Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny.

I P2002 Ab000 POST PARTUM HARI KE II DENGAN POST PARTUM BLUES DI RB MAHARANI TRI SEHAT MAKMUR

Nama Anggota Anisatu rohmah Cattleya diska P Deta anggraini Novianti Dewi P Rani Rahma P (1014315401002) (1014315401004) (1014315401008) (1014315401032) (1014315401037)

Lidya Floryena N (1014315401022)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MAHARANI MALANG PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN 2012

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayatnya, sehingga penulis mampu menyelesaikan makalah dengan judul ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny. I P2002 Ab000 POST PARTUM HARI KE II DENGAN POST PARTUM BLUES DI RB MAHARANI TRI SEHAT MAKMUR Penulisan makalah ini dapat berjalan lancar berkat bimbingan dari semua pihak. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada : 1. Dr. dr. Saefullah M S.POG selaku ketua STIKES Maharani
2. Sumiatun, SST, S.pd selaku Ketua Prodi DIII Kebidanan STIKES Maharani 3. Evi Dwi P ,SST selaku dosen pengajar ASKEB III

4. Teman teman yang selalu membantu penulis dalam menyelesaikan laporan ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna,oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak terkait perbaikan makalah ini. Semoga makalah yang penulis buat ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis pada khususnya. Malang , April 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Juduli Kata Pengantar..ii Daftar Isiiii Bab I Pendahuluan.1 1.1 Latar belakang.1 1.2 Rumusan Masalah...1 1.3 Tujuan..1 Bab II Tinjauan Teori.2 2.1 Defenisi Post partum Blues.2 2.2 Etilogi..2 2.3Penatalaksanaan3 2.4 Pencegahan..3 Bab III Tinjauan Kasus..4 Bab IV Pembahasan...5 Bab V Penutup...6 4.1 Kesimpulan......6 4.2 Saran.....6 DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Melahirkan bayi merupakan suatu peristiwa sangat penting yang dinantikan oleh sebagian besar perempuan. Dengan berperan sebagai seorang ibu, seorang perempuan dapat merasakan hidupnya menjadi lebih berarti dan bermakna. Namun tidak demikian halnya dengan sebagian kecil perempuan yang justru merasa sedih, jengkel, lelah, ingin marah saja, putus asa dalam menjalani tugasnya sebagai seorang ibu. Inilah fenomena depresi pasca melahirkan. Dari beberapa penelitian yang dilakukan di Indonesia pada tahun 1998-2001, antara lain di Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya, ternyata ditemukan bahwa angka kejadiannya 11-30%, suatu jumlah yang tidak sedikit yang tidak mungkin dibiarkan begitu saja, terlebih bila mengingat pelbagai dampak negatif yang menyertainya. Post partum blues atau Maternity blues atau blues sendiri adalah gejala depresi yang biasanya dialami oleh perempuan pasca persalinan antara hari ke-7 hingga hari ke-14, yang terjadi untuk sementara waktu dan akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Mengingat dampaknya terhadap ibu, anak maupun keluarga, masalah ini memerlukan perhatian dan penanganan. Dengan penerapan manajemen kebidanan yang dikembangkan oleh Varney diharapkan dapat mengurangi jumlah kasus Postpartum blues di Indonesia. B. Rumusan Masalah C. Tujuan Agar mahasiswa dapat mengetahui lebih tentang apa itu post partum blues Agar mahasiswa dapat menerapkan penatalaksanaan yang tepat kepada post partum blues Mahasiswa dapat mengantisipasi dengan pencegahan yang telah dijelaskan dalam makalah ini Bagaimanakah gambaran umum dari post partum blues ? Bagaimanakah definisi post partum blues itu ? Apa penyebab yang sangat berperan dalam terjadinya post partum blues ? Penanganan apakah yang paling tepat untuk mennangani post partum blues ? Apa saja pencegahan yang dapat diterapkan dalam post partum blues ?

BAB II TINJAUAN TEORI 2.1Defenisi Postpartum blues Post partum blues merupakan kesedihan atau kemurungan setelah melahirkan, biasanya hanya muncul sementara waktu yakni sekitar dua hari hingga 10 hari sejak kelahiran bayinya. Gejala-gejala post partum blues, sebagai berikut : 1. Cemas tanpa sebab 2. Menangis tanpa sebab 3. Tidak percaya diri 4. Tidak sabar 5. Sensitif, mudah tersinggung 6. Merasa kurang menyangi bayinya 7. Tidak memperhatikan penampilan dirinya 8. Kurang menjaga kebersihan dirinya 9. Gejala fisiknya seperti : kesulitan bernafas, ataupun perasaan yang berdebar-debar. 10. Ibu merasakan kesedihan, kecemasan yang berlebihan 11. Ibu merasa kurang diperhatikan oleh suami ataupun keluarga. (Saleha,2009:63) 2.2 Etiologi Ada beberapa hal yang menyebabkan post partum blues, diantaranya : 1. Lingkungan melahirkan yang dirasakan kurang nyaman oleh si ibu. 2. Kurangnya dukungan dari keluarga maupun suami. 3. Sejarah keluarga atau pribadi yang mengalami gangguan psikologis. 4. Hubungan sex yang kurang menyenangkan setelah melahirkan 5. Tidak ada perhatian dari suami maupun keluarga 6. Tidak mempunyai pengalaman menjadi orang tua dimasa kanak-kanak atau remaja. Misalnya tidak mempunyai saudara kandung untuk dirawat. Dengan kata lain para wanita lebih mungkin mengembangkan depresi post partum jika mereka terisolasi secara sosial dan emosional serta baru saja mengalami peristiwa kehidupan yang menakan. Post partum blues tidak berhubungan dengan perubahan hormonal, bikimia atau kekurangan gizi. Antara 8% sampai 12% wanita tidak dapat menyesuaikan peran sebagai orang tua dan menjadi sangat

tertekan sehingga mencari bantuan dokter. (Irhami 2010 : 87)

2.3

Penatalaksanaan Penatalaksanaan disini adalah cara mengatasi gangguan psikologis pada nifas dengan post partum blues. Ada beberapa cara untuk mengatasi masalah ini yaitu : 1. Dengan cara pendekatan komunikasi teraupetik Tujuan dari komunikasi teraupetik adalah menciptakan hubungan baik antara bidan dengan pasien dalam rangka kesembuhannya dengan cara : a. Mendorong pasien mampu meredakan segala ketegangan emosi. b. Dapat memahami dirinya c. Dapat mendukung tindakan konstruksi 2. Peningkatan support mental/dukungan keluarga dalam mengatasi gangguan psikologis yang berhubungan dengan masa nifas dalam menjalani adaptasi setelah melahirkan, ibu akan mengalami fase-fase, sebagai berikut : a. Fase taking in yaitu periode ketergantungan yang berlangsung pada hari pertama sampai hari kedua setelah melahirkan. Pada saat itu focus perhatian ibu hanya pada dirinya sendiri, pengalaman selama proses persalinan sering berulang-ulang diceritakannya. Hal ini membuat cenderung ibu menjadi pasif terhadap lingkungannya. b. Fase taking hold yaitu periode yang berlangsung antara 3-10 hari setelah persalinan. Pada fase ini ibu merasa khawatir akan ketidak mampuannya dan rasa tanggung jawabnya dalam merawat bayi. Pada fase ini ibu karena saat ini merupakan kesempatan yang baik untuk menerima berbagai penyuluhan dalam merawat diri dan bayinya sehingga timbul percaya diri. c. Fase letting go, merupakan fase menerima tanggung jawab akan peran barunya yang berlangsung sepuluh hari setelah melahirkan. Ibu sudah dapat menyesuaikan diri, merawat diri dan bayinya sudah meningkat. (Suhermi 2007 : 94)

2.4 Pencegahan Post partum blues dapat dicegah dengan cara : 1. Aanjurkan ibu untuk merawat dirinya, yakinkan pada suami atau keluarga untuk selalu memperhatikan si ibu 2. Menu makanan yang seimbang 3. Olah raga secara teratur 4. Mintalah bantuan pada keluarga atau suami untuk merawat ibu dan bayinya. 5. Rencanakan acara keluar bersama bayi berdua dengan suami 6. Rekreasi

(Saleha 2009: 69)

BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny. I P2002 Ab000 POST PARTUM HARI KE II DENGAN POST PARTUM BLUES DI RB MAHARANI TRI SEHAT MAKMUR

I. PENGKAJIAN 1. Identitas/Biodata Nama Ibu : Ny. I Umur : 26 tahun Agama : Islam Pendidikan : SLTA Pekerjaan : IRT Alamat : Candi Panggung Barat 2. Keluhan utama Ibu sulit tidur, cemas, tidak nafsu makan, perasaan tidak berdaya, tidak senang melihat bayinya, tidak perduli dengan bayinya dan tidak perduli dengan penampilan dan kebersihan dirinya. 3. Riwayat Kesehatan a. Riwayat kesehatan lalu : ibu tidak pernah menderita penyakit keturunan seperti hipertens, diabetes mellitus. Tidak pernah menderita penyakit menular seperti hepatitis, PMS. Ibu tidak pernah menderitaa penyakit kronis seperti ginjal dan jantung. b. Riwayat Kesehatan Keluarga : dalam keluarga ibu tidak menderita penyakit keturunan seperti hipertens, diabetes mellitus. Tidak pernah menderita penyakit menular seperti hepatitis, PMS. Ibu tidak pernah menderitaa penyakit kronis seperti ginjal dan jantung. 4. Riwayat Kesehatan Sekarang Nama Suami : Tn. A Umur : 28 tahun Agama : Islam Pendidikan : SLTA Pekerjaan : Wiraswasta

ibu sulit tidur, cemas, tidak nafsu makan, perasaan tidak berdaya, tidak senang melihat bayinya, tidak ada perhatian pada bayinya, dan tidak ada perhatian dengan penampilan dan kebersihan dirinya 5. Riwayat Persalinan saat ini Anak lahir spontan pada hari senin tanggal 07 januari 2012 pukul 18.30 WIB Kala I : Lamanya 4 jam 15 menit, jumlah perdarahan blood slym dan berlangsung normal. Kala II : Pukul 15.30, persalinan spontan pervaginam, jenis kelamin perempuan, BB 3000 gram, PB 48 cm, Agar score 8/10, rupture perineum tidak ada, perdarahan 50 cc, lamanya 15 menit. Kala III : Placenta lahir pada pukul 15.45. WIB dengan melakukan manajemen aktif kala III, berat placenta 500 gr, panjang tali pusat 30 cm, dengan jumlah perdarahan 250 cc, lamanya 15 menit. Kala IV : Berlangsung normal, keadaan umum baik, kesadaran composmentis, kontraksi uterus baik, tidak ada nyeri tekan.

TD : 110/70 mmHg, RR : 20 x/mnt, Suhu 36,70C, Pols 80 x/mnt, Perdarahan 100 cc lamanya 2 jam. 6. Pola hidup sehari-hari a. Nutrisi Sebelum melahirkan : Sebelum perut ibu terasa mulas, ibu makan 3 x sehari dan minum 7-8 gelas/hari. Tapi setelah timbul rasa mulas nafsu makan ibu berkurang, tetapi ibu banyak minum air putih. Setelah melahirkan : Ibu makan 2 x sehari, dengan porsi makan piring nasi, mangkuk sayur bening, 2 potong tempe, ibu tidak suka minum susu, nafsu makan berkurang, minum b. Eliminasi Sebelum melahirkan : Ibu biasanya BAB 1 x sehari, yaitu pada pagi hari, dan ibu mengatakan sering BAK. 6-8 gelas per hari.

Setelah melahirkan : Ibu mengatakan setelah melahirkan baru BAB 1 x, BAK 3-4 kali sehari, volumenya banyak dan warnanya jernih. c. Istirahat Sebelum melahirkan : Sebelum perut ibu terasa mulas ibu bisa tidur 6-7 jam/hari dan tidur siang 1 jam dalam sehari. Setelah melahirkan : Ibu mengatakan sulit tidur dan tidak pernah tidur siang, ibu hanya tidur 3-4 jam/hari. d. Aktifitas Sebelum melahirkan : Ibu masih sanggup melakukan aktifitasnya termasuk mengurus segala keperluan rumah tangga, contohnya masak. Setelah melahirkan : Saat ini ibu merasa masih perlu bantuan dalam melakukan aktifitasnya. e. Personal hygiene Sebelum melahirkan : Ibu mengatakan mandi 2 x sehari, ganti pakaian 2 x sehari dan cuci rambut 1 x sehari. Setelah melahirkan : Ibu mengatakan mandi 1 x sehari, ganti pakaian 1 x sehari dan cuci rambut 1 x seminggu. 7. Keadaan psikologis a. Ibu cemas dengan kelainan bayinya karena ibu ingin memiliki bayi/anak laki-laki. b. Ibu cemas dan takut bila suami dan keluarga tidak memperhatikannya c. Ibu khawatir bila suami dan keluarga tidak menyukainya. B. DATA OBJEKTIF 1. Pemeriksaan Umun Keadaan umum : Ibu tampak cemas dan gelisah Kesadaran : Composmentis TD : 110/70 mmHg

Suhu : 36,70C RR : 20 x/mnt nadi : 80 x/mnt 2. Pemeriksaan Khusus a) Inspeksi Rambut : Hitam, pendek, kusam, terlihat kering dan kotor Wajah : Tidak ada oedema, terlihat agak kusam dan tidak ada cloasma gravidarum. Mata : Konjungtiva agak pucat, sclera putih, tidak ada pembengkakan pada kelopak mata dan pengelihatan normal. Hidung : kebersihan baik, tidak ada polip, tidak ada peradangan dan mukosa berwarna merah muda. Mulut : tidak ada stomatis, tidak ada caries, bibir pecah-pecah dan terlihat kering. Telinga : Simetris kanan dan kiri, kebersihannya kurang, tidak ada pengeluaran serum. Leher : tidak tampak pembeesaran kelenjar tyroid, limfe dan vena jugularis dan terlihat agak kotor. Payudara : simetris, putting susu menonjol dan hyperpigmentasi areola mammae. keadaannya kurang bersih. Abdomen : tidak ada luka bekas operasi , tidak ada jaringan parut. Genetalia : agak kotor, tampak lokea rubra Ekstermitas keadaannya kurang bersih Ekstermitas bawah: Simetris kanan dan kiri, tidak ada cacat, bebas digerakkan, lengkap dan keadaannya kurang bersih :

Ekstermitas atas : Simetris kanan dan kiri, tidak ada cacat, bebas digerakkan, lengkap dan

b) Palpasi Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid , limfe dan vena jugularis.

Payudara :, tidak ada benjolan pada payudara, konstitensi keras, tidak ada nyeri tekan Abdomen : TFU 3 jari di bawah umbilikus, tidak ada nyeri tekan. Genetalia: tidak teraba benjolan abnormal, tidak ada varises dan hemoroid Ekstermitas : tidak oedem dan tidak varises c) Auskultasi: d) Perkusi : reflek patella +/+ II. ANALISA P2002 Ab000 Post Partum Hari ke II dengan postpartum blues III. PENATALAKSANAAN 1) Menjelaskan bahwa ibu berada dalam masa nifas dengan depresi, yang ditandai dengan gejala sulit tidur, tidak nafsu makan, cemas, perasaan tidak berdaya tidak senang melihat bayinya, tidak ada perhatian pada bayinya, tidak ada perhatian dengan penampilan, kebersihan dirinya dan bayinya. Ibu mengerti tentang kondisinya saat ini 2) Mengobservasi keadaan umum dan tanda-tanda vital ibu : TD : 100/80 mmHg Suhu : 36,90C RR : 24 x/mnt Nadi : 90 x/mnt 3) Membantu ibu dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari dengan melibatkan keluarganya seperti pemenuhan nutrisi, personal hygiene dan kebutuhan yang lain. Ibu sudah mau mandi sore, tapi belum mau cuci rambut. Ibu masih belum mau makan. 4) Menganjurkan tentang perawatan bayi sehari-hari seperti menggendongnya bila bayi menangis, menyusuinya, mengganti popoknya bila basah, menjaga bayinya tetap kering, bersih dan hangat, agar ibu merasa lebih dekat dengan bayinya, menyukainya dan mulai tumbuh kasi sayangnya pada bayinya. Ibu mengerti hal-hal yang dijelaskan dan mau melakukan anjuran 5) Menganjurkan keluarga dan teman untuk mendukung karena ibu membutuhkan pengertian emosional, konseling, serta tenggang waktu untuk lepas sejenak dari kegiatan merawat bayi, bantuan dari keluarga dan teman sangat berpengaruh dalam proses penyelesaian masalah. Menganjurkan kepada ibu untuk selalu merawat dirinya dan juga bayinya.

6) Menganjurkan pada ibu untuk beristirahat cukup 8 jam sehari dan usahakanlah kalau siang istirahat 1-2 jam waktu bayinya tidur. Menganjurkan pada keluarga selalu memantau pola istirahat ibu. 7) Menjelaskan faktor-faktor yang dapat memperberat depresi seperti kurangnya dukungan keluarga dirumah, peruahan hormonal, lingkungan melahirkan, jumlah anak dan hubungan seksual yang kurang menyenangkan setelah melahirkan. 8) Melakukan kolaborasi dengan dokter/psikiater untuk mendapatkan terapi yaitu psikoterapi dan pengobatan seperti penenangan. CATATAN PERKEMBANGAN Hari Ke-4 tanggal 11 jnuari 2012 S : Ibu mengatakan masih sulit tidur Ibu belum ada nafsu makan O : Ibu dengan post partum blues Keadaan umum ibu masih cemas Tanda-tanda vital TD : 100/80 mmHg Nadi : 86 x/mnt RR : 22 x/mnt Suhu : 36,80C ibu belum mau makan, Ibu menangis tanpa sebab, Ibu sangat sensitif dan mudah tersinggung, Ibu tidak memperhatikan penampilan dirinya, Ibu kurang menjaga kebersihan dirinya, Ibu merasa kurang menyayangi bayinya, TFU 3 jari di atas simpisis, Pengeluaran pervaginam lochea rubra, Ibu mengatakan payudaranya bengkak, Pengeluaran ASI terhambat, karena tidak disusukan pada bayinya. Eliminasi BAK : 3-4 x/hari, BAB : 1 x/hari A : P2002 Ab000 Post Partum Hari ke II dengan postpartum blues P : Jelaskan pada ibu bahwa personal hygiene itu penting Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup Anjurkan ibu untuk selalu menyusui bayinya

CATATAN PERKEMBANGAN Hari ke-9 tanggal 16 Januari 2012 S : Ibu mengatakan sudah bisa tidur Ibu mengatakan sudah mau makan Ibu mulai menyenangi bayinya dan mau merawat bayinya. Ibu mengatakan sudah mulai memperhatikan penampilan dan kebersihan dirinya juga bayinya. O : Ibu dengan post partum blues Keadaan umum ibu membaik Tanda-tanda vital TD : 110/70 mmHg Nadi : 24 x/mnt RR : 24 x/mnt Suhu : 36,70C Makanan yang diberikan selalu dihabiskan, Pengeluaran pervaginam lochea serosa, Ibu tampak terlihat bersih dan rapi,TFU sudah tidak teraba, Pengeluaran ASI sudah mulai lancar karena ibu sudah mau menyusui bayinya,Eliminasi BAB : 1 x/hari BAK : 3-4 x/hari A : P2002 Ab000 Post Partum Hari ke II dengan postpartum blues P : Anjurkan ibu untuk selalu menyusui bayinya Jelaskan pada ibu bahwa ASI eksklusif itu penting Jelaskan pada ibu dan suami tentang jenis-jensi perkembangan Jelaskan keuntungan dan kerugian serta efek samping Anjurkan ibu untuk mendiskusikan dengan suami alat kontrasepsi yang akan dipakai

CATATAN PERKEMBANGAN Hari ke-13 tanggal 20 Januari 2012 S : Ibu mengatakan ingin menggunakan alat kontrasepsi yang menjarangka kehamilan O : Keadaan umum ibu baik Tanda-tanda vital TD : 110/80 mmHg Nadi : 80 x/mnt RR : 22 x/mnt Suhu : 36,70C pengeluaran pervaginam lochea alba, TFU tidak teraba, Pengeluaran ASI sudah lancar A : P2002 Ab000 Post Partum Hari ke II dengan postpartum blues P : Persiapan pemberian alat kontrasepsi yang dipilih ibu Pemberian alat kontrasepsi yang dipilih Jelaskan pada ibu dan suami, apakah ibu dapat memasukkan satu/dua jari kedalam vagina tanpa rasa nyeri berarti secara fisik ibu aman jadi, tidak perlu cemas.

BAB IV PEMBAHASAN

Berdasarkan Asuhan Kebidanan pada Ny I dengan Post Partum Blues, membandingkan antara tinjaun teori dan tinjauan kasus. Pada pengkajian data di peroleh data bahwa Ibu sulit tidur, cemas, tidak nafsu makan, perasaan tidak berdaya, tidak senang melihat bayinya, tidak perduli dengan bayinya dan tidak perduli dengan penampilan dan kebersihan dirinya. Ini menjukan suatu gejala dari post partum blues sehingga pada analisa di peroleh P2002 Ab000 post partum hari ke 2 dengan Post Partum Blues. Pada penatalaksanaan yang diberikan adalah Menjelaskan bahwa ibu berada dalam masa nifas dengan depresi, Membantu ibu dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari dengan melibatkan keluarganya, Menganjurkan tentang perawatan bayi sehari-hari, Menganjurkan ibu untuk istirahat minimal 8 jam sehari dan Melakukan kolaborasi dengan dokter/psikiater untuk mendapatkan terapi yaitu psikoterapi dan pengobatan seperti penenangan. Dari hasil yang dilaksanakan Ny I mengerti akan kondisi dirinya, dan perlahan-lahan mulai bias menerima keadaan bayinya.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Post partum blues atau Maternity blues atau blues sendiri adalah gejala depresi yang biasanya dialami oleh perempuan pasca persalinan antara hari ke-7 hingga hari ke-14, yang terjadi untuk sementara waktu dan akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Mengingat dampaknya terhadap ibu, anak maupun keluarga, masalah ini memerlukan perhatian dan penanganan. Oleh karena itu, tindak pencegahan juga sangat diperlukan dalan menghindari terjadinya post partum blues ini. Dengan penambahan penatalaksanaan yang tepat dengan pengetahuan gejala yang matang, maka ibu dengan post partum blues ini akan mudah dalam proses penyembuhannya. B. Saran Semoga mahasiswa dapat memahami secara mendalam tentang post partum blues ini Semoga makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa untuk mensosialisasikan dalam masyarakat luas

DAFTAR PUSTAKA

Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 87-96). Irhami. 2010. Proses Adaptasi Psikologis Ibu Masa Nifas. Zikra myblog.blogspot.com/2010/06/zikra-proses-adaptasi-psikologis-ibu.html Diunduh 17 april 2012Pukul 08.55 PM Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika (hlm: 63-69). Suherni, 2007. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 85-100). The_wie. 2009. Proses Adaptasi Psikologis Ibu Dalam Masa Nifas.

the2w.blogspot.com/2009/10/proses-adaptasi-psikologis-ibu-dalam.html Diunduh Diunduh 17 april 2012Pukul 08.55 PM