Anda di halaman 1dari 3

Bangunlah JiwanyaBangunlah BadannyaUntuk Indonesia Raya!

Beranda Catatan iProud Kolom Prihatin Pesan Logo Tentang Blog

Karya Seni Kontemporer 11 Seniman Indonesia Dipamerkan di Louis Vuitton, Paris


September 20, 2011 tags: Agung Kurniawan, Ariadhitya Pramuhendra, Eko Nugroho, Espace culturel Louis Vuitton, Garin Nugroho, Heri Dono, Jompi Jompet, Karya seni kontemporer seniman Indonesia, Magali Charmet, Mella Jaarsman, mythologies indonsiennes, Trans-figurations

Heri Dono Angels - Face to the Future

Karya seni kontemporer 11 seniman Indonesia dengan tema Trans-figurations: mythologies indonsiennes dipamerkan sejak 24 Juni hingga 23 Oktober 2011 di lantai tujuh gedung bergengsi Louis Vuitton, yang terletak di daerah Champs Elyeese, Paris. Konsumen Louis Vuitton dari berbagai negara tertarik menyaksikan pameran, ujar Magali Charmet, petugas di Espace Culturel Louis Vuitton, Paris. Tercatat sekitar 10.000 pengunjung dari berbagai bangsa yang menyaksikan pameran yang digelar gallery Louis Vuitton tersebut. Karya seniman Mella Jaarsman yang berjudul The Fire Eaters yang terbuat dari potongan kemasan jamu dan obat tradisional yang dijahit berbentuk celana panjang menghiasi salah satu etalase gedung. Petugas wanita mengatakan kepada seluruh penumpang yang akan menyaksikan pameran di lantai tujuh mengingatkan bahwa lift akan gelap gulita dan penumpang dapat merasakan sensasi sebelum menyaksikan pameran kontemporer Indonesia. Begitu sampai di lantai tujuh, seorang petugas pria mengingatkan kalau pengunjung dilarang mengambil foto, dan saat lift terbuka terlihat pemandangan kebakaran di sebuah gereja. Karya seni kontemporer Ariadhitya Pramuhendra, seniman muda yang namanya mulai menanjak di tanah air, memperliatkan kursi dan altar tempat pendeta yang hangus terbakar dan juga meja tempat jemaah duduk pun hangus dimakan api. Menurut Magali Charmet, awalnya Louis Vuitton mengalami kesulitan untuk mendapatkan karya seni dari seniman Indonesia. Terpaksa kami mencari cari dan bertanya ke berbagai seniman yang karyanya layak untuk ditampilkan dalam pameran yang digelar oleh Louis Vuitton dan mengisi pameran di galeri yang setiap lima bulan berganti ganti dari berbagai negara di dunia. katanya.

Karya seni kontemporer lainnya seperti karya Heri Dono, Jompi Jompet, Agung Kurniawan dan Eko Nugroho serta karya Garin Nugroho juga dipamerkan. Sutradara dan produser Garin Nugroho menampilkan video presentasi yang bercerita berkisar patung, simbol dari ibu pelindung. Karya Transfigurasi Indonesia Mythologies dalam pameran, mengambarkan terjadinya perubahan di Jawa.