Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Karakteristik lingkungan bisnis dimasuki oleh perusahaan masa kini dan masa depan. Oleh karena sekarang ini kita hidup di empat zaman sekaligus yakni zaman ekonomi, zaman teknologi informasi, zaman strategic quality management, dan zaman revolusi manajeme.kita perku memahami karakteristiksetiap zaman tersebut dan dampaknya terhadap prinsip-prinsip manajemen. Keempat zaman tersebut sekarang sedang berlangsung bersama karakteristiksetiap zaman tersebut belum mapan, sehingga masih ada kemungkinan besar karakteristik yang dapat diidentifikasi sekarang ini akan berubah. Mengamati tren perubahan yang akan terjadi di masa depan, sebagai akibat dari perubahan pesat pemanfaatan teknologi informasi dalam bisnis khususnya, dan dalam kehidupan umat manusia pada umumnya.

1.2 RUMUSAN MASALAH Ada beberapa permasalahan yang muncul, yang berkaitan dengan judul makalah ini, permasalah tersebut antara lain : 1. Bagaimanakah zaman globalisasi ekonomi? 2. Bagaimanakah zaman teknologi informasi? 3. Bagaimanakah zaman strategic quality management? 4. Bagaiamanakah zaman revolusi management?

1.3 TUJUAN Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui :

1. Untuk mengetahui zaman globalisasi ekonomi. 2. Untuk mengetahui zaman teknologi informasi. 3. Untuk mengetahui zaman strategic quality management. 4. Untuk mengetahui zaman revolusi management.

1.4 MANFAAT Secara umum, manfaat yang dapat diperoleh dari makalah ini adalah dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Adapun wawasan yang dapat diperoleh adalah tentang karakteristik lingkungan global.

1.5 SISTEMATIKA PENULISAN Metode yang penulis gunakan dalam penyusunan makalah ini adalah metode studi kepustakaan. Dengan menggunakan metode tersebut penulis dapat memperoleh data yang cukup lengkap dari berbagai sumber baik itu dari buku maupun dari internet, sehingga penyusunan makalah ini menjadi lebih mudah dan objektif.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 JAMAN GLOBALISASI EKONOMI Globalisasi ekonomi di tandai dengan semakin luasnya penerapan teknologi informasi dan kemajuan yang pesat dalam bidang transportasi. Globalisasi ekonomi yang melanda Indonesia semula hanya tertuju di lingkungan domestic menjadi terbuka ke lingkungan global. Keadaan ini memaksa manajemen perusahaan Indonesia untuk mengubah secra radikal prinsip-prinsip manajemen untuk dapat bertahan hidup dan bertumbuh dalam lingkungan bisnis yang telah berubah. 2.1.1 Proses Globalisasi Ekonomi Secara garis besar, globalisasi ekonomi ditandai dengan empat proses, yaitu : 1. Mobilitas Selain modal, globalisasi ekonomi sekarang telah memperluas proses mobilitas keangkatan kerja dan ide. 2. Keserentakan 3. Pencarian Jalan Bebas Hambatan Setiap hambatan, baik yang disebabkan oleh monopoli atau aturan pemerintah, dipecahkan oleh bisnis melalui pencarian jalan bebas hambatan. 4. Kemajemukan (Pulalisme) Proses kemajemukan menjadikan pusat tidak mampu lagi mengendalikan semua urusan karena lingkungan bisnis sangat turbulen. Situasi seperti ini dapat diatasi jika organisasi perusahaan didesentralisasi. 2.1.2 Gambaran Perubahan Lingkungan Bisnis di Zaman Globalisasi Ekonomi Globalisasi ekonomi berdampak terhadap 3C, yaitu:

- Customer Keadaan di mana pihak customer menentukan produk dan jasa yang mereka butuhkan. - Competition Persaingan global diwarnai oleh perusahaan yang memiliki kinerja yang baik dan tidak lagi menganut live and let live namun berubah menjadi live and let die. - Change Keadaan ini menuntut perusahaan-perusahaan untuk melengkapi dirinya dengan effective change-sensing radars dan untuk fleksibel dalam memberikan respon terhadap setiap perubahan yang terjadi. 2.1.3 Perubahan Jalan Pikiran Produsen ke Logika Konsumen Perbedaan jalan pikiran produsen dan logika customer menurut Rosabeth Moss : 1. Produsen berpikir bahwa mereka membuat produk. Customer berpikir mereka hanya membeli jasa 2. Produsen menginginkan untuk memaksimumkan return atas sumber daya yang mereka miliki. Customer mempedulikan tentang apakah sumber daya yang digunakan oleh produsen untuk memberikan manfaat bagi customer, bukan bagi pemiliknya. 3. Produsen khawatir dengan kekeliruan yang terlihat. Customer meninggalkan produsen karena kekeliruan yang tidak terlihat. 4. Produsen berpikir bahwa teknologi mereka menciptakan produk. Customer berpikir bahwa kebutuhan merekalah yang menciptakan produk. 5. Produsen mengorganisasi kegiatan untuk kenyamanan intern mereka. Customer menginginkan kenyamanan mereka yang diutamakan.

2.2 PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN DALAM ZAMAN GLOBALISASI EKONOMI Prinsip-prinsip Manajemen dalam Zaman Globalisasi Ekonomi telah mengalami perubahan sebagaiman berikut: 1. Pusat tidak lagi mempunyai wewenang penuh 2. Produk dan jasa global hanya dapat dihasilkan secara konsisten oleh organisasi yang semua aspeknya berstandar global. 3. Perusahaan focus terhadap customer 4. Pencarian jalan bebas hambatan

2.3 ZAMAN TEKNOLOGI INFORMASI Zaman teknologi informasi ditandai oleh 5trend, yaitu: 1. Trend pergeseran dari hard authomation technology ke teknologi informasi (smart technology). Dalam hard authomation, apa yang harus di kerjakan dan bagaimana mengerjakannya telah di stel dalam mesin yang di dukung oleh knowledge workers atau smart people. 2. Trend pergeseran ke knowledge-based works. Suasana kerja yang merangsang inovasi toleran terhadap exprimen hal yang baru dan kesediaan manajemen diperlukan dalam knowledge based works. 3. Trend pergeseran ke responsibility-based organization Mengharuskan seiap anggotanya bertanggung jawab dalam menjadikan organisasinya sebagai welth creating institution. Informasi yang di kumpulkan dan d simpan dalam data based dapat di akses siapa saja yang di beri wewenang untuk melakukan informed judgment dalam pengambilan keputusan. 4. Perdagangan berjalan melalui jalan raya elektronik

Transaksi bisnis dilaksanakan sepanjang jalan raya elektronik, dengan memanfaatkan share data based, elektronik fund transfer, elektronik data interchange elektronik commerce (E-commers) 5. Kekayaan lebih banyak dihasilkan dari human assets daripada financial elektronik Produk dan jasa bersaing melalui kandungan pengetahuan yang terdapat di dalamnya untuk memenuhi kebutuhan customer. 6. Kekayaan intelektual menjadi kekayaan perusahaan yang paling berharga. Aktiva tidak berwujud tidak dapat dinilai dengan uang dan tidak dapat dicantumkan dalam neraca, namun mempunyai kontribusi besar dalam menghasilkan nilai perusahaan.

2.4 PRINSIP-PRINSIP INFORMASI.

MANAJEMEN

DALAM

ZAMAN

TEKNOLOGI

Prinsip-prinsip manajemen dalam zaman teknologi informasi di pengaruhi oleh dua faktor : 1. Pemekerjaan knowledge workers untuk memanfaatkan secara optimum kemampuan teknologi informasi. Prinsip ini berdampak terhadap: a. Organisasi Keberhasilan organisasi zaman teknologi informasi ditentukan oleh empat factor, yaitu: - Kecepatan Keberhasilan organisasi ditentukan oleh kecepatan dalam menyediakan layanan bagi customer, kecepatan dalam membawakan produk dan jasa ke pasar, kecepatan

dalam mengubah strategi, dan kecepatan dalam merespon perubahan kebutuhan customer. - Fleksibilitas Keberhasilan organisasi ditentukan oleh fleksibilitas personel dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan lingkungan bisnis. - Integrasi Keterpaduan antara seluruh personel organisasi, organisasi para pemasok, organisasi customer merupakan salah satu penentu keberhasilan organisasi di masa sekarang. - Inovasi Inovasi produk dan proses baru dalam menentukan jenis produk dan jasa yang dibutuhkan customer menjadi salah satu penentu keberhasilan organisasi b. Pengendalian Dalam mengendalikan skilled workers diperlukan aturan ketat sehingga pengendaliannya pun memerlukan supervisor yang mengamati kesesuaian pekerjaan karyawan dengan aturan yang telah ditetapkan. c. System wewenang Manajer bertanggung jawab untuk melakukan pemberdayaan dan pelibatan seluruh knowledge workers untuk menghasilkan value bagi customer. 2. Kemampuan teknologi informasi untuk menyediakan fasilitas information sharing. Kemampuan teknologi informasi dalam menyediakan fasilitas information sharing dapat menciptakan organisasi yang memiliki karakteristik sangat berbeda dengan organisasi yang dikenal masa lalu. Setiap organisasi dibangun dengan empat macam batas: 1. Batas vertical

Batas antar tingkta manajer dalam organisasi, menjadi pemisah antara pemimpin dan pengelola. 2. Batas horizontal Batas-batas antara fungsi dan disiplin. 3. Batas eksternal Batas-batas antara orgainisasi dengan pemasok, customer, dan badan pengatur. 4. Batas geografis Batas-batas antar bangsa, kultur, dan pasar. Dalam mendesain system pengendalian manajemen, dampak zaman teknologi informasi terhadap prinsip-prinsip manajemen perlu dipertimbangkan, agar system tersebut efektif dalam lingkungan bisnis yang secara ekstensif memanfaatkan teknologi informasi.

2.5 JAMAN STRATEGI QUALITY MANAGEMENT Pandangan produsen terhadap kualitas produk dan jasa telah mengalami evolusi melalui empat jaman, yaitu: 1. Jaman infeksi (Insfection Era) Kualitas hanya dipandang sebagai masalah yang berkaitan dengan produk rusak,cacat atau penyimpanan yang terjadi dalam atribut yang melekat pada produk. Di dalam proses produksi diperlukan infeksi terhadap kualitas produk pada akhir proses produksi,dengan membentuk departemen infeksi. 2. Jaman pengendalian kualitas secara statistic(statistical quality control era) Pada jaman statistical quality control,departemen infeksi diperlengkapi dengan alat dan metode statistik didalam mendeteksi penyimpanan yang terjadi dalam atribut produk yang dihasilkan dari proses produksi.

3. Jaman jaminan kualitas (quality assurance era) Dengan konsep biaya ualtas ini,dapat melakukan perhitungan biaya kualitas yang diperlukan untuk pencegahan agar diperoleh penghematan biaya terhindarkan. 4. Jaman manajemen kualiatas secara strategic(strategic quality management) Penanganan kualitas produk dalam jaman stratejik quality management ini

mengakomodasi semua unsure-unsur penanganan kualitas yang dikembangkan dijaman sebelumnya.

2.6 PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN DALAM JAMAN (STRATEGIC QUALITY MANAGEMENT) Jaman strategic quality manajemen berdampak pada prinsip-prinsip manajemen berikut ini : (1) Pengguanan value based strategic Usaha untuk mengarahkan manajer agar bertangung jawab atas : - Penyerahaan produk/jasa yang memberikan value terbaik untuk pemenuhan kebutuhan tertentu costumer - Penciptaan system strategic untuk secara berkelanjutan melakukan improvement terhadap value tersebut dan untuk menunaikan kewajiban perusahaan (2) Posisi kompetitif perusahaan dicapai melalui kinerja dan penerapan pengetahuan Keunggulan kompetetif perusahaan diperoleh dengan - Menyediakan value terbaik bagi costumer dan - Menjadikan organisasi berbeda (disitinc) dari pesaing.Untuk menyediakan value terbaik bagi costumer,perusahaan melakukan kegiatan utama berikut ini mendesain produk dan jasa yang pas dengan kebutuhan costumer, memproduksi produk dan

jasa secara cost effective, memasarkan produk dan jasa secara efektif kepada costumer.

2.7 JAMAN REVOLUSI MANAJEMEN Revolusi pertama terjadi pada waktu di inggris untuk pertama kalinya masarakat menerapkan pengetahuan(knowledge)ke dalam alat,produk,dan proses (the application of knowledge to tool,product and process).Revolusi kedua itu dikenal dengan nama Revolusi Produktivitas,pendobrakan dominasi pekerjaan oleh pengrajin melalui gerakan scientific management ini menimbulkan revolusi produktivitas,pada revlusi terakhir ini yang disebut dengan revolusi management terjadi penerapan pengetahuan ke pengetahuan (the application of knowledge to knowledge).

2.8 PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN DALAM JAMAN REVOLUSI MANAJEMEN Dari lingkungan stabil ke lingkungan yang turbulen. Pemanfaatan smart technology dan pemekerjaan (hiring) knowledge workers menyebabkan terjadinya perubahan atas perubahan itu sendiri. Manajemen perlu memiliki keterampilan untuk mengelola perubahan sehingga organisasi benr-benar dapat berfungsi sebagaimana mestinya suatu organisasi, yaitu sebagai sarana untuk mewujudkan perubahan. Dari ukuran dan skala ekonomi ke kecepatan dan kemampuan untuk merespon. Dilingkungan bisnis yang di dalamnya customer memegang kendali, kecepatan dan kemampuan perusahaan untuk merespon setiap perubahan kebutuhan customer menentukan kelangsungan hidup dan pertumbuhan perusahaan. Pergeseran leadership dari puncak ke leadership dari setiap orang. Konsep pemberdayaan karyawan untuk membangun leadership potential dalam diri setiap

karyawan diperlukan untuk menggantikan konsep delegasi wewenang yang selama ini dikenal didalam manajemen tradisional. 1. Dari kelakuan organisasi ke fleksibitas permanen. Kekakuan organisasi dapat dikurangi atau di hilangkan dengan menjadikan struktur organisasi lebih datar (flat), menerapkan croos-functional, dan memberdayakan karyawan. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Dari pengendalian melalui aturan ke pengedalian melalui visi dan values. Dari informasi yang di jaga dan tertutup ke information sharing. Dari analisis kuantitatip ke kreativitas dan intuisi. Dari kebutuhan tentang kepastian ke kesediaa untuk menerima keraguan. Dari reaktif dan penghindaran risiko ke proaktif dan keberanian menghadapi risiko. Dari independensi perusahaan ke saling ketergantungan antar perusahaan. Dari integrasi vertical ke virtual integration. Dari focus ke masalah intern ke lingkungan kompetitif.

10. Dari keunggulan kompetitif jangka panjang ke inovasi berkelanjutan keunggulan kompetitif. 11. Dari bersaing di pasar yang telah ada ke bersaing dalam pasar masa depan.

2.9 TAHAP PERGESERAN PARADIGMA Pergeseran paradigmaa terjadi melalui tiga tahap : normalcy, anomaly, dan penggantian. Normalcy. Dalam tahap ini, praktik-praktik manajemen benar-benar sesuai dengan prinsip-prinsip atau kebenaran yang di yakini oleh masyarakat. Antara pemikiran dan tindakan berjalan normal. Dalam tahap normalcy, praktik-praktik manajemen mampu untuk menyelesaikan berbagai masalah yang timbul karena kesesuaian antara praktik-praktik tersebut dengan paradigma manajemen yang digunakan.

Anomali.

Manajer

perusahaan

yang

menghadapi

kompetisi

global,

menggambarkan informasi biaya yang akurat dan tepat waktu sangat menentukan posisi kompetitif perusahaan. Penggantian. Paradigma lama yang memfokuskan ke kepentingan produsen kemudian diganti dengan paradigm customer value, dan prinsip-prinsip manajemen baru dibangun berdasarkan paradigma customer value tersebut.

2.10 PERGESERAN

PARADIGMA

MANAJEMEN

YANG

SEDANG

BERLANGSUNG SEKARANG Paradigma baru yang sedang berkembang (emerging paradigm) dalam manajemen untuk menghadapi lingkungan bisnis global adalah: (1) Customer value strategi Manajemen perusahaan harus mengubah paradigm mereka ke strategi penyedian value terbaik bagi costumer.Costumer value strategi adalah strategi manajemen untuk menyediakan value terbaik bagi costumer untuk menjadikan perusahaan mampu bertahan dan bertumbuh didalam limgkungan bisnis yang

dimasukinya.Paradigma costumer value strategi adalah pandangn bahwa satusatunya alasan keberadaan bisnis perusahaan adalah costumer. (2) Continuous improvement Manejemen perusahaan perlu menggeser paradigm mereka ke improvement secara berkelanjutan (continuous improvement).Paradigma ini adalah pandangan bahwa perusahaan hanya akan bertahan dan bertumbuh dalam jangka panjang. (3) Organizational system

Paradigm organizational system adalah pandangan untuk mampu bertahan dan bertumbuh dilingkungan bisnis global,system organisasi perusahaan harus di desain sedemikian rupa sehingga berorioentasi untuk memuasi kebutuhan costumer.

2.11 Rerangka pengembangan ilmu dan pengetahuan Dengan perubahan lingkungan bisnis yang berkarakteristik: costumer memegang kendali bisnis,persaingan menjadi tajam,dan perubahaan menjadi

konstan,pesat,serentak,dan pervasive diperlukan paradigm baru yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi oleh perusahaan: costumer,value,continuous improvement dan organizational system.

BAB III SIMPULAN

Pemahaman atas dampak keempat jaman ( globalisasi ekonomi, strategy quality management, teknologi informasi, dan revolusi manajemen ) terhadap karakteristik lingkungan bisni yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia, akan menjadi landasan yang baik untuk membangun paradigma baru yang pas dengan lingkungan tersebut. Paradigma customer value merupakan peta yang mengagambarkan lingkungan bisnis yang di dalamnya customer memegang kendali bisnis. Paradigma continuous improvement merupakan peta yang menggambarkan lingkungan bisnis yang didalamnya kompetisi tajam dan perubahan telah mengalami perubahan. Paradigma organizational merupakan peta yang menggambarkan lingkungan bisnis yang didalamnya customer memegang kendali bisnis. Untuk mampu bertahan dan bertumbuh di lingkungan baru tersebut, manajemen perusahaan perlu melakukan perubahan radikal terhadap system pengendalian manajemen mereka, agar mampu menghasilkan produk dan jasa yang relevan dengan tuntutan kebutuhan customer yang telah berubah dengan tingkat perubahan yang pesat.

DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi. (2011). Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen edisi III. Salemba Empat. Jakarta Mulyadi, Jhony. (2001). Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen edisi II. Salemba Empat. Jakarta

KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah swt., karena berkat rahmat dan karunia-Nya penyusun mampu menyelesaikan makalah yang berjudul Karakteristik Lingkungan Bisnis Ekonomi Global. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen. Penyusun menyadari bahwa selama penyusunan makalah ini banyak sekali halangan dan rintangan yang menghambat, namun berkat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, Alhamdulillah penyusun mampu menyelesaikan makalah ini. Oleh sebab itu penyusun sampaikan terima kasih kepada : 1. Ibu Euis Rosidah,SE,M.Ak selaku dosen mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen yang telah membantu penyusun selama menyusun makalah ini; 2. Rekan-rekan seangkatan yang telah memotivasi penyusun untuk menyelesaikan penyusunan makalah ini; 3. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu. Semoga Allah swt. memberikan balasan yang berlipat ganda. Makalah yang telah penyusun susun ini bukanlah suatu karya yang sempurna. Oleh sebab itu, penyusun sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya, semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi penyusun dan pembaca. Amin.

Tasikmalaya, 24 April 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... DAFTAR ISI .......................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1.2 Identifikasi Masalah ............................................................................... 1.3 Tujuan Penulisan .................................................................................... BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................... 3.1 Perkembangan Awal Praktik Akuntansi ............................................. 6

3.2 Faktor-Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Dampak padaada Akuntansi ...... 3.3 Perkembangang Ilmu Akuntansi .........................................................

BAB III SIMPULAN ..........................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

ii