Anda di halaman 1dari 12

TEORI SELF DISCLOSURE

Kelompok 2: 1. Annisa Dwiputri 2. Toar Worang 3. Asep Santoso


Mata Kuliah: Teori Komunikasi Dosen: Dr. Farid Hamid, S.Sos, Msi.

Ilmu Komunikasi Public Relation Universitas Mercu Buana Jakarta 2012

Pendahuluan
Teori Self Disclosure ditemukan oleh Sydney Marshall Jourad (lahir 21 Januari 1926 di Toronto, Kanada). Dia pernah menjabat sebagai President of The Assosiation for Humanistic Psychology. Teori Self Disclosure kemudian dikembangkan oleh Josepf Luft dan Harry Ingham pada tahun 1955. Mereka mengembangkan teori ini untuk menjelaskan hubungan antara konsep diri dan membuka diri dalam sebuah model yang mereka namakan Johari Window (Jendela Johari).

Pengertian
Self disclosure atau penyingkapan diri adalah suatu bentuk komunikasi interpersonal yang didalamnya terdapat proses sharing atau berbagi informasi tentang diri sendiri kepada orang lain. Informasi yang disampaikan dapat berupa ide, pikiran, gagasan, pengalaman pribadi, perasaan, impian maupun masa depan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan proses self disclosure ialah waktu, tempat dan tingkat keakraban.

Mengapa seseorang perlu menyingkapkan dirinya?


Penyingkapan diri sendiri merupakan suatu usaha untuk membiarkan keotentikan memasuki hubungan sosial kita, maka hal ini berkaitan erat dengan pengembangan konsep diri. Pengetahuan tentang diri akan meningkatkan komunikasi, dan pada saat yang sama, berkomunkasi dengan orang lain meningkatkan pengetahuan tentang diri kita. Dengan membuka diri, konsep diri menjadi lebih dekat pada kenyataan. Bila konsep diri sesuai dengan pengalaman kita, kita akan lebih terbuka untuk menerima pengalaman-pengalaman dan gagasan-gagasan baru, lebih cenderung menghindari sikap defensif, dan lebih cermat memandang diri kita dan orang lain.

Johari Window
Proses mengenal diri dapat dilakukan tidak hanya dengan mencoba mengamati dan mengerti diri sendiri namun dapat melalui interaksi yang dilakukan dengan orang lain. Hubungan antara diri pribadi dengan orang lain tersebut dijelaskan secara lebih rinci dalam Johari Window. Johari Window dibagi atas 4 jendela/ bidang/ kamar/ kuadran yakni, daerah terbuka (open area), daerah tersembunyi (hidden area), daerah buta (blind area), dan daerah tak dikenal (unknown area).

Kamar 1:
Kamar pertama disebut daerah terbuka (open area), meliputi perilaku, perasaan, motivasi, serta informasi apa saja yang kita ketahui dan diketahui orang lain. Pada daerah inilah kita sering melakukan pengelolaan pesan yang sudah kita bicarakan.

Kamar 2:
Kamar kedua disebut daerah tersembunyi (hidden area), meliputi perilaku, perasaan, motivasi serta informasi yang diketahui oleh diri kita sendiri, tetapi tidak diketahui oleh orang lain. Biasanya hal-hal yang disimpan di daerah ini bersifat sangat pribadi atau

Kamar 3:
Kamar ketiga disebut daerah buta (blind area), meliputi perilaku, perasaan, motivasi dan informasi yang diketahui oleh orang lain, tetapi tidak diketahui oleh diri kita sendiri.

Kamar 4:
Kamar keempat disebut daerah tak dikenal (unknown area), meliputi perilaku, perasaan, motivasi dan informasi yang tidak diketahui atau disadari, baik oleh kita maupun oleh orang lain.

Kelebihan dan Kekurangan Teori Self Disclosure

Kelebihan: Dalam proses penyingkapan diri, kita bisa mendengarkan pengalaman orang lain yang nantinya bisa dijadikan sebagai pelajaran bagi kehidupan kita. Kita juga bisa mengetahui seperti apa diri kita dalam pandangan orang lain. Dengan begitu kita dapat melakukan introspeksi diri dalam berhubungan.

Kelebihan dan Kekurangan Teori Self Disclosure

Kekurangan: Tidak semua orang dapat menanggapi apa yang kita sampaikan, bahkan bisa terjadi salah paham sehingga menimbulkan sebuah masalah yang baru. Ketika seseorang telah mengetahui diri kita, ia bisa saja memanfaatkan apa yang telah dia ketahui tentang diri kita tersebut.

Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai