SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978.4. menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno. 1 halaman kosong. sebagian dari Serang (Yusuf. halaman: 35. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. yaitu halaman awal dan akhir. Ukuran. dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . tinta hitam. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati. Walaupun demikian. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988).5 cm. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. bentuk: Prosa. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa. tulisan umumnya masih terbaca. Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor. sudah berusia lebih dari 100 tahun. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno.5 x 27. dapat diketahui. Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah.5 cm. tebal: 214 halaman. di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah. Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999). Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. halaman yang ditulis: 213 halaman. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). tulisan: 32 x 22 cm. Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta. Edi S. 2. yaitu: 1. sampul: 35. bahan naskah: Dluwang. kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman.5 x 27. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep).1999:187). Bahasa: Jawa Cirebon. naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. aksara: Cacarakan. gaya Cirebon.

Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. parwa dan sarga. Purwaka 2. pengundangan nara sumber. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. dan Sundakuna. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar. yaitu: 1. kepada Sultan Cirebon. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Pustaka Carita Parahiyangan.3. dan kesehatan. Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. 4. Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. terdiri dari tiga bagian. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. Di antara mereka itu.1985: 537). pencarian sumber dan bahan. pembentukan panitia. seperti misalnya sejarah. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. tujuan penyusunan. di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. penyusun. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). Balikuna. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. hukum. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan. Selain itu. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. Menurut Pangeran Wangsakerta. alasan penyusunan. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. dari daerah lain. bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. Melayukuna. nama naskah. dibawa kembali ke negaranya. Kolofon Bagian purwaka. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. Pustaka Nagara Kretabhumi. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. sumber. yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna.

Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. adalah sebagai berikut: a. Pelaksanaannya. 5. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. 4. Musyawarah tersebut diadakan. bahwa dalam tahun 1677 M. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan.1985: 530-557). III. 3. yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. 2. Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. Penasehat: 1. 1. kadang-kadang amat ringkas. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. Panitia Pelaksana.masalah yang muncul dalam sawala. Jaksa Pepitu Cirebon. d. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). Kata pengantar itu kadang-kadang lebar. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. 4. Bagian kedua. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid.

Giri dan Sendang Duwur. f. Minangkabau. Seran. Parakan Muncang. undangan dan juru bahasa 6. Lwah Gajah. Lamongan. Cina. Tumasik. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. Perelak. Benggala. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok). Sindangkasih. Pendengar (pangreungeu). Tanjung Nagara. Ambon. Losari. Berunai. Mojoagung. Kediri.5. Bantayan. Makasar. e. Imbanagara. Lamuri. Semarang. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. c. Bagelan. Sangga V: Jambi. Tegal. Pasuruan. Sedayu. Taliwang. Tanjung Puri. Panarukan. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. Anggadipraja: duta keliling. Sangga II: Mataram. Kudus. d. Galuh. Ukur. Sangga IV: Sumedang. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. Cangkuang. Bali. Lasem. Luragung. 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Geresik. Banten dan Palembang. Kuta Lingga. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. Talaga. Sri Langka. Arab. setelah disepakati bersama. Rancamaya. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. Campa. Balambangan. Maluku. Namun di antaranya. Nayapati. Demak. Tuban. Sukapura. Banggawi. yaitu: Sangga I: Surabaya. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). Para Peserta. Galunggung. Cirebon. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. f. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). Tembayat. Jepara. Madura. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. Bangka. Dermayu. Barus. India. dan Trengganu. Kuningan. tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. Galiyao. Rajagaluh. b. Brebes. Pasai. Wirasaba. dibuat risalah resmi. Tanjungpura Karawang. Kertabumi. Tanjung Kutai. Gurun. dari negara tetangga yaitu: Mesir. Malaka.

Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . tahun pemerintahan raja-rajanya. bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. Madura dan Banten. demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. IV. aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). meletusnya suatu pemberontakan. tahun wafat raja dan banyak hal lagi. keturunan raja-rajanya. dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing.g. dalam upaya menyusun naskah sejarah. digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. istri raja. Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1.

maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka. Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. Tetapi mereka memberikan catatan. Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya. Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. lebih-lebih dengan para sesepuh. Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini. Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. Karena itu aku menempuh jalan tengah. dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). Lebih. termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya.Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. tidak lagi dibuat-buat. Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan.dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. Walaupun demikian.

Karena itu. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta. Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. Kemudian. Bila demikian halnya. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. Dapat diketahui. dan Panembahan Anom. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang. musyawarah itu telah berlangsung. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang. Penulisan naskah menjadi pustaka. 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya. memang baru dilakukan kemudian. sebagai para penguasa Cirebon.beserta kerajaannya.jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. oleh Jaksa Pepitu. Patut disayangkan. baik secara khusus maupun sambil lalu. Dilihat dari gaya tulisannya. sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. Tanggal tersebut. agamanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja). Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan. Dalam jilid yang lain.

mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). ada dua hal yang menarik. Pangeran Abulfath Abdulfatah. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. Alasan kedua ialah. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. walaupun tidak dijelaskan. dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. sehingga Karta ibukota Mataram. adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa. Tahun 1676. dari orang yang sangat mereka hormati. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). Alasan pertama. barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. ialah karena melihat kenyataan. yaitu: 1. berlangsung di Keraton Surasowan Banten. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. Dalam kenyataannya. Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. Permasalahannya. Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. 2. Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. Dengan demikian. dan Panembahan Kacirebonan). adalah keterangan Wangsakerta. Setelah itu. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram.terjadi penyerbuan Trunojoyo. karena para penyusun memperoleh tugas. Sultan Kanoman. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan 3. Di antara amanat Sultan Sepuh itu. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan.

uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. Tatar Sunda. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. Bahkan. dengan cara mengkompromikannya. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. Jawa Tengah. dekat Bukit Gempol tahun 1528. dapat dikatagorikan logis. Sriwijaya. Secara runtut berlangsung. Samudera Pasai. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). Jawa Timur. Banjarmasin dun Nusa Bali. Dalam ambahan sumber. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). Dari naskah-naskah yang terkumpul. Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. Disana. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697. Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. Sedangkan beberapa hal lainnya. Bila hal itu tidak mungkin. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). dalam beberapa hal. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. pada salah sebuah nisan. Dalam hal yang demikian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama.riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada.

van der Meer dan Jan Mulder. Catatan Harian Kompeni. F. bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. Pada urutan ketiga. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon).V. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. Di lingkungan terbatas kerabat keraton. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. pada tanggal 9-11 Maret 1986. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n . Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. dicantumkan dengan tegas. Sebagai Sejarawan Abad XVII. Karena kesal. nyaris tidak dikenal oleh umum. bahwa berita tersebut "tidak benar". Dalam naskah tersebut. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. Di gedung Arsip Nasional. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). Tulisan tersebut berupa makalah. sama sekali bukan. De Haan (1912. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. Sedangkan Dipati Topati. membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. Dr. tokoh Pangeran Wangsakerta. bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. dikenal adanya sebuah naskah wawacan. dalam pertengahan kedua abad ke-17. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. tersimpan sebuah dokumen. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. Di bagian bawah naskah sebelah kiri. de Haan dalam buku Priangan II (1912). Menurut Saleh Danasasmita. ternyata benar-benar ada. De Haan mengumpat Caeff. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. tanpa nilai khusus. Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. Dalam sumber Kompeni lainnya.

Empat tahun kemudian. termasuk kedudukannya di Cirebon. Dari perkawinan tersebut. Dari puteri Mataram. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman. senantiasa ingin merebut Cirebon. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. Anggadireksa. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama. maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat. Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. Purbanagara. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. Tapi raja Matararn. Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. Anggaraksa. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu. adiknya. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. Singanagara. Panembahan Girilaya berputra tiga. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. dan Nayapati. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sunan Tegalwangi. Anggadiprana. masih sangat kabur. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta. pada tahun 1599 Saka (1677 M).Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. Setelah Panembahan Ratu wafat.

Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya.bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi. Sementara itu raja Mataram. Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. Mataram dan Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. yaitu aku sendiri. Dalam pertempuran di berbagai daerah. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano. ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Pangeran Dipati Anom. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten. tentara Mataram selalu menderita kekalahan. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama. 15 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah itu putranya. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Susuhunan Amangkurat dan putranya. Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. adiknya. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Setelah wafat. Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon.

Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain. Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda. sehingga dapat menghapus segala kekisruhan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat. Kutipan di atas. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian. Akhirnya Panembahan Sepuh. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon. Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. Lalu Sultan Banten mewisuda kami. *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo.

. bisa saja terjadi di Tatar Sunda..1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala). PURWAYUGA Sedemikian jauh. Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Akan tetapi. maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah.// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a. dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba). (Wangsakerta. kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama. Sebelum kemungkinan itu terbukti. SALAKANAGARA I.BAGIAN : 2. di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah. antara lain sebagai berikut: . permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala. berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1. Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang.

Di daerah lain di Pulau Jawa. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata.000 tahun yang silam di Nusantara. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna. Kira-kira 1. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan. manusia hewan. tanpa busana. Beberapa juta tahun kemudian. dan hutan Kalimantan (Bakulapura). Kulitnya berwarna gelap. antara 750. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. Kemudian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ada yang tinggal di atas pohon. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu.000.menjadi dingin. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. Di antaranya ada yang menyerupai kera. besar dan tinggi sosok tubuhnya.000 sampai 300. Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni. Namun demikian. Berjuta juta tahun kemudian. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi.000 tahun sampai 600. Mereka adalah manusia purba. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). di lereng gunung dan tepi sungai. Akan tetapi. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. hanya menggunakan tangan. Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. hutan Sumatera. Ada pula yang seperti raksasa. belum ada mahluk hidup. karena mereka berlaku seperti setengah hewan. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan.000 tahun yang silam. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n . kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. hutan Makasar. terutama di Pulau Jawa. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil. Mereka mirip kera.

berwarna kuit agak gelap. Sementara itu. mahluk jenis inipun akhimya punah. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. Mereka tidak cerdas. diburu. Senjata dan perabotannya terbuat dari batu. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya. Sumatera. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba.000 tahun yang silam. musuh.000 tahun yang silam. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. antara 300.000 sampai 300.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. Ke dalam zaman tersebut. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). Selanjutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain. Kira-kira 250.000 sampai 25. Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga).000 tahun yang silam.000 tahun yang silam. Akan tetapi bertubuh lebih kecil. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara. dan Pulau Jawa.000 sampai 20. tetapi buatannya tidak bagus. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. Mereka hidup antara 50. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara.000 tahun yang silam. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah. saling bunuh di antara sesamanya. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. tidak banyak berbulu. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). jumlahnya tidak banyak.000 sampai 50. antara 500. di Sumatera. ataupun binatang. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare). Seterusnya. hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. 19 | S e j a r a h K e r a j a a n .000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Makanan sehari-harinya adalah daging. tunas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. Mereka berburu hewan. batu. darah. melindungi adat. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. daundaunan. kayu. matahari. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. ikan. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. dan rempah-rempah. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. lalu menetap di sana. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. tunas. mereka menderita kekurangan makanan. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan. bulan dan bintang. pohon besar. arwah leluhur.Akibatnya. gunung. Anak. memberi berkah. Setibanya di sini. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. umbi-umbian. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. mengharap terlepas dari penderitaan. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. mengalahkan musuhnya. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. selalu bertapa. mengharapkan berumur panjang. Rumah mereka itu berderet. lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. hampir sama seperti di negeri asal mereka. Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . tumbuhan. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen. buah-buahan. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. Singkatnya. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. melaksanakan sembah-hiyang. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. menguasai berbagai ilmu mantera. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. Untuk sementara. mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. sungai. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap. dan keluarga. Lama kelamaan. Karena itulah. dan daging hasil buruan. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. masing-masing membuat rumah. cucu. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini.

oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. tentang gunung. Kaum pendatang kelompok ini. membuat api dengan batu api dan besi. Zaman ini. Sebaliknya. pendatang baru makin lama makin banyak. dan perahu dengan baik. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. tumbuhan. kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. manik. karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. tentang hewan. Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. musim kemarau. Di samping itu. akan ditangkap dan dibunuh. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. perak. Akan tetapi. ilmu tentang hutan. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. makanan. serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. tentang tanah. 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . merasa terhina dan sangat takut. ukuran. serta membuat aneka obat-obatan. Terjadilah pengungsian besar-besaran. tiba kira-kira tahun 1. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. tentang ucapan. menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. lalu ilmu tentang rempah-rempah. hutan dan gunung. telah mengenal emas. musim hujan. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. gempa bumi. serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. serta membuat wayang dari kulit diukir. segera dikalahkan. sedangkan batu-batuan dan tulang. dan kenistaan bagi orang pribumi. dan ilmu memanah (dhanurweda). karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi.lukisan menurut kehendak masing-masing. permata. telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. hari. Kaum pribumi itu selalu kalah. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran.600 sebelum tarikh Saka. kesengsaraan. Kaum pribumi.

Datuk Pawang Marga. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. menurut para akhli. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. putera Datuk Waling namanva. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Datuk Banda putera Nesan namanya. ia berdiam di dukuh di tepi sungai.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berdiaiu di wilayah Langkasuka. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. USA). Selanjutnya. yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. putera Ki Srengga namanya. Ki Pawang Sawer. Oleh karena itu.…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. Yu-wan dalam bahasa Cina. Ki Bagang. putera Ki Pawang Sawer namanya. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. putera Datuk Pawang Marga namanya. kota Yu-wan. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. dalam naskah tersebut dikemukakan. Selanjutnya Aki Dungkul. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. Sang Aki Bajulpakel. namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. 1980. Sedarrgkan Yunnan sendiri. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. di wilayah Propinsi Yunnan. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang.

Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. Biarpun sering melawan. begitu pula membuat perahu bagus. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. perilaku mengenai alat penukar. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. Mereka telah mampu membuat rumah besar. kristal. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. dibuat dari kulit yang diukir. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus. ialah membuat senjata dari besi. gunung. yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. pengetahuan tentang hari. Kenyataannya.arah barat di wilayah Kashmir. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. pengetahuan tentang laut. berbagai tumbuh-tumbuhan. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. Adanya benturan dua lempeng tersebut. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. (musim) penghujan dan kemarau. akibat pencairan es. di puncak Himalaya pada saat musim semi. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. kendaraan. pengetahuan tentang berbagai binatang.000 depa). IV. tentang makanan yang lezat. yang dijadikan makanan sehari-hari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . India dan Burma (Myanmar). Selanjumya. Wayang. gempa bumi. perak. segalanya terbelakang. membuat perlengkapan perang dari besi. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . manik. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. orang yang datang baru bertambah banyak. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. Penyebabnya. Karena orang pendatang baru. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. karena bodoh. pengetahuan tentang memanah. berkeliaran tanpa tujuan. berbagai perkakas dari besi. menimbulkan gempa tektonik. Golongan pribumi senantiasa dihinakan. dan pengetahuan tentang tutur kata. Mereka menanam padi. juga membuat berbagai obat-obatan. juga pengetahuan tentang tanah. Mengembara di hutan dan gunung-gunung. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. juga emas.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Dukuh itu ada yang besar. Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. negeri Singhala. Permulaan pertama tahun Saka. maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. Mereka senantiasa datang di sini. Di sini. Dengan demikian. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. 30 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan. ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. negeri Cina dan sebagainya. telah banyak golongan warga masyarakat. seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. Dua wangsa inilah. mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut. Di antara mereka. di pulau-pulau Nusantara. Tetapi. ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). yang banyak datang dari negeri Bharata (India).nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. yang tiba di Pulau Jawa. ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan. Di antaranya ada yang bermusuhan. tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). atau tidak jauh dari muara sungai. dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil. negeri Gaudi. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). yang menjadi pribumi tiap dusun. Terutama para pendatang. ada yang kecil. Dukuh besar ada di tepi laut. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. yang sangat banyak berdatangan di sini.

dan pesisir Sumatera bagian selatan. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. puteri Sang Aki Luhur Mulya. Sedangkan adiknya yang lain. lalu beranak pinak. Kota besar lainnya lagi. sebelum meninggal. sedangkan isterinya. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. tidak ingin kembali ke negerinya. Bumi Sopala. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. Nusa Api (Krakatau). Yawana. sebab jalur ini merupakan gerbang laut. diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati).namanya terkenal. Dewi Dwanu Rahayu. dijaga oleh pasukan Dewawarman. Setelah Aki Tirem wafat. dan Abasid (Mesopotamia).daerah sepanjang pantainya. Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. Pohaci Larasati menjadi permaisuri. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. 31 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Oleh karena itu. Demikian pula para pengikut Dewawarman. dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. Oleh karena itu. lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. China. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. Selanjutnya. Agrabhintapura. Dewawarman dan pasukannya. Syangka. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. dengan nama nobat. Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). masuk pula dalam wilayahnya. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini. Beberapa tahun sebelumnya. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). serta barang barang lainnya. adik Dewawarman. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. daerah. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. Tatkala Aki Tirem sakit. Dewawarman ini. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. Daerah kekuasaan Salakanagara. karena mereka telah menjadi penduduk di situ. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. diperisteri oleh Sang Dewawarman.

la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya.VI. Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi.252 Masehi).308 Masehi). Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). Dari perkawinan ini lahir seorang putera. 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . Yang kelima. bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi. Yang kedua. Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara. yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). terjadi serangan bajak laut dari negeri China. Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. laki-laki bemama Gopala Jayengrana. la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 . Yang keempat. Anak yang tertua. dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi. Pada masa pemerintahannya. Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi. la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana.238 Masehi). Kelak. la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 . laki-laki. Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun. Dari perkawinannya dengan puteri India.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. sang rani. putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 . ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri. Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara.

Akhli waris tahta yang sah. puteri sulung Dewawarman VII. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. Lengkaradewi beserta suami dan puterinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. Kemudian. lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara. Setelah pernikaharmya. puteri sulung Dewawatman VII. pada tahun 262 Saka (340 Masehi). Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi). putera Sri Gandari Lengkaradewi. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. 33 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akibat peristiwa itu.seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. Krodamaruta tidak lama berkuasa. Sphatikarnawa Warmandewi. yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI. ketika sedang berburu di hutan. Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. Akan tetapi. bersenjata lengkap. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. di Rajatapura (ibukota Salakanagara). karena ia tewas tertimpa batu besar. Pada tahun 270 Saka. Dari puteri ini dengan Atwangga. adalah Sphafikarnawa Warmandewi.

Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura.I (1987: 31). VII. dan Jawa Tengah. Yang ketiga. dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. tinggal di Yawana dan Semenanjung. ada yang memuja Wisnu. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. J. kehidupan penduduk makmur sentosa. een gezantschap naar Cina. telah dilacak oleh N. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. Ekadjati. Semenanjung. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. kemudian. In den nanm van het land ia Yawadwipa. ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. genaarnd Pien. Raja Indraprahasta yang pertama. seorang putera bernama Aswawarman. namun jumlahnya tidak seberapa. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas. Yang kedua. ada yang memuja Ganesha. Java-eiland. herkencl. Dewawamm IX. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. Permaisuri yang kedua. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. Yang sulung. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. bernama Candralocana. selama 233 tahun (130-363 Masehi). CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. Ada yang memuja Siwa. In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. sebab puteranya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Anggota keluarganya yang lain. Dewawarman VIII.Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. C. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. Kelak setelah ayahandanya wafat. Di antara penduduk.

Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina. maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. jang mana akan berarti. jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. tetapi djuga akan menerangkan. Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym. Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). jang bukan sadja berarti. hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen. Untuk lebih dipahami. hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. yang disebut di dalam Hou Han-shu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Hal ini katanya tidak mengherankan. naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa). dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz. di dalam hal ini. Memang mungkin sekali. Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja. 1950:11). Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M. dikemukakan pula kutipan terjemahannya.eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon. bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula.

Hall.1987:32). (Atja & Ekadjati. secara detail berisi tentang Asia Tenggara. Hall. juga dihuni oleh pemakan daging manusia. dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. Menurut dugaan Sarjana Perancis G. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. E. datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy.1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. mengemukakan hal yang sama. Ferrand. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien. yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas. Buku VII dari Geographianya. Javadvipa. sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London. Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa. G. dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M. antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall. 1958 dalam Soewarsa. meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien. Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta.perutusan ke Cina pada tahun 132 M. "Sabadeibai Tiga". D. mungkin ada artinya dalam hubungan ini. Di dalam berita itu disebutkan. tahun 132. "Chryse Chersonesus". Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama". pulau Jawa. seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai. mengutip tulisan NJ. dihuni oleh pemakan daging manusia. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931).E. sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n .. Pendapat D.G.1988:1718). dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi. yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi. dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya. Sartono Kartodirdjo.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

37 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat. Tiao artinya Dewa. lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. Menggunakan sumber yang sama. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. Vietnam. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. dan menyebut kota itu dengan nama Barus. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. yang merupakan hasil utama kawasan itu. mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi). semenanjung emas. Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. negeri emas dan Chryse Chersonensos. yaitu emas dan perak. kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. la. dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. Selat Sunda. dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. Chryse Chora. dengan sendirinya diduga kuat. pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67).1977: 6). dalam Michrob 1993: 32). memberitakan. pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. yaitu negeri Perak. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. Menurut Ayatrohaedi. Hasan Mu'arif Ambary. menyatakan bahwa pada abad ketiga. memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. dan Pien artinya Warman. Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. Pulau Panaitan.Dalam buku Geographike. ujung utara Sumatera. Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang.

MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. Glory and Gospel. dapat diduga. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus. dan nyatanya. pernah melakukan penggalian di Palembang. mengemukakan pendapatnya.1977: 36). bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. Cina. terjemahan Effendi. yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. Berdasarkan temuan tersebut di atas. dan kembali ke Venesia.1956:10). dalam bukunya Geographia Hyphegesis. Iskandaria. yang diperkirakan berasal dari abad V. Lebak Munjul. dan Persia. Pandeglang. Barus. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. Rute Ptolemeus adalah Venesia. yang berarti perak. sudah ada jalur bisnis di Asia. dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo. tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat. Bahkan.Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia. 1996:15). Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten. berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. Prasasti ini. Sartono Kartodirdjo. 38 | S e j a r a h K e r a j a a n . Teluk Aden (Yaman). Cina. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara. India. sebagai Dewan Pakar menyimpulkan. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I. berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. Ayatrohaedi dan Edi S. banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. adalah "terjemahan" dari Merak. Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang). Temuan selanjutnya. Hasan Mu'arif Ambary.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terdapat di Jawa Barat (Krom.1993: 37).

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. ikut serta berkarya bakti di situ. dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. pakaian. Sungai yang bagian hilirnya. Tahun 410 Masehi. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. disebut Cisuba. Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. gajah seekor. tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). Kemudian. yang ditulis pada batu. Setiap orang.raja-raja sesamanya (panji segala raja). yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kuda 20 ekor. Demikian pula para pedagang. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. Dua tahun kemudian. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. Raja-raja bawahan itu. dan makanan lezat. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. mengalir sampai di istana kerajaan. Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). Pengerjaan. ditandai lukisan telapak tangan. yang ikut serta mengerjakan saluran ini. yang biasa membawa perahu. ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. yang diibaratkan Dewa Wisnu. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. Semua mereka itu. Prasati itu. mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. Para petani merasa senang hatinya. datang ke ibukota (Sundapura). Tiap tahun. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. pakaian. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. mendapat hadiah dari raja. Sebagai tanda penyelesaian karyanya. dengan iringan suara gamelan yang merdu. Sang Purnawarman. ialah: sapi 400 ekor. dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). dari desa sekitarnya. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. Sang Purnawarrnan. memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. yang diberikan kepada raja Indraprahasta.

Selanjutnya. Dengan demikian.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. sebuah bendera Tarumaragara. Sang Purnawarman. sambung menyambung tidak terputus. beberapa puluh tahun sebelumnya. Ada pun kali Candrabaga itu. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. lukisan telapak kaki tunggangannya. Sedangkan para pemuka dari daerah. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. kerbau (mahisa) 80 ekor. banyak membuat prasasti batu. sebuah patung Wisnu. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar. Demikian pula di tempat-tempat lain. Sang Purnawarman sedang sakit. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. Sang Maharaja Purnawarman. Sang Adyaksa. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan bahan makanan. kuda 10 ekor. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. berkarya-bakti siang-malam. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. laki-laki dan perempuan. Sang Tanda. membuat prasasti yang ditulis pada batu. disertai beberapa orang Menteri Kerajaan. Mereka itu. dengan membawa berbagai perkakas. Sang Purnawarman. Para petani menjadi senang hatinya. Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. kepada para Brahmana. Sang Purnawarman. pakaian serta makanan lezat. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah). Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. lukisan telapak kakinya. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. Kemudian. Sang Maharaja. Di situ. memperbaiki. telah diperbaiki. Panglima Angkatan Laut. dari desa-desa sekitarnya. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. pakaian bagi para Brahmana. Ribuan penduduk. Jadi. kakek Sang Purnawarman. Sang Mahamantri. yang dilengkapi dengan patung pribadinya. Waktu dilangsungkan upacara selamatan.000 ekor. Sang Juru. Perinciannya: sapi (ghoh) 1. sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. berjajar memanjang di tepi sungai. beserta pengiring lengkap. Setiap orang. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. yang ikut serta dalam pekerjaan ini.

di antara mereka. sebanyak 52 orang dapat ditawan. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya. diperbesar dan diperkuat. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). sebahagian terbunuh dalam perang. Selamatan dan hadiah harta. dengan tulisan pada batunya.sanghyang tapak. Karena itu. ditulis pada prasasti batu. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. Perang pertama dengan kaum perompak ini. selalu memenangkan pertempuran. Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. Karena itulah. ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. yang merajalela di perairan barat dan utara. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. dibunuh dengan berbagai cara. Sernua itu. Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. apabila hendak pergi menyerang musuhnya. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). perompak yang ditawan itu. Kemudian. Sisanya. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. Tetapi. bunga teratai. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. Demikian pula halnya Angkatan Laut. dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. makanan lezat. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. di tengah laut. la pun seorang pemuja Batara Indra. Dari 80 orang perompak. Dahulu. kerajaan ini tidak seberapa. mengepung dua buah kapal perompak. di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. Pembersihan terhadap kaum perompak ini. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). Hadiah berupa sapi 800 ekor. Angkatan Laut Tarumanagara. harimau dan sebagainya. terjadi di perairan Ujung Kulon. Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. Sang Purnawarman. pakaian. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. memperbaiki. Seorang demi seorang. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak. Sehingga. pasukan Tarumanagara.

Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. yang menjadi panji segala raja. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita. Kemungkinan besar. dan penduduk Tarumanagara merasa senang. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. Semua barang yang ada di dalamnya. Semua kapal diganggu. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. bercokol di perairan Teluk Lada ini. Pada bagian ini. dikuasai kaum perompak. 1984: 3-1). sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. dipinta atau dirampas. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. prabu yang setia serta penuh kepahlawanan.Telah lama. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. barat dan timur. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang. 45 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. barulah keadaan menjadi aman. perairan Pulau Jawa sebelah utara.

bernama Cakrawarman. yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. mempunyai bendera. menjadi Panglima Perang. Beberapa ratus tahun sebelumnya. Sang Nagawarman. Sedangkan pamannya dari pihak ayah. Cina. dimulai dari Sang Pusyamitra. Karena itulah. Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. Pangkal silsilah mereka. diperistri oleh Sang Aswawarman. Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). bernama Nagawarman. Adapun bendera kerajaan Taruma. telah beberapa puluh keturunan. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. negeri Syangka. berada di situ dan menjadi penguasa. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. Sang Kudungga. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. Bendera Angkatan Lautnya. banyak di antara anggota keluarga ini. adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. Kakak perempuan Sang Aswawarman. yang diberi nama Kuta (Kutai). tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. Yawana.Adik Sang Purnawarman. Keluarga itu. untuk mempererat persahabatan. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). berlukiskan berbagai macam binatang. Bakulapura. raja Tarumanagara pertama. yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). Sang Kudungga putera Sang Atwangga. Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. keluarga itu. Salah seorang anggota keluarga Sungga. Sumatera dan lain-lain. laki-laki dan perempuan. Negeri ini. Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga. yang mengungsi ke berbagai negara. datang dari India. Cambay (di India). Salah seorang isteri Sang Purnawarman. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. Sopala. kemudian diubah namanya. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. menjadi Bakulapura. la pernah mengunjungi Semenanjung. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru. berasal dari Bakulapura. 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . bersama keluarga dan pengiringnya. Puteri Sang Kudungga. berlukiskan naga (nagadhuajarupa).

Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. Ia dipusarakan di tepi Citarum. Purwakerta (Purwakarta). Sagara Kidul. Sindang Jero. adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang). Indraprahasta (Cirebon). Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. Sang Aswawarman menggantikannya. tidak seberapa banyak. Akan tetapi. menjadi penguasa Bakulapura. Adik Wisnuwarman yang perempuan. Penduduk pribumi. Manukrawa (Cimanuk). Paladu. Sabara. Agrabinta (Cianjur). Dari permaisuri ini. Bumi Sagandu. Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Cangkuang (Garut). Gunung Kidul. menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. bernama Wisnuwarman. Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. Gunung Manik (Manikprawata). Wanagiri. sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). Kosala (Lebak). Purwalingga (Purbalingga). Karang Sindulang. sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). Sri Maharaja Purnawarman. Peraturan Ketentaraan. Gunung Kubang (Garut). Aswawarman berputera tiga orang. Nusa Sabay. Sri Jayanasa. ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). kelak menggantikan ayahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. Alengka. Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. adalah keturunannya. Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bakulapura. ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri.Jadi. Cupunagara (Subang). sebagai penguasa Bakulapura. wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. Kecuali di Pulau Sumatera. berasal dari: Sumatera. Galuh Wetan (Ciamis). adalah puteri salah seorang raja bawahannya. Silsilah Dinasti Warman. Sang Purnawarman. Putera sulungnya. Legon (Cilegon). Aswawarman dengan isterinya. Ujung Kulon (Pandeglang). Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. Yang sulung bernama Mulawarman. Siasat Perang. kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. Kelak. Permaisuri Sang Purnawarman. penduduk. diperistri oleh seorang raja di Sumatera. menjadi semakin erat. Malabar (Bandung). seorang raja besar di pulau itu. Setelah Sang Kudungga wafat. Penganut Budha. Purwanagara. masih saudara satu-buyut. Gunung Cupu. menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. Dalam masa pemerintahannya. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara.

la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). Pura Dalem (Karawang). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi). Wanajati. dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. Sang Indrawarman. sebagai raja Tarumanagara kesembilan. Kalapa Girang (Jakarta Selatan). dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi).(Majalengka). Sang Kretawarman. Rangkas (Lebak).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. Sang Suryawarman. dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. Linggadewata. Digantikan oleh puteranya. digantikan oleh adiknya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. sebagai raja Tarumanagara kelima. sebagai raja Tarumanagara keenam. Dua Kalapa. Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). Pakuan Sumurwangi. Digantikan oleh puteranya. Sang Sudawarman. Tanjung Camara (Pandeglang). Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). la. Jati Ageung. putera sulungnya. sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. Karena tidak punya keturunan. dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. Digantikan oleh puteranya. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). sebagai raja Tarumanagara kedelapan. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . Digantikan oleh puteranya. Digantikan oleh puterannya. Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. Sang Wisnuwarman. Sang Dewamurti. Sagara Pasir. Pasir Sanggarung (Cisanggarung). sebagai raja Tarumanagara ketujuh. Indihiyang (Tasikmalaya). Pasir Muhara. Setyaraja. Wanadatar. Sang Candrawarman. la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat.

ditandai dengan adanya pewarisan tahta. Ketika ia naik tahta. Kerajaan Sunda. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). dan Rangkas). masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). Wilayah timur Tarumanagara. Dari sejak itulah. dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. Kosala. Dengan berbagai akibatnya. Sang Tarusbawa. ke berbagai negara sahabat. MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. II.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. Digantikan oleh puteranya. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). sebagai raja Taruma nagara keduabelas. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman.Digantikan oleh puteranya. dengan nama nobat. sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. Dalam tahun yang sama. la digantikan oleh menantunya. Oleh sebab itulah. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. menjadi Kerajaan Sunda. memerdekakan diri. Ujung Kulon. seharusnya tampil dalam panggung sejarah. Sang Tarusbawa. 49 | S e j a r a h K e r a j a a n . Peristiwa tersebut berakibat fatal. Sang Nagajaya. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). dalam sumber Cina yang terakhir. menantu Sang Linggawarman lainnya. dengan Batas sungai Citarum. Sang Linggawarman. mengganti nama Tarumanagara. menjadi Kerajaan Galuh. memegang peranan penting bagi Tarumanagara. menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". sebagai penerus tahta Tarumanagara. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura).

pada tahun 654 Saka (732 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam sastra klasik. dalam usia 91 tahun. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. di Kerajaan Sunda. Seharusnya. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. yang terusir oleh Sang Purbasora. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena. "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. Setelah keraton selesai dibangun. adalah ayahnya Teja Kancana. Sena-Sanaha. Setelah 9 tahun berkuasa. Narayana.Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. tetapi ia wafat dalam usia muda. Madura. memindahkan ibukota kerajaan. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. di Kerajaan Galuh. 3. Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. Punta. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. Sebab. daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. dan Suradipati. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). cucu Sang Tarusbawa. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah. 2. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. Sebagai penggantinya. antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. Dalam Prasasti Canggal. Jumlah 5 keraton tersebut.Suradipati. yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda. disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana. Sang Sanjaya. Prinsipnya. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n . sering disebut Panca Persada. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya.Madura.

Raja Galuh tersebut. 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada tahun 795 Masehi. Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. Sebagai putera laki-laki. selama 8 tahun. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. digantikan oleh menantunya. dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. Batara Danghiyang Guruwisuda. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). dan 2. digantikan oleh menantunya. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya.Saunggalah (Kuningan). Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). Rakeyan Medang. Setelah Prabu Hulukujang wafat. Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. Dengan demikian. kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. kemudian diberi nama Dewi Samatha. bernama Rakeyan Medang. puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. digantikan oleh puteranya. karena putera Sang Banga tersebut. Sang Banga mempunyai putera. Dari Dewi Kirana. diwariskan kepada Sang Arya Banga. dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. ialah: 1. yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. Sedangkan Dewi Sawitri. Dewi Sawitri. memperisteri Dewi Saraswati. ketika ia wafat. Rakeyan Wuwus. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. pada tahun 825 Masehi. la diwisuda pada tahun 739 Masehi. akhirnya tahta Kerajaan Sunda. Disebut demikian. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. Rakeyan Diwus. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon). dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. Batara Danghiyang Guruwisuda. pada tahun 852 Masehi. Dari permaisurinya. Rakeyan Hujungkulon. Setelah prabu Gilingwesi wafat. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri.

Akan tetapi. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. Rakeyan Jayagiri naik tahta. Rakeyan Jayagiri. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana.Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. karena dibunuh dan digulingkan. sebelah barat Citarum. Rakeyan Kamuning Galling. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. Rakeyan Windusakti. Di pihak lain. Prabu Wanayasa Jayabuana. Serbuan inipun. sebab pada tahun 916. berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. di bawah naungan Prabu Jayadrata. 3. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. Kerajaan Galuh. 52 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang dibunuh oleh adiknya. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. antara lain: 1. Rakeyan Jayagiri. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. atas perintah Prabu Jayadrata. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). Rakeyan Limbur Kancana. dikerahkan kemudian. Baru empat tahun memerintah. dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. Pasukan Kerajaan Sunda. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). tahta kerajaan digantikan oleh puteranya. Selanjutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. memperoleh dua orang putera. yang besar dan lengkap. kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). Rakeyan Jayagiri. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. oleh Rakeyan Umbur Kancana. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. dan 2. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana.

bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. atas perintah Dewi Ambawati. Prabu Wulung Gadung. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. Rakeyan Sunda Sembawa. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. damai kembali. ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. yang bertahta di Kerajaan Galuh. suanii Dewi Ambawati. menantu Prabu Limbur Kancana. Dewi Somya. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. Dewi Somya. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). Dewi Rukmawati. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengangkat keponakannya. kemudian ia naik tahta. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. calon pengganti ayahnya. Prabu Dewa Sanghiyang. Tahta Kerajaan Sunda. Rakeyan Sunda Sembawa.Di Kerajaan Galuh. dan 2. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. Pada tahun 1012 Masehi. Prabu Resiguru Darmasatyadewa. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. berputera dua orang. naik tahta pada tahun 930 Masehi. di antaranya: 1. Prabu Dewa Sanghiyang. di antaranya: 1. dan 2. dibunuh oleh seseorang. Rakeyan Gendang. putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebagai tindakan balas dendam. beralih ke Rakeyan Watuageng. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. bergelar Maharaja. dari tahun 973 sampai 989 Masehi. Prabu Brajawisesa wafat. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana. ketika wafat. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. Prabu Limbur Kancana.

Dewi Puspawati. digantikan oleh puteranya. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. dan digunakan sebagai gelar resmi. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. 2. dan 2. yaitu Dewi Sumbadra. Akan tetapi. Wirayuda. Prabu Langlangbumi. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. Bersama-lama. berusaha merebut kekuasaan. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. keduanya memerintah. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. dan 3.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. dipercayakan kepada adik isterinya. diterima pula oleh Prabu Airlangga. la berputera beberapa orang. adalah Sang Darmaraja. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sri Dharmawangsa Teguh. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. Ketika mengawali masa pemerintahannya. dan menyandang gelar Maharaja. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. pemberontakannya dapat ditumpas. Hadiah nama gelar semacam itu. menjadi Panglima Angkatan Perang. dimulal pada tahun 1019 Masehi. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. penggantinya adalah Sri Jayabhupati. Dewi Citrawati. dari tangan saudara seayahnya. Prabu Sanghiyang Ageung. putera mahkota calon pengganti ayahnya. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. menjadi Mangkubumi kerajaan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. Sedangkan Dewi Sumbadra. tiga di antaranya ialah: 1. Darmanagara. memerintah di Kerajaan Galuh. ditunjuk Sang Wirakusuma. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja. dua di anataranya ialah: 1. adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. Sang Wikramajaya. sampai tahun 1065 Masehi.

Di pedesaan antara wilayah Galuh. timbulnya perpecahan. Dahiyang Guru Darmayasa. yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. tingkat keamanannya menjadi rawan. la pun tidak menghendaki. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. Yuwaraja Menak Luhur. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. Senapati Suryanagara. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. Akan tetapi. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. akan jadi duri dalam daging. Mangkubumi Darmanagara. Oleh karena itu. Sebenarnya. Senapati Wirayuda. dengan cara mengadakan pendekatan. 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . Senapati Kusumajaya. membentuk angkatan perang. Maharaja Langlangbumi. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. penguasa Kerajaan Galunggung. bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. Resiguru Sudakarena. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. yaitu Dewi Citrawati. akibat ulah kawanan perampok. dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. Selesai membangun ibukota yang baru. timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. Selama memegang kekuasaan di Galunggung. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. Sang Maharaja Langlangbumi. yang dihadiri oleh kedua belah pihak. kalau tidak segera diatasi. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). Akan tetapi. Ratu Batari Hiyang. Permaisuri Puspawati. Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. Kemudian ditempuh jalan damai. dan Galunggung. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. di antara keturunan Sri Jayabhupati. Galunggung. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. Sunda.

cucu Batari Hiyang Janapati. memperoleh putera. dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. kedudukan pusat pemerintahan. memperoleh putera: Rajapurana. dua di antaranya: 1. Prabu Darmakusuma memperoleh putera. yang bergelar Dyah Lembu Tal. puterinya Mahisa Campaka. Ratna Wisesa.2. Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. tahun 1175 Masehi. wafat tahun 1155 Masehi. dengan ibukotanya di Galunggung. 3. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. Puteri Saungggalah. puteranya. 2. Dari perkawinannya. Prabu Menakluhur. menjadi Mangkubumi. mempunyai seorang puteri. Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. la bergelar Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. Prabu Menakluhur. maka kedudukan Raja Sunda. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. tahun 1187 Masehi. memperoleh putera. pindah ke Pakuan (Bogor). beribukota di Saunggalah (Kuningan). yaitu: 1. dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. Dari pernikahannya Dewi Puspawati. menggantikan tahta ayahnya. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. Puteri Darmageng. Sang Cakranagara. memperisteri Ratna Satya. dan dijadikan permaisuri. Kemudian. Ratu Galunggung. Galuh dan Sunda. Darmasiksa. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung). Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. lahir tahun 1168 Masehi. Sebagal penggantinya. dan 2. Sang Darmasiksa.

Pengganti Prabu Ragasuci. adalah puterinya Prabu Rajapurana. Kelak. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. Prabu Ajiguna Linggawisesa. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). Prabu Ajiguna Linggawisesa. Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. Sedangkan Prabu Rajapurana. 3. puteranya. Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. dikaruniai umur panjang. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. 2. Dewi Antini. Karena sebelumnya. adik iparnya. Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. dalam usia 44 tahun. Suryadewata. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. tidak sempat menjadi Raja. Dewi Kiranasari. menjadi raja di Kerajaan Sunda. pulang ke Tumapel Jawa Timur. yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi. di antaranya: 1. Rahiyang Jayadarma. disebabkan wafat muda. Ragamulya Luhur Prabawa. Prabu Linggadewata. Prabu Citraganda. Kemudian digantikan oleh puteranya. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. Prabu Darmasiksa. Pengganti Prabu Citraganda. Permaisuri Prabu Citraganda. Pada masa pemerintahannya. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). ibukota Kerajaan Sunda beralih. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. Karena. la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. Rahiyang Saunggalah. puteranya. Sebagai pengganti Prabu Citraganda. adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari).perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. atau Aki Kolot. Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. sampai tahun 1333 Masehi. Setelah dewasa. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Oleh karena itu. leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). berjodoh dengan Dara Puspa. dari Puteri Saunggalah.

Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda.Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. la menjadi berang. Semua pasukan Majapahit. Sang Bunisora. Sang Prabu Hayam Wuruk. Semua orang mengetahui. hal itu amat bertentangan. puteri mahkota Sunda itu. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. meluaplah hati Sang Patih Mada. didampingi oleh adiknya. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. menginjak usia 18 tahun. Setiba di sana. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. Wastu Kancana. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. lalu memerintahkan laskar Majapahit. ada yang berkuda. dan dijadikan permaisuri. siap untuk bertempur. Tibalah saat yang bahagia. adalah Sang Patih Mada. bahwa sang puteri Citraresmi. Sesungguhnya. dengan Sang Patih Gajah Mada. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. dengan janji Bre Majapahit sendiri. Putera ketiga laki-laki. Sesungguhnya. Di antara mereka. 4. janji tersebut tidak ditepatinya. sebelumnya. Putera kedua laki-laki. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. 3. ada yang menunggang gajah. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. sebagai isteri persembahan (upeti). yang bergelar Mangkubumi Saradipati. Demikianlah. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. hal itu. Sesungguhnya. 2. Akhirnya. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. tidak bersedia menyerahkan puterinya. Karena itu. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. lahir tahun 1339 Masehi. mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. meninggal dalam usia 1 tahun. Bahkan ia. meninggal dalam usia 1 tahun. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. Prabu Maharaja Sunda. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). Akan tetapi. akan diperisteri (resmi). menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. digantikan oleh puteranya. Prabu Linggabuana. Dyah Pitaloka. selalu menyetujui keinginan Patihnya. lahir tahun 1348 Masehi.

di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. Karena itu.ada yang naik kereta. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. Hatinya cemas dan ragu-ragu. Kemudian. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. sebagai panglima perang. Pertempuran berlangsung sengit. Sang Ratna Citraresmi. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. melakukan mati-bela (bunuh diri). melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. Sang Mantri Patih Wirayuda. tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. Pengecut perbuatannya. semua orang Sunda yang ada di sana gugur. Namun akhirnya. namun. Betapapun. Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . Rakeyan Mantri Sohan. dengan persenjataan lengkap. dan beberapa ratus orang berjalan kaki. masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). bersama semua pengiringnya. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). Namun seandainya mereka kalah dan gugur. Rakeyan Rangga Kaweni. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. Ki Juru Wastra. Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. tibalah pasukan besar Majapahit.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Panji Melong Sakti. Rakeyan Juru Siring. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). lalu menundukkan kepala. Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. semuanya hanya 98 orang. kehormatanku dan semua kesatria Sunda. Rakeyan Mantri Saya. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. Ki Mantri Sebrang Keling. Ki Mantri Supit Kelingking. Rajaputri Dyah Pitaloka. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). Ki Panghulu Sura.

la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. dan nirawerah. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. Dalam naskah Carita Parahiyangan. Dari permaisuri Laksmiwati. merupakan tahap tertinggi. Setelah satu tahun. ketika usianya sudah 20 tahun. adigama. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. usai terjadi sebelum tengah hari. sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). Sang Bunisora. 2. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi. Oleh karena itu. gurugama. tuhagama. Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. Mayangsari. binasa. Bratalegawa. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. disebut sebagai Satmata. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. baru berusia 9 tahun. tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. Dalam menjalankan pemerintahan. Sang Bunisora mempunyai putera. tidak seorangpun yang tersisa.menyerang Kerajaan Sunda. di antaranya. Banawati. Semua orang Sunda. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). 1. ia memperoleh putera. Sang Niskala Wastu Kancana. pemerintahan Kerajaan Sunda. 3. suraloka. yang lahir pada tahun 1369 Masehi. satmata. memperisteri gadis pilihannya. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). Sang Bunisora. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. dan 4. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. Satmata adalah tingkatan ke-5. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). Sang Haliwungan. orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). cenderung sebagai raja pendeta. yang diwarnai suasana religius. yang datang di Bubat. padamlah segala hasrat dan nafsu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Menurut naskah Kropak 630.

Majapahit dilanda Perang Paregreg. 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang. ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya.1456 Masehi. antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. Menurut Chau ju-kua. puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. dipusarakan di Nusalarang. Selama masa pemerintahannya. dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken. Apah (air).Pada tahun 1371 Masehi. untuk unggul dalam perang). penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. Majapahit tidak mempunyai raja. selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). pada tahun yang sama. memerintah di Kerajaan Sunda. pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. serta bu (eter). di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho. Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya. la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). setelah memerintah di Kerajaan Sunda. dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita. yaitu kedatangan angkatan laut Cina. Pakeun heubeul jaya dina buana. Akibatnya. 1984: 42).1999: 24). Untuk hidup lama berjaya di dunia. merasa betah berada di bawah pemerintahannya". yang terjadi pada tahun 1453 . tercatat dalam kaol Cina. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Setelah wafat. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. teja (cahaya). naik tahta pada usia 23 tahun. Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. bayu (angin). akasa (langit). Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. ada dua kejadian penting yang patut dicatat. Sang Bunisora wafat. selama 3 tahun. sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). la masih sempat mendengar.

ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda. Kedua-duanya menderita kerusakan berat. setelah masing masing mengundurkan diri. Rupa-rupanya. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. meminta bantuan dan perlindungan. dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya. Salahsatu catatannya mengemukakan. yang sering menjadi sumber dugaan. 2. Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). Dalam masa "gencatan senjata". Ketika Chou Ku-fei mencatatnva. siapa yang menang dan siapa yang kalah. yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda.Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. diakhiri oleh kedua belah pihak. dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). antara lain: 1. dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina. Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. Hanya saja. dengan isi yang sama. Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta. "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". Pertempuran tersebut. bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya. catatan Chau ju-kua itulah. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). bekas ibukota Tarumanagara). tanpa diketahui.

Pelabuhan Banten dimaksud. berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi. Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas). lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu). Chia-lie-pa (Kalapa.1996:119). dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. demikian ungkap Guillot. dan menuju arah 187. Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa. melalui Chia-liu-pa (Kelapa). antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. kapal-kapal menuju arah 97.1999: 107). apapun bahasanya(Guillot. Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon). Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken. antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda. dibahas pula oleh para akhli. baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong. dibahas pula oleh Heuken. masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara".1996:119).5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon). antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n . Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten).5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa). Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten. Jakarta). Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. "Banten dinamakan Sunda". yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan). muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Upaya penyelesaian jalan damai. bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. Dalam catatan kaki.3.

dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama. Claude Guillot.1996: 111). yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). yaitu 932 M (854 S) (Guillot. CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi. belum menemui titik terang. Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot. angka tahun tersebut.jadi sama dengan catatan Portugis. yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. melihat arca-arcanya. Menurut Chau Ju-kua. Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken. 1996). yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel. dan Sonny Wibisono. Artinya. untuk memperkuat suatu anggapan. Lukman Nurhakim. yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang.Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi. Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. sedangkan candi yang terletak di G.1996:111). oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan. Jerman). Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. masih dilanda kegelapan.1999: 24). 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . terutama melalui penelitian arkeologi. Akan tetapi. jalan untuk menuju ke Banten Girang. Pembuktian arkeologi ditampilkan. atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. Kapalembangan diinaksud. sekaligus merupakan daya dukung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . telah sering dilakukan. boleh. Pulasari. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10. telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. Sangat menarik. angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan.

adalah kata majemuk tatpurusa. 6888). pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. bunyi.Untuk lebih jelasnya. yang bentuknya tidak beraturan. ia menuliskan tahun 942 Masehi. Bogor. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan. kata. Candrasangkala: kawiraja. antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. panca = 5. bacaan yang benar adalah 854 Saka. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. no. halaman 18. bernilai angka 4. padahal seharusnya 932 Masehi. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu.V 1923. distrik Leuwiliang. saat yang pantas diperingati. bujur sangkar. bahwa ia seorang pembesar istana. kala untuk cakakala atau sakakala. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). sesuatu untuk diperingati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. perintah. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. Batutulis ini kini telah hilang. sepadan dengan bujangga. maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . pangambat. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. sabda. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. dan pasagi. bernilai angka 8. terdiri atas 4 baris huruf. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto. Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. mengenai prasasti Kebonkopi II. Ekadjati dalam Carita Parahiyangan. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989). akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda.

la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n . seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch.. Menurut pengakuannya. Peristiwa sejarah. Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi.Bunyi prasasti. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung. Guillot menampilkan angka tahun 932?. Sewaka Darma. Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna. antara lain sebagai berikut: . yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian. Sehingga kawihaji panca pasagi (854). Sriwijaya (Atja & Ekadjati. Timbulnya perbedaan anggapan. Satyawati Suleiman. diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala.1989:186-187). dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. parwa I sarga 3. 1. menampilkan angka tahun 932 Masehi. "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. halaman 13-14. 2. dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. dan 3. karena itu ia mengajukan dugaan. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya. yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara.

antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. Akan tetapi. yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda). 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. seperti dugaan Bosch. dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana.561 Masehi). menghadiri upacara "Barpulihkan". tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya. Yang keempat perempuan. Kemudian. Sriwijaya". Yang ketiga. "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. ikhwal "Sunda" dijelaskan.. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. Mahisawarman namanya. yang menjadi Menteri Tarumanagara. yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 .. Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". tentu ada nilai-nilai sakral. setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. antara lain sebagai berikut: . "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. Putera yang kedua. daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan). Pada prasasti Kebonkopi II. Dipilihnya lokasi Pasir Muara.. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. tempat lahir Sang Tarusbawa.tahun. Sang Matsyawarman namanya. tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman. Dengan demikian. tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat". digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II. sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya.

diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda.. Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman. di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". Kekecewaan Guillot. menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara. Sri Maharaja Linggawarman. // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// . yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masih merupakan kerajaan kecil di Palembang. yang menikah dengan Dewi Manasih. menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi. raja Sriwijaya. halaman 176. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda. disebabkan. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. Kerajaan Sriwijaya. yaitu Dewi Sobakancana.. dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). pada tahun 536 Masehi. untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sunda Sembawa (Bekasi).. dengan menjalin persahabatan. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. oleh Sri Maharaja Tarusbawa. telah melakukan perjanjian bersama. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang. karena nama kerajaan tersebut. raja keduabelas Tarumanagara.. ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana. antara lain sebagai berikut: . Pergantian nama kerajaan. Sedangkan Sriwijaya. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3.catatan. Sebagai pengganti. mengakhiri kekuasaannya. Pada tahun 669 Masehi. kerajaan Sriwijaya. Adik Dewi Manasih... menantu Sri Maharaja Linggawarman. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. parwa 11 sarga 3. Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali. Sang Tarusbawa.

dengan segala perkembangan kehidupannya. tidak ia hiraukan. yang pernah menaklukan Banten Girang. semakin samar untuk ditemukan. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. 1996:100). Ibukota Pajajaran misalnya. III. yang diperankan sebagai "musuh Banten". akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. Persoalan yang muncul.1996:137). Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526. Kerajaan Sunda. Kehadiran Salakanagara. Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. bahkan kesan tersebut harus dicermati. KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu. mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. merupakan tindakan balas dendam. seperti Banten Girang. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. Tarumanagara. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". menelusuri kurun zaman. Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. tetap setia mengikuti alur waktu. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. Salakanagara. Banten di masa silam.Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. sebagai pembanding. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. tidak berdiri sendiri. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. Untuk diketahui secara objektif. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3.

sirna tanpa bekas. menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja). 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. Sang Haliwungan. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana. dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. dengan nama Kerajaan Galuh. Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda. sebagai tanda keutamaan raja. sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. Sebelumnya. kembali terbagi dua. Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi).dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut. dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur). putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. Kemudian Sang Ningrat Kancana. dengan nama: Ing Puri Bima Sakti. dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. Selanjutnya. Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama). nu mikadatwan sri bima. mangka premana raja utama. Peninggalan warisan Sang Susuktunggal. Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya.narayana-madura-suradipati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. lawasnya ratu saratus tahun. Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya. Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. dari sejak tahun 1382 Masehi. sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan. yang terletak di bukit Badigul (Bogor). kini sudah menjadi bangunan permanen.yang haluwesi. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. Sumatera Selatan). dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya. nu nyaeuran sanghiyang rancamaya. di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh.punta. tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi. dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). kawasan bekas Tarumanagara. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda.sarga 5. yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). Lokasi bekas keraton tersebut. putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati.

hingga memerangi kerajaan ayahnya. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). diberi nama Raden Praba. dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. tokoh Sang Ningrat Kancana. sebagal guru dan juga mertuanya. atas permohonan Ratu Darawati. dengan ibukota di Keling.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu. Uniknya. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. adalah kemenakan Ratu Darwati. inya nu surup di guna tiga. Dia yang dipusarakan di Guna Tiga. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel. memperisteri perempuan terlarang dari luar.. Baru kemudian. Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). mengakhiri kekuasaan ayahnya. Kemudian. Sunan Ampel sendiri. akibat perceraian dengan suaminya. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tiga tahun kemudian. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. Akibat salah perilaku. tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. untuk kepentingan membuka pesantren. karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. salah seorang isteri Prabu Kertabumi. lawasnya ratu tujuh tahun. la adalah tohaan di galuh. Dari ibunya. Yang di pertuan di Galuh. Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dalam tahun 1473 Masehi. diterima kemudian dari Sunan Ampel. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. meninggalkan ibukota. Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. menggempur Majapahit. Raden Patah. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. Di Palembang. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. maka dalam tahun 14'75 Masehi. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. kena salah twah. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. Prabu Kertabumi. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah.

tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. Prabu Dewa Niskala. wanita itu terpisah dari tunangannya. Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. Prabu Dewa Niskala. Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi). oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. diberi nama Raden Bondan Kejawan. keluarga keraton Kawali. dengan Raden Baribin. dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. Oleh karena itu. saudara seayah Prabu Kertabumi. memperoleh seorang puteri. Oleh karena itu. Dalam pengungsian. Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. Kelak. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. telah menjodohkan puterinya. ia tersamar dalarn cerita rakyat. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. yang mendirikan Mataram Islam. 2. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. Dari pernikahannya. Prabu Dewa Niskala. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). yang menyudahi kekuasan Kertabumi. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh). Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi. Menurut hukum waktu itu. Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari Wandan Bondri Cemara.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). Raden Baribin. Selaln itu. ada juga yang sampai ke Kawali. kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. Rombongan pengungsiannya. Kemudian. Dalam hal ini. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. ibukota Kerajaan Galuh. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. dilakukan oleh Girindrawardana. diterima dengan tangan terbuka. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura.. Di sana. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). Menurut versi lain. tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. Puteri Ratna Ayu Kirana. keluarga keraton Majapahit. Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. yang sudah bertunangan.

karena kekuasaan pemerintahannya. 2. Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Peristiwa tersebut. harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . bahwa: 1. yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. harus diserahkan kepada Jayadewata. penguasa Kerajaan Sunda. samasama mengerahkan pasukannya. B. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. dari permalsuri. ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum.Prabu Susuktunggal. Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. Peristiwa penobatannya di Pakuan. prebu ratu purane pun. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. adalah: 1. Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. 2. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. konflik kedua pemimpin negara. sangat marah. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. dan memutuskan. Untuk menyelamatkan keadaan. Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. Prabu Susuktunggal.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Putera sulung Prabu Dewa Niskala. di wilyah netral. Menantu Prabu Susuktunggal. Tentu saja. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). Begitu pula Prabu Susuktungggal. Selanjutnya. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda.

Sri Baduga Maharaja. Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. maka raja tersebut digali dari kuburnya. Ya dialah (yang membuat semua itu). dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa.samida. dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. Pembuatan prasasti tersebut. yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. membuat samida.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). kesatrian (asrama prajurit). pada tahun 1533 Masehi. 1981: 25). la memperteguh pertahanan ibukota. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana. Maksudnya. yang terjemahan langsungnya. Jika seorang raja wafat. mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. agar sukma raja tersebut. 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya. Prasasti Batutuhs Kota Bogor. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. membuat jalan yang diperkeras dengan batu. dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). pagelaran (macam-macam formasi tempur). Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. kemudian kerangkanya diperabukan. Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. memperkuat angkatan perang. Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. Upacara semacam itu.

Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. calagara. yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Juru Pantun ataupun Penulis Babad. adalah pajak tenaga kolektif. sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. Calagara (di Majapahit: walagara). Wangi artinya harum. diambil dari bahasa Sanskerta. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. Kecamatan Tarumajaya. berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. bagi siapapun yang melanggar keputusannya. Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. serta ancaman hukum mati. adalah pare turiang. harus diserahkan tiap tahun. Kata dasa. artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi). Kapas-timbang atau upeti kapas. adalah pajak tenaga perseorangan. Silih artinya pengganti. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. Keharuman Sri Baduga Maharaja. Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). Pare-dongdang atau panggeres reuma. yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). yang ditemukan di Desa Kabantenan.Silih Wangi. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan. bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. Oleh karena itulah. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang).Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. yang gugur di Palagan Bubat. Kabupaten Bekasi. tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. isinya dapat diketahui. Bila petani telah berpindah ladang (huma). mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. Gunung Samaya dan Jayagiri. Pengukuhan itu. yang berarti pelayanan (service). Dasa. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. harus diserahkan kepada raja. Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja. Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 1999: 41).masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil). pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja). Tentang Sri Baduga Maharaja. sebagai kota terbesar ketiga. Dengan jumlah itu. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju. 1468-1539 Masehi).197 orang). berada di pedalaman. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter). Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis. Tome Pires memberitakan. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. serta pada puncaknya berukir indah. kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam). Laporan Portugis tahun 1522 Masehi. parwa I sarga 4). Untuk kepentingan perdagangan Portugis. adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50.121 jiwa. pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda. disebutkannya. terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa. 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. baru berpenduduk 23. Istana raja. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja. dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo. Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). Tome Pires (k. 1996: 59). Tetapi yang lebih penting. Dalam angkatan perang kerajaan. Pasai. Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda.000 ekor tiap tahun. Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran.l. pelabuhan Pontang (Pomdam). Omzet perdagangan kuda. terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad.271 orang.000 orang. Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja. Dalam perkembangan selanjutnya. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda. penduduk kota Pakuan ada 48. nama resmi kenegaraan. terdapat 40 ekor gajah. merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. bandar Cheguide. dapat mencapai 4.

Akan tetapi. di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. Bratalegawa. antara Cirebon dengan Demak. Kalapa (Calapa). bernama Farhana binti Muhammad. SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. seorang ulama mazhab Safi'i. Sesungguhnya. didirikan oleh Syekh Hasanudin. Walaupun berbeda agama. adalah alumnus pesantren Quro tersebut. karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. C. yaitu Pangeran Walangsungsang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bratalegawa lahir tahun 1350 M. raja Cirebon Girang. Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n .Tangerang (Tamgaram). Setelah kembali ke Kerajaan Galuh. dalam tahun 1416 M. yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. sebagian ditempatkan di Cirebon. ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. di Pura Dalem Karawang. cucunya yang bernarna Hadijah. Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng). dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. bukan "Islamnya". karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. Puteri Subanglarang. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. Kemudian dari Gujarat. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). 1999: 37). Inilah Sunda. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. isteri kedua Sri Baduga Maharaja. hubungan politis yang terlalu akrab. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. Larasantang. putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. Ketiga anaknya. Kelak. dan Raja Sangara. seorang ulama mazhab Hanafi. ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. Cimanuk (Chemano). menikah dengan wanita muslim dari Gujarat. bersama isterinya.

sebagai duta resmi negara. Kapten Malaka. menentukan dan menunjuk tempat. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan. sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . menghadiahkan kepada Raja. Maka.Portugis. pada tahun itu. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . utusan Jorge d'Alboquerque. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. jadi di sebelah kanan muara sungai. seberang awal pelabuhan. yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti. kapten perjalanan ini. Selain itu banyak orang baik. raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme. ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas. pada tanggal 21 Agustus 1522 M. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. M. Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu. Kunjungannya ke Pakuan. Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. seperti pula syahbandar dari tempat pabean.yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. Kawasan ini yang disebut Kalapa. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses. Akan tetapi. Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. menegakkan sebatang padrao dari batu. Leme. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. Maka. disebut Laksamana Bungker). Untuk maksud ini. Tuan Kami. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule). Tuan kami. jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis.

tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. Tentang seluruhnya itu. sangat wajar terjadi. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya. saya memberi kesaksian. masih sebagai pelaut murni. Untuk buktinya. Maka. pada perjalanan ini. bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. juru mudi dan banyak (orang) lagi. yang selalu berambisi. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. Tuan kami. Padahal. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. Sangat disayangkan. Hubungan internasional bilateral inilah. dan Diogo Diaz. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. selaku perwira Raja. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .600 caxas Java. Berbeda dengan pelaut Belanda. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. Sri Baduga Maharaja itu. Balthasar Memdes. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. penulis. 1999: 54). Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. yang diwakili oleh pedagang Portugis. Dibuat pada hari. membuat dokumen ini. saya. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda.10. dan Franscisco Annes. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. Tuan kami. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. yang dicurigai para akhli sejarah. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. Raja-raja penerusnya. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . semuanya tentara. Dengan demikian. penulis dari kapal San Sebastian. pedagang Portugis pada waktu itu. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja.

Mwakta atau Moksa. pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. Para Pohaci dan Para Bujangga. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. dan Talaga. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. Setelah Indonesia merdeka. sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. umum masih beranggapan. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. Oleh karena itu. sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". mengenai tokoh Prabu Siliwangi. Cirebon. keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . tetapi dalam menuliskan Babad setempat. Dzat Asal dalam religi Sunda.toleransinya terhadap agama Islam. Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. belum dapat membuktikan secara pasti. adalah tokoh Sunan Ambu. di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. dimanakah bekas candi-candinya. disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. yang sesungguhnya keturunan Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. Akan tetapi. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. yang artinya dipusarakan. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. Cukup banyak Babad yang ditulis. secara arkeologis. istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". Penyempurnaan sukma tersebut. dapat kembali kepada Asal-nya. kalau ditanyakan. dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. Terbukti. Dalam naskah Sunda kuna lainnya. Dalam cerita Pantun sekalipun. kalau tidak Hindu tentunya Budha. digunakan kata lumah (pusara). dengan tujuan utama. telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. Sumedang. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. atau "Yang Moksa Di Rancamaya". pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. Sampai saat kini. Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi.

di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. bagi orang Sunda. artinya Sempurna. Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam. Hiyang Seda Niskala. jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. cita-cita urang Sunda yang saleh. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Kedatangan Islam. Provokasi cerita fiksi Kian Santang. Niskala. Selain itu. sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak ingin manjing surga (masuk Surga). kisah tentang Kerajaan Pajajaran. Kian Santang yang konon katanya. bahwa tokoh Kian Santang itu. dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. Disunat ka tukangnya. bukan dengan Dewa). Seda. di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. D. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran.. bersih suci bila dibasuh. dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. artinya Gaib. jati Sunda teka. karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib. Disunat kepada akhlinya. hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi. Adakah masuk di akal. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. sudah demikian lama. sesungguhnya tidak jadi masalah. Sebutan lain untuk Hiyang. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. karena ia adiknya Larasantang. setega itukah. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. Kisah tersebut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali.Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. Ada pula yang menafsirkan.

berdasarkan ilmu sejarah. konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran).Portugis. Perang ke Padang. menimbulkan persoalan baru. hingga menimbulkan perang selama 15 kali. Perang ke Muntur. Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). ia disebut Raja Samiam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Perang ke Pagoakan. Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. Perang ke Gunung Banjar. Perang ke Ancol Kiji. yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu). Perang ke Tanjung. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. teguh dan pemberani. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. Perang ke Hanum. 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . Untuk mencari kebenaran. Perang ke Simpang. Lima betas kali perang tak pernah kalah. uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. perlu penelusuran ilmiah. Perang ke Wahanten Girang. Dalam catatan Portugis. Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran.alias Fatahillah. Rata gagah perkasa. Perang ke Gunung Batu. Prabu Sanghiyang Surawisesa. Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17.

Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. pandita di Sumedang. Sang pandita di Ciranjang. Sang Pandita di Jayagiri. meninggal dunia. tidak diketahui identitasnya. Datang bencana serangan musuh kasar. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang. Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. Oleh sebab itu.iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. dibunuh tanpa dosa. Terkenal namanya Hiyang Kalingan.Perang ke Pager Wesi. itulah tradisi orang Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah itu. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. hati-hatilah yang hidup di kemudian hari. lamanya jadi raja 8 tahun. kembali ke Pakuan lagi. supaya bersih suci dari kotoran. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. Perang ke Medang Kahiyangan. Disunat oleh akhlinya. ditenggelamkan ke laut. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. Ada pendeta sakti dianiaya. Puasa. Begitulah keadaan jaman susah. Disunat.sang kawuri / hayzaa to . masih hidup. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . kesembilan tahunnya meninggal dunia.sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. hanya meminum susu. tidak mati. Perang di Buruan Ageung (Alan-alun). jangan hidup pura-pura berpuasa. ditenggelamkan ke laut. tertimpa tapak kikir. Prabu Ratu Dewata. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. Tidak sampai setahun. disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Sang Nilakendra. Lamanya jadi ratu 8 tahun. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. Sering membunuh orang tanpa dosa. tidak hormat pada yang tua. Begitulah riwayat Sang Ratu. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. menghina pendita. merampas tanpa perasaan. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. tindakan ratu seperti itu. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan. Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam zaman Dopra.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. zaman besi. tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri. Mempunyai anak. Jangan diikuti oleh generasi belakangan. Yang membangun bale bobot 17 jajar. menghiasi Kedaton. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita. zaman perunggu. seterusnya diganti dengan zaman kali.

5. Perang berlayar ke Salajo. kalah Kalapa. 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). Lamanya jadi ratu 12 tahun. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. kalah Rajagaluh. Perang dengan Pakuan. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. Manusia yang berhuma rakus makannya. perang dengan Galuh. Dunia halus masuk ke yang kasar. Pertama datangnya perubahan. perang dengan Datar. Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. 3. kalah Jawakapala. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. Ratu Sakti (1543-1551 Masehi). Perang dengan Rajagaluh. menurunkari pertapa. Perang dengan Kalapa. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. 2. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam.perdaya. Iamanya jadi rata 16 tahun. 4. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. perang dengan Patege. cucu tiri. Perang dengan Gegelang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). timbul kerusakan dari Islam. antara lain: 1. Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). tidak mengikuti adat kebiasaan. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). semua kalah oleh orang Islam. Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. perang dengan Mandiri. perang dengan Jawakapala.

Adapun riwayat Syekh Hasanudin. berperan sebagai anak sulung. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). Ekadjati (1989). 2. Sanghiyang Surawisesa. berputera beberapa orang. Status Pangeran Walangsungsang. di antaranya: 1. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. Cirebon. dari pendahulunya. Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). 2. Sedangkan dari isterinya yang ketiga. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. Dewi Surawati. Dari isterinya yang pertama. Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. Syekh Hasanudm. Dua di antaranya. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. Oleh karena itu. terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). bernama Rajasangara. ialah. dan 3. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Dalam Carita Parahiyangan. untuk membahas Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. yang disusun oleh Atja dan Edi S. jika Pangeran Walangsungsang. Status ini sangat memungkinkan. adalah murid Syekh Hasanudin. bahwa dari Subanglarang. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. 1989:165). Surasowan. dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran.IV. Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja. 1. pemeluk Islam madzhab Hanafi. Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan. padahal untuk Sri Baduga Maharaja. adik iparnya. Tan Go Wat. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. Laksamana Cheng Ho. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda. Setelah lama tinggal di Pura Dalem. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. la didampingi oleh jurututulisnya. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. Di antara sekian banyak awak kapal.800 orang. dikenal sebagai Syekh Bantong. la bermaksud. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. menyebarkan ajaran agama Islam. Peristiwa penting ini. puterinya Ki Gedeng Karawang. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. di pesisir Pura Dalem Karawang. kakeknya Sri Baduga Maharaja. disertai pula oleh puteranya. Syekh Hasanudin. di Pulau Jawa. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. Syekh Hasanudin. di Jawa Timur. mengadakan pelayaran keliling. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. Tujuan pelayaran mereka. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. Oleh karena sesama muslim. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. pada tahun 1416 Masehi. memperoleh anak. memohon diri untuk turun. Ma Huan. Selama 59 tahun. Tan Go Wat. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. untuk menjalin persahabatan. Kelak. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. ketika turun di Pura Dalem Karawang. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. Sebab. dengan prajurit laut sebanyak 27. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari perkawinannya. yang juga beragama Islam. Namun bagi tokoh Wastu Kancana. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo. dan lebih kikir lagi dengan pujian. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. Bagi Sang Mahapraburesi. terdapat beberapa orang penumpang. sebanyak 63 buah kapal layar. Islam bukan hal yang baru dan acing. Ki Gedeng Karawang. armada laut Cina. Armada laut Cina tersebut. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya.Pada tahun 1416 Masehi.

hanya ibunya. Kenyataan seperti itu. walaupun dengan berat hati. Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). Sebagai catatan. untuk pergi mengembara. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. la. Sementara itu. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya.sanggup memujinya. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akibat konflik agama dengan ayahnya. Peristiwa-peristiwa itulah. Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. Subanglarang. Afganistan. seorang bangsa Ajam. Ketika Subanglarang wafat. Selain sebagai ibunda tercinta. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . madzhab Hanafi. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. Pangeran Walangsungsang. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. diteladani dari kakeknya. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa.1984: 42). Perlu dicatat. dibina langsung oleh kakeknya. Ki Gedeng Tapa. mendorong Pangeran Walangsungsang. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. oleh para penulis babad. tidak menjadi masalah. adalah Guru Agama. bahwa Pangeran Walangsungsang itu. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. bagi Sri Baduga Maharaja. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. mengikuti agama yang dipeluk ibunya. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. merasa sangat kehilangan. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah. memohon izin kepada ayahnya. adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). Tentu saja. la dengan kedua adiknya.

ular. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. dari kakeknya. Seperti babi hutan. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. Di tepi pantai. harimau. Syekh Nurjati.Amir Abdullah Khanudin. Ki Gedeng Tapa. Nyai Larasantang. Dalam pemerintahan sehari-hari. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). atas keinginan Ki Gedeng Tapa. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . Cirebon namanya. masih hutan belantara tempat binatang buas. Pangeran Walangsungsang. gajah. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. Pondok Quro Amparan Jati. Kemudian. Dalam pengembaraannya. Di bagian selatannya. mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. di kampung Ghuzah. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan. kura-kura dan berbagai jenis lainnya. antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. dari Syekh Datuk Kahfi. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. Ki Gedeng Tapa. Oleh Ki Gedeng Tapa. setelah Pondok Quro Karawang. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. Syekh Datuk Kahfi. dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebagai catatan.

Pangeran Walangsungsang. dan adiknya (Nyai Larasantang). Ki Sarmawi (pembantunya). Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). atau Tegal Alang-Alang. Cirebon Girang. Sedangkan Ki Danuwarsih. adalah adiknya Ki Danuwarsih. ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. Di sungai. bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. Atas kesepakatan bersama. Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). yang disebut Cirebon Girang. Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. penduduk Cirebon Pasisir. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. Mereka. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. Sedangkan di Gunung Ciremai. Syekh Datuk Kahfi. atau Lemah Wungkuk. puteri Ki Danuwarsih. Semula. sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). banyak ikan dan rebon (udang kecil). / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ki Danusela. pindah dari tempat tinggal asalnya. kemudian diberi nama Cirebon Pasisir.laut (camar). dipercaya menjadi Wakil Kuwu. rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan. yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). Kemudian. di Kebon Pasisir. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. adalah mertua Pangeran Walangsungsang. Sebab. Setelah melihat ada pemukiman baru. Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. bersedia masuk Islam. dibangunlah pemukiman baru. telah bermukim 5 orang penduduk. Pada awalnya. untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. membuka hutan Kebon Pasisir. banyak kuda liar. Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. disebut Kebon Pasisir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Nama itu diperoleh dari gurunya. Nyai Arumsari (isterinya). yaitu Nyai Indang Geulis. lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. seorang ulama agama Budha. Diberi nama demikian.

semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. para petani. keakhliannya. dan Cina 6 orang. sebelum tidur. Parsi 2 orang. mendapat gelar Ki Cakrabumi. Pedagang. // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian. Jawa 106 orang. India 2 orang. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. Sumatera 16 orang. petis dan garam. namanya.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). Macam-macam anutannya. tingkah lakunya. Rinciannya: Sunda 196 orang. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. adalah 346 orang. Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang. Arab 11 orang. Hujung Mendini 4 orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). masing-masing berbeda. Mereka menumbuk rebon dan ikan. bekerja menyelesaikan pembuatan terasi. Berbagai bangsa ada di sana. ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. Syam 3 orang. bahasa dan tulisannya. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n .

degan maksud yang sama. Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. dan rebon berarti udang kecil. mendirikan Tajug (Masjid). naik ke kapal layar. ci berarti sungai. "Anakku. adalah keturunan Bani Hasyim. grahan=rumah).Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. diberi nama Jalagrahan. Padahal. pustaka yang disusunnya. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. la. (Jala=air. ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. Bersama santri-santrinya. Akhirnya. Di dukuh Cirebon Pasisir. yang terletak di tepi laut. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. Ki Samadullah dan adiknya. 92 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. tiba di pelabuhan Jedah. mengingat penduduk Cirebon pertama. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). karena sedang hamil. Hal itu. Syarif Abdullah. Cirebon. Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. berlayar menuju Tanah Arab. Ki Samadullah. Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". Di tengah perjalanan. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. Sang guru mengingatkan. tidak bisa ikut. Cirebon. Nyai Indang Geulis. menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. kata "Cirebon" sendiri. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. Sehingga. dengan panggilan akrab Ki Samadullah.

Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). Di tanah suci Mekah. Tiga bulan kemudian. Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas). Ternyata. Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita. Syarif Abdullah telah jatuh cinta. Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. kepada Nyai Larasantang. Di rumah Ki Bayanullah itulah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . adiknya Syekh Datuk Kahfi. sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi. …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. Dan adiknya menetap di sana. Kembali kepada Syarif Abdullah.menjadi Walikota Mesir. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. dari Bani Mameluk. Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah. / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya.

Kata pakung. 94 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kemudian. selain sebagai penguasa Singapura. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. dijadikan sebuah kota besar. la membangun Keraton. sama dengan nama puterinya. Tidak lama kemudian. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. Ki Gedeng Tapa. diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . yang banyak didapat dari sungai Cirebon. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang. Sesudahnya.. Maka jadilah Cirebon. Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. semua kekayaan dari kakeknya itu. kakeknya. Nyai Pakungwati namanya. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir.. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mempunyai anak perempuan.. yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang. tiba di Cirebon. adalah sebutan lain untuk udang kecil. wafat. Dan perkawinannya. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki. kemudian diberi nama Pakungwati. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan.

sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya. untuk menobatkan puteranya. Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya. Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik. disertai pasukan pengawalnya. Pangeran Walangsungsang. mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. atau Pangeran Cakrabuana. Sri Baduga Maharaja.Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. ia mengutus Tumenggung Jagabaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. 95 | S e j a r a h K e r a j a a n . oleh ayahnya. atau Ki Samadullah. Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan). Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib. Kemudian. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. atau Ki Cakrabumi. B.

Salah seorang di antaranya wanita. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. anak Alwi Amir Pagih. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). asalnya merupakan satu keluarga. Dari sejak itulah. Muhammad anak Ubaidillah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu adik dari Sulaiman Al Basri. Adapun Abdul Malik. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. Sayid Abdul Malik dengan puteri India. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. mempunyai anak beberapa orang. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. mempunyai anak beberapa orang. Dari perkawinannya. Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. mempunyai anak beberapa orang. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. Kedua-duanya. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. Muhammad anak Ali AI Ghayam. Sayid Abdurrakhman orang kaya. Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). kepada puteri pejabat daerah negeri India. Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. mempunyai anak beberapa orang. Sebab.Kemudian. Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. Sayid Abdul Malik. Salah seorang di antaranya. Sayid Alwi anak Muhammad. Riwayat selanjutnya. Dari perkawinannya. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. Alwi Amir Pagih anak Muhammad. Salah seorang di antaranya. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. la meninggal dunia di Jawa Timur. yaitu Sarah. Oleh karena itu. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. Mempunyai anak beberapa orang. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. diperisteri oleh Sayid Hassan. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik.

menetap di negeri Mesir. Syarif Sulaiman Al Bagdad. yang seterusnya menetap di sana. yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. masing masing ialah: 1. mempunyai anak beberapa orang. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran). Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. Syarif Abdullah Al Masir. Ali Nurul Alim. Syarifah Halimah. Riwayat selanjutnya. Syarif Abdurakhim. 3. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. Ketika menetap di negeri Bagdad. Riwayat yang menjadi penyebab. menjadi anak angkat uwanya. mempunyai isteri seorang puteri Mesir. Syarifah Bagdad. tiga di antaranya: 1. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. empat di antaranya: 1. tidak mempunyai anak. dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. Syarif Hafiddin Abbas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Hal itu tetjadi. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. 4. Ali Nurul Alim. Syarif Abdurakhman. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). menjadi Walikota di negeri Mesir. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. mempunyai anak beberapa orang. Barkat Zainal Alim. mempunyai anak 4 orang. 3. Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. 2. 4. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengajar penduduk di sana. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). sebagai guru agama Islam. pergi ke Jawa dwipa. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. Syarif Abubakar. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. mempunyai anak beberapa orang. 2. 3. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin.Abdullah Khannudin. 2. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. Mempunyai anak beberapa orang. Dari India.

ia menjadi duta negeri Parsi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya.pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). dari setiap turunan Rasul Muhammad. cucunya Haji Purwa Galuh. juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. Campa. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. oleh Ki Gedeng Tapa. Panjunan dan beberapa desa lainnya. Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa. Japura. Junti. Bharatanagari (India). menikah dengan Hadijah. pada naskah yang sama ditegaskan pala. Kamboja. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pasambangan. kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. Juru Labuan Muara Jati Cirebon. semua itu para Kamastu atau disebut Wali. Syekh Datuk Kahfi.

2. yaitu: 1. mempunyai anak beberapa orang. Syekh Datuk Soleh. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Tiga orang di antaranya yaitu. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. adalah sebagai berikut: 1. yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. yang mempunyai anak beberapa orang. mempunyai anak beberapa orang.Maka jelaslah sudah. Syekh Datuk Ahmad. dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). yang pertama perempuan. ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman). Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. 2. pertama. yang menetap di negeri Malaka. dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selanjutnya. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. Dua orang di antaranya. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. Dua orang di antaranya. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. Selanjutnya. yaitu: 2. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. menetap di Kamboja. Syekh Khadir Kaelani. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. dan 3. dua orang di antaranya. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. kedua. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. Sunan dan Guru Agama Islam. 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . kemudian menetap di Panguragan Cirebon. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. dan yang ketiga Syekh Bayan. Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. di antaranya: 1.

Adik Dewi Candrawulan. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. Atas usulan Ratu Darawati. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. dan singgah di negeri Banten. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam jangka 3 tahun. Sumatera. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang.Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. yaitu Dewi Darawati. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. Ali Rakhmatullah. 3. 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). Setelah enam bulan di Palembang. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). Arya Dillah atau Arya Damar. singgah di Palembang. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat. dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. oleh Prabu Kertabumi. yaitu Dewi Candrawulan. Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. Di Palembang. Di Keraton Majapahit. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. Karena pada waktu itu. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. yaitu Siu Ban Ci. Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. Dalam perjalanannya. tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. dikaruniai beberapa orang anak. Ali Rakhmatullah berangkat kembali. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. Ratu Darawati. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. semua penduduk Ampel Denta. memeluk agama Rasul Muhammad. Kemudian. Dua di antaranya yaitu. Ali AI Mustada. Setelah menetap beberapa lama. Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. menuju ke Jawa Timur. Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina.

antara lain: 1. Panembahan Palembang. Penambahan Joko. Selain dengan puteri Sunan Ampel. 2. yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. masing masing: 1. yaitu Dewi Sujinah. Dewi Rukayah. 6. dan 4. 7. memperisteri puteri Sunan Undung. 2. Puteri. yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. dikaruniai anak beberapa orang. 5. Ratu Prodo Binabar. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). 3. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Sunan Kudus atau Jafar Syadik.Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dikaruniai anak laki-laki. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). Panembahan Mekaos Hanggakusuma. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. dan 8. Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). 2. yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. Di antaranya. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan mempunyai anak laki-laki. puteri Ki Wiryosarojo. Dari isterinya yang lain. Selanjutnya. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh. yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu. Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. 4. Ratu Pakoja. diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. Dari perkawinannya. 3. puterinya Maulana Ishak. Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. Panembahan Kodi. yaitu Siti Khorimah. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan. Dewi Sofiyah. Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. yaitu Raden Amir Hassan. empat orang di antaranya: 1. yaitu Dewi Rukhil. 3. Panembahan Karimun. Nyai Ageng Pembayun.

meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat.//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi). Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang). dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa. parwa I sarga 4. berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri. parwa II sarga 4. Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. mempunyai anak dua orang. Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah. Siti Mursimah. antara lain sebagai berikut: . mempunyai anak laki-laki. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya. Raden Paku alias Sunan Giri.1. 2. Siti Murtasiyah. dari isterinya yang berasal dari Blambangan. di antaranya masing-masing ialah. puterinya Ki Ageng Bungkul.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . . adalah puteranya Maulana Ishak. Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya. Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah. Syarif Hidayat namanya...

antara lain sebagai berikut: . Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa .. Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. Tinggal di sana lamanya tiga bulan. Oleh karena itu pergi dari Mekah. Pada waktu itulah. yaitu Sayid Al Kamil. di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. Ketika singgah di Gujarat. Dalam perjalanannya. bersama 98 anak buahnya. yang semuanya berjumlah 98 orang. singgah di Gujarat. dari Syekh Athallahi Sajjilli. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. mereka berlayar bersama-sama. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n .ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda. Kemudian. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir.//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). lamanya dua tahun. Selesai dua tahun. Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. menuju Pulau Jawa . baru berusia dua puluh tahun. parwa parwa I sarga 4.

Kunjungannya ke Cirebon. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. berlayar menuju Cirebon. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil.sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. Syarif Hidayat singgah di Banten. Nyai Kawung Anten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syarif Hidayat alias Sayid Kamil. Sesungguhnya. menemui uwanya. singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. Selanjutnya. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. bersama Dipati Keling dan anak-buahnya. Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. berjodoh dengan puteri Adipati Banten. Sumatera. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. (singgah) di negeri Pasai. Selanjutnya. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengajarkan agama Islam di sana. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. untuk menemui uwanya (kakak ibunya).

Syarif Hidayat. Demi untuk kepentingan penyebaran Islam. Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya. kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya. .Iman. sangat gembira. menetap di Pakungwati Cirebon. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil.. Dipati Keling serta 98 anak buahnya. Nyai Mas Pakungwati. Adapun Syarif Hidayat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu. Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya. yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama. Syarif Hidayat. kepada suwan yang sekaligus menantunya... Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya. yaitu Sayid Al Kamil. dapat bertemu dengan uwanya... di Kerajaan Sunda. Akhirnya.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati). Begitu pula Syarif Hidayat. Setelah beberapa lama kemudian. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi.. Alangkah sukacitanya Sri Mangana. Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa . Sang Tumenggung mewariskan tahtanya. mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung.

pesta meriah. sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon..Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan semua memberikan dukungan. dengan gelar Susuhunan Jati. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira. Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya. Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita. Pejabat penguasa daerah. untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n .// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan.. Pada waktu itu. menyerukan pujian atas penobatannya. . ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa... yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak. Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati.. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon.. mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati.

adalah menantu Walangsungsang.menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. V. dalam buku Pakern Banten. KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. terkesan Surasowan di sana. akhirnya masuk agama Islam. puteranya sendiri. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. bahwa: 1. sebutan Sorasowan. 2.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). atas kehendak Pangeran Cakrabuana. Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. Hal yang hampir sama. Penobatan awal Syarif Hidayat. niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. atas usul orang tuanya. Syarif Hidayat. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon. Akan tetapi. Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. atas pernikahannya dengan Pakungwati. lama tidak kembali ke Pakuan. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913)." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. dan 3. Syarif Hidayat. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi. "Betapa tidak terpujinya. Sang Kakek memerangi cucunya. Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya.1983: 35). karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih.

Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin. Pakungwati adalah nama orang. teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. Pada mulanya. Selanjumya berkembang. yang dibangun di Dukuh Cirebon. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad. Kemudian digunakan sebagai nama keraton. Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan). Soera artinja berani. Pakungwati sebagai nama kesultanan. Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687). puterinya Pangeran Cakrabuana. semua itu menarik untuk dikaji. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . bagi kata yang ada di depannya. pendiri kerajaan Islam di Cirebon. Surasowan dan Surosowan. Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. atau Surosowan? Hal tersebut. sudah tentu harus dicari pembandingnya. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan. Surasowan. menjadi Keraton Pakungwati. menjadi Kesultanan Cirebon. Pakungwati sebagai nama orang. Soan atau Sadji artinja Radja. menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon.1984:44). Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan.1935: 60-61). Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten. Berdasarkan gejala itu. Pada akhirnya berubah sebutan lagi. Saleh Danasasmita (1984).Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. Pakungwati sebagai nama keraton. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita.

Sang Arya Surajaya. mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang. Nyai Kawunganten. (Atja & Ekadjati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. berputera beberapa orang. Atja & Edi S.1989:144 dan 153). Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. dan 2. Islam sudah mulai bersemi. Sebagai putera Sri Baduga Maharaja. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. 2. teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. 1. dua orang di antaranya: 1.Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. dan mampu mendirikan keraton yang memadai. Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34. juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. menjadi bupati Banten Pasisir. Dari kutipan tersebut di atas. Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut. antara lain ialah. Sang Surasowan. Prabu Surawisesa.

Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja). Atas seijin Sang Surasowan. di Pulau Jawa singgah di negeri Banten. kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . banyak mendapat simpati dari penduduk. dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk.g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam. singgah sebentar di Negeri Banten. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah. Kelak. Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. dalam waktu yang relatif singkat. di kemudian hari. Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah.

Secara tersamar. diberi nama Hasanuddin. pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. puterinya Sang Surasowan. la mempunyai dua orang anak. Hanya saja. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. seorang perempuan (yang tua). untuk meng-Islamkan daerah ini. bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. lalu terus ke selatan. Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat. sangat terbatas. yaitu Pakungwati. pada tahun 1478 Masehi. Tentang "seorang yang keramat. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. Sesunguhnya. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . para penulis Babad. 1983: 33). bahwa "seorang yang keramat" itu. lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. Apalagi setelah diketahui. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . cucu Sri Baduga Maharaja. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. tiba di Banten Girang. yaitu Pakungwati. dari Mandarsah ia datang di Jawa. Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. tentang "orang tua" Hasanuddin. masih saudaranya juga. dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. Akan tetapi. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. Oleh Sang Surasowan. nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. Dalam waktu yang relatif singkat. Untuk mempererat kekerabatan. dari pada substansi historisnya. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. untuk meng-Islam-kan daerah ini. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. kemudian dijelaskan. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. Oleh Syarif Hidayat.

yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". tahoen Belanda k. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. menggunakan sumber "Parimbon Banten. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). disaat Kg. Berdasarkan kaol Cibeber. 1472. soepaja datang ke negeri Banten.1953: 24). cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat.l. maka Kg. Sedangkan. dalam proses meng-Islam-kan Banten. Hanya saja.Maka terseboetlah pada masa dahoeloe. terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. Berdasarkan kutipan tersebut di atas. sangat gelap (peteng). untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari. di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas. yang hampir malah sudah musnah. Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. Kg. mengemukakan hal yang sama. kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten. Pakem Banten. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin. Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah. Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon. antara lain: Pada abad 15. koerang lebih hidjrah Nabi 887. Banten dan Demak. pada kalimat selanjutnya. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. 112 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kg. Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan. para penulis Parimbon Banten.

sudah tidak diragukan lagi. Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. Maulana Hasanuddin. Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. patut dicermati. melakukan "Tapa di Mandala". Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme". adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". mengemukakan hal yang hampir sama. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan. dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun. (2000). yang dewasa ini disebut Sasaka Domas. dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". sulitlah bagi kita untuk menentukan. yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. tidak mendasar. kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. Akan tetapi.Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". Dengan adanya hal-hal semacam itu. antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. 113 | S e j a r a h K e r a j a a n .1984: 41).Ag. Amanat Dari Galunggung. pernyataan selanjutnya. Mereka bertugas. 2000: i & 9). Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. S. Hafidz Rafiuddin. Tuduhan Animisme. sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. Carita Parahiyangan. Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian.

dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. "dipaksa". Atja dan Edi S. yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. yang seluruhnya setinggi 6 meter. Dari kutipan tersebut di atas. masih dipuja dan dikeramatkan. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat. Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya. anak. dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan. Anak menantu dan hamba sahayanya. Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. "takluk" atau "ditaklukkan". antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua.1993: 27). menantu. menjadi ratu wilayah Wahanten Girang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ditemukan dekat bangunan berundak. dengan ikhlas "beralih agama". 114 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dia kemudian memeluk agama Islam. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. serta hamba sahayanya. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan". Dialah putera Sri Baduga Maharaja. menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. menjadi pemeluk agama Islam. 1984: 219). Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. Arca Domas memiliki 13 undakan batu. dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali. Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana. Menurut kepercayaan orang Baduy.Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan. dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. sebagai penganut agama Rasul Muhammad. dalam Carita Parahiyangan sarga 3. dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil. Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. Bangunan berundak di Kosala.1989 :144). Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat.. di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima. (2) Tumenggung Jayamanggala. dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana.

Oleh karena itu. penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. dalam usia terhitung masih muda. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan. Sang Adipati Surangggana. sebutan "wantan" dalam lafal Cina. dalam kajian ilmiah. para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). dari hulu Gunung Karang Pandeglang. Secara lingual.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Portugis pun melakukan hal yang sama. tapi nyata). terdapat dua negeri Wahanten. sudah tidak tepat lagi. Sebab. sebutan wahanten menjadi banten. berkelok melalui wilayah Banten Girang. Hendaknya digarisbawahi. dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. menyebut "Wahanten" dengan "Bantam". membelah kota Serang. bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. apapun bahasanya (Guillot. 115 | S e j a r a h K e r a j a a n .1996:119). dan bermuara di Banten Pasisir. mertua Syekh Syarif Hidayat. karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. hanya pelafalan yang berbeda. ayahanda Nyai Kawung Anten. Ekadjati. Akan tetapi. Boleh jadi. Mecermati fakta seperti itu. setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). tahtanya diwariskan kepada puteranya. Bahwa. Jika terdapat perubahan lafal. sudah merupakan petunjuk tersendiri.pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. baik oleh orang Cina. tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. kedua-duanya sejaman. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. Dari bahasan Atja & Edi S. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". Ketika Sang Surasowan wafat. dapat dimaklumi. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. maksudnya itu-itu juga. perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan). Sang Adipati Surasowan. memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. Sang Arya Surajaya. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. Gambaran semakin jelas. Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran).

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. di Kesultanan Pakungwati Cirebon. pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir. kekuatannya tidak seberapa. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. Pada waktu itu. dan persenjataannya pun tidak lengkap. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). Putera kedua. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. menjadi tidak harmonis lagi. Untuk jaringan politik. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan). telah mengalahkan kharisma uwanya. karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. Sehingga. Adipati Arya Surajaya. terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. lahir pertama Ratu Winahon. menjadi penerus ayahnya. Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. Itulah sebabnya. serta memperoleh putera laki-laki.Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. Pangeran Arya (Pangeran Japara). diberi nama Yusuf. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. dan pasukan yang tersisa melarikan diri. Mereka dapat ditaklukkan. menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). Sabakingkin atau Hasanuddin. hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. Oleh karena itu. B. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. puteri sulung Raden Patah. Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). Dari perkawinannya. Pangeran Sabakingkin.

117 | S e j a r a h K e r a j a a n . Raja Daerah Rumbut. Raja Daerah Simpang. Raja Daerah Gunung Banjar. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. Raja Daerah Hanum. Raja Daerah Wahanten Girang. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak. akan menyerang Pakungwati Cirebon. Raja Daerah Muntur. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. Sang Adhipati Patala. Adhipati Suranggana. Raja Daerah Pagawok. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. Karena sudah tersiar berita. 13. memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. Ratu Ancol. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. Pada saat itu. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon).Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. 8. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Aryya Senapati Bhimajaya. Pradharmaya. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. 4. 7. Raja Daerah Gunung Batur. 5. Kekhawatiran Sultan Demak. Raja Daerah Pager Wesi. 6. Oleh karena itu. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. adalah: 1. Tumenggung Linggageni. 11. Sultan Demak (Raden Patah). tersumbat. Sang Aryya Suraprasa. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Karena Pakungwati. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. 16. Raja Daerah Gunung Ageng. 10. 2. bahwa tidak lama lagi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. 12. Jelas. Aryya Pulunggana. akan tiba armada tempur Portugis. Sang Aryya Wuludada. 14. 15. Ratu Hyang Banaspati. 3. Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. 9. Kyai Wudhubasuraga. Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). Sang Prabhu Walahar. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Medang Kahiyangan. Sang Aryya Wirasakti.

Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan.967 tentara. kembah ke Demak. dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). Susuhunan Jati. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. barulah Panglima Fadhillah Khan. pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. janda Pangeran Sabrang Lor. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. Pangeran Sabrang Lor. ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. sedang dalam pelayaran. Setelah itu. guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. Singgah di Pakungwati Cirebon. Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya. desa. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin.Oleh sebab itulah. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. menyusup berkehling kota. terdiri dari 1. Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. Kekuatan pasukan gabungan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ratu Ayu. sebagai "gerakan pendahuluan". mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam. Kemudian mengadakan gerilya. bandar. sambil menjajakan bermacam-macam barang. Sebagaimana yang telah dikemukakan. la gugur pada usia muda. Tak lama kemudian. aneka macam perhiasan dan yang lainnya. barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. kembali ke Demak. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. perdukuhan. adalah putera mahkota Demak. Beberapa bulan kemudian.

Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir). serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. sempat dibinasakan. tibalah serangan mendadak. mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. Akhirnya. dalam usia 48 tahun. Sang Adipati Arya Surajaya. Akan tetapi. Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan".Adipati Sang Arya Surajaya. yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebelum dapat dibuktikan kebenarannya. Kemudian. Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebab. Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin. Secara diarn-diam. dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". Serangan dahsyat. "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun.1993: 68). telah lebih dahulu masuk agama Islam. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. Sesuai rencana. Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. menerobos hutan lebat. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. Karena hal ini. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. bergegas menuju Pakuan (Bogor). Sang Adipati Surajaya dan keluarganya. atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi).1988: 8). lebih siap untuk bertempur. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. pusat pemerintahan Banten. Di balik peristiwa itu. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun". pasukan gabungan Pakungwati-Demak.Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". penguasa Wahanten Girang. untuk menumpas huru-hara tersebut. Sangat masuk akal. bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. Adipati Wahanten Pasisir inilah. sesungguhnya. "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin. menyelamatkan diri. Kemungkinan. dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary.

meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup. bahkan tidak dilemahkan. Kemungkinan besar. dari seorang tokoh. maka Molana Yusuplah. akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya. rupanya telah terjadi manipulasi. Secara kekerabatan. "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”. Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. Sayangnya. bahwa setelah selesainya ekspedisi. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya. pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Akan tetapi. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. anak Hasanuddin. yaitu Hasanudin. mengemukakan usulnya kepada panembahan.dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya . sulit dibenarkan. Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. antara lain: Apabila Ki Jongjo. dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. seorang dari Pakuwan. dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". makaYusuplah lagi . setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak. yang bergelar Ki Bagus Molana.Suranggana alias Ki Bagus Molana. yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. kemudian berkembang menjadi dua orang. oleh pernyataan. anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam". yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi. Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. Berdasarkan kutipan tersebut.yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta.1983: 34). antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana. di komplek makam Tempat Suci itu. 120 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Konon menurut dongeng. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". gelar "Agus" itu.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik. dengan sebutan Sultan. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dengan demikian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". perlu kiranya diteliti lebih lanjut. Pertanyaannya. sependek nama Jong dan Jo. yang terlebih dahulu masuk Islam. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. putera Sri Baduga Maharaja. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. Gelar itu. Setidaknya. seharusnya. Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. dan memperoleh gelar Panembahan. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. Kembali ke Wahanten Girang. berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. Kropak 408 Sewaka Darma. merangkap jadi penguasa. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati.1983:149-150). Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. Seandainya. Oleh karena itu. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. Setelah makamnya dikeramatkan. Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. Pengertian panembahan.

di Pelabuhan Sunda Kalapa. nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). Mereka tidak mengetahui. setelah memeluk agama Islam. kakaknya Sang Arya Surakreta. Sebagai catatan. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. Jati Cirebon. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. Sisa yang masih hidup. Ia puteri Adipati Kranda. sehingga banyak tentaranya yang tewas. Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. dan para pengiringnya. yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687). beralur darah trah Rasul Muhammad. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). Setahun kemudian. Anggota pasukan yang tersisa. armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). Dalam pertempuran itu. adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. Selanjutnya. ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. sebanyak 1. yaitu Nyai Arya Baroh. Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. saudagar kaya dari Perlak. Sang Arya Surakreta. Permaisuri. menyelamatkan diri. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan. bahwa wilayah Sunda Kalapa. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . Nyai Arya Baroh. hanya 6 tahun lamanya. Beberapa bulan kemudian. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. diberi nama Keraton Surasowan. Sebagian besar penduduknya. tiba di perairan Sunda Kalapa.452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. Armada Portugis dipukul mundur.Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. terdesak dan menderita kekalahan. keraton ia dirikan. tewas binasa. Kemudian. pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Panglima Fadhillah Khan. oleh Susuhunan. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka.

menggantikan posisi ayahnya. Dalam pertempuran ini. yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. Serangan. segera mengirimkan berita ke Pakungwati. adalah adik Sri Baduga Maharaja. memohon bala bantuan. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. Oleh karena itu. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. la.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. wilayah Pakungwati Cirebon. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. sambil memuntahkan logam panas". untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. Prabu Jayaningrat. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. jumlahnya banyak. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. la. memanfaatkan situasi seperti itu. mengeluarkan asap hitam. diserahi tugas melindungi pondok pesantren. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . seperti kebiasaan di masa silam. pada tahun 1501 Masehi. cucu Prabu Dewa Niskala. Prabu Ningratwangi. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. oleh Susuhunan Jati Cirebon. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. dilengkapi senjata meriam. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. di dekat Bukit Gundul. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. Oleh karena itu. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. Prabu Jayaningrat. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. Susuhunan Jati Cirebon. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba. Kalau tidak. Akan tetapi. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. akan digempur". yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. terdesak. telah terjadi perubahan situasi politik. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). oleh Susuhunan Jati Cirebon. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). adalah putera Prabu Ningratwangi. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. Berdasarkan riwayat hak waris.

pasukan gabungan Pakungwati. kehilangan tokoh penting yang disegani. Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. atuntunan tangan (kerjasama). Akan tetapi. agar Pangeran Pasarean. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. dan Kuningan. runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. Kebijakan itu dilakukan. Silih asih (saling menyayangi). pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita.Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. kuwanen. tidak kalah). Akhirnya Talaga. perkasa. janganlah putus. karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). kasuran. wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. menjadi pembesar kerajaan. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing. permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. Palimanan. dapat ditaklukkan. Peristiwa tersebut. Demak. Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. Tidak saling menyerang. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. berhasil direbut. Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). menyepakati. mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). oleh pasukan Pakungwati Cirebon. Pada saat itu. dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. yang mewakili Susuhunan Jati. tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Sejak itulah. bahwa: 1. pemberani. Kedua belah pihak menempuh jalan damai. Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). 2. Perang lima belas kali. 3. Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. Maksud "tidak kalah" tersebut.

Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. Akan tetapi. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. Pada kesempatan itu. Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. Sang Prabu Ratudewata. C. direbutnya kembali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rasa hormat dan kekaguman itu. Dalam suasana tenang dan damai. dibunuh tanpa dosa. tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). menghilang tanpa meninggalkan jejak. dianiaya. dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. tapi tidak mati. putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). keonaran. tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Oleh karena itulah. ditenggelamkan ke dasar laut. Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). Munding Rahiyang namanya. la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. Berpuasa. Pendeta sakti di Sumedang. Prabu Ratudewata. sudah tidak lagi menghargai keagamaan. Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. Pendeta di Jayagiri. yang telah disepakati ayahnya. Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. Sri Baduga Maharaja. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). senantiasa menciptakan huru-hara. la digantikan oleh puteranya. adik Ratu Wiratala. ia merenungi hidupnya. ada pendeta sakti. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). Sanghiyang Siksakandang Karesian. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n .Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. Pada masa pemerintahannya. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. mati ditenggelamkan ke dasar laut. la tetap hidup. Pendeta di Ciranjang.

126 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak lagi mentaati norma pemerintahan. masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. Atau boleh jadi. menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. lan bakti ring wong atuha. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. Sang Prabu Ratudewata. haywa ta sira kabalik pupuasaan). pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. puteri Prabu Ratudewata. hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. pejabat. ia bertindak sesuka hatinya. Sebab. Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. Sesungguhnya. ngarampas tanpa prege. karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). di bawah komando Panembahan Hasanuddin. Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. sekaligus merupakan "unjuk rasa". Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. sangat beralasan. Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. melanjutkan gerakannya ke arah utara. Karena. serangan kilat ke kota Pakuan itu. Serangan laskar Surasowan Wahanten. Mengingat. ponggawa-ponggawa kerajaan. sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. tewas berjatuhan. Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. asampe ring sang pandita). Susuhunan Jati Cirebon. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. la membunuh orang tidak berdosa. Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. selama 8 tahun. Sri Baduga Maharaja. tidak sungguh-sungguh. setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. tidak hormat terhadap yang tua. Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. ayahnya. Ciranjang dan Jayagiri. Kemungkinan.Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). pengawal raja. merampas tanpa rasa malu. akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. berdasarkan hak historis alur darah keturunan. Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). perwira.

que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. tempat orang Portugis biasanya berdagang. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. cotodas as mail ilhas deste arapelago. Bale. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. Emperador de toda a illla da Iaoa. E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. paraque pessoalmete. Akan tetapi. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. dan memperisteri ibu tirinya. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. Keberangkatannya ke Demak. terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya.com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. akibat perilaku buruk seorang raja.Puncak kebiadabannya. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten. untuk ikut menyerang Pasuruan. I Madura. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. Keberadaannya di sana. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno. Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. janda dari ayahnya. que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. Prabu Ratudewata. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. Fernao Mendes Pinto (1510-1583). dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). mencatat semua kejadian. aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. Prabu Sakti masih beruntung. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. Angenia. Sebagian dari catatan perjalanannya. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. Pada masa pemerintahannya. adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda.

pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. Maksudnya. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten. supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya. isterinya Fadhillah Khan. adik Sultan Trenggono. Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. Kangean. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken. Raja Sunda. Dialah kaisar Pulau Jawa. Berdasarkan pendengaran.Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah Ki Fadil. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril.1999: 90). 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. Dengan demikian. tidak terbitung para pendayung. serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. Ketika ia datang di pelabuhan Banten. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda. 1984: 46-47). Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. Bali. Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. adalah Nyai Pembayun. Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. Fernao Mendes Pinto. masyarakat Sunda Kalapa sendiri. sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini.000 orang. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. -yang juga menjadi bawahannya.

Bahkan. dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). mencatat pada masa pemerintahannya.Pakungwati . Portugis yang semula dimusuhi. dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali). Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). Angenia. Fadhillah Khan. dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. bagi kepentingan mitra dagang. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. yang penting diperhatikan. adalah tentang adanya hubungan multilateral. hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). akhirrrya menjadi "negara sahabat". Dari pendengaran. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. serta menempatkan armada lautnya di sana. karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. Portugis menerima kenyataan seperti itu. Adanya anggapan seperti itu. setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. Madura. Sebab.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak. penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". mempunyai kedudukan penting lainnya. kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril).Portugis. bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya. Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. Pada masa pemerintahannya. yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). la wafat di Pengpelangan. kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. Bali. Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n . Oleh karena itu dapat dimaklumi. antara Wahanten . Sang Prabu Nilakendra. Dari catatan Fernao Mendes Pinto. selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. baru berperan sebagai Adipati Wahanten. polah sang nata). Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan.Demak . Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga".menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. Kembali kepada Prabu Sakti. Sedangkan Maulana Hasanuddin.Sunda Kalapa . Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon.

dalam mendahului upacara Tantrayana.jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. Tantrayana. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. sudah dicampakkan jauh-jauh. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan). Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. yang mengapit gerbang terlarang. jimat-jimat. Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. Pada tahun 1567 Masehi. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. dimeriahkan oleh pesta pora. Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. Setiap saat. nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). Bagi Prabu Nilakendra. serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. adalah kepercayaan mistis sinkretis. Makan enak. Petani menjadi serakah akan makanan. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. tan igar yan ta pepelakan). Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji. kehancurarr). yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan. akibat angkara-murka penguasanya. bendera keramat. telah. pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. mahayu na kadatwan. Akan tetapi. minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. secepat kilat. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar).berada di ambang pralaya (kiamat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. Makan minum sampaimabuki. sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . menembus jantung ibukota Pakuan. tidak ada ilmu yang disukainya. bahwa tidak akan lama lagi. dilukis dengan emas. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. serta dihantui bencana kelaparan. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. itulah. tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. manteramantera Tantrayana. keraton Pakuan Pajajaran.

Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. Latar belakang tragedi. terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. Bupati Jipang. D. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tidak pernah ada berita. oleh bocah pengiringnya. Nasib kehidupan kota Pakuan. Sebab. Mungkin dia tewas di pengungsian. Tohaan di Majaya kalah perang. ia telah membuktikan. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). hanya tertulis secara singkat. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada mulanya. Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). dari Nyai GedengTepasan. Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. Selain itu. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. ayahnya Prabu Nilakendra. adalah putera Susuhunan Jati. Kekosongan tahta Demak. yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. diharapkan oleh puteranya. Susuhunan Jati Cirebon. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. adalah negeri yang kuat. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. mempunyai hak yang sama. bahwa Surasowan Wahanten. Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. wafat dalam usia muda. putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). adalah menantu Prabu Ratudewata. dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. calon pengganti Susuhunan Jati.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. yang tidak menyertainya ke pengungsian. Sunan Prawoto. Kemudian. sangat menarik untuk dicermati. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. yaitu Prabu Sakti.

Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. Sultan Trenggono. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan). Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. Sedangkan pada waktu itu. tewas pula. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. Syarifah Fatimah. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. pada waktu itu masih kanak-kanak. Atas restu gurunya. adalah putera Susuhunan Jati. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. mendahului kakeknya. adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. Kedudukan tertinggi itulah. Susuhunan Jati. putera mahkota Cirebon. yang bergelar Pangeran Suwarga. sedang berada di Demak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Jipang menyerang Demak. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. secara terselubung. dianggap tidak semestinya. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. sebagai Susuhunan Cirebon. karena berupaya membela Prawoto. Wanawati Raras. pemerintahan Pakungwati Cirebon. Pangeran Suwarga. masih ada calon pengganti yang lebih berhak. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. Pada saat peristiwa itu terjadi. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten.Pangeran Sekar. juga warga Demak. adiknya Prawoto. Pangeran Suwarga. diharapkan adalah cucunya. Sunan Kudus. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). Naik tahtanya Fadhillah Khan. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. Mengingat. Sedangkan Pangeran Bratakelana. Karena Pangeran Emas. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon.

Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". Sekaligus. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. Wahanten Pasisir. Surasowan. Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". Misalnya. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita. berdaulat. . Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. mampu berdiri sendiri. ketika ia bersalat di permukaan laut. telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. Menurut "Serat Banten". Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. dipandang oleh masyarakat Banten. sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. walau sesungguhnya tokoh tersebut. Bupati Jayakarta (Jakarta). Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup". bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. melainkan Hasanuddin. . Sedangkan dari isterinya yang kedua. yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. Panembahan Hasanuddin. Pangeran Yusuf. Karena itulah. melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. kisah tentang watu gilang.yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. dengan "doa" Hasanuddin. Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. Bagi penulis "Serat Banten". mendadak berubah menjadi licin. mengkilap dan berseri.1964: 48). berhasil menjadi negari niaga maritim. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan. Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu. digantikan oleh puteranya. perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). dan Pangeran Arya. Sendi-sendi Islam. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai negara yang mahardhika (merdeka). sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. bila tidak dikenal asal-usulnya. dalam kisah "Serat Banten".Melihat kenyataan seperti itu.kelak menjadi isteri Tubagus Angke. Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin.

1961:13. berhasil ditundukkan. jarum. sutera. kain sulaman.Sunda (Pajajaran). 3. Sumbawa. Dari segi hubungan kerabat. dan sebagainya. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. Orang Arab dan Persia. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). rempah-rempah dari Maluku. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. sutra. lada dan Lampung dan Solebar. ikan kering dari Karawang. Minyak kelapa dari Belambangan. dalam Michrob. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. sisir. beras dari Makasar dan Sumbawa. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. mereka membeli lada. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. Situasi perdagangan di Karangantu. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. digambarkan sebagai berikut: 1. Palembang dan lainnya. Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal. gula dari Jepara dan Jayakarta. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. kertas. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. berdagang permata dan obat-obatan. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun. Ketika kembali ke negerinya. Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. menjual kain dari kapas. nila. penguasa Kesultanan Pajang. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . membeli rempah-rempah. payung. selop. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. benang emas. Orang Gujarat. kipas. dan kain putih dari Coromandel. Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. di Pakungwati Cirebon. porselen. sudah demikian menurun kharismatiknya. kayu cendana. buah pala. kulit penyu dan gading gajah. Pedagang-pedagang dari Cina. Makasar. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang.1993: 81). 2. Panembahan Ratu. beludru. Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa. cengkeh. untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran. Banjarmasin dan Palembang. Ketika mereka kembali. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. dapat diatasi dengan baik. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau. dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat. Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang. besi dari Karimata. tenunan dan Bali dan Sumbawa. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan. 1975: 160). Turki.1983: 38 dan 59). Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. timah putih dan timah hitam dan Perak. Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. Dengan demikian. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. Sasaran utama penyerangan. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat. perkampungan orang Pegu. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut. Kedah dan Selong di Malaka. keamanan wilayah. sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. orang Arab. gading gajah dari Andalas. mulai dipersiapkan. Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. perdagangan dan pertanian. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. Siam. Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai. strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota.1977: 448). Persia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada masa Maulana Yusuf. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. adalah Pakuan. Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. Banjar. Ternate.cendana dan kepulauan Sunda kecil. rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. 1950:182). setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota. gangguan keamanan.1981: 56-58). Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu. Bugis. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. Bali (Tjandrasasmita. Laskar Surasowan Wahanten. bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Makasar. Cina.1983: 31). dari sejak pemerintahan ayahnya. dan sebagainya.

rover. di Cisolok dan Bayah. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. Bila kenyataan yang terjadi. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. Disebut demikian. maka di kota Pakuan. Kelak. keturunannya masih merupakan kaum-adat. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. Dari peninggalan yang ada. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. Kota Pakuan Pajajaran. tetapi di Pulasari. Pada masa pemerintahannya. Bagi Panembahan Yusuf. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. laskar Surasowan Wahanten. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. Sampai sekarang. Dengan diboyongnya batu tersebut. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. Prabu Ragamulya Suryakancana. digantikan oleh puteranya. terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. merupakan upaya "pembersihan". Sekarang. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. Prabu Ragamulya Suryakancana. Palangka itu. la tidak menghendaki. Padahal. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. Serbuan laskar Surasowan Wahanten. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. terhadap kedzaliman. dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. mengungsi ke pantai selatan. Pandeglang. Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". sangat memungkinkan. beserta ketiga saudaranya. Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. Oleh karena itulah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai pusat pemerintahan yang baru. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran.

belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Menurut cerita leluhurnya. kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. bahwa di sanalah. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. dalam Pantun Bogor. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. Sekelompok kecil yang bernasib baik. Prabu Ragamulya Suryakancana. penguasa masyarakat Sunda pertama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang meninggalkan urusan duniawi. satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. napas tertua bentuk kerajaan. tentunya tidak membuat babak baru. Mungkin ia pergi ke Pulasari. Sesungguhnya. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. hanya berusaha mempertahankan diri. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. Akan tetapi.Puasari. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. akhirnya berpusara di tempat lahir. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n . ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan.Kampung Ciptarasa. Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. bersama pembesar dan pengikutnya yang setia. "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. mereka meninggalkan kota Pakuan. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". la hanya sebagai "rajaresi". Prabu Ragamulya Surya Kancana. secara samar-samar. sambil menyongsong ajal tiba. Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. Jejak peristiwa itu. sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. Akan tetapi. Pandeglang. Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). beribukota d. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. dibinasakan. dikisahkan Ki Baju Rambeng.

Konflik tidak dapat dihindari lagi. Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. niaga maritim. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. Sejak kecil. Melihat kenyataan seperti itu. Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun. wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. Pada tahun 1580. terutama dalam hal pembangunan kota. Panghulu Negara (Kadhi). Akan tetapi. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. Sedangkan Panembahan Yusuf. D. Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. kepada Pangeran Japara. baru berusia 9 tahun. pengembangan areal pertanian. Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. Pangeran Japara bersama pasukannya. menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. tinggal di keraton Japara. Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. Ketika itu. Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. Pangeran Japara. putera mahkota Pangeran Muhammad. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. semakin berkembang pesat. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi).Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. antara lain: 1. Panembahan Yusuf. Ketika Maulana Yusuf sakit keras. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. Oleh karena itu. Pangeran Arya. dan 2. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. Dari permaisuri Ratu Hadijah. terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia dikenal juga dengan sebutan. Rata Winahon. Maulana Yusuf meninggal dunia. Pangeran Muhammad.

Bersama 249 pasukannya. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. Keling. Bengali. Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. Dalam pelayarannya. hingga ke pelosok-pelosok desa. Malaya. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. Seperti halnya ayah dan kakeknya. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. terletak di Pacinan. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. Jawa. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. yaitu daerah Karangantu. temboknya dilapisi porselen. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. sebagai pencatat perjalanan. Dan pasar yang ketiga. Malabar. bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. Setelah persitiwa itu. tidak tercapai. Pegu. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis. dan akhirnya diusir dari Banten. Gujarat. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan. Mangkubumi Jayanagara. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid. Arab. Diceritakan pula. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara. mereka berangkat dari pangkalan Tessel. di bagian utara Kerajaan Belanda. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. Pasar kedua terletak di Paseban. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . seperti dari Bugis. Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .itu. Cina. Turki. yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. dan Abesinia. dan lain-lain. pada tanggal 22 Juni 1596. bertindak sebagai walinya. Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. yang memperdagangkan keperluan sehari-hari. Rupa-rupanya.1993: 89).1993: 89). Melalui Tanjung Harapan. Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'. dari berita pedagang Portugis.

140 | S e j a r a h K e r a j a a n . menuju negeri Aceh Darusalam (1599). Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. Armada dagang yang dipimpinnya. berlangsung di sekitar Sungai Musi. di negeri rencong itu. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. Perwalian. jabatan Wali Kerajaan. Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. Selanjutnya.Sikap Cornelis de Houtman. Mereka tiba di sana. Sementara itu. la memimpin langsung pasukannya. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. armada Kesultanan Surasowan Banten. tidak menghasilkan apa-apa. ia diturunkan dari jabatannya. sebagai Wali Kesultanan. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. karena kecongkakannya. Akhirnya. berputera Abdulmafakhir. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. Ratu Wanagiri. ia melanjutkan perjalanan. yang kasar dan tidak bijaksana. pada tanggal 13 November 1596. Karena sikap congkaknya. menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. Akan tetapi. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. pada tanggal 17 Nopember 1602. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. hampir memukul mundur pasukan Palembang. yang baru berusia 9 bulan. putera Aria Pangiri. Akhirnya. Kemudian. Sebab. Sultan Maulana Muhammad. ditarik mundur. Pertempuran sengit. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. pada tahun 1602. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. Sultan yang masih bayi itu. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. Bahkan. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). Mangkubumi Jayanagara. ia tewas terbunuh. didampingi oleh kakeknya. Akan tetapi. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. cucu Sunan Prawoto Demak.

Snouck Hurgronje (Roesjan. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. Akhirnya. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. Didukung pula oleh pihak Inggris. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. pada tanggal 30 Mei 1619. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. Kongsi dagang tersebut. Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. Rasa ketidakpuasan itu. Pangeran Mandalika bersama adiknya. pada bulan juli 1608. didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam. Huru-hara untuk sementara dapat diredam. Kekuasaan sepenuhnya. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. Mangkubumi terbunuh. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. yang kelak diambil oleh Dr. Melihat kondisi seperti ini. terjadi kembali huru-hara besar. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. Pada tanggal 23 Oktober 1608. pada tahun yang sama (1602). Pangeran Arya Ranamanggala. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. di antaranya Insan Kamil. yaitu suku Bataav. Akan tetapi. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada tanggal 13 Mei 1626. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. di Belanda terjadi peristiwa penting. Melihat situasi seperti itu. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir.Sementara itu. pada tahun 1604. menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. yang diberi nama Batavia. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. Sementara itu. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. mengadakan huru-hara di pelabuhan. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). Peristiwa tersebut. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. Bahkan. agar Sultan Abdulmafakhir. la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi.1993:127). yaitu Pangeran Mandalika. oleh penduduk Nusantara. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala. dalam Michrob. mencapai puncaknya. Di sana mereka membangun sebuah benteng. di kalangan Keraton Surasowan Banten. dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni.

merupakan masa kemakmuran. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". Pangeran Surya. Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. la seorang Sultan yang cepat tanggap. menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Perjanjian itu. pada tahun 1650. Pada tahun 1640. sering "terjun ke lapangan". bersikap bebas. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak. ia mencapai perjanjian perdagangan.Gelar ini diperolehnya. 3. Tahta Kesultanan Surasowan Banten. Selanjutnya. Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). Begitu juga dengan putera mahkotanya. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. E. Ratu Pembayun. dilanjutkan oleh cucunya. diserahkan kepada Pangeran Surya. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. 4. 2.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Arya Kulon. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. Pangeran Raja. akan tetapi. Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Abdulmafakhir. Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah. Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. Kesepakatan perdagangan. antara lain: 1. dan 5. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. Abdulma'ali. Akan tetapi. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. ia meninggal dunia dalam usia muda. bagi Kesultanan Surasowan Banten.Sultan Abdulmafakhir. dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. penguasa Kesultanan Surasowan Banten. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. diangkat menjadi Sultan Anom. putera mahkota. Pangeran Lor. kedudukan Sultan Anom. Pada tahun 1645. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. .

Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. 2. bahkan kemungkinan besar akan gagal". sebagai pejabat tinggi negara. melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. baik orang-orangnya. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. yaitu: 1. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan 4. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. Pangeran Kidul. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. Oleh karena itu. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. 2. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya.Pangeran Surya. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. Antara lain. yaitu: 1. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. 4. dan Ratu Tinumpuk. 3. dari manapun asalnya. empat orang saudara kandungnya. Ratu Inten. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. merupakan pekerjaan yang sulit. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. Pangeran Wetan. 3. Ratu Kulon. sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. Pangeran Raja. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. Pangeran Kilen. Pangeran Lor. Serta empat orang saudara seayah. Terhadap Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya.

memusnahkan tanaman tebu. Di wilayah perbatasan. tanpa basis yang tetap (gerilya). Pasukan "gerak cepat" itulah. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Mengenai satuan tempur di darat. menurut perjanjian 1645. Di laut. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan. yaitu sebelah Timur Cisadane. dalam satuan-satuan kecil. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. satuan-satuan armada kecil. hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. terlihat watak maritim Banten murni. 2.1. Untuk memenuhi strategi itu. Setidaknya. Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. Kompeni Belanda. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. Sebagai catatan. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. Panembahan Hasanuddin. dan 2. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. Kompeni Belanda. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . harus dipancing keluar dari sarangnya. Semua aksi-aksinya. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. Di darat. Tujuannya. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. pasukan patroli Kompeni Belanda. tidak akan pernah sampai ke Batavia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". dan menghancurkan kilang penggilingan gula. harus dipotong. yang tidak diinginkannya. beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. Padahal Kompeni Belanda berharap. supaya kapal-kapal itu. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. setiap ada kesempatan. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. Jalur angkutan laut. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. dan 3. Akan tetapi. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda.

agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". dan Speelman. Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). Trio itulah. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. van Goens. sangat puas atas prestasi Maetsuycker. Mereka mendorong. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. Sultan Abdulfatah. sejak masa GJ. la terkenal cerdas. ia mempunyai dua orang kawan. yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. yaitu: mahir menjadi pedagang. Menurut pandangan mereka. kedua penasihat Maetsuycker. Baik van Goens maupun Speelman. yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. Sebagai ahli hukum. Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. pada tahun 1653.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah hasil dari buah tangannya. selanu 30 tahun. yang tidak bertahan lama. kecuali untuk berburu di luar tembok kota. Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. dan pandai bergaul. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda.dalam "pembaharuan perjanjian". yang membantu Dewan Hindia Belanda. ulet. Maetsuycker. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. telah memenuhi persyaratan. Maetsuycker. Anthony Van Diemen (1636 -1645). yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. yang sekaligus menjadi penasihatnya. menggantikan Carel Reynierszoon. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. Para Direktur Kompeni di tanah airnya. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. Untuk mencapai tujuannya. mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. Akan tetapi. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara. "Statuten Van Batavia". sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". Maetsuycker tidak senang bertualang. saling mengisi dalam watak dan pendapat. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). sebagai sumber pangan.

Sebab secara pribadi. agar ia bertindak lebih keras. Kedua belah pihak. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. atas biaya dari Banten. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. utusan Kompeni Belanda. perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. Pada tahun 1657.Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. Terhadap tindakan itu. Ancaman dari darat inilah. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. van Goens dan Speelman. baik di darat maupun di laut. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. yang berdasarkan kelompok etluk. dilakukan sampai beberapa kali. sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. bersedia membuka jalur perundingan. dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. 4. sebanyak 10 pasal: 1. mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. sambil membawa usul-usul baru dari mereka. Sebab di laut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kompeni Belanda mengambil prakarsa. Banten harus membayar kerugian perang. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. hampir berhasil. 3. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. 2. Padahal. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. Sampai akhir tahun 1656. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. Pada tanggal 29 April 1658. dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. Kesultanan Surasowan Banten. Untuk memenuhi keperluan tersebut. menginginkan Maetsuycker. Karena merasa lemah di sektor darat. Menjelang akhir masa perjanjian. harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. Pertukaran nota. derigan membentuk pasukan "pribumi". 5. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. Akan tetapi. 6. membawa usul "perdamaian". 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Abdulfatah. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar".

2. peralatan-peralatan yang dimaksud. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. 10. Setiap orang Banten yang ada di Batavia. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah menegaskan. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar. maka sebagal imbalannya. Tuntutan yang pertama. warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. agar orang Banten. secara bebas dapat membeli meriam. berarti menyulut sumbu perang terbuka. demikian juga sebaliknya 8. pada tanggal 11 Mei 1658. Dengan tegas. Sultan Abdulfatah menuntut: 1. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n . (Michrob. yang telah diperolehnya. Oleh karena itu. karena: 1. agar "bunuh diri".7.1993:137). pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. agar orang Banten. sebagai imbalan. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini. Sultan Abdulfatah sangat faham. 2. Tuntutan yang kedua. Sebagai jawabannya. Sebab. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. Seperti yang telah diduga sebelumnya. pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. harus dikembalikan ke Banten. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. Menuntut. artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. Menuntut. yang dinilai sangat tidak adil. Perbatasan Banten dan Batavia. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. Penolakan tersebut. peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. 9. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat.

di perairan Labuhan Ratu. karena dalam rangka blokadenya. mulai memuntahkah tembakan salvo. di perairan Tanara. berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. selalu "berkeliaran".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. Ratu Bagus Singandaru. Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. Sepuluh di antaranya. agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. berlangsung sampai senja hari. Arya Suryanata.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. Si Muntab dan Si Kalantaka. untuk menjaga serangan dari laut. sebuah satuan tempur darat. Kapal-kapal Kompeni Belanda. yang masing-masing diberi nama. 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ratu Bagus Wiranatapada. yang menyebar di sekitar pelabuhan. Dengan melalui jalan darat. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. Tumenggung Wirajurit. dipusatkan di sekitar pelabuhan. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). Suranubaya. selama 9 hari. 4.000 orang. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. jenis canon (meriam besar). di perairan Tangerang. balasan dari pasukan ardleri Banten. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. Pertempuran sengit itu. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang. di perairan Karawang. tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. Pertahanan ibukota. di perairan Pontang. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. 3. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. 1. dengan kekuatan 60 meriam. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. Sedangkan satuan Artileri Banten. 5. Akan tetapi. Oleh karena itu. ditempatkan di pantai Caringin. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. Sultan Abdulfatah memerintahkan. di sekitar Pulodua dan Pulolima. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. Selain itu. perairan Selat Sunda. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. Hal ini dilakukan. 2.

yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. untuk mengadakan penyegaran pasukan. armada Kompeni Belanda. telah banyak korban yang jatuh. kemudian memeluk agama Islam. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. Pimpinan baru. oleh Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah. Perundingan berlangsung di Batavia. Kompeni Belanda. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebetulnya. sepanjang sungai Cisadane. dipandang sebagai ancaman baru. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. menuju ke laut lepas. karena pihak Kompeni Belanda. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. adalah: pengukuhan garis perbatasan. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. dari pasar Batavia. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. dan Kesultanan Surasowan Banten. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. bertindak atas nama Sultan Jambi. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. harus dikembalikan ke Batavia. yang sudah memerlukan istirahat. Akhirnya. Mereka dibekali pasukan baru. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah mengambil keputusan.Sebelum malam tiba. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. Oleh karena itu. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. Padahal. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. tentang hak membeli senjata dari Batavia. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. Sebab. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. Di Batavia. Sementara itu. terjadi stagnasi. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. tanpa alasan yang sah. titik berat dari perjanjian itu. akan ditangkap. tidak menuntut hak monopoli. Melihat kenyataan ini. dari kedua belah pihak. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. pada tanggal 10 Juli 1659. Kemudian Sayid Ali. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. di garis depan Angke-Tangerang. Bagi orang Kompeni Belanda.

Sebab. Bila dalam kapal Kompeni itu. atas permintaan kepala perwakilannya. menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. Kemudian. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan.Sebagai catatan. yang selalu memanfaatkan kesempatan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kelak terbukti. tidak dikenakan bea pelabuhan. dapat menyitanya. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". antara lain sebagai berikut: 1. kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. 2. akan diberi gelar kebangsawanan. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. ada barang yang dianggap terlarang. dengan bayaran tinggi. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. dengan cara mencari setiap kelemahan. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. Bahkan. petugas pemeriksa dari pihak Banten. atau terpaksa singgah karena memerlukan air. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat". F. dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. Bahkan bila dianggap layak. untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. Strategi Sultan Abdulfatah ini. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. bahwa para gerilyawan Banten. terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. Kemudian. biaya pemeliharaan kantor tersebut. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya. tetap diperbolehkan dibuka. antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu.

Salah satunya. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. dalam tempo 9 hari perjalanan. karena terletak cukup jauh dari pantai. Posko pertahanan sebelah timur ini. Strategi ini. telah banyak hal yang terabaikan. sepanjang saluran yang baru. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. Kedua. dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas.000 jiwa. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda. Oleh karena itu. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. antara lain sebagai berikut: Pertama. Hal ini disebabkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masyarakat dianjurkan mencetak sawah. pada tanggal 31 Januari 1679. Kompeni yang akan lenyap". untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. Kompeni Belanda menyadari. banyak mernakan biaya yang amat tinggi. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang. Pada saat perang berlangsung. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal.tujuannya. Sebab selama perang berlangsung. yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. kepada atasannya di Netherland. juga sarana perhubungannya sulit. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. bahwa pembuatan saluran tersebut. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. bahkan dihancur-lumatkan. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. dibuat sepanjang jalan lama. karena beban logistik yang terlalu berat. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. selain letaknya yang jauh. Di sebelah kiri dan kanan saluran. Dibangun saluran secara berantai. Dengan demikian. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. atau. Saluran itu. bahwa "Banten harus ditundukan.

yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. Selain pembangunan fisik. 3. Mata-mata Banten mendapatkan. Dari orang EIC. terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. Dari Wales.Kesultanan Surasowan Banten. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. Muara Beres. untuk mengepung benteng Batavia. Sebab. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland.000 orang. ia memperoleh informasi rahasia. Kecemasan pihak Kompeni Belanda. sebanyak 500 orang ke Muara Beres. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. atau ke arah tenggara Muara Beres. Dengan demikian. yang mengirimkan koloni petaninya. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. 2. dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus. negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. Sultan Abdulfatah. dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672. Peningkatan ekspor. Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). yang menuju Batavia. pos terdepan pasukan Banten. koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. Ketika pecah perang. Banten pun merupakan sebuah negara maritim.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda. pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. Banyak di antaranya. Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. dengan kekuatan 4. Di Muara Beres. Sultan Abdulfatah. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. Terbukti. dihuni petani biasa (bukan tentara). 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . Alih teknologi. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. bahwa pemukiman orang Mataram itu. dan mereka dianggap "tidak berbahaya". orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). yaitu: 1. ke sebelah timur dari Wales.

sekarang). kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten. yang cukup tebal. Negeri Belanda. yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. dan berfungsi sebagai benteng cadangan. dengan nama Tubagus Wiraguna. seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. Benggala dan Persia (Iran). dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. mengundang para teknisi Eropa. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. Jalan masuk menuju komplek Istana. merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. diberi dinding bata pada kedua tepinya. dibuat pula saluran yang cukup lebar. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan. mampu berlayar hingga mencapai Philipina. dapat ditandatangani tahun 1670. ditempatkan menara jaga. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. De Haan berpendapat. Dalam sumber Belanda yang sejaman. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. dilindungi tembok terbuat dari bata merah. Sebagian besar para teknisi Eropa itu. Di sekitar tembok benteng. Istana yang megah itu. Melalui kongsi dagangnya. dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. Seluruh komplek. Sultan Abdulfatah. 1996: 303). ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan. Macao. Hal tersebut.Dalam jalinan persahabatan internasional ini. untuk menghindari pengintaian dari luar. tidak jauh dari pantai. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. Keraton Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. dilengkapi pancuran dan danau buatan. Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. Kelak. Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. berbentuk busur. yang memiliki daya jangkau jauh. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. pada tahun 1671. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota. Pada sudut-sudut benteng. bahwa nama tempat itu (Ragunan). Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. keraton itu dilaporkan bercorak modern. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. Dari nama keraton itulah.

putera mahkota Sultan Haji. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten. Sultan Ageng Tirtayasa. guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti. memerlukan waktu 2 tahun. diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. diperintahkan oleh ayahnya. Sementara itu. berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. untuk menunaikan ibadah haji. Tamat (Naerssen. pada tahun 1674.yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n . sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki. di Istana Tirtayasa Selanjutnya. pada tanggal 16 Februari 1671. dapat saja meletus. Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri. di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten.1977: 159). Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan. Setiap saat. untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. Abdulkahar. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Peristiwa ini. Sejak itulah. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Abu'nasr Abdulkahar.

di antara kedua belah pihak. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. banyak yang menyingkir. 800 dan 300 orang Makasar. bila salah satu pihak diancam Kompeni.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. Sikapnya yang sangat hati-hati. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. Koloni petani Mataram di Karawang. cenderung mengarah kepada permusuhan. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. Saran van Goens dan Speeltnan. hubungan Banten dengan Mataram. Sultan Ageng Tirtayasa.Hal yang meredakan ketegangan. Kedua belah pihak saling membiarkan. dalam . Dalam perjanjian Bongaya (1667). bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. kemudian bergabung dengan laskar Banten. kehilangan sekutunya di kawasan timur. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. Karena persaingan itulah. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. membuat ia mengambil sikap netral. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. Kekhawatirannya. Sementara itu. Dalam kejadian ini. dan kehilangan kebebasannya. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. Kesultanan Surasowan Banten. Terbukti. diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Sisa-sisa laskar Makasar. Oleh sebab peristiwa itu. adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. tidak pernah mulus. berturut-turut telah datang ke Banten. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. Bantuan senjata dan perbekalan. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka.

telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. Akibat peristiwa itulah. Oleh sebab itulah. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. karena alasan politik. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. Sultan Ageng Tirtayasa. sebagai Sultan Sepuh. Menggunakan kapal perang Banten pula. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. dengan keraton Mataram. dalam peristiwa itu. adalah kemenakan Panembahan Ratu. ibu dan isteri-isteri mereka. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. Menggunakan kapal itu pula. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. Sebagaimana telah dikemukakan. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. Mereka bersama ayahnya. Ibunda Amangkurat I. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. kedua orang kakaknya. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. tidak mungkin dipenuhi. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . putera Panembahan Girilaya yang bungsu. Panembahan Girilaya. juga puteri Mataram. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. dapat dipererat kembali. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. Mereka hanya menjanjikan. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya. Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah. akan mengambil sikap netral. yang telah lama retak. buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. Kesultanan Surasowan Banten. Masing-masing. Selain itu. Hanya saja.

la berkirim pesan kepada Speelman. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. sama-sama penganut garis keras. Berdasarkan pertemuan itulah. namun ditolak oleh Trunojoyo.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. Maetsuycker yang semula bersikap netral. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom. Akan tetapi. termasuk mahkota Majapahit. Speelman kembali ke Japara. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. putera mahkota Mataram. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. Karena peristiwa itulah. Selain itu. melainkan oleh Kompeni Belanda. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. Akan tetapi. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gubemur Jenderal Maetsuycker. Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. setelah Trunojoyo tertawan. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. karena menganggap sebagai konflik intern keraton. serta berhasil merebut dan mendudukinya. Speelinan pun mengusulkan. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. Pusaka-pusaka Mataram. Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. Pada tanggal 2 Juli 1677. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. Selanjutnya. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. dengan tujuan mendapatkan wilayah. yang selalu hati-hati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Selanjutnya. tidak menerima usul tersebut. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. sebagai tebusan biaya perang. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. dan menyerang Arosbaya di Madura. ia beserta mahkota Majapahit. penumpasan gerakan Trunojoyo itu. Akan tetapi. segera dilumpuhkan. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. Akibat serbuan Trunojoyo. menyeberangi Selat Madura. pada bulan Oktober 1677. langsung menyerbu ibukota Mataram. Sebagai penggantinya. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. tidak meneruskan gerakannya.

Kekosongan kekuasaan di Mataram itu.F. Parakanmuncung dan Bandung. karena Rangga Gempol III. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. Situasi baru ini. sebagal pembayar hutang biaya perang. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. Selanjutnya. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur. melalui Kapten Hartsinck. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. pada bulan September tahun 1678. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. Sebagai langkah awal. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. pada tahun 1680. sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. yang merupakan wilayah bawahan Banten. Akhir tahun 1678. PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. sehingga memperoleh bantuan meriam. peluru dan mesiu. Hubungan dagang Sumedang . dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. Rangga Gempol menggempur Sukapura. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. Bupati Sumedang. dengan mengerahkan 300 orang Talaga. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda.Kompeni. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. senapan. di bawah pimpinan Wiratanu. menyingkirkan para kepala daerah setempat. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. mudah terpengaruh bujukan orang. Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram. adalah menantu Bupati Bandung. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten. Akhirnya. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. Sebab. Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. Pendudukan Banten atas Sumedang. serta orang-orang Belanda lainnya. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. la senang meniru perilaku orang Belanda. di daerah Indramayu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. Rangga Gempol kembali berkuasa. mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. Secara politis. Akan tetapi. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. Sementara itu.Cakrayuda. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. la labil dalam sikap. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677. Ambisi Sultan Haji yang amat besar. Potensinya masih kecil. yang berkedudukan di Pamanukan. Kabupaten Cianjur. justeru muncul dalam kesempatan tersebut. tanpa kajian yang mendalam. Tetapi yang paling membahayakan negara. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. Caeff. hanya berlangsung kurang dari dua tahun. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Haji. dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda.

karena gangguan gerilya Banten. la cerdas dan cerdik. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. Speelman mematangkan situasi. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. ia menyusun catatan pertempuran. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. Speelman mengetahui. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. namun lincah dan tak senang diam. Pada saat-saat perang sedang berlangsung. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar. Akan tetapi di darat. Akhirnya. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. lengkap dengan keadaan politik. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. ia berani mempertaruhkan nyawanya. Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. Oleh karena itu. dalam pertempuran di laut. Untuk kepentingan Kompeni. tetap rawan. Dalam sehari. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan Perjanjian Japara untuk Mataram. tanpa persiapan yang benar-benar matang. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sikap licin seorang pedagang ulung. Rijcklof Volckertsz van Goens. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. pasukan Banten masih terlalu tangguh. la sangat memahami. la tidak berani. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. menjadi penguasa wilayah". terpaksa menahan diri. karena ia meninggal pada bulan November 1681. perunding dan panglima perang. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. terbawa mati. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. Dari "tiga serangkai Kompeni". Banten. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin.Kompeni Belanda sudah merasa kesal. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. Belanda kelahiran Rotterdam itu. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. semakin meruncing. telah akrab dengan iklim tropic. Watak dan keuletan Speehnan. ia orang Kompeni Tulen. tubuhnya kekar. Berkat pengalamannya sebagai pedagang.

Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. Sementara itu. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". pada tanggal 8 Januari 1681. Kapten Tack. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia. Sistem politik adu domba. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. tiba di Pelabuhan Banten. padahal di benteng "Batavia". Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. pada tanggal 16 Maret 1682. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". Van Happel. Sloot.Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. sebagai perunding ulung. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. oleh Jacob van Dijck dan Caeff. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. Sehingga. dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. Akan tetapi. dan Saint Martin. Dengan dalih. Tugas van Dijck yang sesungguhnya. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. pasukan bantuan Kompeni Belanda. ialah menghasut Sultan Haji. melainkan sebagai "penolong". Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. pada malam 26 Februari 1682. dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda. Sultan Haji menawarkan perdamaian. agar lebih berani mengadapi ayahnya. Selanjutnya. Mereka adalah: Kapten Hartsinck. berjalan mulus. ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan. di bawah komando Saint Martin. Speelman mengutus Jacob van Dijck. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. yang ditempati oleh Sultan Haji. dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai". Padahal. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. Pertahanan daerah Angke-Tangerang. di bawah komando Kapten Tack.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang menempati Istana Surasowan.

Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. Hingga bulan Agustus 1682. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. Saat itu. disambut baik dengan penuh rasa hormat. Serbuan pasukan Hartsinck ini. Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan. Dari ibukota Surasowan. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. Akan tetapi. mundur menuju Tanara. meriam tempur Hartsinck. Sedangkan di Tanara. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya. Di tempat itulah. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. yang berisi bujukan dan permohonan. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. berhasil merebut Pontang. mencoba mempertahankan daerah tersebut.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. bergerak menuju ke Tirtayasa. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. Selanjutnya. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. pasukan darat dan laut Banten. Sementara yang lain menunggu di Sajira. memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia. di sebelah selatan Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. Pada bulan Oktober 1682. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. pada bulan November 1682. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. Beberapa hari kemudian. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. Di Tanara. bergerak menuju Tirtayasa. mulai menembus keraton Tirtayasa. Akhirnya. armada darat dan laut Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. Pasukan gerilya Banten. sehingga terjadi stagnasi. dengan perhitungan yang matang. Pada awal Maret 1683. memasuki keraton Surasowan. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. Pada tanggal 28 Desember 1682. yang berada di Keraton Surasowan. Pasukan gabungan ini. oleh Sultan Haji.

sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". telah berhasil memikat para pedagang Inggris. ialah musuh besar Kompeni Belanda. Penangkapan itu. adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. Akan tetapi. Pada saat itulah. bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. yang diberikan rakyat Banten kepadanya. Akan tetapi. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. Sehingga. sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. dalam berbagai sumber. agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. Denmark. mereka merasa senang. tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . Seperti juga raja Makasar. Sultan Banten. Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. ia menyebutkan. Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. Selanjutnya dalam catatan Vlekke. menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. mencoba memodernkan negaranya. Karena terbukti. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda. Sultan Haji tidak berdaya. serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". Menurut pengamatannya. menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. Kemungkinan besar. Sultan Ageng Tirtayasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mungkin saja. Tanpa ragu-ragu. dan Perancis. Banten mencapai masa kejayaan. Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. Bahkan. la dihormati dan disegani oleh lawannya. dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya.Keraton Surasowan. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir.

ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. Hal itu justeru tetjadi. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten. yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). penerbit Saudara. dipimpin oleh para nakhoda Eropa. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. Kesadaran politik inilah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Cina dan Arab. dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. Para pedangan India. akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. terdapat kesimpang-siuran. Sultan Ageng Tirtayasa. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Disertai salah satu kapal milik Banten. sebelum kedatangan orang Portugis. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Orang berkata. melakukan pelayaran ke Philipina. Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Oleh sebab itu. Akibat peristiwa penangkapan tersebut. pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. Macao. pada tahun 1677. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. dari sumber-sumber yang ada. dari manapun asalnya. putera mahkota (Sultan Haji). Dalam tahap permulaan. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. Satu tahun lamanya. Serang. melonjak naik. la pun menuntut hak. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan.Atas bantuan orang-orang Eropa. setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. Padahal. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. berada pada titik puncaknya. Muhammad Ismail. bukan sebagai "bangsawan niaga". Sultan Haji mengira. Benggala dan Persia. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. berakhir pada tahun 1683. Mungkin penunjukkan tahun 1672.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . jumlah korban pada pihak musuh. Saleh Danasasmita (Anggota). putera Pangeran Sake. Setelah dilakukan penelusuran.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. 2. Edi S. luas wilayah perjuangan. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. artistik. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. tingkat volume lama perjuangan. Drs. Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya. Salah satunya. No. 5. Ekadjati (Ketua). Karena nilai-nilai kepahlawanannya. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. Tim inti itu. edukatif. (Anggota). dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda. dibentuk tim. Saini K. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. tanggal 8 April 1985. Pada tahun 1985. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. untuk meneliti. dan dukungan rakyat.M. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. dan lain-lain. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa.CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. Dr. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . G. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. Skep/182/N/1985. Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). psikologis. dan Drs. terdiri dari: Prof. 3. No. penelitian. politis. 4. Sprin. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. berdasarkan. yaitu Pangeran Sake. kesulitan yang dialami. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. Adik Sultan Haji. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. yaitu Tubagus Mustafa.

terukir oleh tinta emas sejarah. la raja yang bijaksana. antara lain: 1. *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kini diorama dan patungnya. serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). Ketiga tokoh tersebut. dan 3. dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723). Perlawanan Bupati Sumedang R. 8. Bagus Rangin. Dari hasil seleksi pada waktu itu. 3. Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi). tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). 5. sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). Sri Baduga Maharaja. Perlawanan rakyat Banten. Raden Alit Prawatasari. 7. gagah berani.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .A. 2. di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819). Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). 6. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). Sultan Ageng Tirtayasa. Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon. 4. di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683). yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. 2. terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah. raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi.T.1. Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat.

yang menggambarkan Brahma. menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati. Pada wayang Kumbayana. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . semuanya dikirim ke Batavia. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme. melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya. Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. Siwa. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta.1984: 29). untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. Beberapa puluh tahun kemudian. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie.1996:101). Brumund dan Van Hoevell. kendi itu dihilangkan. dua pakar yang terkenal. Durga dan Ganesha. Beberapa bulan kemudian arca itu. diangkut ke museum pula. kecuali satu. Agastya.BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI . beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap. Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. ternyata sebuah yoni. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap. Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. meniru bentuk janggut patung Agastya. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten. sekalipun orang Cina berkeberatan. yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana. Arca itu. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci. dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana.MELACAK RAJATAPURA I. pada paro pertama abad ke-19.

kemudian dibahas oleh Yogaswara. menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain. Pada berbagai singkapan. luasnya sekitar 17. tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite. antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda. gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. Sayangnya. dalam Guillot. dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung. Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut. Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). 1996.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang. ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari.500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. Pada materi yang sama. Pemujaan terhadap Agastya. dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n . tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. tuffa. bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara. Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. 1850.Boleh jadi. adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu. apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. 104). Kedua-duanya. mengemukakan pendapatnya. Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. Bila dikaji lebih dalam. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok.1993: 33). sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. Halwany Michrob. yang terletak di pesisir barat Pandeglang.

oleh Claude Guillot dan kawan-kawan. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan.1993: 33). di Pulau Panaitan. sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya. Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari. bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat. Dalam pada itu. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526.1894 dalam Guillot. sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan.daerah ujung selatan Surnatera. Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara. Ketika bapaknya datang kepadanya. Dengan demikian.1996: 106). karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n . dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman. Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah. (1996). dalam Michrob. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur.1983: 33). baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli. memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari. Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik. II. mengisyaratkan. Selanjutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja. Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. dikatakannya kepadanya. seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913). 1984: 3334). 1978: 38).

Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. di sekitar puncak Gunung Pulasari. Air Terjun Curug Putri. konon milik Maulana Hasanuddin. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung.19y6. Batu Cangkrung. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. air terjun Curug Putri. Menurut cerita rakyat Cilentung. antara lain: Batu Sanghiyang Arca. yang berserak di bawah cucuran air terjun. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. tidak pernah kering. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu. oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". Kekeramatan batu tersebut. Batu Kiara Jingkar. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. Untuk membuktikan kebenarannya. Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah. pipih. Batu Sanghiyang Kotok. terdapat batu-batu yang dikeramatkan. ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang dibentuk serupa "makam". Pada hemat kami.dicari". dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. ada semacam "gambar" ayam jantan. Menurut cerita rakyat. Di lokasi tersebut. dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ayam jantan tersebut. menurut cerita rakyat. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. Menurut cerita rakyat. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. Patut disayangkan. tebal 10 centimeter.100). Uniknya. Batu Kiara Sarebu. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor. Di lokasi Batu Kiara Sarebu. Batu Cangkrung. Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari. air di atas permukaan yang cekung tersebut. Batu Kiara Jingkar. menurut cerita rakyat.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. Makam yang satunya lagi. tetapi hampir tidak menonjol. kelihatan pula. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. Hal itu. ketika diukur menggunaltan kompas. lengan-lengan dan kelamin lelaki. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. Bahkan batu-batuan yang ditemukan. Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. 1996). terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. Di lokasi itu. jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. Di lokasi puncak Roncang Omas. juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. Uniknya. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. Di lokasi puncak Rincik Manik. Selain tempat-tempat keramat biasa. Di lokasi puncak Rincik Manik. membujur arah utara-selatan. dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir.300 meter hingga 1. dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik. Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang ditinggallkan wisatawan lokal. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. banyak sampah-sampah berserakan. terdapat dua tempat yang dikeramatkan.Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". Di bagian lain. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot. nampak gosong. berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. Makam yang pertama. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. Mungkin.346 meter di atas permukaan laut. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. pada ketinggian antara 1. membujur arah timur-barat. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari.

dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia.1985: 92).1996:100). tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang. antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri. Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs. yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja". "primitif" dan "kampungan"... dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan belum dikerjakan (Sukendar. Di daerah Lampung. Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang. mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur). Jawa Barat.bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang. karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. Haris Sukendar. dikemukakan antara lain sebagai berikut: . dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938). Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1. Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar. Mungkin Guillot kecewa. Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. 1981/1982: 247). Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda. menerangkan makna dan fungsi menhir.

Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran. Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. banyak sekali. Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung. terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir. Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali. namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte.1984: 42). Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa. antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas. yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya. Mereka memohon kepada nenek-moyang. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan. Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme.wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n . Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. dengan mengucapkan mantra. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka. yang menjadi tujuan terakhir. Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik.. mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu..

Makam Gunung Cupu. Batu Rincik Manik. Sanghiyang Dengdek. Lokasi di Desa Batulingga. Batu Lingga. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. oleh arus deras sungai Cibama. Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). Gunung Pulasari. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. Desa Pasirpeuteuy. Kecamatan Saketi. 4. Lokasi di Desa Banjarnegara. Desa Sanghyangdengdek. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. keadaan pantai barat Pandeglang. Lokasi di Desa Sukasari. antara lain berupa menhir: 1. Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat". Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. Dihitung secara geologis. 6. 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. Posisi di puncak Gunung Pulasari. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. 8. 5. Lokasi di Kampung Pahoman. pada masa 2000 tahun yang silam. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. Sanghiyang Arca.1984: 42). Sanghyang Healeut. 2. Jumlah 3 buah menhir.nenek-moyang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Batu Pahoman. Terhanyutnya pasir. Berdasarkan kajian geografi sejarah. Kecamatan Banjar. Gunung Karang. Batu Goong. 7. 3. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. Cicaringin dan Cibangangah. Desa Cikoneng. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. Kecamatan Cadasari. Batu Cihanjuran. Kecamatan Mandalawangi. Lokasi di Kampung Kaduhejo. Kecamatan Menes. juga Gunung Aseupan. Kecamatan Saketi. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. 9. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. lokasi di mata air Cihanjuran. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. debu. Kecamatan Saketi. Lokasi di Desa Gunungcupu. Cilabuan. Kecamatan Cimanuk. kerikil dari letusan gunung.

Lokasi di Desa Palanyar. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. Kecamatan Menes. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Lokasi di Kampung Cibulakan. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di Desa Saketi. Batu Cangkrung. 2. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. Batu Pangsalatan. 1786. Batu Pangasaman. diduga memiliki nilai kepurbakalaan. Batu Tumbung. ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain. Kecamatan Saketi. Lokasi di Kampung Nembol. Batu Kolam Citaman. Batu Notod. 7. Kecamatan Saketi.III. masih terdapat gejala religi "agama masa silam". Batu Qur'an. Batu Ranjang. 5. Batu Saketeng. Batu Kasur. antara lain: 1. Lokasi di Desa Parigi. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. Kecamatan Cimanuk. Di kawasan Popinsi Banten. 4. Batu Tongtrong. 6. 12. 9. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. Kecamatan Saketi. 3. 3. Batu Sanghiyang Kotok. Kecamatan Mandalawangi. 2. 8. Kampung Sampalan. Lokasi di Kampung Cidaresi. Lokasi di Desa Parigi. Desa Parigi. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). dalam laporan resminya (1908 no. Batu Kuda II. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di Desa Sukasari. Lokasi di Kampung Baturanjang. Djajadiningrat. Kecamatan Cimanuk. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. Desa Palanyar. Batu Kuda I. di antaranya: 1.1929: 47). Bupati Serang tahun 1908. van Tricht. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. Kecamatan Cimanuk.A. 10. Batu Keris dan Bata Teko. 11. Desa Palanyar.A. Kecamatan Saketi. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. Kecamatan Cimanuk.

berupa peninggalan dari masa pra-Hindu. watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima. antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir. namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita. Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan.1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy. Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis. Bagi mereka. Walaupun kurang terdapat keterangan terinci.1984: 43). Namun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna. bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha. sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan. akrab. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku. Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. Keterangan peninggalan tersebut. Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993). dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk.disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya.

peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar. Tidak menutup kemungkinan. Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob. Sang Pencipta Roh.pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm. salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari. Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala. Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. niskala = gaib). dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. "ratu bakti di dewata. Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib).j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme. akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). mengemukakan pendapatnya. yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan". Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur). dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. Iswara. yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot. Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan.1993: 5-6). Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter. kemungkinan besar pernah tersingkir. 1984:41). Wisnu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme. Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma. sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja". dewata tunduk kepada hiyang). Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita. kemungkinan ada unsur kesengajaan. maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna. Kemungkinan-kemungkinan itulah. dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek.

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Anutan mereka sekalian Waisnawa. dipelihara dan sangatlah baik karenanya. Ada yang memuja Hyang Ganayana. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. Golongan ini banyak pengikutnya. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari".. Adapun mata pencaharian warga masyarakat. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan. ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta. juga Hyang Wisnudewa. Kekunoan arca-arca tersebut. . mengusahakan pelayanan. Ada yang memuja Siwa-Wisnu. Sang Raja membuat candi.warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//. di antaranya berburu di hutan pegunungan.. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot.. Oleh karena kekunoannya itulah.. Karena sekalian warga masyarakat. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera. bertani dan sebagainya. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n .. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa. mengharapkan hidup lanjut dan selamat. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda. berdagang. Ada yang memuja Hyang Siwa. yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati. Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan.// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/..

Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). ia menulis tentang arca Ganesha. Guillot menjelaskan. penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam. dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot.1984). berada tepat di pantai. dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut. Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). Kota Palembang di Sumatera Selatan. dan bahkan nama kerajaan itu. sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada. terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). sehingga hilang keunikan tempat asalnya. untuk sementara belum dapat dipastikan. beserta beberapa arca lain yang bergaya lama. sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu. karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang.1984:13). posisinya jauh dari garis pantai. Kutipan tersebut sangat berharga.1996:103). telah ditemukan di daerah Banten. hingga mencapai 8-9 kilometer. Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. Banten sebelum masa Pajajaran. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)". pada bagian lain. Saleh Danasasmita.1996:108). Oleh karena itu. Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot. Akan tetapi. di bagian Pulau Jawa yang paling barat. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). memberikan kepastian lokasi. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno. antara abad ke-7 hingga abad ke-11. Sedangkan Palembang sekarang.

berada di tengah-tengah.. yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari.//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Begitu pula hal yang sama. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938). dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura. menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm. terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). (terletak) di tepi laut. Kemungkinan besar.. titik terbesar yang berbentuk persegi empat. terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta. halaman 154. bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi. Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terungkap sebagai .. berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu).garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. Setelah dicoba dikaji-bandingkan. Secara kebetulan. Di salah sate permukaan batu itu. Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai. Burhan menyebutnya "Batu Peta". parwa I sarga 1. sangat strategis. saat ini (18 Maret 2001). Kemudian. terindikasi adanya beberapa ketepatan. Oleh karena itulah.5 cm). bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi. berada di pesisir barat Pandeglang. lebar 18 cm. Barmawijaya (akhli geologi). ditinjau dari segi pertahanan keamanan. sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan.1980:13). Kemungkinan tersebut. bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. tinggi 9. didukung oleh pendapat Dedi M. posisi kota kecamatan Mandalawangi. juru pelihara Burhan.

Gunung Aseupan dan Gunung Karang. Oleh karena itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara. 184 | S e j a r a h K e r a j a a n .benteng alam: Gunung Pulasari. posisi Mandalawangi. diduga kuat.