Anda di halaman 1dari 10

Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan

kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. Bahaya ini mungkin bisa terjadi secara fisik, mikrobiologi dan agen-agen kimia atau biologis dari penyakit terkait. Bahan buangan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan terdiri dari tinja manusia atau binatang, sisa bahan buangan padat, air bahan buangan domestik (cucian, air seni, bahan buangan mandi atau cucian), bahan buangan industri dan bahan buangan pertanian. Cara pencegahan bersih dapat dilakukan dengan menggunakan solusi teknis (contohnya perawatan cucian dan sisa cairan buangan), teknologi sederhana (contohnya kakus, tangki septik), atau praktek kebersihan pribadi (contohnya membasuh tangan dengan sabun).
http://id.wikipedia.org/wiki/Sanitasi

Bagi seekor kelinci mungkin kandang memiliki arti lebih karena disitulah ia akan menghabiskan sisa umurnya. Mungkin baginya itu adalah sebuh rumah. Nah, sebagai pemilik kelinci, ada baiknya Kita mmperhatikan rumah kelinci Kita, supaya ia merasa senang dan betah. Ada beberapa hal yg menjadi perhatian dalam membuat kandang kelinci, yaitu

Ukuran(Kebutuhan),

Untuk ukuran kandang, sesuaikan dgn kebutuhan. Misalnya Kita ingin membuat kandang untuk kelinci hotot, maka ukuranya tidak usah terlalu besar karena kelinci hotot adalah kelinci yg mini, cukup 6050x50cm saja. Sedangkan jika kandang digunakan untuk jenis kelinci seperti plams dan new zealand, maka ukuran kandang harus lebih besar. Kami menggunakan ukuran kandang 7050x50.

Bentuk

Untuk bentuk, ada baiknya sesuaikan dengan keadaan lapangan yg ada. Jika Kita tidak memiliki ruang terbuka(di dalam ruangan), maka kandang sebaiknya didesain berbentuk Box. Hal ini memudahkan jika nantinya Kita akan menambah jumlah kandang. Dengan menggunakan kandang berbentuk Box, penambahan kandang hanya tinggal meletakan disamping/diatas kandang lama, tentu dengan sedikit penyesuaian. Sedangkan jika Kita memiliki ruang terbuka/taman yg cukup, Kita bisa mengombinasikan antara kandang tertutup yg terbuat dari kayu dengan kandang terbuka yg terbuat dari kawat ram. Hal ini sangat baik bagi kelinci karena memiliki kesempatan bermain2 yg lebih leluasa. Pada kandang terbuka seperti ini bisa digunakan untuk 2-6kelinci betina dan 1 pejantan tergantung ukuran yg digunakan.

Sanitasi

Sanitasi yg baik akan membantu menjaga kesehatan kelinci yg Kita miliki. Usahakan kandang memiliki sanitasi yg baik dimana kotoran kelinci tidak menumpuk disuatu tempat tertentu sehingga menjadi sarang berkembang biak bakteri. Bangunlah kandang dengan memikirkan kemana air/kotoran akan mengalir, sehingga mudah bagi Kita untuk membersihkan kandang kelinci tersebut. Jika Kita belum bisa membangun sanitasi yg baik, lebih baik tempatkan kandang di atas tanah. Dengan menempatkan kandang di atas tanah langsung, kotoran berupa fese dan air seni dapat ternetralisir oleh tanah, sehingga bau tidak sedap dapat dihindari. Ini merupakan salah satu pengalaman Kami,kandang Kami yg saat ini Kami gunakan menggunakan semen/plur pada bagian bawahnya. Namun hal tersebut justru menyebabkan bau tidak sedap karena kotoran dan air seni menggenang (tidak terserap oleh tanah), sehingga pada akhirnya Kami harus memasang talang/paralon untuk menyalurkan air seni ke bak penampung. Jika ingin me-nyemen/ngeplur lebih baik dilakukan pada bagian disekitar kandang(sekeliling kandang), tidak pada bagian bawah kandang.

Sirkulasi

Sirkulasi udara yg baik membantu menghilangkan bau tidak sedap dari kandang kelinci. Selain itu sirkulasi yg baik juga membantu kelinci untuk tetap aktif dan sehat

Interaksi dengan lingkungan

Usahakan untuk menggunakan bahan yg tidak menutupi/menghalangi interaksi kelinci dengan lingkunganya. Perbanyaklah menggunakan kawat ram sehingga kelinci tidak merasa dikucilkan/kesepian. Kelinci yg disimpan pada kandang ygtertutup(semua dindingnya terbuat dari bambu) bisa saja mengalami stress. Nah, setelah mengetahui hal2 yg harus diperhatikan saat membuat kandang,..Kita lihat desain kandang kelinci ChandikaRabbit yuk, http://chandikarabbit.files.wordpress.com/2008/01/kandangchandika.jpg?w=485&h=363 Disinfektan Ampuh Menjaga Sanitasi Kandang Date: Tuesday, October 12 @ 17:10:21 WIT Topic: Dari Redaksi PI Poultryindonesia.com, Inforial. Dengan zat aktif yang lengkap dalam satu formula, menjadikan VIROCID memiliki lima kekuatan utama: mampu membunuh semua jenis mikroorganisme (virus, bakteri, dan jamur termasuk fase spora), mengandung campuran yang sinergis, aman, terurai sempurna di lingkungan dan tidak korosif.

PADA 10 September 2004 lalu di Jakarta, salah satu produsen dan distributor sarana kesehatan hewan, PT Surya Hidup Satwa (SHS) memperkenalkan produk disinfektan dengan kekuatan penuh : VIROCID. Peluncuran disinfektan dari CID LINES dari Belgia ini diawali dengan paparan oleh Business Manager Asia and Europe CID LINES Ronny Schelfhout dan Sales Manager untuk Asia Lies Thermote tentang disinfektan dengan lima kekekuatan penuh dalam satu formula ini. CID LINES merupakan perusahaan yang berbasis di Belgia yang telah lebih dari 15 tahun terakhir memfokuskan diri pada penyediaan solusi higiene dan sanitasi untuk produk-produk pertanian seperti produk susu, domba, babi dan unggas, industri transportasi dan untuk industri pemrosesan olahan pangan. Selain peluncuran Virocid, SHS juga menghadirkan pakar perunggasan dari FKH UGM Drh. Dardjono, MSc. PhD untuk membahas dan memberi tips penanganan kasus slow growth syndrome pada unggas. Acara ditutup dengan pembagian door prize bagi peserta yang beruntung. Dalam penjelasannya, Ronny menjelaskan tentang kelbihan VIROCID yang memiliki konsentrasi tinggi dengan total zat aktif mencapai 522,1 g/liter. Desinfektan andal dari Belgia ini mengandung empat macam group dengan lima macam zat aktif yakni group quaternary ammonia dengan 1 cincin tunggal dan 1 cincin ganda, aldehyde baru yang aman yaitu

glutaraldehyde, group alkohol yaitu isopropanol, dan pine oil yang ditambah dengan agen buffer dan stabiliser. VIROCID efektif bekerja bahkan dalam kondisi ekstrem sekalipun : temperatur 4o C sampai ditas 50 oC, kondisi dengan bahan organik, cahaya atau sinar yang kuat, air sadah, maupun air laut, jelas Ronny sembari menambahkan, disinfektan dengan konsentrasi tinggi ini aman bagi manusia dan lingkungan karena tidak bersifat karsinogenik, tidak korosif dan lebih dari 90% diurai di lingkungan, sesuai dengan standar OECD. Kelebihan lain dari desinfektan yang tersedia dalam kemasan 5 liter dan 20 liter ini yakni sangat fleksibel dalam penggunaannya karena bisa diaplikasikan secara spray, busa maupun fogging. Lies Thermote menambahkan, VIROCID yang telah dipakai secara luas di 5 benua dan di lebih dari 70 negara memberi hasil paling efisien dengan cara foaming/busa dalam ruang tertutup. Hal ini disebabkan dengan cara foaming dengan penggunaan 0,25-0,5% akan terbentuk buih sehingga disinfektan lebih tahan lama dalam melindungi ruangan tersebut dari kontaminasi kuman, kata Thermote. Sedang untuk farm unggas, ia menyarankan dosis efektif pengunaan VIROCID adalah dengan cara spraying 0,25-0,5% dengan dosis 1 liter untuk setiap 4 meter persegi ruangan kandang. Pada farm unggas, disinfektan yang telah lolos uji European Suspension Test (EST), Association Francaise de NORmalisation (AFNOR), Departement for Enviroment, Food and Rural Affairs, UK (DEFRA approved) dan Environmental Protection Agency, USA (EPA listed) sangat cocok dan efektif untuk melindungi unggas dari ancaman virus avian influenza, avian laryngotracheitis, marek, viral arthritis dan virus berbahaya lain yang mengancam kesehatan ternak unggas. Disinfektan global yang sangat ekonomis ini menurut penuturan Ronny Schelfhout dan Lies Thermote telah digunakan secara luas di berbagai belahan dunia : negara-negara Uni Eropa, Rusia, Kanada, Amerika Serikat, Mexico, China, Pakistan, Vietnam dan negara-negara lain di Asia termasuk Indonesia. DI Indonesia, VIROCID didistribusikan oleh oleh PT Surya Hidup Satwa (SHS). Marketing Operation Manager SHS Maria Elizabeth menegaskan komitmennya dalam memberi layanan purna jual terbaik bagi pelanggan. Sebagai market leader untuk produkproduk disinfektan di Indonesia, SHS menjalin kerja sama dengan CID LINES sebagai produsen VIROCID dengan pertimbangan, disinfektan ini memiliki banyak keunggulan yang sangat cocok untuk peternak di Indonesia, disamping reputasi produsen asal Belgia ini yang telah diakui secara internasional, kata Maria sembari menambahkan, dengan menggunakan VIROCID, program biosecurity yang dijalankan peternak akan lebih sempurna karena VIROCID memberi

perlindungan menyeluruh dari organisme berbahaya bagi ternak. Slow Growth Syndrome Sementara itu pakar kesehatan unggas UGM Drh. Darjono, MSc. PhD menjelaskan tentang sindrom gangguan pertumbuhan ayam yang memiliki banyak sebutan: malabsorption syndrome, infectious stunting syndrome, broiler runting syndrome, pale-bird syndrome, helicopter disease, spiking mortality dan runting-stunting syndrome RSS). Kalau dulu kasus ini hanya terjadi pada broiler, kini telah pula menyerang peternakan petelur. Menurut Darjono, kejadian runting-stunting syndrome dapat dihubungkan dengan berbagai jenis virus (viral disease complex, dan J virus), walaupun kasus ini dipengaruhi pula oleh beberapa jenis bakteri, mikotoksin dan beberapa faktor manajemen. Jadi seperti halnya kasus sindrom yang lain, penyebab kasus yang dapat ditularkan baik secara vertikal maupun horisontal ini cenderung bersifat multiagen dan pendukungnya bersifat multifaktorial, ujar Darjono. Secara lebih detail pakar kesehatan unggas UGM ini menguraikan bahwa penyebab gangguan pertumbuhan adalah virus, bakteri atau jamur. Kasus RSS juga bisa disebabkan oleh berbagai kesalahan dalam manajemen budidaya misalnya pakan, tingkat pengamanan biologis, dan sistem perkandangan. Pakan yang mengandung mikotoksin sangat berbahaya bagi kesehatan ayam. Kandungan aflatoksin dan T2 toksin dalam pakan akan menyebabkan gangguan,sedang T2 dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan, serta menekan sistem pertahanan tubuh (imunosupresi). Bahkan T2 toksin yang mempunyai sifat membakar ini, pada level 0,47 ppm sudah mampu menghambat pertumbuhan unggas. Untuk mengantisipasi kasus RSS, Darjono menyarankan program biosecurity yang dijalankand dengan disiplin dan ketat. Biosecurity berarti melindungi unggas dari transmisi infeksi mikroorganisme seperti virus, mikoplasma dan bakteri. Biosecurity juga berarti praktek manajemen yang optimal, meliputi sanitas dan disinfeksi yang ketat, menghindari stres yang berlebihan, temperatur kandang yang optimal serta tingkat kepadatan kandang yang memadai. Pemilihan disinfektan yang tepat dapat mengurangi toksisitas serta meningkatkan efektifitas pengobatan kata pakar perunggasan Drh. Darjono, MSc. PhD. inforial

This article comes from Majalah Poultry Indonesia Online http://www.poultryindonesia.com The URL for this story is: http://www.poultryindonesia.com/modules.php?name=News&file=article&sid=704

Kandang Sapi Perah Harus Moderen


Joko Widiyarso - GudegNet Potensi budidaya ternak sapi perah di Sleman cukup menjanjikan, namun sayangnya sejumlah masalah masih menghinggapi sebagian besar peternak. Selain modal, pengelolaan ternak yang meliputi kandang dan pakan masih jauh dari standar. Hal tersebut dikatakan oleh Presiden Direktur PT Sari Husada, Budi Isman, Jumat (19/6) sesaat sebelum menyerahkan bantuan bantuan kepada peternak sapi perah di Sleman DIY berupa kandang sapi, kaleng susu, dan komputer. "Bantuan tersebut sebagai sebagai upaya bagi peternak sapi perah agar bisa meningkatkan mutu dan produktivitas susu dari sapi perah mereka," katanya sebelum menyerahkan bantuan. Menurut Budi, kandang sapi perah seharusnya tidak berada dekat dengan rumah tinggal. Idealnya, kandang berada di lokasi tertentu dan berkelompok. "Kandang sapi perah juga harus dilengkapi dengan biogas yang ramah lingkungan dan efisien. Dan yang pasti beda dengan kandang sapi potong," ujarnya. Semetara itu, Sarijani, peternak sapi perah dari Ngipiksari, Hargobinangun, Pakem, Sleman DIY mengaku gembira mendapatkan bantuan berupa kandang sapi, kaleng susu, dan komputer. "Bantuan kandang sapi ini agar sanitasi kandang menjadi lebih baik. Selanjutnya, produktivitas susu juga akan lebih baik," katanya. Menurut data, hingga akhir tahun 2008, populasi ternak sapi perah di Sleman mencapai 51.514 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.712 ton susu mampu diproduksi selama kurun waktu tahun 2008.

http://gudeg.net/id/news/1001/news/2009/06/4601/Kandang-Sapi-Perah-Harus-Moderen.html

Penyuluhan Kesehatan Ternak, Perkandangan, Sanitasi Kandang dan Pengolahan Limbah Ternak
Latar Belakang : Sapi perah seperti jenis Friesian Holstein berpotensi tinggi sebagai penghasil susu, tetapi produksi yang tinggi ini hanya dapat dicapai jika tersedia kondisi yang benar. Beberapa kondisi penting yang harus dipenuhi adalah manajemen kesehatan, fasilitas perkandangan, sanitasi kandang dan pengolahan limbah ternak yang baik. Melihat kondisi sosial para peternak sapi perah pada skala kecil yang kebanyakan masih belum begitu memahami pentingnya faktor pengendalian penyakit, perkandangan, sanitasi kandang dan pengolahan limbah yang baik, kemudian adanya tuntutan dari pihak KUD atau Unit Pengolahan Susu (UPS) yang menginginkan adanya peningkatan kualitas mutu dan kuantitas susu yang dihasilkan oleh para peternak, maka diperlukan upaya untuk menggugah kemauan dan kesadaran para peternak kita pada kebiasaan lama yang jelek menjadi peternak yang maju dan berorientasi bisnis. Kondisi ekonomi kebanyakan para peternak di Dukuh Ngebruk ini rata-rata tergolong cukup mampu. Hal ini dikarenakan pekerjaan utama mereka adalah petani bunga mawar potong, meskipun demikian hasil dari beternak sapi perah ini juga turut andil dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan dari salah satu peternak yang dapat membangun rumah dan membeli sawah berasal dari beternak sapi perah. Namun sangat disayangkan bila kondisi tingkat kesejahteraan yang baik ini tidak diiringi dengan pengelolaan sektor peternakan yang baik bahkan cenderung apatis. Oleh karena melihat kondisi yang demikian ini, Tim KKN-U berupaya untuk memberikan suatu pengetahuan dan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan ternak yang meliputi pengetahuan tentang jenis-jenis penyakit, tanda/gejala suatu penyakit, cara pencegahan dan penanganan/pengobatan baik secara medis maupun secara obat alami. Serta pengetahuan tentang perkandangan, sanitasi kandang dan pencegahan pencemaran lingkungan dengan pengolahan limbah ternak yang modern. Diharapkan setelah diberikan pengetahuan tersebut, para peternak memiliki kesadaran dan mau berubah dari kondisi yang belum baik menjadi kondisi yang jauh lebih baik lagi. Tujuan Kegiatan : Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan suatu penyuluhan terhadap pentingnya masalah kesehatan ternak, perkandangan (syarat pendirian bangunan kandang, bahan, ukuran dan konstruksi kandang), terutama tentang sanitasi kandang (pengaruh terhadap kesehatan ternak, kualitas dan harga susu, serta kesehatan manusia), dan yang tidak kalah penting yaitu pengolahan limbah ternak (upaya mengurangi pencemaran limbah ternak terhadap lingkungan, menambah daya guna limbah ternak dan menambah pendapatan peternak). Sasaran Kegiatan : Para peternak sapi perah di Dukuh Ngebruk RW 07 Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

Lokasi Kegiatan : Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Ketua RW 07 Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Waktu Pelaksanaan : Program ini dilaksanakan hari Senin 16 Februari 2009. Peserta : Para peternak sapi perah di Dukuh Ngebruk RW 07 Desa Gunungsari. Hasil Kegiatan : Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin 16 Februari 2009. Pemilihan waktu kegiatan adalah menyesuaikan waktu luang dari para peternak tersebut mengingat selain sebagai peternak sapi perah, kesibukan utama mereka adalah petani bunga mawar potong. Mulai dari pagi sampai siang hari waktu dihabiskan di sawah atau kebun, sedangkan sore hari digunakan untuk memerah susu ataupun mengirim bunga mawar potong ke GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Petani) atau langsung mengirimnya ke luar kota. Penyuluhan ini dilaksanakan pada malam hari karena malam hari adalah waktu dimana mereka sudah selesai beraktifitas. Pelaksanaan program ini berdasarkan survey yang dilaksanakan sebelumnya untuk mendapatkan informasi mengenai potensi dan permasalahan yang ada di daerah ini. Setelah diketahui potensi dan permasalahan yang ada, maka dibuatlah program ini yang sekaligus telah didukung, disetujui dan diberi masukan, baik oleh ketua Dusun Brumbung maupun ketua RW 07 Dukuh Ngebruk itu sendiri. Hal ini dikarenakan dalam kehidupan sehari-harinya mereka telah mengetahui kondisi permasalahan dan merasakan langsung dampak permasalahan itu. Misalnya saja mengenai sanitasi kandang, kepala Dusun Brumbung yang juga pernah sebagai pengurus KUD, memberikan masukan bahwa faktor sanitasi selain berpengaruh terhadap kesehatan ternak juga terhadap harga susu. Selain itu mengenai pencemaran lingkungan, kepala Dusun tersebut juga mengalami dampak dari pencemaran limbah ternak dari peternak sapi perah yang berada dekat dengan rumah Beliau. Limbah ternak yang ada di kandang tersebut pada saat musim penghujan sering meluber ke pekarangan belakang dan bahkan sampai melewati beberapa rumah warga sekitar termasuk rumah Beliau sendiri. Peternak sapi perah di sini biasa membuang limbah ternak ke sungai. Limbah ternak yang dibuang ke sungai tersebut, airnya kadang kala digunakan oleh anak-anak kecil untuk bermain dan mandi. Kemudian bau dari peternakan sapi perah tersebut juga dikeluhkan oleh warga sekitar. Oleh karena itu adanya penyuluhan ini mendapat sambutan yang cukup baik dari perangkat desa, warga sekitar dan para peternak sapi perah tersebut, karena dirasa sedikit banyak telah membantu meringankan permasalahan mereka. Jalannya kegiatan ini ada dua sesi penyampaian penyuluhan. Pertama mengenai penyuluhan kesehatan dan yang kedua mengenai penyuluhan perkandangan, sanitasi dan pengolahan limbah ternak. Tiap penyuluhan terdapat sesi penyampaian materi dan sesi diskusi atau tanya jawab. Penyampaian materi menggunakan metode poster yang digunakan sebagai media visual sebagaimana slide presentasi menggunakan power point pada komputer. Pada penyuluhan kesehatan, para peternak terlihat antusias terhadap setiap materi yang disampaikan pemateri. Materi yang disampaikan yaitu mengenai beberapa penyakit yang sering dihadapi secara umum oleh kebanyakan peternak sapi perah, gejala, diagnosa, pencegahan, dan pengobatan secara medis maupun secara alternatif dari bahan alami/tanaman obat. Penyakit tersebut antara lain; mastitis, kembung (bloat), kuku busuk (foot root), cacingan, demam susu (milk fever), keluron (keguguran). Kemudian pada sesi diskusi atau tanya jawab beberapa peternak aktif terlibat dalam diskusi dan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai pengalaman pribadi mereka dalam menangani ternak yang sakit. Kemudian di akhir sesi acara, wakil dari peternak tersebut meminta agar poster yang

digunakan pada saat presentasi tersebut untuk diberikan kepada mereka agar sewaktu-waktu mereka membutuhkan dapat melihatnya kembali, meskipun masing-masing yang hadir telah mendapat hand out dari presentasi tersebut. Penyuluhan perkandangan, sanitasi kandang dan pengolahan limbah ternak mendapat tanggapan yang tidak jauh berbeda dengan penyuluhan materi sebelumnya. Para peternak yang hadir cukup antusias menyimak materi ini, meskipun didalamnya menyinggung masalah kondisi kandang mereka yang masih sederhana, kotor dan masalah pembuangan limbah yang sering kali langsung dibuang ke sungai. Materi yang disampaikan meliputi perkandangan (syarat pendirian, bahan, ukuran, dan konstruksi), sanitasi kandang (pengaruhnya terhadap kesehatan ternak maupun manusia, pengaruh sanitasi terhadap harga susu), dan pengolahan limbah ternak (dampak negatif pencemaran limbah ternak, hukum/peraturan tentang pencemaran limbah ternak dan sanksi hukum atas pencemaran limbah ternak terhadap lingkungan, manfaat dan kelebihan pupuk organik, pembuatan pupuk bokashi padat dan cair menggunakan bio starter, dan pembuatan pupuk cair dari urine). Pada sesi tanya jawab beberapa peserta mengajukan pertanyaan seputar bio starter mengenai harga, dosis dan petunjuk pemakaian, serta proses pembuatan bokashi. Seperti pada penyuluhan sebelumnya, peternak juga meminta agar poster materi penyuluhan agar ditinggal untuk dibuatkan mading, yang proses pembuatannya secara swadaya dikoordinasi oleh ketua RW dan peternak itu sendiri. http://gunungsaribatu.wordpress.com/2009/03/01/penyuluhan-kesehatan-ternak-perkandangansanitasi-kandang-dan-pengolahan-limbah-ternak/ 1. barang yang berutas-utas panjang, dibuat dari bermacam-macam bahan (sabut kelapa, ijuk, plastik, dsb) ada yang dipintal ada yang tidak, gunanya untuk mengikat, mengebat, menghela, menarik, dsb 2. (ki) hubungan: mempererat -- persaudaraan 3. bambu (buluh) yang seratnya baik untuk dibuat tali; Gigantochloa apus 4. nilai mata uang yang setara dengan 25 sen 5. tumbuhan yang elok bunganya, Quamaclit pennata