Anda di halaman 1dari 50

i

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Sistem Pelaporan Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan Pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kab.Kudus

Disusun oleh:

Nama Nim

: Nurul Khofianida : 2006-53-150

Progdi : Sistem Informasi Fakultas: Teknik

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MURIA KUDUS 2009

ii

HALAMAN PENGESAHAN Nama NIM Program Studi Judul Praktek kerja lapangan : Nurul Khofianida : 2006 53 150 : Sistem Informasi : Sistem Pelaporan Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan Pada Dinsos Nakertrans Kab. Kudus Pembimbing Penyelia Dilaksanakan : Murya Arief Basuki, S.Kom. : Suprapti : Semester Genap tahun 2008/2009 Kudus, Menyetujui : Pembimbing Penyelia Juni 2009

Murya Arief Basuki, S.Kom.

Suprapti NIP. 19531122 197603 2 004

Mengetahui : Koordinator PKL Ka. Progdi Sistem Informasi

Supriyono, S.Kom.

R. Rhoedy Setiawan, M.Kom.

RINGKASAN

iii

Laporan praktek kerja lapangan dengan judul Sistem Pelaporan Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus telah dilaksanakan pada tanggal 02 pebruari s/d 31 Maret 2009. Melakukan analisa terhadap proses pelaporan ketenagakerjaan perusahaan. Pencarian informasi mengenai data-data ketenagakerjaan perusahaan dan kewajiban perusahaan melapor secara manual membuat waktu pencarian informasi menjadi lama. Oleh karena itu dilakukan perancangan Sistem Informasi Pelaporan berbasis komputerisasi, yang diharapkan agar pengolahan data dan pencarian dapat dilakukan dengan mudah dan cepat serta akurat.

Kata Kunci : Sistem Informasi Pelaporan Ketenagakerjaan Perusahaan

KATA PENGANTAR

iv

Segala puji bagi Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang yang telah melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga pada kesempatan kali ini penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Sholawat serta salam tak lupa penulis haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-nanti syafaatnya di yaumul akhir. Penulis menyadari bahwa di dalam penyusunan Laporan Kerja Praktek (PKL) ini tentunya masih terdapat berbagai kekurangan, sehingga penulis akan sangat menghargai segala masukan yang berguna dari pembaca. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang komputer. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. 2. Bapak Prof. Dr. dr. Sardjadi, S.Pa. , selaku Rektor Universitas Muria Kudus. Bapak Sugeng Slamet, ST. MT. , selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus yang telah memberikan ijin untuk mengadakan Praktek Kerja Lapangan (PKL). 3. Bapak R. Rhoedy Setiawan, S.Kom, M.Kom, selaku Kepala bagian Progdi Sistem Informasi penulisan laporan ini. 4. Bapak Supriyono, S.Kom, selaku Koordinator PKL yang telah banyak memberikan petunjuk, nasehat, bimbingan, dan arahan hingga terselesaikannya penulisan laporan ini. 5. Bapak Murya Arief Basuki, S.Kom., selaku pembimbing yang telah banyak memberikan petunjuk, nasehat, bimbingan, dan arahan hingga terselesaikannya penulisan laporan ini. Universitas Muria Kudus yang telah memberikan keterangan yang penulis perlukan dalam melakukan

6.

Bapak Drs. Noor Yasin, MM selaku Kepala Dinas pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus yang telah memberikan ijin untuk PKL.

7.

Ibu Suprapti Kepala Sub Bagian Kepegawaian selaku penyelia yang telah bersedia memberikan bimbingan, nasehat, petunjuk dan arahan selama menjalankan praktek kerja lapangan ini.

8. 9.

Bapak Maskan, BA. selaku Kepala pada Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, terimakasih atas informasi-informasinya. Bapak, Ibu Pegawai Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus yang telah membantu memberi informasi dan motivasi dalam penulisan laporan ini.

10. 11.

Kedua Orang tua saya yang selalu mendoakan dan telah banyak memberi kesempatan untuk menyelesaikan penulisan laporan ini. Semua teman-teman Fakultas Teknik khususnya Jurusan Sistem Informasi yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan saran dan motivasi dalam penulisan laporan ini. Penulis berharap semoga langkah selanjutnya diridhoi oleh Allah

SWT. Akhirnya sebagai

penutup penulis berharap semoga Laporan

Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dapat memberikan manfaat. Amin.

Kudus, 16 Juni 2009

Penulis

vi

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................................i HALAMAN PENGESAHAN..............................................................................ii RINGKASAN.......................................................................................................iii KATA PENGANTAR..........................................................................................iv DAFTAR ISI........................................................................................................vi DAFTAR TABEL................................................................................................ix DAFTAR GAMBAR............................................................................................x DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................xi BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah...........................................................................1 1.2 Perumusan Masalah.................................................................................2 1.3 Batasan Masalah.......................................................................................2 1.4 Tujuan Praktek Kerja Lapangan..............................................................2 1.5 Gambaran umum Dinsos Nakertrans.......................................................3 1.5.1 1.5.2 1.5.3 1.5.4 1.5.5 Sejarah dan Gambaran Umum Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Letak Goegrafis Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus...........................4 Struktur Organisasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus.................5 Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran................................................6 Mekanisme Pelayanan dan Pengaduan Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus...........................7 BAB II : RINCIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN 2.1 Pelaksanaan praktek kerja lapangan........................................................9 2.2 Rincian dan penjelasan Log Harian.........................................................9 2.3 Perubahan kerangka acuan.......................................................................11 ........................................3

vii

BAB III : ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Masalah.......................................................................................12 3.2 Teori yang digunakan...............................................................................13 3.2.1 3.2.2 3.2.3 3.2.4 3.2.5 Pengertian Pelaporan............................................................................................13 Pengertian Ketenagakerjaan.....................................................13 Pengertian Perusahaan..............................................................13 Wajib Lapor Ketenagakerjaan..................................................13 Perancangan Sistem 3.2.5.1 3.2.5.2 3.2.5.3 3.2.5.4 3.2.5.5 3.2.5.6 3.2.5.7 Pengertian Sistem......................................................14 Pengertian Informasi.................................................14 Pengertian Sistem Informasi.....................................14 Pemodelan Obyek.....................................................14 Pemodelan Proses......................................................15 UML..........................................................................17 Tujuan UML..............................................................18

3.3 Penyelesaian masalah/perancangan sistem 3.3.1 Analisa Sistem Yang Berjalan...................................................19 3.3.1.1 Mekanisme Pelaporan Ketenagakerjaan Perusahaan....................................................................19 3.3.1.2 3.3.1.3 3.3.2 Diagram Alir Dokumen Pelaporan Ketenagakerjaan Perusahaan.......................................22 Pembagian Objek dan Kelas.......................................23 Perancangan Pemodelan System Yang Berjalan.................................................24 3.3.2.1 Use Case Diagram.......................................................24 3.3.2.2 Class Diagram..............................................................26 3.3.2.3 Sequence Diagram.......................................................27 3.3.2.4 Collaboration Diagram................................................29 3.3.2.5 Activity Diagram.........................................................30 3.3.2.6 State Diagram..............................................................31 3.3.2.7 Struktur Database........................................................32 3.3.2.8 Kelebihan dan Kelemahan Sistem .............................34

viii

3.3.3

Desain Input dan Desain Output..........................................................................35 3.3.3.1 Desain Input Program.................................................35 3.3.3.2 Desain Output Program...............................................36 BAB IV : PENUTUP 4.1 Kesimpulan...............................................................................................37 4.2 Saran-saran...............................................................................................37 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

ix

DAFTAR TABEL Tabel 3.1 : tabel perusahaan.................................................................................32 Tabel 3.2 : tabel tenaker.......................................................................................33

DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 : Denah lokasi Dinsos Nakertrans kab. kudus...............................4 Gambar 1.2 : Struktur organisasi........................................................................5 Gambar 1.3 : Mekanisme pelaporan pelayanan bidang Pengawasan Ketenagakerjaan...........................................................................7 Gambar 1.4 : Mekanisme pengaduan keluhan pelayanan ................................8 Gambar 3.1 : Notasi gambar UML....................................................................19 Gambar 3.2 : Diagram alir dokumen sistem pelaporan ketenagakerjaan diperusahaan................................................................................22 Gambar 3.3 : Use case diagram..........................................................................24 Gambar 3.4 : Class diagram...............................................................................26 Gambar 3.5 : Sequence diagram.......................................................................27 Gambar 3.6 : Collaboration diagram..................................................................29 Gambar 3.7 : Activity.........................................................................................30 Gambar 3.8 : State diagram................................................................................31 Gambar 3.9 : Desain input..................................................................................35 Gambar 3.10 : Desain output................................................................................36

xi

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 : Surat Keterangan PKL dari Instansi Lampiran 2 : Kerangka Acuan Lampiran 3 : Perubahan Kerangka Acuan Lampiran 4 : Log Harian Lampiran 5 : Formulir Penilaian Praktek Kerja Lapangan Lampiran 6 : Lembar Bimbingan Lampiran 7 : Berita Acara Seminar KKP Tahun 2009 Lampiran 8 : Daftar Peserta Audiensi Seminar

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Undang undang No.7 tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan adalah merupakan pengganti dari Undang- undang No.3 Tahun 1951 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan yang sudah tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi perkembangan masyarakat dewasa ini. Penggantian terhadap Undang-Undang dan tujuan terhadap pembaharuan yang lebih baik. Undang-Undang Ketenagakerjaan No.7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor dibuat dalam rangka melaksanakan kebijakan

pemerintah dibidang perluasan kesempatan kerja dan perlindungan tenaga kerja serta sebagai kebijakan pokok yang bersifat menyeluruh, untuk mencapai kebijakan tersebut diperlukan adanya data atau informasi ketenagakerjaan yang menyangkut pada penduduk atau tenaga kerja, kesempatan kerja, pelatihan, produktifitas dan perlindungan tenaga kerja sebagai bahan perencanaan tenaga kerja baik secara makro maupun mikro dalam rangka pembangunan ketenagakerjaan. Untuk mendapatkan data keadaan ketenagakerjaan di suatu perusahaan, pengusaha atau pengurus diwajibkan melaporkan mengenai keadaan ketenagakerjaan setiap tahunnya ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Hal ini sangat diperlukan dalam rangka menyusun kebijakan dan untuk mempermudah penanganan masalah-masalah ketenagakerjaan baik secara preventif maupun secara represif serta untuk menjamin kepastian hukum dalam rangka memperlancar pelaksanaan pembangunan ketenagakerjaan. Kewajiban pengusaha untuk melaporkan ketenagakerjaan di perusahaan pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah merupakan kewajiban pihak pemerintah dalam

melakukan penataan dan pengesahan dalam rangka tertib adminstrasi terhadap hasil-hasil pelaksanaan pengawasan ketenagakerjaan. 1.2 Perumusan Masalah Dalam penyusunan Laporan Praktek Kerja Lapangan ini agar tidak menyimpang dari pembahasan yang telah dijelaskan diatas maka penulis merumuskan masalah yang sesuai dengan pembahasan yaitu bagaimana melakukan perancangan sistem informasi Pelaporan Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus. 1.3 Pembatasan Masalah Pembatasan masalah bertujuan supaya dalam penulisan laporan ini dapat menggambarkan secara terarah dan sesuai dengan yang penulis harapkan. Dalam Laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini penulis hanya membahas mengenai Prosedur Pelaporan Ketenagakerjaan Perusahaan pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus. Tujuan Praktek Kerja Lapangan Praktek Kerja Lapangan bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa : a. b. Mendapatkan pengalaman kerja sebelum memasuki dunia kerja, serta surat keterangan kerja (referensi) dari instansi. Lebih dapat memahami konsep-konsep non-akademis dan nonteknis di dunia kerja yang nyata tetapi tidak terbatas pada hubungan atasan dengan bawahan, hubungan sesama kolega, dead line, dan ketidakkonsistenan spesifikasi serta penerapan lapangan yang terkadang tidak sesuai dengan teori akademis. c. Menambah pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa dalam bidang teknologi informasi, khususnya dalam bidang pengelolaan sistem informasi.

d. e. f. g.

Untuk mengelola cakrawala berfikir bagi mahasiswa program studi sitem informasi dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Membuka jalur komunikasi antara mahasiswa dan perusahaan. Untuk memberikan gambaran dari mahasiswa tentang keadaan dunia kerja yang akan dijalani nantinya. Membandingkan teori yang diperoleh dibangku kuliah dengan praktek nyata dilapangan. 1.5 Gambaran Umum Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus. 1.5.1 Sejarah dan Gambaran Umum Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus yang dibentuk pada tanggal 2 Desember 2000 dan efektif berjalan mulai tanggal 1 Januari 2001, ini merupakan penggabungan dari Eks. Departemen Tenaga Kerja Kabupaten Kudus serta Eks. Departemen Transmigrasi dan PPH (Pemukiman dan Perambahan Hutan) Kabupaten Kudus. Dengan ditetapkannya Perda No. 7 Tahun 2003, maka pada tanggal 9 September 2003 Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus diganti atau diubah menjadi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus. Dan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kudus Nomor. 14 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Kudus, maka terhitung mulai tanggal 01 Januari 2009 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus mengalami perubahan menjadi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus disertai dengan penambahan sub bagian sosial yang mengurusi masalah sosial.

1.5.2

Letak Goegrafis Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus. Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus berlokasi di Jl. Mejobo No. 65. Denah lokasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus adalah seperti gambar dibawah ini

Kantor Bupati

Jl. Jendaral Sudirman


Masjid Agung Ramayana

Kudus - Pati

Simpang Tujuh Kudus

Kantor Dinsos Nakertrans

Jl . Sunan Kudus Jl. Ramelan Jl. A.yani

Jl. Pemuda

Jl. Pramuka

Jl. Mejobo No .65 Kudus

Gambar 1.1 Denah Lokasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus

1.5.3

Struktur Organisasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus

Struktur Organisasi pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus adalah seperti tampak pada gambar di bawah ini :

K E P A L A D IN A S D r.sN O O R Y , A S I N MM

S E K R E T A R IA T D r.sS O E B A G Y O

K AS U .B A .P E R E, N C . B G K A U .B A .K E U A N G A N .S B G E V ADL A N P E L A P O R A N , D r. s S T I Y A N A H I D r.sR O F I A T U N

K A U .B A G U M U M D A N .S B K E P E G A W A IA N SUPRAPTI

K AB I D A N G S O S I A L . D r. T. S U W A R N O s

K AB I D E N T A D A N T R A N S . .P Z A I N A L W .S.SHo Y U P A s

K AB I D A N G P E N G A W A S A N K K . M A S K. B A AN

K A I D A N G .IN D U S T R I A L .B HUB D A N P E R S E L IS IH A N K K R U S LSI N H M M , E , .S

K A S E K S I B I N A S O S IA L . W U R Y A. S H O NT

K AS E K S I IN F O PREMN AT SA I . , D A N T R A N S M IG R A S I H E N I S E T Y. O H M AMT I SW .

K AS E K S I N O R M A K E R J A . S R I W A H. S HMNMI YU .

K A S E K S I .HI NU DB U S T R IA L . D r.sS U W A R N O

K AS E K S I P E L A T I H A N D A N . K AS E K S I P E M U L I H A N S O S I A L . P E N IN G K A T A N P R O D U K P A R Y OS. SOo s . N SUKARM AN

K AS E K S I N O R M A K E S E L . D A N KKEESR J A . A B D U L W, S HH A B A

K A S E K S I P E R S E L I S IH A N . K E T E N A G A K E R JA A N S U N T OSRHO .

KEPALA SEKSI BAN TUAN P E R L I N D U SNOGSAI A L . N A G U S S U M. A H L A N SR

K E P A L A-BUL P T K D r.sG U N AMDMI .

Gambar 1.2 Struktur Organisasi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus

1.5.4 1. Visi

Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran

Terwujudnya peningkatan penyerapan dan perlindungan Tenaga kerja serta kesejahteraan. 2. a. b. c. d. e. f. Misi Melaksanakan pembinaan, pemulihan serta bantuan perlindungan sosial. Meningkatkan informasi ketenagakerjaan, penempatan dan perluasan kerja serta pelaksanaan transmigrasi. Melaksanakan pelatihan ketrampilan. Meningkatkan produktivias tenaga kerja. Pembinaan hubungan industrial dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja. Pembinaan dan pengawasan ketenagakerjaan serta pergerakan hukum ketenagakerjaan. 3. Tujuan a. b. c. d. Sasaran a. b. c. d. Terlaksananya rumah tangga dinas secara tertib dan lancar Tersedianya dokumen perencanaan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Terlaksananya penempatan tenaga kerja pada sektor formal dan informal Terlaksananya pemindahan calon transmigran ke daerah penempatan. 1.5.5 Mekanisme Pelayanan dan Pengaduan Bidang Pengawasan Meningkatkan penyerapan dan pengembangan tenaga kerja. Meningkatkan kualitas tenaga kerja. Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja. Menciptakan ketenagakerjaan

Ketenagakerjaan a.

Dinas

Sosial,

Tenaga

Kerja

dan

Transmigrasi Kab. Kudus. Mekanisme pelayanan Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan digambarkan seperti di bawah ini :

PENGAMBILAN BLANGKO DAN PERMOHONAN IJIN

PENGISIAN BLANGKO DAN PERMOHONAN IJIN

PENYERAHAN BLANGKO DAN SURAT PERMOHONAN IJIN

ADMINISTRASI UNTUK PROSES PEMBUATAN / REGISTER

KASI NORMA KERJA IJIN KELUAR

KABID PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN

KA. DINAS SOSIAL, NAKERTRANS KUDUS

SEKRETARIS DINAS

Gambar 1.3 Mekanisme Pelayanan Bidang Pengawasan dan Ketenagakerjaan

b.

Mekanisme Penanganan Pengaduan Keluhan Pelayanan

SURAT PENGADUAN

SEKRETARIS DINAS

KABID PENGAWASAN

KA. DINAS SOS, NAKERTRANS

KASI NORMA KERJA

PEGAWAI PENGAWAS

TINDAK LANJUT

Gambar 1.4 Mekanisme Penanganan Pengaduan Keluhan Pelayanan

BAB II

RINCIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan Praktek Kerja Lapangan dimulai pada tanggal 02 Pebruari s/d 31 Maret 2009.Setiap hari senin kamis dari pukul 07.00-13.20, hari jum`at pukul 07.00 11.00, dan hari sabtu pukul 07.00 12.30. Rincian dan Penjelasan Log Harian Minggu pertama tanggal 02-07 Pebruari 2009 Penulis menghadap Dra. Rofiatun dan Dra. Istiyanah untuk diberi pengarahan sebelum penulis melaksanakan praktek kerja lapangan di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi setelah itu penulis berkenalan dengan staf yang ada di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus khususnya di Sekretariat, penulis diberi tugas mengenai kesekretariatan seperti pembuatan surat tugas, surat keputusan dll. Minggu kedua tanggal 09-14 Pebruari 2009 Pada minggu kedua ini penulis berkenalan dengan staf yang ada di bidang Pengawasan ketenagakerjaan, di bidang pengawasan ketenagakerjaan ini terbagi menjadi dua sub bagian yaitu sub bagian norma kerja dan sub bagian keselamatan dan kesehatan kerja. Setelah berkenalan satu persatu dengan staf yang ada penulis di beri tugas untuk membantu memasukkan data-data misalnya pelaporan wajib ketenagakerjaan perusahaan dan pelaporan kecelakaan tenaga kerja di perusahaan (JAMSOSTEK). Minggu ketiga tanggal 16-21 Pebruari 2009 Pada minggu ketiga ini penulis berkenalan dengan staf yang ada di bidang Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan, di minggu ketiga ini 9

10

penulis menerima pengarahan tentang hal apa saja yang ada di bidang Hubungan Internasional. Di Bidang Hubungan Industrial ini penulis mendapatkan pengetahuan mengenai cara-cara mengadakan perundingan perusahaan yang sedang berselisih, masalah demo pekerja, pembuatan peraturan perusahaan, pembuatan perjanjian kerja bersama dan masih banyak lagi yang tidak mungkin disebutkan satu persatu. Minggu keempat tanggal 23-28 Pebruari 2009 Pada minggu keempat ini penulis berkenalan dengan staf yang ada di bidang UPT-BLK, kebetulan UPT-BLK berlokasi di tempat yang berbeda dengan kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus, UPT-BLK terletak di Jl. Ngembal Rejo. Dan merupakan kantor cabang dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus. setelah itu penulis diberi tugas untuk membantu melayani pendaftaran pelatihan bagi pencari kerja. Minggu Pertama tanggal 02-07 Maret 2009 Pada minggu pertama di bulan maret ini seharusnya penulis berada di bidang sosial namun, karena pada saat minggu keempat bulan Pebruari di UPT-BLK pendaftaran bagi pencaker sangat banyak dan di UPT-BLK sendiri masih kekurangan staf maka penulis diminta untuk membantu melayani pendaftaran di UPT-BLK selama satu minggu lagi. Minggu kedua tanggal 10-14 Maret 2009 Pada minggu kedua di bulan maret kegiatan penulis sama dengan minggu pertama bulan pebruari hanya saja karena pada minggu pertama bulan pebruari sebelumnya penulis berkenalan dengan staf di bidang sekertariat, jadi sekarang sudah tidak perlu berkenalan lagi dan tugas yang diberikan kepada penulis selama di sekretariat masih dalam ruang lingkup kesekretariatan seperti yang telah disebutkan.

11

Minggu ketiga tanggal 16-21 Maret 2009 Pada minggu ketiga di bulan maret ini penulis ditempatkan Praktek Kerja Lapangan di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Penta Trans). Di tempat tersebut kegiatan penulis ialah membantu dalam melayani pembuatan kartu pencari kerja atau lebih terkenal dengan istilah kartu kuning mulai dari melayani pembuatan kartu pencari kerja, legalisir ,pengarsipannya, serta memasukkan data ke buku register selain kegiatan tersebut penulis juga mewawancarai petugas di tempat tersebut mengenai tata cara dan persyaratan seseorang yang mau mengikuti transmigrasi. Minggu keempat tanggal 23-31 Maret 2009 Pada Minggu kempat di bulan maret ini seharusnya menurut jadwal yang sudah ditentukan oleh penyelia penulis di tempatkan di sekertariat tetapi karena di bidang penempatan tenaga kerja dan transmigrasi masih membutuhkan bantuan maka penulis diminta lagi di bidang penempatan tenaga kerja dan transmigrasi untuk membantu tugas-tugas di sana. Dan pada tanggal 31 Maret penulis telah selesai melaksanakan PKL di sertai dengan memberikan kenang-kenangan serta ucapan perpisahan kepada seluruh pegawai di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus. Perubahan Kerangka Acuan Dari kerangka acuan yang telah penulis buat terdapat beberapa perubahan dikarenakan penulis bekerja di tempat kerja praktek sesuai dengan perintah dan aturan yang berlaku berdasarkan kondisi yang ada pada saat itu, untuk lebih jelasnya penulis lampirkan perubahan kerangka acuan pada lampiran.

BAB III

12

ANALISA DAN PERANCANGAN 3.1 Analisa Masalah Permasalahan yang ada pada Sistem Pelaporan Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kudus adalah bagaimana proses pengelolaan data dalam pelaporan ketenagakerjaan perusahaan dapat berjalan secara cepat, tepat dan akurat. Sistem Pelaporan Ketenagakerjaan di Perusahaan pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus masih menggunakan sistem yang manual. Dalam memberikan pelayanannya belum dapat dilakukan secara cepat dan akurat begitu juga dengan pengolahan data-datanya masih belum bisa dilakukan secara efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan. Dalam melakukan pelayanan Pelaporan Ketenagakerjaan Perusahaan belum dapat dilakukan secara cepat misalnya saja pihak perusahaan yang akan melapor harus datang terlebih dahulu ke Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi untuk dengan menyerahkan foto copy KTP pemilik perusahaan atau pengurus perusahaan dan akte pendirian perusahaan selanjutnya Petugas Norma Kerja akan memberikan formulir Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan setelah itu pelapor mengisi formulir tersebut dan menyerahkannya kepada Petugas Seksi Norma Kerja, oleh Seksi Norma Kerja kemudian mengecek data tersebut apakah data yang dilaporkan sudah sesuai dengan keadaan yang sebenarnya ataukah belum, setelah sudah sesuai kemudian diberikan ke Kepala Seksi Norma Kerja kemudian baru di verifikasi oleh Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan di sahkan oleh Kepala Dinas. Pelaporan yang sudah sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan disahkan oleh Kepala Dinas kemudian diserahkan. Pelaporan tersebut berupa rangkap dua yaitu diberikan ke pihak pelapor dan Petugas Norma Kerja sebagai arsip, dengan sistem yang semacam itu tentunya akan memperlambat pekerjaan. 3.2 Teori yang Digunakan 12

13

3.2.1

Pengertian Pelaporan Pelaporan adalah penyajian data-data informasi hasil dari suatu kegiatan.

3.2.2

Pengertian Ketenagakerjaan Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, Ketenagakerjaan (1998 : 1231) adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama dan sesudah masa kerja.

3.2.3

Pengertian Perusahaan Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang mempekerjakan tenaga kerja dengan tujuan mencari keuntungan atau tidak baik milik swasta maupun milik negara.

3.2.4

Wajib Lapor Ketenagakerjaan Undang-undang No.7 tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan dibuat dalam rangka melaksanakan kebijakan pemerintah di bidang perluasan kesempatan kerja dan perlindungan tenaga kerja serta sebagai kebijakan pokok yang bersifat menyeluruh, untuk mencapai kebijakan tersebut diperlukan adanya data atau informasi ketenagakerjaan yang menyangkut pada penduduk atau tenaga kerja, kesempatan kerja, pelatihan, produktifitas dan perlindungan tenaga kerja sebagai bahan perencanaan tenaga kerja baik secara makro maupun mikro dalam rangka pembangunan ketenagakerjaan. Untuk mendapatkan data keadaan ketenagakerjaan di suatu perusahaan, pengusaha atau pengurus diwajibkan melaporkan mengenai keadaan ketenagakerjaan setiap tahunnya ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

3.2.5

Perancangan Sistem

14

5.1

Pengertian Sistem Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedurprosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersamasama 2001). Pengertian Informasi Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata. Kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. (Jogiyanto. HM, 2001). Pengertian Sistem Informasi Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. (Jogiyanto HM, 2001) Pemodelan Obyek Pemodelan obyek merupakan suatu metode untuk menggambarkan suatu sistem yang memperlihatkan semua objek yang ada pada sistem (Adi Nugroho, 2005). Model yang digunakan untuk menyederhanakan cara mengkomunikasikan proses-proses tersebut terbagi atas: a. Objek untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. (Jogiyanto HM,

5.2

5.3

5.4

15

Objek b. Kelas

(Objek) adalah benda, secara fisik atau

konseptual yang dapat kita temui disekeliling kita. Kelas (Class) adalah definisi secara umum (pola, template atau cetak biru) untuk menghimpun objek sejenis. 3.2.5.5 Pemodelan Proses Pemodelan proses digunakan untuk mengilustrasikan aktifitas-aktifitas yang dilakukan dan bagaimana data berpindah diantara aktivitas-aktivitas tersebut. Cara untuk mempresentasikan proses model dengan menggunakan UML (Unified Modeling Language). UML merupakan sistem arsitektur yang bekerja dengan OOAD dengan satu bahasa yang konsisten untuk menentukan visualisasi, mengkonstruksi dan mendokumentasikan artifact yang terdapat dalam sistem software. Untuk membuat model UML memiliki diagram grafis sebagai berikut: a. Use-Case Diagram Use-Case Diagram menjelaskan manfaat sistem jika dilihat menurut pandangan orang yang berada diluar sistem (actor). Diagram ini menunjukkan fungsionalitas suatu sistem atau kelas dan bagaimana suatu sistem berinteraksi dengan dunia luar. Use-Case Diagram dapat digunakan selama proses analisis untuk menangkap requirements selama proses analisis untuk menangkap requirement sistem dan untuk memahami bagaimana sistem seharusnya bekerja. Selama tahap desain, Use-Case menetapkan perilaku (behaviour) sistem saat diimplementasikan.

16

b.

Class Diagram Class Diagram memperlihatkan hubungan antar kelas dan penjelasan detail tiap-tiap kelas di dalam model desain dari suatu sistem. Selama proses analisis Class Diagram memperlihatkan aturan-aturan dan tanggung jawab entitas yang menentukan suatu sistem. Selama tahap desain Class Diagram berperan dalam menangkap struktur dari semua kelas yang membentuk arsitektur yang dibuat.

c.

Sequence Diagram Sequence Diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun dalam suatu urutan tertentu. Sequence Diagram memperlihatkan tahap demi tahap apa yang seharusnya terjadi untuk menghasilkan sesuatu di dalam Use-Case. Tipe diagram ini sebaiknya digunakan diawal tahap desain atau analisis karena kesederhanaannya dan mudah untuk dimengerti.

d.

Collaboration Diagram Collaboration Diagram digunakan sebagai alat untuk menggambarkan interaksi yang mengungkapkan keputusan mengenai perilaku sistem.

e.

Activity Diagram Activity Diagram memodelkan alur kerja (workflow) sebuah proses bisnis dan urutan aktivitas dalam suatu proses. Diagram ini sangat mirip dengan sebuah flowchart karena kita dapat memodelkan sebuah alur kerja dari satu aktivitas lainnya atau dari satu aktivitas ke keadaan sesaat (state). Juga sangat berguna ketika ingin menggambarkan perilaku pararel atau menjelaskan bagaimana perilaku dalam berbagai usecase berinteraksi.

17

f.

Statechart Diagram Statechart Diagram memperlihatkan urutan keadaan sesaat yang dilalui sebuah objek, kejadian yang menyebabkan sebuah transisi dari satu state atau aktifitas kepada yang lainnya, dan aksi yang menyebabkan perubahan satu state atau aktifitas.

g.

Component Diagram Component Diagram menggambarkan alokasi semua kelas dan objek ke dalam komponen-komponen dalam desain fisik sistem software. Diagram ini memperlihatkan pengaturan dan kebergantungan antara komponen-komponen software seperti source code, binary code dan komponen tereksekusi.

h.

Deployment Diagram Deployment Diagram memperlihatkan pemetaan software kepada hardware. Diagram ini menggambarkan detail bagaimana komponen di deploy dalam infrastrukture sistem, dimana komponen akan terletak, bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut dan hal lain yang bersifat fisik.

3.2.5.6

UML UML adalah kependekan dari Unified Modeling Language yang merupakan suatu cara untuk menyelesaikan suatu masalah dengan mendeskripsikannya yang telah menjadi standart dalam dunia industri untuk memvisualisasikan, merancang dan mendokumentasikan sistem perangkat lunak. Dengan menggunakan UML kita dapat membangun model untuk segala bentuk dan jenis aplikasi perangkat lunak, yang mana aplikasi yang dibangun dapat berjalan pada perangkat lunak dengan sistem operasi

18

dan jaringan apapun. Selain itu dengan menggunakan UML, programer dapat mengerti , memahami dengan jelas maksud, tujuan dan arah rancangan sistem perangkat lunak yang dirancang dapat dibangun dengan bahasa program apapun. Tujuan UML a. b. c. Memberikan model yang siap pakai, bahasa Untuk mengembangkan dan saling menukar model Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari Notasi yang di gunakan dalam menggunakan UML(Unified Modeling Language) antara lain : No. 1. 2. Nama Actor Use case Gambar Menggambarkan Menjelaskan Fungsi segala pengguna yang software aplikasi (sofware). urutan kegiatan dilakukan actor dan sistem untuk mencapai suatu tujuan tertentu. 3. Class Merupakan kumpulan obyek yang pemodelan yang ekspresif. dengan mudah dan dimengerti secara umum. berbagai bahasa pemrograman dan proses rekayasa.

5.7

memiliki atribut dan operasi yang sama atau mengabstraksikan elemen-elemen yang sedang dibangun. 4. Interface Kumpulan operasi tanpa implementasi dari suatu class. 5. Interaction Menunjukkan baik aliran pesan atau informasi antar obyek maupun hubungan antar obyek.

19

6.

Note

Memberikan keterangan atau komentar tambahan dari suatu elemen sehingga bisa langsung terlampir dalam model.

7.

Dependency

Relasi

yang

menunjukkan

bahwa

perubahan pada salah satu elemen memberi pengaruh pada elemen lain. 8. 9. 10. Asociation Generalization Realization Menggambarkan navigasi antar class. Hubungan antara elemen yang lebih umum ke elemen yang lebih spesifik. Hubungan bahwa elemen yang ada dibagian tanpa panah akan merealisasikan apa yang dinyatakan oleh elemen yang ada di bagian dengan panah. Gambar 3.1 Notasi Gambar UML 3.3 Penyelesaian Masalah 3.3.1 Analisa Sistem Yang Berjalan 3.3.1.1 Mekanisme Pelaporan Ketenagakerjaan Perusahaan a. Pihak pelapor datang ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus menemui Petugas Norma Kerja dengan menyerahkan persyaratan berupa fotocopy KTP pemilik perusahaan atau pengurus perusahaan dan akte pendirian perusahaan. b. Petugas Norma Kerja memberikan formulir WLKP (wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan) kosong untuk di isi oleh pelapor dan harus di isi sesuai dengan data keadaan yang sebenarnya.

20

c.

Pelapor memberikan formulir WLKP (wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan) yang sudah di isi kepada Petugas Norma Kerja sesuai dengan pertanyaan yang ada pada Formulir WLKP (wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan) tersebut.

d.

Petugas Norma Kerja mensurvei ke lokasi untuk memastikan apakah data yang dilaporkan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya ataukah tidak.

e.

Formulir yang sudah sesuai dengan data yang ada di lapangan kemudian di serahkan ke Kepala Seksi Norma Kerja.

f.

Kemudian Kepala Seksi Norma Kerja memberikan Formulir WLKP ke (wajib Kepala lapor ketenagakerjaan Pengawasan (wajib lapor perusahaan) Bidang WLKP

Ketenagakerjaan. g. Setelah itu Formulir ketenagakerjaan perusahaan) selanjutnya diserahkan ke Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Trasnmigrasi kab. Kudus dan Kepala Dinas meng-ACC Laporan Ketenagakerjaan Perusahaan tersebut. h. Kemudian Formulir WLKP (wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan) asli (warna putih) dan salinan (warna kuning) yang sudah di ACC diserahkan ke Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan. i. Selanjutnya Formulir tersebut di serahkan ke Kepala Seksi Norma Kerja dan di serahkan ke Petugas Norma Kerja. j. Petugas Norma Kerja kemudian memberikan Formulir WLKP (wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan) asli (warna kuning) kepada perusahaan dan salinannya

21

(warna kuning) sebagai arsip untuk Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus.

3.3.1.2

Diagram Alir Dokumen Pelaporan Ketenagakerjaan Perusahaan

22

pelapor

Petugas norma kerja

Kepala seksi norma kerja

Kepala bidang Pengawasan Kk

Kepala dinas

mulai KTP pemilik 1 perusahaan KTP pemilik 1 perusahaan T Akte 2 perusahaan Akte 2 perusahaan Laporan WLKP 1 Laporan WLKP 2 Laporan WLKP 1 Laporan WLKP 2 Laporan WLKP 1 Laporan WLKP 2

Membuat formulir WLKP Persyaratan lengkap Y T Y Formulir WLKP Laporan WLKP 1 Laporan WLKP 2 Laporan WLKP 1 Laporan WLKP 2

ACC laporan

Laporan sesuai

T Mengisi formulir WLKP Formulir WLKP

selesai

Data sesuai

Mengecek ke lokasi

Laporan WLKP 1 Laporan WLKP 2

Laporan WLKP 1 Laporan WLKP 2

Gambar 3.2 Diagram Alir Dokumen Pelaporan Ketenagakerjaan Perusahaan WLKP : Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan 3.3.1.3 Pembagian Objek dan Kelas Dalam proses ini secara umum objek yang ada adalah : a. Pelapor

23

b. c. d. e. f.

Petugas Norma Ketenagakerjaan Kepala Seksi Norma Kerja Laporan Ketenagakerjaan Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Kepala Dinas

Aktivitas yang dilakukan dalam proses adalah : a. b. c. d. e. f. Menyerahkan persyaratan melapor. Mengisi Formulir WLKP(wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan) Menyerahkan Formulir WLKP(wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan) ke Petugas Norma Kerja Mensurvei ke Lokasi Memberikan nomor dan tanggal pelaporan Menyerahkan Kerja g. Menyerahkan ketenagakerjaan h. Menyerahkan Formulir perusahaan) Formulir WLKP(wajib ke Kepala lapor Bidang lapor Formulir WLKP(wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan) ke Kepala Seksi Norma

Pengawasan Ketenagakerjaan WLKP(wajib ketenagakerjaan perusahaan) ke Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus i. Meng-ACC Laporan Ketenagakerjaan Perusahaan

3.3.2

Perancangan Pemodelan System Yang Berjalan 3.3.2.1 Use Case Diagram

24

pelapor

menyerahkan persyaratan

petugas norma kerja

memberikan no dan tgl formulir WLKP

memberikan formulir WLKP kosong

menyerahkan formulir WLKP

mengisi formulir WLKP

menyerahkan ACC formulir WLKP

mensurvei lok asi

membuat laporan formulir WLKP ACC menyerahkan ACC formulir WLKP

kepala dinas

melaporkan ketenagakerjaan perusahaan

kepala bidang pengawasan ketenagakerjaan melapork formulir WLKP an

kepala seksi norma kerja

ACC laporan ketenagakerjaanperusahaan

memberikan ACC formulir WLKP

Ket : WLKP : Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan Gambar 3.3 Use Case Diagram Sistem Pelaporan Ketenagakerjaan di Perusahaan Use Case Diagram menjelaskan fungsionalitas suatu sistem atau kelas bagaimana sistem berinteraksi dengan dunia luar. Pertama kali pelapor harus menyerahkan persyaratan pendaftaran, WLKP(wajib yang lapor selanjutnya ketenagakerjaan mengisi formulir dan perusahaan)

diserahkan ke petugas norma kerja. Kemudian dilakukan pengecekan ke lokasi langsung apakah data di lokasi sesuai dengan yang dilaporkan dalam formulir WLKP(wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan) atau belum, setelah sudah sesuai formulir tersebut di beri nomor dan tahun

25

pendaftaran selanjutnya diberikan ke kepala seksi norma kerja. Seksi norma kerja melaporkan ke Kepala Bidang Pengawasan persetujuan Ketenagakerjaan setelah menerima untuk mendapatkan kemudian persetujuan

diberikan ke Kepala Dinas untuk di verifikasi. Selanjutnya oleh petugas norma mengecek apakah perusahaan sudah melapor sebelumnya atukah belum.Laporan ketenagakerjaan perusahaan tersebut kemudian di berikan ke perusahaan dan ke kepala dinas sebagai arsip.

3.3.2.2Class Diagram

26

pelapor.
<<number>> kd_wil <<number>> kd_KLUI <<number>> No_pndftrn <<number>> Th_pndftrn <<text>> Nm_prshn <<text>> Akte_prshn <<text>> Almt_prshn <<number>> Kd_pos <<number>> No_telp <<text>> tenaker <<text>> jenkel <<text>> pekerja_tetap <<text>> pekerja_tdktetap <<number>> jumlah <<text>> waktu_kerja <<number>> upah_terting gi <<number>> upah_terendah menyerahkan berkas()

Petugas norm a kerja


menyerahkan berkas-berkas <<number>> nip <<text>> nama <<text>> jabatan

1..*

menerima berkas pendaftran() membuat laporan()

1
membuat laporan

1 laporan_ketenagakerjaan
<<number>> kd_wil <<number>> kd_KLUI <<number>> no_pendaftaran <<number>> th_pendaftaran <<number>> nm_perusahaan <<text>> akte_pendirian_perusahaan <<text>> alamat_perusahaan <<number>> kd_pos <<number>> no_tlp <<text>> Jen_kel <<text>> pekerja tetap <<text>> pekerja_tidak_tetap <<interger>> jumlah <<time>> waktu kerja <<number>> upah_tertinggi <<number>> upah_terendah name

Kepala dinas
meng ACC lap <<number>> nip <<text>> nama <<text>> jabatan

menerima lap.() meng acc()

menyerahkan laporan..

1
memberikan laporan

1
Kepala seksi norma kerja <<number>> Nip <<text>> nama <<text>> jabatan menerima laporan() mensurvei ke lokasi()

1
Kepala bidang pengawasan ketenagakerjaan

menyerahkan laporan <<text>> nama

<<number>> nip <<text>> jabatan

1 menerima laporan() meny erahkan laporan()

Gambar 3.4 Class Diagram Sistem Pelaporan Ketenagakerjaan di Perusahaan

Class diagram memperlihatkan hubungan antar kelas dan penjelasan detail tiap-tiap kelas didalam model desain dari suatu sistem. pelapor memiliki beberapa atribut sebagai identitas. Laporan ketenagakerjaan merupakan database penyimpanan ketenagakerjaan yang digunakan untuk menyimpan data ketenagakerjaan perusahaan. Petugas norma kerja yaitu petugas yang mengecek data pelapor menjadi laporan ketenagakerjaan perusahaan. Kepala seksi, Kepala bidang dan Kepala Dinas mendapatkan sekaligus laporan ketenagakerjaan perusahaan memverifikasi

27

pelaporan ketenagakerjaan perusahaan. Dan selanjutnya pelapor akan di beri laporan formulir WLKP(wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan) yang yang sudah di ACC dan petugas norma kerja juga membuat arsip untuk Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus. 3.3.2.3
pt gs o a e a nr u m kra e j

Sequence Diagram
l yru m a t a a a oe s pr i a dt bs a ae a

l g s bgipt gs oi eaa e a n u
t mlkn a pt gs a p a hs e a i il u

hl m pt gs a a e a a n u

i ptdt nu a a s pn a i a dt m a

ps n ey pn a ea pnm dt i a a i f r aipnm n a n m ey p dt o s i a a ei dt d a t a ei dt d a t a

ps n d dt ea ei a t a i f r aiei dt n m d a o s t a

pnaa dt ecr n a i a cr dt a a i a hs pnaa ai ecr n l i


t mlkn a pna n a p a hs ecr i il ia i f r a hs pnaa n mi al ecr n o s i i

m gau dt e hps a n a
1:kfm i pnhpsn a 8 n a egau dt r s a a

hps a au dt a

ps n egaua dt ea pnhps n a a i fm dt th i au n s a l d ps r i a h ct kao n e l pr a a ps n e kao n ea ct l pr a a

i fm ct kao n n s e l pr r i a a l g udhlpt gs o ot r a e a u ps no ot ea l g u

i f r ail g u n m o ot o s

Gambar 3.5 Sequence Diagram Sistem Pelaporan Ketenagakerjaan di Perusahaan

28

Sequence diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun dalam suatu urutan waktu. Petugas norma kerja login kemudian melakukan input data kemudian mencetak laporan ketenagakerjaan perusahaan.

29

3.3.2.4

Collaboration Diagram

1: login sebagai petugas 7: inform asi penyimpan data 21: infrm si data tlh di hapus

petugas norm a kerja


3: halaman petugas 11: i nformasi edit data 16: i nform asi hasil pencari an 24: infrmsi cetak laporan 27: i nformasi log out

layar utam a

4: input data 8: edit data 12: pencarian data 15: tam pilkan hasi l pencarian 17: menghapus data 26: pesan log out 22: cetak laporan 25: l og out dr hal petugas

2: tam pilkan hasil petugas 23: pesan cetak laporan 18: knfrmasi penghapusan data 5: sim pan data 9: edit data 13: cari data 19: hapus data

20: pesan penghapusan data 6: pesan penyi mpan data 10: pesan edit data

operas i
14: hasi l pencari an

database

Gambar 3.6 Collaboration Diagram Sistem Pelaporan Ketenagakerjaan Perusahaan Collaboration Diagram menggambarkan interaksi objek yang disusun dalam suatu urutan waktu. Petugas norma kerja login kemudian melakukan input data kemudian mencetak laporan ketenagakerjaan perusahaan Collaboration masih ada keterkaitan dengan sequence diagram.

30

3.3.2.5

Activity Diagram

Pelapo r

petu gas n orma_Kk

Kepala_seksi

Kepala_bid ang

Kep ala_D inas

m enda ftar

m ene ri m a l aporan

m engi si form ul ir dan m en yerahka n b erkas

m eneri ma form ul ir dan berkas pendftrn m enyerahkan l aporan m ensu rve i ke lo kasi m enerim a l apo ra n.

m en yerahkan l apo ra n. Y

m eneri m a l apo ra n..

M em bua t l aporan m em ve ri vi kasi l aporan m emb erikan l apo ra n

M eng ACC

Gambar 3.7 Activity Diagram Sistem Pelaporan Ketenagakerjaan Perusahaan Activity Diagram Memodelkan alur kerja (workflow) sebuah proses bisnis dan urutan aktivitas dalam suatu proses. Activity Diagram diatas merupakan proses pelaporan ketenagakerjaan perusahaan yang berjalan.

31

3.3.2.6

State Diagram

mulai mendaftar

memberikan persyaratan

persyaratan diterima

mengisi formulir WLKP


pendataan data ketenagakerjaan

laporan ketenagakerjaan

memverivikasi laporan

ACC laporan

sel esai

Gambar 3.8 State Diagram Sistem Pelaporan Ketenagakerjaan Perusahaan State diagram menggambarkan salah satu proses urutan yang dilalui sebuah obyek. Pada proses pendataan data ketenagakerjaan perusahaan harus mendapatkan verifikasi dari kepala Dinas yang kemudian pihak perusahaan akan mendapatkan laporan dan dinas juga mendapatkan laporan ketenagakerjaan perusahaan.

32

3.3.2.7

Struktur Database Database yang ada pada pendataan data ketenagakerjaan perusahaan adalah dt_tenaker dan terdiri dari tabel tenaker dan tabel perusahaan. Adapun struktur tabel tabelnya adalah sebagai berikut : a. Tabel Perusahaan File database File tabel : dt_tenaker.dbc : t_perusahaan.dbf Index

Name Type Width Kd_wil Number 5 Kd_KLUI Number 5 No_pndftrn Number 5 Tgl_pndftrn Date 8 Nm_prshn Text 20 Akte_prshn Text 10 Almt_prshn Text 20 Kd_pos Number 5 No_telp Number 12 Primary key : No_pndftrn Tabel 3.1 Tabel perusahaan

b.

Tabel Ketenagakerjaan File database File tabel : dt_tenaker.dbc : t_tenaker.dbf

33

Name No_lap Tenaker Jns_kel Umur Tenaker_tetap Tenaker_tdk_tetap Jml Wkt_kerja Upah_tertinggi Upah_terendah Tunj_hr_raya Fas_keshtn_krj Jaminan_keclkn Jaminan_kmtn Prog_pensiun Pkrj_dtrma_dlm1th Pkrj_brhnti_dlm1th Primary key : No_lap Tabel 3.2

Type Number Text Text Text Number Number Integer Text Number Number Text Text Text Text Text Number Number

Width 3 3 1 4 5 5 7 8 6 6 10 10 10 10 10 3 3

Index

Tabel tenaker

3.3.2.8

Kelebihan dan Kelemahan Sistem Setelah implementasi sistem tersebut terutama setelah implementasi sistem secara menyeluruh secara mekanisme, sistem yang berjalan dapat dibilang tepat sasaran dan telah mencakup keseluruhan entitas dalam sistem tersebut. Masalah yang umum terjadi pada tiap pelaporan ketenagakerjaan perusahaan adalah karena sistem yang berjalan masih menggunakan sistem manual. Sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk pencarian data

34

pelaporan ketenagakerjaan perusahaan. Untuk itu perlu dibangun program yang terkomputerisasi atau software yang lebih stabil, aman, user friendly, handal, dan sustainability.

3.3.3

Desain Input dan Desain Output 3.3.3.1 Desain Input Program

ENTRI KETENAGAKERJAAN Kd_wil Kd_KLUI No_pndftrn Tgl_pndftrn Nm_prshn


NO_LAP TENAKER JNS_KEL UMUR TENAKER_TETAP TENAKER_TDK_TETAP

: xxxxx : xxxxx : xxxx : xxxxxxxx : xxxxxxx

Akte_prshn Almt_prshn Kd_pos No_telp

: xxxxx : xxxxxxx : xxxxx : xxxxxxxx

TUNJ_HR_RAYA

FAS_KESHTN_KRJ JAMINAN_KCLKN JAMINAN_KMTN PROG_PENSIUN

35

* * * * * * *
PKRJ_DTRM_DLM1TH PKRJ_BRHNT_DLM1TH

JML WKT_KRJ UPAH_TERTINGGI UPAH_TERENDAH

CATATAN : FIELD DENGAN TANDA BINTANG (*) WAJIB DIISI !

ENTRI

BATAL

SIMPAN

EDIT

HAPUS

SELESAI

Gambar 3.9 Desain Input

3.3.3.2

Desain Output Program

LAPORAN KETENAGAKERJAAN PERUSAHAAN "XXX" PADA DINSOSNAKERTRANS KABUPATEN KUDUS

NO_PNDFTRN : XX NM_PRSHN : XXXX NO_LAP : XX


TENAKER UMUR JML WAKTU KERJA UPAH TERTINGGI UPAH TERENDAH PEKERJA DITERIMA DLM 1 TH PEKERJA BERHENTI DLM 1 TH

XXXX XXXX

XX XX

XXX XXX

XXXX XXXX

XXXXX XXXXX

XXXX XXXX

XXX XXX

XXX XXX

36

Gambar 3.10 Desain Output

BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Dari uraian yang telah dipaparkan sebelumnya, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Sistem Pelaporan Ketenagakerjaan Perusahaan di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus masih menggunakan sistem lama manual.

37

2.

Di dalam Sistem Pelaporan Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus, pertama kali pelapor diharuskan menyerahkan persyaratanpersyaratan meliputi foto copy KTP pemilik perusahaan dan Akte pendirian perusahaan serta langkah selanjutnya adalah melaporkan ketenagakerjaannya sesuai dengan keadaan yang ada di lapangan. Untuk memastikan data sesuai lapangan petugas norma kerja mensurvei lokasi, setelah sesuai, data pelaporan ketenagakerjaan perusahaan baru ditindak lanjuti serta mendapat persetujuan dari Kepala Dinas.

4.2 Saran 1. Dengan Sistem Pelaporan Ketenagakerjaan Perusahaan yang berjalan selama ini di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Kudus untuk selanjutnya diharapkan bisa menggunakan Sistem pelaporan ketenagakerjaan perusahaan yang terkomputerisasi dapat membantu dalam menyelesaikan masalah pengolahan data, maka diperlukan metode lain dalam menyimpan data-data yang diperlukan. Metode tersebut adalah dengan menggunakan program aplikasi database yang diharapkan dapat mempercepat akses terhadap data yang diperlukan. 2. Dengan adanya sistem terkomputerisasi diharapkan dapat menghemat waktu dan meminimalkan terjadinya data-data yang 37 hilang karena sistem ini dapat backup dengan mudah, tidak seperti data manual yang memerlukan waktu lama untuk melakukan proses backup.

38

DAFTAR PUSTAKA Al-Bahra Bin Ladjamudin, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2005 Http://www.google.com Http://www.yahoo.com Jogiyanto HM, Analisis dan Desain Sistem Informasi, Andi Offset, Yogyakarta, 2001 Supriyono, Buku Panduan Kerja Praktek, Universitas Muria Kudus Fakultas Teknik Program Studi Sistem Informasi, 2008

39