TEKNIK MEMBUAT KUESIONER TRACER STUDY

8 04 2008

Untuk dapat mengetahui struktur jaringan komunikasi antar alumni diperlukan suatu cara tertentu pada pengumpulan data. Adapun cara pengumpulan data jaringan komunikasi adalah dengan mengajukan pertanyaan sosiometris, yaitu pertanyaan dari siapa seseorang mendapatkan informasi tertentu. Berdasarkan pengalaman, agar jaringan dapat dibuat sisiogramnya sebaiknya orang tersebut diminta untuk menunjuk paling sedikit tiga orang sumber informasi. Berbeda dengan survei, dimana orang yang diwawancarai biasanya hanya suatu sample dari populasi, sedang untuk pertanyaan sosiometris ini diajukan kepada semua anggota populasi; atau dengan kata lain cara sensus. Seperti telah disebut pada pendahuluan, cara ini digunakan agar jaringan-jaringan komunikasi yang ada tidak putus karena pengambilan dengan cara sampling. Namun demikian, untuk jumlah populasi yang terlalu besar, sensus dirasa sangat tidak efisien, serta terlalu banyak biayanya. Untuk itu, orang mengumpulkan data sosiometris dengan suatu cara yang disebut snow balling. Dari orang-orang yang telah mendapat pertanyaanpertanyaan yang diajukan, kita mendapatkan beberapa nama. Nama-nama tersebut kita jadikan sasaran berikutnya. Demikian seterusnya. Secara umum, dalam kuesioner analisis jaringan tracer study terdapat tiga kelompok pertanyaan yang perlu dibuat>

Pertama, kelompok identitas responden

diperlukan terutama untuk mengetahui kedudukan atau posisi yang bersangkutan dalam kelompok. c. Misalnya. Sikap responden tentang penggunaan metode kontrasepsi modern. Perilaku responden dalam penggunaan metode kontrtasepsi modern. meskipun masa aktifnya telah lama. maka pertanyaan yang diajukan dapat berkisar pada: a. kelompok pertanyaan pokok Yaitu pengetahuan. selama yang bersangkutan menjadi anggota (jaringan) kelompok tersebut. Ringkasnya. (4) lama aktif atau berkiprah dalam kelompok/organisasi tersebut. pengetahuan responden tentang metode kontrasepsi modern. Dalam istilah Bloom (1949) pengetahuan disebut ranah kognitif. identitas responden yang pokok meliputi identitas diri yaitu: (1) Nama.Seperti dalam studi lain.karena yang bersangkutan menjadi sumber informasi dalam kelompok kecil tersebut. masing-masing tiga. jelas. dengan masa aktif cukup lama. Masing-masing ranah tersebut dapat dibuat lebih dari satu pertanyaan. (2) Tanggal lahir/Usia. sikap dan perilaku yang ingin diketahui/ditelusur dari responden. . tracer study tentang jaringan komunikasi KB. Kemungkinan lain adalah responden dengan kedudukan anggota. sehingga semuanya menjadi sembilan pertanyaan. khususnya inovasi dan adopsi metode kontrasepsi modern di kecamatan X. Sedangkan pertanyaan ketiga dan keempat. b. Misalnya. Ada kalanya responden dengan jabatan pengurus kelompok tetapi kiprahnya tidak begitu tampak. memang sangat diperlukan untuk mengetahui identitas responden. (3) kedudukan/jabatan dalam kelompok. Kedua. yang ingin dilihat dari jawaban pertanyaan nomor 3 dan 4 adalah kedudukan riil – baik secara sosiologis (jabatan) maupun secara psikologis (kedekatan emosional terhadap anggota tim) – dari responden. sikap disebut ranah afektif dan perilaku disebut ranah psikomotor. tetapi memiliki pengaruh kuat. Pertanyaan pertama dan kedua.

pertanyaan dari masing-masing dimensi dapat berjumlah misalnya tiga buah.Contoh lain.peribadahan wajib. Orang atau anggota kelompok yang disebutkan dapat berasal dari kelompok itu maupun dari kelompok lain. Metode Penelitian Komunikasi II. Pertanyaan pokoknya adalah: pengetahuan. Metode Penelitian. Misalnya. pertanyaan sosiometris ini dapat diberi jawaban antara empat sampai enam pilihan. Muntaha. Daftar Pustaka Nazir. Karena itu. pertanyaannya adalah: darimana responden mendapatkan informasi tentang metode kontrasepsi modern dalam ber-KB. 1987). adalah jaringan komunikasi agama (Islam) dan tingkatan religiusitas ibu-ibu dalam sebuah kelompok pengajian. Jakarta. Ghalia Indonesia. adalah darimana responden mendapatkan informasi tentang aktivitas keagamaan/pengajian tersebut. yaitu (1) ritual involvement. (3) intellectual involvement – pengetahuan agama. . konsep religeusitas mempunyai lima dimensi. sikap dan perilaku responden tentang agama Islam dan atau dalam menjalankan praktik beragama Islam. (2) ideological involvement – keyakinan. dan A. Setiawan. Dalam jaringan komunikasi agama ibu-ibu pengajian. M. 2000. (5) consequential involvement – keterlibatan dalam kegiatan masyarakat. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. (4) experiential involvement – pengalaman agama. Meminjam kategori Glock dan Stark (1963 dikutip Ancok. dan lebih memusatkan perhatian pada anggota kelompok sendiri. Ketiga. sehingga semuanya berjumlah 15 buah. Agar tidak condong keluar. pertanyaan sosiometris Yaitu pertanyaan tentang darimana responden tersebut memperoleh informasi tertentu. 1988. B. dalam jaringan komunikasi KB di atas. Jakarta.