Anda di halaman 1dari 13

BAB I I. Pengantar Analis dan Interprestasi Citra A.

LATAR BELAKANG Perkembangan teknologi penginderaan jauh (remote sensing) terus meningkat dengan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi, perangkat keras, dan perangkat lunak. Keterse diaan data cittra semakin mudah diakses dan diperoleh secara cepat lewat internet, sehingga data citra dijital merupakan sistim jaringan pokok pendukung kegiatan survei dan pemetaan. Untuk meningkatkan penggunaan data citra penginderaan jauh tersebut secara maksimal dan tepat guna maka perlu dipersiapkan sumberdaya manusia yang mengerti konsep dasar serta mampu mengolah data citra tersebut secara efisien dan efektif. B. Pengolah Citra Pengolahan citra adalah salah satua plikasi yang dapat mengubah gambar menjadi suatu informasi. Tujuan lebih jauh dari pengolahan citra adalah membuat suatu sistem yang bias melihat. Pengolah citra ini adalah salah satu cabang dari ilmu informatika. Pengolahan citra berkutat pada usaha untuk melakukan transformasi suatu citra/gambar menjadi citra lain dengan menggunakan teknik tertentu. Tujuan Pengolahan Citra / Image Processing : - Proses memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasi oleh manusia atau komputer - Teknik pengolahan citra dengan mentrasfor-masikan citra menjadi citra lain, contoh : pemampatan citra (image compression) - Pengolahan citra merupakan proses awal (preprocessing) dari komputer visi. Pengenalan pola (pattern recognition) : - Pengelompokkan data numerik dan simbolik (termasuk citra) secara otomatis oleh komputer agar suatu objek dalam citra dapat dikenali dan diinterpreasi. - Pengenalan pola adalah tahapan selanjutnya atau analisis dari pengolahan citra C. DEFINISI DASAR Berikut ini adalah definisi dasar yang dipergunakan dalam pengolahan citra : 1. Citra Citra adalah gambar dua dimensi yang dihasilkan dari gambar analog dua dimensi yang kontinu menjadi gambar diskrit melalui proses sampling. Gambar analog dibagi menjadi N baris dan M kolom sehingga menjadi gambar diskrit. Persilangan antara baris dan kolom tertentu disebut dengan piksel. Contohnya adalah gambar/titik diskrit pada baris n dan kolom m disebut dengan piksel [n,m]. 2. Sampling

Sampling adalah proses untuk menentukan warna pada piksel tertentu pada citra dari sebuah gambar yang kontinu. Pada proses sampling biasanya dicari warna rata-rata dari gambar analog yang kemudian dibulatkan. Proses sampling sering juga disebut proses digitisasi. 3. Kuantisasi Ada kalanya, dalam proses sampling, warna rata-rata yang didapat di relasikan ke level warna tertentu. Contohnya apabila dalam citra hanya terdapat 16 tingkatan warna abu-abu, maka nilai rata-rata yang didapat dari proses sampling harus diasosiasikan ke 16 tingkatan tersebut. Proses mengasosiasikan warna rata-rata dengan tingkatan warna tertentu disebut dengan kuantisasi. 4. Derau Derau (Noise) adalah gambar atau piksel yang mengganggu kualitas citra. Derau dapat disebabkan oleh gangguan fisis(optik) pada alat akuisisi maupun secara disengaja akibat proses pengolahan yang tidak sesuai. Contohnya adalah bintik hitam atau putih yang muncul secara acak yang tidak diinginkan di dalam citra. bintik acak ini disebut dengan derau salt & pepper. Banyak metode yang ada dalam pengolahan citra bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan noise. II. Sistem Visual Manusia

A. Pembentukan Citra oleh Sensor Mata - Intensitas cahaya ditangkap oleh diagram iris dan diteruskan ke bagian retina mata. - Bayangan obyek pada retina mata dibentuk dengan mengikuti konsep sistem optik dimana fokus lensa terletak antara retina dan lensa mata. - Mata dan syaraf otak dapat menginterpretasi bayangan yang merupakan obyek pada posisi terbalik.

Cornea Iris

Lens

Visual Axis

Retina

Blind spot Fovea

* Subjective brightness - Merupakan tingkat kecemerlangan yang dapat ditangkap sistem visual manusia; - Merupakan fungsi logaritmik dari intensitas cahaya yang masuk ke mata manusia; - Mempunyai daerah intensitas yang bergerak dari ambang scotopic (redup) ke ambang photocopic (terang). * Brightness adaption - Merupakan fenomena penyesuaian mata manusia dalam membedakan gradasi tingkat kecemerlangan; - Batas daerah tingkat kecemerlangan yang mampu dibedakan secara sekaligus oleh mata manusia lebih kecil dibandingkan dengan daerah tingkat kecemerlangan sebenarnya.

* Kepekaan dalam pembedaan tingkat kecemerlangan merupakan fungsi yang tidak sederhana, namun dapat dijelaskan antara lain dengan dua fenomena berikut: - Mach Band (ditemukan oleh Ernst Mach):

pita tengah bagian kiri kelihatan lebih terang dari bagian kanan. - Simultaneous Contrast:

kotak kecil disebelah kiri kelihatan lebih gelap dari kotak kecil disebelah kanan, padahal intensitasnya sama tapi intensitas latar belakang berbeda. Hal sama terjadi bila kertas putih di meja kelihatan lebih putih daripada kertas sama diarahkan ke sinar matahari. III. Konsep Dasar Citra

A. Citra ada 2 macam : 1. Citra kontinyu Dihasilkan dari sistem optik yg menerima sinyal analog. Contoh : mata manusia, kamera analog 2. Citra Diskrit / Citra digital Menurut Baxes (2004 : 1), Citra digital dapat didefinisikan sebagai fungsi dua variabel f(x,y), di mana x dan y adalah koordinat spasial dan nilai f(x,y) adalah intensitas citra pada koordinat tersebut. Teknologi dasar untuk menciptakan dan menampilkan warna pada citra digital berdasarkan pada penelitian bahwa sebuah warna merupakan kombinasi dari tiga warna dasar, yaitu merah, hijau, dan biru (Red, Green, Blue - RGB). Dihasilkan melalui proses digitalisasi terhadap citra kontinyu. Contoh : kamera digital, scanner

B. Operasi Pengolahan Citra 1. Perbaikan kualitas citra(image enhacement) Tujuan : memperbaiki kualitas citra dengan memanipulasi parameterparameter citra. Operasi perbaikan citra : Perbaikan kontras gelap/terang Perbaikan tepian objek (edge enhancement) Penajaman (sharpening) Pemberian warna semu(pseudocoloring) Penapisan derau (noise filtering) 2. Pemugaran citra(image restoration) Tujuan : menghilangkan cacat pada citra. Perbedaannya dengan perbaikan citra : penyebab degradasi citra diketahui. Operasi pemugaran citra : Penghilangan kesamaran (deblurring) Penghilangan derau (noise) 3. Pemampatan citra (image compression) Tujuan : citra direpresentasikan dalam bentuk lebih kompak, sehingga keperluan memori lebih sedikit namun dengan tetap mempertahankan kualitas gambar (misal dari .BMP menjadi .JPG) 4. Segmentasi citra (image segmentation) Tujuan : memecah suatu citra ke dalam beberapa segmen dengan suatu kriteria tertentu. Berkaitan erat dengan pengenalan pola.

5. Pengorakan citra (image analysis) Tujuan : menghitung besaran kuantitatif dari citra untuk menghasilkan deskripsinya. Diperlukan untuk melokalisasi objek yang diinginkan dari sekelilingnya Operasi pengorakan citra : Pendeteksian tepi objek (edge detection) Ekstraksi batas (boundary) Represenasi daerah (region) 6. Rekonstruksi citra (Image recontruction) Tujuan : membentuk ulang objek dari beberapa citra hasil proyeksi. C. Aplikasi Pengolahan Citra dan Pengenalan Pola Bidang Perdagangan Pembacaan bar codepada barang di supermarket Pengenalan huruf/angka pada formulir secara otomatis Bidang Militer Mengenali peluru kendali melalui sensor visual Mengidentifikasi jenis pesawat musuh Bidang Kedokteran Deteksi kanker dengan sinar X Rekonstruksi foto janin hasil USG Bidang Biologi Penenalan kromosom melalui gambar mikroskopik Komunikasi Data Pemampatan citra transmisi Hiburan Pemampatan video MPEG Robotika Visual guided autonomous navigation Pemetaan Klasifikasi penggunaan tanah melalui foto udara Geologi Mengenali jenis bebatuan melalui foto udara Hukum Pengenalan sidik jari Pengenalan foto narapidana IV. Komponen Perangkat keras pengolah citra A. Elemen Dasar Citra Digital Kecerahan (Brightness) Kecerahan : intensitas cahaya rata-rata dari suatu area yang melingkupinya. 6

Kontras (Contrast) Kontras : sebaran terang (lightness)dan gelap (darkness)di dalam sebuah citra. Citra dengan kontras rendah komposisi citranya sebagian besar terang atau sebagian besar gelap. Citra dengan kontras yang baik, komposisi gelap dan terangnya tersebar merata. Kontur (Contour) Kontur : keadaan yang ditimbulkan oleh perubahan intensitas pada pixel-pixel tetangga, sehingga kita dapat mendeteksi tepi objek di dalam citra. Warna (Color) Warna : persepsi yang dirasakan oleh sistem visual manusia terhadap panjang gelombang cahaya yang dipantulkan oleh objek. Warna-warna yang dapat ditangkap oleh mata manusia merupakan kombinasi cahaya dengan panjang berbeda. Kombinasi yang memberikan rentang warna paling lebar adalah red (R), green(G)dan blue (B). Bentuk (Shape) Bentuk : properti intrinsik dari objek tiga dimensi, dengan pengertian bahwa bentuk merupakan properti intrinsik utama untuk visual manusia. Umumnya citra yang dibentuk oleh manusia merupakan 2D, sedangkan objek yang dilihat adalah 3D. Tekstur (Texture) Tekstur : distribusi spasial dari derajat keabuan di dalam sekumpulan pixel-pixel yang bertetangga. * Komputer Digital Yg digunakan pd sistem pemroses citra dpt bervariasi dari komputer mikro sampai komputer besar yg mampu melakukan bermacam-macam fungsi pada citra digital resolusi tiggi * Pembentukan Citra Sensor yang sensitif terhadap gelombang EM menghasilkan sinyal listrik sesuai dengan enersi yang diterima. Analog-to-Digital Converter / Digitizer akan mengubah sinyal listrik tersebut menjadi bentuk dijital. Scanner yang menerima masukan dalam bentuk analog (dokumen, peta, foto) akan

B. Elemen Sistem Pemrosesan Citra Digital

* Pemrosesan Citra dan Komunikasi Data citra berukuran besar (perlu tempat simpan yang besar serta waktu proses yang lama). Issue penting pada komunikasi: kompresi citra. Issue penting pada pemrosesan citra: proses paralel.

* Digitizer(Digital Acqusition System) : sistem penamgkap citra digital yang melakukan penjelajahan citra dan mengkonversinya ke representasi numerik sebagai masukan bagi komputer digital. Hasil dari digitizer adalah matriks yang elemen-elemennya menyatakan nilai intensitas cahaya pada suatu titik. Digitizer terdiri dari 3 komponen dasar : Sensor citra yang bekerja sebagai pengukur intensitas cahaya Perangkat penjelajah yang berfungsi merekam hasil pengukuran intensitas pada seluruh bagian citra Pengubah analog ke digital yang berfungsi melakukan sampling dankuantisasi.

* Piranti tampilan Berfungsi mengkonversi matrik intensitas yg merepresentasikan citra ke tampilan yg dapat diinterpretasikan oleh mata manusia Contoh : Dalam bentuk softcopy (layar peraga / monitor). Dalam bentuk hardcopy (printer, film writer, plotter). * Media penyimpanan Piranti yg mempunyai kapasitas memori yg besar sehingga dpt gambar dapat disimpan secara permanen agar dapat diproses lagi pada waktu yang lain. * Penyimpanan Citra Penyimpanan jangka pendek (sedang diproses): memory Penyimpanan on-line (siap dipakai): disk magnetik 8

Penyimpanan arsip: pita atau disk magnetik, CD Bagian dari digitizer : * Sensor Pasif Sistem sensor yang merekam data obyek tanpa mengirimkan enersi, sumber enersi bisa dalam bentuk sinar matahari, sinar lampu, dlsb.nya; Contoh: sensor optik dari kamera foto, sensor optik pada sistem inderaja. * Sensor Aktif Sistem sensor yang merekam data obyek mengirimkan dan menerima pantulan dari enersi yang dikirim ke arah obyek, enersi yang dikirim bisa berupa gelombang pendek, sinar X, dlsb.nya; Contoh: sensor Rontgen untuk foto thorax, sensor gelombang pendek pada sistem radar, sensor ultrasound pada sistem USG.

V. Pengolahan Image Dengan Teknik Pencahayaan

10

11

12

BIOGRAFI PENULIS
Form dan SAP DOSEN. Untuk Mata Kuliah : Analis dan Interprestasi Citra <Dikhususkan untuk mahasiswa> E-Mail1 E-Mail2 : rahmadnhtgl@engineer.com : -

Oleh Rahmad N Hutagalung

13