P. 1
Peningkatan Hasil Dan Mutu Produksi Karet

Peningkatan Hasil Dan Mutu Produksi Karet

|Views: 46|Likes:
Dipublikasikan oleh Riana Agustina

More info:

Published by: Riana Agustina on Apr 30, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2012

pdf

text

original

PENINGKATAN HASIL DAN MUTU PRODUKSI KARET

Oleh : Eva

Lannida Siregar, S.TP

Tetes – tetes getah pohon karet (Hevea brasiliensis) menjadi sangat berharga ketika teknologi mampu mengubahnya menjadi aneka barang industri. Berbagai Negara pun lalu mengusahakan karet sebagai tanaman perkebunan.Di Indonesia total luas perkebunan karet mencapai tiga juta hektar. Sayangnya perkebunan yang luas ini belum optimal produksinya dengan kata lain tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap perkaretan dunia. Buktinya, Negara Malaysia dan Thailand dengan luas perkebunan yang lebih sempit mampu menyaingi produksi karet alam Indonesia. Bukan hanya dalam hal jumlah produksi tersaingi, tetapi juga menyangkut rendahnya mutu dan kualitas produksi karet alam Indonesia di pasaran dunia. Indonesia pernah menguasai pasaran karet alam Internasional pada era pasca – Perang Dunia II. Waktu itu boleh dikatakan sebagian besar dipasok oleh Indonesia (sebagai produsen karet utama dunia). Sayangnya posisi tersebut tidak diikuti dengan langkah – langkah penunjang seperti : pengelolaan kebun karet dikatakan kurang baik; perluasan kebun karet kurang dilakukan; peremajaan tanaman – tanaman karet tua hampir tak dipikirkan; penyadapan yang berlebihan / teknik penyadapan; situasi politik dalam negeri masih kurang stabil; lembaga penelitian karet Malaysia berhasil menemukan klon – klon baru yang memiliki kemampuan produksi jauh di atas jenis – jenis karet yang diusahakan di Indonesia; kualitas sumber daya manusianya.

-

Harus diakui hasil dan mutu produksi karet alam Indonesia masih rendah. Sekiranya masih mengharapkan devisa terus mengalir dari tetes getah pohon karet maka peningkatan hasil dan mutu produksi harus dilakukan, bagaimana caranya? Itu semua tidak terlepas dari penanganan perkebunan karet, pengelolaan serta pengolahan yang baik.  Lima kriteria yang harus dimiliki oleh klon unggul, baik dalam bentuk benih, kayu okulasi, stum mata tidur, maupun bibit dalam polybag adalah :

Dari batang atas inilah akan dihasilkan sadapan yang baik. Klon-klon yang dianjurkan sebagai batang bawah adalah klon GT 1. Tanaman untuk batang bawah ditanam 1 – 1.- Mempunyai pertumbuhan awal yang cepat sehingga mampu berkompetisi dengan gulma dan tanaman lain. lurus dan mutu kayu baik. Mampu memproduksi lateks yang tinggi. Mampu beradaptasi dengan keadaan lahan terutama padang alang – alang dan lahan gundul. LCB 1320 dan AVROS 2037. Mempunyai pertumbuhan batang besar.5 tahun sebelum diokulasi. PR 107 dan AVROS 2037  Lingkungan yang Diinginkan Tanaman Karet . Klon anjuran untuk karet rakyat di daerah kerja Balai Penelitian Perkebunan Karet Medan adalah GT 1. - -  Jenis – jenis klon yang memenuhi dalam kriteria diatas adalah: Avros 2037 BPM 1 BPM 107 RRIM 712 RRIC 100 RRIC 102 RRIC 110 RRIC 120 IAN 873 dan TM 8. okulasi atau lainnya yang sudah tua.Tanaman batang atas harus diketahui asalnya untuk mempermudah menentukan hasil akhir okulasi. Biji yang baik diambil dari kebun induk khusus maupun dari areal produktif biasa yang menghasilkan biji. batang atas dapat diambil dari tanaman yang berasal dari biji. Berbeda dengan batang bawah yang harus dari biji. dan Tidak sensitive terhadap penyadapan dan perubahan lingkungan fisik atau biologis.

Dari keterangan di atas setidak – tidaknya pengusaha atau petani rakyat harus mampu memperbaiki produksi . Beberapa gambar klon.500 mm setahun Suhu harian rata-rata 25-30°C Cocok di tanam di daerah-daerah tropis Derajat keasaman (pH) yang paling cocok antara 5-6l Topografi tanah datar dan tidak berbuki-bukit. Hasil sampingan lain dari perkebunan karet yang selama ini kurang dimanfaatkan hingga nyaris terbuang – buang begitu saja adalah biji karet.klon karet yang pernah dijumpai: Gambar: BPM 1 . Agar biji karet dapat dimanfaatkan. sehingga bisa menunjang perkembangan usaha di masa datang. Lingungan yang diinginkan tanaman karet adalah:       Ketinggian antara 1 – 600 meter dp Curah hujan antara 2. maka harus diolah terlebih dahulu menjadi konsentrat. ternyata kandungan protein biji karet terhitung tinggi.000 – 2.Agar tanaman karet dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan lateks yang optimal. dimana nantinya memudahkan penyadapan dan pengangkutan lateks. baik jumlah maupun mutu. Semua asam amino esensial yang dibutuhkan terkandung di dalamnya. Campur tangan pemerintah juga sangat diharapkan agar tidak terjadi kelebihan produksi yang akan menyebabkan harga karet menjadi rendah. maka harus diperhatikan syarat-syarat lingkungan yang diinginkan tanaman ini. Dilihat dari komposisi kimianya.

Gambar: BPM 24 Gambar: IRR 39 .

14.php?option=com_content&view=article&id=72:pening katan-hasil-dan-mutu-produksi-karet . : Karet. 24 August 2010 09:00 ) http://ditjenbun. Jakarta. “ Karena Mutu Kurang Harga Karet Indonesia Rendah”. Neraca 9 Juli Tim Penulis PS. “ Sekilas Catatan Komoditas Karet Indonesia Tahun 1988”. Strategi pemasaran”. 1991. Budidaya dan Pengolahan.Gambar: RRIM 921 DAFTAR PUSTAKA Anonim.go.deptan. Sasaran No. 1989. 1992 Last Updated ( Tuesday.id/bbp2tpmed/index. Jakarta ______. Penebar Swadaya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->