Anda di halaman 1dari 9

SKENARIO MODUL 1.

08 PARALEL II

Seorang perempuan usia 45 tahun datang ke RSGM dengan keluhan sakit gigi bawah sebelah kiri. Setelah dilakukan pemeriksaan intra oral pasien, terdapat gigi-gigi berikut: RA: 2 gigi M kiri 2 gigi M kanan 1 gigi P kiri 1 gigi P kanan 2 gigi C Kedua gigi M kiri berkontak dengan gigi P

RB: 2 gigi M kiri 1 gigi M kanan 2 gigi P kiri 1 gigi P kanan 2 gigi C 2 gigi I Satu gigi M kiri sisa akar terletak paling distal dari lengkung rahang antara gigi P dan M kiri terdapat jarak.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Jelaskan perbedaan gigi M1, M2, dan M3 atas. Jelaskan perbedaan gigi P1 dan P2 atas. Jelaskan perbedaan gigi M1, M2, dan M3 bawah. Jelaskan perbedaan gigi P1 dan P2 bawah. Jelaskan perbedaan gigi I1 dan I2 bawah. Bila pasien ingin dibuatkan gigi tiruan, tentukan 2 kemungkinan sususan giginya. Bagaimana bentuk gigi I atas sesuai jenis kelamin?

Jawaban: 1. Jelaskan perbedaan gigi M1, M2, dan M3 atas.

M1 atas mempunyai 3 akar (2 bukal, 1 palatal) yang tumbuh baik dan jelas terpisah pada apeksnya. Cusp palatal pada M1 atas sama besar. Pandangan okusal: Bentuk belah ketupat/ jajaran genjang (rhomboidal) Mempunyai 4 cusp, mesio buccal, disto buccal, mesio palatinal, disto palatinal. Mesio buccal cusp dan disto palatal cusp (tajam) Disto buccal cusp dan mesio palatal cusp , runcing Tonjol terbesar adalah mesio palatinal Tonjol terkecil adalah disto palatinal Kadang-kadang ada tonjol tambahan di sebelah mesio dan palatinal yang disebut tuberculum anomaly Carabelli (66 %). Fissura seperti huruf H (miring) (fissura berjaian dari f.buccal ke arahf.mesialis dan dari f. palatinalis kearah f. distal. Urutan besar tonjol, mesio palatinalis, mesic buccal, disto buccal, disto palatinal.

Pandangan bukal: Garis servikal hampir lurus, hanya melengkung sedikit ke arah oklusal pada bagian mesial dan distal. Cusp mesio bukal lebih besar dari cusp disto bukal.

Pandangan distal: Ukuran buko palatinal crown (mesial) lebih besar dari ukuran buko palatinal crown (distal).

Pandangan mesial : Permukaan mesial datar Sering ada tonjol tambahan (mesio palatinal)

M2 atas mempunyai 3 akar (2 bukal, 1 palatal), dengan jumlah cusp 4 cusp.

Pandangan Oklusal: Ada 3 type ,jumlah / bentuk tonjol Type I Type II Type III : Ada 4 cusps seperti molar satu atas : Ada 3 cusps, dimana tonjol distopalatal tereduksi : Bentuk crown seolah-olah tertarik sehingga berbentuk oval di

mana ukuran mesio distal lebih besar dari bucco palatinal. Pada type I permukaan oklusal berbentuk belah ketupat/ jajarangenjang/rhomboid. Terdapat 4 cusps, 2 di bukal dan 2 di palatal. Cusp terbesar adalah cusp mesio palatinal dan terkecil cusp disto palatinal. Fissura seperti huruf H miring. Terdapat 3 akar, 2 di bukal dan 1 di palatal. pulpa canal ada 3

M3 atas akar dan korona bervariasi akarnya pendek dan berkumpul banyak supplemental groove

Pandangan bukal: korona lebih pendek serviko-oklusal.

Pandangan palatal: hanya terdapat 1 cusp palatal

Pandangan mesial: akar cenderung menjadi satu dan runcing

Pandangan distal: sebagian permukaan bukal terlihat

Pandangan oklusal: berbentuk jantung

mempunyai 3 cusp ( 2 bukal dan 1 palatal )

2.

Jelaskan perbedaan gigi P1 dan P2 atas. Premolar 1 atas Sudut cusp tajam dan jelas Panjang cusp bukal dan palatal berbeda, cusp bukal lebih tinggi. Groove hanya beberapa; termasuk marginal development groove mesial dan groove sentral Corak development groove sentral Premolar 2 atas Sudut cusp lebih membulat Panjang cusp palatal premolar kedua hampir sama dengan panjang cusp bukal. Terdapat lebih banyak groove-groove tambahan (supplemental groove) Corak development groove sentral

Punya 2 akar lonjong

Punya 1 akar lonjong

3.

Jelaskan perbedaan gigi M1, M2, dan M3 bawah. Bentuk garis luar oklusal M-1 : jajaran genjang M-2 : jajaran genjang M-3 : bervariasi

Corak developmental groove M-1 : huruf M M-2 : huruf + M-3 : bervariasi

Banyak dan besarnya cusp M-1 : 5 cusp. (bukal : lingual = 3 : 2 ; Bukal dibagi menjadi disto-bukal, mesio-bukal, dan distal; Palatal dibagi menjadi disto-lingual dan mesio-lingual) Mesio-lingual dan disto-lingual hampir sama besarnya. M-2 : 4 cusp (mesio-bukal dan disto-bukal kurang lebih sama besar. Mesio-lingual

dan disto-lingual kurang lebih sama besar) M-3 : bervariasi

4.

Jelaskan perbedaan gigi P1 dan P2 bawah

P1 a. Terdapat 2 cusp (cusp bukal dan cusp lingual) b. Beda tinggi antara cusp bukal dan cusp lingual jauh (terjal). c. Akar lebih pendek. d. Dari pandangan mesial,
-

Cusp bukal lebih tinggi. Cusp lingual lebih kecil. Ridge marginal lebih pendek. Terdapat groove developmental mesio-lingual.

e. Dari pandangan oklusal,


-

Bulat seperti boneka tersenyum. Daerah kontak tidak sama lebar, daerah kontak mesial lebih sempit daripada daerah kontak distal.

Garis Luar oklusal hampir bulat.

P2 a. Umunya 3 cusp (1 cusp bukal, 2 cusp lingual). b. Beda tinggi antara cusp bukal dan cusp lingual tidak jauh. c. Akar lebih panjang. d. Dari pandangan mesial,
-

Cusp bukal lebih pendek. Cusp lingual lebih besar. Ridge marginal lebih tinggi. Terdapat groove developmental disto-lingual.

e. Dari pandangan oklusal,


-

Bujursangkar seperti muka anjing bulldog

Daerah kontak tidak sama lebar dan rata. Garis Luar oklusal hampir persegi.

5.

Jelaskan perbedaan gigi I1 dan I2 bawah. Ada 2 jenis gigi insisivus (I) bawah, I-1 dan I-2, ada yang kanan dan kiri. Tanpa memikirkan kanan atau kiri, gigi I-1 dan I-2 bawah berbeda. Jika dilihat dari pandangan insisal, edge insisal I-1 lurus sedangkan edge insisal I-2 lebih miring ke distal dan tidak tegak lurus pada garis yang membagi korona labio-lingual. Daerah kontak distal I-2 lebih rendah dibandingkan I-1 agar dapat berkontak baik dengan gigi kaninus bawah. Dilihat dari pandangan labial atau lingual, ukuran mesio-distal pada titik kontak dan pada servikal tidak begitu nyata bedanya pada gigi I-1 sedangkan nyata bedanya pada gigi I-2. Pada umumnya, gigi I-2 bawah sedikit lebih besar dibandingkan gigi I-1 bawah. Panjang akar I-1 lebih kecil dibandingkan panjang akar I-2. Panjang akar I-1 adalah 12,5 mm dan panjang akar I-2 adalah 14,00 mm. Diameter mesio-distal korona I-1 adalah 5,0 mm dan pada I-2 adalah 5,5 mm. Diameter mesio distal pada servikal I-1 adalah 3,5 sedangkan pada I-2 adalah 4,0 mm.

6.

Bila pasien ingin dibuatkan gigi tiruan, tentukan 2 kemungkinan sususan giginya. Dalam skenario ini seorang perempuan yang berusia 45 tahun mengeluh sakit gigi sebelah bawah kiri memiliki gigi-gigi pada

RA:

2 gigi M kiri 2 gigi M kanan 1 gigi P kiri 1 gigi P kanan 2 gigi C

RB:

2 gigi M kiri 1 gigi M kanan 2 gigi P kiri 1 gigi P kanan 2 gigi C 2 gigi I

Catatan: kedua gigi M atas kiri berkontak dengan gigi P satu gigi M bawah kiri sisa akar terletak paling distal dari lengkung rahang antara gigi P dan M bawah kiri terdapat jarak.

Bila kita susun dalam pengaturan Zsigmondy, pasien tersebut memiliki banyak kemungkinan giginya. Namun, kami memilih gigi 2 kemungkinan yaitu

76_43__ __34_67 _6_4321 __3456_

dan

765_3__ __34_67 _6_4321 __3456_

Pasien tersebut juga mengalami keluhan sakit pada gigi bawah sebelah kiri. Kami menduga sakit tersebut disebabkan oleh adanya ruang kosong antara C kanan dan C kiri sehingga menyebabkan seluruh gigi pada bagian rahang atas kiri bergerak ke arah mesial yakni pergerakan C bergerak ke ruang kosong I1, P1 bergerak ke ruang kosong I2, M1 bergerak ke ruang kosong C dan P1 (karena ukuran gigi molar lebih besar) dan M2 bergerak ke ruang kosong P1 dan P2. Karena terjadinya maloklusi, akhirnya kedua gigi M atas kiri berkontak dengan gigi P bawah kiri yang menyebabkan M2 atas kiri menyesuaikan hubungan kontak dengan gigi yang berada di bawahnya kemudian menyebabkan celah dan menggeser gigi M1 bawah kiri kea rah M2 bawah kiri yang tinggal akarnya sehingga menyebabkan keluhan sakit gigi.

Bila pasien ingin dibuatkan gigi tiruan (tanpa melihat adanya pengobatan rasa sakit atau perawatan orthodonti) pasien dapat dibuatkan gigi tiruan dengan kemungkinan :

7654321 34 67 7 6 54 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7

Gigi 11,12,15,31,32,37,45,47

atau

7654321 34 6 7 7654321 1234567

gigi 11,12,14,31,32,37,45,47 dengan menggunakan penamaan gigi dari system 2 angka International Dental Federation. Dengan kata lain pasien tersebut dibuatkan gigi tiruan dengan gigi

I1 atas kanan, I2 atas kanan, P2 atas kanan, I1 bawah kiri, I2 bawah kiri, M1 bawah kiri, P2 bawah kanan, M2 bawah kanan

atau

I1 atas kanan, I2 atas kanan, P1 atas kanan, I1 bawah kiri, I2 bawah kiri, M1 bawah kiri, P2 bawah kanan, M2 bawah kanan .

7.

Bagaimana bentuk gigi I atas sesuai jenis kelamin? Sesuai jenis kelamin, adanya perbedaan kecembungan kontour labial, yaitu pria mempunyai permukan labial yang datar, sedangkan wanita permukaan labialnya cembung atau konfeks. Selain itu, bentuk gigi pria persegi dengan sudut distalnya jg persegi, sedangkan wanita bentuk giginya lonjong dengan sudut distalnya membulat dan ukuran gigi Insisivus lateralnya lebih kecil dari yang sentral, sedangkan wanita gigi Insisivus lateralnya jauh lebih kecil dari yang sentral.

DAFTAR PUSTAKA

Itjingningsih W.H. 1995. Anatomi Gigi. Cetakan ke-2. EGC, Jakarta.

Modul 1.08, Struktur dan Fungsi Gigi Sulung dan Permanen, Universitas Trisakti, Fakultas Kedokteran Gigi.

http://www.scribd.com/doc/58280966/anatomi-gigi-sulung