P. 1
25011533-MAKALAH-METODOLOGI-PENELITIAN(1)

25011533-MAKALAH-METODOLOGI-PENELITIAN(1)

|Views: 671|Likes:
Dipublikasikan oleh Dana Sirait

More info:

Published by: Dana Sirait on Apr 28, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2012

pdf

text

original

MAKALAH METODOLOGI PENELITIAN

KONTRIBUSI KERAJINAN PEMBUATAN SANDAL TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI WILAYAH TASIKMALAYA

Disusun Oleh : Puguh Ramos Swaradana Sirait 110406104 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

1.3 Pembatasan Masalah .1 Latar Belakang Setiap keluarga menginginkan kehidupan yang layak untuk itu diperlukan penghasilan yang lebih.2 Identifikasi Masalah – – – – – Kerajinan pembuatan sandal Pembuatan sepatu Penjualan makanan Pertanian Perkebunan 1.BAB I PENDAHULUAN 1. keinginan untuk dapat meningkatkan pendapatan keluarga yang tersebut di atas yang menjadikan kegiatan home industry sebagai salah satu alternative dalam pencapaian keinginan tersebut terutama pada ekonomi masyarakat menengah ke bawah.

Kontribusi kerajinan pembuatan sandal terhadap peningkatan penghasilan keluarga 1.4 Perumusan Masalah Bagaimana kerajinan pembuatan sandal dapat meningkatkan pendapatan keluarga 1.5 Manfaat Penelitian Meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan kerajinan pembuatan sandal ( home industri ) 1.6 Tujuan Penelitian Berdasarkan pokok permasalahan yang telah disebutkan sebelumnya. maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan ekonomi apa yang dapat meningkatkan pendapatan .

2.1 Pengertian Kegiatan Ekonomi Rakyat . Menambah wawasan pengetahuan penulis mengenai kegiatan home industry 3.7 Kegunaan Penelitian Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.pada masyarakat Tasikmalaya.1. berekonomi menengah ke bawah di daerah 1.1 Kegiatan Ekonomi Rakyat 2. Memberikan solusi kepada masyarakat agar dapat meningkatkan pendapatan BAB II LANDASAN TEORI Beberapa faktor yang menjadi landasan teori dalam dalam kegiata ekonomi terbagi menjadi 3 garis besar. Penulis dapat mengetahui kegiatan ekonomi apa yang harus dilaksanakan 2.

1 Pengertian Home Indutri Yang dimaksud kegiatan menghasilkan suatu produk berskala kecil yang dilakukan di masyarakat sebagai alternative dalam hal menambah penghasilan di luar penghasilan utama.Yang dimaksud kegiatan ekonomi rakyat adalah kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam hal memenuhi semua kebutuhan hidup mereka. 2.2.2 Jenis kegiatan home indutri yang ada di Tasikmalaya .2.1.2 Penggolongan Kegiatan Ekonomi Rakyat – Pertanian – Perkebunan – Home Industri 2. 2.2 Home Industri 2.

3 Hubungan Antara Kegiatan Home Industri Dengan Peningkatan Pendapatan Masyarakat. Dari uraian di atas dapat diketahui pentingnya hubungan kegiatan home industry dalam hal ini pembuatan sandal untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di Tasikmalaya. . khususnya masyarakat yang berpenghasilan menegah ke bawah dalam hal menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dalam hidup mereka di samping penghasilan utama. Maksud dari kegiatan home industri seperti apa yang telah dikemukakan sebelumnya adalah sebagai kegiatan alternatif dalam kehidupan masyarakat.• Pembuatan sandal • Kerajinan tas • Penghasil tahu 2.

1.1.1 Pengumpulan Data Teknik pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara random yang secara langsung memberikan quisioner kepada objek penelitian. 3. dalam hal ini masyarakat di desa gunung tilu salah satu daerah pelosok di Tasikmalaya. 3. .BAB III METODOLOGI 3.2 Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gunung Tilu Kecamatan Cidayu Tasikmalaya.1 Tujuan Penelitian Mengetahui kegiatan ekonomi apa yang dapat meningkatkan pendapatan pada masyarakat berekonomi menengah ke bawah khususnya masyarakat yang berdomisili di daerah Tasikmalaya.

3 Metode Penelitian Metode penelitian ini dilakukan secara sistematis artinya proses yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.1. 3. 3.4 Teknik Pengambilan Contoh Teknik pengambilan contoh dalam penelitian ini dilakukan secara langsung ke daerah-daerah di pelosok Tasikmalaya. .2 Metode Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara langsung dengan mengamati objek penelitian serta melakukan pembandingan dengan objek-objek yang di sekitar objek utuma tersebut.1.3.

Berdasarkan penelitian faktor komunikasi dari sisi proses berdasarkan hasil uji statistik melalui dimensi kemampuan komunikator. nilai.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. . ditumbuhkan kategori tinggi. 2. maka berikutnya akan dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. kendati pada beberapa diimensi masih relatif cukup. 3. hal ini mengisyaratkan dalam pemberdayaan masyarakat diperlukan interaksi dan hubungan kerja timbal balik yang efektif baik secara internal maupun eksternal dengan berbagai pihak masyarakat tindakan melalui sebagai kearah proses perubahan dapat memperoleh dan kemandirian “proses belajar”. Komunikasi yang dijalankan oleh pimpinan (kepala desa) dari beberaopa dimensi yang diukur secara deskripstif menunjukkan hasil yang positif (tinggi) . pesan. Komunikan dan feed back menunjukan pengaruh signifikan terhadap pemberdayaan masyarakat bahwa dalam pembangunan. Ini menunjukkan bahwa faktor komunikasi pada umumnya telah berjalan dengan baik.Pemberdayaan sikap. Sumbangan faktor komunikasi relatif cukup berarti. media.1 Kesimpulan Setelah penyusun menguraikan analisis pembahasan dalam penelitian ini.

guna terbinanya konsolidasi ke dalam dan ke luar serta menghindari perbedaan persepsi dan prasangkaprasangka yang timbul dalam masyarakat. baik yang bersifat fisik maupun non fisik benar-benar dipertimbangkan dalam rapat-rapat koordinasi pembangunan di tingkat atasnya. hendaknya tetap harus mengindahkan kemampuan dan kebutuhan variasi lokal. tetapi benar-benar diimplementasikan dalam wujud nyata. Dengan demikian. 1. sehingga setiap kebijakan dapat diterima. sudah sewajarnya apabila Kepala Desa sebagai dinamisator dan .terkait. 5. nilai dan strategi dari model bottom up planning yang dipadukan dengan top down planning bukan hanya slogan yang menjurus pada formalitas belaka.2 Saran usulan program. semangat dan kerjasama yang baik. Hendaknya setiap produk-produk lembaga desa berupa 2. Pemberian program dengan model blue print (cetak biru) yang sudah diplot secara detail dan bersifat uniformitas oleh lembaga supra desa. diaktualisasikan kedalam realitas program.Untuk memberi motivasi.

Kemudian pengkajian bagi dan para teoritisi. and Dean J. Methods and Issues in Social Research. Disamping itu.. Statistika Sosial. James A. perlu menciptakan untuk saling pengertian. Relating Competence : Promotion and Empowerment. lebih diharapkan lanjut adanya mengenai penelitian pemberdayaan masyarakat dalam kaitan dengan factor lain yang belum diteliti. London. New York. DAFTAR PUSTAKA Al Rasyid. Inc. oleh masyarakat akselerasi dan sebagai nilai tambah dari pengorbanan dan keikutsertaan mereka dalam membantu kesinambungan pembangunan desa yang bersangkutan. Breton. 1994. Sydney. Toronto : John Wiley & Sons. 1994.fasilitator dapat menciptakan suasana keterbukaan dan kebersamaan. Penyunting : Teguh Kismantoroadji. Bandung : Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran. Margot. Harun. . Champion. Black. misalnya dalam bentuk rangsangan (insentif) ataupun penghargaan yang dapat dirasakan kelancaran. 1976. saling menerima dan memberi. 3.

Manajemen Pembangunan untuk Negara Berkembang (terjemahan). Human Behavior at Work Organizational Behavior.Gary and Mayo.Brenda & . Effendy. Combs.Miley. 1993. Chambers. . Social Work : An Empowering Profession. Robert. Ithaca : Cornell University. & Uphoff . Pembangunan Desa: Mulai dari belakang (terjemahan).Journal of Progressive Human Services.. Coralie dan White . YIIS. Keith. New York. Bandung : Alumni. Implementation and Evaluation. LP3ES. Dubois . 1988 .1977. Rural Development Participation : Concepts and Measures for Project Design.New Delhi. 1979. Craig. Davis. Cohen. 1980. 1992. Boston : Allyn and Bacon. John M. Bryant. Jakarta. Memerangi Kemiskinan di Pedesaan melalui Pendidikan Non Formal ( terjemahan ) Jakarta. 1989. Community Empowerment A Reader in Participation and Development. London.Zed Book . Phillip H & Manzoor. Ltd. Onong Uchjana. 1981. Kepemimpinan Dan Komunikasi. McGrawHill Publishing Company.27-45. Jakarta : LP3ES. 5 (1).

1989. Ilmu Komunikasi : Teori dan Praktek. Reformasi Politik dan Pemberdayaan Masyarakat. 1998. Bandung : Alumni. Remadja Rosda Karya.____________________. Yogyakarta . ____________________. Human Relations dan Public Relations dalam Management. Eko. Bandung. Sutoro. 2004.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->