Anda di halaman 1dari 17

KONSELING UNTUK PERKEMBANGAN

A. Pengertian konseling Ada banyak ahli mendefinisikan macam-macam pengertian konseling, salah satunya adalah menurut : ANTHONY YEO Konseling merupakan sejenis pertolongan emosional, psikologis, yang disediakan untuk mereka yang menghadapi situasi - situasi hidup yang agak tidak wajar, dimana mereka mengalami sejumlah besar masalah. SHERTZER & STONE, 1974 Konseling adalah interaksi yang terjadi antara dua orang individu, masing masing disebut konselor dan klien, terjadi dalam suasana yang profesional, dilakukan dan dijaga sebagai alat memudahkan perubahan dalam tingkah laku klien. TAYLER, 1969 Dalam konseling bukan hanya klien yang belajar, tetapi konselor juga belajar untuk memahami dirinya agar suatu persetujuan dapat dicapai.

B. Kaitan konseling dengan bimbingan di sekolah Konseling terkait dengan program bimbingan konseling di sekolah. Layanan program bimbingan dan konseling yang paling utama adalah layanan konseling, namun ada juga beberapa layanan yang tidak kalah pentingnya yaitu, layanan orientasi, layanan informasi, layanan bimbingan penempatan dan penyaluran serta masih banyak lagi layanan lainnya. Contohnya dalam : 1. Layanan orientasi Layanan orientasi dan layanan konseling ini mempunyai keterkaitan satu sama lain bahkan mempunyai hubungan timbal balik. Bisa dikatakan melalui layanan orientasi inilah siswa dapat mengetahui seluk beluk mengenai program bimbingan dan konseling 2. Layanan informasi Karena dalam layanan informasi ini, biasanya juga memuat berbagai informasi yang bermanfaat mengenai program bimbingan dan konseling, misalnya mengenai artikel yang ditulis oleh konselor, pengumuman jadwal

layanan konseling yang diberikan oleh konselor, layanan konsultasi melalui media informasi sekolah dan lain-lain. 3. Layanan bimbingan penyaluran dan penempatan Layanan bimbingan penempatan dan penyaluran juga membutuhkan konseling untuk memperoleh hasil yang tepat. Untuk persamaan dan perbedaan yang dimiliki layanan bimbingan dan penempatan, hempir sama dengan persamaan dan perbedaan yang telah disebutkan sebelumnya.

C. Kaitan konseling dengan layanan bimbingan belajar Peran layanan konseling dalam lembaga pendidikan formal ini tidak begitu berbeda dengan layanan konseling di sekolah. Dengan adanya sebuah layanan konseling di lembaga bimbel tentunya peserta didik pun menjadi lebih percaya pada kualitas lembaga bimbingan belajar. Itu merupakan bukti begitu pentingnya keberadaan sebuah layanan konseling pada sebuah lembaga bimbingan belajar.

D. Kaitan konseling dengan psikoterapi Konseling dan psikoterapi pada dasrnya berurusan pada proses yang sama.berbagai perbedaan yang ada dan dapat ditunjukkan, lebih bersifat permukaan atau hal-hal teknik,superficial,ketimbang hal mendasar atau penting ,substansial.

E. Kaitan konseling dengan layanan pengobatan alternatif ( dalam agama islam ) Layanan konseling juga memiliki keterkaitan dalam layanan pengobatan alternatife. Memang sebuah layanan konseling seharusnya dilakukan oleh orang yang ahli di bidangnya. Namun dalam hal ini kyai pun bisa disebut sebagai orang yang ahli dalam bidang keagamaan, dan juga memiliki ilmu psikologi yang berdasarkan kitab suci dan hadist. Sehingga layanan yang dilakukan oleh kyai ini pun bisa disebut konseling. Yang membedakan hanyalah jika pada layanan yang diberikan oleh konselor berdimensi horizontal, sedangkan layanan yang diberikan kyai berdimensi vertikal dan horizontal.

RAGAM KONSELING BERDASARKAN MASALAH

A. Konseling pribadi-sosial Konseling pribadi-sosial merupakan usaha bimbingan, dalam menghadapi dan memecahkan masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.Yang tergolong dalam masalah-masalah sosial-pribadi adalah masalah hubungan dengan sesama teman, dengan dosen, serta staf, permasalahan sifat dan kemampuan diri, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat mereka tinggal dan penyelesaian konflik. Contoh konseling pribadi-sosial adalah dengan keluarga. Dalam konseling keluarga di bagi menjadi 2 macam, yaitu : 1. Konseling anak Beberapa masalah dasar pada anak-anak : mencapai komunikasi yang tepat menangani perasaan ketergantungan bekerja dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya membantu konseli untuk menyadari kebutuhan akan bantuan menciptakan suasana yang menyenangkan

Cara membantu anak dalam memecahkan masalah antara lain : terapi permainan teknik-teknik konseling

2. konseling orang dewasa Ada dua masalah utama yang ada pada orang tua dan berpengaruh pada anakanak yang harus diperhatikan yaitu : Orang tua menghadapi kecemasan dan masalah-masalah pribadi lainnya yang secara tegas dan langsung tidak berhubungan dengan anak Orang tua kurang memahami mengenai aspek-aspek perkembangan anak.

Konseling keluarga terfokus dalam hal : Keluarga dengan anak yang mengalami gangguan yang berat Keluarga yang salah satu atau kedua orang tua tidak memiliki kemampuan

Tujuan dari konseling keluarga diantaranya : Memfasilitasi komunikasi pikiran dan perasaan antar anggota keluarga. Mengatasi gangguan, ketidakfleksibelan peran dan kondisi Memberi pelayanan sebagai model dan pendidik peran tertentu yang ditunjukkan kepada anggota lainnya B. Konseling akademik Konseling akademik merupakan konseling yang diharapkan untuk membantu para individu dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah akademik atau pendidikan. Yang tergolong masalah-masalah pendidikan yaitu pengenalan

kurikulum, pemilihan jurusan atau konsentrasi, cara belajar,dll. Kesulitan belajar siswa mencakup pengetian yang luas, diantaranya (a) learning disorder; (b) learning disfunction; (c) underachiever; (d) slow learner, dan (e) learning diasbilities.

C. Konseling karir Pemahaman terhadap dunia kerja menjadi hal penting bagi individu sebagai bekal dan persiapan memasuki dunia kerja. Konseling karir dapat menjadi media untuk berbagi mengenai masalah-masalah karir dan atau hal-hal lain yang terkait karir. 1. Perlunya konseling karir Konseling karier menggali minat, keterampilan, dan latar belakang pendidikan seseorang sehingga mereka bisa bekerja melalui pelatihan profesional di bidang tertentu. Para konselor bisa memfasilitasi proses pemilihan profesi atau pekerjaan dengan berperan sebagai pemandu atau guru bagi siapa saja yang ingin memulai suatu karier, pindah karier, atau mendalami karier baru. 2. Fungsi konseling karir Fungsi konseling karir adalah memberikan layanan pada para konseli dalam membuat perencanaan dan pengambilan keputusan karir secara berkesinambungan berfungsi dalam lingkup lembaga kerja bahkan tren terakhir juga berfungsi pada lingkungan pasca kerja

3. Jenis layanan konseling karir Masalah akademis, yaitu membantu mahasiswa agar dapat menentukan pilihan program pendidikan yang tepat sesuai dengan minat dan kemampuannya serta memecahkan masalah kesulitan belajar yang dihadapi selama menempuh program pendidikan; Masalah sosial/kesulitan pergaulan, yaitu membantu mahasiswa agar dapat mengatasi kesulitan dalam hal menyesuaikan diri dengan lingkungannya; Masalah keluarga dan pribadi, yaitu membantu mahasiswa agar dapat mengatasi masalah pribadi yang tidak dapat dipecahkan sendiri sehingga dengan bantuan tersebut yang bersangkutan dapat mengembangkan diri dengan sebaik-baiknya; Masalah yang berkaitan dengan emosi, yaitu membantu mahasiswa supaya perasaan dan emosinya selalu terkendali dengan baik sehingga tercipta suasana belajar yang optimal; Masalah karir, yaitu membantu mahasiswa agar dapat mengenal lingkungannya sekarang dan lapangan kerja yang akan dihadapi nanti sehingga mahasiswa dapat memilih dan mempersiapkan diri berkaitan dengan pekerjaan/profesinya nanti yang sesuai dengan kemampuan dirinya. Masalah kejiwaan lainnya; bantuan/pelayanan psikotest, yaitu menemu kenali bakat dan minat, personalitas/kepribadian, dan sebagainya

RAGAM KONSELING BERDASARKAN TAHAP PERKEMBANGAN

A. Prinsip-prinsip perkembangan Menurut Hurlock (1978) bahwa ada 10 fakta dasar mengenai perkembangan - yang biasanya disebut "prinsip-prinsip perkembangan", yaitu: 1) Prinsip pertama perkembangan adalah bahwa perkembangan menyangkut perubahan. 2) Prinsip kedua perkembangan adalah bahwa perkembangan awal lebih penting daripada perkembangan selanjutnya. 3) Prinsip ketiga perkembangan menekankan kenyataan bahwa perkembangan timbul dari interaksi kematangan dan belajar. 4) Prinsip keempat perkembangan adalah bahwa pola perkembangan dapat diramalkan. 5) Prinsip kelima perkembangan adalah bahwa pola perkembangan

mempunyai karakteristik tertentu yang dapat diramalkan 6) Prinsip keenam perkembangan adalah bahwa terdapat perbedaan individu dalam perkembangan. 7) Prinsip ketujuh perkembangan adalah bahwa terdapat periode dalam pola perkembangan. 8) Prinsip kedelapan perkembangan adalah adanya harapan sosial untuk setiap periode perkembangan 9) Prinsip kesembilan perkembangan adalah bahwa setiap bidang

perkembangan mengandung kemungkinan bahaya. 10) Prinsip kesepuluh perkembangan adalah bahwa kebahagiaan bervariasi pada berbagai periode dalam pola perkembangan.

B. RAGAM KONSELING BERDASARKAN TAHAP PERKEMBANGAN KONSELI

1)

Konseling pada Anak Masa kanak-kanak ini menimbulkan tuntutan-tuntutan dari masyarakat agar anak

menguasai ketrampilan-ketrampilan yang berguna dalam kehidupan untuk mengurus dirinya sendiri. Macam-macam Konseling pada Anak a) b) c) Konseling Anak Usia Dini (2-5 tahun) Konseling Anak Pada Middle Childhood (5-9 tahun) Konseling Praremaja (9-12 tahun)

Teknik untuk Membantu Anak dalam Konseling a) b) c) konseling melalui bermain, friendship group (kelompok teman sebaya), eksplorasi dari isi mimpi anak sebagai sarana untuk masuk dalam pikiran dan perasaan yang mungkin tidak disadari anak, d) menggunakan board games dan aktivitas formal lainnya.

Fungsi Konselor Anak a) b) c) Melaksanakan Tes Menulis dan Menyimpan Berbagai Catatan Melakukan Rujukan dan Penempatan

2)

Konseling pada Remaja Pada masa remaja terjadi perubahan fisik dan kepribadian yang signifikan dan

berdampak pada perubahan emosional yang besar.

Konseling dengan Remaja Dalam melakukan konseling konselor harus memahami karakteristik remaja, karena remaja merupakan kelompok yang unik. Kadang pemberontak karena mereka masih bingung dengan jati dirinya.

Bentuk-bentuk Konseling Pada Remaja a) Berbagai bentuk konseling kelompok b) Tes dan Observasi

Peran konseling dalam masa remaja Sebagai masa dimana individu mencari identitas diri yaitu memberikan bantuan agar individu dapat memahami dirinya, mengenal diri sendiri, serta menerima diri sendiri. Dengan begitu individu dapat mengetahui sikap-sikapnya, sifat-sifatnya dan kemampuannya.

3)

Konseling pada Orang Dewasa Konseling pada orang dewasa juga dibutuhkan, karena pada masa dewasa akan terus

berlanjut dan terjadi banyak konflik intrapersonal dan interpersonal yang mengganggu proses adaptasi.

Bentuk dan cara konseling pada orang dewasa Bentuk konseling yaitu menggunakan komunikasi verbal langsung dalam kelompok atau secara individual.Standar konseling secara umum adalah melalui bahasa, karena bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif dalam konseling orang dewasa.

4)

Konseling pada Usia Madya Konseling usia mandya lebih mudah karena pada usia madya, seseorang telah dapat

melihat tujuan dengan jelas, mempunyai gambaran tentang masa depan, serta kondisi keuangan yang telah mapan.

5)

Konseling pada Orang Lanjut Usia Rogers menekankan bahwa manula adalah hipokondriak dan terobsesi pada

kemunduran fisik dan penyakit. Penelitian ini menemukan bahwa penyesuaian diri cenderung stabil sepanjang kehidupan seseorang. Jadi konselor untuk lansia kiranya memikirkan pendapat Rogers ini, karena akan sangat memengaruhi sikap, tindakan, dan pendekatannya kepada lansia.

RAGAM KONSELING BERDASARKAN JUMLAH KONSELI

A. Konseling individual
Konseling individual adalah proses belajar melalui hubungan khusus secara pribadi dalam wawancara antara konselor dan seorang konseli (siswa). Tahap-tahap konseling : 1. Tahap awal : (a)Membangun hubungan konseling yang melibatkan klien (rapport).(b)Memperjelas dan mendefinisikan masalah.(c)Membuat penaksiran dan perjajagan. (d) Menegosiasikan kontrak 2. Tahap kerja ( inti ) : (a)Menjelajahi dan mengeksplorasi masalah klien lebih dalam.(b)Konselor melakukan reassessment (penilaian kembali).(c)Menjaga agar hubungan konseling tetap terpelihara. 3. Tahap akhiran ( tindakan ) : (a) Membuat kesimpulan mengenai hasil proses konseling. (b) Menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan. (c) Mengevaluasi jalannya proses dan hasil konseling (penilaian segera). (d) Membuat perjanjian untuk pertemuan berikutnya Pada tahap akhir ditandai beberapa hal, yaitu ; Menurunnya kecemasan klien; Perubahan perilaku klien ke arah yang lebih positif, sehat dan dinamis; Pemahaman baru dari klien tentang masalah yang dihadapinya; dan Adanya rencana hidup masa yang akan datang dengan program yang jelas.

B. Konseling kelompok
1. Hakikat konseling kelompok Konseling kelompok merupakan upaya untuk membantu individu agar dapat menjalani perkembangannya dengan lebih lancar, upaya itu bersifat preventif dan perbaikan. Konseling kelompok bersifat pencengahan dan perbaikan. 2. Tujuan Konseling Kelompok : (a) Membantu individu dalam mencapai perkembangan secara optimal, (b) Berperan mendorong munculnya motivasi.(c) Individu dapat mengatasi masalahnya dengan cepat dan tidak menimbulkan gangguan emosi (d) Menciptakan dinamika sosial yang berkembang secara

intensif. (e) Mengembangkan keterampilan komunikasi dan interaksi sosial yang baik dan sehat.

3. Ciri-Ciri Konseling Kelompok :(a)bersifat preventif (pencegahan).(b)bersifat perbaikan.(c)Kegiatan berpusat pada hal-hal yang khusus seperti masalah pendidikan, pekerjaan, sosial, dan pribadi dari kesepakatan anggota

kelompok, (d)Pembicaraannya bersifat rahasia,(e) merupakan hubungan antar pribadi yang menekankan pada proses berfikir secara sadar, perasaan dan perilaku anggotanya, (f) berkaitan erat dengan penyelesaian tugas-tugas perkembangan individu selama hidupnya, (g)Konseling kelompok menumbuhkan empati dan dorongan.(h)Kegiatan konseling kelompok biasanya dilakukan di dalam situasi kelembagaan, contohnya di sekolah.

4. Unsur Konseling Kelompok :(a) Anggota kelompok,(b) Konselor/psikolog.(c) Permasalahan yang dihadapi antar anggota adalah sama, (d) Metode berpusat pada proses kelompok dan perasaan kelompok, (e)Interaksi antar anggota sangat penting,(f)Berdasar pada alam kesadaran ,(g)Menekankan pada perasaan dan kebutuhan anggota

5. Tahap-tahap konseling kelompok a. Tahap Pembentukan : Para anggota kelompok saling memperkenalkan diri dan juga mengungkapkan tujuan kegiatan konseling kelompok yang ingin dicapai, yang dipimpin oleh pimpinan kelompok b. Tahap Peralihan : Pada tahap peralihan biasanya diwarnai dengan suasana ketidakseimbangan dalam diri masing-masing anggota kelompok, yang menyebabkan tingkah lakunya tidak sebagaimana biasanya c. Tahap Kegiatan : Kegiatan kelompok pada tahap ini tergantung pada hasil dari dua tahap sebelumnya. Jika tahap-tahap sebelumnya berhasil dengan baik, maka tahap ketiga ini akan berlangsung dengan lancar. d. Tahap Pengakhiran :Ketika kelompok memasuki tahap pengakhiran, kegiatan kelompok dipusatkan pada pembahasan-pembahasan dan penjelajahan tentang apakah para anggota kelompok akan mampu menerapkan hal yang mereka pelajari pada kehidupan mereka sehari-hari.

6. Bentuk-bentuk konseling kelompok : (a) T-group ( Kelompok latihan), (b) Kelompok pertumbuhan pribadi,(c) Konsultasi kelompok keluarga,(d) Terapi kelompok

C. KELEMAHAN DAN KELEBIHAN KONSELING KELOMPOK


1. Kelemahan konseling kelompok Kelemahan konseling kelompok adalah sebagai berikut (Latipun, 2005:154-155): a. Memiliki konseling individual baru ke konseling kelompok. b. Masalah yang di hadapi konselor lebih kompleks dan secara spontan harus memberi perhatian kepada klien c. Kelompok dapat berhenti karena masalah proses kelompok. d. Kekurangan informasi individu lebih baik ditangani dengan konseling kelompok e. Seseorang sulit percaya kepada anggota kelompok, 2. Kelebihan Konseling Kelompok Menurut W.S. Winkel (2005:594-595) kelebihan konseling kelompok bagi konseli, antara lain: a. Terpenuhinya beberapa kebutuhan, antara lain kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan teman-teman sebaya. b. Dalam konseling kelompok lebih mudah membicarakan persoalan mendesak; lebih rela menerima nasehat ; bersedia membuka isi hatinya; lebih terbuka terhadap tuntutan mengatur tingkah.

D. Bagi konselor manfaat dari konseling kelompok antara lain kesempatan untuk
mengobservasi perilaku konseli; membuktikan dirinya sebagai orang yang bersedia melibatkan diri; meyakinkan para konseli akan kegunaan layanan konseling,; dan dapat melayani lebih banyak orang.

E. Perbedaan antara Konseling Individu dan Konseling Kelompok :


1. Konseling Individu a. Hubungan antar pribadi dalam konseling 1 klien1 konselor b. Klien yang dibantu: 1 klien c. Tanggung jawab klien lebih banyak tergantung pada konselor

d. Pusat perhatian terfokus pada masa lalu dan masa yang akan dating e. REALITY TESTING: Kemungkinan untuk menilai apakah klien masih ada/mempunyai realitas:TERBATAS DENGAN KONSELOR f. INSIGHT: mencari tahu secara lebih mendalam latar belakang dan faktor-faktor yang mendorong perbuatan, pemikiran, dan perilaku seseorang. Perubahan perilaku selalu didahului insight.

2. Konseling Kelompok a. Antara klien-konselor;antarklien b. Klien yang dibantu lebih dari satu klien c. Klien bertanggung jawab atas dirinya sendiri;juga membantu sesama klien d. Pusat perhatian : HERE AND NOW KELOMPOK. e. REALITY TESTING: Dilakukan oleh anggota kelompok yang lain f. Tanpa insight dapat berjalan

PROSES KONSELING
- Konseling sebagai suatu proses : Konseling pada dasarnya merupakan sebuah
proses, yang dibuat dengan tujuan menolong klien yang bermasalah. Proses konseling dapat berlangsung dalam satu kali pertemuan, beberapa kali pertemuan, atau lebih banyak lagi.

- Persiapan untuk konseling : Faktor yang mempengaruhi kesiapan konseli yaitu


motivasi untuk memperoleh bantuan, pengetahuan konseli tentang konseling, kecakapan intelektual, tingkat kesadaran terhadap masalah dan dirinya sendiri, harapan terhadap peranan konselor, sistem pertahanan diri, dan fasilitas serta perlengkapan yang sesuai.

- 4 cara mencapai kesiapan konseli : (a) pendekatan caal-them-in, (b) Pendekatan


maintain-good-relation , (c) Pendekatan developing-a-desire-for-counseling, (d) Pendekatan interview condition.

- Tahap dalam proses konseling : (a)tahap awal : Membangun hubungan konseling


yang melibatkan klien (rapport), Memperjelas dan mendefinisikan masalah, Membuat penaksiran dan perjajagan, Menegosiasikan kontrak. (b) tahap kerja : Menjelajahi dan mengeksplorasi masalah klien secara lebih mendalam, Konselor melakukan reassessment (penilaian kembali), Menjaga agar hubungan konseling tetap terpelihara, dapat terjadi jika : Klien merasa senang terlibat dalam konseling, Konselor berupaya kreatif mengembangkan teknik-teknik konseling, Proses konseling agar berjalan sesuai kontrak. (c) tahap akhir :, Konselor bersama klien membuat kesimpulan mengenai hasil proses konseling, Menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan berdasarkan kesepakatan, Mengevaluasi jalannya proses dan hasil konseling (penilaian segera), Membuat perjanjian untuk pertemuan berikutnya. Pada tahap akhir ditandai dengan : Menurunnya kecemasan klien, Perubahan perilaku klien ke arah yang lebih positif, sehat dan dinamis , Pemahaman baru dari klien tentang masalah yang dihadapinya, Adanya rencana hidup masa yang akan datang dengan program yang jelas.

- Kondisi yang memperngaruhi konseli :


a. Ekstrernal : (a) physical setting : Ruang konseling harus diusahakan menyenangkan dan menarik agar proses koseling berjalan lancar.(b) proxemics : pengaturan tempat duduk sangat mempengaruhi hal tersebut.

Posisi tempat duduk yang digemari adalah cross the corner of the desk.(c) privacy : keleluasaan pribadi. (d) belief : perasaan tentang sesuatu yang dianggap benar. (e)values : nilai-nilai konselor dan konseli.(f) penerimaan : Penerimaan berkaitan dengan rasa hormat terhadap individu sebagai pribadi yang memiliki nilai dan harga diri.
b.

Internal : (a) rapport : keadaan hubungan yang menyatakan antara klien dan konselor, atau disebut juga hubungan yang yang saling percaya antara klien dan konselor dalam proses konseling. (b) empathy : Adalah kekuatan untuk mengerti perasaan-perasaan orang lain tanpa merasakan sepenuhnya apa yang dirasakan oleh orang lain itu. (c) gunuiness : Berhubungan dengan penghargaan dan keterbukaan terhadap dirinya sewaktu berfungsi sebagai konselor. (d) attentiveness : Merupakan dasar dari keterampilan konselor yang membutuhkan keterampilan mengamati dan mendengarkan.

EFEKTIVITAS KONSELING
- Efektivitas konseling adalah pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuantujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya dalam proses konseling.

- Faktor efektivitas konseling :


(a) karakteristik konselor : efektif (Congruence, Acceptance, Empati). menarik (Intelektual, Estetika, Kasih sayang).

(b) karakteristik konseli : Memahami konseli meliputi :

- Kepribadian Konseli menentukan keberhasilan proses konseling, aspek kepribadian meliputi emosi, sikap, intelektual, motivasi dll - Harapan Konseli : harapan konseli terhadap konseling adalah mendapat informasi, menurunkan kecemasan, memperoleh jawaban dari persoalan yang dihadapi, dan mencari upaya agar dirinya lebih baik dan berkembang. Pengalaman dan Pendidikan Konseli : Dengan pengalaman dan pendidikan

yang memadai konseliakan lebih mudah memahami dirinya persoalan akan lebih jelas dan terarah. Aneka ragam konseli : Konseli Suka Rela , Konseli Terpaksa, Konseli Enggan, Konseli Bermusuhan, Konseli Krisis (c) setting lingkungan : Dunia kesehatan / kedokteran Perusahaan dan industri Bidang pendidikan.

HUBUNGAN DAN DIAGNOSIS NILAI MORAL ETIKA DAN HUKUM DALAM PRAKTIK KONSELING
- Nilai dalam konseling : Nilai para konselor mempengaruhi nilai yang dipegang oleh
klien. Kecenderungan yang ditimbulkan dalam sebagian besar studi adalah adanya hubungan antara nilai yang dipegang oleh klien dengan yang dimiliki oleh konselor (kelly, 1989).

- Nilai moral dan etika : moral adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi
pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Sedangkan yang membedakan hanya bahasa asalnya saja yaitu etika dari bahasa Yunani dan moral dari bahasa Latin.

- Etika dan pemikiran moral :


Intuisi personal : Biasanya orang-orang memiliki perasaan berkenaan dengan apa yang dirasa benar pada setiap situasi. Karena hal tersebut lebih bersifat implisit ketimbang eksplisit, respon moral atau etika personal ini paling tepat dipahami sebagai intuitif Kode etik yang dikembangkan oleh profesi : Pengaturan konseling oleh badan profesi di sebagian besar negara di semakin meningkat. Salah satu fungsi organisasi profesional seperi British Association for Counselling and psychotherapy atau British Psychological Society adalah untuk menegaskan standar etika praktik. Prinsip etik : Pada saat dimana baik instuisi personal atau kode etik tidak dapat memberikan solusi terhadap isu moral atau etika, konselor harus membuat referensi kepada prinsip filosofis atau etika yang lebih umum. Teori umum tindakan moral : Aplikasi pendekatan utilitarian akan mempertimabangkan keputusan etis berdasarkan biaya dan keuntungan bagi tiap partisipan dalam suatu peristiwa misalnya: klien, keluarga, orang lain yang terlibat dan konselor sendiri.

- Strategi untuk mempertahankan standart etika : Peningkatan perhatian di tunjukkan


oleh organisasi professional dalam beberapa tahun terakhir terhadap bagaimana memepertahankan dan menguatkan standar etis. Semua organisasi professional

mensyaratkan anggota mereka untuk mematuhi kode etik formal, dan segala bentuk prosedur penegakan displin untuk mendisiplinkan anggota yang melanggar kode ini.

- Landasan hukum dalam konseling


Undang-Undang dasar 1945 UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas bab 1 pasal 1 ayat 1 Permendiknas No. 22/2006 tentang standar isi dan satuan pendidikan dasar dan menengah. Permendiknas No. 27 Tahun 2008 tentang standar kualifikasi akademik kompetensi konselor. PP No. 38 tahun 1992 tentang tenaga kependidikan SK Menpan No. 84/1993 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya. SKB Mendikbud dan Kepala BAKN No. 0433/P/1993 dan No. 25 tahun 1993 tentang petunjuk pelaksanan jabatan funsional Guru dan angka kreditnya SK Mendikbud No. 025/0/1995 tentang petunjuk teknis ketentuan pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya SK Menpan No. 118/1996 tentang jabatan fungsional pengawas dan angka kreditnya. SK Mendikbud No. 020/U/1998 tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya. sekolah