Anda di halaman 1dari 84

Peningkatan pemahaman konsep volume bangun ruang dengan model pembelajaran Van Hiele pada siswa kelas V SDN

1 Pucanglaban Kabupaten Tulungagung / Atik Nurul Khusna


DDC Rs 372.716044 KHU p Author Khusna, Atik Nurul Year Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011 Language ind

Abstract

Kata kunci: pemahaman konsep, volume, model pembelajaran Van Hiele

Kemampuan siswa dalam memahami konsep volume bangun ruang berperan penting terhadap keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Pemahaman konsep merupakan langkah awal yang diambil untuk melangkah pada tahap selanjutnya yaitu aplikasi dalam perhitungan matematika. Tetapi kebanyakan siswa belum menguasai materi prasyarat dari konsep yang diajarkan. Faktor yang menyebabkan rendahnya pemahaman konsep siswa dalam belajar matematika adalah kegiatan pembelajaran yang terpusat pada guru. Kondisi tersebut selaras dengan permasalahan yang terjadi di SDN 1 Pucanglaban Kabupaten Tulungagung. Hal ini membuat siswa kesulitan dalam memahami konsep volume bangun ruang terutama dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah yang berhubungan dengan konsep volume balok dan kubus. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimana penerapan model pembelajaran Van Hiele pada pembelajaran matematika volume bangun ruang pada siswa kelas V SDN 1 Pucanglaban Kabupaten Tulungagung?, (2) Apakah penerapan model pembelajaran Van Hiele dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas V SDN 1 Pucanglaban terhadap konsep volume bangun ruang?, dan (3) Apakah model pembelajaran Van Hiele dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 1 Pucanglaban terhadap konsep volume bangun ruang? Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data penelitian berupa proses pembelajaran model Van Hiele dan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep volume bangun ruang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Kegiatan analisis data dilakukan dengan metode alur meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian yang dilakukan selama dua siklus pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan prestasi belajar siswa terhadap konsep volume bangun ruang. Peningkatan pemahaman konsep siswa mengacu pada kriteria yang didukung dengan hasil wawancara kepada siswa, dimana 86% siswa telah memahami konsep yang diajarkan dengan dibuktikan kemampuan siswa dalam 1) menyatakan ulang suatu konsep, 2) mengklarifikasikan objek i

objek menurut sifat-sifat tertentu, 3) memberi contoh dan non-contoh dari konsep, dan 4) mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Sedangkan peningkatan prestasi belajar siswa dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata dan prosentase ketuntasan belajar secara klasikal dari data awal, siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata siswa pada data awal sebesar 51,64 dengan prosentase ketuntasan 36%, 62,14 dengan prosentase ketuntasan 50% pada siklus I, dan pada siklus II 79,29 dengan prosentase ketuntasan 86%

PEMBELAJARAN GEOMETRI SESUAI TEORI VAN HIELE (Lengkap)


Posted by abdussakir on February 9, 2011 Artikel dimuat dalam El-Hikmah: Jurnal Kependidikan dan Keagamaan, Vol VII Nomor 2, Januari 2010, ISSN 1693-1499. Fakultas Tarbiyah UIN Maliki Malang PEMBELAJARAN GEOMETRI SESUAI TEORI VAN HIELE Oleh Abdussakir, M.Pd Abstrak Geometri menempati posisi khusus dalam kurikulum matematika sekolah, karena banyaknya konsep yang termuat di dalamnya dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya geometri mempunyai peluang yang lebih besar untuk dipahami siswa dibandingkan dengan cabang matematika yang lain, namun bukti-bukti di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar geometri masih rendah. Banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam memahami materi geometri. Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan siswa dalam belajar geometri tersebut, cara yang dapat ditempuh adalah penerapan teori van Hiele. Kata Kunci: pembelajaran, geometri, teori van Hiele. A. Pendahuluan Geometri menempati posisi khusus dalam kurikulum matematika, karena banyaknya konsep-konsep yang termuat di dalamnya. Dari sudut pandang psikologi, geometri merupakan penyajian abstraksi dari pengalaman visual dan spasial, misalnya bidang, pola, pengukuran dan pemetaan. Sedangkan dari sudut pandang matematik, geometri menyediakan pendekatan-pendekatan untuk pemecahan masalah, misalnya gambar-gambar, diagram, sistem koordinat, vektor, dan transformasi. Geometri juga merupakan lingkungan untuk mempelajari struktur matematika (Burger & Shaughnessy, 1993:140). Geometri digunakan oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Ilmuwan, arsitek, artis, insinyur, dan pengembang perumahan adalah sebagian kecil contoh profesi yang menggunakan geometri secara reguler. Dalam kehidupan sehari-hari, geometri digunakan untuk mendesain rumah, taman, atau dekorasi (Van de Walle, 1990:269). Usiskin (1987:26-27) mengemukakan bahwa geometri adalah (1) cabang matematika yang mempelajari pola-pola visual, (2) cabang matematika yang menghubungkan matematika dengan dunia fisik atau dunia nyata, (3) suatu cara penyajian fenomena yang tidak tampak atau tidak bersifat fisik, dan (4) suatu contoh sistem matematika. Tujuan pembelajaran geometri adalah agar siswa memperoleh rasa percaya diri mengenai kemampuan matematikanya, menjadi pemecah masalah yang baik, dapat berkomunikasi secara matematik, dan dapat bernalar secara matematik (Bobango, 1992:148). Sedangkan Budiarto (2000:439) menyatakan bahwa tujuan pembelajaran geometri adalah untuk mengembangkan

kemampuan berpikir logis, mengembangkan intuisi keruangan, menanamkan pengetahuan untuk menunjang materi yang lain, dan dapat membaca serta menginterpretasikan argumen-argumen matematik. Pada dasarnya geometri mempunyai peluang yang lebih besar untuk dipahami siswa dibandingkan dengan cabang matematika yang lain. Hal ini karena ide-ide geometri sudah dikenal oleh siswa sejak sebelum mereka masuk sekolah, misalnya garis, bidang dan ruang. Meskipun demikian, buktibukti di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar geometri masih rendah (Purnomo, 1999:6) dan perlu ditingkatkan (Bobango, 1993:147). Bahkan, di antara berbagai cabang matematika, geometri menempati posisi yang paling memprihatinkan (Sudarman, 2000:3). Di Amerika Serikat, hanya separuh dari siswa yang ada yang mengambil pelajaran geometri formal (Bobango, 1993:147). Selain itu, prestasi semua siswa dalam masalah yang berkaitan dengan geometri dan pengukuran masih rendah (Bobango, 1993:147). Selanjutnya, Hoffer menyatakan bahwa siswa-siswa di Amerika dan Uni Soviet sama-sama mengalami kesulitan dalam belajar geometri (Kho, 1996:4). Rendahnya prestasi geometri siswa juga terjadi di Indonesia. Bukti-bukti empiris di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar geometri, mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa prestasi geometri siswa SD masih rendah (Sudarman, 2000:3). Sedangkan di SMP ditemukan bahwa masih banyak siswa yang belum memahami konsep-konsep geometri. Sesuai penelitian Sunardi (2001) ditemukan bahwa banyak siswa salah dalam menyelesaikan soal-soal mengenai garis sejajar pada siswa SMP dan masih banyak siswa yang menyatakan bahwa belah ketupat bukan jajargenjang. Di SMU, Madja (1992:3) mengemukakan bahwa hasil tes geometri siswa kurang memuaskan jika dibandingkan dengan materi matematika yang lain. Kesulitan siswa dalam memahami konsepkonsep geometri terutama pada konsep bangun ruang (Purnomo, 1999:5). Madja (1992:3) menyatakan bahwa siswa SMU masih mengalami kesulitan dalam melihat gambar bangun ruang. Sedangkan di perguruan tinggi, berdasarkan pengalaman, pengamatan dan penelitian ditemukan bahwa kemampuan mahasiswa dalam melihat ruang dimensi tiga masih rendah (Madja, 1992:6). Bahkan dari berbagai penelitian, masih ditemukan mahasiswa yang menganggap gambar bangun ruang sebagai bangun datar, mahasiswa masih sulit menentukan garis bersilangan dengan berpotongan, dan belum mampu menggunakan perolehan geometri SMU untuk menyelesaikan permasalahan geometri ruang (Budiarto, 2000:440). Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam belajar geometri tersebut, cara yang dapat ditempuh adalah penerapan teori van Hiele. B. Teori van Hiele dan Penelitian yang Relevan Teori van Hiele yang dikembangkan oleh Pierre Marie van Hiele dan Dina van Hiele-Geldof sekitar tahun 1950-an telah diakui secara internasional (Martin dkk., 1999) dan memberikan pengaruh yang kuat dalam pembelajaran geometri sekolah. Uni Soviet dan Amerika Serikat adalah contoh negara yang telah mengubah kurikulum geometri berdasar pada teori van Hiele (Anne, 1999). Pada tahun 1960-an, Uni Soviet telah melakukan perubahan kurikulum karena pengaruh teori van Hiele (Crowley, 1987:1 dan Anne, 1999). Sedangkan di Amerika Serikat pengaruh teori van Hiele mulai terasa sekitar permulaan tahun 1970-an (Burger & Shaughnessy, 1986:31 dan Crowley, 1987:1). Sejak tahun 1980-an, penelitian yang memusatkan pada teori van Hiele terus meningkat (Gutierrez, 1991:237 dan Anne, 1999). Beberapa penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa penerapan teori van Hiele memberikan dampak yang positif dalam pembelajaran geometri. Bobango (1993:157) menyatakan bahwa pembelajaran yang menekankan pada tahap belajar van Hiele dapat membantu perencanaan pembelajaran dan memberikan hasil yang memuaskan. Senk (1989:318) menyatakan bahwa prestasi siswa SMU dalam menulis pembuktian geometri berkaitan secara positif dengan teori van Hiele.

Mayberry (1983:67) berdasarkan hasil penelitiannya menyatakan bahwa konsekuensi teori van Hiele adalah konsisten. Burger dan Shaughnessy (1986:47) melaporkan bahwa siswa menunjukkan tingkah laku yang konsisten dalam tingkat berpikir geometri sesuai dengan tingkatan berpikir van Hiele. Susiswo (1989:77) menyimpulkan bahwa pembelajaran geometri dengan pembelajaran model van Hiele lebih efektif daripada pembelajaran konvensional. Selanjutnya Husnaeni (2001:165) menyatakan bahwa penerapan model van Hiele efektif untuk peningkatan kualitas berpikir siswa. C. Tahap Berpikir Menurut Teori van Hiele Teori van Hiele yang dikembangkan oleh dua pendidik berkebangsaan Belanda, Pierre Marie van Hiele dan Dina van Hiele-Geldof, menjelaskan perkembangan berpikir siswa dalam belajar geometri (Mayberry, 1983:58). Menurut teori van Hiele, seseorang akan melalui lima tahap perkembangan berpikir dalam belajar geometri (Crowley, 1987:1). Kelima tahap perkembangan berpikir van Hiele adalah tahap 0 (visualisasi), tahap 1 (analisis), tahap 2 (deduksi informal), tahap 3 (deduksi), dan tahap 4 (rigor). Tahap berpikir van Hiele dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Tahap 0 (Visualisasi) Tahap ini juga dikenal dengan tahap dasar, tahap rekognisi, tahap holistik, dan tahap visual. Pada tahap ini siswa mengenal bentuk-bentuk geometri hanya sekedar berdasar karakteristik visual dan penampakannya. Siswa secara eksplisit tidak terfokus pada sifat-sifat obyek yang diamati, tetapi memandang obyek sebagai keseluruhan. Oleh karena itu, pada tahap ini siswa tidak dapat memahami dan menentukan sifat geometri dan karakteristik bangun yang ditunjukkan. 2. Tahap 1 (Analisis) Tahap ini juga dikenal dengan tahap deskriptif. Pada tahap ini sudah tampak adanya analisis terhadap konsep dan sifat-sifatnya. Siswa dapat menentukan sifat-sifat suatu bangun dengan melakukan pengamatan, pengukuran, eksperimen, menggambar dan membuat model. Meskipun demikian, siswa belum sepenuhnya dapat menjelaskan hubungan antara sifat-sifat tersebut, belum dapat melihat hubungan antara beberapa bangun geometri dan definisi tidak dapat dipahami oleh siswa. 3. Tahap 2 (Deduksi Informal) Tahap ini juga dikenal dengan tahap abstrak, tahap abstrak/relasional, tahap teoritik, dan tahap keterkaitan. Hoffer (dalam Orton, 1992:72) menyebut tahap ini dengan tahap ordering. Pada tahap ini, siswa sudah dapat melihat hubungan sifat-sifat pada suatu bangun geometri dan sifat-sifat antara beberapa bangun geometri. Siswa dapat membuat definisi abstrak, menemukan sifat-sifat dari berbagai bangun dengan menggunakan deduksi informal, dan dapat mengklasifikasikan bangun-bangun secara hirarki. Meskipun demikian, siswa belum mengerti bahwa deduksi logis adalah metode untuk membangun geometri. 4. Tahap 3 (Deduksi) Tahap ini juga dikenal dengan tahap deduksi formal. Pada tahap ini siswa dapat menyususn bukti, tidak hanya sekedar menerima bukti. Siswa dapat menyusun teorema dalam sistem aksiomatik. Pada tahap ini siswa berpeluang untuk mengembangkan bukti lebih dari satu cara. Perbedaan antara pernyataan dan konversinya dapat dibuat dan siswa menyadari perlunya pembuktian melalui serangkaian penalaran deduktif. 5. Tahap 4 (Rigor) Clements & Battista (1992:428) juga menyebut tahap ini dengan tahap metamatematika, sedangkan Muser dan Burger (1994) menyebut dengan tahap aksiomatik. Pada tahap ini siswa bernalar secara formal dalam sistem matematika dan dapat menganalisis konsekuensi dari manipulasi aksioma dan definisi. Saling keterkaitan antara bentuk yang tidak didefinisikan, aksioma, definisi, teorema dan pembuktian formal dapat dipahami.

Teori van Hiele mempunyai karakteristik, yaitu (1) tahap-tahap tersebut bersifat hirarki dan sekuensial, (2) kecepatan berpindah dari tahap ke tahap berikutnya lebih bergantung pada pembelajaran, dan (3) setiap tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri-sendiri (Anne,1999). Burger dan Culpepper (1993:141) juga menyatakan bahwa setiap tahap memiliki karakteristik bahasa, simbol dan metode penyimpulan sendiri-sendiri. Clements & Battista (1992:426-427) menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai karakteristik, yaitu (1) belajar adalah proses yang tidak kontinu, terdapat lompatan dalam kurva belajar seseorang, (2) tahap-tahap tersebut bersifat terurut dan hirarki, (3) konsep yang dipahami secara implisit pada suatu tahap akan dipahami secara ekplisit pada tahap berikutnya, dan (4) setiap tahap mempunyai kosakata sendiri-sendiri. Crowley (1987:4) menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai sifat-sifat berikut (1) berurutan, yakni seseorang harus melalui tahap-tahap tersebut sesuai urutannya; (2) kemajuan, yakni keberhasilan dari tahap ke tahap lebih banyak dipengaruhi oleh isi dan metode pembelajaran daripada oleh usia; (3) intrinsik dan ekstrinsik, yakni obyek yang masih kurang jelas akan menjadi obyek yang jelas pada tahap berikutnya; (4) kosakata, yakni masing-masing tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri; dan (5) mismacth, yakni jika seseorang berada pada suatu tahap dan tahap pembelajaran berada pada tahap yang berbeda. Secara khusus yakni jika guru, bahan pembelajaran, isi, kosakata dan lainnya berada pada tahap yang lebih tinggi daripada tahap berpikir siswa. Setiap tahap dalam teori van Hiele, menunjukkan karakteristik proses berpikir siswa dalam belajar geometri dan pemahamannya dalam konteks geometri. Kualitas pengetahuan siswa tidak ditentukan oleh akumulasi pengetahuannya, tetapi lebih ditentukan oleh proses berpikir yang digunakan. Tahap-tahap berpikir van Hiele akan dilalui siswa secara berurutan (Keyes, 1997 dan Anne, 1999). Dengan demikian siswa harus melewati suatu tahap dengan matang sebelum menuju tahap berikutnya. Kecepatan berpindah dari suatu tahap ke tahap berikutnya lebih banyak bergantung pada isi dan metode pembelajaran daripada umur dan kematangan (Crowley, 1987:4; Schoen & Hallas, 1993:108 dan Keyes, 1997). Dengan demikian, guru harus menyediakan pengalaman belajar yang cocok dengan tahap berpikir siswa. D. Pengalaman Belajar sesuai Tahap Berpikir van Hiele Telah dijelaskan sebelumnya bahwa tingkat berpikir siswa dalam geometri menurut teori van Hiele lebih banyak bergantung pada isi dan metode pembelajaran. Oleh sebab itu, perlu disediakan aktivitas-aktivitas yang sesuai dengan tingkat berpikir siswa. Crowley (1987:7-12) menjelaskan aktivitas-aktivitas yang dapat digunakan untuk tiga tahap pertama, yaitu tahap 0 sampai tahap 2, sebagai berikut. 1. Aktivitas Tahap 0 (Visualisasi) Pada tahap 0 ini, bangun-bangun geometri diperhatikan berdasarkan penampakan fisik sebagai suatu keseluruhan. Aktivitas untuk tahap ini antara lain sebagai berikut. a. Memanipulasi, mewarna, melipat dan mengkonstruk bangun-bangun geometri. b. Mengidentifikasi bangun atau relasi geometri dalam suatu gambar sederhana, dalam kumpulan potongan bangun, blok-blok pola atau alat peraga yang lain, dalam berbagai orientasi, melibatkan obyek-obyek fisik lain di dalam kelas, rumah, foto, atau tempat lain, dan dalam bangun-bangun yang lain. c. Membuat bangun dengan menjiplak gambar pada kertas bergaris, menggambar bangun, dan mengkonstruk bangun. d. Mendeksripsikan bangun-bangun geometri dan mengkonstruk secara verbal menggunakan bahasa baku atau tidak baku, misalnya kubus seperti pintu atau kotak.. e. Mengerjakan masalah yang dapat dipecahkan dengan menyusun, mengukur, dan menghitung.

2. Aktivitas Tahap 1 (Analisis) Pada tahap 1 ini siswa diharapkan dapat mengungkapkan sifat-sifat bangun geometri. Aktivitas untuk tahap ini antara lain sebagai berikut. a. Mengukur, mewarna, melipat, memotong, memodelkan, dan menyusun dalam urutan tertentu untuk mengidentifikasi sifat-sifat dan hubungan geometri lainnya. b. Mendeskripsikan kelas suatu bangun sesuai sifat-sifatnya. c. Membandingkan bangun-bangun berdasarkan karakteristik sifat-sifatnya. d. Mengidentifikasi dan menggambar bangun yang diberikan secara verbal atau diberikan sifatsifatnya secara tertulis. e. Mengidentifikasi bangun berdasarkan sudut pandang visualnya. f. Membuat suatu aturan dan generalisasi secara empirik (berdasarkan beberpa contoh yang dipelajari). g. Mengidentifikasi sifat-sifat yang dapat digunakan untuk mencirikan atau mengkontraskan kelaskelas bangun yang berbeda. h. Menemukan sifat objek yang tidak dikenal. i. Menjumpai dan menggunakan kosakata atau simbol-simbol yang sesuai. j. Menyelesaikan masalah geometri yang dapat mengarahkan untuk mengetahui dan menemukan sifat-sifat suatu gambar, relasi geometri, atau pendekatan berdasar wawasan. 3. Aktivitas Tahap 2 (Deduksi Informal) Pada tahap 2 ini siswa diharapkan mampu mempelajari keterkaitan antara sifat-sifat dan bangun geometri yang dibentuk. Aktivitas siswa untuk tahap ini antara lain sebagai berikut. a. Mempelajari hubungan yang telah dibuat pada tahap 1, membuat inklusi, dan membuat implikasi b. Mengidentifikasi sifat-sifat minimal yang menggambar suatu bangun. c. Membuat dan menggunakan definisi d. Mengikuti argumen-argumen informal e. Menyajikan argumen informal. f. Mengikuti argumen deduktif, mungkin dengan menyisipkan langkah-langkah yang kurang. g. Memberikan lebih dari satu pendekatan atau penjelasan. h. Melibatkan kerjasama dan diskusi yang mengarah pada pernyataan dan konversnya. i. Menyelesaikan masalah yang menekankan pada pentingnya sifat-sifat gambar dan saling keterkaitannya. Van de Walle (1990:270) membuat deksripsi aktivitas yang lebih sederhana dibandingkan deskripsi yang dibuat oleh Crowley (1987:7-12). Menurut Van de Walle aktivitas pembelajaran untuk masing-masing tiga tahap pertama adalah sebagai berikut. 1. Aktivitas Tahap 0 (Visualisasi). Aktivitas pada tahap 0 ini haruslah: a. melibatkan penggunaan model fisik yang dapat digunakan siswa untuk memanipulasi, b. melibatkan berbagai contoh bangun-bangun yang sangat bervariasi dan berbeda sehingga sifat yang tidak relevan dapat diabaikan, c. melibatkan kegiatan memilih, mengidentifikasi dan mendeksripsikan berbagai bangun, dan d. menyediakan kesempatan untuk membentuk, membuat, menggambar, menyusun atau menggunting bangun. 2. Aktivitas Tahap 1 (Analisis) Aktivitas untuk tahap 1 ini haruslah: a. menggunakan model-model pada tahap 0, terutama pada model-model yang dapat digunakan untuk mengeksplorasi berbagai sifat bangun, b. mulai lebih menfokuskan pada sifat-sifat daripada sekedar identifikasi, c. mengklasifikasi bangun berdasar sifat-sifatnya berdasarkan nama bangun tersebut, dan d. menggunakan pemecahan masalah yang melibatkan sifat-sifat bangun. 3. Aktivitas Tahap 2 (Deduksi Informal)

Aktivitas untuk tahap 2 ini haruslah: a. melanjutkan pengklasifikasian model dengan fokus pada pendefinisian sifat. Membuat daftar sifat dan mendiskusikan sifat yang perlu dan cukup untuk kondisi suatu bangun atau konsep, b. memuat penggunaan bahasa yang bersifat deduktif informal, misalnya: semua, suatu, dan jikamaka serta mengamati validitas konvers suatu relasi. c. Menggunakan model atau gambar sebagai sarana untuk berpikir dan mulai mencari generalisasi atau contoh kontra. Jika pembelajaran langsung dimulai pada tahap 2 dapat dimungkinkan terjadi mismatch. Mismatch adalah ketidaksesuaian antara pengalaman belajar dengan tahap berpikir siswa. Siswa yang berada pada suatu tahap berpikir, diberi pengalaman belajar sesuai tahap berpikir di atasnya. Mismatch dapat mengakibatkan belajar hafalan atau belajar temporer, sehingga berakibat konsep yang diperoleh siswa akan mudah dilupakan. E. Contoh Pembelajaran Materi Segitiga sesuai Teori van Hiele Berikut ini adalah contoh sederhana mengenai pembelajaran materi segitiga di sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah sesuai tahap berpikir van Hiele. Contoh ini hanya meliputi tiga tahap pertama, karena siswa sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah hanya akan sampai pada tahap 2 (deduksi informal). 1. Tahap 0 (Visualisasi) Pada tahap 0 ini guru menyediakan berbagai model bangun (atau dapat juga gambar) segitiga dan bukan segitiga. Berbagai gambar segitiga dan bukan segitiga ini dibuat sangat bervariasi dan ditempatkan secara acak. Gambar-gambar dibuat kontras sehingga tampak betul perbedaan dan kesamaan masing-masing. Berdasarkan gambar-gambar yang disediakan siswa mulai memilih berdasar kesamaan dan perbedaannya. Siswa dapat diminta mengelompokkan gambar berdasarkan kesamaan bentuknya atau langsung diminta menyebutkan mana yang termasuk segitiga dan yang bukan segitiga. Guru juga perlu menyediakan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk membimbing arah belajar siswa. Pada tahap 0 ini diharapkan siswa dapat mengelompokkan mana yang termasuk segitiga dan yang bukan segitiga. Pengelompokan ini masih sebatas dari penampakan visual. Berdasarkan pengelompokan tersebut diharapkan siswa dapat mengenal segitiga meskipun pengenalan ini masih terbatas pada penampakan visual. Jika siswa sudah dapat membuat pengelompokan dengan benar maka dapat dikatakan siswa sudah berada pada tahap 0 dan siap melanjutkan pada aktivitas tahap 1. Hal ini sesuai dengan pendapat Crowley (1987) bahwa pada tahap 0 siswa dapat mengenal bentuk-bentuk geometri hanya sekedar berdasar karakteristik visual dan penampakannya. Siswa secara eksplisit tidak terfokus pada sifatsifat obyek yang diamati, tetapi memandang obyek sebagai keseluruhan. Selanjutnya guru dapat memberikan beberapa contoh gambar lagi dan meminta siswa untuk memasukkan contoh gambar tersebut ke dalam kelompok yang telah ada. Setelah yakin bahwa siswa sudah berada pada tahap 0, guru mulai membimbing dan mengarahkan siswa untuk memberikan nama pada setiap kelompok. Jadi, siswa sudah mulai dikenalkan istilah segitiga dan bukan segitiga. Meskipun demikian, guru tidak memberikan definisi. Karena pada tahap 0 ini siswa belum dapat memahami definisi formal. 2. Tahap 1 (Analisis) Pada tahap 1 ini, siswa tetap menggunakan model-model (atau gambar) pada tahap 0. Berdasarkan pengelompokan yang dibuat, siswa mulai mengeksplorasi berbagai sifat yang dimiliki tiap kelompok gambar. Siswa mulai lebih menfokuskan pada sifat-sifat daripada sekedar identifikasi. Siswa mulai mencari sifat-sifat mengapa suatu kelompok gambar tertentu termasuk kelompok segitiga dan kelompok lain bukan segitiga. Selain itu, siswa membandingkan masing-masing

kelompok menurut sifat-sifat yang mereka temukan. Dengan demikian, sifat-sifat dapat mencirikan dan mengkontraskan masing-masing kelompok. Selanjutnya guru diharapkan dapat memberikan beberapa contoh lagi dan menanyakan contoh tersebut masuk kelompok mana dan mengapa. Siswa dapat diminta menjelaskan secara verbal alasan tersebut. Pada tahap ini guru juga dapat memberikan permasalahan dalam bentuk verbal dan siswa diminta untuk mengidentifikasi soal yang diberikan. Permasalahan yang diajukan guru hendaknya melibatkan penggunaan sifat-sifat yang ditemukan siswa. Jika siswa sudah dapat menemukan sifat-sifat segitiga dan bukan segitiga serta dapat menyelesaikan permasalahan yang melibatkan sifat bangun baik secara lisan dan tulisan, berarti siswa sudah berada pada tahap 1. Hal ini sesuai dengan pendapat Crowley (1987:8) bahwa pada tahap 1 siswa sudah dapat mengidentifikasi sifat-sifat meskipun tetapi belum dapat memahami definisi. 3. Tahap 2 (Deduksi Informal) Pada tahap 2 ini siswa melanjutkan pengklasifikasian gambar atau model dengan fokus pada pendefinisian sifat. Siswa membuat daftar sifat yang ditemukan untuk masing-masing kelompok gambar. Selanjutnya siswa mendiskusikan sifat yang perlu dan cukup untuk kondisi suatu bangun atau konsep. Siswa mulai mengarah pada sifat yang perlu dan cukup agar suatu bangun dapat disebut segitiga atau bukan. Selanjutnya siswa diarahkan menggunakan bahasa yang bersifat deduktif informal, misalnya: jika-maka. Pada tahap ini, guru mulai mengarahkan siswa untuk membuat definisi abstrak mengenai segitiga. Guru mengamati apakah definisi yang dibuat siswa sudah bersifat umum. Sesuai definisi yang dibuat siswa, guru dapat memberikan permasalahan berupa generalisasi atau memberikan contoh kontra untuk melihat kebenaran definisi yang dibuat siswa. Jika siswa sudah dapat membuat definisi segitiga dengan tepat maka siswa sudah berada pada tahap 2. Berdasarkan urutan tahap-tahap ini, maka dapat dikatakan bahwa siswalah yang membangun konsep segitiga melalui pengamatan sifat-sifat yang ada pada segitiga. Definisi yang dibuat siswa menggunakan bahasa mereka sendiri, dan terkadang hanya sebagai kumpulan sifat-sifat yang telah mereka temukan. Peran guru dalam hal ini adalah membantu siswa membuat formulasi definisi yang tepat tentang segitiga. F. Penutup Untuk membantu mengatasi kesulitan siswa dalam mempelajari geometri diperlukan suatu strategi, metode dan bahkan teori pembelajaran yang sesuai. Salah satu metode yang telah dipercaya dapat membangun pemahaman siswa dalam belajar geometri adalah penerapan teori van Hiele. Hal ini senada dengan beberapa hasil penelitian yang telah membuktikan bahwa penerapan teori van Hiele memberikan dampak yang positif dalam pembelajaran geometri. Suatu karakteristik tingkat berpikir van Hiele adalah bahwa kecepatan untuk berpindah dari suatu tingkat ke tingkat berikutnya lebih banyak dipengaruhi oleh aktivitas dalam pembelajaran. Dengan demikian, pengorganisasian pembelajaran, isi, dan materi merupakan faktor penting. Guru memegang peran penting dalam mendorong kecepatan melalui suatu tingkatan. Tingkat berpikir yang lebih tinggi hanya dapat dicapai melalui latihan-latihan yang tepat, bukan melalui ceramah semata. Dengan demikian, pemilihan aktivitas-aktivitas yang sesuai dengan tahap berpikir siswa mutlak diperlukan untuk membantu siswa mencapai tahap berpikir yang lebih tinggi. G. Daftar Rujukan Anne, T.. 1999. The van Hiele Models of Geometric Thought. (Online) (Http://euler.slu.edu/teach_material/van_hiele_model_of_geometry.html, diakses 2 Pebruari 2002). Bobango, J.C.. 1993. Geometry for All Student: Phase-Based Instruction. Dalam Cuevas (Eds). Reaching All Students With Mathematics. Virginia: The National Council of Teachers of Mathematics,Inc.

Budiarto, M.T.. 2000. Pembelajaran Geometri dan Berpikir Geometri. Dalam prosiding Seminar Nasional Matematika Peran Matematika Memasuki Milenium III. Jurusan Matematika FMIPA ITS Surabaya. Surabaya, 2 Nopember. Burger, W.F. & Culpepper, B.. 1993. Restructuring Geometry. Dalam Wilson Patricia S. (Ed). Reseach Ideas for The Classroom: High Scholl Mathematics. New York: MacMillan Publishing Company. Burger, W.F. & Shaughnessy, J.M.. 1986. Characterizing the van Hiele Levels of Development in Geometry. Journal for Research in Mathematics Education. 17(I):31-48 Clements, D.H. & Battista, M.T.. 1992. Geometry and Spatial Reasoning. Dalam Grouws, D.A. (ed). Handbook of Research on Mathematics Teaching and Learning. New York: MacMillan Publishing Company. Crowley, M.L. 1987. The van Hiele Model of the Geometric Thought.. Dalam Linquist, M.M. (eds) Learning ang Teaching Geometry, K-12. Virginia: The NCTM, Inc. Gutierrez, A., Jaime, A. dan Fortuny, J.M.. 1991. An Alternative Paradigm to Evaluate The Acquisition of The van Hiele Levels. Journal for Research in Mathematics Education. 22 (3): 237257. Husnaeni. 2001. Membangun Konsep Segitiga Melalui Penerapan Teori van Hiele Pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS UM. Kho, R.. 1996. Tahap Berpikir dalam Belajar Geometri Siswa-siswa Kelas II SMP Negeri I Abepura di Jayapura Berpandu pada Model van Hiele. Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS IKIP Malang. Keyes, C.. 1997. A Review of Research on General Mathematics Reseach. (Online). (Http://www.qsu.edu/~mstlls/res_ck.htm, diakses 2 Pebruari 2002) Madja, M.S.. 1992. Perancangan dan Implementasi Perangkat Ajar Geometri SMTA. Tesis tidak diterbitkan. Jakarta: PPS UI. Muser, E.L. & Burger, W.F.. 1994. Mathematics for Elementary teachers: A Contemporary Approach, Third Edition. New York: MacMillan Publishing Company. NCTM. 2000. Principles and Standards for School Mathematics. Virginia: The NCTM, Inc.. Orton, A.. 1992. Learning Mathematics: Issues, Theory, and Classroom Practice, 2nd Edition. London: Cassell. Purnomo, A.. 1999. Penguasaan Konsep Geometri dalam Hubungannya dengan Teori Perkembangan Berpikir van Hiele pada Siswa Kelas II SLTP Negeri 6 Kodya Malang. Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS IKIP Malang. Schoen, H.L. & Hallas, D.. 1993. Improving the General Mathematics Experience. Dalam Wilson Patricia S. (Ed). Reseach Ideas for The Classroom: High Scholl Mathematics. New York: MacMillan Publishing Company.

Sudarman. 2000. Pengembangan Paket Pembelajaran Berbantuan Komputer Materi Luas dan Keliling Segitiga untuk Kelas V Sekolah Dasar. Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS UM. Susiswo. 1989. Efektivitas Pengajaran Geometri Model van Hiele di SMP Swasta Kotamadya Malang Kelas II. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: FPMIPA IKIP MALANG.

Contoh Proposal PTK MATEMATIKA SISWA KELAS VI SD


Posted by noer al khosim on 07:32 in PTK | 0 komentar A. JUDUL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VI SD MELALUI PENGGUNAAN MEDIA BANGUN RUANG

B. BIDANG KAJIAN Strategi pembelajaran siswa di sekolah C. PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dalam masyarakat, bangsa dan negara. Berbagai usaha pembaharuan kurikulum, perbaikan sistem pengajaran, peningkatan kualitas kemampuan guru, dan lain sebagainya, merupakan suatu upaya ke arah peningkatan mutu pembelajaran. Banyak hal yang dapat ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya adalah bagaimana cara menciptakan suasana belajar yang baik, mengetahui kebiasaan dan kesenangan belajar siswa agar siswa bergairah dan berkembang sepenuhnya selama proses belajar berlangsung. Untuk itu seharusnya guru mencari informasi tentang kondisi mana yang dapat meningkatkan pembelajara di sekolah dasar. Permasalahan yang umum terjadi di SD adalah rendahnya hasil belajar matematika siswa. Hal ini terbukti bila diadakan ulangan harian per pokok bahasan selalu hasil belajar matematika di bawah rata-rata mata pelajaran lainnya. Hasil belajar matematika siswa lebih rendah lagi pada pokok bahasan luas permukaan bangun ruang. Luas permukaan bangun ruang adalah jumlah luas seluruh sisi-sisi bangun ruang. Materi ini merupakan materi yang sulit bagi siswa. Beberapa kemungkinan penyebab rendahnya hasil belajar siswa dalam materi luas permukaan bangun ruang adalah: a. Materi luas permukaan bangun ruang bersifat abstrak. Siswa sukar membedakan antara sisi pada bangun datar dengan sisi pada bangun ruang. b. Tidak mantapnya konsep tentang luas bangun datar. c. Penggunaan media yang kurang tepat atau tidak menggunakan media sama sekali yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Padahal media amat penting dalam pembelajaran matematika. Higgis dalam Ruseffendi (1993: 144) mengatakan bahwa keberhasilan 60 % lawan 10 % bila menggunakan media dibandingkan dengan tidak menggunakan media. Untuk mengatasi permasalaha di atas, langkah yang perlu dilaksanakan adalah dengan menggunakan

media. Media tersebut bernama media bangun ruang yang dapat membelajarkan siswa secara optimal. Penggunaan media dapat dimanipulasikan, media merupakan lingkungan belajar yang sangat menunjang untuk tercapainya optimalisasi dalam pembelajaran, karena media merupakan jembatan belajar yang awalnya terdapat benda-benda konkret seperti pengalaman anak. Pada jembatan selanjutnya terdapat semi konkret seperti benda-benda tiruan. Berikutnya lagi terdapat semi abstrak berupa gambar-gambar, dan selanjutnya terdapat abstrak berupa kata-kata. Melalui media bangun ruang materi yang bersifat abstrak dapat menjadi konkret. Siswa akan mengetahui dan melihat komponen komponen bangun ruang Dengan perantara media inilah siswa dapat membedakan antara sisi pada bangun datar dan sisi pada bangun ruang. Selain itu dengan media siswa dapat melihat secara langsung bentuk bentuk sisi dan sekaligus mengingat kembali tentang luas luas bangun datar . Selanjutnya Rahmanelli (2005:237) menyatakn apabila anak terlibat dan mengalami sendiri serta ikut serta dalam proses pembelajaran maka hasil belajar siswa akan lebih baik , disamping itu pelajaran akan lebih lama diserap dalam ingatan siswa. D. PERMASALAHAN 1. Perumusan Masalah Berdasarkan permasalahan di atas maka perumusan masalah yang akan dikemukakan a dalah : Bagaimana hasil belajar siswa SD kelas VI setelah setelah menggunakan media ba ngun ruang ? 2. Pemecahan masalah Untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa dapat digunakan media sehingga anak terlibat secara langsung dan pelajaran akan lebih lama diserap dalam ingatan anak. E. TUJUAN 1. Tujuan Umum Agar dapat mengkongkritkan pembelajaran dan dapat melibat siswa dalam pembelajaran matematika sehingga pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. 2. Tujuan Khusus Untuk mengetahui apakah dengan menggunakan media dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa. F. MANFAAT PENELITIAN 1. Bagi siswa Meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika sehingga hasil belajarnya juaga meningkat 2. Bagi Guru Sebagai pedoman untuk melaksanakan pembelajarandan dapat menoptimalkan penggunaan media dalam pembalajaran metematika. 3. Bagi Sekolah Meningkatkan hasil belajar matematika akan meningkatkan juga citra sekolah di mata masyarakat. 4. Bagi penulis Pengalaman yang berharga untuk melaksankan tugas di masa yang akan datang G. KAJIAN TEORI PUSTAKA A. Hasil Belajar Darmansyah (2006:13) menyatakan bahwa hasil belajar adalah hasil penilaian terhadap kemampuan siswa yang ditentukan dalam bentuk angka. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan hasil belajar adalah hasil penilaian terhadap kemampuan siswa setelah menjalani proses pembelajaran. Cece Rahmat ( dalam Zainal Abidin. 2004:1 ) mengatakan bahwa hasil belajar adalah Penggunaan angka pada hasil tes atau prosedur penilaian sesuai dengan aturan tertentu, atau dengan kata

lain untuk mengetahui daya serap siswa setelah menguasai materi pelajaran yang telah diberikan. Nana Sujana ( 1989:9 ) belajar didefinisikan sebagai proses interaksional dimana pribadi menjangkau wawasan wawasan baru atau merubah sesuatu yang lama. Selanjutnya peranan hasil belajar menurut Nasrun Harahab ( dalam Zainal Abidin. 2004:2 ) yaitu : a. Hasil belajar berperann memberikan informasi tentang kemajuan belajar siswa setelah mengikuti PBM dalam jangka waktu tertentu. b. Untuk mengetahui keberhasilan komponen komponen pengajaran dalam rangka mencapai tujuan. c. hasil belajar memberikan bahan pertimbangan apakah siswa diberikan program perbaikan, pengayaan atau melanjutkan pada program pengajaran berikutnya. d. Untuk keperluan bimbingan dan penyuluhan bagi siswa yang mengalami kegagalan dalam suatu program bahan pembelajaran. e. Untuk keperluan supervise bagi kepala sekolah dan penilik agar guru lebih berkompeten. f. Sebagai bahan dalam memberikan informasi kepada orang tua siswa dan sebagai bahan dalam mengambil berbagai keputusan dalam pengajaran . B. Pengertian Matematika Matematika adalah ilmu logika tentang bentuk susunan, besaran dan konsepkonsep yang saling berhubungan satu sama lainnya, matematika dapat dibagi kedalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis dan geometri. James & James ( dalam Ruseffendi. 27:1993 ) menyatakan bahwa matematika bukanlah pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika untuk membantu masalah social, ekonomi dan alam. C. Pengertiam Media Di dalam pengajaran dikenal beberapa istilah seperi peragaan atau keperagaan. Tetapi dewasa ini istilah keperagaan ini telah mulai dipopulerkan dengan istilah media. Kata media berasal dari bahasa latin dan secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepenerima pesan. Arif. S. Sadiman ( 6:1999 ) yang mengutip pendapat Gagne menyebut media berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. National Education Association ( NEA ) dalam abdul halim ( 11:2002 ) mendefinisikan media sebagai benda yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan dan dipergunakan dalam kegiatan belajar mengajar . Senada dengan itu Ruseffendi ( 141:1993 ) menyatakan bahwa : Media merupakan alat bantu untuk mempermudah siswa memahami konsep matematika. Alat bantu itu dapat berwujud benda kongkrit, seperti : batu-batuan, dan kacang-kacangan. Untuk menerapkan konsep bilangan, kubus ( bendanya ) untuk memperjelas konsep titik, ruas garis, daerah bujur sangkar dan wujud dari kubus itu sendiri, serta benda-benda bidang beraturan untuk menerangkan konsep bangun datar dan bangun ruang . Pendapat-pendapat di atas memiliki kesamaan yaitu media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa, diharapkan hasil siswa belajar dapat ditingkatkan setelah menggunakan media. 1. Jenis-jenis Media Media yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika pada tingkat sekolah dasar meliputu berbagai macam bentuk. Adapun jenis-jenis dari media adalah sebagai berikut : (a) benda asli yang berada dilingkungan siswa. (b) papan planel. (c) lambing bilangan. (d) dekak-dekak. (e) model bangun datar. (f) papan berpaku. (g) model bangun ruang. Menurut Wina Sanjaya ( 2006:171) media yang digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran. Agar penulisan laporan ini lebih terarah nantinya maka penulis akan membatasi tentang jenis media bangun ruang. 2. Pengertian Media Bangun Ruang Bangun ruang adalah sejenis benda ruang beraturan yang memiliki rusuk, sisi dan titik sudut. Media bangun ruang menyerupai kotak, dengan bentuk massif, berongga, dan kerangka. Bentukbentuk bangun ruang

sudah dikenal siswa dikelas V adalah kubus, balok, tabung, prisma, kerucut, limas, dan bola. Bentuk-bentuk tersebut akan dipelajari kembali di kelas VI dengan pembahasannya dititik beratkan pada penentuan luas pemukaan bangun ruang, seperti : kubus, balok dan tabung. Untuk lebih jelasnya penulis akan menjelaskan pengertian bnagun ruan satu persatu Sartono Wirodikromo (2:2003) mendefinisikan kubus, balok, dan tabung sebagai berikut : (a) Kubus yaitu sebuah benda ruang yang dibatasi oleh 6 bidang datar yang masing-masing berbentuk persegi yang sama dan sebangun atau kongruen. Yang mempunyai 6 sisi 12 rusuk dan 8 titik sudut serta diagonalnya sama panjang. (b) Balok yaitu sebuah benda ruang yang dibatasi oleh 6 sisi datar yang masing-masing berbentuk persegi panjang yang terdiri dari mempunyai 6 sisi 12 rusuk dan 8 titik sudut. (c) Tabung yaitu sebuah benda ruang yang dibatasi oleh 2 sisi datar yang berbentuk lingkaran dan 1 sisi lengkung yang berbentuk persegi panjang. 3. Peranan Media Bangun Ruang di Dalam Pembelajaran Matematika Selain untuk mengkongkritkan konsep yang terdapat dalam pembelajaran, media bangun ruang dapat berperanan untuk memudahkan siswa dalam menerima materi luas permukaan bangun ruang. Penggunaan media bangun ruang ini diharapkan dapat membangkitkan motivasi siswa dalam belajar. Dengan kata lain, penggunaan media bangun ruang dalam pembelajaran matematika dapat memperbesar minat dan perhatian siswa. Arnis Kamar ( ( 2002:18 ) fungsi media bangun ruang dalam pembelajaran matematika adalah sebagai berikut : (a) Dengan adanya media siswa akan lebih banyak mengikuti pembelajaran matematika dengan gembira sehingga minatnta dalam mempelajari matematika semakin besar. Anak akan senang, terangsang, tertarik dan bersikap positif terhadap pembelajaran matematika. (b) dengan menyajikan konsep abstrak matematika dalam bentuk kongkrit, maka siswa pada tingkat yang lebih rendah akan lebih mudah memahami dan mengerti. (c) Media dapat membantu daya titik ruang, karena tidak membayangkan bentuk-bentuk geometri terutama bentuk geometri ruang, sehingga dengan melalui gambar dan bendabenda nyata akan terbantu daya pikirnya agar lebih berhasil dalam belajar. (d) Siswa akan menyadari hubungan antara pengajaran dengan benda-benda yang ada disekitarnya. (e) Konsep abstrak yang tersaji dalam bentuk konkrit berupa model matematika dapat dijadikan objek penilaian. Bedasarkan kutipan di atas maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media bangun ruang dalam pembelajaran matematika dapat membantu guru menjelaskan hal yang bersifat abstrak menjadi lebih konkrit sehingga siswa mudah belajar matematika. Namun dalam pelaksanaan guru hendaknya memilih dan menggunakan media yang cocok untuk menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa, sehingga siswa dapat terlibat secara fisik, mental dan social, dalam pembelajara. Sejalan dengan pendapat para ahli diatas penulis, penulis akan menggunakan bangun ruang dalam kegiatan pembelajaran luas pemukaan adalah sebagai berikut.: (a) Mengamati model bangun ruang berongga, dan mode kerangka. (b) Memberi nama bangun ruang, dan mengguankan media bangun ruang berongga untuk menunjukkan sisi. (c) Menggunakan model kerangka untuk menunjukkan rusuk. (d) menghitung sisi, rusuk, dan titik sudut. (e) Mengukur pada model bangun ruang pada : rusuk, panjang, lebar, tinggi, jari-jari dan diameter. (f) mencari luas sisi bangun ruang. (g) Menemukan rumus luas permukaan kubus, balok, dan tabung, dan (h) Membimbing siswa menggunakan rumus-rumus debgab memberikan latihan-latihan. Dengan menggunakan media siswa dapat termotivasi sebagaimana Ivas K. Davles ( 1991:215 ) jika seseorang telah termotivasi maka ia siap untuk melakukan hal-hal yang diperlukan sesuai dengan yang dikehendaki. H. Prosedur Penelitian Proses penelitian tindakan merupakan kerja berulang atau (siklus), sehingga diperoleh pembelajaran dapat membantu siswa dalam menyelesaikan soal tentang luas pemukaan bangun ruang di kls VI. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus. Tipa sikslus dilakukan 3 kali pertemuan. Pada setiap siklus terdapat rencana .

tindakan, observasi dan refleksi. Menurut Wardani ( 2002:1.4) PTK adalah Penelitian yang dilakukan guru dalam kelasnya dan berkolaboratif antara peneliti dengan praktisi ( guru dan kepala sekolah ). Alur penelitian dapat dilihat di bawah ini : Siklus 1 : Langkah-langkah yang digunakan adalah : a. mengamati aneka bangun ruang b. membri nama bangun ruang c. menggunakan media bangun ruang untuk menunjukkan sisi. Rusuk, dan titik sudut. d. Menghitung sis, rusuk, dan titik sudut e. Megukur panjang, lebar, tinggi, diameter, dan jari-jari bnagun ruang. f. Memberi nama sisi, rusuk dan titik sudut. g. Mencari luas sisi-sisi bangun ruang. h. Menemukan rumus luas pemukaan bnagun ruang i. Latihan.

Siklus 2 : Langkah-langkah yang digunakan adalah : a. mengamati jarring-jaring bangun ruang b. mengukur panjang masing-masing rusuk c. memberi nama sisi pada jarring-jaring bangun ruang d. menggunting jarring-jaring bangun ruang e. membentuk beberapa macam model jarring bangun ruang f. mengelompokkan sisi-sisi yang sebangun g. mencari luas masing-masing sisi h. menjumlahkan semua sisi i. menggunakan rumus pencari luas pemukaan bangun ruang untuk menyelesaikan latihan .

Langkah-langkah PTK pada gambar 2.1 dapat diuraikan sebagai berikut: a. Siklus I 1. Rencana Menyediakan perangkat penelitian meliputi: - Rencana pembelajaran yang berisikan tentang : (a). Pokok Bahasan, Sub Poko Bahasan (b). Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) (c). Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) (d). Sumber / Alat / Metode (e). Penilaian - Lembar Observasi murid - Lembar Kerja Siswa 2. Pelaksanaan Tindakan - Meragakan aneka bangun ruang

- Menggunakan model bangun ruang berongga untuk menunjukkan sisi, dan titik sudut. Model kerangka untuk menunjukkan rusuk. - Lima orang siswa kelas bergantian menghitung sisi, rusuk dan titik sudut dari model-model bangn ruang. - Lima orang siswa kedepan kelas bergantian untuk menunjukkan rusuk, panjang, lebar, tinggi, jari-jari, dan diameter dari masing-masing bangun ruang. - Lima orang siswa kedepan kelas mengukur rusuk, panjang, lebar, tinggi, jari-jari, dan diameter bangun ruang. - Siswa mencari luas permukaan sisi bangun ruang. - Melalui bimbingan guru siswa menemukan rumus luas permukaan kubus, balok dan tabung. - Mengerjakan latihan dengan menggunakan rumus luas permukaan kubus, balok dan tabung. 3. Observasi Pengamatan yang dilakukan pada siswa dalam menggunakan media bangun ruang adalah dengan menyediakan lembar pengamatan tentang : Kegiatan Siswa, pada : 1. pendahuluan meliputi : (a) Melengkapi alat tulis (b) mengerjakan PR 2. Kegiatan inti Meliputi : (a) Memperhatikan uraian guru (b) Mengerjakan latihan tepat waktu (c) Mengerjakan latihan dengan memahami rumus (d) Berani bertanya (e) Berani menjawab pertanyaan guru (f) Kurang memperhatikan seperti bercanda, minta izin. 3. Penutup Meliputi : merangkum pelajaran. 4. Hasil Belajar Observasi yang dilakukan terhadap hasil belajar siswa adalah : Memdata hasil belajar siswa yang sudah mencapai hasil 6,5 dan yang belum mencapai 6,5. Menemukan kesulitan siswa dalam memahami dan menggunakan rumus luas pemukaan bangun ruang. 5. Analisa Bedasarkan kegiatan siswa dan hasil belajar siswa, maka hasil analisa peneliti dapat digambarkan pada refleksi. 4 . Refleksi Berkaitan dengan hasil observasi tentang kegiatan dan hasil belajar siswa di atas maka penelitian berkolaborasi dengan pengamat dan menetapkan : Apa yang telah dicapai siswa dalam menggunakan rumus luas pemukaan bangun ruang. Apa yang belum dicapai siswa dalam menggunakn rumus-rumus bangun ruang. Apa yang perllu diperbaiki dalam pembelajaran dalam sikslus berikutnya. b. Siklus II 1. Rencana Menyediakan perangkat penelitian meliputi:

- Rencana pembelajaran yang berisikan tentang : (a). Pokok Bahasan, Sub Poko Bahasan (b). Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) (c). Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) (d). Sumber / Alat / Metode (e). Penilaian - Lembar Observasi murid - Lembar Kerja Siswa 2. Pelaksanakan Tindakan - Siswa meletakkan jarring-jaring bangun ruang yang dibawa dari rumah masing-masing - Siswa menukar jarring-jaringnya dengan teman sebangku - Memperhatikan jarring-jaring bangun ruang yang dipajang guru didepan - Masing-masing siswa mengukur panjang masing-masing rusuk bangun ruang - Siswa menggunting jarring-jaring bangun ruang - Siswa mampu menbentuk model jarring-jaring bangun ruang - Siswa mengelompokan sisi-sisi yang sama dan sebangun - Siswa mengerjakan perintah guru - Guru membimbing siswa menggunakan rumus. 3. Observasi Pengamatan yang dilakukan pada siswa dalam menggunakan media bangun ruang adalah dengan menyediakan lembar pengamatan tentang : Kegiatan Siswa, pada : 2. pendahuluan meliputi : (a) Melengkapi alat tulis (b) mengerjakan PR 2. Kegiatan inti Meliputi : (a) Memperhatikan uraian guru (b) Mengerjakan latihan tepat waktu (c) Mengerjakan latihan dengan memahami rumus (d) Berani bertanya (e) Berani menjawab pertanyaan guru (f) Kurang memperhatikan seperti bercanda, minta izin. 3. Penutup Meliputi : merangkum pelajaran. 4. Refleksi Melalui hasil kolaborasi peneliti dengan pengamat serta hasil observasi maka peneliti menetapkan langkah berikutnya. I. DAFTAR PUSTAKA Darmansyah. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. UNP Depdiknas. 2004. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Cetakan Edisi Ke empat. Malang Pers Ivor. K.Davies. 1991. Pengelolaan Belajar. Jakarta CV Rajawali Nana Sujana. 1989. Teori-teori Belajar Untuk Pengajaran. Bandung Ekonomi UI Ruseffendi. 1996. Pendidikan Matematka 3. Jakarta: Depdikbud Rahmanelli. 2005. Skolar Jurnal Kependidikan. Vol 6. Nomor 2. Padang. UNP Sukahar. 1995. Matematika SD kelas VI. Jakarta. Depdikbud Sulardi. 1996. Luas Bangun Datar. Jakarta. Erlangga Tim Penulis. 1994. GBPP Kelas VI. Jakarta. Dirjen Pendidikan Dasar. Tim Penulis. 1999. Suplemen GBPP Kelas VI. Jakarta. Pusat Penerbit UT Wina Sanjaya. 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta. Kencana Wiradikromo Sartono. 2003. Dimensi Tiga. Jakarta. Erlangga Zainal Abidin. 2004. Evaluasi Pengajaran. Padang. UNP

PEMBELAJARAN GEOMETRI BERDASARKAN TAHAP BERPIKIR VAN HIELE


A. PENGERTIAN
Pembelajaran geometri merupakan hal yang sangat penting karena pembelajaran geometri sangat mendukung banyak topik lain, seperti vektor, dan kalkulus, dan mampu mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Kennedy & Tipps (1994:387) menyatakan bahwa dengan pembelajaran geometri mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan mendukung banyak topik lain dalam matematika. Suydam (dalam Clements & Battista, 1992:421) menyatakan bahwa tujuan pembelajaran geometri adalah (1) mengembangkan kemampuan berpikir logis, (2) mengembangkan intuisi spasial mengenai dunia nyata, (3) menanamkan pengetahuan yang dibutuhkan untuk matematika lanjut, dan (4) mengajarkan cara membaca dan menginterpretasikan argumen matematika. Selanjutnya Bobango (1993:148) menyatakan bahwa tujuan pembelajaran geometri adalah agar siswa, (1) memperoleh rasa percaya diri pada kemampuan matematikanya, (2) menjadi pemecah masalah yang baik, (3) dapat berkomunikasi secara matematik, dan (4) dapat bernalar secara matematik. Teori van Hiele yang dikembangkan oleh Pierre Marie van Hiele dan Dina van Hiele-Geldof sekitar tahun 1950-an telah diakui secara internasional (Martin dalam Abdussakir, 2003:34) dan memberikan pengaruh yang kuat dalam pembelajaran geometri sekolah. Uni Soviet dan Amerika Serikat adalah contoh negara yang telah merubah kurikulum geometri berdasar pada teori van Hiele (Anne, 1999). Pada tahun 1960-an, Uni Soviet telah melakukan perubahan kurikulum karena pengaruh teori van Hiele (Anne, 1999). Sedangkan di Amerika Serikat pengaruh teori van Hiele mulai terasa sekitar permulaan tahun 1970-an (Burger & Shaughnessy, 1986:31 dan Crowley, 1987:1). Sejak tahun 1980-an, penelitian yang memusatkan pada teori van Hiele terus meningkat (Gutierrez, 1991:237 dan Anne, 1999). Beberapa penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa penerapan teori van Hiele memberikan dampak yang positif dalam pembelajaran geometri. Bobango (1993:157) menyatakan bahwa pembelajaran yang menekankan pada tahap belajar van Hiele dapat membantu perencanaan pembelajaran dan memberikan hasil yang memuaskan. Senk (dalam Abdussakir, 2003:45) menyatakan bahwa prestasi siswa SMU dalam menulis pembuktian geometri berkaitan secara positif dengan teori van Hiele. Mayberry (dalam Abdussakir, 2003:45) berdasarkan hasil penelitiannya menyatakan bahwa konsekuensi teori van Hiele adalah konsisten. Burger dan Saughnessy (1986:47) melaporkan bahwa siswa menunjukkan tingkah laku yang konsisten dalam

tingkat berpikir geometri sesuai dengan tingkatan berpikir van Hiele. Susiswo (1989:77) menyimpulkan bahwa pembelajaran geometri dengan pembelajaran model van Hiele lebih efektif daripada pembelajaran konvensional. Selanjutnya Husnaeni (2001:165) menyatakan bahwa penerapan model van Hiele efektif untuk peningkatan kualitas berpikir siswa. Senada dengan pernyataan di atas Martina (2003) menyatakan pembelajaran dengan menerapkan tahap berpikir van Hiele bisa membantu siswa dalam memahami materi segitiga.

Tingkat Berpikir van Hiele


Teori van Hiele yang dikembangkan oleh dua pendidik berkebangsaan Belanda, Pierre van Hiele dan Dina van Hiele-Geldof, menjelaskan perkembangan berpikir siswa dalam belajar geometri (Olive, 1991:91; Schoen & Hallas, 1993:108 dan Anne, 1999). Menurut teori van Hiele, seseorang akan melalui lima tahap perkembangan berpikir dalam belajar geometri (Clements & Battista, 1990:356-357; Orton, 1992:72; Burger & Culpepper, 1993:141-142 dan Muser & Burger, 1994:529-531). Kelima tahap perkembangan berpikir van Hiele adalah tahap 0 (visualisasi), tahap 1 (analisa), tahap 2 (deduksi informal), tahap 3 (deduksi), dan tahap 4 (rigor).
Tahap berpikir van Hiele dapat dijelaskan sebagai berikut: Tahap 0 (Visualisasi) Tahap ini juga dikenal dengan tahap dasar (Orton, 1992:72 dan Anne, 1999), tahap rekognisi (Gutierrez dkk, 1991:242; Muser & Burger, 1994; Arnold, 1996, 1996; dan Argyropoulus, 2001), tahap holistik (Burger & Culpepper, 1993:141), tahap visual (Clements & Battista, 1990:356; Olive, 1991:91 dan Clements & Battista, 2001). Pada tahap ini siswa mengenal bentuk-bentuk geometri hanya sekedar karakteristik visual dan penampakannya. Siswa secara eksplisit tidak terfokus pada sifat-sifat obyek yang diamati, tetapi memandang obyek sebagai keseluruhan. Oleh karena itu, pada tahap ini siswa tidak dapat memahami dan menentukan sifat geometri dan karakteristik bangun yang ditunjukkan. Tahap 1 (Analisis)

Tahap ini juga dikenal dengan tahap deskriptif (Olive 1991:91; Clements & Battista, 1992:427; Arnold, 1996 dan Clements & Battista, 2001). Pada tahap ini sudah tampak adanya analisis terhadap konsep dan sifat-sifatnya. Siswa dapat menentukan sifat-sifat suatu dengan melakukan pengamatan, pengukuran, eksperimen, menggambar dan membuat model. Meskipun demikian, siswa belum sepenuhnya dapat menjelaskan

hubungan antara sifat-sifat tersebut, belum dapat melihat hubungan antara beberapa geometri dan definisi tidak dapat dipahami oleh siswa.
Tahap 2 (Deduksi Informal) Tahap ini dikenal dengan tahap abstrak (Burger & Culpepper, 1993:141), tahap abstrak/relasional (Clements & Battista, 1992:427 dan Clements & Battista, 2001), tahap teoritik (Olive, 1991:90), dan tahap keterkaitan (Muser & Burger, 1994). Arnold (1996), Argyropoulus (2001) dan Orton (1992:72) menyebut tahap ini dengan tahap ordering. Pada tahap ini, siswa sudah dapat melihat hubungan sifat-sifat pada suatu bangun geometri dan sifat-sifat dari berbagai bangun dengan menggunakan deduksi informal, dan dapat mengklasifikasikan bangun-bangun secara hirarki. Meskipun demikian, siswa belum mengerti bahwa deduksi logis adalah metode untuk membangun geometri. Tahap 3 (Deduksi) Tahap ini juga dikenal dengan tahap deduksi formal (Gutierrez dkk, 1991:242; Clements & Battista,1992:427; Keyes, 1997 dan Clements & Battista, 2001). Pada tahap ini mahasiswa dapat menyusun bukti, tidak hanya sekedar menerima bukti. Mahasiswa dapat menyusun teorema dalam sistem aksiomatik. Pada tahap ini mahasiswa berpeluang untuk mengembangkan bukti lebih dari satu cara. Perbedaan antara pernyataan dan konversinya dapat dibuat dan siswa menyadari perlunya pembuktian melalui serangkaian penalaran deduktif. Tahap 4 (Rigor) Clements & Battista (1992:428 dan 2001) juga menyebut tahap ini dengan tahap metamatematika, sedangkan Muser dan Burger (1994) menyebut dengan tahap aksiomatik. Pada tahap ini matematikawan bernalar secara secara formal dalam sistem matematika dan dapat menganalisis konsekuensi dari manipulasi aksioma dan definisi. Saling keterkaitan antara bentuk yang tidak didefinisikan, aksioma, definisi, teorema dan pembuktian formal dapat dipahami.

Berikut ini diberikan contoh pembelajaran dari tahap 0 sampai tahap 2. Tahap 0 (Visualisasi) Pada tahap ini siswa diberikan beberapa bangun datar dan siswa diharapkan mampu mengelompokkan bangun-bangun tersebut berdasarkan penampakannya. Tahap 1 (Analisis)

Pada tahap ini sudah tampak adanya analisis terhadap konsep dan sifat-sifatnya. Seperti kelompok pertama disebut kurva karena ada sisi yang melengkung, kelompok kedua bangun segi tiga karena mempunyai tiga sisi dan tiga titik sudut, kelompok ketiga disebut bangun yang konkav karena kalau diteruskan salah satu sisinya akan memotong gambar dan kelompok keempat disebut paralelogram karena sisi yang berhadapan sejajar. Tahap 2 (Deduksi Informal) Pada tahap ini siswa sudah dapat melihat hubungan sifat-sifat pada suatu bangun geometri dan sifat-sifat dari berbagai bangun dengan menggunakan deduksi informal, dan dapat mengklasifikasikan bangun-bangun secara hirarki. Seperti segiempat adalah bangun datar yang mempunyai empat sisi dan empat titik sudut, dan segitiga adalah bangun datar yang mempunyai tiga sisi dan tiga titik sudut. Teori van Hiele mempunyai karakteristik, yaitu (1) tahap-tahap tersebut bersifat hirarki dan sekuensial, (2) kecepatan berpindah dari tahap ke tahap berikutnya lebih bergantung pada pembelajaran, dan (3) setiap tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri-sendiri (Anne, 1999). Burger dan Culpepper (1993:141) juga menyatakan bahwa setiap tahap memiliki karakteristik bahasa, simbol dan metode penyimpulan sendiri-sendiri. Clements & Battista (1992:426-427) menyatakan bawa teori van Hiele mempunyai karaketristik, yaitu (1) belajar adalah proses yang tidak kontinu, terdapat lompatan dalam kurva belajar seseorang, (2) tahap-tahap tersebut bersifat terurut dan hirarki, (3) konsep yang dipahami secara implisit pada suatu tahap akan dipahami secara eksplisit pada tahap berikutnya, dan (4) setiap tahap mempunyai kosakata sendiri-sendiri. Crowley (1987:4) menyatakan bahwa teori van Hiele mempunyai sifat-sifat berikut (1) berurutan, yakni seseorang harus melalui tahap-tahap tersebut sesuai urutannya; (2) kemajuan, yakni keberhasilan dari tahap ke tahap lebih banyak dipengaruhi oleh isi dan metode pembelajaran daripada oleh usia; (3) instrinsik dan ekstrinsik, yakni obyek yang masih kurang jelas akan menjadi obyek yang jelas pada tahap berikutnya; (4) kosakata, yakni masing-masing tahap mempunyai kosakata dan sistem relasi sendiri; dan (5) mismacth, yakni jika seseorang berada pada suatu tahap dan tahap pembelajaran berada pada tahap yang berbeda. Secara khusus yakni jika guru, bahan pembelajaran, isi, kosakata dan lainnya berada pada tahap yang lebih tinggi daripada tahap berpikir siswa. Setiap tahap dalam teori van Hiele, menunjukkan karakteristik proses berpikir siswa dalam geometri dan pemahamannya dalam konteks geometri. Kualitas pengetahuan siswa tidak ditentukan oleh akumulasi pengetahuannya, tetapi lebih ditentukan oleh proses berpikir yang digunakan.

Tahap-tahap berpikir van Hiele akan dilalui siswa secara berurutan (Keyes, 1997 dan Anne, 1999). Dengan demikian siswa harus melewati suatu tahap dengan matang sebelum menuju tahap berikutnya. Kecepatan berpindah dari suatu tahap ke tahap berikutnya lebih banyak bergantung pada isi dan metode pembelajaran daripada umur dan kematangan biologis (Crowley, 1987:4). Dengan demikian, guru harus menyediakan pengalaman belajar yang cocok dengan tahap berpikir siswa.

B. Model Pembelajaran van Hiele


Pembelajaran geometri hanya akan efektif apabila sesuai denga struktur kemampuan berpikir siswa. Hal ini menurut andangan van Hiele. Hasil belajar dapat diperoleh melalui lima fase yang sekaligus sebagai tujuan pembelajaran (Crowley, 1987:5-6). Selanjutnya lima fase pembelajaran tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Fase 1 (Inkuiri/Informasi) Dengan tanya jawab antara guru dengan siswa, disampaikan konsep-konsep awal tentang materi yang akan dipelajari. Guru mengajukan informasi baru dalam setiap pertanyaan yang dirancang secermat mungkin agar siswa dapat menyatakan kaitan konsep-konsep awal dengan materi yang akan dipelajari. Bentuk pertanyaan diarahkan pada konsep yang telah dimiliki siswa, misalnya Apa itu garis yang sejajar? Apa itu garis yang sama panjang?Apa itu sudut yang sehadap, sepihak, dan bersebrangan? Apa itu segiempat? dan seterusnya. Informasi dari tanya jawab tersebut memberikan masukan bagi guru untuk menggali tentang perbendaharaan bahasa dan interpretasi atas konsepsi-konsepsi awal siswa untuk memberikan materi selanjutnya, dipihak siswa, siswa mempunyai gambaran tentang arah belajar selanjutnya. Fase 2 (Orientasi Berarah) Sebagai refleksi dari fase 1, siswa meneliti materi pelajaran melalui bahan ajar yang dirancang guru. Guru mengarahkan siswa untuk meneliti objek-objek yang dipelajari. Kegiatan mengarahkan merupakan rangkaian tugas singkat untuk memperoleh respon-respon khusus siswa. Misalnya, guru meminta siswa mengamati gambar yang ditunjukkan berupa macam-macam segiempat. Siswa diminta mengelompokkan jenis segiempat, sesuai dengan jenisnya, setelah itu menjiplak dan menggambarkan macam-macam segiempat dengan berbagai ukuran yang ditentukan sendiri pada kertas dengan mengunakan media alat tulis. Kemudian menempelkan pada buku masing-masing. Aktivitas belajar ini bertujuan untuk memotivasi siswa agar aktif

mengeksplorasi objek-objek (sifat-sifat bangun yang dipelajari) melalui kegiatan seperti mengukur sudut, melipat, menentukan panjang sisi untuk menemukan hubungan sifat-sifat dari bentuk bangun-bangun tersebut. Fase ini juga bertujuan untuk mengarahkan dan membimbing eksplorasi siswa sehingga menemukan konsep-konsep khusus dari bangun-bangun geometri. Fase 3 (Uraian) Pada fase ini, siswa diberi motivasi untuk mengemukakan pengalamannya tentang struktur bangun yang diamati dengan menggunakan bahasanya sendiri. Sejauh mana pengalamannya bisa diungkapkan, mengekspresikan dan merubah atau menghapus pengetahuan intuitif siswa yang tidak sesuai dengan struktur bangun yang diamati. Pada fase pembalajaran ini, guru membawa objek-objek (ide-ide geometri, hubunganhubungan, pola-pola dan sebagainya) ke tahap pemahaman melalui diskusi antar siswa dalam menggunakan ketepatan bahasa dengan menyatakan sifat-sifat yang dimiliki oleh bangun-bangun yang dipelajari. Fase 4 (Orientasi Bebas) Pada fase ini siswa dihadapkan dengan tugas-tugas yang lebih kompleks. Siswa ditantang dengan situasi masalah kompleks. Siswa diarahkan untuk belajar memecahkan masalah dengan cara siswa sendiri, sehingga siswa akan semakin jelas melihat hubungan-hubungan antar sifatsifat suatu bangun. Jadi siswa ditantang untuk mengelaborasi sintesis dari penggunaan konsepkonsep dan relasi-relasi yang telah dipahami sebelumnya. Fase pembelajaran ini bertujuan agar siswa memperoleh pengalaman menyelesaikan masalah dan menggunakan strategi-strateginya sendiri. Peran guru adalah memilih materi dan masalah-masalah yang sesuai untuk mendapatkan pembelajaran yang meningkatkan perolehan berbagai performansi siswa. Fase 5 (Integrasi) Pada fase ini, guru merancang pembelajaran agar siswa membuat ringkasan tentang kegiatan yang sudah dipelajari (pengamatan-pengamatan, membuat sintesis dari konsep-konsep dan hubungan-hubungan baru). Tujuan kegiata belajar fase ini adalah menginterpretasikan pengetahuan dari apa yang telah diamati dan didiskusikan. Peran guru adalah membantu pengiterpretasian pengetahuan siswa dengan meminta siswa membuat refleksi dan mengklarifikasi pengetahuan geometri siswa, serta menguatkan tekanan pada penggunaan struktur matematika. C. Pengalaman Belajar Sesuai Tahap Berpikir van Hiele

Tingkat berpikir siswa dalam belajar geometri menurut teori van Hiele banyak bergantung pada isi dan metode pembelajaran. Oleh sebab itu, perlu disediakan aktivitasaktivitas yang sesuai dengan tingkat berpikir siswa. Siswa SMP/MTs pada umumnya sudah sampai pada tahap berpikir deduksi informal. Hal ini sesuai dengan pendapat van de Walle (1990:270) yang menyatakan bahwa sebagian besar siswa SMP/MTs berada pada antara tahap 0 (visualisasi) sampai tahap 2 (deduksi informal). Berikut ini dijelaskan aktivitas-aktivitas yang dapat digunakan untuk tiga tahap pertama yaitu tahap 0 (visualisasi), tahap 1 (analisis), dan tahap 2 (deduksi informal) (Crowley, 1987:712). 1. Aktivitas tahap 0 (visualisasi) Pada tahap 0 (visualisasi) ini, siswa diharapkan dapat memperhatikan bangun-bangun geometri berdasarkan penampilan fisik sebagai suatu keseluruhan. Aktivitas untuk tahap ini sebagai berikut: a. Memanipulasi, mewarna, melipat, dan mengkonstruk bangun-bangun geometri. b. Mengidentifikasi bangun atau relasi geometri dalam suatu gambar sederhana, dalam kumpulan potongan bangun, blok-blok pola atau alat peraga yang lain, dalam berbagai orientasi, melibatkan objek-objek fisik lain dalam kelas, rumah, foto, tempat luar, dan dalam bangun yang lain. c. Membuat bangun dengan menjiplak gambar pada kertas bergaris, menggambar bangun dan mengkonstruk bangun. d. Mendeskripsikan bangun-bangun geometri dan mengkonstruk secara verbal menggunakan bahasa baku atau tidak baku, misalnya kubus seperti kotak. e. Mengerjakan masalah yang dapat dipecahkan dengan menyusun, mengukur dan menghitung. 2. Aktivitas tahap 1 (analisis) Pada tahap ini, siswa diharapkan dapat menyebutkan sifat-sifat bangun geometri. Aktivitas pada tahap ini antara lain:

a. Mengukur, mewarna, melipat, memotong, memodelkan dan menyusun dalam urutan tertentu untuk mengidentifikasi sifat-sifat dan hubungan geometri lainnya. b. Mendeskripsikan kelas suatu bangun sesuai dengan sifat-sifatnya. c. Membandingkan bangun-bangun berdasarkan karakteristik sifat-sifatnya. d. Mengidentifikasi dan menggambar bangun yang diberikan secara verbal atau diberikan sifat-sifatnya secara tertulis. e. Mengidentifikasi bangun berdasarkan visual. f. Membuat suatu aturan dan generalisasi secara empirik (berdasarkan beberapa contoh yang dipelajari). g. Mengidentifikasi sifat-sifat yang dapat digunakan untuk mencirikan atau mengkontraskan kelas-kelas bangun yang berbeda. h. Menemukan sifat-sifat objek yang tidak dikenal. i. Menemukan dan menggunakan kata-kata atau simbol-simbol yang sesuai. j. Menyelesaikan masalah geometri yang dapat mengarahkan untuk mengetahui dan menemukan sifat-sifat suatu gambar, relasi geometri atau pendekatan berdasarkan wawasan. 3. Aktivitas tahap 2 (deduksi informal) Pada tahap ini, siswa diharapkan mampu mempelajari keterkaitan antara sifat-sifat dari bangun-bangun geometri yang dibentuk. Aktivitas siswa untuk tahap ini dijelaskan sebagai berikut: a. Mempelajari hubungan yang telah dibuat pada tahap 1, membuat inklusi, dan membuat implikasi. b. Mengidentifikasi sifat-sifat minimal yang menggambarkan suatu bangun. c. Membuat dan menggunakan definisi. d. Mengikuti argumen-argumen informal.

e. Mengajukan argumen informal. f. Mengikuti argumen deduktif, mungkin dengan menyisipkan langkah-langkah yang kurang. g. Memberikan lebih dari suatu pendekatan atau penjelasan. h. Melibatkan kerjasama dan diskusi yang mengarah pada pernyataan dan konversi. i. Menyelesaikan masalah yang menekankan pada pentingnya sifat-sifat gambar dan saling keterhubungannya. Van de Walle (1990:270) membuat deskripsi aktivitas yang lebih sederhana dibandingkan dengan deskripsi yang dibuat Crowley. Menurut Van de Walle aktivitas pembelajaran untuk masing-masing tiga tahap pertama adalah: 1. Aktivitas tahap 0 (visualisasi) Aktivitas siswa pada tahap ini antara lain: a. Melibatkan penggunaan model fisik yang dapat digunakan untuk memanipulasi. b. Melibatkan berbagai contoh bangun-bangun yang bervariasi dan berbeda sehingga sifat yang tidak relevan dapat diabaikan. c. Melibatkan kegiatan memilih, mengidentifikasi dan mendeskripsikan berbagai bangun, dan d. Menyediakan kesempatan untuk membentuk, membuat, menggambar, menyusun atau menggunting bangun. 2. Aktivitas tahap 1 (analisis) Aktivitas siswa pada tahap ini antara lain: a. Menggunakan model-model pada tahap 0, terutama model-model yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan berbagai sifat bangun. b. Mulai lebih menfokuskan pada sifat-sifat dari pada sekedar identifikasi.

c. Mengklasifikasi bangun berdasar sifat-sifatnya berdasarkan nama bangun tersebut. d. Menggunakan pemecahan masalah yang melibatkan sifat-sifat bangun. 3. Aktivitas tahap 2 (deduksi informal) Aktivitas siswa pada tahap ini antara lain: a. Melanjutkan pengklasifikasian model dengan fokus pada pendefinisian sifat, membuat daftar sifat dan mendiskusikan sifat yang perlu dan cukup untuk kondisi suatu bangun atau konsep. b. Memuat penggunaan bahasa yang bersifat deduktif informal, misalnya semua, suatu, dan jika maka, serta mengamati validitas konversi suatu relasi. c. Menggunakan model dan gambar sebagai sarana untuk berpikir dan mulai mencari generalisasi atau kontra contoh.
D. Contoh Pengembangan Pembelajaran Materi Segiempat Berdasarkan Tahap Berpikir van Hiele

Suatu karakteristik tahap berpikir van Hiele adalah bahwa kecepatan untuk berpindah dari satu tahap ke tahap berikutnya lebih banyak dipengaruhi oleh aktivitas dalam pembelajaran. Dengan demikian, pengorganisasian pembelajaran, isi, dan materi merupakan faktor penting dalam pembelajaran, selain guru juga memegang peran penting dalam mendorong kecepatan berpikir siswa melalui suatu tahapan. Tahap berpikir yang lebih tinggi hanya dapat dicapai melalui latihan-latihan yang tepat bukan melalui ceramah semata.
Pembelajaraan berdasarkan tahap berpikir van Hiele yang digunakan untuk membantu siswa membangun pemahaman konsep segiempat dengan menggunakan pendekatan belajar kelompok. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran berjalan efektif dan efisien. Dalam pembelajaran ini, masing-masing kelompok terdiri dari 6 siswa dengan memperhatikan keheterogenan siswa, baik ditinjau dari kemampuan akademik, gender dan status sosial. Dalam perkembangan berpikir, van Hiele (dalam Clements dan Battista, 1992:436) menekankan pada peran siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan secara aktif. Siswa tidak akan berhasil jika hanya belajar fakta-fakta, nama-nama atau aturan-aturan, melainkan siswa harus

menentukan sendiri hubungan-hubungan saling keterkaitan antara konsep-konsep geometri daripada proses-proses geometri. Sebagai upaya membantu siswa sekolah menengah pertama untuk memahami konsep segiempat maka pada uraian berikut akan disajikan aktivitas-aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan tahap berpikir van Hiele mulai tahap 1 (analisis) dan tahap 2 (deduksi informal) dengan melalui 5 fase pembelajaran, yaitu (1) inkuiri/informasi, (2) orientasi berarah, (3) uraian, (4) orientasi bebas, dan (5) integrasi (crowley, 1987:6-7). Pemilihan aktivitas ini disesuaikan dengan aktivitas-aktivitas yang dijelaskan Van de Walle (1990:270). Dalam aktivitas pembelajaran ini disediakan berbagai media antara lain gambar bangun segiempat dan LKS (Lembar Kerja Siswa) yang terdiri dari LKS 1, dan LKS 2. Dala pembelajaran akan digunakan gambar-gambar bangun segiempat. Penggunaan gambar segiempat tersebut dimaksudkan untuk membantu siswa dalam melakukan kegiatan menyelesaikan LKS 1. Setiap kelompok, masing-masing siswa mendapat media pembelajaran berupa LKS dan gambar segiempat. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat berdiskusi dan saling kerja sama. LKS 1 memuat informasi berupa gambar-gambar, pertanyaan dan perintah yang difokuskan pada pemberian nama suatu benda serta memberikan alasan mengapa benda itu diberi nama demikian? yang diorientasikan agar siswa yang mencapai tahap 1 (analisis). Apabila siswa dapat menjawab dengan benar semua pertanyaan yang diberikan maka berarti tahap berpikir siswa telah berada pada tahap 1 (analisis). Untuk LKS 2, memuat informasi, pertanyaan dan perintah yang diorientasikan pada kemampuan siswa untuk menentukan sifat-sifat yang paling utama dari gambar-gambar yang ada pada LKS 1, membuat pernyataan sederhana dengan menggunakan kalimat jika-maka yang akhirnya siswa diharapkan dapat membuat definisi. Apabila siswa dapat menjawab semua pertanyaan yang ada pada LKS 2 ini, maka berarti tahap berpikir siswa telah berada pada tahap 2 (deduksi informal). Dari uraian di atas, maka lebih rinci aktivitas pembelajaran berdasar tahap berpikir van Hiele mulai tahap 0 sampai tahap 2 akan dijelaskan sebagai berikut. 1. Aktivitas Tahap 1 (analisis) Pada tahap 1 (analisis) ini, melalui LKS dan alat peraga yang disediakan siswa diminta untuk menggunakan model-model pada LKS 1. Berdasarkan pengelompokan yang dibuat, siswa mulai mengeksplorasi berbagai sifat-sifat dari pada sekedar identifikasi. Selanjutnya siswa mulai mencari sifat-sifat dan memberi argumen mengapa suatu kelompok gambar tersebut termasuk kelompok segiempat, jajargenjang, belahketupat, persegipanjang, persegi, layang-layang dan trapesium. Selain itu, siswa membandingkan masing-masing kelompok menurut sifat-sifat yang

siswa temukan. Dengan demikian, sifat-sifat dapat mencirikan dan mengkontraskan masingmasing kelompok. Selanjutnya guru diharapkan dapat memberikan beberapa contoh gambar lagi dan menanyakan contoh gambar tersebut termasuk kelompok mana dan mengapa termasuk ke dalam kelompok tersebut. Selain itu, siswa juga diminta menjelaskan secara verbal alasan tersebut. Pada tahap 2 ini, guru juga dapat memberikan masalah dalam bentuk verbal dan siswa diminta untuk mengidentifikasi soal yang diberikan pada LKS 1. Masalah yang diajukan hendaknya melibatkan sifat-sifat yang ditemukan oleh siswa pada. Jika siswa sudah dapat menemukan sifat-sifat segiempat, jajargenjang, belahketupat, persegipanjang, persegi, layang-layang dan trapesium serta dapat menyelesaikan masalah yang melibatkan sifat-sifat bangun segiempat secara lisan maupun tulisan, berarti tahap berpikir siswa sudah berada pada tahap 1 (analisis). Hal ini sesuai dengan pendapat Crowley (1987:8) bahwa pada tahap 1 siswa sudah dapat mengidentifikasi sifat-sifat meskipun belum dapat mengkaitkan antara sifat-sifat tersebut dan belum dapat memahami definisi. 2. Aktivitas Tahap 2 (deduksi informal) Pada tahap 2 ini, siswa melanjutkan pengklasifikasian gambar atau model yang terdapat pada LKS 1. Pada tahap ini, siswa diminta mengerjakan dan mendiskusikan LKS 2 tanpa bantuan alat peraga dengan fokus pada pendefinisian sifat-sifat. Siswa diarahkan dapat membuat daftar sifat-sifat yang ditemukan untuk masing-masing kelompok gambar. Selanjutnya siswa mendiskusikan sifat yang perlu dan cukup untuk kondisi suatu bangun atau benda yang kemudian disebut konsep. Melalui LKS yang diberikan, siswa diarahkan pada penemuan sifat yang perlu dan cukup agar sebuah segiempat dikatakan sebagai jajargenjang, belahketupat, persegipanjang, persegi, trapesium dan layang-layang. selanjutnya siswa diarahkan menggunakan bahasa yang bersifat deduksi informal, misalnya jika-maka serta mengamati validitas konvers suatu relasi dengan menggunakan model atau contoh kontra.

Pada tahap 2 ini, guru mulai mengarahkan siswa untuk membuat definisi abstrak tentang segiempat, jajargenjang, belahketupat, persegipanjang, persegi, trapesium dan layang-layang. Disamping itu, guru mengamati apakah definisi yang dibuat siswa sudah bersifat umum. Kemudian sesuai dengan definisi yang dibuat siswa, guru dapat memberikan masalah berupa generalisasi atau memberikan contoh kontra untuk melihat kebenaran definisi yang dibuat siswa. Jika siswa sudah dapat membuat definisi abstrak dengan tepat atau siswa sudah dapat menyelesaikan LKS 2 dengan benar, berarti tahap berpikir siswa sudah berada pada tahap 2 (deduksi informal). Hal ini sesuai dengan pendapat Crowley (1987:8) yang mengatakan bahwa pada tahap 2 ini, siswa mampu

mempelajari keterkaitan sifat-sifat dan bangun yang dibentuk, membuat implikasi, menyajikan argumen informal dan membuat serta menggunakan definisi. RUJUKAN 1. Abdussakir, 2003. Pengembangan Paket Pembelajaran Berbantuan Komputar Materi Irisan Dimensi Tiga. Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS UM. 2. Anne. T.. 1999. The van Hiele Models of Geometric Thought. (Online) (Http://euler.slu.edu/teach_material/van_hiele_model_of_geometry.html, diakses 14 Oktober 2005). 3. Argyropoulus, V.. 2001. Investigating Levels of Understanding of Concept of Geometric Shape by Student with V.I. (Online) (Http://www.iceuieurope.org/cracow2000/proceeddings/chapter04/04-10.doc, diakses 14 Oktober 2005). 4. Arnold, S.. 1996. Challenge and Support: van Hiele.(Online) (Http://stmarys.nsw.edu.au/PAGES/c35.html, diakses 14 Oktober 2005 5. Budiarto, M.T.. 2000. Pembelajaran Geometri dan Berpikir Geometri. Dalam prosiding Seminar Nasional Matematika Peran Matematika Memasuki Millenium III. Jurusan Matematika FMIPA ITS Surabaya. Surabaya, 2 Nopember. 6. Burger, W.F. & Culpepper, B.. 1993. Restructuring Geometri. Dalam Wilson Patricia S. (Ed). Research Ideas for the Classroom: High School Mathematics. New York: MacMillan Publishing Company. 7. Clements, D.H. & Battista, M.T.. 1992. Geometry and Spatial Reasoning. Dalam Grouws, D.A. (Ed). Handbook of Research on Mathematics Teaching and Learning. New York: MacMillan Publishing Company. 8. Clements, D.H. & Battista, M.T.. 2001. Geometry and Proof. (Online) (Http://www.terc.edu/investigation/relevant/html/Geometry.html, diakses 14 Oktober 2005). 9. Gutierrez, A., Jaime, A., dan Fortuny, J.M.. 1991. An Alternative Paradigm to Evaluate the Acquisition of The van Hiele Levels. Journal for research in Mathematics Education. 22 (3): 237-257. 10. Hopkins, D.. 1985. A Teachers Guide to Classroom Research. London: Open University. 11. Husnaeni. 2001. Membangun Konsep Segitiga Melalui Penerapan Teori van Hiele pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS UM. 12. Kennedy, L.M. & Tipps, S.. 1994. Guiding Children Learning of Mathematics. California: Wadsworth Publishing Co. 13. Madja, M.S.. 1992. Perancangan dan Implementasi Perangkat Ajar Geometri SMTA. Tesis tidak diterbitkan. Jakarta: PPS UI.

14. Olive, J.. 1991. Logo Programming and Geometric Understanding: An In-Depth Study. Journal for Research in Mathematics Education. 22(2): 90-111. 15. Purnomo, A.. 1999. Penguasaan Konsep Geometri dalam Hubungannya dengan Toeri Perkembangan Berpikir van Hiele pada Siswa Kelas II SLTP Negeri 6 Kodya Malang. Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS IKIP Malang. 16. Yuwono, I.. 2001. RME dan Hasil Studi Awal Implementasinya di SLTP. Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional Realistic Mathematics Education (RME) di Jurusan Matematika FMIPA Unesa Surabaya, 24 Pebruari. 17. Van de Walle, J.A.. 1990. Elementary School Mathematics: Teaching Developmentally. New York: Longman.

Judul

Meningkatkan pemahaman sifat-sifat bangun ruang melalui penerapan teori Van Hiele pada siswa kelas V SDN Dawuhansengon IV Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan oleh Rumini Penulis Rumini Pembimbing 1. GOENAWAN ROEBYANTO Penerbitan 2010, TA Program Studi PJJ S1 PGSD. Subyek 1. GEOMETRI (PENDIDIKAN DASAR) - PRESTASI BELAJAR Label Rp 372.716044 RUM m Abstrak RUMINI.2010. Meningkatkan Pemahaman Sifat-Sifat Bangun Ruang melalui Penerapan teori van Hiele Pada Siswa kelas V SDN Dawuhansengon IV Kecamatan Purwodai Jkabupaten Pasuruan. Fakultas Ilmu Pendidikan.Jurusan KSDP.Program S I PGSD.Pembimbing I Drs. Goenawan Roebyanto, S.Pd,M.Pd. Kata Kunci : Teori Belajar Van Hiele, dan Pemahaman Sifat-sifat Bangu Ruang. Pemahaman sifat-sifat bangun ruang siswa kelas V SD Dawuhansengon IV masih rendah. Dari 18 siswa, 9 siswa mendapatkan nilai dibawah rata-rata dan 9 siswa diatas rata-rata. Hal ini karena guru lebih sering menggunakan metode ceramah, pembelajaran yang kurang melibatkan aktivitassiswa dan pengalaman langsung pada diri siswa. Permasalahan tersebut dicoba dengan penerapan teori belajar van Hiele pada pembelajaran matematika tentang sifat-sifat bangun ruang siswa kelas V SDN Dawuhansengon IV. Penelitian bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan penerapan teori Van Hiele untuk meningkatkan pemahaman sifat-sifat bangun ruang siswa kelas V SDN Dawuhansengon IV, (2) mendekripsikan tingkat keberhasilan penerapan teori belajar Van Hiele pada pemahaman sifat-sifat bangun ruang siswa kelas V SDN Dawuhansengon IV. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap tindakan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek yang dikenai tindakan adalah seluruh siswa kelas V SDN Dawuhansengon IV. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah

pedoman observasi, soal, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian dikemukakan sebagai berikut : (1) Hasil observasi penerapan teori Van Hiele pada pemahaman sifat-sifat bangun ruang siswa kelas V SDN Dawuhansengon IV nilai rata-rata pra tindakan adalah 58,8, siklus I adalah 64,28 dn siklus II adalah 86,11. Sehingga pemahaman sifat-sifat bangun ruang siswa dari pra tindakan ke siklus II mengalami peningkatan 97 % dengan kategori sangat baik, (2) hasil observasi aktivitas siswa dengan penerapan teori Van Hiele 85 % dengan kategori baik. Saran dari penelitian ini dikemukakan sebagai berikut : (1) Teori belajar Van Hiele layak dipertimbangkan sebagai alternatif pembelajaran geometri tentang sifat-sifat bangun ruang; (2) Bagi guru yang mengajar matematika disarankan menerapkan teori belajar Van Hiele dalam kegiatan pembelajaran geometri, (3) Guru pengajar disarankan menerapkan pendekatan dalam pembelajaran matematika yang memungkinkan terjadinya proses belajar melalui pengalaman langsung;(4) Bagi guru perlu diketahui bahwa siswa sekolah dasar penerapan teori Van Hiele cocok diterapkan pada pembelajaran geometri.

P.T.K yang memiliki kemiripan dengan diatas


Pendidikan matematika realistik Indonesia untuk meningkatkan kemampuan menghitung luas bangun datar di kelas III SDN Pakukerto 1 / Sutiyani Penerapan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman konsep luas 2 segitiga pada matapelajaran matematika siswa kelas IV SDN Rampal Celaket I Kota Malang / Purnamasari Pertiwi Meningkatkan kemampuan menemukan volume kubus dan balok melalui media benda konkret 3 di kelas V SDN Jeladri II Kecamatan Winongan / Mansur Pembelajaran menurut standar National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) yang 4 dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi luas daerah persegi panjang kelas 3 SDN Dinoyo 1 Malang / Ika Ratih Sulistiani Pemanfaatan media pembelajaran sederhana model bangun datar dalam upaya meningkatkan 5 pemahaman konsep bangun datar siswa kelas III MI Almaarif 09 Randuagung singosari malang / Rima Yunita Penerapan pendekatan CTL (Contextual Teaching And Learning) untuk meningkatkan 6 pemahaman konsep bangun ruang siswa kelas I SDN Slumbung 01 Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar tahun pelajaran 2007/2008 / Lilis Fatmawati Penerapan metode discovery terbimbing untuk meningkatkan pemahaman konsep luas daerah 7 segitiga dan jajargenjang siswa kelas IV SDN Brangkal I Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro / Dwi Esti Mitasari Implementasi pembelajaran matematika realistik (PMR) model learning cycle (LC) 5E untuk 8 meningkatkan pemahaman konsep materi bangun datar siswa kelas II-B SDN Sukoharjo 1 Malang / Rachmawati Mahardhika Upaya meningkatkan pemahaman konsep volume kubus dan balok melalui penggunaan kubus 9 satuan di kelas V SDN Sedaeng II Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan / Akhmad Shodikin Penerapan media compact disk (CD) interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep luas 10 segitiga pada siswa kelas IV SDN Landungsari I Dau Malang / Oktavia Verawati Fajerin 11 Penerapan "media komik" untuk meningkatkan pemahaman konsep keliling dan luas persegi 1

panjang pada siswa kelas III SDN Girimoyo 03 Karangploso Kabupaten Malang / Suci Amalia Meningkatkan pemahaman siswa kelas V terhadap jaring-jaring bangun ruang dengan 12 pembelajaran kontekstual / Edy Riyanta Penerapan teori belajar Van Hiele untuk meningkatkan pemahaman konsep balok dan kubus 13 siswa kelas IV SDN Polowijen 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang / Shofa Ardiana Pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman sifat14 sifat bangun ruang dalam pembelajaran matematika siswa kelas V SDN Bocek 02 Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang / Yayuk Wahyuni Meningkatkan kemampuan menghitung luas permukaan kubus dan balok melalui pembelajaran 15 discovery / Habib Penerapan metode injuiri untuk meningkatkan pemahaman sifat-sifat bangun ruang siswa kelas 16 IV SDN Waung I Nganjuk / Suprapti Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan penguasaan konsep sifat17 sifat bangun ruang siswa kelas V SDN Patuguran I Kecamatan Rejoso Pasuruan / Sustiyah Penerapan model pembelajaran Van Hiele untuk meningkatkan kemampuan menentukan sifat18 sifat bangun ruang di kelas V / Dwinoto Penerapan pembelajaran problem solving model Polya untuk meningkatkan kemampuan 19 memecahkan masalah bagi siswa SD pada pokok bahasan luas permukaan, volume balok dan kubus / Irawati Dwi Anggraeni Meningkatkan hasil belajar matematika materi luas bangun daftar melalui model pembelajaran 20 think pair share pada siswa kelas III SDN Senden II Kabupaten Kediri / Titis Andestya Furinda Implementasi teori Van Hiele untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang bangun datar di 21 kelas V SDN Kemiri Pasuruan / Basori Penggunaan media perspektif 3 dimensi untuk meningkatkan hasil belajar konsep bangun ruang 22 siswa kelas VI SDN Podokoyo I, Pasuruan / I Made Kerta Ardana Penggunaan media model bangun ruang untuk meningkatkan hasil belajar geometri dan 23 pengukuran siswa kelas V SDN Ampelsari I Pasrepan Kabupaten Pasuruan / Mokhamad Ghozali Penerapan pendekatan konstruktivisme untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam 24 pembelajaran matematika tentang luas bangun datar di kelas IV SDN Kalirejo V / Rizki Candra Septanto Penggunaan model bangun datar untuk meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan 25 bangun datar siswa kelas II SDN Purwantoro 2 Malang / Devita Elviana Penerapan model pengajaran langsung setting berkelompok untuk meningkatkan hasil belajar 26 keliling dan persegi panjang siswa kelas IIIb SDN Lesanpuro 3 Malang / Berlinda Ngoranmele Penerapan pendekatan problem posing untuk meningkatkan kemampuan mengukur panjang 27 dengan satuan tidak tentu siswa kelas IV SDN Ketawanggede 2 Malang / Sukma Jati Raras Penggunaan teori belajar Van Hielle untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang geometri di 28 kelas 3 SDN Lesanpuro 2 Kota Malang / Agus Supriyono Meningkatkan hasil belajar dimensi tiga melalui media pembelajaran komputer siswa kelas V 29 MI Nurul Hidayah Sukorame Pasuruan / Syuhadak Penerapan model pembelajaran inkuiri dalam meningkatkan hasil belajar menghitung luas 30 bangun datar persegi panjang pada siswa kelas III SDN Maa'rif kota Blitar / Ninik Marya Ulfa Meningkatkan hasil belajar matematika pengukuran sudut melalui pendekatan cooperatif 31 learning tipe stad bagi siswa kelas V-B di SDN Pakunden 2 Kecamatan Sukorejo Kota Blitar / Eka Yunaningsih Penggunaan group investigation untuk meningkatkan hasil belajar keliling dan luas bangun datar 32 kelas IV SDN Sumberboto 05 Kabupaten Blitar / Beny Kurniawati

Penerapan pakem untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pengubinan kelas V SDN Bedalisodo 04 Wagir Malang / Evi Trissyawati Penerapan model pembelajaran Van Hiele untuk meningkatkan hasil belajar geometri di kelas V 34 SDN Ranggeh Pasuruan / Deden Yunus Penerapan teori bruner untuk meningkatkan hasil belajar keliling bangun datar pada siswa kelas 35 III SDN Kauman 3 Malang / Cholilatuz Zahroh Pemanfaatan kubus satuan untuk meningkatkan hasil belajar pengukuran volume balok siswa 36 kelas V SDN Kedawung Wetan IV Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan / Dwi Sri Astutik Penerapan origami untuk meningkatkan hasil belajar bangun ruang pada siswa kelas IV SDN 37 Ketindan 04 Kabupaten Malang / Dyah Komalasari Penerapan pembelajaran konstruktivistik untuk meningkatkan penguasaan menyelesaikan soal38 soal kontekstual bangun datar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Gadang I Kota Malang tahun pelajaran 2007-2008 / Alfan Andri Chrisdianto 33

P.T.K yang memiliki keterhubungan dengan diatas


Pengembangan model pembelajaran dengan media gambar untuk meningkatkan kemampuan menyusun kalimat Bahasa Indonesia / oleh Restianingsih Kemampuan mengoperasikan hitung pecahan pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Se 2 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang tahun pelajaran 2004/2005 / oleh Harini Bhirowaty Pembelajaran membaca dan menulis permulaan dengan perpaduan metode bunyi dan SAS 3 bagi siswa sekolah dasar kelas awal / oleh Luluk Herminaty Pemanfaatan media gambar untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas I di 4 SDN Kauman I Kota Malang / oleh Indarwati Hubungan antara prestasi belajar bahasa Indonesia dengan kemampuan menyelesaikan soal 5 cerita dalam matematika siswa kelas IV SDN Tanjungrejo I Kecamatan Sukun Kota Malang / oleh Komarodin Perbedaan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan kepentingan umum yang diajar dengan 6 metode solving dan metode ceramah (penelitian di SDN Sawojajar VI Kota Malang) oleh Erna Wahyuni Peningkatan kemampuan menulis bahasa Indonesia dengan metode pemberian tugas bagi 7 siswa kelas V SDN Dinoyo II Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / oleh Inkuntum Hotimah Pemanfaatan media pembelajaran sedotan dan karet gelang dalam penanaman konsep nilai 8 tempat puluhan dan satuan pada kelas I di SDN Tawangrejeni 01 Kec. Turen / oleh Ninuk Irianti Hubungan antara pendidikan dirumah dengan prestasi siswa di SDN Dinoyo IV tahun 9 pelajaran 2003/2004 / oleh Sere Raya Sianturi Perbedaan kemampuan penguasaan konsep udara dalam pengajaran IPA dengan media papan flanel dan tanpa media 10 papan flanel (ceramah) di kelas III SDN Karangbesuki III Kecamatan Sukun Kota Malang / oleh Valentina Siti Mariyam Upaya guru dalam memotivasi belajar matematika siswa kelas V Sekolah Dasar Se11 Kepenilikan Kecamatan Klojen Kota Malang / oleh Rusiati Pelaksanaan program pelajaran kerajinan tangan dan kesenian 12 kurikulum SD 1994 di SD Negeri Sekepengawasan Sukun 05 1

13 14 15 16 17 18

19

20 21 22 23 24

25

26

27

28

29 30

Kecamatan Sukun Kodya Malang / oleh Eny Wahyuningsih Pemahaman konsep IPA pokok bahasan listrik melalui media seqib pada siswa kelas VI SD di Kecamatan Sukun Kota Malang / oleh Triana Kamiasih Studi perbandingan prestasi belajar antara murid dengan latar belakang orang tuanya sebagai pengajar dan non pengajar di kelas V dan VI MINU Al-Usman Tlogowaru Kedungkandang Kota Malang / oleh Budi Susiyanto Kemampuan menulis surat izin siswa kelas V SDN Bandulan I Sukun Malang tahun pelajaran 2003/2004 / oleh Mulana Agnes Samosir Upaya mengatasi kesulitan-kesulitan menyelesaikan soal cerita pokok bahasan pecahan dengan gaya belajar kognitif siswa kelas IV SDN Karangbesuki III Kota Malang / oleh Suipna Pemanfaatan media pembelajaran IPS kelas III-IV di SDN Ketawanggede Lowokwaru Kota Malang / oleh Musiyah Kesiapan sekolah dasar dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis kompetensi (studi kasus di SDN Arjosari I Kecamatan Blimbing Kota Malang) / oleh Nagilah Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA pada pokok bahasan air Siswa Kelas IV SDN Kauman I Kota Malang / oleh Djarno Teguh Prasetyo Hubungan tingkat pendidikan dengan prestasi belajar siswa mata pelajaran PPKn di SDN Sukun VI Kecamatan Sukun Malang / oleh Herlina Yusminingsih Pembentukan konsep perkalian bilangan cacah pada siswa kelas II SDN Beji Kecamatan Junrejo Batu Tahun 2004 / oleh Sutriyarni Upaya orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI di Sekolah Dasar Negeri Sumbersari III Kota Malang / Hangersi Widoretno Pemanfaatan potensi masyarakat dalam pembelajaran muatan lokal di SDN Kotalama I / oleh Ratnaningsih Pembelajaran PPKn pokok bahasan keyakinan dengan menggunakan media permainan ular tangga siswa kelas III SDN Tanjungrejo VI / oleh Heri Susanto Hubungan antara persepsi siswa terhadap disiplin kerja guru dengan prestasi belajar IPS siswa kelas VI SDN Tanjungrejo VI Kecamatan Sukun Malang / oleh Rukayah, Siti Pembelajaran matematika pokok bahasan pecahan dengan menggunakan media benda konkrit dan gambar kelas III SDN Polehan VII No.67 Kecamatan Blimbing Kota Malang tahun pelajaran 2003-2004 / oleh Rini Wasitah Pengaruh sistem tutor sebaya terhadap prestasi belajar matematika pada siswa kelas V SDN Kiduldalem I Kecamatan Klojen Kota Malang / oleh Setiyanda Usman Hadi Penggunaan media pembelajaran flash card untuk meningkatkan prestasi belajar dalam pembelajaran bahasa Inggris kelas IV si SDN Karangbesuki III / oleh Rulikah Meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran IPA pokok bahasan bunyi dengan menggunakan metode eksperimen bagi siswa kelas IV SDN Kotalama 10 / oleh Muji Lestari Penggunaan media gambar dalam pembelajaran PPKn pokok bahasan "keyakinan" untuk

31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41

42

43 44 45 46 47 48 49

meningkatkan aktivitas siswa kelas III SD Negeri Sumbersari I Kota Malang / oleh Artiningsih Penggunaan modul pembelajaran untuk meningkatkan prestasi hasil belajar dalam pelajaraan IPA siswa kelas IV di SD Negeri Purwantoro XIV kecamatan Blimbing Kota Malang / oleh Muslikhatin Pemanfaatan media gamar bangun datar untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas I di SDN Blimbing II Malang / oleh Kurniasih Endah Supatmi Penerapan metode diskusi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V pada pembelajaran PPKn di SDN Tulusrejo 4 Malang / Suprijanto Penerapan pakem untuk meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas IV di SDN Tlogowaru 2 / Suci Fitriana Pemanfaatan media alam sekitar untuk meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas 4 SD / Arief Destyan Faisal M. Penerapan pembelajaran kontekstual dengan metode inkuiri untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sains siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Darussalam Malang / Septavia Dewi Savitri Pemanfaatan kartu huruf untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas 1 SDN Tulusrejo V Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / Sri Wahyuningsih Penerapan pembelajaran kooperatif model STAD (Student Team Achievement Division) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata diklat kewirausahaan (studi pada siswa kelas 1 APK SMK Ardjuna 1 Malang) / Jovita Vicka Bayuwardhani Penerapan model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada bidang studi PPKn kelas 5A SDN Sukoarjo I / Tri Astatik Penerapan pembelajaran matematika realistik untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas III SDN Gadang I Kota Malang / Cholifatul Ulfa Penerapan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman konsep luas segitiga pada matapelajaran matematika siswa kelas IV SDN Rampal Celaket I Kota Malang / Purnamasari Pertiwi Penerapan CTL untuk meningkatkan motivasi, aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Tangkilsari I Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang pada pembelajaran sains pokok bahasan engeri dan perubahannya / Qurrotul Aini Penggunaan metode inkuiri untuk meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas V semester II pada pokok bahasan magnet SDN Clumprit I Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang / Yustika Dwi Ismawati Meningkatkan hasil belajar IPS melalui pembelajaran kooperatif model stad di kelas IV SDN Sambigede 01 Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar / Yulia Desiindrasari Penggunaan model webbed dalam pembelajaran terpadu untuk meningkatkan pemahaman berbagai kompetensi pada tema keluarga siswa kelas II SDN Gondowangi III Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Lilik Nurmawati Keefektifan penggunaan metode diskusi dalam meningkatkan prestasi belajar sains di kelas IV SDN Kotalama 2 Kota Malang / Upit Witasari Penerapan pendekatan CTL (Contextual Teaching And Learning) untuk meningkatkan pemahaman konsep bangun ruang siswa kelas I SDN Slumbung 01 Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar tahun pelajaran 2007/2008 / Lilis Fatmawati Penerapan pendektan pakem dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Ngiliran Magetan / Dhora Tri Agustina Penggunaan alat permainan kartu kata bergambar untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis siswa kelas I SDN Ternyang 02 Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang /

50 51 52 53 54 55 56 57 58 59

60

61

62 63 64

65

66

67 68

Yuyun Setyaningsih Penerapan pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan aktivitas siswa dan pengusahaan materi mata pelajaran IPS kelas III SDN Kotalama I Malang / Ardhiyah Dwi Kurnia Penggunaan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA pokok bahasan sifat-sifat cahaya kela V SDN Tekung 02 Lumajang / Dhia Suprianti Penerapan pendekatan konstruktivisme untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika tentang luas bangun datar di kelas IV SDN Kalirejo V / Rizki Candra Septanto Permainan ular tangga meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran bilangan bulat siswa kelas IV SDN Kebonagung 06 Pakisaji Malang / Nanik Agustina Penerapan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Pandanwangi 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang / Ribut Widianti Meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa kelas IV SD Islam Sabilillah Malang melalui strategi roulette writing / Erna Febru Aries S. Pembelajaran matematika lealistik berbasis discovery untuk meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan luas bangun datar siswa kelas III SDN Kalisat I Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan tahun pelajaran 2007/2008 / Diyana Fitriyah Pemanfaatan buku cerita bergambar untuk meningkatkan minat dan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 sekolah dasar / Mayske Rinny Liando Pembelajaran dengan open ended untuk meningkatkan pemahaman keliling dan luas persegi panjang pada siswa kelas III SDN 1 Bukit Tunggal Kota Palangka Raya / Halimah Jumiati Penerapan media gambar organisasi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pelajaran PKn pada siswa kelas V SDN Klampok 02 kecamatan Singosari kabupaten Malang tahun pelajaran 2009/2010 / Tikamah Penerapan model pembelajaran group investigation untuk meningkatkan hasil belajar IPA tentang tumbuhan hijau kelas V SDN Temenggungan 02 kecamatan Udanawu kabupaten Blitar / Iswandi Meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar IPS melalui pembelajaran kooperatif model investigasi kelompok di kelas V SDN Ngembul 03 Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar / Ivo Damayanti Yusseno Penerapan pendekatan inkuiri untuk meningkatkan kemampuan siswa menggambar ilustrasi dengan tema benda alam pada siswa kelas IV SD Islam Kota Blitar Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar / Danan Kholid Sahaka Penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV mata pelajaran IPA di MI Senden tahun ajaran 2007/2008 / Naning Dwi Cahyarini Penerapan pembelajaran kooperatif model stad berbantuan bahan manipulatif yang dapat meningkatkan pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan pada siswa SD kelas IV / Maria Emanuela Ewo Penerapan model pembelajaran investivigasi kelompok untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran sains kelas IV semester ganjil di SDN Kaliboto tahun ajaran 2008/2009 / Dwi Indra Purnamawati Penerapan pembelajaran membaca cepat melalui metode SQ3R untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam bidang studi bahasa Indonesia di kelas IV SDN Jatitengah 02 Kecamatan Selopuro Kabupaten Blita / Burhannudin Aulia Prista Penerapan pembelajaran kooperatif model "Numbered Head Together" untuk meningkatkan hasil belajar IPS pada tema pengalaman siswa kelas 1 semester 1 SDN percobaan 1 Malang tahun ajaran 2008/2009 / Dewi Urifah Penerapan pendekatan problem posing untuk meningkatkan kecakapan berpikir (Thinking

69

70 71 72 73

74 75 76 77 78 79

80

81

82 83 84

85 86 87

skill) dan prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN Belotan I / Tri Susilowati Penerapan metode role-playing untuk meningkatkan pemahaman kedisiplinan tema kehidupan sehari-hari kelas 2 SDN Purwantoro 8 Kecamatan Blimbing Kota Malang / Fardhika Saraswati Metrikarini Penerapan model pembalajaran tematik tema lingkungan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas I di SDN Puger Kulon 01 Kecamatan Puger, Kabupaten Jember / Florentina Mandasari Putri Meningkatkan prestasi belajar IPS melalui pendekatan pembelajaran kontekstual pada siswa kelas IV SDN Katerban II Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk / Yunita Kristanti Pembelajaran cooperative learning tipe team game tournament untuk meningkatkan prestasi belajar IPA di SDN Nglegok 02 Kabupaten Blitar / Mardiana Dwi Lulitasari Penerapan peta konsep untuk meningkatkan prestasi belajar IPA pada pokok bahasan benda dan sifatnya siswa kelas IV di SDN Maguan 1 Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang / Fakih Dian Tri Kuncahyo Penerapan metode discovery terbimbing untuk meningkatkan pemahaman konsep luas daerah segitiga dan jajargenjang siswa kelas IV SDN Brangkal I Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro / Dwi Esti Mitasari Meningkatkan hasil belajar IPS melalui pembelajaran kooperatif model TGT di kelas V SDN Gununggangsir III Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Pikson Lesnussa Penerapan pembelajaran tematik-tema lingkungan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II SDN Penanggunan Malang / Nurainy Soraya Penerapan model pembelajaran pakem dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Tembalang Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar / Rifka Zuyun Umadah Meningkatkan hasil belajar PKn dengan strategi TTW (Think - Talk - Write) siswa kelas III SDN Gampeng II / Dianika Ratnasari Penerapan strategi bermain kartu domino perkalian untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III SDN Sepanjang II Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang / Inin Ma'rifa Penerapan pembelajaran kooperatif model TGT untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas IV SDN Ngrami I Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk / Malisa Dewi Mayasari Penggunaan media pembelajaran "Pohon Perkalian" dengan teknik permainan untuk meningkatkan penguasaan konsep perkalian siswa kelas III SDN Pandanwangi 2 Malang / Eny Sutarti Pemanfaatan industri rumah tangga sebagai sumber belajar siswa kelas V dengan pokok bahasan perekonomian untuk meningkatkan prestasi belajar IPS di SDN Widang III Tuban / Camelia Said Pembelajaran terpadu model connected untuk meningkatkan pemahaman materi pelajaran IPS kelas IV SDN Karangploso 02 Kabupaten Blitar / Henny Pusporini Penerapan pendekatan multikultural untuk meningkatkan rasa cinta tanah air pada pembelajaran PKn kelas III SDN Sukomoro I Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk / Tri Ratna Sari Penerapan pembelajaran realistic mathematics education (RME) untuk meningkatkan penguasaan konsep operasi perkalian bilangan cacah pada siswa kelas II SDN Sumberbening I Kabupaten Ngawi tahun pelajaran 2008/2009 / Milanita Puspita Willyanti Penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas III SD Negeri 46 Parepare / Tasrif Akib Penerapan teknik perkalian nafir untuk meningkatkan hasil belajar matematika tentang

88 89 90 91 92

93

94

95

96 97 98 99 100 101

102

103

104

pekalian dalam pembelajaran looperatif model Stad pada siswa kelas IV SDN Kaweron 02 Kabupaten / Anita Zunarni Meningkatkan kemampuan menbaca melalui pembelajaran membaca melalui pembelajaran membaca cepat di kelas IV SDN Betet II Kec. Ngronggot Kab. Nganjuk / Aan Afidana Setyawan Penerapan pendekatan konstruktivitas model siklus belajar untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Mlideg Bojonegoro / Tya Wulan Sari Penerapan metode pembelajaran bermain peran untuk meningkatkan prestasi belajar PKn pokok nahasan sistem pemerintahan siswa kelas IV SDN Sepanjang 04 Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang / Nurul Qomariyah Penggunaan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Rejosari 1 Kecamatan Bantur Jabupaten Malang / Endri Kurniadi Penggunaan KIT IPA untuk meningkatkan hasil belajar pokok bahasan rangkaian listrik siswa kelas VI di SDN Ngenep 03 Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang / Bedy Rudyansyah Jai Penerapan pendekatan inquiri dalam meningkatkan hasil prestasi belajar pada mata pelajaran sains siswa kelas IV SDN Gogodeso 01 Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar / Retno Dwi Budi Cahyanti Penerapan model siklus belajar (Learning Cycle) dengan metode eksperimen pada pokok bahasan benda dan sifatnya untuk meningkatkan kerja ilmiah dan hasil belajar kognitif siswa kelas IV-B semester I SDN Bareng I Kota Malang / Suci Wijayanti Meningkatkan kemampuan menulis dengan model pembelajaran cooperative integrated reading compotition (CIRC pada siswa kelas 3 SDN Banaran 1 Kota Kediri / Ashlihatun Nikmah Penerapan pembelajaran kooperatif Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada IPS pokok bahasan hubungan kenampakan alam, sosial dan budaya, serta gejalanya di SDN Gambirkuning Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan / Sitti Safiah Rumakey Upaya meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas III dengan metode masyarakat belajar di SDN Sumbersari 03 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar / Ericca Retna Kusumawati Penerapan pakem dengan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi benda dan sifatnya di kelas V SDN Kebonsari 4 Kota Malang / Martini Dwi Purnama Penggunaan permainan tradisional "gotri ala gotri" untuk meningkatkan penguasaan konsep perkalian mata elajaran matematika pada siswa kelas II SDN Penanggungan Malang / Eri Tri Murtini Penggunaan permainan komunikasi untuk meningkatkan keterampilan menyampaikan pesan pendek bagi siswa kelas II SDN Gununggangsir III Pasuruan / Ana Anita Silitubun Meningkatkan keterampilan berbicara melalui percakapan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagai siswa kelas IV SDN Selotambak Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan / Basaria Voth Penerapan metode numbered head together untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran PKn di SDN Arjosari I Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan / Ida Ohoiwutun Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran PKn topik sistem pemerintahan desa dan kecamatan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Arjosari I Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan / Antonius Rahadat Penerapan pendekatan pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV Mata pelajaran IPA SDN Cangkringmalang III Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Dalila Keliobas

Penggunaan metode inkuiri untuk meningkatkan prestasi belajar kompetensi dasar 105 mendeskripsikan sifat-sifat cahaya pada mata pelajaran IPA siswa kelas V SDN Temayang Kecamatan Kerek Tuban / Melinda Olifia Sahara Aplikasi metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa 106 kelas IV SDN Kauman 2 kota Malang / Inna Megawati Suprapto Penerapan metode diskusi untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS pada siswa 107 kelas IV SDN Kersikan Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan / Siti Saleha Rumfot Penerapan model pembelajaran make a match untuk meningkatkan prestasi belajar IPS siswa 108 kelas IV SDN Pandanwangi 2 Kota Malang / Mariatul Kibtiyah Penggunaan dekak-dekak untuk meningkatkan penguasaan penjumlahan bilangan cacah pada 109 siswa kelas II SDN Rampal Celaket I Kecamatan Klojen Kota Malang tahun pelajaran 2007/2008 / Lailul Indrawati Penerapan model STAD untuk meningkatkan kerjasama dan hasil belajar pecahan pada siswa 110 kelas V SDN Sumberagung I Ngantang - Malang / Dyah Rahayu Wismaningtyas Penerapan teknik skimming scanning untuk meningkatkan pembelajaran membaca 111 pemahaman siswa kelas V SD Negeri Salero 1 Ternate / Samsu Somadayo Mengintegrasikan pendidikan seni budaya dan keterampilan dengan pelajaran lain pada 112 pembelajaran tematik dalam meningkatkan minat dan keaktifan belajar siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri Gadang 2 Kecamatan Sukun Kota Malang / Lucia Tjahja Darmawati Penerapan metode permainan ular tangga pada pembelajaran sumber daya alam Indonesia 113 untuk meningkatkan hasil belajar IPS kelas IV SDN Bareng I kota Malang / Agus Saiful Aziz Meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas V SDN Karanganyar I Kecamatan Kraton 114 Kabupaten Pasuruan dengan menggunakan metode pembelajaran injuiri / Nurgia Kilwouw Meningkatkan hasil belajar IPS melalui media televisi dan cd pembelajaran pada siswa kelas 115 IV SDN Mungkung II Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk / Amelia Indiyah Susanti Penerapan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep 116 pengukuran waktu di SDN Klumpit 01 Soko Tuban / Nita Retno Wahyuningati Pemanfaatan media gambar ilustrasi sebagai alat peraga untuk meningkatkan hasil belajar 117 PKn siswa kelas I SDN Pisangcandi I Kota Malang / Rita Yulaika Implementasi teori Van Hiele untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang bangun datar di 118 kelas V SDN Kemiri Pasuruan / Basori Penerapan teori belajar Van Hiele untuk meningkatkan pemahaman konsep balok dan kubus 119 siswa kelas IV SDN Polowijen 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang / Shofa Ardiana Meningkatkan hasil belajar IPS dengan memanfaatkan media peta di kelas IV SD Negeri 120 Gununggangsir III Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Rahama Wati Suatkab Penerapan pembelajaran matematika yang berorientasi pada teori belajar Bruner untuk 121 meningkatkan pemahaman konsep pecahan senilai siswa kelas IV SDN Jatimulyo 3 Malang / Indah Yulaikah Penugasan membaca di perpustakaan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan 122 siswa kelas VI SDN Ngrombot I Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk / Pipit Pudji Astutik Penerapan pendidikan matematika realistik guna meningkatkan prestasi belajar penjumlahan 123 bilangan cacah bagi siswa kelas II SDN Senggreng 05 Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang / Nofita Putranti Kristiyaningsih Penggunaan metode simulasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Sidorejo 124 02 Pagelaran-Malang pada mata pelajaran PKn / Lailatul Fajriah Pemanfaatan media pembelajaran sederhana model bangun datar dalam upaya meningkatkan 125 pemahaman konsep bangun datar siswa kelas III MI Almaarif 09 Randuagung singosari

126 127

128

129

130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142

143

144

malang / Rima Yunita Penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS siswa kelas V SDN Pancur 01 Pasuruan / Umiarsih Penerapan model permainan simulasi untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar PKn pokok bahasan tolong menolong siswa kelas II Sekolah Dasar Ampelgading 01 Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar tahun ajaran 2008-2009 / Desfita Agustina Efektifitas penerapan metode contextual teaching and learning (CTL) dalam meningkatkan motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan materi norma siswa kelas III SDN Jatiguwi V Sumberpucung Malang tahun 2008 / Marsiti Upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa melalui model siklus belajar dalam pembelajaran IPS kelas IV SDN gempol Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk / Afif Kurniawan Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS materi koperasi siswa kelas IV SDN Kebonagung II Malang / Desi Ratna Sulistyowati Penggunaan pendekatan inkuiri untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPA pada siswa kelas V SDN Sumbersari II Kabupaten Pasuruan / Arina Indriani Penerapan teori belajar Jerome Bruner untuk meningkatkan penguasaan konsep perkalian siswa kelas II SDN Blimbing 4 Kecamatan Blimbing Kota Malang / Indah Sukowati Penggunaan media konkrit untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Sidodadi II Lawang / Revi Lujeng Rahayu Permainan kartu huruf untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring siswa kelas I SDN Ngajum 05 Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang / Siti Sarofah Penerapan model pembalajaran kooperatif jigsaw untuk meningkatkan aktivitas dan kerjasama siswa pada mata pelajaran IPA kelas V di SDN Bareng 3 Malang / Eka Dian Wulandari Pemanfaatan media pembelajaran koin bilangan bulat untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Percobaan 1 kota Malang / Novi Qurratu A'yunin Upaya meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas III di SDN Sidodadi 02 Lawang melalui penerapan model kooperatif jenis numbered heads together (NHT) / Luhana Dia Pertiwi Meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia melalui pemanfaatan perpustakaan sekolah siswa kelas IV SDN Klurahan III Kecamatan Ngronggot Kabupaten Nganjuk / Siti Umi Nurul Hidayah Penggunaan media perspektif 3 dimensi untuk meningkatkan hasil belajar konsep bangun ruang siswa kelas VI SDN Podokoyo I, Pasuruan / I Made Kerta Ardana Penerapan model pembelajaran berbasis deep dialogue untuk meningkatkan prestasi belajar PKn bagi siswa klas V SDN Gebangkerep I Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk / Agus Dwi Putranto Penggunaan blok dienes untuk meningkatkan penguasaan konsep penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas II SDN Watuwungkuk Probolinggo / Desi Arie Kurniawati Penerapan model contextual teaching and learning untuk meningkatkan prestasi belajar dan kedisiplinan siswa bidang studi PKn pokok bahasan NKRI siswa kelas V SDN Drenges 04 Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk / Slamet Wahyudhi Penerapan permainan tebak misteri untuk meningkatkan keterampilan menulis deskripsi mata pelajaran bahasa Indonesia peserta didik kelas III SDN Pandanwangi 5 Kota Malang / Fitri Wulandari Pemanfaatan media tiruan (boneka) dalam meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran IPA pokok bahasan mengidentifikasi fungsi organ pernafasan manusia kelas V SDN Kudu II Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk / Denny Setya Budi

145 146 147

148 149 150 151 152 153

154 155 156 157 158 159 160

161 162 163 164

Pemanfaatan media puzzle untuk meningkatkan kemampuan menulis deskripsi siswa kelas V SDN Clumprit 03 Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang / Sri Wahyuningsih Pemanfaatan kebun sekolah untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Karangrejo 02 / Dyah Ayu Pertiwi Penerapan pembelajaran kooperatif tipe stad untuk meningkatkan penguasaankonsep penjumlahan tiga bilangan kelas III SD Negeri Kalipare III Kab. Malang tahun ajaran 2008/2009 / Aan Eko Cahyo Yunianto Pemanfaatan media lingkungan sekitar sekolah untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi kelas IV SDN Resapombo 03 Kecamatan Doko Kabupaten Blitar / Siti Umayanah Pemanfaatan cd interaktif untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Kebonagung II Malang / Didin khoirun Nikmah Penggunaan strategi survey, question, read, record, recite, dan review(SQ4R) untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Al-Irsyad Kota Batu / Moh. Faishal Penerapan media diorama untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Klangrong I / Samsul Arifin Penggunaan metode speed reading untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat siswa kelas V pelajaran bahasa Indonesia SDN Sumbersari 1 Lowokwaru Malang / Fifin Nurhayati Penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan aktivitas, motivasi belajar, dan pemahaman teks cerita anak pada siswa kelas V SDN Kebonagung 2 Malang / Norma Farida Ariani Meningkatkan kemampuan menulis dan mengekspresikan puisi dengan pembelajaran terpadu model terhubung (connected) pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas V SDN talok 03 Turen Malang / Ise Dwi Erliningsih "Penerapan model pembelajaran bermain peran untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Duwet 04 Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang" / Tri Tutus Ikhwandaru Penerapan pendekatan realistik mathematics education untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas III SDN Ampelgading 02 Blitar / Dwi Nursamsyudin Penggunaan media tape recorder untuk meningkatkan keterampilan berbicara dalam bercerita siswa kelas V SDN Srandil Kec. Jambon Kab. Ponorogo / Fetina Diana Putri Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar IPA siswa kelas III SDN Bakalan II Kec. Purwosari Kabupaten Pasuruan / Wido Sumarno Penerapan problem based learning (PBL) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Kebonagung 2 Kabupaten Malang / Bambang Setyadi Implementasi teknik membaca skimming sebagai upaya meningkatkan hasil belajar mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN Sidoharjo VI Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk / Retno Dwi Wuryanti Penerapan pembelajaran kooperatif model Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar IPA siswa kelas IV di SDN I Widoro Kec. Gandusari Kab. Trenggalek / Devi Indriati Pemanfaatan media alami untuk meningkatkan hasil belajar IPS kelas IV SDN Kebonagung 02 Kabupaten Malang / Ika Yulinar Sugihardini Meningkatkan kemampuan menulis cerita pengalaman dengan memanfaatkan media lingkungan alam di kelas V SDN Kinandang Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan / Ninik Styaningrum Penggunaan media gambar ilustrasi untuk meningkatkan kemampuan menyimpulkan isi teks bacaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas IIA SDN Maron Wetan I

165 166

167 168 169 170 171

172

173

174 175 176 177 178 179 180

181 182

Probolinggo / Wulan Kusuma Anggeraeni Penggunaan media konkrit untuk meningkatkan konsepsi siswa kelas IV tentang gaya di SDN Tamanayu 03 / Fitri Yuliani Penggunaan media SEQIP siklus air untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Kedungsalam II Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang / Agisty Nirmalasari Rosyidah Meningkatkan hasil belajar IPA siswa melalui pendekatan kontekstual di kelas IV SDN Karang Besuki I Kecamatan Sukun Kota Malang tahun ajaran 2008/2009 / Dita Purwoadi Susanto Penerapan pendekatan inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 1 Badegan Kabupaten Ponorogo / Wahyuningsih Penerapan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika materi perkalian berbagai bentuk pecahan siswa kelas V SDN Ngerong Pasuruan / Rosanah "Pemanfaatan pendekatan lingkungan alam sekitar untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Kebonagung 02" / Ester Dwi Rahayu Penerapan metode eksperimen unyuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang perpindahan energi panas pada bidang studi sains kelas IV SDN Klenang Lor I Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo / Liling Nuryefi Rinjantina Penerapan model pembelajaran inkuiri jurisprudensial untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas IV SDN Kasreman Kecamatan KAndangan Kabupaten Kediri / Shinta Paramita Priananda Penggunaan media kartu gambar seri untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas II SDN menampu 03 Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember / Anis Mawati Meningkatkan kemampuan membaca karya sastra: penelitian tindakan kelas dengan strategi directed reading thinking activity di kelas V SDN Gajahbendo Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Ismiasih Penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Sumbersari I Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Yuli Panca Intarti Meningkatkan kemampuan menemukan kalimat utama melalui model pembelajaran stad (Student Team Achievement Devision) di kelas IV SDN Cangkringmalang III Kabupaten Pasuruan / Imroatin Masruroh Penerapan pembelajaran matematika realistik untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan pembagian di kelas II SDN. Siyar Kec. Rembang / Sohifah Penerapan "media komik" untuk meningkatkan pemahaman konsep keliling dan luas persegi panjang pada siswa kelas III SDN Girimoyo 03 Karangploso Kabupaten Malang / Suci Amalia Penggunaan model pembelajaran tematik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III MI Miftahul Ulum Kanigoro Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang / Imroatul Mufidah Penggunaan media pembelajaran peta timbul untuk meningkatkan hasil belajar IPA pokok bahasan perubahan kenampakan bumi siswa kelas IV SDN Pandanwangi 5 Malang / Dwi Vindianasari Pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) sebagai upaya peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas III SDN Podokoyo 2 Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan / Endang Juwitaningsih Penggunaan model pembelajaran inquiry terbimbing untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SDN Kedawungkulon I Kecamatan Grati Kabupaten

183

184 185 186 187

188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202

Pasuruan / Ery Faridah Peningkatan hasil belajar PKn melalui model pembelajaran bermain peran pokok bahasan sistem pemerintahan pusat siswa kelas IV SDN Pukul Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan / Anggarini Prihatiningsih Peningkatan hasil belajar PKn dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning pokok bahasan berorganisasi siswa kelas V SDN Rejosalam I Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan / Yulia Nuryani Candra Peningkatan kemampuan membaca siswa kelas 1 dengan media standar lembar balik di SDN sentul kecamatan Tanggulangin kabupaten Sidoarjo / Heri Luky Indrawati Aplikasi contextual learning untuk meningkatkan prestasi belajar PKn tentang pemahaman sistem pemerintahan desa dan kecamatan siswa kelas IV SDN Lawang 02 / Rina Kusumawati Penerapan permainan teka-teki angka untuk meningkatkan prestasi belajar matematika operasi pembagian bilangan cacah siswa kelas III SDN Kedawang I Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Eny Mujayanah Penerapan model pembelajaran numbered head together untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS siswa kelas III SDN Kasembon 03 Kab. Malang / Dewi Septi Maria Pohashi Penggunaan metode diskusi untuk meningkatkan prestasi belajar IPS siswa lkelas IV SDN Ranuklindungan I kecamatan Grati kabupaten Pasuruan / Widat Maulukhi Penerapan metode bermain peran untuk meningkatkan kognitif siswa kelas I pada pembelajaran IPS di SDN Gedog 2 Blitar / Mar Atus Sholikhah Meningkatkan kemampuan penggunaan KPK dan FPB siswa kelas IV SDN.PAKUNDEN 2 KOTA BLITAR melalui pendekatan koopertif model stad./Puji Rahayu Meningkatkan prestasi belajar ilmu pengetahuan sosial melalui pembelajaran kontekstual pada siswa kelas IV SDN Kedungringin IV Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Kasiono Penerapan metode discovery untuk meningkatkan hasil belajar IPA Siswa kelas V SDN OroOro Ombo kulon I Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan / Maftuhadi Meningkatkan hasil belajar IPA pada pembelajaran pesawat sederhana dengan metode inkuiri di kelas V SDN Wonosunyo II Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan / Bahrul Ulum Penggunaan pembelajaran kooperatif model STAD untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Podokoyo II Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan / Yuni Kristanti Penggunaan media VCD untuk meningkatkan pemahaman konsep musyawarah dalam pembelajaran PKn siswa kelas V SDN Pancur 2 Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan / Hadi Wijoyo Penggunaan media gambar untuk meningkatkan kemampuan memahami isi bacaan siswa kelas III SDN Lumbang 03 Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan / Sampirno Penggunaan media terrarium untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas II SDN Nguling 02 Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Khodiatus Suaibah Penerapan metode inkuiri untuk meningkatkan kemmpuan mendeskripsikan benda di sekitar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas II SDN Gondanglegi Wetan 02 Kabupaten Malang / Iskandar Dzulkarnain Penerapan metode jaritmatik untuk meningkatkan keaktifan dan pemahaman konsep perkalian pada siswa kelas II SDN Kolursari I Banagil / Nanik Ruqoiyah Penerapan model permainan berbasis teori dienes untuk meningkatkan pemahaman konsep perkalian siswa kelas II B SDN Dadaprejo 01 Batu / Usnindra Utami Penerapan pendekatan daur belajar )Learning cycle) untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas III di SDN Suberjo Kulon II Ngunut Tulungagung / Nina Sayyidah

203 204

205

206 207 208 209 210 211 212

213 214 215

216 217 218 219 220 221 222

Pemanfaatan kubus satuan untuk meningkatkan hasil belajar pengukuran volume balok siswa kelas V SDN Kedawung Wetan IV Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan / Dwi Sri Astutik Penggunaan teknik batang napier untuk meningkatkan prestasi belajar pada operasi perkalian bilangan cacah siswa kelas IV SDN Watestani 04 Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Epuk Suswati Rahayu Penggunaan media model bangun ruang untuk meningkatkan hasil belajar geometri dan pengukuran siswa kelas V SDN Ampelsari I Pasrepan Kabupaten Pasuruan / Mokhamad Ghozali Pemanfaatan media neraca bilangan untuk meningkatkan hasil belajar operasi perkalian bilangan siswa kelas II SD Negeri Tundosoro Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Andika Martaning Meningkatkan pemahaman konsep perubahan benda melalui metode discovery pada siswa kelas V SDN Tundosoro Kabupaten Pasuruan / Sri Astutik Upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menentukan KPK melalui karta bilangan teratur pada siswa kelas IV SDN Plososari 3 Grati Pasuruan / Badiatuz Zumroh Penerapan pendekatan komunikatif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V SDN Sungiwetan Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan / Makruf Suroso Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan penguasaan konsep sifatsifat bangun ruang siswa kelas V SDN Patuguran I Kecamatan Rejoso Pasuruan / Sustiyah Penggunaan metode silabel untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan di kelas I SDN Lemahbang Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan / Sukhaifa Jum'ati Meningkatkan hasil belajar IPA dengan menggunakan pendekatan cooperative learning tipe STAD di kelas V SDN Pasrepan I Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan / Shinta Diah Damayanti Penggunaan model problem based learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam memecahkan soal-soal cerita pada mata pelajaran matematika kelas I SDN Nguling 01 Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Laila Triwahyuningsih Penerapan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN Tampung II Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / Katiyo Pemanfaatan media pembelajaran benda kongkrit untuk meningkatkan hasil belajar IPA tentang pesawat sederhana di kelas V SDN Benerwojo Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Susmiati Penerapan pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning) untuk meningkatkan penguasaan konsep pembagian siswa kelas II SDN Puspo V Kabupaten Pasuruan / Lina Hidayatul Ilmiyah Pemanfaatan membaca terstruktur di perpustakaan untuk meningkatkan kemampuan menceritakan kembali isi bacaan bagi siswa kelas IV SDN Tempuran I / Pinanti Meningkatkan pembelajaran membaca menulis permulaan dengan model kartu huruf di kelas I SDN Kemiri Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan / Erlinawati Upaya meningkatkan keterampilan pembelajaran perkalian melalui penggunaan jari-jari tangan pada siswa kelas IV SDN Pukul Kabupaten Pasuruan / Mukhdori Implementasi pembelajaran matematika realistik untuk meningkatkan penguasaan konsep perkalian dan keaktifan siswa kelas II SDN Pateguhan Pasuruan / Nisa'ul Khurin Khasanah Penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) dalam meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPA kompetensi dasar proses daur air dan kegiatan yang mempengaruhinya di kelas V SDN Gadang I Kota Malang / Septiana Dyah Winanty Penerapan pembelajaran tematik tema kesehatan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas

223 224 225 226 227 228 229 230

231

232 233 234

235 236 237 238 239 240 241 242

III SDN Rebalas III Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan / Fatkhur Rozi Penggunaan media specimen untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas III di SDN Randuati Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Sofi Eko Cahyono Upaya meningkatkan pemahaman konsep volume kubus dan balok melalui penggunaan kubus satuan di kelas V SDN Sedaeng II Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan / Akhmad Shodikin Penerapan metode simulasi untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas III SDN Ngadiwono II Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan / Reni Rusmiati Penerapan pakem untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Plinggisan Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan / Iskandar Penggunaan media benda asli dan manipulatif untuk meningkatkan hasil belajar IPA konsep organ tubuh manusia dan hewan di kelas V SDN Karangasem 2 Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan / Muhamad Munir Penggunaan media tape recorder untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan pada siswa kelas V SDN Talang Suko 03 Kecamatan Turen Kabupaten Malang / Dwi Ma'rifatika Penerapan metode outbond untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas III SD Dandanggendis I Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Ari Kurniawati Penggunaan metode role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas III SDN Benerwojo Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Rulasmini Khotimah Penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) untuk meningkatkan motivasi, aktivitas, dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SDN Petung I Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan / Syamsul Arif Permainan ular tangga pada pembelajaran tematik untuk meningkatkan keterampilan interaksi sosial dan hasil belajar siswa kelas II-A di SD Negeri Gununggangsir I Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Suhermin Penerapan pakem untuk meningkatkan prestasi belajar IPA siswa kelas IV SDN Sungikulon Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan / Indah Widyastuti Penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran PKn untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Tirtomarto IV Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang / Jati Krisna Murti Penerapan problem based learning untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Yulfika Yasmin Penerapan pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa materi operasi hitung di kelas IV SDN Tanjungrejo V Malang / Rakhmawati Lestari Pembelajaran membaca permulaan melalui permainan bahasa untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I MI Nurul Burhan Lumbang Pasuruan / Wiwin Nursiswati Penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar PKn kelas V semester I pokok bahasan NKRI MI Miftahul Ulum Pandaan Pasuruan / Sokhip Penerapan model quantum teaching untuk meningkatkan motivasi, keaktifan, dan hasil belajar IPA siswa kelas III MI Negeri Beji Pasuruan / Labibah Maftuhah Penggunaan media benda asli untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Tawangrejo 02 Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / Ika Sukma Prihatiningrum Penggunaan role playing untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan konsep IPS siswa kelas V SDN Langon 02 Blitar / Angga Yuanita Ratna Sari Penerapan pendekatan CTL untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Kandung Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan / Nur Faizah

Penerapan cognitive style mapping (CSM) untuk meningkatkan hasil belajar IPS materi 243 kenampakan alam fauna Indonesia siswa kelas V MI Miftahul Ulum Tambakrejo Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo / Alfiyah Penerapan pembelajaran peta konsep untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 244 Minggir Winongan Psuruan dalam pembelajaran PKn / Junet Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar untuk meningkatkan keaktifan dan hasil 245 belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPS di SDN Mulyorejo Kec. Kraton Kab. Pasuruan / Sri Endah Wahyuningsih Meningkatkan hasil belajar dimensi tiga melalui media pembelajaran komputer siswa kelas V 246 MI Nurul Hidayah Sukorame Pasuruan / Syuhadak Penerapan model pembelajaran bermain peran untuk meningkatkan hasil belajar PKn pokok 247 bahasan sistem pemerintahan provinsi siswa kelas IV SDN Pandean II Pasuruan / Sobirin Meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA dengan menggunakan pendekatan kontekstual 248 pada siswa kelas V di SDN Bungur II Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk / Yoessena Penggunaan media CD interaktif untuk meningkatkan hasil belajar IPS kelas IV di SDN 249 Pakisaji 02 / Dian Novita Anggraeni Penerapan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas 250 IV SDN Selotambak Kraton Pasuruan / Khoirun Nisak Meningkatkan hasil belajar tentang perkembangan teknologi produksi, komunikasi dan 251 transportasi melalui model pembelajaran kooperatif jigsaw pada mata pelajaran IPS kelas IV SD Tulungrejo 03 Kecamatan Gandusari / Wila Binti Masruroh Penerapan teknik mind MAP untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V pokok 252 bahasan persiapan kemerdekaan dan proklamasi kemerdekaan Indonesia SDN Tamansatriyan 02 Tirtoyudo Kab.MAlang / Ummu Rosidah Penerapan metode role playing pada mata pelajaran IPS untuk meningkatkan motivasi, 253 aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Kotaanyar 1 Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo / Nurma Indah Pangesti Penerapan metode inkuiri sosial pada pembelajaran IPS untuk meningkatkan aktivitas belajar, 254 kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa kelas VI SDN Manaruwi-I Bangil / Siti Khotimah Pelaksanaan pembelajaran kooperatif model numbered heads together (NHT) untuk 255 meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Luwuk Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Dian Kurniasih Wahyusari Penerapan media compact disk (CD) interaktif untuk meningkatkan pemahaman konsep luas 256 segitiga pada siswa kelas IV SDN Landungsari I Dau Malang / Oktavia Verawati Fajerin Pemanfaatan multimedia melalui model pembelajaran CLIS untuk meningkatkan hasil belajar 257 sains pada siswa kelas V SDN Pakisaji 02 Malang / Novi Rusma Noverta Gandhi Pemanfaatan media pembelajaran benda konkrit untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas 258 III SD Negeri Ketangirejo I Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Endang Sri Ratnawati Meningkatkan pemahaman operasi hitung campuran melalui problem solving pada siswa 259 kelas V SDN Tunggulwulung I Pandaan Pasuruan / Dirjo Meningkatkan keterampilan menyimak isi teks cerita rakyat melalui model pembelajaran 260 snowball throwing kelas VC SDN Kesatrian 1 Kota Malang / Edy Budianto Pemanfaatan media pembelajaran benda konkrit untuk meningkatkan hasil belajar matematika 261 pokok bahasan pecahan siswa kelas III SD Islam Nurul Karomah Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan / Suhartatik Penerapan metode role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran 262 IPS kelas V SDN Wajak 01, Kabupaten Malang / Nuri Kurniawati 263 Penerapan model discovery nelalui metode eksperimen dalam pembelajaran IPA untuk

264 265 266 267 268

269

270

271

272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282

meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Bareng 5 Kecamatan Klojen Kota Malang / Samsudin Rumateor Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VI SDN Janjangwulung II Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan / Maria Safitri Penerapan pendekatan CTL untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas III SDN Umbulan Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan / Karisma Lestari Penggunaan pendekatan contekstual teaching and learning (CTL) dengan teknik inkuiri dalam meningkatkan motivasi siswa pada pembelajaran IPA kelas V MI Hidayatul Mubtadi'in Kabupaten Pasuruan / Iin Indrawati Penerapan pakem untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas III SDN Sindurejo 01 Kabupaten Malang / Anggun Eko Ferianto Penerapan metode guided note taking untuk meningkatkan proses dan hasil belajar PKn pokok bahasan peraturan pusat dan peraturan daerah siswa kelas V SDN Mulyoagung 04 / Iva Yulia Wahyuning Tyas Penerapan model Polya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematika di kelas II SDN Tunggul Wulung I Pandaan Pasuruan / Ike Indah Kurniawati Pemanfaatan media mock-up timbangan bilangan untuk meningkatkan hasil belajar operasi hitung pembagian pada siswa kelas II SD Negeri Cobanjoyo I Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Usep Dwi Andrianto Penerapan pembelajaran CTL untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi bagian-bagian utama tumbuhan bagi siswa kelas II MI Miftahul Ulum 2 Nguling Kec. Nguling Kab. Pasuruan / Susriati Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI tentang proses pemilu mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di SDN Kebon Waris Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / Sukri Meningkatkan kemampuan berbicara dengan pembelajaran kooperatif model struktural pada siswa kelas IV SDN Rebalas Grati Pasuruan / Muhammad Arifin Penggunaan buku kontak halus sebagai suplemen untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas II SDN Gadingkulon 03 Dau Malang / Riza Tri Astutik Meningkatkan pemahaman konsep nilai tempat suatu bilangan dengan menggunakan media abacus biji kelas IV di SDN Tundosoro Kabupaten Pasuruan / Elis Ratna Dewi Penerapan metode inquiry untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas IV SDN Tunggulwulung I Kec. Pandaan Kab. Pasuruan / Moh. Samsul Arifin Meningkatkan kemampuan menulis jurnal pribadi dengan strategi pemodelan siswa kelas V SD Negeri Bareng 5 Kecamatan Klojen Kota Malang / Maya Noya Penerapan media teka-teki silang untuk meningkatkan hasil belajar IPS kelas 5 SDN Lebakrejo 03 Purwodadi Pasuruan / Setyo Budi Hartanto Implementasi model peta konsep untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV mata pelajaran IPA di SDN Kandung Winongan Pasuruan / Novi Ariyanti Penerapan penekatan komunikatif untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita pengalaman siswa kelas V di MI Miftahul Falah Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan / Mariyah Ulfa Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V MI Al Hikmah Beji Pasuruan / Nanik Badriyah Pemanfaatan APS untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dan pemahaman konsep nilai

283

284

285 286 287 288

289 290 291 292

293

294

295 296 297 298 299 300

tempat pada penjumlahan bersusun kelas II MI Miftahul Huda I Kenep Beji Pasuruan / Nursaidah Penerapan model pembelajaran deep dialog/critical thinking (DD/CT) untuk meningkatkan proses dan hasil belajar PKn kelas V di SDN Pakisaji 2 tahun pelajaran 2009/2010 / Dita Sari Handariyanti Penerapan model pembelajaran learning community tema lingkungan pada pembelajaran tematik guna meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Luluk Ika Wahyuni Penerapan model number head together untuk meningkatkan hasil belajar pokok bahasan sejarah kerajaan Hindu, Budha dan Islam di Indonesia siswa kelas V IPS MI Hubbul Wathon Pasuruan / Robi'atul Muharromah Penerapan model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas III B SDN Karangsari 3 Kota Blitar / Lutfi Rahmawati Media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan mengarang siswa kelas IV SDN Sokowiyono 02 Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung / Handari Winingsih Salit Meningkatkan pemahaman siswa tentang aturan di masyarakat melalui permainan kata berantai pada mata pelajaran PKN kelas III di SDN Tegalwaru Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Titik Restuningsih Penggunaan team games tournament dalam pembelajaran PKn tentang pelaksanaan pemeliharaan lingkungan alam dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II di SDN Lambangkuning I Kecamatan Kerosono Kabupaten Nganjuk / Yan Kurniawan Penerapan metode mendongeng untuk meningkatkan proses dan hasil belajar PKN materi pokok hidup gotong royong siswa kelas II SDN Karangbesuki 1 Malang / Alfi Lailatin Penggunaan pendekatan paikem pada pembelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SDN Tlumpu kota Blitar / Reni Uba Permatasari Penerapan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Plandirejo 02 Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar / Yeni Pusnawati Pemberian motivasi melalui kerja kelompok pada pembelajaran PKn untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SDN Segaran I Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang tahun ajaran 2009/2010 / Ninik Sriwihayati Upaya meningkatkan prestasi belajar IPA kelas V melalui strategi pembelajaran inquiri (SPI) di MI Roudlotul Hikmah II Sumurlecen Kedawang - Nguling - Pasuruan / Sri Wahyuni Hidayati Penerapan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV Madrasah Intidaiyah Darul Ulum Candiwates kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan / Was'ayah Upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada bidang studi PKn dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw materi keputusan bersama di kelas V ADN Bareng 5 / Basri Rumadaul Penerapan media pembelajaran ritatoon untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV mata pelajaran IPS di MI Darul Ulum Rowogempol Kecamatan Lekok / Lima Melati Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar IPA konsep benda dan sifatnya siswa kelas IV SDN Plososari III Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan / Nurul Ulum Penerapan pendekatan keterampilan proses (PKP) untuk meningkatkan hasil belajar IPA konsep sifat benda cair, padat dan gas siswa kelas IV SDN Bareng V Kecamatan Klojen Kota Malang tahun pelajaran 2009-2010 / Jefri Rumodar Meningkatkan kemampuan memahami isi bacaan dengan teknik jigsaw pada siswa kelas II di Sekolah Dasar Negeri Kotalama I Kota Malang / Pandu Bayu Cita

301 302 303 304

305 306 307 308 309 310 311 312

313 314 315 316 317 318 319 320 321

Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar IPA siswa kelas VI SDN Sidorejo 02 Kecamatan Jabung Kabupaten Malang / Rendi Agus Triono Pemanfaatan media alam sekitar untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran tematik tema lingkungan di kelas II C SDN Percobaan 2 Malang / Toni Tulus Santoso Penerapan metode bermain peran untuk meningkatkan keterampilan berbicara unggah-ungguh basa jawa di kelas V SDN Sumbermanjing Kulon I Pagak Malang / Fatty Purwantie Penerapan model quantum writing untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN Karangbesuki I Kota Malang / Pertariasti Hernantiyas Pemanfaatan media keping berwarna untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang operasi hitung bilangan bulat kelas IV SDN Petung II Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan / Muhammad Mukhdor Penggunaan media papan magnet untuk meningkatkan hasil belajar IPS materi keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia kelas V SDN Kupang Sidoarjo / Tatik Maulidah Pemanfaatan lingkungan sekitar untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA di kelas V SDN Dayu 2 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar / Hendra Retno Setiawan Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar IPA pokok bahasan tumbuhan hijau siswa kelas V SDN Dandanggendis Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Samsul Arif Meningkatkan kemampuan menulis pengalaman melalui proses menulis siswa kelas V di SD Kepanjenkidul 1 Kota Blitar / Siti Mubayanah Pembelajaran matematika berbasis inkuiri untuk meningkatkan kemampuan menemukan volume limas di kelas VI SDN Pakisaji 2 / Dian Wirastutik Penerapan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang konsep pengukuran waktu di kelas III SDN Kaweron 02 Talun Blitar / Luluk Nur Hamidah Ulfa Penggunaan media benda asli untuk meningkatkan hasil belajar bagian-bagian tumbuhan di kelas IV SD Negeri Selokgondang 02 Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang / Idha Dwi Agustin Meningkatkan hasil belajar matematika pengukuran sudut melalui pendekatan cooperatif learning tipe stad bagi siswa kelas V-B di SDN Pakunden 2 Kecamatan Sukorejo Kota Blitar / Eka Yunaningsih Penerapan pendekatan problem solving untuk meningkatkan penguasaan konsep pengukuran waktu pada siswa kelas III B di SDN Landungsari 01 Malang / Harwiyati Utami Meningkatkan penguasaan konsep operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui bermain pada siswa kelas V MI Miftahul Ulum 01 Wonorejo Kabupaten Pasuruan / Helna Nuri Faridiah Penerapan permainan kartu angka untuk meningkatkan keaktifan, rasa senang dan hasil belajar perkalian siswa kels IV SDN Kebonagung 05 / Ila Hidayati Meningkatkan kemampuan menulis melalui media audio visual pada siswa kelas V SDN Sutojayan 01 kecamatan Sutojayan kabupaten Blitar / Ika Bekti Tina Lestari Penerapan pembelajaran kooperatif tipe stad untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS bagi siswa kelas IV SDN Majangtengah 02 Dampit kab. Malang / Ulfa Erik Kristanti Penerapan pendekatan cooperative learning tipe student teams achievement division untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Mulyoagung 04 / Khoirun Nisa' Meningkatkan kemampuan memahami isi bacaan dengan strategi belajar PQ4R pada siswa kelas VI SDN Kalrejo II kec. Sukerejo / Siti Zulaikhah Meningkatkan prestasi belajar perkalian melalui pendekatan PMRI siswa kelas II SDN Martopuro 1 kecamatan Purwosari kabupaten Pasuruaan / Endah Puspandari

322 323 324 325 326 327 328 329 330 331

332 333 334

335

336

337 338 339 340 341

Penerapan pembelajaran kooperatif model STAD untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V MI Miftahul Huda IV Tanggul Kecamatan Beji kabupaten Pasuruan / Umi Sholicha Upaya meningkatkan keterampilan berbahasa jaea kromo inggil dengan model picture and picture pada siswa kelas IV SDN Lesanpuro 3 kecamatan Kedungkandang kota Malang / M.M. Sri waluyowati Meningkatkan pemahaman sifat-sifat bangun ruang melalui penerapan teori Van Hiele pada siswa kelas V SDN Dawuhansengon IV Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan / Rumini Penerapan model pembelajaran stad dalam meningkatkan penguasaan keterampilan menulis tegak bersambung melalui kegiatan dikte pada siswa kelas I SDN Kedung Boto Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Nur Afifah Penerapan model bermain dalam upaya meningkatkan prestasi belajar perkalian pada siswa kelas dua SDN Pucangsari 2 Kecamatan Purwosari / Akhmad Khusaini Penerapan metode permainan "Vampir Bilangan" untuk meningkatkan hasil belajar membilang loncat siswa kelas 1 SDN Blimbing 4 Malang / Sri Wahyuni Penerapan metode inkuiri untuk meningkatkan penguasaan konsep energi gerak pada mata pelajaran IPA kelas III SDN Pakisaji 02 / Sutirah Penerapan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Ngenep 1 Karangploso Kab. Malang / Mashudah Meningkatkan hasil belajar matematika melalui pendekatan PMRI kelas V SDN Parasrejo kecamatan Pohjentrek kabupaten Pasuruan / Aspupah Penerapan guided discovery learning dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan penguasaan konsep bagian-bagian tumbuhan pada siswa kelas II SDN Pringo kecamatan Bululawang kabupaten Malang / Yulis Purwati Penggunaan media kartu kalimat rumpang untuk meningkatkan keterampilan menceritakan kembali isi bacaan secara tertulis pada siswa kelas II SDN Warungdoyo I Pohjentrek Pasuruan / Supikati Penerapan metode discovery dalam pembelajaran sains untuk meningkatkan hasil belajar dan keterampilan kooperatif siswa kelas II SDN Karanganyar Pasuruan / Siti Chotijah Penerapan pembelajaran kooperatif model student teams echivement division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar ilmu penetahuan alam ( IPA ) siswa 2 SDN Sentul 1 Blitar / Ermi Farida Penerapan metodr inquiri untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas III SDN ngawonggo 01 Kecamatan tajinan kabupaten malang tahun pelajaran 2009/2010 / Sugeng Mulyanto Penerapan model pembelajaran kontekstual dengan metode inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN kalipang 01 kecamatan sutojayan kabupaten Blitar / Suhariningsih Eko Penerapan pendapatan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar IPS pada siswa kelas VI SDN sukorame 02 kecamatan binangun kabupaten Blitar Tahun pelajaran 2009/2010 / Rohmatul Dwi Asiyah Meningkatkan prestasi belajar IPA melalui pendekatan keterampilan observasi media benda konkrit pada siswa kelas II SDN Taman Harjo III kec.Singosari kab.Malang / Nurjannah Penerapan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) untuk meningkatkan penguasaan konsep operasi perkalian pada siswa kelas IV SDN KARANG DUREN 03 PAKISAJI KABUPATEN MALANG./Tutik Khoidaroh Penerapan pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Karangrejo 05 kec. Garum kab. Blitar / Idha Yusani Penerapan pendekatan pembelajaran komunikatif untuk meningkatkan keterampilan berbicara

342 343 344 345 346 347

348 349 350 351

352

353

354 355 356 357 358 359

pada siswa kelas II SDN Kendalrejo 04 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar tahun 2009/2010 / Suyati Penerapan model pembelajaran ctl dengan metode inquiri dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Ngrejo 01 Kec. Bakung Kab. Blitar tahun pelajaran 2009/2010 / Mariyatim Pembalajaran kontekstual dengan model InQuiry untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar ipa pada siswa kelas V SD negeri karangtengah 2 kota blitar / ganis sri rejeki Penerapan Pembelajaran kooperatif type stad untuk meningkatkan penguasaan konsep waktu pada mata pelajaran matematika kelas 1 SDN Mronjo 02 kecamatan selopuro kabupaten Blitar / Umi niswatin Penerapan strategi pemecahan masalah heuristik II untuk meningkatkan balajar hitung penjumlahan di kelas I SD / Neni Lita Herminati Penerapan metode experimen untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas 4 sekolah dasar negri bendogerit 2 kota blitar./Tri harjani Penerapan model pembelajaran inquiri sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pagergunung 03 Blitar tahun pelajaran 2009/2010 / Nanik Guntariati Penelitian tindakan kelas penerapan metode demontrasi dalan ilmu pengetahuan alam tentang sifat-sifat cahaya dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas V SDN Kolomayan 02 kecamatan Wonodadi kabupaten Blitar / Komsatun Meningkatkan kemampuan menemukan ide pokok paragraf melalui cooperative learning tipe stad siswa kelas V SDN Bangilan Pasuruan / Sulistyowati Meningkatkan kemampuan operasi hitung campuran melalui pembelajaran pemecahan masalah matematika kelas III SDN Kebonagung Pasuruan / Puji Mulyati Penerapan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan prestasi belajar matematika konsep penjumlahan bilangan bulat pada siswa kelas IV SDN Karangrejo 01 kec. Garum Kab. Blitar / Siti Mahmudah Penerapan model pembelajaran mind mapping sebagai upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VI SD Negeri Tepas 01 Kesamben Blitar tahun pembelajaran 2009/2010 / Misti Dwiana Penerapan model pembelajaran kooperatif teknik jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas V SDN Panggungrejo 01 kec.Panggungrejo Kab.Blitar tahun pelajaran 2009/2010./Djoko Prajitno Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA dan siswa kelas V SDN Wonorejo IV kecamatan Singosari kabupaten Malang tahun pelajaran 2009/2010 / Umi Wahyuni Penerapan pembelajaran paken untuk meningkatkan penguasaan konsep perkalian siswa kelas II SDN Pakisrejo 2 kecamatan Sregat kabupaten Blitar / Umar Penerapan pembelajaran Contextual Teaching & Learning (CTL) untuk meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan penjumlahan pada siswa kelas II SDN Pohgaji 03 kecamatan Selorejo kabupaten blitar / Sri Winarti Penerapan pembelajaran IPA dengan media gambar untuk meningkatkan prestasi siswa kelas II SDN Gunungsari kecamatan Tajinan kabupaten Malang / Luluk Miftakhul Ulumiyah Penerapan model role-playing untuk meningkatkan pemahaman kedisiplinan tema kehidupan sehari-hari siswa kelas 2 SDN Kauman 3 kecamatan Klojen kota Malang / Harnanik Penerapan model pembeljaran pakem untuk meningkatkan hasil belajar IPA pokok bahasan penyesuaian diri mahluk hidup dengan lingkungannyan pada siswa kelas V SDN Sumberboto 03 kec. Wonotirto kab. Blitar tahun pelajaran 2009/2010 / Teguh Widodo

360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373

374

375

376

377 378 379 380

Penerapan peta konsep untuk meningkatkan kemampuan menceritakan kembali teks bacaan 10-15 kalimat siswa kelas II A SDN Bunulrejo 1 Malang / Vivitalia Prabatasari Menggunakan medi jari tangan untuk meningkatkan kemapuan perkalian bilangan mata pelajaan matematika siswa kelas III di SDN Sawojajar 3 Malang / Sugeng. A Penggunaan pendekatan lingkungan alam untuk meningkatkan penguasaan konsep sifat-sifat benda pada siswa kelas IV SDN. Urek-urek 02 kecamatan Gondanglegi kabupaten Malang / Eri Yuniati Meningkatkan hasil belajar siswa kelas III tentang pecahan sederhana melalui manipulasi benda konkret di UPT SDN Panggungrejo Kota Pasuruan / Lik Anah Penerapan pakem melalui pencari pasangan untuk meningkatkan motivasi dan hasil balajar IPA pada siswa kelas III SDN Pengetahuan I Kota Pasuruan / Iskandar Penerapan metode kooperatif model team games tournament (TGT) sebagai alternatif meningkatkan prestasi belajar ilmu pengetahuan sosial pada siswa kelas I semester I SDN Bunulrejo I Kec.Blimbing kota Malang tahun pelajaran 2009-2010 / Yuliati Upaya meningkatkan hasil belajar IPA melalui metode eksperimen tentang cara tumbuhan membuat makan kelas V SD Sambisirah II-Wonorejo-Pasuruan / Sugiyanto Penggunaan media asli untuk meningkatkan hasil belajar IPA (Perubahan Lingkungan Fisik) Di kelas IV SDN pekoren III kecamatan rembang Kabupaten pasuruan / Supangat Meningkatkan kreativitas menulis cerita dengan bantuan media gambar pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Karangtengah I / Bakti Nugraharini Meningkatkan pembelajaran menulis deskripsi dengan model pakem pada siswa kelas V SDN Tlumpu kota Blitar / Ulya Hasanah Penggunaan kartu perkalian untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III SDN Kebonagung 05 kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang / Prasdian Yudha Bhakti Penggunaan pemodelan untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada kelas V SDN Wonokoyo 2 Malang / Saiful Penggunan model discovery untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Menyarik Winongan Pasuruan / Zainul Arifin Penerapan teknik reinforcement untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar bahasa daerah dengan pokok bahasan tembung lan seselan siswa kelas IV SDN Ciptomulyo 2 Malang / Slamet Ponidi Pemanfaatan lingkungan sekitar untuk meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia tentang menulis surat undangan kelas V SDN Sudimulyo I Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Wahyoe Nisfuanah Penerapan model contextual teaching and learning untuk meningkatkan hasil belajar dan kedisiplinan siswa pembelajaran PKn di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Turi I Kecamatanm Sukorejo Kota Blitar / Surati Penerapan pembelajaran kooperatif model tgt (team game tournament) untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Kauman 3 kecamatan kepanjen kidul kota Blitar / Wiji Wijayanti Meningkatkan kemampuan bercerita dengan menerapkan teknik senam otak (brain gym) pada mata pelajaran bahasa indonesia kelas III SDN Sumberingin 3 Kabupaten Trenggalek / Ratna Arumsari Implementasi pakem melalui olah pikir sejoli untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis pantun di kelas IV SDN Kepanjenlor III kota Blitar / Hari Tutik Purwanti Penggunaan media benda asli dan model untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas II SDN I Gandusari kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek / Hendratna Setiawan Penerapan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV mata

381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400

pelajaran IPS sumber daya alam di SDN Pekoren I Rembang Pasuruan / Dian Lailatus Syarifah Penggunaan media wayang kancil untuk meningkatkan pemahaman terhadap isi dongeng dalam mata pelajaran bahasa jawa kelas II SDN Kedawung II Blitar / Tyadita Fitria Wardani Upaya meningkatkan pemahaman konsep faktorisasi prima melalui pembelajaran think-pairshare pada siswa kelas V MI Annidhomiyah Pasuruan / Siti Fauziyah Penggunaan media kartu huruf dan kartu kata melalui permainan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SDN Sudimoro 01 Kecamatan Bululawang / Nur Farikatul Fitriyah Penerapan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas V SDN Selodono Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri / Rahadian Sofianto Penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V di SDN Buring Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Eko setia Budi Penarapan metode bermain peran meningkatkan proses dan hasil belajar PKn materi pokok pelaksanaan pemilu dan pilkada pada siswa kelas VI SDN Sedarum I Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Ika Nur Noviyanti Penggunaan media peta untuk meningkatkan hasil belajar IPS Siswa kelas IV SD Negeri 1 Besuki Munjungan Trenggalek / Puji Lestari Penerapan model pembelajaran bermain peran untuk meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas III SDN Kedawung 02 Kabupaten Blitar / Kenes Wantiana Penggunaan benda asli dan multimedia untuk meningkatkan penguasaan konsep pecahan di kelas III SDN Kebonagung 06 Malang / Rafiud Nur Annisa Upaya meningkatkan keterampilan menulis melalui media gambar seri pada siswa kelas III SDN Soko I Kabupaten Bojonegoro / Juliana Penerapan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V SDN Curahdukuh II / Supardi Penggunaan media pembelajaran "Pohon pintar" dengan teknik permainan untuk meningkatkan keaktifan dan penguasaan konsep FPB dan KPK pada siswa kelas IVA SDN Ngerong Kab. Pasuruan / Evin Dwi Angelina Penerapan mind mapping untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS kelas IV SDN Binangun 03 / Endang Setyaningsih Upaya meningkatkan hasil belajar melalui metode diskusi dalam pembelajaran IPS bagai siswa kelas V SDN Kedungdowo I Kabupaten Nganjuk / Dany Murjianto Meningkatkan hasil belajar siswa melalui media specimen pada mata pelajaran IPA kelas III MI Zainiyah Tempel Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan / Erik Silamsari Penggunaan media standar lembr blik untuk meningkatkan proses dan hasil belajar PKn pada konsep musyawarah siswa kelas V SDN Susukanrejo Pohjentrek Pasuruan / Febe Retno Hendriarti Penggunaan media dekak-dekak untuk meningkatkan hasil belajar konsep penjumlahan bilangan cacah di kelas II SDN Minggir Winongan Pasuruan / Siti Aminah Penerapan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar IPS perkembangan teknologi transportasi pada siswa kelas IV semester II SDN Pandean 1 Rembang Pasuruan / Ferry Hardiyanto Meningkatkan hasil belajar IPA melalui pembelajaran berbantuan media internet pada siswa kelas VI SDN Mergosono 3 Kota Malang / Sigit Gunawan Penggunaan media benda manipulatif untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah perkalian tiga bilangan satu angka pada siswa kelas 3 SDN Blarang 1 Kecamatan Tutur / Lilik Istiqomah

401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423

Meningkatkan kemampuan menemukan volume kubus dan balok melalui media benda konkret di kelas V SDN Jeladri II Kecamatan Winongan / Mansur Penerapan metode simulasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V dalam pembelajaran PKn di SDI Al-Yasini Ngabar Kraton Pasuruan / Miftahurrohmah Penerapan pendekatan proses untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa kelas IV SDN Plandirejo 03 Kabupaten Blitar / Heni Kartika Dewi Penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar PKn tentang globalisasi pada siswa kelas IV SDN Kedungrejo Winongan Pasuruan / Asrip Rianto Meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia menyusun paragraf melalui morfologi bahasa jawa bagi siswa kelas III SDN Pogar II kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan / Mas'udah Penerapan pembelajaran kooperatif model student team achievement division untuk meningkatkan kerjasama dan hasil belajar IPS siswa kelas V NI Miftahul Huda Kec. Prigen Kab. Pasuruan / Nanik Widiawati Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pengukuran luas bangun datar melalui penerapan pohon matematika di kelas V SDN Sebandung II Pasuruan / Era Penida Penerapan model discovery untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Kiduldalem I Kecamatan Bangil Kabupaten Psuruan / Endang Melati Penerapan model stad untuk meningkatkan keterampilan membaca pada siswa kelas 4 SDN Kebonagung 6 Pakisaji Malang / Citra Anugrah Hendra Penerapan strategi pembelajaran kooperatif kodel STAD untuk meningkatkan keterampilan bertanya siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas II di SDN Gadang I Kecamatan Sukun Kota Malang / Komsatun Penggunaan media kongkrit dan gambar untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas I SDNU Bangil / Saidah Misdiana Penggunaan model bangun datar untuk meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan bangun datar siswa kelas II SDN Purwantoro 2 Malang / Devita Elviana Penerapan model pembelajaran stad untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn di kelas V SDN Pungging Kecamatan tutur Kabupaten Pasuruan / Ani Suprini Pendidikan matematika realistik Indonesia untuk meningkatkan kemampuan menghitung luas bangun datar di kelas III SDN Pakukerto 1 / Sutiyani Penerapan model peta konsep untuk meningkatkan hasil belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas IV SDN Dermo I Bangil - Pasuruan / Djaelani Penerapan metode role playing untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Ledug II Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan / Jumadi Pembelajaran pemecahan masalah untuk meningkatkan hasil belajar pengukuran satuan waktu di kelas IV SD Negeri Pogar III Pasuruan / Siti Rochmah Penerapan model pembelajaran CTL untuk meningkatkan hasil belajar IPA di kelas IV SDN Kandung Pasuruan / Arif Wicaksono Meningkatkan hasil belajar perkalian bilangan cacah melalui pembelajaran discovery pada siswa kelas IV SDN Minggir, Kecamatan Wingongan, Kabupaten Pasuruan / Sugiyono Meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan asesmen portofolio pada pembelajaran IPA siswa kelas III SDN Glagahsari III Sukorejo Pasuruan / Ina Purwati Pemanfaatan media blok pecahan pada penanaman konsep pecahan untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan di kelas III SDN Sisir 06 Kota Batu / Rini Lidiawati Pendekatan kooperatif model TGT untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V MI Nurul Ulum Sebalong Nguling Pasuruan / Siti Fahroh Penerapan metode inkuiri dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa

424 425 426 427 428 429 430

431

432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443

kels V SDN Pecalukan 1 Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan / Nur Ainiyah Pemanfaatan media pembelajaran kartun dalam meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri Sumberejo Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan / Fatkah Penerapan pendekatan kooperatif model investigasi kelompok untuk meningkatkan hasil belajar IPA di SDN Plintahan I Pandaan Pasuruan / Tsalis Fatmawati Penerapan model pembelajaran bermain peran untuk meningkatkan hasil belajar PKn materi sistem pemerintahan pusat di kelas IV SDN Candibinangun 01 Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan / Siti Maisaroh Penerapan model pembelajaran eksperimen untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Kandung Pasuruan / Lukman Hakim Penerapan role playing untuk meningkatkan pemahaman teks cerita rakyat pada pembelajaran bahasa indonesia siswa kelas V SDN Tegalweru Kabupaten Malang / Rika Evalia Ariyanti Meningkatkan hasil belajar konsep perkalian melalui penerapan pendekatan discovery terbimbing di kelas II SDN Bendosewu 01 Blitar / Titim Prihana Rahayu Penerapan model concept sentence untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPS di SDN Ranggeh Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan / Dessy Maria Kaidel Meningkatkan kemampuan menemukan kalimat utama dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas IV SDN Candibinangun IV Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan / M. Yasin Penerapan model pembelajaran kooperatif numbered head together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Sukolilo II Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan / Anis Muftisyah Penggunaan media papan magnetik untuk meningkatkan penguasaan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat siswa kelas IV SDN Pungging, Pasuruan / Lilik Churiyati Penerapan cognitive style mapping (CSM) untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Prodo Wonongan Pasuruan / Indri Susanti Penerapan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan pemahaman konsep sumber daya alam mata pelajaran IPS siswa kelas IV SDN Parasrejo I Pohjentrek Pasuruan / Maisaroh Pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) untuk meningkatkan hasil belajar sains siswa kelas III SDN Sukorejo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan / Setyowati Pemanfaatan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas I SDN Sidogiri I Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan / Nur Anita Peningkatan hasil belajar pecahan sederhana pada pembelajaran kooperatif tipe stad (Student Teams Achievement Division) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDN Ngaringan 03 / Rahayu Sulistiyani Penerapan pembelajaran inquiry untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Tutur 1 Pasuruan / Ponidi Penggunaan media peta untuk meningkatkan hasil belajar sumber daya alam dan kegiatan ekonomi siswa kelas IV SDN Kandung Winongan Pasuruan / Ninik Purwantini Penggunaan peralatan seqip untuk meningkatkan pembelajaran sains siswa kelas V SDN Tidu I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan / Romlah Pemanfaatan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar IPS materi tokoh pejuang proklamasi kemerdekaan siswa kelas V SDN Curah Dukuh II Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan / Luluk Winarti Meningkatkan kemampuan menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat melalui pembelajaran TPS dengan menggunakan media benda konkret / Siti Juhariyah

444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459

460 461 462 463 464 465

Penggunaan media benda konkret bangun ruang untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Rejoso Lor II Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan / Sumarni Penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Gondangwetan II Kabupaten Pasuruan / Risna Wirawan Penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis CD untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Nongkojajar I Pasuruan / Siti Fatimah Penggunaan tutor sebaya untuk meningkatkan hasil belajar ilmu pengetahuan sosial siswa kelas IV SDN Susukanrejo I Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan / Sodikin Penerapan media tiga dimensi KIT untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN PAsinan II Kecamatan Lekok / Supaedah Hubungan Tingkat Pendidikan Guru Dengan Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran PPKn Di SDN Sukun VI Kecamatan Sukun Malang Oleh Herlina Yusminingsih Meningkatkan hasil belajar IPS dengan menggunakan model sinetik siswa kelas IV SD Negeri Martoporu II Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan / Nur Ain Rumaratu Penerapan pendekatan esperiental learning untuk meningkatkan hasil belajar sifat cahaya di kelas V SDN Plososari III Pasuruan / Dwi Purwanto Penerapan pembelajaran tematik untuk meningkatkan hasil belajar calistung siswa kelas 1 MI Abdussalam berkacak kolursari Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan / Siti Muawanah Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar untuk meningkatkan hasil belajar PHn siswa kelas IV SDN. Klampisrejo Kecamatan Kraton - Pasuruan tentang globalisasi / Supaidah Penerapan pembelajaran model problem based learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mata pelajaran IPS siswa kelas IV SDN Lebak Winongan Pasuruan / Nafisah Penerapan model pembelajaran telaah yurisprudensi inquiri untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Beji II Pasuruan / Nelma Voth Penerapan model pembelajaran deep dialog untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Plinggisan I Kraton Pasuruan / Arafa Kelibay Penerapan model two stay two stray untuk meningkatkan hasil pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Plinggisan I Kecamatan Kraton Kab. Pasuruan / Rabia Bugis Penerapan model rotating trio exchange untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Negeri Gejugjati I Pasuruan / Syafarudin Lewataka Penerapan model pembelajaran guided note taking pada mata pelajaran IPS untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Randuagung 01 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Windarti Penggunaan model pembelajaran kooperative berperspektif gender untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas III SDN Wedoro 1 Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / Tomy Fredek Tildjuir Upaya guru dalam memotivasi belajar matematika siswa kelas V Sekolah Dasar seKepenilikan Kecamatan Klojen Kota Malang oleh Rusiati Penerapan model belajar inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Alastlogo III Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / Ifa Murtiningsih Penerapan model pembelajaran debate untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Gejugjati II Kecamatan Lekok. Kabupaten Pasuruan pada mata pelajaran PKn / Paris Massa Meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV melalui media lingkungan sekitar di SDN Ngawonggo 02 Tajinan-Malang / Maria Ulfa Penerapan model two stay two stray untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran PKn di SDN Martopuro II Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan /

466 467

468

469

470 471 472 473

474 475 476 477 478 479 480 481

482 483 484 485

Margaretha Ohoiwutun Penerapan metode pembelajaran diskusi untuk meningkatkan aktivitas siswa dan penguasaan materi mata pelajaran IPS kelas III SDN Lebakrejo III Pasuruan / Bagus Koko Wicaksono Meningkatkan kemampuan belajar siswa pada mata pelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran pembentukan konsep di kelas IV SDN Manaruwi II Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan / Fatmah Letsoin Pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman sifat-sifat bangun ruang dalam pembelajaran matematika siswa kelas V SDN Bocek 02 Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang / Yayuk Wahyuni Penerapan metode pembelajaran co-op co-op untuk meningkatkan kemampuan membaca cerita siswa kelas V SDN Masangan Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan / Christina Laelaem Penggunaan strategi think talk write (TTW) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SDN Manaruwi II Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan / Annastasia Rettob Penerapan pendekatan modelling untuk meningkatkan kemampuan membacakan puisi siswa kelas V SDN Sambitan 02 Pakel Tulungagung / Ida Marlina Sanyoto Meningkatkan kemampuan menulis karangan melalui media pembelajaran gambar seri pada siswa kelas IV SDN Sumberejo I Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan / Atik Susanti Penerapan metode karya wisata untuk meningkatkan kemampuan menggambar bebas dalam pengembangan seni anak kelompok B TK Negeri Pembina Bumiaji kota Batu / Yusanti Puji Setyo Ayuningtyas Penggunaan metode eksperimen berbasis verifikasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV mata pelajaran IPA konsep gaya SDN Gejugjati I Kecamatan lekok Kabupaten pasuruan / Saiful Rumain Peneraoan pembelajaran pakem dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Tanjungrejo 2 Kecamatan Sukun Kota Malang / Zainul Adha Penggunaan media poster untuk meningkatkan kemampuan menceritakan kembali cerita anak secara lisan pada siswa kelas II SDN Pulungdowo 03 Tumpang Malang / Mira Asih Kusuma Penggunaan media specimen pada pembelajaran ilmu pengetahuan alam untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Kebonagung 06 Malang / Dyah Purwahyuni Penerapan model kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Susukanrejo Kec. Pohjentrek Kab. Pasuruan / Penina Tildjuir Penerapan peta konsep untuk meningkatkan hasil belajar IPA pokok bahasan perkembangan makhluk hidup kelas VI SDN Balearjosari 1 Kota Malang / Vita Romala Inspiranti Penerapan brain gym untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan anak di kelompok A Taman Kanak-kanak Negeri Pembina Bumiaji / Wuri Hartanti Penerapan model pembelajaran kooperatif teams games tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar operasi hiyung pecahan kelas V SDN Puewodadi 3 kota Malang / Lidya Trie Maharani Penggunaan media ritatoon untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi cara hewan menyusaikan diri dengan lingkungan kelas V SDN Tambak Kalisogo I Sidoarjo / Arofatul Azizah Upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Tangkilsari 1 Kecamatan Tajinan melkalui model group investigation / Aslu Wahidah Penerapan model quantum teaching untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Parangargo 1 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Selvy Krisnasari Penerapan metode inkuiri sosial untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas III SDN

486 487 488

489 490 491 492 493 494 495 496 497

498 499 500 501 502 503 504 505

Petung I Kecamatan Pasrepan Pasuruan / Nikmatul Luailik Penerapan model TGT untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V SDN Banjarejo 02 Kecamatan Pakis / Nanik Purwa Ningtiyas Penerapan model Dick and Carey untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas V SDN Masangan Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan / Sapira Gurgurem Penerapan pendekatan sains-teknologi-masyarakat untuk meningkatkan hasil belajar ilmu pengetahuan alam tentang hubungan kegiatan manusia dan ekosistem pada siswa kelas VI di SDN Ciptomulyo 2 / Sri Budyo Cahyono Penerapan pembelajaran model siklus belajar untuk meningkatkan kemampuan berfikir dan hasil belajar ilmu pengetahuan sosial di SDN Candirenggo 02 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Kristin Sujiati Penerapan model inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SDN Pogar III Bangil semester II / Suhariyati Penerapan model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar PKn bagi siswa kelas IV di SDN Pisang III Kabupaten Nganjuk / Setya Dwi Rahayu Penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar materi skala siswa kelas V SDN Jeladri I Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan / Maria Ulfa Penerapan model inquiry untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada pembelajaran gaya di kelas IV SDN Pejangkungan I Kecamatan Rembang / Rusman Penerapan pendekatan discovery dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPA di kelas V SDN Banjarsari Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / Sutomo Implementasi model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar IPS materi peninggalan sejarah Indonesia pada siswa kelas IV SDN Waung I Nganjuk / Mujiati Penerapan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III SD Pandanmulyo 01 Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang / Misdi Penerapan model realistic mathematics education (RME) untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Pandanmulyo 01 Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang / Parni Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA pokok bahasan penyesuaian diri makhluk hidup pada siswa kelas V SDN Pagentan 05 Kec. Singosari Kab. Malang tahun pelajaran 2009/2010 / Jaenab Penerapan pendekatan komunikatif untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas VI SDN Dayurejo IV Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan / Suligi Penggunaan media 10 jari tangan untuk meningkatkan pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka pada siswa kelas 1 SDN Sukoharjo 1 Kota Malang / Henny Kusmiati Penggunaan batang cuisenaire untuk meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas III SDN Baron 1 Nganjuk / Diyana Riyani Meningkatkan pemahaman konsep nilai tempat di kelas I dengan menggunakan teori belajar Dienes / Leliya Widiana Sucipto Penerapan pembelajaran penemuan terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Ngawongso 01 Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang tahun pelajaran 2009/2010 / Chotidjah Hidayati Penerapan model Polya untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah matematika siswa kelas 4 SDN Kesongo II Kabupaten Bojonegoro / Setiya Ninggiarti Upaya meningkatkan hasil belajar IPA melalui model inkuiri di kelas IV SDN Puspo IV Kabupaten Pasuruan / Dewi Pintoko Arida

506 507 508 509 510 511 512 513 514 515

516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526

Pemanfaatan media VCD pembelajaran untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Sumberagung II Tulungagung / Hanim Nafingah Pemanfaatan media dua dimensi untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Randuagung 04 Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang / V. Tutik Purwati Penerapan model pembelajaran quantum learning untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika di kelas IV SD Negeri Bajang 02 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar / Fitria Linda Kurniawati Meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN gunungsari Kecamatan Tajinan melalui pendekatan kontekstual / Ponco Setyono Pemanfaatan lingkungan alam sekitar untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Gadang 1 Kecamatan Sukun Kota Malang / Ely Kristiyana Cahyaningtrang Pemanfaatan perpustakaan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas II SDN Sidogiri I Kraton Pasuruan / Jami'ati Penerapan model polya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matemtika siswa kelas IV SDN Rejosari Kraton Pasuruan / Sri Umiyati Penerapan model pembelajaran investigasi kelompok untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Rejosalam 2 Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan / Ridwan Kamarmir Penerapan metode inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi kerangka manusia pada siswa kelas IV SDN Pagentan II Singosari Kabupaten Malang / Abdul Rochim Penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan bercerita pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas III SDN Palangsari II, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan / Alfiah Upaya meningkatkan prestasi belajar IPA pokok bahasan bunga dan fungsinya pada siswa kelas IV dengan pendekatan exploratory-discovery di SDN Tamanharjo 02 Singosari Malang / Erlina Suhardiningsih Penerapan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas 2 SDN Pandanwangi 1 Kota Malang / Dian Rahmani Penerapan model pembelajaran siklus belajar dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa tentang SDA pada siswa kelas V SDN Plosoharjo I Nganjuk / Puji Rahayu Penerapan model siklus belajar peta pikiran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VI SDN Lidah Kulon V/468 Surabaya pada mata pelajaran IPA / Sri Yanti Penerapan model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar PKn materi globalisasi pada siswa kelas IV SDN Pungging tutur Pasuruan / Abdul Azis Penerapan model pembeljaran concept attainment untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang globalisasi di kelas IV SDN Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan / Esterlina Watratan Penggunaan media ular tangga untuk meningkatkan pemahaman dan aplikasi konsep norma kehidupan pada siswa kelas III SDN Jetis II Nganjuk / Suparmiati Penerapan model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan prestasi belajar IPS materi perkembangan teknologi, pada siswa kelas IV SDN Duren II Nganjuk / Nurul Anwar Meningkatkan kemampuan menghitung luas permukaan kubus dan balok melalui pembelajaran discovery / Habib Upaya meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelasw III SDN Jetis I melalui metode polya / Vita Dewi Susanti Penerapan model pembelajaran terpadu tipe connected untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Martopuro II / Maria Theresia Kilmas

Penerapan pembelajaran konstruktivistik untuk meningkatkan penguasaan menyelesaikan 527 soal-soal kontekstual bangun datar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Gadang I Kota Malang tahun pelajaran 2007-2008 / Alfan Andri Chrisdianto Penerapan metode karya wisata untuk meningkatkan prestasi belajar tema perdagangan pada 528 siswa kelas V SDN Baron V Nganjuk / Mardjuni Meningkatkan pemahaman siswa kelas V terhadap jaring-jaring bangun ruang dengan 529 pembelajaran kontekstual / Edy Riyanta Meningkatkan hasil belajar IPA dengan pendekatan CTL pada kelas IV SDN Bajang I 530 Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk / Mustakim Penerapan model pembelajaran synectics dipadukan teknik mind map untuk meningkatkan 531 hasil belajar IPS dan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV SDN Jono II Bojonegoro / Ratna Widya Wijayanti Pemanfaat media tiruan kerangka untuk meningkatkan pembelajaran IPA di kelas IV SDN 532 Ketawanggede 1 Kecamatan Lowokwaru Kota malang / Supriyatin Penggunaan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kemampuan 533 menyelesaikan soal cerita pecahan matematika pada siswa kelas V SDN Sambikerep II/480 Surabaya / Akhmad Fasih Penerapan metode pembelajaran bermain peran untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil 534 belajar PKn pada siswa kelas V SDN Gandul I Madiun / Suti Penerapan model pembelajaran Van Hiele untuk meningkatkan kemampuan menentukan 535 sifat-sifat bangun ruang di kelas V / Dwinoto Meningkatkan kemampuan mengerjakan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan 536 siswa kelas IV melalui penerapan teori Jerome Bruner / Dian Hery Sucipto Penerapan model pembelajaran team game tournament untuk meningkatkan aktivitas dan hasil 537 belajar IPA di SDN Tegalweru Malang / Nurul Khoiriyah Penerapan strategi multiple games untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan 538 siswa kelas 1 SD Negeri Penanggungan Malang / Sri Agustin Mulyani Penerapan model pembelajaran literasi untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan 539 siswa di kelas V SDN Pakisaji 02 / Siti Nur Aisyah Penerapan model problem solving untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil 540 belajar siswa kelas IV SDN Kebonagung 06 Kec. Pakisaji pada mata pelajaran IPS / Wahyu Widyastuti Pemanfaatan media kartu gambar untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas 541 V tentang persebaran flora dan fauna wilayah Indonesia di SDN Kandung, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan / Agus Budiono Penggunaan media pembelajaran peta kabupaten setempat untuk meningkatkan hasil belajar 542 IPS kelas IV tentang kegiatan ekonomi dan sumber daya alam di SDM Ampelsari III Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan / Surtini Penerapan model pembelajaran quantum learning untuk meningkatkan hasil belajar IPA di 543 kelas IV SDN Pandean I Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk / Sumiatin Meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran IPA kelas V SDN Bandulan I dengan 544 pendekatan STM / Bambang Tri Kuntoyo Penerapan model pembelajaran demokratis berperspektif gender untuk meningkatkan hasil 545 belajar siswa pada mata pelajaran PKn di kelas V SDN Beji IV Pasuruan / Geralds Ronald Kolely Penerapan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar 546 siswa kelas III-B SDN Pagentan 02 Singosari - Malang / Witayah 547 Penerapan media belajar multi dimensi untuk meningkatkan aktivitas dan pemahaman konsep

548 549 550

551

552 553 554 555 556

557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568

pada pelajaran IPA kelas III di SDN Lakarsantri III - 474 Surabaya / Wahyu Supriyati Penggunaan media puzzle untuk meningkatkan kemampuan membaca peta buta Indonesia pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SDN Sambikerep III Surabaya / Arif Setiawan Penerapan kooperatif STAD untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Randuagung 05 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Sumartini Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SDN Pagentan V Kecamatan Singosari Kabupaten Malang tahun pelajaran 2009/2010 / Wiwik Sumiyati Penerapan model pembelajaran kontekstual berbantuan media VCD untuk meningkatkan pelajaran IPA lingkungan fisik terhadap daratan siswa kelas IV SDN Lakarsantri III/474 Surabaya / Nunuk Nularsih Penggunaan teknik Euclides untuk meningkatkan hasil belajar faktor persekutuan terbesar (FPB) dan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) pada siswa kelas IV SDN Kedungpengaron II Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Hari Purwanto Meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan kooperatif learning model STAD mata pelajaran IPS kelas VA SDN Mergosono I Kota Malang / M. Habiburrohman Penerapan pembelajaran kooperatif model stad dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Pogar III Kecamatan Bangil Pasuruan / Rusika Penerapan pembelajaran tenatik tema kesehatan untuk meningkatkan berbagai kemampuan siswa kelas II SDN Ampelsari I Kabupaten Pasuruan / Sunartin Penerapan model discovery pada mata pelajaran IPS untuk meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Oro-Oro Dowo Kecamatan Klojen kota Malang / Retno Dwi Astuti Implementasi model integrated untuk meningkatkan pemahaman konsep dan menyusun laporan hasil musyawarah siswa SDN Sladi Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Damianus Rahawarin Penerapan permainan kartu bilangan untuk meningkatkan hasil belajar perkalian kelas III SDN Candirenggo V Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Suparjimah Adriana Meningkatkan hasil belajar berhitung siswa kelas III SDN Mergosono 3 Kota Malang melalui pembelajaran dengan model jigsaw / Sumini Penerapan model pembelajaran synectics untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Sladi Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Afif Afrudin Uar Penerapan model discovery untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Minggir dalam mengidentifikasi daur hidup hewan / Ahmad Sufiyan Penerapan pembelajaran model think-pair-share untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada matematika di kelas IV MI Ma'arif Kraton Pasuruan / Ririn Wulandari Penerapan pembelajaran model mind mapping untuk meningkatkan hasil belajar membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Kotalama V Malang / Ida Hamzah Penerapan metode diskusi untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika pecahan dalam pemecahan masalah pada siswa kelas V SDN menanggal 601 Surabaya / Umi Sumijati Upaya meningkatkan prestasi belajar IPA dengan metode "penemuan terbimbing" pada siswa kelas VI SDN Ardimulyo I Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Sugiarti Penggunaan media gambar struktur organisasi untuk meningkatkan hasil belajar PKn materi kerja sama pada siswa kelas V di SDN Banjararum 02 Singosari / Elly Tjaturini Penerapan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas V SDN Kertosari I Kabupaten Pasuruan / Badrus Shochich M. Penerapan pendekatan discovery untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi benda dan

569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585

586 587 588 589

sifatnya pada siswa kelas V MI. Miftahul Huda Pohjentrek Pasuruan / Nurhidayati Penerapan media permainan kartu arisan untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Sukoharjo 1 Kota Malang / Suparti Penggunaan media ritatoon untuk meningkatkan hasil belajar daur hidup serangga di kelas IV SDN Patuguran 1 Kabupaten Pasuruan / Aini Zukhria Penerapan model pembelajaran learning cycle untuk meningkatkan hasil belajar pengukuran berat pada siswa kelas I SDN Ciptomulyo 2 Kota Malang / Susani Penerapan pembelajaran kooperatif model teams games tournaments (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas III SDN Gambiran I Kec. Prigen Kab. Pasuruan / Lilik Yuliati Penggunaan metode kerja kelompok untuk meningkatkan prestasi belajar ilmu pengetahuan sosial siswa kelas V SDN Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Donna Sutrisna Penerapan pembelajaran tematik dengan tema lingkungan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III di SDN Purwantoro 7 Kecamatan Blimbing Kota Malang / Rasmi Patty Penerapan pembelajaran kooperatif model numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar ilmu pengetahuan sosial siswa kelas IV SDN Klampok III Singosari / Sri Soekarni Penerapan media gambar untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV pada pembelajaran PKn di SDN Lakarsantri I/472 Surabaya / Mujarofah Penerapan pendekatan whole language dengan media buku harian untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan sederhana pada siswa kelas III C SDN Dupak V Surabaya / Indaryani Penerapan media permainan TTS (teka-teki silang) untuk meningkatkan pemahaman konsep materi IPS di kelas V SDN Penanggungan Malang / Yati Karyati Penggunaan media foto untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas V SDN Mulyoagung 03 Kecamatan Dau Kabupaten Malang / Fiddina Fauzia Meningkatkan prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPS dengan metode diskusi di kelas V semester I SDN Benerwojo Kecamatan Kelayan Kabupaten Pasuruan / Sugianto Pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas II-B SDN Mergosono I Kota Malang / Suhartini Penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan pada siswa kelas III SDN Mergosono II Malang / Sriyati Penerapan media asli untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III SDN Gading Kasri pada pelajaran IPA materi penggolongan tumbuhan / Siti Nurhidayati Penerapan pembelajaran problem solving untuk meningkatkan hasil belajar IPA "Perlunya Penghematan Air" pada siswa kelas V SDN Ngetos II Nganjuk / Rudiyanto Penggunaan model pembelajaran recoprocal teaching untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS di kelas IV SDN Gejugjati I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / Kota Rumuar Pelaksanaan pembelajaran IPS dengan menggunakan pembelajaran kooperatif model problem solving yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi hasil belajar siswa kelas V SDN Lecari-Sukorejo-Pasuruan / Petrus Foudubun Meningkatkan keterampilan berbicara melalui metode tim kuis dengan media gambar siswa kelas IV MI Darul Ulum Kisik Kalirejo Kraton Pasuruan / Arif Rahman Hakim Penerapan model inquiry untuk meningkatkan hasil belajar IPS di kelas IV SDN Lecari Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan / Maksum Soleh Penggunaan media papan magnet untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran

590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611

IPS di kelas V MI Hubbul Wathon Pandaan Pasuruan / Shobahul Fajariah Penerapan pembelajaran paikem untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas IV MI Darul Ulum Rembang Kec. Rembang Kab. Pasuruan / Silahi Penerapan pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) untuk meningkatkan hasil belajar IPS kelas V di SDN Turi 01 kota Blitar / Kusrini Hidayah Pendekatan konstruktivisme meningkatkan pemahaman siswa tentang penyebab gerak benda pada pembelajaran IPA di kelas I SDN Kotalama I kota Malang / Welasasih Penerapan model role playing pada mata pelajaran IPS untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Purwodadi 3 Kecamatan Blimbing kota Malang / Adellia Shinta Dewi Meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Sawojajar 5 melalui pembelajaran kooperatif model two stay two stray / Sulikin Agus Purwanto Pemanfaatan media maket untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam memahami denah di kelas IV MI Miftahul Huda Dukuhsari Sukorejo Pasuruan / Nur Cholifah Meningkatkan kemampuan menulis cerita dengan latihan mengembangkan ide dalam gambar seri di kelas IV SDN Bangelan 03 Kabupaten Malang / Ma'ruf Eko Susanto Penerapan metode simulasi untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran PKn di kelas IV MI Hubbul Wathon Pandaan Pasuruan / Ahmad Subhan Penerapan pembelajaran sains teknologi masyarakat untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 3 di SDN Mergosono 4 Kota Malang / Ririn Andriyani Penerapan model pembelajaran learning cycle untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV di SDN Karangbesuki 04 Malang / Yayuk Supatmi Penerapan think pair share (TPS) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Segaran 03 Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang / Luluk Umiatin Penerapan pakem untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV SDN Lecari Kecamatan Sukorejo Pasuruan / Ahmad Syairur Rozi Pemanfaatan sumber belajar lingkungan terdekat siswa melalui observasi untuk meningkatkan hasil belajar materi norma yang berlaku di masyarakat bagi siswa kelas III A SDN Kotalama 5 Malang / Rifa Nurdiana Upaya meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV MI Darul Ulum Gondangwetan dengan pendekatan kooperatif model STAD / Hidayati Pemanfaatan lingkungan sekolah untuk meningkatkan kemampuan menulis kalimat sederhana kelas II MI Darussalam Rembang Pasuruan / Erna Irawati Penggunaan media domino bilangan untuk meningkatkan kemampuan berhitung perkalian dengan teknik permainan pada siswa kelas III SDN Percobaan 2 Malang / Titik Wijiastutik Penerapan pendekatan kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V di SDN Pakisaji 02 Kabupaten Malang / Zainal Abdi Penerapan model mind mapping untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Kalipare 06 Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang / Tri Indah Mariana Penerapan teknik dictogloss dalam meningkatkan menyimak pada siswa kelas V SDN Blabak 1 Kota Kediri / Andi Rubiyantoro Meningkatkan kemampuan membacakan dongeng kelas 2 melalui pendekatan komunikatif di MI Roudlotul Hikmah Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Unaizah Penerapan model pembelajaran talking stick untuk meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas V SDN Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar / Tatik Darlia Meningkatkan kemampuan membaca cerita berbahasa Indonesia melalui buku cerita bergambar Big Book di kelas I MI Al Islamiyah Kauman-Bangil / Zainab

612 613 614 615 616

617

618

619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632

Penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SDN Sundil Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah / Muh. Syukri Ghazali Penggunaan media konkrit untuk meningkatkan pembelajaran IPA tentang bagian-bagian tumbuhan pada siswa kelas IV SDN Sumber Banteng Kejayan Pasuruan / Mariyatul Kiptiyah Penerapan pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar PKn kelas V SDN Beji II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Sufa'at Penerapan model siklus belajar untuk meningkatkan pembelajaran IPS kelas IV MI AsSholihin Rebalas Grati Pasuruan / Misbahul Munir Pemanfaatan media gambar ilustrasi untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas III MI. Miftahul Huda 1 Manaruwi Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan / Siti Fauziatul Mufidah Penerapoan pendekatan komunikatif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN Kayoman Purwosari Pasuruan / Augustina Sugiarti Penerapan pendekatan whole language dengan fokus pembelajaran shared reading untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas 1 MI. Ma'arif Nogosari Pandaan / Yamyunah Penerapan pembelajaran tematik tema lingkungan sekolah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas III di MI Darul Ulum Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan / M. Ridwanulloh Penerapan peta konsep untuk meningkatkan hasil belajar IPS kelas IV di SDN Sentul 4 Kota Blitar / Beti Purwitasari Penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan mengembangkan kerangka karangan menjadi paragraf bagi siswa kelas V MI Maarif Ngering Gempol Pasuruan / Ruri Rahayu Penerapan model pembelajaran paikem untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV mata pelajaran IPA MI Darul Ulum Rembang Kabupaten Pasuruan / K. Istiqomah Penerapan model pembelajaran discovery untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V di MI Miftahul Ulum Kejapanan / Ismaul Chusnah Meningkatkan hasil belajar operasi hitung campuran melalui metode pemecahan masalah Polya pada siswa kelas III MIN Bulusari Gempol Pasuruan / Muhammad Nabil Penerapan media kartu domino perkalian untuk meningkatkan keterampilan berhitung perkalian pada siswa kelas IV SDN Sumberanyar I Nguling Pasuruan / Sakdullah Meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sawojajar 6 pada pembelajaran PKn melalui penerapan team assisted individualization / Atna Tiningrum Penerapan model pembelajaran student teams-achievement divisions (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV MI Darul Ulum Rembang Kabupaten Pasuruan / Siti Kholilatul Jannah Penerapan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Brambang Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan / Khuriyatul Aisyiyah Pemanfaatan media permainan monopoli untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas 3 MI Sabilunnajah Pasrepan / Nur Fauzia Penerapan pendekatan pakem untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas VI SDN Watukosek Gempol Pasuruan / Danang Fatkhur Rohman Pemanfaatan media ritatoon untuk meningkatkan hasil belajar SBK bidang seni rupa kelas IV MU Hubbul Wathon Kec. Pandaan Kab. Pasuruan / Novia Irmawati Meningkatkan prestasi belajar IPS melalui media televisi pada siswa kelas V SDN Kraton 06 Kabupaten Magetan / Lesi Apriani

Meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan kecepatan melalui model 633 pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) pada siswa kelas V SDN Tepas 03 Kabupaten Blitar / Anang Winariyanto Penerapan media peta untuk meningkatkan hasil belajar IPS kelas IV SDN Wrati II 634 Kecamatan Kejayan Kabupaten Psuruan / Leksono Minto Utomo Penggunaan model clis untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN 635 Karangbesuki 4 kota malang / Femmy Ludrian Afrinda Pemanfaatan media tiruan kebun binatang pada pembelajaran IPA untuk meningkatkan hasil 636 belajar siswa kelas IV MI Ma'arif Legok-Gempol / Achmad Bustanul Arifin Penerapan pakem untuk meningkatkan hasil belajar PKn materi pokok pemerintahan pust dan 637 pemerintahan daerah kelas VI MI Bustanul Ulum Pakisaji Malang / Nugroho Dwi Cahyono Meningkatkan hasil belajar debit melalui pemecahan masalah model Polya di kelas VI SDN 638 Plumbangan 03 Kecamatan Doko / Dyah Sekti Pratiwi Pembelajaran IPS melalui metode role playing untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi 639 belajar siswa kelas IV MI Sirojul Huda Rejoso pasuruan / Siti Farihah Penggunaan metode SQ3R untuk meningkatkan kemampuan memahami isi bacaan pada 640 siswa kelas IV SDN Kauman bangil / Apriviati Purwaningrum Penarapan pembelajaran problem solving untuk meningkatkan hasil belajar matematika sisw 641 kelas III SDN Mergosono 3 Malang / Riadi Penggunaan papan magnet untuk meningkatkan kemampuan menulis narasi siswa kelas V MI, 642 Miftahul Ulum Kecicang Kabupaten Pasuruan / Syafiuddin Akbar Penerapan metode simulasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn 643 di kelas IV SDN Kemiri Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan / Siti Fatimah Penerapan pendekatan proses dengan pemanfaatan lingkungan sekitar untuk meningkatkan 644 keterampilan menulis deskripsi siswa kelas IV SDN Permisan Jabon / Syarifatul Umariyah Meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas VI dalam pengerjaan hitung 645 campuran melalui model kooperatif tipe jigsaw di SDN 1 Sedayugunung Tulungagung / Yiyin Anggarini Pembelajaran menurut standar National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) yang 646 dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi luas daerah persegi panjang kelas 3 SDN Dinoyo 1 Malang / Ika Ratih Sulistiani Penerapan model think pair share untuk meningkatkan hasil belajar pendidikan 647 kewarganegaraan pada siswa kelas II SDN Lawang 06 Kecamatan Lawang Kabupaten Malang / Ary Nur Alni Meningkatkan keterampilan menulis narasi melalui model pakem bagi siswa kelas V SDN 648 Rejoso 03 Kabupaten Blitar / Tutin Setyo Rini Penggunaan media komik untuk meningkatkan ketrampilan membaca nyaring pembelajaran 649 bahasa Indonesia kelas III SDN Tawangrejo I Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / Jumiati Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa kelas V 650 SDN Bareng 4 Kecamatan Klojen Kota Malang tahun pelajaran 2009/2010 / Rahayu Hendaruti Pemanfaatan alat ukur dengan pembelajaran kontekstual metode inkuiri dalam meningkatkan 651 hasil belajar matematika di kelas III UPT SDN bangilan kota Pasuruan / Anis Setiyowati Penggunaan group investigation untuk meningkatkan hasil belajar keliling dan luas bangun 652 datar kelas IV SDN Sumberboto 05 Kabupaten Blitar / Beny Kurniawati Berpikir kreatif untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar penjumlahan dan 653 pengurangan bilangan bulat pada siswa kelas V SD NU Hasanuddin Dilem 02 Malang / Ainin

654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669

670

671 672 673 674 675

Meilia Romdhiani Penggunaan media kartu bilangan untuk meningkatkan kemampuan menentukan kelipatan suatu bilangan kelas IV SDN Satriyan 03 Kanigoro Blitar / Wahyu Tri Setiani Pengerjaan soal cerita lima langkah untuk meningkatkan hasil belajar penjumlahan dan pengurangan pecahan siswa kelas V SDN Sumberkembar 02 Blitar / Erik Dwi Widowati Penggunaan kartu kata dan gambar untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SDN Banjarimbo 02 Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan / Herlina Penerapan model pembelajaran snowball throwing untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Oro-oro Dowo Malang / Azaika Hafiidyaningtyas Penerapan metode drill untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman puisi bagi siswa kelas V SDN Kayoman Purwosari Pasuruan / Anik Wijiati Penerapan teknik learning by doing untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV SDN Purwantoro 2 Kota Malang / Eni Widiyati Penerapan model pembelajaran make a match untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas III SDN Bareng 5 Kota Malang / Rita Dwi Anggraini Penerapan model pembelajaran kooperatif talking stick untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas 3 SDN Tanjungrejo 5 Malang / B. Shinta Marga Astarina Penerapan metode bermain peran untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas V di SDN Bandulan 5 Malang / Arni Gemilang Harsanti Penerapan model pembelajaran non direktif untuk meningkatkan hasil belajar PKn kelas III MI Yaspuri Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / Samsul Anam Penerapan model TSTS untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V SDN Bandungrejosari 1 Kota Malang / Zulfa Nur Urida Penerapan model quantum teaching untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS pada siswa kelas IV SDN Ketawanggede I Kota Malang / Murti Yuni Wulandari Pembelajaran konseptual da prosedural untuk meningkatkan hasil belajar perkalian bersusun siswa kelas IV SDN Tumpang 02 Blitar / Lely Mayasari Penerapan model pembelajaran time token arends untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SDN Ketawanggede 2 Kota Malang / Rata Sari Dewi Penerapan model paikem untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V SDN Sokosari 02 Tuban / Widya Wahyuni Penerapan pendekatan konstruktivisme dengan model pembelajaran peta konsep untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Bantur 06 Kec. Bantur Kab. Malang / Ika Faridaningrum Penerapan model problem based learning (PBL) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas V SDN Jatimulyo 1 Kota Malang / Willis Rahayuningtyas Pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran IPS untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III SDN Wonorejo 02 Madiun / Wahyu Trisnaning Dewi Penggunaan media bobeka tangan untuk meningkatkan kemampuan bercerita pada siswa kelas II SDN Bareng 1 Kota Malang / Nurhidayati Penerapan metode "paired storytelling" untuk meningkatkan ketrampilan berbicara siswa kelas V SDN Bareng 3 Kota Malang / Fitri Cahyo Arini Penerapan metode demonstrasi untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SDN Purwantoro 8 Malang / Yunita Mardianingrum Penerapan model pembelajaran deep dialpgue critical thinking untuk meningkatkan hasil

676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696

belajar PKn dan keaktifan siswa kelas IV SDN Randumerak Probolinggo / Fitka Nuria Dewanti Penerapan collaborative learning melalui permainan mencari gambar untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Cepokomulyo 2 Kepanjen / Rahmawati Meningkatkan hasil belajar PKn melalui pendekatan paikem pada siswa kelas IV di SDN Karangsari 1 Kota Blitar / Rohmi Zunaida Upaya meningkatkan pembelajaran IPA melalui model pembelajaran ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) pada siswa kelas IV SDN Jatimuluo 1 Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung / Widha Bhinartika Meningkatkan hasil belajar PKn melalui model pembelajaran talking stick di kelas V SDN Dawuhan I Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk / Arina Tri Mariyanti Model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V di SDI Al-Yasini Ngabar Kraton Pasuruan / Saidah Penerapan model learning cycle (LC) 5 face untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V-B SDN Bareng 01 Kecamatan Klojen kota Malang / Setiyani Eka Ningsih Penerapan model pembelajaran deep dialogue/critical thinking dalam pembelajaran PKn untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Bareng 03 Kecamatan Klojen kota Malang / Silvia Fransisca Sukma Penerapan pendekatan kooperatif problem posing untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V Sdit Insan Permata Malang / Diana Fitriani Meningkatkan hasil belajar melalui inquiring mind whats to know dalam pembelajaran IPS pada kelas V SDN Kepanjenlor 02 kota Blitar / Faizal Mahmud Penggunaan model mnemonik untuk meningkatkan kemampuan menghafal dengan efektif dan menyenangkan dalam pelajaran PKn kelas IV SDN Sumbersari 1 Malang / Patricia Anjani Sari Penerapan model talking stick untuk meningkatkan pembelajaran IPS siswa kelas V SDN Pandanwangi 4 kecamatan Blimbing kota Malang / Heppi Sasmoko Penggunaan hyperlink pada mind mapping untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPS kelas V di SD Negeri Karang Besuki 1 Kecamatan Sukun kota malang / Praharisti Kurniasari Meningkatkan hasil belajar IPS melalui pendekatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar bagi siswa kelas II di SDN Kamulan 02 Kabupaten Blitar / Nur Aminatus Sa'diyah Penerapan model pembelajaran broken shapes untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPS SDN Sumbersari 2 Malang / Endah Nurhayati Penerapan metode karya wisata untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas V SDN Pendem 02 Kecamatan Junrejo kota Batu / Didit Yulian Kasdriyanto Penerapan model problem based learning (PBL) untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V SDN Pringapus 2 kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek / Linda Rachmawati Penerapan strategi pembelajaran index card match untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS pada siswa kelas V SDN Pesanggrahan 02 kota Batu / Ervan Yopi Putranto Penerapan model pembelajaran kooperatif time token arends untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Jatimulyo 01 Malang / Muhammad Fitra Rasyadianto Penerapan model QWH-Chart untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Merjosari I Malang / Feni Handayani Penerapan model pembelajaran generatif untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Oro-Oro Dowo Malang / Elminawati Sutomo Penerapan metode demonstrasi untuk meningkatkan kemampuan membuat hiasan teknik

697 698 699 700 701 702 703 704

705 706 707 708 709 710 711 712 713

714

715

mozaik pada pembelajaran SBK kelas IV SDN Dampit 02 Kabupaten Malang / Aminnatul Widyana Penerapan pemecahan masalah untuk meningkatkan hasil belajar operasi hitung campuran siswa kelas IV B SDN Ngulankulon 1 Kabupaten Trenggalek / Asih Kurniawati Penerapan media sound slide pada pembelajaran IPS untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VB SDN Bandungrejosari I kota Malang / Rufi' Nur Rahmawati Penerapan pendekatan CTL untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Wonorejo I kecamatan Lumbang / Nur Aisah Penerapan model peta konsep untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Pandanwangi 04 Kecamatan Blimbing kota Malang / Dhian Dwi Nur Wenda Upaya meningkatkan pembelajaran IPA melalui penerapan model pembelajaran Savi (Somatis Auditori Visual Intelektual) pada siswa kelas III SDN Pesanggrahan 02 kota Batu / Evi Aulia Rizka Penerapan model pembelajaran learning cycle untuk meningkatkan aktivitas da hasil belajar siswa kelas V SDN Karangbesuki 4 Malang materi pokok sifat-sifat cahaya / Erni Pujayanti Penerapan bermain label untuk meningkatkan kemampuan membaca awal anak kelompok A di TKN Pembina 3 Malang / Chicha Henny Damayanthi Penerapan model pembelajaran sains teknologi masyarakat untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V di SDN Bumiayu 3 Kecamatan Kedungkandang kota Malang / Eva Chandra Qodarsih Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV B di SDN Bareng 1 Kecamatan Klojen kota Malang / Arif Budi Saputra Penerapan model pembelajaran make a match untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Kromengan 02 Kabupaten Malang / Noviana Maulidina Implementasi model peta konsep (Concept Mapping) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III pada pembelajaran PKn di SDN Pandanwangi 4 kota Malang / Diana Saridewi Penerapan permainan outbound untuk meningkatkan proses dan hasil belajar dalam tema kerjasama siswa kelas I SDN Bareng 5 Malang / Suci Wilujeng Widiati Penerapan model quantum writing untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi pada siswa kelas IV A SDN Bareng I Malang / Heny Retnowati Pemanfaatan media lingkungan sekitar pada penjumlahan dan pengurangan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas I SDN Ketawanggede 1 kota Malang / Khusnul Khotimah Meningkatkan keterampilan berbicara melalui metode role playing pada siswa kelas III SDN Turi 01 Kodya Blitar / Ika Fitrikuslina Dewi Penerapan pembelajaran kooperatif model two stay two stray untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV di SDN Bareng 5 Malang / Rica Indriani Penerapan pembelajaran tematik untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas II tema lingkungan SDN Pandanwangi 04 Kecamatan Blimbing kota Malang / Rohmatul Maulidiah Penerapan model pembelajaran cooperative integrated reading and composition (CIRC) untuk meningkatkan kemampuan menemukan kalimat utama pada siswa kelas IV SDN Karang besuki IV kota MAlang / Nurul Khoiriyah Penerapan model pembelajaran the power of two untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS pada siswa kelas IVA SDN 1 Moyoketen Kabupaten Tulungagung / Septin Dwi Elianasari

716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737

Metode pembelajaran image streaming untuk meningkatkan kemampuan mengarang bahasa Indonesia pada siswa kelas V SDN Tulus Rejo 2 MAlang / Mochammad Hedi Prasetyo Penerapan model pembelajaran salingtemas untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Karangbesuki 4 Malang / Devi Pratiwi Penerapan pembelajaran kooperatif problem posing untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Jatimulyo 1 Malang pada mata pelajaran IPS / Vicky Dwi Wicaksono Penerapan model quantum learning untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V SDN Turus Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri / Hanik Aida Penggunaan media audio visual untuk meningkatkan aktivitas dan kemampuan siswa dalam menyimak bahasa Indonesia di kelas V SDN Bareng 5 Malang / Listiana Penerapan model problem solving untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas V SDN Tulusrejo 02 Malang / Gita Septyanna Wulandari Penerapan model talking stick untuk meningkatkan keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas V SDN Jatimulyo 1 kota Malang / Putri Dwi Cahyaningsih Penerapan model pembelajaran arias untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa IIIA SDN Purwantoro 2 kota Malang / Rifqi Dian Agustin Pemanfaat benda-benda di lingkungan kelas untuk meningkatkan hasil belajar menggambar ekspresi siswa kelas 2 SDN Kasin MAlang / Winda Dyah Puspitasari Penerapan model project-based learning untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Ketawanggede 2 Malang / Dewi Nofita Sari Penerapan model pembelajaran guided note talking (GNT) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Bareng 3 Malang / Arini Ilma Pebelajaran konseptual dan prosedural untuk meningkatkan hasil belajar penjumlahan pecahan siswa kelas IV SDN Kasin Malang / Aulia Eva Penerapan model pembelajaran controversial issues untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS siswa kelas IVB di SDN Kasin kota MAlang / Novita Verdiantika Penerapan SQ3R untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V di SDN Ketawanggede 2 MAlang / Fitri Setyorini Penerapan model inductive thinking untuk meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa kelas IV SDN Ketawanggede 2 Malang / Risma Lusi Santi Penerapan model sinektik untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS kelas V SDN Ketawanggede 2 Malang / Suhartini Penerapan model inductive thinking dengan menggunakan kliping untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Ketawanggede 2 kota Malang / Nirmala Puspita Sari Penerapan permainan kooperatif untuk meningkatkan kmampuan sosial emosional anak TK Kelompok A di TK Dharma Wanita Persatuan Sengkaling / Sulistyowati Penerapan model think pair share (TPS) untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas V SDN Sedayu 03 Kecamatan Turen Kabupaten Malang / Ana Najmatul La'ali, Penggunaan movie media untuk meningkatkan kemampuan memerankan tokoh drama siswa kelas 5 SDN Genukwatu II Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang / Kiki Ratnaning Arimbi Penerapan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV semester II SDN Merjosari 1 Malang / Eka Setiawati Penerapan permainan scrabble untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN Sukolilo no. 250 Kecamatan Bulak Surabaya / Nur Hijratul Laili

738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753

754

755

756 757 758

Meningkatkan keterampilan menulis berita melalui menyimak rekaman berita radio di kelas V SDN Kamulan 02 Kabupaten Blitar / Novialita Angga Wiratama Penerapan model cooperative integrated reading and composition untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas V SDN BAndungrejosari 1 Malang / Dewi Fensiska Mardiah Penerapan teori bruner untuk meningkatkan hasil belajar keliling bangun datar pada siswa kelas III SDN Kauman 3 Malang / Cholilatuz Zahroh Penerpan model numbered head together untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Pasanggrahan 02 kota Batu / Vita Dwi Agustina Penggunaan permainan tebak misteri untuk meningkatkan kemampuan menulis deskripsi siswa kelas III SDN Bareng 3 Malang / Lailaturrohmatin Penerapan model learning cycle untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas IV SDN Jatimulyo 01 Malang / Hariza Penerapan teknik pembelajaran mind map untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Pisang Candi 3 kota Malang / Yuli Tulistiyani Penerapan pendekatan pemecahan masalah untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas IV dalam menyelesaikan soal cerita di SDN Bareng 01 Klojen kota Malang / Mike Irawati Penerapan pendekatan quantum learning untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV A SDN Bareng 01 kota Malang / Dwi Ana Lestari Penerapan model pembeljaran advance organizer untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPS di SDN Karangbesuki 01 Kecamatan sukun kota Malang / Novalina Eka Hapsari Meningkatkan keterampilan menulis narasi non fiksi melalui model pembelajaran quantum learning siswa kelas IV SDN Sukorejo 3 kota Blitar / Ihda Hasniah Yulisa Penerapan model peta konsep untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas IV SDN Mojosari Kabupaten Malang / Dimas Kusuma Dyan Pamungkas Meningkatkan hasil belajar PKn melalui metode simulasi sosial pada siswa kelas V SDN Turi 1 kota Blitar / Devi Dwi Wulandari Penerapan model cooperative script untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV SDN Kebonagung 06 Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang / Trias Indiantika Penerapan model group investigation untuk meningkatkan pemebelajaran IPA siswa kelas V SDN Kidul Dalem 2 Malang / Dedik Setiyo Winoto Penerapan pendekatan science environment technology society (SETS) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Selorejo Tulungagung / Ika Diana Tristanti Penerapan model pembelajaran student facilitator and explaining (SFAE) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Merjosari 1 Malang pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan / Putri Mahanani Penerapan model pembelajaran giving question and getting answer untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Kidul Dalem 2 Kecamatan Klojen kota Malang / Rizki Yusuf Hidayat Meningkatkan hasil belajar matematika materi luas bangun daftar melalui model pembelajaran think pair share pada siswa kelas III SDN Senden II Kabupaten Kediri / Titis Andestya Furinda Penerapan pembelajaran berprogram untuk meningkatkan hasil belajar pendidikan kewarganegaraan pada siswa kelas IV SDN Karangtengah 1 kota Blitar / Dewi Sanianti Penerapan model POE (Predict. Observe, explain) untuk meningkatkan pembelajaran IPA

759 760

761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771

772

773

774 775 776 777 778

siswa kelas III SDN Karangbesuki 4 Malang / Setyaningtyas Wahyu Nugraheni Pemanfaatan media animasi audio visual untuk meningkatkan keterampilan menyimak cerita anak pada siswa kelas V SDN Bareng 4 Malang / Lina Rohma Yunita Penggunaan permainan kartu bilangan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar penjumlahan bilangan dua angka pada siswa kelas I SDN Turupinggir II Megaluh Jombang / Endi Pertama Putra Penerapan strategi direct reading thinking activities (DRTA) untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dalam pembeljaran bahasa Indonesia siswa kelas V SDN Kasin Malang / Yuni Sulistiyowati Penerapan pendekatan whole language untuk meningkatkan kemampuan membaca cerita pada siswa kelas V SDN Bareng 4 Kecamatan Klojen kota Malang / Putri Manggiasih Penerapan model picture and picture untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Gampingan 01 Pagak / Dewi Diansari Meningkatkan pembelajaran IPA melalui pendekatan CTL pada siswa kelas V SDN Panggungrejo kota Pasuruan / Panji Kusumah Meningkatkan hasil belajar PKn melalui metode role playing di kelas IV SDN Ardirejo 3 Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang / Ita Afni Mubalihah Pemanfaatan surat kabar sebagai media media pembelajaran IPS untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV di SDN Pandanwangi 4 Malang / Agus Irawan Meningkatkan kemampuan operasi hitung satuan waktu melalui model think pair share dengan bermain kartu bilangan pada siswa kelas V SDN Galih II / Linawati Penerapan model pembelajaran team games tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada pembelajaran IPS di SDN Jatimulyo 1 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / Dwi Mariza Mustikasari Pemanfaatan media rekaman televisi untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III di SDN Kiduldalem 2 Malang pada mata pelajaran IPS / Mahallisa Dyah Pristanti Penerapan model pembelajaran talking stick untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas IV SDN 2 Pringapus Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek / Winda Sustyanita Mutarto Penerapan model pembelajaran preview, question, read, reflecty, recite, review (PQ4R) pada pembelajaran _PKn untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa kelas III SDN Rangge Pasuruan / Novi Prabawanti Implementasi model LRD (Listen-Read-Discuss) untuk meningkatkan keterampilan berbicara dalam pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN Sumbersari 2 Malang / Yusni Dian Rakhmawati Penerapan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir (SPPKB) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA kelas III di SDN Ketawanggede 2 Malang / Ira Indrianika penggunaan media abakus (dekak-dekak) untuk meningkatkan kemampuan "menyelesaikan soal pengurangan dua bilangan dengan meminjam" pada siswa kelas 2 SDI Nurul Izzah Kota Malang / Dewi Kinanti Puspasari Penerapan model guided note taking untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IVB SDN Tanjungrejo 5 Malang / Lita Kristiani Upaya meningkatkan pembelajaran IPA melalui model somatic auditory visualization intellectualy pada siswa kelas V SDN Sumberagung I Kecamatan Plosoklaten / Amalia Rohmatu Mafida Pendekatan pemecahan masalah untuk meningkatkan kemampuan operasi hitung campuran pada siswa kelas V SD / Sri Hartatik Meningkatkan kemampuan memahami isi bacaan melalui penerapan teknik guided reading

779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794

795 796 797

798

pada siswa kelas IV SDN Toyomarto 02 Kecamatan Singosari / Novi Mauludyah Penerapan permainan pita bilangan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas V SD Hasanuddin Dilem 02 Kepanjen / Alfiah Penerapan model pembelajaran inkuiri untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas V MI. Roudlotul Falah Rembang Pasuruan / Siti Khasbiah Penggunaan saringan eratosthenes untuk meningkatkan hasil belajar bilangan prima di kelas IV SDN Bareng V Kota Malang / Tutik Hariati Penerapan metode karya wisata untuk meningkatkan kemampuan menulis laporan kunjungan siswa kelas VA SDN Ketawanggede I / Ayu Artika Putri Penggunaan pembelajaran pemecahan masalah yang berorientasi pada Polya untuk meningkatkan prestasi belajar matematika pokok bahasan FPB siswa kelas IV SDN Ngeni 06 Kabupaten Blitar / Triya Manika Putra Penerapan model sains teknologi masyarakat (STM) untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Tanjungrejo 2 Malang / Dita Ayu Putri Permatasari Penerapan model pembelajaran literasi draf berulang untuk meningkatkan hasil belajar menulis karangan narasi siswa kelas IV SDN Tulusrejo 2 Malang / Ainul Fatiyah Pemanfaatan bahan alam untuk meningkatkan kemampuan mencetak timbul siswa kelas II SDN Karangbesuki 1 Sukun Malang / Fadilla Zuhria Prista Penerapan pengelolaan kelas model meja kelompok formasi corak tim untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Arjosari 1 Kabupaten Pasuruan / Septi Anjarsari Rakhman Penggunaan mind map (peta pikiran) untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas V SDN Bareng 5 Malang / Oktoyuana Hardian Perwitasari Penerapan model pemerolehan konsep untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV di SDN Purwodadi 1 Malang / Saeful Mizan Penerapan model quantum writing untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis karangan deskripsi di kelas V SDN Tulusrejo 2 Malang / Wahyu Krismayanti Meningkatkan hasil belajar IPS dengan menerapkan model pembelajaran peta konsep pada siswa kelas V MI Roudlotul Banat Sladi Kejayan Pasuruan / Riris Lailiyah Penerapan model course review horay (CRH) untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Merjosari 1 Malang / Lika Pratiwi Penggunaan media audio rekaman untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas V SDN Bareng 4 Malang / Rita Indayati Pemecahan masalah strategi heuristik I untuk meningkatkan hasil belajar penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat siswa kelas IV SDN Jatimulyo 01 Malang / Luluk Wahyuning Okfitasari Penerapan pendekatan konstruktivisme dengan media lingkungan sekitar untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas IV SDN Ampelgading 3, Blitar / Mira Puspita Candra Dewi Penerapan model pembelajaran inside outside circle (IOC) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas 5 SDN Ketawanggede 2 Kota Malang / Rizky Hanifudin Penggunaan model in other people's shoes Peter McPhail untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas IV SDN 1 Serut Kabupaten Tulungagung / Eka Yuliana Sari Penggunaan media audio visual pada model pembelajaran student facilitator and explaining (SFAE) untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Bareng 4 Kecamatan Klojen Kota Malang / Fiky Zuliana

799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820

Penerapan model pembelajaran learning cycle untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA kelas V di SDN Kasin Malang / Unsa Amiroh Penerapan pemecahan masalah matematika yang berorientasi pda Polya untuk meningkatkan hasil belajar pengukuran siswa kelas IV di SDN Sumbersari 06 Kabupaten Blitar / Rurin Usnawati Implementasi model cooperative integrated reading and composition (CIRC) untuk meningkatkan pembalajaran IPA siswa kelas V SDN Bareng 5 Malang / Luthfi Muthmainah Penerapan model pembelajaran Addie untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV A SDN Pendem 02 Kecamatan Junrejo Kota Batu / Avis Nurtyaningsari Penerapan model two stay two stray (TSTS) untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Tulusrejo 2 Malang / Nety Agustin Walantika Penerapan media neraca bilangan untuk meningkatkan hasil operasi perkalian pada siswa kelas II SDN Bugul Lor Pasuruan / Ika Nur Hidayah Penerapan model eksperimen untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V SDN Randuagung 02 / Sarini Upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA melalui model jigsaw pada siswa kelas V SD Negeri Latek Bangil tahun pelajaran 2010/2011 / Silfia Safriani Penerapan model student team achievement division (STAD) untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Jimbaran III Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan / Dedy Dwi Wahyudi Penerapan model learning cycle untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi pokok posisi bulan bagi siswa kelas IV SDN Pisang Candi 2 Malang / Dian Risa Pratiwi Penerapan pendekatan problem posing untuk meningkatkan kemampuan mengukur panjang dengan satuan tidak tentu siswa kelas IV SDN Ketawanggede 2 Malang / Sukma Jati Raras Penerapan permainan kata berantai untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang harga diri pada PKn kelas III SDN Banjararum 03 Malang / Sulicha Penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas IV di SDN Parasrejo II Pohjentrek Pasuruan / Dwi Andriani Diah Ayu Permatasari Penerapan model permainan puzzle, hangman dan bingo untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas IV SDN Pagentan 01 Singosari / Warnindah Penerapan model two stay two stray (TSTS) untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran dan pemahaman cerita anak pada siswa kelas V SDN Ngijo 01 Karangploso Malang / Miftachul Ulum Penerapan model pembelajaran inside outside circle (IOC) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Purwantoro 2 Malang / Dyah Rismawanti Penerapan model reciprocal teaching untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V SDN Pisang Candi 2 Kota Malang / Ericha Ayu EW. Penerapan model talking stick untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas V SDN Tanjungrejo 2 Malang / Dwi Enggar Septiyani Penggunaan permainan tradisional pasaran untuk meningkatkan penguasaan konsep jual beli siswa kelas III SDN Bareng 1 Malang / Dwi Handayani Penerapan strategi language experience approach (LEA) untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan sederhana di kelas III SDN Tanjungrejo 2 Kota Malang / Aulia Rohmawati Penerapan model pembelajaran problem based introduction (PBI) untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV di SDN Purwantoro 2 Kota Malang / Nora Muliyandari Penerapan model pembelajaran index card match untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Begendeng 3 Kabupaten Nganjuk / Gatut Saputro

821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842

Penerapan model kreatif produktif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Plosoharjo II Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk / Andra Dewi Lestari Pemanfaatan majalah dinding untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas IV di SDN Bareng 4 Kecamatan Klojen Kota Malang / Nury Yuniasih Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah melalui model Polya pada materi pecahan siswa kelas IV SDN Pisang Cansi 3 Kota Malang / Dwi Sudarsih Pemanfaatan media televisi untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas VA SDN Bareng 1 Kota Malang / Rizka Riana Penerapan model pembelajaran rotating trio exchange (RTE) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas V-A SDN Tanjungrejo 2 Malang / Reni Ika Puspita Sari Penggunaan media alphabet card untuk meningkatkan aktivitas belajar membaca siswa kelas I di SDN Arjosari 01 Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang / Anelia Yuniandari Penerapan model pembelajaran rotating trio exchange untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas 4 SDN Kidul Dalem 2 Kota Malang / Tito Santana Eriza Penerapan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas III SDN Pisangcandi 2 Malang / Nur Zubaidah Penerapan model pembelajaran VCT untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas IIIB pada mata pelajaran IPS di SDN Purwantoro 2 Kota Malang / Ratna Julianti Penerapan metode tanya jawab (question answer) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas V SDN Bareng 5 Malang / Nany Puspita Sari Penggunaan media batang cuisenaire untuk meningkatkan hasil belajar konsep penjumlahan pecahan siswa kelas IV SD Negeri Oro-oro Dowo Kota Malang / Rima Ernawati Penerapan model numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa kelas IIA SDN Kasin Malang / Ika Wahyu Septiana Penerapan model problem based learning (PBL) untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V SDN Plintahan II Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan / Pipit Mau Ria Penerapan model children learning in science (CLIS) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA siswa kelas V SDN BAndulan 4 Kota Malang / Ettik Irawati Penerapan model pembelajaran two stay two stray untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V SDN Tanjungrejo 2 Malang / Ning Wijaya Penerapan metode eksperimen dengan memanfaatkan barang bekas pada pembelajaran IPA untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Karang Pakis II Kabuh Jombang / Neni Widaryanti Meningkatkan hasil belajar melalui metode problem solving dalam pembelajaran IPS di kelas IV SDN Kotes 01 Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar / Erwin Putera Permana Penggunaan model pembelajaran guided note taking untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPS siswa kelas VC SDN Bareng 3 Kota Malang / Ardan Herenana Penerapan model pembelajaran problem solving untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Tempuran 1 Ngawi / Pratika Tungga Dewi Penerapan pembelajaran kooperatif tipe number head together (NHT) untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas V SDN Mlaten I Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan / Kurniawan Ujianegara Pemanfaatan obyek-obyek konkrit untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi bagi siswa kelas V SDN Jodipan Kecamatan Blimbing Kota Malang / Santi Sari Penerapan media piramida cerita untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas IV SDN Pagentan 05 Singosari / Frosriana Wahyu Wilujeng

843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863

Penerapan model pembelajaran demokratis berperspektif gender untuk meningkatkan hasil belajar PKn pada siswa kelas IV SDN Kesamben 06 Blitar / Dandik Dwi Yulistyawan Penerapan pembelajaran kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan hasil belajar IPS di SDN Pagentan 01 Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Dwi Cahyo Rini Penerapan origami untuk meningkatkan hasil belajar bangun ruang pada siswa kelas IV SDN Ketindan 04 Kabupaten Malang / Dyah Komalasari Penerapan model concept sentence untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas IV mata pelajaran IPS di SDN Lesanpuro III Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Wilhelma Fenanlampir Penggunaan permainan joepardy untuk meningkatkan kemampuan membuat pertanyaan tertulis pada siswa kelas III SDN Kedawungwetan IV Grati-Pasuruan / Ainur Syafrilia Meningkatkan pemahaman konsep menghargai keputusan bersama dalam pembelajaran PKn melalui metode role playing siswa kelas V SDN Glangang I Malang / Erna Kusrini Penggunaan media gambar untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn materi cinta tanah air pada siswa kelas III SDN Pagar II Bangil Pasuruan / Wari Hermiati Penerapan pendekatan whole language dengan teknik reading alouds untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas I SDN Kejayan I Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Vivi Wijayanti Model pembelajaran kolaboratif tipe kooperatif learning dapat meningkatkan aktivitas belajar dan berbicara siswa kelas V SDN Bantur Malang / Eni Nur Afidah Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan aktivitas kinerja siswa dalam menggunakan pesawat sederhana di kelas V SDN Pagentan 1 Singosari / Catur Rini Sukmawati Penerapan model inkuiri untuk meningkatkan pemahaman konsep pengaruh perubahan lingkungan fisik terhadap daratan pada siswa kelas IV SDN Bumiayu 3 Malang / Indah Siatin Penerapan strategi pair check dengan menggunakan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan mengarang siswa kelas III SDN Pagentan 05 Singosari / Nurul Rahmawati Penggunaan model pembelajaran cooperative reading and composition (CIRC) untuk meningkatkan pemahaman isi bacaan kelas 3A SDN Kotalama 3 Malang / Ervinah Penerapan pendekatan komunikatif untuk meningkatkan kemampuan menulis naskah pidato pada siswa kelas VI SDN Tampung I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan / Diana Wahyuni Meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah pecahan melalui langkah-langkah Polya di kelas IV SDN Plinggisan Pasuruan / Desi Tri Handayani Penerapan model siklus belajar (learning cycle) untuk meningkatkan pembelajaran IPS siswa kelas V SDN Jimbaran I Puspo Kabupaten Pasuruan / Elok Dwi Isty Qomah Penerapan metode field trip untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas V SDN Bukir Pasuruan / Catur Rahayu Kurniawati Penerapan model numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan aktifitas kerja kelompok siswa kelas IV pada pembelajaran IPS SDN Manaruwi II Kecamatan Bangil / Ari Fachrudiana Penerapan media benda konkrit untuk meningkatkan kemampuan menulis kalimat sederhana siswa kelas II SDN Mendalanwangi 01 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Sri Wahyuni Penggunaan media solar sistem dan CD interaktif untuk meningkatkan hasil belajar mengidentifikasi sistem tata surya siswa kelas VI SDN Sumberoto 05 Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang / Felina Devi Cacilia Penerapan metode pembelajaran PQ4R (preview, question, readm reflect, recite, review) untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VI SDN Klampis Ngasem IV/560 Surabaya

864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881

882 883

pada pokok bahasan benua / Leny Oktriana Penerapan cooperative learning tipe team game tournament untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SDN Pecalukan V Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan / Muh. Al Murtadho Penerapan pembelajaran kooperatif model STAD untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar materi listrik siswa kelas VI / Sunoto Penggunaan cerita di majalah anak untuk meningkatkan kemampuan membaca intensif dalam menyimpulkan cerita kelas V semester 2 SDN Karangbesuki 4 Malang / Indrawati Penerapan media flashcard untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas 1 SDLB Autis Laboratorium UM / Santi Penerapan strategy based student request dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN Rowogempol III Lekok-Pasuruan / Kasiyati Penggunaan media film dan video interaktif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran metamorfosis hewan di kelas IV SDN Sumbermanjingkulon 05 Kecamatan Pagak Kabupaten Malang / Dina Rosikkawati Penerapan model CTL dalam meningkatkan kemampuan membuat kalimat siswa kelas III SDN Wonoayu Wajak Malang / Dyan Faridha Penerapan model make a match untuk meningkatkan kemampuan melakukan pembagian pada siswa kelas III MI Miftahul Huda Gerongan Kraton Pasuruan / Robiatul Adawiyah Pemanfaatan pelepah dalam pembelajaran seni rupa untuk meningkatkan kemampuan berkarya seni mencetak timbul siswa kelas II SDN Merjosari 1 Malang / Carina Tania Astuti Meningkatkan hasil perkalian bilangan cacah dengan media kantung bilangan di kelas IV SDN Puspo IV Kecamatan Puspo / Na'imah Penerapan model make A match untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas V SDN Pandanwangi 04 Malang / Dwi Retnowati Penerapan pendekatan discovery untuk meningkatkan pembelajaran IPA di kelas IV SDN Pandanwangi 04 Kecamatan Blimbing kota Malang / Friska Ayu Nurawati Implementasi model CLIS (Children Learning in Science) untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V SDN dukuh II Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri / Mifta A. Yunita E.A. Meningkatkan keterampilan menyimak mellui media rekaman tayangan berita pada siswa kelas V SDN 1 Sobo Kabupaten Trenggalek / Yudista Patriat Budi Penerapan model kooperatif tipe stad untuk meningkatkan prestasi belajar pecahan siswa kelas V SDN Pandanrejo 1 Kecamatan Wagir Kabupaten Malang / Sri Ramai Penerapan pembelajaran kontekstual dengan menggunakan model numbered heads together (NHT) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Ketawanggede 2 Malang / Wibi Gilang Saputro Meningkatkan pembelajaran IPA menggunakan pendekatan contextual teaching and learning siswa kelas VB SDN Madyapuro 4 Kecamatan Kedungkandang kota Malang / Paulina Karam Penerapan model pembelajaran scramble untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VA pada mata pelajaran PKn SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang kota Malang / Febri Belandina Lay Penerapan model problem based learning (PBL) untuk meningkatkan pembelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Madyopuro 3 Kecamatan Kedungkandang kota Malang / Ebti Lusiana Dumgair Upaya meningkatkan pembelajaran IPA menggunakan model problem based instruction (PBI) siswa kelas IV SDN Madyopuro V Kecamatan Kedungkandang kota Malang / Lisa Sedubun

884 885 886 887 888

889

890

891

892

893

894 895 896 897 898 899 900 901 902

Pemanfaatan metode drill untuk meningkatkan apresiasi puisi pada siswa kelas IV c SDN Klojen kota Malang / Markus Marthen Djontar Penerapan model pembelajaran clis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Pisangcandi II malang / Akbar Tanjung M. D. A. Penerapan pembelajaran model problem based instruction (PBI) untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Madyopuro 5 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Fedelfina Djabumir Penerapan model advance organizer untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas V SDN Lesanpuro I Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Windasari Waly Penerapan model pembelajaran SAVI untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IVA pada mata pelajaran PKn SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Lencie Kilikily Penerapan model pembelajaran assure pada mata pelajaran IPS untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belakar siswa kelas V SD Negeri Sukoharjo 2 Kota Malang / Muhammad Amin Yusuf Penerapan model pembelajaran telaah yurisprudensi inquiri untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPS SDN Sukoharjo 2 Kota Malang / Husin Voth Penerapan model pembelajaran deep dialogue untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Madyopuro II Kecamatan Kedungkandang kota Malang / Siti Kunut Goulap Penerapan model induktif kata bergambar untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi di kelas IV SDN Kauman II Kecamatan Klojen kota Malang / Moh. Ramli Daeng Parany Penerapan model pembelajaran ADDIE untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VA mata pelajaran IPS SDN Madyopuro 1 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Rika Sonya Malagwar Penerapan model pembelajaran modification of resiprocal teaching untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Tawangargo 02 Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang / Ike Maulida Andini Penerapan metode inkuiri sosial untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn di kelas IV SD Negeri Sukoharjo 2 Kota Malang / Nasrum Lagulagu Penerapan model pembelajaran advance organizer untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Madyopuro III Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Rugaya Al-Mahdaly Penerapan model CTL untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Kauman 2 Kecamatan Klojen Kota Malang / Adrianus Seridity Penerapan model round club untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn pada siswa kelas IV SDN Madyopuro 4 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Agustina Oratmangun Penerapan snowball throwing untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas IV SDNU Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan / Nafisah Penerapan model pembelajaran apresiasi seni melalui telaah karya (ASMTK) untuk meningkatkan kemampuan mengapresiasi karya seni rupa pada siswa kelas V SDN Subersari II malang / Aditya Dwi Hanggara Penerapan teori J. Bruner untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pengurangan pecahan siswa kelas V SDN Tanjungrejo 5 Malang / Nanik Suryaningsih Penerapan model investaigasi kelompok untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas V SDN

903 904 905 906 907 908 909

910 911 912 913 914 915 916 917

918 919 920

921

Suwayuwo I Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan / Ninik Fatmawati Penggunaan model pembelajaran learning cycle dan peta konsep untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA kelas IV SDN Oro-oro Pule Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Ika Puji Lestari Penerapan model pembelajaran addie untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV di SDN Madyopuro 3 Kota Malang / Edita Laian Penerapan metode reflektif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Madyopuro 3 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Angrita Winda Septory Penerapan model pembelajaran short card untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV pembelajaran IPA materi gaya di SDN Oro-oro Pule / Dody Hariyanto Penerapan metode demonstrasi menggunakan kartu bilangan bulat untuk meningkatkan hasil belajar matematika dalam menyelesaikan penjumlahan bilangan bulat pada siswa kelas IV SDN Kebotohan Pasuruan / Ruri Ayu Widowati Penerapan model mind mapping untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SDN Pagentan 01 Singosari / Ravita Hadi Ayuningwulan Penerapan model pembelajaran debat untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada matapelajaran PKn siswa kelas V SDN Lesanpuro 1 Kedungkandang Kota Malang / Nurhayati Rumakey Penerapan model pembelajaran problem solving untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas III SDN Lesanpuro I Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Jamina Limau Penerapan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pembelajaran IPA di kelas V SDN Madyopuro 3 Kota Malang / Syamsia Siwa Siwan Penerapan model think talk write IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Madyopuro 2 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Siti Kumala Sari Djilfufin Penerapan model group investigation untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran IPS SDN Lesanpuro 3 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Juliana Fasse Penggunaan media gambar dan kartu kata untuk meningkatkan kemampuan menulis kalimat pada siswa kelas 1 SDN Pagentan 01 Singosari Kabupaten Malang / Eka Agustina Penerapan model pembelajaran peta konsep untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas Vd SDN Madyopuro 1 Kota Malang / Diana Resikahil Penerapan pendekatan STM untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Kedungringin II Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan / Siti Riyadah Penggunaan model TGT (teams Games Tournament) untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas V dalam pembelajaran IPA di SDN Sukoharjo I Kecamatan Klojen Kota Malang / Stevianus Laiyan Penerapan model pengajaran langsung setting berkelompok untuk meningkatkan hasil belajar keliling dan persegi panjang siswa kelas IIIb SDN Lesanpuro 3 Malang / Berlinda Ngoranmele Penerapan pakem untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pengubinan kelas V SDN Bedalisodo 04 Wagir Malang / Evi Trissyawati Penerapan model pembelajaran problem based instruction (PBI) untuk meningkatkan hasil belajar penjumlahan pecahan siswa kelas IV SDN Madyopuro 3 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Rembulan Parsin Penerapan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan bercerita dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas III SDN Madyopuro 5 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Wehelmina Kauy

922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943

Penerapan model pembelajaran TPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V mata pelajaran IPS di SDN Klojen kota Malang / Ruben Yosua Siarukin Penerapan model pembelajaran langsung untuk meningkatkan hasil belajar bilangan romawi siswa kelas IV SDN Lesanpuro 1 kota Malang / Rahayu Iskandar Penerapan model pembelajaran STAD untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA kelas IV SDN Wirogunan Kota Pasuruan / Icca Nurika Lalita Penerapan problem solving model polya untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah matematika tentang pecahan siswa kelas IV SDN Jugo 05 Kabupaten Blitar / Amalya Intan Pusfica Dewi Penerapan model pembelajaran group resume untuk meningkatkan hasil belajar PKn di kelas IV SDN Madyopuro II Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Habida Tuburpon Penggunaan model picture and picture untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Gadingkulon 03 Dau Malang / Erva Wulandari Penerapan pendekatan pemecahan masalah heuristik 1 untuk meningkatkan hasil belajar pengurangan bilangan bulat kelas IV SD / Ririn Tri Setyaningtyas Anggraini Penerapan model pembelajaran STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV mata pelajaran PKN di SDN Lesanpuro 3 Kota Malang / Epi Yuni Badelwair Penerapan teknik permainan bahasa crossword untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi di kelas IV SDN Madyopuro 5 Kecamatan Kedungkandang kota Malang / Tina Wamona Penerapan model interaktif untuk meningkatkan pembelajaran IPA pada siswa kelas IV SDN Madyopuro 4 kota Malang / Yusmiati Maigoda Penerapan model pembelajaran talking stick untuk meningkatkan aktivitas belajar IPS siswa kelas IV SDN Sidorejo 01 Kecamatan Doko Kabupaten Blitar / Rifi Astuti Widyaningrum Penerapan model complete setence berbasis gambar untuk meningkatkan kemampuan mendeskripsikan benda siswa kelas II SDN Karang Besuki 01 kota Malang / Yuliawati Ma'sum Penerapan model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Madyopuro 4 kota malang pada mata pelajaran IPS / Sarah Karatem Penerapan model jigsaw untuk meningkatkan pemahaman belajar siswa tentang globalisasi di kelas IV SDN Kauman 2 Kecamatan Klojen Kota Malang / Mesak Apalem Penggunaan model pembelajaran eksperimen untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Klinter Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan / Realita Mitayani Penerapan the power of two strategy untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Sukoharjo II Kecamatan Klojen Kota Malang / Muharam Wahkofan Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran IPA melalui model discovery siswa kelas IV SDN Lesanpuro 3 Kota Malang / Oktovina Desnam Penerapan model think pair share untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas V SN Lesanpuro I Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Nur Ulfa Aplikasi model mind mapping berbasis eksperimen untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV-B di SDN Klojen Kota Malang / Mohamad Fadli Fauzi Renyaan Meningkatkan hasil belajar IPS melalui media gambar pada siswa kelas II SDN Turi 1 Kota Blitar / Umi Nikmatu Rohmah Penerapan model pembelajaran team assisted individualization (TAI) untuk meningkatkan pembelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V SDN Purworejo 1 Tulungagung / Yunia Mikawati Implementasi model pembelajaran direct instruction (DI) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Lesanpuro III Kecamatan Kedungkandang Kota Malang

944 945 946 947 948 949 950

951

952 953 954 955 956

957 958 959 960 961 962 963

/ Sofiana Leisubun Penerapan model think talk write (TTW) untuk meningkatkan ketrampilan menulis pengumuman pada siswa kelas IV SDN Madyopuro 4 di Malang / Oktovina Pupupin Penerapan model deep learning untuk meningkatkan hasil pembelajaran IPS siswa kelas III SDN Lesanpuro 3 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Lodia Wayerjuari Penerapan model contextual teaching and learning (CTL) untuk meningkatkan pembelajaran IPS siswa kelas III E MIN Malang I / Mutik Atul Khoiriyah Pemanfaatan media visual interaktif untuk meningkatkan hasil belajar pecahan siswa kelas V SDN Gedangan 03 Kabupaten Malang / Frandhica Wahyu Ardhianto Penerapan strategi direct reading thinking activities untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn bagi siswa kelas III SDN Sumbersari II Malang / Nimas Embun Pratiwi Penggunaan media poster untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kels V SDN Sumbersari 2 Malang / Reni Puspitasari Penerapan strategi pembelajaran think talk write untuk meningkatkan aktivitas dan hail belajar PKn siswa kelas IV SDN Madyopuro 3 Kec. Kedungkandang Kota Malang / Siti Hajar Sangaji Penerapan model power teaching dan cooperative script untuk meningkatkan keterampilan menulis bahasa Indonesia dalam meringkas isi wacana cerita kelas V SDN Ketawanggede I Kota Malang / Mertha Tyananda Putri Penerapan model cooperative integrated reading and composition (CIRC) untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam memahami isi wacana bahasa Indonesia kelas V SDN Kiduldalem I Kota Malang / Brampi Djukut Meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika siswa kelas IV SDN 3 Pancor melalui pendekatan realistik / Suaibun Penerapan model pembelajaran elaborasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV mata pelajaran PKn SDN Madyopuro II Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Usia Faifet Penerapan permainan kartu domino pecahan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar perkalian pecahan siswa kelas V SDN Oro-Oro Dowo Malang / Herlina Niraningtiyas Penerapan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan keterampilan berbicara dan hasil belajar bahasa Indonesia pada siswa kjelas V SDN Jugo 02 tahun pelajaran 2010-2011 / Agus Devid Elfaidin Penerapan pembelajaran kooperatif model stad dengan teknik perkalian nappier untuk meningkatkan hasil belajar matematika tentang perkalian pada siswa kelas II SDN Kebonsari 4 kota Malang / Luluk Anida Penggunaan teori belajar Van Hielle untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang geometri di kelas 3 SDN Lesanpuro 2 Kota Malang / Agus Supriyono Penerapan permainan jari-jari tangan untuk meningkatkan hasil belajar perkalian bilangan cacah siswa kelas IV SD Negeri Minggir Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan / Nur Lailiyul Mualudiyah Penerapan model permainan mencari pasangan dalam meningkatkan pemahaman konsep IPS di kelas V SDN Tumpang 04 / Dwi Cahyono Penerapan metode mind mapping untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa kelas V SDN Purwantoro 02 Malang / Bayu Dwi Septiawan Penggunaan media macromedia flash professional 8 untuk meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas VI SDN Tunjungsekar 1 Malang / Wildan Akhsana Penggunaan media batang pecahan untuk meningkatkan hasil belajar matematika kelas IV di SDN Kidul Dalem 2 Kota Malang / Wheny Churnia Ningsih A.

964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984

Penggunaan media benda konkrit untuk meningkatkan pembelajaran siswa kelas IV tentang gaya di SDN Rampal Celaket 2 Malang / Erna Juwariyah Penerapan strategi bertanya dengan media gambar untuk meningkatkan pemahaman tentang pengaruh lingkungan fisik terhadap daratan pada siswa kelas IVB SDN Kandangan III/621 Surabaya / Ahmad Murdi Penerapan model pembelajaran assure untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran PKn SDN Madyopuro 3 kota Malang / Ludia Kailem Penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi di kelas IV SDN Madyopuro 2 Malang / Maya Matruty Penggunaan timbangan kodok untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi pokok pengukuran berat bagi siswa kelas III MI Al-Hamidiyah Gondangwetan Pasuruan / Nur Aini Penerapan pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V di MI Mifthaul Huda Pohjentrek Pasuruan / Nur Yulianti Upaya meningkatkan pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN Bandungrejosari I Kota Malang melalui model Attention Relevance Confidance Satisfaction (ARCS) / Riyani Penerapan pembelajaran kooperatif model Think Pair Share (TPS) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Madyopuro II Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Endang Goulap Penerapan model pembelajaran Van Hiele untuk meningkatkan hasil belajar geometri di kelas V SDN Ranggeh Pasuruan / Deden Yunus Penerapan model pembelajaran concept attainment untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran PKn di SDN Madyopuro 3 Kota Malang / Saloy Rosina Taliak Penerapan model pembelajaran Dick and Carey untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPS kelas IV SDN Bandulan 5 Kecamatan Sukun Kota Malang / Ika Ayu Kumalasari Penerapan model pembelajaran Problem Based Introduction (PBI) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN Bareng 3 Kota Malang / Ferid Aquarista Penerapan strategi Graphic Organizer (GO) untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan siswa kelas IV SDN Purwantoro 2 Malang / Faizatul May Mahmudah Penggunaan media manik-manik untuk meningkatkan hasil belajar operasi penjumlahan bilangan bulat pada siswa kelas IV SDN Sidorahayu 04 Wagir Malang / Suryanto Penggunaan media gambar seri untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan pada siswa kelas IV SDN Sempalwadak Bululawang / Syaiful Amir Penerapan pendekatan discovery untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA konsep kenampakan bulan siswa kelas IV SDN Sukoharjo II Kota Malang / Mashuri Warat Penerapan contextual teaching and learning untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi bagi siswa kelas 5 SDN Ketawanggede 1 Kota Malang / Betty Rosmalina Pribadi Penggunaan strategi survey, question, read, record, recite, dan review (SQ4R) untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman di kelas V SDN Kasin Kota Malang / Riska Puspita Sari Penerapan model quantum learning untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPA di kelas V SDN Tulusrejo 02 Malang / Maya Puspita Indah Sari Penerapan model snowball throwing untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IVB SDN Tlogomas 02 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang / Wahyu Sri Indarti Penerapan pendekatan sains teknologi masyarakat untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Kebonsari 4 Kota Malang / Windra Septi Mulyanti

Penerapan model quantum teaching untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata pelajaran IPS kelas V MI Islamiyah Kebonsari Kota Malang / Evy Rosalina Susanti Meningkatkan prestasi belajar matematika tentang soal cerita dengan pemecahan masalah 986 model Polya siswa kelas III SDN Nglundo 1 Sukomoro / Gatot Subroto Penerapan model belajar investigasi kelompok (group investigation) untuk meningkatkan 987 pembelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Soso 03 Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar / Nining Ramadani Apriliana Penerapan pendekatan Somatic, Auditory, Visually, Intelectually (SAVI) untuk meningkatkan 988 hasil belajar operasi hitung campuran pada siswa kelas II SDN Sumbersari 2 Malang / Dian Puspitasari Penerapan pembelajaran model guided writing proces untuk meningkatkan keterampilan 989 menulis karangan narasi siswa kelas III di SDN Tulusrejo 2 Malang / Rozsaniar Prasti Eny Penerapan model pembelajaran Think Pair Share untuk meningkatkan keterampilan menulis 990 cerita siswa kelas III SDN Toyomarto 01 Singosari Kabupaten Malang / Rahmawati Penerapan skrip kooperatif untuk meningkatkan keaktivan dan hasil belajar dalam menyusun 991 percakapan pada siswa kelas VI SDN Jimbaran II Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan / Khafid Upaya meningkatkan keterampilan berbicara melalui kegiatan bercerita pada siswa kelas V 992 SDN Sibon II Kecamatan Pasrepan Kabupaten Pasuruan / Mujindra Novi Pratiwi Penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) untuk meningkatkan aktivitas dan 993 hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SDN Kasin Malang / Fitria Nurmala Dewi Penerapan model directive learning untuk meningkatkan kreatifitas dan hasil belajar PKn 994 siswa kelas V SDN Kedungkandang 1 Kota Malang / Sri Andayani Penerapan peta konsep untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V-A SDN 995 Tanjungrejo 2 Kota Malang / Siti Ana Misula Penerapan Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS 996 kelas VI SDN Pusungmalang Puspo Pasuruan / Eka Yessie Lovita M.S. Penerapan model quantum teaching rancangan tandur untuk meningkatkan hasil belajar siswa 997 kelas IV mata pelajaran IPS di SDN Madyopuro 2 Kota Malang / Ketsia Galanggoga Penerapan model pembelajaran peta konsep (concept mapping) untuk meningkatkan aktivitas 998 dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Nguling 3 Kabupaten Pasuruan / Nur Hidayat Penerapan model kooperatif tipe group investigation untuk meningkatkan aktivitas dan hasil 999 belajar IPS siswa kelas V SDN Madyopuro II Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Dorkas H. Gardjalay Penerapan model eksperimen untuk meningkatkan pembelajaran IPA pada siswa kelas V di 1000 SDN Kotalama 2 Malang / Sofya Aries Penerapan model kooperatif TAI (team assisted individualization) untuk meningkatkan 1001 aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV di SDN Purwantoro 2 kota Malang / M. Ali Ridlo S. Upaya meningkatkan kemampuan menentukan KPK dan FPB melalui pembelajaran 1002 matematika realistik pada siswa kelas IV SDN Lesanpuro 3 kota Malang / Didik Rohmani Prasetiawan Meningkatkan aktifitas dan hasil belajar IPS kelas IV SDN Madyopuro 5 Malang dengan 1003 menggunakan model pembelajaran problem basic intruction (PBI) / Yubelina Elsurun Penerapan Model quantum teaching untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS pada 1004 siswa kelas V SDN Madyopuro I Kecamatan Kedungkandang Kota Malang / Yermia M Laelaem 985

Penerapan model STAD untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pokok bahasan pecahan kelas IV SDN Ktawanggede I malang / Julis Yayah Rizki Penerapan model stad untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pokok bahasan 1006 koperasi kelas IV SDN Ketawanggede 1 Malang / Dedi Wahyudi Istanto Upaya meningkatkan prestasi belajar siswa pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan 1007 bentuk soal cerita melalui metode Polya kelas III SDN Lesanpuro I Kota Malang / Yuliana Torimtubun Penggunaan media peta untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V 1008 SDN Cemorokandang 3 Malang / Wahyu Triwidhianto Penerapan model example non example untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV 1009 SDN Madyopuro 5 Kota Malang / Albertina Marlay Penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw II untuk meningkatkan aktivitas dan hasil 1010 belajar IPA di kelas IV SDN Purwoasri 01 Kabupaten Malang / Faridha Susanti Penggunaan peta konsep untuk meningkatkan pemahaman konsep IPS siswa kelas V MI 1011 Darussalam Malang / Ismawati Penerapan metode eksperimen untuk meningkatkan prestasi belajar IPA tentag cahaya 1012 merambat lurus pada siswa kelas V di SDN Baturetno IV Kecamatan Singosari Kabupaten Malang / Sunarto Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dengan model Polya pada materi operasi 1013 hitung campuran siswa kelas III SDN Wirotaman 02 Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang / Harmawan Penerapan pembelajaran matematika realistik untuk meningkatkan kemampuan memahami 1014 konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat siswa kelas V SDN Kotalama 1 Malang / Galih Saputra Cahyaning Nugroho Penerapan model pembelajaran ADDIE untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS 1015 siswa kelas V-B SDN Madyopuro 4 Kota Malang / Anthonia Seltit Penerapan pembelajaran tematik untuk meningkatkan hasil belajar pengukuran berat siswa 1016 kelas III SDN Gondowangi 01 Kecamatan Wagir / Endang Rusnanik Penerapan model pembelajaran permainan scrabble untuk meningkatkan kualitas 1017 pembelajaran IPS siswa kelas IV SDN Karangbesuki 4 Kota Malang / Muhammad Sulton Penerapan model pakem untuk meningkatkan hasil blajar keliling dan luas bangun datar 1018 segitiga pada siswa kelas IV SDN Karangtengah I kota Blitar / Agustina Rahayu Permainan Kartu Acak untuk Meningkatkan Kosa Kata Anak Kelompok B TK Negeri 1019 Pembina I Kota Malang Penerapan pendekapan realistic mathematic education (RME) untuk meningkatkan 1020 pemahaman konsep bangun ruang pada siswa kelas IV SDN Mojokambang 1 Jombang / Henny Candrawati Meningkatkan ketrampilan menulis deskripsi melalui group field tour (GFT) pada kelas 5 1021 SDN Binangun 2 Kabupaten Blitar / Dian Andik Saputra Penerapan model inkuiri untuk meningkatkan kualitas belajar IPA pada siswa kelas 4 1022 gunungrejo 2 Singosari kabupaten Malang / Erwin Priandono Pembelajaran model polya untuk meningkatkan hasil belajar soal cerita siswa kelas 4 SDN 1023 Tanjungrejo 2 Malang / Rina Sulistyowati Penerapan model learning cycle berbantuan bahan manipulatif untuk meningkatkan hasil 1024 belajar keliling dan luas segitiga pada siswa kelas 4 SDN Kemirisewu 2 Pasuruhan / Farida Nur Rahman Pemanfaatan media audio visual untuk meningkatkan pembelajaran IPA pada siswa kelas V 1025 SDN Kemiriswu 2 Pasuruan / Junaedi Nugroho 1005

Penerapan model index card match untuk meningkatkan IPA pada siswa kelas IV SDN Tulusrejo 2 kota Malang / Alfan Yuniawan Meningkatkan hasil belajar matematika melalui model problem based larning )PBL) siswa 1027 kelas IV SDN Salamrejo Blitar / Gugi bagus Abimanyu Penerapan pendekatan heuristik IV untuk meningkatkan kemampuan siswa menyelesaikan 1028 masalah matematika klas V A SDN Penanggungan / Widawati Penggunaan model permainan berbasis teori dienes untuk meningkatkan pemahaman konsep 1029 perkalian pada siswa kelas II SDN Dadaprejo 01 Batu / Dwi Nastiti Lestari Penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning untuk meningkatkan 1030 pembelajaran IPA kelas III SDN Punten I kota Batu / Arline Oktavia Jaya Sari Penerapan model group investigation untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA 1031 siswa kelas V SDN Jabung 1 Kab. Malang / Dwi Setyo Muji Lestari Penerapan model pembelajaran inkuiri dalam meningkatkan hasil belajar menghitung luas 1032 bangun datar persegi panjang pada siswa kelas III SDN Maa'rif kota Blitar / Ninik Marya Ulfa Pemanfaatan media gambar untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi pada siswa kelas 1033 III SDIT Insan Permata Malang / Sri Handayani Penerapan model pembelajaran arias untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PKn 1034 siswa kelas VD SDN Kesatrian 1 kota Malang / Dian Prasma Anggraini Penerapan model group investigation untuk meningkatkan pembelajaran IPA kelas IV SDN 1035 Blayu 01 Kecamatan Wajak Kabupaten Malang / Citra Rusanti Penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe stad untuk meningkatkan aktivitas 1036 dan hasil belajar tematik pada siswa kelas II SDN Kemirisewu II Pasuruan / Eko Budi Santoso Penggunaan teknik permainan bahasa category bingo untuk meningkatkan kemampuan 1037 menulis puisi siswa kelas V di SDN Tumpakrejo 03 Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang / Harvey Agil Aprianto Penggunaan model kooperatif terpadu membaca dan menulis untuk meningkatkan 1038 keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas IV SD Srigading I / Rizky Budi Utami Penerapan model pembelajaran active learning untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar 1039 IPS pada siswa kelas IV SDN Tulusrejo 2 Kota Malang / Astri Yuanita Budiarti 1026