ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK

OLEH: DRS. AYI SOFYAN, M.Si Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN SGD Bandung

SYLLABUS AKP
Tujuan : Mahasiswa

mampu mengetahui, memahami, menghayati dan mempraktekkan proses, metodologie, analisis kebijakan publik.

Topik-Topik Inti: • Sejarah perkembangan Analisis Kebijakan Publik • Analisis Kebijakan dalam kontek Proses Kebijakan Publik; • Kerangka Analisis Kebijakan Publik • Metode merumuskan masalah Kebijakan; Sifat, Perumusan, Type analisis perumusan kebijakan Publik; • Metode-metode perumusa masalah • Forcesting Methode; tujuan, jenis, pedekatan, Ekstrapolasi, teori, teknik, dampak;

PENGANTAR
• OREINTASI KAJIAN: PRAGMATIS,KRITIS, LINTAS DISIPLINER.

• BANGUNAN ILMU: ILMU POLITIK, EKONOMI, FILSAFAT DAN TRANSFORMASI---- AKP: Suatu disiplin ilmu sosial terapan

yg menerapkan metode kajian, dalam konteks argumentasi dan debat publik, untuk menciptakan, secara kritis menaksir dan mengkomunikasikan pengetahuan yg relevan dengan kebijakan. • Perhatiannya; Berpusat pada masalah--argumentasi kebijakan, komunikasi kebijakan, diskursus publik, dan analisis teknis. • Tujuan: Menjembatani pandangan ahli dan praktisi;

• AKP: proses menciptakan pengetahuan yg relevan tentang dan dalam proses pembuatan kebijakan; (AKP- sebab, akibat, kinerja dan program publik); • Pengetahuan Kebijakan-Proses Kebijakan.

I. ANALISIS KEBIJAKAN DALAM PROSES PEMBUATAN KEBIJAKAN

• Proses Pengkajian KP: Metode Logic of inquiry (Pemahamah ttg pemecahan masalah; masalah yg dirumuskan dengan baik adalah masalah yg setengah terpepahkan)- standar, aturan, prosedure, untuk menciptakan, mengkritisi, dan mengkomunikasikannya);

keamanan. dan mengomunikasikannya Pengembangan KP . psikologi. sosiologi. menilai secara kritis.METODE AKP Deskriptif (sebab akibat): ilmu politik.praktis. keadilan. kemakmuran. filsafat MOTODOLOGI AKP Pertimbangan logis. Pemerataan. kedamaian. prioritas bukan semata teknis tetapi perlu penalaran dan moral----efifisiensi pilihan alternati kebijakan Evaluasi: Menciptakan. kebebasan. prinsipil Normatif (Kritik Nilai)> VALUATIF: (VARIABELTUJUAN & VARIABELCARA) etika terapan ttg pilihan Kesehatan.

dan media komunikasi) Analisis perspectif berganda Kuminakasi multimedia . metode. ukuran. Analisis pelaku berganda semberdata.Metode AKP Operasionalisme berganda Riset Multimetode Analisis sintesi berganda MAKP Multiplisisme kritis Jawaban thd positivisme logis Triangulasi Analisis multivariat thd berbagai perspektif.

Gambar 1 Lima Tipe informasi (Merah). Prosedur(Hijau) dan Analisis Kebikan Yg Brorientasi Masalah (all) Kinerja Kebijakan Evaluasi Perumusan masalah Peramalan Hasil Kebijakan Perumusan masalah Masalah kebijakan Perumusan masalah Masa Depan Kebijaka Pemantauan Perumusan masalah Rekomendasi Aksi Kebijakan .

sedang dibuat untuk Mengatasi masalah dan hasilnya? Masalah KP Kinerja KP IAKP Seberapa bermakna hasil tersebut dalam memecahkan Masalah? Alternatif kebijakan apa yang tersedia untk menjawab masalah? Masa Depan KP Aksi KP hasil apa yang diharapkan? Hasil KP .Imformasi Kebijakan Apa hakikat Permasalah? KP apa yg pernah.

tindakan legislatif 3 4 5 Adopsi/Legiti masi Implementasi Altern KP diadopsi dan dilegalisasi mayoritas. Kep. Peradilan Oleh unit administrator yang memobilisasi SDM dan Materail Apakah rumusan.Proses Pembuatan Kebijakan No 1 2 FASE KARAKTERISTIK ILUSTRASI RUU>Komisi> ditolak Larangan Aborsi bagi Mahasiswa Hamil Perumusan Penempatan masalah pada masalah dan agenda. konsensus atau kep. Evaluasi . Pemeriksaan wanita aborsi. jika…. Perintah eksekuti. Banyak masalah tdk terjamah dan tertunda—tdk agenda terpecahkan Formulasi Kebijakan Merumuskan alternatif KP. saksi &tersangka Penyimpangan.Peradil. Wanita hamil berhak melakukan aborsi..

Prosedure Analisis dan Proses Kebijakan Publik Perumusan Masalah Penyususnan Agenda Peramalan Formulasi Kebijakan Rekomendasi Adopsi Kebijakan Pemantauan Implementasi kebijakan Penilaian Penilaian Kebijakan .

diagnosis penyebab. merancang Masalah Peluang baru FORMULASI KP (ALTERNATIF): Plausable. potensial.klasifikasi &kritik nilai. penyesuaian dan Perumusan ulang masalah Pemantauan Evaluasi . memadukan pandangan. IMPLENTASI KEBIJAKAN: monitoring(tingkat Kepatuhan. akibat ganda. Kriteria pilihan. penanggungjawab PENILAIAN KINERJA DAN HASIL: Keberhasilan penyelesaian masalah. Kelayakan politik>Proyeksi statistik Peramalan Proses KP ADOPSI/LEGITIMASI KP: Rekomendasi Estimasi resiko &ketidakpastian. identifikasi Hambatan. menemukan akibat.AGENDA SETTING: Perumusan Asumsi misteri. > estimasi kendala. bernilai. pertanggungjawaban adm.memetakan Tujuan.

Ringkasan eksekutif. Komprensi Penemuan. Pengumuman berita Utilisasi Pengetahuan PRESENTASI: Percakapan. Dengar Pendapat Kumunikasi Interaksi . Hasil KP Kinerja KP PENGEMBANGAN MATERI KP AGENDA KP PELAKU KEBIJAKAN: Penyusunan Agenda. Evaluasi KP ANALISIS KEBIJAKAN DOKUMEN: Memoranda KP. Paper isu KP. Adopsi KP. Implentasi KP. Breifing. Formulasi KP. Aksi KP. Apendik. Masa Depan KP.Komunikasi Kebijakan PENGETAHUAN Masalah Kebijakan.

dan Pengetahuan yg relevan dg KP DOKUMEN: Memoranda KP. Apendik. dan daya guna analisis KP yg saman 1) Komposisi pengguna analisis (individu atau Kolektif). 3) Lingkup Pengetahuan yg digunakan . Prilaku> sebagai intrumen Aktifitas kebijakan. Komprensi Penemuan. Ringkasan eksekutif. Hasil KP Kinerja KP Efektivitas komunikasi kebijakan dengan strategi yg tepat dan sesuai dengan karakteristik pemakai analisis kebijakan.ruanglingkup. Tidak ada Pengambil kebijakan universal dg stsndar penilaian plausabilitas. 5)Penyajian visual 6) ringkasan PRESENTASI: Percakapan. Dengar Pendapat PENGETAHUAN Masalah Kebijakan. Presentasi. Terorganisasi: masalah. Penyebab. seleksi. 4) Penyederhanaan jumlah pilihan. Paper isu KP. identifikasi alternatif dll. 2) efek penggunaan AKP (kognetif atau Prilaku)> Kognetif (konseptual>otoritas ahli-simbolis). Breifing. Masa Depan KP. 3) Terjemahan kedalam bahasa pelaku. Aksi KP.Dokumen. diagnosis. Pengumuman berita 1)Triangulasi Sintesis dari pelbagai publikasi 2) Tri. relevansi.

memilah dan memasukan kedalam komponen. pengujian kebijakan. . pendapat. dan Normatif. Valuatif> Bobot dan nilai kebijakan– manfaat? Normatif> Rekomendasi serangkaian tindakan yang dapat menyelesaiakan masalah kebijakan. analisis sistem dan matematika terapan. deskriftif dan prediktif. valuatif. Fakta dan Tindakan. administrasi publik. Pendekatannya: Empiris. KERANGKA AKP • Arti AKP: ES Quade> analisis menghasilkan dan menyajikan informasi yang memberi landasan dari para pembuat kebijakan dalam membuat keputusan.>>menghasilkan informasi dan argumen2 yg masuk akal. etika. Analisis (Umum)>penggunaan intuisi. Hukum. evaluatif dan preskriftif> Ilmu sosial dan prilaku. Nilai. Empiris> Penjelasan sebab akibat kebijakan– faktual.II. perancangan dan sistesis alaternatif baru. Disiplin Ilmu Sosial Terapan: AKP diambil dari pelabagai disiplin dan profesi dengan tujuan bersifat deskriftif.

Tabel Tiga Pendekatan dalam AKP PENDEKATAN PERTNYAAN UTAMA EMPIRIS TIPE INFORMASI Adakah dan akankah Deskriftif dan ada (fakta) Prediktif VALUATIF NORMATIF Apa manfaatnya (Nilai) Apakah yang harus dipebuat (aksi) Valuatif Preskriftif .

Kombinasi Motode Pengkajian PEMANTAUAN (DESKRIPSI) UPAYA MENGHASILKAN INFORMASI YG RELEVAN DG KP YG BERSIFAT DESKRIFTIF. VALUATIF. DAN NORMATIF MELALUI PROSEDUR INFORMASI: Sebab masa lalu dan akibat kebijakan INFORMASI: Konsekwensi masa depan kbijakan PERAMALAN (PREDIKSI) Evaluasi Informasi: tentang nilai kegunaan kp yg lalu dan yang akan datang Informasi: Kemungkinan Tindakan Akan datang menghasilkan akibat yg bernilai Informasi: Situasi yang menyulitkan Dan membingungkan> tuntutan kepekaan dan pemecahannya Rekomendsi (Preskripsi) Perumusan masalah .

karena tidak sepakat. • 6. • 5. hasil kebijakan. Rebuttal (bantahan) (R). kinerja kebijakan> titik tolak argumentasi kebijakan>> Menerapkan berbagai metode. . Qualifier (Q). masa depan kebijakan. • 2. Energi Nuklir lebih efisien dari energi kompensional. Contoh Pemerintah harus investasi Pembangkit Nuklir. kesimpulan 2. moral n etika. Policy Claim (C)(kesimpulan argumentasi kebijakan.otoritas. keahlian. Policy Relevant Information(I) (masalah kebijakan. • 4. Cont. Maka… • 3. Backing (B) (dukungan) bagi (B)> hukum ilmiah. kesimpulan. argumen/asumsi menunjukkan ditolak. Analisis yakin terhadap claim (c)… Contoh ―Sangat mungkin‖ tidak mengandung kesalahan.Argumentasi Kebijakan • 1. aksi kebijakan. Warrant (W) (Pembenaran) memungkinkan berpindah dari informasi ke claim.

Sumber e-lain terbatas (B) Karena :Dukungan Inilah kesimpulan panel ahli .Elemen Argumen Kebijakan (I) Informasi yg Relevan dg KP ―Tenaga Nuklir 2 k efisien dari e-konvensional (Q)Karena itu Kesimpulan: (Baragkali) (C) Klaim Kebijakan Pemerintah harus Investasi Pengembanga PLTN (W) Sebab=Pembenaran: Produksi TN adalah satusatunya cara Menjaga pertumbuhan ekonomi (R) Bantahan: Kecuali> Energi solar dapat dibangun dalam skala Besar (B) Dukungan: Karena> Negara2Arab Terus mengembargo Minyak.

sehingga dapat digunakan untuk 2. kesempatan yang belum terpenuhi. Policy Problem>> Nilai.>>konsekwensi positif&negatif aksi (hambatan. 3. wawasan. yg dpt diidentifikasi– diperbaiki dan dicapai melalui tindakan publik. Policy action (aksi kebijakan)>>Gerakan yg dituntun oleh alternatif kebijakan yg dirancang untuk mencapai hasil yang bernilai. (kesalahan identifikasi. kebutuhan. ―terpecahkan atau tidak terpecahkan. menyebabkan kesalahan fatal). legal. pandangan dan pengetahuan. 4. Policy Out-come (hasil kebijakan)>> konsekwensi yang teramati dari aksi kebijakan (bersifat ke depan) juga kebelakang. Policy Future (Masa depan kebijakan)>>Konsekwensi serangkaian tindakan untuk pencapaian nilai>Penyelesaian masalah>> perlu kreatifitas. ekonomis)>> meramalkan dan mengevaluasi konsekwensi aksi. intuisi.Type Informasi Yg Relevan dg KP 1. . Policy Perfomance (kinerja kebijakan)>> derajat hasil kebijakan yg memberi kontribusi terhadad pencapaian nilai. 5.

pengangguran. inflasi. kesejahteraan. Analisis Kebijakan. kelompok warga KEBIJAKAN PUBLIK Penegakkan ukum.personel .Policy System PELAKU KEBIJAKAN LINGKUNAGAN KEBIJAKAN Kriminalitas.ekonomi.

Kerangka Terintegrasi AKP (GB 1dan 3) dan Logika Terkontruksi VS Logika Terpakai Evaluasi KInerja kebijakan Peramalan Perumusan masalah Hasil Kebijakan Maslah Kebijakan Masa Depan Kebijakan Pemantauan Perumusan masalah Aksi Kebijakan Rekomendasi .

masa depan Kebijakan. . hasil kebijakan. Peramalan. Penggunaan prosedure analisis kebijakan (Perumusan maslah. kinerja kebijakan) ditransformasikan dari satu ke lainnya dengan menggunakan prosedure analisis kebijakan. memungkinkan analisis mentransformasikan satu tipe imformasi ke tipe informasi lainnya. rekomendasi. Seluruh proses diatur melalui perumsan maslah yang diletakkan pada pusat kerangka kerja.Keterangan gambar • Transformasi POLICY IMFORMATION COMPONENT dengan menggunakan POLICY analytic Prosedure. Evaluasi. Komponen-Komponen Informasi kebijakan (Maslah kebijakan. Pemantauan. aksi kebijakan. Informasi dan prosedur bersifat saling tergantung. terkait dengan proses dinamis transformasi informasi kebijakan.

politisi. dan rekomendasi). Contoh batasan waktu untuk presentasi hasil kajian di DPR. Contoh Orientasi dasar dan orientasi terapan. Keterpaduan Informasi dan prosedure merupakan rekonstruksi logis AKP>> AKP dg praktek bisa sesuai dan bisa tidak karena variasi karakteristik analis dan keadaan institusinya. 2) analytic roles (pengusaha. 5) professional socialization (sosialisasi profesional)…. Mekanisme kontrol kualitas kelembagaan.Logika Rekonstruksi Logis • GB3 > tujuan metodologis mempelajari kekurangan dan kelebihan metode dan teknik AKP. 4) institutional times contraints (hambatan waktu institusional). teknisi)... ―saintifik‖. 3) institutional insentive systrem (―kritik-nilaihumanistik‖. . • Faktor Yg mempengaruhi variasi logika analis Sbb. 1) Cognitive style. rasionalitas.

diramalkan dalam bhs kuantitatif atau kualitatif sebagai penuntun pengambilan KP. analis sistem. jarang mengidentifikasi tujuan dan sasran. AKPP– sering menimbulkan kesenjangan antara pemecahan masalah dengan upaya memecahkannya. dan peneliti operasi. AKP Restrokpektif C) Analis yang berorientasi pada aplikasi (Sosial work) Mengkombinasikan gaya oprsi para praktisi yang meAKP Naruh perhatian pada pnciptaan dan ttranformasi in• Terintegrasi Formasi sebelum dan sesudah tindakan kebijakan. sesnalisuia dengan deskripsi penelitian KP. konsekwensi kp. B) anlis yg berorientasi pada masalah (ilmuwan politik dan sosiolog) kurang menru perhatian pada penujian teori– lebih megidentifikasi variabel yang dimanipulasi para pmbuat KP untuk mengatasi maslah. dengan type: a) Analis yg berorientasi Disiplin (ilmuwan politik dan sosiolog)> mengembangkan menguji teori dengan tiori. -- penciptaan dan transformasi informasi ssudah aksi kebijakan.BENTUK-BENTUK AKP Produksi dan transformasi informasi sebelum aksi kebijakan dimulai dan AKP Prospektif Diimplementasikan khas ekonom. Walter William== AKP merupakan alat untuk mensistesakan informasi dipakai dalam merumuskan nalternatif dan preferensi KP dinyatakan secara komperatif . sebab-sebab. .

apa yg kan terjadi dan apa yg harus dilakukan Penemuan masalah: Masalah apa yg hrs diatasi • N perbed Pemecahan masalah: apa solusi masalahnya .GB Bentuk-bentuk AKP Retrospektif: apa yang terjadi dan perbedaan apa yang dibuat Prospektif.

Orietasi pemecahan maslah.Teori Keputusan Deskriptif dan Normatif Descriptive Decission Theory Proposisi yg berkenaan dengan metode Retrosppektif. Memahami masalah ketimbang memecahkannya. menerangkan sebab dan Konsekwensi tindakan sesudah aksi Dilakukan (posisi kanan). Proposisi logis dan konsisten sebagai landasan memperbaiki konsekwensi aksi. Normative Decission Theory . Bermuara pada metode prospektif (peramalan dan Rekomendasi). Memprediksi Dan meramalkan arah tindakan.

3) Bentuk-Bentuk Argumen kebijakan (Otoritas. III. FUNGSI-FUNGSI ARGUMENTASI KEBIJAKAN Pembahasan FAK meliputi: 1) Pengetahuan Siap Pakai dalam AKP. Proses Kritk Pengetahuan dan Kriteria untuk penilaian Plausabilitas). Peran Argumentasi dan debat kebijakan adalah mengubah informasi yang relevan dg Kebijakan (PRI) menjadi pengetahuan yg siap pakai. Argumentasi dan debat kebijakan merupakan sarana untuk menghimpun pengetahuan yg siap pakai. Nilai dan Basis dasar Nilai. dan etika. penilaian kritis. 2) Struktur Argumen Kebijakan (Jenis-jenis pernyataan pengetahuan. mempertimbangkan argumen. penyebab. Dua hal yang harus diingat: Lima prosedur AKP dapat digunakan untuk menghasilkan dan mentransformasikan lima jenis informasi yang relevan dengan kebijakan. perasaan. Informasi merupakan titik tolak argumentasi dan debat kebijkan. menguji secara kritis dan mengkomunikasikan penegetahuan yg siap pakai (memenuhi standar pengetahuan pada umumnya)>> melakukan estimasi kriteria. Keanggotaan. dan komunikasi kebijakan publik. dengan menyusun ciri mpengetahuan yg siap pakai. pragmatis. 4) Nalar dan etika dalam AKP. katalisator. . mempertentngkan pandanga esensialis dan plausibilis tentang kausalitas KP>> menelaah struktur argumen kp dalam menciptakan. sampel. metode.Bag.

berisi pernyataan tentang plausabilitas kebenaran yg optimal. Pengetahuan yang siap pakai atau yang relevan dengan kebijakan. 2) Kebijakan (x) diperlukan bagi berlangsungnya hasil (y). kondisi. Dalam AKP Argumentasi dan debat untuk mengkaji secara kritis dan mengkomunikasikannya plausabilitas sangat penting. . 3) berlangsungnya kebijakan (x) harus memadai bagi berlangsungnya hasil (y). sama pentinya mengkaji pernyata an yang kontrapersial plausabel. Jadi hasil (y) harus terjadi ketika kebijakan (x) ada.(Plausabilitas x mengakibatkan y) yang meyakinkan> meskipun bukan pasti. Pengetahuan Siap pakai dalam AKP Data. tetapi kebal kritik. Misalnya faktor. Oleh karena itu. sanggahan dan bantahan dengan syarat kausalitas essensialis. maka Y akan terjadi dengan keyakinan yg diketahui…. yg diciptakan dengan keterlibaan secara langsung dan tidak langsung dalam . Kebijakan (x) harus mendahului hasil (y) dari segi waktu.1. dan Kebijakan saling tergantng> unsur-unsur yang dibedakan dalam proses kognesi. Informasi. informasi. Dalam Kebijakan yang kompleks persyaratan ini jarang terjadi. Pengetahuan>informasi yg dikomunikasikan untuk mentransformasikan menjadi keyakinan menacapai tujuan dalam situasi tertentu. Cont: Jika X dilakukan. atau variabel lain bisa diajdikan sanggahan atau bantahan terhadap x untuk mengahsilkan y. Logikanya: 1). bahya y tidak akan terjadi jika tidak ada x. Data interpretatif dan terorganisir> mengubah pikiran dan tindakan pembuat kebijakan.

Aristo Silogisme Rethorical (Enthymemes)—premispremis yang tidak diungkapkan secara jelas. –--.2. argumentasi dan debat kebijakan. deduktif dan analitis) tetapi kembali kepada informasi lain yg lebih terjamin. kalaupun dungkapkan tidak lengkap dan tidak kongklusif.Struktural argumen– menghasilkan kesimpulan yg tidk sepenuhnya dapat dipercayai (praktis. tidak pasti. . Struktur Argumentasi Kebijakan Stephen Toulmin (Model Struktural Argumen)- Sarana melukiskan berpikir praktis yang tidak terlalu deduktif dalam kerangka komunikasi.

―Kebijakan mana yg sebaiknya diambil?‖ Advocative .Jenis-Jenis Pernyataan Pengetahuan Pernyataan Pengetahuan adalah kesimpulan argumen Kebijakan. ―apa hasil dari suat kebijakan Evaluative Terkait dengan pendekatan penilaian AKP. Mempersoalkan nilai. ada tiga: Desainatif (Designative) Terkait dengan Pendekatan empirik AKP. Mempersoalkan tindakan. ―Apakah Kebijakan itu siap mpakai? Terkait dengan Pendekatan normatif AKP. mempersoalkan fakta.

(R) (W) Kecuali Karena Sekolah campuran akan menimbulkan Sekolah campuran akan menimbulkan komflik yg mengganggu prestasi murid campuran pelajar putih dan hitam . Harapan orang hitam meneruskan ke sekolah yang lebih tinggi tak dapat terlaksana (Des).Contoh:Tiga jenis Pernyataan Kebijakan Karena itu (c) Karena sekolah dikota besar didominasi kulit hitam. (penunjukan) (R) (w) karena (i) Pelajar Hitam yang memasuki sekolah yang didominasi kulit hitam mempunyai prestasi belajar yg lebih rendah dibanding pelajar hitam yg masuk sekolah yang didominasi kulit putih kecuali Pelajar hitam terkonsentrasi di kota Kontak kan prestasidengan orang pu belum tentu meningkat Karena itu (c) Laporan Coleman adalah dokumen rasialis yang didasarkan pada mitos supremasi putih (Ev) (R) (W) karena Prestasi didefinisikan oleh orang putih yg curiga yg menyusun tes prestasi belajar Karena itu Kecuali Tes prestasi adalah cara alat ukur Prestasi yang syah untuk orang putih hitam (C) Kebijakan nasional Sekolah campuran harus diadopsi secepatnya (Ad).

Proses Kritik Pengetahuan Menunjukan Ampliatif (ampliative)> Pernyataan bukan definitif yg pasti yang terkandung dlm informasi KP. fisika. Pernyataan optimal plausabel dasarkan norma dan standar ilmiah. melainkan prkiraan yg meyakinkan yg muncul atas informasi yg ada’. Argumentasi bersifat sistemik. Argumentasi merupakan proses dinamis yg melibatkan pemindahanan dari Informasi melalui tuntutan ke perrnyataan. mencerminkan konfigurasi yg Saling bergantng dari para pemikirnya yg membawa norma Dan standar berbeda dalam pernyataan pengetahuan . Model argumen struktural>alat memahami fungsi kritik kognetif mengembangkan dan menantang pernyataan pengetahuan yg dibuat dlm bidang yg beragam seperti filologi. kritik sastera. perencanaan dan manajemen staregis Bersifat erotetis (erotetic)> semua unsur argumen dikali secara hati2 dan menjadi sasaran tanya jawab. Argumentasi muncul dri petanyaan bukan jawaban Memahami keragaman konteks dalam pembuatan Argumen. Pernyataan menjadi informasi dalam tahapan baru dan jaringan argumentasi sera Debat yg kompleks.

4 5 AKP merupakan produk seorang pakar saja Mengharuskan argumen kebijakann sebagai proses sosial yng melibatkan min 2 kelompok saling bertukar pernyataan (c) melalui proses alami. Mengharuskan adanya kritik atas asumsi atau premis itu. Mengakomodasi pernyataan (C). pembenaran (W). Harus ada telaah yg menyeluruh terhadap proses berpikir dan bentuk rasionalitas pembuat kebijakan. Kritik itu menjadi salahsatu aspek dari keseluruan struktur penalaran kebijakan. membandingkan kekuatan dan kelemahan berbagai unsur yg membentuk argumen KP. Menyingkirkan pertimbangan etis sebagai sesuatu yg berada di luar proses kebijakan. . 1 Informasi (i) yang valid dan reliabel akan menghasilakan pernyataan kebijakan (c) yang tidak kabur. dukungan (B). 2 3 Ada hubungan rasionalitas ekonomi. dan sanggahan (R) yang dipakai untuk menolak satu unsur atau lebih dari argumen. W) akan adanya lompatan ampliatif dari (i) ke pernyataan (c).Keuntungan komparatif Model standar baku (asumsi) Model struktural Argumen (asumsi) Menekankan keanekaragaman interpretasi atas data yg sama. dan sanggahan (R) yang etis sebagai unsur penting dalam debat kebijakan. Prses pikir dan rasionalitas terlihat dalam isi tuntutan (W) dan dukungan (B) unuk menjastifikasi pernyataan kebijakan (C). dukungan (B) untuk mendukung pembenaran (W). teknik atau politik dengan pola pikir pembuat kebijakan Seringkali memiliki rasionalitas yang kabur dalam transformasi (I) menjadi pernyata kebijakan (C) dengan menyembunyikan premis yang seharusnya memberikan pembenaran atas premis itu. Interpretasi jamak> produk asumsi yg komfliktif dipakai untuk pembenaran (warrant.

pandangan dan idiologi para pelaku kebijakan atas pernyataan mereka. merupakan instrumen (instrumental) yang ampuh untuk mewadahi isi dan struktur serta debat kebijakan. Bersifat interpretatif terhadap informasi yang sama dan dikembangkan secara sistematis. Metode Struktural Argumen Dengan demikian. transaktif. Model struktural Argumen. Menegaskan penciptaan kritis dan komunikasi AKP yang simbolis komunikatif dengan melibatkan pihak-pihak yang scara reciprokal mempengaruhi. kritis (premis yang tersembunyi atau tak teruji dimunculkan sampai dapat dipercaya). Transaktif (argumen berubah sebagai konsekwensi dari proses sosial alami yang mencakup perbandingan. . etis (berisi proses penalaran etis maupun kausal). dan revisi terhadap pernyataan). tis dan multimodal. evaluasi.Kesimp. dan plausabel. interpretatif. Model Strurtural Argumen: Adaloah metode intrumental. rasional. sistematis. kritis. persuasi. dan multimodal (banyak cara pembuatan argumen kebijakan menuntut transformasi dari informasi menjadi pernyataan). Model Struktural Argumen: mengharuskan pengkajian reflektif terhadap kerangka referensi.

intuitif. Mis. 1 2 3 4 Kepaduan (cohesiveness) Unsur-unsur Argumen harus berkaitan secara operasional. Misalnya. tidak berakhir dengan kesimpula pasti. Diterapkan pada argumen yang berbeda premis dari bentuk otoritatif. Misl. Argumen statistik yg meramalkan parameter-parameter populasi adalah plausabel pada tingkat sampel dan populasinya bersifat teratur dn seragam secara fungsional dan tidak bertentangan. seperti hypotesis lawan. Keteraturan fungsional . plausibilitas arumen tergantung kepada respon terhadap pelbagai pertanyaan deskriptif dan valuatif yang verifikatif. analogis. melalui proses enthymemes deduction. baik internal maupun eksternal. Mis. plausabilitas argumen tentang akibat suatu kebijakan tergantung kepada apakah argumen tsb mencakup seluruh penjelasan-lawan yg plausabel yang sama bentuk dn isinya. No Kriteria Kelengkapan Kesesuaian Uraian Mencakup semua pertimbangan yang memadai. validatf hingga vindikatif (dipertahankan) dalam konteks operasional. dan etis. Argumen etis tentang keadilan dari kebijakan adalah plausabel sampai pada tingkat argumen mengandung sistem hipotesis yang memiliki konsistensi etis. didasarkan atas premis enthymemes. metodologis dan statistik.Kriteria Penilaian Plausibilitas Model Struktural Argumen Kriteria penilaian Plausbilitas Argumen> Standar Rasional Argumen untuk pembenaran penalaran induktif (dari kasus ke prinsip). Unsur-unsur argumen harus memenuhi pola yang diharapkan. Misalnya. Unsur-unsur suatu argumen harus konsisten dan cocok secara Iinternal. maupun premis kausal.

Lihat hal 164 Pernyataan kebijakan didasarkan atas suasana bathin (insight). Mis. diskriminasi dan seks atau persepsi mengenai musuh atau idiologi menggunakan bentuk klasifikasional ini. Informasi diubah menjadi pernyataan atas asumsi tentang situasi mental (inner mental states). Kesaksian para pakar ilmiah atau pengamat politik digunakan sebagai argumentasi untuk menerima rekomendasi kebijakan.Cont. Atas dasar asumsi 2 3 4 Statistik/ Sampel Klasifikasional/k eanggotaan Intuitif/perasaan . Misl. atas asumsi status yang dicapai atau diperoleh pembuat informasi.Contoh lihat Hal 162 Pernyataan kebijakan didasarkan pada argumen yang berasal dari keanggotaan. Demikian juga sampel non probabilitas (puposif) dipandang representasi populasi. Contoh liat hal 167 Pernyataan didasarkan atas argumen metodis. benar bagi seluruh populasi.Bentuk-bentuk Argumen Kebijakan (alat untuk megubah IRK menjadi Pernyataan Kebijakan (PK)) No 1 Bentuk Otoritatif/otorita s Penjelasan Pernyataan kebijakan atas argumen pihak berwenang. Pernyataan kebijakan didasrkan argumen yang diperoleh dari sampel’ asumsinya apa yng benar bagi sampel. atas dasar asumsi apa yang benar bagi invididu benar pula bagi kelompok itu. Pernyataan perasaan. penialaian. atau pengetahuan terpendam pembuat kebijakan sebagai argumen atau rekomendasi. Argumen mengenai ras. Contoh lihat hal 159.

dipandang non rasional dan hanya keinginan atau emosi individual. Etika bukan data tetapi nilai yang given. Dalam Islam etika adalah nilai keyakinan yang dapat dijadikan kajian dan rujukan kritis. Pelajari hal 193 sd199.Nalar dan Etika dalam AKP Barat menilai etika sebagai relatifitas yang tidak bisa dibuktikan secara empirik. .

Sasarannya adalah prosedure pokok yang memungkinkaqn analis menciptakan.IV. dan kinerja kebijakan. menilai secara kritis mengkomukasikan pengetahuan yang relevan dengan kebijakan. 4) Memantau hasil-hasil kebijakan. aksi-aksi kbijakan. Bgaian ini membahas: Metode-metode dan teknik-teknik: 1) Mermuskan asalah-maslah kebijakan. 3) Merkomendasikan aksi-aksi kebijakan. METODE-METODE UNTUK ANALISIS KEBIJAlaKAN Metodologi AKP adalah sistem. yakni masalah-masalah kebijakan. 5) Mengevaluasi kinerja kebijakan. 2) Meramalakan kebijakan di masa depan. kebijakan di masa mendatang (peramalan). hasilhasil kebijakan. aturan atau prosedur untuk mengahasilkan pengetahuan yang bermanfaat atau pengetahuan yang relevan dengan kebijakan. .

. Analisis kebijakan adalah proses berjenjang yang dinamis.Metode Permusan Masalahmasalah Kebijakan 1. metode perumusaln masalah harus mendahului metode pemecahan masalah. Maslah kebijakan adalah kebutuhan. Perumusan maslah merupakan petunjuk pokok. nilai-nilai. Analis mengkaji pelbagi formulasi masalah yang saling berbeda dari para perumus kebijakan. yang menentukan keberhasilan semua fase AKP. atau kesempatan-kesempatkan yang tdk terealisioder tetapi dapat dicapai lewat tindakan publik. Para analis sering gagal karena memecahkan masalah yg salah daripada memperoleh solusi yng salah terhadap masalah yg tepat.

Prioritas PM dalam AKP Pengenalan masalah Situasi Masalah Perumusan Masalah Pementahan Masalah Kebijakan Tidak Maslah Kebijakan Masalah Benar Pemecahan Masalah Solusi Kebijakan Pementaha Solusi masa Ya Pemecahan masalah kemba Ya Tidk .

Masalah adalah subjektivitas dari objektifitas> difahami. dipertahankan dan diubah. diklasifikasikan. Sifat buatan maslah> penilaian mengenai keinginan untuk mengubah situasi masalah. Metode pemahaman masalah dalam urutan yag lebih tinggi adalah metametode. 3. 2. yaitu metode yang ada sebelum pemecahan masalah. bukan masalah itu sendiri. Pemecahan masalah kembali Vs Pementahan solusi masalah dan pementahan masalah (proboblem resolving.dievaluasi secara selektif. suatu elemen situasi yang diabstraksikan dari suatu situasi oleh para analis. problem unsolving dissolving) menunjuk pada tiga macam proses pengoreksian kesalahan Ciri=ciri maslah KP. 2. 4. tidak secara konstan terpecahan. Saling ketergantungan (messes). Suatu kondisi eksternal yang menghasilkan ketidakpuasan segmen masyarakat yg berbeda– mengharuskan pendekatan holistik. 3. Dinamika masalah kebijakan: masalah dan solusi Berada dalam perubahan yg konstan. bisa usang. Situasi masalah. 1. Perumusan masalah Vs Pemecahan Masalah (Tinggi &rendah)> Rancangan Kebijakan &Rancangan ilmu. dijelaskan.1. . Subjektivitas masalah kebijakan> didefinisikan. Masalah kebijakan adlah produk pemikiran yang dibuat pada suatu lingkungan.

. Dimungkinkan tidak indevenden dari keseluruhan. Pengakuan terhadap ketergantungan. 3. Masalah yg sama tidak ada yg sama persis. sifat buatan. Tergantung kepada sifat-sifat dan prilaku sistem.1. subjektivitas. dan kedinamisan maslah menunjukan keharusan berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya suatu konsekwensi yg tidak terduga. Mempengaruhi sifat-sifat dan prilaku seca keseluruhan. 4. 2.

Issu kebijakan adalah pemahaman dan interpretasi terhadap situasi problematis itu yg menimbulkan ketidaksetujuan tindakan aktual maupun potensial pemerintah. . dan minor (tingkat proyek yg spesifik). fungsional (tingkat program dan proyek).Masalah VS Isu • Masalah kebijakan adalah situasi problematis yang memerluka n pemecahan. • Issu: Utama (Tingkat tinggi). sekunder (Pelaksana program tk provinsi).

semkin rendah level issu kebijakan. subjektif. Isu minor Kebijakan Operasional . Semakin tiggi level isu semakin strategis kebijakan dan semakin sulit dibalik ulang. dan dinamis. semakin bersifat oprasional dan mudah dibalik-ulang.Hirarki Isu Kebijakan • Kebijakan strategis Isu utama Isu sekunder Isu fungsional Masalah saling tergantung artifisial.

Tiga Kelas Masalah Kebijakan N Elemen o Sederhana (WellStructured) Agak Sederhana( Moderately Structured) Satu atau Beberaapa Terbatas Konsensus Rumit (ill Structured) 1 2 3 Pengambil Satu atau Keputusan beberapa Alternatif Terbatas Kegunaan (Nilai) Hasil Konsensus Banyak Tak terbatas Konflik 4 Pasti atau Tidak Pasti Tidak .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful