SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

halaman: 35. Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999). sudah berusia lebih dari 100 tahun. bentuk: Prosa. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa. tulisan umumnya masih terbaca. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara. dapat diketahui.5 x 27.4. Walaupun demikian. kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang.1999:187). Bahasa: Jawa Cirebon.5 x 27. Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati. naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988). tulisan: 32 x 22 cm.5 cm. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep).5 cm. halaman yang ditulis: 213 halaman. 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . yaitu: 1. bahan naskah: Dluwang. tinta hitam. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). 1 halaman kosong. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. Edi S. Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah. sampul: 35. sebagian dari Serang (Yusuf. menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978. Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). aksara: Cacarakan. dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. 2. yaitu halaman awal dan akhir. kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor. gaya Cirebon. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Ukuran. tebal: 214 halaman.

Menurut Pangeran Wangsakerta. Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. Purwaka 2. Selain itu. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. nama naskah. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. pembentukan panitia. pengundangan nara sumber. di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. yaitu: 1. 4. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). pencarian sumber dan bahan. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Kolofon Bagian purwaka. Balikuna. seperti misalnya sejarah. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar. alasan penyusunan. Pustaka Carita Parahiyangan. yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. Di antara mereka itu. dibawa kembali ke negaranya. dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. dan Sundakuna. tujuan penyusunan.3. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. dan kesehatan. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan. Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. sumber. terdiri dari tiga bagian. Melayukuna. hukum. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. dari daerah lain. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. parwa dan sarga. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya.1985: 537). yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). Pustaka Nagara Kretabhumi. penyusun. kepada Sultan Cirebon.

mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2.1985: 530-557). bahwa dalam tahun 1677 M. 2. Pelaksanaannya. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi. atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . 5. Bagian kedua. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. Musyawarah tersebut diadakan. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). 3. d. Panitia Pelaksana. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. kadang-kadang amat ringkas. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. 1. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. Penasehat: 1.masalah yang muncul dalam sawala. Kata pengantar itu kadang-kadang lebar. 4. Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. adalah sebagai berikut: a. III. di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. Jaksa Pepitu Cirebon. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. 4.

f. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. Gurun. India. Sindangkasih. Kuningan. Lamongan. Banggawi. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). Cina. Tanjung Puri. Campa.5. Tanjungpura Karawang. Losari. b. Parakan Muncang. Semarang. Dermayu. Mojoagung. Sukapura. Barus. Rancamaya. Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. Sangga II: Mataram. Makasar. Demak. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. Pasai. Kediri. Ambon. dan Trengganu. Tumasik. Luragung. Nayapati. Imbanagara. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. Tegal. dari negara tetangga yaitu: Mesir. undangan dan juru bahasa 6. Lamuri. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. Minangkabau. Geresik. Sri Langka. Tanjung Nagara. Bantayan. Namun di antaranya. Rajagaluh. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. Benggala. Sangga V: Jambi. Giri dan Sendang Duwur. dibuat risalah resmi. Taliwang. Tembayat. f. Cirebon. Galiyao. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. Seran. Ukur. Kudus. Sangga IV: Sumedang. Galuh. Maluku. Madura. Bali. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). Balambangan. Talaga. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. Anggadipraja: duta keliling. Jepara. Kertabumi. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok). Berunai. Panarukan. d. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. setelah disepakati bersama. Tanjung Kutai. Malaka. Perelak. Para Peserta. Sedayu. Pendengar (pangreungeu). Arab. Kuta Lingga. Banten dan Palembang. Lwah Gajah. tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). Bangka. Bagelan. Galunggung. e. Tuban. 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . c. Brebes. Lasem. Pasuruan. Wirasaba. yaitu: Sangga I: Surabaya. Cangkuang.

dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). istri raja. aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. tahun pemerintahan raja-rajanya. terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). meletusnya suatu pemberontakan. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur.g. yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. IV. Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. keturunan raja-rajanya. dalam upaya menyusun naskah sejarah. bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. tahun wafat raja dan banyak hal lagi. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. Madura dan Banten.

Tetapi mereka memberikan catatan. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). Lebih. Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya. Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi.dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. tidak lagi dibuat-buat. dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini.Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan. Walaupun demikian. Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. lebih-lebih dengan para sesepuh. Karena itu aku menempuh jalan tengah. Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka. Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita).

jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. memang baru dilakukan kemudian. Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. Patut disayangkan. sebagai para penguasa Cirebon. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. Bila demikian halnya. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . Penulisan naskah menjadi pustaka. sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. oleh Jaksa Pepitu. baik secara khusus maupun sambil lalu. Dapat diketahui. Kemudian. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini.beserta kerajaannya. kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. Dilihat dari gaya tulisannya. Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. musyawarah itu telah berlangsung. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. dan Panembahan Anom. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang. Tanggal tersebut. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. Dalam jilid yang lain. agamanya. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja). maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. Karena itu. la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu.

dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. Dalam kenyataannya. dan Panembahan Kacirebonan). Sultan Kanoman. yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut. walaupun tidak dijelaskan. Pangeran Abulfath Abdulfatah. barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan.terjadi penyerbuan Trunojoyo. Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan. Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. ialah karena melihat kenyataan. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. ada dua hal yang menarik. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. adalah keterangan Wangsakerta. adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. Alasan kedua ialah. bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. sehingga Karta ibukota Mataram. Tahun 1676. 2. dari orang yang sangat mereka hormati. Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. Dengan demikian. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. yaitu: 1. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). karena para penyusun memperoleh tugas. Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. Di antara amanat Sultan Sepuh itu. Setelah itu. dan 3.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Alasan pertama. Permasalahannya. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. berlangsung di Keraton Surasowan Banten.

waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. Bahkan. Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. dengan cara mengkompromikannya. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. Jawa Tengah. Dalam hal yang demikian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. pada salah sebuah nisan. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . Disana. Banjarmasin dun Nusa Bali. dekat Bukit Gempol tahun 1528. ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). Bila hal itu tidak mungkin. yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. dalam beberapa hal. Secara runtut berlangsung. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. Samudera Pasai. Dalam ambahan sumber. Sriwijaya. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. dapat dikatagorikan logis. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697. Dari naskah-naskah yang terkumpul. Jawa Timur. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984).riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). Sedangkan beberapa hal lainnya. atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama. Tatar Sunda. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita.

Karena kesal. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. De Haan mengumpat Caeff. bahwa berita tersebut "tidak benar". dikenal adanya sebuah naskah wawacan. Catatan Harian Kompeni. kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. Tulisan tersebut berupa makalah. Dalam sumber Kompeni lainnya. sama sekali bukan. Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. dicantumkan dengan tegas. van der Meer dan Jan Mulder. Di lingkungan terbatas kerabat keraton. Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. Di bagian bawah naskah sebelah kiri. dalam pertengahan kedua abad ke-17. F. bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). Dalam naskah tersebut. yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya. PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. Sebagai Sejarawan Abad XVII. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. pada tanggal 9-11 Maret 1986. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. tokoh Pangeran Wangsakerta. Di gedung Arsip Nasional. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. Pada urutan ketiga. tanpa nilai khusus. nyaris tidak dikenal oleh umum. de Haan dalam buku Priangan II (1912).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .V. ternyata benar-benar ada. Sedangkan Dipati Topati. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. De Haan (1912. bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. Menurut Saleh Danasasmita. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. tersimpan sebuah dokumen. Dr. tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan.

ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat. masih sangat kabur. Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. Empat tahun kemudian. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. dan Nayapati. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman. Anggaraksa. Sunan Tegalwangi. pada tahun 1599 Saka (1677 M).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu. Dari perkawinan tersebut. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. Panembahan Girilaya berputra tiga. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). termasuk kedudukannya di Cirebon. Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. Purbanagara. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. Tapi raja Matararn. Anggadiprana. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. adiknya. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. Anggadireksa. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. Dari puteri Mataram. senantiasa ingin merebut Cirebon. Setelah Panembahan Ratu wafat. Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. Singanagara.

yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. 15 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. Susuhunan Amangkurat dan putranya. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. Pangeran Dipati Anom.bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. tentara Mataram selalu menderita kekalahan. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Sementara itu raja Mataram. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya. Dalam pertempuran di berbagai daerah. yaitu aku sendiri. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. adiknya. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah wafat. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten. Setelah itu putranya. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten. Mataram dan Belanda. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama. Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri.

*** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. sehingga dapat menghapus segala kekisruhan. Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain. Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. Kutipan di atas. Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. Akhirnya Panembahan Sepuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon. Lalu Sultan Banten mewisuda kami. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan.

PURWAYUGA Sedemikian jauh. kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama.BAGIAN : 2. maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah. di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah.// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang. berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1... SALAKANAGARA I. (Wangsakerta. dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba). dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto).1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala). Akan tetapi. Sebelum kemungkinan itu terbukti. Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: . bisa saja terjadi di Tatar Sunda.

sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni. hutan Sumatera. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan. Namun demikian. karena mereka berlaku seperti setengah hewan.000 sampai 300.000 tahun yang silam. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. di lereng gunung dan tepi sungai. Berjuta juta tahun kemudian. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. Akan tetapi. Di antaranya ada yang menyerupai kera. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan.menjadi dingin. antara 750. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. Kulitnya berwarna gelap. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. Mereka adalah manusia purba. besar dan tinggi sosok tubuhnya. Kemudian. dan hutan Kalimantan (Bakulapura). belum ada mahluk hidup. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung.000 tahun yang silam di Nusantara.000. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa).000 tahun sampai 600. yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi. hutan Makasar. Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon. permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. terutama di Pulau Jawa. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya. Kira-kira 1. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. manusia hewan. Di daerah lain di Pulau Jawa. Ada pula yang seperti raksasa. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. Mereka mirip kera. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. tanpa busana. Beberapa juta tahun kemudian. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. Ada yang tinggal di atas pohon. hanya menggunakan tangan.

berwarna kuit agak gelap. Mereka tidak cerdas. saling bunuh di antara sesamanya. tetapi buatannya tidak bagus. 19 | S e j a r a h K e r a j a a n . manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. Seterusnya. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). di Sumatera.000 tahun yang silam. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara. antara 500. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah.000 sampai 50. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. Sementara itu. musuh. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya.000 tahun yang silam. Selanjutnya. tidak banyak berbulu.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara. Sumatera.000 sampai 20. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). Senjata dan perabotannya terbuat dari batu. Ke dalam zaman tersebut. Kira-kira 250. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara. hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. jumlahnya tidak banyak. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga).000 tahun yang silam. Mereka hidup antara 50. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba. ataupun binatang. diburu. dan Pulau Jawa.000 sampai 25.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare). Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara.000 tahun yang silam. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas.000 tahun yang silam. dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40. antara 300. Akan tetapi bertubuh lebih kecil. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. mahluk jenis inipun akhimya punah.000 sampai 300. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. dan rempah-rempah. lalu menetap di sana. mereka menderita kekurangan makanan. Lama kelamaan. Anak. darah. pohon besar. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen. memberi berkah. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. melaksanakan sembah-hiyang. bulan dan bintang. melindungi adat. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). Karena itulah. dan daging hasil buruan. arwah leluhur. menguasai berbagai ilmu mantera. dan keluarga. cucu. hampir sama seperti di negeri asal mereka. umbi-umbian. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ada pula Yang memuja pohon rimbun. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. Setibanya di sini. batu. tumbuhan. buah-buahan. Untuk sementara. ikan. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. selalu bertapa. Makanan sehari-harinya adalah daging. matahari. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. Singkatnya. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. tunas. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap.Akibatnya. mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. masing-masing membuat rumah. sungai. mengharap terlepas dari penderitaan. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. kayu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengharapkan berumur panjang. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. Mereka berburu hewan. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. Rumah mereka itu berderet. gunung. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. tunas. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. mengalahkan musuhnya. daundaunan.

Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. Kaum pendatang kelompok ini. serta membuat aneka obat-obatan. musim hujan. tentang ucapan. lalu ilmu tentang rempah-rempah. serta membuat wayang dari kulit diukir. Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). sedangkan batu-batuan dan tulang. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. 24 | S e j a r a h K e r a j a a n .lukisan menurut kehendak masing-masing. dan kenistaan bagi orang pribumi. ukuran. pendatang baru makin lama makin banyak. karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). segera dikalahkan. telah mengenal emas. Sebaliknya. musim kemarau. permata. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. akan ditangkap dan dibunuh. tiba kira-kira tahun 1. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. perak. Kaum pribumi. karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. hutan dan gunung. serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. merasa terhina dan sangat takut. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. tentang hewan. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. membuat api dengan batu api dan besi. tumbuhan. serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. manik. kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. dan ilmu memanah (dhanurweda). dan perahu dengan baik. menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. Akan tetapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. Zaman ini. karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. Kaum pribumi itu selalu kalah. telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. gempa bumi. tentang gunung. seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. kesengsaraan. mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). ilmu tentang hutan. hari.600 sebelum tarikh Saka. Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. tentang tanah. Di samping itu. makanan. Terjadilah pengungsian besar-besaran.

yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. USA). yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India. Selanjutnya. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. Datuk Banda putera Nesan namanya. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. putera Ki Pawang Sawer namanya. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. berdiaiu di wilayah Langkasuka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. Oleh karena itu. putera Datuk Waling namanva. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. Selanjutnya Aki Dungkul. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. ia berdiam di dukuh di tepi sungai. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. putera Datuk Pawang Marga namanya. Sang Aki Bajulpakel. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. Datuk Pawang Marga. di wilayah Propinsi Yunnan. Ki Pawang Sawer. menurut para akhli. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . Yu-wan dalam bahasa Cina. putera Ki Srengga namanya. dalam naskah tersebut dikemukakan. kota Yu-wan.…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. Ki Bagang. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. Sedarrgkan Yunnan sendiri. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. 1980. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem.

Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. Mereka menanam padi.arah barat di wilayah Kashmir. pengetahuan tentang laut. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. India dan Burma (Myanmar). begitu pula membuat perahu bagus. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus. pengetahuan tentang memanah. Biarpun sering melawan. IV. Penyebabnya. Wayang. menimbulkan gempa tektonik. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. ialah membuat senjata dari besi. perilaku mengenai alat penukar. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. juga membuat berbagai obat-obatan. juga emas. yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. Mengembara di hutan dan gunung-gunung. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. perak. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. Golongan pribumi senantiasa dihinakan. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. di puncak Himalaya pada saat musim semi. gempa bumi. akibat pencairan es. manik.000 depa). tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. membuat perlengkapan perang dari besi. juga pengetahuan tentang tanah. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. Adanya benturan dua lempeng tersebut. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China. segalanya terbelakang. pengetahuan tentang berbagai binatang. Selanjumya. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. dibuat dari kulit yang diukir. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. Kenyataannya. berbagai tumbuh-tumbuhan. orang yang datang baru bertambah banyak. berkeliaran tanpa tujuan. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. (musim) penghujan dan kemarau. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. Karena orang pendatang baru.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mereka telah mampu membuat rumah besar. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. pengetahuan tentang hari. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. dan pengetahuan tentang tutur kata. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. gunung. kristal. karena bodoh. tentang makanan yang lezat. yang dijadikan makanan sehari-hari. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. kendaraan. berbagai perkakas dari besi.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. negeri Gaudi. banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). Terutama para pendatang. seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. Di sini. Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. yang sangat banyak berdatangan di sini. yang tiba di Pulau Jawa. Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. ada yang kecil. Tetapi. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. Mereka senantiasa datang di sini. Dua wangsa inilah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). negeri Singhala. yang banyak datang dari negeri Bharata (India). telah banyak golongan warga masyarakat. ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. Dukuh itu ada yang besar. Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. Dukuh besar ada di tepi laut. ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). atau tidak jauh dari muara sungai. di pulau-pulau Nusantara. Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. Di antaranya ada yang bermusuhan. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). 30 | S e j a r a h K e r a j a a n . Permulaan pertama tahun Saka. maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat). negeri Cina dan sebagainya. dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil. Dengan demikian. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan. ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan. Di antara mereka. yang menjadi pribumi tiap dusun. mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara.

Daerah kekuasaan Salakanagara. Bumi Sopala. Kota besar lainnya lagi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). Tatkala Aki Tirem sakit. dijaga oleh pasukan Dewawarman. diperisteri oleh Sang Dewawarman. Beberapa tahun sebelumnya. Oleh karena itu. Syangka. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. karena mereka telah menjadi penduduk di situ. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. Dewi Dwanu Rahayu. sebab jalur ini merupakan gerbang laut. dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). Demikian pula para pengikut Dewawarman. lalu beranak pinak. tidak ingin kembali ke negerinya. puteri Sang Aki Luhur Mulya. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. Sedangkan adiknya yang lain. Pohaci Larasati menjadi permaisuri. serta barang barang lainnya. Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. sebelum meninggal. daerah. Dewawarman dan pasukannya. dan Abasid (Mesopotamia). dengan nama nobat.namanya terkenal. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. Yawana. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. dan pesisir Sumatera bagian selatan. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. masuk pula dalam wilayahnya. yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini. Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). China. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. sedangkan isterinya. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. adik Dewawarman. Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi.daerah sepanjang pantainya. Agrabhintapura. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. Selanjutnya. Setelah Aki Tirem wafat. Dewawarman ini. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. Oleh karena itu. Nusa Api (Krakatau). Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti.

Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi. Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). Dari perkawinan ini lahir seorang putera. yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya. la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 . dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 . la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi. putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan).VI. laki-laki. ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri. Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 . yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. laki-laki bemama Gopala Jayengrana. Anak yang tertua. Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara. Dari perkawinannya dengan puteri India. Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. Yang keempat. la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. Yang kedua. Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi. terjadi serangan bajak laut dari negeri China.308 Masehi).252 Masehi). Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. Kelak. Pada masa pemerintahannya.238 Masehi). la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). sang rani. ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun. Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. Yang kelima.

Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. Kemudian. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Krodamaruta tidak lama berkuasa. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. karena ia tewas tertimpa batu besar. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat. ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. puteri sulung Dewawarman VII.seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. Pada tahun 270 Saka. di Rajatapura (ibukota Salakanagara). Akhli waris tahta yang sah. putera Sri Gandari Lengkaradewi. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. 33 | S e j a r a h K e r a j a a n . datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. Setelah pernikaharmya. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi). Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. ketika sedang berburu di hutan. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. puteri sulung Dewawatman VII. pada tahun 262 Saka (340 Masehi). la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. Akibat peristiwa itu. yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. Sphatikarnawa Warmandewi. Lengkaradewi beserta suami dan puterinya. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. adalah Sphafikarnawa Warmandewi. Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya. Dari puteri ini dengan Atwangga. bersenjata lengkap. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara. Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. Akan tetapi.

seorang putera bernama Aswawarman. Ada yang memuja Siwa. Dewawarman VIII. Yang sulung. genaarnd Pien. Dewawamm IX. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . C. bernama Candralocana. telah dilacak oleh N. herkencl. Raja Indraprahasta yang pertama. selama 233 tahun (130-363 Masehi). Di antara penduduk.Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. Anggota keluarganya yang lain. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota.I (1987: 31). In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. VII. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. Ekadjati. tinggal di Yawana dan Semenanjung. dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. ada yang memuja Wisnu. Yang ketiga. ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas. Yang kedua. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. kemudian. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. sebab puteranya. Permaisuri yang kedua. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. J. Kelak setelah ayahandanya wafat. Java-eiland. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. een gezantschap naar Cina. en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. In den nanm van het land ia Yawadwipa. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. kehidupan penduduk makmur sentosa. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. Semenanjung. dan Jawa Tengah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. ada yang memuja Ganesha. namun jumlahnya tidak seberapa.

di dalam hal ini. dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. Memang mungkin sekali. seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. Hal ini katanya tidak mengherankan. jang mana akan berarti. Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. 1950:11). dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. Untuk lebih dipahami. Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym. antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. dikemukakan pula kutipan terjemahannya. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M. telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. tetapi djuga akan menerangkan. oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon. naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina.eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa). jang bukan sadja berarti. jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja. yang disebut di dalam Hou Han-shu.

Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama". seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai. "Sabadeibai Tiga". yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi.1988:1718). Hall.1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. "Chryse Chersonesus".E. Buku VII dari Geographianya. mengemukakan hal yang sama. mungkin ada artinya dalam hubungan ini. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. tahun 132. datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II.perutusan ke Cina pada tahun 132 M. dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai.G. 1958 dalam Soewarsa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M. sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya. Di dalam berita itu disebutkan. Menurut dugaan Sarjana Perancis G. Sartono Kartodirdjo. mengutip tulisan NJ. Javadvipa. D. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien. dihuni oleh pemakan daging manusia.. G. sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall. dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti. (Atja & Ekadjati. antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa. Ferrand. yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas. E. pulau Jawa. Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. juga dihuni oleh pemakan daging manusia. Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931). dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. secara detail berisi tentang Asia Tenggara. Pendapat D. dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi.1987:32). Hall.

Menurut Ayatrohaedi. dengan sendirinya diduga kuat. Pulau Panaitan. bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. menyatakan bahwa pada abad ketiga. dalam Michrob 1993: 32). terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi). Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat. Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67). dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ujung utara Sumatera.Dalam buku Geographike. Tiao artinya Dewa. Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. Hasan Mu'arif Ambary. yang merupakan hasil utama kawasan itu. mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. Menggunakan sumber yang sama. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. yaitu emas dan perak. dan Pien artinya Warman. kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. negeri emas dan Chryse Chersonensos. Selat Sunda. pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. memberitakan. 37 | S e j a r a h K e r a j a a n . la. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. yaitu negeri Perak. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. Chryse Chora. Vietnam.1977: 6). lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. dan menyebut kota itu dengan nama Barus. semenanjung emas. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo.

Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang). Rute Ptolemeus adalah Venesia. dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. Ayatrohaedi dan Edi S. India. Temuan selanjutnya. bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. pernah melakukan penggalian di Palembang. sudah ada jalur bisnis di Asia. terdapat di Jawa Barat (Krom. Iskandaria. 1996:15). berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi.1977: 36). Barus.1993: 37). Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. yang diperkirakan berasal dari abad V. Teluk Aden (Yaman). yang berarti perak. dapat diduga. Bahkan. Pandeglang. adalah "terjemahan" dari Merak. Hasan Mu'arif Ambary. dalam bukunya Geographia Hyphegesis. Glory and Gospel. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus.Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. dan kembali ke Venesia. Lebak Munjul. mengemukakan pendapatnya. Sartono Kartodirdjo. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. Cina. tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat. dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. dan Persia. Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten.1956:10). bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara. dan nyatanya. Berdasarkan temuan tersebut di atas. Cina. terjemahan Effendi. Prasasti ini. banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. 38 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. sebagai Dewan Pakar menyimpulkan.

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. yang diberikan kepada raja Indraprahasta. dengan iringan suara gamelan yang merdu. Sang Purnawarman. disebut Cisuba. yang ditulis pada batu. dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. Sungai yang bagian hilirnya.raja-raja sesamanya (panji segala raja). Kemudian. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta. Pengerjaan. dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. gajah seekor. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. Dua tahun kemudian. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. ialah: sapi 400 ekor. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. mengalir sampai di istana kerajaan. tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. dan makanan lezat. Tahun 410 Masehi. Setiap orang. Para petani merasa senang hatinya. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. kuda 20 ekor. dari desa sekitarnya. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . ditandai lukisan telapak tangan. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. Semua mereka itu. yang ikut serta mengerjakan saluran ini. Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. dari tanggal 13 sampai tanggal 15.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang diibaratkan Dewa Wisnu. mendapat hadiah dari raja. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. pakaian. yang biasa membawa perahu. Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. ikut serta berkarya bakti di situ. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). Tiap tahun. Sang Purnawarrnan. Prasati itu. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. pakaian. ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. Raja-raja bawahan itu. Demikian pula para pedagang. Sebagai tanda penyelesaian karyanya. Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). datang ke ibukota (Sundapura).

Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. beberapa puluh tahun sebelumnya. sebuah patung Wisnu. Sang Adyaksa. Panglima Angkatan Laut. Kemudian. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. pakaian bagi para Brahmana. Setiap orang. beserta pengiring lengkap. Jadi. Sang Purnawarman.000 ekor. Sang Purnawarman sedang sakit. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah). ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. yang dilengkapi dengan patung pribadinya. berjajar memanjang di tepi sungai. memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. sambung menyambung tidak terputus. Sang Maharaja. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. Selanjutnya. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. lukisan telapak kaki tunggangannya. dengan membawa berbagai perkakas.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. Sang Juru. Sedangkan para pemuka dari daerah. kakek Sang Purnawarman. yang ikut serta dalam pekerjaan ini. banyak membuat prasasti batu. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar. Ada pun kali Candrabaga itu. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. memperbaiki. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Mahamantri. Waktu dilangsungkan upacara selamatan. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. Para petani menjadi senang hatinya. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. Mereka itu. sebuah bendera Tarumaragara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Purnawarman. Sang Maharaja Purnawarman. lukisan telapak kakinya. dari desa-desa sekitarnya. Di situ. Demikian pula di tempat-tempat lain. dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. membuat prasasti yang ditulis pada batu. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. Ribuan penduduk. kepada para Brahmana. Sang Purnawarman. kerbau (mahisa) 80 ekor. laki-laki dan perempuan. Perinciannya: sapi (ghoh) 1. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata. berkarya-bakti siang-malam. Dengan demikian. kuda 10 ekor. Sang Tanda. telah diperbaiki. pakaian serta makanan lezat. dan bahan makanan. disertai beberapa orang Menteri Kerajaan.

ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). pakaian. Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. diperbesar dan diperkuat. Karena itulah. Sehingga. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. Hadiah berupa sapi 800 ekor. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. makanan lezat. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. sebahagian terbunuh dalam perang. Sisanya. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. la pun seorang pemuja Batara Indra. ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. memperbaiki. Dari 80 orang perompak. Seorang demi seorang. mengepung dua buah kapal perompak. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. perompak yang ditawan itu. Dahulu. Tetapi. Demikian pula halnya Angkatan Laut. kerajaan ini tidak seberapa. pasukan Tarumanagara. Karena itu. memperteguh alur dan memperdalam Citarum.sanghyang tapak. Selamatan dan hadiah harta. Pembersihan terhadap kaum perompak ini. terjadi di perairan Ujung Kulon. Perang pertama dengan kaum perompak ini. Angkatan Laut Tarumanagara. Sernua itu. Sang Purnawarman. Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. apabila hendak pergi menyerang musuhnya. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. selalu memenangkan pertempuran. di tengah laut. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. dengan tulisan pada batunya. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). dibunuh dengan berbagai cara. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. bunga teratai. sebanyak 52 orang dapat ditawan. di antara mereka. Kemudian. yang merajalela di perairan barat dan utara. ditulis pada prasasti batu. harimau dan sebagainya. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat).

Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. 1984: 3-1). 45 | S e j a r a h K e r a j a a n . kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita. barulah keadaan menjadi aman. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. Semua barang yang ada di dalamnya. yang menjadi panji segala raja. Semua kapal diganggu. dan penduduk Tarumanagara merasa senang. prabu yang setia serta penuh kepahlawanan. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. perairan Pulau Jawa sebelah utara. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. dipinta atau dirampas. bercokol di perairan Teluk Lada ini. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda.Telah lama. dikuasai kaum perompak. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang. barat dan timur. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. Pada bagian ini. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. Kemungkinan besar. Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan.

menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). Salah seorang isteri Sang Purnawarman. berlukiskan naga (nagadhuajarupa). Sang Kudungga putera Sang Atwangga. Pangkal silsilah mereka. mempunyai bendera. yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru. banyak di antara anggota keluarga ini. berada di situ dan menjadi penguasa. Sang Kudungga. Puteri Sang Kudungga. Sopala. dimulai dari Sang Pusyamitra.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berasal dari Bakulapura. Cambay (di India). diperistri oleh Sang Aswawarman. yang diberi nama Kuta (Kutai). Sumatera dan lain-lain. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. Salah seorang anggota keluarga Sungga. Cina. telah beberapa puluh keturunan. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). kemudian diubah namanya. yang mengungsi ke berbagai negara. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. berlukiskan berbagai macam binatang. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. laki-laki dan perempuan. Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. menjadi Panglima Perang. datang dari India. Yawana. telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. raja Tarumanagara pertama. yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. Bendera Angkatan Lautnya. Karena itulah. Sedangkan pamannya dari pihak ayah. keluarga itu. untuk mempererat persahabatan. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). negeri Syangka. Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. Adapun bendera kerajaan Taruma. Negeri ini. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. menjadi Bakulapura. Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. bersama keluarga dan pengiringnya. Sang Nagawarman. 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . Beberapa ratus tahun sebelumnya. bernama Nagawarman. Kakak perempuan Sang Aswawarman. Keluarga itu.Adik Sang Purnawarman. la pernah mengunjungi Semenanjung. Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga. bernama Cakrawarman. Bakulapura.

Cangkuang (Garut). Permaisuri Sang Purnawarman. sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). Legon (Cilegon). Gunung Manik (Manikprawata). Gunung Cupu. seorang raja besar di pulau itu. Dalam masa pemerintahannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. Bakulapura. kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. adalah keturunannya. Ia dipusarakan di tepi Citarum. Nusa Sabay. Kosala (Lebak). Sri Jayanasa. bernama Wisnuwarman. berasal dari: Sumatera. kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. Purwakerta (Purwakarta). Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. Setelah Sang Kudungga wafat. Kelak. Gunung Kidul. Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. Sagara Kidul. Aswawarman dengan isterinya. kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). Adik Wisnuwarman yang perempuan. adalah puteri salah seorang raja bawahannya. menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya.Jadi. Sang Purnawarman. Sabara. sebagai penguasa Bakulapura. ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. Dari permaisuri ini. penduduk. Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. Aswawarman berputera tiga orang. Cupunagara (Subang). Purwalingga (Purbalingga). Galuh Wetan (Ciamis). Malabar (Bandung). menjadi semakin erat. Silsilah Dinasti Warman. Agrabinta (Cianjur). Purwanagara. Peraturan Ketentaraan. wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. Sri Maharaja Purnawarman. Indraprahasta (Cirebon). Kecuali di Pulau Sumatera. adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang). Siasat Perang. Sang Aswawarman menggantikannya. Bumi Sagandu. Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. menjadi penguasa Bakulapura. kelak menggantikan ayahnya. Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. Karang Sindulang. Paladu. menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. Ujung Kulon (Pandeglang). Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sindang Jero. Wanagiri. Gunung Kubang (Garut). diperistri oleh seorang raja di Sumatera. Yang sulung bernama Mulawarman. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. Akan tetapi. Penduduk pribumi. Putera sulungnya. Alengka. masih saudara satu-buyut. tidak seberapa banyak. Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. Manukrawa (Cimanuk). Penganut Budha.

Digantikan oleh puterannya. Wanadatar. sebagai raja Tarumanagara ketujuh. Pasir Sanggarung (Cisanggarung). Indihiyang (Tasikmalaya). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). sebagai raja Tarumanagara kesembilan. Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. Tanjung Camara (Pandeglang). Sang Indrawarman. dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. Pasir Muhara. Setyaraja. 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jati Ageung. la. Sagara Pasir. putera sulungnya.(Majalengka). Pura Dalem (Karawang). Digantikan oleh puteranya. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). digantikan oleh adiknya. Linggadewata. Pakuan Sumurwangi. Dua Kalapa. Karena tidak punya keturunan. Kalapa Girang (Jakarta Selatan). Rangkas (Lebak). memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). sebagai raja Tarumanagara keenam. Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). Wanajati. Sang Candrawarman. Sang Dewamurti. dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. Sang Wisnuwarman. Digantikan oleh puteranya. Sang Suryawarman. Digantikan oleh puteranya. sebagai raja Tarumanagara kelima. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. Digantikan oleh puteranya. pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). Sang Kretawarman. la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). Sang Sudawarman.

la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). II. sebagai penerus tahta Tarumanagara. 49 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan nama nobat. menjadi Kerajaan Sunda. tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. Sang Nagajaya. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. Digantikan oleh puteranya. dan Rangkas). Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". memegang peranan penting bagi Tarumanagara. menjadi Kerajaan Galuh. memerdekakan diri. dalam sumber Cina yang terakhir. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). Kosala. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. Dengan berbagai akibatnya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. Sang Linggawarman. ditandai dengan adanya pewarisan tahta. dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. la digantikan oleh menantunya. Wilayah timur Tarumanagara. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). Dalam tahun yang sama. Kerajaan Sunda. MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. Ujung Kulon. Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). Oleh sebab itulah. ke berbagai negara sahabat. Ketika ia naik tahta. seharusnya tampil dalam panggung sejarah. Sang Tarusbawa. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. Sang Tarusbawa. Peristiwa tersebut berakibat fatal.Digantikan oleh puteranya. menantu Sang Linggawarman lainnya. sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. dengan Batas sungai Citarum. Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. sebagai raja Taruma nagara keduabelas. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Dari sejak itulah. mengganti nama Tarumanagara.

Setelah keraton selesai dibangun. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. Setelah 9 tahun berkuasa. tetapi ia wafat dalam usia muda. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. Jumlah 5 keraton tersebut. dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. pada tahun 654 Saka (732 Masehi). daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). di Kerajaan Galuh.Madura. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. cucu Sang Tarusbawa. 2. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. Prinsipnya. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam usia 91 tahun. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. Seharusnya. Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. memindahkan ibukota kerajaan. dan Suradipati. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya. Madura. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda. "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. di Kerajaan Sunda. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana. Sebab. di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah. Sena-Sanaha. disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. dalam sastra klasik. Narayana. Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun. Punta. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. sering disebut Panca Persada. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". Dalam Prasasti Canggal. Sebagai penggantinya. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. 3.Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. adalah ayahnya Teja Kancana.Suradipati. Sang Sanjaya. Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. yang terusir oleh Sang Purbasora. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Dengan demikian. Batara Danghiyang Guruwisuda. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. selama 8 tahun. Raja Galuh tersebut. ialah: 1. Disebut demikian. Dari permaisurinya. sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. Sedangkan Dewi Sawitri. Sebagai putera laki-laki. digantikan oleh menantunya. Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. memperisteri Dewi Saraswati. Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. Rakeyan Wuwus. puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. Setelah prabu Gilingwesi wafat. kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). Setelah Prabu Hulukujang wafat. Sang Banga mempunyai putera. dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. Rakeyan Diwus. bernama Rakeyan Medang. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). pada tahun 825 Masehi. Rakeyan Hujungkulon. Dari Dewi Kirana. karena putera Sang Banga tersebut. Rakeyan Medang. yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. diwariskan kepada Sang Arya Banga. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). ketika ia wafat. dan 2. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. akhirnya tahta Kerajaan Sunda. Dewi Sawitri. digantikan oleh menantunya. Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. dengan nama nobat Prabhu Hulukujang.Saunggalah (Kuningan). la diwisuda pada tahun 739 Masehi. dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara. pada tahun 852 Masehi. menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. kemudian diberi nama Dewi Samatha. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. digantikan oleh puteranya. Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon). 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . Batara Danghiyang Guruwisuda. pada tahun 795 Masehi. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi.

Kerajaan Galuh. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. dan 2. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. memperoleh dua orang putera. Pasukan Kerajaan Sunda. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. di bawah naungan Prabu Jayadrata. Rakeyan Jayagiri. atas perintah Prabu Jayadrata. 52 | S e j a r a h K e r a j a a n .Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. sebelah barat Citarum. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. sebab pada tahun 916. Baru empat tahun memerintah. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). yang besar dan lengkap. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. Rakeyan Jayagiri naik tahta. Di pihak lain. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. Rakeyan Kamuning Galling. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. Rakeyan Jayagiri. la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). karena dibunuh dan digulingkan. antara lain: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. Rakeyan Windusakti. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. Serbuan inipun. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. yang dibunuh oleh adiknya. Akan tetapi. dikerahkan kemudian. kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. Rakeyan Limbur Kancana. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. Rakeyan Jayagiri. 3. oleh Rakeyan Umbur Kancana. Selanjutnya. Prabu Wanayasa Jayabuana. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda.

atas perintah Dewi Ambawati. dan 2.Di Kerajaan Galuh. putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. Dewi Rukmawati. Prabu Wulung Gadung. Dewi Somya. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. suanii Dewi Ambawati. Rakeyan Sunda Sembawa. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. Prabu Brajawisesa wafat. di antaranya: 1. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. di antaranya: 1. dan 2. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. Sebagai tindakan balas dendam. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. menantu Prabu Limbur Kancana. damai kembali. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. Tahta Kerajaan Sunda. Pada tahun 1012 Masehi. Rakeyan Gendang. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. Rakeyan Sunda Sembawa. Dewi Somya. mengangkat keponakannya. berputera dua orang. ketika wafat. dari tahun 973 sampai 989 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . naik tahta pada tahun 930 Masehi. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. Prabu Dewa Sanghiyang. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. dibunuh oleh seseorang. Prabu Dewa Sanghiyang. beralih ke Rakeyan Watuageng. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. Prabu Limbur Kancana. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. yang bertahta di Kerajaan Galuh. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. Prabu Resiguru Darmasatyadewa. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana. bergelar Maharaja. calon pengganti ayahnya. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. kemudian ia naik tahta.

Darmanagara. adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. dan digunakan sebagai gelar resmi. dua di anataranya ialah: 1. diterima pula oleh Prabu Airlangga. Wirayuda. Bersama-lama. dari tangan saudara seayahnya. menjadi Panglima Angkatan Perang. menjadi Mangkubumi kerajaan. berusaha merebut kekuasaan. dan menyandang gelar Maharaja. 2. Dewi Citrawati. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. Sedangkan Dewi Sumbadra. keduanya memerintah. Hadiah nama gelar semacam itu. digantikan oleh puteranya. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dewi Puspawati. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. dimulal pada tahun 1019 Masehi. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. dan 3. dan 2. adalah Sang Darmaraja. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. pemberontakannya dapat ditumpas. Prabu Sanghiyang Ageung. Prabu Langlangbumi. Akan tetapi. penggantinya adalah Sri Jayabhupati. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. Sang Wikramajaya. dipercayakan kepada adik isterinya. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. memerintah di Kerajaan Galuh. Sri Dharmawangsa Teguh. putera mahkota calon pengganti ayahnya. la berputera beberapa orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. Ketika mengawali masa pemerintahannya. ditunjuk Sang Wirakusuma. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. tiga di antaranya ialah: 1. yaitu Dewi Sumbadra. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. sampai tahun 1065 Masehi. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja.

yaitu Dewi Citrawati. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. di antara keturunan Sri Jayabhupati. Resiguru Sudakarena. Permaisuri Puspawati. dengan cara mengadakan pendekatan. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). Sunda. yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. Selesai membangun ibukota yang baru. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. Mangkubumi Darmanagara. Senapati Wirayuda. Dahiyang Guru Darmayasa. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. Akan tetapi. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang dihadiri oleh kedua belah pihak. Sang Maharaja Langlangbumi. la pun tidak menghendaki. dan Galunggung. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. Ratu Batari Hiyang. Senapati Kusumajaya. tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. Kemudian. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). Akan tetapi. Yuwaraja Menak Luhur. Kemudian ditempuh jalan damai. Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. akan jadi duri dalam daging. Galunggung. timbulnya perpecahan. timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. membentuk angkatan perang. akibat ulah kawanan perampok.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . penguasa Kerajaan Galunggung. Oleh karena itu. tingkat keamanannya menjadi rawan. kalau tidak segera diatasi. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). Selama memegang kekuasaan di Galunggung. Sebenarnya. Maharaja Langlangbumi. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. Di pedesaan antara wilayah Galuh. Senapati Suryanagara.

Dari pernikahannya Dewi Puspawati. Darmasiksa.2. dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. la bergelar Maharaja. Puteri Saungggalah. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. dua di antaranya: 1. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. memperoleh putera. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. Sang Cakranagara. puterinya Mahisa Campaka. tahun 1187 Masehi. beribukota di Saunggalah (Kuningan). 3. Prabu Darmakusuma memperoleh putera. wafat tahun 1155 Masehi. Sang Darmasiksa. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. maka kedudukan Raja Sunda. pindah ke Pakuan (Bogor). Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. memperisteri Ratna Satya. Ratna Wisesa. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. Kemudian. dan 2. Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. Sebagal penggantinya. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. yaitu: 1. lahir tahun 1168 Masehi. Prabu Menakluhur. Puteri Darmageng. kedudukan pusat pemerintahan. dengan ibukotanya di Galunggung. puteranya. yang bergelar Dyah Lembu Tal. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. tahun 1175 Masehi. mempunyai seorang puteri. Galuh dan Sunda. memperoleh putera: Rajapurana. 2. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung). karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. cucu Batari Hiyang Janapati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari perkawinannya. menjadi Mangkubumi. Prabu Menakluhur. Ratu Galunggung. dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. menggantikan tahta ayahnya. dan dijadikan permaisuri. memperoleh putera.

Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. Pengganti Prabu Ragasuci. Sedangkan Prabu Rajapurana. Permaisuri Prabu Citraganda. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari). Prabu Darmasiksa. puteranya. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kelak. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. ibukota Kerajaan Sunda beralih. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. adik iparnya. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. di antaranya: 1. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). puteranya. Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. adalah puterinya Prabu Rajapurana. dikaruniai umur panjang. pulang ke Tumapel Jawa Timur.perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). Karena sebelumnya. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). Sebagai pengganti Prabu Citraganda. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). Prabu Citraganda. Setelah dewasa. 2. Karena. Pengganti Prabu Citraganda. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). Rahiyang Saunggalah. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. atau Aki Kolot. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. sampai tahun 1333 Masehi. menjadi raja di Kerajaan Sunda. Ragamulya Luhur Prabawa. Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). Prabu Ajiguna Linggawisesa. dalam usia 44 tahun. Oleh karena itu. Rahiyang Jayadarma. Kemudian digantikan oleh puteranya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dewi Antini. dari Puteri Saunggalah. Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. 3. Suryadewata. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. Pada masa pemerintahannya. yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi. tidak sempat menjadi Raja. Prabu Linggadewata. berjodoh dengan Dara Puspa. Dewi Kiranasari. disebabkan wafat muda.

dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. Wastu Kancana. dengan janji Bre Majapahit sendiri. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . menginjak usia 18 tahun. selalu menyetujui keinginan Patihnya. yang bergelar Mangkubumi Saradipati. sebelumnya. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. Karena itu. Demikianlah. Setiba di sana. tidak bersedia menyerahkan puterinya. lahir tahun 1348 Masehi. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. Akhirnya. Akan tetapi. ada yang menunggang gajah. Sang Prabu Hayam Wuruk. dengan Sang Patih Gajah Mada. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. digantikan oleh puteranya. hal itu. Prabu Maharaja Sunda. karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. sebagai isteri persembahan (upeti). Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. 3. la menjadi berang. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. siap untuk bertempur. didampingi oleh adiknya. Prabu Linggabuana. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. Putera kedua laki-laki. Tibalah saat yang bahagia. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. meninggal dalam usia 1 tahun.Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Bahkan ia. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. lahir tahun 1339 Masehi. bahwa sang puteri Citraresmi. Semua pasukan Majapahit.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . lalu memerintahkan laskar Majapahit. Dyah Pitaloka. adalah Sang Patih Mada. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. Sesungguhnya. meninggal dalam usia 1 tahun. janji tersebut tidak ditepatinya. Di antara mereka. Sesungguhnya. puteri mahkota Sunda itu. akan diperisteri (resmi). 4. hal itu amat bertentangan. Semua orang mengetahui. Putera ketiga laki-laki. dan dijadikan permaisuri. Sang Bunisora. Sesungguhnya. 2. meluaplah hati Sang Patih Mada. ada yang berkuda.

Rajaputri Dyah Pitaloka. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. Rakeyan Rangga Kaweni. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. semuanya hanya 98 orang. masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. Ki Mantri Supit Kelingking. Rakeyan Mantri Sohan. Sang Ratna Citraresmi. Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. Pengecut perbuatannya. tibalah pasukan besar Majapahit. sebagai panglima perang. melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. semua orang Sunda yang ada di sana gugur. Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. Hatinya cemas dan ragu-ragu. melakukan mati-bela (bunuh diri). Rakeyan Mantri Saya. Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. Namun seandainya mereka kalah dan gugur. Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan persenjataan lengkap. Sang Mantri Patih Wirayuda. kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. Rakeyan Juru Siring. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. Namun akhirnya. lalu menundukkan kepala. Sang Panji Melong Sakti. dan beberapa ratus orang berjalan kaki. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. Pertempuran berlangsung sengit. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). Kemudian. Ki Juru Wastra. bersama semua pengiringnya.ada yang naik kereta. yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. Ki Panghulu Sura. kehormatanku dan semua kesatria Sunda. Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. Karena itu. Ki Mantri Sebrang Keling. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). namun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. Betapapun.

yang diwarnai suasana religius. puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. Dalam menjalankan pemerintahan. Sang Bunisora. tidak seorangpun yang tersisa. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. dan 4. cenderung sebagai raja pendeta. Semua orang Sunda. adigama. Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. di antaranya. Sang Bunisora. Sang Bunisora mempunyai putera. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. Satmata adalah tingkatan ke-5.menyerang Kerajaan Sunda. Dari permaisuri Laksmiwati. Menurut naskah Kropak 630. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). Oleh karena itu. Sang Niskala Wastu Kancana. tuhagama. Sang Haliwungan. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. satmata.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. Dalam naskah Carita Parahiyangan. pemerintahan Kerajaan Sunda. Setelah satu tahun. disebut sebagai Satmata. ketika usianya sudah 20 tahun. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. 1. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. 2. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. Bratalegawa. binasa. ia memperoleh putera. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. gurugama. suraloka. dan nirawerah. usai terjadi sebelum tengah hari. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang lahir pada tahun 1369 Masehi. Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. yang datang di Bubat. memperisteri gadis pilihannya. 3. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. padamlah segala hasrat dan nafsu. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). baru berusia 9 tahun. Banawati. merupakan tahap tertinggi. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. Mayangsari.

Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken. Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya. Setelah wafat. antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. Pakeun heubeul jaya dina buana. naik tahta pada usia 23 tahun. serta bu (eter). Apah (air). sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). Majapahit tidak mempunyai raja. bayu (angin). Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang. Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. pada tahun yang sama. Majapahit dilanda Perang Paregreg.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang terjadi pada tahun 1453 . puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya. Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). la masih sempat mendengar. Selama masa pemerintahannya.Pada tahun 1371 Masehi. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. 1984: 42). pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita. Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho. memerintah di Kerajaan Sunda. akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. selama 3 tahun. penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. merasa betah berada di bawah pemerintahannya". tercatat dalam kaol Cina. setelah memerintah di Kerajaan Sunda. Untuk hidup lama berjaya di dunia. Sang Bunisora wafat. ada dua kejadian penting yang patut dicatat.1999: 24). Menurut Chau ju-kua. dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Akibatnya. akasa (langit). Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan.1456 Masehi. selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). untuk unggul dalam perang). Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. dipusarakan di Nusalarang. teja (cahaya). yaitu kedatangan angkatan laut Cina.

Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta. Rupa-rupanya. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. tanpa diketahui. Kedua-duanya menderita kerusakan berat. dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya. bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). Ketika Chou Ku-fei mencatatnva. Dalam masa "gencatan senjata". setelah masing masing mengundurkan diri. ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda. masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina. Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. 2.Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). yang sering menjadi sumber dugaan. siapa yang menang dan siapa yang kalah. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. meminta bantuan dan perlindungan. merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. antara lain: 1. catatan Chau ju-kua itulah. yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. Pertempuran tersebut. sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. bekas ibukota Tarumanagara). Hanya saja. ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya. diakhiri oleh kedua belah pihak. yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta. dengan isi yang sama. "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". Salahsatu catatannya mengemukakan.

Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda.5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa).1996:119). Dalam catatan kaki. demikian ungkap Guillot. antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. apapun bahasanya(Guillot. baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong. Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten). Pelabuhan Banten dimaksud. yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot. antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa. Jakarta). Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa. kapal-kapal menuju arah 97. Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Upaya penyelesaian jalan damai. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. dan menuju arah 187.3.1999: 107). dibahas pula oleh para akhli. Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara". melalui Chia-liu-pa (Kelapa). antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n . Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan). Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten. lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu).5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon). Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. Chia-lie-pa (Kalapa. serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi. "Banten dinamakan Sunda".1996:119). Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas). Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon). dibahas pula oleh Heuken.

yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala. yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda).jadi sama dengan catatan Portugis. Artinya. masih dilanda kegelapan.1999: 24). antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi. jalan untuk menuju ke Banten Girang. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi. Pembuktian arkeologi ditampilkan. Claude Guillot. telah sering dilakukan. sekaligus merupakan daya dukung.1996: 111). Menurut Chau Ju-kua.Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. sedangkan candi yang terletak di G.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang. 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . melihat arca-arcanya. angka tahun tersebut. Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. dan Sonny Wibisono. Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken. atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. boleh. yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel. Akan tetapi. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10. dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. Pulasari. yaitu 932 M (854 S) (Guillot. Kapalembangan diinaksud. belum menemui titik terang. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. untuk memperkuat suatu anggapan.1996:111). terutama melalui penelitian arkeologi. 1996). Sangat menarik. Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan. Lukman Nurhakim. Jerman). Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot.

antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. kala untuk cakakala atau sakakala. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim. bernilai angka 4. Bogor. pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. sabda. kata. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda. mengenai prasasti Kebonkopi II. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. terdiri atas 4 baris huruf. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. no. padahal seharusnya 932 Masehi. bujur sangkar.Untuk lebih jelasnya. Ekadjati dalam Carita Parahiyangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bacaan yang benar adalah 854 Saka. bahwa ia seorang pembesar istana. panca = 5. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan. 6888). tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. Batutulis ini kini telah hilang. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. sepadan dengan bujangga. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. bernilai angka 8. ia menuliskan tahun 942 Masehi. distrik Leuwiliang. halaman 18. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. perintah. saat yang pantas diperingati. pangambat. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. yang bentuknya tidak beraturan. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989).V 1923. bunyi. sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. Candrasangkala: kawiraja. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto. adalah kata majemuk tatpurusa. sesuatu untuk diperingati. dan pasagi. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458).

diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala. dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala. karena itu ia mengajukan dugaan. Timbulnya perbedaan anggapan. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. Sewaka Darma. yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II. "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian. 2. Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. Menurut pengakuannya. la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n . angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch.1989:186-187).. dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung. yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Sehingga kawihaji panca pasagi (854). Peristiwa sejarah. Satyawati Suleiman. antara lain sebagai berikut: . parwa I sarga 3. menampilkan angka tahun 932 Masehi. Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna. menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang.Bunyi prasasti. Sriwijaya (Atja & Ekadjati. dan 3. Guillot menampilkan angka tahun 932?. halaman 13-14.

Putera yang kedua. tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. Sang Matsyawarman namanya. tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". Dipilihnya lokasi Pasir Muara. dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana. Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda).. Kemudian. tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya. Akan tetapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dengan demikian. menghadiri upacara "Barpulihkan". secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 . ikhwal "Sunda" dijelaskan. antara lain sebagai berikut: . yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). Sriwijaya". seperti dugaan Bosch. Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. Pada prasasti Kebonkopi II. yang menjadi Menteri Tarumanagara. tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman.. Mahisawarman namanya. / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma.tahun. tempat lahir Sang Tarusbawa. sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya. Yang ketiga. yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali.. tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat". digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II.561 Masehi). lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan). Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". Yang keempat perempuan. tentu ada nilai-nilai sakral. setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda".

catatan.. // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// . pada tahun 536 Masehi. menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi. masih merupakan kerajaan kecil di Palembang. raja keduabelas Tarumanagara. Sri Maharaja Linggawarman. di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. Adik Dewi Manasih. mengakhiri kekuasaannya.. menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara. yang menikah dengan Dewi Manasih. Sunda Sembawa (Bekasi). yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura).. dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda. terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n . Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. Pada tahun 669 Masehi. Kekecewaan Guillot. parwa 11 sarga 3. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa.. Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. dengan menjalin persahabatan. telah melakukan perjanjian bersama.. raja Sriwijaya. karena nama kerajaan tersebut. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. antara lain sebagai berikut: . yaitu Dewi Sobakancana. halaman 176. oleh Sri Maharaja Tarusbawa. Pergantian nama kerajaan. Kerajaan Sriwijaya. diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda. kerajaan Sriwijaya. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. menantu Sri Maharaja Linggawarman. Sedangkan Sriwijaya. disebabkan. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". Sebagai pengganti. Sang Tarusbawa. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang..

Untuk diketahui secara objektif. KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. semakin samar untuk ditemukan. Salakanagara. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. bahkan kesan tersebut harus dicermati.1996:137). Persoalan yang muncul. Ibukota Pajajaran misalnya. tetap setia mengikuti alur waktu. dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. tidak berdiri sendiri.Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu. dengan segala perkembangan kehidupannya. yang pernah menaklukan Banten Girang. sebagai pembanding. dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. yang diperankan sebagai "musuh Banten". Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. tidak ia hiraukan. merupakan tindakan balas dendam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. III. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526. menelusuri kurun zaman. Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". Banten di masa silam. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. Kerajaan Sunda. 1996:100). bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. Kehadiran Salakanagara. Tarumanagara. seperti Banten Girang.

sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. Kemudian Sang Ningrat Kancana. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan. putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). Selanjutnya. mangka premana raja utama. Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut. dengan nama Kerajaan Galuh.punta. di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur).yang haluwesi. sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan. 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya. dengan nama nobat Prabu Susuktunggal.narayana-madura-suradipati. Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Sumatera Selatan). tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi. Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana. dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. Sebelumnya. nu mikadatwan sri bima. sebagai tanda keutamaan raja. Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. kawasan bekas Tarumanagara. Sang Haliwungan. yang terletak di bukit Badigul (Bogor). Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi). berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. dari sejak tahun 1382 Masehi. dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). kini sudah menjadi bangunan permanen. Lokasi bekas keraton tersebut.dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). sirna tanpa bekas.sarga 5. diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. lawasnya ratu saratus tahun. Peninggalan warisan Sang Susuktunggal. yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati. sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. kembali terbagi dua. nu nyaeuran sanghiyang rancamaya. dengan nama: Ing Puri Bima Sakti. diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja). dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya. dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda.

adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. atas permohonan Ratu Darawati. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. meninggalkan ibukota. Kemudian. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. la adalah tohaan di galuh. dengan ibukota di Keling. Di Palembang. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. Dia yang dipusarakan di Guna Tiga. Tiga tahun kemudian. Baru kemudian. Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. Raden Patah. inya nu surup di guna tiga. Sunan Ampel sendiri. sebagal guru dan juga mertuanya. Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. maka dalam tahun 14'75 Masehi. memperisteri perempuan terlarang dari luar. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). diberi nama Raden Praba.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akibat perceraian dengan suaminya. Dalam tahun 1473 Masehi.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. menggempur Majapahit. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). diterima kemudian dari Sunan Ampel. cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . lawasnya ratu tujuh tahun. Uniknya. tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. mengakhiri kekuasaan ayahnya. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). Akibat salah perilaku. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. kena salah twah. Yang di pertuan di Galuh. Dari ibunya. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. adalah kemenakan Ratu Darwati. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. Prabu Kertabumi. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu.. salah seorang isteri Prabu Kertabumi. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). tokoh Sang Ningrat Kancana. hingga memerangi kerajaan ayahnya. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. untuk kepentingan membuka pesantren.

Prabu Dewa Niskala. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). telah menjodohkan puterinya. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). Di sana. keluarga keraton Kawali. memperoleh seorang puteri. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. Dari pernikahannya. ada juga yang sampai ke Kawali. Kemudian. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. Puteri Ratna Ayu Kirana. Dalam pengungsian. Oleh karena itu. Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. Raden Baribin. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. yang menyudahi kekuasan Kertabumi. dilakukan oleh Girindrawardana. kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. Prabu Dewa Niskala. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. keluarga keraton Majapahit. ibukota Kerajaan Galuh. tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. diterima dengan tangan terbuka. Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki.. tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). Kelak. saudara seayah Prabu Kertabumi. Dari Wandan Bondri Cemara. wanita itu terpisah dari tunangannya. Dalam hal ini. Selaln itu. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. yang sudah bertunangan. 2. dengan Raden Baribin. diberi nama Raden Bondan Kejawan. yang mendirikan Mataram Islam. Prabu Dewa Niskala. Menurut hukum waktu itu. Menurut versi lain. Rombongan pengungsiannya. Oleh karena itu. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh). ia tersamar dalarn cerita rakyat. Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi).

Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. konflik kedua pemimpin negara. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. prebu ratu purane pun. Selanjutnya. 2. Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. Peristiwa tersebut. Begitu pula Prabu Susuktungggal. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. bahwa: 1. ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum. Untuk menyelamatkan keadaan. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.Prabu Susuktunggal. Tentu saja. dan memutuskan. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala. di wilyah netral. 2. Peristiwa penobatannya di Pakuan. para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. Putera sulung Prabu Dewa Niskala. Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. adalah: 1. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. samasama mengerahkan pasukannya. Prabu Susuktunggal. incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. sangat marah. Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. Menantu Prabu Susuktunggal. B. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. penguasa Kerajaan Sunda. dari permalsuri. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. karena kekuasaan pemerintahannya. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). harus diserahkan kepada Jayadewata. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya.

dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga.samida. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. yang terjemahan langsungnya. Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). Pembuatan prasasti tersebut. memperkuat angkatan perang. nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. pada tahun 1533 Masehi. Prasasti Batutuhs Kota Bogor. dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Upacara semacam itu. ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. pagelaran (macam-macam formasi tempur). agar sukma raja tersebut. Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. kemudian kerangkanya diperabukan. 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). Sri Baduga Maharaja. membuat jalan yang diperkeras dengan batu. Ya dialah (yang membuat semua itu). Maksudnya. kesatrian (asrama prajurit). yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. la memperteguh pertahanan ibukota.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 1981: 25). dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya. membuat samida. membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. Jika seorang raja wafat. maka raja tersebut digali dari kuburnya. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. Isi prasasti Batutulis Kota Bogor.

Wangi artinya harum. artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. Pare-dongdang atau panggeres reuma. dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. Pengukuhan itu. Keharuman Sri Baduga Maharaja. yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). Kecamatan Tarumajaya. Dasa. berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan. Kabupaten Bekasi. Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. bagi siapapun yang melanggar keputusannya. yang ditemukan di Desa Kabantenan. Oleh karena itulah. Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja. Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan. sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). sebanyak 10 pikul atau 10 carangka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Juru Pantun ataupun Penulis Babad. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. serta ancaman hukum mati. adalah pare turiang. Silih artinya pengganti. yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. Bila petani telah berpindah ladang (huma). Gunung Samaya dan Jayagiri. Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. calagara. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. Kata dasa. diambil dari bahasa Sanskerta. harus diserahkan kepada raja. Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. yang gugur di Palagan Bubat. sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar.Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. Calagara (di Majapahit: walagara). yang berarti pelayanan (service). isinya dapat diketahui. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah).Silih Wangi. adalah pajak tenaga perseorangan. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). harus diserahkan tiap tahun. adalah pajak tenaga kolektif. Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi). Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. Kapas-timbang atau upeti kapas.

Tome Pires memberitakan. Laporan Portugis tahun 1522 Masehi. 1468-1539 Masehi). kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam). 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . nama resmi kenegaraan. berada di pedalaman. Omzet perdagangan kuda. adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. terdapat 40 ekor gajah. Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja. pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja). Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). Untuk kepentingan perdagangan Portugis. raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo. terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . baru berpenduduk 23. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Istana raja. antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil). disebutkannya. Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda. dapat mencapai 4.000 ekor tiap tahun.197 orang). serta pada puncaknya berukir indah.271 orang. Tome Pires (k.l.000 orang. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter). pelabuhan Pontang (Pomdam). Dalam perkembangan selanjutnya. dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50. Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis. parwa I sarga 4). Pasai. 1999: 41). Tentang Sri Baduga Maharaja. Tetapi yang lebih penting. terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad.121 jiwa. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju. Dalam angkatan perang kerajaan.masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja. bandar Cheguide. pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda. Dengan jumlah itu. 1996: 59). Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. penduduk kota Pakuan ada 48. sebagai kota terbesar ketiga. Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda.

Puteri Subanglarang. Kemudian dari Gujarat. bersama isterinya. Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. Kelak. di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ketiga anaknya. Cimanuk (Chemano). didirikan oleh Syekh Hasanudin. Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. seorang ulama mazhab Safi'i. C. Sesungguhnya. Setelah kembali ke Kerajaan Galuh. Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. Bratalegawa. ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. Walaupun berbeda agama. antara Cirebon dengan Demak. karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. dalam tahun 1416 M. putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. menikah dengan wanita muslim dari Gujarat. Kalapa (Calapa). adalah alumnus pesantren Quro tersebut. ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng). raja Cirebon Girang. yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. seorang ulama mazhab Hanafi. Larasantang. yaitu Pangeran Walangsungsang. dan Raja Sangara. menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. Bratalegawa lahir tahun 1350 M. cucunya yang bernarna Hadijah. 1999: 37). SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. Akan tetapi. isteri kedua Sri Baduga Maharaja. hubungan politis yang terlalu akrab. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. di Pura Dalem Karawang. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). bernama Farhana binti Muhammad. sebagian ditempatkan di Cirebon. bukan "Islamnya". diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. Inilah Sunda. dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam.Tangerang (Tamgaram).

jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas. menentukan dan menunjuk tempat. Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. pada tahun itu. utusan Jorge d'Alboquerque. jadi di sebelah kanan muara sungai. sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . Maka. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. sebagai duta resmi negara. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. Kunjungannya ke Pakuan. sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). Leme. Akan tetapi. Kawasan ini yang disebut Kalapa. M. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti.Portugis. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule). seperti pula syahbandar dari tempat pabean. disebut Laksamana Bungker). dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. Maka. menegakkan sebatang padrao dari batu. Selain itu banyak orang baik. menghadiahkan kepada Raja. antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses. Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. Untuk maksud ini. raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. Tuan kami. Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. Kapten Malaka. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. kapten perjalanan ini. bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. seberang awal pelabuhan. pada tanggal 21 Agustus 1522 M. Tuan Kami.

mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya.10. juru mudi dan banyak (orang) lagi. Sangat disayangkan. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. yang selalu berambisi. dan Diogo Diaz. masih sebagai pelaut murni. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. membuat dokumen ini. pedagang Portugis pada waktu itu. Padahal. Hubungan internasional bilateral inilah. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. penulis. pada perjalanan ini. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. semuanya tentara. 1999: 54). yang diwakili oleh pedagang Portugis. Tuan kami. Dengan demikian. saya memberi kesaksian. Dibuat pada hari. bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . penulis dari kapal San Sebastian. yang dicurigai para akhli sejarah. sangat wajar terjadi. Tuan kami. saya. Tentang seluruhnya itu. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. Maka. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. Berbeda dengan pelaut Belanda. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . Balthasar Memdes.600 caxas Java. Untuk buktinya. Sri Baduga Maharaja itu. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. Raja-raja penerusnya. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. dan Franscisco Annes. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. selaku perwira Raja. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa.

merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). atau "Yang Moksa Di Rancamaya". umum masih beranggapan. yang artinya dipusarakan. adalah tokoh Sunan Ambu. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. Mwakta atau Moksa. digunakan kata lumah (pusara). belum dapat membuktikan secara pasti. dengan tujuan utama. telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). kalau ditanyakan. Dalam naskah Sunda kuna lainnya. Cirebon. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. secara arkeologis. sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. mengenai tokoh Prabu Siliwangi. Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi. Oleh karena itu. dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. Para Pohaci dan Para Bujangga. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. dapat kembali kepada Asal-nya. pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. kalau tidak Hindu tentunya Budha. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. Sumedang. Sampai saat kini. Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. yang sesungguhnya keturunan Galuh. Dalam cerita Pantun sekalipun. Penyempurnaan sukma tersebut. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan".toleransinya terhadap agama Islam. Akan tetapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. Cukup banyak Babad yang ditulis. tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. Terbukti. dimanakah bekas candi-candinya. keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. dan Talaga. Setelah Indonesia merdeka. tetapi dalam menuliskan Babad setempat. Dzat Asal dalam religi Sunda.

karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . artinya Gaib. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". bahwa tokoh Kian Santang itu. merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. setega itukah. Kian Santang yang konon katanya. di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. Kisah tersebut. terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. sudah demikian lama. kisah tentang Kerajaan Pajajaran. hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). Ada pula yang menafsirkan. Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam. Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. cita-cita urang Sunda yang saleh. Disunat ka tukangnya. jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. bagi orang Sunda. dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). Seda. dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. jati Sunda teka. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. Provokasi cerita fiksi Kian Santang. Kedatangan Islam. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. karena ia adiknya Larasantang. Adakah masuk di akal. selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. Selain itu. Hiyang Seda Niskala. D. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya.Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Niskala. sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. tidak ingin manjing surga (masuk Surga). artinya Sempurna. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). bukan dengan Dewa). adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi. jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali. Disunat kepada akhlinya. sesungguhnya tidak jadi masalah. Sebutan lain untuk Hiyang.. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . bersih suci bila dibasuh. dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib.

Lima betas kali perang tak pernah kalah. Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu). Dalam catatan Portugis. Perang ke Tanjung. konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17. pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). Perang ke Gunung Banjar. Perang ke Muntur. yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Untuk mencari kebenaran. Perang ke Gunung Batu. hingga menimbulkan perang selama 15 kali. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. Perang ke Pagoakan. Perang ke Simpang. berdasarkan ilmu sejarah. ia disebut Raja Samiam. Perang ke Hanum. perlu penelusuran ilmiah. Perang ke Padang. Perang ke Kalapa dengan Aria Burah.alias Fatahillah. Perang ke Ancol Kiji. teguh dan pemberani. Rata gagah perkasa. Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). Perang ke Wahanten Girang. Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). Prabu Sanghiyang Surawisesa.Portugis. pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). menimbulkan persoalan baru. adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa.

iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n .sang kawuri / hayzaa to . prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. lamanya jadi raja 8 tahun. masih hidup. dibunuh tanpa dosa. kembali ke Pakuan lagi. Disunat oleh akhlinya. Begitulah keadaan jaman susah. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. Ada pendeta sakti dianiaya. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang. hanya meminum susu. hati-hatilah yang hidup di kemudian hari. Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. Sang Pandita di Jayagiri. Tidak sampai setahun. Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. tidak diketahui identitasnya. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. Disunat. Perang ke Medang Kahiyangan. jangan hidup pura-pura berpuasa. supaya bersih suci dari kotoran. pandita di Sumedang. Datang bencana serangan musuh kasar. ditenggelamkan ke laut. Prabu Ratu Dewata. Sang pandita di Ciranjang. ditenggelamkan ke laut.sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. meninggal dunia. kesembilan tahunnya meninggal dunia.Perang ke Pager Wesi. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . Oleh sebab itu. Perang di Buruan Ageung (Alan-alun). Terkenal namanya Hiyang Kalingan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Puasa. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. itulah tradisi orang Sunda. tertimpa tapak kikir. tidak mati. Setelah itu.

di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri. Jangan diikuti oleh generasi belakangan. Sang Nilakendra. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. Yang membangun bale bobot 17 jajar. merampas tanpa perasaan.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. Sering membunuh orang tanpa dosa. Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. Begitulah riwayat Sang Ratu. hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. menghiasi Kedaton. Mempunyai anak. seterusnya diganti dengan zaman kali. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. zaman perunggu. tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. Lamanya jadi ratu 8 tahun. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. menghina pendita. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam zaman Dopra. tindakan ratu seperti itu. zaman besi. tidak hormat pada yang tua.

Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. Perang berlayar ke Salajo. kalah Rajagaluh. Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. Perang dengan Pakuan. 2. tidak mengikuti adat kebiasaan. Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). 3. perang dengan Galuh. Lamanya jadi ratu 12 tahun. antara lain: 1. kalah Jawakapala. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. 4. Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. perang dengan Datar. timbul kerusakan dari Islam. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. kalah Kalapa. perang dengan Patege. cucu tiri. 5. Perang dengan Gegelang. Setelah Sri Baduga Maharaja wafat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menurunkari pertapa. Perang dengan Rajagaluh.perdaya. 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . semua kalah oleh orang Islam. Perang dengan Kalapa. Ratu Sakti (1543-1551 Masehi). ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. Pertama datangnya perubahan. Manusia yang berhuma rakus makannya. Dunia halus masuk ke yang kasar. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. Iamanya jadi rata 16 tahun. dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. perang dengan Mandiri. perang dengan Jawakapala.

Sanghiyang Surawisesa. berperan sebagai anak sulung. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang. Oleh karena itu. adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. Status Pangeran Walangsungsang. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. Dewi Surawati. Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. pemeluk Islam madzhab Hanafi. Dua di antaranya. 1. dan 3. jika Pangeran Walangsungsang. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. Dalam Carita Parahiyangan. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. adalah murid Syekh Hasanudin. terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. Adapun riwayat Syekh Hasanudin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk membahas Banten. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. 1989:165). KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Ekadjati (1989). 2. Syekh Hasanudm. Dari isterinya yang pertama. mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. Cirebon. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). bahwa dari Subanglarang. Status ini sangat memungkinkan. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. ialah. karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta.IV. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. bernama Rajasangara. Surasowan. di antaranya: 1. yang disusun oleh Atja dan Edi S. kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. dari pendahulunya. Sedangkan dari isterinya yang ketiga. berputera beberapa orang. 2. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang).

Ma Huan. Dari perkawinannya. di Pulau Jawa. memperoleh anak. Islam bukan hal yang baru dan acing. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. Syekh Hasanudin. padahal untuk Sri Baduga Maharaja. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. dan lebih kikir lagi dengan pujian. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. memohon diri untuk turun. Bagi Sang Mahapraburesi. Kelak. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. disertai pula oleh puteranya. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. Oleh karena sesama muslim. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. yang juga beragama Islam. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. Di antara sekian banyak awak kapal. armada laut Cina. di pesisir Pura Dalem Karawang. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. terdapat beberapa orang penumpang. Tujuan pelayaran mereka. dengan prajurit laut sebanyak 27. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. Sebab.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengadakan pelayaran keliling. Selama 59 tahun. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. pada tahun 1416 Masehi. ketika turun di Pura Dalem Karawang. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. sebanyak 63 buah kapal layar. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. Laksamana Cheng Ho. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. puterinya Ki Gedeng Karawang. untuk menjalin persahabatan. la bermaksud. menyebarkan ajaran agama Islam. Armada laut Cina tersebut. Setelah lama tinggal di Pura Dalem. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. kakeknya Sri Baduga Maharaja. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. Tan Go Wat. Tan Go Wat. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. Peristiwa penting ini.Pada tahun 1416 Masehi. Syekh Hasanudin. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . Namun bagi tokoh Wastu Kancana. Ki Gedeng Karawang. adik iparnya. di Jawa Timur. la didampingi oleh jurututulisnya. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. dikenal sebagai Syekh Bantong. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda.800 orang.

1984: 42). Tentu saja. adalah Guru Agama. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. oleh para penulis babad. Ki Gedeng Tapa. Kenyataan seperti itu. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. madzhab Hanafi. Afganistan. pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah. peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. la dengan kedua adiknya. Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. merasa sangat kehilangan. dibina langsung oleh kakeknya. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam. bahwa Pangeran Walangsungsang itu. Perlu dicatat. mengikuti agama yang dipeluk ibunya. mendorong Pangeran Walangsungsang. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. bagi Sri Baduga Maharaja. Pangeran Walangsungsang. la. Peristiwa-peristiwa itulah. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebagai catatan. adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. Sementara itu. Selain sebagai ibunda tercinta. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. memohon izin kepada ayahnya. Subanglarang. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . akibat konflik agama dengan ayahnya. walaupun dengan berat hati. Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. Ketika Subanglarang wafat. diteladani dari kakeknya. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. tidak menjadi masalah. Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). seorang bangsa Ajam. Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana.sanggup memujinya. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. hanya ibunya. untuk pergi mengembara.

mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. Pangeran Walangsungsang. harimau. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. Oleh Ki Gedeng Tapa. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. Di tepi pantai. dari kakeknya. Kemudian. Nyai Larasantang. yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan.Amir Abdullah Khanudin. Pondok Quro Amparan Jati. Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. Seperti babi hutan. dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. Dalam pengembaraannya. ular. Syekh Datuk Kahfi. di kampung Ghuzah. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). dari Syekh Datuk Kahfi. masih hutan belantara tempat binatang buas. kura-kura dan berbagai jenis lainnya. Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . gajah. adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. Di bagian selatannya. Syekh Nurjati. Dalam pemerintahan sehari-hari. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. Sebagai catatan. Cirebon namanya. Ki Gedeng Tapa. Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. setelah Pondok Quro Karawang. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. Ki Gedeng Tapa.

Ki Danusela. adalah adiknya Ki Danuwarsih. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. Setelah melihat ada pemukiman baru. adalah mertua Pangeran Walangsungsang. Sebab. Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. membuka hutan Kebon Pasisir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sedangkan Ki Danuwarsih. rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan. pindah dari tempat tinggal asalnya. Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. Sedangkan di Gunung Ciremai. Ki Sarmawi (pembantunya). banyak ikan dan rebon (udang kecil). Pada awalnya. Atas kesepakatan bersama. bersedia masuk Islam. bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. Nyai Arumsari (isterinya). dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang disebut Cirebon Girang. di Kebon Pasisir. Syekh Datuk Kahfi. dipercaya menjadi Wakil Kuwu. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. seorang ulama agama Budha. telah bermukim 5 orang penduduk. puteri Ki Danuwarsih. penduduk Cirebon Pasisir. kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. Semula. serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati.laut (camar). Kemudian. dibangunlah pemukiman baru. disebut Kebon Pasisir. hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. Cirebon Girang. Di sungai. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. Mereka. untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. dan adiknya (Nyai Larasantang). atau Lemah Wungkuk. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. yaitu Nyai Indang Geulis. Diberi nama demikian. Nama itu diperoleh dari gurunya. banyak kuda liar. Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. Pangeran Walangsungsang. atau Tegal Alang-Alang.

Sumatera 16 orang. mendapat gelar Ki Cakrabumi. adalah 346 orang. Mereka menumbuk rebon dan ikan. Pedagang. para petani. Syam 3 orang. Rinciannya: Sunda 196 orang. India 2 orang. Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang. tingkah lakunya. // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian. namanya. Parsi 2 orang. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). Jawa 106 orang. Berbagai bangsa ada di sana. ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. Arab 11 orang. dan Cina 6 orang. Macam-macam anutannya. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). masing-masing berbeda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Hujung Mendini 4 orang. sebelum tidur. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. petis dan garam. keakhliannya. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. bahasa dan tulisannya.

naik ke kapal layar. Sang guru mengingatkan. grahan=rumah). Di dukuh Cirebon Pasisir. Cirebon. 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . (Jala=air. mengingat penduduk Cirebon pertama. Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. Akhirnya. pustaka yang disusunnya. ci berarti sungai. Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. Cirebon. Ki Samadullah dan adiknya. ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. karena sedang hamil. Sehingga. Di tengah perjalanan. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. dengan panggilan akrab Ki Samadullah. Ki Samadullah. untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. dan rebon berarti udang kecil. adalah keturunan Bani Hasyim. Padahal. Hal itu. "Anakku. menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. tiba di pelabuhan Jedah. degan maksud yang sama. Nyai Indang Geulis. / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati. yang terletak di tepi laut. berlayar menuju Tanah Arab. pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. kata "Cirebon" sendiri. Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. la. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. diberi nama Jalagrahan. Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. Syarif Abdullah. Bersama santri-santrinya. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. tidak bisa ikut. mendirikan Tajug (Masjid).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

/ i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya. 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ternyata. Tiga bulan kemudian. Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita. sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. kepada Nyai Larasantang. Kembali kepada Syarif Abdullah. Di tanah suci Mekah. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas).menjadi Walikota Mesir. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . dari Bani Mameluk. Di rumah Ki Bayanullah itulah. Syarif Abdullah telah jatuh cinta. Dan adiknya menetap di sana. di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi. diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. adiknya Syekh Datuk Kahfi. Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah.

.. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. Maka jadilah Cirebon. kakeknya. sama dengan nama puterinya. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang. Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. selain sebagai penguasa Singapura. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tidak lama kemudian. semua kekayaan dari kakeknya itu. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki.. Sesudahnya. wafat. la membangun Keraton. 94 | S e j a r a h K e r a j a a n . mempunyai anak perempuan. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. Kata pakung. Ki Gedeng Tapa. tiba di Cirebon. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. Kemudian. Dan perkawinannya. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. Nyai Pakungwati namanya. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . kemudian diberi nama Pakungwati. adalah sebutan lain untuk udang kecil. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang. diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . dijadikan sebuah kota besar.

diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. oleh ayahnya. sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya. ia mengutus Tumenggung Jagabaya. atau Pangeran Cakrabuana. disertai pasukan pengawalnya. Kemudian. Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik. Sri Baduga Maharaja. sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya. dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan). atau Ki Samadullah. mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. 95 | S e j a r a h K e r a j a a n . B. Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. Pangeran Walangsungsang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . atau Ki Cakrabumi.Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. untuk menobatkan puteranya. Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin.

mempunyai anak beberapa orang. Mempunyai anak beberapa orang. Alwi Amir Pagih anak Muhammad. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sayid Abdurrakhman orang kaya. anak Alwi Amir Pagih. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). asalnya merupakan satu keluarga. diperisteri oleh Sayid Hassan. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. Dari sejak itulah. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. mempunyai anak beberapa orang. yaitu Sarah. Dari perkawinannya. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik. Oleh karena itu. Sayid Alwi anak Muhammad. Dari perkawinannya. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. Adapun Abdul Malik. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. Salah seorang di antaranya wanita. mempunyai anak beberapa orang. Sayid Abdul Malik dengan puteri India. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. Muhammad anak Ali AI Ghayam. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. Salah seorang di antaranya. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. la meninggal dunia di Jawa Timur. Kedua-duanya. kepada puteri pejabat daerah negeri India. Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. Sebab. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. Muhammad anak Ubaidillah. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. Riwayat selanjutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. Salah seorang di antaranya. mempunyai anak beberapa orang. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. Sayid Abdul Malik. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri.Kemudian.

mengajar penduduk di sana. menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. Ketika menetap di negeri Bagdad. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran). yang seterusnya menetap di sana. empat di antaranya: 1. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). masing masing ialah: 1. Barkat Zainal Alim. Syarif Abdurakhman. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. Ali Nurul Alim. 3. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. sebagai guru agama Islam. Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. 2. Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. pergi ke Jawa dwipa. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). Syarifah Bagdad. menjadi anak angkat uwanya. hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). Dari India. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. mempunyai anak beberapa orang. Syarif Abdullah Al Masir. mempunyai anak 4 orang. 3. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. mempunyai isteri seorang puteri Mesir. 2. menetap di negeri Mesir. 4. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. 3. tiga di antaranya: 1. 2. memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. mempunyai anak beberapa orang. Riwayat yang menjadi penyebab. tidak mempunyai anak. menjadi Walikota di negeri Mesir. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. Syarifah Halimah. Syarif Abdurakhim. Mempunyai anak beberapa orang. Syarif Sulaiman Al Bagdad.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 4. Riwayat selanjutnya. dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar.Abdullah Khannudin. Syarif Hafiddin Abbas. mempunyai anak beberapa orang. Ali Nurul Alim. Syarif Abubakar. Hal itu tetjadi. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad.

Panjunan dan beberapa desa lainnya. Kamboja. Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. semua itu para Kamastu atau disebut Wali. Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. Syekh Datuk Kahfi. menikah dengan Hadijah. Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. Pasambangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. Junti.pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa. dari setiap turunan Rasul Muhammad. Japura. Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. oleh Ki Gedeng Tapa. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. cucunya Haji Purwa Galuh. Campa. diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). Bharatanagari (India). 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia menjadi duta negeri Parsi. Juru Labuan Muara Jati Cirebon. pada naskah yang sama ditegaskan pala.

99 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu: 1. di antaranya: 1. dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. mempunyai anak beberapa orang. 2. kemudian menetap di Panguragan Cirebon. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. Syekh Datuk Ahmad. Syekh Khadir Kaelani. yang mempunyai anak beberapa orang. yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Dua orang di antaranya. yang menetap di negeri Malaka. dua orang di antaranya. ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). kedua. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). Sunan dan Guru Agama Islam. yang pertama perempuan. dan 3. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. dan yang ketiga Syekh Bayan. mempunyai anak beberapa orang. Syekh Datuk Soleh. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. 2. adalah sebagai berikut: 1.Maka jelaslah sudah. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. Dua orang di antaranya. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. Selanjutnya. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). Tiga orang di antaranya yaitu. dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. menetap di Kamboja. pertama. Selanjutnya. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. yaitu: 2. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin.

3. yaitu Dewi Darawati. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. Ali AI Mustada. Ali Rakhmatullah berangkat kembali. oleh Prabu Kertabumi. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat.Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. Kemudian. dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. Dalam jangka 3 tahun. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. Dalam perjalanannya. Adik Dewi Candrawulan. 1. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. menuju ke Jawa Timur. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). Setelah menetap beberapa lama. Ali Rakhmatullah. Sumatera. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Siu Ban Ci. Dua di antaranya yaitu. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. Atas usulan Ratu Darawati. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat. yaitu Dewi Candrawulan. la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. Di Palembang. Di Keraton Majapahit. singgah di Palembang. memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. memeluk agama Rasul Muhammad. Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. dan singgah di negeri Banten. Setelah enam bulan di Palembang. dikaruniai beberapa orang anak. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. Karena pada waktu itu. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. Arya Dillah atau Arya Damar. semua penduduk Ampel Denta. Ratu Darawati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2.

Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). Panembahan Palembang. Ratu Prodo Binabar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mereka dikaruniai tiga orang anak.Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. Panembahan Mekaos Hanggakusuma. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. Penambahan Joko. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. 5. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh. yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. dan 4. Nyai Ageng Pembayun. dikaruniai anak laki-laki. masing masing: 1. puteri Ki Wiryosarojo. Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). 4. dan mempunyai anak laki-laki. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). Panembahan Karimun. yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. dikaruniai anak beberapa orang. dan 8. diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. 2. yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). Dari perkawinannya. Dewi Rukayah. yaitu Dewi Rukhil. 3. yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. Dewi Sofiyah. yaitu Siti Khorimah. Panembahan Kodi. 6. yaitu Dewi Sujinah. Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. Puteri. puterinya Maulana Ishak. 3. 2. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. Selanjutnya. Ratu Pakoja. yaitu Raden Amir Hassan. memperisteri puteri Sunan Undung. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan. yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu. Selain dengan puteri Sunan Ampel. Dari isterinya yang lain. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . 3. 2. empat orang di antaranya: 1. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). antara lain: 1. 7. Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. Di antaranya.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syarif Hidayat namanya. dari isterinya yang berasal dari Blambangan. berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri. mempunyai anak laki-laki. antara lain sebagai berikut: . Siti Mursimah. adalah puteranya Maulana Ishak. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya.. parwa I sarga 4.//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah. Siti Murtasiyah. di antaranya masing-masing ialah. Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah. Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat.1. Raden Paku alias Sunan Giri. Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang). dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa. Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi). mempunyai anak dua orang.. ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2. . puterinya Ki Ageng Bungkul. parwa II sarga 4.

menuju Pulau Jawa .//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . bersama 98 anak buahnya. Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir.ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda. Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil. singgah di Gujarat. yaitu Sayid Al Kamil. Ketika singgah di Gujarat. dari Syekh Athallahi Sajjilli. Kemudian. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. Selesai dua tahun. tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Oleh karena itu pergi dari Mekah. Pada waktu itulah. yang semuanya berjumlah 98 orang. mereka berlayar bersama-sama. antara lain sebagai berikut: . bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam. baru berusia dua puluh tahun. Tinggal di sana lamanya tiga bulan. Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. Dalam perjalanannya.. lamanya dua tahun. Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. parwa parwa I sarga 4.

Syarif Hidayat alias Sayid Kamil. (singgah) di negeri Pasai. Selanjutnya. Nyai Kawung Anten. mengajarkan agama Islam di sana. Selanjutnya. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. berlayar menuju Cirebon. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil.sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. Syarif Hidayat singgah di Banten. Sesungguhnya. Sumatera. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. berjodoh dengan puteri Adipati Banten. untuk menemui uwanya (kakak ibunya). Kunjungannya ke Cirebon. singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). bersama Dipati Keling dan anak-buahnya. menemui uwanya. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

kepada suwan yang sekaligus menantunya. sangat gembira. dapat bertemu dengan uwanya. kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya. Alangkah sukacitanya Sri Mangana. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi. Adapun Syarif Hidayat.Iman. mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya.. yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung. menetap di Pakungwati Cirebon. Nyai Mas Pakungwati. Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu. Dipati Keling serta 98 anak buahnya. . ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya. Sang Tumenggung mewariskan tahtanya. Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati.. Syarif Hidayat. yaitu Sayid Al Kamil.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya.. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil.. Setelah beberapa lama kemudian. Begitu pula Syarif Hidayat. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. Demi untuk kepentingan penyebaran Islam.. Syarif Hidayat. Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akhirnya. di Kerajaan Sunda. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati)..

dan semua memberikan dukungan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon. mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati. menyerukan pujian atas penobatannya.Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana. pesta meriah.// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat.. Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati. dengan gelar Susuhunan Jati... ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon. .. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak. Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita. yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada waktu itu. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur. sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon.. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran). Pejabat penguasa daerah. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira. yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon..

dalam buku Pakern Banten. Penobatan awal Syarif Hidayat. terkesan Surasowan di sana. Hal yang hampir sama. "Betapa tidak terpujinya. dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). Sang Kakek memerangi cucunya. lama tidak kembali ke Pakuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1983: 35). dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih.menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. Syarif Hidayat. adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. Syarif Hidayat. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. bahwa: 1. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A. V. niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. Akan tetapi. sebutan Sorasowan. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. atas kehendak Pangeran Cakrabuana. Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. adalah menantu Walangsungsang. dan 3. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. akhirnya masuk agama Islam. puteranya sendiri. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya. atas usul orang tuanya. Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. atas pernikahannya dengan Pakungwati. antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan. menjadi Keraton Pakungwati. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. sudah tentu harus dicari pembandingnya. Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan. menjadi Kesultanan Cirebon. Surasowan dan Surosowan. Pakungwati sebagai nama kesultanan. Pakungwati sebagai nama orang. Pada mulanya.1984:44). Surasowan. 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda.1935: 60-61). menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon. Berdasarkan gejala itu. Saleh Danasasmita (1984). nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan. yang dibangun di Dukuh Cirebon. bagi kata yang ada di depannya. Kemudian digunakan sebagai nama keraton. Soera artinja berani. pendiri kerajaan Islam di Cirebon. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin.Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687). puterinya Pangeran Cakrabuana. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. Pakungwati sebagai nama keraton. semua itu menarik untuk dikaji. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten. atau Surosowan? Hal tersebut. Pakungwati adalah nama orang. Selanjumya berkembang. Soan atau Sadji artinja Radja. Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan). Pada akhirnya berubah sebutan lagi. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri.

Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34. 2. juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. antara lain ialah. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). menjadi bupati Banten Pasisir. Sang Arya Surajaya. pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Surasowan mempunyai dua orang putera. Nyai Kawunganten. Sang Surasowan. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Dari kutipan tersebut di atas.Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. 1. Sebagai putera Sri Baduga Maharaja. Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. Atja & Edi S. Islam sudah mulai bersemi. (Atja & Ekadjati. teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. dua orang di antaranya: 1. mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang. berputera beberapa orang.1989:144 dan 153). Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. Prabu Surawisesa. dan mampu mendirikan keraton yang memadai. dan 2.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut.

dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. singgah sebentar di Negeri Banten. banyak mendapat simpati dari penduduk. Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. Kelak. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam. di kemudian hari. Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja).g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . Atas seijin Sang Surasowan. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. dalam waktu yang relatif singkat. tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah. masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. di Pulau Jawa singgah di negeri Banten.

yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. puterinya Sang Surasowan. lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. untuk meng-Islam-kan daerah ini. Tentang "seorang yang keramat. Hanya saja. 1983: 33). Secara tersamar. dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. tiba di Banten Girang. kemudian dijelaskan. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". lalu terus ke selatan. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. dari pada substansi historisnya. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. Untuk mempererat kekerabatan. yaitu Pakungwati. nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. Oleh Syarif Hidayat. ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. cucu Sri Baduga Maharaja. para penulis Babad. diberi nama Hasanuddin. tentang "orang tua" Hasanuddin. Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat. seorang perempuan (yang tua). bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. Akan tetapi. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. la mempunyai dua orang anak. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. Dalam waktu yang relatif singkat. bahwa "seorang yang keramat" itu. pada tahun 1478 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dari Mandarsah ia datang di Jawa. Sesunguhnya. Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. masih saudaranya juga. Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. Apalagi setelah diketahui. untuk meng-Islamkan daerah ini. yaitu Pakungwati. sangat terbatas. Oleh Sang Surasowan.

Kg. dalam proses meng-Islam-kan Banten. yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). Kg. 112 | S e j a r a h K e r a j a a n . Berdasarkan kaol Cibeber. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin. antara lain: Pada abad 15. Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon. Pakem Banten. Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. maka Kg. soepaja datang ke negeri Banten. Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah.1953: 24). disaat Kg. yang hampir malah sudah musnah. menggunakan sumber "Parimbon Banten. karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. Banten dan Demak. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). Hanya saja.Maka terseboetlah pada masa dahoeloe. 1472. terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. koerang lebih hidjrah Nabi 887. Berdasarkan kutipan tersebut di atas. para penulis Parimbon Banten. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari. Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. pada kalimat selanjutnya. tahoen Belanda k.l. sangat gelap (peteng). dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan. kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. mengemukakan hal yang sama. di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. Sedangkan.

Ag. Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". tidak mendasar. kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. sulitlah bagi kita untuk menentukan. melakukan "Tapa di Mandala". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. Amanat Dari Galunggung. Hafidz Rafiuddin. dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". yang dewasa ini disebut Sasaka Domas. (2000). Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. 113 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. patut dicermati. Tuduhan Animisme. sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. Dengan adanya hal-hal semacam itu. antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten. Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. Akan tetapi. mengemukakan hal yang hampir sama. Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun. adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Maulana Hasanuddin. pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. 2000: i & 9). Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme". Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. Mereka bertugas.1984: 41). yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. pernyataan selanjutnya. "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan".Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. sudah tidak diragukan lagi. Carita Parahiyangan. S.

114 | S e j a r a h K e r a j a a n . Arca Domas memiliki 13 undakan batu. dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil. menantu. antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan".1989 :144). Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. Anak menantu dan hamba sahayanya. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana. 1984: 219). Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. serta hamba sahayanya. Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima..Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan. dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. ditemukan dekat bangunan berundak. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh. dengan ikhlas "beralih agama". masih dipuja dan dikeramatkan. Dia kemudian memeluk agama Islam. yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. (2) Tumenggung Jayamanggala. "dipaksa". menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. Bangunan berundak di Kosala. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. Dari kutipan tersebut di atas. menjadi ratu wilayah Wahanten Girang. Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat. sebagai penganut agama Rasul Muhammad. Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat. Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya. anak. Dialah putera Sri Baduga Maharaja. "takluk" atau "ditaklukkan".1993: 27).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. dalam Carita Parahiyangan sarga 3. yang seluruhnya setinggi 6 meter. dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana. Atja dan Edi S. menjadi pemeluk agama Islam. Menurut kepercayaan orang Baduy. dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture. Kembali kepada proses Islamisasi di Banten.

Portugis pun melakukan hal yang sama. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". sudah merupakan petunjuk tersendiri. dapat dimaklumi. setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). Sang Arya Surajaya. dan bermuara di Banten Pasisir. apapun bahasanya (Guillot.1996:119). dalam usia terhitung masih muda. kedua-duanya sejaman. dalam kajian ilmiah. Bahwa. Dari bahasan Atja & Edi S. Sebab.pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan). tapi nyata). membelah kota Serang. sudah tidak tepat lagi. penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. Ekadjati. dari hulu Gunung Karang Pandeglang. Jika terdapat perubahan lafal. Secara lingual. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. maksudnya itu-itu juga. karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". Akan tetapi. sebutan "wantan" dalam lafal Cina. para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan. tahtanya diwariskan kepada puteranya. berkelok melalui wilayah Banten Girang. Oleh karena itu. tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. 115 | S e j a r a h K e r a j a a n . hanya pelafalan yang berbeda. Gambaran semakin jelas. Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. sebutan wahanten menjadi banten. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. Ketika Sang Surasowan wafat. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. Hendaknya digarisbawahi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menyebut "Wahanten" dengan "Bantam". Sang Adipati Surasowan. Mecermati fakta seperti itu. memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. Boleh jadi. ayahanda Nyai Kawung Anten. tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. Sang Adipati Surangggana. perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. mertua Syekh Syarif Hidayat. baik oleh orang Cina. terdapat dua negeri Wahanten.

Itulah sebabnya. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan). Sehingga. Pada waktu itu. kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). dan pasukan yang tersisa melarikan diri. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. Mereka dapat ditaklukkan. dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa.Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. puteri sulung Raden Patah. Oleh karena itu. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. menjadi tidak harmonis lagi. karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. lahir pertama Ratu Winahon. terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). telah mengalahkan kharisma uwanya. dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). Sabakingkin atau Hasanuddin. di Kesultanan Pakungwati Cirebon. menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). Putera kedua. Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. Pangeran Sabakingkin. yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. Dari perkawinannya. Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kekuatannya tidak seberapa. dan persenjataannya pun tidak lengkap. menjadi penerus ayahnya. Pangeran Arya (Pangeran Japara). Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. Untuk jaringan politik. diberi nama Yusuf. serta memperoleh putera laki-laki. B. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. Adipati Arya Surajaya. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin.

Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. 10. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. Pada saat itu. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. 9. Kyai Wudhubasuraga. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. Aryya Senapati Bhimajaya. Raja Daerah Wahanten Girang. 5. Sultan Demak (Raden Patah). Sang Adhipati Patala. Sang Aryya Wirasakti. Raja Daerah Gunung Batur. Tumenggung Linggageni. Oleh karena itu. Raja Daerah Gunung Banjar. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Ratu Ancol. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. Raja Daerah Muntur. Kekhawatiran Sultan Demak. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon). bahwa tidak lama lagi. akan menyerang Pakungwati Cirebon. Aryya Pulunggana. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. Raja Daerah Rumbut. 14. 13. Adhipati Suranggana. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. 3. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Simpang. 15. Sang Prabhu Walahar. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). Raja Daerah Medang Kahiyangan. tersumbat. 4. Raja Daerah Pager Wesi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 6. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran.Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. 12. Jelas. 11. 2. Raja Daerah Hanum. 8. Sang Aryya Wuludada. Ratu Hyang Banaspati. Sang Aryya Suraprasa. Karena Pakungwati. berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. Pradharmaya. Raja Daerah Pagawok. Raja Daerah Gunung Ageng. 7. 16. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. adalah: 1. akan tiba armada tempur Portugis. Karena sudah tersiar berita.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. perdukuhan. Ratu Ayu. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. Kekuatan pasukan gabungan. sambil menjajakan bermacam-macam barang. ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . aneka macam perhiasan dan yang lainnya. Singgah di Pakungwati Cirebon. Setelah itu.967 tentara. Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. Tak lama kemudian. guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. Susuhunan Jati. Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak. kembah ke Demak. barulah Panglima Fadhillah Khan. menyusup berkehling kota. Beberapa bulan kemudian. desa. Fadhillah Khan bersama pengiringnya.Oleh sebab itulah. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. Pangeran Sabrang Lor. la gugur pada usia muda. Sebagaimana yang telah dikemukakan. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. sebagai "gerakan pendahuluan". tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. terdiri dari 1. kembali ke Demak. adalah putera mahkota Demak. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. sedang dalam pelayaran. bandar. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. janda Pangeran Sabrang Lor. Kemudian mengadakan gerilya. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati.

sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun". tibalah serangan mendadak. dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). lebih siap untuk bertempur.Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. Kemudian. menyelamatkan diri. serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. Serangan dahsyat. Akhirnya. dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary. setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. pusat pemerintahan Banten. Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan". Sangat masuk akal. Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. Secara diarn-diam. Sesuai rencana. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. untuk menumpas huru-hara tersebut. mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. penguasa Wahanten Girang. dalam usia 48 tahun. Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir). Kemungkinan. secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. Akan tetapi. sebelum dapat dibuktikan kebenarannya. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. sesungguhnya. Sang Adipati Arya Surajaya.1988: 8). Karena hal ini. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. Di balik peristiwa itu. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin.Adipati Sang Arya Surajaya. Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. sempat dibinasakan. pasukan gabungan Pakungwati-Demak. "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". menerobos hutan lebat. bergegas menuju Pakuan (Bogor). "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin. Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . telah lebih dahulu masuk agama Islam.1993: 68). Adipati Wahanten Pasisir inilah. Sebab.

Sayangnya. antara lain: Apabila Ki Jongjo. bahwa setelah selesainya ekspedisi.dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya . kemudian berkembang menjadi dua orang. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak. yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin. Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. rupanya telah terjadi manipulasi. akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan. yaitu Hasanudin. Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup. dari seorang tokoh. bahkan tidak dilemahkan. "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”. anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam". mengemukakan usulnya kepada panembahan. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya. seorang dari Pakuwan. makaYusuplah lagi . Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. 120 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. sulit dibenarkan. dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya.Suranggana alias Ki Bagus Molana. Secara kekerabatan. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". anak Hasanuddin. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. maka Molana Yusuplah. Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. oleh pernyataan. Akan tetapi. setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. Berdasarkan kutipan tersebut.1983: 34). yang bergelar Ki Bagus Molana. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana. Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. Kemungkinan besar. di komplek makam Tempat Suci itu.yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta. pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Setidaknya. seharusnya. Gelar itu. lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. Seandainya. putera Sri Baduga Maharaja. yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. Dengan demikian. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. Kropak 408 Sewaka Darma. Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. perlu kiranya diteliti lebih lanjut. Pertanyaannya. demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pengertian panembahan. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. merangkap jadi penguasa. dan memperoleh gelar Panembahan. Oleh karena itu. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati. Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. Konon menurut dongeng. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. Setelah makamnya dikeramatkan. gelar "Agus" itu. sependek nama Jong dan Jo. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. Kembali ke Wahanten Girang. kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada.1983:149-150). dengan sebutan Sultan. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. yang terlebih dahulu masuk Islam. Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian.

akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. Sang Arya Surakreta. nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. beralur darah trah Rasul Muhammad. tewas binasa. menyelamatkan diri. pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. kakaknya Sang Arya Surakreta. melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. sebanyak 1. Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. bahwa wilayah Sunda Kalapa. Permaisuri. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. Anggota pasukan yang tersisa. yaitu Nyai Arya Baroh. hanya 6 tahun lamanya. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. sehingga banyak tentaranya yang tewas. Ia puteri Adipati Kranda. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). Mereka tidak mengetahui. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. Sebagian besar penduduknya. Nyai Arya Baroh. Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. saudagar kaya dari Perlak. terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sisa yang masih hidup. oleh Susuhunan. terdesak dan menderita kekalahan. keraton ia dirikan. diberi nama Keraton Surasowan.452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). Armada Portugis dipukul mundur. Dalam pertempuran itu. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. Kemudian. Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687). menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. tiba di perairan Sunda Kalapa. Sebagai catatan. setelah memeluk agama Islam. ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. dan para pengiringnya.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). Selanjutnya. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. Beberapa bulan kemudian. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. Jati Cirebon. Panglima Fadhillah Khan. di Pelabuhan Sunda Kalapa. Setahun kemudian.

menjadi penguasa Kerajaan Galuh. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. cucu Prabu Dewa Niskala. pada tahun 1501 Masehi. memanfaatkan situasi seperti itu. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . seperti kebiasaan di masa silam. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. adalah adik Sri Baduga Maharaja. Oleh karena itu. mengeluarkan asap hitam. adalah putera Prabu Ningratwangi. dilengkapi senjata meriam. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. diserahi tugas melindungi pondok pesantren. bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. Akan tetapi. Prabu Jayaningrat. memohon bala bantuan. la. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. Dalam pertempuran ini. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. Serangan.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. Berdasarkan riwayat hak waris. jumlahnya banyak. akan digempur". terdesak. Prabu Jayaningrat. Oleh karena itu. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). di dekat Bukit Gundul. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. sambil memuntahkan logam panas". akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. Susuhunan Jati Cirebon. Prabu Ningratwangi. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. segera mengirimkan berita ke Pakungwati. wilayah Pakungwati Cirebon. yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba. la. telah terjadi perubahan situasi politik. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. oleh Susuhunan Jati Cirebon. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. oleh Susuhunan Jati Cirebon. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. Kalau tidak. menggantikan posisi ayahnya. Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh.

oleh pasukan Pakungwati Cirebon. pemberani. 2. Akan tetapi. Maksud "tidak kalah" tersebut. kuwanen. mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). janganlah putus. tidak kalah). Kedua belah pihak menempuh jalan damai. kasuran. Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. dan Kuningan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kebijakan itu dilakukan. Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). bahwa: 1. agar Pangeran Pasarean. permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita. Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing. 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. Perang lima belas kali. dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. 3. menjadi pembesar kerajaan. wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). dapat ditaklukkan. menyepakati. karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. yang mewakili Susuhunan Jati. berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. Tidak saling menyerang. Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). Pada saat itu. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. Peristiwa tersebut. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Akhirnya Talaga. berhasil direbut. Demak. perkasa. Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. kehilangan tokoh penting yang disegani. pasukan gabungan Pakungwati. beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. Sejak itulah. runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. atuntunan tangan (kerjasama). Palimanan. Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). Silih asih (saling menyayangi).Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan.

Pendeta di Ciranjang. betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). adik Ratu Wiratala. Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. C. la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). ia merenungi hidupnya. Pada masa pemerintahannya. direbutnya kembali. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. Berpuasa. Oleh karena itulah. yang telah disepakati ayahnya. Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). Pendeta di Jayagiri. Sanghiyang Siksakandang Karesian. tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). la digantikan oleh puteranya. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. Sri Baduga Maharaja. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. senantiasa menciptakan huru-hara. ditenggelamkan ke dasar laut. Munding Rahiyang namanya. Prabu Ratudewata. Rasa hormat dan kekaguman itu. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. tapi tidak mati. Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. Pada kesempatan itu. Pendeta sakti di Sumedang. dianiaya. putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). mati ditenggelamkan ke dasar laut. Sang Prabu Ratudewata. sudah tidak lagi menghargai keagamaan. menghilang tanpa meninggalkan jejak. Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). keonaran. Akan tetapi. tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. ada pendeta sakti. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). Dalam suasana tenang dan damai.Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. la tetap hidup. dibunuh tanpa dosa. Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat.

didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). Ciranjang dan Jayagiri. Sesungguhnya. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. melanjutkan gerakannya ke arah utara. Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten). Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. sekaligus merupakan "unjuk rasa". Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. ponggawa-ponggawa kerajaan. Karena. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. serangan kilat ke kota Pakuan itu. berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. Susuhunan Jati Cirebon. Atau boleh jadi. akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. pengawal raja. menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. selama 8 tahun. hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. Mengingat. pejabat. ayahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . la membunuh orang tidak berdosa.Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). ngarampas tanpa prege. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. perwira. lan bakti ring wong atuha. hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. tidak hormat terhadap yang tua. sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. Sri Baduga Maharaja. haywa ta sira kabalik pupuasaan). Serangan laskar Surasowan Wahanten. karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. Sebab. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). ia bertindak sesuka hatinya. Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. merampas tanpa rasa malu. menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. Sang Prabu Ratudewata. serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. puteri Prabu Ratudewata. asampe ring sang pandita). masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). Kemungkinan. Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. berdasarkan hak historis alur darah keturunan. di bawah komando Panembahan Hasanuddin. tidak lagi mentaati norma pemerintahan. pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. tidak sungguh-sungguh. sangat beralasan. tewas berjatuhan.

aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. Sebagian dari catatan perjalanannya. mencatat semua kejadian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya.com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. Prabu Ratudewata. Emperador de toda a illla da Iaoa. cotodas as mail ilhas deste arapelago. akibat perilaku buruk seorang raja. I Madura. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda. E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. paraque pessoalmete. dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten). Keberadaannya di sana. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. janda dari ayahnya. Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). Fernao Mendes Pinto (1510-1583). nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. untuk ikut menyerang Pasuruan. dan memperisteri ibu tirinya. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. Keberangkatannya ke Demak. terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). Prabu Sakti masih beruntung. Pada masa pemerintahannya. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda.Puncak kebiadabannya. Bale. tempat orang Portugis biasanya berdagang. Angenia. Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. Akan tetapi. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari.

Bali. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. adik Sultan Trenggono. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. Berdasarkan pendengaran. pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan. adalah Ki Fadil. masyarakat Sunda Kalapa sendiri. Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang.Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya. Maksudnya.1999: 90). Kangean.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .000 orang. Ketika ia datang di pelabuhan Banten. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. isterinya Fadhillah Khan. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten. Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken. adalah Nyai Pembayun. supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. Dengan demikian. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. tidak terbitung para pendayung. -yang juga menjadi bawahannya. Raja Sunda. Fernao Mendes Pinto. 1984: 46-47). Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. Dialah kaisar Pulau Jawa. Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat.

Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. Sang Prabu Nilakendra. Dari catatan Fernao Mendes Pinto.Pakungwati . Madura. baru berperan sebagai Adipati Wahanten. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. mempunyai kedudukan penting lainnya. Kembali kepada Prabu Sakti. kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). bagi kepentingan mitra dagang. Sedangkan Maulana Hasanuddin. Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya. Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n . penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. adalah tentang adanya hubungan multilateral. Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga".Sunda Kalapa . kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. Dari pendengaran. dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Portugis yang semula dimusuhi. Sebab. Portugis menerima kenyataan seperti itu. Adanya anggapan seperti itu. Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. antara Wahanten .Portugis. karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). akhirrrya menjadi "negara sahabat". Fadhillah Khan. keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak. Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. Angenia. serta menempatkan armada lautnya di sana. Pada masa pemerintahannya. selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali).Demak . Oleh karena itu dapat dimaklumi. Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon. yang penting diperhatikan. ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. Bali. Bahkan. mencatat pada masa pemerintahannya. nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. la wafat di Pengpelangan.menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". polah sang nata).

minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. bendera keramat. dalam mendahului upacara Tantrayana. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan. tan igar yan ta pepelakan). Tantrayana. Makan minum sampaimabuki. Bagi Prabu Nilakendra. serta dihantui bencana kelaparan. bahwa tidak akan lama lagi. Setiap saat. tidak ada ilmu yang disukainya. itulah. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). dilukis dengan emas. yang mengapit gerbang terlarang. menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji. sudah dicampakkan jauh-jauh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan). pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. keraton Pakuan Pajajaran. kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar). tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. Makan enak. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. menembus jantung ibukota Pakuan.berada di ambang pralaya (kiamat. akibat angkara-murka penguasanya. Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. dimeriahkan oleh pesta pora. yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali.jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. secepat kilat. Pada tahun 1567 Masehi. telah. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. jimat-jimat. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. Akan tetapi. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan. manteramantera Tantrayana. yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. Petani menjadi serakah akan makanan. mahayu na kadatwan. adalah kepercayaan mistis sinkretis. kehancurarr).

dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. adalah putera Susuhunan Jati. hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). Tidak pernah ada berita. tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. Tohaan di Majaya kalah perang. Kemudian. mempunyai hak yang sama. Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. calon pengganti Susuhunan Jati. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. Nasib kehidupan kota Pakuan. Latar belakang tragedi. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Selain itu. bahwa Surasowan Wahanten. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. dari Nyai GedengTepasan. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sunan Prawoto. yang tidak menyertainya ke pengungsian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. Kekosongan tahta Demak. sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. ia telah membuktikan. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. Mungkin dia tewas di pengungsian. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. Bupati Jipang. putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). yaitu Prabu Sakti. Susuhunan Jati Cirebon. Sebab. wafat dalam usia muda. adalah menantu Prabu Ratudewata. D. diharapkan oleh puteranya. Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. sangat menarik untuk dicermati. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. ayahnya Prabu Nilakendra. Pada mulanya. yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. oleh bocah pengiringnya. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. adalah negeri yang kuat. Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. hanya tertulis secara singkat. di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan).

Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. yang bergelar Pangeran Suwarga. Naik tahtanya Fadhillah Khan. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). Sedangkan Pangeran Bratakelana. karena berupaya membela Prawoto. masih ada calon pengganti yang lebih berhak. Sedangkan pada waktu itu. yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. putera mahkota Cirebon. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). Susuhunan Jati. Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. Atas restu gurunya. Syarifah Fatimah. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. adalah putera Susuhunan Jati. adiknya Prawoto. sebagai Susuhunan Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pemerintahan Pakungwati Cirebon. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon.Pangeran Sekar. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Sunan Kudus. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. Pada saat peristiwa itu terjadi. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. Mengingat. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. diharapkan adalah cucunya. Wanawati Raras. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. tewas pula. juga warga Demak. dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. Karena Pangeran Emas. secara terselubung. adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. Sultan Trenggono. Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. sedang berada di Demak. Pangeran Suwarga. Kedudukan tertinggi itulah. mendahului kakeknya. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. Pangeran Suwarga. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. pada waktu itu masih kanak-kanak. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan). Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. Jipang menyerang Demak. dianggap tidak semestinya.

melainkan Hasanuddin. berdaulat. Sekaligus. Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat. Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. ketika ia bersalat di permukaan laut. Karena itulah. Surasowan. Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. walau sesungguhnya tokoh tersebut. Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. dengan "doa" Hasanuddin. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. dipandang oleh masyarakat Banten. Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama.1964: 48). telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. Menurut "Serat Banten". Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup". melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sedangkan dari isterinya yang kedua. digantikan oleh puteranya. Wahanten Pasisir. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. bila tidak dikenal asal-usulnya. perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. Sendi-sendi Islam. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara. Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin. . digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu. pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. berhasil menjadi negari niaga maritim. kisah tentang watu gilang. dalam kisah "Serat Banten". mampu berdiri sendiri.yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. Panembahan Hasanuddin. Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Yusuf. dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. Misalnya. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak).kelak menjadi isteri Tubagus Angke. sebagai negara yang mahardhika (merdeka).Melihat kenyataan seperti itu. seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan. martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". Bagi penulis "Serat Banten". dan Pangeran Arya. akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Bupati Jayakarta (Jakarta). Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. . Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. mendadak berubah menjadi licin. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. mengkilap dan berseri. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita.

untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran. sudah demikian menurun kharismatiknya. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang.1961:13. sutera. payung. benang emas. penguasa Kesultanan Pajang. di Pakungwati Cirebon. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). beludru. Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. sutra. Orang Gujarat. porselen. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. sisir. Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. Dari segi hubungan kerabat. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. Ketika kembali ke negerinya. Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. kulit penyu dan gading gajah. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. berdagang permata dan obat-obatan. kipas. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. Orang Arab dan Persia. nila. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. mereka membeli lada. Palembang dan lainnya. lada dan Lampung dan Solebar. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun. ikan kering dari Karawang. kayu cendana. Panembahan Ratu. kertas. Makasar. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. Minyak kelapa dari Belambangan. dalam Michrob. Banjarmasin dan Palembang.Sunda (Pajajaran). dan kain putih dari Coromandel. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . cengkeh. beras dari Makasar dan Sumbawa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . selop. menjual kain dari kapas. Pedagang-pedagang dari Cina. digambarkan sebagai berikut: 1. jarum. membeli rempah-rempah.1993: 81). kain sulaman. Sumbawa. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. Ketika mereka kembali. Situasi perdagangan di Karangantu. 2. 3. gula dari Jepara dan Jayakarta. dan sebagainya. buah pala. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. berhasil ditundukkan. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. rempah-rempah dari Maluku.

rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. perdagangan dan pertanian. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. Cina. perkampungan orang Pegu. timah putih dan timah hitam dan Perak. Bugis. sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota. tenunan dan Bali dan Sumbawa. demikian juga tembok benteng di sekehling istana.1983: 38 dan 59). Makasar. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. Dengan demikian. mulai dipersiapkan. orang Arab. besi dari Karimata. Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat. Siam. Laskar Surasowan Wahanten. yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau. setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih.1981: 56-58). Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. adalah Pakuan. Ternate. damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai. Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. gading gajah dari Andalas. Persia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut.1983: 31). Turki.1977: 448). bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Pada masa Maulana Yusuf. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan. gangguan keamanan. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. Bali (Tjandrasasmita. dari sejak pemerintahan ayahnya. Sasaran utama penyerangan. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. Banjar. dan sebagainya. Kedah dan Selong di Malaka.cendana dan kepulauan Sunda kecil. 1975: 160). strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang. keamanan wilayah. Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. dapat diatasi dengan baik. Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu. 1950:182).

Serbuan laskar Surasowan Wahanten. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. Bagi Panembahan Yusuf. mengungsi ke pantai selatan. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. Sekarang. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. Disebut demikian. Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. Sampai sekarang. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. Kota Pakuan Pajajaran. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan.rover. digantikan oleh puteranya. keturunannya masih merupakan kaum-adat. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. beserta ketiga saudaranya. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. terhadap kedzaliman. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dengan diboyongnya batu tersebut. dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Prabu Ragamulya Suryakancana. Oleh karena itulah. Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . la tidak menghendaki. Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. Bila kenyataan yang terjadi. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. Kelak. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. di Cisolok dan Bayah. sebagai pusat pemerintahan yang baru. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. Padahal. yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. sangat memungkinkan. merupakan upaya "pembersihan". Palangka itu. Pada masa pemerintahannya. maka di kota Pakuan. Prabu Ragamulya Suryakancana. laskar Surasowan Wahanten. Dari peninggalan yang ada. tetapi di Pulasari. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran. Pandeglang.

Jejak peristiwa itu. Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda.Kampung Ciptarasa. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. la hanya sebagai "rajaresi". mereka meninggalkan kota Pakuan. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam".Puasari. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. Mungkin ia pergi ke Pulasari. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". hanya berusaha mempertahankan diri. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa di sanalah. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. dikisahkan Ki Baju Rambeng. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. Pandeglang. Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan. Sekelompok kecil yang bernasib baik. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. napas tertua bentuk kerajaan. dalam Pantun Bogor. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. Akan tetapi. Sesungguhnya. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. yang meninggalkan urusan duniawi. Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). Menurut cerita leluhurnya. Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. Akan tetapi. tentunya tidak membuat babak baru. la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. dibinasakan. "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. Prabu Ragamulya Surya Kancana. secara samar-samar. akhirnya berpusara di tempat lahir. sambil menyongsong ajal tiba. beribukota d. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. bersama pembesar dan pengikutnya yang setia. belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. penguasa masyarakat Sunda pertama. Prabu Ragamulya Suryakancana. satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki.

di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. ia dikenal juga dengan sebutan. sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. Melihat kenyataan seperti itu. Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. semakin berkembang pesat. Oleh karena itu. Akan tetapi. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Panghulu Negara (Kadhi). terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan 2. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. Sejak kecil. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). Konflik tidak dapat dihindari lagi. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). Pangeran Japara. pengembangan areal pertanian. terutama dalam hal pembangunan kota. Rata Winahon. Sedangkan Panembahan Yusuf. Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). tinggal di keraton Japara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. niaga maritim. keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. baru berusia 9 tahun. putera mahkota Pangeran Muhammad. Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi). Pada tahun 1580.Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. Pangeran Japara bersama pasukannya. Maulana Yusuf meninggal dunia. Ketika Maulana Yusuf sakit keras. sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. antara lain: 1. menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. Pangeran Arya. kepada Pangeran Japara. D. Dari permaisuri Ratu Hadijah. Pangeran Muhammad. Panembahan Yusuf. Ketika itu. melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan.

Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. terletak di Pacinan. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten.1993: 89). yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. di bagian utara Kerajaan Belanda. seperti dari Bugis. Mangkubumi Jayanagara. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. dari berita pedagang Portugis. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. sebagai pencatat perjalanan. mereka berangkat dari pangkalan Tessel. Dan pasar yang ketiga. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan. Turki.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bengali. Seperti halnya ayah dan kakeknya. Gujarat. tidak tercapai. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. Arab.1993: 89). Pegu. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . temboknya dilapisi porselen. Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. dan akhirnya diusir dari Banten. Rupa-rupanya. Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'. Malabar. dan Abesinia. Cina. hingga ke pelosok-pelosok desa. bertindak sebagai walinya. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. yaitu daerah Karangantu. Pasar kedua terletak di Paseban. Keling. Jawa. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. dan lain-lain. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. yang memperdagangkan keperluan sehari-hari.itu. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. Bersama 249 pasukannya. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. Setelah persitiwa itu. pada tanggal 22 Juni 1596. Diceritakan pula. Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. Dalam pelayarannya. Malaya. Melalui Tanjung Harapan. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser.

Sultan yang masih bayi itu. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. Selanjutnya. Akan tetapi. karena kecongkakannya. ia tewas terbunuh. yang kasar dan tidak bijaksana. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. ia melanjutkan perjalanan. ditarik mundur. ia diturunkan dari jabatannya. berlangsung di sekitar Sungai Musi. pada tahun 1602.Sikap Cornelis de Houtman. armada Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Maulana Muhammad. Sementara itu. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. Mangkubumi Jayanagara. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. Ratu Wanagiri. Armada dagang yang dipimpinnya. Mereka tiba di sana. cucu Sunan Prawoto Demak. tidak menghasilkan apa-apa. Akan tetapi. la memimpin langsung pasukannya. putera Aria Pangiri. Kemudian. Pertempuran sengit. sebagai Wali Kesultanan. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. hampir memukul mundur pasukan Palembang. berputera Abdulmafakhir. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). yang baru berusia 9 bulan. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. pada tanggal 13 November 1596. Akhirnya. jabatan Wali Kerajaan. Akhirnya. Perwalian. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. pada tanggal 17 Nopember 1602. di negeri rencong itu. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. Karena sikap congkaknya. Sebab. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). didampingi oleh kakeknya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. Bahkan. Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun.

Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. Pada tanggal 23 Oktober 1608. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir. Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. Sementara itu. yang kelak diambil oleh Dr. yaitu suku Bataav. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. Kongsi dagang tersebut. yaitu Pangeran Mandalika. Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. dalam Michrob. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. pada tahun yang sama (1602). terjadi kembali huru-hara besar. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala.Sementara itu. dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni. Di sana mereka membangun sebuah benteng. Kekuasaan sepenuhnya. Mangkubumi terbunuh. Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. pada tahun 1604. mengadakan huru-hara di pelabuhan. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. Peristiwa tersebut.1993:127). Akhirnya. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi. di Belanda terjadi peristiwa penting. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. Bahkan. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. di kalangan Keraton Surasowan Banten. Melihat kondisi seperti ini. Melihat situasi seperti itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala. Snouck Hurgronje (Roesjan. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. yang diberi nama Batavia. pada bulan juli 1608. Huru-hara untuk sementara dapat diredam. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. pada tanggal 30 Mei 1619. Didukung pula oleh pihak Inggris. Pangeran Mandalika bersama adiknya. mencapai puncaknya. Pangeran Arya Ranamanggala. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. oleh penduduk Nusantara. Rasa ketidakpuasan itu. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). agar Sultan Abdulmafakhir. Pada tanggal 13 Mei 1626. di antaranya Insan Kamil.

menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Selanjutnya. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah. 3.Sultan Abdulmafakhir. 4. sering "terjun ke lapangan". Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. Pada tahun 1640. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. Sultan Abdulmafakhir. bersikap bebas. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). akan tetapi. Pangeran Lor. 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kesepakatan perdagangan. Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. diserahkan kepada Pangeran Surya. antara lain: 1. merupakan masa kemakmuran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 2. pada tahun 1650. dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. Ratu Pembayun. ia meninggal dunia dalam usia muda. Pangeran Raja. tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. Tahta Kesultanan Surasowan Banten. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. dilanjutkan oleh cucunya. Abdulma'ali. Pangeran Arya Kulon.Gelar ini diperolehnya. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. Pangeran Surya. Perjanjian itu. Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. Pada tahun 1645. ia mencapai perjanjian perdagangan. la seorang Sultan yang cepat tanggap. diangkat menjadi Sultan Anom. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". putera mahkota. bagi Kesultanan Surasowan Banten. Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). E. Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. dan 5. kedudukan Sultan Anom. Akan tetapi. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. Begitu juga dengan putera mahkotanya. penguasa Kesultanan Surasowan Banten. . Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak.

sebagai pejabat tinggi negara. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. 3. maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. dan 4. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. Antara lain. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. Pangeran Lor. dan Ratu Tinumpuk. Ratu Inten. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. Pangeran Kidul. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram.Pangeran Surya. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. 4. Pangeran Kilen. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. 3. 2. Oleh karena itu. Terhadap Kompeni Belanda. melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. Serta empat orang saudara seayah. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. dari manapun asalnya. merupakan pekerjaan yang sulit. Pangeran Raja. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. Ratu Kulon. 2. bahkan kemungkinan besar akan gagal". Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. empat orang saudara kandungnya. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. Pangeran Wetan. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. yaitu: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu: 1. baik orang-orangnya. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya.

Padahal Kompeni Belanda berharap. terlihat watak maritim Banten murni. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Pasukan "gerak cepat" itulah. Di laut. hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. Panembahan Hasanuddin. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menurut perjanjian 1645. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". pasukan patroli Kompeni Belanda. Akan tetapi. Di wilayah perbatasan. dan 3. Di darat. memusnahkan tanaman tebu. tidak akan pernah sampai ke Batavia. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". dan 2. Kompeni Belanda. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. Tujuannya. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. Setidaknya. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. Kompeni Belanda. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. Untuk memenuhi strategi itu. yaitu sebelah Timur Cisadane. Mengenai satuan tempur di darat. kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah.1. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan. 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . setiap ada kesempatan. Sebagai catatan. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. dan menghancurkan kilang penggilingan gula. kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. dalam satuan-satuan kecil. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. Jalur angkutan laut. harus dipotong. yang tidak diinginkannya. Semua aksi-aksinya. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. tanpa basis yang tetap (gerilya). satuan-satuan armada kecil. satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. harus dipancing keluar dari sarangnya. supaya kapal-kapal itu. 2. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya.

dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara. mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. yaitu: mahir menjadi pedagang. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. saling mengisi dalam watak dan pendapat. kedua penasihat Maetsuycker. dan pandai bergaul. Para Direktur Kompeni di tanah airnya. Maetsuycker tidak senang bertualang. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. van Goens. pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. sangat puas atas prestasi Maetsuycker. menggantikan Carel Reynierszoon. sebagai sumber pangan. Akan tetapi. Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. Menurut pandangan mereka. Trio itulah. Anthony Van Diemen (1636 -1645). Untuk mencapai tujuannya. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. Maetsuycker. sejak masa GJ. sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. pada tahun 1653. yang membantu Dewan Hindia Belanda. sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. kecuali untuk berburu di luar tembok kota. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. ulet. Baik van Goens maupun Speelman. la terkenal cerdas. Maetsuycker. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda. yang tidak bertahan lama. Sultan Abdulfatah. yang sekaligus menjadi penasihatnya.dalam "pembaharuan perjanjian". agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. telah memenuhi persyaratan. Mereka mendorong. adalah hasil dari buah tangannya. Sebagai ahli hukum. dan Speelman. selanu 30 tahun. ia mempunyai dua orang kawan. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). "Statuten Van Batavia".

setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. atas biaya dari Banten. Ancaman dari darat inilah. Akan tetapi. 6. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. Kesultanan Surasowan Banten. derigan membentuk pasukan "pribumi". sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. Kompeni Belanda mengambil prakarsa. 2. Pertukaran nota. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . 3. Padahal. dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. 5. baik di darat maupun di laut. yang berdasarkan kelompok etluk.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. utusan Kompeni Belanda. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. Karena merasa lemah di sektor darat. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda. mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar". Terhadap tindakan itu. harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. Banten harus membayar kerugian perang. Pada tahun 1657. sebanyak 10 pasal: 1. dilakukan sampai beberapa kali. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. Untuk memenuhi keperluan tersebut. van Goens dan Speelman. Sultan Abdulfatah. membawa usul "perdamaian". perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. Pada tanggal 29 April 1658. agar ia bertindak lebih keras. Sebab secara pribadi. Sebab di laut. sambil membawa usul-usul baru dari mereka.Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. bersedia membuka jalur perundingan. hampir berhasil. 4. Sampai akhir tahun 1656. Menjelang akhir masa perjanjian. menginginkan Maetsuycker. Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. Kedua belah pihak. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan.

pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten.7. (Michrob. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n . agar "bunuh diri". 10. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. Sultan Abdulfatah sangat faham. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. peralatan-peralatan yang dimaksud. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini. Oleh karena itu. karena: 1. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar. agar orang Banten. Sultan Abdulfatah menuntut: 1. warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. maka sebagal imbalannya. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dengan tegas. Seperti yang telah diduga sebelumnya. Menuntut. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten.1993:137). yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". Menuntut. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. sebagai imbalan. demikian juga sebaliknya 8. Sultan Abdulfatah menegaskan. 2. Perbatasan Banten dan Batavia. harus dikembalikan ke Banten. yang telah diperolehnya. Sebab. yang dinilai sangat tidak adil. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. berarti menyulut sumbu perang terbuka. Tuntutan yang kedua. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat. peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. Sebagai jawabannya. Penolakan tersebut. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. Tuntutan yang pertama. diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. 2. pada tanggal 11 Mei 1658. secara bebas dapat membeli meriam. 9. Setiap orang Banten yang ada di Batavia. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. agar orang Banten. artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda.

perairan Selat Sunda. Arya Suryanata. Akan tetapi. Sepuluh di antaranya.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. selalu "berkeliaran". agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. Ratu Bagus Singandaru. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. di perairan Karawang. Para komandan tempur dari berbagai tingkat.000 orang. Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. Sedangkan satuan Artileri Banten. dipusatkan di sekitar pelabuhan. dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. dengan kekuatan 60 meriam. sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. 1. 2. Oleh karena itu. Suranubaya. mulai memuntahkah tembakan salvo. Hal ini dilakukan. balasan dari pasukan ardleri Banten. Ratu Bagus Wiranatapada. ditempatkan di pantai Caringin. Pertempuran sengit itu. di perairan Labuhan Ratu. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang. yang menyebar di sekitar pelabuhan. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan. Sultan Abdulfatah memerintahkan. jenis canon (meriam besar). la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. di perairan Pontang. 5. sebuah satuan tempur darat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. Si Muntab dan Si Kalantaka. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. di perairan Tangerang. Pertahanan ibukota. yang masing-masing diberi nama. di perairan Tanara. 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. Kapal-kapal Kompeni Belanda. Dengan melalui jalan darat. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. berlangsung sampai senja hari. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. Tumenggung Wirajurit. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. 3. Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. 4. di sekitar Pulodua dan Pulolima. karena dalam rangka blokadenya. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). selama 9 hari. untuk menjaga serangan dari laut. Selain itu.

menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. terjadi stagnasi. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. tentang hak membeli senjata dari Batavia. Bagi orang Kompeni Belanda. untuk mengadakan penyegaran pasukan. Mereka dibekali pasukan baru. harus dikembalikan ke Batavia. sepanjang sungai Cisadane. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. Akhirnya. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. kemudian memeluk agama Islam.Sebelum malam tiba. dipandang sebagai ancaman baru. menuju ke laut lepas. adalah: pengukuhan garis perbatasan. karena pihak Kompeni Belanda. Sementara itu. di garis depan Angke-Tangerang. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. Sebetulnya. tanpa alasan yang sah. Oleh karena itu. tidak menuntut hak monopoli. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. yang sudah memerlukan istirahat. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. Kemudian Sayid Ali. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. dari pasar Batavia. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. oleh Kompeni Belanda. titik berat dari perjanjian itu. Perundingan berlangsung di Batavia. Sebab. pada tanggal 10 Juli 1659. dan Kesultanan Surasowan Banten. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. telah banyak korban yang jatuh. akan ditangkap. Sultan Abdulfatah. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. Melihat kenyataan ini. bertindak atas nama Sultan Jambi. Kompeni Belanda. Pimpinan baru. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. Di Batavia. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. armada Kompeni Belanda. Padahal. dari kedua belah pihak. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan.

antara lain sebagai berikut: 1. 2. atas permintaan kepala perwakilannya. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. Kemudian. ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. Sebab. akan diberi gelar kebangsawanan. tidak dikenakan bea pelabuhan. Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. petugas pemeriksa dari pihak Banten. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. Bila dalam kapal Kompeni itu. Kelak terbukti. Bahkan. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. dapat menyitanya. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya.Sebagai catatan. dengan cara mencari setiap kelemahan. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. biaya pemeliharaan kantor tersebut. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. bahwa para gerilyawan Banten. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. tetap diperbolehkan dibuka. F. dengan bayaran tinggi. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat". sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. yang selalu memanfaatkan kesempatan. atau terpaksa singgah karena memerlukan air. Bahkan bila dianggap layak. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . Strategi Sultan Abdulfatah ini.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. ada barang yang dianggap terlarang.

Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda.000 jiwa. Kompeni Belanda menyadari. pada tanggal 31 Januari 1679. selain letaknya yang jauh. Oleh karena itu. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. bahwa "Banten harus ditundukan. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. dalam tempo 9 hari perjalanan. karena terletak cukup jauh dari pantai. Hal ini disebabkan. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. juga sarana perhubungannya sulit.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . telah banyak hal yang terabaikan. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu. untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. sepanjang saluran yang baru. bahkan dihancur-lumatkan. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal. banyak mernakan biaya yang amat tinggi. antara lain sebagai berikut: Pertama. atau. bahwa pembuatan saluran tersebut. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. dibuat sepanjang jalan lama. Di sebelah kiri dan kanan saluran.tujuannya. Salah satunya. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. Posko pertahanan sebelah timur ini. Sebab selama perang berlangsung. Saluran itu. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. Kompeni yang akan lenyap". dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. Dengan demikian. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. kepada atasannya di Netherland. masyarakat dianjurkan mencetak sawah. karena beban logistik yang terlalu berat. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. Pada saat perang berlangsung. Dibangun saluran secara berantai. Kedua. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. Strategi ini. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur.

Mata-mata Banten mendapatkan. Di Muara Beres. yaitu: 1. Sultan Abdulfatah. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. Kecemasan pihak Kompeni Belanda. dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus. atau ke arah tenggara Muara Beres. Ketika pecah perang. dan mereka dianggap "tidak berbahaya". Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang mengirimkan koloni petaninya. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. Sultan Abdulfatah. Dengan demikian. yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. dengan kekuatan 4. dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. Sebab. ia memperoleh informasi rahasia. Peningkatan ekspor. dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. Dari orang EIC. koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. sebanyak 500 orang ke Muara Beres. dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. yang menuju Batavia. pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672. Terbukti. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. 3. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). Banyak di antaranya. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. 2.000 orang. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). Selain pembangunan fisik. untuk mengepung benteng Batavia. Muara Beres. 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. dihuni petani biasa (bukan tentara). Alih teknologi. Banten pun merupakan sebuah negara maritim. ke sebelah timur dari Wales. pos terdepan pasukan Banten. Dari Wales.Kesultanan Surasowan Banten. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. bahwa pemukiman orang Mataram itu.

yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak jauh dari pantai. Dalam sumber Belanda yang sejaman. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. yang memiliki daya jangkau jauh. dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. Negeri Belanda. Dari nama keraton itulah. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. Sultan Abdulfatah. Pada sudut-sudut benteng. sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. dan berfungsi sebagai benteng cadangan. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. Di sekitar tembok benteng. De Haan berpendapat. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan. Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. pada tahun 1671. mampu berlayar hingga mencapai Philipina. dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan. Sebagian besar para teknisi Eropa itu. Jalan masuk menuju komplek Istana. kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Seluruh komplek. bahwa nama tempat itu (Ragunan). Melalui kongsi dagangnya. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota. ditempatkan menara jaga. sekarang). dilindungi tembok terbuat dari bata merah. dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. untuk menghindari pengintaian dari luar. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. Hal tersebut. Kelak. Macao. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. dibuat pula saluran yang cukup lebar. dapat ditandatangani tahun 1670. yang cukup tebal. dengan nama Tubagus Wiraguna. dilengkapi pancuran dan danau buatan. tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. Keraton Surasowan. Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. 1996: 303). berbentuk busur. diberi dinding bata pada kedua tepinya. mengundang para teknisi Eropa. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. Istana yang megah itu. seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. Benggala dan Persia (Iran). keraton itu dilaporkan bercorak modern.

yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. putera mahkota Sultan Haji. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar. untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan.1977: 159). Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten. Setiap saat. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. untuk menunaikan ibadah haji. pada tanggal 16 Februari 1671. Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai. di Istana Tirtayasa Selanjutnya. Abdulkahar. yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti. guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. pada tahun 1674.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diperintahkan oleh ayahnya. sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Abu'nasr Abdulkahar. Tamat (Naerssen. di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa. Sementara itu. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. Sejak itulah. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. dapat saja meletus. Peristiwa ini. memerlukan waktu 2 tahun. Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya.

tidak pernah mulus. 800 dan 300 orang Makasar. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. banyak yang menyingkir. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. di antara kedua belah pihak. Sementara itu. Karena persaingan itulah. Bantuan senjata dan perbekalan. Kesultanan Surasowan Banten. Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. kemudian bergabung dengan laskar Banten. Saran van Goens dan Speeltnan. adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. dan kehilangan kebebasannya. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. Dalam kejadian ini. Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. Terbukti. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. bila salah satu pihak diancam Kompeni. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. Dalam perjanjian Bongaya (1667). agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. Sultan Ageng Tirtayasa. Kedua belah pihak saling membiarkan. dalam . kehilangan sekutunya di kawasan timur. Sisa-sisa laskar Makasar. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya.Hal yang meredakan ketegangan. berturut-turut telah datang ke Banten. hubungan Banten dengan Mataram. Kekhawatirannya. membuat ia mengambil sikap netral. belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. Oleh sebab peristiwa itu. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. cenderung mengarah kepada permusuhan. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. Sikapnya yang sangat hati-hati. Koloni petani Mataram di Karawang.

dapat dipererat kembali. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. Mereka bersama ayahnya. Oleh sebab itulah. Masing-masing. akan mengambil sikap netral. Menggunakan kapal perang Banten pula. Akibat peristiwa itulah. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. yang telah lama retak. karena alasan politik. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. Ibunda Amangkurat I. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. dalam peristiwa itu. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. Panembahan Girilaya. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. adalah kemenakan Panembahan Ratu. dengan keraton Mataram. sebagai Sultan Sepuh. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. kedua orang kakaknya. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. Sebagaimana telah dikemukakan. ibu dan isteri-isteri mereka. tidak mungkin dipenuhi. Hanya saja. Kesultanan Surasowan Banten. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. Mereka hanya menjanjikan. putera Panembahan Girilaya yang bungsu.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. juga puteri Mataram. Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. Selain itu. Menggunakan kapal itu pula.

Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. serta berhasil merebut dan mendudukinya. dengan tujuan mendapatkan wilayah. Akan tetapi. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. dan menyerang Arosbaya di Madura. Akan tetapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selanjutnya. Karena peristiwa itulah. tidak meneruskan gerakannya. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. melainkan oleh Kompeni Belanda. penumpasan gerakan Trunojoyo itu. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. Selanjutnya. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. setelah Trunojoyo tertawan. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. segera dilumpuhkan. Akibat serbuan Trunojoyo. menyeberangi Selat Madura. langsung menyerbu ibukota Mataram. ia beserta mahkota Majapahit. Maetsuycker yang semula bersikap netral. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. putera mahkota Mataram. pada bulan Oktober 1677. Speelman kembali ke Japara. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. la berkirim pesan kepada Speelman. sama-sama penganut garis keras. karena menganggap sebagai konflik intern keraton. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. tidak menerima usul tersebut. yang selalu hati-hati. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. Pusaka-pusaka Mataram. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. Sebagai penggantinya. termasuk mahkota Majapahit. Selain itu. Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. Gubemur Jenderal Maetsuycker. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. Pada tanggal 2 Juli 1677. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. Speelinan pun mengusulkan. namun ditolak oleh Trunojoyo. Berdasarkan pertemuan itulah. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. sebagai tebusan biaya perang. Akan tetapi.

Selanjutnya. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. Rangga Gempol menggempur Sukapura.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda. pada tahun 1680. sebagal pembayar hutang biaya perang. telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten.F. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. sehingga memperoleh bantuan meriam. Hubungan dagang Sumedang . PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. menyingkirkan para kepala daerah setempat.Kompeni. Parakanmuncung dan Bandung. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. melalui Kapten Hartsinck. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur. peluru dan mesiu. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. dengan mengerahkan 300 orang Talaga. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. Sebagai langkah awal. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. di bawah pimpinan Wiratanu. senapan. Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. Situasi baru ini. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. Akhir tahun 1678. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bupati Sumedang. dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. pada bulan September tahun 1678. yang merupakan wilayah bawahan Banten. karena Rangga Gempol III. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag.

Tetapi yang paling membahayakan negara. adalah menantu Bupati Bandung. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. Sultan Haji. Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. Rangga Gempol kembali berkuasa. Akan tetapi. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. Sementara itu. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. Secara politis. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri. Kabupaten Cianjur. mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar.Cakrayuda. di daerah Indramayu. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. la labil dalam sikap. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. Sebab. mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. serta orang-orang Belanda lainnya. sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. tanpa kajian yang mendalam. justeru muncul dalam kesempatan tersebut. Ambisi Sultan Haji yang amat besar. Potensinya masih kecil. Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. yang berkedudukan di Pamanukan. Sultan Ageng Tirtayasa. Pendudukan Banten atas Sumedang. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten. dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda. Caeff. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. Akhirnya. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . mudah terpengaruh bujukan orang. la senang meniru perilaku orang Belanda. hanya berlangsung kurang dari dua tahun.

namun lincah dan tak senang diam. tanpa persiapan yang benar-benar matang. Banten. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. la sangat memahami. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. Dari "tiga serangkai Kompeni". Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. Akhirnya. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. tubuhnya kekar. Speelman mematangkan situasi. ia berani mempertaruhkan nyawanya. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. Speelman mengetahui. Dalam sehari. menjadi penguasa wilayah". telah akrab dengan iklim tropic. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. Rijcklof Volckertsz van Goens. terbawa mati. la cerdas dan cerdik. Belanda kelahiran Rotterdam itu. Oleh karena itu. terpaksa menahan diri. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar. Untuk kepentingan Kompeni. ia orang Kompeni Tulen. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. karena gangguan gerilya Banten. Watak dan keuletan Speehnan. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. ia menyusun catatan pertempuran. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. tetap rawan. pasukan Banten masih terlalu tangguh. menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. Akan tetapi di darat. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. lengkap dengan keadaan politik. perunding dan panglima perang. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. Sikap licin seorang pedagang ulung. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Kompeni Belanda sudah merasa kesal. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. la tidak berani. semakin meruncing. untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten. dalam pertempuran di laut. Pada saat-saat perang sedang berlangsung. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. karena ia meninggal pada bulan November 1681.

dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. pasukan bantuan Kompeni Belanda. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia. pada malam 26 Februari 1682. Speelman mengutus Jacob van Dijck. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. Pertahanan daerah Angke-Tangerang. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. Sehingga. komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. sebagai perunding ulung. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. Mereka adalah: Kapten Hartsinck. Van Happel. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". Sementara itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pada tanggal 16 Maret 1682. disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. Kapten Tack. komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. Sistem politik adu domba. ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. yang menempati Istana Surasowan. Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. padahal di benteng "Batavia". Tugas van Dijck yang sesungguhnya. Sultan Haji menawarkan perdamaian. dan Saint Martin. pada tanggal 8 Januari 1681. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. yang ditempati oleh Sultan Haji. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda. di bawah komando Saint Martin. saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. ialah menghasut Sultan Haji. Akan tetapi. tiba di Pelabuhan Banten. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. oleh Jacob van Dijck dan Caeff. Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. melainkan sebagai "penolong". Padahal. berjalan mulus. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai". Dengan dalih. dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. Selanjutnya. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. agar lebih berani mengadapi ayahnya.Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. di bawah komando Kapten Tack. Sloot.

Pada tanggal 28 Desember 1682. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack. Akan tetapi. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. berhasil merebut Pontang. Serbuan pasukan Hartsinck ini. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. bergerak menuju ke Tirtayasa. Sementara yang lain menunggu di Sajira.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Beberapa hari kemudian. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. Pada awal Maret 1683. memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. Selanjutnya. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. Pasukan gerilya Banten. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. memasuki keraton Surasowan. sehingga terjadi stagnasi. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. mencoba mempertahankan daerah tersebut. Pada bulan Oktober 1682. yang berisi bujukan dan permohonan. pasukan darat dan laut Banten. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. Di tempat itulah. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. mulai menembus keraton Tirtayasa. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. yang berada di Keraton Surasowan. Pasukan gabungan ini.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di Tanara. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. Hingga bulan Agustus 1682. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. meriam tempur Hartsinck. oleh Sultan Haji. turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. di sebelah selatan Tirtayasa. disambut baik dengan penuh rasa hormat. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya. dengan perhitungan yang matang. pada bulan November 1682. Saat itu. Akhirnya. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. Dari ibukota Surasowan. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. armada darat dan laut Kompeni Belanda. bergerak menuju Tirtayasa. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. mundur menuju Tanara. Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan. Sedangkan di Tanara.

tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. ia menyebutkan. Menurut pengamatannya. Kemungkinan besar. dan Perancis. dalam berbagai sumber. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. Selanjutnya dalam catatan Vlekke. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. Sultan Ageng Tirtayasa. Denmark. bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda. Karena terbukti. jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. Akan tetapi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. ialah musuh besar Kompeni Belanda. Akan tetapi. mereka merasa senang. mencoba memodernkan negaranya. Mungkin saja. menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. yang diberikan rakyat Banten kepadanya. adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tanpa ragu-ragu. Penangkapan itu. menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. Banten mencapai masa kejayaan. Bahkan. la dihormati dan disegani oleh lawannya. Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). Sultan Haji tidak berdaya. ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". Sultan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. telah berhasil memikat para pedagang Inggris. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya. sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. Pada saat itulah.Keraton Surasowan. sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. Sehingga. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. Seperti juga raja Makasar.

sebelum kedatangan orang Portugis. Sultan Haji mengira. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. Oleh sebab itu. sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. Mungkin penunjukkan tahun 1672. berada pada titik puncaknya. Para pedangan India. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. melonjak naik. penerbit Saudara. la pun menuntut hak. Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam tahap permulaan. bukan sebagai "bangsawan niaga". Satu tahun lamanya. Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. Cina dan Arab. kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Orang berkata. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. Muhammad Ismail. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). putera mahkota (Sultan Haji). Akibat peristiwa penangkapan tersebut. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. Kesadaran politik inilah. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. dari sumber-sumber yang ada. disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah.Atas bantuan orang-orang Eropa. berakhir pada tahun 1683. Sultan Ageng Tirtayasa. yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. Serang. dipimpin oleh para nakhoda Eropa. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. Padahal. pada tahun 1677. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. Macao. Disertai salah satu kapal milik Banten. Benggala dan Persia. terdapat kesimpang-siuran. melakukan pelayaran ke Philipina. dari manapun asalnya. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten. ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. Hal itu justeru tetjadi.

Adik Sultan Haji. 3. Edi S. Saleh Danasasmita (Anggota). berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. (Anggota). Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. No. Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). jumlah korban pada pihak musuh. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. Saini K. Ekadjati (Ketua). Karena nilai-nilai kepahlawanannya. Skep/182/N/1985. No. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. G. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. 4.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . edukatif. dibentuk tim. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. 2. Sprin. kesulitan yang dialami. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. penelitian. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya. diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. Setelah dilakukan penelusuran. Pada tahun 1985. yaitu Pangeran Sake. Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa. artistik. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. Drs.CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda. tanggal 8 April 1985. Tim inti itu. yaitu Tubagus Mustafa. berdasarkan. 5. Salah satunya. dan dukungan rakyat. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. dan Drs. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18.M. tingkat volume lama perjuangan.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. Dr. psikologis. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. putera Pangeran Sake. dan lain-lain. untuk meneliti. politis. luas wilayah perjuangan. terdiri dari: Prof.

di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683). terukir oleh tinta emas sejarah. Bagus Rangin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. gagah berani. Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. 5. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). 4. Raden Alit Prawatasari. terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah. 3. Perlawanan Bupati Sumedang R. la raja yang bijaksana.T. raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. Dari hasil seleksi pada waktu itu. 2.1. serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. Perlawanan rakyat Banten. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi). 8. antara lain: 1. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). dan 3. Kini diorama dan patungnya. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon. Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). 6. Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat. terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819). Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723). tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi. sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. 2. *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Ageng Tirtayasa. 7. Ketiga tokoh tersebut. Sri Baduga Maharaja.A.

bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. Beberapa bulan kemudian arca itu. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang. dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta. kecuali satu. Beberapa puluh tahun kemudian. Pada wayang Kumbayana. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap. ternyata sebuah yoni. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie. diangkut ke museum pula. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci. dua pakar yang terkenal. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten. Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip.MELACAK RAJATAPURA I. Arca itu. semuanya dikirim ke Batavia. Siwa. Agastya. yang menggambarkan Brahma. Brumund dan Van Hoevell. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya.1996:101). untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. meniru bentuk janggut patung Agastya. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana. memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati. Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. kendi itu dihilangkan.BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI . Durga dan Ganesha. Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. sekalipun orang Cina berkeberatan. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme.1984: 29).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap. dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot. pada paro pertama abad ke-19.

apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. luasnya sekitar 17. antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda. adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu. Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). kemudian dibahas oleh Yogaswara. menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kedua-duanya. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok. 1996. tuffa. antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. Bila dikaji lebih dalam. 104). dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang. apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung. Sayangnya. Pemujaan terhadap Agastya. ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari. Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara. bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). dalam Guillot. kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut.500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite.Boleh jadi. 1850. Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. mengemukakan pendapatnya. Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. yang terletak di pesisir barat Pandeglang.1993: 33). Halwany Michrob. Pada materi yang sama. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. Pada berbagai singkapan. tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda.

sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. mengisyaratkan. dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya. Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan. seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913). memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari.1993: 33). dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan. Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik. dalam Michrob. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n . oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. II. dikatakannya kepadanya. Selanjutnya. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah. seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526. 1984: 3334). bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat. sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. Dalam pada itu. Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara.daerah ujung selatan Surnatera. di Pulau Panaitan. Ketika bapaknya datang kepadanya. bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah.1996: 106). karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur. Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja.1983: 33). (1996). baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli. 1978: 38). Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari.1894 dalam Guillot.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman. Dengan demikian.

Batu Kiara Jingkar. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah. tebal 10 centimeter.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). yang dibentuk serupa "makam".100). sehingga dapat menampung air (nyangkrung). di sekitar puncak Gunung Pulasari. 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kekeramatan batu tersebut. Batu Sanghiyang Kotok. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. air di atas permukaan yang cekung tersebut. Menurut cerita rakyat. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. Patut disayangkan. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. Pada hemat kami. Ayam jantan tersebut. air terjun Curug Putri. Air Terjun Curug Putri. Batu Cangkrung. yang berserak di bawah cucuran air terjun. konon milik Maulana Hasanuddin.dicari". Uniknya. Batu Kiara Jingkar. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut. tidak pernah kering. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. Batu Kiara Sarebu. antara lain: Batu Sanghiyang Arca. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. Di lokasi tersebut. Di lokasi Batu Kiara Sarebu. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor. Menurut cerita rakyat Cilentung. Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. Menurut cerita rakyat. ada semacam "gambar" ayam jantan. Batu Cangkrung. menurut cerita rakyat. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. pipih. dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. menurut cerita rakyat. Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa".19y6. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. Untuk membuktikan kebenarannya. terdapat batu-batu yang dikeramatkan. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara.

banyak sampah-sampah berserakan. Selain tempat-tempat keramat biasa. Makam yang pertama. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. pada ketinggian antara 1. kelihatan pula. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik. 1996). nampak gosong. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. Uniknya. Di lokasi itu. terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". membujur arah timur-barat. berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari. Di lokasi puncak Rincik Manik. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. membujur arah utara-selatan. lengan-lengan dan kelamin lelaki.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal.Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. Di lokasi puncak Rincik Manik. Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. Mungkin. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bahkan batu-batuan yang ditemukan. jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut.300 meter hingga 1. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. Hal itu. tetapi hampir tidak menonjol. yang ditinggallkan wisatawan lokal. Di bagian lain. Makam yang satunya lagi. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. ketika diukur menggunaltan kompas. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir.346 meter di atas permukaan laut. Di lokasi puncak Roncang Omas. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu.

. Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang. karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. Di daerah Lampung. Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mungkin Guillot kecewa. dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia. Jawa Barat./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938). menerangkan makna dan fungsi menhir.bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang. dikemukakan antara lain sebagai berikut: . yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar. 1981/1982: 247). Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek. Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs. "primitif" dan "kampungan". dan belum dikerjakan (Sukendar.. dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja".1985: 92). tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang. Haris Sukendar. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot. Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1. mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur).1996:100). antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri.

bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n .. yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang. Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan. Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka. banyak sekali. Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai.wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya. dengan mengucapkan mantra.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas. Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. yang menjadi tujuan terakhir. namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa.. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan. Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik. Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran. yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali. rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya. Mereka memohon kepada nenek-moyang.1984: 42). Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu.

Lokasi di Desa Gunungcupu. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. Desa Cikoneng. 7. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat".1984: 42). juga Gunung Aseupan. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. Sanghyang Healeut.nenek-moyang. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. 5. Gunung Pulasari. Kecamatan Menes. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. Kecamatan Mandalawangi. Sanghiyang Dengdek. 4. Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. Cicaringin dan Cibangangah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Desa Pasirpeuteuy. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). Lokasi di Desa Banjarnegara. jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. Lokasi di Desa Sukasari. Desa Sanghyangdengdek. 8. oleh arus deras sungai Cibama. 9. Kecamatan Saketi. Kecamatan Cadasari. lokasi di mata air Cihanjuran. Batu Lingga. Terhanyutnya pasir. Kecamatan Cimanuk. pada masa 2000 tahun yang silam. 6. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. Cilabuan. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. Lokasi di Kampung Pahoman. Batu Rincik Manik. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. antara lain berupa menhir: 1. Dihitung secara geologis. keadaan pantai barat Pandeglang. Batu Cihanjuran. Gunung Karang. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. kerikil dari letusan gunung. 2. Sanghiyang Arca. Posisi di puncak Gunung Pulasari. 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . Berdasarkan kajian geografi sejarah. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. debu. Makam Gunung Cupu. Lokasi di Desa Batulingga. Batu Goong. Batu Pahoman. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. Kecamatan Saketi. Jumlah 3 buah menhir. 3. Kecamatan Banjar. Kecamatan Saketi. Lokasi di Kampung Kaduhejo.

Batu Kuda II.1929: 47). Lokasi di Kampung Cidaresi. masih terdapat gejala religi "agama masa silam". 8. dalam laporan resminya (1908 no. 6.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kecamatan Saketi. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. Batu Kasur. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. 11. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan. Desa Parigi. 12. Batu Tumbung. Lokasi di Kampung Cibulakan. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Batu Pangasaman. Batu Qur'an. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. 3. Lokasi di Desa Saketi. Kecamatan Cimanuk. Batu Kuda I. di antaranya: 1. Batu Notod. Batu Cangkrung. Batu Kolam Citaman. Lokasi di Desa Parigi. Lokasi di Desa Parigi. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen. Lokasi di Desa Palanyar. Lokasi di Desa Sukasari. Kecamatan Cimanuk. diduga memiliki nilai kepurbakalaan. Desa Palanyar. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. Di kawasan Popinsi Banten. van Tricht. Batu Tongtrong. 5. 10. Kecamatan Cimanuk. Kecamatan Cimanuk. antara lain: 1. Batu Ranjang. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. Lokasi di Kampung Nembol. 3. Batu Pangsalatan. 4. Kecamatan Cimanuk.A. Bupati Serang tahun 1908. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kecamatan Mandalawangi. Batu Keris dan Bata Teko. Kecamatan Cimanuk. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. Kecamatan Saketi. Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain. 9. 1786. 2. Kecamatan Saketi. Kecamatan Menes. Lokasi di Kampung Baturanjang.A.III. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. Djajadiningrat. Batu Saketeng. 2. Desa Palanyar. Kecamatan Saketi. Batu Sanghiyang Kotok. 7. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. Kampung Sampalan. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal).

Keterangan peninggalan tersebut. tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku.1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha. sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita. antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa.1984: 43). dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis. dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna.disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. Bagi mereka. Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993). Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima. akrab. Namun. antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen. berupa peninggalan dari masa pra-Hindu. van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy. Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan.

Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala. Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob. antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme. yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). 1984:41). yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot. Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan. dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek. dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme. kemungkinan besar pernah tersingkir. kemungkinan ada unsur kesengajaan. Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. "ratu bakti di dewata. salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari. 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tidak menutup kemungkinan. sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja". Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib). Kemungkinan-kemungkinan itulah. 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar. mengemukakan pendapatnya.1993: 5-6). Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita. Iswara. dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan". Sang Pencipta Roh. Wisnu. terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter.pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm.j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. niskala = gaib). Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma. Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna. dewata tunduk kepada hiyang).

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

. Oleh karena kekunoannya itulah. mengusahakan pelayanan. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karena sekalian warga masyarakat.// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari". Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. dipelihara dan sangatlah baik karenanya.. berdagang. Adapun mata pencaharian warga masyarakat. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai. ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta. Ada yang memuja Hyang Siwa. juga Hyang Wisnudewa. Ada yang memuja Hyang Ganayana... Ada yang memuja Siwa-Wisnu. yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Raja membuat candi. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati. Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan.warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//.. Kekunoan arca-arca tersebut. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan. . di antaranya berburu di hutan pegunungan. sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. mengharapkan hidup lanjut dan selamat. bertani dan sebagainya. Golongan ini banyak pengikutnya.. Anutan mereka sekalian Waisnawa.

ia menulis tentang arca Ganesha. berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. dan bahkan nama kerajaan itu. untuk sementara belum dapat dipastikan. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. pada bagian lain. daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni.1996:108). Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane. beserta beberapa arca lain yang bergaya lama.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)". dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. posisinya jauh dari garis pantai. hingga mencapai 8-9 kilometer.1984). Guillot menjelaskan. Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot. Kota Palembang di Sumatera Selatan. Oleh karena itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu. antara abad ke-7 hingga abad ke-11. sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada. sehingga hilang keunikan tempat asalnya. di bagian Pulau Jawa yang paling barat. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). berada tepat di pantai. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot.1996:103). Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno. memberikan kepastian lokasi. Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sedangkan Palembang sekarang. Saleh Danasasmita. Kutipan tersebut sangat berharga. telah ditemukan di daerah Banten. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia.1984:13). antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita. Akan tetapi. Banten sebelum masa Pajajaran. Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam.

1980:13). terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta. menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm. saat ini (18 Maret 2001). tinggi 9. terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . (terletak) di tepi laut. juru pelihara Burhan.. berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. Kemudian. Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. Kemungkinan besar. berada di tengah-tengah. halaman 154.garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana.5 cm). Secara kebetulan. sangat strategis. posisi kota kecamatan Mandalawangi. parwa I sarga 1. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938). ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu). bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. didukung oleh pendapat Dedi M. terungkap sebagai . ditinjau dari segi pertahanan keamanan. Setelah dicoba dikaji-bandingkan. titik terbesar yang berbentuk persegi empat. di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). Begitu pula hal yang sama. bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi. Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". Burhan menyebutnya "Batu Peta". dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura. terindikasi adanya beberapa ketepatan. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Kemungkinan tersebut.. yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari. kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai. berada di pesisir barat Pandeglang. lebar 18 cm. Barmawijaya (akhli geologi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi. Di salah sate permukaan batu itu. Oleh karena itulah.. sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan.

Oleh karena itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . posisi Mandalawangi. 184 | S e j a r a h K e r a j a a n . Gunung Aseupan dan Gunung Karang.benteng alam: Gunung Pulasari. bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara. diduga kuat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful