Anda di halaman 1dari 26

EKG NORMAL dan SISTEM DASAR SIRKULASI DARAH

Gilda Putri Anggraeni Evi Emilia Intan Rehana 0718011014 0718011013 0718011017

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2011

A. Elektrokardiogram Normal B. Sistem Dasar Sirkulasi Darah

Elektrokardiogram Normal
Pengertian Elektrokardiogram ( EKG ) Elektrokardiogram (EKG) adalah suatu sinyal yang dihasilkan oleh aktifitas listrik otot jantung.
Fungsi Elektrokardiogram ( EKG )
-Denyut dan irama jantung -Posisi jantung di dalam rongga dada. -Penebalan otot jantung (hipertrofi). -Kerusakan bagian jantung. -Gangguan aliran darah di dalam jantung. -Pola aktifitas listrik jantung yang dapat menyebabkan gangguan irama jantung

Elektrokardiogram Normal
Karakteristik EKG Normal
Gelombang P Kompleks QRS Gelombang T Gelombang U

Ada Empat tahap proses terbentuknya gelombang depolarisasi dan repolarisasi.

Elektrokardiogram Normal

Elektrokardiogram Normal
Gelombang/Kompleks/Segmen

Diagnosis Penyakit yang dapat terlihat


Mendiagnosis adanya pembesaran atrium Mendiagnosis aritmia jantung, abnormalitas konduksi,

Gelombang P
Kompleks QRS

hipertrofi ventrikel, infark otot jantung, gangguan elektrolit.

Gelombang T

Mendiagnosis iskemia koroner, sindrom Wellens, hipertrofi ventrikel kiri, atau gangguan SSP, hiperkalemia, hipokalemia.

Gelombang U

Mendiagnosis hipokalemia, namun bisa ada di hiperkalsemia, tirotoksikosis.

Segmen ST

Mendiagnosis infark otot jantung, iskemia koroner.

Elektrokardiogram Normal
Metode Perekaman Elektrokardiogram
Sebagian besar elektrokardiograf klinik yang modern menggunakan sistem berbasis komputer dan gambaran elektronik, perekam langsung yang menggunakan pena.

Sadapan-Sadapan Elektrokardiografik
Sadapan Sadapan Ekstremitas Sadapan Dada

Elektrokardiogram Normal

Gambar. Penempatan sadapan prekordial yang benar.

Sistem Dasar Sirkulasi Darah

Sistem Dasar Sirkulasi Darah


Pengertian dan Fungsi Sistem Sirkulasi Darah Sistem sirkulasi darah adalah suatu sistem tertutup yang mengatur dan mengalirkan darah di dalam tubuh.

Fungsi sirkulasi

memenuhi kebutuhan jaringan tubuh mentranspor zat makanan ke jaringan tubuh mentranspor produk yang tidak berguna menghantarkan hormon memelihara lingkungan yang sesuai di dalam seluruh cairan jaringan tubuh

Sistem Dasar Sirkulasi Darah


Karakteristik Fisik Sirkulasi
Arteri, arteriol, kapiler, venula, dan vena memiliki peranan penting dalam sirkulasi darah. Fungsi arteri adalah untuk mentranspor darah kejaringan dibawah tekanan yang tinggi. Fungsi arteriol sebagai saluran kendali untuk menentukan darah yang akan dilepaskan ke kapiler. Fungsi kapiler adalah untuk pertukaran cairan, zat makanan, elektrolit, hormon, dan bahan-bahan lainnya antara darah dan cairan interstisial. Fungsi Venula mengumpulkan darah dari kapiler Fungsi Vena sebagai saluran untuk mengangkut darah dari venula kembali ke jantung.

Sistem Dasar Sirkulasi Darah


Volume Darah di Berbagai Bagian Sirkulasi.
Volume Sirkulasi Sistemik 84% Vena 64% Arteri 13% Arteriol &Kapiler 7%

Sirkulasi Paru (Jantung) 16%

Sistem Dasar Sirkulasi Darah


Luas Penampang dan Kecepatan Aliran Darah

Sistem Dasar Sirkulasi Darah


Tekanan di Berbagai Bagian Sirkulasi

Sistem Dasar Sirkulasi Darah


Teori Dasar Fungsi Sirkulasi Kecepatan aliran darah ke setiap jaringan tubuh hampir selalu diatur sesuai dengan kebutuhan jaringan. Curah jantung terutama dikendalikan oleh penjumlahan seluruh aliran darah setempat. Tekanan arteri dikendalikan secara mandiri baik dengan pengaturan aliran darah setempat atau pengaturan curah jantung.

Sistem Dasar Sirkulasi Darah


Hubungan Antara Tekanan, Aliran, dan Resistensi Aliran darah ditentukan oleh 2 faktor yaitu: - Perbedaan tekanan darah -Resistensi pembuluh darah Hukum ohm F = P R

Aliran darah adalah jumlah darah yang mengalir melalui suatu titik tertentu disirkulasi di dalam priode waktu tertentu.

Sistem Dasar Sirkulasi Darah


Tekanan darah adalah daya yang dihasilkan oleh darah terhadap setiap satuan luas dinding pembuluh. Resistensi adalah hambatan aliran darah dalam pembuluh tetapi tidak dapat diukur secara langsung.

Sistem Dasar Sirkulasi Darah


metode untuk pengukuran aliran darah. - Alat elektromekanik yang dipasang diluar pembuluh darah untuk mengukur aliran darah. - Alat pengukur aliran elektromagnetik - Alat pengukur aliran doppler ultrasonik

Sistem Dasar Sirkulasi Darah


Efek Hematokrit Darah dan Viskositas Darah Terhadap Resistensi Pembuluh Darah dan Aliran Darah Hematokrit adalah persentasi darah yang berupa sel.
Semakin meningkat viskositas dan hematokrit darah maka semakin berkurang alirandarah dalam pembuluh darah.

Sistem Dasar Sirkulasi Darah

Sistem Dasar Sirkulasi Darah


Pengaruh Tekanan Terhadap Resistensi Pembuluh Darah dan Aliran Darah Jaringan Semakin besar tekanan pembuluh darah maka akan menyebabkan pelebaranpembuluh darah dalam waktu bersamaan sehingga resistensi pembuluh darah menjadi menurun dan aliran darah jadi meningkat.

Sistem Dasar Sirkulasi Darah


Pengaturan Sirkulasi Pengaturan sirkulasi dibagi menjadi 2 yaitu: 1.Sirkulasi lokal adalahkemampuan setiap jaringan untuk mengatur aliran darah lokalnya sendri sesuaidengan kebutuhan metaboliknya 2.Sirkulasi hormonal yaitu pengaturan sirkulasi oleh zat-zat sepertihormon dan ion yang di sekresi atau di absorbsi kedalam cairan tubuh.

Sistem Dasar Sirkulasi Darah


Pengaturan Sirkulasi Darah oleh Saraf
Sistem saraf autonom yang penting dan sering mengatur adalah sistem saraf simpatis. Ada 2 jalur serabut saraf simpatis memasuki sirkulasi : Melalui jalur saraf simpatis spesifik, terutama mempersarafi pembuluh darah organ visera interna dan jantung. Melalui jalur nervus spinalis perifer, terutama mempersarafi pembuluh darah perifer.

Referensi
Anonim, 2011. http://id.wikipedia.org/wiki/Elektrokardiogram. Diakses pada tanggal 24 juli 2011. Anonim, 2011 http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:9EWntW1jVFAJ : med.unhas.ac.id. Diakses pada tanggal 24 juli 2011. Anonim, 2011. http://perawatgawatdarurat.blogspot.com/2007/12/belajarekg.html. Diakses pada tanggal 24 juli 2011. Guyton & Hall, 2006. Elektrokardiogram Normal. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta. Pp. 128-135.

Terima Kasih