Anda di halaman 1dari 2

BAB 6 PEMBAHASAN

Setelah dilakukan pengujian sampel dan analisa statistik dengan menggunakan uji one way ANOVA dan uji LSD didapatkan adanya perbedaan nilai compressive strength yang dihasilkan oleh kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil penelitian pada tabel 5.1 memperlihatkan bahwa nilai compressive strength pada gipsum tipe IV mengalami peningkatan pada kelompok perlakuan dengan penambahan Gum Arabic. Kekuatan awal pada kelompok kontrol sebesar 12,785 KN dan setelah penambahan Gum Arabic nilai compressive strength meningkat, yaitu sebesar 14, 357 KN. Hal ini karena Gum Arabic dapat membantu memecah cairan dengan kristal gipsum yang bercampur sehingga mampu mengurangi kadar air berlebih pada set gipsum. Setelah proses pengeringan gum ini juga membantu proses adhesi antara kristal dihydrate (Abdelaziz, KM, et al 2002). Selain itu, Gum Arabica bersifat stabilizer diartikan sebagai zat yang berfungsi mendukung diperolehnya dispersi yang merata dari dua fase atau lebih serta berfungsi mempertahankan dispersi yang sudah merata tersebut dan bersifat sebagai thickening agent yaitu zat yang berfungsi untuk menaikkan viskositas (Rahayu, 2008). Sifat tersebut mampu meningkatkan adhesi antarkristal gipsum sehingga kekuatan gipsum juga akan meningkat, termasuk compressive strength. Kelompok perlakuan dengan penambahan kalsium hidroksida yang terlihat pada tabel 5.1 mengalami penurunan yang nyata. Kalsium hidroksida bersifat sebagai basa kuat dengan rentang pH antara 12,5-12,8 (Athanassiadis et al, 2007).

29

30

Menurut (Singh et al, 1997) pH memiliki hubungan langsung dengan compressive strength gipsum, pada pH 7 atau yang disebut dengan pH netral memiliki compressive strength maksimum. Hal ini bearti jika pH lebih rendah atau lebih tinggi dengan pH netral, compressive strength gipsum tidak akan memiliki kekuatan maksimal atau cenderung menurun. Tabel 5.1 menunjukkan penurunan nilai compressive strength pada kelompok dengan penambahan kalsium hidroksida yang sesuai dengan pernyataan tersebut. Penurunan nilai compressive strength juga terlihat pada kelompok perlakuan dengan penambahan Gum Arabica dan kalsium hidroksida. Hal ini dikarenakan campuran Gum Arabica dan kalsium hidroksida menyebabkan air tertahan dalam kristal dihydrate.. Air yang tertahan tersebut menyebabkan volume dari kristal dihydrate meningkat akan tetapi menurunkan kekuatan gipsum, termasuk compressive strength (Sunita, et al, 2010). Data yang diperoleh dari hasil penelitian yang terdapat pada tabel 5.1 menunjukkan pada kelompok perlakuan dengan penambahan Gum Arabic tidak semua sampelnya mengalami peningkatan nilai compressive strength dari kelompok konrol, ada satu sampel yang menunjukkan penurunan nilai compressive strength. Penurunan tersebut akibat cetakan paralon yang digunakan tidak sesuai dengan tinggi yang semestinya. Menurut spesifikasi ADA bentuk sampel untuk pengujian kekuatan tekan hancur bentuk silinder dengan diameter 20 mm dan tinggi 40 mm. Tinggi paralon yang digunakan pada sampel ini tidak mencapai 40 mm dikarenakan kesalahan saat memotong.