P. 1
Sejarah Kerajaan Tatar Sunda

Sejarah Kerajaan Tatar Sunda

|Views: 175|Likes:
Dipublikasikan oleh zhizqy

More info:

Published by: zhizqy on Apr 27, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2014

pdf

text

original

SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an.

Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa-i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99).
Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut:

Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil-hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam.
Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3.

Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta

sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan). Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah:
1|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari-hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber-sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah-naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke-17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989-1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723, Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta.
2|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka

Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar-benar
pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut-turut, naskah-naskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967-1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5-2-1978); 2.

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah

ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983;
3|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno. Edi S. 4|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep). Bahasa: Jawa Cirebon. bentuk: Prosa. Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu. Walaupun demikian. 2. Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A.5 cm. Kertas sangat kusam kehitam-hitaman. sudah berusia lebih dari 100 tahun. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. tulisan: 32 x 22 cm. halaman: 35. dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). Ukuran. aksara: Cacarakan. yaitu halaman awal dan akhir. Dikumpulkan tahun 1926-1931 dan dijilid tahun 1978. kertas daluang yang digunakan dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta.5 x 27. salah satu permukaan halamannya melenting Dari naskah-naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999). Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa.4. dapat diketahui. memperinci kondisi naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta. sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. sampul: 35. tinta hitam. sebagian dari Serang (Yusuf. gaya Cirebon.5 cm.1999:187). bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman. 1 halaman kosong. halaman yang ditulis: 213 halaman. Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1-212 dan dua halaman tanpa nomor. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka (Ekadjati. yaitu: 1. tebal: 214 halaman.5 x 27. Penelitian usia naskah-naskah tersebut. sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo). tulisan umumnya masih terbaca. Naskah-naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron. bahan naskah: Dluwang. naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988). di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah.

bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar. dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. penyusun. dan kesehatan. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. pembentukan panitia. dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan. Pustaka Nagara Kretabhumi. nama naskah. 4. Melayukuna. Hal yang menarik misalnya naskah-naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. terdiri dari tiga bagian. dibawa kembali ke negaranya. Di antara mereka itu. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. yaitu: 1. tujuan penyusunan. parwa dan sarga. yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon dalam tahun 1599 Saka (1677 M). pengundangan nara sumber. Bahasa naskah pun sekurang-kurangnya mencakup bahasa-bahasa Jawakuna. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. dari daerah lain. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon.3. Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi. Selain itu. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. Pustaka Carita Parahiyangan. Purwaka 2. Balikuna. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan. seperti misalnya sejarah. sumber. Menurut Pangeran Wangsakerta. hukum. kepada Sultan Cirebon. Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. dan Sundakuna. Naskah-naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. pencarian sumber dan bahan. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. dan penyelesaian 5|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Kolofon Bagian purwaka. alasan penyusunan. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan-kawan. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya.1985: 537). yang berupa katalog mengenal pustaka-pustaka.

Jaksa Pepitu Cirebon. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan-kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. 2. Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang.1985: 530-557). 4. III. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta. tentang asal usul penulisnya dan kadang-kadang tentang siapa-siapa yang ikut serta menyusunnya. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). Panitia Pelaksana. Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. 4. Penasehat: 1. Pelaksanaannya. karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan. 1. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. yang terdiri dari: Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah Singanagara: penanggungjawab keamanan 6|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2. Bagian kedua. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun. 3. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. adalah sebagai berikut: a.masalah yang muncul dalam sawala. di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. d. bahwa dalam tahun 1677 M. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. 5. kadang-kadang amat ringkas. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. atas permintaan Sultan Kasepuhan dan Sultan Kanoman. Kata pengantar itu kadang-kadang lebar. Musyawarah tersebut diadakan.

Taliwang. Gurun. Tegal. India. Lasem. Campa. Banggawi. Sri Langka. Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. Seran. Berunai. Lamuri. Jepara. Ambon. Bantayan. Makasar. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). Ukur. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy-masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. Mojoagung. Panarukan. Namun di antaranya. Benggala. Tanjung Nagara. Tuban. Perelak. setelah disepakati bersama. Para Peserta. Malaka. b. Parakan Muncang. Kuningan. dibuat risalah resmi. 7|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. Maluku. Imbanagara. Luragung. Pasai. Bali. Banten dan Palembang. Barus. Tanjung Kutai. Sindangkasih. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. yaitu: Sangga I: Surabaya. Lwah Gajah. Sangga II: Mataram. Lamongan. Geresik. Balambangan. Talaga. Cina. Tanjungpura Karawang. Rajagaluh. Kertabumi. ada yang memberikan naskah-naskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. Anggadipraja: duta keliling. Cirebon. Sangga V: Jambi. Wirasaba. Galuh. d. Tumasik. Tembayat. Bangka. Kuta Lingga. Giri dan Sendang Duwur. Galunggung. undangan dan juru bahasa 6. Bagelan. Kediri. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. c. Pendengar (pangreungeu). Galiyao. Nayapati. dan Trengganu. Pasuruan. e. Sukapura. f.5. Dermayu. Losari. Semarang. Arab. Rancamaya. f. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. Minangkabau. Tahap-tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. Sangga IV: Sumedang. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). dari negara tetangga yaitu: Mesir. Brebes. Demak. Cangkuang. Kudus. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. Sedayu. Tanjung Puri. Madura. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok).

yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. bahwa naskah-naskah Pustaka Wangsakerta. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. Hampir-hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). aku senantiasa menemui kesulitan-kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. demikian pula pada waktu menyusun pustaka-pustaka lainnya. dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). Hampir mereka itu berperang-tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur.g. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. IV. Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. dalam upaya menyusun naskah sejarah. tahun wafat raja dan banyak hal lagi. CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing. terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri-menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing-masing mengenai: kejayaannya. dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. 8|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . istri raja. Madura dan Banten. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. meletusnya suatu pemberontakan. tahun pemerintahan raja-rajanya. Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. keturunan raja-rajanya. Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur.

Walaupun demikian. Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam-macam pustaka tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan-kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka. tidak lagi dibuat-buat. maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih-lebihan (wakrokti). mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini. Karena itu aku menempuh jalan tengah. Tetapi mereka memberikan catatan. termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya. terutama sebagai pengetahuan tentang raja-raja 9|Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan. Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya. Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. lebih-lebih dengan para sesepuh. terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih-lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. melainkan hanya hasil pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). Ada yang melontarkan kata-kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan.Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). Mereka bersepakat sama-sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka.dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). Lebih.

Kemudian. dan Panembahan Anom. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. Tanggal tersebut. musyawarah itu telah berlangsung. oleh Jaksa Pepitu. sebagai para penguasa Cirebon. naskah-naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang.jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se-Nusantara di Cirebon itu. baik secara khusus maupun sambil lalu. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. la pun biasa menunjuk sumber-sumber tertulis atau lisan. Patut disayangkan. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya. Dalam naskah-naskahnya Pangeran Wangsakerta.beserta kerajaannya. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah. Penulisan naskah menjadi pustaka. memang baru dilakukan kemudian. Dapat diketahui. sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. Karena itu. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini. Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. Dalam jilid yang lain. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah-naskah Pangeran Wangsakerta. 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja). sebenarnya telah diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. agamanya. Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya. Bila demikian halnya. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. Dilihat dari gaya tulisannya.

Di antara amanat Sultan Sepuh itu. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari-hari. yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan. Sultan Kanoman. bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas-lepas (fragmen). adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara-negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang 11 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan Panembahan Kacirebonan). Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). dan 3. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). Alasan pertama. yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut. ialah karena melihat kenyataan. ada dua hal yang menarik. Dalam kenyataannya. Setelah itu. dari orang yang sangat mereka hormati. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. Pangeran Abulfath Abdulfatah. berlangsung di Keraton Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. Dengan demikian. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa. apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. yaitu: 1. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. Permasalahannya. sehingga Karta ibukota Mataram. Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. Tahun 1676. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. 2. Alasan kedua ialah.terjadi penyerbuan Trunojoyo. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf-hurufnya. adalah keterangan Wangsakerta. karena para penyusun memperoleh tugas. walaupun tidak dijelaskan. Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya.

Sriwijaya. kirakira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). Sedangkan beberapa hal lainnya. sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. Jawa Tengah. dapat dikatagorikan logis. dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. Dari naskah-naskah yang terkumpul. Dalam hal yang demikian. dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. Secara runtut berlangsung. pada salah sebuah nisan. Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. Dalam ambahan sumber. Samudera Pasai. dengan cara mengkompromikannya. dekat Bukit Gempol tahun 1528. Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten.riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). Tatar Sunda. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. Bahkan. atau melukiskan peran dengan ungkapan yang hampir selalu sama. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. Jawa Timur. dalam beberapa hal. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. baru dapat diketahui peristiwa-peristiwa dun urutan pemerintahan raja-raja. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. Disana. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). Banjarmasin dun Nusa Bali. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bila hal itu tidak mungkin. Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun.

terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. tersimpan sebuah dokumen. Di gedung Arsip Nasional. Dalam naskah tersebut. tanpa nilai khusus. pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. Sedangkan Dipati Topati. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. De Haan (1912. pada tanggal 9-11 Maret 1986. bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. sebagal salah seorang penguasa Cirebon. Di bagian bawah naskah sebelah kiri. nyaris tidak dikenal oleh umum. Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. Karena kesal. Sebagai Sejarawan Abad XVII. PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. Menurut Saleh Danasasmita. Catatan Harian Kompeni. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten). dicantumkan dengan tegas. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. sama sekali bukan. tokoh Pangeran Wangsakerta. van der Meer dan Jan Mulder.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. F. Pada urutan ketiga. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681.V. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). Tulisan tersebut berupa makalah. dikenal adanya sebuah naskah wawacan. Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam sumber Kompeni lainnya. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. ternyata benar-benar ada. bahwa berita tersebut "tidak benar". de Haan dalam buku Priangan II (1912). termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya. melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. De Haan mengumpat Caeff. membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. Dr. Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). Di lingkungan terbatas kerabat keraton. kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. dalam pertengahan kedua abad ke-17.

Singanagara. masih sangat kabur. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. Sunan Tegalwangi. senantiasa ingin merebut Cirebon. pada tahun 1599 Saka (1677 M). la 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari puteri Mataram. Panembahan Girilaya berputra tiga. Setelah Panembahan Ratu wafat. Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut.Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. termasuk kedudukannya di Cirebon. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. adiknya. Purbanagara. dan Nayapati. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. Anggadiprana. Dari perkawinan tersebut. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama. Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu. Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. Anggaraksa. Tapi raja Matararn. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman. Anggadireksa. Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin yang menjadi Sultan Kanoman pertama. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Empat tahun kemudian. maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat.

Sementara itu raja Mataram. Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. yaitu aku sendiri. Setelah wafat. Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar. Pangeran Dipati Anom. Mataram dan Belanda. Susuhunan Amangkurat dan putranya. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Dalam pertempuran di berbagai daerah. Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan adiknya. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano.bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama. ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. adiknya. Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. 15 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten. Setelah itu putranya. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. tentara Mataram selalu menderita kekalahan. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi.

Lalu Sultan Banten mewisuda kami. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. Akhirnya Panembahan Sepuh. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. sehingga dapat menghapus segala kekisruhan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain. Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon. merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. Kutipan di atas. Penguasa Banten menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. *** 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam-macam hidangan yang serba lezat. akibat bermacam-macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian.Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda.

BAGIAN : 2. maupun dari lapisan Pleistosen-Tengah. (Wangsakerta. berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1. dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto). kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen-Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala.1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala).. SALAKANAGARA I. PURWAYUGA Sedemikian jauh.. bisa saja terjadi di Tatar Sunda. Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur-angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang. Sebelum kemungkinan itu terbukti. antara lain sebagai berikut: .// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba). Bumi 17 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akan tetapi. di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen-Bawah.

manusia hewan. Ada pula yang seperti raksasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .000 sampai 300. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa-purusa) dari zaman purba. hanya menggunakan tangan. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. Kesenangannya ialah berayun-ayun pada cabang pohon. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang. antara 750. Kira-kira 1. permukaan bumi ini menjadi gunung-gunung dan lautan. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). tanpa busana. muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. terutama di Pulau Jawa. Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung.000 tahun sampai 600. besar dan tinggi sosok tubuhnya. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. belum ada mahluk hidup.000. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi. Berjuta juta tahun kemudian. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh-tumbuhan kecil. di lereng gunung dan tepi sungai. Di antaranya ada yang menyerupai kera. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. muncul berjenis-jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. kemudian bermacam-macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. Kemudian. Di daerah lain di Pulau Jawa. Ada yang tinggal di atas pohon. Mereka adalah manusia purba. Beberapa juta tahun kemudian. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. Kulitnya berwarna gelap.000 tahun yang silam. hutan Makasar. sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. karena mereka berlaku seperti setengah hewan. hutan Sumatera. dan hutan Kalimantan (Bakulapura). Akan tetapi.menjadi dingin. 18 | S e j a r a h K e r a j a a n . Namun demikian. Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. Mereka mirip kera. yang seterusnya setelah beribu-ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna.000 tahun yang silam di Nusantara. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan.

19 | S e j a r a h K e r a j a a n .000 sampai 25.000 tahun yang silam. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga).000 tahun yang silam.000 sampai 20. Senjata dan perabotannya terbuat dari batu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. diburu. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare). Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. antara 500. saling bunuh di antara sesamanya. ataupun binatang. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara.Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600. mahluk jenis inipun akhimya punah. Kelompok manusia ini belum diketahui asal-usulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas. Akan tetapi bertubuh lebih kecil. jumlahnya tidak banyak. Selanjutnya.000 sampai 50. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga). Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa-purba. dan Pulau Jawa. berwarna kuit agak gelap.000 tahun yang silam. dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara. tidak banyak berbulu.000 sampai 300. Ke dalam zaman tersebut. Mereka tidak cerdas. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah. Kira-kira 250. Sumatera. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga). Mereka hidup antara 50.000 tahun yang silam. antara 300. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa.000 tahun yang silam. tetapi buatannya tidak bagus. di Sumatera. Seterusnya. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya. dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain. musuh. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil. hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40. Sementara itu. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam.

II.

PENDATANG DARI UTARA

Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984), yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli, Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal-usul ras Melayu, antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan, berangkatlah suku-suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni,1984:1). Yunnan, yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan, dijelaskan pula oleh Ales Bebler, antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata-rata 1000 meter di atas permukaan laut. Alamnya tertutup oleh rerumputan, pepohonan yang rendah dan semak belukar. Wilayahnya terbelah-belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah-buahan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. Asal bangsa Indo-mongolid, yang jelas adalah Cina Selatan, akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong, melalui jurang-jurang dan lembah-lembah sungai di Cina, Birma dan Siam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya-Nanling (Daldjoeni,1984: 3, 9-10). Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1, dikemukakan peristiwa sebagal berikut:

Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana, Campa, Syangka, dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia), Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Kutalingga, Gowa, Makasar, dan pulau-pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara, termasuk Nusa Bali. Mereka tiba di Nusantara kira-kira 20.000 tahun sebelum tarikh Saka.

20 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Manusia yaksa kerdil (wamana purusa), sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru. Sementara itu, manusia purba yang hidup antara 25.000 sampal 10.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru. Kerukunan, kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak, telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. Adapun, kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu, kayu, tulang, bambu, serta bahan-bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang-orang dari benua utara tersebut, dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Dari 10.000 tahun sebelum tarikh Saka, sampal tahun pertama Saka, terjadi perpindahan secara bergelombang, kelompok pendatang dari benua utara, yaitu: 1. 2. 3. 4, 5. 6. 7. 8. 9. antara 10.000 sampai 5.000 tahun sebelum tarikh Saka; antara 5.000 sampai 3.000 tahun sebelwn tarikh Saka; antara 3.000 sampai 1.500 tahun sebelum tarikh Saka; antara antara antara antara antara antara 1.500 sampai 1.000 tahun sebelum tarikh Saka; 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka; 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka; 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka; 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka; 100 sampai awal tarikh Saka.

Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga). III. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA

Orang-orang yang datang berturut-tarut dari berbagai daerah itu masing-masing ada pemimpinnya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang, lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Akan tetapi, ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.
21 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Semakin lama, penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. pulau-pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya; 2. subur tumbuh-tumbuhannya; 3. kehidupan penduduknya bahagia; 4. serbaneka rempah-rempah ada di sini; dan 5. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu, daundaunan, atau rumput. Mereka selalu membawa tombak, gada, busur, dan panah, serta berbagai jenis senjata lainnya. Mereka tinggal di hutan, ada yang hidup berkelompok, ada juga yang selalu bersembunyi, ada yang mernisahkan diri, ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung, dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung. Rumah Sang Panghulu, selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. Rumah sang pemimpin ini, terhitung besar dan berpanggung (berkolong), sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu, ia adalah orang yang sangat berwibawa. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan pulau-pulau lain di Nusantara. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek), tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap rumput. Mereka bertolak dari daerah asalnya, dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan, menuju lautan. Akan tetapi, ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Mereka berlayar ke beberapa pulau, sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. Banyak di antara perahu-perahu itu hancur di tengah laut, karena dihantam ombak atau terseret angin besar, sehingga perahunya terlunta-lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu, adalah: 1. tempat asalnya selalu kekeringan; 2. 3. terjadi bencana gempa bumi; dan musim kemarau yang berkepanjangan.

22 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

darah. menguasai berbagai ilmu mantera. Sang Panghulu yaitu Sang Datu. masing-masing membuat rumah. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. Lama kelamaan. tunas. sungai. matahari. Mereka berburu hewan. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap. tunas. mengalahkan musuhnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kayu. ikan. daundaunan. Untuk sementara. gunung. Anak. Pakaian kulit itu ada yang diberi 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . Serbaneka pemujaan mereka adalah api. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam-macarn. Setibanya di sini. hampir sama seperti di negeri asal mereka. melaksanakan sembah-hiyang. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. dan rempah-rempah. buah-buahan. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. dengan tata upacara dan sembah-hiyang serta sajen. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). mereka menderita kekurangan makanan. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. umbi-umbian. melindungi adat. tumbuhan. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. bulan dan bintang. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. memberi berkah. mengharapkan berumur panjang. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. pohon besar. lalu menetap di sana. Makanan sehari-harinya adalah daging. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. arwah leluhur. dan daging hasil buruan. dan keluarga. Singkatnya. Karena itulah. cucu. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. Ada yang ingin terlepas dari kenistaan. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. Rumah mereka itu berderet. batu. makanan sehari-hari adalah daging hasil berburu di hutan. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). mengharap terlepas dari penderitaan. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. Tujuannya adalah agar terkabul cita-citanya. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. selalu bertapa.Akibatnya. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. Pakaian sehari-hari terbuat dari kulit kayu. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan. serta terluput dari bahaya dan macam-macam harapan lagi. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu.

tentang tanah. akan ditangkap dan dibunuh. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. ukuran. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. seolah-olah Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . musim kemarau.600 sebelum tarikh Saka. hari. dan kenistaan bagi orang pribumi. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta-lunta memasuki hutan dan pegunungan. ilmu tentang hutan. Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. perak. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari-hari. permata. Sebaliknya. makanan. membuat api dengan batu api dan besi. serta membuat tabuh-tabuhan untuk mengiringi tari. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). manik. pendatang baru makin lama makin banyak. Akan tetapi. gempa bumi. tentang ucapan. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). menyebar ke pulau-pulau di Nusantara. tentang gunung. lalu ilmu tentang rempah-rempah. segera dikalahkan. membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. telah mengenal emas. Terjadilah pengungsian besar-besaran. telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. serta membuat aneka obat-obatan. kesengsaraan. Kaum pribumi. merasa terhina dan sangat takut. Zaman ini.lukisan menurut kehendak masing-masing. tentang hewan. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. Kaum pribumi itu selalu kalah. 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . hutan dan gunung. serta membuat wayang dari kulit diukir. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba-tengahan (janna puruwwamadya). serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. Mereka merasuk ke desa-desa yang dikunjunginya. musim hujan. dan perahu dengan baik. Di samping itu. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. dan ilmu memanah (dhanurweda). kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. Kaum pendatang kelompok ini. tumbuhan. sedangkan batu-batuan dan tulang. karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan. Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. tiba kira-kira tahun 1.

Selanjutnya Aki Dungkul. ada kemiripan dengan Ya-wa-na. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. kota Yu-wan. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. Yu-wan dalam bahasa Cina. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Ki Bagang.…/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. di wilayah Propinsi Yunnan. menurut para akhli. Sedarrgkan Yunnan sendiri. USA). namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. putera Datuk Waling namanva. 1980.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berdiaiu di wilayah Langkasuka. yang berdiam di pulau Hujung Mendini. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara. Datuk Banda putera Nesan namanya. dalam naskah tersebut dikemukakan. Selanjutnya. terdapat sebuah kota kecil Yu-wan. Sang Aki Bajulpakel. yang membentang dari 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang terletak di tepi sungal Yuan-Mouw. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. ia berdiam di dukuh di tepi sungai. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. putera Ki Srengga namanya. Ki Pawang Sawer. yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. putera Ki Pawang Sawer namanya. Datuk Pawang Marga. Oleh karena itu. putera Datuk Pawang Marga namanya. yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi. kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan.

Mereka telah mampu membuat rumah besar. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak-panahnya. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. dibuat dari kulit yang diukir. perilaku mengenai alat penukar. gempa bumi. berbagai tumbuh-tumbuhan. Biarpun sering melawan. membuat pakaian dan perhiasan yang indah-indah. Orang-orang pribumi senantiasa kalah. ialah membuat senjata dari besi. Karena orang pendatang baru. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. Penyebabnya. orang yang datang baru bertambah banyak. pengetahuan tentang berbagai binatang. SURGA DI MUKA BUMI Bertambah lama. yang dijadikan makanan sehari-hari. Mengembara di hutan dan gunung-gunung. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . kendaraan. akibat pencairan es. pengetahuan tentang laut. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. Wayang. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. juga membuat berbagai obat-obatan. IV. begitu pula membuat perahu bagus. pengetahuan tentang hari. juga emas. ada di bawah perintah orang-orang pendatang baru. manik. dan pengetahuan tentang tutur kata. segalanya terbelakang. Golongan pribumi senantiasa dihinakan.arah barat di wilayah Kashmir.000 depa). membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi. berkeliaran tanpa tujuan. kristal. menimbulkan gempa tektonik. (musim) penghujan dan kemarau. Adanya benturan dua lempeng tersebut. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari. pengetahuan tentang memanah. tentang makanan yang lezat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. Mereka menanam padi. berbagai perkakas dari besi. Kenyataannya. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. Selanjumya. di puncak Himalaya pada saat musim semi. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. India dan Burma (Myanmar). gunung. membuat perlengkapan perang dari besi. perak. juga pengetahuan tentang tanah. yang dihuni suami-isteri dan kerabat laki-laki dan wanita. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. karena bodoh. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus-menerus. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh.

Selanjutnya, mereka memiliki pengetahuan tentang rempah-rempah, pengetalruan tentang hutan dan gunung, kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. Bahkan, pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana, negeri Syangka, negeri Campa, Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan, sangatlah pandai berbagai pengetahuan, yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan, dikatakan oleh pribumi. Sedangkan pribumi di situ, ialah orang-orang pendatang yang telah lama membuat perkakas dari batu, kayu dan tulang. Pakalan mereka dari serat kulit kayu, karena itu mereka disebut manusia purba-pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. Dikatakannya, bahwa orang-orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka, termasuk manusia-purba pertengahan, kira-kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa, di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. Mereka telah mahir dalam pengetahuan, sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar), pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang, anak panah dan sebagainya dari besi, emas, dan perak. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. Oleh karena itu, mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi, akibatnya Pulau Jawa dan pulau-pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya, secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian, maka maksud mereka tidak terlaksana, serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina, sebagai pelayan orang yang berkuasa. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka, hingga pertama tahun Saka, orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba. Pada awal tarikh Saka, datang orang-orang dari barat, yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka), Sayiwahana, dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. Mula-mula, mereka menuju ke Jawa Timur, lalu ke Jawa Barat, karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini, asal-usulnya juga orang-orang pendatang dari kawasan benua utara, yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu.
27 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini, di antaranya: bahan pakaian, perhiasan berupa ratna, emas, perak, permata, mustika, obat-obatan, bahan-bahan makanan, serta perabot kebutuhan rumah tangga. Adapun bahan-bahan yang dibelinya di sini, yaitu rempah-rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Di antara mereka ada yang terus menetap di sini, menjadi penduduk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Bali. Demikian pula di Sumatera, dan di pulau-pulau lain di Bumi Nusantara, yang disebut juga Dwipantara. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu, mereka sangat menghargainya, tidak bermusuhan, dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan. Kehidupan penduduk di sini makmur. Mereka menamakan pulau-pulau di bumi Dwipantara ini, terutama Pulau Jawa, laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). Oleh karena itu, mereka selalu merasa bahagia hidupnya. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini, kemudian beranak pinak. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya, subur tumbuh-tumbuhannya. Oleh karena itu, beberapa tahun kemudian, datanglah orang-orang dari Langkasuka, Saimwang, dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Lalu mereka menetap di situ, karena berjodoh dengan putri penduduk. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Kemudian mereka masing-masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Kolong rumah itu, digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya), membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu, ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa-desa. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu. Walaupun demikian, mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya, karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. Sejak dahulu, mereka memuja roh, bulan, matahari, dan sebagainya. Singkatnya, mereka itu mernuja roh (pitarapuja). Kaum pendatang baru dari India Selatan itu, telah rnenguasai berbagai ilmu, karena mereka telah mempelajarinya di negeri asalnya. Mereka tidak menghalangi
28 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

pemujaan yang dianut penduduk di sini. Hanya nama pujaannya yang diganti, disesuaikan dengan adat penduduk di sini. Dengan cara demikian, mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. Demikianlah, pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni, pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya, dan seterusnya. Adapun pemujaan roh besar, disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu, Hyang Siwa, dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti. Tak lama kemudian, banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Sementara itu, banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. Kelak, anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Oleh karena itu, desa-desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu, menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Sementara itu, keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah, karena Pulau Jawa subur tanahnya. Demikianlah pula pulau-pulau lain di Dwipantara. Oleh karena itu, antara tahun 80 sampai 320 Saka, sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa, di antaranya dari negeri India, China, Benggala, dan Campa. Banyak di antara mereka itu, yang membawa anak-isteri berserta sanak keluarganya, lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. Ada yang datang membawa perahu besar, ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Setiba di sini, mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Adapun pendeta agama Siwa, datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana.

V.

DEWAWARMAN

Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1, oleh Pangeran Wangsakerta, diriwayatkan sebagai berikut:

/jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara
29 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. yang sangat banyak berdatangan di sini. yang tiba di Pulau Jawa. Terutama para pendatang. Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). negeri Gaudi. ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan. atau tidak jauh dari muara sungai. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar-kecil. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. di pulau-pulau Nusantara. Dua wangsa inilah. tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). Tetapi. Di antara mereka. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. Dukuh besar ada di tepi laut. Ramailah kemudian dukuh-dukuh di tepi laut. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang-orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau-pulau di bumi Nusantara. ada juga yang berkasih-kasihan berbimbingan tangan. ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat). yang banyak datang dari negeri Bharata (India). Di sini. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. dan mereka kembali membawa rempahrempah ke negerinya. negeri Cina dan sebagainya.nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa-nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak. Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. telah banyak golongan warga masyarakat. Dukuh itu ada yang besar. Di antaranya ada yang bermusuhan. ada yang kecil. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. Dengan demikian. yang menjadi pribumi tiap dusun. Permulaan pertama tahun Saka. negeri Singhala. Mereka senantiasa datang di sini. 30 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya.

Dewawarman dan pasukannya. seperti kerajaan-kerajaan di Ujung Mendini. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa.namanya terkenal. China. Dewawarman ini. diperisteri oleh Sang Dewawarman.daerah sepanjang pantainya. diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. Tatkala Aki Tirem sakit. sebelum meninggal. dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. Agrabhintapura. dan pesisir Sumatera bagian selatan. dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri-negeri lain yang bersahabat. Pelabuhan-pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. Syangka. Perahu-perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. Kota besar lainnya lagi. Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Daerah kekuasaan Salakanagara. 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. Oleh karena itu. puteri Sang Aki Luhur Mulya. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. dijaga oleh pasukan Dewawarman. Nusa Api (Krakatau). sedangkan isterinya. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. Pohaci Larasati menjadi permaisuri. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman. namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. daerah. karena mereka telah menjadi penduduk di situ. Setelah Aki Tirem wafat. lalu beranak pinak. Bumi Sopala. Beberapa tahun sebelumnya. serta barang barang lainnya. adik Dewawarman. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. tidak ingin kembali ke negerinya. Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). sebab jalur ini merupakan gerbang laut. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. dan Abasid (Mesopotamia). Selanjutnya. Yawana. Dewi Dwanu Rahayu. Sedangkan adiknya yang lain. Demikian pula para pengikut Dewawarman. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. Oleh karena itu. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. masuk pula dalam wilayahnya. dengan nama nobat. lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain.

seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi. Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun. sang rani. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308-340 Masehi). Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja-raja India. putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. Yang kedua. bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara. PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. ia memerintah selama 24 tahun (174-198 Saka). la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). Dari perkawinannya dengan puteri India. la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. Anak yang tertua.252 Masehi). ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri. yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 . laki-laki. terjadi serangan bajak laut dari negeri China. ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya. Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi. Pada masa pemerintahannya. Yang kelima. Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. laki-laki bemama Gopala Jayengrana. Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. Dari perkawinan ini lahir seorang putera.238 Masehi). dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 . la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 .308 Masehi).VI.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kelak. Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi. Yang keempat. yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya. Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. Dari perkawinan ini lahir puteri sulung bernama Mahisasuramardini Warmandewi.

Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348-363 Masehi). bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya. Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. Dari puteri ini dengan Atwangga. Pada tahun 270 Saka. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat. yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. ketika sedang berburu di hutan. Kemudian. ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama-sama suaminya. bersenjata lengkap. puteri sulung Dewawatman VII. sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah pernikaharmya. di Rajatapura (ibukota Salakanagara). Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. pada tahun 262 Saka (340 Masehi). 33 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. Lengkaradewi beserta suami dan puterinya. Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara. dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya. Krodamaruta tidak lama berkuasa. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana. putera Sri Gandari Lengkaradewi. puteri sulung Dewawarman VII. Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. karena ia tewas tertimpa batu besar. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman.seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. adalah Sphafikarnawa Warmandewi. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya. Akhli waris tahta yang sah. lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura. Sphatikarnawa Warmandewi. Akan tetapi. Akibat peristiwa itu. datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi.

dan Jawa Tengah. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya. Anggota keluarganya yang lain. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. Raja Indraprahasta yang pertama. ada yang memuja Wisnu. sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. CATATAN PARA AKHLI Sesungguhnya. Yang ketiga. Permaisuri yang kedua. C. sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. Dewawarman VIII. Ada yang memuja Siwa. seorang putera bernama Aswawarman. antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. een gezantschap naar Cina. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura.Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII. herkencl. dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I. ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebab puteranya. In den nanm van het land ia Yawadwipa. In dat jaar zond ke koningvan Yet-two. seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera. puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. J. kemudian. VII. seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. Java-eiland. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. Dewawamm IX. Di antara penduduk. selama 233 tahun (130-363 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bernama Candralocana. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas. ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. ada yang memuja Ganesha. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. Dewawarman VIII mempunyai putera-puteri beberapa orang. namun jumlahnya tidak seberapa.I (1987: 31). genaarnd Pien. kehidupan penduduk makmur sentosa. en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. Krom dalam buku Het Hindoe-Tijdperk(1938:121). la diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura. tinggal di Yawana dan Semenanjung. berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara. Yang kedua. dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir. Semenanjung. Ekadjati. dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota. Yang sulung. telah dilacak oleh N. Kelak setelah ayahandanya wafat.

it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". dikemukakan pula kutipan terjemahannya. Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69). naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk. dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen. Ye-tiao terletak di perbatasan barat daya Cina. bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu. Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye-tiao adalah satu bentuk alternatif dari Ssu-tiao dalam arti Ceylon. dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz. hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen.eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd. dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula. di dalam hal ini. baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja. telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. Bahwa Ye-tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye-tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao-pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman. Untuk lebih dipahami. yang menyarankan bahwa Ye-tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa). seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. tetapi djuga akan menerangkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. Hal ini katanya tidak mengherankan. Memang mungkin sekali. jang bukan sadja berarti. bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara. hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. yang disebut di dalam Hou Han-shu. antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama. jika penguasa Singhala mengirimkan satu 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi. Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya. 1950:11). Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym. jang mana akan berarti. tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya.

tahun 132. meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao-pien. E. Javadvipa.G. dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi. Hall. Menurut dugaan Sarjana Perancis G. Di dalam berita itu disebutkan. dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. Sartono Kartodirdjo. bahwa raja Ye-tiao yang bernama Pien. G.1988:1718). "Chryse Chersonesus". Ye-tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa. karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama-nama yang disebut mempunyai nilai. "Sabadeibai Tiga". Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London.. antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya. datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy. dihuni oleh pemakan daging manusia. secara detail berisi tentang Asia Tenggara. Ferrand. mengemukakan hal yang sama.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931). mengutip tulisan NJ. yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi.E. adalah sebagai berikut: 36 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai. (Atja & Ekadjati. juga dihuni oleh pemakan daging manusia.perutusan ke Cina pada tahun 132 M. Hall. yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kota-kota di Semenanjung Mas. mungkin ada artinya dalam hubungan ini. Buku VII dari Geographianya. 1958 dalam Soewarsa. sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall. yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung sebelah baratnya.1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya. antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M.1987:32). Apakah Ye-tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao-pien. Pendapat D. pulau Jawa. D. dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti. sedangkan Tiao-pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo. Di antara pulau-pulau Nusantara disebut "Barousai Lama".

Selat Sunda. Tempat-tempat tersebut ialah Argyre Chora. Menurut Ayatrohaedi. Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat. pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. la. Chryse Chora. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia. dan menyebut kota itu dengan nama Barus. Ye-tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. Peta ini dibuat pada tahun 165 M. 37 | S e j a r a h K e r a j a a n . ujung utara Sumatera. dan nama Tiao-pien diduga sama dengan Dewawarman. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. Hasan Mu'arif Ambary. kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. dalam bukunya Geographia yang ditulis kira-kira tahun 150 M. Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. negeri emas dan Chryse Chersonensos. Tiao artinya Dewa. India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus. kita bertemu kembali dengan nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia. yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. dengan sendirinya diduga kuat. yang merupakan hasil utama kawasan itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han. Menggunakan sumber yang sama. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67). terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. Kartogtafer Eropa pada abad ke-15-17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90-168 Masehi). yaitu emas dan perak.Dalam buku Geographike. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. memberitakan bahwa "raja Ye-tiao bernama Tiao-pien.1977: 6). Vietnam. dan Pien artinya Warman. dalam Michrob 1993: 32). menyatakan bahwa pada abad ketiga. semenanjung emas. yaitu negeri Perak. mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". Pulau Panaitan. memberitakan. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi).

Pandeglang. Cina. Cina. terjemahan Effendi. Teluk Aden (Yaman). tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat.1993: 37). MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo. Prasasti ini.Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia. Berdasarkan temuan tersebut di atas. yang diperkirakan berasal dari abad V. India. sudah ada jalur bisnis di Asia. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara. dan Persia. Rute Ptolemeus adalah Venesia. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. dalam bukunya Geographia Hyphegesis. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman.1956:10). terdapat di Jawa Barat (Krom. adalah "terjemahan" dari Merak. Temuan selanjutnya. dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. dan kembali ke Venesia. dan nyatanya. yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. 38 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ayatrohaedi dan Edi S. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM I. Hasan Mu'arif Ambary. berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. Sartono Kartodirdjo. Lebak Munjul.1977: 36). Glory and Gospel. bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. yang berarti perak. Bahkan. Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus. sebagai Dewan Pakar menyimpulkan. mengemukakan pendapatnya. berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang). dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. 1996:15). dapat diduga. Iskandaria. pernah melakukan penggalian di Palembang. Barus.

Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob, riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1, halaman 771, antara lain sebagai berikut:

.. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //..
Terjemahannya:

Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India. Perangai tidak layak, kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Oleh karena itu keluarga, para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan.
Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sementara itu, rajanya telah kalah, tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi. Hanya saja, yang kalah, menjadi bawahan sang pemenang. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana, sangat menderita dan banyak yang tewas, karena sang penguasa, yaitu raja Gupta, telah banyak membunuh orang-orang yang tak berdosa. Telah banyak, tentara dan pemuka negara yang kalah, tewas di medan perang. Oleh karena itu, di kota-kota negara yang kalah perang, merajalela kaum perampok. Sedangkan raja yang menderita kekalahan, beserta keluarga, pengiring dan para pembesar lainnya, bersembunyi masuk ke dalam hutan. Adapun maharaja Maurya itu, bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada, yang besar kotanya. Sedangkan raja Calankayana, bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa, bernama nobat Maharaja Wisnugopa. Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu, lalu bersama-sama menyerang musuhnya (Samudragupta). Perang itu, berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya, kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. Kerajaan Maurya, memperoleh kemenangan. Yang berhasil menyelamatkan diri, dari pihak yang kalah, bersembunyi di gunung. Ada juga
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yang bersama keluarga dan pengiringnya, pergi ke seberang laut, yaitu ke Semenanjung, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Negeri Yawana, dan sebagainya. Salah satu kelompok keluarga Pallawa, yang mengungsi ke Pulau Jawa, dipimpin oleh Darmawirya, kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi, menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa, tersebar ke berbagai negara, terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Dinasti Warman (warmanwamca), akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara, dan negara-negara lainnya. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi), ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring), tentara, penduduk pria dan wanita, ikut melarikan diri. Mengungsi ke pulau-pulau di sebelah selatan, karena pihak musuh, selalu berusaha menangkap mereka. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya, tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Di sebelah barat Citarum, Sang Maharesi mendirikan perdukuhan, yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Wilayah ini (Taruma-desya), termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. Kelak, Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Kira kira sepuluh tahun kemudian, desa itu menjadi besar, karena banyak penduduk dari desa-desa lain, datang dan menetap di situ. Beberapa tahun kemudian, desa Taruma itu, telah menjadi nagara. Jayasingawarman terus berusaha, memperbesar negaranya, sampai menjadi sebuah kerajaan, lalu diberi nama: Tarumanagara. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya, bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun, yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358-382 Masehi). la wafat dalam usia 60 tahun, dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. Ia bergelar demikian, karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara, ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. Tetapi penduduk di desa-desa kerajaan Taruma, banyak yang tetap menganut pemujaan roh, yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. Sang Rajaresi, selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa-desa dan penduduk Tarumanagara. Oleh karena itu, Sang Rajaresi mendatangkan brahmana-brahmana dari India. Walaupun demikian, tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. Waktu itu, kehidupan penduduk dijadikan empat kasta, yaitu: yang pertama kasta Brahmana, yang kedua kasta Ksatriya, yang ketiga kasta Waisya, dan yang
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

keempat kasta Sudra Dengan demikian, penduduk itu dibeda-bedakan antara golongan Nista-Madya - Utama. Penduduk golongan nista, sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun, dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 - 395 Masehi). la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga), karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). Sedangkan ayahnya, dipusarakan di tepi kali Gomati. Rajaresi Darmayawarmanguru, digantikan oleh puteranya, yang bernama Purnawarman, yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395-434 Masehi). Purnawarman, dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). Dua tahun sebelum ayahnya wafat, ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga, pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). Ayahnya, Rajaresi Darmayawarman, mengundurkan diri dari tahta kerajaan, untuk hidup di pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). Tindakannya yang pertama, ialah memindahkan ibukota kerajaan, ke sebelah utara ibukota lama, yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya, Jayasingawarman. Ibukota yang baru itu, diberi nama Sundapura (kola Sunda), dibangun di tepi kali Gomati. Kira-kira tiga tahun setelah ia dinobatkan, Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai. Pembuatannya, dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). Pelabuhan ini, segera menjadi ramai, oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukan kerajaatkerajaan lain di Jawa Barat, yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. Semua musuh yang diserangnya, selalu dapat dikalahkan. la seorang pemberani, menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang, yang menjadikan dirinya, sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya, karena dalam perang, ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. la perkasa dan tangkas di medan perang, sehingga oleh lawan-lawannya, digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). Akhirnya, Purnawarman, menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Sri Maharaja Purnawarman, ibarat raja matahari yang bersinar bagi
41 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Tahun 410 Masehi. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. gajah seekor. ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. Prasati itu. Raja-raja bawahan itu. Sang Purnawarman. Mengenai kebesarannya dan sifat-sifatnya. Sebagai tanda penyelesaian karyanya. dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. Semua mereka itu. Sang Purnawarrnan. Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang diibaratkan Dewa Wisnu. Demikian pula para pedagang. yang ikut serta mengerjakan saluran ini. Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya. ialah: sapi 400 ekor. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. datang ke ibukota (Sundapura). Pengerjaan. pakaian. Sungai yang bagian hilirnya. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. Dua tahun kemudian. ikut serta berkarya bakti di situ. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis-gadis cantik. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. Setiap orang. ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. dari desa sekitarnya. semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. kuda 20 ekor.raja-raja sesamanya (panji segala raja). mendapat hadiah dari raja. dengan iringan suara gamelan yang merdu. 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. dan makanan lezat. dari tanggal 13 sampai tanggal 15. mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. Para petani merasa senang hatinya. tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). yang ditulis pada batu. sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata-kata berbunga (sarwa bhasana). pakaian. mengalir sampai di istana kerajaan. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu. mereka berkumpul bersama-sama keluarga kerajaan Tarumanagara. Tiap tahun. disebut Cisuba. Kemudian. yang biasa membawa perahu. yang diberikan kepada raja Indraprahasta. ditandai lukisan telapak tangan. serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi).

ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam-macam hadiah lainnya lagi. sebuah patung Wisnu. Para petani menjadi senang hatinya. Perinciannya: sapi (ghoh) 1. sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. lukisan telapak kakinya. laki-laki dan perempuan.000 ekor. Waktu dilangsungkan upacara selamatan. Sang Purnawarman. membuat prasasti yang ditulis pada batu. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. beberapa puluh tahun sebelumnya. berjajar memanjang di tepi sungai. dari desa-desa sekitarnya. banyak membuat prasasti batu. tanpa saling mengganggu pekerjaan masing-masing. memperbaiki. Sang Purnawarman sedang sakit. yang dilengkapi dengan patung pribadinya. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. Sang Juru. berkarya-bakti siang-malam. Sang Maharaja Purnawarman. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar. Mereka itu. Sang Mahamantri. disertai beberapa orang Menteri Kerajaan. sambung menyambung tidak terputus. Sang Tanda. yang ikut serta dalam pekerjaan ini. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah). sebuah bendera Tarumaragara. Kemudian. kuda 10 ekor. kakek Sang Purnawarman. Sang Purnawarman. kepada para Brahmana. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di situ. Setiap orang. lukisan telapak kaki tunggangannya. Sang Purnawarman. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. dengan membawa berbagai perkakas. telah diperbaiki. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. kerbau (mahisa) 80 ekor. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. Ada pun kali Candrabaga itu. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata.Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). Demikian pula di tempat-tempat lain. beserta pengiring lengkap. Sang Adyaksa. dan bahan makanan. Ribuan penduduk. dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. Panglima Angkatan Laut. Sang Maharaja. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). Selanjutnya. memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. Sedangkan para pemuka dari daerah. Dengan demikian. Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. Jadi. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pakaian serta makanan lezat. memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. pakaian bagi para Brahmana.

Dahulu. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. Di tempat-tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. di antara mereka. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. terjadi di perairan Ujung Kulon. Sernua itu. yang merajalela di perairan barat dan utara. di tengah laut. sebahagian terbunuh dalam perang. kerajaan ini tidak seberapa. makanan lezat. la pun seorang pemuja Batara Indra. mengepung dua buah kapal perompak. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. pakaian. Dari 80 orang perompak. kerbau 20 ekor dan hadiah-hadiah lainnya. Angkatan Laut Tarumanagara. diperbesar dan diperkuat. Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. Pembersihan terhadap kaum perompak ini. Perang pertama dengan kaum perompak ini. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. Sehingga. Hadiah berupa sapi 800 ekor. Seorang demi seorang. Karena itu. bunga teratai. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. dibunuh dengan berbagai cara. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). sebanyak 52 orang dapat ditawan. ditulis pada prasasti batu. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. ia tidak pernah mengampurri seorang pun. Demikian marahnya Sang Purnawarman terhadap kaum perompak.sanghyang tapak. Selamatan dan hadiah harta. harimau dan sebagainya. di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). Kemudian. Sisanya. Sang Purnawarman. Demikian pula halnya Angkatan Laut. selalu memenangkan pertempuran. Karena itulah. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. perompak yang ditawan itu. dengan tulisan pada batunya. apabila hendak pergi menyerang musuhnya. ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. pasukan Tarumanagara. Tetapi. ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). memperbaiki.

Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. bahwa Ci-Dang-Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang. bercokol di perairan Teluk Lada ini. perairan Pulau Jawa sebelah utara. yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak. barulah keadaan menjadi aman. kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang. 45 | S e j a r a h K e r a j a a n . Semua kapal diganggu. Pada bagian ini. Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang. Semua barang yang ada di dalamnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman. dipinta atau dirampas.Telah lama. sebagai lokasi ditempatkannya prasasti. karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. prabu yang setia serta penuh kepahlawanan. sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi masa silam. 1984: 3-1). barat dan timur. dikuasai kaum perompak. Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. yang menjadi panji segala raja. Kemungkinan besar. antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa. Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini. yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita. Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang. dan penduduk Tarumanagara merasa senang.

Adik Sang Purnawarman. raja Tarumanagara pertama. Adapun bendera kerajaan Taruma.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bakulapura. untuk mempererat persahabatan. Sopala. Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. negeri Syangka. Sang Nagawarman. Pangkal silsilah mereka. 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang diberi nama Kuta (Kutai). telah beberapa puluh keturunan. menjadi Bakulapura. berlukiskan berbagai macam binatang. yang mengungsi ke berbagai negara. ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga. Yawana. Beberapa ratus tahun sebelumnya. yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir). sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang. la pernah mengunjungi Semenanjung. Bendera Angkatan Lautnya. banyak di antara anggota keluarga ini. Sang Kudungga putera Sang Atwangga. Sumatera dan lain-lain. Cina. menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). berasal dari Bakulapura. bersama keluarga dan pengiringnya. adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). Keluarga itu. menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru. diperistri oleh Sang Aswawarman. dimulai dari Sang Pusyamitra. Negeri ini. telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab. Ada lagi bendera-bendera yang berlukiskan senjata milik satuan-satuan tempur. datang dari India. Salah seorang anggota keluarga Sungga. Kerajaan-kerajaan bawahan Taruma. berlukiskan naga (nagadhuajarupa). Puteri Sang Kudungga. Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil. bernama Cakrawarman. Sedangkan pamannya dari pihak ayah. Sang Kudungga. yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa). berada di situ dan menjadi penguasa. tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. keluarga itu. adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. mempunyai bendera. dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. Salah seorang isteri Sang Purnawarman. menjadi Panglima Perang. berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. Cambay (di India). bernama Nagawarman. laki-laki dan perempuan. Karena itulah. Sedangkan rnaterai raja (rajatanda). kemudian diubah namanya. Kakak perempuan Sang Aswawarman.

kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja). bernama Wisnuwarman. seorang raja besar di pulau itu. Kelak. menjadi penguasa Bakulapura. Sabara. Yang sulung bernama Mulawarman. Putera sulungnya. Purwalingga (Purbalingga). Bakulapura. Silsilah Dinasti Warman.Jadi. Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. Dalam masa pemerintahannya. Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman. Gunung Cupu. Ia dipusarakan di tepi Citarum. Malabar (Bandung). Kosala (Lebak). Siasat Perang. Setelah Sang Kudungga wafat. Karang Sindulang. Cangkuang (Garut). kerajaan-kerajaan yang menjadi bawahannya. sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). penduduk.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Gunung Kidul. Penganut Budha. Alengka. Penduduk pribumi. menjadi semakin erat. Purwanagara. Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat. tidak seberapa banyak. Wanagiri. Legon (Cilegon). Paladu. Adik Wisnuwarman yang perempuan. Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat. Manukrawa (Cimanuk). Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain-lain. Gunung Manik (Manikprawata). Agrabinta (Cianjur). menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. Purwakerta (Purwakarta). ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. menyusun bermacam-macam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan. adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang). Gunung Kubang (Garut). adalah keturunannya. sebagai penguasa Bakulapura. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaan-kerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara. Sang Purnawarman. diperistri oleh seorang raja di Sumatera. berasal dari: Sumatera. Akan tetapi. Isteri-isteri Purnawarman yang lainnya. Aswawarman berputera tiga orang. Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. Sang Aswawarman menggantikannya. Sagara Kidul. Ujung Kulon (Pandeglang). Sindang Jero. ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. Keadaan Daerah-Daerah di Jawa Barat. kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Cupunagara (Subang). wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. Bumi Sagandu. Peraturan Ketentaraan. kelak menggantikan ayahnya. Kecuali di Pulau Sumatera. Indraprahasta (Cirebon). Galuh Wetan (Ciamis). adalah puteri salah seorang raja bawahannya. Permaisuri Sang Purnawarman. Aswawarman dengan isterinya. Sri Jayanasa. Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. Dari permaisuri ini. sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). masih saudara satu-buyut. Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. Gunung Bitung 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . Nusa Sabay. Sri Maharaja Purnawarman.

Tanjung Camara (Pandeglang). dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. Indihiyang (Tasikmalaya). la. dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. Digantikan oleh puteranya. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sagara Pasir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. Pura Dalem (Karawang). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. Karena tidak punya keturunan. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi). Pasir Sanggarung (Cisanggarung). sebagai raja Tarumanagara ketujuh. digantikan oleh adiknya. Digantikan oleh puteranya. Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan. Jati Ageung. Digantikan oleh puteranya. Sang Dewamurti. Sang Candrawarman. Sang Wisnuwarman. dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. Kalapa Girang (Jakarta Selatan). memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). Linggadewata. Sang Suryawarman.(Majalengka). sebagai raja Tarumanagara keenam. la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat. Wanadatar. Sang Indrawarman. Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). Sang Kretawarman. sebagai raja Tarumanagara kelima. Pasir Muhara. sebagai raja Tarumanagara kesembilan. Sang Sudawarman. Pakuan Sumurwangi. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). Wanajati. Rangkas (Lebak). Tanjung Kalapa (Jakarta Utara). Dua Kalapa. Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. Digantikan oleh puterannya. Setyaraja. Digantikan oleh puteranya. putera sulungnya.

memegang peranan penting bagi Tarumanagara.Digantikan oleh puteranya. dengan Batas sungai Citarum. Sang Nagajaya. Oleh sebab itulah. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). II. menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. Wilayah timur Tarumanagara. tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). dari Sang Linggawarman kepada menantunya. 49 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam sumber Cina yang terakhir. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi. Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. menjadi Kerajaan Galuh. Peristiwa tersebut berakibat fatal. menjadi Kerajaan Sunda. Dalam tahun yang sama. Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. Sang Linggawarman. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. Ketika ia naik tahta. la digantikan oleh menantunya. memerdekakan diri. dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. Sang Tarusbawa. sebagai penerus tahta Tarumanagara. seharusnya tampil dalam panggung sejarah. sebagai raja Taruma nagara keduabelas. dan Rangkas). Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. ke berbagai negara sahabat. sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. menantu Sang Linggawarman lainnya. Digantikan oleh puteranya. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. ditandai dengan adanya pewarisan tahta. Dengan berbagai akibatnya. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). Sang Tarusbawa. Ujung Kulon. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. mengganti nama Tarumanagara. Kosala. Kerajaan Sunda. di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun. Dari sejak itulah. MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. dengan nama nobat.

Sebagai penggantinya. sering disebut Panca Persada. dan Suradipati. dalam sastra klasik. disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan 50 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Suradipati. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. Sena-Sanaha. yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda. Punta. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya. Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima-Punta –Narayana. Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. 3. Jumlah 5 keraton tersebut. memindahkan ibukota kerajaan. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena. yang terusir oleh Sang Purbasora. Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. di Kerajaan Sunda. Setelah 9 tahun berkuasa. Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. dalam usia 91 tahun. Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. Madura. Sang Sanjaya. daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". Setelah keraton selesai dibangun. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. adalah ayahnya Teja Kancana.Madura. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. Narayana. la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun. cucu Sang Tarusbawa. tetapi ia wafat dalam usia muda. Prinsipnya. pada tahun 654 Saka (732 Masehi). di Kerajaan Galuh. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). Sebab. Seharusnya. "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. 2.Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. Dalam Prasasti Canggal.

puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. 51 | S e j a r a h K e r a j a a n . kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. Sang Banga mempunyai putera. memperisteri Dewi Saraswati. la diwisuda pada tahun 739 Masehi. akhirnya tahta Kerajaan Sunda. Dari permaisurinya. Raja Galuh tersebut. Dewi Sawitri. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. Batara Danghiyang Guruwisuda. Rakeyan Medang. yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. Batara Danghiyang Guruwisuda. diwariskan kepada Sang Arya Banga. dan 2. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari.Saunggalah (Kuningan). Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. ketika ia wafat. digantikan oleh menantunya. yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. Disebut demikian. Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. pada tahun 825 Masehi. selama 8 tahun. digantikan oleh puteranya. Rakeyan Hujungkulon. Dari Dewi Kirana. Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. pada tahun 795 Masehi. dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. ialah: 1. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). Sebagai putera laki-laki. Rakeyan Diwus. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. Dengan demikian. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. kemudian diberi nama Dewi Samatha. Sedangkan Dewi Sawitri. bernama Rakeyan Medang. digantikan oleh menantunya. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon). menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. pada tahun 852 Masehi. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara. Setelah Prabu Hulukujang wafat. Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. dengan nama nobat Prabhu Hulukujang. sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. Rakeyan Wuwus. Setelah prabu Gilingwesi wafat. dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. karena putera Sang Banga tersebut.

Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. atas perintah Prabu Jayadrata. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). 3.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rakeyan Limbur Kancana. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. Prabu Wanayasa Jayabuana. dikerahkan kemudian. Rakeyan Jayagiri. la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. 52 | S e j a r a h K e r a j a a n . Serbuan inipun. Rakeyan Windusakti. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. karena dibunuh dan digulingkan. yang besar dan lengkap. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. Rakeyan Jayagiri.Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda. Kerajaan Galuh. membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. Akan tetapi. oleh Rakeyan Umbur Kancana. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. sebelah barat Citarum. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi. Di pihak lain. dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. Rakeyan Jayagiri. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. Selanjutnya. dan 2. sebab pada tahun 916. Pasukan Kerajaan Sunda. Rakeyan Jayagiri naik tahta. memperoleh dua orang putera. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya. antara lain: 1. berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. yang dibunuh oleh adiknya. Baru empat tahun memerintah. Rakeyan Kamuning Galling. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. di bawah naungan Prabu Jayadrata. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh.

kemudian ia naik tahta. Sebagai tindakan balas dendam. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. Prabu Wulung Gadung. di antaranya: 1. suanii Dewi Ambawati.Di Kerajaan Galuh. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa. Prabu Dewa Sanghiyang. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. dibunuh oleh seseorang. di antaranya: 1. Dewi Rukmawati. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana. menantu Prabu Limbur Kancana. calon pengganti ayahnya. yang bertahta di Kerajaan Galuh. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. mengangkat keponakannya. Rakeyan Gendang. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. dari tahun 973 sampai 989 Masehi. Pada tahun 1012 Masehi. putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. Dewi Somya. 53 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. dan 2. Rakeyan Sunda Sembawa. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. Sebagai wakil dirinya di Kerajaan Galuh. Tahta Kerajaan Sunda. atas perintah Dewi Ambawati. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. Dewi Somya. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. Rakeyan Sunda Sembawa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan 2. digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. damai kembali. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Prabu Resiguru Darmasatyadewa. naik tahta pada tahun 930 Masehi. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. bergelar Maharaja. Prabu Brajawisesa wafat. berputera dua orang. Prabu Dewa Sanghiyang. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. Prabu Limbur Kancana. ketika wafat. beralih ke Rakeyan Watuageng. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana).

yaitu Dewi Sumbadra. keduanya memerintah. tiga di antaranya ialah: 1. dan menyandang gelar Maharaja. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. dari tangan saudara seayahnya. pemberontakannya dapat ditumpas. dimulal pada tahun 1019 Masehi. la berputera beberapa orang. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. dan 2. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. Dewi Citrawati. dipercayakan kepada adik isterinya. digantikan oleh puteranya. ditunjuk Sang Wirakusuma. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuanamandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. Sri Dharmawangsa Teguh. Sedangkan Dewi Sumbadra.Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. Hadiah nama gelar semacam itu. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. Darmanagara. Ketika mengawali masa pemerintahannya. Sang Wikramajaya. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. Wirayuda. menjadi Mangkubumi kerajaan. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . diterima pula oleh Prabu Airlangga. dua di anataranya ialah: 1. berusaha merebut kekuasaan. sampai tahun 1065 Masehi. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. menjadi Panglima Angkatan Perang. Prabu Langlangbumi. Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. Prabu Sanghiyang Ageung. dan 3. memerintah di Kerajaan Galuh. Dewi Puspawati. adalah Sang Darmaraja. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. Akan tetapi. putera mahkota calon pengganti ayahnya. adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan digunakan sebagai gelar resmi. 2. penggantinya adalah Sri Jayabhupati. Bersama-lama. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja.

la pun tidak menghendaki. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. Ratu Batari Hiyang. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. Senapati Kusumajaya. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. melalui Batara Hiyang Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang). antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. membentuk angkatan perang. Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. Dahiyang Guru Darmayasa. Maharaja Langlangbumi. Sebenarnya. Galunggung. yang dihadiri oleh kedua belah pihak. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). di antara keturunan Sri Jayabhupati. Selama memegang kekuasaan di Galunggung. Kemudian. Sunda. Mangkubumi Darmanagara. dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. Sang Maharaja Langlangbumi.Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. timbulnya perpecahan. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. Yuwaraja Menak Luhur. Kemudian ditempuh jalan damai. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. Oleh karena itu. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. akan jadi duri dalam daging. Selesai membangun ibukota yang baru. Senapati Wirayuda. Senapati Suryanagara. tingkat keamanannya menjadi rawan. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. Resiguru Sudakarena. Di pedesaan antara wilayah Galuh. penguasa Kerajaan Galunggung. Akan tetapi. dan Galunggung. dengan cara mengadakan pendekatan. bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). yaitu Dewi Citrawati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . kalau tidak segera diatasi. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. Akan tetapi. Permaisuri Puspawati. tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. akibat ulah kawanan perampok.

dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. Sang Cakranagara. cucu Batari Hiyang Janapati. dan 2. puterinya Mahisa Campaka. mempunyai seorang puteri. memperisteri Ratna Satya. yang bergelar Dyah Lembu Tal. memperoleh putera. Galuh dan Sunda. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. Ratna Wisesa. yaitu: 1. dengan ibukotanya di Galunggung. Dari 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari pernikahannya Dewi Puspawati. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. puteranya. karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. wafat tahun 1155 Masehi. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. Ratu Galunggung.2. tahun 1187 Masehi. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. menjadi Mangkubumi. dua di antaranya: 1. Puteri Saungggalah. beribukota di Saunggalah (Kuningan). Puteri Darmageng. Prabu Menakluhur. 2. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. Darmasiksa. lahir tahun 1168 Masehi. pindah ke Pakuan (Bogor). Prabu Menakluhur. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. Prabu Darmakusuma memperoleh putera.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. kedudukan pusat pemerintahan. dan dijadikan permaisuri. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. la bergelar Maharaja. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. menggantikan tahta ayahnya. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. 3. tahun 1175 Masehi. memperoleh putera. maka kedudukan Raja Sunda. Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. Dari perkawinannya. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung). Sebagal penggantinya. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. Kemudian. Sang Darmasiksa. memperoleh putera: Rajapurana.

Rahiyang Jayadarma. puteranya. Sedangkan Prabu Rajapurana. tidak sempat menjadi Raja. Permaisuri Prabu Citraganda. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297-1303 Masehi). Sebagai pengganti Prabu Citraganda. satu seperempat abad lamanya (1175-1297 Masehi). Dewi Kiranasari. Pengganti Prabu Citraganda. Pada masa pemerintahannya. ibukota Kerajaan Sunda beralih.perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). Rahiyang Saunggalah. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. Dari pernikahannya dengan Uma Lestari. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). Kemudian digantikan oleh puteranya. Prabu Linggadewata. la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. Karena sebelumnya. puteranya. yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi. Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. dari Puteri Saunggalah. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. Oleh karena itu. menjadi raja di Kerajaan Sunda. berjodoh dengan Dara Puspa. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa. Suryadewata. Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari). Setelah dewasa. disebabkan wafat muda. Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. Prabu Ajiguna Linggawisesa. pulang ke Tumapel Jawa Timur. dikaruniai umur panjang. 3. dalam usia 44 tahun. Prabu Darmasiksa. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). Ragamulya Luhur Prabawa. Prabu Citraganda. Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. atau Aki Kolot. sampai tahun 1333 Masehi. adik iparnya. Dewi Antini. 2. Karena. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. adalah puterinya Prabu Rajapurana. Pengganti Prabu Ragasuci. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. Kelak. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. di antaranya: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

Karena itu. Akhirnya. puteri mahkota Sunda itu. mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tibalah saat yang bahagia. dan dijadikan permaisuri. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. Di antara mereka. Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. Prabu Maharaja Sunda. yang bergelar Mangkubumi Saradipati. Sang Prabu Hayam Wuruk. dengan Sang Patih Gajah Mada.Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. janji tersebut tidak ditepatinya. Wastu Kancana. meluaplah hati Sang Patih Mada. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . 3. Sesungguhnya. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. Prabu Linggabuana. Akan tetapi. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. siap untuk bertempur. dengan janji Bre Majapahit sendiri. bahwa sang puteri Citraresmi. Setiba di sana. Bahkan ia. adalah Sang Patih Mada. sebelumnya. akan diperisteri (resmi). sebagai isteri persembahan (upeti). hal itu amat bertentangan. Putera kedua laki-laki. 2. menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. Dyah Pitaloka. sama-sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). Sesungguhnya. selalu menyetujui keinginan Patihnya. lalu memerintahkan laskar Majapahit. digantikan oleh puteranya. ada yang berkuda. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. Demikianlah. lahir tahun 1348 Masehi. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. Putera ketiga laki-laki. Semua pasukan Majapahit. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. menginjak usia 18 tahun. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. hal itu. la menjadi berang. Semua orang mengetahui. ada yang menunggang gajah. Sang Bunisora. meninggal dalam usia 1 tahun. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. tidak bersedia menyerahkan puterinya. 4. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. didampingi oleh adiknya. meninggal dalam usia 1 tahun. Sesungguhnya. lahir tahun 1339 Masehi.

janganlah kalian bimbang!" Kemudian. tibalah pasukan besar Majapahit. Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. namun. Rakeyan Mantri Sohan. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. masing-masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. Ki Mantri Sebrang Keling. bersama semua pengiringnya. kehormatanku dan semua kesatria Sunda. di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. melakukan mati-bela (bunuh diri). Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). dan beberapa ratus orang berjalan kaki. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. Rakeyan Rangga Kaweni.ada yang naik kereta. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. Rakeyan Mantri Saya. Ki Panghulu Sura. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. Rakeyan Juru Siring. Sang Mantri Patih Wirayuda. semua orang Sunda yang ada di sana gugur. yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. Betapapun. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. Namun akhirnya. Karena itu. Sang Panji Melong Sakti. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. Ki Mantri Supit Kelingking. dengan persenjataan lengkap. lalu menundukkan kepala. Hatinya cemas dan ragu-ragu. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. Rajaputri Dyah Pitaloka. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). Ki Juru Wastra. tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. Namun seandainya mereka kalah dan gugur. Sang Ratna Citraresmi. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). Mereka tidak 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. semuanya hanya 98 orang. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. sebagai panglima perang. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). Kemudian. Pertempuran berlangsung sengit. Pengecut perbuatannya. Sang Prabu Maharaja termenung sejenak. Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda).

Sang Bunisora. Sang Bunisora. Sang Bunisora mempunyai putera. yang lahir pada tahun 1369 Masehi. dan nirawerah. puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. Bratalegawa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. Sang Haliwungan. dan 4. Sang Niskala Wastu Kancana. sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). ketika usianya sudah 20 tahun. Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. ia memperoleh putera. Dalam naskah Carita Parahiyangan. binasa. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang. padamlah segala hasrat dan nafsu. orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. Dari permaisuri Laksmiwati. baru berusia 9 tahun. 1. yang diwarnai suasana religius. Dalam menjalankan pemerintahan. gurugama. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. cenderung sebagai raja pendeta. di antaranya. Menurut naskah Kropak 630. Oleh karena itu. Mayangsari. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. Semua orang Sunda. disebut sebagai Satmata. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi.menyerang Kerajaan Sunda. 3. tuhagama. merupakan tahap tertinggi. memperisteri gadis pilihannya. Pada tingkatan ke-7 (Nirawerah). kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. tidak seorangpun yang tersisa. pemerintahan Kerajaan Sunda. Setelah satu tahun. 2. satmata. yang datang di Bubat. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . suraloka. Banawati. Satmata adalah tingkatan ke-5. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). adigama. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. usai terjadi sebelum tengah hari.

sambil tak henti-hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum). Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi (Heuken. akasa (langit). Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. yaitu kedatangan angkatan laut Cina. antara lain sebagai berikut: Chu-fan-chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. Menurut Chau ju-kua. Apah (air). dipusarakan di Nusalarang. memerintah di Kerajaan Sunda. pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. la masih sempat mendengar. merasa betah berada di bawah pemerintahannya".1456 Masehi. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya.1999: 24).Pada tahun 1371 Masehi. Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya. penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya. 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . setelah memerintah di Kerajaan Sunda. Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang. serta bu (eter). Akibatnya. Sang Bunisora wafat. tercatat dalam kaol Cina. dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita. Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan. Setelah wafat. la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. teja (cahaya). bayu (angin). naik tahta pada usia 23 tahun. 1984: 42). yang terjadi pada tahun 1453 .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho. selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371-1475 Masehi). puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. Majapahit dilanda Perang Paregreg. selama 3 tahun. Majapahit tidak mempunyai raja. Pakeun heubeul jaya dina buana. pada tahun yang sama. untuk unggul dalam perang). Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). ada dua kejadian penting yang patut dicatat. Selama masa pemerintahannya. Untuk hidup lama berjaya di dunia. akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata.

Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175-1297 Masehi). Rupa-rupanya. Pertempuran tersebut. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. siapa yang menang dan siapa yang kalah. Salahsatu catatannya mengemukakan. tanpa diketahui. Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa. Chau Ju-kua membubuhkan komentar dalam beritanya. sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. ketika Chou Ku-fei mencatat tentang Sunda. Kedua-duanya menderita kerusakan berat. Sedangkan ketika Chau ju-kua mengutipnya. meminta bantuan dan perlindungan. dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya".Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju-kua (1225 Masehi). sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku-fei (1178 Masehi). dan 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan isi yang sama. bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi". yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). diakhiri oleh kedua belah pihak. Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya. Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). Ketika Chou Ku-fei mencatatnva.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . setelah masing masing mengundurkan diri. antara lain: 1. Hanya saja. Dalam masa "gencatan senjata". dalarn naskah berita Ling wai-tai-ta. yang sering menjadi sumber dugaan. ataupun ketika Chau-Ju-kua mengutipnya. catatan Chau ju-kua itulah. bekas ibukota Tarumanagara). merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018-1027 Masehi). pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya. 2. masing-masing mengirimkan utusan ke negeri Cina.

muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. Tanjung Chiao-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon) (Heuken. Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan-tan). apapun bahasanya(Guillot. kapal-kapal menuju arah 97.5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che-li-wen (Cirebon). dibahas pula oleh Heuken. Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. Cina mencatat pelabuhan-pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan-tan (Banten). bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. dibahas pula oleh para akhli. dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. dan menuju arah 187. Tanjung Chio-ch'iang-wan (Tanjung Indramayu) dan Che-li-wen (Cirebon). serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. Jakarta). lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Upaya penyelesaian jalan damai.1996:119). Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas).1996:119).5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia-lie-pa (= kalapa). antara lain sebagal berikut: 63 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam catatan kaki. masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara". yang menyebut Banten sebagai "wan-tan" dan "shun-t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot. Kapal-kapal dari Wan-tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa. melalui Chia-liu-pa (Kelapa). Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten.1999: 107). berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi.3. antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. Chia-lie-pa (Kalapa. Pelabuhan Banten dimaksud. demikian ungkap Guillot. Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda. "Banten dinamakan Sunda". baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju-kua dan dalam Sunfeng xiansong. antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun-t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa.

belum menemui titik terang. telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi. 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo-tsi. Claude Guillot. angka tahun tersebut. CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala.Chu-fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . telah sering dilakukan. Di satu pihak tampak dari analisis benda-benda temuan. yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel. Sangat menarik. untuk memperkuat suatu anggapan. masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan-kawan menampilkan angka tahun 932?. Kapalembangan diinaksud. angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. melihat arca-arcanya.jadi sama dengan catatan Portugis. Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju-kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken. masih dilanda kegelapan. Artinya. dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama.1999: 24).1996: 111). Pembuktian arkeologi ditampilkan. sekaligus merupakan daya dukung. yaitu 932 M (854 S) (Guillot. Akan tetapi. berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? 1526 (Penerbit Bentang. boleh. yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?). Jerman). yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). dan Sonny Wibisono. atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. Menurut Chau Ju-kua. terutama melalui penelitian arkeologi. sedangkan candi yang terletak di G. Pulasari. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke-10. jalan untuk menuju ke Banten Girang. Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah.1996:111). 1996). Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot. Lukman Nurhakim. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan.

antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989). pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan. saat yang pantas diperingati. Batutulis ini kini telah hilang. Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). ia menuliskan tahun 942 Masehi. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. pangambat. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. sabda. antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. dan pasagi. bunyi. sesuatu untuk diperingati. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim. maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu-ragu. tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. 6888). kata. bahwa ia seorang pembesar istana. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang bentuknya tidak beraturan. distrik Leuwiliang. bernilai angka 4. perintah. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sunnda// Sebelum memberi tetjemahan. padahal seharusnya 932 Masehi. sepadan dengan bujangga. pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu.V 1923. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto. karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya-nda.Untuk lebih jelasnya. terdiri atas 4 baris huruf. bacaan yang benar adalah 854 Saka. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kala untuk cakakala atau sakakala. bernilai angka 8. bujur sangkar. sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). Bogor. adalah kata majemuk tatpurusa. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. mengenai prasasti Kebonkopi II. Candrasangkala: kawiraja. halaman 18. panca = 5. Ekadjati dalam Carita Parahiyangan. no.

yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II. Timbulnya perbedaan anggapan. halaman 13-14. dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu-Kuna. menampilkan angka tahun 932 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera.Bunyi prasasti.1989:186-187). "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu-luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. la memerintah lamanya 26 66 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sehingga kawihaji panca pasagi (854). Sewaka Darma. 2.. Menurut pengakuannya. parwa I sarga 3. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung. bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah-naskah Sunda Kuna. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch. diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala. Satyawati Suleiman. dan 3. Peristiwa sejarah. Guillot menampilkan angka tahun 932?. yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala. karena itu ia mengajukan dugaan. dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. antara lain sebagai berikut: . Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian. Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya. 1. Sriwijaya (Atja & Ekadjati.

Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. menghadiri upacara "Barpulihkan".561 Masehi). tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda".tahun. dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana. yang menjadi Menteri Tarumanagara. lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. "bahwa Sunda pada awal abad ke-10 Masehi. sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya. Dengan demikian. antara lain sebagai berikut: . Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya. Kemudian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mahisawarman namanya. tempat lahir Sang Tarusbawa. yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala). antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali. 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman.. Sang Matsyawarman namanya. Yang keempat perempuan. secara kultural dan juga rupa-rupanya dari segi politik. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat". setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali. "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". Yang ketiga. Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda).. Sriwijaya". yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". digunakannya bahasa Melayu-Kuna pada Prasasti Kebonkopi II. tentu ada nilai-nilai sakral. Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 . Akan tetapi. tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. seperti dugaan Bosch. Pada prasasti Kebonkopi II.. / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma. tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman. Dipilihnya lokasi Pasir Muara. daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan). ikhwal "Sunda" dijelaskan. Putera yang kedua.

untuk tidak saling menyerang negara masing-masing. terungkap dalam tulisannya: 68 | S e j a r a h K e r a j a a n . raja Sriwijaya. yang menikah dengan Dewi Manasih. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3. tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. halaman 176. // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija-ya// .. Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. Sebagai pengganti. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Kekecewaan Guillot. Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. karena nama kerajaan tersebut. kerajaan Sriwijaya. yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. pada tahun 536 Masehi. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman. Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali. antara lain sebagai berikut: . di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. dengan menjalin persahabatan. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. Pada tahun 669 Masehi. Kerajaan Sriwijaya. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya". oleh Sri Maharaja Tarusbawa.. berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi. dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. menantu Sri Maharaja Linggawarman. Sang Tarusbawa. ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana.. diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda. Sri Maharaja Linggawarman. menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara. Pergantian nama kerajaan.. Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang. Sunda Sembawa (Bekasi). Sedangkan Sriwijaya. mengakhiri kekuasaannya. telah melakukan perjanjian bersama. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. masih merupakan kerajaan kecil di Palembang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . parwa 11 sarga 3. raja keduabelas Tarumanagara. Adik Dewi Manasih. yaitu Dewi Sobakancana.catatan. Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). disebabkan... dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali.

sebagai pembanding. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. Salakanagara. yang diperankan sebagai "musuh Banten". Banten memberi kesan seolah-olah membalas dendam atas nama Banten Girang. antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. tidak ia hiraukan. dengan segala perkembangan kehidupannya. merupakan tindakan balas dendam. Kehadiran Salakanagara. Ibukota Pajajaran misalnya. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?-1526. Kerajaan Sunda. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. III. seperti Banten Girang.1996:137). KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN A. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . menelusuri kurun zaman.Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . semakin samar untuk ditemukan. mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan-kawan. Tarumanagara. tidak berdiri sendiri. akan ditampilkan naskah-naskah kuna hasil kajian filologi. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke-16 (Guillot. "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu. tetap setia mengikuti alur waktu. akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. bahkan kesan tersebut harus dicermati. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. yang pernah menaklukan Banten Girang. Untuk diketahui secara objektif. Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". Banten di masa silam. Persoalan yang muncul. bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. 1996:100).

Sumatera Selatan). nu nyaeuran sanghiyang rancamaya. dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. lawasnya ratu saratus tahun. putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. Selanjutnya. berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama).narayana-madura-suradipati. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda. Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. kini sudah menjadi bangunan permanen. Lokasi bekas keraton tersebut. sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana. Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. dari sejak tahun 1382 Masehi. sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382-1482 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebelumnya. diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. sebagai tanda keutamaan raja. dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. kawasan bekas Tarumanagara. yang terletak di bukit Badigul (Bogor). dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan (Bogor). sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. Peninggalan warisan Sang Susuktunggal. Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur).sarga 5. dengan nama Kerajaan Galuh. di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. sirna tanpa bekas. dengan nama: Ing Puri Bima Sakti. menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja). Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. Kemudian Sang Ningrat Kancana. dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. Berdasarkan naskah-naskah kuna tersebut.yang haluwesi. sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan. nu mikadatwan sri bima. Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima-Punta-Narayana-Madura-Suradipati. dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya. Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya. dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. Sang Haliwungan. Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda.dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). kembali terbagi dua. putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi. yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi).punta. mangka premana raja utama.

Dalam tahun 1473 Masehi. dengan ibukota di Keling. karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. Akibat salah perilaku. memperisteri perempuan terlarang dari luar. Sunan Ampel sendiri. Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. Kemudian. menggempur Majapahit. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari ibunya. la adalah tohaan di galuh. lawasnya ratu tujuh tahun. Tiga tahun kemudian. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. Di Palembang. Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. diberi nama Raden Praba. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. sebagal guru dan juga mertuanya. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. atas permohonan Ratu Darawati. tokoh Sang Ningrat Kancana. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. Uniknya. mengakhiri kekuasaan ayahnya. Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. hingga memerangi kerajaan ayahnya. kena salah twah. Lamanya menjadi raja hanya 7 tahun (1475-1482 Masehi). ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. dalam masa 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. untuk kepentingan membuka pesantren. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). diterima kemudian dari Sunan Ampel. Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. maka dalam tahun 14'75 Masehi. Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci.Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. akibat perceraian dengan suaminya. hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit.. peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu. Yang di pertuan di Galuh. Baru kemudian. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. Prabu Kertabumi. Dia yang dipusarakan di Guna Tiga. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. meninggalkan ibukota. inya nu surup di guna tiga. salah seorang isteri Prabu Kertabumi. Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. Raden Patah. adalah kemenakan Ratu Darwati.

kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin-angin. Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. Prabu Dewa Niskala. Demak berhasil menghancur-leburkan Majapahit (1517 Masehi). dilakukan oleh Girindrawardana. memperoleh seorang puteri. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura. yang sudah bertunangan. oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . Menurut hukum waktu itu. Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. Raden Baribin. Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi). Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. Dalam hal ini. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. Prabu Dewa Niskala. diterima dengan tangan terbuka. Dalam pengungsian. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh). 2. dengan Raden Baribin. yang menyudahi kekuasan Kertabumi. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. Nyai Mas Ratu Angin-angin adalah penganut setia agama Budhagotama. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti-purbajati Sunda): 1. Oleh karena itu. ia tersamar dalarn cerita rakyat. Kelak. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). wanita itu terpisah dari tunangannya. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. Dari pernikahannya. Menurut versi lain.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. diberi nama Raden Bondan Kejawan. telah menjodohkan puterinya. Oleh karena itu. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi. keluarga keraton Kawali. Kemudian. Ketiga-tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain. Di sana. tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. keluarga keraton Majapahit. Puteri Ratna Ayu Kirana. Dari Wandan Bondri Cemara. saudara seayah Prabu Kertabumi.pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). Nyai Mas Ratu Angin-angin diperisteri oleh Sutawijaya. dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. tidak boleh menikah dengan laki-laki lain.. Selaln itu. ada juga yang sampai ke Kawali. Rombongan pengungsiannya. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. ibukota Kerajaan Galuh. seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). yang mendirikan Mataram Islam. Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki-laki. Prabu Dewa Niskala.

incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. sangat marah. konflik kedua pemimpin negara. Untuk menyelamatkan keadaan. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga. Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Kemudian dalam bulan Caitra tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). harus diserahkan kepada Jayadewata. Jayadewata mula-mulaa gelar Prabuguru Dewataprana.Prabu Susuktunggal. Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. Putera sulung Prabu Dewa Niskala. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum. Selanjutnya. Peristiwa tersebut. tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Prabu Susuktunggal. Peristiwa penobatannya di Pakuan. prebu ratu purane pun. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). Begitu pula Prabu Susuktungggal. samasama mengerahkan pasukannya. di wilyah netral. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala. Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. B. Tentu saja. Menantu Prabu Susuktunggal. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan. dari permalsuri. bahwa: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. dan memutuskan. karena kekuasaan pemerintahannya. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. 2. 2. adalah: 1. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. penguasa Kerajaan Sunda. sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. harus turun dari tahta Kerajaan Sunda.

ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasajasa dan kebesarannya. Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Maksudnya. dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. membuat jalan yang diperkeras dengan batu. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. Sri Baduga Maharaja. Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. 1981: 25). hanya dilakukan untuk raja-raja tertentu. membuat samida. Ya dialah (yang membuat semua itu). memperkuat angkatan perang. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. Pembuatan prasasti tersebut. pada tahun 1533 Masehi. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. kesatrian (asrama prajurit). yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. maka raja tersebut digali dari kuburnya. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. agar sukma raja tersebut. kemudian kerangkanya diperabukan. Jika seorang raja wafat. mengatur pungutan pajak dari raja-raja bawahan dan menyusun undang-undang kerajaan. dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). Prasasti Batutuhs Kota Bogor. Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. Upacara semacam itu.samida. tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). la memperteguh pertahanan ibukota. pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. 74 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang terjemahan langsungnya. untuk mengenang jasa-jasa dan kebesaran ayahnya. dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. pagelaran (macam-macam formasi tempur).

sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima-Punta Narayana Madura-Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja. kapas-timbang (upeti) dan paredongdang(panggeres reuma). 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya.Silih Wangi. Kabupaten Bekasi. adalah pajak tenaga kolektif. Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). serta ancaman hukum mati. Kapas-timbang atau upeti kapas.Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. artinya pengganti raja-raja tertnashur sebelumnya. yang berarti pelayanan (service). Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi). berupa penegasan batas-batas wilayah dan pembebasan dari pajak. Silih artinya pengganti. adalah pajak tenaga perseorangan. isinya dapat diketahui. Kata dasa. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. yang ditemukan di Desa Kabantenan. Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. yang gugur di Palagan Bubat. yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. Keharuman Sri Baduga Maharaja. Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. harus diserahkan tiap tahun. Dasa. Kecamatan Tarumajaya. bagi siapapun yang melanggar keputusannya. Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). Gunung Samaya dan Jayagiri. Pare-dongdang atau panggeres reuma. diambil dari bahasa Sanskerta. harus diserahkan kepada raja. Calagara (di Majapahit: walagara). Oleh karena itulah. tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. Juru Pantun ataupun Penulis Babad. Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pengukuhan itu. calagara. Wangi artinya harum. Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan. Bila petani telah berpindah ladang (huma). adalah pare turiang. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani.

adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. parwa I sarga 4). dapat mencapai 4. Omzet perdagangan kuda. antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil). nama resmi kenegaraan. Dalam perkembangan selanjutnya. sebagai kota terbesar ketiga. bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken.271 orang. Dengan jumlah itu. Istana raja.197 orang). pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan-pelabuhan Sunda. tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda. Tentang Sri Baduga Maharaja. berada di pedalaman. Sedangkan berdasarkan sumber-sumber Portugis. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja.121 jiwa. 1468-1539 Masehi). Pasai. Untuk kepentingan perdagangan Portugis. serta pada puncaknya berukir indah. Tome Pires memberitakan.000 orang. dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. 1996: 59). terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad. penduduk kota Pakuan ada 48. Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). Tetapi yang lebih penting. bandar Cheguide. Tome Pires (k.000 ekor tiap tahun. pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja). pelabuhan Pontang (Pomdam). memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50. raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo. Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. terdapat 40 ekor gajah. disebutkannya. kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam).l. Laporan Portugis tahun 1522 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira-kira 9 meter). 1999: 41). baru berpenduduk 23. Dalam angkatan perang kerajaan.masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran. merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa. Tome Pires mencatat pelabuhan-pelabuhan penting di Kerajaan Sunda. Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja.

Sesungguhnya. dan Raja Sangara. di Pura Dalem Karawang. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. isteri kedua Sri Baduga Maharaja. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. sebagian ditempatkan di Cirebon. Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. Cimanuk (Chemano). C. Kelak. maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. adalah alumnus pesantren Quro tersebut. yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. cucunya yang bernarna Hadijah. ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). seorang ulama mazhab Safi'i. Kalapa (Calapa). Larasantang. Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. dijodohkan dengan putera-puteri Raden Patah (Demak). ia tetap hidup rukun dengan saudara-saudaranya. bernama Farhana binti Muhammad. Situasi itulah 77 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara Cirebon dengan Demak. Inilah Sunda. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). Kemudian dari Gujarat. Bratalegawa. Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). dalam tahun 1416 M. menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng). Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. putera Mangkubumi Bunisora Suradipati. yaitu Pangeran Walangsungsang. ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. Setelah kembali ke Kerajaan Galuh. Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. hubungan politis yang terlalu akrab.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bukan "Islamnya". Bratalegawa lahir tahun 1350 M. 1999: 37). menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. didirikan oleh Syekh Hasanudin. dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. bersama isterinya. Akan tetapi.Tangerang (Tamgaram). Walaupun berbeda agama. Puteri Subanglarang. seorang ulama mazhab Hanafi. Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. raja Cirebon Girang. Ketiga anaknya. yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). menikah dengan wanita muslim dari Gujarat.

Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. jadi di sebelah kanan muara sungai. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . M. raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. Akan tetapi. Paduka Tumenggung bersama pejabat-pejabat lain dan orang-orang baik yang disebut di alas.Portugis.yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. Untuk maksud ini. Maka. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda-Portugis tersebut. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai. Karung-karung seperti dipakai lazim di negeri itu. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule). bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. menentukan dan menunjuk tempat. menegakkan sebatang padrao dari batu. seperti pula syahbandar dari tempat pabean. Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. menghadiahkan kepada Raja. ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. Selain itu banyak orang baik. Leme. pada tanggal 21 Agustus 1522 M. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). Tuan kami. kapten perjalanan ini. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme. Maka. Tuan Kami. akhirnya ditanda-tangani di Pakuan. sehingga setiap karung beratnya 78 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai duta resmi negara. untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. seberang awal pelabuhan. Kawasan ini yang disebut Kalapa. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. disebut Laksamana Bungker). Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. Kunjungannya ke Pakuan. Kapten Malaka. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. pada tahun itu. antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses. jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). utusan Jorge d'Alboquerque.

selaku perwira Raja. Padahal. Tentang seluruhnya itu. pada perjalanan ini. saya memberi kesaksian. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia.600 caxas Java. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. 1999: 54). Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. Balthasar Memdes. dan Diogo Diaz. semuanya tentara. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. Maka. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya. Hubungan internasional bilateral inilah. yang selalu berambisi. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. pedagang Portugis pada waktu itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. Berbeda dengan pelaut Belanda. sehingga "sentimen agarna Islam"-lah yang sering dimunculkan. penulis. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. Kebesaran jiwanya dan 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tuan kami. yang diwakili oleh pedagang Portugis.10. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. (Lalu tandatangan orang-orang) (Heuken. Saksi-saksi adalah Fernco de Almeida. bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. Tuan kami. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. Dibuat pada hari. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. juru mudi dan banyak (orang) lagi. penulis dari kapal San Sebastian. dan Franscisco Annes. Raja-raja penerusnya. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. Sangat disayangkan. Sri Baduga Maharaja itu. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing-masing. Untuk buktinya. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. membuat dokumen ini. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. saya. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. sangat wajar terjadi. yang dicurigai para akhli sejarah. masih sebagai pelaut murni. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. Dengan demikian. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar.

dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. umum masih beranggapan. sama-sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". Terbukti. Sumedang. telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. secara arkeologis. Dalam cerita Pantun sekalipun. Penyempurnaan sukma tersebut. Dalam naskah Sunda kuna lainnya. Setelah Indonesia merdeka. istilah itu berubah menjadi "ngaHiyang". sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. Dzat Asal dalam religi Sunda. dimanakah bekas candi-candinya. 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya. Sampai saat kini. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. Cukup banyak Babad yang ditulis. tetapi dalam menuliskan Babad setempat. dapat kembali kepada Asal-nya. adalah tokoh Sunan Ambu. dengan tujuan utama. yang artinya dipusarakan.toleransinya terhadap agama Islam. Akan tetapi. kalau tidak Hindu tentunya Budha. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. Lahirnya pemeo seuweusiwi-Siliwangi. tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. belum dapat membuktikan secara pasti. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. Para Pohaci dan Para Bujangga. di manakah patung dewa-dewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. digunakan kata lumah (pusara). bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Cirebon. keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). Juru Pantun tidak pernah menyebut-nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. atau "Yang Moksa Di Rancamaya". kalau ditanyakan. dan Talaga. mengenai tokoh Prabu Siliwangi. sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). Oleh karena itu. yang sesungguhnya keturunan Galuh. Mwakta atau Moksa.

kisah tentang Kerajaan Pajajaran. Seda. bukan dengan Dewa). sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. dan sudah mendarah-daging secara turun-temurun. sudah demikian lama. setega itukah. Disunat ka tukangnya. jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi. Kedatangan Islam. selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. Ada pula yang menafsirkan. pada abad ke-7 Masehi? Sebab. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya. karena ia adiknya Larasantang. bagi orang Sunda. D. merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. karena Dia-lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). jati Sunda teka. PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. bersih suci bila dibasuh. Niskala. dipisahkan oleh waktu kurang-lebih 800 tahun! Kemudian. sesungguhnya tidak jadi masalah. Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam. dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran. bahwa Kian Santang itu Falatehan 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kisah tersebut. Provokasi cerita fiksi Kian Santang. Sebutan lain untuk Hiyang. Hiyang Seda Niskala. Sejalan dengan cita-cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi.Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Disunat kepada akhlinya. Selain itu. tidak ingin manjing surga (masuk Surga). adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. artinya Gaib. dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib. Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang.. cita-cita urang Sunda yang saleh. Adakah masuk di akal. jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali. artinya Sempurna. juga adiknya Pangeran Cakrabuana. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke-15 Masehi). bahwa tokoh Kian Santang itu. terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. di-Sanskerta-kan menjadi Seda Niskala. di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. Kian Santang yang konon katanya.

Perang ke Gunung Banjar. konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. hingga menimbulkan perang selama 15 kali. pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . sempat dicurigai sebagai Kian Santang. pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). Dalam catatan Portugis. adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa. Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. Mengenai Raja-Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu).Portugis. perlu penelusuran ilmiah. Perang ke Padang. terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke-17. Perang ke Pagoakan. uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang-prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang-prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. teguh dan pemberani. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. Rata gagah perkasa. Perang ke Muntur. Perang ke Wahanten Girang. Untuk mencari kebenaran. 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perang ke Tanjung. menimbulkan persoalan baru. Perang ke Hanum. Lima betas kali perang tak pernah kalah. yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. Perang ke Ancol Kiji. yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). Prabu Sanghiyang Surawisesa. Perang ke Simpang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .alias Fatahillah. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). ia disebut Raja Samiam. dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. berdasarkan ilmu sejarah. Perang ke Gunung Batu.

ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. supaya bersih suci dari kotoran. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. Sang pandita di Ciranjang. Puasa. Perang di Buruan Ageung (Alan-alun). tidak mati. Begitulah keadaan jaman susah. disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati-mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // 83 | S e j a r a h K e r a j a a n . Disunat. moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. Setelah itu. Sang Pandita di Jayagiri. itulah tradisi orang Sunda.Perang ke Pager Wesi. Prabu Ratu Dewata.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. lamanya jadi raja 8 tahun. masih hidup. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. Oleh sebab itu. menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. Tidak sampai setahun. ditenggelamkan ke laut.iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. kembali ke Pakuan lagi. hati-hatilah yang hidup di kemudian hari. dibunuh tanpa dosa. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. pandita di Sumedang. hanya meminum susu. meninggal dunia.sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. Datang bencana serangan musuh kasar. tidak diketahui identitasnya. ditenggelamkan ke laut. Disunat oleh akhlinya. Ada pendeta sakti dianiaya. tertimpa tapak kikir.sang kawuri / hayzaa to . kesembilan tahunnya meninggal dunia. Terkenal namanya Hiyang Kalingan. jangan hidup pura-pura berpuasa. Perang ke Medang Kahiyangan. Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang.

Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. Jangan diikuti oleh generasi belakangan. menghiasi Kedaton. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale-bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan. menghina pendita. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri.Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. tidak hormat pada yang tua. Dalam zaman Dopra. Lamanya jadi ratu 8 tahun. Sang Nilakendra. Mempunyai anak. zaman besi. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. tindakan ratu seperti itu. Sering membunuh orang tanpa dosa. seterusnya diganti dengan zaman kali. merampas tanpa perasaan. hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. Yang membangun bale bobot 17 jajar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . zaman perunggu. Begitulah riwayat Sang Ratu.

tidak mengikuti adat kebiasaan. perang dengan Galuh. semua kalah oleh orang Islam. 2. atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. Perang dengan Rajagaluh. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka kalapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // Diganti oleh Nusia Mulya. kalah Kalapa. timbul kerusakan dari Islam. Prabu Nilakendra (1551-1567 Masehi). Lamanya jadi ratu 12 tahun. 3. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perang berlayar ke Salajo. Perang dengan Kalapa. kalah Jawakapala. perang dengan Mandiri. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. 4. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. Perang dengan Gegelang.perdaya. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567-1579 Masehi). dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. perang dengan Jawakapala. perang dengan Datar. Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521-1535 Masehi). Dunia halus masuk ke yang kasar. Iamanya jadi rata 16 tahun. perang dengan Patege. Ratu Sakti (1543-1551 Masehi). Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. menurunkari pertapa. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. 5. cucu tiri. Manusia yang berhuma rakus makannya. Pertama datangnya perubahan. Ratu Dewatabuana (1535-1543 Masehi). Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. antara lain: 1. Perang dengan Pakuan. kalah Rajagaluh.

mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. pemeluk Islam madzhab Hanafi. berperan sebagai anak sulung. Oleh karena itu. di antaranya: 1. tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: Adapun mengenai raja-raja Cirebon. jika Pangeran Walangsungsang. adalah murid Syekh Hasanudin. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. Status ini sangat memungkinkan. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. Surasowan. Adapun riwayat Syekh Hasanudin.IV. 2. Dua di antaranya. berputera beberapa orang. Dewi Surawati. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). Semua putera-puteri Sri Baduga Maharaja. bahwa dari Subanglarang. 1. 1989:165). Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki-laki. ialah. Dari isterinya yang pertama. Sedangkan dari isterinya yang ketiga. karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). Syekh Hasanudm. Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. Sanghiyang Surawisesa. terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. bernama Rajasangara. Cirebon. untuk membahas Banten. Dalam Carita Parahiyangan. 2. Ekadjati (1989). dan 3. Status Pangeran Walangsungsang. adalah sebagai berikut: 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). yang disusun oleh Atja dan Edi S. dari pendahulunya. Dalam naskah-naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A.

Selama 59 tahun. Tan Go Wat. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. yang juga beragama Islam. la didampingi oleh jurututulisnya. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. kakeknya Sri Baduga Maharaja. dengan raja-raja Cina di seberang lautan. Di antara sekian banyak awak kapal. Kelak. Oleh karena sesama muslim. Sebab. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. di pesisir Pura Dalem Karawang. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. pada tahun 1416 Masehi. memperoleh anak. Armada laut Cina tersebut. padahal untuk Sri Baduga Maharaja. Islam bukan hal yang baru dan acing. terdapat beberapa orang penumpang. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam-Po-Tay-Kam yang beragama Islam. adik iparnya. Dari perkawinannya. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. memohon diri untuk turun. Penulis naskahnya sangat mahal dengan kata-kata. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda.800 orang. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam. kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. atas perintah Kaisar Cheng-tu atau Kaisar Yunglo. Laksamana Cheng Ho. Syekh Hasanudin. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. di Jawa Timur. Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. ketika turun di Pura Dalem Karawang. la bermaksud. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh.Pada tahun 1416 Masehi. Ma Huan. di Pulau Jawa. menyebarkan ajaran agama Islam. armada laut Cina. puterinya Ki Gedeng Karawang. Setelah lama tinggal di Pura Dalem. walau pun ia masih 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan prajurit laut sebanyak 27. Syekh Hasanudin. Peristiwa penting ini. dikenal sebagai Syekh Bantong. Namun bagi tokoh Wastu Kancana. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. Tan Go Wat. Bagi Sang Mahapraburesi. untuk menjalin persahabatan. disertai pula oleh puteranya. sebanyak 63 buah kapal layar. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. Tujuan pelayaran mereka. mengadakan pelayaran keliling. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. Ki Gedeng Karawang. dan lebih kikir lagi dengan pujian. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371-1475 Masehi). mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya.

telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". la dengan kedua adiknya. akibat konflik agama dengan ayahnya. untuk pergi mengembara. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). mengikuti agama yang dipeluk ibunya. seorang bangsa Ajam. Peristiwa-peristiwa itulah. Tentu saja. Pangeran Walangsungsang serta adik-adiknya. mendorong Pangeran Walangsungsang. Subanglarang. Sementara itu. pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. Sebagai catatan. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. bagi Sri Baduga Maharaja. Ki Gedeng Tapa. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah.sanggup memujinya. peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. merasa sangat kehilangan. la. Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. Pangeran Walangsungsang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. oleh para penulis babad. tidak menjadi masalah. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). adalah Guru Agama. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah. madzhab Hanafi. bahwa Pangeran Walangsungsang itu. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam. Kenyataan seperti itu. hanya ibunya. Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita.1984: 42). adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Perlu dicatat. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. memohon izin kepada ayahnya. diteladani dari kakeknya. Selain sebagai ibunda tercinta. walaupun dengan berat hati. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. Afganistan. dibina langsung oleh kakeknya. Ketika Subanglarang wafat.

Amir Abdullah Khanudin. dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. banyak burung belibis dan elang 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di bagian selatannya. Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang-alang dan rumput (semak belukar) laut. Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. Ki Gedeng Tapa. Nyai Larasantang. dari Syekh Datuk Kahfi. Syekh Nurjati. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang-alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. atas keinginan Ki Gedeng Tapa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ki Gedeng Tapa. Sebagai catatan. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah. Dalam pemerintahan sehari-hari. keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. setelah Pondok Quro Karawang. Di tepi pantai. Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). Oleh Ki Gedeng Tapa. kura-kura dan berbagai jenis lainnya. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). Pangeran Walangsungsang. gajah. masih hutan belantara tempat binatang buas. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). Pangeran Walangsungsang disertai adiknya. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. Cirebon namanya. Syekh Datuk Kahfi. Kemudian. Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata-negaraan. dari kakeknya. harimau. ular. adalah generasi ke-17 turunan Rasulullah Mohammad. Seperti babi hutan. ketika mendirikan Dukuh Cirebon. mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). di kampung Ghuzah. Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. Pondok Quro Amparan Jati. Dalam pengembaraannya.

lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. Semula. dipercaya menjadi Wakil Kuwu. sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. yaitu Nyai Indang Geulis. adalah mertua Pangeran Walangsungsang. disebut Kebon Pasisir. kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. puteri Ki Danuwarsih. Nama itu diperoleh dari gurunya. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. dan adiknya (Nyai Larasantang). Pada saat itu (tahun 1436 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . membuka hutan Kebon Pasisir. Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. banyak ikan dan rebon (udang kecil). Diberi nama demikian. serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. seorang ulama agama Budha. banyak kuda liar. dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). Sedangkan Ki Danuwarsih. Setelah melihat ada pemukiman baru. Kemudian. yang disebut Cirebon Girang. Ki Sarmawi (pembantunya). Cirebon Girang. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. Sebab. Pangeran Walangsungsang. penduduk Cirebon Pasisir.laut (camar). telah bermukim 5 orang penduduk. di Kebon Pasisir. dibangunlah pemukiman baru. atau Tegal Alang-Alang. bersedia masuk Islam. Ki Danusela. atau Lemah Wungkuk. Sedangkan di Gunung Ciremai. Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). Mereka. hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. Di sungai. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi. adalah adiknya Ki Danuwarsih. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . Atas kesepakatan bersama. ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. Nyai Arumsari (isterinya). Syekh Datuk Kahfi. pindah dari tempat tinggal asalnya. Pada awalnya. rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan.

bahasa dan tulisannya. Mereka menumbuk rebon dan ikan. // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian. Laki-laki 182 orang dan wanita 164 orang. masing-masing berbeda.Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). para petani. Hujung Mendini 4 orang. Syam 3 orang. dan Cina 6 orang. keakhliannya. Parsi 2 orang. adalah 346 orang. semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya. Sumatera 16 orang. tingkah lakunya. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. Pedagang. petis dan garam. Berbagai bangsa ada di sana. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). bekerja menyelesaikan pembuatan terasi. ki gedeng alang-alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang-alang dan rakyat Ki Samadullah. Arab 11 orang. berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebelum tidur. namanya. Jawa 106 orang. Macam-macam anutannya. 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . Rinciannya: Sunda 196 orang. India 2 orang. mendapat gelar Ki Cakrabumi. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi).

Ki Samadullah. degan maksud yang sama. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". la. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang. Akhirnya. Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati. berlayar menuju Tanah Arab. Di dukuh Cirebon Pasisir. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. Ki Samadullah dan adiknya. Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. ci berarti sungai. tidak bisa ikut. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. Bersama santri-santrinya. "Anakku. adalah keturunan Bani Hasyim. tiba di pelabuhan Jedah. pustaka yang disusunnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. Di tengah perjalanan. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. Cirebon. grahan=rumah). Sang guru mengingatkan. agar kamu berdua sama-sama mendapatkan kesempurnaan Islam. naik ke kapal layar. untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. Sehingga. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. kata "Cirebon" sendiri. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa.Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hal itu. karena sedang hamil. Syarif Abdullah. Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. Padahal. Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. dan rebon berarti udang kecil. Nyai Indang Geulis. dengan panggilan akrab Ki Samadullah. mendirikan Tajug (Masjid). (Jala=air. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). mengingat penduduk Cirebon pertama. berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya. Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. diberi nama Jalagrahan. Cirebon. yang terletak di tepi laut.

Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). adiknya Syekh Datuk Kahfi. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. Di rumah Ki Bayanullah itulah. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa . Syarif Abdullah telah jatuh cinta.menjadi Walikota Mesir. di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi. / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya. Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita. Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. Dan adiknya menetap di sana. diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah. generasi ke-I7 keturunan Rasulullah Muhammad. sama-sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. dari Bani Mameluk. Tiga bulan kemudian. Kembali kepada Syarif Abdullah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kepada Nyai Larasantang. 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di tanah suci Mekah. Ternyata. Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja). Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im. …// tumuLuy nay larasantang pinakstri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudaim/… Terjemahan: Selanjutnya. samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas).

. Nyai Pakungwati namanya. Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . Dan perkawinannya. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki-laki. kemudian diberi nama Pakungwati. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. Tidak lama kemudian. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan. 94 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ki Gedeng Tapa. selain sebagai penguasa Singapura. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran. Maka jadilah Cirebon. yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat.. wafat. diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir. mempunyai anak perempuan.. Sesudahnya. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. la membangun Keraton. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. tiba di Cirebon. semua kekayaan dari kakeknya itu. kakeknya. Kata pakung. // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mandeg ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/. dijadikan sebuah kota besar. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. sama dengan nama puterinya. Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang-dang. adalah sebutan lain untuk udang kecil. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua. Kemudian.

Kemudian. ia mengutus Tumenggung Jagabaya. Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. nihan sesungguhnya): tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang //rasul muhammad manak ta patimah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. disertai pasukan pengawalnya. sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya. mengenai silsilah turunan Rasulullah Muhammad. Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. 95 | S e j a r a h K e r a j a a n . B. sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya. Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi. Pangeran Walangsungsang. Sri Baduga Maharaja. diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. atau Ki Samadullah. atau Ki Cakrabumi. oleh ayahnya. untuk menobatkan puteranya. Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik. dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. atau Pangeran Cakrabuana.

yaitu adik dari Sulaiman Al Basri. Adapun Abdul Malik. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya.Kemudian. Kedua-duanya. la meninggal dunia di Jawa Timur. Mempunyai anak beberapa orang. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. Sayid Abdul Malik. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. Muhammad anak Ali AI Ghayam. Salah seorang di antaranya. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. Dari perkawinannya. Oleh karena itu. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. Muhammad anak Ubaidillah. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. mempunyai anak beberapa orang. Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. Dari sejak itulah. mempunyai anak beberapa orang. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. Salah seorang di antaranya wanita. Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. Dari perkawinannya. Sebab. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). mempunyai anak beberapa orang. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. Salah seorang di antaranya. diperisteri oleh Sayid Hassan. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah. Alwi Amir Pagih anak Muhammad. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik. mempunyai anak beberapa orang. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. anak Alwi Amir Pagih. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. kepada puteri pejabat daerah negeri India. yaitu Sarah. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. asalnya merupakan satu keluarga. Sayid Alwi anak Muhammad. Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran). Sayid Abdul Malik dengan puteri India. Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. Sayid Abdurrakhman orang kaya. Riwayat selanjutnya.

Ali Nurul Alim. 4. pergi ke Jawa dwipa. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. mengajar penduduk di sana. Syarif Abubakar. dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. mempunyai anak 4 orang. tidak mempunyai anak. hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. empat di antaranya: 1. yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. 3. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. dan Ibrahim Zainuddin Al Akbar. 2. yang seterusnya menetap di sana. menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. Hal itu tetjadi. Riwayat selanjutnya. menetap di negeri Mesir. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran). Ali Nurul Alim. Syarifah Bagdad. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. menjadi Walikota di negeri Mesir. masing masing ialah: 1. tiga di antaranya: 1. 2. Syarif Sulaiman Al Bagdad. mempunyai isteri seorang puteri Mesir. Dari India. Barkat Zainal Alim.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. 3. Syarif Hafiddin Abbas. Bersama 12 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ketika menetap di negeri Bagdad. mempunyai anak beberapa orang. 2. sebagai guru agama Islam. Syarif Abdurakhim. 4. Riwayat yang menjadi penyebab. Mempunyai anak beberapa orang. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja. Syarif Abdullah Al Masir. mempunyai anak beberapa orang. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). Syarif Abdurakhman.Abdullah Khannudin. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). mempunyai anak beberapa orang. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. Syarifah Halimah. 3. menjadi anak angkat uwanya.

Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi.pengikutnya (I0 laki-laki dan 2 wanita). kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan waliwali lenya / kumwa juga lawan sira seh lemah abang/ mangkana pasanakan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. cucunya Haji Purwa Galuh. Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa. Juru Labuan Muara Jati Cirebon. diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). menikah dengan Hadijah. Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali-wali lainnya. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. Japura. ia menjadi duta negeri Parsi. Kamboja. semua itu para Kamastu atau disebut Wali. Panjunan dan beberapa desa lainnya. Bharatanagari (India). Syekh Datuk Kahfi. Junti. dari setiap turunan Rasul Muhammad.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pada naskah yang sama ditegaskan pala. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. Campa. Pasambangan. oleh Ki Gedeng Tapa.

kemudian menetap di Panguragan Cirebon. yang mempunyai anak beberapa orang. mempunyai anak beberapa orang. Syekh Datuk Ahmad. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. yaitu: 2. Syekh Datuk Soleh. yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. mempunyai anak beberapa orang.Maka jelaslah sudah. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. dua orang di antaranya. dan 3. yang menetap di negeri Malaka. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. pertama. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. Selanjutnya. ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokoh-tokoh penyebar agama Islam lainnya. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). 2. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. Tiga orang di antaranya yaitu. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan. di antaranya: 1. Sunan dan Guru Agama Islam. Selanjutnya. Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Dua orang di antaranya. kedua. adalah sebagai berikut: 1. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. menetap di Kamboja. antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin. Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dua orang di antaranya. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. Syekh Khadir Kaelani. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. yaitu: 1. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. yang pertama perempuan. 2. dan yang ketiga Syekh Bayan. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman).

Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. Atas usulan Ratu Darawati. 3. dikaruniai beberapa orang anak. Di Keraton Majapahit. memeluk agama Rasul Muhammad. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. Karena pada waktu itu. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. Arya Dillah atau Arya Damar. adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah). yaitu Dewi Candrawulan. Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. 1. Sumatera. Dalam perjalanannya. menuju ke Jawa Timur. Setelah enam bulan di Palembang. Ratu Darawati. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. Ali Rakhmatullah. yaitu Dewi Darawati. adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. Kemudian. Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. semua penduduk Ampel Denta. dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. Dua di antaranya yaitu. dan singgah di negeri Banten. Ali AI Mustada. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). oleh Prabu Kertabumi. Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). Di Palembang. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. Dalam jangka 3 tahun. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. la berguru kepada ayahnya di negeri Campa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. singgah di Palembang.Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). yaitu Siu Ban Ci. Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. Adik Dewi Candrawulan. Ali Rakhmatullah berangkat kembali. Setelah menetap beberapa lama. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki-laki dan perempuan. dan 4. Dewi Sofiyah. dan mempunyai anak laki-laki. Panembahan Mekaos Hanggakusuma. Panembahan Kodi. Nyai Ageng Pembayun. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga).Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. yaitu Dewi Sujinah. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. 3. Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. 2. Penambahan Joko. Selanjutnya. dan 8. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. dikaruniai anak beberapa orang. empat orang di antaranya: 1. 2. Dewi Rukayah. yaitu: 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . dikaruniai anak laki-laki. puteri Ki Wiryosarojo. 2. 3. Dari perkawinannya. puterinya Maulana Ishak. masing masing: 1. yaitu Siti Khorimah. Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. 6. memperisteri puteri Sunan Undung. Puteri. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. 3. yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu. Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. Dari isterinya yang lain. Ratu Pakoja. Di antaranya. yaitu Raden Amir Hassan. Panembahan Palembang. Mereka dikaruniai tiga orang anak. 4. yaitu Dewi Rukhil. 7. Ratu Prodo Binabar. 5. antara lain: 1. Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. Panembahan Karimun. Selain dengan puteri Sunan Ampel. Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh.

Syarif Hidayat namanya.. Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: Dari perkawinannya. berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat. Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang). ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah.. mempunyai anak laki-laki. puterinya Ki Ageng Bungkul. mempunyai anak dua orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya. parwa II sarga 4. antara lain sebagai berikut: . Siti Mursimah. dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa.1. di antaranya masing-masing ialah. dari isterinya yang berasal dari Blambangan.//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. 2. adalah puteranya Maulana Ishak. Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi). Raden Paku alias Sunan Giri. Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah. . parwa I sarga 4. Siti Murtasiyah.

disertai Dipati Keling dari India serta anak-buahnya. menuju Pulau Jawa . antara lain sebagai berikut: . Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. bersama 98 anak buahnya. Dalam perjalanannya. Selesai dua tahun. Ketika singgah di Gujarat. yang semuanya berjumlah 98 orang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam. Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir. tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pahvsnltanan Paknnguati C'irebon 103 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. Kemudian. baru berusia dua puluh tahun. di-Islam-kan oleh Syarif Hidayat. Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil.//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). mereka berlayar bersama-sama. Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. dari Syekh Athallahi Sajjilli. Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. Oleh karena itu pergi dari Mekah. Tinggal di sana lamanya tiga bulan.. Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. lamanya dua tahun. yaitu Sayid Al Kamil. ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. singgah di Gujarat. Pada waktu itulah. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . parwa parwa I sarga 4.ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menemui uwanya. Syarif Hidayat singgah di Banten. makanimitta sayid kamil lungha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. Kunjungannya ke Cirebon. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. (singgah) di negeri Pasai. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. untuk menemui uwanya (kakak ibunya). Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Sumatera. bersama Dipati Keling dan anak-buahnya. Masing-masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa-Budha. Selanjutnya. ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. Syarif Hidayat alias Sayid Kamil. Sesungguhnya. Selanjutnya. mengajarkan agama Islam di sana.sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan warsya // Terjemahan: Selanjutnya. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. berlayar menuju Cirebon. berjodoh dengan puteri Adipati Banten. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. Nyai Kawung Anten.

Sang Tumenggung mewariskan tahtanya. di Kerajaan Sunda. Syarif Hidayat. mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu. Syarif Hidayat. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil. Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya. Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak-buahnya.. Alangkah sukacitanya Sri Mangana.. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya. kepada suwan yang sekaligus menantunya. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: 105 | S e j a r a h K e r a j a a n . ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu. Setelah beberapa lama kemudian. dapat bertemu dengan uwanya. Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa . yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama...Iman. Demi untuk kepentingan penyebaran Islam.. Dipati Keling serta 98 anak buahnya. sangat gembira. menetap di Pakungwati Cirebon. Adapun Syarif Hidayat. . Akhirnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Nyai Mas Pakungwati. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung.. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati). Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati. Begitu pula Syarif Hidayat. yaitu Sayid Al Kamil. kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman.

yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan...Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon.. . untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa. Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati. Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya.. pesta meriah. dengan gelar Susuhunan Jati. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur. untuk 106 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan semua memberikan dukungan.// rasika dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. menyerukan pujian atas penobatannya. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak. mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati. sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon.. Pejabat penguasa daerah. Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon. ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon. yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran).. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada waktu itu.

Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya. niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. atas kehendak Pangeran Cakrabuana. Hal yang hampir sama. Penobatan awal Syarif Hidayat. "Betapa tidak terpujinya. bahwa: 1. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon-Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. sebutan Sorasowan. antara lain: 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan.1983: 35). Syarif Hidayat. lama tidak kembali ke Pakuan. Syarif Hidayat. Sang Kakek memerangi cucunya. puteranya sendiri. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. atas usul orang tuanya. Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. akhirnya masuk agama Islam. dan 3. dalam buku Pakern Banten. V. 2. adalah menantu Walangsungsang.menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935). Akan tetapi. terkesan Surasowan di sana. KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A. dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih. atas pernikahannya dengan Pakungwati. Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian digunakan sebagai nama keraton. pendiri kerajaan Islam di Cirebon. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan. Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan. Pakungwati sebagai nama orang. teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. Soan atau Sadji artinja Radja. Surasowan. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin. nama resmi yang digunakan adalah Negeri Surasowan. yang dibangun di Dukuh Cirebon. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita. Pada mulanya. semua itu menarik untuk dikaji. bagi kata yang ada di depannya. Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671-1687). Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan).1984:44). Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. Selanjumya berkembang. sudah tentu harus dicari pembandingnya.1935: 60-61).Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran-Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon. Soera artinja berani. atau Surosowan? Hal tersebut. Pada akhirnya berubah sebutan lagi. Saleh Danasasmita (1984). Berdasarkan gejala itu. menjadi Kesultanan Cirebon. 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . menjadi Keraton Pakungwati. Agar tidak terjadi kesalah-pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan. Surasowan dan Surosowan. Pakungwati adalah nama orang. puterinya Pangeran Cakrabuana. menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. Pakungwati sebagai nama kesultanan. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad. Pakungwati sebagai nama keraton. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Arya Surajaya. Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut. menjadi bupati Banten Pasisir. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). Islam sudah mulai bersemi. Sebagai putera Sri Baduga Maharaja. antara lain ialah. Dari kutipan tersebut di atas. dan 2. 2. Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. 1. juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir.Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. berputera beberapa orang. Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. dua orang di antaranya: 1. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera. (Atja & Ekadjati. Prabu Surawisesa.1989:144 dan 153). teka-teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjuju109 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan mampu mendirikan keraton yang memadai. Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34. Sang Surasowan. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. Nyai Kawunganten. Atja & Edi S. mulai menampakkan cercah-cercah sinar terang.

dalam waktu yang relatif singkat. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit.g wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . banyak mendapat simpati dari penduduk. kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. yang terhitung masih saudaranya juga 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . Atas seijin Sang Surasowan. Kelak. Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. di kemudian hari. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah. Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah. Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah. dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. singgah sebentar di Negeri Banten. Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk. tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja). terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. di Pulau Jawa singgah di negeri Banten.

puterinya Sang Surasowan. dari Mandarsah ia datang di Jawa. pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. tiba di Banten Girang. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat. masih saudaranya juga. sudah banyak terkisahkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. sangat terbatas. bayi laki-laki itu diberi nama Sabakingkin. seorang perempuan (yang tua). nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. Oleh Sang Surasowan. Untuk mempererat kekerabatan. dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat. untuk meng-Islamkan daerah ini. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati oleh masyarakat Banten Pasisir. Tentang "seorang yang keramat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. cucu Sri Baduga Maharaja. Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). Apalagi setelah diketahui. kemudian dijelaskan. lalu terus ke selatan. bahwa "seorang yang keramat" itu. Hanya saja. bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. la mempunyai dua orang anak. untuk meng-Islam-kan daerah ini.Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. 1983: 33). Oleh Syarif Hidayat. Dengan anaknya yang laki-laki ia berangkat ke arah barat. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). Sang Surasowan mempunyai cucu laki-laki. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". Secara tersamar. dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. Dari Mandarsah ia datang di Jawa . yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. dari pada substansi historisnya. Sesunguhnya. Dalam waktu yang relatif singkat. yaitu Pakungwati. Akan tetapi. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. pada tahun 1478 Masehi. yaitu Pakungwati. dikemukakan antara lain sebagai berikut: 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . para penulis Babad. tentang "orang tua" Hasanuddin. Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. diberi nama Hasanuddin.

Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja-raja di Cirebon. Berdasarkan kutipan tersebut di atas.l. Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten. kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari. menggunakan sumber "Parimbon Banten. 1472. Sedangkan. Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja-raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. Banten dan Demak. Kangdjeng Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. dalam proses meng-Islam-kan Banten. Berdasarkan kaol Cibeber. mengemukakan hal yang sama. menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad. para penulis Parimbon Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1953: 24). sangat gelap (peteng). dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan. yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). tahoen Belanda k. Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. Hanya saja. mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin. Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. Pakem Banten. akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen-toeroenannja (Achmad. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam. koerang lebih hidjrah Nabi 887. Kg. di Tegal Papak Waringin Kurung Banten. Kg. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". maka Kg. antara lain: Pada abad 15. 112 | S e j a r a h K e r a j a a n .Maka terseboetlah pada masa dahoeloe. yang hampir malah sudah musnah. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah. disaat Kg. pada kalimat selanjutnya. kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. soepaja datang ke negeri Banten.

113 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2000: i & 9). (2000). antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten. Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. Akan tetapi. Mereka bertugas. dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun. sudah tidak diragukan lagi. mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". Carita Parahiyangan. Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. tidak mendasar. Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur-angsur. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. melakukan "Tapa di Mandala". sulitlah bagi kita untuk menentukan. yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". pernyataan selanjutnya. Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". Amanat Dari Galunggung. Dengan adanya hal-hal semacam itu. yang dewasa ini disebut Sasaka Domas. Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme".1984: 41). Kerajaan Pajajaran serta Pakuan-nya. sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". Hafidz Rafiuddin. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan.Ag. Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". mengemukakan hal yang hampir sama. adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Maulana Hasanuddin. Tuduhan Animisme. patut dicermati. S.Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat.

sebagai penganut agama Rasul Muhammad.1989 :144). Menurut kepercayaan orang Baduy. Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil. ditemukan dekat bangunan berundak. menantu. (2) Tumenggung Jayamanggala. menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima. di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. 1984: 219). dan karenanya bangunan-bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture. Dia kemudian memeluk agama Islam. Bangunan berundak di Kosala. Arca Domas memiliki 13 undakan batu. dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. Dari kutipan tersebut di atas. Atja dan Edi S. Dialah putera Sri Baduga Maharaja. dan kepadanya pula roh-roh tersebut kembali. menjadi pemeluk agama Islam. menjadi ratu wilayah Wahanten Girang. Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana.1993: 27). anak. yang berarti benda-benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. 114 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. serta hamba sahayanya. dalam Carita Parahiyangan sarga 3. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh.Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang-orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan. antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua. Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya. nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan". Anak menantu dan hamba sahayanya. masih dipuja dan dikeramatkan. dan berganti nama menjadi Ki Bagus Molana. "takluk" atau "ditaklukkan". Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. yang seluruhnya setinggi 6 meter. "dipaksa". dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana. dengan ikhlas "beralih agama".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat. Monumen-monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat. Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan.

115 | S e j a r a h K e r a j a a n . tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. penamaan "Wahanten" Girang dan "Wahanten" Pasisir. maksudnya itu-itu juga.1996:119). Hendaknya digarisbawahi. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). Ekadjati. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. Bahwa. kedua-duanya sejaman. tapi nyata). bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis.pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. sebutan wahanten menjadi banten. Akan tetapi. apapun bahasanya (Guillot. sudah tidak tepat lagi. membelah kota Serang. menyebut "Wahanten" dengan "Bantam". Sebab. Gambaran semakin jelas. dan bermuara di Banten Pasisir. kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). Sungai yang mengalir sepanjang kurang-lebih 30 kilometer. dapat dimaklumi. mertua Syekh Syarif Hidayat. para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada-ada Banten melalui bahasa kirata (dikira-kira. Ketika Sang Surasowan wafat. dalam usia terhitung masih muda. memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. Sang Adipati Surangggana. berkelok melalui wilayah Banten Girang. Oleh karena itu. Mecermati fakta seperti itu. hanya pelafalan yang berbeda. ayahanda Nyai Kawung Anten. maupun oleh orang Arab pada awal abad ke-16. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut-turut. Boleh jadi. sebutan "wantan" dalam lafal Cina. Jika terdapat perubahan lafal. baik oleh orang Cina. Portugis pun melakukan hal yang sama. dalam kajian ilmiah. tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. tahtanya diwariskan kepada puteranya. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari bahasan Atja & Edi S. Sang Adipati Surasowan. sudah merupakan petunjuk tersendiri. terdapat dua negeri Wahanten. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan-tan). Secara lingual. Sang Arya Surajaya. dari hulu Gunung Karang Pandeglang.

Untuk jaringan politik. telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. Dari perkawinannya. dan persenjataannya pun tidak lengkap. Oleh karena itu. Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. menjadi penerus ayahnya. dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). Itulah sebabnya. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Adipati Arya Surajaya. terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. Mereka dapat ditaklukkan. menjadi tidak harmonis lagi. puteri sulung Raden Patah. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. lahir pertama Ratu Winahon. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir. Pangeran Bratakelana dengan Ratu Nyawa (Ratu Ayu Wulan). antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). diberi nama Yusuf. Pangeran Sabakingkin. B. Pada waktu itu. Putera kedua. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. Pangeran Arya (Pangeran Japara). Pasangan Pakungwati-Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. Ratu-Ratu wilayah dapat dikalahkan. Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. telah mengalahkan kharisma uwanya.Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. di Kesultanan Pakungwati Cirebon. Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. Sedangkan raja-raja daerah yang diperanginya. kekuatannya tidak seberapa. Sabakingkin atau Hasanuddin. serta memperoleh putera laki-laki. Sehingga. dan pasukan yang tersisa melarikan diri.

tersumbat. 2. Raja Daerah Tanjung Nyai Ngajirasa. 16.Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 5. Aryya Pulunggana. memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. Ratu Hyang Banaspati. 13. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. Raja Daerah Wahanten Girang. 12. Adapun raja-raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). Karena Pakungwati. 3. Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon). Oleh karena itu. dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. Raja Daerah Gunung Banjar. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. 11. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. 14. Adhipati Suranggana. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . Raja Daerah Hanum. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). Raja Daerah Pagawok. Sang Aryya Wuludada. Tumenggung Linggageni. 6. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. Sang Aryya Suraprasa. Raja Daerah Pager Wesi. Raja Daerah Medang Kahiyangan. Pradharmaya. Sang Adhipati Patala. semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. 8. 9. Raja Daerah Gunung Ageng. Raja Daerah Gunung Batur. Pada saat itu. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon. Sang Prabhu Walahar. Raja Daerah Simpang. 15. akan tiba armada tempur Portugis. Sultan Demak (Raden Patah). 10. Kekhawatiran Sultan Demak. akan menyerang Pakungwati Cirebon. Aryya Senapati Bhimajaya. Ratu Ancol. Raja Daerah Muntur. 4. 7. Sang Aryya Wirasakti. bahwa tidak lama lagi. Raja Daerah Rumbut. Jelas. Karena sudah tersiar berita. berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. adalah: 1. Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. Kyai Wudhubasuraga. Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak.

perdukuhan. Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. sebagai "gerakan pendahuluan". Tak lama kemudian.Oleh sebab itulah. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. Ratu Ayu. Kemudian mengadakan gerilya. Sebagaimana yang telah dikemukakan. bandar. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam-liam. untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. desa. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya. Pangeran Sabrang Lor. Kekuatan pasukan gabungan. di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. barulah Panglima Fadhillah Khan. barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. kembali ke Demak. aneka macam perhiasan dan yang lainnya. Setelah itu. menyusup berkehling kota. Singgah di Pakungwati Cirebon. tiba di Banten menyamar sebagai pedagang.967 tentara. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati-Demak. sambil menjajakan bermacam-macam barang. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). terdiri dari 1. Sebelum armada laut gabungan Pakungwati-Demak tiba. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. adalah putera mahkota Demak. sedang dalam pelayaran. bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. Beberapa bulan kemudian. janda Pangeran Sabrang Lor. la gugur pada usia muda. ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati. Sekaligus menyampaikan kehendak Sultan Demak. guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. bahwa pasukan gabungan Pakungwati-Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. untuk menyerang wilayah daerah-daerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. Susuhunan Jati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. kembah ke Demak.

dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". bergegas menuju Pakuan (Bogor). yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. Karena hal ini. Sangat masuk akal. pusat pemerintahan Banten. sesungguhnya. Juga tidak sesuai dengan kronik-kAonik yang berkembang di Banten. Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan". untuk menumpas huru-hara tersebut. lebih siap untuk bertempur. telah lebih dahulu masuk agama Islam. beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin.1988: 8).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. Secara diarn-diam.1993: 68). sebelum dapat dibuktikan kebenarannya. mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. Sesuai rencana. menerobos hutan lebat. bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir. Sang Adipati Arya Surajaya. Kemudian. memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. Sang Adipati Surajaya dan keluarganya.Setelah takluknya penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten". Akan tetapi. Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu-Budha Prabu Pucuk Umun". Di balik peristiwa itu. setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. tibalah serangan mendadak.Adipati Sang Arya Surajaya. penguasa Wahanten Girang. menyelamatkan diri. serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. pasukan gabungan Pakungwati-Demak. Kemungkinan. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. Sebab. atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. Adipati Wahanten Pasisir inilah. Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana. dalam usia 48 tahun. dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). sempat dibinasakan. Akhirnya. Serangan dahsyat. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. Sang Adipati 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu-batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke-16 (Ambary. Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung. Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir).

"terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan-peninggalannya.dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya . maka Molana Yusuplah. Perhatikanlah baik-baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau. yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin. mengemukakan usulnya kepada panembahan. Akan tetapi. dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya. seorang dari Pakuwan. yang bergelar Ki Bagus Molana. bahwa setelah selesainya ekspedisi. Kemungkinan besar. akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan. Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana. sulit dibenarkan.Suranggana alias Ki Bagus Molana. antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". oleh pernyataan. pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. Berdasarkan kutipan tersebut.1983: 34). Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup.yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta. setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. Sayangnya. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. dari seorang tokoh. antara lain: Apabila Ki Jongjo. Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. di komplek makam Tempat Suci itu. yaitu Hasanudin. Secara kekerabatan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut-turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. bahkan tidak dilemahkan. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak. yang meminta kepadanya keterangan-keterangan selanjutnya. makaYusuplah lagi . 120 | S e j a r a h K e r a j a a n . kemudian berkembang menjadi dua orang. anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam". dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. rupanya telah terjadi manipulasi. anak Hasanuddin. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi.

sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. Setelah makamnya dikeramatkan. adalah tokoh ulama besar Islam yang sangat dihormati. Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". Kembali ke Wahanten Girang. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. dengan sebutan Sultan. putera Sri Baduga Maharaja. seharusnya. Seandainya. Kropak 410 Carita Ratu Pakuan. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. dan memperoleh gelar Panembahan. Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. gelar "Agus" itu. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. merangkap jadi penguasa. Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. Pertanyaannya. perlu kiranya diteliti lebih lanjut. yang terlebih dahulu masuk Islam. Oleh karena itu. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. Dengan demikian. lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. sependek nama Jong dan Jo. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. Gelar itu. Kropak 408 Sewaka Darma. Konon menurut dongeng. Pengertian panembahan. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benar-benar pernah ada. seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. Setidaknya.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin.1983:149-150). Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. demi kebesaran Panembahan Hasanuddin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana.

keraton ia dirikan. Beberapa bulan kemudian. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683-1687).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati-Demak. akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. dan para pengiringnya. tiba di perairan Sunda Kalapa. Mereka tidak mengetahui. tewas binasa. diberi nama Keraton Surasowan. kakaknya Sang Arya Surakreta. 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Nyai Arya Baroh.452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati-Demak. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. Armada Portugis dipukul mundur. pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis dengan pasukan gabungan Pakungwati-Demak. sebanyak 1. Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. Selanjutnya. terdesak dan menderita kekalahan. di Pelabuhan Sunda Kalapa. Kemudian. hanya 6 tahun lamanya. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). Jati Cirebon. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. menyelamatkan diri. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. Sang Arya Surakreta. bahwa wilayah Sunda Kalapa. menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). Anggota pasukan yang tersisa. beralur darah trah Rasul Muhammad. setelah memeluk agama Islam. Panglima Fadhillah Khan. Setahun kemudian. terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). Sebagian besar penduduknya. Sisa yang masih hidup. melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan. Sebagai catatan. Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon).Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. Dalam pertempuran itu. Permaisuri. sehingga banyak tentaranya yang tewas. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati-Demak. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan. Nyai Arya Baroh. oleh Susuhunan. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. saudagar kaya dari Perlak. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. Ia puteri Adipati Kranda.

Prabu Ningratwangi. Prabu Jayaningrat. menggantikan posisi ayahnya. Kalau tidak. cucu Prabu Dewa Niskala. Oleh karena itu. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati-Demak-Kuningan tiba. Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). oleh Susuhunan Jati Cirebon. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana). mengeluarkan asap hitam. seperti kebiasaan di masa silam. sambil memuntahkan logam panas". oleh Susuhunan Jati Cirebon. yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. jumlahnya banyak. pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dilengkapi senjata meriam. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. terdesak. dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. di dekat Bukit Gundul. Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. memohon bala bantuan. untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. adalah putera Prabu Ningratwangi. la. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. Akan tetapi. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. akan digempur". la. pada tahun 1501 Masehi. memanfaatkan situasi seperti itu.Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. adalah adik Sri Baduga Maharaja. segera mengirimkan berita ke Pakungwati. dan terlalu kuat untuk dihadapi oleh pasukan Sang Suranggajaya. wilayah Pakungwati Cirebon. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. Dalam pertempuran ini. Berdasarkan riwayat hak waris. Susuhunan Jati Cirebon. Serangan. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. telah terjadi perubahan situasi politik. permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. Oleh karena itu. Prabu Jayaningrat. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. diserahi tugas melindungi pondok pesantren.

permusuhan Pakungwati-Pajajaran dapat dihentikan. perkasa. Demak. oleh pasukan Pakungwati Cirebon. pasukan gabungan Pakungwati. Perang lima belas kali.Pasukan Kerajaan Galuh terlesak. dan Kuningan. wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. karena kita sedarah (sama-sama keturunan Sri Baduga Maharaja). Kedua belah pihak menempuh jalan damai. yang mewakili Susuhunan Jati. Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). kehilangan tokoh penting yang disegani. menyepakati. tidak kalah). tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Akan tetapi. Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. kasuran. Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). bahwa: 1. Tidak saling menyerang. Peristiwa tersebut. Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. atuntunan tangan (kerjasama). dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. Maksud "tidak kalah" tersebut. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai. agar Pangeran Pasarean. Sejak itulah. 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . berhasil direbut. Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing. dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. Kebijakan itu dilakukan. Palimanan. Silih asih (saling menyayangi). berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). Pada saat itu. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. 2. mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). menjadi pembesar kerajaan. 3. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. pemberani. beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. Akhirnya Talaga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . janganlah putus. Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). dapat ditaklukkan. Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita. melakukan "pembersihan" terhadap sisa-sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. kuwanen.

ada pendeta sakti. ditenggelamkan ke dasar laut. menghilang tanpa meninggalkan jejak. betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. Prabu Ratudewata. adik Ratu Wiratala. direbutnya kembali. C. la tetap hidup. Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. Oleh karena itulah. yang telah disepakati ayahnya. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. Rasa hormat dan kekaguman itu. Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). Sri Baduga Maharaja. tapi tidak mati. Akan tetapi. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. Dalam suasana tenang dan damai. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). tidak diketahui asal-usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). ia merenungi hidupnya. Berpuasa. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . mati ditenggelamkan ke dasar laut. senantiasa menciptakan huru-hara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada masa pemerintahannya. Pada kesempatan itu. yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. Pendeta di Jayagiri.Berdasarkan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. dianiaya. Munding Rahiyang namanya. Sang Prabu Ratudewata. Mereka sudah mengingkari etika purbatisti-purbajati Sunda. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). Pendeta di Ciranjang. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. sudah tidak lagi menghargai keagamaan. la digantikan oleh puteranya. keonaran. Pendeta sakti di Sumedang. tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. Perang di Buruan Ageung (Alun-alun) (prangrang di buruan ageung). Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. dibunuh tanpa dosa. tidak memperdulikan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). Sanghiyang Siksakandang Karesian.

melanjutkan gerakannya ke arah utara. di bawah komando Panembahan Hasanuddin. masih terikat oleh perjarijian Pakungwati-Pajajaran. hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). pengawal raja. tidak hormat terhadap yang tua. selama 8 tahun. akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. ponggawa-ponggawa kerajaan. berdasarkan hak historis alur darah keturunan. pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . lan bakti ring wong atuha. Mengingat. Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. dan menghinakan para pendeta (mati-mati wong tanpa dosa. Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. Sesungguhnya. tidak lagi mentaati norma pemerintahan. merampas tanpa rasa malu. Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya. berhati-hatilah orang-orang yang hidup di kemudian hari. laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. puteri Prabu Ratudewata. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang).Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). tewas berjatuhan. Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. haywa ta sira kabalik pupuasaan). ayahnya. sangat beralasan. Sebab. Dalam pertempuran sengit di Alun-alun kota Pakuan. la membunuh orang tidak berdosa. Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten). pejabat. Sang Prabu Ratudewata. Jika mertuanya bersikap pura-pura alim (lumaku ngarajaresi). sekaligus merupakan "unjuk rasa". asampe ring sang pandita). hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). ia bertindak sesuka hatinya. Ciranjang dan Jayagiri. menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. serangan kilat ke kota Pakuan itu. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. perwira. Kemungkinan. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. ngarampas tanpa prege. Atau boleh jadi. Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). Sri Baduga Maharaja. Susuhunan Jati Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Serangan laskar Surasowan Wahanten. karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. tidak sungguh-sungguh. Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. Karena.

Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. Akan tetapi. Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. Fernao Mendes Pinto (1510-1583). janda dari ayahnya. dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten).com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. Prabu Sakti masih beruntung. E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sebagian dari catatan perjalanannya. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. Pada masa pemerintahannya. Prabu Ratudewata. Emperador de toda a illla da Iaoa. maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. Keberangkatannya ke Demak. adalah sebagai berikut: E partindo da guy para a cumda. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. dan memperisteri ibu tirinya. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. untuk ikut menyerang Pasuruan. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran-Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. tempat orang Portugis biasanya berdagang. yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. Bale. aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno. Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). mencatat semua kejadian. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao.Puncak kebiadabannya. akibat perilaku buruk seorang raja. Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). Angenia. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya. veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . Keberadaannya di sana. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. cotodas as mail ilhas deste arapelago. paraque pessoalmete. I Madura. que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia.

Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. Berdasarkan pendengaran. -yang juga menjadi bawahannya.1999: 90). serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. Ketika ia datang di pelabuhan Banten. panggilan Fadhillah Khan sehari-hari. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten. adik Sultan Trenggono.000 orang. Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. isterinya Fadhillah Khan. 1984: 46-47). Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan. 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara. Raja Sunda. adalah Nyai Pembayun. adalah Ki Fadil. Bali. Dialah kaisar Pulau Jawa. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. Fernao Mendes Pinto. sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya. Raja-raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang. Maksudnya. Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. Dengan demikian. Kangean. masyarakat Sunda Kalapa sendiri. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. tidak terbitung para pendayung. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken.

bagi kepentingan mitra dagang. Dari pendengaran. antara Wahanten . Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. akhirrrya menjadi "negara sahabat". Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon. mempunyai kedudukan penting lainnya. Adanya anggapan seperti itu. serta menempatkan armada lautnya di sana. dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. Sang Prabu Nilakendra. ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". Kembali kepada Prabu Sakti. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. baru berperan sebagai Adipati Wahanten. mencatat pada masa pemerintahannya. la wafat di Pengpelangan. yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati Cirebon. adalah tentang adanya hubungan multilateral. karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun.Demak . Sedangkan Maulana Hasanuddin. Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya. Angenia. setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. Oleh karena itu dapat dimaklumi. penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. Pada masa pemerintahannya. yang penting diperhatikan. Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). Sebab. kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. Portugis menerima kenyataan seperti itu. Dari catatan Fernao Mendes Pinto. kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). Bali. Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir.Sunda Kalapa . dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Jaman yang sudah 129 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Portugis yang semula dimusuhi. Madura. hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak.Portugis. Bahkan.menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". Fadhillah Khan.Pakungwati . dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali). selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. polah sang nata). Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga".

dimeriahkan oleh pesta pora. Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan. kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar). serangan besar-besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. serta dihantui bencana kelaparan. Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. Makan minum sampaimabuki. pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. adalah kepercayaan mistis sinkretis. jimat-jimat. Makan enak.jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. Tantrayana. dilukis dengan emas. bahwa tidak akan lama lagi. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda. yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. akibat angkara-murka penguasanya. Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. Akan tetapi. menembus jantung ibukota Pakuan. Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. telah. sudah dicampakkan jauh-jauh. nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. mahayu na kadatwan. secepat kilat. Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra. Yang mendirikan bangunan megah 17 baris.berada di ambang pralaya (kiamat. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. dalam mendahului upacara Tantrayana. bendera keramat. keagamaan Sunda (purbatisti-purbajati Sunda). keraton Pakuan Pajajaran. itulah. tidak ada ilmu yang disukainya. tan igar yan ta pepelakan). untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. manteramantera Tantrayana. minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. Setiap saat. Bagi Prabu Nilakendra. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. sambil minum-minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk. 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . Petani menjadi serakah akan makanan. kehancurarr). yang mengapit gerbang terlarang. Pada tahun 1567 Masehi. yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan.

Sunan Prawoto. sangat menarik untuk dicermati. Selain itu. bahwa Surasowan Wahanten. dari Nyai GedengTepasan. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. D. Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. ia telah membuktikan. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. adalah negeri yang kuat. sudah tidak lagi dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. Tidak pernah ada berita. adalah menantu Prabu Ratudewata. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). yaitu Prabu Sakti. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Kekosongan tahta Demak. calon pengganti Susuhunan Jati. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. Latar belakang tragedi. adalah putera Susuhunan Jati. Sebab. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. Mungkin dia tewas di pengungsian. terjadilah huru-hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. wafat dalam usia muda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. sebagai penanda-tangan perjanjian Pakungwati-Pajajaran. yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. oleh bocah pengiringnya. Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. Nasib kehidupan kota Pakuan. yang tidak menyertainya ke pengungsian.Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). mempunyai hak yang sama. Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. hanya tertulis secara singkat. Kemudian. Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. diharapkan oleh puteranya. Tohaan di Majaya kalah perang. Pada mulanya. Susuhunan Jati Cirebon. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. ayahnya Prabu Nilakendra. putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. Bupati Jipang.

karena berupaya membela Prawoto. putera mahkota Cirebon. Sedangkan Pangeran Bratakelana. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. secara terselubung. mendahului kakeknya. Kedudukan tertinggi itulah. Sultan Trenggono. 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena Pangeran Emas. Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. dianggap tidak semestinya. Pangeran Suwarga. Mengingat. sebagai Susuhunan Cirebon. pemerintahan Pakungwati Cirebon. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. Wanawati Raras. Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. Syarifah Fatimah. Atas restu gurunya. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. Susuhunan Jati. Pada saat peristiwa itu terjadi. Pangeran Suwarga. dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. tewas pula. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. Naik tahtanya Fadhillah Khan. dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. pada waktu itu masih kanak-kanak. masih ada calon pengganti yang lebih berhak.Pangeran Sekar. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. diharapkan adalah cucunya. Jipang menyerang Demak. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). juga warga Demak. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sedang berada di Demak. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan). Sedangkan pada waktu itu. Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. adalah putera Susuhunan Jati. adiknya Prawoto. Sunan Kudus. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). yang bergelar Pangeran Suwarga. Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan.

. telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita. Sedangkan dari isterinya yang kedua. Misalnya. Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. melainkan Hasanuddin. Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. Sekaligus. seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan. kisah tentang watu gilang. berhasil menjadi negari niaga maritim. sebagai negara yang mahardhika (merdeka). Sendi-sendi Islam. Menurut "Serat Banten". kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara.kelak menjadi isteri Tubagus Angke. perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). mendadak berubah menjadi licin. Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. mampu berdiri sendiri. Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. Wahanten Pasisir. digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu.yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. dalam kisah "Serat Banten". Permukaan batu yang mula-mula kasar itu. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad. dengan "doa" Hasanuddin. ketika ia bersalat di permukaan laut. Pangeran Yusuf. melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. berdaulat. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan 133 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". Karena itulah. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. Bagi penulis "Serat Banten". Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat. dipandang oleh masyarakat Banten. dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. Panembahan Hasanuddin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Surasowan. dan Pangeran Arya. sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara. digantikan oleh puteranya.1964: 48). . pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. mengkilap dan berseri. bila tidak dikenal asal-usulnya. Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Bupati Jayakarta (Jakarta). melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. walau sesungguhnya tokoh tersebut. batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin. Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup".Melihat kenyataan seperti itu. bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin.

sutra. nila. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. beludru. cengkeh. penguasa Kesultanan Pajang. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. gula dari Jepara dan Jayakarta. buah pala. Orang Gujarat. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. Orang Arab dan Persia. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. Ke Banten pedagang-pedagang ini membawa garam dari JawaTimur. di Pakungwati Cirebon. Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun.1993: 81). Ketika mereka kembali. Panembahan Ratu. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. jarum. mereka membeli lada.1961:13. Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang-pedagang dari Jawa.Sunda (Pajajaran). Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. dan kain putih dari Coromandel. 2. Minyak kelapa dari Belambangan. dalam Michrob. Sumbawa. sutera. digambarkan sebagai berikut: 1. sudah demikian menurun kharismatiknya. kulit penyu dan gading gajah. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. Ketika kembali ke negerinya. berhasil ditundukkan. benang emas. berdagang permata dan obat-obatan. dan sebagainya. rempah-rempah dari Maluku. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang-barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. beras dari Makasar dan Sumbawa. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. payung. lada dan Lampung dan Solebar. ikan kering dari Karawang. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. kayu 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . kain sulaman. berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. 3. kipas. porselen. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. Makasar. Dari segi hubungan kerabat. menjual kain dari kapas. selop. Tokoh-tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon-Pajajaran semua telah meninggal. kayu cendana. sisir. Pedagang-pedagang dari Cina. untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. Banjarmasin dan Palembang. Palembang dan lainnya. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan. membeli rempah-rempah. kertas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Situasi perdagangan di Karangantu.

Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. Bali (Tjandrasasmita. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. Bugis. Kedah dan Selong di Malaka. Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. gading gajah dari Andalas. yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau. dari sejak pemerintahan ayahnya. 1950:182). Pada masa Maulana Yusuf. Sasaran utama penyerangan. Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke-17 penuh dengan istilah 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah Pakuan. besi dari Karimata. Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal. Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui terusan khusus ke danau ini. Ternate. Turki. damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane.1983: 38 dan 59). Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah-daerah baru bagi persawahan. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah-sawah tersebut. Siam.1977: 448). Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota. Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. Persia. mulai dipersiapkan. perdagangan dan pertanian. sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. tenunan dan Bali dan Sumbawa.1983: 31).cendana dan kepulauan Sunda kecil. Banjar. rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. timah putih dan timah hitam dan Perak. baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang. perkampungan orang Pegu. Makasar. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. gangguan keamanan. bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Dengan demikian. orang Arab. Laskar Surasowan Wahanten. Dengan melalui pipa-pipa yang terbuat dan terakota. Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu.1981: 56-58). setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. keamanan wilayah. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai. Cina.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat-tempat lain di dalam kota. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. dapat diatasi dengan baik. strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. dan sebagainya. 1975: 160). dibuatlah terusan-terusan irigasi dan bendungan-bendungan (Djajadiningrat.

karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). sangat memungkinkan. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. sebagai pusat pemerintahan yang baru. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. Serbuan laskar Surasowan Wahanten. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja-raja Pajajaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. Kota Pakuan Pajajaran. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". Oleh karena itulah. Bagi Panembahan Yusuf. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja-Raja Sunda. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. Palangka itu. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. tetapi di Pulasari. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. la tidak menghendaki. Sampai sekarang. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. Dari peninggalan yang ada. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. dan menamakan pemukimannya: 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . Karena mahkota turun-temurun dari Sri Baduga Maharaja. keturunannya masih merupakan kaum-adat. maka di kota Pakuan. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. mengungsi ke pantai selatan. digantikan oleh puteranya. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. Kelak. terhadap kedzaliman. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. Pandeglang. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. merupakan upaya "pembersihan". Disebut demikian. laskar Surasowan Wahanten. beserta ketiga saudaranya. terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten.rover. di Cisolok dan Bayah. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. Sekarang. Bila kenyataan yang terjadi. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Pada masa pemerintahannya. Prabu Ragamulya Suryakancana. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi-hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. Padahal. Prabu Ragamulya Suryakancana. Dengan diboyongnya batu tersebut.

belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). Prabu Ragamulya Suryakancana.Kampung Ciptarasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. satu-satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. Setelah riwayatnya mengalami pasang-surut selama 1450 tahun. Pandeglang. Akan tetapi. "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). Prabu Ragamulya Surya Kancana. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. Mungkin ia pergi ke Pulasari. Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". dibinasakan. hanya berusaha mempertahankan diri. dalam Pantun Bogor. di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan. tentunya tidak membuat babak baru. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. dikisahkan Ki Baju Rambeng. Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n . la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. la hanya sebagai "rajaresi". akhirnya berpusara di tempat lahir. Akan tetapi. secara samar-samar. kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. Jejak peristiwa itu. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). mereka meninggalkan kota Pakuan. beribukota d. Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. bersama pembesar dan pengikutnya yang setia. ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". Menurut cerita leluhurnya. Sesungguhnya. penguasa masyarakat Sunda pertama. Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya.Puasari. sambil menyongsong ajal tiba. Sekelompok kecil yang bernasib baik. bahwa di sanalah. yang meninggalkan urusan duniawi. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. napas tertua bentuk kerajaan.

Sedangkan Panembahan Yusuf. Konflik tidak dapat dihindari lagi. antara lain: 1. Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. Pada tahun 1580. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. putera mahkota Pangeran Muhammad. Pangeran Japara. keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. Akan tetapi. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. Rata Winahon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. ia dikenal juga dengan sebutan. Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Ketika itu. D. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. kepada Pangeran Japara. Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). terutama dalam hal pembangunan kota. Maulana Yusuf meninggal dunia. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Ketika Maulana Yusuf sakit keras. Panghulu Negara (Kadhi). Melihat kenyataan seperti itu. niaga maritim. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. Dalam pertempuran 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Japara bersama pasukannya. Pangeran Arya. Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. pengembangan areal pertanian. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. Dari permaisuri Ratu Hadijah. baru berusia 9 tahun. wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. Oleh karena itu. sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. Sejak kecil. sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). semakin berkembang pesat. Panembahan Yusuf. Pangeran Muhammad. tinggal di keraton Japara.Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). dan 2. terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi).

mereka berangkat dari pangkalan Tessel. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'.itu.1993: 89). bahwa barang-barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. mereka telah mencium wangi rempah-rempah Nusantara. Dalam pelayarannya. tidak tercapai. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar-pasar lain tutup. Keling. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam. Pegu. Diceritakan pula. yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. Turki.1993: 89). di bagian utara Kerajaan Belanda. Jawa. Bersama 249 pasukannya. Gujarat. Ambisi Pangeran Japara untuk merebut tahta Kesultanan Surasowan. Rupa-rupanya. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu daerah Karangantu. bertindak sebagai walinya. Melalui Tanjung Harapan. dan Abesinia. Cina. Masjid Agung yang terletak di tepi alun-alum diperindah. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. terletak di Pacinan. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. seperti dari Bugis. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota. Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. Dan pasar yang ketiga. dan akhirnya diusir dari Banten. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang-pedagang dari Portugis. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. la banyak menyusun kitab-kitab hukum Islam dan mendirikan masjid. Malabar. Mangkubumi Jayanagara. yang memperdagangkan keperluan sehari-hari. pada tanggal 22 Juni 1596. Untuk menjalankan pemerintahan sehari-hari. hingga ke pelosok-pelosok desa. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. Setelah persitiwa itu. Juga terdapat pedagang-pedagang dan Nusantara. dan lain-lain. Seperti halnya ayah dan kakeknya. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . Malaya. Arab. sebagai pencatat perjalanan. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. temboknya dilapisi porselen. dari berita pedagang Portugis. Bengali. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob. Pasar kedua terletak di Paseban.

ditarik mundur. ia melanjutkan perjalanan. pada tahun 1602. karena kecongkakannya. la memimpin langsung pasukannya. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. Kemudian. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. didampingi oleh kakeknya. hampir memukul mundur pasukan Palembang. berputera Abdulmafakhir. sebagai Wali Kesultanan. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebab.Sikap Cornelis de Houtman. putera Aria Pangiri. pada tanggal 13 November 1596. Ratu Wanagiri. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. Mangkubumi Jayanagara. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. Akhirnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. Sementara itu. cucu Sunan Prawoto Demak. Sultan yang masih bayi itu. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. Perwalian. Sultan Maulana Muhammad. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. Selanjutnya. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. Akan tetapi. Akan tetapi. Pertempuran sengit. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton. Karena sikap congkaknya. Akhirnya. yang baru berusia 9 bulan. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. berlangsung di sekitar Sungai Musi. Mereka tiba di sana. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten. Armada dagang yang dipimpinnya. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya. pada tanggal 17 Nopember 1602. jabatan Wali Kerajaan. armada Kesultanan Surasowan Banten. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. ia diturunkan dari jabatannya. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. Bahkan. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). yang kasar dan tidak bijaksana. di negeri rencong itu. ia tewas terbunuh. diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. tidak menghasilkan apa-apa. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia.

terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. pada tanggal 30 Mei 1619. akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir. Snouck Hurgronje (Roesjan. Huru-hara untuk sementara dapat diredam. di antaranya Insan Kamil. yaitu suku Bataav. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. Sementara itu. Mangkubumi terbunuh. Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala. Peristiwa tersebut. pada bulan juli 1608. di kalangan Keraton Surasowan Banten. yang kelak diambil oleh Dr.1993:127). mencapai puncaknya. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC). oleh penduduk Nusantara. dalam Michrob. pada tahun yang sama (1602). diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. Pangeran Arya Ranamanggala. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah-rempah dari negeri timur. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Sementara itu. Pada tanggal 23 Oktober 1608. pada tahun 1604. Sejak pelabuhan-pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal-kapal dagang dari Eropa. Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. Akan tetapi. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Mandalika bersama adiknya. agar Sultan Abdulmafakhir. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni. Pada tanggal 13 Mei 1626. mengadakan huru-hara di pelabuhan. di Belanda terjadi peristiwa penting. Akhirnya. Bahkan. Demikianlah cara Pangeran Arya Ranamanggala. Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. Rasa ketidakpuasan itu. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. terjadi kembali huru-hara besar. Melihat situasi seperti itu. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya. Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. Didukung pula oleh pihak Inggris. Di sana mereka membangun sebuah benteng. Kongsi dagang tersebut. Melihat kondisi seperti ini. menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. Dia banyak menyusun kitab-kitab ilmu agama Islam. yang diberi nama Batavia. Kekuasaan sepenuhnya. yaitu Pangeran Mandalika. didukung oleh pangeran-pangeran lainnya. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan.

pada tahun 1650. 4. Pangeran Surya. Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). kedudukan Sultan Anom. Kesepakatan perdagangan. Pada tahun 1640. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. ia mencapai perjanjian perdagangan. Pangeran Raja. Perjanjian itu. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. dilanjutkan oleh cucunya. Akan tetapi. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. Pangeran Arya Kulon. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari. E. putera mahkota. Begitu juga dengan putera mahkotanya. Abdulma'ali. penguasa Kesultanan Surasowan Banten. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". la seorang Sultan yang cepat tanggap. Ratu Pembayun. bersikap bebas. diserahkan kepada Pangeran Surya. sering "terjun ke lapangan". akan tetapi. Sultan Abdulmafakhir. Pangeran Lor.Sultan Abdulmafakhir. menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tahta Kesultanan Surasowan Banten. Pada tahun 1645. dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia. Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. . Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah. menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. ia meninggal dunia dalam usia muda. Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). dan 5. bagi Kesultanan Surasowan Banten. Selanjutnya. diangkat menjadi Sultan Anom. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak. 2. 3.Gelar ini diperolehnya. antara lain: 1. merupakan masa kemakmuran.

Oleh karena itu.Pangeran Surya. dan Ratu Tinumpuk. 3. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. Terhadap Kompeni Belanda. yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. Serta empat orang saudara seayah. 3. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. 2. 4. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara-saudara dan kaum kerabatnya. Pangeran Kidul. Pangeran Wetan. bahkan kemungkinan besar akan gagal". sebagai pejabat tinggi negara. maupun sandaran ekonominya: 143 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu: 1. sehingga ia sering berkeliling ke daerah-laerah. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pangeran Kilen. Pangeran Raja. baik orang-orangnya. yaitu: 1. Antara lain. Ratu Inten. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. Pangeran Lor. empat orang saudara kandungnya. melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. dari manapun asalnya. merupakan pekerjaan yang sulit. dan 4. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. Ratu Kulon. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. 2. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu.

memusnahkan tanaman tebu. Semua aksi-aksinya. Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Mengenai satuan tempur di darat. 2. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. tanpa basis yang tetap (gerilya). ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. harus dipancing keluar dari sarangnya. yang tidak diinginkannya. supaya kapal-kapal itu. satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. terlihat watak maritim Banten murni. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". Panembahan Hasanuddin. kapal-kapal pengangkut dari arah Timur. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. Setidaknya. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. tidak akan pernah sampai ke Batavia. yaitu sebelah Timur Cisadane. Kompeni Belanda.1. dan 2. Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. menurut perjanjian 1645. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. setiap ada kesempatan. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir. Di darat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Padahal Kompeni Belanda berharap. Di laut. Jalur angkutan laut. dan menghancurkan kilang penggilingan gula. dalam satuan-satuan kecil. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. Sebagai catatan. satuan-satuan armada kecil. Di wilayah perbatasan. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. pasukan patroli Kompeni Belanda. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". beroperasi di belakang garis pertahanan Belanda. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. dan 3. Perkebunan tebu beserta kilang-kilang penggilingannya harus dimusnahkan. Dari sistem strategi dan aksi-aksi yang dilakukan. Pasukan "gerak cepat" itulah. Tujuannya. harus dipotong. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Akan tetapi. Untuk memenuhi strategi itu. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. Kompeni Belanda.

karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan-pelabuhan penting). sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. ia mempunyai dua orang kawan. agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. ulet. Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Maetsuycker. dan pandai bergaul. pada tahun 1653. yang membantu Dewan Hindia Belanda.dalam "pembaharuan perjanjian". sangat puas atas prestasi Maetsuycker. Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara. yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. "Statuten Van Batavia". kedua penasihat Maetsuycker. Akan tetapi. Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. Sebagai ahli hukum. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati-hati". sebagai sumber pangan. yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. Maetsuycker tidak senang bertualang. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. Maetsuycker. Baik van Goens maupun Speelman. kecuali untuk berburu di luar tembok kota. adalah hasil dari buah tangannya. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . menggantikan Carel Reynierszoon. van Goens. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. Para Direktur Kompeni di tanah airnya. yang sekaligus menjadi penasihatnya. yaitu: mahir menjadi pedagang. adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. Untuk mencapai tujuannya. selanu 30 tahun. Trio itulah. saling mengisi dalam watak dan pendapat. dan Speelman. Anthony Van Diemen (1636 -1645). yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. telah memenuhi persyaratan. yang tidak bertahan lama. la terkenal cerdas. Mereka mendorong. yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. Menurut pandangan mereka. Sultan Abdulfatah. dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 -1678). Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. yang memuat peraturan-peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. sejak masa GJ.

Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. yang berdasarkan kelompok etluk. Ancaman dari darat inilah. Sebab di laut. Kompeni Belanda mengambil prakarsa. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. Pada tanggal 29 April 1658. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. Karena merasa lemah di sektor darat. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. van Goens dan Speelman. sebanyak 10 pasal: 1. Menjelang akhir masa perjanjian. dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sikap "kehati-hatian" Maetsuycker. bersedia membuka jalur perundingan. baik di darat maupun di laut. agar ia bertindak lebih keras. utusan Kompeni Belanda. Kedua belah pihak. harus mengembalikan tawanan perangnya masing-masing. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. Akan tetapi. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. membawa usul "perdamaian". sambil membawa usul-usul baru dari mereka. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda.Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. 5. Sultan Abdulfatah. dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar". Pada tahun 1657. menginginkan Maetsuycker. Padahal. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. 2. Kesultanan Surasowan Banten. 6. Sebab secara pribadi. 4. Karena banyaknya barang-barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. 3. atas biaya dari Banten. mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. maka kapal-kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. Untuk memenuhi keperluan tersebut. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. Terhadap tindakan itu. Banten harus membayar kerugian perang. hampir berhasil. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. dilakukan sampai beberapa kali. Pertukaran nota. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. derigan membentuk pasukan "pribumi". Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. Sampai akhir tahun 1656. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten.

Menuntut. pada tanggal 11 Mei 1658. Sebab. 147 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai imbalan. agar orang Banten. Sultan Abdulfatah sangat faham. pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. Seperti yang telah diduga sebelumnya. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat.7.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tuntutan yang kedua. Sultan Abdulfatah menegaskan. Sultan Abdulfatah menuntut: 1. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diingini. warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing-masing. secara bebas dapat membeli meriam. Oleh karena itu. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. Menuntut. (Michrob. agar "bunuh diri". berarti menyulut sumbu perang terbuka. 2. peralatan-peralatan yang dimaksud. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. Perbatasan Banten dan Batavia. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. Tuntutan yang pertama. diijinkan langsung membeli rempah-rempah dan timah dari daerah produsen. 2. 10. peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. maka sebagal imbalannya. karena: 1. Kapal-kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. harus dikembalikan ke Banten. Setiap orang Banten yang ada di Batavia. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. agar orang Banten. artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. Penolakan tersebut. yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". yang dinilai sangat tidak adil. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. demikian juga sebaliknya 8. Dengan tegas. 9. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar.1993:137). Sebagai jawabannya. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. yang telah diperolehnya.

Tumenggung Wirajurit. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. jenis canon (meriam besar). selalu "berkeliaran". agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten. balasan dari pasukan ardleri Banten. Pertempuran sengit itu. Selain itu. berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. ditempatkan di pantai Caringin. 5. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. Pertahanan ibukota. sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . 2. Dengan melalui jalan darat. Hal ini dilakukan. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan. di perairan Labuhan Ratu. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. Di antara meriam-meriam itu: Si Jaka Pekik. dipusatkan di sekitar pelabuhan. Suranubaya. 4. Akan tetapi. selama 9 hari. dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. untuk menjaga serangan dari laut. mulai memuntahkah tembakan salvo. di perairan Tangerang. berlangsung sampai senja hari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di perairan Tanara. Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut.Pasukan-pasukan Kesultanan Surasowan Banten. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. di sekitar Pulodua dan Pulolima. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. Oleh karena itu. Ratu Bagus Wiranatapada. 1. Kapal-kapal milik Kompeni Belanda itu. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. di perairan Pontang. Sultan Abdulfatah memerintahkan. karena dalam rangka blokadenya. Sepuluh di antaranya.000 orang. dengan kekuatan 60 meriam. yang masing-masing diberi nama. sebuah satuan tempur darat. di perairan Karawang. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). Ratu Bagus Singandaru. 3. Arya Suryanata. perairan Selat Sunda. Sedangkan satuan Artileri Banten. yang menyebar di sekitar pelabuhan. tidak memberi peluang kepada kapal-kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. Si Muntab dan Si Kalantaka. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke-Tangerang. telah ditunjuk untuk menempati pos-posnya masing masing. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. Kapal-kapal Kompeni Belanda.

adalah: pengukuhan garis perbatasan. Kompeni Belanda. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. dari kedua belah pihak. tanpa alasan yang sah. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. Mereka dibekali pasukan baru. tentang hak membeli senjata dari Batavia. dan hak memperoleh rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. Sebab. telah banyak korban yang jatuh. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. untuk mengadakan penyegaran pasukan. Akhirnya. akan ditangkap. yang sudah memerlukan istirahat. Kemudian Sayid Ali. menuju ke laut lepas. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. Bagi orang Kompeni Belanda. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Sebelum malam tiba. Pasukan-pasukan itu tidak kembali lagi. Pimpinan baru. tetap harus membeli bahan rempah-rempah dan timah. Oleh karena itu. Sebetulnya. Padahal. bertindak atas nama Sultan Jambi. di garis depan Angke-Tangerang. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur. armada Kompeni Belanda. kemudian memeluk agama Islam. diperlakukan sama dengan kongsi-kongsi dagang lainnya. tidak menuntut hak monopoli. karena pihak Kompeni Belanda. dari pasar Batavia. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. sepanjang sungai Cisadane. Melihat kenyataan ini. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. pada tanggal 10 Juli 1659. Sultan Abdulfatah. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. dipandang sebagai ancaman baru. dan Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. oleh Kompeni Belanda. Sementara itu. titik berat dari perjanjian itu. untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. Di Batavia. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. harus dikembalikan ke Batavia. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. Perundingan berlangsung di Batavia. 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . terjadi stagnasi.

ada barang yang dianggap terlarang. Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. Bahkan bila dianggap layak. tidak dikenakan bea pelabuhan. menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi. untuk mencapai 150 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat". dengan bayaran tinggi. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata-mata". NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. Kelak terbukti. yang selalu memanfaatkan kesempatan. atas permintaan kepala perwakilannya. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. Kemudian. Sebab. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. petugas pemeriksa dari pihak Banten. tetap diperbolehkan dibuka. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. atau terpaksa singgah karena memerlukan air. bahwa para gerilyawan Banten. dengan cara mencari setiap kelemahan. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. Bahkan. 2. kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. Kemudian. Bila dalam kapal Kompeni itu. F. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. biaya pemeliharaan kantor tersebut. Strategi Sultan Abdulfatah ini.Sebagai catatan. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. antara lain sebagai berikut: 1. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. akan diberi gelar kebangsawanan. ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. dapat menyitanya.

Sebab selama perang berlangsung. tujuan Sultan Banten yang tangguh itu. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. dari Pontang ke daetah Angke-Tangerang. pada tanggal 31 Januari 1679. Hal ini disebabkan. atau.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . banyak mernakan biaya yang amat tinggi. Kedua. selain letaknya yang jauh. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. Pada saat perang berlangsung. yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. dalam tempo 9 hari perjalanan. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. Dengan demikian. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira-kira 10 tahun. bahwa "Banten harus ditundukan. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira-kira 6. bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens. telah banyak hal yang terabaikan. bahwa pembuatan saluran tersebut. Kompeni Belanda menyadari. antara lain sebagai berikut: Pertama. karena terletak cukup jauh dari pantai. dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. Oleh karena itu. bahkan dihancur-lumatkan. Di sebelah kiri dan kanan saluran. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara.tujuannya. juga sarana perhubungannya sulit. ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. dan dapat dilalui perahu-perahu kecil. 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu. kepada atasannya di Netherland. Salah satunya. Strategi ini. masyarakat dianjurkan mencetak sawah. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. Dibangun saluran secara berantai. Posko pertahanan sebelah timur ini. tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. sepanjang saluran yang baru. Persiapan-persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui.000 jiwa. dibuat sepanjang jalan lama. karena beban logistik yang terlalu berat. Saluran itu. Kompeni yang akan lenyap".

antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672. ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya. yaitu: 1.000 orang. Peningkatan ekspor. dengan kekuatan 4. Dengan demikian. Muara Beres. pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit". Sultan Abdulfatah. dan mereka dianggap "tidak berbahaya". dengan jiwa "Maritim Banten"-murninya mempererat hubungan dagang internasional. atau ke arah tenggara Muara Beres.Kesultanan Surasowan Banten. 3. 2. Alih teknologi. Mata-mata Banten mendapatkan. untuk mengepung benteng Batavia. Di Muara Beres. Dari orang EIC. dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. Sebab. Banten pun merupakan sebuah negara maritim. koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor. bahwa pemukiman orang Mataram itu. orang Paledang (pembuat alat-alat tembaga). Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia. Selain pembangunan fisik. dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. Ketika pecah perang. Hubungan persahabatan dengan saingan-saingan Kompeni Belanda. peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah. dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus. pos terdepan pasukan Banten. Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan. Terbukti. Banyak di antaranya. telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. yang mengirimkan koloni petaninya. ke sebelah timur dari Wales. ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661. terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat). dihuni petani biasa (bukan tentara). yang menuju Batavia. Kecemasan pihak Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia memperoleh informasi rahasia. Sultan Abdulfatah. sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. dengan kongsi-kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. Dari Wales. mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. 152 | S e j a r a h K e r a j a a n . negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu. dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie). sebanyak 500 orang ke Muara Beres.

yang memiliki daya jangkau jauh. 1996: 303).Dalam jalinan persahabatan internasional ini. Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark. pada tahun 1671. Keraton Surasowan. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota. ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan. Sultan Abdulfatah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang. keraton baru itu dinamai Tirtayasa. dengan nama Tubagus Wiraguna. De Haan berpendapat. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel. dapat ditandatangani tahun 1670. dan berfungsi sebagai benteng cadangan. bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. diberi dinding bata pada kedua tepinya. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah. Pada sudut-sudut benteng. keraton itu dilaporkan bercorak modern. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam. Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan. Karena keistimewaan sistem saluran airnya. Dari nama keraton itulah. Sebagian besar para teknisi Eropa itu. Dalam sumber Belanda yang sejaman. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa. Macao. tidak jauh dari pantai. ditempatkan menara jaga. yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. Negeri Belanda. tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah. dilengkapi pancuran dan danau buatan. Melalui kongsi dagangnya. sekarang). mengundang para teknisi Eropa. Seluruh komplek. untuk menghindari pengintaian dari luar. seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk. Benggala dan Persia (Iran). bahwa nama tempat itu (Ragunan). yang cukup tebal. Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. Istana yang megah itu. sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. perjanjian dagang antara Banten-Denmark. Jalan masuk menuju komplek Istana. Di sekitar tembok benteng. merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga. berbentuk busur. yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l-Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa-sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan 153 | S e j a r a h K e r a j a a n . mampu berlayar hingga mencapai Philipina. dilindungi tembok terbuat dari bata merah. dibuat pula saluran yang cukup lebar. kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten. dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. Kelak. dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan. Hal tersebut.

Sementara itu. putera mahkota Sultan Haji. yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti. guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik. bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah. dapat saja meletus. diperintahkan oleh ayahnya. Tamat (Naerssen. Sultan Ageng Tirtayasa. sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki. diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n . Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten. adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. Abdulkahar. Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru. sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. Setiap saat. di Istana Tirtayasa Selanjutnya. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jual-jualan obat bedil pada tiap-tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri. Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai. pada tahun 1674. Peristiwa ini. maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. untuk menunaikan ibadah haji.1977: 159). berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659. pada tanggal 16 Februari 1671. Sultan Abu'nasr Abdulkahar. yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau-bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih-kasihan. Sejak itulah. memerlukan waktu 2 tahun.yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja-raja dalam negeri Danamarka.

cenderung mengarah kepada permusuhan. Sementara itu. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. Oleh sebab peristiwa itu. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. Kedua belah pihak saling membiarkan. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten.Hal yang meredakan ketegangan. untuk mengamankan hak monopoli rempah-rempah di wilayah timur. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. 800 dan 300 orang Makasar. Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo. Sultan Ageng Tirtayasa. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. Kekhawatirannya. Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. di antara kedua belah pihak. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. Sisa-sisa laskar Makasar. bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis. terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. tidak pernah mulus. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. Koloni petani Mataram di Karawang. Sikapnya yang sangat hati-hati. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. Karena persaingan itulah. hubungan Banten dengan Mataram. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten. tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. Bantuan senjata dan perbekalan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a Trunojoyo. dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. Dalam kejadian ini. ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris-Perancis tahun 1672. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671. kemudian bergabung dengan laskar Banten. Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Dalam perjanjian Bongaya (1667). berturut-turut telah datang ke Banten. bila salah satu pihak diancam Kompeni. Saran van Goens dan Speeltnan. banyak yang menyingkir. agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten. membuat ia mengambil sikap netral. kehilangan sekutunya di kawasan timur. Terbukti. Kesultanan Surasowan Banten. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. dan kehilangan kebebasannya. dalam . ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar.

Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. dengan keraton Mataram. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. juga puteri Mataram. ibu dan isteri-isteri mereka. Mereka hanya menjanjikan. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. yang telah lama retak. dapat dipererat kembali. dalam peristiwa itu. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. Menggunakan kapal itu pula. Ibunda Amangkurat I. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. Selain itu. Hanya saja. adalah kemenakan Panembahan Ratu. Masing-masing. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. Oleh sebab itulah. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Akibat peristiwa itulah. kedua orang kakaknya. akan mengambil sikap netral. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. Sultan Ageng Tirtayasa. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. Kesultanan Surasowan Banten. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. Mereka bersama ayahnya. Panembahan Girilaya. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin Kartawijaya.Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. putera Panembahan Girilaya yang bungsu. Sebagaimana telah dikemukakan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. Menggunakan kapal perang Banten pula. tidak mungkin dipenuhi. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa. karena alasan politik. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa-lah. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. sebagai Sultan Sepuh. kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten.

termasuk mahkota Majapahit. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. Pada tanggal 2 Juli 1677. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. setelah Trunojoyo tertawan. Sebagai penggantinya. langsung menyerbu ibukota Mataram. menyeberangi Selat Madura. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. putera mahkota Mataram. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selanjutnya. dan menyerang Arosbaya di Madura. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. Maetsuycker yang semula bersikap netral. dengan tujuan mendapatkan wilayah. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. penumpasan gerakan Trunojoyo itu. sama-sama penganut garis keras. Selanjutnya. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. Selain itu. Karena peristiwa itulah.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. Speelman kembali ke Japara. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. Gubemur Jenderal Maetsuycker. karena menganggap sebagai konflik intern keraton. tidak meneruskan gerakannya. Pusaka-pusaka Mataram. Akibat serbuan Trunojoyo. Akan tetapi. tidak menerima usul tersebut. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. 157 | S e j a r a h K e r a j a a n . Berdasarkan pertemuan itulah. Akan tetapi. Akan tetapi. namun ditolak oleh Trunojoyo. Speelinan pun mengusulkan. agar mengambil langkah-langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. sebagai tebusan biaya perang. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. pada bulan Oktober 1677. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. yang meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 1678. ia beserta mahkota Majapahit. la berkirim pesan kepada Speelman. segera dilumpuhkan. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. melainkan oleh Kompeni Belanda. yang selalu hati-hati. serta berhasil merebut dan mendudukinya. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom.

la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. Situasi baru ini. Rangga Gempol menggempur Sukapura. Menurut perjanjian Belanda-Pakungwati Cirebon pada tahun 1677.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. pada tahun 1680. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. Akhir tahun 1678. penanggung-jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. namun selalu terhalang oleh kehati-hatian Maetsuycker. dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. senapan. Selanjutnya.F. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama. sebagal pembayar hutang biaya perang. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. peluru dan mesiu. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. sehingga memperoleh bantuan meriam. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. karena Rangga Gempol III. pada bulan September tahun 1678. telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten. Hubungan dagang Sumedang . melalui Kapten Hartsinck. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. Parakanmuncung dan Bandung. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. yang merupakan wilayah bawahan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. menyingkirkan para kepala daerah setempat. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon.Kompeni. Bupati Sumedang. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. dengan mengerahkan 300 orang Talaga. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni. PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. di bawah pimpinan Wiratanu. Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. Sebagai langkah awal. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur.

Ambisi Sultan Haji yang amat besar. mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. adalah menantu Bupati Bandung. peristiwa itu telah menghilangkan sisa-sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. Sebab. Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. justeru muncul dalam kesempatan tersebut. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. la senang meniru perilaku orang Belanda. serta orang-orang Belanda lainnya. Tetapi yang paling membahayakan negara. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. yang berkedudukan di Pamanukan. Sultan Haji. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. mampu menghadapi tantangan-tantangan yang timbul di kawasan Priangan. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima-nya dari Mataram. Akan tetapi.Cakrayuda. yang menyebabkan ia dibenci oleh ulama dan rakyat. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. Sementara itu. Rangga Gempol kembali berkuasa. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). sehingga bukan merupakan ancaman berarti. di daerah Indramayu. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tanpa kajian yang mendalam. Kabupaten Cianjur. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab. Secara politis. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. Pendudukan Banten atas Sumedang. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri. Akhirnya. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. la labil dalam sikap. Sultan Ageng Tirtayasa. Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. hanya berlangsung kurang dari dua tahun. mudah terpengaruh bujukan orang. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. Caeff. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda. sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677. Potensinya masih kecil. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten.

la tidak berani. Dari "tiga serangkai Kompeni". Dalam sehari. ia menyusun catatan pertempuran. Belanda kelahiran Rotterdam itu. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. Pada saat-saat perang sedang berlangsung. tubuhnya kekar. dan mengetahui banyak bahasa-bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. Rijcklof Volckertsz van Goens. semakin meruncing. menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. terbawa mati. la cerdas dan cerdik. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. lengkap dengan keadaan politik. Speelman berpura-pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. Speelman mematangkan situasi. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. terpaksa menahan diri. la sangat memahami. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. menjadi penguasa wilayah". Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten. ia orang Kompeni Tulen.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam pertempuran di laut. menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. karena gangguan gerilya Banten. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. karena ia meninggal pada bulan November 1681. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. Akhirnya. Watak dan keuletan Speehnan. ia berani mempertaruhkan nyawanya. Akan tetapi di darat. Oleh karena itu. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. Banten. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. bahkan ia pun tidak pernah ragu-ragu mengorbankan nyawa orang lain. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n .Kompeni Belanda sudah merasa kesal. perunding dan panglima perang. tetap rawan. telah akrab dengan iklim tropic. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. namun lincah dan tak senang diam. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. Sikap licin seorang pedagang ulung. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi-konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. Speelman mengetahui. Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. Untuk kepentingan Kompeni. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar. pasukan Banten masih terlalu tangguh. tanpa persiapan yang benar-benar matang.

Van Happel. ialah menghasut Sultan Haji. oleh Jacob van Dijck dan Caeff. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. melainkan sebagai "penolong". Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. Padahal. Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. Sehingga. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang menempati Istana Surasowan. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. Sementara itu. mulai bergerak menuju perbatasan Angke-Tangerang. tiba di Pelabuhan Banten. dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang. saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. Speelman mengutus Jacob van Dijck. Selanjutnya. Sultan Haji menawarkan perdamaian. Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel. Kompeni datang bukan "sebagai penyerang". komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. pasukan bantuan Kompeni Belanda. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. Akan tetapi. pada tanggal 16 Maret 1682. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia. komandan-komandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. dan Saint Martin. Sistem politik adu domba. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru. berjalan mulus. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda. Sloot. disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan. di bawah komando Kapten Tack. Mereka adalah: Kapten Hartsinck. dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda. sebagai perunding ulung. pada tanggal 8 Januari 1681. padahal di benteng "Batavia". di bawah komando Saint Martin. membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang. Tugas van Dijck yang sesungguhnya.Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. pada malam 26 Februari 1682. van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. Dengan dalih.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya. Kapten Tack. yang ditempati oleh Sultan Haji. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai". terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. Pertahanan daerah Angke-Tangerang. agar lebih berani mengadapi ayahnya.

meriam tempur Hartsinck. dengan perhitungan yang matang. Hartsinck mempersiapkan serangan baru. pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa. Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan. Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa. pasukan darat dan laut Banten. Akan tetapi. Di tempat itulah. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682. Saat itu. Pada tanggal 28 Desember 1682. Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya. Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. Hingga bulan Agustus 1682. armada darat dan laut Kompeni Belanda. Pasukan gerilya Banten. Dari ibukota Surasowan. mundur menuju Tanara. anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt. mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia. pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira. melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya. hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. di sebelah selatan Tirtayasa. Serbuan pasukan Hartsinck ini. disambut baik dengan penuh rasa hormat. jatuh ke tangan Kompeni Belanda. bergerak menuju Tirtayasa. Sedangkan di Tanara. diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia. Sementara yang lain menunggu di Sajira. ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji. Di Tanara. Pada bulan Oktober 1682. yang berada di Keraton Surasowan. Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. Pada awal Maret 1683.Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke-Tangerang. Pasukan gabungan ini. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung. utusan Kompeni Belanda tiba di 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . Selanjutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Beberapa hari kemudian. pada bulan November 1682. yang berisi bujukan dan permohonan. memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan. mencoba mempertahankan daerah tersebut. sehingga terjadi stagnasi. berhasil merebut Pontang. mulai menembus keraton Tirtayasa. Akhirnya. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa. pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari. oleh Sultan Haji. mereka bersama-lama dengan pasukan Sultan Haji. daerah perbatasan Tangerang-Bogor. agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. memasuki keraton Surasowan. bergerak menuju ke Tirtayasa.

ia tidak pernah mencela sifat-sifat Sultan Ageng Tirtayasa. Selanjutnya dalam catatan Vlekke.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karena terbukti. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng. Sehingga. dalam berbagai sumber. bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. ia menyebutkan. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. telah berhasil memikat para pedagang Inggris. Akan tetapi. Denmark. Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda. agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. Sultan Ageng Tirtayasa dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat". sumber-sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri. mereka merasa senang. adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. Akan tetapi. menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya. Banten mencapai masa kejayaan. lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten. tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. Sultan Ageng Tirtayasa. di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat.Keraton Surasowan. Seperti juga raja Makasar. sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". Kemungkinan besar. Sultan Haji tidak berdaya. Penangkapan itu. dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar. Mungkin saja. menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. la dihormati dan disegani oleh lawannya. Sultan Banten. terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan. Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. mencoba memodernkan negaranya. Pada saat itulah. Menurut pengamatannya. Bahkan. Tanpa ragu-ragu. dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. yang diberikan rakyat Banten kepadanya. dan Perancis. bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas. ialah musuh besar Kompeni Belanda.

terdapat kesimpang-siuran. Padahal. oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. Orang berkata. adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. Dalam tahap permulaan. dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672. Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia. Benggala dan Persia. dalam saat-saat kekuatan Komperli Hindia Timur. para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob. "Tidak pernah terjadi sebelumnya”.Atas bantuan orang-orang Eropa. Muhammad Ismail. kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. bukan sebagai "bangsawan niaga". dipimpin oleh para nakhoda Eropa. akibat persaingan dari Pelabuhan Banten. Cina dan Arab. berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671. dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. la pun menuntut hak. berakhir pada tahun 1683. berada pada titik puncaknya. dari manapun asalnya. melonjak naik. yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. Satu tahun lamanya. Disertai salah satu kapal milik Banten. putera mahkota (Sultan Haji). untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. mengalihkan usaha niaga mereka secara besar-besaran ke Banten. dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983). mulailah ia membangun kapal-kapal sendiri. sebelum kedatangan orang Portugis. Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria. dari sumber-sumber yang ada. Akibat peristiwa penangkapan tersebut. penerbit Saudara. Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon. pada tahun 1677. yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun-tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. Hal itu justeru tetjadi. Oleh sebab itu. Sultan Haji mengira. ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara. yang sopan-santunnya ditetapkan oleh norma-norma perdagangan. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara. melakukan pelayaran ke Philipina.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar. atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka. Macao. Sultan Ageng Tirtayasa. setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. melanjutkan perjuangannya secara gerilya. Kesadaran politik inilah. Kompeni Belanda 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . Serang. ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya. Mungkin penunjukkan tahun 1672. disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. Para pedangan India.

dan lain-lain. Salah satunya. tingkat volume lama perjuangan. edukatif. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. Tim inti itu. dibentuk tim.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke-7 sampai dengan abad ke-19 Masehi. berdasarkan.M. Dr. Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah.direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. Adik Sultan Haji. Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. artistik. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa. Pada tahun 1985. antara lain: 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . tanggal 8 April 1985. (Anggota). putera Pangeran Sake. untuk meneliti. diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional. dan dukungan rakyat. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. juga berpihak kepada Pangeran Purbaya. 2. luas wilayah perjuangan. 5. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. yaitu Pangeran Sake. jumlah korban pada pihak musuh. psikologis. Edi S. 3.CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. terdiri dari: Prof. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. G. Ekadjati (Ketua). yaitu Tubagus Mustafa. yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke-18. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. Saleh Danasasmita (Anggota). Drs. dan Drs. penelitian. Saini K. Skep/182/N/1985. Karena nilai-nilai kepahlawanannya. dan pembahasan terhadap peristiwaperistiwa dari tokoh-tokoh sejarah di Tatar Sunda. 4. No. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh-tokoh pejuang di Tatar Sunda. Sprin. Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). kesulitan yang dialami. No. politis. Setelah dilakukan penelusuran.

dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Ketiga tokoh tersebut. terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah. Raden Alit Prawatasari. 3. di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819). Perlawanan Bupati Sumedang R. antara lain: 1. yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. dan 3. Kini diorama dan patungnya. Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke-18 Masehi). tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon. Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703-1707). 4.1. 6. Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat.A. 2. 5. Dari hasil seleksi pada waktu itu. di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651-1683).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . terukir oleh tinta emas sejarah. 8. Perlawanan rakyat Banten. Sultan Ageng Tirtayasa. Bagus Rangin.T. gagah berani. 2. raja Sunda-Pajajaran yang hidup pada abad ke-15/16 Masehi. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke-17 sampai dengan abad ke-18 Masehi). Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). serta banyak memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. la raja yang bijaksana. Sri Baduga Maharaja. 7. raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651-1683 Masehi). *** 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720-1723).

Siwa. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci. memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati.1984: 29). meniru bentuk janggut patung Agastya. untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. dua pakar yang terkenal. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap. antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya. ternyata sebuah yoni. melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel. dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). pada paro pertama abad ke-19. Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. kecuali satu. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca-arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten. menyebut arca-arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. sekalipun orang Cina berkeberatan. Durga dan Ganesha. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan. penyebaran agama Hindu di daerah-daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. yang karena terlalu berat ditinggalkan di tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". Brumund dan Van Hoevell. diangkut ke museum pula.BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI . kendi itu dihilangkan.MELACAK RAJATAPURA I. dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Beberapa bulan kemudian arca itu. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie. semuanya dikirim ke Batavia. Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. yang menggambarkan Brahma. beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap. bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas-angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. Agastya. Arca itu. Pada wayang Kumbayana.1996:101). 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . Beberapa puluh tahun kemudian.

dan 168 | S e j a r a h K e r a j a a n . 1996. menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain. 1850. tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich. kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari. Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya.500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu. apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. kemudian dibahas oleh Yogaswara. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung. luasnya sekitar 17. antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dalam Guillot. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris-jenis batuan andezite. ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda.1993: 33). Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 -168 M). Pada materi yang sama. bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara.Boleh jadi. Kedua-duanya. tuffa. 104). yang terletak di pesisir barat Pandeglang. mengemukakan pendapatnya. Sayangnya. antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira-kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. Pemujaan terhadap Agastya. Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang. Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). Bila dikaji lebih dalam. Pada berbagai singkapan. Halwany Michrob. gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai-pantai Sunda yang elok.

Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari. 1978: 38). Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten.1894 dalam Guillot. karena ada yang menduga bahwa patung-patung itu berasal dari abad ke-7 Masehi (Danasasrnita. baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli. seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913). dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam.daerah ujung selatan Surnatera. 1984: 3334). dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan. Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik. dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya.1993: 33). Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara. di Pulau Panaitan. dalam Michrob. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur. oleh Claude Guillot dan kawan-kawan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali atau Kandali (Djajadiningrat. Ketika bapaknya datang kepadanya. sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara. Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja. II. Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. Selanjutnya.1996: 106).1983: 33). (1996). Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus 169 | S e j a r a h K e r a j a a n . dikatakannya kepadanya. sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. MENELUSURI PULASARI Sering disebut-sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah. Dalam pada itu. bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah. memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: Molana Hasanuddin berkelana di hutan-hutan dan di atas Gunung Pulosari. Padahal keberadaan patung-patung itu tidak menolong keadaan. Dengan demikian. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526. mengisyaratkan. dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-14 atau ke-15 Masehi (Vorderman.

pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. Menurut cerita rakyat. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca. tidak pernah kering. ada semacam "gambar" ayam jantan. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. Batu Cangkrung. yang berserak di bawah cucuran air terjun. Uniknya. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. Pada hemat kami. oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". Di lokasi Batu Kiara Sarebu. air terjun Curug Putri. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. Untuk membuktikan kebenarannya. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. di sekitar puncak Gunung Pulasari. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. 170 | S e j a r a h K e r a j a a n . sehingga dapat menampung air (nyangkrung). Menurut cerita rakyat. Patut disayangkan.dicari". Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. air di atas permukaan yang cekung tersebut. Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung. Batu Cangkrung. Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah. merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut. antara lain: Batu Sanghiyang Arca. Kekeramatan batu tersebut. ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. Batu Kiara Jingkar. Air Terjun Curug Putri. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara. Batu Kiara Sarebu. Ayam jantan tersebut. pipih. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. terdapat batu-batu yang dikeramatkan. ditemukan batu-batuan yang dikeramatkan itu. dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter. tebal 10 centimeter. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja-raja. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. menurut cerita rakyat. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor. Menurut cerita rakyat Cilentung. Di lokasi tersebut. konon milik Maulana Hasanuddin. Batu Kiara Jingkar. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. menurut cerita rakyat. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. Batu Sanghiyang Kotok. Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari.19y6.100).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang dibentuk serupa "makam". Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi.

yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari. Di lokasi puncak Rincik Manik. Di lokasi puncak Rincik Manik. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. Bahkan batu-batuan yang ditemukan. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar-besar. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. Hal itu. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. tetapi hampir tidak menonjol. pada ketinggian antara 1. Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk. membujur arah utara-selatan. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. yang ditinggallkan wisatawan lokal. puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot. Makam yang satunya lagi.300 meter hingga 1. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. lengan-lengan dan kelamin lelaki. Uniknya. terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". juga terdapat sebuah batu yang sangat unik. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal. Di bagian lain. dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut.346 meter di atas permukaan laut. nampak gosong. Makam yang pertama. kelihatan pula. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. ketika diukur menggunaltan kompas. membujur arah timur-barat. 1996). Lagi pula sulit dibayangkan 171 | S e j a r a h K e r a j a a n . sehingga 'Tim menamainya "batu magnit". Selain tempat-tempat keramat biasa. Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. Di lokasi itu. Di lokasi puncak Roncang Omas. kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot.Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari. banyak sampah-sampah berserakan. sata-satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. Mungkin. dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun.

Bahkan sampai masa-masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la172 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938). Di daerah Lampung. dan belum dikerjakan (Sukendar. Sulawesi dan lain-lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar. Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek. Mungkin Guillot kecewa.1985: 92).. 1981/1982: 247). dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca-menhir itu (Guillot. Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan-perkembangan pada bentuk-bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. menerangkan makna dan fungsi menhir. Jawa Barat.bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang. karena kepurbakalaan Sanghiyang Dengdek. Haris Sukendar. yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. Situs-situs megalitik telah menghasilkan menhir-menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda. mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dikemukakan antara lain sebagai berikut: .1996:100). dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja". "primitif" dan "kampungan". tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang. Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1. Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs. antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri.. dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia.

antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke-13 atau sedikitnya abad ke-14 raja-raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas. Selalu maksudnya agar cita-cita mereka tercapai. mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan lempeng batu. Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu. yaitu terutama pemujaan terhadap nenek-moyang. yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya. Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte. yang menjadi tujuan terakhir.1984: 42). Mereka memohon kepada nenek-moyang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. banyak sekali. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan. Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu.wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik. bukanlah patung dewa-dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung-patung 173 | S e j a r a h K e r a j a a n .. terutama pujaan terhadap nenek-moyang dari ayah dan juga mantera sihir. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali. Kalau tempat-tempat seperti itu dilengkapi patung-patung. Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran. dengan mengucapkan mantra. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa..

juga Gunung Aseupan. 6. Kecamatan Banjar. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. Sanghiyang Dengdek. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. Cicaringin dan Cibangangah. Lokasi di Desa Gunungcupu. Lokasi di Desa Batulingga. Gunung Karang. oleh arus deras sungai Cibama. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. Kecamatan Saketi.1984: 42). 8. Desa Pasirpeuteuy. 3. Batu Lingga. Kecamatan Menes. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. Batu Rincik Manik. Kecamatan Saketi. Lokasi di Desa Banjarnegara. Kecamatan Mandalawangi. jaraknya hanya 3 kilometer dari tepi pantai. Batu Pahoman. lokasi di mata air Cihanjuran. antara lain berupa menhir: 1. keadaan pantai barat Pandeglang. Desa Cikoneng. 5. Gunung Pulasari.nenek-moyang. 2. pada masa 2000 tahun yang silam. Lokasi di Kampung Kaduhejo. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. Makam Gunung Cupu. Batu Cihanjuran. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat". Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. 7. Kecamatan Cimanuk. 4. Terhanyutnya pasir. Berdasarkan kajian geografi sejarah. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. Sanghiyang Arca. debu. Cilabuan. Batu Goong. Kecamatan Cadasari. Lokasi di Kampung Pahoman. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. Jumlah 3 buah menhir. membentuk pendangkalan selebar antara 8-10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari. kerikil dari letusan gunung. Dihitung secara geologis. Kecamatan Saketi. Lokasi di Desa Sukasari. 9. Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. Desa Sanghyangdengdek.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . Posisi di puncak Gunung Pulasari. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. Sanghyang Healeut.

Batu Pangsalatan. Lokasi di Desa Parigi. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). 2. van Tricht. Batu Kuda I. Batu Sanghiyang Kotok. Di kawasan Popinsi Banten. 7. Batu Keris dan Bata Teko. diduga memiliki nilai kepurbakalaan. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan. Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. Kecamatan Saketi. Sedangkan batu-batu yang ditemukan dalam bentuk lain. Lokasi di Kampung Baturanjang. antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. 11. 10. Lokasi di Kampung Cibulakan. 2. 3. Kecamatan Cimanuk. Kecamatan Cimanuk. Kecamatan Cimanuk. Kecamatan Mandalawangi. Bupati Serang tahun 1908.A. Batu Saketeng.III. Batu Tongtrong. Batu Cangkrung. 1786. Lokasi di Desa Saketi. di antaranya: 1. Kecamatan Saketi. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. 12. Kecamatan Cimanuk. 8. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. Batu Qur'an.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 5. Batu Kuda II. dalam laporan resminya (1908 no. Djajadiningrat. Desa Parigi. antara lain: 1. Lokasi di Kampung Nembol. Batu Tumbung. Kecamatan Saketi. Kecamatan Cimanuk. Kampung Sampalan. orang-orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. sejauh ini dapat 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . Batu Kolam Citaman. Desa Palanyar. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. ditemukan pula batu-batuan berbentuk dolmen. Batu Kasur. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Kecamatan Menes. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. Batu Notod. 9. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. Batu Ranjang. Batu Pangasaman. 3. 4. Lokasi di Desa Parigi. Kecamatan Cimanuk. masih terdapat gejala religi "agama masa silam". Lokasi di Kampung Cidaresi.1929: 47). Lokasi di Desa Sukasari. 6. Kecamatan Saketi.A. Desa Palanyar. Lokasi di Desa Palanyar.

Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. sebongkah batu alam yang agak aneh sudah cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan. Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa. diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993). sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Namun. akrab. berupa peninggalan dari masa pra-Hindu.1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu.1984: 43). Keterangan peninggalan tersebut. Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah-pindah tiap habis musim panen. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak.disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima. dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir. tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy. Bagi mereka. Jelas upacara-upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna. dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis. namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda-benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku.

Jadi hiyang-lah yang paling tinggi. Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. Menhir pusat ini ditunjang oleh batu-batuan berukuran kecil (Michrob. dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan". peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang). Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita.j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar. Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib). Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna. dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir. niskala = gaib). Siwa dan lain-lainnya tunduk kepada Batara Seda Niskala. 1984:41). kemungkinan besar pernah tersingkir.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan kepadanya pula roh-roh akan kembali. jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme. yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot. Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan. kemungkinan ada unsur kesengajaan. terkuburannya menjadi bukit-bukit (hunyur). akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek.pelor) yang bergaris tengah antara 10-15 cm. mengemukakan pendapatnya. Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter. sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme. Kemungkinan-kemungkinan itulah. antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. Wisnu. Tidak menutup kemungkinan. yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. dewata tunduk kepada hiyang). Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari. "ratu bakti di dewata. sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja". Iswara. Sang Pencipta Roh.1993: 5-6). Kemudian dinyatakan bahwa dewa-dewa seperti Brahma.

Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. Orang Tangtu ("Baduy-dalam") adalah keturunan "para wiku", orang panamping ("Baduy-luar) merupakan keturunan "kaum sangga". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita,1984: 41). Sendi-sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari, mengingatkan adanya benang merah religius, antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"-nya; bangkit kembali pada masa kerajaan; Sunda, Galuh, Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"-nya, terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya.

IV.

MELACAK RAJATAPURA

Ayatrohaedi, dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989), mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi, antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah, sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Selain di sekolah, mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya, para tetangganya, dan buku-buku yang dibacanya. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu, benar-benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos, tidak demikian halnya dengan Heinrich. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya, dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya, di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya, ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang
178 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bernama Troya, melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan, mereka berangkat ke Yunani, lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. Berhari-hari mereka menggali di situ, tak juga menemukan apa yang dicari. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa, cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan, dan penggalian diteruskan. Hasilnya, bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali, dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi,1989: 1-2). Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas, Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya, mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah, antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu, nenek-moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal, Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Menurut para ahli bahasa, kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M. Seperti juga halnya dengan kisah Troya, para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng, kalaupun bukan mitos. Tetapi, seperti halnya dengan Heinrich, ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India, juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Berbekal anggapan itu, mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta), di daerah sebelah barat daya, beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke-12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. Dalam pada itu, dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana, ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. (Ayatrohaedi,1989: 2-3). Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi, mendapatkan gambaran yang jelas, bahwa naskah dongeng sekalipun, dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu, diperlukan kecermatan dan ketelitian ,jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sumber sejarah, termasuk naskah-naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah, hikayat, asal-usul, silsilah, carita, tambo, atau babad. Betapapun, nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu, naskah-naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi,1989: 6). Kembali ke masalah Salakanagara, Dewawarman dan Rajatapura, yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Di Gunung Pulasari, sebagaimana yang diungkapkan oleh Claude Guillot, sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. Guillot mengemukakan pendapatnya, antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi, arca-arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. Pertama, meskipun muka arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?), gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda, dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah, artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke-10. Kedua, dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa, yaitu Dewa Siwa, Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa), Durga (yaitu Parvati, sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa), serta lingga yang sudah hilang, namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. Wahana (vahana) Siwa, yaitu sapi Nandi, mungkin sekali juga sudah hilang. Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa, seperti di Prambanan, candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu, sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. Ketiga, seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut, arca-arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari, dekat kawah yang oleh C.W.M. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke-19, pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot,1996:102). Guillot sudah menduga, bahwa arca-arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu, berasal dari peninggalan Hinduisme. Hanya saja, jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara, temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu, dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, parwa I sarga 1, halaman 158-160, terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca-arcanya oleh Dewawarman VIII (240-362 Masehi), antara lain sebagai berikut: ...// diwasa sang dewawarman astama nyakra180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

. Karena sekalian warga masyarakat. Guillot 181 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ada yang memuja Hyang Ganayana. Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan. Oleh karena kekunoannya itulah... Ada yang memuja Hyang Siwa. Adapun mata pencaharian warga masyarakat. mengusahakan pelayanan. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati. dipelihara dan sangatlah baik karenanya. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai. mengharapkan hidup lanjut dan selamat. Ada yang memuja Siwa-Wisnu. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan. Sang Raja membuat candi. yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. sangat berbeda dengan arca -arca lain yang lebih muda.. . Golongan ini banyak pengikutnya..warti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//. berdagang. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot. Kekunoan arca-arca tersebut.// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di antaranya berburu di hutan pegunungan. Anutan mereka sekalian Waisnawa. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari".. bertani dan sebagainya. Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta. juga Hyang Wisnudewa. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera.

menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). sebagai tempat asal (insitu) arca-arca Hinduisme itu pernah berada. beserta beberapa arca lain yang bergaya lama. Guillot menjelaskan. Banten sebelum masa Pajajaran. karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai 182 | S e j a r a h K e r a j a a n . berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. sehingga hilang keunikan tempat asalnya. antara abad ke-7 hingga abad ke-11.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kota Palembang di Sumatera Selatan. memberikan kepastian lokasi. sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu.1996:108). pada bagian lain. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot.1984:13). di bagian Pulau Jawa yang paling barat. berada tepat di pantai.1984). Sedangkan Palembang sekarang. Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa-masa sebelumnya (Guillot. Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut. Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni. untuk sementara belum dapat dipastikan. telah ditemukan di daerah Banten. antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta. Oleh karena itu. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). ia menulis tentang arca Ganesha. Saleh Danasasmita. posisinya jauh dari garis pantai.1996:103). penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. hingga mencapai 8-9 kilometer. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita. Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam. Kutipan tersebut sangat berharga.mempersoalkan "arca-arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)". Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane. Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke-11 (masa kekuasaan Raja Airlangga). Akan tetapi. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia. terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. dan bahkan nama kerajaan itu.

. bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke-2 Masehi. sangat strategis. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938). berada di tengah-tengah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . halaman 154. lebar 18 cm. yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari. berada di pesisir barat Pandeglang. Kemungkinan besar.garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura. Barmawijaya (akhli geologi). tinggi 9. kurang lebih 8-10 kilometer dari garis pantai. Kemungkinan tersebut. saat ini (18 Maret 2001). bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. Titik-titik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. terindikasi adanya beberapa ketepatan. Burhan menyebutnya "Batu Peta".5 cm). di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi)..//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat. ditinjau dari segi pertahanan keamanan. terlindung oleh 3 buah 183 | S e j a r a h K e r a j a a n . bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. didukung oleh pendapat Dedi M. Lokasi berikut: Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. terdapat titik titik dan garis-garis yang terukir mirip peta.1980:13). berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut. Begitu pula hal yang sama. Setelah dicoba dikaji-bandingkan. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi. Secara kebetulan. titik terbesar yang berbentuk persegi empat.. Di salah sate permukaan batu itu. parwa I sarga 1. terungkap sebagai . sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan. posisi kota kecamatan Mandalawangi. juru pelihara Burhan. ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu). Kemudian. (terletak) di tepi laut. Oleh karena itulah.

Gunung Aseupan dan Gunung Karang. bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara. diduga kuat. posisi Mandalawangi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Oleh karena itu. 184 | S e j a r a h K e r a j a a n .benteng alam: Gunung Pulasari.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->