan Umbur Kancana. dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. memperoleh dua orang putera. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. Serbuan inipun. dan 2. Selanjutnya. 3. Rakeyan Limbur Kancana. Rakeyan Kamuning Galling. atas perintah Prabu Jayadrata. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. sebab pada tahun 916. Baru empat tahun memerintah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. Rakeyan Windusakti. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. Rakeyan Jayagiri. Di pihak lain. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. Prabu Wanayasa Jayabuana. kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. Rakeyan Jayagiri naik tahta. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. antara lain: 1. Kerajaan Galuh. la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. 52 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. yang dibunuh oleh adiknya.

atas perintah Dewi Ambawati. dan 2. Tahta Kerajaan Sunda. Pada tahun 1012 Masehi. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. suanii Dewi Ambawati. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). Sebagai tindakan balas dendam. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. dibunuh oleh seseorang. damai kembali. Prabu Dewa Sanghiyang. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. Prabu Resiguru Darmasatyadewa. Dewi Somya. naik tahta pada tahun 930 Masehi. mengangkat keponakannya. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. dan 2. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. Dewi Somya. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. di antaranya: 1. Dewi Rukmawati. kemudian ia naik tahta. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. Rakeyan Sunda Sembawa. Rakeyan Sunda Sembawa. bergelar Maharaja.Di Kerajaan Galuh. yang bertahta di Kerajaan Galuh. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. Prabu Brajawisesa wafat. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. beralih ke Rakeyan Watuageng. Prabu Wulung Gadung. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. dari tahun 973 sampai 989 Masehi. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. di antaranya: 1. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. Rakeyan Gendang. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. berputera dua orang. ketika wafat. putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. Prabu Dewa Sanghiyang. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. menantu Prabu Limbur Kancana. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. calon pengganti ayahnya. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Limbur Kancana.

dan digunakan sebagai gelar resmi. Prabu Langlangbumi. keduanya memerintah. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. Sedangkan Dewi Sumbadra. penggantinya adalah Sri Jayabhupati. berusaha merebut kekuasaan. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. digantikan oleh puteranya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ketika mengawali masa pemerintahannya. Prabu Sanghiyang Ageung. putera mahkota calon pengganti ayahnya. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. Wirayuda. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. la berputera beberapa orang. Bersama-lama. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. dua di anataranya ialah: 1. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. yaitu Dewi Sumbadra. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja. Darmanagara. Akan tetapi. menjadi Panglima Angkatan Perang. dimulal pada tahun 1019 Masehi. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. adalah Sang Darmaraja. diterima pula oleh Prabu Airlangga. dipercayakan kepada adik isterinya. dan 2. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. Dewi Citrawati. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. Dewi Puspawati. Hadiah nama gelar semacam itu. dan 3. tiga di antaranya ialah: 1. Sang Wikramajaya. ditunjuk Sang Wirakusuma. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. Sri Dharmawangsa Teguh. menjadi Mangkubumi kerajaan. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . memerintah di Kerajaan Galuh. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. pemberontakannya dapat ditumpas. sampai tahun 1065 Masehi. adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. dari tangan saudara seayahnya. 2. dan menyandang gelar Maharaja.

timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. tingkat keamanannya menjadi rawan. Dahiyang Guru Darmayasa. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akan tetapi. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang dihadiri oleh kedua belah pihak. di antara keturunan Sri Jayabhupati. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). akibat ulah kawanan perampok. Selama memegang kekuasaan di Galunggung. Senapati Suryanagara. Sunda. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. Kemudian. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. Maharaja Langlangbumi. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. akan jadi duri dalam daging. dengan cara mengadakan pendekatan. Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). kalau tidak segera diatasi. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. Senapati Kusumajaya. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. Selesai membangun ibukota yang baru. Sang Maharaja Langlangbumi. tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. Yuwaraja Menak Luhur. Mangkubumi Darmanagara. Oleh karena itu. membentuk angkatan perang. Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. Permaisuri Puspawati. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. timbulnya perpecahan. yaitu Dewi Citrawati. Senapati Wirayuda. Galunggung. Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. Ratu Batari Hiyang. Resiguru Sudakarena. dan Galunggung. Di pedesaan antara wilayah Galuh. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. Akan tetapi. Kemudian ditempuh jalan damai. la pun tidak menghendaki. penguasa Kerajaan Galunggung. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. Sebenarnya.

dan 2. karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. tahun 1187 Masehi. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. Dari perkawinannya. memperoleh putera: Rajapurana. Sebagal penggantinya. dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung). kedudukan pusat pemerintahan. Prabu Menakluhur. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. Ratna Wisesa. tahun 1175 Masehi. cucu Batari Hiyang Janapati. memperisteri Ratna Satya. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. yang bergelar Dyah Lembu Tal. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. la bergelar Maharaja. Kemudian. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan ibukotanya di Galunggung. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. menggantikan tahta ayahnya. dua di antaranya: 1. yaitu: 1. Puteri Darmageng. Galuh dan Sunda. memperoleh putera. Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. menjadi Mangkubumi. dan dijadikan permaisuri. 2. dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. Sang Darmasiksa. beribukota di Saunggalah (Kuningan). Prabu Menakluhur. Dari pernikahannya Dewi Puspawati. memperoleh putera. lahir tahun 1168 Masehi.2. maka kedudukan Raja Sunda. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. Sang Cakranagara. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Darmakusuma memperoleh putera. Ratu Galunggung. Puteri Saungggalah. Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. Darmasiksa. 3. wafat tahun 1155 Masehi. puterinya Mahisa Campaka. pindah ke Pakuan (Bogor). mempunyai seorang puteri. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. puteranya.

Karena sebelumnya. Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. Pengganti Prabu Ragasuci. Kemudian digantikan oleh puteranya. Pada masa pemerintahannya. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pengganti Prabu Citraganda. Rahiyang Saunggalah. adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari). adik iparnya. dari Puteri Saunggalah. atau Aki Kolot. Suryadewata. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. tidak sempat menjadi Raja. Setelah dewasa. 3. Prabu Ajiguna Linggawisesa. sampai tahun 1333 Masehi. Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. 2. Rahiyang Jayadarma. Permaisuri Prabu Citraganda. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). Dewi Kiranasari. puteranya. Ragamulya Luhur Prabawa. menjadi raja di Kerajaan Sunda. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). Oleh karena itu. disebabkan wafat muda. yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi. Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. Sebagai pengganti Prabu Citraganda. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Prabu Darmasiksa. Sedangkan Prabu Rajapurana. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. Kelak. pulang ke Tumapel Jawa Timur. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. dikaruniai umur panjang. adalah puterinya Prabu Rajapurana. dalam usia 44 tahun. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa.perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. puteranya. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). Prabu Ajiguna Linggawisesa. la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. berjodoh dengan Dara Puspa. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. Prabu Citraganda. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. ibukota Kerajaan Sunda beralih. leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. Karena. di antaranya: 1. Dewi Antini. Prabu Linggadewata.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

meluaplah hati Sang Patih Mada. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. yang bergelar Mangkubumi Saradipati. Sang Prabu Hayam Wuruk.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. Semua orang mengetahui. bahwa sang puteri Citraresmi. Semua pasukan Majapahit. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. janji tersebut tidak ditepatinya. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. dan dijadikan permaisuri. lahir tahun 1348 Masehi. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. Bahkan ia. adalah Sang Patih Mada.Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Di antara mereka. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. ada yang menunggang gajah. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. la menjadi berang. Prabu Linggabuana. lahir tahun 1339 Masehi. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . lalu memerintahkan laskar Majapahit. 3. didampingi oleh adiknya. sebagai isteri persembahan (upeti). 2. selalu menyetujui keinginan Patihnya. Karena itu. Tibalah saat yang bahagia. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. Dyah Pitaloka. Putera kedua laki-laki. Sesungguhnya. akan diperisteri (resmi). mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. Demikianlah. 4. menginjak usia 18 tahun. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. ada yang berkuda. hal itu. meninggal dalam usia 1 tahun. Sesungguhnya. Sesungguhnya. dengan Sang Patih Gajah Mada. Sang Bunisora. dengan janji Bre Majapahit sendiri. sebelumnya. digantikan oleh puteranya. Akan tetapi. meninggal dalam usia 1 tahun. siap untuk bertempur. Wastu Kancana. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. Akhirnya. Putera ketiga laki-laki. Prabu Maharaja Sunda. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. puteri mahkota Sunda itu. tidak bersedia menyerahkan puterinya. Setiba di sana. menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. hal itu amat bertentangan.

Ki Panghulu Sura. tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. Sang Panji Melong Sakti. semuanya hanya 98 orang. masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. kehormatanku dan semua kesatria Sunda. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. namun. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. Namun akhirnya. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. Ki Mantri Supit Kelingking. sebagai panglima perang. Kemudian. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). Karena itu. Ki Juru Wastra. Rakeyan Juru Siring. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). Namun seandainya mereka kalah dan gugur. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). melakukan mati-bela (bunuh diri). Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. Rakeyan Mantri Sohan. Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong.ada yang naik kereta. Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). Pengecut perbuatannya. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. Sang Mantri Patih Wirayuda. Pertempuran berlangsung sengit. di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. Rakeyan Mantri Saya. semua orang Sunda yang ada di sana gugur. dengan persenjataan lengkap. Rakeyan Rangga Kaweni. lalu menundukkan kepala. bersama semua pengiringnya. Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. Sang Ratna Citraresmi. tibalah pasukan besar Majapahit. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. dan beberapa ratus orang berjalan kaki. Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. Hatinya cemas dan ragu-ragu. Rajaputri Dyah Pitaloka. Betapapun. yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ki Mantri Sebrang Keling.

Sang Bunisora. Setelah satu tahun. yang diwarnai suasana religius. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). tuhagama. tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. Dari permaisuri Laksmiwati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memperisteri gadis pilihannya. Sang Bunisora. Oleh karena itu. baru berusia 9 tahun. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. 1. binasa. Satmata adalah tingkatan ke-5. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. gurugama. ketika usianya sudah 20 tahun. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. Sang Bunisora mempunyai putera. yang datang di Bubat. orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. adigama. Dalam menjalankan pemerintahan. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi. Semua orang Sunda. suraloka. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. 3. Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. Sang Haliwungan. disebut sebagai Satmata. cenderung sebagai raja pendeta. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. dan 4. sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). Dalam naskah Carita Parahiyangan. Banawati. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. Menurut naskah Kropak 630. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . pemerintahan Kerajaan Sunda. ia memperoleh putera. padamlah segala hasrat dan nafsu. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. 2. Mayangsari. merupakan tahap tertinggi. di antaranya. usai terjadi sebelum tengah hari. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. dan nirawerah. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. yang lahir pada tahun 1369 Masehi.menyerang Kerajaan Sunda. Bratalegawa. tidak seorangpun yang tersisa. Sang Niskala Wastu Kancana. satmata. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya.

Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Akibatnya. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken. Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya. Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. pada tahun yang sama. bayu (angin).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . serta bu (eter). pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. Selama masa pemerintahannya. antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. naik tahta pada usia 23 tahun. Setelah wafat. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Majapahit tidak mempunyai raja. untuk unggul dalam perang). yaitu kedatangan angkatan laut Cina. Pakeun heubeul jaya dina buana. Majapahit dilanda Perang Paregreg. penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. Menurut Chau ju-kua. la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. Sang Bunisora wafat. dipusarakan di Nusalarang. akasa (langit). setelah memerintah di Kerajaan Sunda. yang terjadi pada tahun 1453 . Apah (air). ada dua kejadian penting yang patut dicatat. Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan. dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. merasa betah berada di bawah pemerintahannya". teja (cahaya). selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. tercatat dalam kaol Cina. Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang.1999: 24). selama 3 tahun. selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). 1984: 42). la masih sempat mendengar. Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. memerintah di Kerajaan Sunda. dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita.1456 Masehi. 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya.Pada tahun 1371 Masehi. di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho. Untuk hidup lama berjaya di dunia.

dengan isi yang sama. Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. tanpa diketahui. merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya. bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda.Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). Kedua-duanya menderita kerusakan berat. Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. Salahsatu catatannya mengemukakan. siapa yang menang dan siapa yang kalah. 2. diakhiri oleh kedua belah pihak. yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . meminta bantuan dan perlindungan. yang sering menjadi sumber dugaan. ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya. yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). bekas ibukota Tarumanagara). Ketika Chou Ku-fei mencatatnva. sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). Pertempuran tersebut. catatan Chau ju-kua itulah. dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta. Dalam masa "gencatan senjata". sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta. Hanya saja. antara lain: 1. setelah masing masing mengundurkan diri. Rupa-rupanya. dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina.

Upaya penyelesaian jalan damai. Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten). apapun bahasanya(Guillot. melalui Chia-liu-pa (Kelapa). yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot. demikian ungkap Guillot. masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara". muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa. Jakarta). Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina.1999: 107). Dalam catatan kaki. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. Chia-lie-pa (Kalapa. antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda. Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas).3. antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n . Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan). dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. kapal-kapal menuju arah 97. "Banten dinamakan Sunda". berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi.5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa). dibahas pula oleh para akhli. dibahas pula oleh Heuken.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa.5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon).1996:119). Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken. dan menuju arah 187. Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon). baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong. Pelabuhan Banten dimaksud. serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu). Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten.1996:119).

Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10. 1996). telah sering dilakukan.1996: 111). Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala. Akan tetapi. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi. yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang.1999: 24). sedangkan candi yang terletak di G. angka tahun tersebut. atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. yaitu 932 M (854 S) (Guillot. boleh. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. masih dilanda kegelapan. sekaligus merupakan daya dukung. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot. Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken. Kapalembangan diinaksud. jalan untuk menuju ke Banten Girang. Lukman Nurhakim. Artinya.jadi sama dengan catatan Portugis. antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi. Sangat menarik. Menurut Chau Ju-kua. terutama melalui penelitian arkeologi. untuk memperkuat suatu anggapan. Pembuktian arkeologi ditampilkan. melihat arca-arcanya. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut.1996:111). CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. dan Sonny Wibisono. belum menemui titik terang. Pulasari. Claude Guillot. Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel. angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. Jerman).

pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. Bogor. sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). kala untuk cakakala atau sakakala. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989). perintah.V 1923. bacaan yang benar adalah 854 Saka. bahwa ia seorang pembesar istana. sepadan dengan bujangga.Untuk lebih jelasnya. bernilai angka 4. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. padahal seharusnya 932 Masehi. pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. sesuatu untuk diperingati. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). Ekadjati dalam Carita Parahiyangan. ia menuliskan tahun 942 Masehi. panca = 5. mengenai prasasti Kebonkopi II. bujur sangkar. Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. sabda. halaman 18. pangambat. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah kata majemuk tatpurusa. kata. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda. 6888). no. Candrasangkala: kawiraja. tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. dan pasagi. yang bentuknya tidak beraturan. bernilai angka 8. maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim. terdiri atas 4 baris huruf. bunyi. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. distrik Leuwiliang. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. saat yang pantas diperingati. Batutulis ini kini telah hilang. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. antara lain sebagai berikut: sabdakalanda.

Sriwijaya (Atja & Ekadjati. 1. menampilkan angka tahun 932 Masehi. parwa I sarga 3. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala. la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n . Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya. "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II. Guillot menampilkan angka tahun 932?. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. 2. Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian. Menurut pengakuannya. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. Peristiwa sejarah. diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala. dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. antara lain sebagai berikut: . halaman 13-14. karena itu ia mengajukan dugaan. Timbulnya perbedaan anggapan.1989:186-187). Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. Sehingga kawihaji panca pasagi (854).Bunyi prasasti. Sewaka Darma. dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. dan 3. yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara.. menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung. bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. Satyawati Suleiman.

Akan tetapi. Sang Matsyawarman namanya. Pada prasasti Kebonkopi II. Mahisawarman namanya.tahun. yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . seperti dugaan Bosch. tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman.. tempat lahir Sang Tarusbawa. setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. menghadiri upacara "Barpulihkan". Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda). tentu ada nilai-nilai sakral. Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya. antara lain sebagai berikut: . Dengan demikian. Dipilihnya lokasi Pasir Muara.561 Masehi). Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). Yang ketiga. tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat". tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II. Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. Kemudian. lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman. "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". Yang keempat perempuan. yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 . yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. Sriwijaya". Putera yang kedua. daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan).. antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana. tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. yang menjadi Menteri Tarumanagara.. ikhwal "Sunda" dijelaskan.

Sunda Sembawa (Bekasi). di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. yaitu Dewi Sobakancana. Kerajaan Sriwijaya. kerajaan Sriwijaya. raja Sriwijaya. Kekecewaan Guillot. Pergantian nama kerajaan. parwa 11 sarga 3.. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. raja keduabelas Tarumanagara. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// . dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). karena nama kerajaan tersebut. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda. antara lain sebagai berikut: . menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang.. Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. menantu Sri Maharaja Linggawarman. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. halaman 176..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman.. untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. masih merupakan kerajaan kecil di Palembang. dengan menjalin persahabatan. Sang Tarusbawa. Sedangkan Sriwijaya. disebabkan. Pada tahun 669 Masehi. Sebagai pengganti.. yang menikah dengan Dewi Manasih. terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n .. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda. oleh Sri Maharaja Tarusbawa. Adik Dewi Manasih. menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara. ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana. yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. telah melakukan perjanjian bersama. Sri Maharaja Linggawarman.catatan. mengakhiri kekuasaannya. pada tahun 536 Masehi.

Untuk diketahui secara objektif. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. tidak ia hiraukan. bahkan kesan tersebut harus dicermati. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. tetap setia mengikuti alur waktu. Persoalan yang muncul. tidak berdiri sendiri. Ibukota Pajajaran misalnya. Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. semakin samar untuk ditemukan. dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. merupakan tindakan balas dendam. "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu. bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). III. akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. seperti Banten Girang. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. sebagai pembanding. Kehadiran Salakanagara. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. Banten di masa silam. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. yang diperankan sebagai "musuh Banten". dengan segala perkembangan kehidupannya. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai.Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. menelusuri kurun zaman. 1996:100). Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. Kerajaan Sunda. Salakanagara. yang pernah menaklukan Banten Girang. Tarumanagara.1996:137). mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526.

tempat diperabukannya Raja-raja Sunda.sarga 5. dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur). yang terletak di bukit Badigul (Bogor).dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan. mangka premana raja utama.punta. Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi. Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati. Sang Haliwungan. Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Sumatera Selatan). dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). dengan nama: Ing Puri Bima Sakti. kembali terbagi dua. sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. Selanjutnya. menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja). dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. sebagai tanda keutamaan raja. putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. nu mikadatwan sri bima. dengan nama Kerajaan Galuh. kini sudah menjadi bangunan permanen. dari sejak tahun 1382 Masehi. Sebelumnya. di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi). lawasnya ratu saratus tahun. 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . nu nyaeuran sanghiyang rancamaya. Kemudian Sang Ningrat Kancana. sirna tanpa bekas. Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda. Peninggalan warisan Sang Susuktunggal.yang haluwesi. Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut. berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama). Lokasi bekas keraton tersebut. dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). kawasan bekas Tarumanagara. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana.narayana-madura-suradipati. Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya.

cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. Baru kemudian. mengakhiri kekuasaan ayahnya. Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu. Yang di pertuan di Galuh. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. menggempur Majapahit. Kemudian. meninggalkan ibukota. Prabu Kertabumi. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. untuk kepentingan membuka pesantren. Uniknya. maka dalam tahun 14'75 Masehi. akibat perceraian dengan suaminya. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). Dia yang dipusarakan di Guna Tiga. karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). hingga memerangi kerajaan ayahnya. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memperisteri perempuan terlarang dari luar. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. dengan ibukota di Keling. Dari ibunya. adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). Raden Patah. Akibat salah perilaku. salah seorang isteri Prabu Kertabumi. Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. diterima kemudian dari Sunan Ampel. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. tokoh Sang Ningrat Kancana. sebagal guru dan juga mertuanya. dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. Tiga tahun kemudian. seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. Dalam tahun 1473 Masehi. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). la adalah tohaan di galuh. atas permohonan Ratu Darawati. Sunan Ampel sendiri. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. inya nu surup di guna tiga. lawasnya ratu tujuh tahun. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. diberi nama Raden Praba.. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). Di Palembang. adalah kemenakan Ratu Darwati.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. kena salah twah.

Prabu Dewa Niskala. tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. dilakukan oleh Girindrawardana. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh). Oleh karena itu. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. 2. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. Dalam hal ini. yang sudah bertunangan. keluarga keraton Majapahit. Rombongan pengungsiannya. ia tersamar dalarn cerita rakyat. Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kelak. Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. Dari Wandan Bondri Cemara. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi). Prabu Dewa Niskala. Kemudian.. ibukota Kerajaan Galuh. Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi. Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. Dari pernikahannya. Prabu Dewa Niskala. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. keluarga keraton Kawali. telah menjodohkan puterinya. Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura. memperoleh seorang puteri. Selaln itu. Menurut hukum waktu itu. Puteri Ratna Ayu Kirana. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. dengan Raden Baribin. seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). ada juga yang sampai ke Kawali. kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. Di sana. Oleh karena itu. Dalam pengungsian. Menurut versi lain. wanita itu terpisah dari tunangannya. Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. saudara seayah Prabu Kertabumi. diberi nama Raden Bondan Kejawan. Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. yang mendirikan Mataram Islam. diterima dengan tangan terbuka. Raden Baribin.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). yang menyudahi kekuasan Kertabumi.

Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. adalah: 1. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. bahwa: 1. dan memutuskan. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. prebu ratu purane pun. harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. Untuk menyelamatkan keadaan. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala. konflik kedua pemimpin negara. harus diserahkan kepada Jayadewata. B. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. dari permalsuri. ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum. Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. Begitu pula Prabu Susuktungggal. Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. samasama mengerahkan pasukannya. sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.Prabu Susuktunggal. di wilyah netral. sangat marah. 2. Menantu Prabu Susuktunggal. Selanjutnya. Peristiwa tersebut. incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. Putera sulung Prabu Dewa Niskala. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). karena kekuasaan pemerintahannya. Tentu saja. penguasa Kerajaan Sunda. 2. Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. Peristiwa penobatannya di Pakuan. Prabu Susuktunggal. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . maka raja tersebut digali dari kuburnya. Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. Maksudnya. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. Pembuatan prasasti tersebut. kesatrian (asrama prajurit). memperkuat angkatan perang. Prasasti Batutuhs Kota Bogor. la memperteguh pertahanan ibukota. pada tahun 1533 Masehi. mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. pagelaran (macam-macam formasi tempur).samida. agar sukma raja tersebut. Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. Upacara semacam itu. Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. Jika seorang raja wafat. kemudian kerangkanya diperabukan. hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. Ya dialah (yang membuat semua itu). pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). membuat jalan yang diperkeras dengan batu. nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang terjemahan langsungnya. Sri Baduga Maharaja. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). membuat samida. 1981: 25). Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya.

yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). isinya dapat diketahui. sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. harus diserahkan tiap tahun. yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. Juru Pantun ataupun Penulis Babad. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. Calagara (di Majapahit: walagara). Kapas-timbang atau upeti kapas. Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. Pengukuhan itu. Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi). 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. Gunung Samaya dan Jayagiri. tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. yang berarti pelayanan (service). yang ditemukan di Desa Kabantenan. Wangi artinya harum. Kecamatan Tarumajaya. bagi siapapun yang melanggar keputusannya. Dasa. diambil dari bahasa Sanskerta. yang gugur di Palagan Bubat. adalah pajak tenaga perseorangan. Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda.Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan. Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. adalah pare turiang. Keharuman Sri Baduga Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. Kabupaten Bekasi. Para petani tergabung dalam pasukan pekerja.Silih Wangi. Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan. Silih artinya pengganti. Pare-dongdang atau panggeres reuma. adalah pajak tenaga kolektif. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). serta ancaman hukum mati. calagara. harus diserahkan kepada raja. sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. Kata dasa. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). Oleh karena itulah. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja. Bila petani telah berpindah ladang (huma).

serta pada puncaknya berukir indah. Istana raja. Tetapi yang lebih penting. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo.000 ekor tiap tahun. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter). Dengan jumlah itu. Dalam perkembangan selanjutnya. Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda. Tome Pires memberitakan. pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja). Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis. dapat mencapai 4. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja.l. sebagai kota terbesar ketiga. Omzet perdagangan kuda. Laporan Portugis tahun 1522 Masehi. Pasai. Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). berada di pedalaman. 1999: 41). nama resmi kenegaraan. dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. Tentang Sri Baduga Maharaja. baru berpenduduk 23. Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja. pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda. 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa.000 orang. memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50. Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. penduduk kota Pakuan ada 48. 1996: 59).197 orang). Untuk kepentingan perdagangan Portugis. terdapat 40 ekor gajah. antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil). merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad. disebutkannya.121 jiwa. pelabuhan Pontang (Pomdam). bandar Cheguide. Dalam angkatan perang kerajaan. 1468-1539 Masehi). parwa I sarga 4). kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam). bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju. adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama.masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. Tome Pires (k.271 orang.

seorang ulama mazhab Hanafi. hubungan politis yang terlalu akrab. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. Larasantang. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. C. Setelah kembali ke Kerajaan Galuh. di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). Inilah Sunda. seorang ulama mazhab Safi'i. di Pura Dalem Karawang. Bratalegawa. Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. adalah alumnus pesantren Quro tersebut. yaitu Pangeran Walangsungsang. yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. Cimanuk (Chemano). raja Cirebon Girang. didirikan oleh Syekh Hasanudin. sebagian ditempatkan di Cirebon. Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng). ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. menikah dengan wanita muslim dari Gujarat. Kelak. dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bratalegawa lahir tahun 1350 M. Walaupun berbeda agama. Kemudian dari Gujarat. Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. bukan "Islamnya". Kalapa (Calapa). Akan tetapi. 1999: 37). bersama isterinya.Tangerang (Tamgaram). Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. isteri kedua Sri Baduga Maharaja. Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. antara Cirebon dengan Demak. karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. bernama Farhana binti Muhammad. ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. Ketiga anaknya. menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). cucunya yang bernarna Hadijah. diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. Puteri Subanglarang. yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. dalam tahun 1416 M. dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). Sesungguhnya. dan Raja Sangara. Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken.

di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. utusan Jorge d'Alboquerque. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule). ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. seberang awal pelabuhan. disebut Laksamana Bungker). Akan tetapi.Portugis. Kawasan ini yang disebut Kalapa. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. pada tanggal 21 Agustus 1522 M. jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . Maka. jadi di sebelah kanan muara sungai. Untuk maksud ini. Tuan Kami. Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti. sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. kapten perjalanan ini. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas. Kunjungannya ke Pakuan. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. menentukan dan menunjuk tempat. Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. Kapten Malaka. pada tahun itu. antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). seperti pula syahbandar dari tempat pabean.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menghadiahkan kepada Raja. Maka.yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan. Tuan kami. M. Selain itu banyak orang baik. bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. Leme. menegakkan sebatang padrao dari batu. sebagai duta resmi negara. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme.

juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. 1999: 54). Untuk buktinya. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Franscisco Annes. penulis. membuat dokumen ini. Balthasar Memdes. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. Padahal. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. pedagang Portugis pada waktu itu. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. Sri Baduga Maharaja itu. sangat wajar terjadi. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. yang dicurigai para akhli sejarah. Dibuat pada hari. Raja-raja penerusnya. Dengan demikian. dan Diogo Diaz. yang diwakili oleh pedagang Portugis. Tuan kami. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. masih sebagai pelaut murni. juru mudi dan banyak (orang) lagi. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. Sangat disayangkan. Maka. bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. Berbeda dengan pelaut Belanda. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. Tentang seluruhnya itu. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. penulis dari kapal San Sebastian. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. semuanya tentara. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. pada perjalanan ini. Tuan kami. saya memberi kesaksian. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. selaku perwira Raja. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing. yang selalu berambisi. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya.600 caxas Java. Hubungan internasional bilateral inilah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .10. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. saya.

umum masih beranggapan. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. Terbukti. dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". atau "Yang Moksa Di Rancamaya". merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. Dalam cerita Pantun sekalipun. Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. yang sesungguhnya keturunan Galuh. Sampai saat kini. Akan tetapi. Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi. pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. tetapi dalam menuliskan Babad setempat. mengenai tokoh Prabu Siliwangi. Dalam naskah Sunda kuna lainnya. belum dapat membuktikan secara pasti. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. dapat kembali kepada Asal-nya. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan tujuan utama. Oleh karena itu. dimanakah bekas candi-candinya. tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". kalau tidak Hindu tentunya Budha. Setelah Indonesia merdeka. kalau ditanyakan. keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. Penyempurnaan sukma tersebut. yang artinya dipusarakan. pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. Cukup banyak Babad yang ditulis. secara arkeologis.toleransinya terhadap agama Islam. Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. digunakan kata lumah (pusara). disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). Sumedang. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . Cirebon. Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. dan Talaga. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. Dzat Asal dalam religi Sunda. adalah tokoh Sunan Ambu. di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. Mwakta atau Moksa. Para Pohaci dan Para Bujangga. sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda.

Adakah masuk di akal. bukan dengan Dewa). Kedatangan Islam. sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. Provokasi cerita fiksi Kian Santang. artinya Sempurna. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam. Niskala. karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). tidak ingin manjing surga (masuk Surga). hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . artinya Gaib. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. sesungguhnya tidak jadi masalah. Kian Santang yang konon katanya. Disunat kepada akhlinya. sudah demikian lama. D. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. Sebutan lain untuk Hiyang. Kisah tersebut.Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. bersih suci bila dibasuh. Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi. Disunat ka tukangnya.. dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib. karena ia adiknya Larasantang. dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). setega itukah. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. bahwa tokoh Kian Santang itu. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran. merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. Ada pula yang menafsirkan. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. jati Sunda teka. Seda. jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali. Selain itu. bagi orang Sunda. dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. cita-cita urang Sunda yang saleh. terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. Hiyang Seda Niskala. Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. kisah tentang Kerajaan Pajajaran.

konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. ia disebut Raja Samiam. Lima betas kali perang tak pernah kalah. teguh dan pemberani. Perang ke Ancol Kiji. Perang ke Padang. terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. Perang ke Tanjung. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. Rata gagah perkasa. Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja.Portugis. adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . Untuk mencari kebenaran. Perang ke Wahanten Girang. Prabu Sanghiyang Surawisesa. yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. Perang ke Hanum. hingga menimbulkan perang selama 15 kali. menimbulkan persoalan baru. Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu). Perang ke Pagoakan. pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). Perang ke Muntur. Dalam catatan Portugis. Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. Perang ke Simpang. Perang ke Gunung Banjar. perlu penelusuran ilmiah. Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17. berdasarkan ilmu sejarah.alias Fatahillah. yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). Perang ke Gunung Batu.

Tidak sampai setahun. lamanya jadi raja 8 tahun.iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . Perang ke Medang Kahiyangan. Prabu Ratu Dewata. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. Perang di Buruan Ageung (Alan-alun).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak diketahui identitasnya. pandita di Sumedang. tidak mati. jangan hidup pura-pura berpuasa. kembali ke Pakuan lagi. Terkenal namanya Hiyang Kalingan. Disunat oleh akhlinya. Sang pandita di Ciranjang. Sang Pandita di Jayagiri. tertimpa tapak kikir. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. hati-hatilah yang hidup di kemudian hari.Perang ke Pager Wesi. menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. hanya meminum susu. dibunuh tanpa dosa. Setelah itu. supaya bersih suci dari kotoran.sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. ditenggelamkan ke laut. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang. ditenggelamkan ke laut. Puasa. itulah tradisi orang Sunda. Datang bencana serangan musuh kasar. Disunat. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem.sang kawuri / hayzaa to . Begitulah keadaan jaman susah. kesembilan tahunnya meninggal dunia. Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. masih hidup. Ada pendeta sakti dianiaya. Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n . meninggal dunia. Oleh sebab itu.

zaman perunggu. seterusnya diganti dengan zaman kali. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. tindakan ratu seperti itu. Mempunyai anak. zaman besi. merampas tanpa perasaan. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . menghina pendita. Dalam zaman Dopra. Sering membunuh orang tanpa dosa. tidak hormat pada yang tua. Lamanya jadi ratu 8 tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Nilakendra. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. Jangan diikuti oleh generasi belakangan. tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. menghiasi Kedaton. Begitulah riwayat Sang Ratu. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. Yang membangun bale bobot 17 jajar. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita.

bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. antara lain: 1. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. perang dengan Galuh. menurunkari pertapa. Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). cucu tiri. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. Perang berlayar ke Salajo. Perang dengan Gegelang. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. Perang dengan Kalapa.perdaya. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. timbul kerusakan dari Islam. 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. kalah Rajagaluh. Iamanya jadi rata 16 tahun. Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Perang dengan Pakuan. Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. Ratu Sakti (1543-1551 Masehi). Lamanya jadi ratu 12 tahun. perang dengan Mandiri. Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). 2. semua kalah oleh orang Islam. 5. Perang dengan Rajagaluh. Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. Manusia yang berhuma rakus makannya. perang dengan Datar. dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. perang dengan Patege. Dunia halus masuk ke yang kasar. perang dengan Jawakapala. Pertama datangnya perubahan. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. kalah Jawakapala. 4. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. 3. tidak mengikuti adat kebiasaan. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). kalah Kalapa.

mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja. 2. Status Pangeran Walangsungsang. Dalam Carita Parahiyangan. terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. 2. Status ini sangat memungkinkan. Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang. Sanghiyang Surawisesa. yang disusun oleh Atja dan Edi S. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. untuk membahas Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). Oleh karena itu. 1. jika Pangeran Walangsungsang. bahwa dari Subanglarang. pemeluk Islam madzhab Hanafi. dari pendahulunya.IV. dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). berputera beberapa orang. Dewi Surawati. Surasowan. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. Dari isterinya yang pertama. Syekh Hasanudm. Dua di antaranya. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. bernama Rajasangara. dan 3. Sedangkan dari isterinya yang ketiga. Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. Adapun riwayat Syekh Hasanudin. Cirebon. 1989:165). berperan sebagai anak sulung. adalah murid Syekh Hasanudin. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). ialah. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. Ekadjati (1989). adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . di antaranya: 1.

Syekh Hasanudin. dikenal sebagai Syekh Bantong. adik iparnya. dengan prajurit laut sebanyak 27. la bermaksud. armada laut Cina. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. padahal untuk Sri Baduga Maharaja. Dari perkawinannya. Syekh Hasanudin. Di antara sekian banyak awak kapal. Namun bagi tokoh Wastu Kancana. Tan Go Wat. dan lebih kikir lagi dengan pujian. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. pada tahun 1416 Masehi. disertai pula oleh puteranya. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. di pesisir Pura Dalem Karawang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. Setelah lama tinggal di Pura Dalem.800 orang. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. ketika turun di Pura Dalem Karawang. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo. la didampingi oleh jurututulisnya. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. Oleh karena sesama muslim. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang.Pada tahun 1416 Masehi. puterinya Ki Gedeng Karawang. untuk menjalin persahabatan. sebanyak 63 buah kapal layar. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda. Armada laut Cina tersebut. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). Tan Go Wat. memperoleh anak. Peristiwa penting ini. Sebab. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. Ma Huan. mengadakan pelayaran keliling. Selama 59 tahun. di Pulau Jawa. Ki Gedeng Karawang. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. yang juga beragama Islam. Bagi Sang Mahapraburesi. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. Laksamana Cheng Ho. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. memohon diri untuk turun. Kelak. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. terdapat beberapa orang penumpang. di Jawa Timur. Islam bukan hal yang baru dan acing. kakeknya Sri Baduga Maharaja. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan. menyebarkan ajaran agama Islam. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. Tujuan pelayaran mereka. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman.

untuk pergi mengembara. Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). Subanglarang. Perlu dicatat. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. oleh para penulis babad. dibina langsung oleh kakeknya. Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). bagi Sri Baduga Maharaja. Tentu saja. Kenyataan seperti itu. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. Sebagai catatan. Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. tidak menjadi masalah. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. walaupun dengan berat hati. akibat konflik agama dengan ayahnya. Ki Gedeng Tapa. adalah Guru Agama. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. Sementara itu. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam.1984: 42). diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. Ketika Subanglarang wafat. madzhab Hanafi. adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. mendorong Pangeran Walangsungsang. merasa sangat kehilangan. Afganistan. diteladani dari kakeknya. pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. memohon izin kepada ayahnya. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. hanya ibunya. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. mengikuti agama yang dipeluk ibunya. la dengan kedua adiknya. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. Pangeran Walangsungsang. bahwa Pangeran Walangsungsang itu. Peristiwa-peristiwa itulah. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. la.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selain sebagai ibunda tercinta. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . seorang bangsa Ajam. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah.sanggup memujinya.

gajah. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. Kemudian. Ki Gedeng Tapa. ular. dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. di kampung Ghuzah. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. Dalam pemerintahan sehari-hari. setelah Pondok Quro Karawang. Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. Di bagian selatannya. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan. adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. Pangeran Walangsungsang. yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. Syekh Nurjati. Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i.Amir Abdullah Khanudin. harimau. keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. Cirebon namanya. antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. Oleh Ki Gedeng Tapa. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. dari Syekh Datuk Kahfi. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masih hutan belantara tempat binatang buas. kura-kura dan berbagai jenis lainnya. Syekh Datuk Kahfi. mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. Pondok Quro Amparan Jati. dari kakeknya. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. Seperti babi hutan. Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. Dalam pengembaraannya. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). Ki Gedeng Tapa. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). Nyai Larasantang. Sebagai catatan. Di tepi pantai.

ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. adalah mertua Pangeran Walangsungsang. untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. Nyai Arumsari (isterinya). berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka.laut (camar). Sebab. dibangunlah pemukiman baru. Ki Sarmawi (pembantunya). Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian. yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. Di sungai. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). banyak kuda liar. yaitu Nyai Indang Geulis. sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. pindah dari tempat tinggal asalnya. / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . seorang ulama agama Budha. Sedangkan di Gunung Ciremai. Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). Nama itu diperoleh dari gurunya. disebut Kebon Pasisir. di Kebon Pasisir. Ki Danusela. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. dipercaya menjadi Wakil Kuwu. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. Setelah melihat ada pemukiman baru. Syekh Datuk Kahfi. Pangeran Walangsungsang. bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. bersedia masuk Islam. lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. penduduk Cirebon Pasisir. Pada awalnya. Mereka. rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan. Sedangkan Ki Danuwarsih. membuka hutan Kebon Pasisir. Cirebon Girang. atau Tegal Alang-Alang. dan adiknya (Nyai Larasantang). telah bermukim 5 orang penduduk. puteri Ki Danuwarsih. adalah adiknya Ki Danuwarsih. banyak ikan dan rebon (udang kecil). Diberi nama demikian. Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. Semula. serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. Atas kesepakatan bersama. Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. yang disebut Cirebon Girang. Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. atau Lemah Wungkuk.

Berbagai bangsa ada di sana. dan Cina 6 orang. ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. Sumatera 16 orang. keakhliannya. para petani. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). namanya. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). Parsi 2 orang. semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. bahasa dan tulisannya. Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang. tingkah lakunya. Macam-macam anutannya. Arab 11 orang. Pedagang. India 2 orang. petis dan garam. berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. mendapat gelar Ki Cakrabumi. Syam 3 orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masing-masing berbeda. Hujung Mendini 4 orang. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). adalah 346 orang. sebelum tidur. Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. Jawa 106 orang. Mereka menumbuk rebon dan ikan. Rinciannya: Sunda 196 orang. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n .

la. Hal itu. karena sedang hamil. untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. adalah keturunan Bani Hasyim. Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. Ki Samadullah. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. yang terletak di tepi laut. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". grahan=rumah). Sehingga. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. Akhirnya. Cirebon. Syarif Abdullah. tiba di pelabuhan Jedah. dengan panggilan akrab Ki Samadullah. "Anakku. Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. Bersama santri-santrinya.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. Ki Samadullah dan adiknya. Sang guru mengingatkan. diberi nama Jalagrahan. agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan rebon berarti udang kecil. ci berarti sungai. pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. kata "Cirebon" sendiri. berlayar menuju Tanah Arab. Padahal. ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. (Jala=air. Di tengah perjalanan. Nyai Indang Geulis. pustaka yang disusunnya. Cirebon. mendirikan Tajug (Masjid). tidak bisa ikut. Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. degan maksud yang sama. Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. naik ke kapal layar. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang. mengingat penduduk Cirebon pertama. sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. Di dukuh Cirebon Pasisir.

Di rumah Ki Bayanullah itulah. diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im. kepada Nyai Larasantang. Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. Dan adiknya menetap di sana. samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas). Tiga bulan kemudian. 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. Ternyata. Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dari Bani Mameluk. adiknya Syekh Datuk Kahfi. Kembali kepada Syarif Abdullah. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. Syarif Abdullah telah jatuh cinta. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah.menjadi Walikota Mesir. / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . Di tanah suci Mekah. di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi.

sama dengan nama puterinya. Maka jadilah Cirebon. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran. la membangun Keraton. adalah sebutan lain untuk udang kecil. tiba di Cirebon. kakeknya. Nyai Pakungwati namanya. Kemudian. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/. kemudian diberi nama Pakungwati. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. Sesudahnya. dijadikan sebuah kota besar. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang. diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . wafat. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. Kata pakung.. selain sebagai penguasa Singapura. Tidak lama kemudian. Ki Gedeng Tapa. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. mempunyai anak perempuan. Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir.. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. Dan perkawinannya. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah. 94 | S e j a r a h K e r a j a a n .. semua kekayaan dari kakeknya itu. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan.

oleh ayahnya. Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi.Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. Pangeran Walangsungsang. Kemudian. atau Pangeran Cakrabuana. disertai pasukan pengawalnya. atau Ki Cakrabumi. Sri Baduga Maharaja. Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. atau Ki Samadullah. dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib. Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan). ia mengutus Tumenggung Jagabaya. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. untuk menobatkan puteranya. sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya. Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik. B. Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. 95 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Muhammad anak Ubaidillah. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. Riwayat selanjutnya. mempunyai anak beberapa orang. Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. Sebab. anak Alwi Amir Pagih. Salah seorang di antaranya. Mempunyai anak beberapa orang. mempunyai anak beberapa orang. Dari sejak itulah. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. Salah seorang di antaranya wanita. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik. Sayid Abdul Malik dengan puteri India. Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. kepada puteri pejabat daerah negeri India. Dari perkawinannya. diperisteri oleh Sayid Hassan. la meninggal dunia di Jawa Timur. mempunyai anak beberapa orang. Sayid Alwi anak Muhammad. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. Kedua-duanya. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). Muhammad anak Ali AI Ghayam. Alwi Amir Pagih anak Muhammad. Salah seorang di antaranya. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari perkawinannya. Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. yaitu Sarah. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. Oleh karena itu. asalnya merupakan satu keluarga. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. Sayid Abdurrakhman orang kaya. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. Adapun Abdul Malik. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri.Kemudian. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. mempunyai anak beberapa orang. Sayid Abdul Malik.

dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. mengajar penduduk di sana. mempunyai isteri seorang puteri Mesir. tidak mempunyai anak. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran). memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. yang seterusnya menetap di sana. sebagai guru agama Islam. masing masing ialah: 1. Mempunyai anak beberapa orang. Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Hal itu tetjadi. Syarif Abdullah Al Masir. 2. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. 4. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. Syarif Abdurakhman. 3. Syarif Abdurakhim. mempunyai anak beberapa orang. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. pergi ke Jawa dwipa. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). menjadi anak angkat uwanya. menetap di negeri Mesir. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. Syarifah Halimah. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). Ketika menetap di negeri Bagdad. hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). mempunyai anak beberapa orang. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). mempunyai anak beberapa orang. Syarifah Bagdad. mempunyai anak 4 orang. 3. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. tiga di antaranya: 1. Ali Nurul Alim. empat di antaranya: 1.Abdullah Khannudin. dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. Ali Nurul Alim. Barkat Zainal Alim. 2. Riwayat yang menjadi penyebab. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. Syarif Hafiddin Abbas. Riwayat selanjutnya. Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. Syarif Abubakar. Dari India. 4. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Syarif Sulaiman Al Bagdad. menjadi Walikota di negeri Mesir. 3. 2. menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad.

Bharatanagari (India).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Panjunan dan beberapa desa lainnya. kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. Campa. menikah dengan Hadijah. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini.pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. Kamboja. cucunya Haji Purwa Galuh. Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. Junti. Pasambangan. dari setiap turunan Rasul Muhammad. pada naskah yang sama ditegaskan pala. Juru Labuan Muara Jati Cirebon. Japura. diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa. semua itu para Kamastu atau disebut Wali. oleh Ki Gedeng Tapa. Syekh Datuk Kahfi. Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. ia menjadi duta negeri Parsi.

Selanjutnya. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan. dua orang di antaranya. dan 3. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. 2. Dua orang di antaranya. Tiga orang di antaranya yaitu. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. mempunyai anak beberapa orang. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. menetap di Kamboja. antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. kedua. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman). Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. mempunyai anak beberapa orang. pertama. 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang menetap di negeri Malaka. Syekh Datuk Ahmad.Maka jelaslah sudah. Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Syekh Datuk Soleh. dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. di antaranya: 1. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. yaitu: 1. dan yang ketiga Syekh Bayan. Sunan dan Guru Agama Islam. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. Syekh Khadir Kaelani. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. yaitu: 2. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). adalah sebagai berikut: 1. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. kemudian menetap di Panguragan Cirebon. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). yang pertama perempuan. yang mempunyai anak beberapa orang. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. 2. Selanjutnya. dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. Dua orang di antaranya. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim).

untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. Arya Dillah atau Arya Damar. yaitu Dewi Candrawulan. Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). Ratu Darawati. Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. Dalam perjalanannya. Di Keraton Majapahit. Sumatera. Ali Rakhmatullah berangkat kembali. 3. Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. yaitu Siu Ban Ci. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. menuju ke Jawa Timur. Adik Dewi Candrawulan. la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu Dewi Darawati. memeluk agama Rasul Muhammad. Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). Atas usulan Ratu Darawati. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan singgah di negeri Banten. dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. Di Palembang. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. Dalam jangka 3 tahun. Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. semua penduduk Ampel Denta. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. singgah di Palembang. Karena pada waktu itu. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). Dua di antaranya yaitu. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat. dikaruniai beberapa orang anak. 1.Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. oleh Prabu Kertabumi. Setelah enam bulan di Palembang. Ali AI Mustada. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. Setelah menetap beberapa lama. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). Kemudian. Ali Rakhmatullah. Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat.

3.Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. masing masing: 1. Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. 2. puteri Ki Wiryosarojo. Panembahan Mekaos Hanggakusuma. 2. Dewi Sofiyah. Dari isterinya yang lain. Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. dan 4. Selain dengan puteri Sunan Ampel. dan mempunyai anak laki-laki. Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). Panembahan Karimun. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). Penambahan Joko. Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. Mereka dikaruniai tiga orang anak. puterinya Maulana Ishak. 3. memperisteri puteri Sunan Undung. Dari perkawinannya. 6. Panembahan Palembang. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. Puteri. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu Raden Amir Hassan. Nyai Ageng Pembayun. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. Ratu Prodo Binabar. 2. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di antaranya. yaitu Siti Khorimah. yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). Ratu Pakoja. dikaruniai anak laki-laki. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. antara lain: 1. yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. 4. yaitu Dewi Sujinah. Dewi Rukayah. empat orang di antaranya: 1. yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu. Selanjutnya. dan 8. 3. 5. yaitu Dewi Rukhil. Panembahan Kodi. 7. Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. dikaruniai anak beberapa orang.

Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang). dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa. di antaranya masing-masing ialah. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya.1. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat. Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah. Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi). 2. Siti Mursimah. adalah puteranya Maulana Ishak. mempunyai anak laki-laki.//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. puterinya Ki Ageng Bungkul.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah. parwa I sarga 4. dari isterinya yang berasal dari Blambangan.. parwa II sarga 4. Syarif Hidayat namanya. berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri.. Siti Murtasiyah. antara lain sebagai berikut: . mempunyai anak dua orang. ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . . Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya. Raden Paku alias Sunan Giri.

Tinggal di sana lamanya tiga bulan. bersama 98 anak buahnya. Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya. ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. Dalam perjalanannya. Kemudian.//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam. Selesai dua tahun. Pada waktu itulah. Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil. Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. yang semuanya berjumlah 98 orang. Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. lamanya dua tahun. antara lain sebagai berikut: . singgah di Gujarat. mereka berlayar bersama-sama. tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n .. dari Syekh Athallahi Sajjilli. Ketika singgah di Gujarat. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. baru berusia dua puluh tahun. Oleh karena itu pergi dari Mekah. menuju Pulau Jawa . ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir.ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda. parwa parwa I sarga 4. yaitu Sayid Al Kamil.

berjodoh dengan puteri Adipati Banten. Sumatera. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. Kunjungannya ke Cirebon. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. bersama Dipati Keling dan anak-buahnya. Syarif Hidayat singgah di Banten. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. untuk menemui uwanya (kakak ibunya). Sesungguhnya. Syarif Hidayat alias Sayid Kamil. Selanjutnya. Nyai Kawung Anten. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. (singgah) di negeri Pasai. Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Selanjutnya. berlayar menuju Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. menemui uwanya. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. mengajarkan agama Islam di sana. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir).

Adapun Syarif Hidayat.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n . kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya. Syarif Hidayat. Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya. Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati). dapat bertemu dengan uwanya. Sang Tumenggung mewariskan tahtanya.. Akhirnya.. mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. Setelah beberapa lama kemudian. Alangkah sukacitanya Sri Mangana. Demi untuk kepentingan penyebaran Islam.. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung. Syarif Hidayat. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya. sangat gembira. . ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu. Begitu pula Syarif Hidayat. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Nyai Mas Pakungwati. yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama. Dipati Keling serta 98 anak buahnya.Iman. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil. menetap di Pakungwati Cirebon. yaitu Sayid Al Kamil. Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati.. Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa .. di Kerajaan Sunda. kepada suwan yang sekaligus menantunya..

Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati. Pejabat penguasa daerah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menyerukan pujian atas penobatannya. yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak. untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n . . sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran). ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon. yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur. Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya.... pesta meriah. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon. dengan gelar Susuhunan Jati. Pada waktu itu.. Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita. mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati. dan semua memberikan dukungan.. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak.. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira.Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana.// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon.

1983: 35). dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih.menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). adalah cucunya sendiri dari Larasantang. "Betapa tidak terpujinya. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon. antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Hidayat. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. 2. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. Penobatan awal Syarif Hidayat. atas usul orang tuanya. terkesan Surasowan di sana. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. sebutan Sorasowan. Sang Kakek memerangi cucunya. akhirnya masuk agama Islam. V. puteranya sendiri. Syarif Hidayat." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. bahwa: 1. dalam buku Pakern Banten. Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. atas kehendak Pangeran Cakrabuana. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. dan 3. Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. atas pernikahannya dengan Pakungwati. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. adalah menantu Walangsungsang. lama tidak kembali ke Pakuan. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi. Hal yang hampir sama. Akan tetapi. adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A.

bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan. Pakungwati sebagai nama orang. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan. semua itu menarik untuk dikaji. Kemudian digunakan sebagai nama keraton. Pada akhirnya berubah sebutan lagi. menjadi Keraton Pakungwati. atau Surosowan? Hal tersebut. Pada mulanya. Pakungwati adalah nama orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1935: 60-61). Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687). Surasowan. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin. tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. Selanjumya berkembang. Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan). Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. menjadi Kesultanan Cirebon. Surasowan dan Surosowan. bagi kata yang ada di depannya. 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . pendiri kerajaan Islam di Cirebon. yang dibangun di Dukuh Cirebon.1984:44). Pakungwati sebagai nama kesultanan. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. sudah tentu harus dicari pembandingnya. Soan atau Sadji artinja Radja. nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan. antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten. Saleh Danasasmita (1984). puterinya Pangeran Cakrabuana. Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon. Pakungwati sebagai nama keraton. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita.Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. Soera artinja berani. menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. Berdasarkan gejala itu.

menjadi bupati Banten Pasisir. berputera beberapa orang. teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. (Atja & Ekadjati. Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34. juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebagai putera Sri Baduga Maharaja. Islam sudah mulai bersemi.1989:144 dan 153). Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. Sang Surasowan. Nyai Kawunganten. dan 2.Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. dua orang di antaranya: 1. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera. antara lain ialah. Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). dan mampu mendirikan keraton yang memadai. Atja & Edi S. Prabu Surawisesa. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. 2. 1. Sang Arya Surajaya. Dari kutipan tersebut di atas. pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut.

kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. singgah sebentar di Negeri Banten. Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam waktu yang relatif singkat. Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah. Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam. Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk. tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah. Atas seijin Sang Surasowan. di kemudian hari. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. di Pulau Jawa singgah di negeri Banten. banyak mendapat simpati dari penduduk.g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . Kelak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah. Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja).

sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. untuk meng-Islam-kan daerah ini. lalu terus ke selatan. 1983: 33). seorang perempuan (yang tua). tiba di Banten Girang. la mempunyai dua orang anak. Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. yaitu Pakungwati. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. untuk meng-Islamkan daerah ini. Tentang "seorang yang keramat. dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. Secara tersamar. kemudian dijelaskan. Hanya saja. bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. sangat terbatas. Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. puterinya Sang Surasowan. masih saudaranya juga. yaitu Pakungwati. penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . Akan tetapi. nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. Untuk mempererat kekerabatan. pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. bahwa "seorang yang keramat" itu. pada tahun 1478 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Oleh Syarif Hidayat. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. cucu Sri Baduga Maharaja. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". Oleh Sang Surasowan. dari Mandarsah ia datang di Jawa. dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. para penulis Babad. dari pada substansi historisnya. Dalam waktu yang relatif singkat. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. diberi nama Hasanuddin. tentang "orang tua" Hasanuddin. Apalagi setelah diketahui. ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. Sesunguhnya.

Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. para penulis Parimbon Banten. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. koerang lebih hidjrah Nabi 887. dalam proses meng-Islam-kan Banten. disaat Kg. Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon. antara lain: Pada abad 15. maka Kg. pada kalimat selanjutnya. cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. yang hampir malah sudah musnah. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. Kg. dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan.l. Hanya saja. Sedangkan. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengemukakan hal yang sama. sangat gelap (peteng). di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah. Berdasarkan kutipan tersebut di atas. menggunakan sumber "Parimbon Banten. Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten.Maka terseboetlah pada masa dahoeloe. 1472. Berdasarkan kaol Cibeber. terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. soepaja datang ke negeri Banten. karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas. Kg. tahoen Belanda k. kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. 112 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pakem Banten. Banten dan Demak. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten. Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun.1953: 24).

tidak mendasar. Mereka bertugas. (2000). orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. Maulana Hasanuddin. melakukan "Tapa di Mandala". sulitlah bagi kita untuk menentukan. Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun. Akan tetapi. Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten. Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. yang dewasa ini disebut Sasaka Domas.1984: 41). Hafidz Rafiuddin. 113 | S e j a r a h K e r a j a a n . pernyataan selanjutnya. "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". sudah tidak diragukan lagi.Ag. Amanat Dari Galunggung. adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Carita Parahiyangan. Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. mengemukakan hal yang hampir sama. Dengan adanya hal-hal semacam itu. S. Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme". kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. 2000: i & 9). patut dicermati. pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. Tuduhan Animisme.

di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. menjadi ratu wilayah Wahanten Girang. dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. ditemukan dekat bangunan berundak. anak. Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya. sebagai penganut agama Rasul Muhammad. Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh.1989 :144). Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil. 114 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dia kemudian memeluk agama Islam. menantu. sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. 1984: 219). masih dipuja dan dikeramatkan. dengan ikhlas "beralih agama". dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture. Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima. menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua. Arca Domas memiliki 13 undakan batu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. Dari kutipan tersebut di atas. "takluk" atau "ditaklukkan". yang seluruhnya setinggi 6 meter. (2) Tumenggung Jayamanggala. Anak menantu dan hamba sahayanya. Atja dan Edi S. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan".. Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat.1993: 27). dalam Carita Parahiyangan sarga 3. Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. Bangunan berundak di Kosala. dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana. menjadi pemeluk agama Islam. Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan. "dipaksa". dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana.Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan. serta hamba sahayanya. Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. Dialah putera Sri Baduga Maharaja. Menurut kepercayaan orang Baduy. dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al.

tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. terdapat dua negeri Wahanten. ayahanda Nyai Kawung Anten.pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. Sang Adipati Surasowan. sebutan wahanten menjadi banten. bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan). sebutan "wantan" dalam lafal Cina. Akan tetapi. para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. Ketika Sang Surasowan wafat. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. berkelok melalui wilayah Banten Girang. memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. maksudnya itu-itu juga. penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. menyebut "Wahanten" dengan "Bantam". Jika terdapat perubahan lafal. dalam usia terhitung masih muda. membelah kota Serang. Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. dan bermuara di Banten Pasisir. baik oleh orang Cina. Sang Adipati Surangggana. dalam kajian ilmiah. sudah tidak tepat lagi. tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. dari hulu Gunung Karang Pandeglang. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. Portugis pun melakukan hal yang sama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dapat dimaklumi. tahtanya diwariskan kepada puteranya. Oleh karena itu. Mecermati fakta seperti itu. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan. karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". Hendaknya digarisbawahi. Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). Secara lingual. apapun bahasanya (Guillot. Boleh jadi. Bahwa. Gambaran semakin jelas. tapi nyata). dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. 115 | S e j a r a h K e r a j a a n . mertua Syekh Syarif Hidayat. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. Sebab. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan.1996:119). maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. Ekadjati. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. sudah merupakan petunjuk tersendiri. hanya pelafalan yang berbeda. Dari bahasan Atja & Edi S. Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. Sang Arya Surajaya. kedua-duanya sejaman. setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon).

Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. Pangeran Sabakingkin. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan pasukan yang tersisa melarikan diri. menjadi penerus ayahnya. Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. puteri sulung Raden Patah. dan persenjataannya pun tidak lengkap. Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. serta memperoleh putera laki-laki. Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan). telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). Sabakingkin atau Hasanuddin. Oleh karena itu. Putera kedua.Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. Itulah sebabnya. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. menjadi tidak harmonis lagi. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. Sehingga. menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. Dari perkawinannya. yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. telah mengalahkan kharisma uwanya. Untuk jaringan politik. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir. pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. lahir pertama Ratu Winahon. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. Adipati Arya Surajaya. dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. Mereka dapat ditaklukkan. kekuatannya tidak seberapa. B. Pangeran Arya (Pangeran Japara). Pada waktu itu. diberi nama Yusuf. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). di Kesultanan Pakungwati Cirebon.

Sultan Demak (Raden Patah). Kekhawatiran Sultan Demak. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. Adhipati Suranggana. Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). Raja Daerah Pagawok. Kyai Wudhubasuraga. akan tiba armada tempur Portugis. Raja Daerah Gunung Batur. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak. Karena sudah tersiar berita. Raja Daerah Gunung Banjar. Ratu Ancol. bahwa tidak lama lagi. Aryya Pulunggana. Sang Aryya Wuludada. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa.Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. 14. Raja Daerah Muntur. Pada saat itu. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. Raja Daerah Gunung Ageng. adalah: 1. Tumenggung Linggageni. Aryya Senapati Bhimajaya. Oleh karena itu. Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. Karena Pakungwati. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. 3. 8. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. Sang Aryya Suraprasa. 9. 16. 10. 11. Raja Daerah Simpang. Raja Daerah Medang Kahiyangan. 12. Raja Daerah Rumbut. Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. 7. akan menyerang Pakungwati Cirebon. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. Pradharmaya. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. Jelas. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. Sang Aryya Wirasakti. 13. 15. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon). 5. Sang Prabhu Walahar. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. Sang Adhipati Patala. memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. 2. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. 4. Raja Daerah Hanum. Ratu Hyang Banaspati. 6. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Wahanten Girang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Raja Daerah Pager Wesi. tersumbat.

sebagai "gerakan pendahuluan".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. bandar. sambil menjajakan bermacam-macam barang. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. sedang dalam pelayaran. la gugur pada usia muda. perdukuhan. pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. Beberapa bulan kemudian. Singgah di Pakungwati Cirebon. Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . janda Pangeran Sabrang Lor. Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. Ratu Ayu. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam. kembah ke Demak. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). kembali ke Demak. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. desa. barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya.Oleh sebab itulah. ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. Kemudian mengadakan gerilya. Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. terdiri dari 1. adalah putera mahkota Demak. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. aneka macam perhiasan dan yang lainnya. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). Sebagaimana yang telah dikemukakan. Susuhunan Jati.967 tentara. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. Kekuatan pasukan gabungan. Pangeran Sabrang Lor. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. menyusup berkehling kota. dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. barulah Panglima Fadhillah Khan. Tak lama kemudian. Setelah itu. Sultan Demak memerintahkan adik iparnya.

Sang Adipati Arya Surajaya. "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. Adipati Arya Surajaya sangat cemas.Adipati Sang Arya Surajaya. Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan". pusat pemerintahan Banten. setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. Di balik peristiwa itu.1988: 8). bergegas menuju Pakuan (Bogor). Kemudian. atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. Adipati Wahanten Pasisir inilah. Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. Sangat masuk akal. "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin. sebelum dapat dibuktikan kebenarannya. Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir). serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. Kemungkinan. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. menyelamatkan diri. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun". Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. tibalah serangan mendadak. Sesuai rencana. secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). dalam usia 48 tahun. untuk menumpas huru-hara tersebut.Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. sempat dibinasakan. Sebab.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. menerobos hutan lebat. telah lebih dahulu masuk agama Islam. Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . sesungguhnya. Akhirnya. Karena hal ini. Serangan dahsyat. Secara diarn-diam. Akan tetapi. dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir. Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. lebih siap untuk bertempur. dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary. pasukan gabungan Pakungwati-Demak. bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi.1993: 68). penguasa Wahanten Girang.

oleh pernyataan. dari seorang tokoh.1983: 34). Kemungkinan besar. seorang dari Pakuwan. Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. mengemukakan usulnya kepada panembahan. rupanya telah terjadi manipulasi. sulit dibenarkan. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. yang bergelar Ki Bagus Molana. bahwa setelah selesainya ekspedisi. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya. setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya.dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya . yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin. dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi. 120 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahkan tidak dilemahkan.yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta.Suranggana alias Ki Bagus Molana. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. kemudian berkembang menjadi dua orang. "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”. dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam". Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana. Secara kekerabatan. Sayangnya. di komplek makam Tempat Suci itu. anak Hasanuddin. antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. yaitu Hasanudin. Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis. Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. makaYusuplah lagi . maka Molana Yusuplah. Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup. Berdasarkan kutipan tersebut. Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. antara lain: Apabila Ki Jongjo. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan.

Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. seharusnya. dan memperoleh gelar Panembahan. Pengertian panembahan. demi kebesaran Panembahan Hasanuddin.1983:149-150). Atas inisiatif Ki Bagus Molana. Dengan demikian. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. Oleh karena itu. perlu kiranya diteliti lebih lanjut. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. yang terlebih dahulu masuk Islam. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik. berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. Setidaknya. seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. Kembali ke Wahanten Girang. Pertanyaannya. Gelar itu. kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". gelar "Agus" itu. lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Seandainya. yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sependek nama Jong dan Jo. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. Konon menurut dongeng. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. Setelah makamnya dikeramatkan. dengan sebutan Sultan. Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. putera Sri Baduga Maharaja. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. Kropak 408 Sewaka Darma. merangkap jadi penguasa. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin.

akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. Setahun kemudian. menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). Jati Cirebon. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Anggota pasukan yang tersisa. terdesak dan menderita kekalahan. Kemudian. Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan. Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. kakaknya Sang Arya Surakreta. Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . beralur darah trah Rasul Muhammad. tewas binasa. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. Armada Portugis dipukul mundur. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. yaitu Nyai Arya Baroh. diberi nama Keraton Surasowan. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. sehingga banyak tentaranya yang tewas. Panglima Fadhillah Khan. Beberapa bulan kemudian. Permaisuri. dan para pengiringnya. melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. Sebagai catatan. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. saudagar kaya dari Perlak. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). Selanjutnya. sebanyak 1. pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak. oleh Susuhunan. hanya 6 tahun lamanya. bahwa wilayah Sunda Kalapa. Nyai Arya Baroh. Mereka tidak mengetahui. ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. setelah memeluk agama Islam. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. Untuk memperkuat posisi pemerintahannya.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten).452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. tiba di perairan Sunda Kalapa. yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687). Sebagian besar penduduknya. Sisa yang masih hidup. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. Sang Arya Surakreta. terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. menyelamatkan diri. di Pelabuhan Sunda Kalapa. Ia puteri Adipati Kranda. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. Dalam pertempuran itu. keraton ia dirikan.

la. diserahi tugas melindungi pondok pesantren. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. Prabu Ningratwangi. di dekat Bukit Gundul. permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. Berdasarkan riwayat hak waris. dilengkapi senjata meriam. seperti kebiasaan di masa silam. adalah putera Prabu Ningratwangi. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. Serangan. sambil memuntahkan logam panas". Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. pada tahun 1501 Masehi. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. terdesak. Kalau tidak. untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. memohon bala bantuan. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. Oleh karena itu. memanfaatkan situasi seperti itu. yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. cucu Prabu Dewa Niskala. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Susuhunan Jati Cirebon. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba. Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. jumlahnya banyak. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. telah terjadi perubahan situasi politik. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). wilayah Pakungwati Cirebon. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. Prabu Jayaningrat. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. oleh Susuhunan Jati Cirebon. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. oleh Susuhunan Jati Cirebon. Akan tetapi. bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. la. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. Oleh karena itu. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. adalah adik Sri Baduga Maharaja. mengeluarkan asap hitam. akan digempur". Prabu Jayaningrat. Dalam pertempuran ini. menggantikan posisi ayahnya. segera mengirimkan berita ke Pakungwati.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh.

sebagai Patih Pakungwati Cirebon. dapat ditaklukkan. Kebijakan itu dilakukan. Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). menjadi pembesar kerajaan. pemberani. Peristiwa tersebut. menyepakati. agar Pangeran Pasarean. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. perkasa. beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. Tidak saling menyerang. Maksud "tidak kalah" tersebut. tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Akan tetapi. 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing. karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). kehilangan tokoh penting yang disegani. yang mewakili Susuhunan Jati. bahwa: 1. Sejak itulah. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. 3. dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita. berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. pasukan gabungan Pakungwati. atuntunan tangan (kerjasama). Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). dan Kuningan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 2. Perang lima belas kali. berhasil direbut. Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. Akhirnya Talaga. Kedua belah pihak menempuh jalan damai. dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. Palimanan. Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. janganlah putus. tidak kalah). kasuran. kuwanen. melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai.Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. Demak. oleh pasukan Pakungwati Cirebon. Pada saat itu. Silih asih (saling menyayangi). permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan.

yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. adik Ratu Wiratala. Prabu Ratudewata. Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). keonaran.Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. dibunuh tanpa dosa. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. ditenggelamkan ke dasar laut. Pendeta di Ciranjang. ia merenungi hidupnya. Rasa hormat dan kekaguman itu. Dalam suasana tenang dan damai. Akan tetapi. tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). Pendeta sakti di Sumedang. tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). senantiasa menciptakan huru-hara. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. sudah tidak lagi menghargai keagamaan. mati ditenggelamkan ke dasar laut. KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). la digantikan oleh puteranya. tapi tidak mati. C. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). menghilang tanpa meninggalkan jejak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sri Baduga Maharaja. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. Oleh karena itulah. Munding Rahiyang namanya. Sanghiyang Siksakandang Karesian. Sang Prabu Ratudewata. Pada masa pemerintahannya. Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). Pendeta di Jayagiri. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. direbutnya kembali. Berpuasa. betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. ada pendeta sakti. dianiaya. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. la tetap hidup. Pada kesempatan itu. yang telah disepakati ayahnya.

merampas tanpa rasa malu. Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. Sri Baduga Maharaja. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. Sesungguhnya. Kemungkinan. tidak lagi mentaati norma pemerintahan. Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. Sang Prabu Ratudewata. pejabat. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. ia bertindak sesuka hatinya. Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. haywa ta sira kabalik pupuasaan). Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten). Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. ayahnya. perwira. ngarampas tanpa prege. hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. berdasarkan hak historis alur darah keturunan. Karena. masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. Ciranjang dan Jayagiri. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. puteri Prabu Ratudewata. Mengingat. Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. tewas berjatuhan. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. lan bakti ring wong atuha. hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). di bawah komando Panembahan Hasanuddin. 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . melanjutkan gerakannya ke arah utara. ponggawa-ponggawa kerajaan. Atau boleh jadi. Serangan laskar Surasowan Wahanten. tidak sungguh-sungguh. sangat beralasan. karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. sekaligus merupakan "unjuk rasa". Susuhunan Jati Cirebon.Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). asampe ring sang pandita). selama 8 tahun. Sebab. pengawal raja. serangan kilat ke kota Pakuan itu. didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak hormat terhadap yang tua. la membunuh orang tidak berdosa.

paraque pessoalmete.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan.Puncak kebiadabannya. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. Akan tetapi. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten. akibat perilaku buruk seorang raja. Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. tempat orang Portugis biasanya berdagang. Bale. adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria.com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya. terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. cotodas as mail ilhas deste arapelago. mencatat semua kejadian. Emperador de toda a illla da Iaoa. Keberadaannya di sana. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. Prabu Sakti masih beruntung. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. Prabu Ratudewata. Pada masa pemerintahannya. Fernao Mendes Pinto (1510-1583). nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno. Sebagian dari catatan perjalanannya. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. Angenia. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan memperisteri ibu tirinya. I Madura. que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia. Keberangkatannya ke Demak. Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. untuk ikut menyerang Pasuruan. dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten). karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. janda dari ayahnya. Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan).

Raja Sunda. Dengan demikian. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. Bali. 1984: 46-47). Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken. serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. Fernao Mendes Pinto.Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda. adalah Nyai Pembayun. Maksudnya. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. Dialah kaisar Pulau Jawa. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya. Berdasarkan pendengaran. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari. masyarakat Sunda Kalapa sendiri. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. tidak terbitung para pendayung. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. adik Sultan Trenggono. Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. adalah Ki Fadil.000 orang. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7.1999: 90). seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. Ketika ia datang di pelabuhan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang. isterinya Fadhillah Khan. Kangean. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . -yang juga menjadi bawahannya. sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini.

akhirrrya menjadi "negara sahabat". Sebab. Bali. hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Angenia. nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. antara Wahanten . dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. Dari pendengaran. dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). adalah tentang adanya hubungan multilateral. selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). Madura. yang penting diperhatikan. Oleh karena itu dapat dimaklumi.menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". Fadhillah Khan. kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. serta menempatkan armada lautnya di sana. Portugis yang semula dimusuhi. Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n .Portugis. Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya.Demak . setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. Dari catatan Fernao Mendes Pinto. ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. Kembali kepada Prabu Sakti. Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. Bahkan. Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. Sang Prabu Nilakendra. Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak.Sunda Kalapa . yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. Adanya anggapan seperti itu. baru berperan sebagai Adipati Wahanten. polah sang nata). Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. la wafat di Pengpelangan. Pada masa pemerintahannya. bagi kepentingan mitra dagang.Pakungwati . Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali). Portugis menerima kenyataan seperti itu. mempunyai kedudukan penting lainnya. Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga". Sedangkan Maulana Hasanuddin. mencatat pada masa pemerintahannya.

mahayu na kadatwan. menembus jantung ibukota Pakuan. kehancurarr). yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan. Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. yang mengapit gerbang terlarang. yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan). tan igar yan ta pepelakan). kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar). pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. serta dihantui bencana kelaparan.jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. Petani menjadi serakah akan makanan. adalah kepercayaan mistis sinkretis. dimeriahkan oleh pesta pora. tidak ada ilmu yang disukainya. Tantrayana. minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. Akan tetapi. Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. telah. bahwa tidak akan lama lagi. Setiap saat. Bagi Prabu Nilakendra. menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bendera keramat. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat.berada di ambang pralaya (kiamat. dilukis dengan emas. sudah dicampakkan jauh-jauh. keraton Pakuan Pajajaran. itulah. akibat angkara-murka penguasanya. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. dalam mendahului upacara Tantrayana. yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . jimat-jimat. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. manteramantera Tantrayana. Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). Pada tahun 1567 Masehi. secepat kilat. Makan enak. tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. Makan minum sampaimabuki. serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba.

Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. adalah menantu Prabu Ratudewata. Kekosongan tahta Demak. wafat dalam usia muda. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. mempunyai hak yang sama. Bupati Jipang. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. ayahnya Prabu Nilakendra. dari Nyai GedengTepasan. Sebab. ia telah membuktikan. Nasib kehidupan kota Pakuan. yang tidak menyertainya ke pengungsian. di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). adalah putera Susuhunan Jati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tohaan di Majaya kalah perang. Mungkin dia tewas di pengungsian. putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. bahwa Surasowan Wahanten. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. Selain itu. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. diharapkan oleh puteranya. hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). adalah negeri yang kuat. calon pengganti Susuhunan Jati. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . Susuhunan Jati Cirebon. Pada mulanya. yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. Tidak pernah ada berita. terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. oleh bocah pengiringnya. diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. Kemudian. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. D. sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Sunan Prawoto. Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. sangat menarik untuk dicermati. hanya tertulis secara singkat. yaitu Prabu Sakti. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. Latar belakang tragedi.

diharapkan adalah cucunya. juga warga Demak. pemerintahan Pakungwati Cirebon. Kedudukan tertinggi itulah. sebagai Susuhunan Cirebon. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. Syarifah Fatimah. adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. Susuhunan Jati. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. Pangeran Suwarga. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. Pada saat peristiwa itu terjadi. sedang berada di Demak. yang bergelar Pangeran Suwarga. Sunan Kudus. secara terselubung. Naik tahtanya Fadhillah Khan. mendahului kakeknya. Pangeran Suwarga. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan.Pangeran Sekar. Sultan Trenggono. tewas pula. yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. adalah putera Susuhunan Jati. pada waktu itu masih kanak-kanak. dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. Atas restu gurunya. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. putera mahkota Cirebon. adiknya Prawoto. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. karena berupaya membela Prawoto. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. Mengingat. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. Sedangkan pada waktu itu. Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. dianggap tidak semestinya. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. masih ada calon pengganti yang lebih berhak. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. Wanawati Raras. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. Karena Pangeran Emas. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan). untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. Sedangkan Pangeran Bratakelana. Jipang menyerang Demak.

pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup". digantikan oleh puteranya. telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara. dipandang oleh masyarakat Banten. ketika ia bersalat di permukaan laut. Wahanten Pasisir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . . sebagai negara yang mahardhika (merdeka). Pangeran Yusuf. dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. mendadak berubah menjadi licin. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. berdaulat. Karena itulah. bila tidak dikenal asal-usulnya. martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. Bagi penulis "Serat Banten". Sedangkan dari isterinya yang kedua. Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. dalam kisah "Serat Banten". dan Pangeran Arya. mengkilap dan berseri. Surasowan. . Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat. mampu berdiri sendiri. yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin. Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". Sekaligus. digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu.Melihat kenyataan seperti itu. Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. melainkan Hasanuddin. Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. berhasil menjadi negari niaga maritim. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya.1964: 48).yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). Menurut "Serat Banten". Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). Panembahan Hasanuddin. dengan "doa" Hasanuddin. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bupati Jayakarta (Jakarta). walau sesungguhnya tokoh tersebut. seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan. Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. Sendi-sendi Islam. kisah tentang watu gilang. Misalnya.kelak menjadi isteri Tubagus Angke. akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon.

dan sebagainya. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. Banjarmasin dan Palembang. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. kulit penyu dan gading gajah. sisir. Palembang dan lainnya. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. ikan kering dari Karawang. 3. Orang Arab dan Persia. Situasi perdagangan di Karangantu. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. Makasar.1961:13. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. Panembahan Ratu. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. 2.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Orang Gujarat. payung. Ketika kembali ke negerinya. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. Ketika mereka kembali. beras dari Makasar dan Sumbawa. buah pala. berhasil ditundukkan. menjual kain dari kapas. kain sulaman. lada dan Lampung dan Solebar. selop. jarum. di Pakungwati Cirebon. Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal. beludru. nila. Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. benang emas. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. Minyak kelapa dari Belambangan. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). Pedagang-pedagang dari Cina. berdagang permata dan obat-obatan. sutra. dan kain putih dari Coromandel. digambarkan sebagai berikut: 1. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. kipas. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . kayu cendana. Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. Dari segi hubungan kerabat. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun.Sunda (Pajajaran). sutera.1993: 81). kertas. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. cengkeh. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. mereka membeli lada. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. membeli rempah-rempah. porselen. Sumbawa. penguasa Kesultanan Pajang. gula dari Jepara dan Jayakarta. rempah-rempah dari Maluku. dalam Michrob. untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran. sudah demikian menurun kharismatiknya.

Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. 1950:182). Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. Laskar Surasowan Wahanten. besi dari Karimata. Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu. 1975: 160). Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. dan sebagainya. Cina. sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. Makasar. gading gajah dari Andalas. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota.1981: 56-58). setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. mulai dipersiapkan. strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. Bugis. Siam. Sasaran utama penyerangan. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut. gangguan keamanan.1983: 31). Dengan demikian. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob.cendana dan kepulauan Sunda kecil.1977: 448). Kedah dan Selong di Malaka. dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai. timah putih dan timah hitam dan Perak. Ternate. dari sejak pemerintahan ayahnya. perkampungan orang Pegu. Turki. keamanan wilayah. orang Arab. Persia. Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. tenunan dan Bali dan Sumbawa. Banjar.1983: 38 dan 59). Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. perdagangan dan pertanian. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau. Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat. Pada masa Maulana Yusuf. adalah Pakuan. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dapat diatasi dengan baik. Bali (Tjandrasasmita. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kota Pakuan Pajajaran. digantikan oleh puteranya. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa.rover. la tidak menghendaki. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. Bagi Panembahan Yusuf. Sekarang. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. mengungsi ke pantai selatan. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. keturunannya masih merupakan kaum-adat. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. Kelak. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. Bila kenyataan yang terjadi. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". Dari peninggalan yang ada. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran. di Cisolok dan Bayah. Sampai sekarang. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. Dengan diboyongnya batu tersebut. Oleh karena itulah. Palangka itu. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. Padahal. Serbuan laskar Surasowan Wahanten. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). Disebut demikian. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. beserta ketiga saudaranya. Pandeglang. sebagai pusat pemerintahan yang baru. terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. merupakan upaya "pembersihan". tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. maka di kota Pakuan. karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. Prabu Ragamulya Suryakancana. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. Pada masa pemerintahannya. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. tetapi di Pulasari. terhadap kedzaliman. Prabu Ragamulya Suryakancana. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. laskar Surasowan Wahanten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sangat memungkinkan.

Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. Akan tetapi. dalam Pantun Bogor. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten.Kampung Ciptarasa. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. Prabu Ragamulya Suryakancana. Menurut cerita leluhurnya. Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. Sesungguhnya. sambil menyongsong ajal tiba. dikisahkan Ki Baju Rambeng. Akan tetapi. hanya berusaha mempertahankan diri. di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan. Prabu Ragamulya Surya Kancana. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. bahwa di sanalah. penguasa masyarakat Sunda pertama. bersama pembesar dan pengikutnya yang setia. mereka meninggalkan kota Pakuan. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. akhirnya berpusara di tempat lahir. beribukota d. Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. Sekelompok kecil yang bernasib baik. la hanya sebagai "rajaresi". Mungkin ia pergi ke Pulasari. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. dibinasakan. sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. yang meninggalkan urusan duniawi. tentunya tidak membuat babak baru. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. napas tertua bentuk kerajaan. ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". secara samar-samar. Pandeglang. "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. Jejak peristiwa itu. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda.Puasari. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana).Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). Akan tetapi. Pangeran Arya. Pangeran Japara. sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. Dari permaisuri Ratu Hadijah. Panembahan Yusuf. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. pengembangan areal pertanian. Sedangkan Panembahan Yusuf. Panghulu Negara (Kadhi). Alangkah kecewanya Pangeran Japara. D. ia dikenal juga dengan sebutan. terutama dalam hal pembangunan kota. di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. Sejak kecil. tinggal di keraton Japara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain: 1. Pangeran Muhammad. kepada Pangeran Japara. putera mahkota Pangeran Muhammad. Ketika itu. Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. niaga maritim. Pada tahun 1580. Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. semakin berkembang pesat. dan 2. Ketika Maulana Yusuf sakit keras. menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. Oleh karena itu. Pangeran Japara bersama pasukannya. Melihat kenyataan seperti itu. sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. Maulana Yusuf meninggal dunia. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. Konflik tidak dapat dihindari lagi. keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi). baru berusia 9 tahun. Rata Winahon.

la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid. sebagai pencatat perjalanan. seperti dari Bugis. Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. pada tanggal 22 Juni 1596.1993: 89). yang memperdagangkan keperluan sehari-hari.itu. Turki. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. dan lain-lain. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis. Arab. Diceritakan pula. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan. Bengali. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. di bagian utara Kerajaan Belanda. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. yaitu daerah Karangantu. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. mereka berangkat dari pangkalan Tessel. Melalui Tanjung Harapan. Setelah persitiwa itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1993: 89). Gujarat. bertindak sebagai walinya. tidak tercapai. Pasar kedua terletak di Paseban. Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. Seperti halnya ayah dan kakeknya. Malabar. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. Mangkubumi Jayanagara. dan Abesinia. hingga ke pelosok-pelosok desa. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'. Pegu. yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. Keling. Bersama 249 pasukannya. Dalam pelayarannya. dan akhirnya diusir dari Banten. Malaya. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob. terletak di Pacinan. Rupa-rupanya. Dan pasar yang ketiga. dari berita pedagang Portugis. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. Jawa. Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. temboknya dilapisi porselen. Cina.

Sultan yang masih bayi itu. pada tanggal 13 November 1596. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. hampir memukul mundur pasukan Palembang. Akan tetapi. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. Pertempuran sengit. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. Ratu Wanagiri. pada tahun 1602. Kemudian. Sebab. la memimpin langsung pasukannya. di negeri rencong itu. Bahkan. Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. Mereka tiba di sana. berlangsung di sekitar Sungai Musi. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. yang kasar dan tidak bijaksana. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. armada Kesultanan Surasowan Banten. jabatan Wali Kerajaan. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan.Sikap Cornelis de Houtman. Sementara itu. didampingi oleh kakeknya. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. ia melanjutkan perjalanan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. Akhirnya. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. yang baru berusia 9 bulan. ia diturunkan dari jabatannya. sebagai Wali Kesultanan. karena kecongkakannya. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. Selanjutnya. Armada dagang yang dipimpinnya. cucu Sunan Prawoto Demak. tidak menghasilkan apa-apa. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). Akan tetapi. putera Aria Pangiri. pada tanggal 17 Nopember 1602. penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. ditarik mundur. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. Perwalian. Sultan Maulana Muhammad. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. berputera Abdulmafakhir. Mangkubumi Jayanagara. Karena sikap congkaknya. Akhirnya. diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. ia tewas terbunuh.

Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. Peristiwa tersebut. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. di Belanda terjadi peristiwa penting. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). dalam Michrob. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). Huru-hara untuk sementara dapat diredam. Snouck Hurgronje (Roesjan. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. Rasa ketidakpuasan itu. Mangkubumi terbunuh. pada tahun 1604. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. Kekuasaan sepenuhnya. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. mencapai puncaknya. Kongsi dagang tersebut. Pada tanggal 13 Mei 1626. Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni.1993:127). yaitu Pangeran Mandalika. didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. pada tahun yang sama (1602). terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. di antaranya Insan Kamil. Sementara itu.Sementara itu. Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. Didukung pula oleh pihak Inggris. Bahkan. mengadakan huru-hara di pelabuhan. Akan tetapi. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir. la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. terjadi kembali huru-hara besar. yang kelak diambil oleh Dr. oleh penduduk Nusantara. Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. Melihat situasi seperti itu. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. Pada tanggal 23 Oktober 1608. pada bulan juli 1608. Pangeran Mandalika bersama adiknya. pada tanggal 30 Mei 1619. Di sana mereka membangun sebuah benteng. Pangeran Arya Ranamanggala. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. di kalangan Keraton Surasowan Banten. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. Akhirnya. yaitu suku Bataav. agar Sultan Abdulmafakhir. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. yang diberi nama Batavia. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. Melihat kondisi seperti ini.

adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah. diserahkan kepada Pangeran Surya. Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. Akan tetapi. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. ia mencapai perjanjian perdagangan. merupakan masa kemakmuran. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. Selanjutnya. Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. Abdulma'ali. Sultan Abdulmafakhir. Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. kedudukan Sultan Anom. putera mahkota. Ratu Pembayun. ia meninggal dunia dalam usia muda. Begitu juga dengan putera mahkotanya. Pangeran Raja. Pangeran Surya. Kesepakatan perdagangan. 3. Pangeran Lor. Tahta Kesultanan Surasowan Banten. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. 2. . dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. Perjanjian itu. bersikap bebas. dan 5. 4. la seorang Sultan yang cepat tanggap. Pada tahun 1645. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . penguasa Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. akan tetapi. tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. bagi Kesultanan Surasowan Banten. pada tahun 1650.Gelar ini diperolehnya. Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. diangkat menjadi Sultan Anom.Sultan Abdulmafakhir. menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dilanjutkan oleh cucunya. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". antara lain: 1. Pangeran Arya Kulon. E. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak. Pada tahun 1640. sering "terjun ke lapangan".

Antara lain. Terhadap Kompeni Belanda. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. dan 4. 3. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n .Pangeran Surya. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. bahkan kemungkinan besar akan gagal". yaitu: 1. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. dan Ratu Tinumpuk. Ratu Kulon. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. Serta empat orang saudara seayah. 2. melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. Ratu Inten. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. Pangeran Kilen.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . merupakan pekerjaan yang sulit. Oleh karena itu. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya. Pangeran Kidul. 3. baik orang-orangnya. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. Pangeran Raja. yaitu: 1. empat orang saudara kandungnya. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. sebagai pejabat tinggi negara. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. 2. sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. Pangeran Lor. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. 4. Pangeran Wetan. dari manapun asalnya. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat.

yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. Tujuannya. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. memusnahkan tanaman tebu. dan 2. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. pasukan patroli Kompeni Belanda. harus dipancing keluar dari sarangnya. yang tidak diinginkannya. satuan-satuan armada kecil.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . harus dipotong. Mengenai satuan tempur di darat. Di laut. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir. Kompeni Belanda. Setidaknya. Untuk memenuhi strategi itu. setiap ada kesempatan. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. terlihat watak maritim Banten murni. Jalur angkutan laut. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. 2. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. Di darat. menurut perjanjian 1645. Panembahan Hasanuddin. dan 3. dalam satuan-satuan kecil. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". yaitu sebelah Timur Cisadane. tidak akan pernah sampai ke Batavia. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa.1. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. tanpa basis yang tetap (gerilya). hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. Padahal Kompeni Belanda berharap. Kompeni Belanda. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. Sebagai catatan. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. Akan tetapi. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. Semua aksi-aksinya. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. dan menghancurkan kilang penggilingan gula. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan. supaya kapal-kapal itu. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. Pasukan "gerak cepat" itulah. Di wilayah perbatasan. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. 144 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Maetsuycker. Sebagai ahli hukum. sebagai sumber pangan. "Statuten Van Batavia". yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. Menurut pandangan mereka. Para Direktur Kompeni di tanah airnya. Trio itulah. ulet. kedua penasihat Maetsuycker. Anthony Van Diemen (1636 -1645). kecuali untuk berburu di luar tembok kota. telah memenuhi persyaratan. adalah hasil dari buah tangannya. yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. Baik van Goens maupun Speelman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia mempunyai dua orang kawan. Untuk mencapai tujuannya. adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". yang sekaligus menjadi penasihatnya. yang membantu Dewan Hindia Belanda. sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mereka mendorong. dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. selanu 30 tahun. menggantikan Carel Reynierszoon. van Goens. yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. dan Speelman. mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. sangat puas atas prestasi Maetsuycker. Akan tetapi. pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. sejak masa GJ. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. Maetsuycker tidak senang bertualang. yaitu: mahir menjadi pedagang. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. yang tidak bertahan lama. Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. saling mengisi dalam watak dan pendapat. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda. karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting).dalam "pembaharuan perjanjian". la terkenal cerdas. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. Sultan Abdulfatah. Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara. pada tahun 1653. dan pandai bergaul. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. Maetsuycker. sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati".

perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. 2. Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. bersedia membuka jalur perundingan. dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n .Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. atas biaya dari Banten. mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. Ancaman dari darat inilah. baik di darat maupun di laut. Kesultanan Surasowan Banten. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. Terhadap tindakan itu. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. Sebab secara pribadi. Karena merasa lemah di sektor darat. dilakukan sampai beberapa kali. sambil membawa usul-usul baru dari mereka. Banten harus membayar kerugian perang. 3. Sultan Abdulfatah. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Padahal. sebanyak 10 pasal: 1. Pertukaran nota. yang berdasarkan kelompok etluk. Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. 5. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. 4. hampir berhasil. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. agar ia bertindak lebih keras. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar". utusan Kompeni Belanda. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. Kompeni Belanda mengambil prakarsa. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda. Menjelang akhir masa perjanjian. menginginkan Maetsuycker. Pada tahun 1657. derigan membentuk pasukan "pribumi". Pada tanggal 29 April 1658. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. Akan tetapi. harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. Untuk memenuhi keperluan tersebut. membawa usul "perdamaian". Sebab di laut. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. van Goens dan Speelman. sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. Kedua belah pihak. Sampai akhir tahun 1656. 6.

10. agar orang Banten. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat. Sebagai jawabannya. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. sebagai imbalan. artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". agar orang Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. Menuntut. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. pada tanggal 11 Mei 1658. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n . demikian juga sebaliknya 8.1993:137). Tuntutan yang kedua. Tuntutan yang pertama. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. yang telah diperolehnya. Sultan Abdulfatah menuntut: 1. Sebab. Setiap orang Banten yang ada di Batavia. 2. peralatan-peralatan yang dimaksud. Penolakan tersebut. karena: 1. pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. agar "bunuh diri". pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. harus dikembalikan ke Banten. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. berarti menyulut sumbu perang terbuka. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar. yang dinilai sangat tidak adil. Menuntut. Oleh karena itu. secara bebas dapat membeli meriam. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. 2. Sultan Abdulfatah menegaskan. Sultan Abdulfatah sangat faham. Dengan tegas. (Michrob. Seperti yang telah diduga sebelumnya.7. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini. maka sebagal imbalannya. 9. Perbatasan Banten dan Batavia.

selama 9 hari. Arya Suryanata. perairan Selat Sunda. yang masing-masing diberi nama. di perairan Pontang. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. balasan dari pasukan ardleri Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sepuluh di antaranya. Tumenggung Wirajurit. sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. Selain itu. berlangsung sampai senja hari. di perairan Tangerang. Pertempuran sengit itu. 4. Ratu Bagus Singandaru. di perairan Tanara. Si Muntab dan Si Kalantaka. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. dipusatkan di sekitar pelabuhan. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. Ratu Bagus Wiranatapada. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang. 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. Oleh karena itu. selalu "berkeliaran". jenis canon (meriam besar). 3. Suranubaya. ditempatkan di pantai Caringin. di sekitar Pulodua dan Pulolima. 1. dengan kekuatan 60 meriam. Akan tetapi. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. Dengan melalui jalan darat. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. yang menyebar di sekitar pelabuhan. Hal ini dilakukan.000 orang. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. sebuah satuan tempur darat. 2. mulai memuntahkah tembakan salvo. agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. 5. Sultan Abdulfatah memerintahkan. Sedangkan satuan Artileri Banten. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. untuk menjaga serangan dari laut. Kapal-kapal Kompeni Belanda. Pertahanan ibukota. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. di perairan Karawang. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. di perairan Labuhan Ratu. karena dalam rangka blokadenya. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan.

Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. Sebetulnya. tidak menuntut hak monopoli. dari pasar Batavia. titik berat dari perjanjian itu. untuk mengadakan penyegaran pasukan. tentang hak membeli senjata dari Batavia. yang sudah memerlukan istirahat. Melihat kenyataan ini. dipandang sebagai ancaman baru. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. Sultan Abdulfatah. pada tanggal 10 Juli 1659. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. Di Batavia. oleh Kompeni Belanda. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. Perundingan berlangsung di Batavia. Sebab. akan ditangkap. bertindak atas nama Sultan Jambi. Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. telah banyak korban yang jatuh. Pimpinan baru. Akhirnya. harus dikembalikan ke Batavia. dari kedua belah pihak. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. Padahal. Mereka dibekali pasukan baru. untuk menggantikan sebagian pasukan lama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . armada Kompeni Belanda. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia.Sebelum malam tiba. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. kemudian memeluk agama Islam. dan Kesultanan Surasowan Banten. menuju ke laut lepas. sepanjang sungai Cisadane. terjadi stagnasi. Kemudian Sayid Ali. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. karena pihak Kompeni Belanda. Oleh karena itu. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kompeni Belanda. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. adalah: pengukuhan garis perbatasan. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. Bagi orang Kompeni Belanda. tanpa alasan yang sah. di garis depan Angke-Tangerang. Sementara itu.

F. tidak dikenakan bea pelabuhan. Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. Kemudian. Kemudian. akan diberi gelar kebangsawanan. ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. tetap diperbolehkan dibuka. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. petugas pemeriksa dari pihak Banten. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. dapat menyitanya. menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. Sebab. Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2. antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengalihkan operasi "penyergapan ternak". Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. dengan cara mencari setiap kelemahan. yang selalu memanfaatkan kesempatan. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. Kelak terbukti. Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. Bahkan bila dianggap layak.Sebagai catatan. terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. antara lain sebagai berikut: 1. bahwa para gerilyawan Banten. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat". bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. Bila dalam kapal Kompeni itu. biaya pemeliharaan kantor tersebut. Bahkan. atas permintaan kepala perwakilannya. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". atau terpaksa singgah karena memerlukan air. ada barang yang dianggap terlarang. dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. Strategi Sultan Abdulfatah ini. dengan bayaran tinggi.

Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang. atau. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu. telah banyak hal yang terabaikan. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. Kedua. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. pada tanggal 31 Januari 1679. Hal ini disebabkan. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. Salah satunya. karena terletak cukup jauh dari pantai. dalam tempo 9 hari perjalanan.000 jiwa. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri.tujuannya. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. karena beban logistik yang terlalu berat. Strategi ini.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Saluran itu. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. antara lain sebagai berikut: Pertama. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. Dibangun saluran secara berantai. masyarakat dianjurkan mencetak sawah. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. bahkan dihancur-lumatkan. selain letaknya yang jauh. Oleh karena itu. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. Kompeni yang akan lenyap". banyak mernakan biaya yang amat tinggi. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. bahwa "Banten harus ditundukan. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda. yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. Pada saat perang berlangsung. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. Di sebelah kiri dan kanan saluran. Kompeni Belanda menyadari. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. Dengan demikian. sepanjang saluran yang baru. dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebab selama perang berlangsung. dibuat sepanjang jalan lama. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. juga sarana perhubungannya sulit. kepada atasannya di Netherland. bahwa pembuatan saluran tersebut. Posko pertahanan sebelah timur ini.

Dari orang EIC. Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. Sultan Abdulfatah. dihuni petani biasa (bukan tentara). yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. pos terdepan pasukan Banten. Mata-mata Banten mendapatkan. Banten pun merupakan sebuah negara maritim. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. dan mereka dianggap "tidak berbahaya". 3. ke sebelah timur dari Wales. ia memperoleh informasi rahasia. Muara Beres. untuk mengepung benteng Batavia. Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). yang menuju Batavia. orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. bahwa pemukiman orang Mataram itu. negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. dengan kekuatan 4. sebanyak 500 orang ke Muara Beres. Banyak di antaranya. pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus. mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. Selain pembangunan fisik. terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). Dari Wales. yaitu: 1. Dengan demikian. Ketika pecah perang. Sultan Abdulfatah. atau ke arah tenggara Muara Beres. Peningkatan ekspor. 2. Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. Kecemasan pihak Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. Terbukti. dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. Di Muara Beres. Sebab.000 orang. antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672.Kesultanan Surasowan Banten. Alih teknologi. yang mengirimkan koloni petaninya.

bahwa nama tempat itu (Ragunan). mengundang para teknisi Eropa. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. dibuat pula saluran yang cukup lebar. Jalan masuk menuju komplek Istana. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. 1996: 303). yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n . merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. Dari nama keraton itulah. dan berfungsi sebagai benteng cadangan. Keraton Surasowan. sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. Negeri Belanda. ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan. Sebagian besar para teknisi Eropa itu. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. Istana yang megah itu. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. sekarang). mampu berlayar hingga mencapai Philipina. yang memiliki daya jangkau jauh. berbentuk busur. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. Melalui kongsi dagangnya.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. Dalam sumber Belanda yang sejaman. Sultan Abdulfatah. dilengkapi pancuran dan danau buatan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Jejak-jejak tangan teknisi Eropa. diberi dinding bata pada kedua tepinya. De Haan berpendapat. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota. dengan nama Tubagus Wiraguna. Macao. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. Di sekitar tembok benteng. tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. Seluruh komplek. ditempatkan menara jaga. seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. Kelak. dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. pada tahun 1671. Hal tersebut. kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten. Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. untuk menghindari pengintaian dari luar. Benggala dan Persia (Iran). Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. dilindungi tembok terbuat dari bata merah. tidak jauh dari pantai. yang cukup tebal. keraton itu dilaporkan bercorak modern. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. dapat ditandatangani tahun 1670. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. Pada sudut-sudut benteng.

untuk menunaikan ibadah haji. pada tahun 1674. Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. Sultan Abu'nasr Abdulkahar. Setiap saat. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. Tamat (Naerssen. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai. yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri. untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. Peristiwa ini. Sultan Ageng Tirtayasa. putera mahkota Sultan Haji. diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. dapat saja meletus. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. memerlukan waktu 2 tahun. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. Sejak itulah. pada tanggal 16 Februari 1671.yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Abdulkahar. sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki. di Istana Tirtayasa Selanjutnya. di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten.1977: 159). yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan. Sementara itu. diperintahkan oleh ayahnya.

Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. dan kehilangan kebebasannya. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. berturut-turut telah datang ke Banten. Kekhawatirannya. Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. Sultan Ageng Tirtayasa. 800 dan 300 orang Makasar. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. Dalam kejadian ini. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. hubungan Banten dengan Mataram. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. Dalam perjanjian Bongaya (1667). agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. bila salah satu pihak diancam Kompeni. Kedua belah pihak saling membiarkan. belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. Bantuan senjata dan perbekalan. Koloni petani Mataram di Karawang. di antara kedua belah pihak. tidak pernah mulus. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. Sisa-sisa laskar Makasar. kehilangan sekutunya di kawasan timur. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. membuat ia mengambil sikap netral. Kesultanan Surasowan Banten. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. Saran van Goens dan Speeltnan. dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. cenderung mengarah kepada permusuhan. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. banyak yang menyingkir. Sikapnya yang sangat hati-hati. Karena persaingan itulah. Oleh sebab peristiwa itu. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. kemudian bergabung dengan laskar Banten.Hal yang meredakan ketegangan. dalam . Terbukti.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. Sementara itu.

Menggunakan kapal itu pula. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. Mereka bersama ayahnya. dalam peristiwa itu. juga puteri Mataram. Panembahan Girilaya. Masing-masing. Ibunda Amangkurat I. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. kedua orang kakaknya. tidak mungkin dipenuhi. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. sebagai Sultan Sepuh. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. akan mengambil sikap netral. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. dengan keraton Mataram. dapat dipererat kembali. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang telah lama retak. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. Menggunakan kapal perang Banten pula. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram. Sebagaimana telah dikemukakan. karena alasan politik. Kesultanan Surasowan Banten. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. putera Panembahan Girilaya yang bungsu. Hanya saja. Selain itu. Akibat peristiwa itulah. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. Mereka hanya menjanjikan. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. ibu dan isteri-isteri mereka. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. Oleh sebab itulah. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. adalah kemenakan Panembahan Ratu. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah.

157 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Kesultanan Surasowan Banten. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. segera dilumpuhkan. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. Speelinan pun mengusulkan. Berdasarkan pertemuan itulah. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. Akan tetapi. Maetsuycker yang semula bersikap netral. Akan tetapi. Pusaka-pusaka Mataram. dengan tujuan mendapatkan wilayah. melainkan oleh Kompeni Belanda. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. tidak meneruskan gerakannya. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. putera mahkota Mataram. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. langsung menyerbu ibukota Mataram. Sebagai penggantinya. pada bulan Oktober 1677. Selanjutnya. termasuk mahkota Majapahit. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. Pada tanggal 2 Juli 1677. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. karena menganggap sebagai konflik intern keraton. Speelman kembali ke Japara. Akan tetapi. namun ditolak oleh Trunojoyo. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . setelah Trunojoyo tertawan. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. sebagai tebusan biaya perang. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. yang selalu hati-hati. penumpasan gerakan Trunojoyo itu. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. Karena peristiwa itulah. menyeberangi Selat Madura. dan menyerang Arosbaya di Madura. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. ia beserta mahkota Majapahit. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. Gubemur Jenderal Maetsuycker. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. tidak menerima usul tersebut. la berkirim pesan kepada Speelman. sama-sama penganut garis keras. Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. serta berhasil merebut dan mendudukinya. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. Selanjutnya. Akibat serbuan Trunojoyo. Selain itu.

Sebagai langkah awal. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. menyingkirkan para kepala daerah setempat. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .F. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. sehingga memperoleh bantuan meriam. Selanjutnya. PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten.Kompeni. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. senapan. telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. Akhir tahun 1678. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. pada bulan September tahun 1678. Rangga Gempol menggempur Sukapura. yang merupakan wilayah bawahan Banten. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda. Hubungan dagang Sumedang . Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. Bupati Sumedang. peluru dan mesiu. karena Rangga Gempol III. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. sebagal pembayar hutang biaya perang. melalui Kapten Hartsinck. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. di bawah pimpinan Wiratanu. dengan mengerahkan 300 orang Talaga. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. Parakanmuncung dan Bandung. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. Situasi baru ini. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. pada tahun 1680. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang.

di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. Potensinya masih kecil. sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. la senang meniru perilaku orang Belanda. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten. Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten.Cakrayuda. Sultan Haji. justeru muncul dalam kesempatan tersebut. Sebab. Sultan Ageng Tirtayasa. la labil dalam sikap. Ambisi Sultan Haji yang amat besar. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. Akan tetapi. Tetapi yang paling membahayakan negara. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. adalah menantu Bupati Bandung. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. mudah terpengaruh bujukan orang. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. hanya berlangsung kurang dari dua tahun. Kabupaten Cianjur. mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. di daerah Indramayu. Secara politis. Sementara itu. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. tanpa kajian yang mendalam. mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. Rangga Gempol kembali berkuasa. yang berkedudukan di Pamanukan. Akhirnya. 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. Caeff. Pendudukan Banten atas Sumedang. serta orang-orang Belanda lainnya.

van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Untuk kepentingan Kompeni. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar. Akan tetapi di darat. pasukan Banten masih terlalu tangguh. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. Pada saat-saat perang sedang berlangsung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. tetap rawan. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. terpaksa menahan diri. Speelman mengetahui. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. Sikap licin seorang pedagang ulung. la sangat memahami. tanpa persiapan yang benar-benar matang. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. Belanda kelahiran Rotterdam itu. terbawa mati. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. la tidak berani. menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. Rijcklof Volckertsz van Goens. namun lincah dan tak senang diam. Oleh karena itu. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. Dalam sehari. telah akrab dengan iklim tropic. lengkap dengan keadaan politik. ia menyusun catatan pertempuran. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. Banten. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. ia orang Kompeni Tulen. karena ia meninggal pada bulan November 1681. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. ia berani mempertaruhkan nyawanya. la cerdas dan cerdik. semakin meruncing.Kompeni Belanda sudah merasa kesal. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. Speelman mematangkan situasi. tubuhnya kekar. Watak dan keuletan Speehnan. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. karena gangguan gerilya Banten. Dari "tiga serangkai Kompeni". dalam pertempuran di laut. perunding dan panglima perang. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. Akhirnya. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. menjadi penguasa wilayah".

saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. tiba di Pelabuhan Banten. Kapten Tack. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. Padahal. Akan tetapi. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". pada tanggal 16 Maret 1682. Sultan Haji menawarkan perdamaian.Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. pasukan bantuan Kompeni Belanda. Sloot. Tugas van Dijck yang sesungguhnya. Selanjutnya. dan Saint Martin. di bawah komando Saint Martin. Mereka adalah: Kapten Hartsinck. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. oleh Jacob van Dijck dan Caeff. ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan. Pertahanan daerah Angke-Tangerang. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. Van Happel. Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. berjalan mulus. padahal di benteng "Batavia". dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. Dengan dalih. melainkan sebagai "penolong". Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. pada tanggal 8 Januari 1681. yang ditempati oleh Sultan Haji. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai". Speelman mengutus Jacob van Dijck. Sementara itu. pada malam 26 Februari 1682. ialah menghasut Sultan Haji. komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. Sehingga. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda. yang menempati Istana Surasowan. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. di bawah komando Kapten Tack. sebagai perunding ulung. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. agar lebih berani mengadapi ayahnya. Sistem politik adu domba.

Pada tanggal 28 Desember 1682. memasuki keraton Surasowan. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. berhasil merebut Pontang. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia. Akan tetapi. Di Tanara. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. mencoba mempertahankan daerah tersebut. Sementara yang lain menunggu di Sajira. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan. Di tempat itulah. memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. Sedangkan di Tanara. yang berada di Keraton Surasowan. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari ibukota Surasowan. Hingga bulan Agustus 1682. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. Pasukan gabungan ini. melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. Akhirnya. sehingga terjadi stagnasi. mulai menembus keraton Tirtayasa. bergerak menuju Tirtayasa. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. oleh Sultan Haji. Pada bulan Oktober 1682. Saat itu. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. armada darat dan laut Kompeni Belanda. turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. Beberapa hari kemudian. pasukan darat dan laut Banten. Selanjutnya. yang berisi bujukan dan permohonan. pada bulan November 1682. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. bergerak menuju ke Tirtayasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pasukan gerilya Banten. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. meriam tempur Hartsinck. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. disambut baik dengan penuh rasa hormat. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung. dengan perhitungan yang matang. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. mundur menuju Tanara. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. di sebelah selatan Tirtayasa. Serbuan pasukan Hartsinck ini. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya. Pada awal Maret 1683.

Mungkin saja. Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda. Selanjutnya dalam catatan Vlekke. Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya. Akan tetapi.Keraton Surasowan. sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. Sultan Haji tidak berdaya. agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. mencoba memodernkan negaranya. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Perancis. di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. Kemungkinan besar. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Seperti juga raja Makasar. Denmark. jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. Akan tetapi. dalam berbagai sumber. telah berhasil memikat para pedagang Inggris. ia menyebutkan. Bahkan. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa. la dihormati dan disegani oleh lawannya. Pada saat itulah. Sehingga. Sultan Banten. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. ialah musuh besar Kompeni Belanda. sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Banten mencapai masa kejayaan. Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). Menurut pengamatannya. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. Karena terbukti. Tanpa ragu-ragu. bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. Penangkapan itu. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. mereka merasa senang. yang diberikan rakyat Banten kepadanya.

setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. sebelum kedatangan orang Portugis. kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. Muhammad Ismail. Orang berkata. untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). Padahal.Atas bantuan orang-orang Eropa. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. Dalam tahap permulaan. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. terdapat kesimpang-siuran. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. putera mahkota (Sultan Haji). berada pada titik puncaknya. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten. seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). Disertai salah satu kapal milik Banten. Benggala dan Persia. penerbit Saudara. bukan sebagai "bangsawan niaga". Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. pada tahun 1677. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Serang. ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. Akibat peristiwa penangkapan tersebut. Kesadaran politik inilah. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. berakhir pada tahun 1683. Para pedangan India. Oleh sebab itu. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. Sultan Haji mengira. Hal itu justeru tetjadi. Satu tahun lamanya. dari manapun asalnya. Sultan Ageng Tirtayasa. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. Mungkin penunjukkan tahun 1672. dipimpin oleh para nakhoda Eropa. disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. Cina dan Arab. Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . Macao. yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. melakukan pelayaran ke Philipina.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. melonjak naik. Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. la pun menuntut hak. Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. dari sumber-sumber yang ada.

Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. tanggal 8 April 1985.CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. Saleh Danasasmita (Anggota). 3. edukatif. penelitian. Tim inti itu. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. 4.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda. artistik. yaitu Tubagus Mustafa. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. No. Dr. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. Ekadjati (Ketua). untuk meneliti. Karena nilai-nilai kepahlawanannya. Pada tahun 1985. Skep/182/N/1985. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sprin. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . 5. Salah satunya.M. Setelah dilakukan penelusuran. berdasarkan. terdiri dari: Prof. Drs. dan lain-lain. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. jumlah korban pada pihak musuh. kesulitan yang dialami. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. politis. dan dukungan rakyat. diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. Saini K. 2. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. yaitu Pangeran Sake. Edi S. tingkat volume lama perjuangan. luas wilayah perjuangan. G. Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). Adik Sultan Haji. No. atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa. (Anggota). putera Pangeran Sake. dan Drs. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. psikologis. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. dibentuk tim.

terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah. Perlawanan Bupati Sumedang R. *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723). Ketiga tokoh tersebut. Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat. terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). la raja yang bijaksana. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). Kini diorama dan patungnya. 7.1. 8. Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). Dari hasil seleksi pada waktu itu.T. Sri Baduga Maharaja. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi). Perlawanan rakyat Banten. 3.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan 3. yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819). raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. Raden Alit Prawatasari. 5. di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683). 2.A. 4. terukir oleh tinta emas sejarah. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon. Sultan Ageng Tirtayasa. gagah berani. Bagus Rangin. 2. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). antara lain: 1. 6. raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi. serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta.

Agastya. Arca itu. Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . Siwa. meniru bentuk janggut patung Agastya. melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie. Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. diangkut ke museum pula. untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. pada paro pertama abad ke-19. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten.1984: 29). sekalipun orang Cina berkeberatan. Beberapa puluh tahun kemudian. beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap. kendi itu dihilangkan. yang menggambarkan Brahma.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati. menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang. dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme. kecuali satu.1996:101). bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". dua pakar yang terkenal. yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan. Pada wayang Kumbayana. Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. ternyata sebuah yoni. semuanya dikirim ke Batavia.BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI .MELACAK RAJATAPURA I. Brumund dan Van Hoevell. Beberapa bulan kemudian arca itu. Durga dan Ganesha. dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot.

kemudian dibahas oleh Yogaswara. luasnya sekitar 17. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1993: 33). Pemujaan terhadap Agastya. mengemukakan pendapatnya. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang. menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain.500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n . bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara. Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. 1850. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. Pada berbagai singkapan. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok. Pada materi yang sama. Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu.Boleh jadi. kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut. Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. dalam Guillot. bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari. Sayangnya. ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda. tuffa. Bila dikaji lebih dalam. Halwany Michrob. tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite. yang terletak di pesisir barat Pandeglang. Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung. Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). Kedua-duanya. 104). 1996. Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan).

II. dikatakannya kepadanya.1894 dalam Guillot. dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya. bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat. mengisyaratkan. 1984: 3334). Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja.1993: 33). dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. Dalam pada itu. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur. di Pulau Panaitan. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan. (1996). Dengan demikian. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526. karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ketika bapaknya datang kepadanya. memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari. Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1983: 33). MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah. Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari. 1978: 38). Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. dalam Michrob. seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913). bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan.daerah ujung selatan Surnatera.1996: 106). dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman. sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. Selanjutnya. Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik. Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara.

dahulu kala banyak terdapat pohon kiara. tebal 10 centimeter. pipih. Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca.dicari". oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. Batu Cangkrung. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. Di lokasi Batu Kiara Sarebu. antara lain: Batu Sanghiyang Arca. Patut disayangkan. dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. Pada hemat kami. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. Untuk membuktikan kebenarannya. yang berserak di bawah cucuran air terjun. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. tidak pernah kering. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas.19y6. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu. 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . Batu Kiara Jingkar. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. Menurut cerita rakyat. menurut cerita rakyat. air terjun Curug Putri. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. terdapat batu-batu yang dikeramatkan. Menurut cerita rakyat Cilentung. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut. Batu Kiara Sarebu. ada semacam "gambar" ayam jantan. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. menurut cerita rakyat. air di atas permukaan yang cekung tersebut. Di lokasi tersebut. Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari. Batu Sanghiyang Kotok. di sekitar puncak Gunung Pulasari. Batu Kiara Jingkar. Kekeramatan batu tersebut. Ayam jantan tersebut. Uniknya. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor.100).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Menurut cerita rakyat. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. Air Terjun Curug Putri. yang dibentuk serupa "makam". ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. Batu Cangkrung. konon milik Maulana Hasanuddin.

ketika diukur menggunaltan kompas. Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot. nampak gosong. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. Di bagian lain. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. tetapi hampir tidak menonjol.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. Makam yang pertama. jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. Di lokasi puncak Rincik Manik. banyak sampah-sampah berserakan. dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik.300 meter hingga 1.Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. Di lokasi puncak Rincik Manik. Selain tempat-tempat keramat biasa. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. lengan-lengan dan kelamin lelaki. Mungkin. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. yang ditinggallkan wisatawan lokal. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". kelihatan pula. Hal itu. Uniknya. dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir. terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". membujur arah utara-selatan. Di lokasi itu. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. Di lokasi puncak Roncang Omas. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. Makam yang satunya lagi. pada ketinggian antara 1. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. Bahkan batu-batuan yang ditemukan. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari.346 meter di atas permukaan laut. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. 1996). membujur arah timur-barat.

dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja". Mungkin Guillot kecewa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1996:100). mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur)./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n .1985: 92). Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar. Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda. Haris Sukendar. Di daerah Lampung. tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang. dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938). "primitif" dan "kampungan". dan belum dikerjakan (Sukendar. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot. yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. menerangkan makna dan fungsi menhir. karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. Jawa Barat. 1981/1982: 247). Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek. Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs. Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri.. dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia. dikemukakan antara lain sebagai berikut: . Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang.bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang.. Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1.

Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan. Mereka memohon kepada nenek-moyang. antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas. dengan mengucapkan mantra. Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung.wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya..1984: 42). Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu. bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda.. namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang. Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran. mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan. banyak sekali. Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai. yang menjadi tujuan terakhir. rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa.

7. 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . 4. Desa Pasirpeuteuy. Jumlah 3 buah menhir. Batu Cihanjuran. pada masa 2000 tahun yang silam. oleh arus deras sungai Cibama. antara lain berupa menhir: 1. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. Kecamatan Saketi. Desa Sanghyangdengdek. Sanghiyang Arca. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. Kecamatan Cimanuk. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut.nenek-moyang. Kecamatan Mandalawangi. Batu Lingga. Cilabuan. Kecamatan Saketi. Lokasi di Desa Sukasari. Batu Goong. Batu Pahoman. Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. Desa Cikoneng.1984: 42). Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. Makam Gunung Cupu. Dihitung secara geologis. jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. 2. Lokasi di Kampung Kaduhejo. Sanghiyang Dengdek. Terhanyutnya pasir. Kecamatan Banjar. Lokasi di Desa Banjarnegara. Kecamatan Menes. lokasi di mata air Cihanjuran. kerikil dari letusan gunung. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. 6. 8. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. Sanghyang Healeut. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). juga Gunung Aseupan. Gunung Karang. Lokasi di Desa Batulingga. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 5. Kecamatan Cadasari. Posisi di puncak Gunung Pulasari. Gunung Pulasari. debu. Berdasarkan kajian geografi sejarah. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. 3. Lokasi di Kampung Pahoman. keadaan pantai barat Pandeglang. Batu Rincik Manik. Cicaringin dan Cibangangah. Lokasi di Desa Gunungcupu. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat". 9. Kecamatan Saketi.

Kecamatan Menes. 2. Kecamatan Cimanuk. Batu Keris dan Bata Teko. Batu Kasur. Kecamatan Saketi. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. 8.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Desa Parigi. Desa Palanyar. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kampung Sampalan. Desa Palanyar. 12. Kecamatan Saketi. 10. Batu Qur'an. Batu Kolam Citaman. Lokasi di Kampung Cibulakan. 7. Lokasi di Desa Parigi. 2. 4. 5. Lokasi di Desa Saketi. 6. Bupati Serang tahun 1908. Batu Tongtrong. van Tricht. Kecamatan Cimanuk.III. 9. Batu Kuda II. Kecamatan Cimanuk. Batu Saketeng. masih terdapat gejala religi "agama masa silam". Lokasi di Desa Sukasari.1929: 47). Batu Ranjang. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). diduga memiliki nilai kepurbakalaan. Batu Cangkrung. Batu Kuda I. antara lain: 1. Batu Pangasaman. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan. 11. Lokasi di Kampung Baturanjang. Batu Notod. Lokasi di Desa Palanyar. Batu Pangsalatan. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. 1786. Batu Sanghiyang Kotok.A. Lokasi di Desa Parigi. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. Kecamatan Saketi. Batu Tumbung. Kecamatan Saketi. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. di antaranya: 1. dalam laporan resminya (1908 no. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk.A. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. 3. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Kecamatan Cimanuk. ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen. Lokasi di Kampung Cidaresi. Kecamatan Mandalawangi. Djajadiningrat. 3. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. Lokasi di Kampung Nembol. Di kawasan Popinsi Banten. Kecamatan Cimanuk. Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain.

Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. berupa peninggalan dari masa pra-Hindu. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku. akrab. Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa.1984: 43). dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha. tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir.1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. Namun. antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen. Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna.disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy. diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993). Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis. Keterangan peninggalan tersebut. Bagi mereka. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima.

jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme. antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar. dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan". salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari. Wisnu. Sang Pencipta Roh. Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan. Tidak menutup kemungkinan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur). Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita.j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib). Iswara. Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob. 1984:41). yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot. niskala = gaib). Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. Kemungkinan-kemungkinan itulah. peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna. kemungkinan besar pernah tersingkir. sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja". Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian.1993: 5-6). 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme. Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma. dewata tunduk kepada hiyang). mengemukakan pendapatnya.pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm. yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. "ratu bakti di dewata. maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala. Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter. kemungkinan ada unsur kesengajaan. dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek.

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

di antaranya berburu di hutan pegunungan. yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sang Raja membuat candi. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera. sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//. . ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta.. mengharapkan hidup lanjut dan selamat. mengusahakan pelayanan. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n . bertani dan sebagainya. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai. dipelihara dan sangatlah baik karenanya. Adapun mata pencaharian warga masyarakat.... Ada yang memuja Hyang Ganayana. Karena sekalian warga masyarakat. juga Hyang Wisnudewa. Golongan ini banyak pengikutnya.. Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan.. Ada yang memuja Siwa-Wisnu. Kekunoan arca-arca tersebut. Ada yang memuja Hyang Siwa. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari". Oleh karena kekunoannya itulah. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot.// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati. Anutan mereka sekalian Waisnawa. berdagang.

Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut.1996:108). Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita.1984:13). untuk sementara belum dapat dipastikan.1996:103). berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). Saleh Danasasmita. Kota Palembang di Sumatera Selatan. berada tepat di pantai. Oleh karena itu. antara abad ke-7 hingga abad ke-11.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno. Banten sebelum masa Pajajaran. Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). Akan tetapi. karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. beserta beberapa arca lain yang bergaya lama. ia menulis tentang arca Ganesha. antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)". Sedangkan Palembang sekarang. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n . sehingga hilang keunikan tempat asalnya. hingga mencapai 8-9 kilometer. sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada.1984). pada bagian lain. Guillot menjelaskan. penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. posisinya jauh dari garis pantai. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia. dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot. telah ditemukan di daerah Banten. dan bahkan nama kerajaan itu. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu. Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam. Kutipan tersebut sangat berharga. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot. dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni. memberikan kepastian lokasi. di bagian Pulau Jawa yang paling barat.

ditinjau dari segi pertahanan keamanan. di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan. yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari. halaman 154. kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai. juru pelihara Burhan. parwa I sarga 1. Begitu pula hal yang sama. Secara kebetulan. Di salah sate permukaan batu itu. posisi kota kecamatan Mandalawangi. berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. tinggi 9. Setelah dicoba dikaji-bandingkan. Oleh karena itulah. bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu). bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi. titik terbesar yang berbentuk persegi empat. Kemungkinan tersebut.5 cm). Kemungkinan besar. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938). terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . Posisi kota Kecamatan Mandalawangi. berada di tengah-tengah. Burhan menyebutnya "Batu Peta".garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. terindikasi adanya beberapa ketepatan.//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat. Barmawijaya (akhli geologi)..1980:13).. terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta. sangat strategis.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura. lebar 18 cm. terungkap sebagai . saat ini (18 Maret 2001). menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm. didukung oleh pendapat Dedi M. Kemudian. (terletak) di tepi laut.. berada di pesisir barat Pandeglang.

Oleh karena itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara. 184 | S e j a r a h K e r a j a a n . diduga kuat. Gunung Aseupan dan Gunung Karang.benteng alam: Gunung Pulasari. posisi Mandalawangi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful