Anda di halaman 1dari 6

IV. HASIL PENGAMATAN A. Hasil Survey 1. Identitas Petani a. Nama : Ispari b. Umur : 64 tahun c.

Alamat : Dusun Prancak, Desa Pandes, Kelurahan Panggungharjo, Sewon, Kabupaten 2. Luas Halaman : 800 m2 3. Jumlah pohon kelapa yang dimiliki : 15 pohon 4. Teknis Budidaya a. Asal bibit : Milik sendiri b. Penanaman : Bibit kelapa ditanam di pekarangan rumah Ibu Ispari. Bibit tersebut berasal dari tunas kelapa yang di bibitkan sendiri. Kelapa hanya dibiarkan tumbuh sendiri di pekarangan tanpa diberi perlakuan perlakuan khusus seperti pemupukan, pembasmian hama dan pengaturan jarak tanam. c. Jarak tanam : tanpa jarak tanam d. Pemeliharaan : Dalam pemeliharaan tanaman kelapa milik Ibu Ispari ini tidak diberi perlakuan-perlakuan khusus, seperti pemupukan, pembasmian hama dan pengaturan jaraka tanam. Pohon kelapa hanya diberi pupuk pada awal penanaman saja, setelah itu pohon kelapa dibiarkan saja. e. Pemanenan : Pemanenan dilakukan setiap satu bulan sekali. Dalam pemanenannya tidak dilakukan secara sekaligus, hanya diambil buah kelapa yang sudah matang saja. f. Pasca panen : Kegiatan pasca panen yang dilakukan hanyalah mengupas klobot kelapa dan menjualnya ke pasar terdekat. Bantul, Yogyakarta.

d. Pekerjaan : Ibu rumah tangga

B. Perhitungan Produktivitas Tanaman Kelapa Diketahui : Tinggi mata pengamat : 140 cm

Jenis Tanaman Kelapa

Jumlah Janjang

Rerata buah per pohon

Total buah per pohon

Tinggi Pohon

Produktivitas per pohon per tahun

Kelapa manis (Sakarina)

6,71

47

9,73 m

3525

Kelapa manis (Sakarina)

5,25

42

12,92 m

3150

kelapa hibrida

6,5

52

8,6 m

3900

Contoh perhitungan : 1. Kelapa hibrida Dicari : tinggi pohon dan produktivitas = ...? Diketahui : = 37 t0 = 140cm l = 960cm tl = l x tan tl = 960 x 0,75 = 720 cm Tinggi pohon kelapa = (720 + 140)cm = 860cm Total buah pada pohon kelapa hibrida = 52 buah Banyak panen dalam setahun = 6 kali Luas lahan = 800 m2 Produktivitas tanaman kelapa = = = 3900 buah kelapa per pohon per tahun RERATA PRODUKTIVITAS = (3525 +3150 +3900)/3 buah per pohon per tahun = 3525 buah/pohon/tahun

V. PEMBAHASAN Tanaman kelapa diperkirakan berasal dari Amerika Selatan. Tanaman kelapa telah dibudidayakan di sekitar Lembah Andes di Kolumbia, Amerika Selatan sejak ribuan tahun Sebelum Masehi. Cara penyebaran buah kelapa bisa melalui aliran sungai atau lautan, atau dibawa oleh para awak kapal yang sedang berlabuh dari pantai yang satu ke pantai yang lain. Kelapa termasuk tumbuhan berkeping satu (monocotyledoneae), berakar serabut, dan termasuk golongan palem (palmae). Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, maka kelapa bisa digolongkan sebagai : Divisio : Spermatophyta, Klas : Monocotyledoneae, Ordo : Palmales, Familia: Palmae, Genus: Cocos, Spesies : Cocos nucifera. Varietas tanaman kelapa yang dikenal kurang lebih ada 100 macam. Tanaman ini mulai berbuah pada umur 5 tahun. Produksi penuh dicapai pada umur 10 tahun, dan ini berlangsung sampai umur 50 tahun. Pohon kelapa dikatakan tua pada umur 80 tahun, dan biasanya akan mati pada umur 100 tahun. Dalam jenis (species) kelapa (Cocos nucifera L) dikenal ada dua varietas utama yaitu varietas dalam dan varietas genjah. Pada akhir-akhir ini berkembangnya pemuliaan tanaman dikenal varietas ketiga yaitu hibrida yang merupakan perkawinan silang antara dua tanaman kelapa yang berbeda sifatnya (dalam dan genjah). Sistem tanam yang baik yaitu sistem tanam segi tiga karena pemanfatan lahan dan pengambilan sinar matahari akan maksimal. Jarak tanam 9 x 9 x 9 meter, dengan pola ini jumlah tanaman akan lebih banyak 15% dari sistem bujur sangkar. Pembuatan lubang tanam dilakukan paling lambat 1-2 bulan sebelum penanaman untuk menghilangkan keasaman tanah, dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm sampai dengan 100 x 100 x 100 cm. Pembuatan lubang pada lahan miring (>20o) dilakukan dengan pembuatan teras individu selebar 1.25 m ke arah lereng diatasnya dan 1 m ke arah lereng di bawahnya. Teras dibuat miring 10 derajat ke arah dalam. Beberapa faktor yang mengakibatkan tingkat produksi kelapa rendah, antaranya : 1. Sebagian tanaman telah tua atau rusak sehingga tidak lagi produtif, 2. Varietas atau jenis kelapa yang ditanam sebagian besar hanya memiliki kemampuan produksi yang rendah,

3. Perlakuan budidaya sangat minim, 4. Adanya serangan hama , penyakit yang tidak berkesudahan, 5. Masih belum terperbaikinya sistem pengolahan dan tata niaga hasil. Kuantitas hasil panen buah kelapa dipengaruhi oleh varietas tanaman kelapa, teknik budidaya yang dilakukan, keadaan tanah dan iklim, keadaan air tanah, serangan hama dan penyakit serta umur tanaman. Kelapa jenis genjah dapat menghasilkan buah antara 9.00011.000 butir/ha/tahun atau setara dengan 1,5-2 ton kopra. Kelapa jenis dalam dapat menghasilkan buah sekitar 4.000-5.000 butir/ha/tahun atau setara dengan 1-1,25 ton kopra. Produktivitas kelapa dapat ditingkatkan dengan pemeliharaan yang intensif. Dalam pengusahaan tanaman kelapa dalam negeri, petani belum menyadari akan pentingnya pemupukan dalam meningkatkan produktivitas kelapa. Cenderung petani di Indonesia hanya menanam dan selanjutnya berharap bahwa tanaman kelapa akan menghasilkan produksi yang tetap dari tahun ke tahun. Padahal setiap tanaman membutuhkan unsur-unsur hara tertentu selama pertumbuhannya, dan unsur-unsur tersebut belum tentu tersedia dalam tanah sehingga diperlukan usaha pemupukan untuk ketersediaannya. Seperti pada tanaman lainnya, kelapa membutuhkan unsur hara untuk pertumbuhannya. Unsur hara yang diperlukan tanaman tidak selamanya tersedia di dalam tanah, sehingga tanah perlu diberi masukan agar unsur hara di dalamnya selalu dapat menjamin pertumbuhan tanaman. Tindakan pemupukan tanaman kelapa dalam berbagai literatur dikatakan dapat dilakukan sewaktu tanaman masih pada fase pembibitan, pada waktu tanaman dipindahkan ke lahan (tanaman muda), dan pada waktu tanaman pada usia dewasa. 1. Pemupukan pada waktu pembibitan Pemupukan penting dilakukan sewaktu pembibitan untuk mendapatkan bibit yang sehat dan subur. Untuk menjamin pertumbuhan bibit, penggunaan pupuk yang mengandung N dan Cl perlu diberikan. Pada pembibitan yang dilakukan dengan menggunakan kantong plastik (polybag), pupuk diletakan pada garitan atau kerukan tanah di dalam kantong plastik sedalam 2-3 cm lalu kemudian ditutup kembali dengan tanah. Pemupukan untuk tanaman kelapa yang pembibitannya dilakukan dengan cara tradisional atau menggunakan bedengan, dilakukan sebanyak dua kali. Pertama kali pemupukan dilakukan pada waktu 1-2 bulan setelah bibit berada pada bedengan, selanjutnya diberikan 4 bulan kemudian.

2. Pemupukan Pada Tanaman Muda Ada anjuran yang telah umum diberikan kepada para pekebun kelapa (baik kelapa dalam ataupun kelapa hibrida) pada saat ditanam, yakni berupa 300 g fosfat alam, TSP atau SP-36 untuk setiap lubang tanam. Sebagai pengganti, juga dapat dipergunakan padat dari ternak sapi sebanyak 62 kg per lubang tanam. Pada umur 1 bulan setelah tanam, dapat diberikan pupuk urea sebanyak 100 g/pohon atau pupuk kandang dari ternak sapi sebanyak 11 kg/pohon, pemberian pupuk diberikan dengan jarak 15 cm dari pangkal batang. Pemupukan pada tanaman yang masih muda selanjutnya diberikan hingga tanaman mencapai usia 4 tahun. Selain menggunakan pupuk kimia, dapat juga digunakan pupuk kandang dari ternak sapi. 3. Pemupukan tanaman tua (yang telah menghasilkan) Cara pemberian pupuk berbeda-beda antara tanaman yang masih muda dan tanaman yang telah dewasa. Pada tanaman yang masih muda, pupuk disebarkan melingkar disekitar tanaman dengan terlebih dahulu mencangkul tanah disekitar tanaman dengan diameter sejauh posisi jatuh daun yang tumbuh horisontal. Pada tanaman yang telah dewasa, pupuk dapat diberikan secara melingkar disekitar pangkal batang, dengan jarak dari pangkal berkisar antara 30-200 cm. Untuk meningkatkan produktivitas kelapa dan pendapatan petani, kelapa tua perlu diremajakan, kelapa yang relative muda direhabilitasi. Penanaman baru atau perluasan harus mempertimbangkan kesesuaian lingkungan, dan meningkatkan nilai tambah dari produk yang dihasilkan tidak hanya kelapa butiran, kopra atau minyak akan tetapi aneka ragam produk yang berasal dari tanaman kelapa maupun dari tanaman sela yang ditanam diantara pohon kelapa. Peremejaan adalah mengganti tanaman tua yang produksinya rendah dengan tanaman baru yang berproduksi tinggi. Kegiatan perluasan adalah menanam tanaman kelapa di areal baru yang lingkungannya sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelapa. Usaha tani kelapa monokultur dengan pemilikan lahan 0,5 1,0 ha tidak akan mampu untuk memenuhi kebutuhan keluarga untuk hidup layak. Reformasi ke polikultur penanamn tanaman sela semusim atau tahunan sangatlah berpeluang untuk dilakukan. Demikian pula dengan produk kelapa jangan lagi hanya menjual dalam bentuk kelapa butiran atau kopra/minyak akan tetapi harus dikembangkan dalam bentuk produksi bernilai ekonomi tinggi dan diolah secara terpadu (diversifikasi hasilI.

Era mendatang selera konsumen beralih dari produk sintetis ke produk berbahan baku alami yang beresiko rendah terhadap kesehatan. Dari tanaman kelapa berbagai

produk yang demikian sangat berpeluang untuk dihasilkan. Apa saja yang dapat dilakukan dalam mendiversifikasikan usahatani kelapa? Berbagai tanaman sela yang dapat ditanam pada lahan di bawah pohon kelapa maupun produk-produk yang dapat dihasilkan disajikan pada tabel di bawah ini :

Tanaman Tahunan Cengkeh Kopi Melinjo Jengkol Petai Sukun Bamboo Kayu jati

Buah-Buahan Durian Nangka Pisang Jeruk Mangga Duku Jambu Sirsak Rambutan Avokat Papaya Nenas Sawo Belimbing

Tanaman Setahun Semusim Singkong Ketimun Kacang panjang Padi Jagung Kacang tanah Talas Kentang Kacang hijau Semangka Ubi jalar Kacang buncis Terong Empon-empon (Jahe, kencur, dll)

Kedondong

tembakau