Anda di halaman 1dari 77

SISTEM SARAF

Dwi Yanti Vera Septiana Dian Widowati Ahmad Firdaus Perdana

Fungsi utama sistem saraf adalah mengatur /


mengkoordinasikan seluruh aktivitas tubuh

Organization of the Nervous System

Figure 8-1: Organization of the nervous system

SEL SARAF = NEURON

unit struktural dan fungsional terkecil dari sistem saraf jumlah : 10 11

SEL EKSITABEL
= sel peka rangsang
-

sel yang bila diberi rangsangan mampu menimbulkan terjadinya potensial aksi. yaitu : sel saraf dan sel otot

NEURON TERDIRI DARI :

dendrit penerima rangsang soma (perikarion, tubuh sel) sedia bahan makanan untuk hidup sel akson penghantar impuls

BAGIAN-BAGIAN NEURON

NEURON BERDASARKAN STRUKTUR :

BIPOLAR mis : retina mata MULTIPOLAR mis : saraf motorik PSEUDOUNI POLAR mis : saraf sensorik

Diverse Neuron Forms and Functions

Figure 8-3: Anatomic and functional categories of neurons

Macam neuron berdasarkan fungsi

Neuron sensorik (afferent): berfungsi menerima rangsang dan meneruskan ke saraf pusat Neuron konektor / interneuron: menghubungkan antara neuron sensorik dan motorik Neuron motorik (efferent): mengirimkan respon dari saraf pusat ke efektor

SARAF SENSORIK = SARAF AFERENT

Menghantarkan rangsangan dari reseptor sensoris ke sistem saraf pusat. Reseptor terdapat di dendrit atau badan sel yang menerima rangsangan fisik atau kimiawi.

SARAF MOTORIK = SARAF EFERENT

Membawa informasi keluar dari SSP ke organ sasaran (sel otot atau kelenjar). SARAF SOMATIK SARAF OTONOMIK

SARAF ASOSIASI = INTER NEURON

Menyampaikan pesan antara s. sensorik dan s. motorik. Terletak di SSP dengan jumlah hampir 90% dari seluruh neuron.

Metabolism and Synthesis in a Neuron

Figure 8-4: Axonal transport of membranous organelles

Disamping neuron, sistem saraf juga dilengkapi


dengan sel Glial, yaitu sel yang bertugas

mendukung sel saraf.

Macam Sel Glial


Sel satelit Sel Schwan Sel Oligodendrosit Sel Astrosit Sel Mikroglia Sel Ependim

Glial Cell Functions

Figure 8-5: Glial cells and their functions

NEURON BERMIELIN DAN MACAM SEL GLIA

KONDUKSI IMPULS SARAF PADA AKSON BERMIELIN

mielin --- > isolator listrik. konduksi pada node of ranvier (simpul ranvier). saltatory conduction

lebih efisien

kecepatan : lebih cepat dibanding akson tak bermielin saraf bermielin : 120m/detik

saraf tak bermielin : 1 m/detik


makin kecil diameter serat saraf , makin lambat konduksinya.

PENGHANTARAN IMPULS

Neuron sensoris / reseptor bertugas menerima


rangsang dan meneruskannya ke saraf pusat untuk diolah. Apapun bentuk rangsangannya, akan dirubah menjadi sinyal listrik (impuls listrik) dan diteruskan ke saraf pusat.

Itulah salah satu keajaiban dari otak. Walaupun semua impuls itu berupa arus listrik, tetapi otak dapat membedakan rangsangan tersebut sebenarnya berupa apa.

Proses terbentuknya impuls


1.

Rangsangan diterima reseptor


Terjadi depolarisasi pada reseptor Impuls dijalarkan

2.

3.

Terminologi

Polarisasi : keadaan istirahat, bagian dalam membran lebih negatif daripada bagian luar membran Depolarisasi : keadaan terangsang, bagian dalam membran lebih positif dari bagian luar membran Hiperpolarisasi Repolarisasi : keadaan kembalinya neuron ke keadan istirahat/ polarisasi

Electrical Signals: Ionic Concentrations and Potentials

Table 8-2: Ion Concentrations and Equilibrium Potentials

Depolarisasi

Polarisasi

Membrane & Channel Changes during an Action Potential

Copyright 2004 Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings

Figure 8-10: Model of the voltage-gated channel Na+

SINAPSIS

Impuls akan dirambatkan di sepanjang neuron sampai ke saraf pusat untuk diolah. Akan tetapi antara neuron yang satu dengan yang lain itu tidak bersambung/ menempel, tetapi ada celah. Kalau ada celah maka impuls tidak akan bisa sampai ke saraf pusat. Jadi diperlukan suatu struktur khusus agar impuls bisa tetap sampai ke saraf pusat. Struktur itu adalah SINAPSIS

Mekanisme kerja Sinap


1. Impuls/P.A sampai di axon presinap 2. Saluran ion Ca (kalsium) terbuka 3. Ion Ca masuk translokasi vesikel 4. Eksositosis (keluarnya transmiter ke celah sinap) 5. Neurotransmiter berikatan dg reseptor 6. Efek Excitatory (menghantar) atau Inhibitory (menghambat) impuls

NEUROTRANSMITER

bahan yang disintesis oleh badan sel dan disekresi oleh ujung akson bertugas membawa impuls dalam sinapsis dapat bersifat eksitasi dan inhibisi

zat transmiter eksitasi misal ; asetilkolin, zat p nor adrenalin adrenalin, glutamat.
zat transmiter inhibisi misal ; serotonin, dopamin gaba, glisin, aspartat.

SISTEM SARAF

sistem saraf pusat ( cns ) - otak - medulla spinalis

sistem saraf tepi/perifer ( pns ) - n. cranialis - n. spinalis


sistem saraf otonom ( ans ) - saraf simpatis - saraf parasimpatis

Sistem Saraf
Saraf Pusat -Otak
-Medula Spinalis

Saraf tepi
-Nn Cranialis(12 psg) -Nn Spinalis (31 psg) -Saraf Simpatis & Parasimpatis
Konduksi Impuls saraf sensoris (aferen) saraf motorik (eferen)

Pusat Pengendali/ Pengambil keputusan/ Memori

Central Nervous System: Overview

Brain Spinal cord

Figure 9-4a: ANATOMY SUMMARY: The Central Nervous System

STRUKTUR OTAK

Otak terdapat & dilindungi oleh tengkorak yang keras Selain tengkorak, otak juga dibungkus oleh 3 lapisan (meninges): a. Durameter b. Piameter c. Arachnoid Juga dilengkapi dengan cairan cerebrospinal yang bertugas melindungi otak dari goncangan

Protecting the Brain


Hair, skin, cranium

Venous sinus blood


Meninges Drua mater Arachnoid membrane Pia mater Cerebrospinal fluid
Figure 9-4b, c: ANATOMY SUMMARY: The Central Nervous System
Copyright 2004 Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings

Cerebrospinal Fluid

Copyright 2004 Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings

Figure 9-5: ANATOMY SUMMARY: Cerebrospinal Fluid

SELAPUT SSP ( MENINX ) dari luar ke dalam :


epidural 1. duramater tebal dan keras

subdural 2. arachnoid tipis dan lunak subarachnoid 3. piamater tipis dan lunak

CAIRAN SEREBROSPINAL

terdapat di dalam ventrikel otak dibentuk oleh : plexus choroideus Direabsorpsi di rongga Sub arachnoid penimbunan HIDROCEPHALUS, karena Obstruksi Penurunan reabsorpsi fungsi : - bantalan pengaman - metabolisme jaringan SSP

Sawar darah otak = Blood brain barrier

terbentuk dari sel-sel endotel yang saling berikatan erat di kapiler otak.

melindungi sel-sel otak terhadap bahan-bahan asing.


banyak bahan kimia maupun obat tidak dapat lewat. Mudah lewat : 02, H20, CO2, glukosa, alkohol, asam amino.

Blood Brain Barrier


Extensive capillaries & sinuses Tight junctions: limit permeability Astrocyte foot processes: secrete paracrines Protects brain: hormones & circulating chemicals Many glucose transporters

Copyright 2004 Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings

Figure 9-6: The blood-brain barrier

SISTEM SARAF PUSAT


1. otak = encephalon a. telencephalon = cerebrum = otak besar korteks serebri korpus striatum rhincephalon

CEREBRUM terbagi atas 4 lobus :

Lobus temporalis intepretasi bau , memori Lobus frontalis gerakan motorik Lobus parietalis pendengaran, taktil Lobus oksipitalis visual

CEREBRUM

Sistem Saraf Pusat

B. DIENCEPHALON THALAMUS Menerima rangsang nyeri EPITHALAMUS terdapat choroid plexus tempat pembentukan cairan serebrospinal

hipothalamus

fungsi khusus hipothalamus; 1. pengaturan kardiovaskular 2. pengaturan suhu tubuh 3. pengaturan air tubuh 4. pengaturan makan 5. pengendalian rasa terangsang dan marah 6. pengendalian fungsi endokrin

FUNGSI HIPOTHALAMUS

C. MESENCEPHALON = otak tengah D. RHOMBENCEPHALON = otak belakang * metencephalon : - cerebellum = otak kecil fungsi : keseimbangan. - pons

MIENCEPHALON : - medulla oblongata sebagai : - pusat respirasi - pusat reflek batuk, menelan, muntah, salivasi

Spinal Cord Regions

Cervical
Thoracic Lumbar

Sacral

Figure 9-4a: ANATOMY SUMMARY: The Central Nervous System


Copyright 2004 Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings

Spinal Cord Organization


Gray matter: mostly cell bodies Dendrites & terminals

Spinal reflex integrating center


White matter Bundles of myelinated axons Ascending tracts sensory Descending tracts motor Dorsal roots Ventral roots
Copyright 2004 Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings

Spinal Cord Organization

Copyright 2004 Pearson Education, Inc., publishing as Benjamin Cummings

Figure 9-7: Specialization in the spinal cord

SARAF PERIFER

Saraf pusat bertugas mengolah informasi. Sedangkan yang bertugas menangkap/ menerima rangsang & meneruskan tanggapan adalah SARAF TEPI / PERIFER

Sistem saraf
1. Sistem saraf pusat
a.
b.

Otak (brain / cranium) Tulang belakang (vertebral / medula spinalis)

2. Sistem saraf perifer


a. b.

12 pasang dari kranial 31 pasang dari vertebral

Cranial Nerves

Table 9-1: The Cranial Nerves

SARAF PERIFER

Neuron afferen / sensoris Neuron efferen / motoris Neuron somatis Neuron otonom Parasimpatis Simpatis

SISTEM SARAF OTONOM

fungsi : homeostasis, melalui regulasi aktivitas otot jantung, otot polos dan kelenjar. terdiri dari dua bagian : saraf simpatis saraf parasimpatis

PERBEDAAN ANTARA SARAF SIMPATIS DAN PARASIMPATIS


1. pembagian anatomi. asal : s : segmen torakal dan lumbal medula spinalis p : saraf kranial dan segmen sakral medula spinalis

2. efek perangsangan terhadap organ saling berlawanan. 3. jenis zat transmiter. s : preganglionik : acetilkolin post ganglionik : nor adrenalin p : preganglionik : acetilkolin post ganglionik : acetilkolin

FUNGSI SARAF SIMPATIS :


Pengendalian derajat vasokonstriksi di kulit Pengendalian kecepatan pengeluaran keringat Pengendalian frekwensi denyut jantung Pengendalian tekanan darah penghambatan sekresi dan gerakan gastrointestinalis. Meningkatkan metabolisme sel

FUNGSI SARAF PARASIMPATIS :

Mengendalikan pengfokusan mata dan dilatasi pupil. Mengendalikan sekresi kelenjar ludah, denyut jantung, sekresi lambung, sekresi pankreas.

SERAT KOLINERGIK :

sekresi : acetilkolin
reseptor : tipe muskarinik - otot polos - otot jantung - sel kelenjar tipe nikotinik - neuromuscular junction

SERAT ADRENERGIK :

sekresi : nor adrenalin, adrenalin reseptor : tipe (alpha) nor adrenalin - pembuluh darah tipe (beta) adrenalin - 1 miokard - 2 bronchus, vasa coronaria

Refleks

Mekanisme kerja dasar sistem saraf Busur refleks : Rangsangan Reseptor Saraf Sensoris Saraf Pusat Saraf Motorik Efektor (organ pelaksana)