P. 1
Patologi Diabetes Militus

Patologi Diabetes Militus

|Views: 238|Likes:
Dipublikasikan oleh Aurhiinta Comiegathakhechii

More info:

Published by: Aurhiinta Comiegathakhechii on Apr 29, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/05/2015

pdf

text

original

MAKALAH ASKEB IV PATOLOGI

Penyakit yang Menyertai Kehamilan dan Persalinan

“Diabetes Militus”

Oleh Kelompok II:
Eva Yuliana Ria Lestari Juaria Fhatiana H 2010.0661.063 2010.0661.086 2010.0661.071

DIII KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA 2011-2012 KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT , yang telah memberi rahmat dan hidayah Nya sehingga tersusunlah makalah ini. Makalah ini dibuat sebagai bukti tugas

ST. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan ini.Kes selaku dosen pengajar mata kuliah Askeb IV 6. Prof. Surabaya.7 Efek Samping ………………………………………………………………….6 Komplikasi ……………………………………………………………………. Asta Adyani.4 Manfaat ………………………………………………………………………… BAB II PEMBAHASAN 2..Kes selaku koordinator mata kuliah Askeb IV 5.Si selaku rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya 2. H. M. Dan semua pihak yang turut membantu terselesaikannya makalah ini.pembelajaran dalam perkuliahan di prodi DIII Kebidanan.5 Klasifikasi ……………………………………………………………………… 2.3 Tujuan …………………………………………………………………………. Sukadiono M.ST. Penyusun Maret 2012 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.3 Manifestasi Klinis …………………………………………………………….Kep. dr. Dalam kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada : 1. M. 1.. Ns.M selaku Dekan Unuversitas Muhammadiyah Surabaya 3. Supatmi. Rachmawati Ika S. S. Zainuddin Maliki. untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak.1 Latar Belakang ………………………………………………………………….2 Rumusan Masalah ……………………………………………………………… 1. 1. S. Dr. 2..1 Pengertian ……………………………………………………………………… 2.Kes selaku kaprodi DIII Kebidanan Universitas Muhammadiyah Surabaya 4. 2. S. . M.4 Patofisiologi …………………………………………………………………… 2. Universitas Muhammadiyah Surabaya.2 Etiologi ………………………………………………………………………… 2. M.

tetapi tidak merupakan kecenderungan orang dengan gangguan toleransi glokusa . DM ditegakkan apabila kadar glukosa darah sewaktu melebihi 200 mg%. Bila hasilnya belum dapat memastikan diagnosis DM. 25% kemungkinan akan berkembang menjadi DM. dapat diikuti dengan test toleransi glukosa oral.. Pemeriksaan penyaring dapat dilakukan dengan pemeriksaan glukosa darah sewaktu dan 2 jam post prandial (pp). Sebagian besar DMG asimtomatis sehingga diagnosis ditentukan secara kebetulan pada saat pemeriksaan rutin. kejadian meningkat sejalan dengan umur kehamilan. 3. Di Indonesia insiden DMG sekitar 1.9-3. sampai saat ini pemeriksaan yang terbaik adalah dengan test tantangan glukosa yaitu dengan pembebanan 50 gram glukosa dan kadar glikosa darah diukur 1 jam kemudian. .BAB III PENUTUP 3. Pada wanita hamil. juga saat persalinan. Gangguan DM terjadi 2 % dari semua wanita hamil. Pada kehamilan trimester pertama kadar glukosa akan turun antara 55-65% dan hal ini merupakan respon terhadap transportasi glukosa dari ibu ke janin.1 Kesimpulan ……………………………………………………………………. Jika kadar glukosa darah setelah 1 jam pembebanan melebihi 140 mg% maka dilanjutkan dengan pemeriksaan test tolesansi glukosa oral.6% dan sekitar 40-60% wanita yang pernah mengalami DMG pada pengamatan lanjut pasca persalinan akan mengidap diabetes mellitus atau gangguan toleransi glukosa. Jika didapatkan nilai di bawah 100 mg% berarti bukan DM dan bila nilainya diantara 100-200 mg% belum pasti DM. DM gestasional merupakan keadaan yang perlu ditangani dengan professional.2 Saran …………………………………………………………………………… DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) didefinisikan sebagai gangguan toleransi glukosa berbagai tingkat yang diketahui pertama kali saat hamil tanpa membedakan apakah penderita perlu mendapat insulin atau tidak. karena dapat mempengaruhi kehidupan janin/ bayi dimasa yang akan dating.

5 1.5 1.2.4.3 1.2 Rumusan Masalah Masalah yang dapat kita simpulkan adalah sebagai berikut : 1.1 1.4 1.3 1.2.Tujuan BAB II PEMBAHASAN .2.2.2 1.2. khususnya penyakit yang menyertai kehamilan dengan DM 1.1.4 1.4.4.2 1.4 1.7 Apa pengertian dari DM ? Apa etiologi dar DM ? Apa Manifestasi Klinikdari DM? Apa patofisiologi dari DM ? Apa Klasifikasi dar DM ? Apa Komplikasi dari DM ? Apa Efek samping dari DM ? Mahasiswa memahami mata kuliah askeb IV.4 Manfaat 1.3 1.4.2.4.6 1.4.6 Mengetahui pengertian dari DM Mengetahui etiologi dar DM Mengetahui Manifestasi Klinikdari DM Mengetahui patofisiologi dari DM Mengetahui Klasifikasi dar DM Mengetahui Komplikasi dari DM Mengetahui efek samping dari DM 1.2.3.4.

Secara klinis. sehingga menyebabkan keadaan hiperglikemia. Kaitannya dengan mutasi DNA mitokondria yakni karena proses produksi hormon insulin sangat erat kaitannya dengan mekanisme proses oxidative phosphorylation (OXPHOS) di dalam sel beta pankreas. penyakit DM awalnya didominasi oleh resistensi insulin yang disertai defect fungsi sekresi. ATP yang dihasilkan dari proses OXPHOS ini mengalami peningkatan. rubella dan coxsakie B4.2004. di mana glukosa darah tidak dapat digunakan dengan baik. Diabetes mellitus merupakan ganguan sistemik pada metabolisme karbohidrat. Edisi 4 hal 699). Yang paling sering terjadi yaitu: diabetes mellitus yang diketahui sewaktu hamil yang disebut DM gestasional dan DM yang telah terjadi sebelum hamil yang dinamankan DM pragstasi.2. Pada penderita DM. Peningkatan kadar ATP tersebut otomatis menyebabkan peningkatan beberapa senyawa kimia yang terkandung dalam ATP. (Bobak. Yaitu : 1. Mitokondria menghasilkan adenosin trifosfat (ATP). Kalangan klinis menyebutnya sebagai mutasi A3243G yang merupakan mutasi kausal pada DM. Tetapi. protein dan lemak. DM merupakan kelainan endokrin yang terbanyak dijumpai. Jensen. Gen penyebab diabetes mellitus akan dibawa oleh anak jika orang tuanya menderita diabetes mellitus. Diabetes mellitus ditandai dengan hiperglikemia atau peningkatan glukosa darah yang diakibatkan produksi insulin yang tidak adekuat atau penggunaan insulin secara tidak efektif pada tingkat seluler. Mutasi ini terletak pada gen penyandi . 2. Genetik Diabetes mellitus dapat diwariskan dari orang tua kepada anak. Berbagai mutasi yang menyebabkan DM telah dapat diidentifikasi. Penderita DM proses pengeluaran insulin dalam tubuhnya mengalami gangguan sebagai akibat dari peningkatan kadar glukosa darah. 2006. Faktor autoimun setelah infeksi mumps. Pewarisan gen ini dapat sampai ke cucunya bahkan cicit walaupun resikonya sangat kecil.1 Pengertian Diabetes Mellitus (DM) adalah kelainan metabolisme karbohidrat. Lowdermilk. 2. Peningkatan tersebut antara lain yang memicu tercetusnya proses pengeluaran hormon insulin. hal itu didominasi defect fungsi sekresi yang disertai dengan resistensi insulin. pada tahap yang lebih lanjut.2 Etiologi Etiologi Diabetes Melitus menurut Kapita Selekta Jilid III.

jika kebiasaan ini diteruskan. Hal itu telah diidentifikasi sebagai akibat dari mutasi DNA pada mitokondria.ribo nucleid acid (RNA). Segala jenis residu obat yang terakumulasi dalam waktu yang lama dapat mengiritasi pankreas. Contohnya Minum soda dalam keadaan perut kososng (misalnya stelah berpuasa atau waktu bangun tidur dipagi hari) juga harus dihindari. Penyakit yang menyertai itu antara lain tuli sensoris. Prevalensi mutasi tersebut biasanya akan meningkat jumlahnya bila penderita DM itu menderita penyakit penyerta tadi. 1. Penelitian membuktikan bahwa perempuan yang mengkonsumsi soda lebih dari 1 kaleng per hari memiliki resiko 2 kali terkena diabeters tipe 2 dalam jangka waktu 4 tahun kedepannya. . 4. 3. Sebagai penyebab. soda. epilepsi. ACTH. obesitas menyebabkan sel beta pankreas penghasil insulin hipertropi yang pada gilirannya akan kelelahan dan “jebol” sehingga insulin menjadi kurang prodeksinya dan terjadilah DM. kortisol. Hal ini terjadi karena makin tinggi proporsi sel mutan pada sel beta pankreas maka fungsi OXPHOS akan makin rendah dan defect fungsi sekresi makin berat. dan stroke like episode. dan pemanis buatan yang terdapat dalam minuman soda dapat merusak pangkreas yang menyebabkan meningkatnya berat badan. dan epineprin. 2. Pada perkembangannya. Penyakit seperti kolesterol tinggi dan dislipidemia dapat meningkatkan resiko terkema diabetes mellitus. radang pada pankreas akan mengakibatkan fungsi pankreas menurun sehingga tidak ada sekresi hormon-hormon untuk proses metabolisme tubuh termasuk insulin. Wanita obesitas Sebenarnya DM bisa menjadi penyebab ataupun akibat. Sirup dengan kadar fruktosa tinggi. lama kelamaan akan menderita penyakit DM. Kerusakan / kelainan pangkreas sehingga Kekurangan produksi insulin Infeksi mikroorganisme dan virus pada pankreas juga dapat menyebabkan radang pankreas yang otomatis akan menyebabkan fungsi pankreas turun sehingga tidak ada sekresi hormon-hormon untuk proses metabolisme tubuh termasuk insulin. Bahan-bahan kimia dapat mengiritasi pankreas yang menyebabkan radang pankreas. Meningkatnya hormon antiinsulin seperti GH. glukogen. Obat-obatan. terkadang para penderita DM menderita penyakit lainnya sebagai akibat menderita DM.

akan terjadi suatu keadaan di mana jumlah/fungsi insulin menjadi tidak optimal. Penurunan berat badan. dimana sirkulasi janin juga ikut terjadi komposisi sumber energi abnormal. 2. Komplikasi yang lebih serius lebih umum bila kontrol kadar gula darah buruk.1 Pengaruh dalam kehamilan : Dalam kehamilan diabetes dapat menyebabkan sebagai berikut: .6. (menyebabkan kemungkinan terjadi berbagai komplikasi). komposisi sumber energi dalam plasma ibu bertambah (kadar gula darah tinggi. gatal. kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan.Sebagai akibat biasanya akibat penggunaan insulin sebagai terapi DM berlebihan menyebabkan penimbunan lemak subkutan yang berlebihan pula. mata kabur. serta kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi dan gangren dengan risiko amputasi. kadar insulin tetap tinggi). Selain itu terjadi juga hiperinsulinemia sehingga janin juga mengalami gangguan metabolik (hipoglikemia. Pandangan kabur.6 Efek Samping 2.4 Patofisiologi Pada DMG. hipomagnesemia. Melalui difusi terfasilitasi dalam membran plasenta. pandangan kabur. dan sebagainya. kegagalan kronis ginjal (penyebab utama dialisis). Polyphagia ( banyak makan). dan mudah infeksi. 2. hipokalsemia. polydipsia ( banyak minum). hiperbilirubinemia. dan pruritus vulvae pada wanita.3 Manifestasi klinik Polyuria ( banyak berkemih). Kelelahan.5 Komplikasi Komplikasi jangka lama termasuk penyakit kardiovaskular (risiko ganda). Terjadi perubahan kinetika insulin dan resistensi terhadap efek insulin. Pusing. 2. Mual. Letih. selain perubahan-perubahan fisiologi tersebut. Lemah badan. Kurangnya ketahanan pada saat melakukan olah raga. Akibatnya. 2. lesu.

dan menghambat penyembuhan luka jalan lahir. Dismaturitas 4.6. Abortus dan partus prematurus. Kematian hasil konsepsi pada kehamilan muda menyabab terjadinya abortus 2.6. Kelainan letak janin 5. Insufisiensi plasenta 2. Distosia bahu karena anak besar 3.4 Pengaruh diabetes pada bayi 1. termasuk secsio cesarea 4. Kematian dalam kandungan 6. Kematian neonatal 7. Janin besar (makrosomia) 5. baik ruptur perineum maupun luka episiotomi. Cacat bawaan 3.2 Pengaruh dalam persalinan. Lebih sering pengakhiran partus dengan tindakan. Inersia uteri dan atonia uteri 2. Pre-eklamsi 3.6. 2. Hidramnion 4. 1. Kelainan neorologik dan psikologik di kemudian hari .3 Pengaruh dalam nifas Diabetes lebih sering mengakibatkan infeksi dan sepsis. Lebih mudah terjadi infeksi angka kematian maternal 2. 2.1.

sering kencing. c.01 Sby Ibu mengeluh sering kencing. Siklus 4. A Umur Agama Suku Pendidikan Pekerjaan Alamat 2. Kunjungan Riwayat Menstruasi HPHT Lamanya Banyaknya Sifat darah : 20-07-2011 : 12 tahun : 5 – 7 hari : 28 hari : 2 x ganti pembalut : encer.ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. Riwayat Obstetri yang lalu 5. Identitas Nama Pasien : Ny. A : 24 thn : Islam : Jawa : SMA : Wiraswasta : Jl. merasa cepat lelah dan gatal pada daerah gentalia sejak memasuki umur 7 bulan. 3. Pengumpulan Data A. minum. Sutorejo no. makan.Keluhan Utama : 23 thn : Islam : Jawa : SD : IRT : Jl Sutorejo no. dan gatal di daerah genetalia : 5 bulan : Kedua b. 1.01 Sby : Umur Agama Suku Pendidikan Pekerjaan Alamat Nama Suami : Tn. f. Menarce d. Riwayat Kebidanan • • a. muntah : tidak ada : Cepat lelah. kadang sedikit kental : Ibu belum pernah hamil dan melahirkan : : mual. Keluhan Trimester 1 Trimester II Trimester III 2. Data Subyektif 1. A GIP0A0 UK 30 MINGGU DENGAN DIABETES MELITUS I. Pergerakan anak pertama kali . Riwayat Kehamilan Sekarang. e.

3. 2. Tanda bahaya kehamilan. Pola Kesehatan Fungsional Pola Nutrisi pauk. porsi sepiring nasi. Ibu tidak melakukan senam hamil dan breast care.Imunisasi yang sudah didapat 6.Riwayat Psikososial : Ibu pernah menderita penyakit diabetes mellitus. Pola Eliminasi : BAB : Sebelum hamil : 1 x sehari Sesudah hamil : 1 x sehari BAK : Sebelum hamil : 7 – 8 x sehari Sesudah hamil : 10-15 x sehari Aktifitas sehari-hari : Pola istirahat tidur : 5 – 6 jam Melakukan pekerjaan rumah tangga sehari-hari Seksualitas : Klien tidak pernah minum minuman yang mengandung alkohol atau obatobatan sejenisnya serta klien tidak pernah merokok. : TT1. habis BAK dan BAB. Ibu melakukan pencucian vagina dengan sabun mandi setiap mandi. Aktifitas. 5. buah dan susu.Riwayat Kesehatan Keluarga : : Klien mengaku mempunyai keturunan diabetes mellitus.lauk sayur. Klien menyatakan bahwa kehamilan ini direncanakan. Penyuluhan yang sudah didapat Kebersihan Diri : ± 6 kali : Nutrisi. Klien dan suami secara resmi sebagai istri pertama. dengan lama perkawinan 1 tahun. Respon suami dan keluarga adalah senang. Kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan. : : Makan sehari-hari 2 – 3x sehari. Istirahat. 1 x seminggu Klien belum pernah menggunakan kontrasepsi Kesehatan .persalinan dan nifas adalah tidak boleh menyiapkan perlengkapan bayinya sebelum hamil. : Berkurang dari biasanya. Frekuensi Pergerakan 3 jam terakhir 4. Riwayat Penyakit yang pernah diderita 3.

Mulut dan gigi caries pada gigi. Muka 6. tidak ada pembesaran tonsil. Pemeriksaan Fisik 1.Tanda-tanda vital TD 3. Tidak ada benjolan di kepala maupun tanda kelainan. tidak terdapat konjungtiva merah muda.B. Pemeriksaan Keadaan umum Keadaan emosional 2. fungsi pengecapan baik.70C : baik : klien terlihat senang pendengaran baik. Data Objektif 1. : Ibu kadang-kadang merasa kepala nyeri. . 3. : Tidak terdapat polip dan tanda kelainan dan fungsi penciuman baik : ada edema. Kepala 2. tidak ada chloasma gravidarum : Tidak terdapat serumen. rambut tidak mudah rontok dan : 153 cm : 40 kg : 49 kg : 9 kg : 27-04-2012 : 30 minggu 6 hari : 130/80 mmHg Nadi : 84x/menit RR : 20x/menit Suhu : 36. Mata 4. Hidung 5.Antopometri Tinggi badan BB sebelum hamil BB saat hamil Kenaikan BB Taksiran Partus Usia Kehamilan c. Rambut rambut tidak merah. 8. peradangan pada lubang telinga. fungsi : Tidak ada kelainan kongenital seperti bibir sumbing. sclera putih tidak ikterik. fungsi penglihatan baik. : Kulit kepala tidak berketombe.Leher : : tidak terdapat pembesaran ataupun kelainan Kelenjar thyroid : Bentuk mata kanan dan kiri simetris. Telinga 7.

tidak ada benjolan dan rasa nyeri. : bentuk simetris.Kelenjar getah bening : tidak terdapat pembesaran dan tanda kebiruan Vena jugularis 9. pergerakan dada teratur dan tidak ada : Ada pembesaran. hyperpigmentasi pada areola mammae. Tidak ada striae. Bagian vulva tidak ada oedema ataupun varises. tidak terdengar murmur : Bunyi paru normal. putting menonjol dan sedikit kotor. Tidak terdapatkeputihan yang disebabkan jamur. bentuk payudara simetris.Ekstremitas Atas kelainan Bawah varises dan reflex patela baik. berarti : TFU pertengahan Px dan pusat dan belum sering kontraksi.Dada kelainan. Jantung Paru Payudara : Bunyi jantung normal. Colostrum belum keluar. perut sebelah kiri terdapat bagian kecil seperti mengumpul berarti ekstremitas Leopold III penurunan : Bagian terendah teraba keras seperti kepala belum ada : Perut sebelah kanan teraba lebar dan panjang. bentuk simetris. Leopold I pada atas fundus teraba bagian yang bulat agak lunak dan tidak melenting berarti bokong Leopold II punggung. serta tidak ada lian eksternal . tidak ada luka bekas : terdapat oedema. tidak ada ketegangan. 10.Abdomen operasi maupun benjolan tanda kelainan. 12. jari-jari tangan lengkap. tidak terdengar wheezing atau ronchi : tidak ada pembesaran : Bentuk dada simetris. : Pembesaran sesuai usia kehamilan. : Kemerahan.

IV.kepala DJJ Mc Donald TBJ 3. Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial Potensial akan terjadi preeklamsi jika diabetes mellitus tidak segera ditangani.Masalah 3. Identifikasi Kebutuhan Terhadap Tindakan Segera/Kolaborasi/Rujukan 1. Kolaborasi Pemeriksaan di laboratorium untuk periksa kadar glukosa darah. intrauterine. hidup. kondisinya saat ini baik.8 gr% : 225 mg/dl : 142 x/ menit. Diagnosa 2. Pemeriksaan Lain USG NST 1. presentasi kepala dengan diabetes melitus. Mandiri Memberitahu ibu tentang penyakit diabetes mellitus dan pengaturan makan 2. 3. teratur : 29 cm : (29 – 11) x 155 = 2790 gram II.Kebutuhan : Tidak dilakukan . UK 30 minggu. Tidak dilakukan : Ny”A” G1P00000. : Gangguan pola istirahat dan gangguan rasa nyaman : KIE tentang penyakit diabetes mellitus KIE tentang pengaturan makanan. III. Merujuk V. masalah. dan Kebutuhan . Interprestasi Data Dasar. Pemeriksaan Laboratorium Kadar Hb Glukosa Darah 1. tunggal. Menjelaskan pada ibu bahwa penyakit diabetes Ibu memahami bahwa usia 30 biasanya akan timbul pada usia lebih dari 30 tahun dan dalam keluarga ada keturunan penyakit diabetes mellitus. Rencana Asuhan No Intervensi Rasionalisasi 1 Menjelaskan kepada ibu bahwa kondisi ibu saat Ibu memahami bahwa 2 ini baik. : Tidak ada : 10. diagnosa. tahun dan beresiko tinggi menderita penyakit diabetes mellitus.

5 melaksanakan nasehat bidan Ibu memahami penjelasan bidan dan akan selalu menjaga kondisinya kg/minggu. Menjelaskan pada ibu bahwa diabetes bisa menimbulkan komplikasi pada ibu dan bayi sehingga ibu harus menjaga kondisinya. Evaluasi No. 7 8 Menjelaskan kepada ibu untuk kunjungan ulang Ibu bersedia datang 2 minggu 2 minggu lagi atau jika ada keluhan. cepat lelah dan mengantuk.minum. A : GIIP00000. O : Ibu dapat menjelaskan kembali atas apa yang sudah dijelaskan oleh tenaga kesehatan. lagi atau jika ada keluhan. Ibu bersedia memantau gerakan janinnya. VI. Menganjurkan ibu untuk memantau kadar glukosa darah minimal 2 kali seminggu Menganjurkan ibu untuk memantau gerakan janinnya ( > 20 kali/12 jam ) 4 5 Ibu bersedia memantau kadar glukosa darah. Pelaksanaan Asuhan No. dengan preeklamsia ringan . Ibu mengerti gejala diabetes yaitu sering kencing. 1 2 3 4 5 6 Hari/Tanggal/Jam Implementasi Paraf VII. makan. 6 Menganjurkan ibu untuk memantau pengaturan Ibu paham dan akan makan dan kenaikan berat badan 0. hidup. intrauterine.3 Menjelaskan kepada ibu tentang gejala diabetes.total kenaikan BB 10-12 kg. 21-02-2012 Evaluasi S : Ibu mengatakan sudah mengerti tentang penjelasan yang diuraikan oleh tenaga kesehatan. Tanggal/Jam 1. tunggal. letak kepala. UK 30 minggu.

mata kabur. Insufisiensi plasenta. Pusing. Penurunan berat badan. rubella dan coxsakie B4 dan Genetik. Kurangnya ketahanan pada saat melakukan olah ra Abortus dan partus prematurus.P : Kontrol kembali 2 minggu lagi tanggal 24-03-2012 atau bila sewaktu-waktu ada keluhan. Mual. BAB III PENUTUP 3. Kelelahan.2 Saran Sebagai saran kami. Penyebabnya yaitu Faktor autoimun setelah infeksi mumps. lesu. Lemah badan. dan pruritus vulvae pada wanita. Kelainan letak janin. polydipsia ( banyak minum). 3. Polyphagia ( banyak makan). Kita harus bisa megetahui penanganan yang tepat atau pengobatan yang aman buat kehamilan ibu sehingga persalinan dapat .1 Kesimpulan Diabetes mellitus ditandai dengan hiperglikemia atau peningkatan glukosa darah yang diakibatkan produksi insulin yang tidak adekuat atau penggunaan insulin secara tidak efektif pada tingkat seluler. Polyuria ( banyak berkemih). pandangan kabur. Letih. Pengaruh terhadap kehamilan yaitu Pre-eklamsi. Pandangan kabur. gatal. Hidramnion. sebagai penolong persalinan kita harus bisa mendeteksi secara dini penyakit-penyakit yang menyertai kehamilan sehingga dapat meminimalkan atau menghilangkan resiko cacat atau kematian janin.

drdidispog. DAFTAR PUSTAKA http://74. Penyakit kandungan.132/search? q=cache:hYhALXaLwCAJ:www. Selain itu. kesadaran dari ibu untuk memeriksakan diri selama hamil sehingga tidak dapat terdeteksi secara dini.com/2009/03/kehamilan-dengan-penyakitginjal. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo : Jakarta . 2007.drdidispog. Diakses pada tanggal 5 Maret 2012 http://74.125.html+penyakit+ginjal+pada+kehamilan&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id#ixzz0hlLto5o 7.berjalan secara fisiologi. Diakses pada tanggal 5 maret 2012 Manuaba. dan Keluarga berencana untuk Pendidikan Bidan. Ilmu Kebidanan.153.125.132/search? q=cache:hYhALXaLwCAJ:www.com/2009/03/kehamilan-dengan-penyakit ginjal.153. EGC : Jakarta Prawiroharjo. Edisi Ketiga. 1998. Sarwono.html+penyakit+ginjal+pada+kehamilan&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->