Anda di halaman 1dari 24

BIMBINGAN BELAJAR MENGURUTKAN BILANGAN KELAS II DI SD NEGERI PERUMNAS KRAPYAK 02 SEMARANG

TUGAS AKHIR

Diajukan Sebagai Syarat Kelulusan Program D2 Pendidikan Guru Kelas Sekolah Dasar

Oleh : NAMA NIM : SILVIA AGUSTYANI : 1402204239

PENDIDIKAN GURU KELAS SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

PENGESAHAN

Tugas Akhir yang berjudul BIMBINGAN BELAJAR MENGURUTKAN BILANGAN KELAS II DI SD NEGERI PERUMNAS KRAPYAK 02 SEMARANG BARAT telah diteliti dan disahkan oleh Dosen Pembimbing dan Kepala UPP II D2 PGKSD FIP UNNES pada :

Hari Tanggal

: :

Mengetahui, Kepala UPP II D2 PGKSD Dosen Pembimbing

Drs.Jaino, M. Pd NIP. 130875761

Drs. Aris Mujiono, M. P d NIP. 130934402

ii

MOTTO

1. Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan baginya ke jalan menuju surga.(Al Hadist ) 2. Tiada kata seindah doa orang tua. 3. Harta yang paling berharga adalah keluarga, perhiasan yang paling berkilau adalah ilmu. 4. Ilmu adalah ruh agama islam dan tiang iman; siapa yang mengajarkan ilmu (pengetahuan) Allah menyempurnakan pahalanya, siapa yang belajar

(mempelajari ilmu) kemudian mengamalkan Allah mengajarkannya apa-apa yang tidak ia ketahui.(Al-Hadist).

iii

PERSEMBAHAN

Tugas akhir ini penulis persembahkan kepada : 1. Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang 2. Ayah dan Ibu tercinta yang selalu memberikan dukungan moril, materiil dan spiritual 3. Kakak kakakku yang memberikan motovasi untukku maju terus 4. Keponakan keponakanku yang selalu memberikan kebahagiaan

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul Penyusunan tugas akhir ini bertujuan sebagai syarat kelulusan program study D2 pendidikan Guru Kelas Sekolah Dasar FIP UNNES. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan tugas akhir ini tak luput dari bantuan semua pihak. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada yang terhormat : 1. Drs. Sutaryono M.Pd sebagai ketua jurusan PGSD UNES 2. Drs. Jaino, M.Pd selaku Ketua UPP II D2 PGKSD FIP UNNES 3. Drs. Aris Mujiyono,M.Pd selaku Dosen Pembimbing penyusunan tugas akhir ini yang telah memberikan bimbingan dan petunjuk 4. Bapak dan Ibu dosen di Lingkungan FIP UNNES yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan yang berguna dalam penyusunan tugas akhir ini. 5. Ibu Kusnaeni,A.ma selaku Kepala SD Negeri Perumnas Krapyak 02 6. Bapak Simon Mardiyono,S.Th selaku guru kelas II SD Negeri Perumnas Krapyak 02 7. Bapak dan Ibu guru di SD Negeri Perumnas Krapyak 02 8. Bapak dan Ibu tersayang yang telah memberikan doa dan motivasi baik moril dan materiil

9. Semua pihak yang telah memberikan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan tugas akhir ini. Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis berharap bahwa pembaca dapat memberikan saran dan kritik yang membangun demi sempurnanya tulisan ini. Akhirnya penulis berharap semoga penulisan tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi pendidik.

Semarang, September 2006

Penulis

vi

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................ i HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................... ii MOTTO ........................................................................................................... iii PERSEMBAHAN ............................................................................................ iv KATA PENGANTAR ..................................................................................... v DAFTAR ISI.................................................................................................... vii LAMPIRAN..................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1 A. Latar Belakang .............................................................................. 1 B. Permasalahan ................................................................................. 2 C. Rumusan Masalah .......................................................................... 3 D. Tujuan ............................................................................................ 3 E. Manfaat .......................................................................................... 3 BAB II LANDASAN TEORI .......................................................................... 5 A. Tinjauan Pustaka ........................................................................... 5 1. Bimbingan ............................................................................ 5 2. Belajar ................................................................................... 6 3. Matematika............................................................................ 8 4. Mengurutkan Bilangan.......................................................... 8 B. Layanan Pembelajaran Dalam Bimbingan Belajar........................ 8

vii

BAB III PAPARAN HASIL DAN PEMBAHASAN...................................... 10 A. Identifikasi .................................................................................. 10 B. Diagnosis..................................................................................... 10 C. Prognosis ..................................................................................... 11 D. Evaluasi ....................................................................................... 12 E. Pembahasan................................................................................. 13 BAB IV PENUTUP ......................................................................................... 14 A. Simpulan ..................................................................................... 14 B. Saran............................................................................................ 14 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 16

viii

BAB I PENDAHULUAN

Untuk memudahkan dalam memahami Tugas Akhir ini, maka penulis menguraikan beberapa urutan tentang bagaimana penulis dapat menemukan permasalahan siswa A. Latar Belakang Strategi yang dikembangkan untuk mengembangkan kemampuan berfikir siswa sekolah dasar dalam pembelajaran matematika sangat banyak. Seseorang yang mempunyai keunggulan dalam bidang matematika akan lebih banyak menggunakn strategi strategi, walaupun sebenarnya mereka tidak selalu mempunyai otak yang lebih pintar. Dengan atau tanpa disengaja, kita selalu menggunaka ilmu matematika kedalam kehidupan sehari hari, hal ini membuktikan bahwa ilmu matematika merupakan bagian yang penting dalam kehidupan sehari hari, untuk itulah matematika sangat penting dan perlu dibekalkan pada setiap peserta didik dengan baik Sekolah dasar merupakan pondasi dari pendidikan untuk itulah pendidikan matematika di sekolah dasar memegang peranan yang penting. Dari bekal sekolah dasar itulah matematika dikembangkan lagi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi, apabila siswa belum dapat menguasai dengan baik ilmu matematika

di sekolah dasar, maka kemungkinan besar siswa mengalami kesulitan pada jenjang selanjutnya. Dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar seorang guru hendaknya memberikan bimbingan terhadap siswa yang mengalami kesulitan. Dalam memberikan bimbingan haruslah yang menyenangkan sehingga kesan sulit dan menakutkan bagi pelajaran matematika dapat hilang dari pikiran siswa. Setelah melakukan pengamatan selama PPL II di SD N Negeri Perumnas Krapyak 02 serta menganalisa hasil belajar matematika siswa kelas II berinisial D memperoleh nilai kurang dalam pelajaran matematika pokok bahasan mengurutkan bilangan dari yang terkecil ke yang terbesar dan sebaliknya. Banyak sekali factor penyebabnya, salah satu penyebabnya adalah kurangnya perhatian D dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu guru perlu memberikan bimbingan belajar agar siswa tersebut meningkat dalam hasil belajarnya.

B. Permasalahan Bertolak dari latar belakang diatas, maka seorang guru perlu memberikan bimbingan meliputi : 1. Bagaimanakah cara menumbuhkan minat belajar siswa dalam pelajaran matematika terutama dalam mengurutkan bilangan 2. Bagaimanakah menanamkan kosep yang benar dan mengena pada pokok bahasan mengurutkan bilangan

C. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang masalah dan permasalahan diatas, dapat dijadikan rumusan masalah sebagai berikut : Apakah dengan penerapan bimbingan belajar terhadap siswa dapat

menumbuhkan minat belajar siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika terutama dalam mengurutkan bilangan

D. Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Menumbuhkan minat belajar siswa dalam matematika terutama

mengurutkan bilangan 2. Meningkatkan hasil belajar matematika dalam mengurutkan bilangan dari bilangan terkecil dan sebaliknya kelas II SD N Negeri Perumnas Krapyak 02 melalui penerapan bimbingan belajar pada siswa

E. Manfaat Manfaat yang diharapkan dari tugas akhir ini adalah : 1. Bagi siswa Menumbuhkan semangat belajar siswa dan memperbaiki konsep

pemahaman siswa dalam mengurutkan bilangan

2. Bagi guru Sebagai masukan bagi guru bahwa bimbingan belajar sangat berperan penting bagi perkembangan belajar anak 3. Bagi sekolah Sebagai masukan untuk kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.

BAB II LANDASAN TEORI

Berdasarkan permasalahan yang ada, maka penulis menjabarkan pokok pokok dari landasan teori sebagai berikut : A. Tinjauan Kepustaka 1. Bimbingan Bimbingan dapat diartikan sebagai bagian dari keseluruhan pendidikan yang mampu menyediakan kesempatan kesempatan pribadi dan layanan staf ahli dengan cara mana, setiap individu dapat mengembangkan kemampuan kemampuan dan kesanggupan sepenuh penuhnya sesuai dengan ide ide demokrasi (Mortensen dan Semuller dalam Prayitno dan E.Amti, 1994 : 94) Dalam memberikan bimbingan kepada peserta didik bukan bersifat paksaan. Bimbingan tidak memaksakan kehendak pembimbing kepada individu, tetapi mengarahkan individu kea rah suatu tujuan yang sesuai dengan potensinya secara optimal. Kebutuhan akan layanan bimbingan di sekolah dasar bertolak dari kebutuhan dan masalah perkembangan siswa (Sunaryo Kartadinata, 1992; Sutarjat, Trimansyah dkk : 1992). Temuan lapangan menunjukkan bahwa masalah masalah perkembangan siswa sekolah dasar menyangkut aspek

perkembangan kognitif, pribadi dan social. Sisi lain yang memunculkan kebutuhan akan layanan bimbingan di sekolah dasar ialah tentang keragaman individual siswa yang mecakup : a. Siswa dengan kecerdasan dan kemampuan tinggi b. Siswa yang mengalami kesulitan belajar c. Siswa dengan perilaku bermasalah Prinsip prinsip umum bimbingan 1. Bimbingan diberikan kepada individu yang sedang berada dalam proses berkembang 2. Bimbingan diperuntukkan bagi semua siswa 3. Bimbingan adalah bagian terpadu dari proses pendidikan 4. Bimbingan dilaksanakan dengan memperdulikan semua segi

perkembangan siswa 2 Belajar a. Pengertian belajar Menurut pengertian secara piskologis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Perubahan perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. Pengertian belajar dapat terdefinisikan sebagai suatu

proses usaha yang dilakukan seorang guru untuk memperoleh suatu

perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. b. Pembelajaran Pembelajaran adalah upaya untuk menciptakan iklim pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta siswa dengan siswa (Amin Suyitno, 2004) c. Hasil belajar Hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti suatu kegiatan pembelajaran, dimana tingkat keberhasilan tersebut kemudian ditandai dengan skala nilai berupa huruf atau symbol (Dimyati 2002 : 200) d. Faktor factor yang mempengaruhi hasil belajar Hasil belajar siswa dapat dipengaruhi oleh factor factor yang bersal dari dalam dan dari luar dari siswa. 1. Faktor yang berasal dari dalam berupa bakat, minat, dan semangat belajar 2. Faktor yang berasal dari luar berupa motivasi dan stimulasi dalam belajar

3. Matematika Menurut Moeliono (Amin Suyitno, dkk : 2001) matematika diartikan sebagai ilmu tentang bilangan bilangan, hubungan antara bilangan dan prosedut operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan Untuk mangajarkan matematika di SD, Guru perlu mengetahi tentang prinsip pengajarannya, prinsip prinsip tersebut adalah : a. Pembelajaran dimulai dari yang sederhana menuju ke yang kompleks b. Pembelajaran dimulai dari yang mudah ke yang sukar c. Pembelajaran dimulai dari yang konkret ke abstrak (Depdikbud Dirjen Dikti 1994 : 58) pengembangan metode atau teknik pembelajaran serta memberikan layanan bimbingan belajar merupakan alterntif dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa 4. Mengurutkan Bilangan Mengurutkan bilangan adalah pokok bahasan kelas II semester 1 yang berfungsi untuk melatih ketelitian siswa dalam matematika, bilangan acak diberikan kepada siswa kemudian siswa mengurutkan bilangan tersebut dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya. B. Layanan Pembelajaran Dalam Bimbingan Belajar Tujuan dan fungsi layanan pembelajaran dimasukkan untuk memungkinkan siswa memahami dan mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik,

ketrampilan dan materi belajar yang cocok dengan kecepan dan kesulitan belajarnya serta tuntutan kemampuan yang berguna dalam kehidupan dan perkembangan dirinya. Kegiatan bimbingan yang dilakukan meliputi : 1. Pengembangan motivasi belajar, sikap dan kebiasaan belajar yang baik 2. Peningkatan ketrampilan 3. Program pengajaran perbaikan 4. Program pengajaran Penyelenggaraan layanan pembelajaran hendaknya didahului oleh

pengungkapan kemampuan dan kondisi siswa dalam kegiatan belajarnya sehingga dapat diketahui siswa siswa yang mengalami permasalahan belajar. Dengan bagitu guru dapat memberikan layanan bimbingan belajar dengan tepat.

BAB III PAPARAN HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengamatan selama PPL II di SD N Negeri Perumnas Krapyak 02, berikut ini akan dijelaskan beberapa tahapan didalam proses pemberian bimbingan terhadap siswa bermasalah : A. Identifikasi Bagi siswa SD, matematika merupakan pelajaran yang sangat sulit hal ini dibuktikan dengan rendahnya minat belajar serta hasil ulangan (latihan soal) yang kurang memuaskan. Bagi siswa SD kelas II, kendala yang dihadapi hampir sama dengan siswa lain. Hanya saja banyak dipengaruhi oleh factor lain. Hasil pengamatan penulis terhadap salah satu siswi D membuktikan bahwa siswi tersebut belum menguasai matematika pokok bahasan mengurutkan bilangan. B. Diagnosis Setelah melakukan pengamatan terhadap prestasi belajar, nilai nilai tugas serta tingkah laku anak, penulis menyimpulkan bahwa D kurang menguasai pokok bahasan mengurutkan bilangan, seperti dikemukaan diatas bahwa factor penyebabnya sangatlah beragam dalam kasus ini, factor penyebab dari siswa D adalah :

10

1. Hiperaktif Kita sering beranggapan bahwa hiperaktif berhubungan dengan keaktifan dalam belajar. Yang dimaksud dalam hal ini adalah siswa D terlalu aktif dalam bermain. Memang benar bahwa masa masa SD adalah masa bermain. Tetapi anak harus tetap menyadari bahwa dalam pelajaran keaktifan anak harus berhubungan dengan pelajaran, sedangkan siswa D sibuk bernain sendiri pada waktu guru menjelaskan. 2. Daya ingat lemah Setelah berbincang bincang dengan D dapat disimpulkan bahwa siswa tersebut mempunyai ingatan dan pemahaman yang lemah. Siswa kadang kurang dapat memahami pertanyaan pertanyaan guru,apalagi pelajaran. 3. Kurang konsentrasi D merupakan siswa kelas II yang berumur 7 tahun. Kendala terbesar adalahnya adalah anak kurang dapat berkonsentrasi terhadap pelajaran pada saat itu, kedua factor diatas merupakan pendukung dari factor ini, jadi D adalah anak yang kurang perhatian terhadap pelajaran matematika C. Prognosis Berdasarkan pengamatan penulis selama PPL II di SD N Negeri Perumnas Krapyak 02, membuktikan bahwa pelajaran yang terseulit adalah matematika. Siswa lebih suka dengan pelajaran lain dari pada matematika.

11

Pengamatan terhadap siswa D dikelas II mendapatkan kesulitan dalam menguasai pokok bahasan mengurutkan bilangan. Nilai nilai tugas maupun jawaban pada saat mengerjakan latihan soal, anak tersebut selalu mendapatkan nilai dibawah teman temannya, akibatnya siswa tersebut tidak dapat menyelesaikan soal yang berhubungan dengan mengurutkan bilangan dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya. Masalah seperti ini memang banyak sekali ditemukan disetiap kelas, namun factor penyebab sangatlah beragam. D. Evaluasi a. Sebelum bimbingan Siswi D sebelum diberikan bimbingan memperoleh nilai rendah dibanding teman temannya, selain itu juga mendapat kesulitan yang lain yaitu mengenai pemahaman terhadap pokok bahasan mengurutkan bilangan, siswa belum bisa mengurutkan bilangan dari yang terkecil ke yang terbesar atau sebaliknya. b. Setelah bimbingan Siswa D ketika diberikan bimbingan mendaspatken kemajuan yang berarti meskipun belum memuaskan hasilnya. Walaupun menjadi slaah satu hal yang sangat berpengaruh siswi D sekarang telah paham bagaimana cara mengurutkan bilangan dari terbesar ke terkecil dan sebaliknya. Hanya saja siswi D masih membutuhkan waktu yang sedikit lama dibandingkan dengan teman temannya yang lainnya.

12

E. Pembahasan Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa D adalah siswi kelas II yang membutuhkan layanan bimbingan dari guru. Bimbingan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Diharapkan bimbingan bukanlah pada hasil yang maksimal bagi pelajaran matematika saja. Tetapi bimbingan menyangkut banyak aspek. Adapun bimbingan yang telah diberikan adalah : 1. Mengarahkan keaktifan siswa Keaktifan siswi D yang negative diarahkan kepada kegiatan yang lebih positif. Diantaranya adalah dengan memberikan kegiatan yang bermakna dalam pembelajaran matematika. Caranya adalah : a. Menulis bilangan bilangan acak pada gambar gambar buah b. Siswi tersebut memotong gmbar gambar buah dan mengurutkan bilangan acak dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya c. Bilangan yang ada pada gambar tersebut kemudian ditempel secara urut 2. Menanamkan konsep yang lebih mudah dipahami Mengurutkan bilangan dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya, membutuhkan penananman konsep yang lebih mudah untuk dipahami namun lebih mudah untuk dipelajari.

13

BAB IV PENUTUP

A. Simpulan Dari hasil pengamatan selama PPL II dan setelah mengadakan bimbingan, cara menumbuhkan minat belajar pada siswa dalam pembelajaran matematika adalah dengan menciptakan iklim belajar yang menarik menyenangkan dan praktis, dengan pembelajaran yang menyenangkan, maka siswa dapat memasukkan unsur permainan dalan pembelajaran matematika. Untuk mengurutkan bilangan dari yang terkecil ke terbesar bilangan dibelakangnya harus lebih besar dari bilangan di depannya, sedangkan untuk mengurutkan bilangan dari yang terbesar ke terkecil, maka bilangan dibelakangnya harus lebih kecil dari bilangan di depannya. B. Saran Berdasarkan simpulan dan masalah yang banyak dihadapi siswa, maka saran yang dapat diberikan kepada penulis adalah sebagai berikut : 1. Penanaman konsep tentang mengurutkan bilangan hendaknya praktis dan mudah diingat 2. Untuk dapat memperoleh hasil maksimal, maka siswa perlu banyak bimbingan serta latihan.

14

3. Ciptakan iklim belajar yang menyenangkan sesuai dengan perkembangan siswa 4. Guru hendaknya memahami karakteristik yang dimiliki oleh setiap siswa

15

DAFTAR PUSTAKA

Kartadinata, Sunaryo.2002. Bimbingan di Sekolah Dasar . Bandung : CV. Maulana L.Marks Jhon,dkk.1988. Metode Pengajaran Matematika untuk Sekolah

Dasar.Jakarta : Erlangga Mugiarso, Heru dkk.2004 Bimbingan dan Konselling. Semarang : UPT MKK UNNES Slameto, dkk. 1997. Pendidikan Matematika II. Semarang : IKIP Suyati, Khafid.M.2004. Matematika 3. Jakarta : Erlangga Suyitno, Amin.2001. Pendidikan Matematika I. Semarang : F MIPA UNNES

16