Anda di halaman 1dari 16

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF Pengaruh interaksi Siswa di Luar Kelas Terhadap Kemampuan Akademis Siswa SMK

Oleh : Yudha Panji Rahman (0905860)

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2012 I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Manusia membutuhkan

sebagai orang

mahluk lain untuk

sosial

akan

selalu guna

berinteraksi

mendapatkan informasi. Oleh sebab itu individu yang satu dengan individu lainya akan saling mempengaruhi akibat informasi yang didapatkan, terlepas dari besar atau kecilnya pengaruh dari interaksi tersebut tetap ada informasi yang disampaikan.

Begitu pula apa yang terjadi di lingkungan sekolah, akan terjadi interaksi yang saling mempengaruhi antara siswa dengan siswa ataupun siswa dengan guru dalam rangka bertukar informasi, ini yang kemudian kita namakan menjadi pergaulan. Keadaan ini bisa jadi berpengaruh terhadap minat siswa terhadap sesuatu yang kemudian akan menjadi minat dan kemudian jika ditekuni dan menghasilkan prestasi.

Isu

isu

atau

informasi

yang

berkenaan dengan

akademis mungkin bisa menjadi salah satu solusi untuk mempertajam minat siswa disekolah untuk kemudian bisa berprestasi.

B. FOKUS MASALAH Interaksi untuk bertukar informasi yang dipandang

akan mempengaruhi minat dari siswa dalam sisi akademis, adalah informasi yang sifatnya aplikatif terhadap materi pelajaran. Dan ini biasanya berlangsung pada sisiwa di SMK. Karna siswa SMK dituntut untuk mengaplikasikan dari materi pembelajarn didalam praktek. Informasi yang bersifat aplikatif tersebut bisa diciptakan sedemikan rupa oleh pihak sekolah guna merangsang siswa untuk bergaul satu sama lain dan saling bertukar informasi.

C. RUMUSAN MASALAH Setelah apa yang telah dikemukakan diatas pada rumusan masalah ada beberapa hal yang bisa dirumuskan untuk penelitian, yang antara lain adalah sebagai berikut ; 1. Adakah informasi yang menyangkut materi pelajaran ataupun akademis dalam pergaulan disekolah?
2. Seberapa seringkah informasi yang menyangkut

materi

pelajaran

ataupun

akademis

disampaikan dalam pergaulan disekolah? 3. Seberapa materi jauh informasi yang menyangkut akademis

pelajaran

ataupun

mempengaruhi minat siswa dalam belajar?


4. Siapa sajakah yang turut berperan daalam

penyebaran informasi yang menyangkut materi pelajaran ataupun akademis?

5. Seberapa besar peran sekolah dalam pergaulan disekolah dalam menyampaikan informasi untuk merangsang minat siswa dalam belajar?

D.

TUJUAN PENELITIAN Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah untuk

menemukan jawaban atas apa yang menjadi maslah yang telah dikemukakan diatas adapun secara khususnya antara lain; 1. Mengetahui adakah informasi yang menyangkut materi pelajaran ataupun akademis dalam pergaulan disekolah. 2. Mengetahui seberapa seringkah informasi yang menyangkut materi pelajaran ataupun akademis disampaikan dalam pergaulan disekolah. 3. Mengetahui seberapa jauh informasi yang

menyangkut materi pelajaran ataupun akademis mempengaruhi minat siswa dalam belajar.
4. Mengetahui siapa saja yang turut berperan

dalam penyebaran informasi yang menyangkut materi pelajaran ataupun akademis?


5. Mengetahui

seberapa pergaulan

besar

peran

sekolah dalam

dalam

disekolah

menyampaikan informasi untuk merangsang minat siswa dalam belajar.

Apa yang diketahui diatas kemudian akan dikembangkan untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih optimal.

E.

MANFAAT PENELITIAN Hasil dari penelitian yang dilakukan ini diharapkan

bisa membantu memberi solusi guna meningkatkan minat dan bakat siswa terhadap pelajarn dan kemudian bisa berprestasi. Karna pada dasarnya pergaulan disekolah bisa dimanfaatkan untuk merangsang minat siswa.

II.

STUDI KEPUSTAKAAN

A. DEFINISI INTERAKSI

Selain karena factor kebutuhan yang timbul dari dalam dirinya yang tercakupdalam kebutuhan mendasar, kebutuhan sosial dan kebutuhan integrative, manusia juga mempunyai naluri untuk selalu hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain. Hal ini disebut dengan naluri gregariousness. Dengan demikian, factorfaktor yang mendorong manusia unutk hidup bersama dengan orang lain adalah sebagai berikut: a. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya b. Dorongan untuk mempertahankan diri c. Dorongan untuk meneruskan generasi atau keturunan d. Dorongan untuk hidup bersama yang diwujudkan dalam bentuk:

- Hasrat untuk menjadi satu dengan manusia sekelilingnya, dan Hasrat untuk menjadi satu dengan suasana alam sekitarnya Upaya manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan mendasar, sosial dan intgraif dilakukan melalui suatu prosesyang disebut dengan interaksi sosial. Menurut Kinball Young dan Raymond W. Mack, interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial. Oleh karena itu, tanpa intaraksi sosial tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Menurut Gillin dan Gillin, interaksi sosial adalah suatu hubungan sosial yang dinamis antara perorangan, antar individu, dan antar kelompok manusia. Dari pengertian tersebut, kita dapat membedakan pola-pola interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dalam wujud sebagai berikut: a. Interaksi sosial antar individu Apabila dua individu bertemu, proses intaraksi pun dimulai pada saat mereka saling mengur, berjabat tangan, dan berkomunikasi. Walaupun dua individu yang bertatap muka itu tidak saling mengadakan aktivitas, sebenarnya interaksi sosial telah terjadi karena masing-masing pihak sadar akan adanya pihka lain yang menyebabkan perubahan perasaan dan syaraf orang-orang yang bersangkutan. b. Interaksi sosial antar individu dan kelompok ditunjukkan dalam contoh seorang guru yang sedang mengadakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Pada tahap awal, guru mencoba menguasai kelasnya sehingga proses interaksi sosial akan berlangsung dan berjalan seimbang antara guru dan kelomok siswa. Wujud interaksi sosial semacam ini dapat c. Interaksi sosial antar kelompok manusia

Bentuk interaksi semacam ini menunjukkan bahwa kepentingan individu dan kelompok merupakan suatu kesatuan dan berhubungan dengan individu dalam kelompok lain Misalnya antara dua keluarga yang sebelumnya belum mengenal, kemudian dua keluarga tersebut menjadi satu keluarga besar setelah terjadi ikatan perkawinan di antara keluarga tersebut. Dari bentuk pola-pola interaksi di atas, dapat disimpulkan interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang 2. Adanya komunikasi antarpelaku dengan menggunakan symbolsimbol atau lambang 3. Adanya dimensi waktu yang meliputi masa lalu, masa kini, dan yang akan datang 4. Adanya tujuan yang akan dicapai dan hasil-hasil intaraksi sosial tersebut

B. DEFINISI PRESTASI BELAJAR

Kemampuan keberhasilan

intelektual dalam

siswa

sangat

menentukan Untuk

siswa

memperoleh prestasi.

mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar maka perludilakukan suatu evaluasi, tujuannya untuk mengetahui prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung. Adapaun prestasi dapat diartikan hasil diperoleh karena adanya aktivitas belajar yangtelah dilakukan. Namun banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan belajar adalah mencari ilmu dan menuntut ilmu. Ada lagi yang lebih khusus mengartikan bahwa belajar adalah menyerap Pengetahuan. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam

tingkah laku manusia. Proses tersebut tidak akan terjadi apabila tidak ada suatu yang mendorong pribadi yang bersangkutan. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri. Untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai dengan pandangan yang mereka anut. Namun dari pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan. Sehubungan dengan prestasi belajar, prestasi Poerwanto yaitu Winkel (1986:28) hasil memberikan oleh pengertian dalam atau belajar yangdicapai

seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan raport.Selanjutnya kemampuan menurut (1996:162) dalam mengatakan melakukan adalah: bahwa prestasi belajar adalah suatu buktikeberhasilan belajar seseorang sesuai S. siswa bobot kegiatan belajarnya Sedangkan dan dengan Nasution belajar yang dicapainya. belajar

prestasi

Kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir,merasa berbuat. Prestasi dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif, affektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteriatersebut.Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakantingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, sesuai menolak dengan dan tingkat menilaiinformasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaranyang

dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain; faktor yangterdapat dalam diri siswa (faktor intern), dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor ekstern).

III.

METODE PENELITIAN

A. METODE

KUALITATIF

DAN

ALASAN

MENGGUNAKAN

METODE KUALITATIF Metode kualitaif digunakan dalam penelitian ini karena kaitanya dengan pergaulan atau saling tukar informasi tidak akan efektif jika menggunakan metode kuantitaif, karena pada contoh kasus ketika ingin mengetahui sejauh mana pengaruh pergaulan siswa dalam berbagi informasi tidak akan cukup dengan penelitian kuantitaif. Oleh karena itu dipilihlah metode kualitatif agar kemudian hasil penelitian bisa maksimal

B.TEMPAT PENELITIAN

Penelitian akan dilakukan di SMK X dikota bandung, alasan mengapa menggunakan sekolah tersebut sebagai tempat penelitian adalah letaknya yang berada di pusat kota karena biasanya siswa yang berada di pusat koat mempunyai tingkat sosialitas atau pergaulan yang tinggi selain itu wawasan mereka dianggap lebih luas yang kemudian berpengaruh terhadap interaksi dalam berpengaruh dalam pertukaran informasi.

C. INSTRUMEN PENELITIAN Dalam penelitian ini saya adalah yang meneliti merupakan instrumen penilai, dikarenakan penelitian ini dilakukan untuk tugas yang bersifat individual. Sehingga saya sendiri yang harus menjadi instrumen peneliti. Kemudian untuk mendapatkan data yang diperlukan. Pengajuan angket atau quisioner akan dilakukan. D. SAMPEL DAN SUMBER DATA

1. Data Primer Menurut S. Nasution data primer adalah data yang dapat diperoleh lansung dari lapangan atau tempat penelitian. Sedangkan menurut Lofland bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan . Kata-kata dan tindakan merupakan sumber data yang diperoleh dari lapangan dengan mengamati atau mewawancarai. Peneliti menggunakan data ini sebagai informasi langsung yang didapatkan dari lapangan mengenai seperti apa pergaulan atau interaksi betukar informasi yang bersifat aplikatif dalam materi pelajaran yang dilakukan di sekolah X. 2. Data sekunder

Data ini di dapatkan dari dokumen sekoalah atau yang lainya yang sifatnya dokumen mengenai pergaulan siswa ataupun catatan prestasi siswa guna memperlengkap pengetahuan peneliti di lapangan.

3. Sampel

Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan teknik snowball sampling untuk mengambil sampling, dikarenakan peneliti beranggapan bahwa siswa di SMK x mempunyai pegaulan atau interaksi dalam bertukar informasi yang harus diketahui. Dan peneliti belum mengenal satu persatu siswanya. Dan sampel akan terus dicari untuk mendapatkan data yang memuaskan.

E. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Pengumpulan data adalah tahap yang sangat penting dalam penelitian sehingga peneliti harus berusaha sekuat mengkin agar data yang didapatkan adalah data yang valid. Adapun teknik yang dilakukan oleh peneliti antara lain ;

1. Wawancara

Wawancara

adalah

teknik

yang

dilakukan

untuk

mendapatkan informasi sebagai data dengan metode tanya jawab. Dilakukan secara face to face atau bertatap muka langsung dan wawancara dipandu berdasarkan pertanyaan pertanyaan yang telah disiapkan.

2. Angket atau Quisioner

Teknik ini dilakukan untuk mendapatkan data lebih banyak dan dengan pertanyaan yang seragam. Dan peneliti tidak harus bertatap muka secara langsung dengan siswa sat persatu.

3. Dokumentasi.

Dokumentasi bisa dijasikan salah satu sumber dat, data ini bisa berasal dari tulisan, anotulen atau sebgaianya. Sebagai alha satu contoh, apakah pihak sekolah pernah menyelenggarakan workshop atau seminar. Karna lewat workshop atau seminar bisa menjadi salah satu penyebaran informasi dan merangsang pergaulan siswa di sekolah dalam lingkup akademis.

F.TEKNIK ANALISIS DATA

Pada tahap ini dilakukan oleh peneliti guna pengerucutan atau pengeklompokan data untuk kemudian bisa memnagambil kesimpulan sementara. Data yang dianalisis bersumber dari hasil wawancara, hasil angket atau quisioner, dan juga dari hasil pecarian dokumen. Dan pengelompokan data dilakukan agar data menjadi informasi yang terstruktur.

1. Analisis Sebelum di Lapangan Analisis ini dilakukan ini sebelum masuk kelapangan, yaitu

melakukan penentuan focus penelitian diamana pada penelitian focus yang diambil peneliti adalah interkasi Informasi yang bersifat aplikatif yang dipandang akan mempengaruhi minat dari siswa dalam sisi akademis. 2. Analisis selama di lapangan Analisis ini dilakukan setelah data hasil penelitian

didapatkan mengenai interkasi Informasi yang bersifat aplikatif yang dipandang akan mempengaruhi minat dari siswa dalam sisi akademis, jaka data yang didapatkan dirasa kurang memuaskan oleh peneliti maka akan dilakukan perpanjangan penelitian sampai didapatkan data yang dirasa cukup.

G.

RENCANA PENGUJIAN KEABSAHAN DATA

Menuru prof dr sugiyono dalam dalam bukunya metode penelitian pendidikan mengatakan bahwa yang utama adalah uji kredibilitas data. Uji kredibilitas dilakukan dengan: perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, member check, dan analisis kasus negatif. 1. Uji kredibilitas Peneliti melakukan uji kredibilitas tersebut untuk

memastiakan data yang didapatkan sesuai dengan keadaan

sebanarnya. Salah satu cara yang akan dilakukan oleh peneliti adalah datng langsung pada saat pengambilan data. IV. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN

A.

Organsisai penelitian

Organisasi dari penelitian ini, peneliti merupakan peneliti tunggal . jadi semua hal yang menyangkut penelitian dilapangan dilakukan sendiri. Pengumpul data, bendahara dan tenaga administrasi dilakukasn sendiri oleh peneliti.

B.Jadwal penelitian Penelitian kualitatif penelitian, maka disusun memerlukan waktu yang cukup lama jadwal yang effisien. Adapan jadwal

oleh karena itu untuk bisa memperkirakan agenda dan lamanya penelitian ini adalah sebgai berikut. JADWAL PENELITIAN No. 1. 2.. Kegiatan Penyusunan Proposal Memasuki lapangan, grand tour dan minitour question, analisis 3. domain Menentukan fokus. Bulan ke: 3 4 5

Minitour question, 4 6 7 8 9. analisis taksonomi Tahap pengambilan sampel dan data Uji keabsahan data Membuat draf laporan penelitian Diskusi draf laporan Penyempurnaan laporan

V.

BIAYA YANG DIBUTUHKAN

Dalam penelitian ini banyak sekali haying harus dipenuhi salah satunya adalah biaya yang diperlukan untuk melakukan penelitian, adapaun biaya yang diperlukan tersebu antara lain.

1. Biaya transfortasi 2. Biaya administrasi.


3. Biaya pembuatan kuisioner untuk memperoleh data