P. 1
Pengertian Mikroekonomi

Pengertian Mikroekonomi

|Views: 1,249|Likes:
Dipublikasikan oleh ladylomo

More info:

Published by: ladylomo on Apr 29, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2013

pdf

Laporan Kuliah Teori Ekonomi Mikro 1

Anggota Kelompok Yunita Punarisma (111118807) Fransiska Hastin Wulandari (111118787) Pipit Eka Saputri (111118783)

1

Daftar Isi:      Pengertian Mikro Ekonomi .................................................................................................... 1 Struktur Pasar ........................................................................................................................ 2 Teori Perilaku Konsumen ....................................................................................................... 3 Elastisitas ............................................................................................................................... 4 Pendekatan Teori perilaku Konsumen ................................................................................... 8  Teori Faedah Kardinal ................................................................................... 8  Teori Fadah Ordinal ...................................................................................... 10  Pengaruh Luar terhadap Konsumen .............................................................14  Fungsi Langrange ..........................................................................................18  Contoh Soal .............................................................................................................................19

2

A. Pengertian Mikroekonomi Ilmu ekonomi mikro ( mikroekonomi ) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari satuan ekonomi secara individual yang meliputi : teori perilaku konsumen “D”, teori perilaku produsen “S”, dan Struktur pasar. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku konsumen Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama ( ceteris paribus ). Kebalikan dari ekonomi mikro ialah ekonomi makro, yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan, serta dampak atas beragam tindakan pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak )terhadap hal-hal tersebut. Ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat ( keseluruhan ). Persamaan dan Perbedaan Makroekonomi dan Mikroekonomi Persamaan :  Keduanya bagian dari ilmu ekonomi  Keduanya harus ada pilihan ( dalam memutuskan sesuatu ) Perbedaan : Perbedaan Harga Mikroekonomi Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja) Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual. Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat harga pasar, masalah komoditas tertentu, dan segala hal yang berkaitan dengan bagian kecil perekonomian Makroekonomi Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan) Pembahasan tentang kegiatan ekonomisecara keseluruhan. Contohnya pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan banyaknya pengangguran, krisis ekonomi, lapangan kerja yang sempit, krisis nilai tukar mata uang, hutang luar negeri, kemiskinan, dll

Unit analisis

Tujuan analisis

Contoh

3

B. Struktur Pasar Mikroekonomi juga mempelajari mengenai pasar. Yang dimaksud dengan pasar adalah interaksi antara konsumen “D” dan produsen “S”. Contoh : untuk komoditi X  (jumlah permintaan X)  = f ( ) ; secara matematis (yang menentukan , harga)  Hipotesisnya :   ( ) ada dua variabel   ; P berslope negatif :

sebagai dependent variable (yang dipengaruhi) sebagai independent variable (yang mempengaruhi)

contoh dalam grafis :

= f( ) cp faktor lainnya antara lain hipotesis :   grafik = F( ) cp : gender, pendapatan, selera, dan psikologis konsumen

= QX

akan terbentuk

4

Proses terbentuknya harga (price) dipengaruhi oleh struktur pasarnya. Ada dua struktur pasar : a. Pasar persaingan sempurna (perfect competation) contoh barang dalam pasar persaingan sempurna sulit ditemukan dalam kehidupan seharihari (utopia), namun secara teoritis ada, digunakan untuk mempelajari pasar persaingan tidak sempurna. b. Pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competation) -monopoli -oligopoli -persaingan monopolistik C. Teori Perilaku Konsumen * Konsumen adalah orang yang mempunyai penghasilan dan mengalokasikan penghasilannya tersebut untuk melakukan konsumsi. I (income)  C (barang; jasa) * Tujuan mengkonsumsi adalah untuk memperoleh kepuasan yang maksimum (maksimisasi kepuasan) * Permasalahan :

- maksimisasi kepuasan - constraint/ batasan : income (pendapatan) Dalam situasi seperti ini konsumen dihadapkan pada  Demand (D) / permintaan, yaitu berbagai-bagai jumlah barang atau jasa yang bisa digunakan oleh konsumen pada berbagai-bagai tingkat harga. o jumlah barang o harga barang akan membentuk suatu arus/ schedule/ kurva yang disebut kurva permintaan (demand curve) Data hipotesis 2 4 6 12 10 8 kurva permintaan :
12 ------------

8 6

10 4

12 2

10 -----------------------------

8 ----------------------------------------------

6 ---------------------------------------------------------------

4 ---------------------------------------------------------------------------------

2 -------------------------------------------------------------------------------------------------

0

2

4

6

8

10

12

5

Model Permintaan Barang “X” (sederhana) = F( ) cp hipotesis :  

Jika harga barang “X” ( ) berubah maka jumlah barang yang diminta juga akan berubah. D. Elastisitas 1. Macam Elastisitas  Elastisitas Permintaan (Demand Elasticity) Adalah respon atau tanggapan derajat perubahan barang yang diminta sebagai akibat perubahan harga barang tersebut. =

=
=

=  relatif besar “ARC ELASTICITY” contoh : titik A price 12 10 QD 30 50

14 12 10

30

50

6

 kasus 1 harga turun dari A  B =

=

=

= = -4  kasus 2 harga naik dari B  A

=

=

=

=

= -2 seharusnya hasilnya sama dengan kasus 1, maka pemecahannya :

=-

D=

7

harga turun dari A ke B = -2,75 harga naik dari B ke A = -2,75 Tanda negatif hanya menunjukkan dalam kurva D berslope (-); artinya bila terjadi kenaikan harga sebesar 1% maka akan terjadi perubahan barang yang diminta turun sebesar 2,75%, dan sebaliknya.

 Elastistitas Harga (Price Elasticity) Adalah respon atau tanggapan perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan barang tersebut. notasi : rumus :

=
 Elastisitas Pendapatan (Income Elasticity) Adalah respon atau tanggapan perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat perubahan pendapatan konsumen. notasi : rumus :

=
 Elastisitas Silang (Cross Elasticity) Adalah respon atau tanggapan derajat perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat perubahan harga barang yang lain. notasi : rumus :

=
 Elasticitas Titik (Point Elasticity) limit )

(

=

8

fungsi permintaan :

Q = 245 – 3,5 P
slope (-)

=f( )

 carilah elastisitas harga permintaan pada saat harga sebesar 10 dan diketahui Q= 245 3,5 P = -3,5

Q = 245 – 3,5 P = 245 – 3,5 (10) = 210 = = -3,5 x == -0,167  diketahui P = 940 - 48Q + Q2 dan =

carilah elastisitas harga dari permintaan pada saat output (Q) sebesar 10 unit ! jawab : Q=10 P = 940 – 48(10) + (10)2 = 940 – 480 + 100 = 560 = -48 + 2Q = = =
XX =

=
( )

=== -2 9

2. Hubungan Antara Elastisitas dengan Total Revenue contoh : P QD Total Keelastikan XX Revenue 120 100 12.000 110 200 22.000 -7,67 Elastic 100 270 27.000 -3,13 Elastic 90 330 29.700 -1,90 Elastic 85 350 29.750 -1,03 Elastic 80 370 29.600 -0,91 Inelastic 70 400 28.000 -0,58 Inelastic 60 425 25.500 -0,39 Inelastic keterangan :  TR = P.Q  XX> 1, elastic  XX= 1, berelastisitas 1 XX < 1, inelastis: artinya jumlah barang yang diminta lebih besar dari % perubahan harga. 3. Perubahan Harga, Elastisitas Harga, Total Revenue
XX

1

XX

P P

TR TR

TR TR

E. Pendekatan Teori Perilaku Konsumen Untuk mempelajari teori perilaku konsumen digunakan dua pendekatan atau teori, yaitu teori faedah kardinal (cardinal utility) dan teori faedah ordinal (ordinal utility). Faedah dapat diartikan sebagaikemampuan suatu barang untuk memuaskan konsumen. 1. Teori Faedah Kardinal Teori ini bersifat subjektif sehingga disebut juga teori nilai subjektif. Menurut teori faedah kardinal ini, faedah (utility) tersebut bisa diukur bahkan dijumlahkan. contohnya :  1 batang coklat  20 utils  1 batang rokok  40 utils  1 piring nasi  30 utils  1 botol air kemasan  10 utils Jumlah : 100 utils Utility ( ) Utility ( ) merupakan fungsi dari jumlah dan jenis barang. = f (X1, X2, X3,...,Xn) X1  X1 X2  X2 TU = X1 + X2 + X3 + ... + Xn X3  X3 Xn  10 Xn

 Konsumen menghadapi dua macam barang yaitu X dan Y maka notasi fungsinya adalah = f (x,y)  Konsumen hanya menghadapi satu macam barang yaitu X maka notasi fungsinya adalah = f (x) x 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Ux = = =1 Total Utility (Utils) 0 15 28 39 48 55 60 63 64 63 60 Marginal Utility (Utils) 15 13 11 9 7 5 3 1 -1 -3

TU = 16X-X2

Penurunan Ux sering disebut “ The Principle of Diminishing Marginal Utility.” grafik : TU = 16X – X2 = f(x) ( Ux = = 16x – x2 Ux = Ux = 16 – 2x Ux = 16 – 2(8) =0 ; x=8 )

11

2. Pendekatan Faedah Ordinal a. Pendekatan kurva indeferen (indiference curve / IC ) Menurut pendekatan ini, faedah tidak perlu diukur bahkan dijumlahkan. Cukup dijenjangkan berdasarkan preferensinya. Syaratnya konsumen mampu menjenjangkan dengan konsisten. Contoh: Bundel A B C D Konsumen A P B B P C C P D A P D

Jika konsisten orang lebih suka bundel A daripada D Contoh: X Y 14 2 A 12 4 B 10 6 C 8 8 D 6 10 E 4 12 F 2 14 G

Dari hasil tersebut diperoleh bahwa kurva indiferen : kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi barang X dan Y yang bisa dikonsumsi oleh konsumen dengan kendala pendapatan yang tersedia dan diperoleh kepuasan yang sama.
16 14 12 10 8 6 4 2 0 2 4 6 8 10 12 14 Kurva Indeferen

Kurva Indeferen
40 30 Y 20 10 0 2 5 8 11 35

P (XP:YP) Q (XQ:YP) 7

ICO

µo = f (x,y)

12

Laju yang menentukan berapa banyak konsumsi yang harus dikorbankan untuk menambah konsumsi barang yang lain agar memperoleh kepuasan yang sama disebut Laju Substitusi yang marjinal (marginal rate of substitution = MRS) Konsumen menghadapi 2 barang:  MRSXY : bagaimana barang x mensubstitusikan barang y. MRSXY=  MRSYX : bagaimana barang y mensubstitusikan barang x. MRSYX= µ = f(x,y)  Rumus:      MUX = MUY = MUX. ∆X = MUY.∆Y = = MRSxy => MRSyx => = = MUX. ∆X = ∆µ MUY. ∆Y = ∆µ

b. Karakteristik Indiference Curve Kurva indeferen selalu berlereng negatif (-)

Kurva Indeferen
5 4.5 4 3.5
∆y

3 2.5 2 1.5 1 0.5 0 Xp Xq ICo→ µo =

f (x.y)

µ = f (x,y) jika konsumen bergerak pada satu kurva. Satu IC = perubahan utilitas ∆µ = 0 (jumlah sama pada setiap kombinasi)

13

Dengan diferensial total : dµ= 0= . dx + .dx + .dx = = .dy = = & = . dy .dy

}

bergerak pada satu IC (

)

Tidak berpotongan
6 5 4 3 2 1 0 Category 1 Category 2 Category 3 Category 4

Pertemuan dua titik antara ICo dan IC1 tetapi tidak berpotongan. IC tidak mungkin berpotongan, hanya menunjukkan dua keadaan pendapatan dalam 1 kurva. Semakin ke kanan atas, semakin besar utilitasnya. Dan semakin disukai konsumen.
15 10 5 0 Xa Xb Xc

“More is Better”

µo < µ1 < µ2

14

Slope IC adalah negatif (-) yang nanti akan menunjukkan MRS. Indifference Curve : µ = f (x,y) Konsumen tidak bisa memilih sembarang kombinasi. Hanya ada 1 kombinasi. Membahas tentang maksimisasi utilitas konsumen namun dibatasi oleh kemampuan konsumen (BL). Hal ini tergantung dari bagaimana konsumen menghadapi 2 macam barang. X →Px Y → Py I = X. Px + Y. Py I - X. Px = Y. Py

Y=

(

)

Persamaan Garis Anggarannya (Budget Line)

Y=
Tanda minus (-) menandakan bahwa kurva berslope negatif Px/Py = kemiringan garis anggaran atau gradien = tg α Cara menghitung:
16 14 12 10 8 6 4 2 0 -2 -4 I/Px A B

Tg α = OB / OA =

titik A = efisien, tidak maksimal titik B = tidak efisien, dana belum tersedia

= I = X. Px + Y. Py
Misal : Y=0 → X =... X = I/Px → intercept, titik potong antara BL dengan sumbu horizontal.

15

Misal: X = 0 → Y =... Y= I/Py → intercept, titik potong antara BL dengan sumbu vertikal.
7 6 5 4 3 2 1 0 Xs

c. Pengaruh luar terhadap perilaku konsumen: 1. Jika terjadi perubahan pendapatan konsumen. Mula-mula pendapatan Io lalu dialokasikan semua untuk mengkonsumsi barang X dan Y:  Harga barang X → Px  Harga barang Y → Py Persamaan BL0
8 7 6 5 4 3 2 1 0 Intercept pertama Intercept kedua Intercept ketiga

Kasus 1: Jika Pendapatan naik dari Io ke I1, sementara Px dan Py konstan maka: Analog (persamaan BL1) =

Y=

 Kasus 2: pendapatan konsumen naik menjadi I2 sedang Px dan Py konstan Analog (persamaan BL1) =

Y=

16

***Jika pendapatan konsumen naik maka BL akan ke atas dan sejajar ***Jika pendapatan konsumen turun maka BL akan ke bawah dan sejajar.

Titik keseimbangan konsumen tersebut jika dihubungkan akan diperoleh kurva konsumsi pendapatan atau Income Consumption Curve (ICC).  I0  S (XS ; YS)  I naik I0  I1  S’ (XS’ ; YS’) I naik dari I0 ke I1 - konsumsi barang X naik dari : XS ke XS’

Y

:

x

Bisa terjadi :   
Y= Y Y

1 1  elastisitas pendapatan rendah 1  elastisitas pendapatan tinggi

Dari ICC bisa diturunkan atau diperoleh sebuah kurva yang menunjukkan hubungan antara pendapatan konsumen dengan jumlah barang yang diminta, disebut engel curve (kurva engel). Bentuk engel curve ada tiga yaitu : 1. IB IA XA XB
engel curve I=

1

Perubahan jumlah yang diminta = perubahan Income
I=

17

IA naik ke IB  oIB = 2 oIA XB  oXB = 2oXA 2.
I<

1

IB IA XA XB

engel curve

Pendapatan rendah

Artinya, prosentase pendapatan naik dua kali (2x) tetapi jumlah barang yang diminta tidak naik dua kali (2x). Contohnya pada sektor pertanian. 3. IB IA
XA XB I> engel curve

1

Pendapatan tinggi

Artinya, prosentase pendapatan naik dua kali (2x) tetapi jumlah barang yang diminta naik lebih dari dua kali (2X). 2. Jika terjadi perubahan harga mula-mula : Io X  PX Y  PY BLo Y=

kasus 1 harga barang X turun dari Px ke Px1 I dan PY tetap BL1  Y =

tg

tg

BLo BL1 BL2

18

kasus 2 Px turun lagi menjadi PX2 Harga barang X turun lagi menjadi PX2 BL2 Y=  Posisi keseimbangan konsumen pada masing-masing tingkat harga barang X I dan PY tetap

YSo YS2 sYS1 XSo XS1 XS2

Titik So; S1; S2 adalah titik-titik yang menunjukkan keseimbangan yaitu kombinasi atau bundle barang X dan barang Y yang bisa dikonsumsi oleh konsumen dengan kendala dana yang tersedia pada masing-masing tingkat harga barang X. Titik So; S1; S2 tersebut jika dihubungkan akan diperoleh kurva konsumsi harga (PCC). Dari PCC ini bisa diturunkan sebuah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta dengan tingkat harga barang tersebut disebut demand curve. Titik “S” menunjukkan pertemuan antara kemampuan konsumen (BL) dengan keinginan konsumen (IC2) S (Xs: Ys) = untaian (kombinasi) barang x dan y yang bisa dikonsumsi oleh konsumen dengan kendala dana yang tersedia agar diperoleh kepuasan yang maksimum.

19

F. Fungsi Lagrange Tujuan konsumen adalah maksimisasi kepuasan ( ) dengan fungsi = f( ) yang ditunjukkan oleh kurva indiferen sebagai berikut dengan catatan bahwa kepuasan A dan kepuasan B berada pada kurva yang sama. Indiference Curve Budget Line

Akan terjadi titik keseimbangan yakni:

20

Untuk mencapai tujuan ekonomi tersebut konsumen menemui berbagai kendala atau constraint yakni pendapatan (I)

Ditunjukkan oleh budget line (BL) : Sehingga diperoleh kurva :

BL Untuk menghitung Constraint atau kendala digunakan fungsi Lagrange.  Subject to Constraint (stc)

( )+ ( ) Keterangan :  = IC keinginan konsumen  = Lagrange Multiplier (angka pengganda lagrange) ( ) = batasan atau kendala BL

kemampuan konsumen

S( ; ) untaian atau kombinasi barang dan yang bisa dikonsumsi oleh konsumen dengan kendala dana yang tersedia agar diperoleh kepuasan yang maksimum. Contoh soal 1. Seorang konsumen dihadapkan pada fungsi utility atau daya guna sebagai berikut : =A. . = f( ) Jika pendapatan konsumen adalah I dan dialokasikan semua untuk mengkonsumsi barang , harga barang dan harga barang Dari data dan fungsi utility tersebut silahkan cari atau turunkan : a. Fungsi permintaan untuk komoditi b. Fungsi permintaan untuk komoditi c. Elastisitas harga dan elastisitas pendapatan untuk komoditi d. Elastisitas harga dan elastisitas pendapatan untuk komoditi 2. Pendapatan seorang konsumen diketahui sebesar 6 dan dialokasikan semua untuk mengkonsumsi komoditi dan . Harga untuk komoditi dan diketahui sebesar 1. 21

Harga untuk komoditi dan diketahui sebesar 1. Apabila fungsi utility diketahui = . maka carilah : a. Banyaknya komoditi dan yang bisa dikonsumsi oleh konsumen agar diperoleh kepuasan yang maksimum dengan kendala pendapatan yang tersedia b. Gambarkan posisi keseimbangan konsumen tersebut di atas Pembahasan :

1. Pendapatan Y a.   

Y= + ( )

Persamaan 1 = Persamaan 2

22

substitusikan ke persamaan 3

Fungsi Permintaan komoditi b.

Fungsi Permintaan komoditi

23

c. Elastisitas harga

(

)

(

)

(

)

( )

)

(

(

)

(

) (

)

Elastisitas Pendapatan

(

)

24

(

) ( ( (

( ) ) ) (

)

)

d. Elastisitas harga

(

)

(

)

(

)

( )

)

(

(

)

(

) (

)

25

Elastisitas Pendapatan

(

)

(

) ( ( (

( ) ) ) (

)

)

2. Cara pendek

26

(

)

adalah bundle atau untaian barang dan yang bisa dikonsumsi konsumen dengan kendala dana yang tersedia (yaitu sebesar 6) agar diperoleh kepuasan yang maksimum.

A 1,5 6

B C 1,8 2,25 5 4

D 3 3

E F 4 5 2,25 1,8

G 6 1,5

D (3,3)

( )

( )

Untaian selain D pasti akan membutuhkan dana atau Income lebih besar dari 6. Pembuktian : misalnya untaian A (1,5 ; 6)

( )

( )

lebih dari 6

27

Cara panjang (dengan fungsi Langrange) Fungsi → = X1.X2

sedang I = 6 akan digunakan untuk membeli barang X1 dan X2 dengan harga P1 = 1 dan P2 = 2. (  )+ ( )

X2.P2 = X1.P1

28

Menggabungkan dua kombinasi:

X1 X2

1.5 6

1.8 5

2.25 4

3 3

4 2.25

5 1.8

6 1.5

Kurva:

Selain di titik maksimal, maka dapat dipastikan dana yang akan dibutuhkan akan lebih dari 6. Misal kita ambil contoh X1 = 1.5 dan X2 = 6 .

29

30

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->