Anda di halaman 1dari 18

BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 53



BAB IV
TUGAS KHUSUS
DESAIN SEPARATOR HORIZONTAL DUA FASA
PADA PT. SURYA ESA PERKASA (SEP)

4.1 Latar Belakang
Separator merupakan salah satu peralatan utama yang mempunyai peranan
penting dalam operasi pengolahan minyak bumi dan gas alam. Separator berfungsi
memisahkan fluida produksi yang berasal dari sumur produksi menjadi dua atau tiga
fasa. Separator yang digunakan pada PT. Surya Esa Perkasa (SEP) merupakan separator
horizontal dua fasa. Separator ini memisahkan fluida menjadi dua komponen yaitu gas
dan liquid.
Pemisahan menggunakan separator diperlukan sebagai langkah awal
pengolahan minyak bumi maupun gas alam. Ukuran separator yang kecil menyebabkan
kapasitas produksi minyak bumi maupun gas alam yang dihasilkan juga kecil. Tetapi,
ukuran separator yang terlalu besar jika dibandingkan dengan laju produksi sumur yang
ada juga merupakan suatu pemborosan biaya kapital. Oleh karena itu, perlu
diketahuinya penentuan ukuran separator dua fasa yang ideal untuk pemisahan yang
baik.
Disini penulis bermaksud melakukan perancangan ulang separator horizontal
dua fase dalam proses produksi di PT. Surya Esa Perkasa (SEP), dengan menggunakan
data-data yang ada sekarang, dan diolah dengan menggunakan perhitungan manual.
Adapun beberapa alasan mengapa tidak digunakannya separator tiga fase yang selain
mampu memisahkan gas dengan liquid juga dapat memisahkan komponen liquid, yaitu
minyak dan air adalah bahwa separator horizontal dua fase memiliki keunggulan, dalam
beberapa hal, yaitu :
1. Lebih murah untuk kapasitas gas yang sama
2. Diameter lebih kecil untuk kapasitas gas yang sama
3. Luas permukaan untuk gas dan cair lebih besar
BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 54

4. Perubahan diameter dan panjangnya juga merubah kapsitas gas
5. Mudah untuk pemasangan pipa.

4.2 Perumusan Masalah
1. Bagaimana penentuan ukuran ideal separator horizontal dua fasa.
2. Bagaimana melakukan perancangan separator horizontal dua fasa, sesuai
dengan data spesifikasi alat yang dihitung secara manual.

4.3 Tujuan
1. Mengetahui faktor-faktor yang menentukan ukuran ideal separator horizontal
tiga fasa.
2. Membandingkan ukuran ideal separator yang didapat melalui perhitungan
menggunakan data desain dengan ukuran separator yang terpasang.
3. Merancang separator horizontal dua fase untuk proses pemisahan aliran
hidrokarbon dilapangan.

4.4 Manfaat
1. Mengetahui langkah-langkah dalam menentukan ukuran ideal separator
horizontal dua fasa.
2. Memahami prinsip pemisahan yang terjadi pada separator.

4.5 Tinjauan Pustaka
Fluida yang berasal dari sumur-sumur produksi merupakan campuran komplek
dari berbagai komposisi hidrokarbon dengan berat jenis, tekanan uap, dan sifat fisik
yang berbeda-beda. Selama mengalir dari reservoir menuju tempat pengolahan, fluida
mengalami penurunan tekanan dan temperatur. Sebagian gas berubah menjadi liquid
dan aliran fluida berubah karakteristiknya. Dapat terjadi aliran gas yang membawa
butiran liquid, dan aliran liquid membawa gelembung gas terlarut. Sebelum pengolahan
lebih lanjut, maka fluida harus dipisahkan terlebih dahulu.
BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 55

Separator merupakan peralatan awal dalam industri minyak yang digunakan
untuk memisahkan fluida dari sumur produksi berdasarkan berat jenisnya. Separator
dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
- Berdasarkan fasa zat yang dipisahkan:
1. Separator dua fasa (memisahkan gas dari aliran liquid)
2. Separator tiga fasa (memisahkan gas, minyak,dan air)
- Berdasarkanbentuknya:
1. Separator horizontal
Separator horizontal hampir selalu digunakan untuk aliran yang mempunyai
rasio gas terhadap liquid (Gas-Oil Ratio) yang tinggi, untuk arus yang
berbuih, atau untuk liquid yang keluar dari separator sebelumnya.
2. Separator vertikal
Separator yang vertical sering dipergunakan untuk aliran fluida yang rasio
gas-liquid nya (Gas-Oil Ratio) rendah sampai sedang dan diperkirakan akan
terjadi liquid yang datang secara kejutan (slug) yang relative sering.
3. Spherical Separator
Separator bundar biasanya hanya berukuran kecil dan digunakan untuk
kapasitas produksi yang kecil-kecil saja.
- Berdasarkantekananoperasinya:
1. High pressure separator, tekanankerjanya 650 1500 psi,
2. Medium pressure separator, tekanan kerjanya 225 650 psi,
3. Low pressure separator, tekanan kerjanya 10 225 psi.

Separator bekerja berdasarkan prinsip pemisahan berdasarkan berat jenisnya
dimana diperlukan volume bejana dan waktu retensi tertentu agar fasa-fasa yang ada
terpisah. Penentuan desain separator merupakan hal penting yang akan menentukan
kapasitas produksi dari seluruh fasilitas yang ada.

BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 56


Gambar 4.1
Separator Horizontal Dua Fasa


Inlet Separator pada PT. Surya Esa Perkasa (SEP)
Pada system coldbox dan separasi, aliran umpan yang sudah kering (dry feed
gas) dilakukan process pendinginan sampai temperature -31 Deg. F dan process
separasi untuk memisahkan gas fraksi ringan dengan cairan fraksi beratnya.
Pendinginan(chilling process)dilakukan melalui 2 tahapan, yaitu;
1. Pendinginan pada Series Heat Exchanger/ Cold Box
2. Pendinginan melalui Joule Thomson-Valve (JT-Valve)
Pada Tahap pertama, mula-mula Gas kering dari Glycol contactor di alirkan
kedalam Cold Box untuk didinginkan dengan Lean Gas dan vapor dari Fractionation
Refluk drum sebelum di kirimke Pipeline. Selanjutnya feed gas di dinginkan lebih
lanjut menggunakan propane refrigerant.
Cold Box adalah Plate-Fin Heat Exchanger yang terbuat dari bahan
aluminum yang berfungsi untuk mendinginkan feed gas, dengan cara yang sama
seperti pada Series Heat Exchanger, tetapi memiliki heat transfer efficiency yang
sangat tinggi.
BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 57

Feed Gas keluar dari Series Heat exchanger/ Cold Box selanjutnya di alirkan
kedalam Very Low Temperature Separator untuk memisahkan cairan yang terbentuk
selama process pendinginan.
Pendinginan pada tahap Kedua dilakukan dengan cara menurunkan tekanan
gasnya melalui JT Valve sebelum gas masuk kedalam Very Low Temperature
Separator. Ukuran separator ditentukan agar dapat memisahkan secara baik gas dan air
dari aliran yang masuk ke separator tersebut. Inlet Separator yang terpasang di SEP
merupakan separator horizontal dua fasa dengan diameter 42 inchi dan seam-to-seam
length 10 ft.
A. Dasar Teori Perhitungan
Ukuran separator yang didesain untuk pemisahan yang baik harus memenuhi
kondisi-kondisi berikut ini :

a.) Kapasitas Gas Tertampung
Pengaturan kapasitas gas yang tertampung harus dapat memenuhi kondisi yang
memberikan waktu yang cukup bagi butiran liquid jatuh dari fasa gas menuju fasa
liquid selama gas mengalir sepanjang separator. Kapasitas gas yang dibutuhkan
memberikan persamaan untuk mendapatkan kombinasi diameter (d) dan panjang efektif
separator(L
eff
).
Persamaan yang digunakan untuk separator yang 50% terisi liquid(one-half
separator)dan untuk pemisahan butiran liquid berdiameter 100 mikron adalah sebagai
berikut :
2 / 1
420
(
(

|
|
.
|

\
|

=
m
D
g l
g g
eff
d
C
P
Q Z T
L d



Keterangan :
d = diameter separator,in
L
eff
= panjang efektif separator tempat terjadi pemisahan, ft
BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 58

T = temperatur operasi,
o
R
Q
g
= laju alir gas, MMSCFD
P = tekanan operasi, Psia
Z = kompresibilitas gas

g
= densitas gas, kg/m
3

l
= densitas liquid, kg/m
3

C
D
= koefisien drag
d
m
= ukuran butiran likuid yang akan dipisahkan, micron

b.) Retention Time
Retention time dari air ikut menentukan ukuran dan kapasitas separator.
Retention time yang biasanya digunakan butiran air untuk mengendap di separator yaitu
antara 3 30 menit. Alasan untuk menggunakan batasan retention time antara 3 30
menit tergantung pada data lab atau data lapangan. Jika informasi ini tidak tersedia,
maka retention time air dirancang selama 10 menit.
Pengaturan retention time memberikan persamaan yang harus memenuhi
kombinasi d dan L
eff
sebagai berikut :

7 . 0
2 l r
eff
Q t
L d =

Keterangan :
Q
l
= lajualir air, BWPD
t
r
= retention time air yang diinginkan, menit

c.) Seam-to-Seam Length DanSlenderness Ratio
Seam-to-seam length dapat ditentukan dari panjang efektif separator. Jika
ukuran separator didasarkan pada kapasitas gas, maka slenderness ratio (L
ss
/d)harus
dibatasi kurang dari 4 atau 5, untuk mencegah kembalinya cairan pada gas melalui
BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 59

interface gas-cairan. Jika ukuran separator didasarkan pada kapasitas cairan, maka
slenderness ratio yang lebih besar dipakai. Tetapi, umumnya slenderness ratio untuk
separator horizontal dua fasa digunakan antara 3 sampai 4.

Untuk kapasitas gas

Untuk Kapasitas liquid



d.) Prosedur Perhitungan Ukuran Ideal Separator
Prosedur perhitungan ukuran separator horizontal tiga fasa adalah sebagai
berikut :
1) Menyiapkan dataQ
l
, Q
g
,
g
,
l,
m, P, dan T
2) Menentukan harga t
r

3) Menghitung d.L
eff
menggunakan persamaan (1) untuk d < d
max
yang memenuhi
batasan kapasitas gas. Ukuran butiran (dm) yang digunakan ialah 100 micron
jika informasi tentang hal itu tidak tersedia.Nilai Z didapatkan dengan grafik
kompresibilitas gas (Lampiran G).
Dalam menghitung harga d.L
eff
untuk kapasitas gas, diperlukan harga drag
cooficient(C
D
) dari butiran liquid yang akan jatuh dari gas. Harga C
D
ditentukan
dengan langkah iterasi sebagai berikut :
1. Menghitung V
t
dengan rumus :

( )
2 / 1
0204 , 0
(
(


=
g
m g l
t
d
V



Applied Process Design for Chemical & Petrochemical
Plants Vol 1
2. Menghitung nilai Re dengan rumus :


BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 60

t m g
V d
0049 , 0 Re =

Applied Process Design for Chemical & Petrochemical
Plants Vol 1

3. Menghitung nilai C
D
dengan nilai Re yang didapat :
34 , 0
Re
3
Re
24
2 / 1
+ + =
D
C
4. Menghitung kembali V
t
dengan rumus :

2 / 1
0119 , 0
(
(

|
|
.
|

\
|
=
D
m
g
g l
t
C
d
V



5. Menghitung kembali nilai Re (kembali ke langkah 2) dan iterasi
sampai nilai C
D
yang didapat konstan.

4) Menghitung d.L
eff
untuk d < d
max
yang memenuhi batasan retention time air
dengan persamaan (2).
5) Menentukanseam-to-seam lengthdengan menggunakan salah satu dari
persamaan di bawah ini:
gas kapasitas untuk
d
L L
eff ss
12
+ = (7)
cairan kapasitas untuk L L
eff ss
.
3
4
= (8)
6) Dipilih kombinasi d dan L
ss
yang ideal dengan slenderness ratio (L
ss
/d) antara 3
sampai 4.

B. Perancangan Mekanis
Untuk perancangan suatu separator horizontal diperlukan untuk menghitung
nilai ketebalan dinding pada shell, ketebalan head, dll. Adapun beberapa rumusan yang
digunakan dalam perancangan separator dau fase adalah :
BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 61

1. Ketebalan Dinding shell (Wall Thickness)



Dimana :
T = ketebalan dinding shell, inchi
P = Tekanan desain, psig
Ro = Radius luar
S = Allowable stress, psi
E = Efisiensi sambungan las
CA = Corrotion allowance (tergantung material)

2. Ketebalan Head (Head Tickness)


Dimana :
t = ketebalan head , inches
Do = Diameter luar , inches

3. Berat Shell
Shell weight =


Dimana :

= 0,29 lbs/in
3
Do = Diameter luar , inches
D
l
= Diameter dalam , inches
L = Panjang vessel , inches

4. Berat Head
Headweight =


BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 62

Dimana :
Tk = Ketebalan Head
Do = Diameter luar , inches
D
l
= Diameter dalam , inches

5. Berat Vessel
Berat Vessel = (shellweight) + (Headweight)

4.6 Hasil dan Pembahasan
4.6.1 Ukuran Ideal Separator (Data Desain)

Tabel 4.1
Data Perhitungan Inlet Separator (Desain)

ITEM UNIT VALUE
Q
g
MMSCFD 53,36
Q
l
BLPD 3205,6711
P
operasi
Psig 613,8
T
operasi
o
F 42,56
cp 0,0112

g
kg/m
3
59,8770

l
kg/m
3
529,6824
t
r
min 2
Mass flow gas (m) ton/day 1216
Mass flow liquid ton/day 277,8

Langkah-langkah perhitungan :
1) Menentukan t
r

BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 63

t
r
= 2 min

2) Menghitung d.L
eff
untuk d < d
max
yang memenuhi batasan kapasitas gas. Disini
digunakan ukuran butiran (d
m
) 100 micron.

2 / 1
420
(
(

|
|
.
|

\
|

=
m
D
g l
g g
eff
d
C
P
Q Z T
L d




Menghitung harga C
D
1. Menghitung V
t
dengan rumus :

( )
2 / 1
0204 , 0
(
(


=
g
m g l
t
d
V


=
( )
2 / 1
8770 , 59
100 . 8770 , 59 6824 , 529
0204 , 0
(



= 0,571ft/s
2. Menghitung nilai Re dengan rumus :

t m g
V d
0049 , 0 Re = =
0112 , 0
5710 , 0 . 100 . 8770 , 59
0049 , 0 Re = = 1495,8023

3. Menghitung nilai C
D
dengan nilai Re yang didapat :
34 , 0
Re
3
Re
24
2 / 1
+ + =
D
C = 34 , 0
1495,8023
3
1495,8023
24
2 / 1
+ + = 0,4336

4. Menghitung kembali V
t
dengan rumus :

2 / 1
0119 , 0
(
(

|
|
.
|

\
|
=
D
m
g
g l
t
C
d
V


=
2 / 1
0,4336
100
8770 , 59
8770 , 59 6824 , 529
0119 , 0
(

|
|
.
|

\
|

= 0,8465 ft/s

Iterasi
*Untuk C
D
= 0,4336
BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 64

V
t
= 0,8465 ft/s
Re = 2217,5073
C
D
= 0,4145
*Untuk C
D
= 0,4145
V
t
= 0,8658 ft/s
Re = 2268,0659
C
D
= 0,4136
*Untuk C
D
= 0,4136
V
t
= 0,8667 ft/s
Re = 2270,4236
C
D
= 0,4136
Dengan menggunakan perbandingan data tekanan (P) dan temperatur (T),
maka didapatkan nilai Z (compressibility factor).
Dari grafik (Lampiran G) didapat Z = 0,84 (Mc Graw-Hill Second Edition)

2 / 1
420
(
(

|
|
.
|

\
|

=
m
D
g l
g g
eff
d
C
P
Q Z T
L d



2 / 1
100
4136 , 0
8770 , 59 6824 , 529
8770 , 59
8 , 613
36 , 53 . 84 , 0 ). 56 , 502 (
420
(

|
.
|

\
|

=
eff
L d

=
eff
L d 353,8188 (inch.ft)

Kombinasi harga d dan L
eff
untuk batasan kapasitas gas ditabelkan sebagai berikut:





BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 65


Tabel 4.2
Kombinasi Harga d, L
eff
, L
ss
, dan L
ss
/d
Inlet Separator berdasarkan Kapasitas Gas (Desain)

d (m) L
eff
(m) L
ss
Slenderness Ratio
Gas (12Lss/d)
30 10,17673365 13,5689782 5,42759128
32 8,94439481 11,92585975 4,472197405
34 7,923062531 10,56408337 3,728500015
36 7,067176146 9,422901529 3,140967176
38 6,342839533 8,457119377 2,670669277
40 5,724412679 7,632550238 2,289765071
42 5,192211046 6,922948062 1,977985161
44 4,730919569 6,307892759 1,720334389
46 4,328478396 5,771304528 1,505557703
48 3,975286582 5,30038211 1,325095527
50 3,663624114 4,884832152 1,172359717

8) Menghitung d.L
eff
untuk d <d
max
yang memenuhi batasan retention time minyak
dengan air.

7 , 0
.
2 l R
eff
Q t
L d =

7 , 0
) 6711 , 3205 ( 2
.
2
=
eff
L d = 9159,0603
Kombinasi harga d dan L
eff
untuk batasan retention time cairan ditabelkan
sebagai berikut :

BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 66


Tabel 4.3
Kombinasi Harga d, L
eff
, L
ss
, dan L
ss
/d
Inlet Separator berdasarkan Kapasitas Cairan (Desain)

d L
eff
L
ss
Slenderness Ratio
Gas (12Lss/d)
24 14,74245 16,74245 8,371225
30 11,79396 14,29396 5,717584
32 11,0568375 13,72350417 5,146314063
34 10,40643529 13,23976863 4,672859516
36 9,8283 12,8283 4,2761
38 9,311021053 12,47768772 3,940322438
40 8,84547 12,17880333 3,653641
42 8,424257143 11,92425714 3,406930612
44 8,041336364 11,70800303 3,193091736
46 7,691713043 11,52504638 3,006533837
48 7,371225 11,371225 2,84280625
50 7,076376 11,24304267 2,69833024

9) Menghitung seam-to-seam length (L
ss
) dengan persamaan untuk kapasitas cairan,
dikarenakan L
eff
yang dibutuhkan untuk kapasitas cairan lebih panjang
dibandingkan dengan kapasitas gas. Hasil perhitungannya juga ditabelkan pada
table 4.3.

eff ss
L L .
3
4
=

BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 67

10) Dipilih kombinasi d dan L
ss
yang ideal dengan slenderness ratio antara 3 sampai
4. Dari table didapat bahwa ukuran separator yang ideal adalah diameter 38 inchi
dan panjang12,4777ft.

Separator yang terpasang memiliki diameter 42 inchi dan panjang 10 ft
memiliki volume 107,3814 ft
3
. Sedangkan pada hasil perhitungan dengan
menggunakan data desain maka dipilih separator dengan diameter dalam 38 inchi.
Panjang vessel (Lenght Seam-to-Seam) pada separator horizontal yang didapat dari
perhitungan pada poin 10 adalah 12,4777 ft. Maka didapat volume separator (seam-to-
seam volume) adalah 108,8131 ft
3
.

Jika dilihat dari panjang atau ukuran separator yang
ada, maka separator yang ada tidak jauh berbeda dengan yang didapat dari perhitungan.
Untuk slenderness ratio pada diameter 38 inchi dan panjang vessel 12,4777
adalah 3,94032. Sedangkan untuk Slenderness ratio pada gas, nilai dibawah 3 sampai 4
dapat dikompensasi dengan penambahan mist extractor pada separator. Slenderness
ratio untuk liquid berkisar antara 3 sampai 4, tetapi ukuran yang lebih baik adalah
untuk slenderness yang mendekati 4.

4.6.2 Perancangan Mekanis
Didapatkan data dari design adalah sebagai berikut,
Diketahui :
Design Pressure (P) = 875 psig
Radius Outside (Ro) = 12 inchi
Joint Efficiency (E
j
)

= 1 (fully radiographed) (Plant Design And
Economic For Chemical Engineers Max S. Peters)
Allowable Stress(S) = 17.150 psi (Chemical Process Equipment -
Stanley M Walas)
Corrosion Allowance (CA) = 0 inchi (non-corrosive service)
Material = SA-240-304SS

BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 68

1. Ketebalan Dinding shell (Wall Thickness)
Pemilihan type shell menggunakan Cylindrical shell, sehingga rumus
design menjadi


t
s
=



t
s
= 0,6 inchi

2. Ketebalan Head (Head Tickness)
Pemilihan type head menggunakan ellipsoidal head, sehingga rumus
design adalah sebagai berikut :

(Chemical Process Equipment - Stanley M Walas)

Dimana, Do = ID + 2t
Do = 42 inchi + 2 (0,6 inchi)
= 43,2 inchi
ID = 42 inchi



t
h
=



t
h
= 1,054 inchi




BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 69

3. Berat Shell
Dimana : L = 100 ft = 120 inchi

= 0,29 lbs/in
3
( Chemical Engineers Perrys)
Shell weight =


= 2792,99 lbs

4. Berat Head
Headweight =


= 870,705 lbs

5. Berat Vessel
Berat Vessel = (shellweight) + (Headweight)
= 2792,99 lbs+ 870,705 lbs
= 3663,695 lbs



BAB IV TUGAS KHUSUS

Teknik Kimia Universitas Sriwijaya 70

Daftar Notasi

C
D
= koefisien drag
d = diameter separator, m
d
m
= diameter butiran likuid yang ingin dipisahkan, mikron
d
max
= diameter maksimum separator, m
L
eff
= panjang efektif separator, m
L
ss
= panjang seam-to-seam, m
L
ss
/d = slenderness ratio
P = tekanan, psia
Q
g
= laju alir gas, MMSCFD
Q
l
= laju alir liquid, barrel
Re = bilangan Reynold
SG = spesific gravity
T = temperatur,
o
F (R)
t
r
= waktu retensi liquid, menit
V
t
= kecepatan terminal butiran likuid, ft/s
Z = kompresibilitas gas
Z = rasio ketebelan lapisan minyak dan diameter separator (h
o
/d)

g
= densitas gas, kg/m
3

l
= densitas liquid, kg/m
3

g
= viskositas gas, cP