Anda di halaman 1dari 28

PENGEMBANGAN U SAHA PETERNAKAN PEMBIBITAN S API PERAH RAKYAT FH (FRISSIEN H OLSTEIN) : M ELALUI PROGRAM PENGADAANSAPIDARA S IAP IB/BUNTING (REPLACEMENT

S TOCK ), SAPI PERAH PRODUKSI (LAKTASI) DAN T RADING (PERDAGANGANSAPIPERAH)

PROPOSAL KERJASAMA :

DisusunOleh : EF ARMNUSANTARA ORGANIZATION (EFNO) D USUN CIPELAH D ESA M EKARBAKTI KECAMATAN PAMULIHAN KABUPATEN SUMEDANG JAWA B ARAT 2010

BAB I PENDAHULUAN
PROLOGUE Dinamika sectorriildansectorfinansial
Padaawaltahun1990anAhmaddanBanumerupakantemansatukampus Universitas Negeri di Bandung, setelah lulus keduanya bekerja pada perusahaan swasta nasional dengan posisi serta jabatan yang setara. Ahmad menyisihkan separuh dari gajinya untuk kemudian disimpan di Bank berupa deposito dan tabungan, sebagian diinvestasikan melalui saham pada beberapa perusahaan nasional. Sementara Banu menyisihkan separuh dari gajinya dan dikumpulkan, setelah uangnya terkumpul kemudian dibelikan sapi perah yang dipelihara oleh orang kepercayaannya di kampung halaman. Begitu seterusnya, setiap uangnya cukup untuk membeli seekor sapi, Banu segera membelinya. Saat itu, harga sapi perah dara siap kawin berhargatidaklebihdariRp.1,5juta.Sebagaibahanperbandingan,sebuahsepedamotorbebek terbaru harganya waktu itu tidak lebih dari Rp. 2,5 juta dan harga premium masih Rp. 450. Selama5tahunmenyisihkanseparuhdarigajinyadi bank,jumlahuangAhmadtelahmencapai Rp. 30 juta lebih apabila ditambah bunga bank, dan beberapa nilai sahamnya di perusahaan perusahaan menengah skala nasional, cukup untuk membeli 12 buah motor bebek terbaru keluaran pabrik motor ternama dari Japan. Sementara itu, sapi Banu telah mencapai 30 ekor lebih, yaitu berupa investasi sapi perah dara siap kawin, sapi perah laktasidan beberapa ekor pedet(anaksapi). Namun, memasuki tahun ke6 mereka mengumpulkan uang, tibatiba saja krisis keuangan melanda dunia. Di Asia Tenggara sendiri krisis bermula dari negeri Thailand, lalu merambat hingga ke Indonesia. Nilai tukar Rupiah terjun bebas terhadap Dollar AS, harga barangbarang otomatis meroket mencapai batas paling tinggi selama sejarahnya. Beberapa BankNasional mengalami kolaps sampai bangkrutsehinggaakhirnyadilikuidasi.Demikianjuga banyak perusahaan nasional yang mati suri bahkan gulung tikar, akibat krisis yang berkepanjangan, sehingga harga saham mereka pun merosot tajam bahkan jatuh pada level terendah sehingga banyak investor yang mendadak jatuh miskin. Keadaan ekonomi menjadi tidak menentu, orang ramairamai menarik uang mereka dari bank, sehingga terjadi rush. Sebagian besar bahkan tidak dapat menarik uangnya kembali dari bank, alias hangus. Pemerintah pun turun tangan dengan memberikan penjaminan bagi para nasabah yang menyimpan uangnya di Bank. Namun tidak semua nasabah memperoleh uangnya kembali secarautuh. Ahmad terkejut bukan kepalang, dan panik karena khawatir dana deposito hasil dari jerih payahnya selama ini yang telah 5 tahun lebih disimpannya di bank, terancam hangus. Beruntunglah,uangAhmaddapatdiambil.Namun, jumlahuang AhmadmemangmasihRp. 30 jutaan, tapi kini nilainya jauh merosot tajam. Jika sebelum krisis moneter uang sebanyak itu setaradengan12buahmotorbebeksehargaRp.2,5jutaan,kinihanyacukupuntukmembeli2 buahmotorbebekbaru. LainAhmad, lainBanu. Banuternyata tidaklahmerasakandampaknegatifakibatkrisis ekonomi yang menerpa negerinya, jelas saja, karenakrisis ekonomi tersebut harga sapi perah dewasasiapkawinmelonjaknaikhinggamencapaiRp.5jutaan/ekor.Apabiladikonversikanke dalamassetkekayaanBanu,jumlahnyamencapaiRp.150jutalebih.SapiperahBanutidakikut

ikutan terkena depresiasi, sebagaimana halnya mata uang kertas dan elektronik. Lain halnya denganBanu,Ahmaddenganterpaksamenyimpanrasasesaldankecewayangteramatdalam, karena meskipun secara matematika jumlah uang Ahmad tetap, sesuai yang ditabungkannya, namunnilainyasudahmenjadijauhberkurang akibatinflasi,sementaraBanutersenyum bahagia karenaasetnyamelambungtinggiakibatkrisisyangterjadi.Keputusannyabeberapatahunyang laluuntukmelakukaninvestasipadapeternakansapiperahternyatatepat,karenainvestasinya tersebuttidaktergerusolehinflasi.Realitasiniternyataselarasdenganisyaratkekayaanriilyang diisyaratkan Allah subhaanahuwa taaala: Dijadikanindah pada(pandangan) manusiakecintaankepada apaapa yangdiingini, yaitu : wanitawanita, anakanak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatangbinatangternakdansawahladang.ItulahkesenanganhidupdiduniadandisisiAllah lahtempatkembaliyangbaik(surga) .(QSAliImranayat14). Kisah di atas adalah salah satukisah nyata yang terjadi pada waktu Indonesia dilanda krisis moneterinternasionalyangpuncaknya terjadi padatahun 1998, yang dampaknyaterasa sampaikini.AkibatnyaadalahkarenanilaimatauangRupiahmelemahterhadapUSDollar.Saat ini, hal yang sama (bahkan lebih parah dampaknya) terbayang di depan mata, dimana diramalkan akan terjadi jumlah PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) secara besarbesaran di seluruh dunia. Awal tahun 2009 saja diperkirakan 50 juta tenaga kerja di Eropa kehilangan pekerjaan mereka. Pemerintahan tiaptiap Negara di dunia pun (termasuk Indonesia) mulai merampingkan struktur keuangan mereka dengan memangkas anggarananggaran yang dinilai kurangefektif.Resesiekonomidiperkirakanakanberlangsunglama,menurutpengamatanpara ekonomduniapalingtidak24tahunkedepankeadaaniniakanterusberlangsung. Namun keadaan tersebut tidak terjadi di salah satu Negara bagian wilayah Amerika Serikat, yakni Nebraska, sebagaimana yang dilaporkan oleh saluran televisi VOA (Voice Of America)dimana90%masyarakatnyaterdiridariparapetani jagungdanpeternaksapi,bahkan Nebraskamerupakan Negara bagian yangpalingkayadi AmerikaSerikatdantidakterguncang olehkrisisyangterjadidewasaini.Sungguhironis,Amerikasebagaisumberdarikrisiskeuangan globalsaatinidanmerupakan salahsatuNegarapengusungkapitalis,yangmenyebarkansystem ekonomiseperti yangdianutolehsebagianbesarbangsabangsadidunia, seperti sistemmata uang kertas, system perdagangan saham, valuta asing, kartu kredit, dan lainlain ternyata dijungkirbalikkan oleh kondisi salah satu Negara bagiannya, yaitu Nebraska wilayah Negara bagian paling kaya, yang system perekonomiannya tidak ditopang oleh perdagangan saham ataupun valas, ataupun jasa lainnya, namun system ekonomi tradisional berbasis pada sector peternakan sapi dan pertanian jagung milik masyarakatnya. Bahkan Nebraska merupakan pemasokjagungutamasebagaibahanbaku ethanol,penggantiBBMdimasadepan. Kita sebagai bangsa Indonesia diharapkan akan lebih mampu lagi mengoptimalkan sumbersumber kekayaan alam maupun SDM yang ada, karena sebenarnya tidak perlu ekspor pun pangsa pasar di dalam negeri sudah cukup besar. Contohnya saja produkproduk peternakan, selama ini lebih dari 70% konsumsi hasil ternak di Indonesia, terutama susu dan dagingsapidipenuhimelaluiimpor.InilahkesempatanyangbagusbagibangsaIndonesiauntuk bangkitmenjadisalahsaturaksasaekonomidunia,ataupalingtidakmampumemenuhipangsa pasardalamnegerisajadulu.

MimpiIndonesia
IndonesiamerupakansalahsatuNegaradari3negaradiduniayangbebasdaripenyakit mulut dan kuku (PMK) dan bebas dari penyakit sapi gila, sehingga hasil dari usaha peternakannya bebas diekspor ke seluruh mancanegara. Dua Negara lainnya adalah Australia

danNew Zealand. Namunberbedadengan Australiadan New Zealand, yangbeberapadecade terakhir ini merupakan Negara pengekspor produk dari hasil peternakan sapi perah maupun sapi potong ke berbagai Negara di dunia, sehingga usaha peternakan sapi di kedua Negara tersebut begitu maju pesat dan berkembang. Padahal, sekitar tahun 1950an Bangsa Australia mengimpor besarbesaran sapi Brahman dari Pakistan, yang saat itu hanya memiliki bobot hiduptaklebihdari300Kg.Namunsetelahbeberapapuluhtahunkemudian,Australiamampu mengeksporkembalisapisapi tersebutkeseluruhbelahanNegaradiduniadengannamasapi potong Brahman CrossatauseringdikenalsebagaisapiBXAustralia,denganbobothidup yang meningkat 2 x lipat lebih yakni mampu mencapai bobot hidup 600850 Kg, bahkan ada yang mencapai1 Tonlebih. BangsaAustraliatelahmampumenjadikanduniapeternakannyabegitu majupesatdanberkembang.Demikianjugadengansapiperahnya,Australiamengimporbangsa sapi jenis Frissien Holstein dari negeri kincir angin, dan terus berkembang hingga mampu menjadisalahsatuNegaraexporterproduksusudanolahannya keberbagai Negara di seluruh dunia, salah satunya adalah Indonesia yang mengimpor susu dari luar negeri (khususnya Australia) sebesar 70% dari kebutuhan susu dalam negeri. Bangsa Australia sudah sedemikian majudanberhasilmenjadikansectorpeternakansebagaisalahsatuunggulanNegaratersebut. Sementara Indonesia, selama ini belum mampu mengoptimalkan potensinya sebagai salah satu dari 3 negara di dunia yang bebas penyakit mulut dan kuku (PMK) dan sapi gila, melainkan Indonesia menjadi importer terbesar bagi sapisapi asal Australia tersebut. Setiap tahunratusanribusapipotongjenisBXdariAustraliaterusmenerusdidatangkanmelaluikapal kapalyangmerapatdipelabuhanTanjungPriok.Sementaraimportsusudanprodukturunannya semakintahunsemakinmeningkatpula,sehinggausahapeternakansapiperahrakyatdidalam negeri hanya dipandang sebelah mata. Sungguh sangat ironis, mengingat bangsa Indonesia dikaruniai sedemikian besar kekayaan alam yang sangat luar biasa. Jika dibandingkan dengan Australia, yang hampir 50% dari wilayahnya berupa gurun pasir yang tandus dan gersang, Indonesia memiliki potensi yang lebih besar dari segi sumber daya alam. Tapi kenyataan tersebutberbandingterbalik,dimanapopulasisapidiIndonesia,baiksapi potongmaupunsapi perahsemakinharisemakinmerosottajamsehinggamengalamistagnasi.Disisilaintakkurang dari68negaradiseluruhduniaantriuntukmemasukkanprodukpeternakandanhasilolahannya keIndonesia. Untukmerubahkondisitersebuttidaklahsemudahmembalikkantelapaktangan,namun mimpi untuk menjadikan sector peternakan dalam negeri seperti Australia bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. Selama ini kita cenderung berusaha menjadi Negara industry dan membiarkan kekayaan BangsaIndonesiadiexploitasiolehBangsalaintanpamampukitauntuk mengelolanya.TentunyaakansangatironisapabilaindustrydiIndonesiaditopangdenganbahan baku dari Negara lain. Hal ini tentu tidak akan menjadikan Bangsa Indonesia sejahtera, melainkanhanyaakanmenjadikanbangsakitapangsapasaryangempukbagipeternakataupun petani dari Negara lain, sementara Bangsa Indonesia yang penduduknya sebagian besar berprofesi sebagai petani/peternak hanya akan melihat produk pertanian/peternakan dalam negeri jalan ditempat karena kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Sehingga tidak heranapabilabanyakpemudadidesamenjuallahanpertaniandanternaknyauntukkemudian dibelikanmotorbergantiprofesimenjaditukangojeg. Lastbutnotleast,PepatahArabmengatakanbahwa Negarayangkayaternaktidakakan pernahmiskin,Negarayangmiskinternaktidakakanpernahmenjadi kaya(Campbell&Lasley, 1985). Pepatah ini terbukti benar, Negara maju memiliki sumber daya alam yang menunjang peternakan secara umum, memiliki ternak dalam jumlah besar, dan pada umumnya berswasembada ternak. Australia, Selandia Baru, Inggris, Jerman, Amerika Serikat, dan negara maju lainnya merupakan negara dengan basic peternakan yang kuat. Jika kita tidak mampu menciptakan keunggulan komparatif yang menunjang peternakan di masa depan, Indonesia

akan tetap menjadi negara yang miskin ternak, negara yang miskin ternak seperti pepatah di atastidakpernahmenjadinegarakaya. Oleh karena itulah kami (EFNO), mengajak kepada individuindividu masyarakat Indonesia yang merasa tertarik dan terpanggil pada sector peternakan sapi perah untuk bergabungmerangkaimimpimimpimasyarakatpeternaksapiperahdiIndonesia,karenahanya denganniatdantekadyangkuatkitaakanmampumenggerakkanmesinmesinpertaniandan peternakanyangselamainisudahberkaratdantersendat,bahkanjalanditempat.Banyakguru besar dan professor di bidang peternakan dihasilkan oleh Negeri ini, namun ternak dan nasib peternaknya belum beranjak ke arah yang lebih baik dari semenjak kita merdeka. Mengapa AustraliadanNewZealandbisa,sementaraIndonesiatidak(belum)bisa?Seharusnyakitamalu, sebagaibagiandarirakyatIndonesia. Investasipadapeternakansapi perahrakyat,tentunyamemilikipengalamandankesan yang unik. Anda akan merasakan perkembangan investasi anda bukan hanya sekedar melihat angkaangka pada buku tabungan anda atau laporan dari manajer investasi anda, namun perkembangan tersebut dapat tampak dari perkembangan setiap ekor sapi yang dipelihara. Denganinvestasiandatersebut,akanmampumemberikannilaimanfaatlebihbagimasyarakat banyak,dekatdenganalam,danmenggulirkandanaandauntukberkembangdipedesaan.Kami ingin bersinergi dengan para investor untuk memajukan usaha peternakan sapi perah rakyat tersebut untuk dapat berkembang lebih maju lagi. Hanya dengan kerjasama yang kuat, kejujuran, amanah, dan keterbukaan antara investor dan pengelola, insyaAllah usaha tersebut akan mencapai tujuannya sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kalau boleh bermimpi, kami inginmemulaimimpitersebutdarisekarang,sehinggakelakmimpitersebutmenjadinyatadan peternakandiIndonesiamampuberbuatlebihbanyak,sehinggabangsaIndonesiaakansemakin majudanjayadengan basic peternakanyangmajudanmodern.

Potensi UsahadibidangPeternakanSapiPerah
Usaha peternakan sapi perah dewasa ini semakin bergairah, terutama setelah adanya kenaikan harga jual susu di tingkat peternak. Meskipun kenaikan tersebut belum memenuhi harapan peternak secara keseluruhan, paling tidak sudah memberikan secercah harapan bagi kelangsungan usaha peternakan sapi perah rakyat. Setidaknya peluang kenaikan harga susu di tingkatpeternakmasihtetaptinggi.Akibatkenaikanhargajualsusutersebut,makasecaratidak langsungberdampakpadameningkatnyahargakomoditassapiperah,baikditingkatpeternak, bandarmaupunpasarhewan. Namun demikian, kenaikan harga sapi perah tersebut tidak dibarengi dengan kualitas sapiperahyangada.Halinikarenakurangnyakesadaranpeternakuntukmelakukanpencatatan (recording)secarabaik.Akibatdariperkawinanyangacakacakansertarecordingyangburuklah, sehinggakualitasgenetiknyajauhmenurun. Menurutbeberapapeternakyangsudahberpuluh tahun menjalankan profesinya, kualitas sapi perah dewasa kini semakin berkurang. Jika dibandingkansepuluhtahunyanglalu,umurproduksisapiperahsaatinijauhlebihrendah.Jika dulu sapi perah produktif mampu beranak hingga 7 kali, tapi saat ini 45 kali beranak sudah harusafkirkarenakualitasdankuantitassusuyangdihasilkansudahjauhmenurun. Meskipun dari tahun ke tahun harga sapi perah cenderung meningkat, ternyata tidak dibarengiolehpopulasiyangmemadai.Populasisapiperahdilevelpeternakdinilaiolehbanyak kalangan stagnan, bahkan di beberapa kasus jumlahnya menurun dari waktu ke waktu. Dari sajianangkagrafisstatistikDirektoratJenderalProduksiTernakDepartemenPertanianyangtak sulit didapat menunjukkan, populasi sapi perah tahun 2001 sekitar 347.000 ekor dengan produksi 479.900 ton susu segar. Padahal pasar membutuhkan pasokan 693.000 ton untuk ekspordan1.262.900tonuntukkonsumsi.Makamautidakmaukekurangantersebutdiperoleh

melalui keran impor, tak kurang dari 1.476.000 ton.Sementara itu, pada tahun 2004 populasi sapi perah 364.000 ekor dengan kapasitas produksi susu yang dihasilkan 550.000 ton, pasar membutuhkan pasokan untuk ekspor 461.200 ton dan untuk konsumsi 1.514.000 ton. Kekurangannya,sekitar70%dipasokmelaluikeranimportidakkurangdari1.425.200 ton.Dari posisiangkaangkastatistiktersebutorangakansegeratahubahwaagroindustripersusuandi Indonesiajalanditempat.Halinisangatmenggemaskan,mengingatpasardomestiksajasudah sangatterbukalebar. Dari datadatadi atas dapatkitaketahui bahawaproduksisususecaranasional sangat rendah, yakni hanya 26 % dari kebutuhan nasional. Hal tersebut sangat memprihatinkan, mengingattingkatkonsumsibangsaIndonesiaterhadapsusuhanya6literperkapitapertahun, masihjauhtertinggalapabiladibandingkandengannegaralain.PadahalMalaysiabisamencapai 60 liter,sementaraSingapura80literdanThailand40 literper kapitapertahun. BahkanIndia yangterkesansamakumuhnyadenganIndonesia,konsumsisusunyalebihdari32literperkapita pertahun. Kenyataan tersebut di atas tidak akan berubah menjadi lebih baik apabila tidak dilakukan kembali penataan peternakan secara jelas dan terencana, salah satunya adalah penyediaan bibit sapi perah berkualitas yang selama ini seringkali dikeluhkan oleh para peternak.Beberapawaktulalutersiarkabarbahwapemerintahakanmendatangkansapiperah imporberkualitasdariAustraliadanSelandiaBaru,denganhargaperekoryangmencapailebih dari3kalilipathargasapiperahlokal.Meskipunupayatersebutmerupakan langkahpositifguna meningkatkan produksi susu secara nasional, dengan mendatangkan bibit berkualitas, namun alangkah lebih bijaksananya apabila kita menata terlebih dahulu peternakan yang sudah ada dengan melakukan inventarisasi sapi perah berkualitas yang ada di dalam negeri, khususnya pada peternakan sapi perah rakyat, toh dengan mendatangkan sapi perah impor belum tentu memecahkanmasalahyangselamainiada,karenabelumtentusapisapiimportersebutmampu beradaptasi di sebagian besar wilayah Indonesia. Bukankah dahulu sapisapi peranakan FH (FrissienHolstein)yangadadiIndonesiasaatinididatangkandariluarnegerijuga?Seharusnya, dengan bibit sapi perah yang selama ini ada, kita upayakan kualitasnya lebih baik lagi, sesuai dengan iklim di Indonesia. Bukan hal yang mustahil,karena pada beberapa peternakan rakyat dapatditemuisapiperahdenganproduksisusuyangcukupbagusuntukukurannasional,yakni mampumenghasilkansusu2535literperhariperekor.Sementaradenganhargasaatinipada kisaranRp. 2800 Rp.3000perlitersusu,titikimpasberadapadaproduksi1215literperekor. Daripada impor sapi perah dari luar negeri, alangkah baiknya jika kita mencontoh kebijakanpemerintahKoreaSelatan dimanapeternakan dalamnegerinya begitumaju dengan melakukan pengembangan ternak sapi local, dimana 50 tahun lalu bobot sapi potong local di Koreahanya350400Kg,namunkinimampumencapaibobotratarata800900Kg,bahkanada yangmencapai1tonlebih.Ketikaditanyateknologiapayangdipergunakan,jawabannyasingkat yang sebenarnya bangsa kita telah menguasai teknologi tersebut berpuluh tahun lamanya seperti recording, seleksi bibit, inseminasi buatan, dan embrio transfer. Intinya, peningkatan mutugeneticsapidenganmemberdayakanpotensidanteknologiyangsangatsederhana. Untukitulah,kamiberencanamelakukanseleksisapiperahberkualitasyangterdapatdi peternakan rakyat di daerah Sumedang dan sekitarnya, karena sepanjang pemantauan kami, cukup banyak sapi dengan produktifitas susu yang tinggi (2535 liter susu per ekor perhari). Hanya tinggal dituntut kemauan kita untuk melakukan seleksi danrecording, untuk kemudian diharapkandapatmenghasilkanbibitsapiberkualitas.

TujuanPengembanganUsaha
1. Menghasilkansapi darasiapkawinmaupundarabuntingdengankualitas genetik yang baik melalui seleksi yang ketat serta pemeliharaan secara intensif sapisapi pedet maupundarasiapIB daripeternakanrakyat. 2. Memiliki database sapisapi berkualitas sebanyak mungkin dengan melakukan pencatatan (recording), sehingga hanya sapi dengan kualitas baik nantinya yang akan dipeliharaolehpeternakrakyat. 3. Mendorong populasi ternak sapi perah dengan kualitas genetik yang unggul serta adaptif terhadap lingkungan peternakan rakyat, sehingga akan berdampak terhadap meningkatnya jumlah produksi susu yang dihasilkan. Harapan kami, melalui usaha tersebut dapat dihasilkan sapi perah produktif dengan kapasitas produksi susu 2535 literperekorperharidanusiaproduktifternakhinggamencapai67kalimasalaktasi. 4. Meningkatkankesadaranparapeternakakanpentingnyapencatatansecaraakuratdan berkelanjutan guna menjaga kualitas genetik sapi yang bersangkutan, sehingga dapat mencegahterjadinyaperkawinansedarah/inbreeding. 5. Mendorong pengembangan/inovasi dalam usaha peternakan rakyat sehingga pada akhirnyaakanmampumenyeraptenagakerjayanglebihbesar. 6. Menerapkan system Islami dalam melakukan bagi hasil sebagai system bisnis, yakni denganpolabagihasilsecara mudharabah (Syariah).

LokasiPengembanganUsaha
Lokasi Pengembangan usaha beradadi kandang EFarm Nusantara Organizationdi Dusun Cipelah,DesaMekarbakti,KecamatanPamulihan,KabupatenSumedang,JawaBarat.

BABII RUANGLINGKUPPENGEMBANGANUSAHA
KeadaanUmum
Gambaran umum peternakandikawasanKecamatanPamulihanadalahsebagaiberikut : 1. 2. 3. 4. NamaUsaha BentukUsaha Ketua Lokasi : EFarmNusantara Organization :Peternakan SapiPerah Rakyat : Nanda Nurdiansyah,S.Pt :Dusun Cipelah,DesaMekarbakti,KecamatanPamulihan, KabupatenSumedang,JawaBarat. : Nanda Nurdiansyah,S.Pt :WantiSetiawati,S.T.P :Lili : Nanda Nurdiansyah,S.Pt : Itang,Dayat :2,5 Ha : 1400m2 :1Buah : 50ekor (maksimal) /20ekor(normal) : 1Buah

5. Manajer 6. Administrasi 7. KepalaKandang 8. KepalaOperasional 9. AnakKandang 10. LuasLahanHMT 11. LuasKandang 12. GudangPakan 13. KapasitasKandang 14. Sekretariat

StrukturManajemenEFarmNusantara Organization
Adapunmekanismestrukturorganisasiyangakanditerapkanadalahsebagaiberikut:
Ka.Operasional MANAJER INVESTOR

KEPALAKANDANG ADMINISTRASI&INFORMASI (Recording/pencatatanternak) AnakKandang

Ternak

KUD/PasarHewan

Aset EFarmNusantaraOrganization
EFarm Nusantara Organization memiliki aset yang berasal dari swadaya sendiri. Hasil pengumpulandatayangdilaksanakanpadabulan Januari2010 adalahsebagaiberikut: No Inventaris 1 Kandang 2 TernakSapi(Total) Laktasi Pedet/Betina Jantan Dara 3 4 5 GudangPakan KebunRumput Sekretariat Volume 3 21 3 1 2 1 2,5 1 Satuan Blok/lokal Ekor Ekor Ekor Ekor Ekor Blok/local Hektar Blok/local Status HakMilik HakMilik/Bagihasil HakMilik/Bagihasil HakMilik/Bagihasil HakMilik/BagiHasil HakMilik/BagiHasil Hak Milik HakMilik HakMilik

BABIII DESKRIPSI USAHA E.F.N.O


Dalam menjalankanusahanya,EFNOmemiliki3jenisusahayangkamibagisebagai berikut: A. UsahaPemeliharaanSapiDaraSiapKawin/IB B. UsahaPemeliharaanSapiDaraBunting C. UsahaPerdaganganSapi/ Trading

A. RencanaUsaha PemeliharaanSapiDaraSiapKawin/IB
PemeliharaanSapiPerahDaraSiapKawin(Masatungguinvestasi12bulan)
Padaprograminisapisapi milikinvestorakankamipeliharadikandangselamakurang lebih12bulan.Padamasatersebutsapidiupayakanbuntingdanmelahirkan,sehinggahasil yangdiharapkanpadainvestasitersebut yaituanak,produksisusu,dannilaijualindukyang semakin meningkat. Dana investor insyaAllah aman, karena semua dana investasi akan dibelikan untuk ternak sapi, sementara biaya pemeliharaan dan operasional selama 12 bulan tersebut untuk sementara kami (pengelola) yang menangungnya terlebih dahulu. Danaoperasionaltersebutakandigantidenganhasildaripenjualananakanaksapitersebut nanti setelah lepas masa sapih. Adapun harga anak sapi usia 45 bulan saat ini memiliki kisaranhargaRp4juta Rp 5juta. Investor akan memperolehhasiljugadariproduksisusuyangdihasilkan. Semakinbaik kualitas dan kuantitas susu yang dihasilkan, maka akan semakin besar juga keuntungan yang bisa diperoleh nantinya. Sementara ini produksi susu sapi perah di kawasan peternakan sekitar EFNO ratarata 15 liter per ekor per hari. Namun ada juga sapi perah yangmenghasilkansusumencapai2535literperekorperhari.Adapunhargasusuyang diterima KUD saat ini adalah Rp 2800, per liter. (pada tahun 2007) harga susu segar di tingkatKUDmencapaiRp3000 Rp3500,. Selainkeuntungandarihasilpenjualananakdanhasilproduksisusu,potensipendapatan untuk investor bisa diperoleh dari penambahan nilai jual induk, dimana harga induk sapi laktasi/buntingsaatinimampumencapai Rp12,5jutaRp15juta.Sementarahargasapi darasiapIBberkisarRp7,5juta Rp8,5juta.

AnalisaUsahaInvestasiDaraSiapIB(Kapasitas15ekor)
Asumsi /Perkiraan
Analisausahadapatdilakukandenganmenggunakanasumsi/perkiraanmaupunrealisasi dilapangansebagaiberikut: 1. Investasiminimal1unitinvestasi,besarnyauntuktiapunitinvestasiRp.10.000.000(10 juta Rupiah) dengan rincian modal tersebut berupa ternak sapi perah siap IB 1 ekor, dengan usia 1214 bulan dan memiliki kisaran harga ratarata per ekor Rp.8.000.000. dan biaya operasional (subsidi) per ekor Rp.2.000.000, selama 1 tahun. Secara keseluruhandibutuhkan 15ekorsapidarasiapkawin. 2. Ternakdiupayakanbuntingdanberanakdalamwaktu1218bulanterhitungmulaisapi masukkandang. 3. Tingkatkeberhasilankebuntingansapidiperkirakanmencapai 90%100%.Apabilaada sapi yangmengalamikelainan/kesulitanbuntingsetelahberadadi kandangselama23 bulan,danternyatatidakmemungkinkanuntukbunting/mandul, makasegeraakankami tukardengansapiyangbaru. 4. Secara umum, pola bagi hasil menggunakan system mudharabah, dimana keuntungan yang diperoleh merupakan sisa dari pengurangan atas biayabiaya, seperti biaya

operasional dan lainlain. Adapun bagi hasil yang disepakati adalah 60 bagian untuk pengeloladan40bagianuntukinvestor. 5. Lahan yang digunakan untuk kandang dan hijauan makanan ternak adalah milik pengelolausahapeternakan(EFNO). 6. Sapi hasil anakan dari kandang akan dijual setelah lepas sapih (minimal berusia 34 bulan),denganpolajualdilelang,dimanapembelidiutamakanadalahparainvestordan pengelola sendiri. Namun tidak menutup kemungkinan pihak luar mengikuti lelang tersebut. Halini dilakukan gunamenyeleksiagar sapisapi berkualitastidakkeluar dari kandang. 7. Kotoran/fecestidakdihitungsebagaipemasukan,karenadigunakansebagaipupukbagi kebunrumputpengelola.

TabelPerkiraanBiayaPemeliharaanSapiDaraSiapKawin
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Pengeluaran SapiBetinaSiapIB*** Konsentrat/PakanTambahan** Pakanrumput/HMT** Singkong Obat/KesehatanTernak** IB/InseminasiBuatan** InvestasiKandang* TransportasiTernak** PerbaikanKandang GajiPegawai(Ka.Kandang& AnakKandang)** *Idealnya1pegawai menangani12ekorsapi JumlahTotal Kebutuhan Satuan Harga(Rp) Jumlah(Rp) 15 Ekor 8.000.000 120.000.000 16200 Kg 1500 24.300.000 162000 Kg 250 40.500.000 37800 kg 600 22.680.000 15 Ekor 50.000 750.000 15 Ekor 25.000 375.000 1 Unit 300.000.000 300.000.000 15 Unit 50.000 750.000 15 Unit 100.000 1.500.000 1/1 1 Orang 1.000.000 12.000.000 (x12Bulan)

11

522.855.000

Insert: * DipenuhiOlehPengelola ** DipenuhiOlehPengelola,namunmendapatsubsidiberupapinjamandariinvestor ***Dipenuhisecarapenuh olehInvestor(cetaktebal) #TotalModaldariInvestor :@Rp.10.000.000x 15= Rp.150.000.000 (belibibitRp.120juta,dan subsidi/pinjamankepadapengelolaRp.30 juta) #TotalModalPengelola :InvestasiKandang:Rp.300.000.000+biayadiluarsubsidi (Rp.102.855.000)= Rp.402.855.000 KontribusiModalPengelola:Rp. 402.855.000, (65%) KontribusiModalInvestor:Rp. 150.000.000,(35%) Keterangan: 1. SapibetinasiapIByangdigunakanpadaskalausahadiatasadalah15ekordenganusia 1416 bulan dengan harga per ekor Rp.8.000.000. Selama 12 bulan dipelihara diharapkandapatbuntingdanmenghasilkananak. 2. Konsentrat/pakan tambahan diperoleh dari KUD Tandangsari dengan harga per kg adalahRp.1500.Adapunrinciannyaadalahdiberikanperhari3kgselama12bulanuntuk 15ekorsapibetinasiapIB. 3. BiayapakanHMT(HijauanMakananTernak)dantransportasiuntukrumputdiperlukan, karenalokasikebunrumputcukupjauhdarilokasikandang.Perekorsapimembutuhkan HMT ratarata 30 Kg per hari. (10% bobot badan). Harga per Kg rumput Rp.250/kg. (Termasukbiayaangkut).

4. Kesehatan ternak dijaga dengan melakukan pemeriksaan oleh petugas/mantri KUD maupundaridinasterkait. 5. Inseminasi buatan untuk 15 ekor induk dilakukan oleh inseminator dari KUD maupun instansipemerintah/swadayasendiridenganmendatangkaninseminatordaripihaklain. 6. Perbaikan kandang diperlukan guna meminimalisir kemungkinankemungkinan yang dapatsajaterjadi,misalnyasapiberkeliaranataupuncederaakibatkandangnyarusak.

PolaBagiHasil
Sistembagihasilyangkamigunakanmengacupadausahapeternakansapiperahrakyat, dimana pola yang selama ini terbentuk melalui pola bagi hasil secara Maro, dimana hasil dari keuntungan anak dibagi dua, sementara hasil dari produksi susu menjadi milik pengelola. Sementara itu, biayabiaya lain termasuk biaya operasional dan gajikaryawan disediakan oleh pengelola. Namundemikian,kamimerasabahwapolatersebutkurangtransparan,karenainvestor dan pengelola hanya berbagi anak yang dihasilkan sementara hasil produksi susu harian tidak dibagi, sehinggakami mengadopsipolabagihasilsecaramudharabah, sesuai dengannilainilai syariah, dimana investor dan pengelola memperoleh bagi hasil secara proporsional. Apabila usahamengalamikeuntunganyangbesar,makainvestordanpengelolasamasamamemperoleh keuntungan yang besar, demikian pula sebaliknya, apabila keuntungan yang diperoleh kecil, maka investor dan pengelola juga memperoleh bagian yang kecil juga. Demikian juga halnya dalamhalberbagiresiko(risksharing). Adapunbesarnyapolabagihasilyangdisepakatiadalah60%bagianpengeloladan40% bagian investor. Persentase tersebut kami pertimbangkan berdasarkan kontribusi modal yang ada,dimanapengelolamenyediakankandangdanlahanuntukpakan,sertamenanggungbiaya operasional pada tahap awal investasi, yakni biaya pemeliharaan sapi perah dara siap kawin selamakuranglebih12bulan. Melaluipolabagihasilsecaramudharabahtersebutdiharapkanakanmemberikannilai positif bagi berlangsungnya usaha peternakan. Karena selain untuk mencapai tujuan bersama dalamusaha, yakniprofitataukeuntungan,jugamemilikitujuanagarusahayangkitajalankan memperolehridhaAllahSWT.

PerhitunganBiayaPemeliharaanTernakdanPemasukanHasilUsaha BiayaInvestasi(KewajibanInvestor)
No Kebutuhan 1 BibitSapi1ekor 2 SubsidiOperasional(pinjaman/loan) JumlahTotal Pengeluaran(Rp) 8.000.000 2.000.000 10.000.000

BiayaOperasionaluntuksetiap1ekorsapisiapIB(12Bulan)
No 1 2 4 5 6 7 Kebutuhan Konsentrat1ex2,5kgx1500x365h HMT1ex30kgx250x365h Obat/Sanitasi InseminasiBuatan/IB GajiPegawaiKandang (perekorpertahun) TransportasiTernak JumlahTotal Pengeluaran(Rp) 1.368.750 2.737.000 50.000 25.000 960.000 50.000 5.190.750

PemasukanPenjualanAnak(Pedet) No Penjualan 1 Penjualananaksapipedet(3bulan) JumlahTotal BiayaProduksiSapiLaktasiHarian No 1 2 3 4 5 6 7 Kebutuhan Konsentrat1ex7kgx1500 x1h HMT1ex30kgx250x1h Singkong1ex7kgx600x1h AmpasTahu Obat/Sanitasi InseminasiBuatan/IB GajiPegawai JumlahTotal Pengeluaran(Rp) 10.500 7.500 4200 7000 500 100 2.600 32.400 Pemasukan(Rp) 15x 4.000.000 60.000.000

PemasukanHasilProduksiSusuHarianUntuktiapekorternak(Denganasumsi kapasitasproduksi15LiterperekorperharidanhargapenerimaandiKUDRp 2800) No KapasitasProduksi15L/Hari 1 15LiterxRp2800 JumlahTotal Pemasukan(Rp) 42.000 42.000

BiayaPedet(SebelumLepassapih/ekor/3bulan) No PedetUsia0 90Hari 1 5LiterxRp2800x90h JumlahTotal Pengeluaran(Rp) 1.260.000 1.260.000

BiayaSapiIndukDalamMasaKering(perekorselama2Bulan) No 1 2 3 5 7 Kebutuhan Konsentrat1ex5kgx1500x60h HMT1e x30kgx250x60h Singkong1ex5kgx600x60h Obat/Sanitasi GajiPegawai JumlahTotal Pengeluaran(Rp) 450.000 450.000 180.000 500 2.600 1.083.100

TabelArusKasTahapPertama(12Bulan) untuk15ekorternaksapiperah No Keterangan 1 BiayaPemeliharaanSDSK (15Ekor) 2 HasilPenjualanPedet Jumlah(Defisit) Satuan(Rp) 5.190.750 4.000.000 Jumlah(Rp) 77.861.250 60.000.000 17.861.250

Keterangan:BiayaPemeliharaanSapiDaraSiapKawin(SDSK)sangattinggisehingga tidak mampu tertutupi dari hasil penjualan pedet, karena nilai dari hasil penjualan pedet tidak sebanding dengan biaya operasional, sehingga pengelola mengalami

deficit (minus/tekor) namun demikian khusus untuk biaya pemeliharaan SDSK pengelola melakukan kebijakan bahwa deficit sebesar Rp.17.861.250, menjadi tanggungansepenuhnyapengelola dantidakdibebankankepadabiayaoperasional, hal ini mengingat beberapa variable dari biaya seperti hijauan makanan ternak (Rumput)diperolehdarilahankebunrumputsendiri. TabelArusKasTahap Keduauntuk 15ekorternaksapiperah No 1 2 3 4 5 6 A 1.a 2.b 3.c 4.d B C Keterangan BiayaPemeliharaanSapiLaktasi pertama BiayaPedetPertama BiayaMasaKering BiayaPemeliharaanSapiLaktasi kedua BiayaPedetKedua ModalPokokPembelianSapiSDSK JUMLAHBIAYAOPERASIONAL PemasukanSusuTahapI PemasukanSusuTahapII PenjualanPedetkedua HasilPenjualanIndukLaktasi JUMLAHPEMASUKAN LABA/PENGHASILANUSAHA(BA) BagiHasilPengelola: 60%(Rp.73.268.100) BagiHasilInvestor:40%(Rp.48.845.400) 300 90 90 42.000 42.000 4.000.000 12.000.000 Waktu Satuan(Rp) (Hari) 300 32.400 90 60 90 90 14.000 1.083.100 32.400 14.000 8.000.000 Jumlah(Rp) 145.800.000 18.900.000 16.246.500 43.740.000 18.900.000 120.000.000 363.586.500 189.000.000 56.700.000 60.000.000 180.000.000 485.700.000 122.113.500

Keterangan : Dari table di atas dapat diketahui perkiraan laba bersih yang diperoleh oleh Pengelola dan Investor dengan proporsi 60% untuk bagian pengelola dan 40% untuk bagian investor. Dengan demikian, diperoleh bagian/persentase laba untuk investor sebesar Rp.48.845.400, dimana masing masingunitinvestasiakanmenghasilkanRp.3.256.360,selama24BulanAtauRp. 135.681,perBulan,atauRp.4.522,perhari.Keuntungantersebut diperolehdari Pemasukanhasilproduksisusuhariantahap1dantahap2,Penjualanpedettahap 2,dandarihasilpenjualansapiinduklaktasi. DaritablediatasdapatdiketahuiBCrasio: 485.700.000 =1,336 363.586.500 Apabila BC lebih dari 1 maka usaha tersebut layak dan menguntungkan. Usaha tersebut mampumenghasilkankeuntungansebesar40,70%apabiladibandingkan denganmodalpokokpembelianternak(Rp8.000.000). Apabila dibandingkan bunga Deposito atau Tabungan di Bank yang memiliki return 2 % per tahun, dan belum dipotong biaya administrasi serta pajak 20%, maka investasi di Peternakan Sapi Perah Rakyat EFNO memberikan return yang lebihtinggidaninsyaAllahhalal,berkahdanmanfaat.

B. RencanaUsahaPemeliharaanSapiDaraBunting
PemeliharaanSapiPerahProduksi/Laktasi(Masatungguinvestasi36bulan)
Pada program investasi ini, dana investor akan dibelikan sapi dara bunting denganusiakebuntingan69 bulan(rataratakitacarisapi denganusiakebuntingandi atas 4 bulan, lebih bagus lagi lebih dari 6 bulan). Pada program ini dana yang diinvestasikanlebihbesarkarenahargasapidarabuntingtentunyalebihmahaldarisapi dara siapkawin. AdapunhargasapidarabuntingberkisarantaraRp12,5juta Rp 15 juta. Harga tiap ekor sapi tidak selalu sama, namunbergantung pada penampilan fisik sertaperformanya,usiakebuntingan,danjenisnya.Lebihjauhlagi,kualitasgeneticsapi akanmempengaruhi hargajualnya. Oleh karenaitu kami sulitmenentukanharga yang pasti, sehingga untukinvestasipadaprogramini kamiambilharga tertinggidi pasaran untuk sapi dara bunting local yaitu Rp 15 juta. Adapun apabila ada sisa dana dari pembeliantersebutakankamimasukkankedalamkasEFNO,sehinggapadaakhirmasa investasi, danatersebutakankamikembalikan. Padaprograminiinvestorakanmemperolehkeuntunganberupamasainvestasi yangtidakterlalulama(maksimal6bulan)dimanapadawaktutersebutanakanaksapi sudahdilahirkandansapisudahberproduksisusu.Sehinggapadaprograminvestasiini, potensi keuntungan yang diperoleh yaitu anak sapi/pedet dan produksi susu. Adapun potensi penambahan nilai jual induk tidak terlalu signifikan, bahkan cenderung tetap atau mengalami penyusutan. Untuk memberikan kenyamanan bagi investor, pola bagi hasiluntukinvestasipadadarabunting50:50.

SKENARIO U NTUK10EKORSAPIDARABUNTINGKAWIN :

Asumsi Harga sapi dara bunting dengan usia kebuntingan 6 bulan : Rp 15 juta, Diharapkan melahirkansetelahdipelihara3bulan,biayapemeliharaanselama3bulan: BiayaPemeliharaanSapiDaraBunting No 1 2 4 5 6 7 8 Kebutuhan Konsentrat1ex 4 kgx1500x 90 h HMT1ex30kgx250x 90 h Singkongx5kgx600x90h Ampastahu Obat/sanitasi GajiPegawaiKandang (perekorper 3bulan) TransportasiTernak JumlahTotal Pengeluaran(Rp) 540.000 675.500 270.000 5.000 25.000 240.000 50.000 1.805.500

PemasukanPenjualananak No Penjualan 1 Penjualananaksapipedet(4 bulan) JumlahTotal Pemasukan(Rp) 10 x 4.000.000 40.000.000

BiayaProduksiSapiLaktasiHarian No 1 2 3 Kebutuhan Konsentrat1ex7kgx1500x1h HMT1ex30kgx250x1h Singkong1ex7kgx600x1h Pengeluaran(Rp) 10.500 7.500 4200

4 5 6 7

AmpasTahu Obat/Sanitasi InseminasiBuatan/IB GajiPegawai JumlahTotal

7000 500 100 2.600 32.400

PemasukanHasilProduksiSusuHarianUntuktiapekorternak(Denganasumsi kapasitasproduksi15LiterperekorperharidanhargapenerimaandiKUDRp 2800). No KapasitasProduksi15L/Hari 1 15LiterxRp2800 JumlahTotal Pemasukan(Rp) 42.000 42.000

BiayaPedet(SebelumLepassapih/ekor/4 bulan) No PedetUsia0 120 Hari 1 5LiterxRp2800x120 h JumlahTotal Pengeluaran(Rp) 1.680.000 16.800.000

BiayaSapiIndukDalamMasaKering(perekorselama2Bulan) No 1 2 3 5 7 Kebutuhan Konsentrat1ex5kgx1500x60h HMT1ex30kgx250x60h Singkong1ex5kgx600x60h Obat/Sanitasi GajiPegawai JumlahTotal Pengeluaran(Rp) 450.000 450.000 180.000 500 2.600 1.083.100

TabelArusKasTahapPertama(3Bulan)untuk10ekorternaksapiperah
No Keterangan 1 BiayaPemeliharaanSapiBunting (10Ekor) 2 BiayaPemeliharaanPedet 3 HasilPenjualanPedet Jumlah (Defisit) Satuan(Rp) 1.805.500 1.680.0000 4.000.000 Jumlah(Rp) 18.055.000 16.800.000 40.000.000 5.145.000

Keterangan : Biaya Pemeliharaan Sapi Dara Bunting cukup tinggi sehingga tidak mampu tertutupi dari hasil penjualan pedet, karena nilai dari hasil penjualan pedet tidak sebanding dengan biaya operasional, sehingga pengelola mengalami deficit (minus/tekor)namundemikiankhususuntukbiayapemeliharaansapi dara bunting, pengelola melakukan kebijakan bahwa deficit sebesar Rp.5.145.000, menjadi tanggungansepenuhnyapengelola dantidakdibebankankepadabiayaoperasional, hal ini mengingat beberapa variable dari biaya seperti hijauan makanan ternak (Rumput)diperolehdarilahankebunrumputsendiri. Adapunbiayapemeliharaanpedetselama3bulandiambildarisusuinduksebanyak5 liter perekorperhari.HalinitidakberbedajauhdenganpemeliharaanSapiDaraSiap Kawin,namundemikiandarisegiwaktulebihcepatmemberikanhasil.

TabelArusKasTahapLaktasiPertamauntuk10ekorternaksapiperah LaktasiTiapBulan
No 1 Keterangan Waktu (Hari) Biaya Pemeliharaan Sapi Laktasi 30 pertama JUMLAHBIAYAOPERASIONAL PemasukanSusu Tiapbulan JUMLAHPEMASUKAN 30 42.000 x10 Satuan(Rp) 32.400 x10 Jumlah(Rp) 9.720.000

A 1.a B C

9.720.000 12.600.000 12.600.000 2.880.000

LABA/PENGHASILANUSAHA(BA) BagiHasilPengelola: 50%(Rp.1.440.000) BagiHasilInvestor:50%(Rp.1.440.000)

Keterangan: Daritablediatasdapatdiketahuiperkiraanlababersihyangdiperoleh olehPengeloladanInvestordenganproporsi50%untukbagianpengeloladan50% untuk bagian investor. Analisa di atas merupakan laba/pendapatan bagi hasil dari pemasukansusuuntuksetiapbulanuntuksetiap10ekorsapi.Untuktiapekor/tiap unitinvestasimenghasilkanlabaRp144.000,perbulan.

Tabel Arus Kas Pemeliharaan Sapi Dara Bunting Selama 18 Bulan Pertama
No 1 3 4 5 6 A 1.a 2.b 3.c 4.d B C Keterangan Waktu (Hari) Biaya Pemeliharaan Sapi Laktasi 300 pertama BiayaMasaKering 60 Biaya Pemeliharaan Sapi Laktasi 150 kedua BiayaPedetKedua 120 ModalPokokPembelianSapiBunting JUMLAHBIAYAOPERASIONAL PemasukanSusuTahapI PemasukanSusuTahapII PenjualanPedetkedua HasilPenjualanIndukLaktasi JUMLAHPEMASUKAN LABA/PENGHASILANUSAHA(BA) BagiHasilPengelola: 50 %(Rp.27.784.250) BagiHasilInvestor:50%(Rp.27.784.250) 300 150 120 42.000 42.000 4.000.000 15.000.000 Satuan(Rp) 32.400x10 1.083.100 32.400x10 14.000x10 15.000.000 Jumlah(Rp) 97.200.000 10.831.500 48.600.000 16.800.000 150.000.000 323.431.500 126.000.000 63.000.000 40.000.000 150.000.000 379.000.000 55.568.500

Investasi pada sapi dara bunting tua (bunting 69 bulan), dimana diharapkan pada bulan ke3 masa pemeliharaan sapi sudah melahirkan dan berproduksi susu,

menghasilkan return sebesar Rp.2.784.250 untuk tiap ekor sapi dalam waktu 1820 Bulan.AtauperbulannyamemberikanreturnRp154.356, Keuntungan tersebut diperoleh dari Pemasukan hasil produksi susu harian tahap 1 dan tahap 2, Penjualan pedet tahap 2, dan dari hasil penjualan sapi induk laktasi. Perhitungandiatasdenganasumsijumlahsususegaruntuktiapekorsapi15 literperhari,apabilakapasitasnyamampu20atau25literperekorperhariotomatis hasilnya akan lebih besar lagi. Kenyataannya di kandang kami saat ini terdapat sapi dengan kapasitas produksi 20 hingga 25 liter per ekor per hari bahkan ada yang mencapai35liter. Harga pedet pun untuk pedet FH betina bisa mencapai harga 4,5 5 juta rupiah, apabila dijual pada usia 45 bulan. Adapun apabila bibit yang dihasilkan berupapejantanFHSimmental,harganyaperekoruntukusia45bulanbisamencapai 67jutarupiah. Apabilainvestasipadasapidarabunting,relativesama,namunmasainvestasi yang relative lebih cepat. Hitunghitungannya pada dasarnya seperti analisa di atas. Hanyasajamodalyangdisetorkanolehinvestorlebihbesarlagidanpenambahannilai induktidakterlalubesar. Pada intinya keuntungan yang diperoleh pada usaha peternakan sapi perah rakyat ini adalah : Anak sapi (Pedet) setahun sekali, hasil produksi susu sapi setiap bulan (dimulai saat sapi perah laktasi/menghasilkan susu), dan penambahan nilai indukdimanadiperolehpadasaatinduktersebutdijual. Masingmasing investasi memiliki kekurangan dan kelebihan, dimana pada investasidara siapkawin memilikimasa investasi yang panjang,sehinggareturnnya lambat,namunmemilikikelebihanpadapeningkatannilaijualindukyanglebihbesar, manajemenpemeliharaanyanglebihterkontrol,modalinvestasiyanglebihkecil,serta datarecordingyanglebihakurat. Pada investasi dara bunting memiliki return yang lebih cepat, yaitu dari produksi susu yang dihasilkan, namun dari segi modal yang disetorkan lebih besar. Selainitupenambahannilaijualinduktidakterlalusignifikan.Jadipadainvestasidara buntingkeuntunganyangbisadiambiladalahproduksisusu,dananakyangdihasilkan. Sedangkanpeningkatannilaijualinduktidakterlaluoptimal. Sebagaigambaranhargasapiperahsaatini,tahun20092010(TingkatPeternak): Pedet(anaksapiusialebihdari3bulan/lepassapih):Rp3,5juta Rp4,5juta HargasapidarasiapIB(kualitascukupbaiksecararata2):Rp7,5juta Rp8,5juta Hargasapidarabuntingmuda(bunting34bulan):Rp11juta Rp12,5juta Hargasapidarabuntingtua(bunting69bulan):Rp13,5juta Rp15juta HargasapiLaktasi(bunting):Rp16juta Rp20juta(Kualitassangatbaik) Padadasarnyahargahargatersebuttidaksamaantarasatusapidengansapilainnya, harga tersebut diambil untuk sapi dengan kualitas sedang/standart. Banyak parameter yang diukur misalnya jumlah produksi susu, penampilan fisik ternak/performanya,danlainlain.

C. RencanaUsahaPerdaganganSapi(Trading)
PerdaganganSapiPerah/Trading (Masatungguinvestasi36bulan)
Programinvestasiiniditujukanbagicaloninvestor yanginginsecepatnya memperoleh return dari dana investasi yang ditanamkannya. Dimana program ini memberikan waktu pengembalianinvestasiyanglebihfleksible,yakni36bulansekalitergantungkesepakatan. Pada program ini, dana investasi akan dibelanjakan untuk pembelian sapi di sekitar kawasan ataupun dari daerah sekitar. Sapi yang akan diperjualbelikan berada pada lingkungan peternakan sapi perah rakyat sekitar, dimana harga beli merupakan harga di tingkatpeternak.Setelahsapitersebutkamibeli(baikpedet,sapiremaja,darasiapIB,sapi laktasi,sapidarabuntingmaupunsapipejantan)kemudiandipeliharadikandangselama2 4 minggu, untuk kemudian apabila sudah ada hasil bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari sewaktu membelinya. Tidak menutup kemungkinan transaksi terjadi setiap minggu,ataubahkansetiaphari. Potensi keuntungan pada program tersebut adalah harga beli merupakan harga di tingkat peternak, sehingga relative lebih rendah dibandingkan harga di tingkat Bandar maupun pasar hewan, sehingga selisih harga beli dan harga jual cukup signifikan. Perputaran uang pun relative cepat, dimana transaksi dapat terjadi setiap hari. Sehingga potensikeuntunganakanlebihbesar. Potensitersebutdidukungdenganadanyasejumlah proyek permintaan sapi perah yang relative tinggi akhirakhir ini, baik oleh pemerintah, BUMN, maupun perseorangan yang membutuhkan sapi perah dalam jumlah besar. Ditambahpengalamankamiyangselamainisudahmemilikipelangganmaupunjaringandi kawasan sekitar, maupun kawasan lain yang jaraknya cukup jauh (Garut, Lembang, Pangalengan,Subang,Bandung,Tasikmalaya,Ciamis,Lampung,Padang,danlainlain). Adapunpolabagihasilnyaadalahpengelola 60%:investor 40%.Setiappembelianternak termasukhargabeliakankamicatatsetiaphari,kemudianhargajualdanwaktutransaksi pun akan kami catat, sehingga hasilnya setelah dikurangi biaya operasional maupun pemeliharaan,akandiakumulasikanselamaminimal3bulan. Sehinggapadasaattersebut hasilnyadapat dibagi. Programini dapatberjalanterus selamausahajualbeliternaksapi dirasamasihberjalandenganhasilyangmenguntungkan.Adapunkeuntungantidakdapat kami prediksikan secara pasti, namun demikian berdasarkan pengalaman kami, usaha tersebut cukup menguntungkan. Misalkan saja, kami membeli ternak seharga Rp 6,5 juta kemudiandipeliharadikandangselama2minggudankemudianlakudijualRp7juta,maka ada selisih Rp 500 ribu, setelah dikurangi biaya operasional, maka itulah keuntungannya. Biasanya per ekor mampu menghasilkan potensi keuntungan Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Apabila permintaan cukup tinggi maka perputaran modal dapat 23 kali dalam sebulan, sehingga dalam waktu 3 bulan bagi hasil keuntungan cukup signifikan. Kurang lebih gambaran dan potensi keuntungannya seperti itu, tidak mutlak namun naik turun sebagaimana usaha jenis lainnya. Modal investor pun insyaAllah aman sebagaimana programinvestasiyanglain,karenadanainvestorhanyaakandigunakanuntukbelanjasapi perahyangnantinyaakandiperjualbelikan.

KESIMPULAN
Dengan menggunakan pola bagi hasil secara mudharabah diharapkan dapat lebih menarik minat para investor, karena melalui pola bagi hasil tersebut dapat diketahui secara transparantentangkegiatanusahadanpembagianhasilsertakeuntungansecaraproporsional. Selain itu, pembagian resiko dirasa cukup adil dan transparan. Pola bagi hasil tersebut sebenarnya mirip dengan pola bagi hasil yang selama ini diterapkan di sebagian besar peternakan sapi perah rakyat melalui system maro. Namun, pada system maro, perhitungan biaya operasional, biaya produksi, dan lainlain tidak transparan karena menjadi tanggungan penuh pengelola. Dari hasil yang diperoleh, melalui system bagi hasil secara mudharabah ini investor memiliki bagian keuntungan sebesar 40%, sedangkan pengelola memperoleh bagian

sebesar 60%. Pembagian tersebut dirasa cukup adil dan berimbang, mengingat pengeluaran biayabiaya dan gaji karyawan ditanggung sepenuhnya oleh pengelola, terutama pada saat pemeliharaansapiperahdarasiapkawin,sertapengadaankandang,lahanpakan,danlainlain. Melaluisystemsecaramudharabahinidiharapkanusahayangdijalankantidaksekedar mengejar keuntungan duniawi semata, namun lebih pada mengharap keridhaan Allah SWT. Sistem bagi hasil dinilai lebih adil, karena keuntungan besar akan samasama dinikmati, keuntungan kecil juga samasama dinikmati. Seorang ekonom dunia peraih Nobel dari MIT (Massachusset Institute of Technologi), Weitzman, mengatakan bahwa bagi hasil adalah transaksi yang membawa kebaikan dalam proses pembangunan khususnya dalam skala perusahaan, dan menganjurkan bahwa system penggajian sebaiknya dalam bentuk bagi hasil (Profit and Loss Sharing) sebagai pengganti system penggajian konvensional karena system ini dianggapcenderungrentanterhadapstagflasi. Diharapkan dengan pola bagi hasil sesuai nilainilai syariah, akan lebih meningkatkan usahapeternakansapi perah yangdijalankansehinggacitacitasebagaiNegarapenghasil sapi sapiperahberkualitasdapatdiwujudkan.Mimpitersebutharuskitamulaidenganlangkahkecil kitadi hari ini. Mengingat,di duniaini hanyaada3 negara yangsapisapinyabebas dari PMK (Penyakit Mulut dan Kaki) dan penyakit sapi gila, dimana 2 negara lainnya yakni Australia dan New Zealand sudah berkibar sejak lama sebagai pengekspor sapisapi perah maupun sapi potong ke seluruh dunia, dan ironisnya Indonesia merupakan importer terbesar sapisapi asal Australia dan New Zealand tersebut. Padahal, Bangsa Indonesia memiliki potensi yang sangat besardibidangpeternakan. Kami yakin, melalui system bagi hasil, maka mobilitas harta akan lebih merata dan bermanfaat,karenadenganmenggunakansystembagihasilsebagaisystembisnis,mendorong terjadinyaoptimalisasikeadilansocial. Kontak
NandaNurdiansyah,S.Pt (08122248284 081322039353) Website: http://3farm.wordpress.com/ RekeningBankBCA:3740492291 AtasNama:WantiSetiawati KCPCiptoMangunkusumo,Cirebon,JawaBarat AtaudatanglangsungkeKandangEFNO: DusunCipelahRt29Rw27DesaMekarbaktiKecamatanPamulihanKabupatenSumedang45362Jawa BaratIndonesia. Disarankanuntukmelakukankonfirmasiterlebihdahuluapabilaakanberkunjungkekandang.

FAQ(FrequentlyAskedQuestions)
Beberapa Pertanyaan Yang Sering Diutarakan Calon Investor EFarm Nusantara Organization (EFNO):
1. BerbentukbadanusahaapakahEFNO? EFNOmerupakansuatuusahapeternakanrakyatyangberadadibawahruanglingkupusahaKUD, dalam hal ini KUD Tandangsari. Namun demikian secara modal, manajemen, dan lainlain tidak ada kaitannya dengan KUD. Adapun hubungannya dengan KUD adalah EFNO merupakan mitra KUD dalam menyediakan susu segar yang disetorkan setiap hari. Oleh karena itu, EFNO tidak memiliki badan hukum usaha seperti PT, BUMN, BUMD, Koperasi, CV, ataupun lainnya, melainkan sebagai usaha peternakan rakyat yang mandiri. Meskipun demikian, keberadaan peternakan rakyat seperti EFNO merupakan legal, karena berada pada kawasan sentra peternakan sapi perah yang menjadi binaan KUD Tandangsari, Sumedang dan mendapat dukungan penuh oleh pemerintah. Namun demikian bukan berarti, usaha peternakan rakyat tersebut bebas pajak, sebab sesuai UU No. 18 Th. 2000, tentang Pajak Pertambahan Nilai, kemudiandisusuldengankeluarnyaPPNo.12tahun2001danPPNo.46tahun2003,makasejak

tahun 2001 Susu menjadi Barang Kena Pajak (BKP) jika penyerahannya dilakukan oleh Badan sepertiKoperasi,Yayasan,BUMN,BUMD,PT,CV,atauNV.Olehkarenaitu,mekanismepajaknya tentu saja melalui KUD dengan melakukan pemotongan harga setelah susu disetorkan oleh peternak.Jadi,peternakpunmembayarpajakjugasesuaiaturanpemerintah. 2. SejakkapanEFNO berdiridanapakahsudahmemilikipengalaman dibidangpeternakan sapi perah? EFNO sendiri telah terbentuk sejak Tahun 2007, dan menjadi mitra para peternak local dengan menerapkan pola bagi hasil secara mudharabah. Polanya sendiri merupakan system kemitraan. Namundemikian,karenakandangyangterpisahdansapiyangtercecerpadabeberapakandang peternak,makamulaiakhirTahun2008EFNOmembentukkandangsecaramandiridanterpadu, sehingga keberadaan ternak dapat lebih terpantau perkembangannya. EFNO sendiri terdiri dari beberapa orang yang sudah memiliki pengalaman di bidang peternakan, khususnya sapi perah sejak puluhan tahun yang lalu, bahkan salah seorang pendiri EFNO merupakan pemasok sapi perah baik pedet, dara kosong, dara bunting, ataupun sapi produksi ke beberapa sentra peternakan di daerah seperti Garut, Subang, Lembang, Pangalengan, Bandung, dan Cianjur. Bahkan hinggake beberapa daerah di Sumatra,seperti Lampung dan Padang.Saatini,produksi susuEFNOdalamseharimenghasilkan150200litersususegar,dengansapilaktasisebanyak14 ekor. Keadaan ini berkurang, karena beberapa ekor sapi dijual guna melakukan pengembangan usaha dengan membeli kandang baru yang lebih memadai. Oleh karena itu, kami memutuskan untukmenggandeng beberapacaloninvestoryang berminatpada usaha peternakansapiperah melaluipolabagihasilsecara mudharabah. 3. FasilitasapasajayangdimilikiEFNO? Saatini,EFNOmemilikikandangpada3lokasi,namunyangterisisaatiniadalahkandangseluas 2 1400 m dengan jumlah sapi laktasi 14 ekor, bangunan kandang untuk kapasitas 30 50 ekor ternak, lahan pakan hijauan untuk makanan ternak 2,5 Ha, gudang, dan bangunan yang dapat digunakan sebagai tempat tinggal, sumber air, dan lainlain. Beberapa fasilitas lain yang menunjang adalah, inseminator dari KUD maupun Dinas Peternakan setempat, Mantri hewan, penyuluh,danlainlainyangsudahadadandisediakanolehpemdasetempat. 4. DarimanakahmodalusahaEFNO? Modal usaha EFNO berasal dari swadaya sendiri, dimana hasil usaha dikelola semaksimal mungkin sehingga menghasilkan keuntungan yang maksimal. Karena selain memelihara sapi produktif,kamipunmelakukanperdagangansapiantardaerah.Beberapawaktuyanglaluusaha tersebut sangat menguntungkan, terutama untuk sapi perah dara bunting. Alhamdulillah, dari modal yang relative sedikit pada saat kami memulai usaha di bidang peternakan, kini usaha semakin berkembang secara signifikan. Oleh karena itulah, kami ingin mengajak orangorang yang sangat tertarik pada dunia peternakan, khususnya sapi perah untuk ikut bergabung dan menjalinkerjasama usahadankekeluargaan bersama kami.Dengandukunganmodaldarianda lah insyaAllah usaha EFNO akan semakin berkembang. Khususnya guna menunjang program pembibitansapiperah berkualitas. 5. BagaimanakahMarketingPlanEFNO? MarketingplanEFNOselamainiberdasarkanpadapengalamandankebutuhanternaksapiperah sekitar kawasan dan daerah lain yang membutuhkan bibit sapi perah. Adapun susu segar yang merupakansalahsatuprodukdaripeternakanEFNOdiserapolehKUDdenganhargaperliterRp. 2800 Rp. 3000. Sementara untuk perdagangan, daerah kami, khususnya pendiri EFNO sudah terkenalsebagaipemasoksapiperah.Takjarangpermintaanakankebutuhansapihampirsetiap minggu kami penuhi ke beberapa daerah sekitar. Pasar tersebutlah yang kelak nanti akan kami optimalkan. 6. StrategiPlanEFNOsepertiapa? Untuk mewujudkan pemenuhan pasar akan kebutuhan sapi perah berkualitas, kami merencanakanmembuatpembibitansapiperahdenganmenggunakanteknologiyangadaseperti inseminasibuatan/IB,recording,seleksiketat,perawatandanpemeliharaansecaraintensif,agar dihasilkankualitasbibitsapiyangmaksimaldengankapasitasproduksisusu harianmencapai25 literperhari.Halinipentingkarenaproduksisusupadausahapeternakansapiperahmerupakan produkutama.Selamaini,produksisusuhariansapipeternaksangatrendahyakni1012literper ekor per hari, bahkan ada yang di bawah 10 liter per ekor per hari, namun demikian pada beberapapeternakanterdapatsapiperahberkualitasdenganproduksisusumampumencapai35 liter hingga 45 liter per ekor per hari. Halinilah yang akan menjadi focus utama kami, dengan

melakukan inventarisasi sapi perah berkualitas untuk kemudian mengawinkannya dengan pejantanberkualitas,danmenerapkansystempencatatandanseleksiyangketat.Sehinggahanya sapi perah berkualitas dan memiliki silsilah keturunan yang jelas yang akan kami pelihara dan kembangkandikandang. 7. Polabagihasilnyasepertiapa? Investasidengansystemmudharabah Polabagi hasilmenggunakan system bagi hasilsecaramudharabah.Adapun besarnya pola bagi hasilyang disepakatiadalah60%bagianpengeloladan40%bagianinvestorsetelah sebelumnya dikurangi dengan biaya operasional, gaji pegawai, dan lainlain. Persentase tersebut kami pertimbangkanberdasarkankontribusimodalyangada,dimanapengelolamenyediakankandang dan lahan untuk pakan, serta menanggung biaya operasional pada tahap awal investasi, yakni biaya pemeliharaan sapi perah dara siap kawin selama kurang lebih 12 bulan. Kecuali untuk investasisapiproduksibuntingtua(sapidenganusiakebuntingandiatas6bulan)polabagihasil 50:50. 8. BagaimanakahprospekkedepanjikaberinvestasipadaEFNO? Prospek usaha ke depan sebenarnya tergantung dari perkembangan harga susu sapi yang diterapkanoleh KUD/Pemerintah.Atauadanyaterobosan pasar dengan penerimaanharga susu yanglebihtinggidariyangditerimaolehKUD.Semakintinggihargasusudipasaran,makaharga sapi perah akan semakin meningkat dan secara tidak langsung usaha akan semakin bergairah. Namundemikian,karenatujuanjangkapanjangkamiadalahuntukmenghasilkanbibitsapiperah berkualitas minimal mampu berproduksi menghasilkan susu 2535 liter per ekor per hari, maka InsyaAllah usaha tersebut sangat prospektif. Apalagi jika sapisapisapi yang dihasilkan sesuai harapanyakniberkualitasmaksimal,karenasemakintinggiproduksisususetiapekorsapi,maka harganyapunbisasemakintinggi.Bahkan,untuksapidengankapasitasproduksi3535litersusu perharidapatmencapaiharga3550jutarupiah,tergantungpadakondisinya.Inilahkeuntungan andabergabungdiEFNO,karenakamitidaksekedarmemeliharadanmemperolehsusudananak sapi saja dari usaha tersebut, akan tetapi kami mengusahakan penerapan teknologi dan manajemen pemeliharaan secara optimal agar dihasilkan sapi perah berkualitas tinggi. Apabila sapi memiliki kualitas yang baik dan jelas berasal dari keluarga/silsilah sapi dengan kapasitas produksi yang bagus, untuk sapi dara buntingnya saja mampu mencapai harga 15 juta rupiah tiap ekor. InsyaAllah, usaha tersebut sangat menjanjikan selama dilaksanakan dengan optimal danniatuntukmemperolehkeberkahandalamberusaha. 9. Bagaimanakahresikountung danruginya/RiskSharing? Mengenai resiko, tentunya harus adil dan proporsional sesuai dengan profit sharing. Resiko sebenarnya merupakan sunatullah, dan selalu ada dalam usaha apapun, bahkan dalam meraih citacita pun ada resiko yang harus kita bayar. Apabila timbul permasalahan yang terjadi di tengah perjalanan usaha, misalnya ternak mati, maka hal ini otomatis akan mengurangi keuntungan yang didapat.Dalamhal iniinvestormerugi dan pengelolapun merugi. Padakasus seperti ini, misalnya sapi investor sakit dan tidak mungkin terselamatkan, maka pengelola semaksimal mungkin akan memotong ternak tersebut apabila tidak akan menimbulkan bahaya bagi konsumen, dan hasil dari penjualan dagingnya akan dikembalikan kepada investor atau masukkas,guna digulirkankembalipada usaha tersebut.Pada kasustersebutinvestorrugidari sisi modal pokok pembelian ternak, sementara pengelola rugi dari biaya operasional, pemeliharaankesehatan,gajikaryawan,waktusertatenagadanlainlain. 10. MengapasayaharusberinvestasidiEFNO?Apakelebihanmodelbisnisini? EFNOmemilikiprogramdantujuanyangsangatjelas,danbukansematahanyamelihatdarisegi bisnis atau hanya keuntungan, namun EFNO memiliki tujuan untuk menjadi salah satu tempat yangmampumenghasilkanbibitbibitsapiperahberkualitas.Polabagihasilyangdigunakanpada kerjasama dengan investor sangat sederhana dan mudah, namun tetap menggunakan prinsip prinsipdasar dalam usahakerjasama yakniamanah,jujur,danbertanggung jawab.Untukdapat berinvestasi bersama EFNO, anda hanya diwajibkan membeli sapi perah siap kawin/IB dengan jumlah minimal 1 ekor melalui unit investasi yang kami tawarkan. Anda tidak usah memikirkan biaya apapun, karena semua biaya ditanggung oleh pengelola (EFNO) dan akan diperhitungkan kemudian setelah menghasilkan keuntungan. Sapisapi anda akan kami pelihara sebaikbaiknya sehingga mampu bunting/hamil dan menghasilkan anak. Kami menawarkan demikian, karena semua fasilitas yang dibutuhkan sudah tersedia pada lingkungan kerja kami, seperti kandang, lahan untuk pakan hijauan, dan lainlain. Bayangkan apabila semua fasilitas tersebut anda yang

menyediakan? Dari mulai kandang, bangunan, lahan kandang, lahan pakan, bibit ternak, pakan konsentrat,gajipegawai,biaya operasional,biayakesehatan,biayainseminasibuatan,dan lain lain. Tentu membutuhkan dana investasi yang sangat besar. Dengan pengalaman yang kami miliki,insyaAllahdana/sapiyangandaamanahkanpadakami,akankamikelolasebaikmungkin. Selainitu,setiapunitinvestasiakandiwakilioleh1ekorsapiperah,jadidanaandarelativeaman dan disimpan pada produk yang akan senantiasa berkembang. Apabila sapi tersebut nantinya dijual,tentusajaharganyaakanlebihtinggidarisewaktuandamembelinya. 11. BagaimanacaramelakukaninvestasidiEFNO? Untuk dapat berinvestasi di EFNO, anda hanya diwajibkan untuk membeli 1 unit investasi yang besarnyaperunitadalahRp.10juta.Tiapunitakanmewakili1ekorsapi.Saatini,kamimenerima lowongan untuk sapisapi anda sebanyak 25 ekor. Apabila jumlahnya sudah mencapai 25 unit investasi, atau 25 ekor ternak sapi, maka peluang investasi tersebut akan kami tutup. Caranya anda cukup menghubungi kami dan menyatakan kesediaan untuk bergabung bersama EFNO. Kemudiankamiakanmengirimkanbiodatadankesepakatanperjanjianyangharusandasetujui. Untuk itu, anda harus mempelajarinya terlebih dahulu. Apabila anda setuju dan mantap untuk bergabung, maka kami akan memasukkan anda dalam database kami sebagai calon mitra kerjasama. Untukitu, kami menyarankananda untuk berkunjungkeFarmkami terlebihdahulu, setelahsebelumnyakitabuatjanji.Setelahmerasayakindansiap,baruandadipersilahkanuntuk menyampaikandanainvestasitersebut,baiksecaralangsungataupuntransferkerekeningEFNO viabank.Selanjutnyakamiakanmelaporkankegiatanusahamelaluiblog,email,ataupunsarana lainnyaseperti facebook,agar andadapat memantau perkembangan sapisapi anda setiap hari, atauminimalsetiapminggu.Adapunjadwal/deadlinepenerimaanakanberakhirataukamitutup setelahterkumpul25unitinvestasiataudengandanaRp.250juta. 12. BerapakahjumlahmaksimalUnitInvestasiyangbolehkamiambil? Caloninvestordapatmengambiltiapunitivestasisesuaidengankemampuannyamasingmasing. Minimal 1 unit investasi dan maksimal 25 unit investasi. Atau minimal 10 juta rupiah dan maksimal150jutarupiah. 13. BerapalamainvestasidiEFNO,dankapaninvestormulaimenikmatihasilnya? Meskipunmasakontrak24Bulan,namunkamitidak membatasimasainvestasidiEFNO,karena kami memiliki tujuan jangka panjang. Dan untuk itu kami mempersilahkan anda untuk menulis ahli warisnya agar dapat dilanjutkan. Namun demikian kami mewajibkan para investor untuk tidakmenarikdana/sapisapinyasebelummasakontrakberakhir,yaituselamaminimal18bulan atauminimalsudahmelahirkananak danmenghasilkansusu.Apabilaterjadipenarikansebelum masakontrakberakhir,makainvestorakandikenakanbiayakompensasisebesar25% daritotal nilai investasinya. Untuk lebih jelasnya hal tersebut diatur pada kesepakatan perjanjian usaha. Investordapatmenikmatihasilnyapadatahunpertamasetelahsapisapiinvestormelahirkandan menghasilkansusu.Untuklebihjelasnyadapatdilihatpadatabelanalisausahadiatas(Tabelarus kas).Setelah24bulan,investordipersilahkanmengambildananyaatauterusdikeloladandibuat kesepakatanbaru. 14. Resikoapayangmungkinterjadipadainvestor? Sebenarnya potensi kerugian/resiko dapat terjadi pada usaha jenis apapun, dan merupakan sunatullah, demikian pula pada usaha pembibitan peternakan sapi perah ini. Namun, pada dasarnya kerugian dapat dikelola dengan baiksehingga potensikerugiannya dapatdiminamilisir atau bahkan mampu dieliminasi sepanjang polamanajemenyang diterapkanserta pengawasan dilakukan terusmenerus setiap hari (Risk Management Control). Beberapa kemungkinan bisa sajaterjadi: a. Kerugian dapat timbul apabila ternak yang dipelihara tidak menunjukkan tandatanda kebuntingan sesuai waktu yang diharapkan, misalnya ternak yang dipelihara ternyata mandul ataumengalamikeguguran/abortus.Dalamhalinimakaternakyangbermasalahtersebutharus segera ditukar dengan ternak baru yang diharapkan mampu bunting sesuai waktu yang diharapkan. Kerugian yang timbul adalah waktu, tenaga, dan biaya pemeliharaan. Kerugian terbesar tentunya dialami oleh pengelola karena telah mengeluarkan berbagai macam biaya seperti pemeliharaan, IB, tenaga kerja, dan lainlain. Namun investor pun mengalami kerugian berupa pengembalian investasi yang agak terhambat meskipun pengaruhnya tidak terlalu signifikan. b. Ternak sakit, sehingga perkembangannya tidak optimal atau apabila karena sakit tersebut dikhawatirkanmenimbulkankematian,makadenganterpaksapengelolaakanmenjualnyakeRPH

untukdipotongdengansyaratapabilatidakmembahayakankonsumen.Secaratidaklangsunghal tersebut menimbulkan kerugian, karena penjualan ternak potong dengan ternak bunting tentu berbedasangatjauhdarisegiharga. c. Bencana alam, dapat menimbulkan kerugian apabila mampu merusak kondisi peternakan yang ada. Namun, Alhamdulillah lokasi peternakan EFNO terletak pada lokasi yang InsyaAllah aman sehingga potensi bencana alam dapat dihindari. Salah satu tindakan adalah tidak mendirikan kandangpadalokasiyangrawanlongsor,banjir,letusangunung,danlainlain. d. Usaha peternakan yang dikelola bangkrut, dapat saja terjadi apabila pola manajemen pemeliharaanyangditerapkantidak berjalan sebagaimana mestinya. Misalnyaakibatkurangnya perhatian/pengawasanpengelolayangkurangfocusterhadapjalannya usaha,masalahinternal, dan lain sebagainya. Sebenarnya investor tidak akan merugi terlalu besar, sepanjang sapi yang dipeliharamasihada.Denganpenjualanternaksapisapitersebut,insyaallahmodalinvestorakan terselamatkan. Pada dasarnya, investor berada di pihak yang aman karena ternak sapi yang dipelihara diupayakan jumlahnya sama dengan tiap unit investasi yang dikelola. Jadi, tiap unit investasi diwakiliolehtiapekorternakyangdipelihara.DenganhargaternakminimalRp.8.000.000,maka sebenarnya potensi dana investasi hangus/hilang sangat kecil kemungkinannya, kecuali apabila adakejadianyangluarbiasayangtidakdapatkitacegah. 15. ApabuktibahwasayasudahberinvestasidiEFNO? Anda akan mendapatkan Surat Tanda Bukti Investasi yang sudah ditandatangani oleh investor, pengelola,dansaksi. 16. Apakahdanainvestoraman? InsyaAllahselamasapisapitersebutberadadikandangdandipeliharasecarabaik,makainvestasi anda akan aman. Kelebihan EFNO adalah, dana investasi anda tidak digunakan untuk biaya operasionalmaupunbiayatetap,tetapihanyadibelikansapiperahsebagaiprodukinvestasi,yang apabiladipeliharadandirawatdenganbaiktentuakanmemilikinilaitambah. Danainvestortidakdiinvestasikanuntukkandang Danainvestortidakdigunakanuntukbiayaoperasional Danainvestortidakdigunakanuntukmembayargajipegawai Danainvestortidakdigunakanuntukmembelipakanbaikhijauanmaupunkonsentrat DanainvestorsepenuhnyadiinvestasikanberupasapiperahsiapIB

KESEPAKATANKERJASAMAMUDHARABAH 40% (InvestasiSapiDaraSiapKawin)


a) Kesepakatan1 Investor diwajibkan membeli minimal 1 unit investasi, dan maksimal 15 unit investasi, dimana tiapunitinvestasibesarnyaRp.10.000.000, b) Kesepakatan2 Tiap unit investasi diwakili oleh seekor ternak sapi perah siap IB/siap kawin jenis FH (Frissien Holstein)denganhargamaximalRp.8000.000,.Adapunhargamengikutiperkembangan/kondisi pasar. c) Kesepakatan3 Investor memberikan pinjaman kepada pengelola sebesar Rp. 2.000.000, untuk tiap unit investasi sebagai subsidi bantuan untuk biaya operasional selama 12 bulan, dan akan dikembalikanpadasaatinvestormenarikdananya. d) Kesepakatan4 Ternak berupa sapi perah dara siap kawin berusia 1418 bulan (siap IB) kemudian dititipkan kepada pengelola untuk dipelihara dan dirawat oleh pengelola hingga bunting dan melahirkan. Adapunbiayaoperasionaldanpemeliharaanditanggungolehpengelolaselamaperiodepertama danakandigantikandarihasilpenjualanpedet/anaksapi. e) Kesepakatan5 Ternak sapi yang belum menunjukkan tandatanda kebuntingan selama 23 bulan berada di kandang, maka sapi tersebut segera ditukarkan dengan ternak baru yang sebanding. Resiko pemeliharaandanbiayaoperasionalditanggungpengelola.

f) Kesepakatan6 Pola bagi hasil dilakukan dengan system mudharabah dengan persentase 60% bagi hasil untuk pengeloladan40%bagihasiluntukinvestor,setelahsebelumnyadikurangibiayaoperasional,gaji pegawai,danlainlain. g) Kesepakatan8 Dana investasi tidak dapat diambil minimal selama 18 bulan. Apabila sebelum masa tersebut investormenarikdananya,makaakandikenaipotongansebesar25%darinilaiunitinvestasinya, sebagaikompensasiatasbiayaoperasionaldanlainlain. h) Kesepakatan9 Apabilaternakinvestor dijual dalamkeadaan bunting, makahasil penjualannya dikurangi harga beli ternak (harga pokok sapi) merupakan keuntungan usaha dan hasilnya dibagi dua antara investordanpengelola. i) Kesepakatan10 Anak darihasilperkawinansapiperah denganbibit(semen)dariKUDmelaluisysteminseminasi buatan apabila akan dijual terlebih dahulu dilakukan seleksi, untuk kemudian dilelang. Pembeli diutamakan pengelola/investor guna mencegah keluarnya sapisapi berkualitas yang menjadi programutamaEFNO.Hasilnyakemudiandibagiduaantarainvestordanpengelola. j) Kesepakatan11 Pedet/anaksapihanyadapatdijualsetelahlepasmasasapih,yaknisekitar34bulan. k) Kesepakatan12 Apabila ternak mati karena sakit, bencana alam, ataupun terjadi halhal yang tidak diinginkan yang merupakan diluar kekuasaan/kemampuan pengelola, maka pengelola tidak berkewajiban menggantikerugianinvestor,biayapemeliharaandanbiayaoperasionalmenjadiresikopengelola sedangkanbiayainvestasiternakmenjadiresikoinvestor. l) Kesepakatan13 Ternakdipeliharasungguhsungguh,pencegahanterhadappenyakit,ataupunpengobatanternak yang sakit diupayakan semaksimal mungkin, apabila setelah upaya maksimal ditempuh dan ternak terancam tidak bisa diselamatkan, maka ternak tersebut (apabila masih memungkinkan menurut kesehatan atas rekomendasi mantri hewan) agar dipotong/dijual ke RPH guna meminimalisir kerugian yang lebih besar, hasil dari penjualan karkasnya (daging) diserahkan kepadainvestor(ataudimasukkankedalamkaspengelolauntukkemudiandiserahkan/dibagikan pada saat kontrak berakhir). Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab pengelola terhadap dana investor. m) Kesepakatan14 Investor diwajibkan mengisi formulir isian, menandatangani kesepakatan bersama, dan menyerahkan hak waris/ahli waris yang akan melanjutkan kepemilikan usaha tersebut apa bila terjadihalhaldiluarkendali. n) Kesepakatan15 Kotoran ternak (faeces) tidak diperjualbelikan, melainkan dimanfaatkan untuk kepentingan peternakan,misalnyadigunakansebagaipupukuntukkebunrumputpengelola. o) Kesepakatan16 Pengelolamemilikiwewenanguntukmengakhirimasakontrakdenganinvestor,apabilainvestor tersebutmelakukantindakanyangtidaksesuaidengankesepakatan,ataumengganggujalannya usaha. p) Kesepakatan17 Apabila masa kontrak 24 bulan selesai, maka sapi induk milik investor akan dilelang, hasilnya dikurangimodalpokokinvestor(Rp.250.000.000),dankeuntungannya dibagi antarapengelola daninvestorsesuaikesepakatan bagi hasil (nisbah)yangsudah ditetapkanyakni60%pengelola dan40%investor.

KESEPAKATANKERJASAMAMUDHARABAH 50% (InvestasiSapiProduksi/buntingtua)


a) Kesepakatan1 Investor diwajibkan membeli minimal 1 unit investasi, dan maksimal 10 unit investasi, dimana tiapunitinvestasibesarnyaRp. 15.000.000, b) Kesepakatan2 Tiapunitinvestasidiwakiliolehseekorternaksapiperahbuntingtuadenganusiakebuntingan6 9 bulan jenis FH (Frissien Holstein) dengan harga maximal Rp. 15.000.000,. Adapun harga mengikutiperkembangan/kondisipasar.

c) Kesepakatan3 Harga ternak sapi bunting tidak sama antara satu dan lainnya, apabila ada kelebihan sisa dana pembelian sapi,maka dana tersebut akan dimasukkan dalam kas EFNO dan akan dikembalikan padasaatpengembaliandanainvestasi. d) Kesepakatan4 Ternakberupasapiperahbuntingtuadenganusiakebuntingan69bulandan dititipkankepada pengelola untuk dipelihara dan dirawat oleh pengelola hingga melahirkan. Adapun biaya operasional dan pemeliharaan ditanggung oleh pengelola dan akan digantikan dari hasil penjualanpedet/anaksapi. e) Kesepakatan5 Apabilaternak bunting mengalamimasalah saatmelahirkan,maka pengelolamelakukan usaha usaha untuk meminimalisir kerugian. Resiko pemeliharaan dan biaya operasional ditanggung pengelola. f) Kesepakatan6 Pola bagi hasil dilakukan dengan system mudharabah dengan persentase 50% bagi hasil untuk pengeloladan 50%bagihasiluntukinvestor,setelahsebelumnyadikurangibiayaoperasional,gaji pegawai,danlainlain. g) Kesepakatan8 Dana investasi tidak dapat diambil minimal selama 18 bulan. Apabila sebelum masa tersebut investormenarikdananya,makaakandikenaipotongansebesar25%darinilaiunitinvestasinya, sebagaikompensasiatasbiayaoperasionaldanlainlain. h) Kesepakatan9 Apabilaternakinvestor dijual dalamkeadaan bunting, makahasil penjualannya dikurangi harga beliternak(harga pokoksapi)merupakankeuntunganusahadanhasilnyadibagiantarainvestor danpengelolasesuaikesepakatan. i) Kesepakatan10 Anak darihasilperkawinansapiperah denganbibit(semen)dariKUDmelaluisysteminseminasi buatan apabila akan dijual terlebih dahulu dilakukan seleksi, untuk kemudian dilelang. Pembeli diutamakan pengelola/investor guna mencegah keluarnya sapisapi berkualitas yang menjadi programutamaEFNO.Hasilnyakemudiandibagiduaantarainvestordanpengelola. j) Kesepakatan11 Pedet/anaksapihanyadapatdijualsetelahlepasmasasapih,yaknisekitar34bulan. k) Kesepakatan12 Apabila ternak mati karena sakit, bencana alam, ataupun terjadi halhal yang tidak diinginkan yang merupakan diluar kekuasaan/kemampuan pengelola, maka pengelola tidak berkewajiban menggantikerugianinvestor,biayapemeliharaandanbiayaoperasionalmenjadiresikopengelola sedangkanbiayainvestasiternakmenjadiresikoinvestor. l) Kesepakatan13 Ternakdipeliharasungguhsungguh,pencegahanterhadappenyakit,ataupunpengobatanternak yang sakit diupayakan semaksimal mungkin, apabila setelah upaya maksimal ditempuh dan ternak terancam tidak bisa diselamatkan, maka ternak tersebut (apabila masih memungkinkan menurut kesehatan atas rekomendasi mantri hewan) agar dipotong/dijual ke RPH guna meminimalisir kerugian yang lebih besar, hasil dari penjualan karkasnya (daging) diserahkan kepadainvestor(ataudimasukkankedalamkaspengelolauntukkemudiandiserahkan/dibagikan pada saat kontrak berakhir). Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab pengelola terhadap dana investor. m) Kesepakatan14 Investor diwajibkan mengisi formulir isian, menandatangani kesepakatan bersama, dan menyerahkan hak waris/ahli waris yang akan melanjutkan kepemilikan usaha tersebut apa bila terjadihalhaldiluarkendali. n) Kesepakatan15 Kotoran ternak (faeces) tidak diperjualbelikan, melainkan dimanfaatkan untuk kepentingan peternakan,misalnyadigunakansebagaipupukuntukkebunrumputpengelola. o) Kesepakatan16 Pengelolamemilikiwewenanguntukmengakhirimasakontrakdenganinvestor,apabilainvestor tersebutmelakukantindakanyangtidaksesuaidengankesepakatan,ataumengganggujalannya usaha. p) Kesepakatan17 Apabila masa kontrak 24 bulan selesai, maka sapi induk milik investor akan dilelang, hasilnya dikurangimodalpokokinvestor(Rp.150.000.000),dankeuntungannya dibagi antarapengelola

daninvestorsesuaikesepakatan bagi hasil (nisbah)yangsudah ditetapkanyakni50%pengelola dan 50%investor.

KESEPAKATANKERJASAMAMUDHARABAH JUALBELI (InvestasiJualBeliSapiPerah)


a) Kesepakatan1 Investor diwajibkan membeli minimal 1 unit investasi, dan maksimal 10 unit investasi, dimana tiapunitinvestasibesarnyaRp.10.000.000, b) Kesepakatan2 Dana investasi tersebut akan dikelola oleh EFNO dan dibelanjakan ternak sapi untuk diperjualbelikan. c) Kesepakatan3 Sapi yang diperjualbelikan berupa sapi pedet/anaksapi baik betinamaupun pejantan, sapi dara remaja,sapidarasiapkawin/IB,sapidarabunting,sapilaktasi,sapilaktasibunting,maupunsapi afkir. d) Kesepakatan4 Laporan pembelian sapi dan penjualan dilakukan setiap bulan,dan bagi hasildilakukanminimal setiap3bulansekaliataupalinglama6bulansekali. e) Kesepakatan5 Masa kontrak dilakukan selama 12 bulan. Setelah selesai masa kontrak, usaha kerjasama dapat diakhiriataudilanjutkansesuaikesepakatan. f) Kesepakatan6 Pola bagi hasil dilakukan dengan system mudharabah dengan persentase 60% bagi hasil untuk pengeloladan40%bagihasiluntukinvestor,setelahsebelumnyadikurangibiayaoperasional,gaji pegawai,danlainlain.

JADWAL/KALENDERRENCANAUSAHA
Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret April MingguI
Launching Pembukaan Investasi Penutupan P1/P2/P3 Pemeliharaan/ Trading Pemeliharaan/ Trading Laktasi/anakP2 BagiHasilSusu

MingguII
Launching PembukaanInvestasi P1/P2/P3 Persiapan P1/P2/P3 Pemeliharaan/ Trading Pemeliharaan/ Trading Colostrum P2

MingguIII
Launching PembukaanInvestasi P1/P2/P3 BelanjaTernak P1/P2/P3 Pemeliharaan/ Trading Pemeliharaan/ Trading Colostrum P2

MingguIV
Launching PembukaanInvestasi P1/P2/P3 MasaPemeliharaan Pemeliharaan/ Trading Pemeliharaan/ Trading BagiHasilTrading P3

BagiHasilTradingP3 PenjualananakP2

BagiHasilTradingP3

Laktasi/anakP1 ColostrumP1 ColostrumP1 BagiHasilP1 BagiHasilP1

Keterangan: P1=ProgramPemeliharaanSapiDaraSiapKawin P2=ProgramPemeliharaanSapiBunting P3=ProgramJualBeliSapiPerah InvestasidibukaselamaJanuari Februari,diharapkanawalMaretusahasudahberjalan secara penuh, sehingga untuk program P1 akan mendapatkan hasil pada Bulan Maret 2011,sementaraprogramP2padamingguke4BulanJuni2010diharapkanmelahirkan anakdanmenghasilkanproduksisusu.Selama10haripertamasapitidakdapatdiperah karenaColostrumyangdihasilkansepenuhnyadiberikanpadaanak sapi. Pada minggu ke4 Bulan Juni diharapkan sudah diperoleh bagi hasil dari program jual belisapiperah(P3). NB: Jadwal tersebutsebagai acuansaja,realisasidi lapangan mengikutikondisiserta situasiyangberkembang.Karenatidakmungkinharilahir/buntingsapisamawaktunya, melainkanberbedabedasesuaitingkat kematanganseksual/kedewasaannya.