P. 1
KERANGKA ACUAN KERJA

KERANGKA ACUAN KERJA

|Views: 5,377|Likes:
Dipublikasikan oleh Ronny Irawan

More info:

Published by: Ronny Irawan on Apr 30, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2013

pdf

text

original

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK

)
PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN/REHABILITASI/RENOVASI/RESTORASI ...................................................................................... KEGIATAN ......................................................................................

1. PENDAHULUAN
A. UMUM 1. Setiap bangunan gedung negara harus diwujudkan dengan sebaik - baiknya, sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunannya, andal, ramah lingkungan dan dapat sebagai teladan bagi lingkungannya, serta berkontribusi positif bagi perkembangan arsitektur di Indanesia. 2. Setiap bangunan gedung negara harus direncanakan, dirancang dengan sebaik - baiknya, sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu, biaya, dan kriteria administrasi bagi bangunan gedung negara. 3. Pemberi jasa perencanaan untuk bangunan gedung negara perlu diarahkan secara baik dan menyeluruh, sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan teknis bangunan yang memadai dan layak diterima menurut kaidah, norma serta tata laku profesional. 4. Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) untuk pekerjaan perencanaan pedu disiapkan secara matang sehingga memang mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang sesuai dengan kepentingan kegiatan. B. Latar Belakang. l . Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup Satuan Kerja ……………………………… 2. Pemegang mata anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Departemen/ Lembaga……………………………………………….. 3. Untuk penyelenggaraan satuan kerjatermaksud, dibentuk Organisasi Pengelola Satuan kerja berdasarkan Surat Keputusan Kepala Satuan Kerja : ....................….… tanggal …………….…….. dan SK Pembentukan Panitia Lelang / Pengadaan / Penunjukan Langsung Nomor : …………………………tanggal ............…………. dengan susunan organisasi seperti pada lampiran.

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PEKERJAAN PERENCANAAN 47 2. MAKSUD DAN TUJUAN
1) Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) ini merupakan petunjuk bagi konsultan perencana yang memuat masukan, azas, kriteria, keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterprestasikan ke dalam pelaksanaan tugas perencanaan. 2) Dengan penugasan ini diharapkan konsultan Perencana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini.

3. SASARAN
Kegiatan yang dilaksanakan adalah Pembangunan/ Rehabilitasi/ Restorasi Bangunan : 1) …………….... 2) .....................

. i....... adalah Perencanaan Pembangunan/ Rehabilitasi/ renovasi/Restorasi Gedung . . tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara yaitu: a.. B..... B. LINGKUP...d... jasa dan overhead Perencanaan. b.. 48 2. c... NAMA DAN ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Pengguna Jasa adalah : Satuan Kerja.. tabel D.. besarnya biaya konsultan Perencanaan merupakan biaya tetap dan pasti. SUMBER PENDANAAN A. untuk pekerjaan standar berlaku biaya maksimum sesuai yang tercantum dalam tabel A s... C. d. bila terdapat pekerjaan non standar.. materi dan penggandaan laporan... pembelian dan atau sewa peralatan.. g. sewa kendaraan.... Biaya Perencanaan. ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjan pekerjaan perencanaan yang dibuat oleh Kepala Satuan Kerja dan Konsultan Perencana.. Data Lokasi... f....tanggal 2. DIPA Nomor . pajak dan iuran daerah lainnya...... Lokasi Kegiatan. Alamat : Jl………..) dan mengikuti pedoman dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45 / KPTSMK/2007 tanggal 27 Desember 2007.(…………. 3..... Dan lain-lain......... perjalanan (lokal maupun luar kota). j.. Biaya pekerjaan konsultan Perencanaan dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan perencana sesuai peraturan yang berlaku...... 1 .(sesuai DIPA).. e.. Untuk pelaksanaan pekerjaan Perencanaan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp……………. Lingkup Kegiatan.. Sumber Dana... . Loan Nomor .. yang terdiri dari: a....... serta dan non standar dan harus terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebut angka dan huruf... 6...tanggal 3.. biaya rapat-rapat..... Pembayaran biaya konsultan Perencana didasarkan pada prestasi kemajuan pekerjaan perencanaan. maka dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung yang dapat diganti... DATA DAN FASILITAS PENUNJANG A. c. sesuai dengan ketentuan billing rate yang berlaku. h.... Biaya Penyelidikan tanah sederhana e. honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang. Nama PPK : …………….. LOKASI KEGIATAN... b. 5...... Sumber dana dari keseluruhan pekerjaan perencanaan dibebankan pada: 1. pengaturan komponen pembiayaan pada butir a) dan b) diatas adalah dipisahkan antara bangunan standar.. Pembelian bahan dan ATK d. dan dihitung dengan billing rate sesuai ketentuan yang berlaku.....4.

3) Dalam hal ini informasi yang diperlukan dan harus diperoleh untuk bahan perencanaan diantaranya mengenai hal-hal sebagai berikut: a. batas-batas. Air kotor dan sampah.. iii. iv. berat.. baik yang berasal dari Kepala Satuan Kerja. jumlah personii-personil sekarang dan satuan kerja pengembangan untuk . Keinginan . (bila dipersyaratkan) 1) beban (Ton ref). ii. penunjang.. program ruang. 2) pembagian beban. 3) sistem yang diinginkan. Keinginan tentang ruang-ruang tertentu. dan topografi. iv.. ii. 2) Konsultan Perencana harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya.keinginan tentang utilitas bangunan seperti: i. e. meliputi : i. perkerasan. perincian penggunaan lahan.. keinginan tentang organisasi / pemanfaatan ruang. pelengkap. maupun yang dicari sendiri. v. perlengkapan / peralatan khusus. kondisi fisik lokasi seperti : luasan. Pemakai bangunan: i. Air hujan dan air buangan.. Keinginan tentang kemungkinan perubahan fungsi ruang/ bangunan. 1) letak saluran kota. 2) sumber air. Kesalahan kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab konsultan Perencana. tahun mendatang (umumnya 5 tahun). vii. d. Informasi tentang lahan. iii. 2) intervall dan waktu tunggu (Waifing Time). peruntukan tanah. 1) type dan kapasitas yang akan dipilih. kegiatan utama utama.. Transportasi verfikal dalam bangunan (bila dipersyaratkan) . b. ii. Air bersih : 1) kebutuhan (sekarang dan proyeksi mendatang). struktur organisasi. Kebutuhan bangunan: i.. jaringan dan kapasitasnya. penghijauan dan lain-lain. 2) cara pembuangan keluar tapak.. f. 1) Letak Tempat Pembuangan Sementara (TPS) 2) Cara pembuangan keluar dari TPS iv. iii. dan dimensinya.. jenis. baik yang berhubungan dengan pemakai atau perlengkapan yang akan digunakan dalam ruang tersebut. c.1) Untuk melaksanakan tugasnya konsultan Perencana harus mencari informasi yang dibutuhkankan selain dari informasi yang diberikan oleh Kepala Satuan Kerja termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini. vi.. koefisien dasar bangunan. 49 V. ii. keadaan air tanah. . Tata Udara/A. koefisien lantai bangunan.. kondisi tanah (hasil soil test).C.

51 2. 1) kebutuhan titik pembicaraan. kemampuan). 50 vii. dan IMB pendahuluan dari Pemerintah Daerah Setempat. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Persiapan Perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan (termasuk penyelidikan tanah sederhana). X. LINGKUP TUGAS Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan Perencana adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku. site/tapak bangunan. 2) fire alarm (jenis). 2) sistim yang dipilih. ix. membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. C. 2) sistim yang dipilih. beserta uraian konsep dan visualisasi atau studi maket yang mudah dimengerti oleh pemberi tugas. pendamping dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Pengaman dari bahaya pencurian dan perusakan (bila dipersyaratkan) 1) alarm (jenis. LINGKUP PEKERJAAN 7. Rencana struktur. spesifikasi). Jaringan listrik : 1) kebutuhan daya. B. 4) program alih teknologi. intercom) . 2) sumber daya dan spesifikasinya. 3. Pejabat Pembuat Komitmen akan mengangkat petugas sebagai wakilnya yang bertindak sebagai Tim Teknis untuk pengawas. beserta uraian konsep dan perhitungannya. Rencana utilitas. Menyelenggarakan paket satuan kerjaloka karya value engineering (VE) selama 40 (empat puluh) jam secara in house (khusus untuk pembangunan bangunan gedung diatas luas 12. Penyusunan Pengembangan Rencana. 3) peralatan permadam kebakaran (jenis. dan perencanaan fisik bangunan gedung negara yang terdiri dari: A. type). Perhitungan struktur harus ditandatangani oleh Tenaga Ahli yang mempunyai Ijin Sertifikat.1. type). telex. pra-rencana bangunan termasuk program dan konsep ruang. keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan. perkiraan biaya. Rencana arsitektur. dan mengurus perijinan sampai mendapatkan keterangan rencana kota.000 M2 atau diatas 8 lantai). 5) staf/ tim teknis pelaksanaan pekerjaan.3) penggunaan escalator dan conveyor. radio. viii. 3) cadangan apabila dibutuhkan (kapasitas. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 45/KPTS/M/2007 tanggal 27 Desember 2007 yang dapat meliputi tugas-tugas perencanaan lingkungan. antara lain membuat: 1. 7. Dan lain-lain sesuai keperluannya. dan konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/ perijinan bangunan. vi. Penyusunan Prarencana seperti rencana tapak. Penanggulangan bahaya kebakaran (bila dipersyaratkan) : 1) detector (jenis. D. dan Tata Hijau/landscape beserta uraian konsep dan . Jaringan komunikasi (telepon.

2. dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk bangunan gedung pada umumnya dan yang khusus untuk bangunan gedung negara. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan. I. 8. Gambar-gambar detail arsitektur. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). Rincian volume pelaksanaan pekerjaan. seperti dari segi pembiayaan. Perkiraan biaya. standar. 4. Semua gambar arsitektur. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasan . TANGGUNG JAWAB PERENCANAAN A. termasuk melalui KAK ini.E. Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi. G. seperti membantu Kepala Satuan Kerja di dalam menyusun dokumen pelelangan dan membantu panitia pelelangan menyusun program dan pelaksanaan pelelangan. 3. dan utilitas harus ditanda tangani oleh Penanggung Jawab Perusahaan dan Tenaga Ahli yang mempunyai Ijin Sertifikat. E. Menyusun buku petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan mekanikal-elektrikal bangunan. Mengadakan persiapan pelelangan. 52 2. detail struktur. waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu bangunan yang akan diwujudkan. 3.). evaluasi penawaran. termasuk menyusun berita acara penjelasan pekerjaan. Membuat laporan akhir pengawasan berkala. 2. Mengadakan pengawasan berkala setama pelaksanaan konstruksi fisik dan melaksanakan satuan kerjaseperti : 1. Laporan akhir perencanan. dan melaksanakan tugas-tugas yang sama apabila terjadi lelang ulang. F. Penyusunan Rencana Detail antara lain membuat: 1. Konsultan Perencanaan bertanggung jawab secara profesional atas jasa perencanaan yang berlaku dilandasi pasal 11 Undang-undang Nomor 18 Tentang Jasa Konstruksi. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan Perencanaan sampai dengan persiapan Dokumen .perhitungannya. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut: 1 . 2. B. menyusun kembali dokumen pelelangan. rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi (E. pertimbangan dan rekomendasi tentang penggunaan bahan. Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan. 3. Membantu panitia pelelangan pada waktu penjelasan pekerjaan. H. struktur. 4.batasan yang telah diberikan oleh kegiatan. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan standar hasil karya perencanaan yang berlaku mekanisme pertanggungan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 7. detail utilitas yang sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui. 4. Memberikan saran-saran.

... 3..) bulan atau.) hari kalender..... Konsultan Perencana mempunyai kewajiban untuk melaksanakan Pengawasan Berkala terhadap hasil karyanya selama pelaksanaan Konstruksi Fisik..(...... Struktur Organisasi serta daftar tenaga ahli beserta kualifikasinya....... TENAGA AHLI 1.. 2.... 9. 4.. 6... Team Leader Sipil / Struktur Mekanikal & Elektrikal Interior Quantity Surveyor dll ARSITEK SIPIL ELEKTRIKAL 1 1 1 1 1 S1 S1 S1 S1 S1 9 tahun 7 tahun 5 tahun 5 tahun 5 tahun C...(..) hari kalender. minimal sebagai berikut : CONTOH : No.......Lelang Konstruksi diperkirakan selama..) bulan atau. 5...... Pihak Konsultan Perencana harus menyediakan tenaga-tenaga ahli dalam suatu struktur organisasi Konsultan Perencana untuk menjalankan kewajibannya sesuai dengan lingkup jasa yang tercantum dalam KAK ini yang bersertifikat dan disetujui oleh PEMBERI TUGAS... TENAGA AHLI Untuk mencapai hasil yang diharapkan....... JABATAN KEAHLIAN JML (org) KUALI FIKASI PENGALAMAN MINIMAL A...... yang diperkirakan selama..... terhitung sejak terbit SPMK. TENAGA PENDUKUNG 1.(....(.. ....

SLF. dan Bukti Hak Atas Tanah. Tahap Konsep Perencanaan 1) Konsep penyiapan rencana teknis. C. maka Tenaga Ahli diatas harus memiliki Sertifikat tenaga ahli SKA/SKT dari Asosiasi dan dilengkapi dengan Curiculum Vitae (pengalaman dilengkapi dengan referensi/surat keterangan) serta ijazah. dll. Tahap Pra . 3) Perkiraan biaya pembangunan. dll. termasuk program ruang. jumlah dan kualifikasi tim perencana. beserta uraian konsep dan visualisasi dwi dan trimatra bila diperlukan. TAHAPAN PERENCANAAN Keluaran yang dihasilkan oleh konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian. utilitas.Rencana Teknis 1) Gambar-gambar rencana tapak. 2) rencana struktur. 5) perkiraan biaya. 3) rencana mekanikal-elektrikal termasuk IT. 000 m2 atau lebih dari 8 lantai). B. (RKS) 3) rincian volume pelaksanaan pekerjaan. metoda pelaksanaan. (RAB) berdasarkan Analisa Biaya Konstruksi . struktur. 2) Gambar-gambar pra-rencana bangunan. (BQ) 4) rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi. 5) Mengurus kelengkapan untuk perizinan.2. D. 2) rencana kerja dan syarat-syarat. 2) Konsep skematik rencana teknis. 8) Laporan hasil kegiatan lokakarya value engineering (khusus untuk bangunan diatas 12. lengkap dengan . organisasi hubungan ruang. 7) Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Operator Komputer Administrasi Kantor Dll 2 1 D3 S1 4 tahun 4 tahun Sesuai dengan ketentuan. 4) garis besar spesifikasi teknis (Outline Specifi-cations). 3) Laporan data dan informasi lapangan. beserta uraian konsep dan perhitungannya. 53 10. beserta uraian konsep dan perhitungannya. keterangan rencana kota. Tahap Pengembangan Rencana 1) rencana arsitektur.SNI 5) dan menyusun laporan perencanaan. 6) Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat. 4) Laporan Perencanaan. KELUARAN 10. IMB. dan tanggung jawab waktu perencanaan. termasuk konsep organisasi. yang minimal meliputi: A.1. termasuk penyelidikan tanah sederhana. Tahap Rencana Detail 1) membuat gambar-gambar detail.

tata ruang . pertamanan. dan budaya daerah. menjamin terwujudnya tata ruang hijau yang dapat memberikan keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya. Tahap Pengawasan Berkala 1). c. c. menjamin bangunan gedung dibangun dan dimanfaatkan dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. 10. seperti memeriksa kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan rencana secara berkala. dan membuat laporan akhir pengawasan berkala. 2) Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan a. yaitu: 1) Persyaratan Peruntukan dan Intensitas : a. termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan mekanikal-elektrikal bangunan. Tahap Pelelangan (Dokumen Perencanaan Teknis) 1) Gambar Rencana beserta detail pelaksanaan . 2) Menyusun laporan akhir pekerjaan perencanaan yang terdiri atas perubahan perencanaan pada masa pelaksanaan konstruksi. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia (gempa. d. struktur. menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan.dll). 5) Laporan Perencanaan. menjamin bangunan gedung didirikan berdasarkan ketentuan tata ruang dan tata bangunan yang ditetapkan di Daerah yang bersangkutan. 4) Rincian Voume pekerjaan/ bill of quatity (BQ).perhitungan-perhitungan yang bisa dipertanggung jawabkan. b. b. menjamin keselamatan pengguna. menjamin bangunan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. petunjuk penggunaan. . 54 E. Laporan Pengawasan Berkala. masyarakat. c. syarat umum dan syarat teknis (RKS) 3) Reancana Anggaran Biaya (RAB). b. memberikan rekomendasi tentang penggunaan bahan. 2) Rencana kerja dan syarat-syarat administratif.2. arsitektur. menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang disebabkan oleh kegagalan struktur. sehingga seimbang. serasi dan selaras dengan lingkungannya (fisik. 55 3) Persyaratan Struktur Bangunan a. menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang disebabkan oleh perilaku struktur. F. melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan. dan perawatan bangunan gedung. sosial dan budaya). ketentuan wujud bangunan. pemeliharaan. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang didirikan berdasarkan karakteristik lingkungan. memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa konstruksi. dan lingkungan. mekanikal dan elektrikal. Kriteria Umum Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana seperti yang dimaksud pada KAK harus memperhatikan kriteria umum bangunan disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan. K R l T E R l A A.

sehingga: i. b. Penangkal Petir dan Komunikasi : a. 5) Persyaratan Sarana Jalan Masuk dan Keluar a. menjamin terpasangnya instalasi listrik secara cukup dan aman dalam menunjang terselenggaranya satuan kerjadi dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. menjamin terpasangnya instalasi gas secara aman dalam menunjang terselenggaranya satuan kerjadi dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. c. menjamin penghuni melakukan evakuasi secara mudah dan aman. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang mempunyai akses yang layak.4) Persyaratan Ketahanan terhadap Kebakaran a. iii. dan Sistem Peringatan Bahaya : a. menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun sedemikian rupa sehingga mampu secara struktural stabil selama kebakaran. 10) Persyaratan Sanitasi Bangunan Gedung dan Lingkungan a. menjamin terwujudnya keamanan bangunan gedung dan penghuninya dari bahaya akibat petir. khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. aman dan nyaman ke dalam bangunan dan fasilitas serta layanan di dalamya. c. menjamin terpenuhinya pemakaian gas yang aman dan cukup. . menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia. menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan gas secara baik. cukup waktu bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman. dapat menghindari kerusakan pada properti lainnya. 7) Persyaratan Pencahayaan Darurat. menjamin tersedianya sarana sanitasi yang memadai dalam menunjang pada bangunan gedung dan lingkungan sesuai dengan fungsinya. c. apabila terjadi keadaan darurat. menjamin terwujudnya upaya melindungi penghuni dari kesakitan atau luka saat evakuasi pada keadaan darurat. menjamin tersedianya sarana transportasi yang layak. cukup waktu dan mudah bagi pasukan pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk memadamkan api. b. 9) Persyaratan Instalasi Gas (gas bakar dan/atau gas medik) : a. khususnya untuk bangunan fasilitas umum dan sosial. b. menjamin terwujudnya sistem proteksi pasif dan aktif pada bangunan gedung. 56 8) Persyaratan Instalasi Listrik. b. b. menjamin tersedianya sarana komunikasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya satuan kerjadi dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. Tanda arah Keluar. menjamin tersedianya pertandaan dini yang informatif di dalam bangunan gedung apabila terjadi keadaan darurat. ii. dan nyaman di dalam bangunan gedung. menjamin tersedianya aksesbilitas bagi penyandang cacat. 6) Persyaratan Transportasi dalam Gedung a. menjamin tersedianya aksesbilitas bagi penyandang cacat. b. aman. c.

E. menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan sanitasi secara baik. Desain bangunan hendaknya dibuat sedemikian rupa. baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya satuan kerjadalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. segi teknis lainnya. seperti dalam rangka implementasi penataan bangunan dan lingkungan. 3) Solusi dan batasan . menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup. Bangunan gedung negara hendaknya fungsional. AZAS-AZAS Selain dari kriteria diatas.lain. menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan pencahayaan secara baik. menjamin adanya kepastian bahwa setiap usaha atau satuan kerjayang menimbulkan dampak negatif suara dan getaran perlu melakukan upaya pengendalian pencemaran dan atau mencegah perusakan lingkungan. 57 B. terutama sebagai bangunan pelayanan kepada masyarakat. kesehatan dan memberikan kenyamanan bagi penghuni bangunan dan lingkungan. 10. seperti faktor sosial budaya setempat. Dengan batasan tidak mengganggu produktivitas kerja. menarik tetapi tidak berlebihan. menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata udara secara baik. hendaknya diusahakan serendah mungkin. 10. Kreatifitas desain hendaknya tidak ditekankan pada kelatahan gaya dan kemewahan material. .4. Bangunan gedung negara hendaknya dapat meningkatkan kualitas lingkungan. efisien. menjamin terwujudnya kebersihan. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta. geografi klimatologi.batasan kontekstual . baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya satuan kerjadalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. B. di dalam melaksanakan tugasnya konsultan Perencana hendaknya memperhatikan azas-azas bangunan gedung negara sebagai berikut: A. tetapi pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsi teknik dan fungsi sosial bangunan. 12) Persyaratan Pencahayaan : a. dan menjadi acuan tata bangunan dan lingkungan di sekitarnya. baik dari segi fungsi khusus bangunan. Kriteria Khusus Kriteria khusus dimaksudkan untuk memberikan syarat -syarat yang khusus. menjamin terwujudnya kehidupan yang nyaman dari gangguan suara dan getaran yang tidak diinginkan.b. misalnya: 1) Dikaitkan dengan upaya pelestarrian atau konservasi bangunan yang ada. 2) Kesatuan perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada disekitar. PROSES PERENCANAAN A. dan lain . b. biaya investasi dan pemeliharaan bangunan sepanjang umumya. D. sehingga bangunan dapat dilaksanakan dalam waktu yang pendek dan dapat dimanfaatkan secepatnya. 13) Persyaratan Kebisingan dan Getaran a.3. menjamin terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup. b. b. 11) Persyaratan Ventilasi dan Pengkondisian Udara a. spesifik berkaitan dengan bangunan gedung yang akan direncanakan. C. c.

... PENUTUP A.... maka konsultan hendaknya merneriksa sernua bahan masukan yang diterima dan mencarii bahan masukan lain yang dibutuhkan. Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh konsultan perencana harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja.. setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Perencana dan mendapatkan pendapat teknis dari Pengelola Teknis Kegiatan. Jadual kegiatan secara detail..konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pengelola Kegiatan.. PELAPORAN 1) Konsep Perencanaan... antara dan pokok yang harus dihasilkan konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini. 12. B.. 2. C. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Kepala Satuan Kerja.. persyaratan teknis bangunan gedung negara mengikuti ketentuan dalam : 1) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 29/PRT/M/2006 tanggal 1 Desember 2006 tentang Persyaratan Teknis Bangunan Gedung... 2) Pra Rencana Teknis........ Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Satuan Kerja... 3. 11. 3) Pengembangan Rencana 4) Rencana Detail. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan keahliannya). Dalam pelaksanaan tugas.. DIBUAT OLEH: PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN ..... 2) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45/PRT/M/2007 tanggal 27 Desember 2007 Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal.. 6) Laporan Pengawasan Berkala..... Konsep penanganan pekerjaan perencanaan. B... Secara Umum... C. Konsultan Perencana harus segera menyusun program kerja minimal meliputi : 1.. 4) Peraturan daerah setempat tentang Bangunan Gedung. 5) Dokumen Pelelangan.. 58 10.. 7) Laporan Akhir Perencanaan. 59 DIBUAT DI …………………… TANGGAL …………………… MENGETAHUI: KUASA PENGGUNA ANGGARAN ..... B.. PROGRAM KERJA A.5...... konsultan harus selalu memperhitungkan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan adalah mengikat... Setelah Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) ini diterima. 3) Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung serta standar teknis yang terkait.... NIP .

..................... ....................... NIP .....

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->