Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Kesehatan Adalah Pemberian dari Tuhan yang Berharga. ???? Ada beberapa media yang telah digunakan masyarakat untuk mengajak masyarakat menjaga kesehatan, khususnya kesehatan jantung yang sangat penting dalam tubuh. Melalui ceramah, radio, dan brosur-brosur diuraikan faktor-faktor yang dapat menimbulkan penyakit jantung, mengatur cara makan yang sehat, dan hidup yang serba tenang. Kemajuan dalam bidang teknologi tidak saja mempunyai unsur positif akan tetapi juga ada beberapa akibat sampingan lainnya. Industrialisasi bagi negara akan membawa kemakmuran, akan tetapi perlu disiapkan cara-cara hidup baru, perubahan-perubahan sosial menghendaki penyesuaian yang tidak mudah. Adanya kemajuan ilmu kedokteran yang pesat, telah membantu pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi dalam era globalisasi dewasa ini, mengakibatkan perubahan-perubahan terhadap gaya hidup dalam masyarakat. Gaya hidup yang kurang sehat dan lingkungan hidup yang kurang baik dapat mengakibatkan munculnya berbagai macam penyakit, seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan penyakit jantung,. Penyakit Jantung Koroner merupakan salah satu penyakit yang sangat mematikan. Di negara-negara berkembang seperti Amerika, Inggris, Singapura, dan Indonesia misalnya, penyakit jantung koroner merupakan salah satu pengancam jiwa manusia yang masih sangat merajalela di samping wabah-wabah lain seperti bencana alam atau flu burung. Penderita penyakit jantung koroner dari tahun ke tahun terus meningkat. Dalam kurun beberapa tahun, pasien penyakit jantung koroner yang berobat

di beberapa rumah sakit naik sekitar 10 %. Menurut ahli bedah jantung di satu rumah sakit menyatakan dalam satu tahun pasien yang di bedah sekitar 500 orang. Artinya 41 penderita menjalani operasi jantung per bulan, hanya di rumah sakit itu. Biaya operasi untuk menyembuhkan pasien penyakit jantung koroner ini pun sangatlah mahal. Selain itu, telah banyak orang yang meninggal karena penyakit ini. Satu dari dua kematian yang terjadi disebabkan oleh penyakit ini. Dari data statistik WHO, untuk negara yang berpenduduk 200 juta orang (seperti di Indonesia): setiap tahun minimal ada satu juta orang terkena serangan jantung, 40 % nya meninggal dunia, 60 % nya tertolong tetapi hanya 90 % dari yang 60 % tadi yang akan hidup sedangkan 10 % nya lagi akan meninggal dunia. Jadi di negara yang berpenduduk 200 juta orang setiap tahun rata-rata akan ada 460.000 orang yang meninggal karena serangan jantung. Walaupun penyakit ini pada umumnya menyerang orang-orang yang relatif sudah cukup tua, sekitar umur 50 tahun dan ke atas, namum setiap orang tidak boleh mengendurkan kewaspadaan dan pengetahuannya tentang penyakit jantung koroner, karena penyakit ini berawal dari kelalaian saat masih muda. Untuk meminimalisasi terjadinya kematian akibat penyakit jantung koroner ini, maka yang dapat dilakukan adalah melakukan tindakan pengobatan terhadap penyakit tersebut. Tindakan yang dapat dilakukan, misalnya dengan pemberian obat yang disarankan oleh dokter, melakukan diet untuk menurunkan kadar kolesterol, dan bisa juga dengan menjalankan aktivitas fisik secara teratur seperti bersepeda, berjalan kaki atau berenang yang akan membantu menurunkan berat badan anak, meningkatkan kadar HDL dan juga dapat menurunkan resiko kemungkinan menderita kelainan kardiovaskuler.

1.2

RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah dalam karya ilmiah ini, adalah : Bagaimana renang dapat mengobati Penyakit Jantung Koroner?

1.3

TUJUAN

Adapun tujuan dalam karya ilmiah ini, adalah : 1. Mengetahui pengaruh renang dapat mengobati Penyakit Jantung Koroner. 2. Memberikan pengetahuan tentang tindakan pengobatan terhadap Penyakit Jantung Koroner sehingga dapat meminimalisasi angka kematian akibat penyakit tersebut.

BAB II ISI
KAJIAN PUSTAKA
2.1.1 Penyakit Jantung Koroner Ketika dada terasa nyeri, banyak orang langsung berpikir tentang serangan jantung. Keluhan ini memang kerap menandai gejala sakit jantung. Ternyata banyak jenis penyakit yang salah satu indikasinya adalah nyeri dada, diantaranya kanker paru, kanker payudara dan meningkatnya asam lambung. Tidak semua nyeri dada berasal dari adanya gangguan pada organ jantung. Namun, nyeri dada memang merupakan gejala khas dari sakit jantung. Perasaan semacam itu sesungguhnya dapat disebabkan oleh banyak macam sebab, misalnya masuk angin, terkejut, radang pada jalan nafas seperti, bronchitis atau radang paruparu, kebanyakan merokok atau minum kopi yang keras dan banyak sebab-sebab lain. Salah satu dari sekian banyak sebab itu adalah adanya kelainan pada pembuluh darah yang mengantarkan darah ke jaringan yang melindungi rongga-rongga jantung, yang diberi nama Arteri Koronaria. Menurut Dr. Hary Utomo, Sp. JP, nyeri dada karena kelainan jantung diakibatkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pasokan oksigen ke otot jantung. Ketidakseimbangan itu bisa karena kebutuhan oksigen meningkat atau pasokannya terlalu rendah, bisa juga kombinasi keduanya. Pada penderita penyempitan pembuluh nadi koroner (pembuluh darah yang menyuplai makanan), otomatis pengaliran darah terbatas. 2.1.1.1 Jantung

Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Jantung merupakan pompa otot untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Organ sebesar genggaman tangan kiri pemiliknya ini terus berdenyut sekitar 100800 kali sehari-semalam atau 70 kali per menit untuk memompakan darah sekitar 7.000 liter per hari ke seluruh tubuh melalui pembuluh arteri atau koroner. Jantung terdiri dari serambi jantung atau atrium kanan dan kiri serta bilik atau ventrikel kanan dan kiri juga. Empat rongga jantung tersebut masing-masing dilindungi oleh dinding yang terutama terdiri dari jaringan otot yang dinamakan miokard. Di sebelah dalamnya, miokard dilapisi selaput halus yang dinamakan endokard dan di sebelah luar jantung terbungkus dalam selaput yang dinamkan epikard yang merupakan bagian dari perikard. Jaringan yang melindungi rongga jantung ini dan terutama lapisan miokardnya, senantiasa memerlukan oksigen dan zat-zat makana supaya dapat hidup dan bekerja terus. Zat-zat ini terdapat dalam darah yang mengalir melalui Arteri Koronaria atau Pembuluh Koroner, serta cabang-cabangnya yang terjalin dalam rongga dinding tersebut. Arteri Koronaria kanan dan kiri adalah sepasang cabang pertama dari batang nadi atau Aorta. Seluruh darah yang beredar dalam tubuh mengalir terus melalui jantung, namun darah itu bukannya untuk mengantarkan zat-zat yang diperlukan untuk menghidupi jantung, melainkan merupakan bahan yang harus dikerjakan oleh jantung, yakni untuk dipompa ke dalam susunan pembuluh nadi supaya beredar mengantarkan zat-zat kebutuhan jaringan tubuh dan kemudian kembali ke jantung untuk diedarkan lagi.

Oleh karena pembuluh koroner berfungsi sebagai pembuluh darah yang menyalurkan zat-zat kebutuhan hidup jantung, maka terjadinya kelainan dalam pembuluh tersebut akan mengakibatkan terjadinya gangguan dalam pekerjaan, kekuatan bahkan kelestarian hidup jantung sebagai suatu organ dan ini akan membangkitkan perasaan yang tidak enak terutama di jantung.

Gambar 1 : Jantung 2.1.1.2 Terjadinya Penyakit Jantung Koroner Jantung merupakan pompa otot yang tugasnya maha hebat. Proses yang paling sering terdapat sebagai sebab kelainan pada pembuluh koroner adalah ateroskloresis. Yang berarti kelainan pembuluh koroner dikarenakan terjadinya gelembung-gelembung pada lapisan dalam (intima) pembuluh. Gelembunggelembung ini berisi cairan yang terutama terdiri dari kolesterol dan dinamakan ateroma sehingga kelainan ini dinamakan ateroskloresis. Kadar kolesterol dalam darah memegang peranan yang penting dalam terjadinya arterosklerosis ini. Terjadinya ateroma dimulai mengendapnya kolesterol dari darah pada intima dinding pembuluh darah.

Pembuluh koroner pada tempat yang terserang arterosklerosis ini, dindingnya menjadi tebal, keras, dan kaku. Oleh sebab itu, rongga pembuluh yang dapat dilalui darah menjadi sempit. Sehingga ada sebagian dari jaringan dinding jantung yang biasanya mendapat darah melalui pembuluh yang telah sempit itu, akan mengalami kekurangan darah, atau dalam istilah kedokteran dinamakan Menjadi Iskhemik. Maka dari itu, penyakit jantung akibat arterosklerosis pembuluh koroner ini, selain dinamakan koroner sklerose atau Penyakit Jantung Koroner dinamakan juga Penyakit Jantung Iskhemik. 2.1.1.3 Gejala Penyakit Jantung Koroner Dalam jaringan yang menderita kekurangan darah atau iskhemi, biasanya dibangkitkan rasa nyeri sebagai akibat terganggunya kelangsungan metabolisme atau perobahan zat dalam suasana kekurangan oksigen. Jika jaringan tersebut sudah mati sama sekali (nekrotik) tidak lagi dibangkitkan rasa nyeri karena dalam jaringan tersebut tudak lagi berlangsung metabolisme. Rasa nyeri yang bangkit karena iskhemi pada rongga jantung, terkenal dengan nama Angina pectoris, suatu perasaan seolah-olah dada dijirat, ditindas, dan terasa tertekan, seperti diremas-remas sehingga sukar dan berat untuk bernafas. Adakalanya terasa tertekan di leher seperti tercekik atau terasa nyeri pada bahu lengan kiri sampai jari. Kadang-kadang diikuti rasa panas di dada sampai sakit di ulu hati. Pada beberapa kasus sakitnya terasa sampai rahang. Angina pectoris atau rasa nyeri dada ini merupakan awal gejala Penyakit Jantung Koroner. Walaupun gejala ini belum menunjukkan seseorang terkena serangan jantung. Adanya iskhemi dapat pula menyebabkan terjadinya gangguan irama jantung, artinya denyut jantung dapat menjadi tidak rata, terlalu cepat atau lambat. Angina pectoris atau rasa nyeri dada dan gangguan irama jantung karena iskhemi ini, mula-mula hanya terasa ketika sedang melakukan pekerjaan fisik yang membutuhkan kekuatan yang lebih banyak dari biasa sehingga memaksa jantung untuk bekerja lebih keras guna mengalirkan darah yang lebih banyak ke

oto-otot yang sedang bekerja kuat, misalnya mengangkat atau mendorong barang yang berat, lari, naik tangga, dan ketika mengalami ketegangan batiniah yang berat. Namun jika pekerjaan tersebut dihentikan, maka rasa nyeri dada tersebut segera hilang. Rasa nyeri tersebut dapat hilang karena dalam tingkatan permulaan ateroskloresis pembuluh koroner ini, sudah ada penyempitan pada salah satu anak cabang pembuluh koroner, akan tetapi pembuluh tersebut masih dapat dilalui darah yang cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan otot jantung yang bekerja biasa. Oleh sebab itu, ketika orang bekerja dengan tenang tidak terjadi keluhan sesuatu. Jika orang tersebut harus bekerja lebih berat, jantungnya harus mengedarkan darah lebih banyak, berarti harus bekerja lebih keras dan ototototnya memerlukan darah yang lebih banya.. Untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat itu, pembuluh koroner yang sehat dapat memuai lagi, bertambah luas sehingga dapat dilalui darah lebih banyak.sebaliknya pembuluh darah yang telah sklerotik, menjadi kaku dank eras tidak dapat memuai lagi, tidak dapat mengalirkan darah yang lebih banyak untuk memenuhi miokard dank arena itu miokard menderita iskhemi dan terasa nyeri. Jika aktivitas dihentikan, jantung tidak perlu bekerja keras lagi, kebutuhan miokard akan darah berkurang lagi sehingga kembali dalam jangkauan pembuluh koroner yang telah menyempit dan karena miokard tidak menderita kekurangan darah lagi maka rasanyeri hilang. Selain itu, keluhan bisa terasa saat istirahat karena penyumbatan pada salah satu cabang pembuluh koroner sudah lebih berat atau lebih banyak. Adakalanya disertai kepala terasa melayang atau sempoyongan, keringat dingin, mual dan muntah sampai pingsan. Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh bagian otot jantung (mikard) akibat mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke bagian otot jantung. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba dapat terjadi ketika salah satu nadi koroner ter blokade selama beberapa saat,

entah akibat spasme mengencangnya nadi koroner atau akibat pergumpalan darah thrombus. Bagian otot jantung yang biasanya di pasok oleh nadi yang terblokade berhenti berfungsi dengan baik segera setelah splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa jam saja dan bagian otot jantung termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. Otot yang mati ini disebut infark. Keluhan serangan jantung tidak khas, seperti badan terasa tidak enak seperti masuk angin atau merasakan gejala sakit maag, diikuti sesak nafas dan kerigat dingin. Pergelangan kaki membengkak akibat aliran darah kurang lancar. 2.1.1.4 faktor-faktor penyebab