Anda di halaman 1dari 43

ORTHODONTIC APPLIANCES

Oleh: KRISTINA WIJAYA GUNAWAN PPDGS-1 ORTODONSIA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

ALAT CEKAT DAN LEPASAN


2 bentuk utama alat orto: alat lepasan dan alat cekat.
Alat lepasan vs alat cekat
Alat lepasan Alat cekat

Dapat dilepas sendiri o/ pasien

Tidak dapat dilepas sendiri o/ pasien

Gerakan: tipping
Biaya relatif lbh murah

Gerakan: bodily, tipping, torque Hasil lbh baik dan stabil


Biaya relatif lbh mahal

KOMPONEN UTAMA ALAT CEKAT


Arch wire Tooth band Bahan logam, disemen pada gigi Braket transfer gaya dari arch wire ke gigi Alat-alat bantu lain perlekatan arch wire pada gigi

Keberhasilan Perawatan Ortodontik


ALAT : EFISIEN
OPERATOR : PENGETAHUAN DASAR BIOLOGIS

KEBERHASILAN PERAWATAN

EVOLUSI ALAT ORTO CEKAT

EVOLUSI ALAT ORTODONTIK CEKAT


Angle:

1. Busur Fauchard (Perancis, 1728)


: Busur permukaan luar gigi pelopor arch wire modern

2. Plain band : disemen pada gigi dg semen seng oksiklorid


dasar arch wire sirkumferensial alat bantu: bracket, tube, dll

Angles early fixed appliance (1907) busur ekspansi bulat tebal Mahkota gigi mudah tipping Hanya molar : bodily

Cases Appliance (1908) didesain u/ menggerakkan akar gigi (torque)

Crozat Appliance (1912) oleh Dr.W.W.Walker , diikuti oleh Dr.G.B. Crozat Band disemenkan pada P1

Dr. R.D. Robinson (1915) ketidakpuasan thdp kompleksitas alat pin dan tube, dan tekanan ekstrim dari busur ekspansi dan ligatur steel teknik dan alat yang menggunakan tekanan ringan dengan kontrol konstan pada akar gigi sistem untuk pergerakan positif gigi dan rasa sakit minimal
Ketidaknyamanan perawatan minimal

Griffins ressilient arch assemblage (1930) bagian pusat braket disolder pada arch wire mencegah tipping bebas dan sliding gigi pada wire Kawat lingual juga digunakan.

Alat tube, pin Angle dan ribbon arch Angle

(Strang, 1958)
Untuk gerakkan bodily alat tube dan pin

sangat sulit u/ rotasi gigi

alat ribbon arch

lebih mudah, lebih efisien

Arch Wire Edgewise (Strang,1958)


gerakan pada akar gigi

Angle: arch wire rektanguler pd mekanisme ribbon arch dilanjutkan pd teknik edgewise (bersama bracket band & tube molar yg sesuai u/ arch wire rektanguler)
Kekuatan terlalu besar

arch wire makin lama makin tipis jumlah gaya u/ pergerakan gigi menjadi lebih ringan kontrol pergerakan gigi lebih baik gerak gigi lebih cepat dan reduksi rasa sakit pasien

Johnson twin arch gaya yg lebih ringan u/ menggerakkan gigi daripada mekanisme Angle dua arch wire bulat kecil ( 0,011 inchi)

Pentingnya tipping sederhana pada mahkota gigi


teknik ortodontik dg rectangular arch wire pergerakan akar gigi tidak mampu memproduksi tipping mahkota gigi teknik perawatan light round arch wire gerakan bodily, tipping, torque

Pergerakan lengkung gigi ke arah anterior


Mekanisme edgewise: pergeseran lengkung gigi ke anterior gaya dari arch wire diteruskan melalui braket ke akar gigi gaya dorong ke anterior (braket punya dimensi m-d) Light round arch wire dengan band bracket ribbon arch sangat sedikit gerakan lengkung gigi ke anterior ribbon arch bracket: dimensi m-d kecil tipping bebas mahkota gigi ke labial, bukal, lingual gaya yang bekerja pada akar gigi dalam arah m-d sangat sedikit sehingga hampir tidak ada transmisi gaya ke akar gigi

Tidak digunakannya Penjangkar ekstraoral


Penjangkar ekstraoral (Angle)

: bentuk penjangkar dg penahan dibebankan pd bagian atas & belakang kepala, gaya ditransmisikan ke gigi dg headgear & elastik besar yg dihubungkan dgn perlekatan di gigi
Penjangkar oksipital: perawatan maloklusi klas II divisi I &

maloklusi klas III digantikan o/ elastik intermaksiler intraoral klas II & klas III Pengenalan penggunaan teknik light round arch wire mengeliminasi kebutuhan akan penjangkar ekstraoral.

BAHAN, ALAT & INSTRUMEN UNTUK TEKNIK BEGG


1. ARCH WIRE Stainless steell, bulat, diameter 0,016 & 0,020 inchi
Sifat lentur, kekuatan/kekerasan, dan kekuatan tarik

yang dibutuhkan

Wilcocks Special Plus (TP Special Plus) wire sangat lentur, dapat menggerakkan gigi pada jarak jauh tanpa sering direaktivasi

2. LIGHT WIRE PLIERS = beaks pliers keuntungan:


Groove pada beak mencegah arch wire tergelincir Tekanan cukup

tidak perlu menekan wire dengan plier secara berlebihan Penggunaannya menghindarkan pembengkokaan hanya pada satu titik tekanan

3. RIBBON ARCH BRACKET Slot : u/ wire dg diameter 0,016 maupun 0,020 inchi 4. LOCK PINS a. One-point safety lock pin b. Second stage safety lock pin c. Hook lock pin d. High hat lock pin

17

5. TOOTH BAND
Band yang menutupi sebagian besar permukaan labial

gigi sampai ke margin gingival menambah kemampuan retentif dan proteksi email Spot welding apron Specially formed blanks for pinching extended bands

6. MOLAR BANDS dgn ROUND BUCCAL TUBE internal 0,036 inchi, panjang 0,250 inchi, dilengkapi elastic hook.

7. LUGS dan STOPPER: dibengkokan pada arch wire Jenis : a. Horisontal b. Vertikal c. Stopper

8. INTERMAXILLARY HOOKS
dibengkokkan pada arch wire 2 bentuk umum:

9. Flat-oval molar tube-Doubled-back arch wires digunakan pada kasus:


M2 sbg gigi penjangkar

butuh dukungan lebih dari

arch wire Hilangnya P2 wire mudah bengkok krn mastikasi Molar sbg penjangkar akan digeser ke bukal atau lingual secara bodily atau u/ torque akar molar

10. INTERCHANGEABLE TYPE OF MOLAR TUBE


memungkinkan penggantian penggunaan doubled

back arch wire ke straight wire dan tanpa penggantian molar tube.

Alat-alat Tambahan Teknik Light Wire


1. Elastik
Bahan: latex atau rubber
Gaya: 60-70 gram U/ membantu rotasi gigi, mengerupsi gigi Macam:

Elastic thread latex rubber dilapisi nilon u/ proteksi, lebih elastis Elastomeric filament estetis, kurang elastis, lebih sulit diikat

2. Ligatur
Bahan: stainless steel

Elastomeric rings (diameter 1,5-2,0 mm) u/

menghubungkan braket C ke intermaxillary hooks u/ mempertahankan kontak keenam gigi anterior atas dan bawah

3. Lingual button
Untuk mengikatkan rubber elastics, kawat ligatur,

material arch wire bentuk khusus, dan orthodontic elastic thread 0,004 inchi

4. Molar hooks with ball-end Mudah memasang elastik Letak: sisi lingual atau bukal band molar Kasus tertentu: letak sejauh mungkin dari gingiva, dekat pusat mesiodistal gigi 5. Kesling tooth-spacing springs u/ mendapatkan ruang diantara gigi u/ penempatan band

Penempatan Bracket & Buccal Tube


Penempatan bracket (modified ribbon arch bracket) Pada semua gigi kecuali molar Letak: pertengahan jarak m-d, labial atau bukal Jarak: 4 mm dari insisal atau puncak tonjol gigi, kecuali pada I2 RA

Penempatan Lingual Button


Letak: area yg berlawanan dgn bracket Fungsi: u/ tipping m-d, uprighting gigi Lebih ke gingival atau oklusal tdk tepat

Penempatan Buccal Tube


Letak: sesuai dg penempatan bracket Dari bukal : paralel dg permukaan oklusal

Dari oklusal : paralel dg garis bisecting m-d

Penempatan Lingual Button/Lingual Molar Hooks


Letak: sesuai dg buccal tube pd posisi sebaliknya Hook pd bukal menguntungkan u/ penempatan

ruber band u/ kontrol M kombinasi molar tube-pad-hook letak buccal tube lebih ke gingival penempatan hook elastic pd permk. bukal & lingual M diposisikan sdmkn shg elastik menarik dr titik sedekat mgkn dg pusat mahkota.

Penempatan bracket pada gigi rotasi


Jika gigi C atau P rotasi mesiolingual atau distolabial:

bracket diletakkan pd pertengahan sudut aksial mesiolabial & pusat permukaan labial gigi. Jika gigi C atau P rotasi distolingual atau mesiolabial: bracket diletakkan pd sudut aksial distolabial gigi.

Instrumen yang digunakan pada teknik Begg


a. TP -130 light wire pliers u/ menempatkan arch wire dan lock pins b. S.S. White 139 pliers (short nose pliers) u/ arch wire bending Syarat pliers: bentuk kurus/tipis, ujung konus (dpt membuat bengkokan kecil) Tidak dianjurkan menggunakan marking file
goresan efek melemahkan kawat patah

a.

Pembentukan Arch wire


Pengukuran Plain Arch Wire, tanpa rotasi 6 gigi anterior: Bentangkan 2 inchi arch wire ujung bebas Masukkan wire pd buccal tube M kiri sampai 1/8 inchi melewati distal buccal tube Jepit wire dg pliers di sblh mesial bracket C kiri, wire dikeluarkan dr mulut Pegang arch wire dg ibu jari & telunjuk kiri pd titik yg dijepit dg plier kmdn lepaskan plier. Sementara itu, ibu jari & telunjuk ka memegang arch wire dg jarak sebesar jarak yg dibutuhkan u/ membuat hook intermaxilla (< inchi). Ibu jari & telunjuk kiri digeser ke ka sampai menyentuh ibu jari & telunjuk ka dg tetap memegang arch wire, lepaskan pegangan tangan ka, arch wire tetap dipegang dg tangan ki Didapatkan arch wire segmen bukal ki dengan intermaxillary hook Arch wire diletakkan pada bracket C kiri, ditempelkan pada permukaan labial gigi-gigi anterior sampai C ka Atur kembali jarak u/ membuat hook intermaxila ka, diteruskan sampai molar tube ka. Potong arch wire pada titik distal akhir sisi ka.

Membuat Plain Arch Wires dengan Hook Intermaxilla tipe Boot


Masukkan arch wire yang sudah diukur ke dalam molar buccal tube

kiri sampai 1/8 inchi lebihnya dari distal tube Jepit arch wire dg plier pd mesial C kiri RA Keluarkan dr dlm mulut, buat hook intermaxila kiri Ikat arch wire pd bracket C kiri shg distal hook intermaksila menyentuh mesial bracket C. Bentangkan arch wire melewati permk. labial I-mesial braket C kanan, jepit dgn plier, keluarkan wire dari mulut Buat hook intermaksila pd mesial bracket C kanan atas Lengkungkan arch wire sesuai bentuk lengkung gigi Bengkokkan hook intermaksila ke labial shg tidak menekan permukaan labial C Potong arch wire pada distal end sisi kanan jika berlebih

Hook Intermaxillary

Membentuk arch wire dengan hook intermaksila tipe lingkaran


Pembuatan arch wire ini hampir sama dengan cara pembuatan tipe

boot Perbedaan: Pembengkokan hook dilakukan pada kurang lebih 0,020 inchi mesial bracket C Mudah dibentuk Dapat digeser ke mesial atau ke distal sepanjang arch wire Memungkinkan koreksi jika terjadi kesalahan dalam pembengkokan dengan memindahkan lokasi satu atau kedua hook lingkaran Membutuhkan ruang yang lebih sedikit sehingga lebih leluasa untuk pemasangan root-tipping auxiliaries. Tampak lebih rapi dan tidak mudah distorsi

Membentuk arch wire dengan vertical loop


Loop vertical u/ alignment, unrevel & koreksi rotasi gigi anterior Hanya 1 loop diantara 2 gigi

Letak: tkd pernah di distal C, diantara gigi2 yg bersebelahan, di atas

embrasure interproksimal Pembuatan = plain arch wire sampai pembuatan intermaksilary circle kiri Selanjutnya pembuatan loop vertical pertama dengan kaki distal loop dimulai pada 0,5 mm di mesial C Geser arch wire ke distal sehingga kaki mesial loop pertama jatuh pada 0,5 mm di distal I2, dilanjutkan loop kedua, ketiga dst Dilanjutkan pembuatan intermaxillary circle sisi kanan dan arch wire segmen bukal kanan Gigi linguoversi, salah satu kaki loop dibuat lebih pendek 1 mm

Penggunaan plain arch wire untuk menutup ruang anterior


Kesling: metode plain arch wire + elastic

menutup ruang pd gigi2 anterior scr bersama2 Keuntungan: tidak perlu menggunakan loop kontraksi Dua cincin elastic kecil, @cincin elastic meluas dari akhiran lock pin C ke intermaxilary circle sisi yang sama

Pembuatan Plain Arch Wires dg Labial & Lingual Offsets


Digunakan stlh arch wire dgn vertival loop (overkoreksi) Bayonet bend mempertahankan gigi pd posisi overkoreksi

selama perawatan, gigi yg biasa dipertahankan adl I1 & I2 Gigi C & P dipertahankan pd posisi overrotasi dgn offsetting brackets Pembuatan: mirip dg plain arch wire, kecuali bahwa segera stlh intermaxilary hook kiri, offset yg dibutuhkan dibengkokkan pd bag. labial arch wire, menentukan posisi yg tepat u/ intermaxilary hook kanan.

Pembuatan Molar Anchorage Bends


Posisi pembengkokan dan derajat tip-back bervariasi,

tergantung pada sifat dasar maloklusi, inklinasi mesiodistal gigi penjangkar, dan diameter arch wire Posisi anchorage bend untuk bite opening pada kasus deep overbite

T E R I M A K A S I H