Anda di halaman 1dari 5

Eksplorasi dan Eksploitasi Sumberdaya Mineral

EKSPLORASI Eksplorasi adalah penyelidikan lapangan untuk mengumpulkan data/informasi selengkap mungkin tentang keberadaan sumberdaya alam di suatu tempat. Kegiatan eksplorasi sangat penting dilakukan sebelum pengusahaan bahan tambang dilaksanakan mengingat keberadaan bahan galian yang penyebarannya tidak merata dan sifatnya sementara yang suatu saat akan habis tergali. Sehingga untuk menentukan lokasi sebaran, kualitas dan jumlah cadangan serta cara pengambilannya diperlukan penyelidikan yang teliti agar tidak membuang tenaga dan modal, disamping untuk mengurangi resiko kegagalan, kerugian materi, kecelakaan kerja dan kerusakan lingkungan. Suatu kegiatan eksplorasi harus direncanakan sebaik-baiknya dengan memperhitungkan untung-ruginya, efisiensi, ekonomis serta kelestarian lingkungan daerah eksplorasi tersebut. Perencanaan eksplorasi meliputi beberapa hal sebagai berikut : Pemilihan daerah ekslorasi Studi pendahuluan Perencanaan eksplorasi dan pembiayaannya Hasil serta tujuan yang didapatkan dari seluruh operasi.

Kegiatan eksplorasi terdiri atas berbagai penyelidikan yang mendukungnya. Penyelidikan tersebut adalah : 1. Penyelidikan Geologi 2. Penyelidikan Geokimia Penyelidikan ini dilaksanyakan untuk mengetahui perkiraan kadar logam, senyawa kimia dan unsur-unsur penyerta dimana logam tersebut berada. 3. Penyelidikan Geofisika

Penyelidikan ini terdiri atas 4 metoda yaitu :

Metoda Geolistrik

Metoda Seismik

Metoda Magnet

Metoda Gaya berat / Gravitasi

4. Pemboran Eksplorasi Dilaksanakan untuk mengetahui kedalaman mineral, kualitas dan kalkulasi cadangan kasar/minimum untuk dapat ditambang secara ekonomis.

EKSPLOITASI Eksploitasi adalah usaha penambangan dengan maksud untuk menghasilkan bahan galian dan memanfaatkannya. Kegiatan ini dapat dibedakan berdasarkan sifat bahan galiannya yaitu, galian padat dan bahan galian cair serta gas.

Bahan Galian Padat Untuk memperoleh bahan galian yang bersifat padat dapat dilakukan penambangan secara terbuka dan penambangan bawah tanah

Penambangan terbuka. Jenis penambangan ini dilakukan untuk memperoleh bahan galian padat yang biasanya terdapat tidak jauh dari permukaan tanah. Contoh bahan galian tersebut adalah emas, batubara, batu gamping, sirtu dan lain-lain.

Penambangan bawah tanah Jenis penambangan ini dilakukan dengan membuat terowongan untuk memperoleh bahan galian padat. Contohnya emas, batubara dan lain-lain yang biasanya terdapat di bawah permukaan tanah.

Bahan Galian Cair dan Gas Untuk memperoleh bahan galian yang bersifat cair dan gas hanya dapat dilaksanakan dengan cara pengeboran, karena jenis bahan galian ini terdapat jauh dibawah permukaan tanah. Pengusahaan bahan galian cair dan gas berdasarkan lokasi keterdapatannya dibagi menjadi 2 yaitu : 1. Pemboran Daratan (Onshore Drill Rig), bila bahan galian ini berada di daratan 2. Pemboran Lepas Pantai (Offshore Drill Rig), bila bahan galian ini terdapat di lepas pantai atau laut.

Dalam pelaksanaan eksploitasi diperlukan analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL) sebelum pelaksanaan kegiatan penambangan agar dampak negatif yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin. Usaha pemeliharaan, perlindungan dan pelestarian (Konservasi) serta perbaikan lingkungan (Reklamasi) dilaksanakan setelah kegiatan eksplorsi berjalan.

Anda mungkin juga menyukai