P. 1
BAB V dody FIX

BAB V dody FIX

|Views: 507|Likes:
Dipublikasikan oleh Dhinny Rizky Amalia Badawi

More info:

Published by: Dhinny Rizky Amalia Badawi on Apr 27, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2013

pdf

text

original

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum

DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

BAB V
PERHITUNGAN DAN OM

5.1 Preliminary Sizing
5.1.1 Intake
=

8

Dimensi :
Panjang = 5,7 m
Lebar = 5,7 m
Tinggi = 4 m
Free Board = 0,25 m

5.1.2 Saluran pembawa Intake – Aerasi menggunakan saluran pipa
= 8

m - m

8


= 76 m ≈ 7 mm
Diameter pipa yang digunakan yaitu 750 mm



5.1.3 Koagulasi
=

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

( Tri Joko, 2009 )
Bangunan koagulasi direncanakan menjadi satu bangunan


8

Dimensi :
Panjang = 5,1 m
Lebar = 5,1 m
Tinggi = 4 m
Pada perencanaan ini dari koagulasi menuju flokulasi tidak menggunakan
saluran pembawa karena bangunan koagulasi – flokulasi di desain
menyambung .

5.1.4 Flokulasi
- Jumlah 2 bak
- Waktu Detensi ( Td ) = 10 – 20 Menit
= 8

Karena bangunan di bagi menjadi 2 bak , jadi : Q =


8

Dimensi :
Panjang = 11,6 m
Lebar = 11,6 m
Tinggi = 8 m
5.1.5 Saluran Pembawa Flokulasi – Sedimentasi Saluran Pipa
=

m


8

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101



= 16 m ≈ 16 mm
Diameter pipa yang digunakan yaitu 1600 mm

5.1.6 Sedimentasi
- Menggunakan 4 bangunan berbentuk persegi panjang
- P : L = 5 : 1
- Td dalam bak = 1 – 2 jam ( Darmasetiawan , 2001 )
Karena Bangunan sedimentasi dibangun menjadi 4 bangunan , maka Q =
0,2125 m
3
/s

= 765 m
3
/jam


76

Dimensi tiap bak :
Panjang = 11,3 m
Lebar = 11,3 m
Tinggi = 9 m
5.1.7 Saluran Pembawa Sedimentasi – Filtrasi Saluran Pipa
= 8

m


8


= 16 m ≈ 16 mm
Diameter pipa yang digunakan yaitu 1600 mm


Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

5.1.8 Filtrasi
- satu bak filter
- Td = 5 – 15 Menit ( Tri Joko , 2009 )
- 8 Bak tanpa cadangan
=

Karena terdapat 8 Bak maka , Q menjadi = 0,10625m
3
/s


16

Dimensi :
Panjang = 5,7 m
Lebar = 5,7 m
Tinggi = 3 m
5.1.9 Saluran pembawa antar bak Fitrasi – Desinfeksi
=

m


8


= 16 m ≈ 16 mm
Diameter pipa yang digunakan yaitu 1600 mm

5.1.10 Desinfeksi
- satu bak berbentuk Rectanguler
- Q = 0,850 m
3
/s
- Td = 60 s



Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101


8

Dimensi :
Panjang = 4,2 m
Lebar = 4,2 m
Tinggi = 3 m
5.1.11 Saluran pembawa dari Desinfeksi – Reservoir saluran Pipa
=

m


8


= 16 m ≈ 16 mm
Diameter pipa yang digunakan yaitu 1600 mm

5.1.12 Reservoir


20.313.504 L = 20.313,504 m
3

Dimensi :
Panjang = 45,1 m
Lebar = 45,1 m
Tinggi = 10 m







Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101


5.2. BANGUNAN INTAKE
Intake merupakan bangunan yang digunakan untuk menyadap air dari sumber untuk keperluan pengolahan.
Intake pada desain ini merupakan intake sungai. Bangunan intake dilengkapi dengan :
1. Saluran pembawa
2. Bar screen
3. Bak pengumpul yang dilengkapi dengan pompa

5.2.1. Saluran Pembawa Air Baku
Asusmsi-asumsi yang digunakan :
1. Ketinggian muka air bangunan sadap pada saluran pembawa sama dengan muka air sungai.
2. Elevasi muka air maksimum (HWL) = + 15,5 m (dpl)
3. Elevasi muka air minimum (LWL) = + 12,5 m (dpl)
4. Elevasi muka air rata-rata (AWL) = + 15 m (dpl)
5. Elevasi lokasi pengolahan air adalah = + 20 m (dpl)
6. Elevasi dasar sungai = + 0 m (dpl)
Kriteria desain ( Droste, Ronald R,1997 ) :
Kecepatan aliran minimum (v) = 0,3 m/dt
Kecepatan aliran maksimum
- Beton = 3 m/dt
- PVC, Baja, Besi = 6 m/dt
Perencanaan ( Asumsi ) :
Faktor bentuk = 1,67
Tinggi muka air bangunan intake = tinggi muka air sungai = 15 m
Debit air = 850 lt/dtk = 0,85 m
3
/dtk
Koefisien Manning Beton (n) = 0,015
Asumsi kecepatan sadap saluran intake = 0,3 m/dt
Kedalaman saluran = 1 m
Panjang saluran = 3 m
Perhitungan :
2
3
83 , 2
/ 3 , 0
/ 85 , 0
m
dt m
dt m
V
Q
A
cross
= = =

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Lebar Saluran ( L ) =
H
Across

=
1
83 , 2
= 2,83 m
Slope ditentukan dari persamaan manning
S =
L
H
=
2
3 / 2
|
.
|

\
|
R
n
vx
Keterangan : S = Slope
H = Panjang saluran
R = Jari-jari hodrolis

Jari-jari hidrolis (R) =
H 2
H
+
×
L
L

=
( ) 1 3 83 , 2
83 , 2 3
× +
×

= 1,46 m
S = (2,83 x 0,015 / (0,55)
2/3
)
2

= 3,99. 10
-3


4.1.2 Perhitungan Screen
Direncanakan bar screen berfungsi menyisihkan benda-benda kasar
yang terapung sehingga tidak mengganggu kerja pompa dan operasi unit
pengolahan selanjutnya.
Perencanaan Bar Screening
Debit air baku = 0,85 m
3
/dt
Lebar kisi (w) = 10 mm = 0,01 m
Jarak kisi (b) = 30 mm = m Kriteria ≥ mm; Metcalf &
Eddy, 1981 hal 182)
Kemiringan kii θ) = 60° (Kriteria 30° - 80°; Metcalf & Eddy, 1981 hal
182)
Faktor bentuk = 1,67
Kecepatan = 0,5 ( < 0,6 m/s ; Kawamura, 1991)
Tebal Bar Screen = 1,5 (1,25 – 2 ; Kawamura, 1991)

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Perhitungan :
- Jumlah kisi
Jika jarak antar kisi 3 cm maka kisi yang diperlukan :
n =
b
L
– 1 =
03 , 0
83 , 2
- 1 = 93 buah
- Lebar saluran
L = (n+1) b + (n . w)
= (93+1) 0,03 + (93 . 0,01)
= 3,75 m
- Lebar efektif lubang
L
ef
= (n+1) b
= (93+1)0,03
= 2,82 m
- Tinggi efektif lubang
Tinggi efektif lubang jika kemiringan screen 60º
H
ef
= H / sin 60

= 1 m /sin 60º
= 1,15 m
- Luas efektif
A
ef
= L
ef
x H
ef

= 2,82 m x 1,15 m
= 3,243 m
2



- Kecepatan aliran saat melewati kisi
dt m
m
dt m
A
Q
V
ef
/ 26 , 0
243 , 3
/ 85 , 0
2
3
= = = (memenuhi kriteria desain < 0,6
m/dtk)
- Head velocity pada kisi

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

m x
x g
V
Hv
3
2 2
10 45 , 3
81 , 9 2
26 , 0
2
÷
= = =
- Headloss ( Kehilangan Tinggi ) saat melewati batang screen
Hv
b
w
H
L
3
4
0
60 sin |
.
|

\
|
= |
3
3
4
2
3
4
0
10 45 , 3
03 , 0
01 , 0
87 , 0 67 , 1
2
60 sin
÷
|
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
= x x x
g
V
b
w
H
L
|
= 1,16 x 10
-3
m
Tinggi muka air setelah melewati kisi = H - HL
= 1 - 1,16x10
-3
= 0,99 m
4.1.3. Bak Pengumpul
Bak pengumpul berfungsi untuk menampung air dari intake untuk
diproses oleh unit pengolahan berikutnya. Bak pengumpul dilengkapi
dengan pompa intake dan pengukur debit.
Kriteria desain :
Kedalaman (H) = 3-5 m
Waktu detensi (td) = ≥ 1 menit
(Ishibhasi;1978)
Perencanaan :
Bentuk bak persegi panjang dengan perebandingan P : L = 2 : 1
Waktu detensi, td =1,5 menit = 90 detik
Kedalaman bak , h = 3 m


Perhitungan :
- Volume bak ( V )
V = Q x td = 0,85 m
3
/dtk x 90 dtk = 76,5 m
3

- Luas permukaan bak ( A )
A = V/ h = 76,5 m
3
/ 3 m = 25,5 m
2

- Dimensi bak

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

A = P x L = 2L
2

Maka, lebar bak, m
A
L 57 , 3
2
5 , 25
2
= = =
Panjang bak, P = 2L = 2 x 3,57 m = 7,14 m
Free board =15 % dari kedalaman = 15 % x 3 m = 0,45 m
Jadi P = 7,14 m
L = 3,57 m
H = 3 m
4.1.4. Perhitungan Pompa
Untuk menaikkan air baku ke instalasi pengolahan air minum maka
dibutuhkan pompa.
Perencanaan :
Digunakan 2 pompa dimana Q tiap pompa = 425 lt/dtk = 0,425 m
3
/dtk.
Kecepatan air dalam pipa untuk air baku (0,6 - 2) m/dt, diambil 1 m/dt
Beda tinggi 2 m
Panjang pipa 1,25 m
Efisiensi 75 % (Kriteria efisiensi pompa 40 – 90 % dalam Sularso, 2000)
Diameter pipa inlet (hisap) atau outlet pada pompa
Q = V.A
Q = V . (1/4 t D
2
)
V = 1 m/dtk (direncanakan)

m
x
x
V
Q
D 74 , 0
1 14 , 3
425 , 0 4 4
= = =
t
= 74cm ≈ 75 cm
Maka | pipa = 75 cm ¬ pipa inlet atau outlet pada pompa

Kehilangan Tekanan

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

( )
xL
xCHWxD
Q
H
mayor
85 . 1
63 . 2
85 . 1
2785 . 0
=



( )
m x
x x
25 , 1
75 , 0 130 2785 , 0
425 , 0
85 . 1
63 . 2
85 . 1
= = 0,00136 m
H
minor
= 10 % H
mayor

= 10% x 0,00136 m = 0,000136 m
H
f
= H
mayor
+ H
minor
= 0,00136 + 0,000136 = 0,001496 m
H
s
= beda tinggi + panjang pipa + kedalaman bak pengumpul
= 2 + 1,25 +3
= 6,25 m
H
v
= V
2
/2g
= 1
2
/(2x9,81) = 0,051 m
Head pompa = H
f
+H
s
+H
v

= 0,001496+ 6,25 + 0,051 = 6,302 m
P
q
¸
A
Hp Q . .
=
Keterangan : P = daya pompa (kg m/dtk)
Q = debit (m
3
/dt)
q = efisiensi pompa, diasumsikan 75 %
¸ = berat jenis air (1000 kg/m
3
)
1 , 3571
75 , 0
1000 302 , 6 425 , 0
= =
x x
P kg m/dtk
Karena 1 Hp = 75 kg. m/dtk maka daya pompa = 3571,1/ 75 = 47,615 Hp

5.3 PRASEDIMENTASI
Kriteria desain dan perencanaan :
beban permukaan (vo) = 20 – 80 m
3
/m
2
/hari, diambil = 60
m
3
/m
2
/hari
waktu detensi = 0,5 – 3 jam
tinggi bak (H) = 1,5 – 2 m
P : L = (2 – 6) : 1, diambil 2 : 1

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

P : H = (5 – 20) : 1
NFr = > 10
-5

NRe = < 2000
Kecepatan inlet (vi) = 0,2 – 0,5 m/detik
Tinggi air di V-notch (ho) = 2 – 5 cm, diambil 3 cm = 0,003 m
Waktu pengurasan = 1 – 3 hari
% removal = 60 – 80 %
Tinggi freeboard = min 30 cm (50 – 60 %)
Konsentrasi effluen = (100 – 60) % * kekeruhan
Slope = 1 – 2 %
Kemiringan plate = 45 – 60
o

Jarak antar plate (wp) = 25 – 100 cm
Tebal plate (tp) = 2,5 – 5 m
Panjng plate (Pp) = 1000 – 2500 mm
Lebar plate (Lp) = 1000 – 1200 mm
Jarak plate ke pipa inlet = 1 – 1,4 m
Jarak gutter ke plate = 0,3 – 0,4 m
Tinggi plate = 1 – 1,2 m
Debit (Q) = 110 l/detik = 0,11 m/detik
Viskositas kinematis = 0,893 x 10
-6
m
2
/detik (25
o
C)
Viskositas dinamis = 0,890 x 10
-3
kg/m*detik
Kerapatan air = 997 kg/m
3

Berat jenis air = 9,77 KN/m
3

Kerapatan lumpur = 2600 kg/m
3

Tebal gutter = 2 cm
Kadar lumpur = 4-6 %
(Tri Joko,2010)

Perhitungan :
1) Zona pengendapan
Q = 850 l/det = 0,850 m3/det
Direncanakan 4 buah bak prasedimentasi dengan debit 0,2125 m
3
/detik
Luas pengendapan (A) = Q/vo

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

=
ik m x
ik m
det / 10 94 , 6
det / 2125 , 0
4
3
÷

= 306,2 m
2

Dimensi zona dengan perbandingan P : L = 3 : 1, H = 2 m
A = P x L → P = 3L
= 3L x L = 3L
2

306,2 = 3L
2
→ L
2
= 102,7
L = 10,1 m
P = 3L = 3 x 10,1 = 30,3 m ≈ 31 m
H = 2 m
Cek waktu tinggal (td)
( )
menit k
ik m
m x x
Q
PxLxH
Q
vol
td 1 , 49 det 8 , 2946
det / 2125 , 0
2 1 , 10 31
3
3
= = = = =
Kecepatan horisontal partikel
( )
ik m
m x
k m
LxH
Q
vh det / 01052 , 0
2 1 , 10
det / 2125 , 0
2
3
= = =
Jar-jari hidrolis
( )
( ) ( )
m
m x
m x
H L
LxH
R 43 , 1
2 2 1 , 10
2 1 , 10
2
2
=
+
=
+
=


Cek bilangan Reynolds
( )
ik m x
ik m x vhxR
N
det / 10 893 , 0
det / 43 , 1 01052 , 0
Re
2 6
2
÷
= =
v

= 16846 > 2000 (tidak memenuhi)
Cek bilangan Froud
( )
5 6
2 2 2 2
10 10 9 , 7
43 , 1 81 , 9
det / 01052 , 0
÷ ÷
< = = = x
x
ik m
gR
vh
N
FR
(tidak memenuhi)
Karena Nre dan NFR tidak memenuhi krteria desain, maka perlu
memodifikasi bak dengan membuat sekat-sekat pada arah memanjang. Bak
dibagi menjadi 20 sekat dengan perhitungan masing-masing sekat adalah
sbb:

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Q
1
= Q/20 = 0,2125/20 = 1,0625 x 10
-2
m
3
/detik
Dimensi tiap jalur/sekat
A
1
= Q
1
/vo = (1,0625 x 10
-2
m
3
/detik)/(6,94 x 10
-4
m/detik) = 15,3 m
2

L
1
= L/20 = 10,1/20 = 0,505 m
P
1
= 31 m, H
1
= 2 m,
( )
m
x
mx
H L
xH L
R 224 , 0
2 2 505 , 0
2 505 , 0
2
1
1 1
=
+
=
+
=
Cek waktu tinggal
) ( 45 , 55 det 06 , 3327
10 0625 , 1
2 505 , 0 35
2
1
1 1 1
1
OK menit ik
x
x x
Q
xH xL P
Q
vol
td = = = = =
÷

Kecepatan horisontal partikel :
( )
ik m x
x
x
H L
Q
vh det / 10 36 , 2
2 2 505 , 0
10 0625 , 1
2
3
2
1 1
÷
÷
=
+
=
+
=
Cek bilangan Reynolds
( )
) ( 2000 98 , 591
det / 10 893 , 0
det / 224 , 0 10 36 , 2
Re
2 6
2 3
memenuhi
ik m x
ik m x x vhxR
N
< =
= =
÷
÷
v

Cek bilangan Froud
( )
5 3
2
3 2
10 10 074 , 1
224 , 0 81 , 9
det / 10 36 , 2
÷ ÷
÷
> = = = x
m x
ik m x
gR
vh
Co (memenuhi)
Cek kecepatan pengendapan
( ) ( )
ik m C
D
det / 024 , 0
3
1
98 , 591
7 , 4
3
1
Re
7 , 4
= = =
( )
( )
xd
w
w s
x
Cd
g
x vs
|
.
|

\
| ÷
|
.
|

\
|
=
µ
µ µ
3
4

( )
( )
0001 , 0
997
997 2600
024 , 0
81 , 9
3
4
x x x vs
|
.
|

\
| ÷
|
.
|

\
|
=
3
10 2 , 4 088 , 0
÷
> = x vs (ok)

2) Zona inlet
Dimensi saluran inlet :
D = x Aπ)
1/2
→ A aluran = 0,2125/v = 0,2125/1 = 0,2125 m
2

= (4 x 0,2125/3,14)
1/2
= 0,52 m = mm ≈ mm

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

A saluran = L saluran x H air
0,2125 m
2
= 10,1 x H air → H air = 2125/10,1 = 0,02 m
H saluran = H air + freeboard = 0,02 + 0,30 = 0,32 m
P saluran = 0,8 m

3) Zona lumpur
Konsentrasi effluen dan lumpur
Cef = (100 % - 60 %) x kekeruhan = 40 % x 9,43 mg/l = 3,772 mg/l
Cs = 60 % x kekeruhan = 60 % x9,43 mg/l = 5,658 mg/l
Berat lumpur per hari/bak
Ws = Q x Cs x 86400 = 850 x 5,658 x 86400 x 10
-6
=415,52 kg/hari
Debit lumpur kering
Qd = Wρ = 415,52/2600 = 0,16 m
3
/hari

Debit lumpur
Qs = Qds/% lumpur = (0,16 m
3
/hari)/3 % = 5,33 m
3
/hari
Volume bak lumpur
V = Qs x tc = 5,33 m
3
/hari x 1 hari = 5,33 m
3

Luas profil ruang lumpur
L = V bak lumpur/Lebar zone pengendapan
= 2 53 , 0
1 , 10
33 , 5
3
m
m
m
=
Asums D pipa penguras = 0,25 m
Profl ruang lumpur adalah trapesium dengan perbandingan kedua sisi=1 : 2
Tinggi lumpur = 0,5 m
L trapesium = (jumlah sisi sejajar x t) x 0,5
0,53 = (jumlah sisi sejajar x 0,5) x 0,5
Jumla sisi sejajar = 2,12 m
Sisi = 1 : 2 → L + 2L = 2,12
L =
( )
m 06 , 1
2
12 , 2
=
Jadi sisi ke-1 = 1,06 m dan sisi ke-2 = 2,12 m

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

( )
° = ° ÷ ° =
° = ÷ =
÷
=
67 , 46 33 , 43 90
33 , 43 94 , 0
2
06 , 1 12 , 2
5 , 0
A
tg o o


4) Zona outlet
Lebar gutter (Lg) = 1,5 x Ho, Ho = tinggi air dalam gutter
= 1,5 x 0,02 = 0,03 m
Vo = 6,94 x 10
-4
m/detik
Jumlah pelimpah, n → Qn x L < x H x vo =
4
10 94 , 6 2 5
1 , 10
2125 , 0
÷
< x x x
nx

n > 3,12
rencana jumlah gutter untuk zon outlet, n = 3 dengan 45
о
V-notch

Rencana jumlah gutter (n) adalah 3 dengan 45
o
V-notch
Debit tiap gutter
Q
g
= Q/n= 0,2125m
3
/s/3= 0,071 m
3
/s x 35,3088= 2,50 C
fs

Dimensi tiap gutter
Q
g
= 2,49x Lgx Ho
3/2

2,5 C
fs
= 2,49x (1,5Ho)x Ho
3/2
H
o
= 0,67 ft= 0,2 m

L
g
= 1,5x 0,2= 0,3 m
H
g
= Ho+ 20%Ho+ ho+ freeboard
= 0,2+ (0,2x0,2)+ 0,03+ 0,3
= 0,57 m
P
g
= ½ P= ½ 31= 15,5 m






Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101


5.4 Aerasi
Dalam Perencanaan BPAM ini ditentukan unit aerasi berupa terjuanan yang
mana mempunyai karakteristik sebagai berikut :
Tabel 5.3
Karakteristik Alat Aerasi
Tipe
Transfer
O2
Tinggi
Hidrolis
m (ft)
Waktu
kontak
udara
Waktu
detensi
Aplikasi

Spray - 1,5 – 7,6
(5 – 25)
1 – 2
dtk
- Penyisihan CO
2
,
kontrol bau dan
rasa, nilai estetik
Cascade - 0,9 – 3
(3 – 10)
0,5 – 1,5
dtk
- Penyisihan CO
2
,
kontrol bau dan
rasa, nilai estetik
Mutiple
tray
- 1,5 – 3
(5 – 10)
0,5 – 1,5
dtk
- Penyisihan CO
2
,
kontrol bau dan
rasa
Diffuser 0,5 - 10 – 30
mnt
- Penyisihan Fe,
Mn, CO
2
, control
baud an rasa,
manajemen
reservoir
(Montgomery ; 1985)

Dalam perencanaan kali ini digunakan jenis Cascade yang mana dapat
mereduksi penyisishan fe, Mn, bau dan rasa serta manajemen reservoir.
Sebelum air baku masuk kedalam aerator akan melewati pintu sorong
untuk menentukan besarnya debit air baku yang akan diolah dan masuk ke
daLam bak penampung.




Jenis Yang
Dipilih

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

1. Bak penampung
a. Kriteria Desain dan Desain Perencanaan
1) Waktu tinggal (td) = 3 menit = 180 det
2) Volume (V) = Q x td = 0,85 m
3
/det x 180 det = 153 m
3
3) Maka, panjang bak = 10 m,
lebar bak = 5,1 m,
tinggi bak = 3 m

2. Aerator
a. Kriteria desain :
1) Menggunakan Cascade Towers
2) Tinggi setiap tahap cascade = 0,5 m ( Droste, Ronald R,1997 )
3) Menggunakan 10 tahap untuk 1 unit aerator ( Droste, Ronald R,1997 )
4) Luas yang dibutuhkan : 4 – 9 m
2
( Droste, Ronald R, 1997 ) untuk 810
l/detik  diambil 9 m
2
 (9/850) = 0,01 m
2
.dtk/l
5) Debit (Q) = 850 l/s

3. Perhitungan :
Luas yang dibutuhkan : 4 – 9 m
2
untuk 850 l/detik  diambil 9 m
2

(9/850) = 0,01 m
2
.dtk/l

Debit (Q) = 850 l/s
Luas cascade : 0,01 m
2
.detik/l x 850 l/detik = 8,5 m
2

Dimensi cascade
Panjang (P) : Lebar (L) = 1 : 1
X = P . L
8,5 = L . L
L = 2,92 m ; P = 2,92 m
Luas tiap cascade = 2,92 / 10 = 0,292 m
HL cascade = 0,5 . 10 = 8 m
a. Jadi dimensi cascade towers yang dibutuhkan :
1) Panjang = 2,92 m
2) Lebar = 2,92 m
3) Tinggi = 8 m

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

4) Panjang tiap tahap = 0,292m
b. Tenaga pompa
Z
2
– Z
1
= 4,25 m
Cp = 0,15 m
L = 4 m
Qk = 0,1 m
3
/s
c. Kehilangan tekanan sepanjang pipa

AH
M
=

= 45,91 m
d. Kehilangan tekanan pada fitting
AH
m
= 30% . AH
Ms
= 0,3 . 44,91 = 13,77 m
e. Kehilangan tekanan total
AH
T
= (Z
2
– Z
1
) + AH
M
+

AH
m
= 4,25 + 44,91 + 13,77
= 62,93 m
f. Tenaga pompa (efisiensi = 75%)

=
75 . 0
93 , 62 . 85 , 0 . 1000
= 71320,7 kg.m / s



Aerasi di IPA X memiliki fungsi penting yaitu meningkatkan oksigen
terlarut ke dalam air baku sekaligus membantu proses produksi air dengan
menyisihkan material besi, mangan dan zat organik. Dengan aerasi, beban proses
produksi di IPAX akan turun sekaligus mengurangi volume penggunaan
koagulan untuk pengendapan, Berikut ini spesifikasi teknis unit aerasi IPA X
yaitu:

q
¸ Ht Q
P
. .
=
( )
4 .
15 , 0 . 120 . 2785 , 0
85 , 0
.
. . 2785 , 0
54 , 0
1
63 , 2
54 , 0
1
63 , 2
(
¸
(

¸

=
(
¸
(

¸

L
p C
Q
HW
o

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Tabel 5.4 Spesifikasi Teknis Aerasi Terjunan Bertingkat
No. Detail Spesifikasi Unit Dimensi
1
Detail terjunan
a. Jumlah step aerasi
b. Tinggi terjunan per step

buah
cm / feet

3
50 / 1,6404
2
Elevasi terjunan
a. Elevasi terjunan awal
b. Elevasi terjunan akhir

meter / feet
meter / feet

+ 10 /
+ 8 /
3
Dimensi bangunan
a. Panjang
b. Lebar
c. Tinggi

cm
cm
cm

850
900
200
4
Temperatur air baku:
a. Kondisi cuaca cerah
b. Kondisi cuaca cerah berawan
c. Kondisi cuaca hujan
°C

28
26 - 27
25
Sumber: DED IPA X













Gambar 5.13 Desain Aerasi Terjunan IPA X

Tabel 5.5 Kelarutan Oksigen Jenuh per mg/L air
150 cm

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101



































Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

a. Langkah 1: Perhitungan konsentrasi oksigen jenuh terlarut dalam air
Konsentrasi jenuh oksigen dihasilkan dari rumus harus dikoreksi untuk
perbedaan dalam tekanan udara disebabkan oleh perubahan temperatur dan elevasi
di atas permukaan laut. Contoh perhitungan konsentrasi O
2
yang terlarut pada
temperatur 28 °C:

( )( ) { }
( ) { }
IPA) bangunan elevasi akibat koreksi (faktor 0,9893 f
2116,8
22,7468 - 2116,8
f
2116,8
ft (296,2598) . C 28 x 0,000115 - 0,08 - 2116,8
f

2116,8
.E A . 0,000115 - 0,08 - 2116,8
f
=
=
°
=
=


Pada temperatur T = 28° Celcius, oksigen jenuh yang dapat terlarut sebesar
7,72 mg/Liter dengan faktor koreksi 0,9893, maka oksigen jenuh terlarut:

mg/L 6372 , 7 DO
mg/L 7,72 x 0,9893 DO
Sat
Sat
=
=


b. Langkah 2: Perhitungan pengaruh terjunan terhadap kelarutan oksigen
dalam air baku
Persamaan dasar berupa persamaan faktor koreksi akibat terjunan terhadap
kelarutan oksigen ke dalam air baku dapat dijabarkan sebagai berikut:
q = 0,9 (faktor koreksi kualitas air)
b = 1,3 (faktor koreksi jenis terjunan bebas)
T
rata-rata
= 28° Celcius (temperatur rata-rata air baku)
h = 4,9213 kaki (total tinggi jatuhan air pada terjunan)
(Lin, 2001)

| |
| | | |
| |
2,4492 7 2,44915355 r
(2,288) x (0,6334) 1 r
(4,9213) . 28) x 0,046 ( 1 . (1,3) . (0,9) . (0,11) 1 r
0,046.T).h 1 0,11.q.b.( 1 r
~ =
+ =
+ + =
+ + =



Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

c. Langkah 3: Perhitungan oksigen yang ditambahkan ke dalam air baku
akibat terjunan.
Pada kenyataan di lapangan untuk air permukaan, bahwa kadar rata-rata
oksigen terlarut di sungai secara umum berdasarkan peraturan Illinois
Environmental Protection Agency yaitu oksigen terlarut seharusnya tidak boleh
kurang dari 6.0 mg/L selama kurang dari 16 jam dalam periode 24 jam (1 hari),
atau tidak boleh kurang dari 5.0 mg/L setiap saat (IEPA, 1999), maka dapat
dihitung nilai re-aerasi akibat terjunan sebagai berikut:

C
a
= 5,5 mg/L (kadar oksigen rata-rata air baku)
C
s
= 7,6372 mg/L (kadar oksigen jenuh yang dapat
ditampung)
r = 2,4196 (faktor koreksi akibat terjunan)
C
b
= ..... (oksigen terlarut setelah terjunan akibat re-aerasi)
mg/L 6,76 Cb
2,4492
5,5) - (7,6372
- mg/L 7,6372 Cb
r
Ca) - (Cs
- Cs Cb

Cb) - (Cs
Ca) - (Cs
r
=
=
=
=


d. Langkah 4: Reaksi penyisihan dengan logam besi dan mangan terlarut
serta zat organik.
Oleh karena pada data kualitas air sulit menemukan temperatur air baku
yang tepat sesuai tabel di atas, hanya pada temperatur 27°C yang dapat
diperhitungkan besar penyisihan logam besi, mangan dan zat organik.
Reaksi penyisihan pertama dengan besi terlarut (Fe
2+
) = 0,5 mg/L menjadi
endapan (Fe
3+
) = 0,325 mg/L , jika rata-rata penyisihan Fe sebesar 0,175 mg/L.
11,6382 7,4573 1 5,8191 214,8653 6,2668 3,1334 Sisa
11,6382 7,4573 1 5,8191 1,6382 1 1,4547 11,6382 5,8191 Reaksi
0 0 0 216,32 17,905 8,9525 Awal
CO 8 (OH) 12 Fe 4 O H 2 O ) (HCO 8 Fe 4
2
(s)
3
2 (aq) 2 3
(aq)
2
÷ ~
÷
÷ ~
+ + ÷ + + +
÷ + ÷ +


Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Catatan: 1. Semua reaksi kimia dalam satuan mikromol; 2. (aq) = terlarut dan
(s) = endapan; 3. Berat atom O = 16; C = 12; H = 1; Fe = 55,85; Mn = 54,94;
Ca = 40,08; S = 32,07 dlm gr/mol

Reaksi penyisihan ketiga dengan zat organik terlarut dalam air baku yang
terdeteksi sebagai KmnO
4
. Reaksi oksigen terlarut dengan zat organik akan
membentuk reaksi panjang dan kompleks sehingga agak sulit menjelaskan secara
rinci dalam laporan ini. Pada intinya, hasil akhir reaksi akan membentuk endapan
zat organik yang akan mengendap di unit pulsator (flokulasi - sedimentasi)
5.5 Bangunan Koagulasi
Pada perencanaan ini unit koagulasi proses pembubuhan koagulan
yang digunakan merupakan pengadukan dalam pipa. Hal ini dipilih karena
tidak menggunakan peralatan mekanis melainkan secara hidrolis. Berikut
adalah kriteria desain bangunan koagulasi:

Tabel 5.1 Kriteria Desain Koagulasi

Koagulasi
Kriteria Desain
Darmasetiawan, 2001 Reynold, 1982
Td (dtk
-
) 20 - 60 20 – 40
G (dtk
-2
) 700 - 1000 700 – 1000
G x Td 20000 - 30000 -
Sumber : Darmasetiawan & Reynold
a. Perhitungan Koagulasi di dalam pipa
Diketahui :
Debit = 0,85 m
3
/det
Diameter = 700 mm = 0,7 m
L pipa = 40 m
Pada temperatur air 30°C: (Lin,1991)
µ = 995,7 kg/m
3

μ = 0,798x10
-3
g = 9,81 m/dt
2

= 0,542 x 10
-6
m
2
/detik

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

a. Volume
V = Lpipa D
2
4
1
t
=
4
1
x 3,14 x 0,7
2
x 40
= 15,386 m
3
b. Cek Waktu detensi (td)
td =
debit
volume

=
85 , 0
386 , 15
= 18,10 detik
c. Cek Gradien Kecepatan
G
2
=
V
h g Q
L
.
. . .
µ
µ

............(2.9)
h
L
=
xL
xCxD
Q
85 , 1
63 , 2
2785 , 0
|
|
.
|

\
|

............(2.40)
=
40
7 , 0 120 2785 , 0
85 , 0
85 , 1
63 , 2
x
x x
|
|
.
|

\
|

= 0,2545 m
G
2
=
386 , 15 10 798 , 0
2545 , 0 81 , 9 7 , 995 85 , 0
3
x x
x x x
÷

G
2
= 172097,9145/detik
G = 414,85 detik… Tidak Memenuhi (500-1000 /dt)
d. Cek Nilai G x td
Berdasarkan nilai gradien pengadukan (G) dan td yang didapat,
maka dapat diketahui besarnya nilai gradien kecepatan (G x td) yaitu :
G x Td
air
= (414,85 /detik).( 18,1 detik)
G x Td
air
= 7508,73
(Tidak memenuhi kriteria desain Darmasetiawan 20.000 – 30.000)
Pada proses injeksi koagulan didalam pipa, juga terjadi proses
pengadukan (flashmix) tetapi nilai gradien kecepatan dan waktu tinggal
tidak memenuhi kriteria desain yang ada sehingga dilakukan proses
pangadukan kembali dengan terjunan.
e. Bilangan Reynolds

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Bilangan Reynolds menunjukan apakah aliran air termasuk
aliran yang laminer atau turbulen. Karena dalam hal ini semakin besar
turbulensi aliran, pengadukan dan percampuran semakin cepat terjadi
Luas Pipa (A) =

=

= 0,3846 m
2

Keliling Pipa (Kel) =
(

NRe =


=

b. Perhitungan Koagulasi dengan terjunan
Q = 0,85 m
3
/detik
Panjang bak (p) = 4 m
Lebar bak (l) = 4 m
Tinggi bak (h) = 3 m
Tinggi terjunan = 1 m
a. Cek waktu detensi
85 , 0
) 4 3 4 ( x x
Q
Volume
td = =

= 56,5 detik … sesuai kriteria Darmasetiawan (20-60 detik)
b. Cek Gradien Kecepatan
Berdasarkan grafik hubungan gradien kecepatan
pengadukan dengan tinggi terjunan 1 m diketahui besar G sebesar
400/detik hal ini menunjukan bahwa G tidak memenuhi kriteria
desain Darmasetiawan (700/dt - 1000/dt)
c. Cek Nilai G x td
Berdasarkan gradien pengadukan (G) dan td yang didapat,
maka dapat diketahui besarnya nilai (G x td) yaitu:
u

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

G x Td
air
= (400/detik).(60detik) = 24000
( Memenuhi memenuhi Darmasetiawan 20.000 – 30.000)

d. Bilangan Reynolds
Bilangan Reynolds menunjukan apakah aliran air termasuk
aliran yang laminer atau turbulen. Karena dalam hal ini semakin
besar turbulensi aliran, pengadukan dan percampuran semakin
cepat terjadi
Volume Bak = p x l x t
= 4 x 3 x 4
= 48 m
3

(






NRe =

u
=

Berdasarkan perhitungan Gxtd pada proses koagulasi yang
menggunakan pengadukan dalampipa dan terjunan maka dapat
diketahui nilai G x td keseluruhan di unit koagulasi sebesar:
Gx td pengadukan pipa = 7508,73 ....(tidak memenuhi <
20000)
Gx td terjunan = 24000 ....( memenuhi < 20000)
G x td bangunan koagulasi = (Gx td pengadukan pipa) + (Gx td
terjunan)
= 31508,73 .....( memenuhi kriteria
desain)








Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101


5.5.2 Bangunan Pembubuh Koagulan
1. Koagulan yang digunakan adalah alum, karena alum bekerja optimal
pada pH 6,5 – 8,5. (Water Treatment, Waste Water Treatment, Pollution
Control & Environmental Issues, tahun?)
2. Kadar alum dalam tawas = 60 %
3. Berat jenis alum, ρal = 2,71 kg/L
4. Konsentrasi larutan = 10 %
5. Efiieni pompa pembubuh η = 7 %
Direncanakan ada 1 bak pembubuh koagulan dengan debit 850 l/dtk
Perhitungan :
1. Kebutuhan alum dan tawas
Jartest tawas = dosis = 0,6 x TSS (0,9)
= 0,6 x 33,75 mg/L x ( 0,9 )
= 18,225 mg/L
hari kg dt mg dt L L mg Q Cal Wal / 28 , 1340 / 5 , 15512 / 850 / 25 , 18 = = × = × =

2. Kebutuhan tawas per hari,
hari kg hari kg Wt / 2234 / 28 , 1340
60
100
= × =

Untuk periode pelarutan 8 jam,
hari kg hari kg Wt / 745 / 2234
24
8
= × =
3. Debit tawas,
dt L hari L
L kg
hari kg
al
Wt
Qt / 10 18 , 3 / 91 , 274
/ 71 , 2
/ 745
3 ÷
· = = = =
µ

4. Debit air pelarut
dt L hari m
m kg
hari kg
w
Wt
Qw / 2017 , 0 / 17 , 20
/ 997
/ 2234
10
90
10
10 100
3
3
= =
×
=
×
÷
=
µ




Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

5. Debit larutan
dt L Qw Qt Ql / 20488 , 0 2017 , 0 10 18 , 3
3
= + · = + =
÷

6. Berat jenis larutan
L kg
w al
lar / 064 , 1
997 , 0 100
10 100
71 , 2 100
10
1
100
10 100
100
10
1
=
|
.
|

\
|
·
÷
+
·
=
|
|
.
|

\
|
·
÷
+
·
=
µ µ
µ

5.6 FLOKULASI – SEDIMENTASI (Pulsator)
Dalam proses pulsasi (denyutan), luas ruang vakum yang menunjang proses
pulsasi merupakan hal utama dalam operasi pulsator dan akan mempengaruhi
performa pulsator secara keseluruhan.
Kriteria Desain:
V sedimentasi = 3 – 4,5 m/jam
Surface loading rate = ≤ mjam
Vo = 2,0 – 5,0 m/jam
V inlet = 0,6 – 1,0 m/det
G = ≤ 1 detik
Td air = 1 – 1,5 jam
(manual book operation pulsator, degreemont)
Perencanaan Pulsator sesuai criteria desain dari degreemont
Langkah 1 Perhitungan Luasan Ruang Vakum
a. Ruang Vakum (A Vakum)
Panjang ruang 1 dan 2 = 3,1 m
Lebar ruang 1 dan 2 = 1,25 m
A vakum = 2 [(3,1m)(1,25m)]
A vakum = 7,75 m
2






Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

b. Debit Perencanaan (Qperencanaan)
Q rencana = 0,85 m
3
/det

Q pengolahan =

= 3060 m
3
/jam
Langkah 2 Perhitungan sludge blanket area, kecepatan pengendapan,
kecepatan klarifikasi, kecepatan aliran pulsator dan inlet.
a. Kecepatan pengendapan partikel di sludge blanket area (V sedimen)
Direncanakan Vsedimentasi sebesar 3 m/jam, maka ruang penangkap
lumpur






b. Sludge Blanket Area atau ruang penangkap lumpur (Asba)
Karena pulsator terdapat empat bak yang mengelilingi ruang vakum, maka
perencanaan ruang penangkap lumpur sebagai berikut:
Asba = 1020 m
2
1020 = [(Pmeter).(Lmeter)]
255 = [(Pmeter).(Lmeter)] Luas ruang penangkap lumpur
per blok
Psba rencana = 20 m
Asba per blok = (p x l) m
2

255 = (20 x l) m
2

L = 12,75 meter



(
¸
(

¸

=
en Vse
n Qpengolaha
Asba
dim
(
¸
(

¸

=
jam m
jam m
Asba
/ 3
/ 3060
3
2
1020m Asba =

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

c. Kecepatan pulsator sebagai klarifier atau penjernihan air (Vklrifikasi)
Direncanakan ruang penampung lumpurnya berdimensi
P = 1 meter
H = 1,5 meter
Sehingga lebar klarifier keseluruhan akibat penambahan ruang penampung
lumpur
Lsba + Plumpur = 12,75 meter + 1 meter
Lsba + Plumpur = 13,75 meter
Lklarifier = 14 meter
Maka luas Klarifier
Prencana x Lklarifier = 20 meter x 14 meter
Prencana x Lklarifier = 280 m
2
d. Luas ruang pulsasi (Apulsasi)
Luas ruang pulsasi (pendenyut) sebanyak 2 buah sebagai alat flokulator
(pengaduk lambat) direncanakan sebagai berikut:
Ppulsasi = 12,5 meter
Lpulsasi = Pruang vakum = 7,5 meter
Apulsasi = Ppulsasi x Lpulsasi
= 2 (12,5 x 7,5)
= 187,5 m
2

Langkah 3 Perhitungan Luas Pulsator, surface loading rate, waktu tinggal air
dan gradient kecepatan
a. Luas Pulsator (A pulsator)
Apulsator = Aruang vakum + Aruang pulsasi + Aclarifier
Apulsator = ( 75 + 187,5 + 1120)
Apulsator = 1382,5 m
2





Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101



b. Surface loading rate







c. Waktu tinggal air di pulsator (td air)






d. Volume ruang pembuangan lumpur di pulsator (C) :
C = 4 [(P).(L).(T)]Rlumpur
= 4 [20x1x1,5]x1
= 120 m
3

e. Luas keseluruhan klarifikasi karena ada empat bak yang mengelilingi
ruang vakum – ruang pulsasi, maka luas klarifier
Aklarifier = 4 bak x 280 m
2
/bak
Aklarifier = 1120 m
2

f. Dapat ditentukan kecepatan pulsator sebagai klarifier, yaitu



(
¸
(

¸

=
Apulsator
n Qpengolaha
SLR
(
¸
(

¸

=
2
3
5 , 1382
/ 3060
m
jam m
SLR
) ( / 21 , 2 in iteriadesa memenuhikr jam m SLR =
(
¸
(

¸

=
n Qpengolaha
Volair
tdair
(
¸
(

¸
+ +
=
n Qpengolaha
Tair Apulsasi Tait Avakum Tair Aclarifier
tdair
) . ( ) . ( ) . (
jam tdair 5 , 1 48 , 1 ~ =
(
¸
(

¸

=
Aklarifier
n Qpengolaha
Vklarifier
(
¸
(

¸

=
2
3
1120
/ 3060
m
jam m
Vklarifier

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101




g. Kecepatan aliran air di pulsator (Vo)
Kecepatan aliran air di pulsator dapat dihitung dengan perencanaan tinggi
pulsator 10 meter dan ketinggian airnya 9,5 meter, makaVo:
Prencana = 20 meter
Hair rencana = 9,5 meter






h. Kecepatan aliran air masuk kepulsator (Vinlet)
Kecepatan aliran air masuk ke pulsator melalui pipa inlet dari bangunan
sebelumnya yaitu bak koagulasi ke pulsator, dengan perencanaan:
Diameter pipa inlet Ø = 1 meter






i. Nilai perbandingan Vklarivikasi dengan Vsedimentasi (Fe)



jam m Vklarifier / 7 , 2 =
| |
(
¸
(

¸

=
) )( (Pr 4 Tair encana
n Qpengolaha
Vo
| |
(
¸
(

¸

=
) 5 , 9 )( 20 ( 4
3060
Vo
jam m Vo / 03 , 4 =
(
¸
(

¸

(
¸
(

¸

=
ik
jam
Apipainlet
n Qpengolaha
Vinlet
det 3600
1
.
) ( 4
| |
(
¸
(

¸

(
¸
(

¸

=
ik
jam jam m
Vinlet
det 3600
1
.
) 1 )( )( 25 , 0 ( 4
/ 3060
2
t
) det( / 00 , 1 det / 69 , 0 6897 , 0 in iteriadesa memenuhikr m m Vinlet < ~ =
.
dim
3 / 1
(
¸
(

¸

=
en Vse
si Vklarifika
Fe
.
/ 3
/ 7 , 2
3 / 1
(
¸
(

¸

=
jam m
jam m
Fe

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101



j. Nilai gradient kecepatan di pulsator jika diketahui sebagai berikut
n = 0,893 x 10
-3

Ss = 2,65
k. Dengan beda tinggi ruang SBA dengan ruang pembuangan lumpur
∆h = 7 m








l. Nre



ρ = massa jenis air (kg/m
3
)
vd = kecepatan pengendapan (m/det)
ƞ = viskositas absolute (suhu 27° c=0,00086 N s/m
2
)
m. Perhitungan debit aliran air per pipa lateral




n. Kecepatan inlet
Asumsi D = 50 cm
. 965 , 0 = Fe
. ) )( 1 )( 1 (
2 / 1
(
¸
(

¸

(
¸
(

¸

A ÷ ÷
(
¸
(

¸

=
n Qpengolaha
C
h Fe Ss
n
g
Fe G
.
3060
120
) 75 , 0 )( 965 , 0 1 )( 1 65 , 2 (
10 . 893 , 0
981 , 0
965 , 0
2 / 1
3
(
¸
(

¸

(
¸
(

¸

÷ ÷
(
¸
(

¸

=
÷
G
) det( / 113890
/ 318 , 1
in iteriadesa memenuhikr G
jam G
=
=
2000 968
/ 00086 , 0
/ 3 . / 1000
.
2
3
Re
< = = =
m Ns
jam m m kg vd
N
q
µ
rencana Jumlahpipa
Qtotal
Qperpipa =
dtk m x Qperpipa / 10 42 , 1
60
85 , 0
3 2 ÷
= =

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101




o. Diameter lubang pipa
h = 1 cm
N = (P:0,25)x2
=(5x0,25)x2=40





p. Gutter
Q = 0,85 m
3
/det
D = 10 cm



L = ketebalan dinding gutter (0,15)
D = diameter lubang gutter (0,05)





q. Pompa pulsator
Vacuum pumps = 6 units
P = 9 Kw ; f = 50 Hz ; I = 18,5 A ; V = 380 V
dtk m
x x
x
d
Qperpipa
Vperpipa / 072 , 0
) 05 25 , 0 (
10 42 , 1
) . .
4
1
(
2
2
= = =
÷
t
t
( )
2 / 1
2 / 1
2 . .
4
(
¸
(

¸

=
gh N
Qperpipa
Dperpipa
t
( )
2 / 1
2 / 1
2
005 , 0 81 , 9 2 . . 40
10 42 , 1 4
(
¸
(

¸

=
÷
x x
x x
Dperpipa
t
cm m m Dperpipa 4 04 , 0 038 , 0 = ~ =
( )
det / 354 , 1
1 , 0 .
4
1
) 2 40 (
det / 85 , 0
2
3
m
x x
m
v =
(
(
¸
(

¸

=
t
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
=
g
V
x
D
L
f x Hf
2
2
m m
x
x x Hf 1 , 1 011 , 0
81 , 9 2
354 , 1
05 . 0
15 , 0
1600
64
2
= =
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
=

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

unit → 9 rpm)
Jenis pompa = Hibon SNV 32 (2unit)

5.7 FILTRASI
1) Kriteria Desain
- Kecepatan filtrasi (Vf) = 8 - 12 m/jam
- Tebal media pasir (Lp) = 60 - 80 cm
- Tebal media kerikil (Lk) = 10 - 30 cm
- Waktu backwash (t
bw
) = 5 - 15 menit
- Tinggi air di atas media (Ha) = 0,9 – 1,2 m
- Diameter media (Dm) = 0,6 – 1,2 mm
- Ekspansi backwash = 30 - 50 %
- A orifice (Aor) : A = (0,0015 - 0,005) : 1
- A lateral (Alat) : Aor = (2 - 4) : 1
- A manifold (Am) : Alat = (1,5 - 3) : 1
- Jarak orifice (Wor) = 6 - 20 cm
- Porositas = 0,36 - 0,45
- Diameter orifice (Dor) = 0,6 - 2 cm
- Kecepatan backwash (Vbw) = 15 – 25 m/jam
- Surface loading = 7 - 12 m/jam
- V
gullet(saluran pembuangan)
= 0,6 – 2,5 m/s
- L filtrasi = 3 – 6 m
- fb = 7,5 cm
(Tri Joko,2010)
2) Perencanaan
- Kecepatan filtrasi (Vf) = 2,78.10
-3
m/s = 10 m/jam
- Diameter orifice (Dor) = 2 cm = 0,02 m
- A orifice (Aor) = 0,0025Af
- Jarak antar pusat lateral (Wlat) = 20 cm = 0,2 m
- Tebal media pasir (Lp) = 70 cm = 0,7 m
- Tebal media kerikil (Lk) = 30 cm = 0,3 m
- Diameter pasir (Dp) = 0,6 mm = 6.10
-4
m

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

- Diameter kerikil (Dk) = 0,3 – 6,25 cm
- Porositas awal (Po) = 0,4
-
u
= 0,893.10
-6
m
2
/det
- NRe pasir < 5
- NRe kerikil > 5
- Alat = 2Aor
- Wlat = 20 cm
- Am = 1,5 Alat
- % ekspansi kerikil akibat Vbw = 10 %
- Tbw = 600 detik = 10 menit
- e pasir = 0,82
- f = 0,026
- jarak terluar orifice dengan dinding = 20 – 30 cm
- 1 bak filter mempunyai 1 manifold
- jarak pangkal lateral terhadap dinding = 0,6 m

3) Perhitungan
Jumlah bak
Q n 12 = = 85 , 0 12 = 11,06 bak = 11 bak
Ditambah 1 bak cadangan, sehingga jumlah bak yang beroperasi 12 bak.
Dimensi bak
Debit per unit filter (Qf) =
12
1
x 0,85 m
3
/det = 0,071m
3
/det
Luas tiap unit filter (Af) =
Vf
Qf

=
3
10 . 78 , 2
071 , 0
÷

= 25,54 m
2
≈ 26 m
2

Luas permukaan saringan (As) = Luas tiap unit filter (Af) = 26 m
2

jika P: L = 1 : 2 maka : P = 7,2 m H = 3 m
L = 3,6 m

Sistem Underdrain

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

1. Orifice
Luas bukaan (Aor) = ¼ π D
2

= ¼ π m
= 0,000314 m
2
= 3,14 cm
2

Jumlah lubang tiap filter (n) =
Aor
Af 0025 , 0
=
000314 , 0
26 0025 , 0 x
= 207 lubang
2. Lateral
Luas bukaan (Alat) = 2Aor x n
= 2 x 0,000314 x 207
= 0,13 m
2
3. Manifold
Luas total manifold (Am) = 1,5Alat
= 1,5 x 0,13 m
2

= 0,2 m
2

Diameter manifold (Dm) =
t
Am 4
=
t
2 , 0 4x
= 0,5 m = 500 mm
Panjang pipa manifold (Pm) = Pbak = 3,6 m
Jumlah pipa lateral = n = 2 x
Wlat
Pman
= 2
2 , 0
6 , 3
x = 36 buah
Jumlah lateral tiap sisi =
2
36
= 18 buah
Panjang pipa lateral tiap sisi=
2
) 2 ( Wlat Dm Lbak ÷ ÷
=
2
) 2 , 0 2 ( 5 , 0 2 , 7 x ÷ ÷

= 3,15 m
Diameter pipa lateral (Dlat)=
t
n
Alat 4
=
t
36
13 , 0 4x
= 0,068 m = 68 mm
Jumlah orifice tiap lateral ( n ) =
¿
¿
lateral
orif ice
=
36
207
= 5,75 ~ 6 lubang

Sistem Inlet
Inlet pipa

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Debit tiap saluran (Qf) =
12
85 , 0
= 0,071 m
3
/s
Kecepatan dalam saluran = 0,3 m/det

Dimensi pipa
A =
V
Q
=
3 , 0
071 , 0
= 0,237 m
2

A = ¼ π D
2

0,237 = ¼ π D
2

D = 0,549 m = 0,6 m = 600 mm

Sistem Outlet
Air yang sudah tersaring akan dialirkan melalui pipa outlet yang
bersambungan dengan pipa manifold menuju adsorbsi. Sehingga diameter
pipa outlet = diameter manifold = 0,5 m.
Backwash
1. Pasir
Kecepatan backwash (Vbw) = 6Vf = 6 x 2,78.10
-3
= 0,0167 m/det
Porositas saat ekspansi (Pe) = 2,95 x
6 , 3
1
45 , 1
g
u
x
6 , 3
1
|
|
.
|

\
|
÷ w s
w
µ µ
µ
x
2
1
3
1
Dp
Vbw

= 2,95x
6 , 3
1
) 81 , 9 (
) 10 . 893 , 0 (
45 , 1 6 ÷
x
6 , 3
1
7 , 995 2600
7 , 995
|
.
|

\
|
÷
x
2
1
3
1
) 10 . 6 (
) 0167 , 0 (
4 ÷

= 0,63


Prosentasi ekspansi = % 100
1
x
Pe
Po Pe
÷
÷

= % 100
63 , 0 1
4 , 0 63 , 0
x
÷
÷

= 62,16 %

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Tinggi ekspansi = % 100 x
Lp
Lp Le ÷

0,6216 = % 100
7 , 0
7 , 0
x
Le ÷

Le = 1,14 m
2. Kerikil
Tinggi ekspansi ( asumsi ) = 10 % dari tinggi ekspansi akibat
backwash
Prosentasi ekspansi = % 100 x
Lk
Lk Le ÷

0,1 = % 100
3 , 0
3 , 0
x
Le ÷

Le = 0,33 %
Porositas saat ekspansi
Pe
Po Pe
÷
÷
1
=
Lk
Lk Le ÷

Pe
Pe
÷
÷
1
4 , 0
=
3 , 0
3 , 0 33 , 0 ÷

Pe = 0,45

Debit backwash (Qbw) = Vbw x Abw
= 0,0167 m/det x 26 m
2

= 0,4342 m
3
/det
Volume backwash = Qbw x tbw
= 0,4342 m
3
det x 600 det
= 261 m
3

Diameter backwash (Dbw)
Q = A V
Q = ¼ π D
2
V
D = 0,046 m
Saluran penampung air pencuci

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Saluran gutter dengan panjang = 3,8 m dan lebar (asumsi) = 0,3 m
Kedalaman air di saluran gutter (Hg) =
3
2
38 , 1
|
|
.
|

\
|
xLg
Q
=
3
2
3 , 0 38 , 1
85 , 0
|
.
|

\
|
x
=1,61 m
Air sisa pencucian dari gutter akan masuk kedalam gullet dengan Lbuang
(asumsi) = 0,2 m
Debit yang ditampung (Qbuang) = 0,2 m
3
/det
Tinggi air dalam saluran pembuangan =
3
2
38 , 1
|
|
.
|

\
|
xLbuang
Q
=
3
2
2 , 0 38 , 1
2 , 0
|
.
|

\
|
x
=1,73 m


Kehilangan Tekan
Headloss pada media yang masih bersih
1. Pasir
Cek NRe =
u
exDpxVf
=
6
3 4
10 . 893 , 0
10 . 78 , 2 10 . 6 82 , 0
÷
÷ ÷
x x
= 1,53 < 5 ( Memenuhi )
Koefisien Drag= CD= 34 , 0
Re
3
Re
24
+ +
N
N
= 34 , 0
53 , 1
3
53 , 1
24
+ + =18,45
Headloss = Hf =
4 4
2
10 . 6
1 067 , 1
÷
+ + + x
Po
Vf
Lp
g
CD
e

=
4 4
2 3
10 . 6
1
) 4 , 0 (
) 10 . 78 , 2 (
7 , 0
81 , 9
45 , 18
82 , 0
067 , 1
÷
÷
+ + + x
= 0,14 m


2. Kerikil
Cek NRe =
u
VfxDk
x
Po ÷ 1
1
=
6
3 3
10 . 893 , 0
10 . 3 10 . 78 , 2
4 , 0 1
1
÷
÷ ÷
÷
x
x = 15,57 > 5 (M)
Headloss = xLk
Dk
Vf
x
Po
Po
x
g
x
2 2
2
) 1 (
180
÷ u


Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

= 3 , 0
) 10 . 3 (
10 . 78 , 2
) 4 , 0 (
) 4 , 0 1 (
81 , 9
10 . 893 , 0
180
2 3
3
2
2 6
x x x x
÷
÷ ÷
÷

= 0,0085 m
Headloss total media
Hf = hf air + hf pasir + hf kerikil
= 0,9 + 0,14 + 0,0085
= 1,0485

Headloss sistem underdrain
1. Orifice
Debit tiap filter = 0,071 m
3
/det
Debit orifice (Qor) =
or
n
Q
=
207
071 , 0
= 3,4 x10
-4
m
3
/det
Kecepatan di orifice (Vor) =
or
or
A
Q
=
000314 , 0
00034 , 0
= 1,09 m/det
Headloss (hfor) = 1,7 x
g
V
or
2
2
= 1,7 x
81 , 9 2
) 09 , 1 (
2
x
= 0,103 m
= 10,3 cm
2. Lateral
Debit lateral (Qlat) =
lat
n
Q
=
36
071 , 0
= 1,97.10
-3
m
3
/det
Kecepatan di lateral (Vlat) =
lat
lat
A
Q
=
13 , 0
10 . 97 , 1
3 ÷
= 0,015 m/det


Headloss (hflat) = 1,3 hf
=
g
Vlat
x
Dlat
Llat
xfx
2
3 , 1
2

=
81 , 9 2
) 015 , 0 (
068 , 0
15 , 3
026 , 0 3 , 1
2
x
x x x
= 1,795 x 10
-5
m

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

3. Manifold
Debit manifold (Qm) =
m
n
Q
=
1
071 , 0
= 0,071 m
3
/det
Kecepatan di manifold =
m
m
A
Q
=
2 , 0
071 , 0
= 0,355 m/det
Headloss (hm) = 1,3 hf
=
g
Vm
x
Dm
Lm
xfx
2
3 , 1
2

=
81 , 9 2
) 355 , 0 (
5 , 0
6 , 3
026 , 0 3 , 1
2
x
x x x
= 1,56 x 10
-3
m
Headloss total underdrain
Hf = hfor + hflat + hfm
= 10,3 + 1,795 x 10
-5
+ 1,56 x 10
-3

= 10,3 m

Headlos total
Hftot = hfmedia + hfunderdrain
= 1,0485+ 10,3
= 11,3485 m
Debit backwash (Qbw) = Vbw x Abw
= 0,0167 m/det x 26 m
2

= 0,4342 m
3
/det

Volume backwash = Qbw x tbw
= 0,4342 m
3
det x 600 det
= 261 m
3


Headloss pada media saat backwash
1. Pasir

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Cek NRe =
u
VbwxDp
x
Pe ÷ 1
1
=
6
4
10 . 893 , 0
10 . 6 , 4 0167 , 0
63 , 0 1
1
÷
÷
÷
x
x = 23,24
Headloss = xLe
Dp
Vbw
x
Pe
Pe
x
g
x
8 , 1
) 1 (
120
2 , 1
3
8 , 1 8 , 0
÷ u

= 14 , 1
) 10 . 6 , 4 (
) 0167 , 0 (
) 63 , 0 (
) 63 , 0 1 (
81 , 9
) 10 . 893 , 0 (
120
8 , 1 4
2 , 1
3
8 , 1 8 , 0 6
x x x x
÷
÷
÷

= 1,01 m
2. Kerikil
Cek NRe =
u
VbwxDk
x
Pe ÷ 1
1
=
6
3
10 . 893 , 0
10 . 3 0167 , 0
45 , 0 1
1
÷
÷
÷
x
x = 97,73
Headloss = xLe
Dk
Vbw
x
Pe
Pe
x
g
x
8 , 1
) 1 (
120
2 , 1
3
8 , 1 8 , 0
÷ u

= 33 , 0
) 10 . 3 (
) 0167 , 0 (
) 45 , 0 (
) 45 , 0 1 (
81 , 9
) 10 . 893 , 0 (
120
8 , 1 3
2 , 1
3
8 , 1 8 , 0 6
x x x x
÷
÷
÷

= 0,056 m

Hf media = 1,01 + 0.056
= 1,066
Headloss sistem underdrain saat backwash
1. Orifice
Debit orifice (Qor) =
or
n
Qbw
=
207
4342 , 0
= 0,002 m
3
/det
Kec orifice (Vor) =
or
or
A
Q
=
000314 , 0
002 , 0
= 6,676 m/det
Headloss (hfor) =
g
Vor
x
2
7 , 1
2
=
81 , 9 2
) 676 , 6 (
7 , 1
2
x
x = 3,86 m
2. Lateral
Debit lateral (Qlat) =
lat
n
Qbw
=
36
4342 , 0
= 0,012 m
3
/det
Kec di lateral (Vlat) =
lat
lat
A
Q
=
13 , 0
012 , 0
= 0,09 m/det
Headloss (hflat) = 1,3 hf

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

=
g
Vlat
x
Dlat
Plat
xfx
2
3 , 1
2

=
81 , 9 2
) 09 , 0 (
0068 , 0
15 , 3
026 , 0 3 , 1
2
x
x x x
= 6,4 x 10
-4
m
3. Manifold
Debit manifold (Qm) =
man
n
Qbw
=
1
4342 , 0
= 0,4342 m
3
/det

Kec di manifold (Vm) =
man
man
A
Q
=
2 , 0
4342 , 0
= 2,171 m/det
Headloss (hfm) = 1,3 hf
=
g
Vm
x
Dm
Lm
xfx
2
3 , 1
2

=
81 , 9 2
) 171 . 2 (
5 , 0
6 , 3
026 , 0 3 , 1
2
x
x x x
= 0,0584 m

Headloss total saat backwash
Hf = hfmedia + hfor + hflat + hfm
= 1,06+ 3,86 + 6,4 x 10
-4
+ 0,0584
= 4,979 m

Pompa Backwash
Headloss pada pompa = hfbw + hs + sisa tekan
= 4,979 + 5 + 1
= 10,979 m




Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Daya pompa
P =
q
µ ompa xgxQbwxhfp
=
75 , 0
979 , 10 4843 , 0 81 , 9 7 , 995 x x x
= 69284,9Watt = 923,32 hp
5.8 DESINFEKSI
Karakteristik desinfektan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 5.2 Karakteristik Desinfektan
Karakteristik
Klorin
Bebas
Kloramin
Klorin
Dioksida
Ozon
Radiasi
UV
Desinfeksi
- Bakteri

- Virus



Pengaruh Ph





Residu di
sistem
distribusi
Produk
samping, -
pembentukan
THM
Dosis (mg/L
Berat
ekivalen
(pound)

Sangat
baik
Sangat
baik


Efisiensi
menurun
dengan
kenaikan
pH

Ada


Ada



2 - 20
35,5


Cukup baik

Rendah (baik
pada waktu
kontak yang
lama)
Dikloramin
dominan pada
pH ≤
monokloramin
dominan pada
pH ≥ 7
Ada


Tidak terjadi



0,5 - 3,0
25,8

Sangat
baik
Sangat
baik


Lebih
efisien
pada pH
tinngi


Ada


Tidak
terjadi


-
13,4

Sangat
baik
Sangat
baik


Residu
terjadi
pada pH
rendah


Tidak ada


Tidak
terjadi


1 - 5
24

Baik

Baik



Insentif





Tidak
ada

Tidak
terjadi


-
-

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Sumber : National Academy of Science (1980) dalam Montgomery, 1995; hal 276
Pada perencanaan ini, desinfeksi dilakukan dengan penambahan
klorin bebas. Dipilihnya desinfektan tersebut adalah karena proses desinfeksi
terhadap bakteri dan virus sangat baik dan efektif. Di samping itu, apabila
dilihat dari biaya yang dikeluarkan juga lebih sedikit. Walaupun terdapat
produk amping berupa pembentukan THM namun apabila kadarnya ≤ 1
mg/L masih dapat ditoleransi (standar EPA, Kawamura, 1991 hal 282)
1) Perencanaan
1. Desinfeksi menggunakan kaporit : Ca(OCl)
2

2. Kadar Klor dalam kaporit : 60 %
3. Berat jenis kaporit, BJ = 0,860 kg/L
4. Kapasitas pengolahan, Q = 150 L/detik
5. Konsentrasi larutan, C = 50 g/L = 50 mg/m
3

6. Daya pengikat Klor, DPC = 1,2 mg /L (asumsi)
7. Sisa klor = ( 0,2 – 0,4 ) mg / l, diharapkan 0,3 mg/l
8. Pembubuhan larutan kaporit 3 x sehari (8 jam untuk 1 x)

Dosis klor = DPC + sisa klor = 1,2 + 0,3 = 1,5 mg/l
Dosing rate ik L
L mg
L mg ikx L
laru C
kebutuhan QxC
det / 255 , 0
/ 5000
/ 5 , 1 det / 850
tan .
.
= = =
Dosing rate per hari = hari L ik jamx ikx L / 22032 det 3600 24 det / 255 , 0 =
Dosing Setiap Pembubuhan
Dosing rate per hari = jam l hari L 8 / 7344 3 / / 22032 =

Kebutuhan Kaporit
Kebutuhan Kaporit = % 60 Dosis Klor · Q
= ·
60
100
1,5mg/l · 850 l/det
= 2125mg/detik ~ 184 kg/hari




Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Debit Kaporit = ·
ap masajenisk
Wkap 1


= ·
86 , 0
/ 184 hr kg

= 213,953L/hr
Q pelarut = hari L x / 953 , 213
% 5
% 5 % 100 ÷

= 4065,107 L/hari
Debit Larutan = Qkap + Qair
= 213,953 L/hr + 4065,107 L/hr
= 4279,06 L/hr
= 4,28 m
3
/hr
Kehilangan Tekan
1. Direncanakan panjang pipa, Pp 1m dengan diameter, Dp = 1 inchi
2. Qpipa = 7344 L/ 8 jam = 2,55.10
-4
m
3
/dtk
( )
dt m
ik m
A
Q
pipa
pipa
Vpipa / 3 , 0
0254 , 0
4
1
det / 10 55 , 2
2
3 4
=
× ×
·
= =
÷
t

3. Kehilangan tekan dalam pipa
( )
m hf
m
ik m
P
Dp C
Qp
hf
p
p
HW
p
2
54 , 0
1
63 , 2
3 4 54 , 0
1
63 , 2
10 7 , 1
1
0254 , 0 130 2785 , 0
det / 10 55 , 2
2785 , 0
÷
÷
· =
×
(
¸
(

¸

× ×
·
= ×
(
¸
(

¸

× ×
=

4. Kehilangan tekan pada pipa inlet, valve, dan outlet
( )
( )
( )
m
x
hf
hf
g
v
Kout Kv Kin hf
Kout
g
v
Koutlet hf
Kvalve
g
v
Kvalve hf
Kin
g
v
Kin hf
tot
p
p
tot
p
outlet
p
valve
p
inlet
4 5
2
2
2
2
2
10 3 , 1 10 9 , 8
81 , 9 2
018 , 0
1 25 , 0 2 1
2
2
1 ,
2
25 , 0 ,
2
1 ,
2
÷ ÷
· = · +
(
¸
(

¸

× + · + =
+
(
¸
(

¸

·
× + · + =
=
·
× =
=
·
× =
=
·
× =


Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101


Dimensi Bak Pelarut
1. Volume bak
3 3 4
344 , 7 3600 8 / 10 55 , 2 m jam dt m t Qp Vbak = × × · = × =
÷

2. Luas permukaan :
2
344 , 7
1
344 , 7
m
H
Vbak
As = = =
3. P
bak
= L
bak

m P L
L
L As
71 , 2
344 , 7
2
2
= =
=
=

Volume ruang pengadukan (T = 30° C)
Q = 850 L/det = 0,85 m
3
/det
G = 700 /dt
µ

= 0,798. 10
-3
kg/mdet
µ = 995,7 kg/m
3

g = 9,81 m/det
2

Kecepatan (v
1
) saat masuk ke bak pengadukan = 2 m/det
Kecepatan (v
2
) saat keluar dari bak pengadukan = 1 m/det
Waktu tinggal = 30 detik

2) Perhitungan
V = Q x td
= 0,85 m
3
/dt x 30 dt
= 25,5 m
3
Direncanakan ukuran ruang pengadukan :
Panjang = 4,35 m
Lebar = 4,35 m
Tinggi = 1,5 m
Diameter inlet
2
3
1
425 , 0
det / 2
det / 85 , 0
m
ik m
ik m
v
Q
A = = =

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

mm m
m A
D 600 577 , 0
4
1
425 , 0
4
1
2
~ = = =
t t

Diameter outlet
PENGHITUNGAN pH
1. Dosis chlor yang digunakan 1,5 mg/L dengan kadar chlor dalam
kaporit 60 %. Kaporit yang ditambahkan :
L mol L mg L mg / 0174 . 0 / 5 , 2 / 5 , 1
60
100
= = × = , dengan Mr Ca(OCl)
2

= 143
2. Reaksi yang terjadi
( ) ( )
O H CO CO H HCO H
OCl H HOCl
HOCl OH Ca O H OCl Ca
2 2 3 2 3
2 2 2
2 2 2 2
2
+ ÷ ÷ +
+ ÷
+ ÷ +
+
÷ +

3. Dengan penambahan kaporit sebanyak 0.0174 mol/L, akan terjadi
penambahan:
[Ca
2+
] = 0.0174 mol/L = 0,696 g/L
[CO2] = 0.0174 mol/L 0,7656 g/L
[HCO
3

] = 0.0174 mol/L = 1,0614 g/L


4. Konsentrasi pada awal air baku :
[Ca
2+
] = 0 mg/L
[CO2] = 0
[HCO
3

] = 0 mg/L
5. Konsentrasi di akhir proses desinfeksi :
[Ca
2+
] total = 0 + 0,696 = 0,696 g/L
[CO2] total = 0 + 0,7656 = 0,7656 g/L
[HCO
3

] total = 0 + 1,0614 = 1,0614 g/L






Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

6. Perhitungan ion trength μ)
Tabel 5.3 Perhitungan μ Setelah Desinfeksi
Ion Konsentrasi
(g/L)
BM Ci
(mol/L)
0,5 x Ci x zi
2

Ca
2+
Mg
2+

HCO
3


SO
4


Cl



0,696
0
1,0614
0
0

40
24
61
98
35,5

0,0174

0

0,0174
0
0

3,624 x 10
-2
0

2,236 x 10
-2

0
0

Μ 0,055

( )
( )
| |
| |
| | 68 , 7 7213 , 0 10 89 , 5 log
3
2
' log
10 89 , 5 '
45 , 7
055 , 0 4 , 1 1
055 , 0
log 7 , 6 '
4 , 1 1
log 1 '
8
8
5 , 0
5 , 0
1
5 , 0
5 , 0
1
= × · ÷ =
(
¸
(

¸

× ÷ =
· =
=
· +
÷ =
· +
÷ =
÷
÷
pHbaru
baru HCO
sisa CO
K pHbaru
K
pK
pK pK
µ
µ

pH baru setelah proses desinfeksi masih masuk dalam range
7,45 – 7,68 yang diijinkan untuk air minum, sehingga tidak perlu
melakukan proses netralisasi pH.
5.9 RESERVOIR
Unit Reservoir
Type reservoir yang dipakai adalah Ground Reservoir
Kecepatan inlet desain (Vi) = 2 m/dtk
Faktor peak, fp = 2,5
Kecepatan outlet desain, vo = 3 m/dt
Waktu pengurasan, tk = 2 jam
Kecepatan pengurasan, vk = 2,5 m/dt
Kecepatan overflow, vow = vi = 2 m/dt

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Kecepatan ventilasi desain, vud = 3 m/dt
Reservoir dapat dihitung dengan mengetahui kurva fluktuasi pemakaian air
minum.
Tabel 5.4 Pola Pemakaian Air dalam Sehari
Dari jam
ke jam
Jumlah jam
Pemakaian
per-jam (%)
Jumlah pemakaian
(%)
22
00
- 05
00
7 0,75 5,25
05
00
- 06
00
1 4,00 4,00
06
00
- 07
00
1 6,00 6,00
07
00
- 09
00
2 8,00 16,00
09
00
- 10
00
1 6,00 6,00
10
00
- 13
00
3 5,00 15,00
13
00
- 17
00
4 6,00 24,00
17
00
- 18
00
1 10,00 10,00
18
00
- 20
00
2 4,50 9,00
20
00
- 21
00
1 3,00 3,00
21
00
- 22
00
1 1,75 1,75
Sumber : Tri Joko, Hal 226
Tabel 5.5 Perkiraan fluktuasi pemakaian air
Perhitungan volume reservoir harus memperhitungkan debit yang
masuk ke reservoar dan debit yang keluar dari reservoir. Debit yang masuk
ke reservoir adalah konstan, yaitu sebesar 4,17 % untuk tiap jamnya,
sedangkan debit yang keluar dari reservoir bervariasi tergantung pemakaian
air minum kota.
Tabel 5.6 Perhitungan Persentase Volume Reservoir
Dari jam
ke jam
Jumlah jam
Pemakaian
per-jam
(%)
Suplai ke
Reservoir
Surplus
(%)
Defisit
(%)
22
00
- 05
00
7 0,75 4,17 % 23,94
05
00
- 06
00
1 4,00 4,17 % 0,17
06
00
- 07
00
1 6,00 4,17 % 1,83

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

07
00
- 09
00
2 8,00 4,17 % 7,66
09
00
- 10
00
1 6,00 4,17 % 1,83
10
00
- 13
00
3 5,00 4,17 % 2,49
13
00
- 17
00
4 6,00 4,17 % 7,32
17
00
- 18
00
1 10,00 4,17 % 5,83
18
00
- 20
00
2 4,50 4,17 % 0,66
20
00
- 21
00
1 3,00 4,17 % 1,17
21
00
- 22
00
1 1,75 4,17 % 2,42
Jumlah 24 100,00 100,00 % 27,70 27,62
Sumber : Tri Joko, Hal 227
Keterangan :
Debit yang masuk ke reservoir yaitu konstan = (100/24) % = 4,17 %
Debit yang keluar dari reservoir bervariasi tergantung pemakaian air minum.
Jumlah suplai (%) = suplai perjam x jumlah jam
Suplai (%) = jumlah suplai – jumlah pemakaian
Persentase Vol. Reservoir =
2
defisit surplus +
=
2
62 , 27 70 , 27 +
= 27,66 %



Volume reservoir = 27,66 % · Q
rata-rata
· waktu
= 0,2766 · 850 L· 86400
= 20313504 L
= 20313,5 m
3
Dimensi Resrvoir
Tipe reservoar : Ground Reservoar dengan volume sebesar
20313,504 m
3
.
Kriteria desain kedalaman reservoir adalah 3 - 6 meter, sedangkan
yang direncanakan adalah 5 meter.

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Direncanakan, unit reservoir dibagi menjadi 4 kompartemen untuk
memudahkan pengurasan dan pengoperasian. Luas melintang untuk tiap
kompartemen :
A
C
=
4
1
H
Volume

=
5 4
5 , 20313
x

= 1015,675 m
2

Direncanakan Lebar = panjang = 675 , 1015 = 31,87 m ≈ 31,9 m
Jadi dimensi reservoir:
a. Kedalaman : 5 meter
b. Panjang : 31,9 meter
c. Lebar : 31,9 meter
d. Freeboard : 0,8 meter
Perpipaan Reservoir
a. Pipa inlet
Debit inlet :
Q
i
= 0,85 m
3
/ detik

Kecepatan inlet desain, v
i
= 2 m / detik
Diameter pipa inlet :
2 / 1
4
(
¸
(

¸

·
·
=
vi
Q
i
t
|

2 / 1
2
85 , 0 4
(
¸
(

¸

·
=
t
|
x

= 0,73 m = 700 mm
b. Pipa outlet
Faktor peak, f
p
= 2,5
- Debit:
Q
o
= Q
r
· f
p

= 0,85 · 2,5
= 2,125 m
3
/detik
- Kecepatan outlet disain, v
o
= 3 m / detik

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

- Diameter pipa outlet :
2 / 1
4
(
¸
(

¸

·
·
=
vo
Qo
t
|
2 / 1
3
125 , 2 4
(
¸
(

¸

·
·
=
t
|
= 0,95 m
= 1000 mm(ukuran pipa yang ada di pasaran)
c. Pipa Penguras
- Tinggi pengurasan, Hk = 2 meter
- Volume pengurasan tiap kompartemen :
V = Panjang · Lebar · Hk


= 31,9 · 31,9 · 2
= 2035,22 m
3

- Waktu pengurasan, t = 2 jam
- Kecepatan pengurasan, V
d
= 2,5 m / detik
- Debit pengurasan, Q
d
=
t
V

=
60 60 2
22 , 2035
· ·

= 0,2827m
3
/ detik
- Diameter pipa,
2 / 1
4
(
¸
(

¸

·
·
=
d
d
d
V
Q
t
|

2 / 1
5 , 2
2827 , 0 4
(
¸
(

¸

·
·
=
t
|
= 0,144 m
= 150 mm (ukuran pipa di pasaran)

d. Pipa Overflow
- Debit overflow, Q
of
= Q
i
= 0,85 m
3
/ detik
- Kecepatan overflow, v
of
= v
i
= 2 m / detik
- Maka,
Diameter overflow, |
of
= |
I
= 500 mm

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

e. Pipa Ventilasi
Direncanakan menggunakan 4 buah pipa ventilasi :
- Debit pengaliran udara :
Q
ud
= Q
o
- Q
i

=
4
85 , 0 125 , 2 ÷

= 0,31875 m
3
/ detik
Untuk tiap pipa :
Q
ud
= ¼ · 0,31875
= 0,080m
3
/ detik
- Kecepatan ventilasi udara yang didisain :
v
ud
= 3 m / detik
- Dimensi pipa ventilasi :
2 / 1
3
080 , 0 4
(
¸
(

¸

·
·
=
t
|
= 0,583 m ≈ 6 mm
5.10 Prosedur pengoperasian
5.10.1 Langkah persiapan
5.10.1.1 Bangunan intake
1. baca skala penunjuk tinggi muka air sungai;
2. lakukan langkah-langkah persiapan atau pencarian sumber air
lain apabila tinggi muka
a. air dan/atau debit air yang akan dipompa tidak memenuhi
syarat minimal operasional
b. pompa (prosedur pengukuran berdasar SNI 03-2819-1992
dan SNI 03-3970-1995);
3. bersihkan lingkungan di sekitar lokasi hisap dan ruang pompa
dari sampah atau materi
a. yang mengganggu operasi pemompaan;
4. amati kondisi air baku, alat pengukur debit, dan alat pengukur
tekanan air.



Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

5.10.1.2 Pompa air baku dan distribusi
1. amati kondisi pompa, periksa baut-baut, katup-katup, kelurusan
kopling, putaran pompa
2. dan arah putarannya sebelum dioperasikan;
3. atur debit sesui dengan kapasitas yang diperlukan dengan cara
mengatur bukaan katup;
4. operasikan pompa dan biarkan pompa air mengalir dengan
stabil.
5.10.1.3 Sistem perpipaan
1. periksa sambungan-sambungan pipa pada instalasi untuk
mencegah kebocoran pipa;
2. periksa semua katup pada setiap unit untuk memastikan dapat
berfungsi sebagaimana mestinya;
3. periksa manometer, pastikan dalam kondisi baik;
4. perika gate valve pada pipa utama, pastikan selalu terbuka
sebagaimana mestinya.
5.10.1.4 Penentuan dosis bahan kimia
1. tentukan dosis koagulan dengan percobaan jar-test;
2. tentukan dosis kapur atau soda abu;
3. tentukan dosis desinfektan;
4. hitung kebutuhan masing-masing larutan;
5. periksa tangki pengaduk bahan kimia;
6. cara penentuan dosis bahan kimia sesuai ketentuan SNI 19-
6774-2002, Tata cara perencanaan paket unit IPA.
5.10.1.5 Pembubuhan/dosing larutan bahan kimia
1. periksa sistem catudaya menuju pompa pembubuh;
2. bersihkan semua pipa yang berhubungan dengan pompa
pembubuh;
3. siapkan larutan di dalam tangki pencampur;
4. periksa dan pastikan semua mur/baut pengikat telah diperkuat
sesuai petunjuk pemasangan;
5. pastikan check valve berfungsi baik;
6. jalankan motor pengaduk larutan kimia;

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

7. alirkan campuran yang telah diaduk ke dalam tangki pompa
pembubuh.
5.10.1.6 Instalasi
1. Unit pengaduk cepat (koagulasi)
a. Dengan pipa pengaduk:
1) pastikan selang pompa dosing sudah terpasang secara
benar pada pipa koagulasi;
2) pastikan sekat-sekat dalam pipa koagulasi tidak
tersumbat.
2. Unit pengaduk lambat (flokulasi)
a. Dengan sistem pengadukan mekanis atau hidrolis:
1) pastikan katup penguras di hopper (ruang lumpur) bak
flokulasi tertutup rapat;
2) pastikan flokulasi dalam keadaan bersih;
3) pastikan posisi dan ketinggian katup penguras lumpur
pada posisi sebagaimana
4) mestinya.
b. Dengan sistem aerasi (flotasi):
1) pastikan aliran udara menuju unit flotasi berjalan dengan
baik;
2) untuk proses flokulasi dengan cara pastikan scrapper
(penyapu flotan) berjalan sebagaimana mestinya.
3. Unit sedimentasi
a. pastikan katup pada pipa penguras tertutup rapat;
b. rapikan susunan plate settler sesuai dengan jarak terpasang (5
mm) dan seragam;
c. pastikan posisi ketinggian kerucut (hopper) pembuang flok
dengan tepat, bila menggunakan sistem sludge blanket;
d. pastikan pompa sirkulasi lumpur pada kondisi baik, bila
menggunakan sistem sludge blanket dengan sirkulasi lumpur.




Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

4. Unit filtrasi
a. pastikan katup pada pipa header (pipa aliran masuk unit
filtrasi) terbuka;
b. pastikan komposisi pasir (media filter) sesuai dengan gambar
yang ditentukan dan bersih dari kotoran;
c. pastikan katup pada pipa outlet menuju reservoir terbuka;
d. pastikan katup pada pipa penguras dan backwash tertutup
rapat.
5.10.2 Pengoperasian system
5.10.2.1 Pompa air baku dan distribusi
Pompa air baku dan distribusi biasanya mencakup tipe pompa sentrifugal dan
submersibel, Tata cara pengoperasian pompa sentrifugal dan submersibel dapat
dilihat pada Tabel 5.7.
Tabel 5.7 Prosedur menjalankan pompa sentrifugal dan submersible
Operasi Pompa Sentrifugal Pompa Submersibel
Manual a. Buka katup hisap
b. Buka katup tekan
c. Buka katup pelepas udara
d. Isi air ke dalam pompa melalui
katup pelepas udara sampai benar-
benar penuh
e. Setelah penuh, disertai dengan
keluarnya air dari katup pelepas
udara tanpa disertai udara, tutup
kembali katup pelepas udara dan
katup tekan
f. Jalankan pompa dengan menekan
tombol ON atau cara lain untuk
menghidupkan motor penggerak
pompa
a. Jalankan motor penggerak
b. Perhatikan tekanan air
pada manometer
c. Bila sudah naik melebihi
tekanan kerja pompa, buka
katup perlahanlahan
sampai didapat tekanan
yang dikehendaki
d. Perhatikan ampere pada
panel kendali pompa;
apabila melebihi nilai
maksimum, tutup katup
tekan perlahan-lahan
sampai nilai ampere di
bawah nilai maksimum




Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Tabel 5.7 Prosedur menjalankan pompa sentrifugal dan submersible (lanjutan)
Operasi Pompa Sentrifugal Pompa Submersibel
g. Perhatikan tekanan air pada
manometer
h. Apabila tekanan telah naik, buka
katup tekan perlahan-lahan sampai
tekanan pompa yang dikehendaki
i. Perhatikan ampere pada panel
kendali pompa; apabila melebihi
nilai maksimum (sesuai dengan
motor penggerak), tutup katup
tekan perlahan-lahan sampai nilai
ampere di bawah nilai maksimum

Otomatis a. Lakukan penyesuaian nilai-nilai operasional yang dikehendaki
b. Pindahkan sakelar operasi manual ke posisi otomatis
c. Masukkan sakelar pemasukan arus listrik

5.10.2.2 Pompa dosing (alum, soda abu dan kaporit)
Untuk menginjeksikan larutan bahan kimia digunakan pompa dosing. Larutan
alum dan soda abu dinjeksikan pada pipa air baku, sebelum pengaduk cepat (flash
mixing), sedangkan kaporit diinjeksikan sebelum masuk ke reservoir.
Cara pengoperasian pompa dosing, sebagai berikut
1. isi tangki pembubuhan bahan kimia dengan larutan bahan kimia yang
sudah dilarutkan (homogen), sebelum pompa dosing dihidupkan;
2. periksa tegangan power induk Non-Fuse Breaker (NFB) dari fase ke
fase dengan alat ukur atau multi-tester sehingga menunjukkan tegangan
220/380 Volt;
3. naikkan NFB pada tiap-tiap pompa dosing, sehingga pompa siap untuk
dioperasikan;
4. tekan tombol ON (start), pompa dosing akan bekerja dan lampu
indikator akan menyala.



Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

5.10.2.3 Instalasi pengolahan air
Pada prinsipnya unit-unit instalasi tidak dijalankan atau dihidupkan
karena tidak terdapat peralatan mekanikal dan elektrikal pada unit-unitnya.
5.10.2.3.1 Unit prasedimentasi
1. Baca debit air yang masuk pada alat ukur yang tersedia;
2. Bersihkan bak dari kotoran atau sampah yang mungkin
terbawa;
3. Periksa kekeruhan air baku yang masuk dan keluar bak
prasedimentasi sesuai dengan periode waktu yang telah
ditentukan atau tergantung pada kondisi air baku;
4. Lakukan pembuangan lumpur dari bak sedimentasi sesuai
dengan periode waktu yang telah ditentukan atau tergantung
pada kondisi air baku.
5.10.2.3.2 Unit pengaduk cepat (koagulasi)
1. Operasikan pompa pembubuh aluminium sulfat atau soda abu
dan stel stroke pompa sesuai dengan perhitungan atau ada
jenis pompa kimia lain yang penyetelan strokenya dilakukan
pada saat pompa tidak dioperasikan;
2. Amati unjuk kerja pompa pembubuh, persediaan dan aliran
larutan bahan kimia dengan menambah atau mengurangi
stroke pompa;
3. Pertahankan keadaan seperti pada awal operasi, dan lakukan
penyesuaian bila diperlukan;
4. Atur pH sehingga sama dengan pH pada waktu jar tes.
5.10.2.3.3 Unit pengaduk lambat (flokulasi)
1. Amati flok-flok yang terbentuk, apakah terbentuk dengan
baik, apabila tidak, periksa kembali pH air di pengaduk cepat
dan lakukan penyesuaian-penyesuaian pembubuhan;
2. Periksa pembentukan buih di permukaan air dan bersihkan
apabila terjadi.
5.10.2.3.4 Unit sedimentasi
1. Periksa fungsi katup-katup dan tutup pipa penguras;
2. Alirkan air dari pengaduk lambat ke bak pengendap;

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

3. Bersihkan buih atau bahan-bahan yang terapung;
4. Periksa kekeruhan air yang keluar dari bak sedimentasi;
5. Lakukan pembuangan lumpur sesuai ketentuan (dengan katup
penguras atau scrapper).
5.10.2.3.5 Unit filtrasi
1. Tutup katup penguras, katup pencucian dan buka katup outlet
penyaring;
2. Alirkan air dan atur kapaistasnya sesuai perencanaan;
3. Amati debit outlet pada alat ukur yang tersedia sampai
ketinggian yang ditentukan;
4. Periksa kekeruhan air pada inlet dan outlet penyaring;
5. Lakukan pencucian penyaring bila debit keluarnya menurun
sampai batas tertentu atau air pada permukaan penyaring naik
sampai batas ketinggian tertentu, dengan cara menutup katup
inlet dan outlet penyaring, selanjutnya
a. buka katup outlet buangan pencucian dan inlet air pencuci;
b. operasikan pompa pencuci dan atur permukaan penyaring;
c. atur debit pencucian dengan mengatur katup, sehingga
media tidak terbawa;
d. amati penyebaran air pada permukaan penyaring;
e. hentikan pencucian jika air hasil pencucian sudah jernih.

5.10.2.3.6 Unit penampung air bersih (reservoir)
1. Ukur debit air yang masuk;
2. Periksa pH air yang masuk ke bak penampung air bersih;
3. Apabila pH air kurang dari 6,5 atau lebih dari 8,5 maka
bubuhkan larutan netralisator atau larutan soda abu 10% atau
larutan kapur jenuh, sesuai perhitungan;
4. Bubuhkan larutan desinfektan, seperti larutan kaporit sesuai
perhitungan;
5. Periksa pH, kekeruhan dan sisa klor dari air bersih dari pipa
outlet penampung setiap jam;

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

6. Periksa kualitas air secara lengkap atau fisika, kimia dan
bakteriologi minimal setiap bulan.
5.11 Prosedur pemeliharaan
5.11.1 Pemeliharaan IPA
5.11.1.1 Pemeliharaan fasilitas sadap
Pemeliharaan fasilitas penyadap dilakukan seperti pada Tabel 5.8.
Tabel 5.8 Pemeliharaan Fasilitas Sadap
No. Unit Pemeliharaan
Jangka
Waktu
1 Sarana
Penyadap
1. periksa dan bersihkan lumpur yang
mengendap
2. bersihkan lingkungan bangunan penyadap
setiap
minggu
setiap
minggu
2 Pompa
Submersible
1. ukur dan periksa tahanan isolasi motor
pompa
2. hitung efisiensi pompa
3. ganti oli dan periksa mesin pompa
4. periksa kabel pompa
5. lakukan overhaul pompa
6. lakukan pengecatan
bulanan

bulanan
tahunan
tahunan
tahunan
tahunan
3 Pompa
Sentrifugal
1. bersihkan pompa dan ruangan
2. periksa dan perbaiki kebocoran packing
3. periksa dan pastikan ketepatan kelurusan
kopling
4. periksa dan perbaiki kebocoran pipa,
katup dan manometer
5. tambahkan gemuk
6. periksa tahanan isolasi pompa
7. hitung efisiensi
8. periksa kabel pompa
9. lakukan overhaul pompa
10. lakukan pengecatan pompa
harian
mingguan
mingguan

mingguan

bulanan
bulanan
bulanan
tahunan
tahunan
tahunan


Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Tabel 5.8 Pemeliharaan Fasilitas Sadap (lanjutan)
No. Unit Pemeliharaan
Jangka
Waktu
4 Panel Pompa 1. periksa dan bersihkan dengan hati-hati
bagian dalam panel termasuk sisi
belakang pintu panel
2. periksa dan bersihkan sambungan kabel
3. periksa dan ukur tahanan isolasi kabel
4. perbaiki dan cat kembali rumah panel
apabila ada yang rusak
5. periksa semua peralatan dalam panel dan
ganti apabila ada yang rusak
bulanan


bulanan
bulanan
sesuai
kebutuhan
sesuai
kebutuhan
5 Pipa dan
Perlengkapan
1. periksa kerusakan dan kebocoran pipa
transmisi, perbaiki bila perlu.
2. bersihkan lingkungan di sepanjang pipa
transmisi
3. lakukan pembersihan pengurasan pipa
transmisi
4. periksa kerusakan dan kebocoran katup,
perbaiki bila perlu
5. lumasi katup-katup dengan gemuk
6. lakukan pengecatan pipa dan katup-katup
bulanan

bulanan

bulanan

bulanan

bulanan
tahunan












Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

5.11.1.2 Pemeliharaan tenaga pembangkit
Pemeliharaan tenaga pembangkit dan perlengkapannya dilakukan
seperti Tabel 5.9.
Tabel 5.9 Pemeliharaan Tenaga Pembangkit
No Unit Pemeliharaan Jangka Waktu
1 Genset
1) Mesin
Diesel
1. ganti minyak pelumas

2. ganti saringan minyak pelumas

3. bersihkan saringan bahan bakar

4. ganti saringan bahan bakar

5. bersihkan saringan pipa hisap
bahan bakar
6. periksa dan pastikan tekanan
penyemprotan dan pengabutan
bahan bakar
7. bersihkan kotak saringan udara

8. ganti elemen saringan udara

9. stel klep mesin

10. ukur tekanan kompresi silinder
mesin
11. bersihkan radiator dari kerak

12. periksa dan stel kembali tali kipas

setiap 125 jam
operasi
setiap 125 jam
operasi
setiap 60 jam
operasi
setiap 250 jam
operasi
setiap 125 jam
operasi
setiap 250 jam
operasi

setiap 125 jam
operasi
setiap 500 jam
operasi
setiap 250 jam
operasi
setiap 2000 jam
operasi
setiap 2000 jam
operasi
setiap 125 jam
operasi




Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Tabel 5.9 Pemeliharaan Tenaga Pembangkit (lanjutan)
No Unit Pemeliharaan Jangka Waktu
13. periksa dan pastikan tinggi muka
air dalam baterai dan tambahkan
bila kurang
14. periksa dan perbaiki hubungan
kabel baterai

15. periksa dan kencangkan baut-baut

16. lakukan “top overhaul”

17. lakukan “general overhaul”
setiap 125 jam
operasi

setiap 125 jam
operasi

setiap 500 jam
operasi
setiap 5000 jam
operasi
setiap 10.000
jam operasi

)“Alternator” 1. periksa tahanan isolasi gulungan
2. lumasi bearing

3. ganti tumpuan putaran


4. periksa carbon brush dan ganti bila
perlu
setiap 3 bulan
sesuai buku
petunjuk
setiap 16.000
jam, kecuali
terjadi kelainan
setiap 2000 jam
2 Panel 1. periksa dan bersihkan bagian
dalam panel
2. termasuk sisi belakang pintu panel
3. periksa dan bersihkan sambungan
kabel
bulanan

bulanan
bulanan







Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Tabel 5.9 Pemeliharaan Tenaga Pembangkit (lanjutan)
4. periksa dan ukur tahanan isolasi
kabel
5. perbaiki cat ulang rumah panel
apabila ada yang rusak
sesuai
kebutuhan
sesuai
kebutuhan
3 Tangki Bahan
Bakar
1. periksa dan pastikan tangki dalam
keadaan baik, perbaiki bila terjadi
kebocoran
2. periksa dan pastikan kebersihan
tangki bahan bakar
mingguan


mingguan
4 Pompa Bahan
Bakar
1. periksa dan pastikan kebersihan
pompa
2. beri gemuk pada poros putaran
pompa
mingguan

mingguan
5 Saluran 1. periksa dan pastikan saluran dalam
keadaan baik, perbaiki bila terjadi
kebocoran
mingguan

















Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

5.11.1.3 Pemeliharaan unit paket IPA
Pemeliharaan unit paket IPA dilakukan seperti Tabel 5.10.
Tabel 5.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA
No Unit Pemeliharaan Jangka
Waktu
1 Sarana
Pencampur
Kimia
1. bersihkan alat pembubuh bahan kimia
dan sarana lingkungan pencampur kimia
2. periksa dan bersihkan bak dan pengaduk
kimia dengan air
3. bersihkan bak pengaduk kimia dengan
asam encer
4. periksa dan perbaiki bak dan pengaduk
kimia bila terjadi kerusakan
harian

harian

bulanan

sesuai
kebutuhan
2 Pompa
Pembubuh
Kimia
1. bersihkan pompa pembubuh kimia
2. bersihkan lingkungan ruang pompa
3. bersihkan saringan pompa
4. bilasi saluran pembubuh dengan air
bersih, bila pompa akan dihentikan
5. periksa kebocoran pompa, saluran
pembubuh kimia dan perbaiki bila
terjadi kebocoran
6. periksa tingkat akurasi pompa
harian
harian
harian
harian

harian


tahunan
3 Pipa Pengaduk 1. Periksa kebocoran dan kerusakan pipa,
perbaiki bila terjadi kebocoran
2. lakukan pengecatan pipa





bulanan

tahunan




Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Tabel 5.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan)
No Unit Pemeliharaan
Jangka
Waktu
4 Pengaduk
Lambat
1. periksa dan bersihkan pintu-pintu, serta sistem
ruang alat pengaduk lambat
2. bersihkan busa dan kotoran-kotoran yang
mengapung di atas permukaan air;
3. buka katup-katup penguras beberapa detik
untuk membuang lumpur yang mungkin
mengendap
4. periksa pertumbuhan lumut dan bersihkan jika
ada
5. periksa katup pintu dan diberi gemuk
6. periksa pertumbuhan lumut pada dinding bak
pengaduk lambat. Lakukan pembubuhan
kaporit atau bahan desinfektan lainnya dengan
dosis yang cukup;
7. periksa katup-katup pembuangan lumpur dan
bila perlu lakukan perbaikan;
8. apabila mengaduk lambat dilengkapi dengan
alat pengaduk, periksa fungsi dari peralatan
tersebut dan bila perlu dilakukan perbaikan atau
penggantian bagian-bagian yang tidak
berfungsi;
9. perbaiki kerusakan pintu dan lakukan
pengecatan


harian

harian

harian


harian

mingguan
bulanan



bulanan

bulanan




sesuai
kebutuhan






Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Tabel 5.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan)
No Unit Pemeliharaan
Jangka
Waktu
5 Pengendapan 1. bersihkan alur pengendapan

2. periksa kebocoran pipa dan katup
pembuang lumpur, perbaiki bila terjadi
kebocoran
3. periksa, lakukan pengurasan bak,
bersihkan dengan desinfektan
4. lakukan pengecatan bila unit terbuat dari
baja
5. perbaiki kerusakan yang terjadi di alur
pengendapan, perpipaan katup-katup dan
alur pengumpul.
sesuai
kebutuhan
mingguan


tahunan

tahunan

sesuai
kebutuhan
6 Penyaringan 1. bersihkan bagian dalam dan luar bak
penyaring
2. periksa kebocoran bak, katup-katup dan
perpipaan, perbaiki bila terjadi kebocoran
3. lakukan pembersihan dan pengecatan
4. keluarkan media penyaring dan bersihkan
5. periksa dasar unit saringan dan lakukan
perbaikan, perbaiki bila terjadi kebocoran
6. periksa dan perbaiki nozzle, katup dan
perbaiki pipa
7. masukan pasir yang telah dibersihkan dan
tambahkan media apabila kurang, dan
periksa kemungkinan terbentuknya bola-
bola lumpur pada media penyaring;
mingguan

mingguan

tahunan
tahunan
sesuai
kebutuhan
sesuai
kebutuhan
tahunan





Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Tabel 5.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan)
No Unit Pemeliharaan
Jangka
Waktu
7 Bak
Penampung
Air Minum
1. periksa dan bersihkan lingkungan bak
penampung air bersih dari rumput dan
kotoran
2. periksa kemungkinan tumbuhnya lumut
dalam bak penampung air bersih
3. periksa dan bersihkan kelengkapan saran,
dan lakukan perbaikan jika ada kebocoran
katup dan pipa;
4. lakukan perbaikan jika kebocoran katup
dan pipa;
5. bersihkan lumut pada dinding bak dengan
larutan kaporit;
6. bersihkan endapan lumpur atau pasir jika
ada;
7. bersihkan pipa masukan, keluarkan,
katupkatup dan ventilasi udara
8. periksa berfungsinya alat ukur
9. laporkan kepada atasan dan lakukan
perbaikan jika ada kerusakan konstruksi
10. lakukan pembersihan karet dan
pengecatan
11. periksa kemungkinan terbentuknya
endapan dalam bak, bila perlu lakukan
pengurasan, serta berikan desinfektan
12. perbaiki bak, katup, pipa dan tutup lubang
pemeriksaan
harian


harian

bulanan


bulanan

bulanan

bulanan

bulanan

bulanan
tahunan

tahunan

tahunan


sesuai
kebutuhan





Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Tabel 5.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan)
No Unit Pemeliharaan
Jangka
Waktu
8 Pompa
Pencucian
Balik
1. bersihkan pompa dan ruangan
2. periksa dan pastikan kebocoran paking,
perbaiki bila terjadi kebocoran
3. tambahkan gemuk
4. periksa ketepatan dan kelurusan kopling,
perbaiki bila terjadi kelainan
5. periksa kebocoran pipa, katup dan
manometer, perbaiki bila terjadi
kebocoran
6. periksa tahanan isolasi pompa dan
sesuaikan dengan ketentuan yang berlaku
harian
mingguan

bulanan
mingguan

bulanan


sesuai
kebutuhan
9 Aerasi 1. Tipe Terjunan:
a. periksa adanya pertumbuhan
ganggang, ketidakseragaman
distribusi aliran atau noda; bersihkan
dan gunakan desinfektan bila perlu
b. bersihkan dan, bila perlu, perbaiki
atau ganti nampan aerator dan
bagianbagiannya
c. perbaiki atau ganti lapisan permukaan
terjunan sekali setahun
2. Tipe Difusi:
a. apabila ditemui distribusi udara yang
tidak merata, kosongkan tangki,
periksa dan bersihkan difuser



harian



enam
bulanan
sesuai
kebutuhan


sesuai
kebutuhan







Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Tabel 5.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan)
No Unit Pemeliharaan
Jangka
Waktu
b. kosongkan tangki dan periksa
kemungkinan kebocoran, difuser yang
rusak dan penyumbatan; bersihkan
dengan sikat menggunakan air dan
deterjen
3. Tipe Nozzle Spray:
a. periksa nozzle tehadap penyumbatan:
bersihkan atau ganti apabila diperlukan;
jangan menggunakan tang pipa
b. periksa perpipaan udara: buka penutup
dan bersihkan sedimen, periksa
kebocoran dan penyangga pipa, cat
ulang bagian luar pipa bila perlu
c. bila ada pagar spray, perbaiki dan cat
ulang
4. Tipe Blower:
a. beri pelumas pada kompresor sesuai
instruksi produsen alat
b. periksa tekanan keluaran (output)
c. periksa filter udara: bersihkan, perbaiki
atau ganti sesuai dengan kebutuhan
d. buka kompresor dan periksa terhadap
kemungkinan korosi di dalam atau
penyimpangan lainnya; apabila ada,
perbaiki secepatnya
e. cat kembali bagian luar kompresor
enam
bulanan




mingguan


tiga bulanan



tahunan


harian

harian
mingguan

tahunan



tahunan





Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Tabel 5.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan)
No Unit Pemeliharaan
Jangka
Waktu
10 Upflow
Clarifier
/Kontak
Padatan
1. Pemeriksaan oleh Operator:
a. periksa kemungkinan kebocoran pipa
dan katup, terutama katup pembilas
lumpur
b. periksa alat-alat pendukung operasi
katup pembilas lumpur, seperti
penunjuk waktu dan lain-lain
2. Pemeliharaan Pembersihan:
a. bilas, bersihkan dan periksa bagian-
bagian yang terpakai
b. buang material pengganggu/pengotor
yang mengganggu kinerja alat
c. periksa jalur pembubuh zat kimia
terhadap kemungkinan penyumbatan
dan gangguan lainnya

bulanan


bulanan



enam
bulanan
enam
bulanan
enam
bulanan
11 Pembubuh
Kapur
1. bersihkan peralatan pembuang debu dan
uap serta pastikan tidak terjadi
pengendapan atau korosi pada mekanisme
pembubuhan kapur
2. bersihkan pengotor dalam kompartemen
pengaduk kapur apabila sedang tidak
beroperasi; lumuri bagian luar pengaduk
dengan lapisan tipis lemak; bersihkan
system pembuang uap dan perlengkapan
lainnya; periksa apakah alat bekerja
dengan semestinya

harian



mingguan










Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Tabel 5.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan)
No Unit Pemeliharaan
Jangka
Waktu
periksa dan perbaiki atau ganti jika perlu
baling-baling, semua kabel dan gangguan yang
terjadi pada benda logam; kencangkan baut dan
belt, kurangi getaran, beri pelumas pada
bearing serta cat eksterior dan tepian mulut unit
pengaduk kapur bila perlu
bulanan
12 Penukar Ion 1. bagian luar selongsong dibersihkan dan
disikat dengan sikat kawat, kemudian dicat
kembali untuk melindungi dari korosi
2. periksa sambungan-sambungan
pendistribusi air dan air garam terhadap
kemungkinan kerusakan, korosi dan
kekencangan pemasangan
3. katup-katup diperiksa dan diuji terhadap
kemungkinan kebocoran dan diganti jika
perlu tahunan
4. bilas resin penukar ion dengan air yang
mengandung sedikitnya 2 mg/L klorin.
Pastikan bahwa pH air tersebut netral dan
kesadahannya tidak lebih dari 170 mg/L
5. periksa permukaan tumpukan resin dari
kotoran, partikel-partikel kecil dan
tumbuhan organik; buang material
pengganggu dan tambahkan atau ganti
resin sampai level yang sesuai

tahunan


tiga bulanan



enam
bulanan

tiga bulanan



tiga bulanan










Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Tabel 5.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan)
No Unit Pemeliharaan
Jangka
Waktu
6. periksa ketinggian permukaan kerikil di
bawah resin; apabila tidak merata maka
kerikil dapat diratakan kembali pada saat
backwash
7. ganti kerikil apabila sudah menyatu atau
apabila banyak resin yang terbawa dalam
aliran keluaran; cuci dan susun kerikil
dalam empat lapisan serta gunakan kerikil
yang bebas kapur
8. cuci tangki penyimpan garam

9. cuci tangki pengendali air garam

10. cat bagian dalam dan luar tangki air garam

11. penginjeksi air garam harus dibersihkan,
dibongkar dan diperiksa terhadap erosi
atau korosi; penyumbatan pada perpipaan
harus dibersihkan sebelum penginjeksi
dipasang kembali atau diganti
12. apabila unit penukar ion tidak beroperasi
lebih dari 10 jam maka tangki resin harus
dikosongkan dari air dan resin dibiarkan
lembab

tiga bulanan



tiga bulanan




sesuai
kebutuhan
enam
bulanan
sesuai
kebutuhan
tahunan




sesuai
kebutuhan






Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum


DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Tabel 5.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan)
No Unit Pemeliharaan
Jangka
Waktu
13 Klorinasi 1. periksa klorinator dan perpipaan terhadap
kebocoran
2. buka dan tutup katup-katup klorin untuk
menjamin pengoperasian yang baik, segera
perbaiki atau ganti katup yang rusak
3. bersihkan saluran air dan bersihkan katup
penurun tekanan (pressure reducing valve)
agar tetap beroperasi baik
4. bersihkan injector nozzle air dan
salurannya
5. periksa perpipaan dan semua bagian
pembawa gas klorin serta konektor
fleksibel pada kontainer penyuplai gas;
bersihkan dan ganti bagian yang rusak
6. periksa tabung larutan klorin terhadap
kemungkinan kebocoran serta deposit besi
dan mangan; tangani dengan larutan
hexametafosfat
7. periksa dan bongkar benang-benang karet,
katup dan bagian-bagiannya, beri lapisan
pencegah korosi, kencangkan kembali
dengan tangan
harian

harian


bulanan


tahunan
harian




tahunan



Tiga
bulanan

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum

( Tri Joko, 2009 ) Bangunan koagulasi direncanakan menjadi satu bangunan
8

Dimensi : Panjang Lebar Tinggi = 5,1 m = 5,1 m =4 m

Pada perencanaan ini dari koagulasi menuju flokulasi tidak menggunakan saluran pembawa karena bangunan koagulasi – flokulasi di desain menyambung .

5.1.4 Flokulasi - Jumlah 2 bak - Waktu Detensi ( Td ) = 10 – 20 Menit = 8

Karena bangunan di bagi menjadi 2 bak , jadi : Q =
8

Dimensi : Panjang Lebar Tinggi = m
8

= 11,6 m = 11,6 m =8m

5.1.5 Saluran Pembawa Flokulasi – Sedimentasi Saluran Pipa

DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum

√ √ = 1 6 m ≈ 16 mm

Diameter pipa yang digunakan yaitu 1600 mm

5.1.6 Sedimentasi - Menggunakan 4 bangunan berbentuk persegi panjang -P:L=5:1 - Td dalam bak = 1 – 2 jam ( Darmasetiawan , 2001 ) Karena Bangunan sedimentasi dibangun menjadi 4 bangunan , maka Q = 0,2125 m3/s = 765 m3/jam
76

Dimensi tiap bak : Panjang Lebar Tinggi = 11,3 m = 11,3 m = 9m = 8 m
8

5.1.7 Saluran Pembawa Sedimentasi – Filtrasi Saluran Pipa

√ √ = 1 6 m ≈ 16 mm

Diameter pipa yang digunakan yaitu 1600 mm

DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

7 m =3m 5.7 m = 5.10 Desinfeksi .10625m3/s 1 6 Dimensi : Panjang Lebar Tinggi = m 8 = 5.1.8 Filtrasi . Q menjadi = 0.850 m3/s .1.satu bak berbentuk Rectanguler .Td = 60 s DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .Q = 0.9 Saluran pembawa antar bak Fitrasi – Desinfeksi √ √ = 1 6 m ≈ 16 mm Diameter pipa yang digunakan yaitu 1600 mm 5.8 Bak tanpa cadangan = Karena terdapat 8 Bak maka .1. 2009 ) .Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 5.satu bak filter .Td = 5 – 15 Menit ( Tri Joko .

313.504 m3 Dimensi : Panjang Lebar Tinggi = 45.2 m =3m 5.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 8 Dimensi : Panjang Lebar Tinggi = m 8 = 4.1 m = 45.504 L = 20.2 m = 4.11 Saluran pembawa dari Desinfeksi – Reservoir saluran Pipa √ √ = 1 6 m ≈ 16 mm Diameter pipa yang digunakan yaitu 1600 mm 5.1 m = 10 m DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .12 Reservoir 20.313.1.1.

67 = tinggi muka air sungai = 15 m = 850 lt/dtk = 0. Besi = 6 m/dt Perencanaan ( Asumsi ) : Faktor bentuk Tinggi muka air bangunan intake Debit air Koefisien Manning Beton (n) = 1.1. Elevasi dasar sungai = + 15. Ketinggian muka air bangunan sadap pada saluran pembawa sama dengan muka air sungai. Bak pengumpul yang dilengkapi dengan pompa 5. Bangunan intake dilengkapi dengan : 1. Ronald R. Elevasi muka air maksimum (HWL) 3. BANGUNAN INTAKE Intake merupakan bangunan yang digunakan untuk menyadap air dari sumber untuk keperluan pengolahan.5 m (dpl) = + 15 m (dpl) = + 20 m (dpl) = + 0 m (dpl) Kriteria desain ( Droste. Baja.85 m 3 / dt   2.3m / dt =1m =3m DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .015 Asumsi kecepatan sadap saluran intake = 0.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 5. Elevasi muka air minimum (LWL) 4. Elevasi lokasi pengolahan air adalah 6. Intake pada desain ini merupakan intake sungai. Elevasi muka air rata-rata (AWL) 5.85 m3/dtk = 0. Bar screen 3. Saluran Pembawa Air Baku Asusmsi-asumsi yang digunakan : 1.5 m (dpl) = + 12.1997 ) Kecepatan aliran minimum (v) Kecepatan aliran maksimum Beton = 3 m/dt : = 0.3 m/dt PVC.3 m/dt Kedalaman saluran Panjang saluran Perhitungan : Across  Q 0.2. 2.2.83 m 2 V 0. Saluran pembawa 2.

67 = 0.015 / (0.80°. 1991) DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .6 m/s . Kawamura. Perencanaan Bar Screening Debit air baku Lebar kisi (w) Jarak kisi (b) Kemiringan ki i θ) = 0.01 m = 30 mm = m Kriteria ≥ mm.5 ( < 0.83 = 2. Metcalf & Eddy. 10-3 4.5 (1.1.83 m 1 Slope ditentukan dari persamaan manning H n   S= =  vx 2 / 3  L  R  2 Keterangan : S = Slope H = Panjang saluran R = Jari-jari hodrolis H L L  2H 3  2.2 Perhitungan Screen Direncanakan bar screen berfungsi menyisihkan benda-benda kasar yang terapung sehingga tidak mengganggu kerja pompa dan operasi unit pengolahan selanjutnya.85 m3/dt = 10 mm = 0. Kawamura. 1981 hal 182) Faktor bentuk Kecepatan Tebal Bar Screen = 1.99.83 2.83  3  1 Jari-jari hidrolis (R) = = = 1.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Lebar Saluran ( L ) = = Across H 2. 1981 hal 182) = 60° (Kriteria 30° .25 – 2 . 1991) = 1.83 x 0.55)2/3)2 = 3.46 m S = (2. Metcalf & Eddy.

0.15 m  Luas efektif Aef = Lef x Hef = 2.243 m2  Kecepatan aliran saat melewati kisi V Q 0.26m / dt Aef 3. w) = (93+1) 0.03 + (93 .85m 3 / dt   0.83 L –1= .Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Perhitungan :  Jumlah kisi Jika jarak antar kisi 3 cm maka kisi yang diperlukan : n= 2.75 m  Lebar efektif lubang Lef = (n+1) b = (93+1)0.01) = 3.03 b  Lebar saluran L = (n+1) b + (n .243m 2 (memenuhi kriteria desain < 0.82 m  Tinggi efektif lubang Tinggi efektif lubang jika kemiringan screen 60º Hef = H / sin 60 = 1 m /sin 60º = 1.1 = 93 buah 0.82 m x 1.15 m = 3.6 m/dtk)  Head velocity pada kisi DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .03 = 2.

85 m3/dtk x 90 dtk = 76.45x10 3  b  2g  0.67 x0.87  x3.5 m3  Luas permukaan bak ( A ) A = V/ h = 76.45 x10 3 m 2 g 2 x9. td =1.81  Headloss ( Kehilangan Tinggi ) saat melewati batang screen  w 3 H L   sin 60 0   Hv b 2  0.99 m 4. Bak Pengumpul Bak pengumpul berfungsi untuk menampung air dari intake untuk diproses oleh unit pengolahan berikutnya.5 menit = 90 detik Kedalaman bak .Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Hv  V2 0. Kriteria desain : Kedalaman (H) Waktu detensi (td) = 3-5 m =≥1 menit (Ishibhasi.5 m2  Dimensi bak DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .3. Bak pengumpul dilengkapi dengan pompa intake dan pengukur debit.01  3  w3 V H L   sin 600    1.1. h = 3 m Perhitungan  : Volume bak ( V ) V = Q x td = 0.5 m3/ 3 m = 25.16x10-3 = 0.HL = 1 .1978) Perencanaan : Bentuk bak persegi panjang dengan perebandingan P : L = 2 : 1 Waktu detensi.16 x 10 -3 m Tinggi muka air setelah melewati kisi = H .03  4 4 4 = 1.1.26 2   3.

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum A = P x L = 2L2 Maka. Perhitungan Pompa Untuk menaikkan air baku ke instalasi pengolahan air minum maka dibutuhkan pompa.1.425 m3/dtk. Kecepatan air dalam pipa untuk air baku (0.6 . Perencanaan : Digunakan 2 pompa dimana Q tiap pompa = 425 lt/dtk = 0. P = 2L = 2 x 3.74m = 74cm ≈ 75 cm 3.45 m Jadi P = 7.425  0.25 m Efisiensi 75 % (Kriteria efisiensi pompa 40 – 90 % dalam Sularso. diambil 1 m/dt Beda tinggi 2 m Panjang pipa 1.2) m/dt.14x1 Maka  pipa = 75 cm  pipa inlet atau outlet pada pompa Kehilangan Tekanan DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . L  A  2 25 .14 m Free board =15 % dari kedalaman = 15 % x 3 m = 0. 2000) Diameter pipa inlet (hisap) atau outlet pada pompa Q = V. lebar bak.57 m 2 Panjang bak.57 m H=3m 4.14 m L = 3.5  3.A Q = V .4.57 m = 7. (1/4  D2) V = 1 m/dtk (direncanakan) D 4Q  V 4 x0.

5 – 2 m = (2 – 6) : 1.75  2.3 PRASEDIMENTASI Kriteria desain dan perencanaan : beban permukaan (vo) m3/m2/hari waktu detensi tinggi bak (H) P:L = 0.00136 m = 0.2785xCHWxD  0.000136 m Hf Hs = Hmayor + Hminor = 0.85 Q 1.25m = 0.051 m Head pompa = Hf+Hs+Hv = 0.425 x6.00136 + 0.63 1.001496+ 6.25 + 0.4251.5 – 3 jam = 1.051 = 6.25 m Hv = V2/2g = 12/(2x9.75 Karena 1 Hp = 75 kg.00136 m Hminor = 10 % Hmayor = 10% x 0. m/dtk maka daya pompa = 3571.25 +3 = 6.85 2.2785x130x0. diambil 2 : 1 = 20 – 80 m3/m2/hari.000136 = 0. diasumsikan 75 % = berat jenis air (1000 kg/m3) Keterangan : P 0.302 x1000  3571 .85 xL  0.1 kg m/dtk 0.81) = 0.302 m P  Q. A  P Q   = daya pompa (kg m/dtk) = debit (m3/dt) = efisiensi pompa. diambil = 60 DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .85 x1.001496 m = beda tinggi + panjang pipa + kedalaman bak pengumpul = 2 + 1.63 1.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum H mayor  0.615 Hp 5.1/ 75 = 47.Hp .

3 – 0.890 x 10-3 kg/m*detik = 997 kg/m3 = 9.11 m/detik = 0.003 m = 1 – 3 hari = 60 – 80 % = min 30 cm (50 – 60 %) = (100 – 60) % * kekeruhan = 1–2% = 45 – 60o = 25 – 100 cm = 2.2010) Perhitungan : 1) Zona pengendapan Q = 850 l/det = 0.2 m = 110 l/detik = 0.850 m3/det Direncanakan 4 buah bak prasedimentasi dengan debit 0.5 – 5 m = 1000 – 2500 mm = 1000 – 1200 mm = 1 – 1.77 KN/m3 = 2600 kg/m3 = 2 cm = 4-6 % (Tri Joko.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum P:H NFr NRe Kecepatan inlet (vi) Tinggi air di V-notch (ho) Waktu pengurasan % removal Tinggi freeboard Konsentrasi effluen Slope Kemiringan plate Jarak antar plate (wp) Tebal plate (tp) Panjng plate (Pp) Lebar plate (Lp) Jarak plate ke pipa inlet Jarak gutter ke plate Tinggi plate Debit (Q) Viskositas kinematis Viskositas dinamis Kerapatan air Berat jenis air Kerapatan lumpur Tebal gutter Kadar lumpur = (5 – 20) : 1 = > 10-5 = < 2000 = 0. diambil 3 cm = 0.2 – 0.893 x 10-6 m2/detik (25oC) = 0.4 m = 0.5 m/detik = 2 – 5 cm.2125 m3/detik Luas pengendapan (A) = Q/vo DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .4 m = 1 – 1.

1 = 30.1x 2m 3  2946 .8 det k  49 .2125 m 3 / det ik Q 0.94 x10  4 m / det ik = 306.1  2 x 2 m Cek bilangan Reynolds N Re  vhxR   0.9 x10 6  10 5 (tidak memenuhi) gR 9.43 2 Karena Nre dan NFR tidak memenuhi krteria desain.893 x10 6 m 2 / det ik = 16846 > 2000 (tidak memenuhi) Cek bilangan Froud N FR  vh2 0.1x2m 2  1.7 L = 10. Bak dibagi menjadi 20 sekat dengan perhitungan masing-masing sekat adalah sbb: DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .01052m / det ik LxH 10.43 m 2 / det ik 0.3 m ≈ 31 m =2m → P = 3L Cek waktu tinggal (td) td  31 x10 .01052 m 2 / det ik 2   7.43 m LxH  L  2 H 10 . H = 2 m A =PxL = 3L x L = 3L2 306. maka perlu memodifikasi bak dengan membuat sekat-sekat pada arah memanjang.2125m 3 / det k   0.81x1.2 = 3L2 → L2 = 102.2125 m 3 / det ik 6.01052 x1.1menit vol PxLxH   Q Q 0.1x2m 2 Kecepatan horisontal partikel vh  Jar-jari hidrolis R 10 .1 m P H = 3L = 3 x 10.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum = 0.2 m2 Dimensi zona dengan perbandingan P : L = 3 : 1.

2 x10 3 (ok) 2) Zona inlet Dimensi saluran inlet : D = x A π)1/2 → A aluran = 0.98  2000(memenuhi) N Re  vhxR  2.893x10 6 m 2 / det ik  591.2125/1 = 0.0625x10 2   2.52 m = DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .2125/20 = 1.2125/3.074x10 3  10 5 (memenuhi) Cek kecepatan pengendapan CD  4.81x0.224 m L1  2 H 0.7   0.36 x10 3 m / det ik  gR 9.0001         vs  0.3 m2 L1 = L/20 = 10.2125 m2 mm ≈ mm = (4 x 0.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Q1 = Q/20 = 0.0625 x 10-2m3/detik)/(6.06 det ik  55.45 menit (OK ) Q1 Q1 1.224 m 2 / det ik  0. H1 = 2 m.505 mx 2   0.0625 x 10-2m3/detik Dimensi tiap jalur/sekat A1 = Q1/vo = (1.98 1 3 3 vs  vs      4 3 x  g Cd x s  w wxd         4 3 x 9.505  2 x2 Cek bilangan Reynolds x0.36x10 3 m / det ik L1  2 H 1 0.81 0.505  2 x 2  Kecepatan horisontal partikel : vh  Q 1.024  x 2600  997 997  x0.1/20 = 0.024m / det ik Re 1 591.224m   2  1.2125/v = 0.14)1/2 = 0.505 x 2    3327 .088  4.36x10 3  Cek bilangan Froud Co  vh2 2.7 4.94 x 10-4m/detik) = 15.0625 x10  2 L1 xH 1 0.505 m P1 = 31 m. R  Cek waktu tinggal td  vol P1 xL1 xH 1 35 x0.

30 = 0.12 L Jadi sisi ke-1 = 1.1 x H air → H air = 2125/10.53 m2 = 10 .Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum A saluran 0.52/2600 = 0.53 Jumla sisi sejajar Sisi = 0.43 mg/l = 5.5 m = (jumlah sisi sejajar x t) x 0.06 m dan sisi ke-2 = 2.02 + 0.8 m H saluran P saluran 3) Zona lumpur Konsentrasi effluen dan lumpur Cef = (100 % .658 mg/l Berat lumpur per hari/bak Ws = Q x Cs x 86400 = 850 x 5.12 2  1.5 = (jumlah sisi sejajar x 0.5 = 2.02 m = H air + freeboard = 0.06m DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .52 kg/hari Debit lumpur kering Qd = W ρ = 415.1 = 0.32 m = 0.5) x 0.16 m3/hari Debit lumpur Qs = Qds/% lumpur = (0.658 x 86400 x 10-6 =415.33 m 3  0.2125 m 2 = L saluran x H air = 10.43 mg/l = 3.16 m3/hari)/3 % = 5.33 m3/hari Volume bak lumpur V = Qs x tc = 5.12 m = 2.60 %) x kekeruhan = 40 % x 9.772 mg/l Cs = 60 % x kekeruhan = 60 % x9.1m Asums D pipa penguras = 0.33 m3/hari x 1 hari = 5.25 m Profl ruang lumpur adalah trapesium dengan perbandingan kedua sisi=1 : 2 Tinggi lumpur L trapesium 0.33 m3 Luas profil ruang lumpur L = V bak lumpur/Lebar zone pengendapan 5.12 m =1:2 → L + 2L = 2.

n → Q n x L < x H x vo = n > 3.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum tg  0.12  1.94 x10  4 nx10 .50 Cfs Dimensi tiap gutter Qg = 2.2125m3/s/3= 0.03+ 0.94    43.2)+ 0.33  2 A  90   43. Ho = tinggi air dalam gutter = 1.67  4) Zona outlet Lebar gutter (Lg) = 1.5x 0.2= 0.94 x 10-4 m/detik Jumlah pelimpah.3 = 0.33   46 .03 m Vo = 6.02 = 0.5 m DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .5 Cfs = 2. n = 3 dengan 45о V-notch 0.3088= 2.1 Rencana jumlah gutter (n) adalah 3 dengan 45o V-notch Debit tiap gutter Qg = Q/n= 0.2 m = 1.06   0.5 x 0.2+ (0.5 2.2125  5 x 2 x6.67 ft= 0.2x0.5Ho)x Ho3/2 Ho Lg Hg = 0.49x (1.071 m3/s x 35.49x Lgx Ho3/2 2.5 x Ho.12 rencana jumlah gutter untuk zon outlet.57 m Pg = ½ P= ½ 31= 15.3 m = Ho+ 20%Ho+ ho+ freeboard = 0.

nilai estetik Mutiple tray Penyisihan CO2. Mn. Mn. nilai estetik Cascade Penyisihan CO2. control baud an rasa.5 – 7.4 Aerasi Dalam Perencanaan BPAM ini ditentukan unit aerasi berupa terjuanan yang mana mempunyai karakteristik sebagai berikut : Tabel 5.3 Karakteristik Alat Aerasi Tipe Transfer O2 Tinggi Hidrolis m (ft) 1.5 Penyisihan Fe. kontrol bau dan rasa Diffuser 0. DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . Sebelum air baku masuk kedalam aerator akan melewati pintu sorong untuk menentukan besarnya debit air baku yang akan diolah dan masuk ke daLam bak penampung.5 – 1. 1985) Aplikasi Spray Jenis Yang Dipilih Dalam perencanaan kali ini digunakan jenis Cascade yang mana dapat mereduksi penyisishan fe.9 – 3 (3 – 10) 1.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 5.5 dtk 10 – 30 mnt Waktu detensi Penyisihan CO2. kontrol bau dan rasa.6 (5 – 25) 0.5 dtk 0.5 – 1.5 – 3 (5 – 10) Waktu kontak udara 1–2 dtk 0. bau dan rasa serta manajemen reservoir. CO2. kontrol bau dan rasa. manajemen reservoir (Montgomery .

panjang bak lebar bak tinggi bak = 10 m.dtk/l 5) Debit (Q) = 850 l/s 3. Ronald R.92 / 10 = 0.L =L.detik/l x 850 l/detik = 8.01 m2. P = 2. Bak penampung a.L . Ronald R. 1997 ) untuk 810 l/detik  diambil 9 m2  (9/850) = 0.1 m. Kriteria Desain dan Desain Perencanaan 1) Waktu tinggal (td) = 3 menit = 180 det 2) Volume (V) = Q x td = 0.5 m ( Droste. =3m 2. Perhitungan : Luas yang dibutuhkan : 4 – 9 m2 untuk 850 l/detik  diambil 9 m2  (9/850) = 0.92 m Luas tiap cascade = 2.1997 ) 3) Menggunakan 10 tahap untuk 1 unit aerator ( Droste.5 .5 m2 Dimensi cascade Panjang (P) : Lebar (L) = 1 : 1 X 8. 10 = 8 m a.92 m =8m DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .01 m2.5 =P.292 m HL cascade = 0. Aerator a.01 m2. Ronald R.1997 ) 4) Luas yang dibutuhkan : 4 – 9 m2 ( Droste.85 m3/det x 180 det = 153 m3 3) Maka. Jadi dimensi cascade towers yang dibutuhkan : 1) Panjang 2) Lebar 3) Tinggi = 2.dtk/l Debit (Q) = 850 l/s Luas cascade : 0.92 m L = 2. = 5. Kriteria desain : 1) Menggunakan Cascade Towers 2) Tinggi setiap tahap cascade = 0.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 1.92 m = 2.

93 m f.7 kg.91 = 13.CHW .25 + 44. 54   0.Ht  1000. Tenaga pompa (efisiensi = 75%) P  .L   2.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 4) Panjang tiap tahap b.15  1 0. Berikut ini spesifikasi teknis unit aerasi IPA X yaitu: DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .4 = 45.15 m =4m = 0. Kehilangan tekanan total HT = (Z2 – Z1) + HM + Hm = 4.93 0.0. 54 . 44. Kehilangan tekanan pada fitting Hm = 30% .m / s Aerasi di IPA X memiliki fungsi penting yaitu meningkatkan oksigen terlarut ke dalam air baku sekaligus membantu proses produksi air dengan menyisihkan material besi.3 .2785.77 m e. beban proses produksi di IPAX akan turun sekaligus mengurangi volume penggunaan koagulan untuk pengendapan. Kehilangan tekanan sepanjang pipa HM =   Q  2. Dengan aerasi.2785.85.p  1 0.25 m = 0. HMs = 0.120.292m c. 63   0.62.91 + 13.77 = 62. Tenaga pompa Z2 – Z1 p L Qk = 4. 63   0.75 = = 71320.Q.91 m d.85 . mangan dan zat organik.1 m3/s = 0.0.

Tinggi terjunan per step Elevasi terjunan 2 a. Kondisi cuaca hujan Sumber: DED IPA X °C 28 26 .5 Kelarutan Oksigen Jenuh per mg/L air DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . Jumlah step aerasi b. Tinggi Temperatur air baku: 4 a. Elevasi terjunan akhir Dimensi bangunan 3 a. Kondisi cuaca cerah b.4 Spesifikasi Teknis Aerasi Terjunan Bertingkat No. Lebar c.13 Desain Aerasi Terjunan IPA X Tabel 5. Elevasi terjunan awal b. Detail Spesifikasi Detail terjunan 1 a.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Tabel 5.6404 Unit Dimensi 150 cm Gambar 5.27 25 cm cm cm 850 900 200 meter / feet meter / feet + 10 / +8/ buah cm / feet 3 50 / 1. Panjang b. Kondisi cuaca cerah berawan c.

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .

8 .72 mg/Liter dengan faktor koreksi 0. oksigen jenuh yang dapat terlarut sebesar 7.(  0.72 mg/L DOSat  7.7468 f  2116.b. (296.000115 x 28C .08 . maka oksigen jenuh terlarut: DOSat  0. (1.11.9 (faktor koreksi kualitas air) = 1. 1  (0.q. (0.8 f  0.0.11).9213) 1  (0. 2116. (4.2598)ft f  2116.0.22. Langkah 1: Perhitungan konsentrasi oksigen jenuh terlarut dalam air Konsentrasi jenuh oksigen dihasilkan dari rumus harus dikoreksi untuk perbedaan dalam tekanan udara disebabkan oleh perubahan temperatur dan elevasi di atas permukaan laut.046.9893 (faktor koreksi akibat elevasi bangunan IPA) f  Pada temperatur T = 28° Celcius.9893 x 7.449153557  2. Langkah 2: Perhitungan pengaruh terjunan terhadap kelarutan oksigen dalam air baku Persamaan dasar berupa persamaan faktor koreksi akibat terjunan terhadap kelarutan oksigen ke dalam air baku dapat dijabarkan sebagai berikut: q b Trata-rata h = 0.000115A  .288) 2.4492 DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum a.3).3 (faktor koreksi jenis terjunan bebas) = 28° Celcius (temperatur rata-rata air baku) = 4.9893.E . Contoh perhitungan konsentrasi O2 yang terlarut pada temperatur 28 °C: 2116.8 2116.046 x 28).8 2116.h 1 1  (0.6334) x (2.8 .T).6372 mg/L b. 2001) r r r r      1  0.0.08 .0.9213 kaki (total tinggi jatuhan air pada terjunan) (Lin.9).8 .

4573 0 11.8191 DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . 4 Fe2  (aq)  8 (HCO3 )  O2(aq)  2 H 2O  4 Fe3 (s)  12 (OH)  8 CO2 Awal 8. Oleh karena pada data kualitas air sulit menemukan temperatur air baku yang tepat sesuai tabel di atas.8191 Sisa 3..6372 mg/L Cb  6.5.4196 (faktor koreksi akibat terjunan) = .Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum c.4547 11.325 mg/L . (oksigen terlarut setelah terjunan akibat re-aerasi) (Cs .905 11.5 mg/L (kadar oksigen rata-rata air baku) = 7.175 mg/L..Cb) (Cs .4573 17. Langkah 3: Perhitungan oksigen yang ditambahkan ke dalam air baku akibat terjunan.9525 Reaksi 5. Reaksi penyisihan pertama dengan besi terlarut (Fe2+) = 0.2668 216.Ca) Cb  Cs r Cb  7. jika rata-rata penyisihan Fe sebesar 0.8191 214. maka dapat dihitung nilai re-aerasi akibat terjunan sebagai berikut: Ca Cs ditampung) r Cb r  = 5. bahwa kadar rata-rata oksigen terlarut di sungai secara umum berdasarkan peraturan Illinois Environmental Protection Agency yaitu oksigen terlarut seharusnya tidak boleh kurang dari 6.4492 d.6382  5.6382 11.6372. hanya pada temperatur 27°C yang dapat diperhitungkan besar penyisihan logam besi. Langkah 4: Reaksi penyisihan dengan logam besi dan mangan terlarut serta zat organik.8653   5. Pada kenyataan di lapangan untuk air permukaan. 1999).32   0 0 17.5 mg/L menjadi endapan (Fe3+) = 0.6372 mg/L (kadar oksigen jenuh yang dapat = 2.5) 2.. atau tidak boleh kurang dari 5.0 mg/L selama kurang dari 16 jam dalam periode 24 jam (1 hari).6382 1.Ca) (Cs .0 mg/L setiap saat (IEPA. mangan dan zat organik..1334 17.76 mg/L (7.6382 6.

2. Mn = 54. Perhitungan Koagulasi di dalam pipa Diketahui : Debit Diameter L pipa = 0.1991)  = 995. 2001 20 . hasil akhir reaksi akan membentuk endapan zat organik yang akan mengendap di unit pulsator (flokulasi . Semua reaksi kimia dalam satuan mikromol.85. 3. 1982 20 – 40 700 – 1000 - Sumber : Darmasetiawan & Reynold a.30000 Reynold. Reaksi oksigen terlarut dengan zat organik akan membentuk reaksi panjang dan kompleks sehingga agak sulit menjelaskan secara rinci dalam laporan ini.94. (aq) = terlarut dan (s) = endapan. Berat atom O = 16. Fe = 55.542 x 10-6 m2/detik DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . Berikut adalah kriteria desain bangunan koagulasi: Tabel 5.85 m3/det = 700 mm = 0. H = 1.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Catatan: 1. C = 12.81 m/dt2 = 0.1 Kriteria Desain Koagulasi Kriteria Desain Koagulasi Td (dtk-) G (dtk-2) G x Td Darmasetiawan.60 700 .sedimentasi) 5. S = 32.08. Hal ini dipilih karena tidak menggunakan peralatan mekanis melainkan secara hidrolis.7 kg/m3 μ = 0.1000 20000 . Ca = 40.798x10-3 g = 9.5 Bangunan Koagulasi Pada perencanaan ini unit koagulasi proses pembubuhan koagulan yang digunakan merupakan pengadukan dalam pipa.7 m = 40 m Pada temperatur air 30°C: (Lin.07 dlm gr/mol Reaksi penyisihan ketiga dengan zat organik terlarut dalam air baku yang terdeteksi sebagai KmnO4. Pada intinya.

63   0.85 x995 .386 m3 b.85 detik… Tidak Memenuhi (500-1000 /dt) d.g..(2.. e.7  x 40 = 0.000 – 30.9)     1.....7 x9. Bilangan Reynolds DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .2545 0.( 18.85  2 . Cek Nilai G x td Berdasarkan nilai gradien pengadukan (G) dan td yang didapat.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum a.40)  0.h L  .V ..000) Pada proses injeksi koagulan didalam pipa. 63  0.. ...85 = 18.(2.... Cek Gradien Kecepatan G2 hL = Q. maka dapat diketahui besarnya nilai gradien kecepatan (G x td) yaitu : G x Tdair = (414...85 .. Cek Waktu detensi (td) td = = volume debit 15.. juga terjadi proses pengadukan (flashmix) tetapi nilai gradien kecepatan dan waktu tinggal tidak memenuhi kriteria desain yang ada sehingga dilakukan proses pangadukan kembali dengan terjunan.14 x 0.2785xCxD xL 1.73 (Tidak memenuhi kriteria desain Darmasetiawan 20.. Volume V = = 1 4  D 2 Lpipa x 3..2545 m G2 G2 G = 0.2785x120x0.10 detik c.85 =   =   Q 2 .1 detik) G x Tdair = 7508..386 = 172097.386 0.81 x0.9145/detik = 414.85 /detik)..72 x 40 1 4 = 15..798 x10 3 x15.

Perhitungan Koagulasi dengan terjunan Q = 0.85 m3/detik Panjang bak (p) = 4 m Lebar bak (l) Tinggi bak (h) =4m =3m Tinggi terjunan = 1 m a. Karena dalam hal ini semakin besar turbulensi aliran. Cek Gradien Kecepatan Berdasarkan grafik hubungan gradien kecepatan pengadukan dengan tinggi terjunan 1 m diketahui besar G sebesar 400/detik hal ini menunjukan bahwa G tidak memenuhi kriteria desain Darmasetiawan (700/dt .85 = 56. maka dapat diketahui besarnya nilai (G x td) yaitu: DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . Cek waktu detensi td  Volume (4 x3 x 4)  Q 0.5 detik … sesuai kriteria Darmasetiawan (20-60 detik) b. Cek Nilai G x td Berdasarkan gradien pengadukan (G) dan td yang didapat.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Bilangan Reynolds menunjukan apakah aliran air termasuk aliran yang laminer atau turbulen.1000/dt) c.3846 m2 NRe =  = b. pengadukan dan percampuran semakin cepat terjadi Luas Pipa (A) Keliling Pipa (Kel) ( = = = = 0.

...( memenuhi kriteria desain) DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 ..Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum G x Tdair = (400/detik). Karena dalam hal ini semakin besar turbulensi aliran. pengadukan dan percampuran semakin cepat terjadi Volume Bak = p x l x t =4x3x4 = 48 m3 ( NRe =  = Berdasarkan perhitungan Gxtd pada proses koagulasi yang menggunakan pengadukan dalampipa dan terjunan maka dapat diketahui nilai G x td keseluruhan di unit koagulasi sebesar: Gx td pengadukan pipa = 7508.73 .000) d.000 – 30...(tidak memenuhi < 20000) Gx td terjunan = 24000 . Bilangan Reynolds Bilangan Reynolds menunjukan apakah aliran air termasuk aliran yang laminer atau turbulen..( memenuhi < 20000) G x td bangunan koagulasi = (Gx td pengadukan pipa) + (Gx td terjunan) = 31508...73 ..(60detik) = 24000 ( Memenuhi memenuhi Darmasetiawan 20.

5.71 kg/L 4. Kebutuhan alum dan tawas Jartest tawas = dosis = 0. Waste Water Treatment.6 x TSS (0. ρal = 2. Koagulan yang digunakan adalah alum.2017 L / dt 3 w 997 kg / m DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . Qt  Wt 745 kg / hari   274 .71kg / L 4.9) = 0.91L / hari  3. Kebutuhan tawas per hari. Debit air pelarut 100  10 90  Wt  2234 kg / hari Qw  10  10  20 . karena alum bekerja optimal pada pH 6.5 – 8. Pollution Control & Environmental Issues.9 ) = 18.18  10 3 L / dt al 2.5. Wt  100  1340.17 m 3 / hari  0.25mg / L  850L / dt  15512.225 mg/L Wal  Cal  Q  18.28kg / hari 2. Kadar alum dalam tawas = 60 % 3. Wt  8  2234kg / hari  745kg / hari 24 3.75 mg/L x ( 0.6 x 33. Debit tawas. Efi ien i pompa pembubuh η = 7 % Direncanakan ada 1 bak pembubuh koagulan dengan debit 850 l/dtk Perhitungan : 1. (Water Treatment. Konsentrasi larutan = 10 % 5.2 Bangunan Pembubuh Koagulan 1.28kg / hari  2234kg / hari 60 Untuk periode pelarutan 8 jam.5mg / dt  1340. Berat jenis alum. tahun?) 2.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 5.

Berat jenis larutan lar  1  10 100  10    100  al  100  w      1 100  10   10     100  2.6 FLOKULASI – SEDIMENTASI (Pulsator) Dalam proses pulsasi (denyutan).0 – 5.18  10 3  0. degreemont) Perencanaan Pulsator sesuai criteria desain dari degreemont Langkah 1 Perhitungan Luasan Ruang Vakum a.997   1.71 100  0.5 m/jam m jam Surface loading rate = ≤ Vo V inlet G Td air = 2.5 jam (manual book operation pulsator. Kriteria Desain: V sedimentasi = 3 – 4.75 m2 DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .0 m/det =≤1 detik = 1 – 1.25m)] A vakum = 7.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 5.0 m/jam = 0.6 – 1.064kg / L 5.20488 L / dt 6.25 m A vakum = 2 [(3.2017  0. Ruang Vakum (A Vakum) Panjang ruang 1 dan 2 = 3.1m)(1. Debit larutan Ql  Qt  Qw  3.1 m Lebar ruang 1 dan 2 = 1. luas ruang vakum yang menunjang proses pulsasi merupakan hal utama dalam operasi pulsator dan akan mempengaruhi performa pulsator secara keseluruhan.

maka ruang penangkap lumpur  Qpengolahan  Asba    Vse dim en    3060m3 / jam  Asba     3m / jam  Asba  1020m2 b. kecepatan pengendapan.(Lmeter)] = [(Pmeter).Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum b. maka perencanaan ruang penangkap lumpur sebagai berikut: Asba 1020 255 = 1020 m2 = [(Pmeter).75 meter Psba rencana Asba per blok 255 L DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .(Lmeter)] Luas ruang penangkap lumpur per blok = 20 m = (p x l) m2 = (20 x l) m2 = 12. Sludge Blanket Area atau ruang penangkap lumpur (Asba) Karena pulsator terdapat empat bak yang mengelilingi ruang vakum. a.85 m3/det Q pengolahan = = 3060 m3/jam Langkah 2 Perhitungan sludge blanket area. kecepatan klarifikasi. kecepatan aliran pulsator dan inlet. Kecepatan pengendapan partikel di sludge blanket area (V sedimen) Direncanakan Vsedimentasi sebesar 3 m/jam. Debit Perencanaan (Qperencanaan) Q rencana = 0.

5) = 187.5 m2 Langkah 3 Perhitungan Luas Pulsator. Kecepatan pulsator sebagai klarifier atau penjernihan air (Vklrifikasi) Direncanakan ruang penampung lumpurnya berdimensi P H = 1 meter = 1.5 meter Sehingga lebar klarifier keseluruhan akibat penambahan ruang penampung lumpur Lsba + Plumpur Lsba + Plumpur Lklarifier Maka luas Klarifier Prencana x Lklarifier = 20 meter x 14 meter Prencana x Lklarifier = 280 m2 d. surface loading rate. Luas ruang pulsasi (Apulsasi) Luas ruang pulsasi (pendenyut) sebanyak 2 buah sebagai alat flokulator (pengaduk lambat) direncanakan sebagai berikut: Ppulsasi = 12. waktu tinggal air dan gradient kecepatan a.5 x 7.5 m2 = 12.5 meter Apulsasi = Ppulsasi x Lpulsasi = 2 (12.5 + 1120) Apulsator = 1382.75 meter = 14 meter DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .5 meter Lpulsasi = Pruang vakum = 7.75 meter + 1 meter = 13. Luas Pulsator (A pulsator) Apulsator = Aruang vakum + Aruang pulsasi + Aclarifier Apulsator = ( 75 + 187.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum c.

Tair)  ( AvakumTait)  ( Apulsasi. Dapat ditentukan kecepatan pulsator sebagai klarifier.5m  SLR  2. yaitu  Qpengolahan  Vklarifier     Aklarifier   3060m 3 / jam  Vklarifier    2 DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101  1120m  .Tair)  .(L). Volume ruang pembuangan lumpur di pulsator (C) : C = 4 [(P).5]x1 = 120 m3 e. Luas keseluruhan klarifikasi karena ada empat bak yang mengelilingi ruang vakum – ruang pulsasi.48  1. Surface loading rate  Qpengolahan  SLR     Apulsator   3060m 3 / jam  SLR    2  1382. tdair    Qpengolahan   tdair  1. maka luas klarifier Aklarifier = 4 bak x 280 m2/bak Aklarifier = 1120 m2 f.(T)]Rlumpur = 4 [20x1x1. Waktu tinggal air di pulsator (td air)  Volair  tdair     Qpengolahan   ( Aclarifier.5 jam d.21m / jam(memenuhikr iteriadesain) c.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum b.

6897  0. Kecepatan aliran air di pulsator (Vo) Kecepatan aliran air di pulsator dapat dihitung dengan perencanaan tinggi pulsator 10 meter dan ketinggian airnya 9.5) Vo  4.69m / det  1. Kecepatan aliran air masuk kepulsator (Vinlet) Kecepatan aliran air masuk ke pulsator melalui pipa inlet dari bangunan sebelumnya yaitu bak koagulasi ke pulsator.03m / jam h.   4( Apipainlet)   3600 det ik   3060m 2 / jam   1 jam  Vinlet   .Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Vklarifier  2.5 meter. dengan perencanaan: Diameter pipa inlet Ø = 1 meter  Qpengolahan   1 jam  Vinlet   . 1/ 3 .25)( )(1)  3600 det ik  Vinlet  0.   4(0.7m / jam  Fe     3m / jam  1/ 3 .00m / det(memenuhikr iteriadesain) i. DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . makaVo: Prencana = 20 meter Hair rencana = 9. Nilai perbandingan Vklarivikasi dengan Vsedimentasi (Fe) si Vklarifika  Fe     Vse dim en   2.7m / jam g.5 meter  Qpengolahan  Vo     4(Pr encana)(Tair)  3060  Vo     4(20)(9.

j.893 x 10-3 Ss = 2.981   120   G  0.00086 N s/m2) m.65 k.965.3m / jam .42x10 2 m 3 / dtk 60 n. Kecepatan inlet Asumsi D = 50 cm DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .965   (2. Nilai gradient kecepatan di pulsator jika diketahui sebagai berikut n = 0. Nre 1/ 2 .965 )( 0. Dengan beda tinggi ruang SBA dengan ruang pembuangan lumpur ∆h = 7 m  g    C G  Fe    ( Ss  1)(1  Fe)( h)    Qpengolahan    n  1/ 2 .65  1)(1  0.75 )   3   3060      0.893 .318 / jam G  113890 / det(memenuhikriteriadesain) l.85  1. Perhitungan debit aliran air per pipa lateral Qperpipa  Qtotal Jumlahpiparencana Qperpipa  0.00086 Ns / m 2 ρ = massa jenis air (kg/m3) vd = kecepatan pengendapan (m/det) ƞ = viskositas absolute (suhu 27° c=0. N Re  vd 1000 kg / m 3 .   0.  968  2000  0.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Fe  0.10  G  1.

81    q.15   1. V = 380 V DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .42 x10  2 Dperpipa   1/ 2   40 . Diameter lubang pipa h = 1 cm N = (P:0.05) 2  L  V   Hf  fx  x    D   2g  Hf  64  0.25)x2 =(5x0.25 xx05) 2 ( .85m 3 / det v  (40 x 2) x 1  .1m x  x 1600  0. f = 50 Hz .25)x2=40  4Qperpipa  Dperpipa   1/ 2   N .005   1/ 2 Dperpipa  0.42 x10 2 Vperpipa    0.2 x9.2 gh   1/ 2   4 x1.85 m3/det D = 10 cm  0. Pompa pulsator Vacuum pumps = 6 units P = 9 Kw .038m  0.072m / dtk 1 (0.05   2 x9.15) D = diameter lubang gutter (0.04m  4cm p. Gutter Q = 0.354m / det   L = ketebalan dinding gutter (0.0. I = 18.3542    0.5 A .d ) 4 o. . .011m  1.12 4       1. .Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Qperpipa 1.81 x0.

Diameter pasir (Dp) = 70 cm = 30 cm = 0.Surface loading .5 .2010) 2) Perencanaan .Tebal media pasir (Lp) .3) : 1 = 6 .2 m = 0.9 – 1.0.005) : 1 = (2 .Porositas .A orifice (Aor) = 2.10-4 m = 0.80 cm = 10 .Jarak orifice (Wor) .Diameter orifice (Dor) .4) : 1 = (1.0025Af = 0.6 – 1.Tinggi air di atas media (Ha) = 0.5 m/s = 3–6m = 7.Vgullet(saluran pembuangan) .Tebal media kerikil (Lk) .Kecepatan backwash (Vbw) .A manifold (Am) : Alat .7 FILTRASI 1) Kriteria Desain .Tebal media kerikil (Lk) .0.2 m .12 m/jam = 0.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum unit → 9 rpm) Jenis pompa = Hibon SNV 32 (2unit) 5.10-3 m/s = 10 m/jam = 2 cm = 0.Kecepatan filtrasi (Vf) .Jarak antar pusat lateral (Wlat) = 20 cm .6 .36 .45 = 0.Tebal media pasir (Lp) .30 cm = 5 .02 m .6 mm DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .L filtrasi .2 cm = 15 – 25 m/jam = 7 .fb = 8 .2 mm = 30 .5 cm (Tri Joko.Diameter orifice (Dor) .A orifice (Aor) : A .7 m = 0.0015 .78.A lateral (Alat) : Aor .50 % = (0.15 menit = 0.Diameter media (Dm) .Ekspansi backwash .20 cm = 0.12 m/jam = 60 .6 – 2.Kecepatan filtrasi (Vf) .Waktu backwash (tbw) .3 m = 6.

Am .25 cm = 0.jarak terluar orifice dengan dinding = 20 – 30 cm .10-6 m2/det < 5 > 5 = 2Aor = 20 cm = 1.jarak pangkal lateral terhadap dinding = 0. pasir .Porositas awal (Po) - = 0.Alat .3 – 6.Diameter kerikil (Dk) . sehingga jumlah bak yang beroperasi 12 bak.f = 600 detik = 10 menit = 0.78 .6 m Sistem Underdrain DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .82 = 0.6 m 3) Perhitungan Jumlah bak n  12 Q = 12 0.% ekspansi kerikil akibat Vbw = 10 % .85 m3/det = 0.Tbw .Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum .4 = 0.2 m H = 3 m L = 3.Wlat .10 3 = 25.06 bak = 11 bak Ditambah 1 bak cadangan.NRe pasir .54 m2 ≈ 26 m2 Luas permukaan saringan (As) = Luas tiap unit filter (Af) = 26 m2 jika P: L = 1 : 2 maka : P = 7.071 2.071m3/det Qf Vf 0.026 .893.NRe kerikil .85 = 11.1 bak filter mempunyai 1 manifold . Dimensi bak Debit per unit filter (Qf) Luas tiap unit filter (Af) = = = 1 12 x 0.5 Alat  .

2 m2 Diameter manifold (Dm) = 4 Am m = 0.14 cm2 Jumlah lubang tiap filter (n) = 2.5Alat = 1.000314 x 207 = 0.2 Wlat Jumlah lateral tiap sisi = 36 = 18 buah 2 Lbak  Dm  (2Wlat ) 7.6 Pman x 2 = 36 buah x2 = 0.2  0.0025 Af = = 207 lubang 0.068 m = 68 mm 207 = 5.5  (2 x0.0025 x 26 0.5 x 0.13 m2 3.5 m = 500 mm Panjang pipa manifold (Pm) = Pbak = 3. Manifold Luas total manifold (Am) = 1.2  = 0.2) = 2 2 Panjang pipa lateral tiap sisi= = 3.15 m Diameter pipa lateral (Dlat)= 4 Alat n  = 4 x 0 .Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 1.6 m Jumlah pipa lateral =n= 3.75 ~ 6 lubang 36 Jumlah orifice tiap lateral ( n ) =  orifice  lateral Sistem Inlet Inlet pipa DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . Lateral Luas bukaan (Alat) = 2Aor x n = 2 x 0.000314 Aor  = 4x0. Orifice Luas bukaan (Aor) = ¼ π D2 = ¼π = 3.13 m2 = 0.000314 m2 0.13 36  = = 0.

63 = 62. 6 Vbw 3 x 1 Dp 2 1 3.95 x  1.7  (0. Backwash 1.7  (0.16 % DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .78.95x x 1 (9.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Debit tiap saluran (Qf) = 0.63  0.0167) 3 1 (6.237 m2 0.10 6 )1. 45   2.85 = 0. 45 g 1 3. 6  w  x  s  w     1 3.893.10 4 ) 2 1 x = 0.3 V = ¼ π D2 0.63 Prosentasi ekspansi = = Pe  Po x100% 1  Pe 0.3 m/det Dimensi pipa A A = 0. 6 1 = 995.5 m.0167 m/det Porositas saat ekspansi (Pe) = 2.10-3 = 0. Sehingga diameter pipa outlet = diameter manifold = 0. Pasir Kecepatan backwash (Vbw) = 6Vf = 6 x 2.81) 3.071 Q = = 0.6 m = 600 mm Sistem Outlet Air yang sudah tersaring akan dialirkan melalui pipa outlet yang bersambungan dengan pipa manifold menuju adsorbsi.237 = ¼ π D2 D = 0.071 m3/s 12 Kecepatan dalam saluran = 0.549 m = 0.4 x100 % 1  0. 6  2600  995.

33  0.3 0.14 m 2.3 = 0.4342 m3/det Volume backwash = Qbw x tbw = 0.1 = Le Porositas saat ekspansi Pe  Po 1  Pe Pe  0.3 0.45 Pe Debit backwash (Qbw) = Vbw x Abw = 0.6216 = Le Le  Lp x100 % Lp Le  0.3 x100 % 0.046 m Saluran penampung air pencuci DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .33 % = = = Le  Lk Lk 0.4 1  Pe % dari tinggi ekspansi akibat Le  Lk x100% Lk Le  0.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Tinggi ekspansi = 0.7 x100 % 0.4342 m3det x 600 det = 261 m3 Diameter backwash (Dbw) Q Q D = AV = ¼ π D2 V = 0. Kerikil Tinggi ekspansi ( asumsi ) = 10 backwash Prosentasi ekspansi = 0.0167 m/det x 26 m2 = 0.7 = 1.

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum

Saluran gutter dengan panjang = 3,8 m dan lebar (asumsi) = 0,3 m
2

 Q   0,85  Kedalaman air di saluran gutter (Hg) =   1,38xLg  =  1,38x0,3  =1,61 m     
Air sisa pencucian dari gutter akan masuk kedalam gullet dengan Lbuang (asumsi) = 0,2 m Debit yang ditampung (Qbuang) = 0,2 m3/det
2

3

2

3

  Q  0,2  Tinggi air dalam saluran pembuangan =   1,38xLbuang  =  1,38x0,2       =1,73 m

3

2

3

Kehilangan Tekan Headloss pada media yang masih bersih 1. Pasir
0,82 x6.10 4 x 2,78 .10 3 xDpxVf Cek NRe = = = 1,53 < 5 ( Memenuhi ) 0,893 .10 6 

Koefisien Drag= CD=

24  N Re
1,067

3 N Re

 0,34 =

24 3   0,34 =18,45 1,53 1,53

Headloss = Hf

=

CD Vf 2 1  Lp  x 4 g Po 6.10  4

=

1,067 18,45 (2,78.10 3 ) 2 1   0,7  x 4 0,82 9,81 (0,4) 6.10 4

= 0,14 m

2. Kerikil Cek NRe =
1 2,78 .10 3 x3.10 3 1 VfxDk x = = 15,57 > 5 (M) x 1  0,4 0,893 .10 6 1  Po 

Headloss = 180 x

 (1  Po ) 2
g x Po
2

x

Vf xLk Dk 2

DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum

= 180x

0,893.10 6 (1  0,4) 2 2,78.10 3 x x x0,3 9,81 (0,4) 2 (3.10 3 ) 2

= 0,0085 m Headloss total media Hf = hf air + hf pasir + hf kerikil = 0,9 + 0,14 + 0,0085 = 1,0485

Headloss sistem underdrain 1. Orifice Debit tiap filter Debit orifice (Qor) = 0,071 m3/det =
Q 0,071 = = 3,4 x10-4m3/det n or 207

Kecepatan di orifice (Vor) =

Q or 0,00034 = Aor 0,000314
2

= 1,09 m/det

Headloss (hfor)

= 1,7 x

(1,09 ) 2 Vor = 1,7 x = 0,103 m 2 x9,81 2g

= 10,3 cm 2. Lateral Debit lateral (Qlat) =
Q 0,071 = = 1,97.10-3 m3/det n lat 36

Kecepatan di lateral (Vlat) =

Qlat 1,97 .10 3 = = 0,015 m/det 0,13 Alat

Headloss (hflat)

= 1,3 hf
Llat Vlat 2 x = 1,3 xfx Dlat 2g

= 1,3 x0,026 x

3,15 (0,015 ) 2 x 0,068 2 x9,81

= 1,795 x 10-5 m DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum

3. Manifold Debit manifold (Qm) =
Q 0,071 = = 0,071 m3/det nm 1

Kecepatan di manifold Headloss (hm)

=

Qm 0,071 = = 0,355 m/det Am 0,2

= 1,3 hf = 1,3 xfx
Lm Vm 2 x Dm 2 g

= 1,3 x0,026 x

3,6 (0,355 ) 2 x 0,5 2 x9,81

= 1,56 x 10-3 m Headloss total underdrain Hf = hfor + hflat + hfm = 10,3 + 1,795 x 10-5 + 1,56 x 10-3 = 10,3 m

Headlos total Hftot = hfmedia + hfunderdrain = 1,0485+ 10,3 = 11,3485 m Debit backwash (Qbw) = Vbw x Abw = 0,0167 m/det x 26 m2 = 0,4342 m3/det

Volume backwash

= Qbw x tbw = 0,4342 m3det x 600 det = 261 m3

Headloss pada media saat backwash 1. Pasir DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101

8 (0.33 9. 2 x x x1.8 xLe = 120x (0.002 m3/det n or 207 Kec orifice (Vor) = Q or 0.63)3 (4.7 x = 3.056 m Hf media = 1.10 4 )1. 2 g x Pe3 x Dk1.8 (1  0.13 = 1.6.81 2g Debit lateral (Qlat) = Qbw 0.106 ) 0.7 x (6.8 (1  0.45) 3 (3.8 Vbw1.8 (1  Pe)1.893.86 m 2 x9.8 xLe = 120x (0.066 Headloss sistem underdrain saat backwash 1.0167)1.8 (1  Pe)1.14 9.0167 x3.10 4 1 VbwxDp x = = 23.676 ) 2 Vor 2 = 1.893 .893 .6. Kerikil 1 0. 2 g x Pe3 x Dp1.103 )1.4342 = = 0.0167 x 4.01 + 0.056 = 1.8 = 0.0167)1.63 0.8 Vbw1.3 hf DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .10 3 1 VbwxDk x Cek NRe = = = 97.002 = = 6.106 )0.81 (0.81 (0. Lateral = 1.09 m/det Alat 0.012 = = 0.10 6 1  Pe  Headloss = 120x  0.893.45)1.45 0.8 (0. 2 x x x0.8 = 1.63)1.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Cek NRe = 1 0.012 m3/det n lat 36 Kec di lateral (Vlat) = Headloss (hflat) Qlat 0.676 m/det Aor 0.000314 Headloss (hfor) 2.4342 = = 0.73 x 1  0. Orifice Debit orifice (Qor) = Qbw 0.24 x 1  0.10  6 1  Pe  Headloss = 120x  0.01 m 2.

3 x0.86 + 6.3xfx Plat Vlat 2 x Dlat 2 g = 3.979 m Pompa Backwash Headloss pada pompa = hfbw + hs + sisa tekan = 4.171 m/det Aman 0.09 ) 2 1.2 = 1.4342 = = 2.3 hf = 1.171 ) 2 x 0.15 (0.0068 2 x9.0584 = 4.4 x 10-4 m 3.81 = 1.026 x x 0.3xfx Lm Vm2 x Dm 2 g 3. Manifold Debit manifold (Qm) = Qbw 0.979 m DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .4342 m3/det n man 1 Kec di manifold (Vm) = Headloss (hfm) Q man 0.81 = 6.4342 = = 0.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum = 1.06+ 3.979 + 5 + 1 = 10.4 x 10-4 + 0.5 2 x9.3 x0.0584 m Headloss total saat backwash Hf = hfmedia + hfor + hflat + hfm = 1.6 (2.026 x = 0.

4843 x10 .20 35.0 25.5 0.8 13.8 DESINFEKSI Karakteristik desinfektan dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 5.4 1-5 24 - DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .32 hp 0.9Watt = 923.81 x0.75  5.5 .979 = = 69284.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Daya pompa P = xgxQbwxhfp ompa 995 .7 x9.3.2 Karakteristik Desinfektan Karakteristik Desinfeksi  Bakteri  Virus Sangat baik Sangat baik Rendah pada kontak lama) Pengaruh Ph Efisiensi menurun dengan kenaikan pH Dikloramin dominan pH ≤ Lebih pada efisien pada tinngi Residu terjadi pH pada pH rendah Insentif Cukup baik Sangat baik (baik Sangat waktu baik yang Sangat baik Sangat baik Baik Baik Klorin Bebas Kloramin Klorin Dioksida Ozon Radiasi UV monokloramin dominan pH ≥ 7 pada Residu di sistem distribusi Produk samping. pembentukan THM Dosis (mg/L Berat ekivalen (pound) Ada Ada Ada Tidak ada Tidak ada Ada Tidak terjadi Tidak terjadi Tidak terjadi Tidak terjadi 2 .

3 mg/l 8. desinfeksi dilakukan dengan penambahan klorin bebas. Pembubuhan larutan kaporit 3 x sehari (8 jam untuk 1 x) 1 Dosis klor = DPC + sisa klor = 1.laru tan 5000 mg / L Dosing rate per hari = 0. Sisa klor = ( 0.4 ) mg / l.3 = 1. diharapkan 0. DPC = 1.2 – 0. Desinfeksi menggunakan kaporit : Ca(OCl)2 2.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Sumber : National Academy of Science (1980) dalam Montgomery.2 mg /L (asumsi) 7. hal 276 Pada perencanaan ini. Berat jenis kaporit.5 mg/l Dosing rate  QxC . Konsentrasi larutan.860 kg/L 4. Kadar Klor dalam kaporit : 60 % 3. apabila dilihat dari biaya yang dikeluarkan juga lebih sedikit. 1991 hal 282) 1) Perencanaan 1.255L / det ikx24 jamx3600 det ik  22032L / hari Dosing Setiap Pembubuhan Dosing rate per hari = 22032L / hari / 3  7344l / 8 jam Kebutuhan Kaporit Kebutuhan Kaporit = 60% Dosis Klor  Q = 100  1. Daya pengikat Klor.5mg / L   0.5mg/l  850 l/det 60 = 2125mg/detik  184 kg/hari DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .kebutuhan 850 L / det ikx1. C = 50 g/L = 50 mg/m3 6.255 L / det ik C. Di samping itu. Kapasitas pengolahan. Walaupun terdapat produk amping berupa pembentukan THM namun apabila kadarnya ≤ mg/L masih dapat ditoleransi (standar EPA.2 + 0. Q = 150 L/detik 5. 1995. Kawamura. BJ = 0. Dipilihnya desinfektan tersebut adalah karena proses desinfeksi terhadap bakteri dan virus sangat baik dan efektif.

54 1 4.953L/hr Q pelarut = = 4065.55  10 4 m 3 / det ik  Pp   2 . Kin  1 2 g vp 2 .0182   8. Pp 1m dengan diameter. Kehilangan tekan pada pipa inlet.107 L/hr = 4279.81   DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . dan outlet hfinlet  Kin  vp 2 .55  10 4 m 3 / det ik   0.25 2 g vp 2 .3m / dt 1    0.7  10 2 m 1 0 . 63   0.9  10 5  1. valve.3  10 4 m hftot  1  2  0. Kout  1 2 g hfvalve  Kvalve hfoutlet  Koutlet   vp 2  hftot  Kin  2  Kv  Kout     hfp 2 g   0.107 L/hari Debit Larutan = Qkap + Qair = 213.2785  CHW  Dp  hfp  1. 54   2.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Debit Kaporit = 1Wkap  masajenisk ap = 184 kg / hr  0.86 100%  5% x213. 63   0.2785  130  0.0254 2 Apipa 4 3.0254m   1 0 . Qpipa = 7344 L/ 8 jam = 2.55.953 L/hr + 4065. Kvalve  0.10-4 m3/dtk Vpipa  Qpipa 2.953L / hari 5% = 213. Direncanakan panjang pipa.06 L/hr = 4. Dp = 1 inchi 2.25  1   2 x9.28 m3/hr Kehilangan Tekan 1. Kehilangan tekan dalam pipa   Qp hfp   2 .

85m 3 / det ik A   0.81 m/det2 Kecepatan (v1) saat masuk ke bak pengadukan = 2 m/det Kecepatan (v2) saat keluar dari bak pengadukan = 1 m/det Waktu tinggal = 30 detik 2) Perhitungan V = Q x td = 0. Pbak = Lbak Vbak 7. 10-3 kg/mdet  = 995. Luas permukaan : As  3.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Dimensi Bak Pelarut 1.344  L2 L  P  2.85 m3/dt x 30 dt = 25.35 m Tinggi = 1.7 kg/m3 g = 9.5 m Diameter inlet Q 0.344 m 3 2.344m 2 H 1 As  L2 7.425m 2 v1 2m / det ik DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .5 m3 Direncanakan ukuran ruang pengadukan : Panjang = 4.798.344   7. Volume bak Vbak  Qp  t  2.55  10 4 m 3 / dt  8 jam  3600  7.35 m Lebar = 4.71m Volume ruang pengadukan (T = 30° C) Q = 850 L/det = 0.85 m3/det G = 700 /dt  = 0.

7656 g/L [HCO3‾] total = 0 + 1.5mg / L  2.0174 mol/L 0.5 mg/L dengan kadar chlor dalam kaporit 60 %.7656 g/L [HCO3‾] = 0. Konsentrasi pada awal air baku : [Ca2+] = 0 mg/L [CO2] = 0 [HCO3‾] = 0 mg/L 5. Konsentrasi di akhir proses desinfeksi : [Ca2+] total [CO2] total = 0 + 0.696 g/L [CO2] = 0. akan terjadi penambahan: [Ca2+] = 0.0614 g/L DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .5mg / L  0.0614 = 1. Dosis chlor yang digunakan 1. Kaporit yang ditambahkan :  100  1. dengan Mr Ca(OCl)2 60 = 143 2.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum D 0.425m 2   0.0174 mol/L.0614 g/L 4.0174 mol/L = 1. Reaksi yang terjadi Ca OCl 2  H 2O  Ca OH 2  HOCl HOCl  2 H   OCl  2 H   2 HCO 3  2 H 2CO 3  2CO 2  H 2O 3.696 g/L = 0 + 0.0174 mol/L = 0.577m  600mm 1  1  4 4 A Diameter outlet PENGHITUNGAN pH 1. Dengan penambahan kaporit sebanyak 0.0174mol / L .696 = 0.7656 = 0.

0550.0174 0 0. 5.5 pK 1'  6. vow = vi = 2 m/dt DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 = 2 m/dtk .5 0.055  0.7  log K '  5.624 x 10-2 0 2.5 0.45   pH baru setelah proses desinfeksi masih masuk dalam range 7.4   0. vk = 2.7213  7.696 0 1.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 6.055  7.5 x Ci x zi2 3.0614 0 0 Μ BM Ci (mol/L) 40 24 61 98 35.0174 0 0 0.3 Perhitungan μ Setelah Desinfeksi 0.4  0.68 0. vo = 3 m/dt Waktu pengurasan.68 yang diijinkan untuk air minum. Perhitungan ion trength μ) Tabel 5.5 Kecepatan outlet desain.9 RESERVOIR Unit Reservoir Type reservoir yang dipakai adalah Ground Reservoir Kecepatan inlet desain (Vi) Faktor peak.5 m/dt Kecepatan overflow.5 1  1. fp = 2. sehingga tidak perlu melakukan proses netralisasi pH.89  10  0.5 pK 1'  pK1  log 1  1.236 x 10-2 0 0 Ion Ca2+ Mg2+ HCO3 SO4 Cl‾ ‾ ‾ Konsentrasi (g/L) 0. tk = 2 jam Kecepatan pengurasan.89  10 8  CO 2sisa  pHbaru   log  K ' HCO3baru    8 pHbaru   log 5.45 – 7.

4 Pola Pemakaian Air dalam Sehari Dari jam ke jam 2200 .83 DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .00 6.00 16.00 10.0500 05 .75 4.94 0.00 1.00 6.1300 13 .25 4.75 1700 .0500 0500 .00 6.5 Perkiraan fluktuasi pemakaian air Perhitungan volume reservoir harus memperhitungkan debit yang masuk ke reservoar dan debit yang keluar dari reservoir.00 4.00 8.00 15.00 6.17 00 00 Jumlah jam 7 1 1 2 1 3 4 1 2 1 1 Pemakaian per-jam (%) 0.00 Suplai ke Reservoir 4.2200 Tabel 5.17 % Surplus (%) 23.75 4.2000 2000 .2100 2100 .17 % untuk tiap jamnya.0700 0700 .00 24.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Kecepatan ventilasi desain. sedangkan debit yang keluar dari reservoir bervariasi tergantung pemakaian air minum kota.00 10.6 Perhitungan Persentase Volume Reservoir Dari jam ke jam 2200 .00 9. Hal 226 Jumlah pemakaian (%) 5. Tabel 5.1000 1000 .06 00 00 Pemakaian Jumlah jam per-jam (%) 7 1 1 0.00 3. vud = 3 m/dt Reservoir dapat dihitung dengan mengetahui kurva fluktuasi pemakaian air minum.17 Defisit (%) 0600 .0600 0600 . yaitu sebesar 4.00 6.00 6.1800 1800 .00 5.0700 1. Debit yang masuk ke reservoir adalah konstan.17 % 4.00 1. Tabel 5.17 % 4.50 3.0900 0900 .75 Sumber : Tri Joko.

17 % 4.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 0700 .83 2.1300 1300 .22 00 00 2 1 3 4 1 2 1 1 24 8.17 % 4. Reservoir = surplus  defisit 27.17 % 4. Jumlah suplai (%) = suplai perjam x jumlah jam Suplai (%) = jumlah suplai – jumlah pemakaian Persentase Vol.2100 21 .17 % 4.66 %  Qrata-rata  waktu = 0.00 4. Hal 227 Keterangan : Debit yang masuk ke reservoir yaitu konstan = (100/24) % = 4.1000 1000 .17 % 100. DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . sedangkan yang direncanakan adalah 5 meter.00 10.75 100.00 6.17 2.50 3.5 m3 Dimensi Resrvoir Tipe reservoar : Ground Reservoar dengan volume sebesar 20313.70 7.17 % 4.42 27.62 = = 27.2000 2000 .83 0.17 % 4.17 % Debit yang keluar dari reservoir bervariasi tergantung pemakaian air minum.66 % 2 2 Volume reservoir = 27.70  27.6 meter.2766  850 L 86400 = 20313504 L = 20313.17 % 4.0900 0900 .62 Sumber : Tri Joko.49 7.1700 1700 . Kriteria desain kedalaman reservoir adalah 3 .504 m3.66 Jumlah 27.00 % 1.66 1.00 1.00 4.00 6.00 5.1800 1800 .32 5.

Debit: Qo = Qr  fp = 0.675 = 31.87 m ≈ 31.Kecepatan outlet disain. Luas melintang untuk tiap kompartemen : AC = = 1 Volume 4 H 20313.5 .125 m3/detik .5 = 2. Pipa inlet Debit inlet : Qi = 0. Lebar d. fp = 2.9 m Jadi dimensi reservoir: a.8 meter Perpipaan Reservoir a. vo = 3 m / detik DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .73 m = 700 mm b.85      2  1/ 2 = 0.9 meter : 0. Freeboard : 31.85 m3 / detik Kecepatan inlet desain. Panjang c.85  2.5 4 x5 = 1015. unit reservoir dibagi menjadi 4 kompartemen untuk memudahkan pengurasan dan pengoperasian. Pipa outlet Faktor peak.675 m2 Direncanakan Lebar = panjang = 1015.9 meter : 31. Kedalaman : 5 meter b.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Direncanakan. vi = 2 m / detik  4  Qi  Diameter pipa inlet :        vi  1/ 2  4 x0.

Qof = Qi = 0.  d       Vd   4  0. Pipa Overflow .5  1/ 2 1/ 2 = 0.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum . t = 2 jam .Maka.144 m = 150 mm (ukuran pipa di pasaran) d.95 m = 1000 mm(ukuran pipa yang ada di pasaran) c. vof = vi = 2 m / detik .Volume pengurasan tiap kompartemen : V = Panjang  Lebar  Hk = 31. Hk = 2 meter . Vd = 2.Debit overflow.Diameter pipa.Diameter pipa outlet :  4  Qo       vo  1/ 2  4  2. Pipa Penguras .22 2  60  60 V t = 0.125      3  1/ 2 = 0.2827m3 / detik  4  Qd  .22 m3 .9  31.Kecepatan pengurasan.Kecepatan overflow.5 m / detik .85 m3 / detik .Waktu pengurasan.9  2 = 2035.Debit pengurasan. of = I = 500 mm DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . Diameter overflow. Qd = = 2035.Tinggi pengurasan.2827       2.

85 4 = 0. 3.31875 m3 / detik Untuk tiap pipa : Qud = ¼  0.Kecepatan ventilasi udara yang didisain : vud = 3 m / detik .080m3 / detik . 2.Debit pengaliran udara : Qud = Qo . Pipa Ventilasi Direncanakan menggunakan 4 buah pipa ventilasi : . air dan/atau debit air yang akan dipompa tidak memenuhi syarat minimal operasional b.10.583 m ≈ 6 5. amati kondisi air baku.Qi = 2.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum e. yang mengganggu operasi pemompaan.10.1.1 Langkah persiapan mm 5. 4. pompa (prosedur pengukuran berdasar SNI 03-2819-1992 dan SNI 03-3970-1995). DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .10Prosedur pengoperasian 5.080      3  1/ 2 = 0. dan alat pengukur tekanan air. bersihkan lingkungan di sekitar lokasi hisap dan ruang pompa dari sampah atau materi a.1 Bangunan intake 1. alat pengukur debit.Dimensi pipa ventilasi :  4  0. lakukan langkah-langkah persiapan atau pencarian sumber air lain apabila tinggi muka a.31875 = 0. baca skala penunjuk tinggi muka air sungai.125  0.

2. 4. 5. periksa tangki pengaduk bahan kimia.5 Pembubuhan/dosing larutan bahan kimia 1. 3. periksa dan pastikan semua mur/baut pengikat telah diperkuat sesuai petunjuk pemasangan. 5. tentukan dosis kapur atau soda abu.3 Sistem perpipaan 1. hitung kebutuhan masing-masing larutan. pastikan check valve berfungsi baik. bersihkan semua pipa yang berhubungan dengan pompa pembubuh. 2. 5.10. 5. perika gate valve pada pipa utama. DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .1. 3. Tata cara perencanaan paket unit IPA. 3. 4. 6. kelurusan kopling. tentukan dosis koagulan dengan percobaan jar-test. atur debit sesui dengan kapasitas yang diperlukan dengan cara mengatur bukaan katup. 4.4 Penentuan dosis bahan kimia 1. katup-katup. siapkan larutan di dalam tangki pencampur. pastikan dalam kondisi baik. dan arah putarannya sebelum dioperasikan. 5.10. operasikan pompa dan biarkan pompa air mengalir dengan stabil.10. 3.2 Pompa air baku dan distribusi 1.1.1.1. periksa baut-baut.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 5. jalankan motor pengaduk larutan kimia. periksa semua katup pada setiap unit untuk memastikan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. putaran pompa 2. 2. periksa manometer. tentukan dosis desinfektan. amati kondisi pompa. periksa sambungan-sambungan pipa pada instalasi untuk mencegah kebocoran pipa. periksa sistem catudaya menuju pompa pembubuh. 4. 6.10. cara penentuan dosis bahan kimia sesuai ketentuan SNI 196774-2002. pastikan selalu terbuka sebagaimana mestinya.

bila menggunakan sistem sludge blanket dengan sirkulasi lumpur. rapikan susunan plate settler sesuai dengan jarak terpasang (5 mm) dan seragam. 5. Dengan sistem pengadukan mekanis atau hidrolis: 1) pastikan katup penguras di hopper (ruang lumpur) bak flokulasi tertutup rapat.10. sekat-sekat dalam pipa koagulasi tidak DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . Dengan pipa pengaduk: 1) pastikan selang pompa dosing sudah terpasang secara benar pada pipa koagulasi. 3.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 7. b. 2) pastikan tersumbat. alirkan campuran yang telah diaduk ke dalam tangki pompa pembubuh. 2) pastikan flokulasi dalam keadaan bersih. b. 2. pastikan posisi ketinggian kerucut (hopper) pembuang flok dengan tepat. Dengan sistem aerasi (flotasi): 1) pastikan aliran udara menuju unit flotasi berjalan dengan baik. bila menggunakan sistem sludge blanket. 3) pastikan posisi dan ketinggian katup penguras lumpur pada posisi sebagaimana 4) mestinya. pastikan katup pada pipa penguras tertutup rapat. d.6 Instalasi 1.1. 2) untuk proses flokulasi dengan cara pastikan scrapper (penyapu flotan) berjalan sebagaimana mestinya. Unit sedimentasi a. c. Unit pengaduk lambat (flokulasi) a. pastikan pompa sirkulasi lumpur pada kondisi baik. Unit pengaduk cepat (koagulasi) a.

nilai maksimum. Buka katup tekan c. Perhatikan ampere pada kembali katup pelepas udara dan katup tekan f.7. 5. Setelah penuh.2 Pengoperasian system 5. Tata cara pengoperasian pompa sentrifugal dan submersibel dapat dilihat pada Tabel 5. buka katup perlahanlahan tekanan sampai didapat yang dikehendaki udara tanpa disertai udara. pastikan katup pada pipa header (pipa aliran masuk unit filtrasi) terbuka. tutup katup tekan perlahan-lahan sampai nilai ampere di bawah nilai maksimum DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .10. pastikan komposisi pasir (media filter) sesuai dengan gambar yang ditentukan dan bersih dari kotoran.10.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 4. Buka katup hisap b. d.2. pastikan katup pada pipa outlet menuju reservoir terbuka. Perhatikan tekanan air pada manometer d. disertai dengan keluarnya air dari katup pelepas tekanan kerja pompa. Isi air ke dalam pompa melalui c.1 Pompa air baku dan distribusi Pompa air baku dan distribusi biasanya mencakup tipe pompa sentrifugal dan submersibel. tutup d. Unit filtrasi a. Tabel 5. pastikan katup pada pipa penguras dan backwash tertutup rapat. Bila sudah naik melebihi katup pelepas udara sampai benarbenar penuh e. c. Jalankan motor penggerak b. Jalankan pompa dengan menekan tombol ON atau cara lain untuk menghidupkan motor penggerak pompa panel apabila kendali melebihi pompa. Buka katup pelepas udara Pompa Submersibel a. b.7 Prosedur menjalankan pompa sentrifugal dan submersible Operasi Manual Pompa Sentrifugal a.

sebagai berikut 1.2 Pompa dosing (alum. naikkan NFB pada tiap-tiap pompa dosing. soda abu dan kaporit) Untuk menginjeksikan larutan bahan kimia digunakan pompa dosing. apabila melebihi nilai maksimum (sesuai dengan motor penggerak).Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Tabel 5. 2. Cara pengoperasian pompa dosing.2. Larutan alum dan soda abu dinjeksikan pada pipa air baku. Pindahkan sakelar operasi manual ke posisi otomatis c.10. Lakukan penyesuaian nilai-nilai operasional yang dikehendaki b. Masukkan sakelar pemasukan arus listrik tekanan air pada Pompa Submersibel 5. sebelum pengaduk cepat (flash mixing). periksa tegangan power induk Non-Fuse Breaker (NFB) dari fase ke fase dengan alat ukur atau multi-tester sehingga menunjukkan tegangan 220/380 Volt. isi tangki pembubuhan bahan kimia dengan larutan bahan kimia yang sudah dilarutkan (homogen). tekan tombol ON (start).7 Prosedur menjalankan pompa sentrifugal dan submersible (lanjutan) Operasi Pompa Sentrifugal g. tutup katup tekan perlahan-lahan sampai nilai ampere di bawah nilai maksimum Otomatis a. sehingga pompa siap untuk dioperasikan. sebelum pompa dosing dihidupkan. buka katup tekan perlahan-lahan sampai tekanan pompa yang dikehendaki i. pompa dosing akan bekerja dan lampu indikator akan menyala. sedangkan kaporit diinjeksikan sebelum masuk ke reservoir. Perhatikan ampere pada panel kendali pompa. DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . 4. 3. Perhatikan manometer h. Apabila tekanan telah naik.

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 5. 2. dan lakukan penyesuaian bila diperlukan.4 Unit sedimentasi 1. 5.10.3.2 Unit pengaduk cepat (koagulasi) 1.10.2.10. 4. apakah terbentuk dengan baik.2. 2. Bersihkan bak dari kotoran atau sampah yang mungkin terbawa. Baca debit air yang masuk pada alat ukur yang tersedia. 3. 3.3 Unit pengaduk lambat (flokulasi) 1.3. Amati flok-flok yang terbentuk. Periksa pembentukan buih di permukaan air dan bersihkan apabila terjadi. Amati unjuk kerja pompa pembubuh.1 Unit prasedimentasi 1. persediaan dan aliran larutan bahan kimia dengan menambah atau mengurangi stroke pompa. Alirkan air dari pengaduk lambat ke bak pengendap. DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .10.2. Atur pH sehingga sama dengan pH pada waktu jar tes. Operasikan pompa pembubuh aluminium sulfat atau soda abu dan stel stroke pompa sesuai dengan perhitungan atau ada jenis pompa kimia lain yang penyetelan strokenya dilakukan pada saat pompa tidak dioperasikan.2. apabila tidak. 2. Lakukan pembuangan lumpur dari bak sedimentasi sesuai dengan periode waktu yang telah ditentukan atau tergantung pada kondisi air baku. 5.3. Periksa kekeruhan air baku yang masuk dan keluar bak prasedimentasi sesuai dengan periode waktu yang telah ditentukan atau tergantung pada kondisi air baku. 4. 5. 2.10.3 Instalasi pengolahan air Pada prinsipnya unit-unit instalasi tidak dijalankan atau dihidupkan karena tidak terdapat peralatan mekanikal dan elektrikal pada unit-unitnya. periksa kembali pH air di pengaduk cepat dan lakukan penyesuaian-penyesuaian pembubuhan.3.2. Pertahankan keadaan seperti pada awal operasi. Periksa fungsi katup-katup dan tutup pipa penguras. 5.

hentikan pencucian jika air hasil pencucian sudah jernih. Ukur debit air yang masuk.10. DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .2. operasikan pompa pencuci dan atur permukaan penyaring. amati penyebaran air pada permukaan penyaring.10.5 maka bubuhkan larutan netralisator atau larutan soda abu 10% atau larutan kapur jenuh. Periksa kekeruhan air yang keluar dari bak sedimentasi. 5. d. selanjutnya a. Tutup katup penguras. Bubuhkan larutan desinfektan.2. dengan cara menutup katup inlet dan outlet penyaring.6 Unit penampung air bersih (reservoir) 1. 5. Lakukan pembuangan lumpur sesuai ketentuan (dengan katup penguras atau scrapper).5 Unit filtrasi 1.5 atau lebih dari 8. katup pencucian dan buka katup outlet penyaring. buka katup outlet buangan pencucian dan inlet air pencuci. Periksa pH air yang masuk ke bak penampung air bersih. seperti larutan kaporit sesuai perhitungan. sehingga media tidak terbawa. Alirkan air dan atur kapaistasnya sesuai perencanaan. 2. 4. b.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 3.3. 5. e. Amati debit outlet pada alat ukur yang tersedia sampai ketinggian yang ditentukan. Periksa kekeruhan air pada inlet dan outlet penyaring. atur debit pencucian dengan mengatur katup. kekeruhan dan sisa klor dari air bersih dari pipa outlet penampung setiap jam. 5. 5. Periksa pH. 3. 4. c. Lakukan pencucian penyaring bila debit keluarnya menurun sampai batas tertentu atau air pada permukaan penyaring naik sampai batas ketinggian tertentu. sesuai perhitungan. 3. 2. Apabila pH air kurang dari 6. Bersihkan buih atau bahan-bahan yang terapung.3. 4.

2. 9. 7. periksa dan perbaiki kebocoran pipa. Periksa kualitas air secara lengkap atau fisika. ukur dan periksa tahanan isolasi motor bulanan pompa hitung efisiensi pompa ganti oli dan periksa mesin pompa periksa kabel pompa lakukan overhaul pompa lakukan pengecatan bersihkan pompa dan ruangan periksa dan perbaiki kebocoran packing bulanan tahunan tahunan tahunan tahunan harian mingguan mengendap bersihkan lingkungan bangunan penyadap periksa dan pastikan ketepatan kelurusan mingguan kopling 4. 1. 5.8.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 6. Tabel 5. 8. 1. kimia dan bakteriologi minimal setiap bulan.11.1 Pemeliharaan IPA 5. 3. 4. mingguan katup dan manometer 5.11. tambahkan gemuk periksa tahanan isolasi pompa hitung efisiensi periksa kabel pompa lakukan overhaul pompa lakukan pengecatan pompa bulanan bulanan bulanan tahunan tahunan tahunan DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .8 Pemeliharaan Fasilitas Sadap No. 3 Pompa Sentrifugal 1. 5. periksa Pemeliharaan dan bersihkan lumpur Jangka Waktu yang setiap minggu setiap minggu 2 Pompa Submersible 2. 6. 6. 3. 1 Unit Sarana Penyadap 2.1 Pemeliharaan fasilitas sadap Pemeliharaan fasilitas penyadap dilakukan seperti pada Tabel 5.1.11Prosedur pemeliharaan 5. 10.

periksa dan bersihkan sambungan kabel periksa dan ukur tahanan isolasi kabel bulanan bulanan perbaiki dan cat kembali rumah panel sesuai apabila ada yang rusak kebutuhan 5. 2. periksa semua peralatan dalam panel dan sesuai ganti apabila ada yang rusak kebutuhan 5 Pipa dan Perlengkapan 1. 6. lumasi katup-katup dengan gemuk lakukan pengecatan pipa dan katup-katup bulanan tahunan DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . 4. periksa kerusakan dan kebocoran pipa bulanan transmisi. lakukan pembersihan pengurasan pipa bulanan transmisi 4. bersihkan lingkungan di sepanjang pipa bulanan transmisi 3.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Tabel 5. Pemeliharaan Jangka Waktu periksa dan bersihkan dengan hati-hati bulanan bagian dalam panel termasuk sisi belakang pintu panel 2. periksa kerusakan dan kebocoran katup. 4 Unit Panel Pompa 1. 3. perbaiki bila perlu.8 Pemeliharaan Fasilitas Sadap (lanjutan) No. bulanan perbaiki bila perlu 5.

ukur tekanan kompresi silinder setiap 2000 jam mesin 11.1. ganti minyak pelumas Jangka Waktu setiap operasi setiap operasi 3.9 Pemeliharaan Tenaga Pembangkit No Unit 1 Genset 1) Mesin Diesel 2. bersihkan kotak saringan udara setiap operasi 125 jam 8. bersihkan saringan bahan bakar setiap operasi 4. stel klep mesin setiap operasi 250 jam 10. Tabel 5. periksa dan pastikan dan operasi tekanan setiap 250 jam 125 jam 250 jam 60 jam 125 jam 125 jam penyemprotan bahan bakar pengabutan operasi 7.11. ganti saringan bahan bakar setiap operasi 5.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 5.9. periksa dan stel kembali tali kipas setiap operasi 125 jam DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . ganti elemen saringan udara setiap operasi 500 jam 9.2 Pemeliharaan tenaga pembangkit Pemeliharaan tenaga pembangkit dan perlengkapannya dilakukan seperti Tabel 5. bersihkan radiator dari kerak operasi setiap 2000 jam operasi 12. ganti saringan minyak pelumas Pemeliharaan 1. bersihkan saringan pipa hisap setiap bahan bakar 6.

Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Tabel 5. periksa dan kencangkan baut-baut 16.9 Pemeliharaan Tenaga Pembangkit (lanjutan) No Unit Pemeliharaan Jangka Waktu 13. lakukan “general overhaul” setiap 500 jam operasi setiap 5000 jam operasi setiap 10. periksa dan pastikan tinggi muka setiap 125 jam air dalam baterai dan tambahkan operasi bila kurang 14.000 jam operasi )“Alternator” 1. periksa carbon brush dan ganti bila setiap 2000 jam perlu 2 Panel 1. kecuali terjadi kelainan 4. termasuk sisi belakang pintu panel bulanan periksa dan bersihkan sambungan bulanan kabel DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .000 jam. periksa tahanan isolasi gulungan lumasi bearing setiap 3 bulan sesuai petunjuk buku 3. periksa dan bersihkan bagian bulanan dalam panel 2. ganti tumpuan putaran setiap 16. 3. periksa dan perbaiki hubungan setiap 125 jam kabel baterai operasi 15. 2. lakukan “top overhaul” 17.

periksa dan pastikan kebersihan mingguan tangki bahan bakar 4 Pompa Bahan Bakar 1. periksa dan ukur tahanan isolasi sesuai kabel 5. perbaiki bila terjadi kebocoran 2.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Tabel 5. periksa dan pastikan saluran dalam mingguan keadaan baik. beri gemuk pada poros putaran mingguan pompa 5 Saluran 1.9 Pemeliharaan Tenaga Pembangkit (lanjutan) 4. periksa dan pastikan kebersihan mingguan pompa 2. periksa dan pastikan tangki dalam mingguan keadaan baik. perbaiki bila terjadi kebocoran DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . kebutuhan perbaiki cat ulang rumah panel sesuai apabila ada yang rusak kebutuhan 3 Tangki Bahan Bakar 1.

periksa dan perbaiki bak dan pengaduk sesuai kimia bila terjadi kerusakan 2 Pompa Pembubuh Kimia 1.10. bersihkan alat pembubuh bahan kimia harian dan sarana lingkungan pencampur kimia 2. bersihkan bak pengaduk kimia dengan bulanan asam encer 4.3 Pemeliharaan unit paket IPA Pemeliharaan unit paket IPA dilakukan seperti Tabel 5. Periksa kebocoran dan kerusakan pipa. bilasi saluran pembubuh dengan air harian bersih. bulanan perbaiki bila terjadi kebocoran 2. saluran harian pembubuh kimia dan perbaiki bila terjadi kebocoran 6. periksa dan bersihkan bak dan pengaduk harian kimia dengan air 3. bersihkan lingkungan ruang pompa 3.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum 5. bersihkan saringan pompa kebutuhan harian harian harian 4. periksa tingkat akurasi pompa 3 tahunan Pipa Pengaduk 1.11. lakukan pengecatan pipa tahunan DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . Tabel 5.1. bersihkan pompa pembubuh kimia 2.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA No Unit Pemeliharaan Jangka Waktu 1 Sarana Pencampur Kimia 1. bila pompa akan dihentikan 5. periksa kebocoran pompa.

Lakukan pembubuhan kaporit atau bahan desinfektan lainnya dengan dosis yang cukup. 9. periksa katup pintu dan diberi gemuk mingguan 6. periksa fungsi dari peralatan tersebut dan bila perlu dilakukan perbaikan atau penggantian berfungsi. 7.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Tabel 5. bersihkan busa dan kotoran-kotoran yang harian mengapung di atas permukaan air. periksa katup-katup pembuangan lumpur dan bulanan bila perlu lakukan perbaikan. apabila mengaduk lambat dilengkapi dengan bulanan alat pengaduk.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan) No 4 Unit Pemeliharaan Jangka Waktu Pengaduk 1. serta sistem harian Lambat ruang alat pengaduk lambat 2. perbaiki pengecatan kerusakan pintu dan lakukan sesuai kebutuhan bagian-bagian yang tidak DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . buka katup-katup penguras beberapa detik harian untuk membuang lumpur yang mungkin mengendap 4. periksa pertumbuhan lumut pada dinding bak bulanan pengaduk lambat. 3. 8. periksa dan bersihkan pintu-pintu. periksa pertumbuhan lumut dan bersihkan jika harian ada 5.

tahunan bersihkan dengan desinfektan 4. lakukan pengurasan bak. bersihkan alur pengendapan pembuang lumpur. periksa dasar unit saringan dan lakukan sesuai perbaikan. lakukan pembersihan dan pengecatan 4. periksa kebocoran pipa dan katup mingguan Pengendapan 1. periksa dan perbaiki nozzle. perbaiki bila terjadi kebocoran 3.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan) No 5 Unit Pemeliharaan Jangka Waktu sesuai kebutuhan 2. perpipaan katup-katup dan kebutuhan alur pengumpul. lakukan pengecatan bila unit terbuat dari tahunan baja 5. masukan pasir yang telah dibersihkan dan tahunan tambahkan media apabila kurang. 6 Penyaringan 1. DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . periksa kebocoran bak. katup dan sesuai perbaiki pipa kebutuhan 7. bersihkan bagian dalam dan luar bak mingguan penyaring 2. keluarkan media penyaring dan bersihkan tahunan tahunan 5. periksa. dan periksa kemungkinan terbentuknya bolabola lumpur pada media penyaring. perbaiki bila terjadi kebocoran kebutuhan 6. perbaiki bila terjadi kebocoran 3. perbaiki kerusakan yang terjadi di alur sesuai pengendapan. katup-katup dan mingguan perpipaan.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Tabel 5.

lakukan pengecatan 11. periksa dan bersihkan kelengkapan saran. periksa berfungsinya alat ukur bulanan laporkan kepada atasan dan lakukan tahunan perbaikan jika ada kerusakan konstruksi 10.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Tabel 5. 6. 5. bersihkan lumut pada dinding bak dengan bulanan larutan kaporit. serta berikan desinfektan 12. keluarkan. 7. perbaiki bak. bulanan katupkatup dan ventilasi udara 8. Pemeliharaan Jangka Waktu periksa dan bersihkan lingkungan bak harian penampung air bersih dari rumput dan kotoran periksa kemungkinan tumbuhnya lumut harian dalam bak penampung air bersih 3. katup. pipa dan tutup lubang sesuai pemeriksaan kebutuhan DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . periksa pembersihan karet dan tahunan kemungkinan terbentuknya tahunan endapan dalam bak. Unit 1. bersihkan endapan lumpur atau pasir jika bulanan ada. lakukan perbaikan jika kebocoran katup bulanan dan pipa. bersihkan pipa masukan.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan) No 7 Bak Penampung Air Minum 2. 9. bulanan dan lakukan perbaikan jika ada kebocoran katup dan pipa. bila perlu lakukan pengurasan. 4.

Tipe Terjunan: a. bersihkan dan gunakan desinfektan bila perlu b. mingguan perbaiki bila terjadi kelainan 5. 4. 2. periksa kebocoran pipa. perbaiki atau ganti lapisan permukaan kebutuhan terjunan sekali setahun 2. apabila ditemui distribusi udara yang sesuai tidak merata.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Tabel 5. mingguan perbaiki bila terjadi kebocoran tambahkan gemuk bulanan periksa ketepatan dan kelurusan kopling. adanya pertumbuhan harian ketidakseragaman distribusi aliran atau noda. katup manometer. periksa tahanan isolasi pompa dan sesuai sesuaikan dengan ketentuan yang berlaku kebutuhan 9 Aerasi 1. Tipe Difusi: a. kebutuhan periksa dan bersihkan difuser DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . periksa ganggang. kosongkan tangki.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan) No 8 Unit Pompa Pencucian Balik 3. kebocoran perbaiki bila dan bulanan terjadi 6. bila perlu. 1. Pemeliharaan bersihkan pompa dan ruangan Jangka Waktu harian periksa dan pastikan kebocoran paking. bersihkan dan. perbaiki enam atau ganti nampan aerator dan bulanan sesuai bagianbagiannya c.

periksa nozzle tehadap penyumbatan: mingguan bersihkan atau ganti apabila diperlukan. periksa filter udara: bersihkan. periksa tekanan keluaran (output) harian c. periksa perpipaan udara: buka penutup tiga bulanan dan bersihkan sedimen. Tipe Nozzle Spray: a. jangan menggunakan tang pipa b. perbaiki secepatnya e. cat kembali bagian luar kompresor tahunan DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . perbaiki dan cat tahunan ulang 4. perbaiki mingguan atau ganti sesuai dengan kebutuhan d. bila ada pagar spray.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan) No Unit Pemeliharaan b.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Tabel 5. apabila ada. cat ulang bagian luar pipa bila perlu c. bersihkan dengan sikat menggunakan air dan deterjen 3. difuser yang bulanan rusak dan penyumbatan. Tipe Blower: a. beri pelumas pada kompresor sesuai harian instruksi produsen alat b. periksa kebocoran dan penyangga pipa. buka kompresor dan periksa terhadap tahunan kemungkinan korosi di dalam atau penyimpangan lainnya. kosongkan tangki dan Jangka Waktu periksa enam kemungkinan kebocoran.

buang material pengganggu/pengotor enam yang mengganggu kinerja alat bulanan c. bersihkan system pembuang uap dan perlengkapan lainnya.enam bagian yang terpakai bulanan b. lumuri bagian luar pengaduk dengan lapisan tipis lemak. Pemeriksaan oleh Operator: a. periksa apakah alat bekerja dengan semestinya DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 .10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan) No 10 Unit Upflow Clarifier /Kontak Padatan Pemeliharaan 1. periksa alat-alat pendukung operasi bulanan katup pembilas lumpur. seperti Jangka Waktu penunjuk waktu dan lain-lain 2. terutama katup pembilas lumpur b. bilas. bersihkan dan periksa bagian. periksa jalur pembubuh zat kimia enam terhadap kemungkinan penyumbatan bulanan dan gangguan lainnya 11 Pembubuh Kapur 1. periksa kemungkinan kebocoran pipa bulanan dan katup. bersihkan peralatan pembuang debu dan harian uap serta pastikan tidak terjadi pengendapan atau korosi pada mekanisme pembubuhan kapur 2.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Tabel 5. bersihkan pengotor dalam kompartemen mingguan pengaduk kapur apabila sedang tidak beroperasi. Pemeliharaan Pembersihan: a.

periksa sambungan-sambungan tiga bulanan pendistribusi air dan air garam terhadap kemungkinan kerusakan. semua kabel dan gangguan yang terjadi pada benda logam. katup-katup diperiksa dan diuji terhadap enam kemungkinan kebocoran dan diganti jika bulanan perlu tahunan 4. tumbuhan partikel-partikel organik.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan) No Unit Pemeliharaan Jangka Waktu periksa dan perbaiki atau ganti jika perlu bulanan baling-baling.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Tabel 5. kurangi getaran. Pastikan bahwa pH air tersebut netral dan kesadahannya tidak lebih dari 170 mg/L 5. kencangkan baut dan belt. beri pelumas pada bearing serta cat eksterior dan tepian mulut unit pengaduk kapur bila perlu 12 Penukar Ion 1. kemudian dicat kembali untuk melindungi dari korosi 2. korosi dan kekencangan pemasangan 3. bilas resin penukar ion dengan air yang tiga bulanan mengandung sedikitnya 2 mg/L klorin. periksa permukaan tumpukan resin dari tiga bulanan kotoran. kecil dan buang material pengganggu dan tambahkan atau ganti resin sampai level yang sesuai DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . bagian luar selongsong dibersihkan dan tahunan disikat dengan sikat kawat.

penyumbatan pada perpipaan harus dibersihkan sebelum penginjeksi dipasang kembali atau diganti 12. cuci tangki pengendali air garam enam bulanan 10. cuci tangki penyimpan garam sesuai kebutuhan 9. apabila tidak merata maka kerikil dapat diratakan kembali pada saat backwash 7. apabila unit penukar ion tidak beroperasi sesuai lebih dari 10 jam maka tangki resin harus kebutuhan dikosongkan dari air dan resin dibiarkan lembab DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . penginjeksi air garam harus dibersihkan. tahunan dibongkar dan diperiksa terhadap erosi atau korosi. cuci dan susun kerikil dalam empat lapisan serta gunakan kerikil yang bebas kapur 8.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Tabel 5. periksa ketinggian permukaan kerikil di tiga bulanan bawah resin. ganti kerikil apabila sudah menyatu atau tiga bulanan apabila banyak resin yang terbawa dalam aliran keluaran. cat bagian dalam dan luar tangki air garam sesuai kebutuhan 11.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan) No Unit Pemeliharaan Jangka Waktu 6.

buka dan tutup katup-katup klorin untuk harian menjamin pengoperasian yang baik. beri lapisan bulanan pencegah korosi. bersihkan dan ganti bagian yang rusak 6.Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum Tabel 5. Tiga katup dan bagian-bagiannya. periksa perpipaan dan semua bagian pembawa gas klorin serta konektor injector nozzle air dan tahunan harian fleksibel pada kontainer penyuplai gas. periksa klorinator dan perpipaan terhadap harian kebocoran 2.10 Pemeliharaan Unit Paket IPA (lanjutan) No 13 Unit Klorinasi Pemeliharaan Jangka Waktu 1. bersihkan salurannya 5. kencangkan kembali dengan tangan DODY AZHAR MUTAWAKKIL MANJO / L2J009101 . periksa tabung larutan klorin terhadap tahunan kemungkinan kebocoran serta deposit besi dan mangan. segera perbaiki atau ganti katup yang rusak 3. tangani dengan larutan hexametafosfat 7. periksa dan bongkar benang-benang karet. bersihkan saluran air dan bersihkan katup bulanan penurun tekanan (pressure reducing valve) agar tetap beroperasi baik 4.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->