Anda di halaman 1dari 70

FISIOLOGI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH

1. JANTUNG
TERDIRI DARI 3 TIPE OTOT :
OTOT ATRIUM OTOT VENTRIKEL OTOT PENGHANTAR & PENCETUS RANGSANG

OTOT JANTUNG :
TERDIRI DARI SERABUT OTOT BERGARIS LINTANG DIBATASI OLEH DISKUS INTERKALATUS YG PERMIABEL THD ION POTENSIAL AKSI MENYEBAR DG CEPAT

POTENSIAL AKSI OTOT JANTUNG


POTENSIAL MEMBRAN ISTIRAHAT : - 85 mVolt s.d 95 mvolt 20 mvolt DEPOLARISASI WAKTU :
PADA ATRIUM 0 2 PADA VENTRIKEL : 0 3

REKAMAN POTENSIAL AKSI


TDK SAMA DG PADA OTOT RANGKA TERDAPAT GAMBARAN PLATEAU WAKTU KONTRAKSI 20 50 X OTOT RANGKA

SIFAT OTOT JANTUNG


KRONOTROPIK : FREK. BERUBAH BILA DIRANGSANG DROMOTROPIK : SERAT OTOT DAPAT MHANTARKAN IMPULS BATMOTROPIK : BAGIAN-2 JANTUNG MPUNYAI KEMAMPUAN U/MENIMBULKAN RANGSANG INOTROPIK : KONTRAKSI > KUAT BILA DIRANGSANG

PERIODE REFRAKTER
PERIODE DIMANA OTOT JANTUNG TAK DAPAT DIRANGSANG VENTRIKEL : 0.25 0.30 ATRIUM >SINGKAT KONTRAKSI VENTRIKEL > LAMA DARI ATRIUM PENTING BAGI OTOT JANTUNG U/ MTAHANKAN IRAMA REGULER MEMBERI WAKTU BAGI OTOT JTG KONTRAKSI & RELAKSASI FS HEMODINAMIK JTG DPT BERTAHAN DG BAIK & EFEKTIF RANGSANG BERIKUT BARU DITERIMA SETELAH REPOLARISASI SEMPURNA

RANGSANG YG DATANG SEBELUM REPOLARISASI SEMPURNA :


PADA PERMULAAN FASE REPOLARISASI TAK DAPAT DIRANGSANG ( FASE REFRAKTER ABSOLUT) SESUDAH FASE REFRAKTER ABSOLUT : RANGSANG YG SANGAT KUAT MENDAPAT RESPON, POTENSIAL AKSI YG DIHASILKAN TIDAK NORMAL (FASE REFRAKTER RELATIF) BAGIAN AWAL FASE REFRAKTER RELATIF : RANGSANG YG SANGAT KUAT D/MBANGKITKAN RESPON ELEKTRIS MENIMBULKAN POTENSIAL AKSI (FASE REFRAKTER EFEKTIF) SESUDAH REFRAKTER RELATIF RANGSANG LEMAHPUN D/ MBANGKITKAN RESPON ELEKTRIS DAN MENIMBULKAN POTENSIAL AKSI (FASE SUPER NORMAL EXITABILITY)

SIKLUS JANTUNG
RELAKSASI DIASTOL KONTRAKSI SISTOL PERISTIWA MEKANIK SAAT DIASTOL
AKHIR DIASTOL : KATUP MITRAL & TRIKUSPID TERBUKA KATUP AORTA & PULMONAL TERTUTUP

TERJADI PENGISIAN JANTUNG S/D VENTRIKEL TEREGANG AWAL DIASTOL : SETELAH KONTRAKSI VENTRIKEL AWAL DIASTOL (FASE PROTO DIASTOL 0.04
KATUP ATRIUM & PULMONAL MENUTUP TERJADI PENGISIAN CEPAT MELAMBAT

PADA SISTOL ATRIUM KONTR. ATRIUM MENDORONG DARAH ( 20%) ATRIUM KE VENTRIKEL KONTR. ATRIUM LUBANG V. CAVA SUPERIOR DAN V. PULMONALIS MENYEMPIT PADA SISTOL VENTRIKEL PERMULAAN - KATUP MITRAL MENUTUP - KATUP TRIKUSPID

KONTRAKSI ISOMETRIK (0.05) TEK. VENTR KIRI > 80 mm Hg TEK. VENTR KANAN > 10 mm Hg KATUP AORTA MEMBUKA KATUP PULMONAL KATUP MITRAL CEMBUNG KE KATUP TRIKUSPID ATRIUM SAAT ISTIRAHAT S.V : 70 90 ml VOL. AKHIR DIASTOL 130 ml VOL AKHIR SISTOL 50 ml

PERUBAHAN DENYUT ARTERI


DARAH YANG DIPOMPAKAN KE AORTA (SAAT SISTOL) TEK. YANG BERGELOMBANG SEPANJANG ARTERI DAPAT DIRABA KEKUATAN DENYUT DITENTUKAN O/ TEK. DLM ARTERI

PERUBAHAN TEKANAN ATRIUM DAN DENYUT V. JUGULARIS


a c v

GEL. a: TERJADI O.K SISTOL ATRIUM ALIRAN DARAH TERTAHAN DI VENA GEL. c: TEK. ATRIUM O.K PENCEMBUNGNGAN KATUP TRIKUSPID KE ATRIUM SAAT KONTRAKSI ISOMETRIK VENTR. GEL. v: TEK. ATRIUM SEBELUM KATUP TRIKUSPID MEMBUKA SELAMA DIASTOL

TEK. V SAAT INSPIRASI SAAT EKSPIRASI

INSUFIENSI KATUP TRIKUSPID GEL. c TIAP SISTOL VENTR TOTAL AV BLOCK : GEL a SINKRON DG DENYUT RADIALIS DAN GEL c

BUNYI JANTUNG
BUNYI JANTUNG 1:

GETARAN PENUTUPAN KATUP ATRIOVENTR PADA AWAL SIST VENTR BERLANGSUNG 0.15 FREQUENSI 25 45 Hz GETARAN PENUTUPAN KATUP SEMILUNAR SEGERA SETELAH AKHIR SIST. VENTR. BERLANGSUNG 0.12 FREQUENSI 50 Hz

BUNYI JANTUNG 2:

BUNYI JANTUNG 3:

TERDENGAR JALAN SPJ DIASTOL SERING DIJUMPAI PADA USIA MUDA TERJADI AKIBAT PENGISIAN CEPAT DALAM VENTR. BERLANGSUNG 0.3 KADANG TERDENGAR SESAAT SEBELUM B.J.1 WAKTU TEK. ATRIUM OTOT VENTRIKEL KAKU (HIPERTENSI VENTRIKEL)

BUNYI JANTUNG 4:

BISING

TERJADI AKIBAT ARUS DARAH TURBULENSI MELALUI JALAN SEMPIT/ ABNORMAL FASE BISING

BISING SISTOLIK BISING DIASTOLIK

BISING SISTOLIK

HOLOSISTOLIK SISTOLIK DINI EJEKSI SISTOLIK SISTOLIK AKHIR

BISING DIASTOLIK

DIASTOLIK DINI MID DIASTOLIK DIASTOLIK AKHIR

DERAJAT BISING INTENSITAS BISING DINYATAKAN DENGAN 1/6 6/6

PENGATURAN POMPA JANTUNG


NORMAL C.O SAAT ISTIRAHAT : 4 6 L INTRINSIK MEKANISME FRANK STARLING SIST. SARAF OTONOM S.S SIMPATIS FREK. DAN KEKUATAN KONTRAKSI OTOT JANTUNG S.V S.S PARASIMPATIS PERANGSANGAN KUAT HENTI JANTUNG

ION K, Ca K CES JANTUNG MKEMBANG LEMAS, FREK. DAN TERHAMBATNYA PENJALARAN IMPULS DARI ATRIUM VENTR. POTENSIAL AKSI KEKUATAN POMPA Ca EFEK BERLAWANAN DENGAN K KONTR. SPASTIK OTOT JANTUNG ( AKTIVITAS POT. AKSI) TEMPERATUR TEMP FREK. JANTUNG

AKTIVITAS LISTRIK JANTUNG

POTENSIAL MEMBRAN IST. 55 S/D 60 m VOLT AMBANG RANGSANG 40 m VOLT AKTIVITAS LISTRIK JANTUNG DIREKAM DENGAN ECG

JANTUNG MEMP. SIST. KONDUKSI YG DAPAT MEMBANGKITKAN IMPULS SECARA TERATUR KONTRAKSI SECARA TERATUR IMPULS BERASAL DARI SA NODE NODE MELALUI:
- TRAKTUS INTERNODAL BACHMAN - TRAKTUS INTERNODAL WENKE BACH - TRAKTUS INTERPOSTERIOR THOREL

AV

BERKAS HIS PURKINYES FIBER

STANDARD LEAD (I, II, III) I KEADAAN JANTUNG KIRI LATERAL II PARALEL DG VEKTOR YANG NORMAL III KEADAAN JANTUNG BAWAH

LIMB LEAD (aVR, aVL, aVF) aVR: KEADAAN JANTUNG KANAN aVL : KEADAAN JANTUNG KIRI LAT aVF : KEADAAN JANTUNG BAWAH PRECORDIAL LEAD (V1 V6) V1 : JANTUNG ANT. KANAN & ANT. POST V2, - V4 : JANTUNG ANTERO SEPTAL V4 : JANTUNG ANT. APICAL V1 V6 : ANT. LAT / JTG KIRI LAT


JANTUNG ANTERO SEPTAL : V1, V2, V3 JANTUNG APICAL : I, II, III JANTUNG SUPERIOR : I, aVL JANTUNG ANTERIOR : II, III aVR JANTUNG ANT. LAT : I aVL, V5, V6

PENGARUH SSO TERHADAP IRAMA DAN KONDUKSI JANTUNG


S.S SIMPATIS IMPULS DARI SA NODE KONDUKSI & EKSITABILITAS PADA SEMUA BAGIAN JANTUNG KEKUATAN KONTRUKSI OTOT ATRUM DAN OTOT VENTRIKEL MEKANISME PERANGSANGAN SIMPATIS PELEPASAN NOREPHINEPHRIN PERMIABILITAS TERHADAP Na DAN Ca IMPULS DARI SA NODE

S.S. PARASIMPATIS PERANGSANGAN PARASIMPATIS PENGELUARAN ASITILCHOLIN PERMIABILITAS TERHADAP Na PERMIABILITAS TERHADAP K, Cl, HIPERPOLARISASI IMPULS DARI SA NODE EKSITABILITAS

PENGATURAN S. CARDIOVASCULAR
1)

PENGATURAN LOKAL a. PENGATURAN MANDIRI KEMAMPUAN MENGATUR ALIRAN DARAH OLEH PEMBULUH DARAH DENGAN MERUBAH TAHANAN ALIRAN DARAH RELATIF KONSTAN b. METABOLIK VASODILATOR PO2 , pH RELAKSASI arteriol & Sp. PREKAPILER KADAR CO2 OSMOLARITAS VASODILATASI PEMB DRH OTAK & KULIT SUHU VASODILATASI JAR. AKTIF >>> K SETEMPAT VASODILATASI

c.

d.

VASOKONTRIKSI SETEMPAT CEDERA ARTERI/ARTERIOL PELEPASAN SEROTININ DARI THROMBOSIT PADA DINDING PEMB. DRH. YG RUSAK KONSTRIKSI SUHU JARINGAN VASOKONSTRIKSI SEKRESI ENDOTHEL PROSTASIKLIN HASILKAN ZAT VASOKONSTR. EFEK: 1. HEMODINAMIKA - KONTRAKSI OTOT POLOS VASK VENA > SENSITIF

2. JANTUNG - INOTROPIK + - KRONOTOPIK + - VASKONSTRIKSI KUAT PADA A. KORONER 3. NEUROENDOKRIN ANP, RENIN, ALDOSTERON, DAN KATEKOLAMIN PLASMA 4. GINJAL TAHANAN PEMB. DRH. GINJAL GFR, PERFUSI GINJAL ABSORPSI Na MELALUI KERJA HEMODINAMIKA ABSORPSI Na MELALUI PHAMBATAN Na K ATP ASE

e.

5. PARU BRONCHOKONSTRIKSI 6. GIT GLUKONEOGENESIS MENGATUR ALIRAN DARAH GIT 7. PROMITOGENIK MERANGSANG PERTUMBUHAN SEL SEKRESI THROMBOSIT THROMBOKSAN A2 VASOKONSTRIKSI AGREGASI THROMBOSIT

2.

PENGATURAN HORMON
VASODILATOR: KININ, VASOKONSTR: VASOPRESIN, NOREPINEPHRIN, EPINEPHRIN, ANGIOTENSIN II

3.
a.

PENGATURAN SIST SARAF


MELALUI RESPIRATOR: BARORESEPTOR: TERLETAK SINUS KAROTIKUS DAN ARCUS AORTA PENGATURAN VASOMOTOR S.S SIMPATIS KONSTR. ARTERIOL & VENA DAN KONTRAKSI

b.

c.

REFLEX REFLEX
R. BRAIN BRIDGE - RESEPTOR PADA ATRIUM - BUKAN MERUPAKAN RESPONS TERHADAP REGANGAN LOKAL JIKA DARAH MENGALIR DARI VENA BESAR KE JANTUNG TEK. ATRIUM DEXT. FREK. JANTUNG C.O. OCCULO CARDIAK JIKA BOLA MATA DITEKAN INHIBISI MELALUI N. VAGUS BRADIKARDI GOLTZ INTESTIN DIPUKUL PELAN PELAN DENYUT JANTUNG

SUPPLY DARAH UNTUK JANTUNG


MELALUI A. CORONARIA DINDING TDP. TONJOLAN DINDING AORTA(SINUS VALSALVA) TERLETAK DI PERMUKAAN JANTUNG DAN ARTERI KECILTDP. DI DALAM MASSA MIOKARDIUM BERCABANG
A. C. SINISTRA A. C. DEXTRA

1)

A. C SINISTRA
MEMPUNYAI DUA CABANG BESAR - RAMUS DESENDEN ANT. - RAMUS SIRKUMPLEKSIA MELINGKARI JANTUNG DLM DUA LEKUKAN ANATOMIS - SULKUS ATRIOVENTRIKULAR - SULKUS INTERVENTRIKULAR KEDUANYA BERTEMU DI BAGIAN PERMUKAAN POST. DISEBUT KURUKS JANTUNG (LOKASI A.V NODE)

2)

A. C. DEXTRA
SUPPLY DARAH UNTUK - ATRIUM KANAN - VENTRIKEL KANAN - DINDING DALAM VENTRIKEL SIN - 55% KEBUTUHAN A.V. NODE

VENA CORONARIA

PARALEL DG DISTRIBUSI A.C. TERBAGI DALAM 3:


1.

2.

3.

V. TEBESIAN: DARI ATRIUM KANAN ATRIUM KIRI V. KARDIAKA ANTERIOR OTOT VENTRIKEL ATRIUM KANAN SINUS CORONARIUS V. MIOKARD. ATRIUM KANAN MELALUI OSTIUM SINUS CORONARIUS DENGAN MUARA DI DEKAT V. CAVA INF.

PENGATURAN DAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH


TEKANAN DARAH:
KEKUATAN YANG DITIMBULKAN JANTUNG YANG BERKONTRAKSI SEPERTI POMPA SEHINGGA DARAH MENGALIR DALAM PEMBULUH DARAH TEKANAN DARAH PERLU AGAR DARAH TETAP MENGALIR DAN DAPAT MELAWAN GRAVITASI DAN HAMBATAN DI DINDING ARTERI TEKANAN DARAH TERGANTUNG KEMAMPUAN JANTUNG SEBAGAI POMPA DAN HAMBATAN PADA ARTERI

DARAH YANG DIPOMPA JANTUNG/MENIT = CARDIAC OUTPUT SAAT ISTIRAHAT : 5 L/m AKTIVITAS (OLAHRAGA) BERAT= 20 30 L/m HAMBATAN DARI ARTERI TERGANTUNG - LUMEN, VISCOSITAS UKURAN LUMEN TERGANTUNG DARI KONTRAKSI DINDING PEMBULUH DARAH TEKANAN DARAH = C.O x HAMBATAN TEKANAN DARAH DALAM 24 JAM TIDAK MENETAP FLUKTUASI: 20 30 mm Hg TERGANTUNG: AKTIVITAS TUBUH TERENDAH: SAAT TIDUR

ALIRAN DARAH KORONER


SAAT ISTIRAHAT : 4 5 % CO (225 mL) SAAT OLAHRAGA 4 5 x DARI NORMAL ALIRAN DARAH KE VENTR. KIRI TERENDAH TERJADI SAAT SISTOL PENGENDALIAN DARAH KORONER FAKTOR INTRINSIK AKTIVITAS METABOLISME SENYAWA KIMIA : O2, CO2, H, LAKTAT, HISTAMIN, KININ, ADENOSIN

FAKTOR EKSTRINSIK SARAF SENYAWA HUMORAL METABOLISME OTOT JANTUNG


SAAT ISTIRAHAT SUMBER ENERGI UTAMA : 70% DARI ASAM LEMAK

KONSUMSI O2
DIPENGARUHI OLEH TEKANAN SISTOLIK AORTA DAN HR SAAT ISTIRAHAT 60 80% (RATA-RATA 75%)

TAKANAN DARAH SISTOLIK DAN DIASTOLIK


DARAH TIDAK MEGALIR KONTINYU TETAPI BERUPA SEMBURAN ~ DENGAN DENYUTAN JANTUNG TEKANAN YANG DIHSILKAN DARI DORONGAN / SEMBURAN DALAM ARETERI TEKANAN SISTKOLIK SETELAH JANTUNG BERDENYUT TEKANAN YAITU SELAMA JANTUNG ISTIRAHAT SEBELUM DENYUTAN BERIKUTNYA, TEKANAN INI TEKANAN DIASTOLIK

PENGUKURAN TEKANAN DARAH


ALAT PENGUKUR
-

SPHYGMOMANOMETER ANEROID ELECTRIC

PENGATURAN TEKANAN DARAH

TEKANAN DARAH ARTERI : ~ ANTARA CO DENGAN RESISTENSI PERIFIR PERUBAHAN CO /RESISTENSI PERIFIR PERUBAHAN TEKANAN DARAH FAKTOR YANG DAPAT DIPERLIHATKAN UNTUK MELIHAT TEKANAN DARAH
IRAMA CIRCARDIAN TONUS VASCULER

MEKANISME REGULASI TEKANAN DARAH TERDAPAT 3 MEKANISME 1) SHORT TERM CONTROL DIATUR OLEH VARIASI AKTIVITAS SSO KHUSUSNYA SIMPATOADRENAL MELALUI: - AUTO REGULASI - RENIN ANGIOTENSIN - ATRIAL NATRIURETIC FACTOR (ANF)

INTERMAEDITE TERM CONTROL DIMULAI BEBERAPA MENIT SETELAH TEKANAN DARAH YANG TIBA TIBA TIDAK EFEKTIF SETELAH BEBERAPA JAM TERDIRI DARI a) TRANSCAPILLARY VOLUME SHIFT TEKANAN KAPILER CAIRAN SHIFT KE INTERSTITIAL BEBAN JANTUNG TEKANAN DARAH DAN SEBALIKNYA PADA TEKANAN DARAH
2)

b)

c)

VASCULLAR STRESS RELAXATION TEKANAN DARA PEREGANGAN DINDING PEMBULUH DARAH MENGEMBANG TEKANAN DAN SEBALIKNYA PADA TEKANAN DARAH TEKANAN DARAH KEMBALI NORMAL SETELAH 10 60 RENIN ANGIOTENSIN SIST.
AKTIF BILA PERFUSI RENAL EFEKTIF SETELAH 20 DAN BERJALAN DALAM WAKTU YANG LAMA

3)

LONG TERM REGULATION


DILAKUKAN OLEH GINJAL MELALUI PENGATURAN VOLUME CAIRAN TUBUH DIATUR OLEH - ALDOSTERON - ADH

1.

PEMBULUH DARAH

TERDIRI DARI: AORTA ARTERI ARTERIOL KAPILER VENA VENULA FUNGSI: MEMBERIKAN SUPPLY DARAH KE JARINGAN DAN MENGALIRKAN DARAH YANG BERISI METABOLIT DAN CO2 KE JANTUNG

STRUKTUR ANATOMIS PEMBULUH DARAH

ARTERI
1.

A. ELASTIK (BESAR)
AORTA A. SUBCLAVIA A. ILIAKA : 1 2 cm RATIO TEBAL DINDING : LUMEN 1:5 7 MEMILIKI SERABUT ELASTIN YANG TEBAL PADA TUNIKA MEDIA TUNIKA MEDIA TEBAL TEKANAN DARAH TERTINGGI SISTOLIK : 120 mm Hg DIASTOLIK : 80 mm Hg

2.

A. MUSKULER (SEDANG)
T. MEDIANYA PALING TEBAL RATIO TEBAL DINDING : LUMEN = 1 : 5 (RELAXASI), 1 : 3 (KONTRIKSI), LUMEN : 0,1 1 cm FS: MENGALIRKAN DARAH KE ORGAN ORGAN STIMULASI SIMPATIS KONTR. TIDAK ADA STIMULASI RELAX REGULASI INI UNTUK MENGATUR ALIRAN ~ KEBUTUHAN TEKANAN DARAH < AORTA

3.

ARTERIOLA
ARTERI TERKECIL ARTERIOLA TERKECIL T MEMP. T.ADVENTITIA PADA T.MEDIA T MEMP. SERABUT ELASTIN

TUNIKA INTIMA

LAP EPITHEL YANG EMBATASI LUMEN DENGAN DINDING PEMBULUH ARAH DISEBUT EDOTHELIUM DITUTUP OLEH LAPISAN MEMBRAN: MEMBRANA ELASTICA INTERNA

TUNIKA MEDIA /T. MUSKULARIS


JARINGAN OTOT POLOS SIRKULER DITUTUPI OLEH LAPISAN MEMBRANA ELASTICA EXTERNA

TUNIKA ADVENTITIA
SERABUT JARINGAN IKAT KOLAGEN PADA PEMBULUH DARAH BESAR TERDAPAT VASA VASORIUM (UNTUK NUTRISI PEMBULUH DARAH) SERABUT SARAF UNTUK MENGATUR TONUS OTOT POLOS T. MEDIA

PEMBULUH DARAH ARTERI VENA LUMENA VENA > ARTERI T. INTIMA VENA SEDANG MEMP. KATUP T. MEDIA VENA > TIPIS T. ADVENTITIA VENA > TEBAL SIST. PEMBULUH DARAH MEMBENTUK SIST. SIRKULASI SIRKULASI SISTEMIK SIRKULASI PULMONAL RATIO TEBAL DINDING : LUMEN = 1 : 5

ARTERIOLA TERKECIL MAMP. SPINC. PREKAPILER PERUBAHAN TEKANAN SANGAT DRASTIS TEKANAN SANGAT MENCOLOK O.K RESISTENSI SRTERIOLA YANG TG TERHADAP ALIRAN DARAH PERUBAHAN ARTERIOL PERUBAHAN BERMAKNA PADA RESISTENSI PERIFIR TOTAL PADA JARI, PALMAR MANUS, DAN TELINGA TERDAPAT A V SHUNT

HEMODINAMIKA PADA SIST.ARTERI


FUNGSI SEL ENDOTHEL:
-

ANTI THROMBOTIK PRODUKSI MOL YANG BERSIFAT ADHESI INTERAKSI DENGAN OTOT POLOS UNTUK REGULAIS LUMEN

FRIKSI ENDOTHEL ENDOTHEL MENGEL;UARKAN MEDIATOR UNTUK VASODILATOR AKUT


-

ENDOTHELIALDERIVED RELAXING FACTOR (NO) PROSTAGLANDIN ENDOTHELIN ANGIOTENSIN II STIMULASI SEKRESI NO

JIKA PERUBAHAN BERLANGSUNG KRONIS MEDIATOR MENYEBABKAN PERUBAHAN STR. PEMBULUH DARAH DENGANADANYA PLATELET DERIVED GROWTH FACTOR MIGRASI & PROLIFERASI SEL OTOT-OTOT POLOS MENGAKOMODASI PERUBAHAN ALIRAN DARAH & MEKANISME HEMOSTATIK & INFLAMASI OPTIMAL

KONTROL TERHADAP ALIRAN DARAH


MEKANISME REGULASI LOKAL
1)

2)

MYOGENIC THEORY VASCULAR BED MEMPEROLEH KEMAMPUAN INTRINSIC UNTMERUBAH TAHANAN VASC T.U. PADA GINJAL DAN TERDAPAT JUGA PADA MESENTERIUM, SKELET, OTAK, HEPAR, MIOKARDIUM BILA TE. DRH. PEMB. DARAH DISTENSI, OTOT POLOS VASC, KONTR METABOLIC THEORY
ZAT VASODILATASI CENDERUNG BERAKUMULASI DI JARINGAN AKTIF

BILA ALIRAN DARAH TIMBUNAN ZAT VASODILATOR >> PEMB. DARAH DIATASI BILA ALIRAN ZAT TERBAWA ALIRAN TIMBUNAN <<>> VASO KONSTRIKSI
3)

METABOLIK VASODILATOR
TEKANAN O2 DARAH , PCO2 pH DARAH , OSMOLARITAS RELAKSASI ARTERIOL & PREKAPILER

LAIN-LAIN SUHU K JARINGAN RUSAK HISTAMIN PERMIABILITAS KAPLER

VASOKONSTRIKTOR LOKAL PEMBEBASAN SEROTONIN DARI JEJAS CEDERA TEMP. DINGIN MEKANISME REGULASI SISTEMIK DILAKUKAN OLEH ZAT YANG BEREDAR DAN SARAF VASOMOTOR 1) ZAT WASODILATOR KININ

NON PEPTIDA DEKA PEPTIDA LYSYLBRADIKININ (KALIDIN)

LYSYLBRADIKININ BRADIKININ AMINOPEPTIDASE PEPTIDA INI DIMETABOLISASI FRAGMEN IN AKTIF KININASE I DAN KININASE II KININASE II ANGIOTENSIN CONVERTING ENZYME
-

KININ : PERMIABILITAS KAPILER, MENARIK LEUKOSIT & RAS NYERI

KALIKREIN

KALIKREIN PLASMA PROKENIN RENIN AKTIF


KONTRAKSI OTOT POLOS RELAXASI OTOT POLOS VASCULER MELALUI MELALUI NO TD

TERDAPAT 2 JENIS
-

K. PLASMA (BENTUK AKTIF) K. JARINGAN (PADA MEMBRAN EPITEL SEL) UNTUK TRANSPOR ELEKTROLIT TRANSELULER

SERETONIN EFEK VASORELAXAN MELALUI NO ATRIAL NATRIURETIC PEPTIDE (ANP)

VASORELAXAN INHIBISI PELEPASAN ALDOSTERON & STIMULASI NATRIURESIS

FAKTOR YANG EMMPENGARUHI SEKRESI ANP:


-

ADRENERGIC ANGIOTENSIN II

ZAT P
VASODILATASI PERIFER T.U. PADA

KULIT OTOT SKELET INTESTIN

TIDAK BERPENGARUH PADA


OTAK GINJAL

HIPOTENSI & TACHIKARDI


2)

VASOKONSTRIKTOR
SIST. RENIN ANGIOTENSIN RENIN ANGIOTENSIN II EFEK INHIBISI ANGIOTENSIN II TERHADAP PEMBEBASAN RENIN

ADH DALAM DOSIS RENDAH MEMBEBASKAN RENIN VASO KONST HISTAMIN

PADA GINJAL

VASOKONSTRIKSI VASODILATASI HISTAMIN H1 HISTAMIN H2

DENGAN MEDIATOR
-

HISTAMIN STIMULASI RENIN MELALUI RESEPTOR H2

VENA

DARI ARTERIOLA KAPILER VENULA VENA SEDANG V. CAVA ALIRAN DARAH DARI PEMBULUH DARAH KECIL BESAR

ALIRAN LAMBAT TEKANAN RELATIF RENDAH

ALIRAN LAMBAT MELAWAN GRAVITASI


DARAH >> TERKUMPUL PADA VENA - UKURAN LUMEN VENA > ARTERI - TERDAPAT KATUP PADA V. SEDANG

- SIST. POMPA OTOT - SIST. POMPA RESP. PADA THORAX

1)

VENULA
MEMPUNYAI 3 LAPISAN YANG SAMA TAPI TIPIS

MEMPUNYAI KAPASITAS UNTUK MEREGANG DAPAT MENAMPUNG >> DARAH DIBANDING KAPILER

TEKANAN SANGAT RENDAH O.K RESISTENSI DARI ARTERIOLA, KAPILER, DAN JARINGAN

2)

VENA SEDANG MEMPUNYAI 3 LAPISAN TAPI


T. MEDIA > TIPIS DARI ARTERI T. ADVENTITIA > TEBAL LUMEN > ARTERI SEDAN

ALIRAN PADA VENA DIPENGARUHI OLEH:


RESPIRASI POSISI TUBUH POMPA OTOT SIRKULASI ARTERI

3)

VENA CAVA
MEMPUNYAI TIGA LAPISAN T. MEDIA > TIPIS DARI AORTA T. ADVENTITIA > TEBAL TIDAK MEMPUNYAI KATUP FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIRAN DARAH :

SIST. POMPA RESP DAYA ISAP JANTUNG MELALUI ATRIUM DEXTRA VOL. DARAH TEK. ARTERI POMPA OTOT & KATUP KATUP PADA V. EXTERMITAS AKTIVITAS VASOMOTOR ARTERI YANG DIATUR UNTUK S.S. SIMPATIS