P. 1
Seminar GE

Seminar GE

|Views: 79|Likes:
Dipublikasikan oleh Djoefrei

More info:

Published by: Djoefrei on Apr 29, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

Seminar Asuhan Keperawatan pada klien An “A“ dengan gangguan sistem Gastrointestinal; Gastroenteritis di Instalasi Rawat Inap Anak

Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang tahun 2012. Arranged by : Afriansi Dwi Caroline Etty Riski Jupriansyah Lindo panduwinata Reffiya Gusmita Sandi Septiana Sri maryati

Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada Palembang 2012

Apa sih penyakit Gastroenteritis itu ?

Perhatikan Penjelasan Gastroenteritis Berikut 

Definis Gastroenteritis
– Gastroenteritis adalah inflamasi membrane mukosa lambung dan usus halus. Gastroenteritis akut ditandai dengan diare, dan pada beberapa kasus, muntah-muntah yang berakibat kehilangan cairan dan elektrolit yang menimbulkan dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit. (Lynn Betz,2009) – Diare adalah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dab lebih dari 3 kali pada anak, konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah atau darah saja. (Ngastiyah, Perawatan Anak Sakit, 2002 ). – Diare adalah keadaan di mana seorang individu mengalami atau beresiko mengalami defekasi sering dengan feses cair, atau feses tidak berbentuk. (Lynda Juall Carpenito, 2001).

Lambung ditempatkan dibagian atas abdomen sebelah kiri dari garis tengah tubuh. bagian tengah disebut yeyunum.  Usus besar terdiri dari segmen asenden pada sisi kanan abdomen. tepat di bawah diafragma kiri. lambung dan usus sampai anus. bagian bawah disebut ileum. Lambung adalah suatu kantung yang dapat berdistensi dengan kapasitas kira-kira ± 1500 ml. segmen transversum yang memanjang dari abdomen atas kanan ke kiri dan segmen desenden pada sisi kiri abdomen. yang jumlah panjangnya kira-kira dua pertiga dari panjang total saluran. Yang mana fungsinya mengabsorbsi air dan elektrolit yang sudah hampir lengkap pada kolon. anterior terhadap tulang punggung dan posterior terhadap trakea dan jantung .  Bagian sisa dari saluran gastrointestinal terletak di dalam rongga peritoneal.Anatomi Fisiologi  Saluran gastrointestinal yang berjalan dari mulut melalui esofagus. . Esofagus terletak di mediastinum rongga torakal. Untuk sekresi dan absorbsi. Bagian ujung dari usus besar terdiri dua bagian.  Usus halus adalah segmen paling panjang dari saluran gastrointestinal. Kolon sigmoid dan rektum kolon sigmoid berfungsi menampung massa faeces yang sudah dehidrasi sampai defekasi berlangsung. usus halus dibagi dalam 3 bagian yaitu bagian atas disebut duodenum.

antibiotika 4. Obat-obatan : zat besi. Malabsorbsi protein 3. Faktor makanan : makanan basi. Candida SPP. yaitu infeksi pada saluran pencernaan dan merupakan penyebab utama diare pada anak.Etiologi Etiologi dapat dibagi dalam beberapa faktor. Malabsorbsi lemak c). Faktor malabsorbsi a). Protozoa. Malabsorbsi karbohidrat b). alergi terhadap makanan 6. Faktor psikologis .Coli. yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan. Shigella SPP. broncopneumonia. Vibrio Cholera 2). Infeksi Jamur : Protozoa. Infeksi Bakteri : E. Post pembedahan usus 5. beracun. seperti OMA. Faktor infeksi a) Infeksi enteral. meliputi : 1). Entamoeba Histolityca b) Infeksi parental. Adenovirus 3). Infeksi Virus : Enterovirus. yaitu : 1. tonsilofaringitis. 2. Salmonella.

PATOFISIOLOGI  Diare disebabkan karena ketidaknormalan absorbsi air dan elektrolit. Mukosa usus pada anak kecil lebih permeabel dari pada anak yang lebih dewasa. Karena pada anak kecil dengan peningkatan osmolalitas menimbulkan diare. Diare dapat disebabkan karena proses patologik. banyak cairan dan elektrolit akan hilang pada anak yang lebih dewasa. . berkembang biak pada usus dan menempel pada mukosa usus serta melepaskan enterotoksin yang dapat menyebabkan penurunan kapasitas absorbsi cairan dan elektrolit. Proses ini disebut diare sekretorik. Organisme masuk pada mukosa epitel. Pada proses invasi dan pengerusakan mukosa usus. Transport air dan elektrolit ini terjadi di dalam sistem pencernaan meningkat pada usia anak – anak. Interaksi antara toksin dan epitel. usus menstimulasi enzim Adenilsiklase dalam membrane sel dan mengubah cyclic AMP yang menyebabkan peningkatan sekresi air dan elektrolit.

mengantuk 5. air mata kering. Turgor kulit kering. jari-jari sianosis 8. Nyeri perut. ubun-ubun cekung. Dehidrasi .Tanda Dan Gejala Tanda dan gejala yang biasa timbul pada penderita gastroenteritis adalah : 1. Nadi cepat dan lemah atau tidak teraba 6. Mata cekung. Suhu tubuh meningkat 2. membran mukosa kering. Pernafasan dalam dan cepat 7. mual dan muntah 3. Feses cair dan warna kuning kehijauan 4. distensi abdomen.

Renjatan hipovolemik Terjadi pada dehidrasi berat akibat kehilangan cairan yang besar. maka jantung akan bekerja lebih cepat. Hipokalemia Kalium rendah < 3.mol kehilangan air sama dengan kehilangan natrium. . biasa terjadi setelah intake cairan hipertonik selama diare. kembung.5. keletihan otot. seperti : 1. 2. Ileus paralatik terjadi karena kurangnya total kalium tubuh. dapat terjadi berbagai macam komplikasi. Kejang dan malnutrisi energi protein Dapat terjadi karena serum natrium > 165 m.Komplikasi  Sebagai akibat dari kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak. 3.

Pemeriksaan feses ( makroskopis dan mikroskopis ) : ditemukan kuman spesifik.00022. Analisa gas darah : base excess rendah 4.000/mm3 3. Pemeriksaan darah : leukositosis 13.Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan Diagnostik : 1. Pemeriksaan serum elektrolit : natrium dan kalium menurun . bila perlu dilakukan pemeriksaan biakan dan resistensi 2.

antipiretik *Untuk dehidrasi ringan sampai sedang. . *Bila diare disebabkan oleh bakteri/ parasit. maka terapi antibiotika diberikan. Obat-obatan : antidiare. cara memberikan cairan. rehidrasi dengan pemberian cairan intravena yang sesuai untuk mengkoreksi ketidakseimbangan yang spesifik . Ricelyte. anak diberi rehidrasi oral seperti : Pedialyte. antibiotika. atau Lytren untuk bayi dan anak yang masih kecil.Penatalaksanaan Medis *Prinsip utama penanganan Gastroenteritis adalah : 1. Pemberian cairan : jenis cairan. Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit 2. *Untuk dehidrasi berat. Mencegah penyebaran infeksi pada orang yang kontak dengan anak *Dasar pengobatan diare adalah : 1. antispasmolitik. Mengembalikan fungsi normal system pencernaan 3. Gatorade diberikan untuk anak yang lebih besar. jumlah pemberiannya disesuaikan dengan kebutuhan cairan per usia 2. Dietetik ( cara pemberian makanan) 3.

00 WIB Nama Jenis Kelamin Umur TTL BB Alamat Agama Pendidikan Anak ke Diagnosa : An. Kemas Ridho.00 WIB IDENTITAS PASIEN Tanggal pengkajian : 31 Maret 2012 Pukul: 14.ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN AN “A” DENGAN GANGGUAN SISTEM GASTROINTESTINAL: GASTROENTERITIS DI INSTALASI RAWAT INAP ANAK RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG 2012 Tanggal masuk : 30 Maret 2012 Pukul : 13. Kemas Ridho. “A” : Laki-laki : 1 4/12 tahun : 17 November 2010 : 10 kg : Jl. Lr Karya Bakti : Islam : Belum sekolah : 2 (dua) : Gastroenteritis sedang : Ny. Lr Karya Bakti : Ibu IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB Nama Umur Pekerjaan Alamat Hubungan dengan pasien . S : 24 tahun : IRT : Jl.

tapi tidak ada perubahan.S Muhammadiyah Palembang Sejak 3 hari lalu ibu klien mengatakan anaknya BAB cair 6x sehari. lalu ibu klien membawa ke PUSKESMAS terdekat. kemudian ibu klien membawa klien ke IGD R.RIWAYAT KESEHATAN Keluhan Utama : Ibu klien mengatakan BAB cair 6x sehari disertai lendir sejak 3 hari lalu Riwayat kehamilan dan kelahiran a) Prenatal: Ibu klien tidak pernah memeriksakan kandungannya selama kehamilan. Riwayat Kesehatan Lampau •Klien belum pernah menderita penyakit yang seperti ini sebelumnya •Klien belum pernah dirawat di R. dengan kehamilan 9 bulan 3 hari. b) Intranatal: Ibu klien melahirkan di bidan secara normal.S •Klien tidak mempunyai alergi obat Imunisasi : Lengkap . c) Postnatal: Bayi lahir selamat dengan berat 3 kg. Penanganan selama dirumah Selama dirumah klien hanya diberi air putih dan ASI. Alasan berobat ke R.S Muhammadiyah Palembang. panjang 42 cm dan lingkar kepala 40 cm.

o o o o o Pola nutrisi: Makanan yang disukai Selera makan Alat makan yang dipakai Pola makan/ hari Porsi makan : Klien menyukai makanan yang manis : Baik : Sendok. Aktivitas bermain 5.S ) 1. Kebutuhan dasar ( Sebelum dirawat di R. piring : 3 kali/ hari : 1 porsi kecil nasi biasa 2. Eliminasi : 2 kali / hari : Baik : Normal. Mandi 4. Pola istirahat o Kebiasaan sebelum tidur : Minum ASI o Tidur siang : Tiap hari selama 3-4 jam /hari 3.1. dengan bantuan kelurga .

Setelah dirawat di R. Pola Istirahat o Kebiasaan sebelum tidur o Tidur siang 3.S 1. Eliminasi : Minum ASI : Tiap hari 2 – 3 Jam / hari : 2 kali / hari (di lap air hangat) : Baik : BAK 8x /hari. Mandi 4. o o o o o Pola nutrisi Makanan yang disukai Selera makan Alat makan yang dipakai Pola makan / hari Porsi makan : Klien menyukai makanan manis : Baik : Sendok. Aktivitas bermain 5. BAB 6x /hari dengan karakteristik cair dan berlendir . piring : 3 kali/ hari : 1 porsi nasi bubur 2.

Keadaan kesehatan saat ini o o o o o o o o Diagnosa medis : Gastroenteritis sedang No. Oralit.01. RM : 06. Dhavit sirup 1x1 cth.34 Tanggal MRS : 30 maret 2012 Tindakan operasi : Tidak ada Status cairan : Kurang cairan Obat-obatan : Zinkid 1x1 tablet/hari. IVFD RL gtt 20x/menit Aktivitas : Terbatas Tindakan kolaborasi : Pemberian oralit .

perkusi : Redup 11. pernapasan: lambat. sklera: putih 5. E: 4. konjungtiva: anemis. Nadi: 120x/menit. skrotum & testis: normal .Pengkajian fisik Data klinis: BB: 10 Kg. Kepala : Simetris. Inspeksi: LUB DUB. GCS: M: 6. Leher : Simetris 10.3 oC. Kesadaran: CM. Hidung : Simetris 7.Abdomen : Bentuk: kembung. Kesan umum : Tampak lemah. muka pucat. perkusi Sonor Jantung. RR: 32 x/menit. BAB cair 6x/hari. Tenggorokan : Tonsil dalam batas normal 9. muntah (+) 1x 12. Mata : Jernih. Telinga : Simetris 6. RR: 32x/menit 1. rambut hitam 4. muntah 1x /hari. Genetalia dan anus : penis: normal. palpasi: normal. Kulit/ suhu : Pucat/ akral dingin 3. Mulut : Bibir kering 8. Dada : Bentuk simetris Paru-paru. 2. mual (+). Suhu: 37. V: 5.

000/cmm Leukosit Difcount 24.7-15.5g/dL 4000-11.Data Penunjang Pemeriksaan Hematologi Hemoglobin Hasil 8.3 g/dLP: 11.2-17.4 Normal L: 13.300 0/0/1/32/65/2 1-2/0-1/3-5/54-62/2533/3-7 .

. Perubahan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh 3.Prioritas Masalah 1. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan iritasi. 3. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit 2. karena frekwensi BAB yang berlebihan.Kerusakan integritas kulit Diagnosa Keperawatan 1. Perubahan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuhberhubuingan dengan mual dan muntah. 2. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan meningkatnya frekuensi BAB cair.

cairan di lumen usus .Analisa Data No 1. Data Senjang Etiologi Kontaminasi makanan & minuman Masalah Keperawatan DS: .Coli.Ibu os mengatakan anaknya mencret 6x /hari DO: . toksin & Rotavirus ke saluran gastrointestinal masuk & lolos ke barier HCL menuju duodenum Gangguan keseimbangan cairan dan elektolit Bakteri berkembang biak Produksi enzim muicinase Lapisan permukaan sel epitel cair Bakteri menembus membran Produksi cAMP dan merangsang sekresi cairan di kripta vili Vol.KU lemah dan pucat .Akral dingin TTV : T: 37.3 oC N:120 x/menit RR: 32x/menit Intake: 100cc Output: BAB cair 6x/hari BB: 10 kg IVFD RL gtt 20x/menit (makro) Invasi E.

. Keseimbangan cairan tubuh & elektrolit Gangguan keseimbangan cairan dan elektolit . Etiologi Hipermotilitas usus Ketidakmampuan menyerap cairan Frekuensi BAB & mengeluarkan elektrolit tubuh Ggn.Lanjutan ...

Mual (+) .KU lemah .Tampak bedrest . toksin & Rotavirus ke saluran gastrointestinal masuk & lolos ke barier HCL menuju duodenum Bakteri berkembang biak Produksi enzim muicinase Lapisan permukaan sel epitel cair .3 oC N:120 x/menit RR: 32x/menit Intake: 100cc Output: BAB cair 6x BB: 10kg Kontaminasi makanan & minuman Invasi E.Coli.Analisa data No Data Senjang Etiologi Masalah Keperawatan 2. DS: .Ibu OS mengatakan anaknya ada muntah 1x DO: .Muntah 1x TTV : T: 37.

3 oC N:120 x/menit RR: 32x/menit Intake: 100cc Output: BAB cair 6x Etiologi Kontaminasi makanan & minuman Invasi E.  No 3...Ibu OS mengatakan anaknya merasa tidak nyaman DO: -Tampak basah dan kemerahan pada bagian glutealis TTV : T: 37. Data Senjang DS: .Coli. toksin & Rotavirus ke saluran gastrointestinal masuk & lolos ke barier HCL menuju duodenum Masalah Keperawatan Bakteri berkembang biak Produksi enzim muicinase Lapisan permukaan sel epitel cair Bakteri menembus membran ..Lanjut.

.Lanjutan . Kebutuhan nutrisi kurang .. Etiologi Masalah Keperawatan Bakteri menembus membran Produksi cAMP dan merangsang sekresi cairan di kripta vili Perubahan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Vol. cairan di lumen usus Hipermotilitas usus Peregangan gaster Merangsang saraf Gaster Hipothalamus Regurgitasi HCL Ggn..

Lanjut. cairan di lumen usus Hipermotilitas usus Ketidakmampuan menyerap cairan Frekuensi BAB & mengeluarkan elektrolit tubuh Ketidakmampuan mengontrol BAB Kelembapan glutealis Resti kerusakan integritas kulit ..  Etiologi Produksi cAMP dan merangsang sekresi cairan di kripta vili Masalah Keperawatan Kerusakan integritas kulit Vol...

N:120 x/menit RR: 32x/menit -Intake: 100cc -BB: 10 kg -BAB cair: 6x setelah dilakukan tindakan keperawatan 1 x 24 jam cairan dan elektrolit diharapkan terpenuhi. . 3.OS BAB cair 6x /hari TTV : T: 37. Observasi Vital Sign klien 1. Diare berkurang dan konsistensi feses melembe 6.KU lemah dan pucat . Mukosa mulut dan bibir lembab 4. KU membaik 5. Turgor kulit kembali baik 2. 15 WI B Tujuan Rencana Keperawatan Rasionalisasi Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan meningkatnya frekuensi BAB DS: Ibu os mengatakan anaknya mencret 6x /hari DO: . Monitoring tanda-tanda dehidrasi. jumlah dan konsistensi feces yang keluar. 2. Mendeteksi secara dini tanda-tanda dehidrasi. Diagnosa Keperwatan Ja m 13. Memudahkan dalam menegakka n intervensi Memudahkan membuat asuhan keperawata n secara tepat untuk intervensi selanjutnya. 1Tidak terjadi dehidrasi 3.3 oC. 3.PLANING KEPERAWATAN N O 1. Intake OS meningkat 1. 2. dini. Catat frekuensi. Dengan kriteria hasil : 1.

PLANING KEPERAWATAN N O Diagnosa Keperwatan Jam 13. Kolaborasi dengan tim dokter dalam pemberian obat dan infus 4. terapi yang tepat dan cepat dapat mempercepat kesembuhan dan mencegah komplikasi secara dini. Anjurkan ibu pasien untuk memberikan oralit setiap kali anaknya BAB Anjurkan ibu pasien untuk tidak makan makanan yang merangsang timbulnya diare. 6. . 5. 6. Untuk mengganti cairan yang hilang.15 WIB Tujuan Rencana Keperawatan Rasionalisasi 4. untuk mencegah diare lebih lama lagi. 5.

untuk mengetahui keadaan nutrisi klien. Tidak terjadi mual. Dengan kriteria hasi: 2. untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. 2.Planing Keperawatan N O 2. memudahkan kerja sama antara perawat dan klien.1 5 W IB setelah dilakukan 1.Lakukan pendekatan tindakan pada klien dan keperawatan 2 x keluarga.3 oC N:120 x/menit RR: 32x/menit Intake: 100cc Output: BAB cair 6x 13 . . 24 jam nutrisi OS diharapkan dapat terpenuhi. .Beri makanan dalam meningkat porsi kecil tetapi sering. Diagnosa Keperwatan Ja m Tujuan Rencana Keperawatan Rasionalisasi Perubahan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual dan muntah DS: Ibu OS mengatakan anaknya ada muntah 1x /hari DO:-KU lemah -Tampak bedrest TTV : T: 37.Kaji tingkat nutrisi Nutrisi klien klien. muntah setelah makan 1. 3. terpenuhi sesuai diet yang dianjurkan Intake nutrisi klien klien 3.

5. 5. untuk mengetahui apakah ada penurunan berat badan selama perawatan.Timbang BB setiap pagi. 4.Planing Keperawatan N O Diagnosa Keperwatan Ja m Tujuan Rencana Keperawatan Rasionalisasi 4. untuk mengetahui jenis obat yang dapat diberikan .Kolaborasi dengan tim medis (dokter) dalam pemberian terapi.

1 5 W IB setelah dilakukan 1. -tanda-tanda infeksi tidak ada 1. membantu mencegah terjadinya infeksi dan kerusakan integritas kulit 3. .3 oC N:120 x/menit RR: 32x/menit Intake: 100cc 13 . Kaji integritas kulit Kriteria hasil: -Tidak ada iritasi pada kulit klien -Integritas kulit kembali normal. 2. .Tampak basah dan kemerahan pada bagian glutealis TTV : T: 37. 1 x 24 jam diharapkan integritas kulit dapat kembali normal.Lanjut . untuk mengetahui tingkat kerusakan kulit akibat sering terpapar feses 3.  N O 3. Observasi bokong tindakan dan perineum dari keperawatan selama infeksi. Diagnosa Keperwatan Ja m Tujuan Rencana Keperawatan Rasionalisasi Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan iritasi. membantu dalam melakukan intervensi selanjutnya 2. .Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi antibiotik sesuai indikasi. frekwensi BAB yang berlebihan DS: Ibu OS mengatakan anaknya merasa tidak nyaman DO: .

jumlah dan konsistensi feces yang keluar.00 WIB 1.frekwensi BAB masih sering . Implementasi Melakukan pendekatan pada penderita.Ibu os kooperatif . . 5.Klien dehidrasi . 6. Memonitoring tanda-tanda dehidrasi. Menganjurkan ibu os untuk tidak makan makanan yang merangsang timbulnya diare. Berkolaborasi dengan tim dokter dalam pemberian obat dan infus.ibu os kooperatif 3. Waktu 14. 4. mudah menangis .klien Nampak takut. konsistensi cair . 2. Menganjurkan ibu os untuk memberikan minum banyak dan oralit setiap kali setelah os BAB cair(sedikit-sedikit namun sering).Implementasi Keperawatan No 1. Mencatat frekuensi.frekuensi BAB berkurang menjadi 5x. Respon .

3. Implementasi Melakukan pendekatan pada klien dan keluarga. mengkaji tingkat nutrisi klien. - . Menganjurkan ibu os memberi makanan dalam porsi kecil tetapi sering. Waktu 14. 2. Berkolaborasi dengan tim medis (dokter) dalam pemberian obat anti emetic - Respon Klien masih tampak takut dan mudah menangis.Implementasi Keperawatan No 2. 5. keluarga kooperatif Nutrisi klien kurang Ibu os kooperatif BB 10 kg Frekwensi vomitus berkurang 4.00 1. Menimbang BB os setiap pagi hari.

14. . - .Lanjut . . Mengkaji integritas kulit - 2. - Regio glutealis os tampak basah dan kemerahan Integritas kulit kurang baik Resiko infeksi berkurang 1. Mengobservasi bokong dan perineum dari infeksi.00 1.  No Waktu Implementasi Respon 3. Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi antibiotik sesuai indikasi.

KU os lemah dan pucat tampak bedrest T: 36.5 oC N:134 x/menit RR: 36x/menit Intake: 300cc Output: BAB cair 3x A: masalah teratasi sebagian P: intervensi dilanjutkan . Waktu 15.Evaluasi No 1.00 WIB Catatan Perkembangan S: ibu os mengatakan anaknya sering mencret 3x/hari O: .

Evaluasi No 2. dan minum oralitnya sedikit O: . Waktu 15.00 WIB Catatan Perkembangan S: ibu os mengatakan anaknya masih 1x muntah. Output: BAB cair 3x A: masalah teratasi sebagian P: intervensi dilanjutkan . RR: 36x/menit Intake: 300cc.5 oC N:134 x/menit.KU os lemah dan pucat Tampak sekitar 50 cc oralit yang diminum Tampak bedrest T: 36.

.Lanjut .00 wib Catatan Perkembangan S: ibu os mengatakan anaknya merasa tidak nyaman pada bagian bokong O: . .  No 3.KU os lemah tampak basah dan kemerahan pada region glutealis integritas kulit kurang baik resiko infeksi berkurang A: Masalah teratasi sebagian P: intervensi dilanjutkan . Waktu 15.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->