Anda di halaman 1dari 27

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan bertujuan untuk berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Berdasarkan tujuannya, maka tidak hanya diperlukan pembelajaran di dalam kelas saja tetapi juga diperlukan pembelajaran dalam laboratorium, sehingga tujuan bisa tercapai untuk membentuk siswa agar cakap, kreatif dan mandiri. Tetapi laboratorium yang ada sebaiknya memenuhi standart laboratorium IPA, sehingga bisa tercapai tujuan yang diinginkan. Dan dengan adanya observasi laboratorium yang merupakan syarat dari mata kuliah manajemen laboratorium ini bisa mengobservasi apakah sekolah tersebut sudah memenuhi standart laboratorium IPA sesuai dengan peraturan menteri pendidikan nasional. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana struktur gedung laboratorium Fisika SMP Negeri 20 Malang? 2. Bagaimana perlengkapan laboratorium Fisika SMP Negeri 20 Malang? 3. Bagaimana organisasi laboratorium Fisika SMP Negeri 20 Malang? 4. Bagaimana administrasi laboratorium Fisika SMP Negeri 20 Malang? 5. Bagaimana pengelolaan, pemeliharaan dan pendayagunaan laboratorium Fisika SMP Negeri 20 Malang? 6. Bagaimana monitoring dan evaluasi laboratorium Fisika SMP Negeri 20 Malang? C. Tujuan 1 Mengetahui struktur gedung laboratorium Fisika SMP Negeri 20 Malang? 2 Mengetahui perlengkapan laboratorium Fisika SMP Negeri 20 Malang? 3 Mengetahui organisasi laboratorium Fisika SMP Negeri 20 Malang? 4 Mengetahui administrasi laboratorium Fisika SMP Negeri 20 Malang? 5 Mengetahui pengelolaan, pemeliharaan dan pendayagunaan laboratorium Fisika SMP Negeri 20 Malang? 6 Mengetahui monitoring dan evaluasi laboratorium Fisika SMP Negeri 20 Malang? D. Kegunaan 1. Mengetahui apakah laboratorium fisika di SMA Negeri 1 Blitar sudah memenuhi standart laboratorium IPA sesuai dengan peraturan menteri pendidikan nasional.

2. Mengetahui kelemahan dan kelebihan laboratorium fisika sehingga bisa digunakan sebagai media perbaikan apabila masih terdapat kekurangan dan sebagai pemeliharaan terhadap apa yang sudah tercapai dengan baik selama ini. 3. Memberi pengetahuan baru tentang laboratorium yang mungkin belum diketahui oleh pihak sekolah sehingga bisa digunakan untuk perbaikan ke depannya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Konsep Dasar Laboratorium Standart laboratorium IPA berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan Nasional adalah ruang laboratorium IPA meliputi: 1. Fungsi laboratorium 2. Ukuran laboratorium 3. Fasilitas laboratorium 4. Jenis, rasio, dan deskripsi sarana laboratorium IPA Dalam konteks laboratorium, pengelolaan menyangkut beberapa aspek, yaitu: a. Perencanaan b. Penataan c. Pengadministrasian d. Pengamanan, perawatan dan pengawasan B. Perencanaan Laboratorium IPA 1. Penentuan Lokasi a. Limbah Sesuai dengan fungsinya, laboratorium IPA merupakan suatu tempat terjadinya proses belajar mengajar IPA dengan menggunakan fasilitas peralatan dan bahan praktikum serta dengan berbagai macam kegiatannya. Dari kegiatan-kegiatan tersebut tentu akan menghasilkan limbah sebagai sisasisa kegiatan laboratorium tersebut. Limbah tersebut bisa berupa benda padat, cair atau gas atau uap. Untuk itu perlu dipikirkan bagaimana agar limbahlimbah itu tidak sampai mencemari lingkungan. b. Keamanan dan kenyamanan Faktor keamanan yang dimaksud di sini adalah keamanan laoratorium dari pencurian dan keamanan terhadap kecelakaan kerja. Lokasi laboratorium hendaknya dirancang atau ditentukan di tempat yang aman dari pencurian dan di lokasi yang memudahkan untuk pengamanan/ pemindahan barangbarang ketika terjadi kecelakaan kerja seperti kebakaran Berikutnya adalah faktor kenyamanan yaitu kenyamanan dalam pemakaian laboratorium yang meliputi pencahayaan, sirkulasi udara yang lancar. Pencahayan yang memadai dan sirkulasi udara yang lancar akan menyebabkan kenyamanan siswa selama praktikum. Karena dengan sisrkulasi yang baik tidak akan terjadi pencemaran udara yang dapat disebabkan polusi dari luar sekolah atau juga dari laboratorium lain, missalnya adalah sisa hasil praktikum dari laboratorium kimia yang berupa

gas-gas kimiawi. Apabila posisi laboratorium berada pada arah angin maka pencemaran akan mudah terjadi sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar. Untuk menjaga agar sirkulasi udara menjadi lancar maka perlu dibuatkan ventilasi yang cukup memadai. Selain itu juga harus memilih tempat yang tidak lembab, sebab jika kondisi laboratorium yang lembab maka akan menyebabkan kerusakan pada peralatan yang peka terhadap air. Untuk mengurangi kelembaban pada ruangan laboratorium maka laboratorium harus dirancang sedemikian rupa sehingga faktor pencahayaan yang baik akan mengurangi tingkat kelembaban sehingga menjaga kenyamanan. c. Listrik Lokasi laboratorium hendaknya mudah dijangkau oleh oleh sumber listrik PLN, jika terpaksa harus digunakan generator. Penggunaan generator akan menimbulkan limbah mesin yang harus diperhatikan agar tidak menimbulkan pencemaran di laboratorium. Listrik menjadi kebutuhan yang penting dalam laboratorium terutama fisika sebab banyak alat-alat yang bekerja menggunakan tenaga listrik. Selain itu juga untuk penerangan jika kondisinya laboratorium gelap. d. Air Laboratorium hendaknya jauh dari sumber air bersih karena laboratorium menghasilkan limbah yang dapat mencemari sumber air tersebut. Akan tetapi di sisi lain laboratorium sangat memerlukan air bersih untuk menunjang kelancaran kegiatan praktikum. Untuk itu perlu pengaturan sistem penyaluran air yang baik yaitu mengambil air bersih dari sumber air yang letaknya jauh dari laboratorium kemudian dibuatkan tangki penampung untuk disalurkan ke laboratorium atau dapat juga menggunakan air dari PDAM. Selain menjauhkan dari sumber air bersih pembuangan limbar cair harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan pencemaran terhadap sumber air bersih jika memang laboratorium dekat dengan sumber air bersih. 2. Perencanaan gedung laboratorium Ruang-ruang yang harus ada dalam suatu gedung laboratorium Fisika adalah: a. Ruang Kegiatan Belajar Mengajar.

Ruang kegiatan belajar mengajar yang lazim disebut ruang praktikum berisi perlengkapan laboratorium antara lain meja/ kursi praktikum, meja/ kursi pembimbing, almari alat/ bahan praktikum dan rak-rak. Di dalam ruang ini juga harus dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran dan alat peraga pendidikan. Ruang praktikum hendaknya berkapasitas 40 siswa. Jika ruang gerak tiap siswa kira-kira 2,5 m2, maka luas ruang ini kirakira 402,5 m2 = 100 m2. Ukuran ruang gerak ini tidak mutlak, dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Yang terpenting adalah luas gerak siswa tidak terlalu sempit, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Ruangan ini seyogyanya berbentuk bujur sangkar, agar jarak antara meja demonstrasi yang ada di depan ruang tidak terlalu jauh dengan siswa yang berada di deretan paling belakang. Ruang praktikum hendaknya diberi sirkulasi udara yang memadai sehingga laboratorium dapat terbebas dari faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan dan ketidaknyamanan. Ventilasi ini dapat dibuat dengan cara membuat jendela yang lebar dan pintu yang membuka kearah luar.

b. Ruang Persiapan Ruang ini dipersiapkan sebagai tempat para guru pembimbing kegiatan laboratorium bersama laboran mempersiapkan segala kebutuhan seting alat dan bahan kegiatan. Ukuran ruangan ini kira-kira 15 m2 s.d 20 m2. c. Ruang Gudang. Ruang ini digunakan untuk menyimpan alat-alat, bahan-bahan dan peralatan yang masih belum digunakan. Agar gudang ini dapat diisi dengan almari dan rak maka sebaiknya ukuran ruang ini kurang lebih sekitar 4 m 5 m atau 20 m2. d. Ruang Gelap. Ruang ini digunakan untuk percobaan-percobaan optika atau untuk pemrosesan fotografi. Ukuran ruang ini kira-kira 3 m2. e. Ruang Timbang Ruang ini digunkan khusus untuk keperluan menimbang bahan-bahan yang diperlukan dalam praktikum ruang ini sekaligus untuk menyimpan timbangan itu sendiri. 2. Perlengkapan Laboratorium Perlengkapan laboratorium fisika yang harus dimiliki Sekolah Menengah Atas (SMA) tercantum dalam PP. No. 24 tahun 2007 tentang standard sarana dan prasarana SMA adalah sebagai berikut.

Tabel 2.1 Jenis, Rasio, dan Deskripsi Sarana laboratorium Fisika No 1 1.1 Jenis Perabot Kursi 1 buah/peser ta didik ditambah 1 buah/guru 1.2 Meja kerja 1 buah/ 7 peserta didik Kuat dan stabil. Ukuran memadai untuk menampung kegiatan peserta didik secara berkelompok maksimum 7 orang 1.3 Meja demonstrasi 1 buah/ lab Kuat dan stabil. untuk dan Luas meja Kuat, stabil dan mudah dipindahkan. Rasio Deskripsi

memungkikan demonstrasi

melakukan menampung

peralatan dan bahan yang diperlukan. Tinggi memungkinkan seluruh peserta didik dapat mengamati percobaan yang didemonstrasikan. 1.4 Meja persiapan 1 buah/ lab Kuat dan stabil. Ukuran memadai untuk menyiapkan materi percobaan. 1.5 Lemari alat 1 buah/ lab Tertutup dan dapat dikunci. Ukuran memadai untuk menampung semua alat. 1.6 Lemari bahan 1 buah/ lab Tertutup dan dapat dikunci. Ukuran memadai untuk menampung semua ahan dan tidak mudah berkarat.

1.8

Bak cuci

1 buah/ 2 kelompok

Tersedia air bersih dalam jumlah yang

ditambah 1 buah di ruang persiapan 2 2.1 Peralatan pendidikan Bahan dan alat ukur dasar 2.1.1 Mistar 6 buah / lab

memadai

Panjang minimal 50 cm, skala terkecil 1mm.

2.1.2

Rolmeter

6 buah/ lab

Panjang minimal 10 cm, skala terkecil 1mm.

2.1.3

Jangka sorong

6 buah/ lab

Ketelitian 0,1 mm.

2.1.4

Mikrometer

6 buah/ lab

Ketelitian 0,01 mm.

2.1.5

Kubus massa sama

6 set/ lab

Massa 100 g (2%), 4 jenis bahan.

2.1.6

Silinder massa sama

6 set/ lab

Massa 100 g (2%), 4 jenis bahan.

2.1.7

Plat

6 set/ lab

Terdapat kail penggantung, bahan logam 4 jenis.

2.1.8

Beban bercelah

10 buah/ lab

Massa antara 5-20 g, minimum 2 nilai massa, terdapat fasilitas pengait.

2.1.9

Neraca

1 buah/ lab

Ketelitian 10 mg.

2.1.10

Pegas

6 buah/ lab

Bahan baja pegas, minimum 3 jenis.

2.1.11

Dynamometer (pegas presisi)

6 buah/ lab

Ketelitian 0,1 N/cm.

2.1.12

Gelas ukur

6 buah/ lab

Bahan borosilikat. Volume antar 100-1000ml.

2.1.13

Stopwatch

6 buah/ lab

Ketelitian 0,2 detik.

2.1.14

Thermometer

6 buah/ lab

Tersedia benang penggantung. Batas ukur 10-110 C.

2.1.15

Gelas beaker

6 buah/ lab

Bahan borosilikat. Volume antar 100-1000ml, terdapat 3 variasi volume.

2.1.16

Garputala

6 buah/ lab

Bhan baja. Minimum 3 variasi frekuensi.

2.1.17

Multimeter AC/DC

6 buah/ lab

Dapat mengukur tegangan, arus, dan hambatan. Batas minimum ukur arus 100 mA5A. Batas minimum ukur tegangan untuk DC 100 mV-50 V. Batas minimum ukur tegangan untuk AC 0-250 V.

2.1.18

Kotak

6 buah/ lab

Disipasi maksimum 5 watt.

potensiometer 2.1.19 Osiloskop 1 set/ lab

Ukuran hambatan 50 om. Batas ukur 20 MHz, dua kanal, beroperasi X-Y, tegangan masukan 220 volt, dilengkapi probe intensitas, tersedia buku petunjuk.

2.1.20

Generator frekuensi

6 buah/ lab

Frekuensi luaran dapat diatur dalam rentang audio. Minimum 4 jenis bentuk gelombang dengan catu daya 220 volt. Mampu menggerakkan speaker dengan daya 10 watt.

2.1.21

Pengeras suara

6 buah/ lab

Tegangan masukan 220 volt, daya maksimum keluaran 10 watt.

2.1.22

Kabel penghubung

1 set/ lab

Panjang minimum 50 cm, dilengkapi plug diameter 4 mm. Terdapat 3 jenis warna: hitam, merah, dan putih, masing-masing 12 buah.

2.1.23

Komponen elektronika

1 set/ lab

Hambatan tetap antara 1 ohm - 1 M ohm, disipasi 0,5 watt masing-masing 30 buah, mencakup LDR, NTC, LED, tramsistor dan lampu neon masingmasing minimum 3 macam.

2.1.24

Catu daya

6 buah/ lab

Tegangan dilengkapi

masukan pengaman,

220

volt,

tegangan

keluaran antara 3-12 V, minimum ada 3 variasi tegangan keluaran. 2.1.25 Transformator 6 buah/ lab Teras inti dapat dibuka. Banyak lilitan antara 100-1000.

Banyak lilitan minimum ada 2 nilai. 2.1.26 Magnet U 6 buah/ lab

2.2

Alat percobaan

2.2.1

Percobaan Atwood atau

6 set/ lab

Mampu menunjukkan fenomena dan memberikan data GLB dan GLBB. Minimum dengan 3 kombinasi nilai massa beban. Mampu menunjukkan fenomena dan

6 set/ lab Percobaan Kereta dan Pewaktu Ketik 2.2.2 Percobaan papan luncur 6 set/ lab

memberikan data GLB dan GLBB. Lengkap dengan pita perekam.

Mampu menunjukkan fenomena dan memberikan data gerak benda pada bidang miring. Kemiringan papan dapat diubah, lengkap dengan katrol dan balok. Minimum dengan 3 nilai koefisien gesekan.

2.2.3

Percobaan ayunan sederhana

6 set/ lab

Mampu menunjukkan fenomena ayunan dan memberikan data pada pengukuran percepatan gravitasi. Minimum dengan tiga nilai panjang

atau percobaan getaran pada 6 set/ lab

ayunan dan tiga nilai massa beban. Mampu menunjukkan fenomena ayunan dan memberikan data pada

pegas

pengukuran percepatan gravitasi. Minimum dengan tiga nilai konstanta dan tiga nilai massa beban.

2.2.4

Percobaan Hooke

6 set/ lab

Mampu

memberikan hukum minimum

data Hooke 3

untuk dan nilai

membuktikan menentukan

konstanta pegas. 2.2.5 Percobaan kalorimeter 6 set/ lab Mampu memberikan data untuk membuktikan hukum kekalan energi panas serta menentukan kapasitas panas kalorimeter dan kalor jenis minimum tiga jenis logam. Lengkap dengan pemanas, bejana dan kaki tiga, jaket isolator, pengaduk dan thermometer. 2.2.6 Percobaan bejana berhubungan 2.2.7 Percobaan optik 6 set/ lab 6 set/ lab Mampu memberikan data untuk

membuktikan hukum fluida statik dan dinamik. Mampu menunjukkan fenomena sifat bayangan dan memberikan data tentang keteraturan hubungan antara jarak benda, jarak bayangan dan jarak fokus cermin cekung, cermin cembung, lensa cekung, dan lensa cembung. Masing-masing minimum dengan tiga nilai jarak fokus.

2.2.8

Percobaan resonansi atau

6 set/ lab

Mampu menunjukkan fenomena resonansi dan memberikan data kuantisasi panjang gelombang, minimum untuk tiga nilai frekuensi.

Mampu memberikan data hubungan sonometer 6 set/ lab antara frekuensi bunyi suatu dawai dengan tegangannya, minimum untuk tiga jenis dawai dan tiga nilai tegangan. 2.2.9 Percobaan hokum ohm 6 set/ lab Mampu memberikan data keteraturan hbungan antara arus dan tegangan minimum untuk tiga nilai hambatan. 2.2.10 Manual percobaan 6 set/ lab

3 3.1

Media pendidikan Papan tulis 1 buah/ lab Ukuran minimum 90 cm x 200 cm. Ditempatkan pada posisi yang memungkinkan seluruh peserta didik melihatnya dengan jelas.

4 4.1

Perlengkapan lain Soket listrik 9 buah/ lab 1 soket tiap meja peserta didik, 2 soket di meja de3mo, 2 soket di ruang persiapan.

4.2

Alat pemadam kebakaran

1 buah/ lab

Mudah dioperasikan.

4.3

Peralatan PPPK

1 buah/ lab

Terdiri dari kotak P3K dan isinya tidak kadaluarsa termasuk obat P3K untuk luka bakar dan luka terbuka.

4.4

Tempat sampah

1 buah/ lab

4.5

Jam dinding

1 buah/ lab

Sumber: PP No.24 tahun 2007 tentang standard sarana prasarana sekolah.

A. Organisasi Laboratorium IPA 1. Struktur Organisasi Laboratorium Struktur organisasi laboratorium minimal melibatkan personal yang meliputi: a. Kepala sekolah b. Wakil Kepala Sekolah (Kurikulum dan Prasarana/ Sarana) c. Tata Usaha (Sie Perlengkapan) d. Guru IPA (Pengelola dan Pembimbing).

Contoh struktur organisasi tersebut adalah


Kepala Sekolah

Wakil kepala sekolah

Tata Usaha

Pengelola Laboratorium

Laboran

Guru Pembimbing Praktikum

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Laboratorium Sumber: Sumarjono, 1999 : 12 2. Administrasi Laboratorium Kegiatan administrasi meliputi administrasi umum dan administrasi khusus. a. Administrasi Umum Dalam kegiatan administrasi umum meliputi hal-hal sebagai berikut: 1) Menyusun jadwal pemakaian laboratorium untuk kegiatan praktikum. Jadwal kegiatan pemakaian laboratorium disesuaikan dengan jadwal pekajaran bidang studi. Untuk pemakaian di luar jadwal bidang studi, jadwalnya disesuaikan dengan waktu yang telah ditetapkan oleh guru pembimbing praktikum. Dalam penyusunan jadwal, data yang diperlukan meliputi: a). jumlah kelompok praktikan b). waktu praktikum yang diminta c). kapan dimulainya d). jenis praktikum/ demonstrasi e). jumlah praktikum/ demonstrasi f). jumlah kelompok yang acara praktikumnya sama. Penyusunan jadwal ini nantinya berkaitan dengan pengaturan dan persiapan laboratorium oleh laboran. 2) Pendokumentasian/ pengarsipan. Yang termasuk dalam kegiatan ini adalah: a). Penyimpanan berkas lembar kegiatan siswa 5 tahun ke belakang. b). Penyimpanan data hasil praktikum/ percobaan siswa. c). Penyimpanan berkas nilai praktikum d). Penyimpanan berkas tata tertib laboratorium

e). Penyimpanan berkas jadwal kegiatan/ pemakaian laboratorium f). Penyimpanan buku kepustakaan yang diperlukan sebagai acuan kegiatan praktikum, dan sebagainya. 3) Keuangan. Laboratorium hendaknya memiliki kas/ keuangan untuk membeli bahan-bahan habis pakai yang sangat penting guna memperlancar pelaksanaan kegiatan praktikum. b. Kegiatan Administrasi Khusus Kegiatan ini meliputi antara lain: 1) Inventarisasi alat praktikum/ peraga/ perlengkapan laboratorium. Dalam penginventarisan ini diperlukan buku inventaris: a) Yang berisi hal-hal yang memudahkan untuk mengecek/ mencari alat/ bahan yang diperlukan. b) Yang dapat memilah-milah jenis peralata/ bahan berdasarkan fungsinya dan melengkapinya dengan sandi. c) Yang memuat jumlah masing-masing jenis alat, keterangan tentang letak penyimpanannya dengan cara memberi nomor almari/ nomor rak almari dan kondisi alat rusak/ baik. Buku inventaris ini setiap tahun harus ditinjau kembali, karena ada kemungkinan terjadi perubahan alat baru atau ada pengurangan akibat terjadi alat yang pecah. Untuk mempermudah laboran, maka diperlukan buku pencatatan alat yang rusak atau pecah yang meliputi data sebagai berikut: a). Kode/ sandi alat yang rusak/ pecah b). Hari, tanggal, bulan, tahun pecah/ rusak c). Kondisi kerusakan (bisa diperbaiki/ tidak) d). Identitas yang memecahkan/ merusakkan e). Biaya perbaikan/ penggantian f). Alat-alat yang baru beli Kegiatan penginventarisan tidak hanya alat saja tetapijuga perlengkapan praktikum. 2) Pengaturan penyimpanan alat.

Syarat penyimpanan alat-alat/ bahan yaitu dapat: a) mempermudah penginventarisan alat b) mempermudah pengecekan c) memperlancar penyiapan d) menjamin keamanan alat e) memperpanjang umur pakai 3) Perawatan dan perbaikan alat yang rusak Alat-alat yang rusak ringan, hendaknya direparasi sendiri oleh laboran/ praktisi. Jika rusaknya parah, sebaiknya direparasikan ke tukang reparasi. 4) Pelayanan Kegiatan Praktikum Kegiatan ini merupakan tugas guru pembimbing bersama laboran. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelayanan ini adalah: a) Mempersiapkan alat-alat/ bahan-bahan yang dibutuhkan untuk setiap unit minimal tiga hari sebelm praktikum. b) Tersedianya air yang cukup untuk keperluan praktikum. c) Tersedianya daya listrik yang memadai. Penyaluran arus listrik harus memenuhi ketentuan PLN. Tiap saluran stop kontak harus dilengkapi dengan sekring, di samping ada sekring sentral. d) Tersedianya gas yang dikemas dalam tabung gas yang dilengkapi dengan konektor dan kran pada setiap saluran. Sebaiknya tiap tabung gas untuk dua kelompok saja, agar tidak memerlukan saluran panjang. 5) Pengadaan alat dan bahan praktikum Pengadaan alat dan bahan praktikum dilakukan oleh pengelola laboratorium. Alat/ bahan yang diusulkan hendaknya berpedoman pada usulan guru IPA, yang kemudian diajukan ke Kepala Sekolah untuk meminta persetujuannya. Daftar usulan pengadaan alat/ bahan harus jelas dan isinya meliputi nomor urut, nama alat atau bahan, nomor katalog, spesifikasi (ukuran, tipe, merk), jumlah, harga satuan dan harga total. Kemudian disusun laporan berupa berita acara penerimaan barang. Beberapa hal yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam pemesanan alat/ bahan yaitu: a) Tahan alat/ bahan yang dipilih daya tahannya tinggi. b) Menggunakan standard merk tertentu. c) Menggunakan katalog terbaru dari perusahaan bonafit. d) Memilih alat yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

e) Mencatat dengan teliti spesifikasinya.

B. Pengelolaan, Pemeliharaan, dan pendayagunaan Laboratorium IPA 1. Pengelolaan Laboratorium IPA Pengelolaan laboratorium ini meliputi: a. Pengelolaan administrasi laboratorium. b. Pengelolaan kegiatan laboratorium. c. Pengelolaan keamanan dan keselamatan kerja. 2. Pemeliharaan Laboratorium IPA Pemeliharaan laboratorium ini meliputi: a. Pemeliharaan gedung/ ruang laboratorium. b. Pemeliharaan perabot laboratorium. c. Pemeliharaan perkakas laboratorium. d. Pemeliharaan alat-alat praktikum. 3. Pendayagunaan Laboratorium IPA Berdasarkan kurikulum SMA 1994, dalam kegiatan belajar mengajar IPA digunakan pendekatan ketrampilan proses.Dalam pendekatn ketrampilan proses ini, peranan laboratorium IPA sangat besar sekali. Dalam kegiatan ini laboratorium sebagai pusat proses belajar mengajar.

C. Monitoring dan Evaluasi Laboratorium IPA Kegiatan monitoring ini meliputi dua hal yaitu: 1. Monitoring dan evaluasi perencanaan program kegiatan laboratorium. Agar mudah dimonitor dan dievaluasi maka: a. Format laboratorium berdasarkan perencaan yang diajukan oleh guru pembimbing praktikum. b. Daftar jadwal kegiatan laboratorium untuk setiap kelas dan tingkat. c. Daftar penggunaan alat/ bahan praktikum. 2. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program kegiatan laboratorium. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: a. Langsung, artinya dapat dilakukan langsung ke tempat laboratorium.

b. Tidak langsung, artinya kepala sekolah meminta kepada pengelola laboratorium untuk membuat laporan tertulis tentang pelaksanaan kegiatan laboratorium untuk satu semester.

BAB III TEKNIK PENGUMPULAN DATA 1. Teknik Pengumpulan Data a. Observasi Melakukan pengamatan langsung ke sekolah yang menjadi tujuan observasi dan melakukan pengamatan terhadap segala aspek yang akan dinilai. b. Wawancara Melakukan wawancara langsung kepada petugas (laboran) dan kepada guru yang bertanggung jawab terhadap laboratorium tersebut (apabila tidak ada laboran). c. Dokumentasi Melakukan proses dokumentasi terhadap apa saja yang ada di laboratorium dengan melakukan pemotretan. 2. Instrument Pengumpulan Data a. Observasi Mendatangi langsung ke SMA Negeri 1 Blitar dan melakukan pengamatan terhadap laboratorium Fisika dilihat dari aspek-aspek yang akan diamati seperti perencanaan laboratorium, organisasi laboratorium, pengelolaan, pemeliharaan dan pendayagunaan laboratorium serta monitoring dan evaluasi. b. Wawancara

Melakukan wawancara kepada koordinator laboratorium Fisika dan kepada guru Fisika SMA Negeri 1 Blitar yang bertanggung jawab terhadap laboratorium Fisika. Pertanyaan yang kami ajukan pada saat wawancara adalah meliputi beberapa aspek, yaitu sebagai berikut: 1. Struktur Organisasi a. Bagaimana struktur organisasi laboratorium di sini? b. Siapa yang menjabat sebagai pengelola laboratorium fisika ini? c. Bagaimana tugas masing-masing personil dalam struktur organisasi tersebut? Penyusunan Jadwal a. Mengenai penyusunan jadwal laboratorium siapa yang menentukan penjadwalan praktikum dan bagaimana peran pengelola dalam penyusunan tersebut? b. Bagaimana penjadwalan praktikum untuk setiap tingkat? c. Berapa jumlah siswa dalam setiap rombongan praktikum? d. Berapa kelompok yang dibentuk dalam satu kelas/ rombongan praktikum? e. Bagaimana jika dalam kegiatan praktikum guru berhalangan hadir? Materi Praktikum a. Bagaimana penentuan materi praktikum apakah mengikuti buku pegangan atau ada materi yang telah ditentukan oleh guru pembimbing mata pelajaran? b. Berapa jumlah praktikum dalam setiap kali praktikum? Pendokumentasian a. Adakah pendokumentasian berkas-berkas lembar kegiatan siswa? b. Adakah pendokumentasian kepustakaan yang diperlukan sebagai acuan kegiatan laboratorium? c. Adakah pendokumentasian data hasil praktikum/ percobaan siswa untuk lima tahun ke belakang? d. Adakah pendokumentasian berkas nilai praktikum? e. Adakah pendokumentasian berkas tata tertib laboratorium? f. Adakah pendokumentasian berkas jadwal kegiatan/ pemakaian laboratorium? g. Bagaimana pendokumentasian berkas-berkas laporan siswa yang telah lama? Keuangan a. Bagaimana dengan keuangan laboratorium? Siapa yang bertanggung jawab? b. Dari mana saja uang kas laboratorium? Pengadaan Alat dan Bahan Praktikum a. Bagaimana dengan pengadaan alat atau bahan yang habis pakai seperti lilin, korek api, batu baterai apakah harus mengajukan ke waka sarpras atau dari uang kas laboratorium atau dari guru pembimbing? b. Kapan diadakan pengadaan alat dan bahan baru? c. Siapa yang membuat pengajuan pengadaan alat baru tersebut? d. Bagaimana mekanisme pengajuan pengadaan alat dan bahan baru? e. Kepada siapa sajakah pengajuan itu diajukan? f. Bagaimana cara pembeliannya? g. Berapa lama proses pengajuan sampai datangnya alat-alat baru tersebut? Inventarisasi a. Apakah laboratorium ini mempunyai buku daftar inventaris? b. Siapakah yang bertanggung jawab dalam pembuatan buku inventrisasi tersebut?

2.

3.

4.

5.

6.

7.

c. Adakah buku peminjaman alat untuk menjelaskan di dalam kelas? d. Siapa yang bertanggung jawab dalam mengurusi peminjaman alat tersebut? e. Bagaimana jika ada alat-alat yang rusak ketika kegiatan praktikum berlangsung? Siapa yang mengganti? f. Apakah dalam penggantian alat yang rusak itu memperhatikan merk atau hanya sekedar mengganti dengan alat yang sama bentuk dan fungsinya? 8. Pendayagunaan Laboratorium Fisika a. Bagaimana dengan pendayagunaan laboratorium fisika ini? b. Adakah kegiatan ilmiah siswa yang pernah dihasilkan? 9. Monitoring dan Evaluasi a. Bagaimana dengan kegiatan monitoring? b. Bagaimana evaluasi laboratorium ini? c. Dokumentasi Dalam dokumentasi ini, kami melakukan pemotretan terhadap apa saja yang ada di laboratorium Fisika SMA Negeri 1 Blitar ini. Dan data-data yang kami peroleh, ada di lampiran.

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN A. Perencanaan laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar 1. Penentuan lokasi laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar a. Limbah Sesuai dengan fungsinya, laboratorium Matematika Fisika SMA Negeri 1 Blitar merupakan suatu tempat terjadinya proses belajar mengajar Matematika dan Fisika dengan menggunakan fasilitas peralatan dan bahan praktikum serta dengan berbagai macam kegiatannya. Dari kegiatan-kegiatan tersebut tentu akan menghasilkan limbah sebagai sisa-sisa kegiatan laboratorium tersebut. Limbah tersebut bisa berupa benda padat, cair atau gas atau uap. Untuk itu laboratorium Matematika Fisika SMA Negeri 1 Blitar sudah menyediakan tempat limbah untuk mengantisipasi hal tersebut, di dalam laboratorium sudah ada tempat sampah yang digunakan untuk limbah-limbah percobaan. Limbah yang dihasilkan juga rutin dibuang sehingga laboratorium bersih kembali saat selesai melakukan percobaan dan kondisi kebersihan laboratorium bersih sama saat sebelum dilakukan percobaan. b. Keamanan dan Kenyamanan Lokasi laboratorium Matematika Fisika SMAN Negeri 1 Blitar sudah dirancang sedemikian rupa sehingga aman terhadap pencuri dan mudah diamankan apabila terjadi kebakaran akibat kecelakaan kerja. Ruangan laboratorium sudah memenuhi syarat dimana pintu dan jendela dilengkapi teralis dan korden serta terdapat alat pemadam kebakaran dan kotak P3K. Lokasi laboratorium Matematika fisika SMA Negeri 1 Blitar berada di tempat yang mudah terlihat dan mudah dijangkau, lokasinya terlihat dari pos satpam serta dekat jalan raya. Faktor kenyamanan dalam pemakaian laboratorium meliputi pencahayaan dan sirkulasi udara. Ruang laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar pencahayaannya sudah cukup dan sirkulasi udara sudah lancar sehingga membawa rasa nyaman bagi pemakainya. Gas sebagai hasil kegiatan praktikum terbuang dengan lancar sehingga tidak menggangu para pemakai laboratorium. Lokasi laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar tidak terletak pada arah angin sehingga tidak menimbulkan pencemaran udara, selain itu gas sebagai sisa reaksi kimia yang kurang sedap tidak terbawa angin sehingga masuk keruangan-ruangan yang bisa menimbulkan pencemaran udara. Ventilasi laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar cukup memadai untuk memelihara agar sirkulasi udara tetap baik atau lancar. Lokasi laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar ini juga tidak lembab sehingga peralatan yang peka terhadap uap air tidak mengalami kerusakan. Lokasi laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar memperoleh sinar matahari yang cukup. c. Listrik

Laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar menggunakan sumber listrik dari PLN. Adanya sumber listrik ini memudahkan dalam pelaksanaan kegiatan praktikum. d. Air Lokasi laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar dekat dengan sumber air. Sumber air berasal dari PDAM. Hal ini memudahkan dalam pelaksanaan kegiatan praktikum tetapi disisi lain karena lokasi laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar ini dekat dengan sumber air maka menyebabkan terjadinya sumber air bersih tersebut akibat limbah hasil pembuangan sisa praktikum. Sejauh ini belum ada dampak yang signifikan akibat pencemaran air tersebut. 2. Perencanaan Gedung Laboratorium Matematika Fisika Sma 1 Blitar a. Ruang Kegiatan Ruang kegiatan laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar dilengkapi perlengkapan laboratorium antara lain meja atau kursi praktikum, meja atau kursi pembimbing, almari alat atau bahan praktikum dan rak-rak. Juga dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran dan alat peraga pendidikan. Ruang kegiatan di laboratorium Fisika SMA Negeri 1 Blitar ini sudah memenuhi kriteria, karena kriteria yang memenuhi adalah berukuran panjang kurang lebih 11 m, lebar 9 m dan tinggi plafon kira-kira 3 m. Kami tidak mengukur dengan pasti ukuran laboratorium Fisika ini, tetapi ruang kegiatan berukuran kurang lebih sama dengan kriteria tersebut. Ruang gerak per siswa kira-kira lebih dari 2,5m2 karena laboratorium ini sangat luas dan membebaskan ruang gerak. Kedua ujung berupa diding, yang bagian depan terdapat papan tulis dan bagian belakang berupa lemari alat, wastafel dan peta Indonesia Kedua dinding bagian samping berupa jendela penerangan, ventilasi alami, meja permanen dan rak bawah meja. Terdapat dua pintu utama di ujung-ujungnya dan pintu juga sangat lebar sehingga memudahkan untuk keluar masuk laboratorium. Dan kedua pintu ini juga selalu dibuka saat kegiatan di laboratorium berlangsung. Adanya sarana lain seperti listrik, air, kipas angin, LCD, TV, speaker, penerangan, gas, kotak P3K dll. Ruangannya berbentuk bujur sangkar sehingga jarak antara meja demonstrasi yang ada di depan ruang tidak terlalu jauh dengan meja siswa yang berada di deretan paling belakang.

b. Ruang Persiapan Ruang kegiatan di Laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar ini direncanakan sebagai tempat para guru pembimbing kegiatan laboratorium

mempersiapkan segala kebutuhan seting alat dan bahan kegiatan. Di dalam ruang ini pula segala persiapan dilakukan, agar jalannya proses belajar mengajar bisa lancar dan berhasil dengan baik. Dengan tersedianya ruang ini, maka dapat dilakukan persiapan kegiatan untuk pertemuan yang akan datang tanpa menunggu selesainya kegiatan yang sedang berlangsung. Ruang persiapan di laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar sudah memadai, juga alat-alat yang ada sudah lengkap, tetapi masih kurang tertata mengingat tidak adanya laboran jadi kondisi di ruang persiapan ini masih sedikit kurang rapi. Karena tugas guru yang bertanggung jawab terhadap laboaratorium ini juga banyak, jadi tidak bisa rutin untuk merapikan persiapan. c. Ruang Gudang Gudang di laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar digunakan untuk menyimpan alat-alat, bahan-bahan dan peralatan yang masih belum digunakan serta almari dan rak-rak. Penyimpanan alat dan bahan, teruatama bahan kimia tidak tercampur dengan bahan yang lain yang bisa menyebabkan kerusakan pada alat dan bahan tersebut. d. Ruang Gelap Di laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar tidak tersedia ruang gelap. Jika ada praktikum yang menggunakan ruangan gelap maka diantisipasi dengan menutup pintu dan korden. e. Ruang Timbang Di laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar sudah tersedia ruang timbang yang khusus digunakan untuk keperluan menimbang, baik untuk menimbang zat-zat kimia maupun menimbang bahan-bahan untuk keperluan kegiatan laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar. Ruang ini sekaligus digunakan untuk menyimpan alat timbangan itu sendiri. f. Ruang Kaca Di laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar tidak tersedia ruang kaca. Mengingat ruang kaca ini tidak dibutuhkan dalam praktikum fisika maupun matematika, karena ruang kaca ini hanya digunakan untuk percobaan dan pengamatan biologi. 3. Perlengkapan laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar a. Perabot - Papan tulis - Meja demonstrasi - Meja praktikum - Kursi siswa

Kursi pembimbing Meja dinding Wastafel Meja pengelola Kursi pengelola

b. Alat Peraga Terlampir c. Perkakas Yang termasuk perkakas antara lain gergaji, solder, obeng, tang dan palu. Perkakas ini merupakan alat bantu yang dipergunakan untuk memperlancar dalam mempersiapkan kegiatan praktikum atau demonstrasi. d. Alat Penunjang Lain Peralatan-peralatan lain yang ada di laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar ini yang tidak kalah pentingnya adalah alat pemadam kebakaran dan kotak P3K. Kedua alat ini mutlak dibutuhkan agar kecelakaann segera teratasi. B. Organisasi laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar 1. Struktur organisasi laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar

2. Administrasi laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar Dalam pengelolaan laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar, perlu adanya pengelolaan dalam bidang admintrasi laboratorium. Terdapat dua bidang administrasi laboratorium yang sangat penting yaitu kegiatan administrasi umum dan kegiatan administrasi khusus.

a. Kegiatan administrasi umum Dalam kegiaatn administrasi umum ini meliputi hal-hal sebagai berikut. - Menyusun jadwal pemakaian laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar untuk kegiatan praktikum. Jadwal kegiatan pemakaian laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar disesuaikan dengan jadwal pelajaran bidang study. Jadwal disusun oleh koordinator laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar disesuaikan dengan waktu yang telah ditetapkan oleh guru pembimbing praktikum. Ada kalanya laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar digunakan di luar jadwal laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar itu sendiri untuk kegiatan lain jika laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar dalam keadaan tidak terpakai. - Pendokumentasian atau pengarsipan. Pendokumentasian atau pengarsipan dilakukan oleh guru pembimbing masing-masing. Tidak ada arsip yang khusus disimpan di laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar. - Keuangan. Keuangan laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar sangat bermanfaat untuk keperluan pembelian bahan-bahan habis pakai seperti lilin, korek api, batu baterai dan sebagianya. Tetapi di laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar tidak terdapat kas khusus untuk pembelian bahan-bahan habis pakai, semua bahan di laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar baik yang habis pakai ataupun tidak diperoleh dari Dinas Pendidikan Kota Blitar. Alur perolehan alat dan bahan yaitu dengan cara koordinator laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar mengajukan ke Wakasek SaPra kemudian diteruskan ke Dinas Pendidikan. b. Kegiatan administrasi khusus Kegiatan ini meliputi antara lain: - Inventarisasi alat praktikum/peraga/perlengkapan laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar. Dalam penginventarisasian ini diperlukan buku inventaris yang berisi halhal yang memudahkan untuk mengecek atau mencari alat atau bahan yang diperlukan. Selain itu buku inventaris juga memuat jumlah masing-masing jenis alat, keterangan tentang kotak penyimpanannya dengan cara memberi nomor almari atau nomor rak almari. Buku inventaris ini ditinjau kembali karena ada kemungkinan terjadi perubahan alat baru atau ada pengurangan akibat terdapat alat yang rusak. Contoh daftar inventaris alat laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar terlampir. - Pengaturan penyimpanan alat-alat laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar.

Penyimpanan hendaknya mempermudah penginventarisasian alat. Alatalat praktikum laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar disimpan setelah dikelompokkan menurut jenisnya. Almari atau rak sudah diberi nomor sandi untuk mempermudah penginventarisasian alat praktikum tersebut. Sebagai contoh tiap almari diberi sandi A, B, almari 1 sampai almari 8. Penyimpanan alat atau bahan secara rapi dan teratur seperti diatas akan sangat membantu dalam pengecekan ulang alat-alat tersebut. Kegiatan pengecekan ulang ini sangat penting, karena bisa segera diketahui perlu ada perbaikan atau mengganti dengan alat yang baru. Penyimpanana dapat memeperlancar penyiapan alat atau bahan untuk kegiatan praktikum serta dapat menjamin keamanan alat. Selain itu dspat memperpanjang umur pakai. Perawatan dan perbaikan alat yang rusak di laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar. Di laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar perawatan dilakukan secara berkala. Untuk perbaiak alat yang rusak direparasikan pada tukang reparasi. Hal ini penting karena jika alat tersebut macet mengakibatkan terhambatnya kegiatan praktikum. Pelayanan kegiatan praktikum di laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar. Kegiatan layanan di laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar merupakan tugas guru pembimbing praktikum masing-masing, karena di laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar tidak ada laboran khusus. Pengadaan alat dan bahan praktikum di laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar. Alur perolehan alat dan bahan yaitu dengan cara koordinator laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar mengajukan ke Wakasek SaPra kemudian diteruskan ke Dinas Pendidikan.

C. Pemeliharaan, pengelolaan dan pendayagunaan laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar 1. Pengelolaan laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar. Dilakukan oleh koordiator laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar beserta guru pembimbing masing-masing. 2. Pemeliharaan laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar. Dilakukan oleh koordiator laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar, guru pembimbing masing-masing beserta petugas kebersihan dan penjaga sekolah. 3. Pendayagunaan laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar. Laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar kurang didayagunakan oleh setiap guru Matematika Fisika. Guru cenderung lebih mengajarkan teori daripada praktikum karena praktikum dirasa lebih memakan waktu.

D. Monitoring dan evaluasi laboratorium Matematika Fisika SMA 1 Blitar Kegiatan monitoring dilakukan setiap kali praktek oleh guru pengajar masing-masing, Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan. Tidak ada evaluasi khusus praktek, tetapi evaluasi dilakukan bersamaan dengan teori dalam kelas.