Anda di halaman 1dari 45

RENCANA STRATEGIS BKD KAB.

SERANG

VISI TERWUJUDNYA PNS YANG PROFESIONAL, AMANAH, DAN SEJAHTERA TAHUN 2010 MISI
1. MENINGKATKAN PARADIGMA WAWASAN APARATUR YG MEMILIKI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN DGN PERUBAHAN SIKAP PERILAKU MELALUI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MENDAYAGUNAKAN PNS SESUAI KUALIFIKASI PENDIDIKAN SECARA MERATA MENINGKATKAN PEMBINAAN MENTAL SPIRITUAL DAN DISIPLIN KERJA MENGEMBANGKAN SISTEM POLA KARIER MELALUI JABATAN STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL MENINGKATKAN PELAYANAN DAN TERTIB ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN MEMBERIKAN PENGHARGAAN (REWARD) BAGI YG BERPRESTASI DAN HUKUMAN (PUNISHMENT) PNS BAGI MELANGGAR. MENINGKATKAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN

2. 3. 4. 5. 6. 7.

TUJUAN
1. MEWUJUDKAN CLEAN GOVERNANCE 2. MENINGKATKAN PELAYANAN MASYARAKAT APARATUR 3. MENDISTRIBUSIKAN PNS SECARA MERATA SESUAI DGN KUALIFIKASINYA 4. MENINGKATKAN DISIPLIN PEGAWAI 5. MENINGKATKAN KUALITAS PENATAAN PENGEMBANGAN PEGAWAI ( KARIER ) PEGAWAI SECARA PROPORSIONAL ( STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL ) 6. MENINGKATKAN PELAYANAN ADMINISTRASI PEGAWAI 7. MENINGKATKAN PENGETAHUAN, KETERAMPILAN, SIKAP DAN PERILAKU 8. MENINGKATKAN KEPUASAN DAN KINERJA PEGAWAI 9. MENERBITKAN PEDOMAN DAN PERATURAN BIDANG KEPEGAWAIAN 10. MENINGKATKAN SISTEM DAN JARINGAN INFORMASI KEPEGAWAIAN.

SASARAN
1. TERCIPTANYA PNS YG BERSIH BEBAS KKN 2. TERPENUHINYA PELAYANAN MASYARAKAT 3. TERPENUHINYA KEKOSONGAN JABATAN STRUKTURAL DAN FUNGSIONAL SECARA MERATA 4. TERWUJUDNYA PENINGKATAN KEDISIPLINAN PEGAWAI 5. TERSELENGGARANYA LAYANAN ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN DGN TERTIB DAN BAIK 6. TERWUJUDNYA PENGEMBANGAN SDM DAN PROFESIONALISME PEGAWAI 7. MENGOPTIMALKAN SOSIALISASI PERUNDANG-UNDANGAN DI BIDANG KEPEGAWAIAN 8. TERWUJUDNYA SISTEM DAN JARINGAN INFORMASI PEGAWAI ( STRATEGI DAN KEBIJAKAN )

SUMPAH

JANJI

PNS

DEMI ALLAH, SAYA BERSUMPAH / BERJANJI : BAHWA SAYA, UNTUK DIANGKAT MENJADI PEGAWAI NEGERI SIPIL, AKAN SETIA DAN TAAT SEPENUHNYA KEPADA PANCASILA, UUD 1945, NEGARA DAN PEMERINTAH; BAHWA SAYA, AKAN MENTAATI SEGALA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU DAN MELAKSANAKAN TUGAS KEDINASAN YANG DIPERCAYAKAN KEPADA SAYA DENGAN PENUH PENGABDIAN, KESADARAN, DAN TANGGUNGJAWAB; BAHWA SAYA, AKAN SENANTIASA MENJUNJUNG TINGGI KEHORMATAN NEGARA, PEMERINTAH, DAN MARTABAT PEGAWAI NEGERI, SERTA AKAN SENANTIASA MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN NEGARA DARIPADA KEPENTINGAN SAYA SENDIRI, SESEORANG ATAU GOLONGAN; BAHWA SAYA, AKAN MEMEGANG RAHASIA SESUATU YANG MENURUT SIFATNYA ATAU MENURUT PERINTAH HARUS SAYA RAHASIAKAN; BAHWA SAYA, AKAN BEKERJA DENGAN JUJUR, TERTIB, CERMAT, DAN BERSEMANGAT UNTUK KEPENTINGAN NEGARA.

KENAIKAN PANGKAT PNS

DASAR :
PASAL 5 AYAT (2) UUD 1945 UNDANG-UNDANG NO. 8 TH. 1974 jo. UU no. 43 TH. 1999 UNDANG-UNDANG NO. 22 TH. 1999

UNDANG-UNDANG NO. 25 TH. 1999


PERATURAN PEMERINTAH NO. 7 TH.1977 jo. PP no. 6 TH. 1997 PERATURAN PEMERINTAH NO. 25 TH. 2000 PERATURAN PEMERINTAH NO. 96 TH. 2000 PERATURAN PEMERINTAH NO. 98 TH. 2000

PANGKAT :
KEDUDUKAN YG MENUNJUKAN TINGKAT SEORANG PNS BERDASARKAN JABATANNYA DLM RANGKAIAN SUSUNAN KEPEGAWAIAN DAN DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR PENGGAJIAN

KENAIKAN PANGKAT :
PENGHARGAAN YG DIBERIKAN ATAS PRESTASI KERJA DAN PENGABDIAN PNS TERHADAP NEGARA

KENAIKAN PANGKAT REGULER :


PENGHARGAAN YG DIBERIKAN KEPADA PNS YG TELAH MEMENUHI SYARAT YG DITENTUKAN TANPA TERIKAT PADA JABATAN

KENAIKAN PANGKAT PNS

KENAIKAN PANGKAT PILIHAN :


KEPERCAYAAN DAN PENGHARGAAN YG DIBERIKAN KEPADA PNS ATAS PRESTASI KERJANYA YG TINGGI

JABATAN FUNGSIONAL :
KEDUDUKAN YG MENUNJUKAN YG MENUNJUKAN TUGAS, TANGGUNG JAWAB, WEWENANG DAN HAK SEORANG PNS DLM RANGKA MENJALANKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEAHLIAN DAN/ATAU KETERAMPILAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI

JABATAN STRUKTURAL :
SUATU KEDUDUKAN YG MENUNJUKAN TUGAS, TANGGUNG JAWAB, WEWENANG DAN HAK SEORANG PNS DALAM RANGKA MEMIMPIN SUATU SATUAN ORGANISASI NEGARA

JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU :


KEDUDUKAN YG MENUNJUKAN YG MENUNJUKAN TUGAS, TANGGUNG JAWAB, WEWENANG DAN HAK SEORANG PNS DLM SUATU SATUAN ORGANISASI YG DLM PELAKSANAAN TUGASNYA DIDASARKAN PADA KEAHLIAN DAN/ATAU KETERAMPILAN TERTENTU SERTA BERSIFAT MANDIRI, DAN UNTUK KP-NYA DISYARATKAN DENGAN ANGKA KREDIT

SISTEM KENAIKAN PANGKAT REGULER SISTEM KENAIKAN PANGKAT PILIHAN

MASA KENAIKAN PANGKAT

PERIODE APRIL
MASA KENAIKAN PANGKAT PERIODE 01 OKTOBER
SYARAT:
MINIMAL TELAH 4 TH DLM PANGKAT TERAKHIR SETIAP UNSUR DP-3 MIN BERNILAI BAIK DLM 2 TH TERAKHIR TIDAK MELAMPAUI PANGKAT ATASAN LANGSUNGNYA

PANGKAT AWAL
NO 1 2 STTB / IJAZAH SEKOLAH DASAR SETINGKAT SLTP PANGKAT / GOLRU JURU MUDA (I/a) JURU (I/c)

3
4

SLTA, D-1
SGPLB, D-II

PENGATUR MUDA ( II / a )
PENGATUR MUDA TK. I ( II / b ) PENGATUR ( II / c ) PENATA MUDA ( III / a ) PENATA MUDA TK.I ( III / b )

5 6 7

SARMUD, AKADEMI , D-III SARJANA ( S-1 ), D-IV DOKTER, APOTEKER/SETARA, MAGISTER ( S-2 )

DOKTOR ( S-3 )

PENATA ( III / b )

PANGKAT PUNCAK
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 STTB / IJAZAH SEKOLAH DASAR SLTP SLTP KEJURUAN SLTA, SLTA Kejuruan 3 Th, Kejuruan 4 Th, D-I, D-II SGPLB. D-III, SARMUD, AKADEMI / BAKALOREAT SARJANA ( S-1 ), D-IV DOKTER, APOTEKER/SETARA, MAGISTER ( S-2 ) DOKTOR ( S-3 ) PANGKAT / GOLRU PENGATUR MUDA ( II/a ) PENGATUR ( II/c ) PENGATUR TK.I ( II/d ) PENATA MUDA TK. I ( III/b ) PENATA ( III/c ) PENATA TK. I ( III/d ) PEMBINA ( IV/a ) PEMBINA TK. I ( IV/b )

STANDAR ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL


NO 1 2 3 4 5 6 7 PANGKAT / GOL RUANG PENGATUR MUDA II/a PENGATUR MUDA TK.I II/b PENGATUR II/c PENGATUR TK.I II/d PENATA MUDA III/a PENATA MUDA TK.I III/b PENATA III/c STANDAR ANGKA KREDIT 25 40 60 80 100 150 200

8
9 10 11 12 13

PENATA TK.I
PEMBINA PEMBINA TK.I

III/d
IV/b IV/d

300
400 550 700 850 1000

IV/a

PEMBINA UTAMA MUDA IV/c PEMBINA UTAMA MADYA PEMBINA UTAMA IV/e

MANAJEMEN PNS BERDASARKAN UU NO. 43 TAHUN 1999

PASAL 12 1.MANAJEMEN PNS DIARAHKAN UNTUK PENYELENGGARAAN TUGAS KEPEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN SECARA BERDAYA GUNA DAN BERHASIL GUNA

M A N A J E M E N P N S

2.UNTUK MEWUJUDKAN TUGAS PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN DIPERLUKAN PNS YG : PROFESIONAL BERTANGGUNG JAWAB JUJUR ADIL

K E B I J A K S A N A A N
M A N A J E M E N

MELALUI PEMBINAAN BERDASARKAN SISTEM PRESTASI KERJA DAN SISTEM KARIER

PASAL 20
1. PERTIMBANGAN PENGANGKATAN DALAM JABATAN DAN KP DIADAKAN PENILAIAN PRESTASI KERJA ( Dp3 ) PASAL 23 PEMBERHENTIAN PNS 1. MENINGGAL DUNIA 2. PENSIUN APS BUP PERAMPINGAN ORGANISASI

SAKIT

3. DIBERHENTIKAN KARENA MELANGGAR DISIPLIN PEGAWAI DAN DIPENJARA DIBERHENTIKAN ATAS : PERMINTAAN SENDIRI KARENA DIHUKUM PENJARA 4 TH LEBIH MELAKUKAN PELANGGARAN DISIPLIN DIBERHENTIKAN KARENA MELANGGAR SUMPAH JANJI

PENGADAAN P N S
KEGIATAN UNTUK MENGISI FORMASI YG LOWONG & MEWUJUDKAN PNS YG PROFESIONAL BERTANGGUNGJAW AB, JUJUR & ADIL P E N G A D A A N P N S

Pasal 5 ayat (2) UUD 1945 UU 8/1974 jo UU 43 /1999 UU 32/2004 UU 25/1999 PP 25/2000 PP 9/2003 PP 9/2000 PP 97/2000 PP 98/2000 jo PP 11/2002

TAHAP PERTAMA PERENCANAAN

PENGUMUMAN PELAMAR
PELAMARAN TAHAP KEDUA PEMERIKSAAN ADM. PANITIA UJIAN MATERI UJIAN TAHAP KETIGA PENGANGKATAN CPNS PROSES CPNS KE PNS BERKAS PERSYARATAN KE PNS

PEMANGGILAN PELAMAR
PENGUMUMAN PELAMAR YG DITERIMA

2 KEWAJIBAN PEGAWAI (pasal 2) 26 butir 3 1


PERATURAN DISIPLIN PNS PP 30/1980

5 Tidak melaksanakan kewajiban sbg PNS 8


RINGAN

7
PELANGGARAN
TERKENA HUKUM DISIPLIN SEDANG

3 LARANGAN BAGI PNS (pasal 3) 18 butir 4 MELANGGAR LARANGAN 6


BERAT

PEMBERHENTIAN TERHADAP CPNS


KARENA MUSIBAH DALAM DINAS KARENA KEADAAN YG TIDAK DIINGINKAN

KARENA MUSIBAH DALAM DINAS TEWAS : Diangkat PNS TMT awal bulan ybs dinyatakan tewas Diberhentikan dgn hormat sbg PNS Jika punya isteri dapat hak pensiun janda Tim Penguji Kesehatan (TPK) menyatakan tdk dpt bekerja lagi dlm semua jabatan negeri Diangkat PNS TMT tgl. 1 pada bulan ditetapkan Surat Ket. TPK Diberhentikan dgn hormat sbg PNS Dapat Hak Pensiun maksimum 75% dari gaji pokok Jika cacat bukan karena dinas dan oleh TPK dinyatakan UZUR dpt hak pensiun bila usianya 50 th dan Min. maks. 4 th.

KARENA KEADAAN YG TIDAK DIINGINKAN DIBERHENTIKAN DGN HORMAT : MENGAJUKAN PERMOHONAN BERHENTI TIDAK MEMNUHI SYARAT KESEHATAN TIDAK LULUS DIKLAT PRAJABATAN PELAKSANAAN TUGASNYA JELEK 1 BLN SETELAH MENERIMA SK CPNS TDK MELAPOR & MELAKSANAKAN TUGAS, KECUALI BUKAN KESALAHAN YBS. DIJATUHI HD TINGKAT SEDANG ATAU BERAT MENJADI ANGGOTA DAN / PENGURUS PARPOL

CACAT:

DIBERHENTIKAN DGN HORMAT / TDK DGN HORMAT :

DIBERHENTIKAN DGN TIDAK HORMAT : WAKTU MELAMAR SENGAJA MEMBERI KETERANGAN/BUKTI TDK BENAR DIHUKUM PENJARA BERDASARKAN KA. PENGADILAN YG SDH MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM YG TETAP KARENA DGN SENGAJA MELAKUKAN TINDAK PIDANA KEJAHATAN YG ADA HUBUNGANNYA DGN JABATAN

KETENTUAN PAKAIAN DINAS


KEPPRES RI Nomor 18 Tahun 1972 tentang Jenis-jenis Pakaian Sipil, diantaranya adalah :
PAKAIAN SIPIL HARIAN ( PSH ) Pakaian Sipil Harian dipakai untuk bekerja sehari-hari maupun untuk keperluan lainnya bersifat umum.
PAKAIAN DINAS HARIAN ( PDH )
Bagi pegawai Gol. IV keatas selain memakai pakaian dinas harian, dapat juga dlm menjalankan tugas tertentu memakai ( PSH ) sebagaimana diatur dalam Keppres Nomor 18 Tahun 1972. PAKAIAN DINAS LAPANGAN ( PDL ) Untuk satuan unit kerja yg telah mempunyai pakaian dinas lapangan berdasarkan ketentuan yg berlaku dinyatakan tetap berlaku.

PAKAIAN SIPIL RESMI ( PSR )


Pakaian Sipil Resmi dipakai untuk Upacara Kenegaraan, menerima tamu luar negeri dan dipakai malam hari ( PSR sama dgn PSH tetapi mempunyai lengan panjang ) PAKAIAN SIPIL LENGKAP ( PSL ) Pakaian Sipil Lengkap dipakai untuk Upacara Resmi Kenegaraan, PSL berupa celana panjang, kemeja dgn dasi dan Jas PAKAIAN SIPIL DASI HITAM ( PSDH ) Pakaian Sipil Dasi Hitam dipakai pada jamuan resepsi / malam resmi atau kenegaraan. PSDH terdiri dari celana panjang hitam, jas hitam/putih, kemeja khusus putih, ikat pinggang khusus putih, dasi kupu kupu hitam. PAKAIAN SIPIL NASIONAL ( PSN ) Pakaian Sipil Nasional dipakai untuk menghadiri acara resmi / kenegaraan di luar negeri. Terdiri dari Celana panjang hitam, jas hitam/putih, sarung fantasi dan peci nasional.

SISTIM POLA KARIER PNS Dalam Undang-Undang No. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang no. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian dgn tegas digariskan bahwa untuk mewujudkan penyelenggaraan tugas pemerintahan dan pembangunan diperlukan PNS yg Profesional, bertanggung jawab, Jujur dan Adil melalui pembinaan yg dilaksanakan berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karier yg dititik beratkan pada sistem prestasi kerja. SISTEM KARIER Pengangkatan pertama didasarkan atas kecakapan yg bersangkutan, kemudian ditunjang dgn masa kerja, pengalaman, kesetiaan, pengabdian serta syarat-syarat objektif lainnya yg turut menentukan. SISTEM KARIER terbagi dua yaitu : SISTEM KARIER TERBUKA SISTEM KARIER TERTUTUP

KEWAJIBAN PNS
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian ditentukan sbb : Setiap PNS wajib setia dan taat kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah serta wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. PNS wajib mentaati segala perundang-undangan yg berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan dgn penuh pengabdian, kesadaran dan tanggungjawab. PNS adalah pelaksana peraturan perundangundangan. Dalam pasal 6 Undang-Undang nomor 8 Tahun 1974 bahwa setiap Pegawai Negeri Wajib menyimpan Rahasia Jabatan. Rahasia jabatan adalah rahasia mengenai atau yg ada hubungannya dgn jabatan. HAK HAK PNS Setiap PNS berhak memperoleh gaji yg adil dan layak sesuai dgn beban pekerjaan dan beban kerjanya Gaji yg diterima oleh PNS harus mampu memacu produktiviotas dan menjamin kesejahteraannya Gaji PNS yg adil dan layak sebagaimana dimaksud dlm ayat (1), ditetapkan dgn PP. Setiap PNS berhak Cuti Setiap PNS yg ditimpa oleh sesuatu kecelakaan dlm dan karena menjalankan tugas kewajibannya berhak memperoleh perawatan.

SISTEM PRESTASI KERJA Pengangkatan seseorang dlm suatu jabatan didasarkan atas kecakapan & prestasi yg telah dicapai oleh yg diangkat dgn dibuktikan secara nyata.

PROSEDUR PERPINDAHAN ANTAR KANTOR/DINAS/BAGIAN/KECAMATAN DALAM SATU KABUPATEN PROSEDUR Usul dari unit kerja Rekomendasi penerimaan dari unit kerja yg dituju BKD mengeluarkan SP ( Surat Perintah )

UNIT KERJA

BKD

PROPINSI

SK. PROV.

YBS. BKD

SYARAT-SYARAT KARPEG SK. PANGKAT PERTAMA SK. PANGKAT TERAKHIR DP-3 TAHUN TERAKHIR USUL DARI UNIT KERJA REKOMENDASI PENERIMAAN DARI UNIT KERJA

PROSEDUR PERPINDAHAN / MUTASI DALAM SATU PROPINSI Berdasarkan PP Nomor 09 Tahun 2003 Pasal 17 PROSEDUR Usulan diajukan setelah mendapatkan rekomendasi dari unit kerja

Rekomendasi penerimaan dari tempat yg dituju


Gubernur mengeluarkan SK perpindahan antar Kabupaten

UNIT KERJA

BKD

SP

UNIT KERJA BARU

SYARAT-SYARAT KARPEG SK. PANGKAT PERTAMA SK. PANGKAT TERAKHIR DP-3 TAHUN TERAKHIR USUL DARI UNIT KERJA REKOMENDASI PENERIMAAN DARI UNIT KERJA DRP ( DAFTAR RIWAYAT PEKERJAAN ) DP-3 TERAKHIR

KARIS / KARSU KEPUTUSAN KEPALA BAKN No. 1158a/KEP/1983 Tgl. 25 April 1983 PROSEDUR Usul / Pengantar dari Unit Kerja SK. CPNS SK. PNS Foto yg bersangkutan 3 x 4 = 3 lbr

DINAS / INSTANSI

USUL

BKD

USUL
SYARAT-SYARAT Mengajukan usul / pengantar Foto copy Surat Nikah Daftar Keluarga SK. Suami / Isteri Foto Isteri/Suami 3 x 4 = 3 lbr

BKN REG III BDG

BERKALA PP no. 11 Tahun 2003 tentang Gaji PNS PROSEDUR Dinas/Instansi/Kecamatan/Bagian mengusulkan usul kenaikan gaji Berkala sepanjang Kepala Dinas keatas dan Staf Setda diusulkan ke BKD Sedangkan masing-masing Staf Dinas/Instansi/Kecamatan dibuat oleh masing-masing BKD/Setda menetapkan kenaikan gaji berkala ( KGB ) jabatan Esselon II?Kadis/Kantor/Camat/Kabag pada Setda Kepala Dinas/Kantor dpt menetapkan KGB kepada staf di unit kerjanya

DINAS / INSTANSI
SYARAT-SYARAT

BKD

SK. Pangkat Terakhir Foto copy Berkala yg lalu Usul dari unit kerja

C U T I
PP no. 24 Tahun 1976 Pasal 3 CUTI TAHUNAN CUTI BESAR CUTI SAKIT CUTI BERSALIN

CUTI ALASAN PENTING


CUTI DILUAR TANGGUNGAN NEGARA

DINAS / INSTANSI

B K D a.n. SETDA
SYARAT-SYARAT Masa kerja sekurang-kurangnya 1 tahun terus-menerus Lama Cuti 12 hari kerja dalam setahun Cuti dapat diambil minimal 3 (tiga) hari Mengajukan permintaan tertulis kpd pejabat berwenang

PEMBERHENTIAN PNS JENIS-JENIS PEMBERHENTIAN Pemberhentian atas permintaan sendiri Pemberhentian karena mencapai batas usia pensiun Pemberhentian karena adanya penyederhanaan organisasi Pemberhentian karena melakukan pelanggaran/tindak pidana/penyelewengan Pemberhentian karena tidak cakap jasmani atau rohani Pemberhentian karena meninggalkan tugas

Pemberhentian karena meninggal dunia atau hilang


Pemberhentian karena hal-hal lain

UNDANG-UNDANG RI NOMOR 11 TH. 1969 TENTANG PENSIUN PEGAWAI DAN PENSIUN JANDA/DUDA PEGAWAI

USIA PENSIUN PEGAWAI NEGERI USIA PNS UNTUK HAK PENSIUN DITENTUKAN ATAS DASAR TGL. KELAHIRAN PAD SK PENGANGKATAN PERTAMA ( SK CPNS ) TGL KELAHIRAN YG HANYA MENYEBUTKAN BULAN DAN TAHUNNYA SAJA MAKA DITETAPKAN AKHIR BULAN TAHUN TSB TGL. KELAHIRAN YG HANYA MENYEBUTKAN TAHUNNYA SAJA, DITETAPKAN TGL. 31 DESEMBER TAHUN TSB. BESARNYA PENSIUN PEGAWAI TIAP-TIAP TAHUN MASA KERJA DIHARGAI 2 % MAKSIMAL DAN MINIMAL 40% DARI DASAR PENSIUN SERENDAH-RENDAHNYA=GAJI POKOK TERENDAH BESARNYA PENSIUN JANDA / DUDA 36 % DARI DASAR PENSIUN / TDK KURANG DARI 75 % DARI GAJI TERENDAH ISTERI LEBIH DARI SEORANG MAKA 36% BANYAKNYA ISTERI

WEWENANG PENGANGKATAN PEMIND. & PEMB. PNS

Pejabat berwenang pej. Yg mempunyai kewenangan mengangkat, menindahkan & memberhentikan PNS sesuai dgn ketentuan Peraturan Perundang2an yg berlaku

PRESIDEN

1. KP.IV/C-IV/E 2. Jastruk Ess I & Jafung Jen UT 3. Hakim Pengg. & Panitera/WK.PN.MA 1. Pengangk CPNS & PNS

PPK PUSAT

2. KP.I/B-IV/B
3. Jastruk Ess II & Jafung Jen Madya 4. Pemb. I/B-IV/B 1. Pengangk CPNS & PNS

WEWENANG

2. KP.I/B-IV/B

PPK PROVINSI

3. Jastruk Ess II & Jafung Jen Madya 4. Pemb. I/B-IV/B 1. Pengangk CPNS & PNS 2. KP.I/B-IV/B

PPK KAB / KOTA


1. 2. 3. 4. 5. Pasal 5 ayat (2) UUD 1945 UU 8/1974 jo UU 43/1999 UU 22 / 1999 UU 25 / 1999 PP 25 / 2000

3. Peng.Sekda/Pemb smntra Konsul. Mendagri & Prest.DPRD 4. Jastruk Ess II & Jafung Jen Madya 5. Pemind. Antar Kab/Kota satu Prov 1. Pengangk. PNSP & PNSD yg tewas & cacat karena dinas 2. KP. Anumerta & KP Pengabdian 3. Perpindahan antar Instansi

KEPALA BKN

IMPLEMENTASI UU 8/1974 JO UU 43 TAHUN 1999

UU 11/1969 PENSIUN PNS PP 32 / 1979 PEMBERHENTIAN PNS PP 5/1999 JO PP 12/1999 PP 25/1994 PENGHARGAAN PNS PP 10/1983 JO PP 45/90 IZIN PERC. & PERKAWINAN PP 12 / 1981 TUNJANGAN CACAT PP 100/2000 JO PP 13/2003 PENG. JABATAN PP 30 / 1980 DISIPLIN PNS PP 15 / 1976 DUK

PP 96/2000 JO PP 9/2003 KA BKN 13/2000

PP 97/2000 KA. BKN 11/2000 PP 98/2000 JO PP 11 2002 KA BKN 11/2002 PP 7/1977 JO PP 11/2003 GAJI PNS PP 25/81 TASPEN

WEWENANG

PP 69/91 JO PP 6/93 ASKES PP 101/2000 DIKLAT KEPPRES 30/1981 SEB KA.BKN & LAN PP 26/1977 PENG. KESEHATAN PP 10/1979 DP.3

PP 29/2000 JO PP 12/2002 KENAIKAN PANGKAT PP 24/1976 CUTI PNS

PENGANGKATAN PNS PP 21 / 1975 SUMPAH PNS

KEBIJAKAN DLM PENYELENGGARAAN DIKLAT APARATUR PADA BKD KAB. SERANG


TUJUAN DAN SASARAN DIKLAT TUJUAN : 1. Meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap agar dpt melaksanakan tugas jabatan secara profesional dgn dilandasi kepribadian & etika PNS sesuai dgn kebutuhan instansi; Menciptakan Aparatur yg mampu berperan sbg pembaharu & perekat persatuan & kesatuan; Memantapkan sikap & semangat pengabdian yg berorientasi pada pelayanan, pengayoman & pemberdayaan masyarakat; Menciptakan kesamaan Visi dan dinamika pola pikir dlm melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya pemerintahan yg baik.

2. 3. 4.

TUJUAN DAN SASARAN DIKLAT SASARAN: TERWUJUDNYA PNS YG MEMILIKI KOMPETENSI YG SESUAI DGN PERSYARATAN JABATAN MASING-MASING

JENIS DAN JENJANG DIKLAT DIKLAT PRAJABATAN

DIKLAT DALAM JABATAN

KEBIJAKAN DLM PENYELENGGARAAN DIKLAT APARATUR PADA BKD KAB. SERANG

DIKLAT PRAJABATAN terdiri dari :


1. 2. 3. DIKLAT PRAJABATAN GOL I, untuk menjadi PNS Gol. I DIKLAT PRAJABATAN GOL II, untuk menjadi PNS Gol. II DIKLAT PRAJABATAN GOL III, untuk menjadi PNS Gol.III

DIKLAT DALAM JABATAN terdiri dari : 1. 2. 3. DIKLAT KEPEMIMPINAN DIKLAT FUNGSIONAL DIKLAT TEKNIS

DIKLATPIM ( Diklat Kepemimpinan ) dilaksanakan untuk persyaratan Kompetensi Kepemimpinan Aparatur Pemerintah sesuai dgn jenjang Jabatan Struktural :

1.DIKLATPIM Tk. IV untuk Jabatan Struktural Esselon IV;


2.DIKLATPIM Tk. III untuk Jabatan Struktural Esselon III; 3.DIKLATPIM Tk. II untuk Jabatan Struktural Esselon II; 4.DIKLATPIM Tk. I untuk Jabatan Struktural Esselon I;

TUGAS POKOK BIDANG ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN 1. FORMASI 2. PENGADAAN PEGAWAI 3. PENGANGKATAN CPNS KE PNS 4. BERKALA 5. KARIS / KARSU 6. KARPEG 7. C U T I 8. KENAIKAN PANGKAT 9. P E N S I U N