Anda di halaman 1dari 1

Nama : Henny (123111030) & Mufti Rahmatika (1231110046) | Mata Kuliah : Akuntansi Manajemen Biaya

TARGET COSTING
Target costing adalah proses metode perencanaan laba dan manajemen laba yang difokuskan pada produk dengan mempertimbangkan proses manufakturing, sehingga target costing digunakan sebelum produk dan proses desain dilakukan untuk mencapai tujuan perbaikan usaha. Secara singkat, target costing dapat dijabarkan sebagai berikut : TARGET COST = HARGA KOMPETITIF LABA YANG DIINGINKAN

Penerapan target costing dalam suatu perusahaan akan memacu perusahaan tersebut menjadi lebih kompetitif karena pasar pada umumnya akan lebih dahulu tertarik pada produk yang harganya lebih rendah, baru kemudian melihat hal-hal yang lain (kualitas, desain, fitur, dll).

Berikut adalah tahapan target costing : 1. Menentukan target price (berdasarkan harga pasar yang kompetitif) 2. Menentukan target profit (laba yang diharapkan) 3. Menentukan target cost (= target price target profit) 4. Mengidentifikasi cara-cara untuk menurunkan biaya produksi dengan rekayasa nilai 5. Menghitung estimasi biaya setelah rekayasa nilai

Dalam upaya mencapai target cost, ada 2 (dua) metode yang umum dipakai : 1. Perancangan ulang produk Sebagai contoh dalam penerapan metode ini adalah (a) penggantian bahan baku, misalnya penggunaan particle board menggantikan plywood sebagai material lemari pakaian; (b) membuang fitur-fitur yang dirasa tidak crucial, misalnya perancangan sebuah ponsel yang hanya dilengkapi dengan fitur sms dan telepon. 2. Mengintegrasikan teknologi produksi baru, menggunakan teknik-teknik manajemen biaya yang canggih seperti perhitungan biaya berdasarkan activity based costing, dan mencari produktivitas yang lebih tinggi.

Yang perlu diingat adalah, upaya penurunan biaya juga harus mempertimbangkan jenis produk yang dihasilkan. Produk dengan lifecycle pendek (misal : ponsel, sepatu, pakaian, dll) harus lebih banyak mempertimbangkan segi fitur dan desain, sedangkan produk dengan lifecycle panjang (misal : mesin pabrik, peralatan konstruksi, alat kedokteran, dll) harus lebih menekankan fungsionalitas.