Anda di halaman 1dari 18

KARYA TULIS ILMIAH MENINGKATKAN KEPEDULIAN TERHADAP PERATURAN LALU LINTAS

Disusun oleh: Fauzia Aulia Rachmawati XI-IPA 7/6 SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 3 BANDUNG Jalan Belitung No. 8 bandung 40113 telepon (022)4235153 2011

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas segala berkat dan karunia-Nya yang melimpah sehingga proposal ini dapat diselesaikan. Proposal ini disusun untuk memenuhi syarat pengajuan karya tulis ilmiah. Mohon maaf apabila ada penulisan kata yang salah atau apabila ada isi dari proposal yang tidak berkenan di hati. Dalam penyusunan proposal ini, penulis tidak bermaksud untuk menyinggung atau menghina siapapun. Sehingga mohon dimaklumi , apabila ada kesalahan-kesalahan dalam penulisan proposal ini.

Bandung, 8 Agustus 2011 Penulis,

Fauzia Aulia Rachmawati

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG

Salah satu permasalahan yang selalu dihadapi di kota-kota besar adalah masalah lalu lintas. Hal ini terbukti dari adanya indikasi angka-angka kecelakaan lalu lintas yang selalu meningkat. Keadaan ini merupakan salah satu perwujudan dari perkembangan teknologi modern. Perkembangan lalu-lintas itu sendiri dapat memberi pengaruh, baik yang bersifat negatif maupun yang bersifat positif bagi kehidupan masyarakat. Sebagaimana diketahui sejumlah kendaraan yang beredar dari tahun ketahun semakin meningkat. Hal ini nampak juga membawa pengaruh terhadap keamanan lalu lintas yang semakin sering terjadi, pelanggaran lalu lintas yang menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan kemacetan lalu lintas.

Kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh banyak faktor tidak sekedar oleh pengemudi kendaraan yang buruk, pejalan kaki yang kurang hati-hati,kerusakan kendaraan, rancangan kendaraan cacat pengemudi, rancangan jalan,dan kurang mematuhinya rambu-rambu lalu lintas (Suwardjoko : 2005 :135) Oleh karena itu penulis membuat makalah Meningkatkan Kepedulian Terhadap Peraturan Lalu Lintas ini untuk menghimbau pentingnya peraturan lalu lintas yang telah dibuat dan mengerti arti lalu lintas sendiri serta memahami sejauh mana komponen-komponen yang terkandung di dalam lalu lintas.

1.2 TUJUAN
Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah agar masyarakat lebih memperhatikan tata tertib lalu lintas, sehingga mengurangi tingkat kecelakaan, kemacetan, pelanggaran, dan masalah-masalah tata tertib lalu lintas lainnya yang dilakukan oleh para pengguna jalan. Masyarakat pun tahu apa saja tata tertib lalu lintas, dapat intropeksi diri terhadap kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat, dan para pengatur tata tertib lalu lintas juga bisa lebih peka dan memperhatikan keadaan.

1.3 SASARAN
Masyarakat pengguna jalan, terutama jalan raya, dan para pengatur lalu lintas.

1.4 RUMUSAN MASALAH


1. 2. 3. 4. 5. Jenis-jenis pelanggaran lalu lintas Sebab-sebab pelanggaran lalu lintas Dampak-dampak yang terjadi karena pelanggaran Tata tertib lalu lintas yang berlaku Solusi

1.5

METODE PENELITIAN
Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan dua metode, yaitu :

a. Metode studi pustaka b. Metode survei lapangan

1.6 SISTEMATIKA PENULISAN


Sistematika penulisan karya ilmiah ini terdiri dari: HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 Latar Belakang Tujuan Penelitian Sasaran Rumusan Masalah Metode Penelitian Sistematika Penulisan

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Umum 2.2 Kajian Teori BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Studi Pustaka 3.2 Survey Lapangan BAB IV PEMBAHASAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 5.2 Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 DEFINISI UMUM
Definisi lalu lintas menurut pasal 1 angka 2 Undang-Undang No.14 Tahun 1992 yang berbunyi Gerak kendaraan dan orang diruang lalu lintas jalan. Sedangkan menurut W.J.S.Poerwodarminto dalam kamus umum Bahasa Indonesia, bahwa lalu lintas adalah : 1. Perjalanan bolak-balik 2. Perihal perjalanan di jalan dan sebagainya 3. Perhubungan antara sebuah tempat Menurut Muhammad Ali lalu Lintas adalah berjalan, bolak balik, perjalanan di jalan. Sedangkan menurut W.J.S. Poerwadarminta yang dimaksud dengan lalu lintas adalah bolak-balik atau hilir mudik (berjalan). Ramdlon Naning juga menguraikan pengertian tentang lalulintas adalah gerak pindah manusia dengan atau tampa alat pengerak darisatu tempat ketempat yang lainnya. Lalu lintas di dalam Undang-undang No 22 tahun 2009 didefinisikan sebagai gerak kendaraan dan orang di Ruang Lalu Lintas Jalan, sedang yang dimaksud dengan Ruang Lalu Lintas Jalan adalah prasarana yang diperuntukkan bagi gerak pindah kendaraan, orang, dan atau barang yang berupa jalan dan fasilitas pendukung. Pemerintah mempunyai tujuan untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman dan efisien melalui manajemen lalu lintas dan rekayasa lalu lintas. Tata cara berlalu lintas di jalan diatur dengan peraturan perundangan menyangkut arah lalu lintas, perioritas menggunakan jalan, lajur lalu lintas, jalur lalu lintas dan pengendalian arus di persimpangan. Ada tiga komponen terjadinya lalu lintas yaitu manusia sebagai pengguna, kendaraan dan jalan yang saling berinteraksi dalam pergerakan kendaraan yang memenuhi persyaratan kelaikan dikemudikan oleh pengemudi mengikuti aturan lalu lintas yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangan yang menyangkut lalu lintas dan angkutan jalan melalui jalan yang memenuhi persyaratan geometrik. Manusia sebagai pengguna dapat berperan sebagai pengemudi atau pejalan kaki yang dalam keadaan normal mempunyai kemampuan dan kesiagaan yang berbeda-beda (waktu reaksi, konsentrasi dll). Perbedaan-perbedaan tersebut masih dipengaruhi oleh keadaan phisik dan psykologi, umur serta jenis kelamin dan pengaruh-pengaruh luar seperti cuaca, penerangan/lampu jalan dan tata ruang.

Kendaraan digunakan oleh pengemudi mempunyai karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan, percepatan, perlambatan, dimensi dan muatan yang membutuhkan ruang lalu lintas yang secukupnya untuk bisa bermanuver dalam lalu lintas. UUUYY Jalan merupakan lintasan yang direncanakan untuk dilalui kendaraan bermotor maupun kendaraan tidak bermotor termasuk pejalan kaki. Jalan tersebut direncanakan untuk mampu mengalirkan aliran lalu lintas dengan lancar dan mampu mendukung beban muatan sumbu kendaraan serta aman, sehingga dapat meredam angka kecelakaan lalu-lintas. Mengingat banyaknya masalah yang terjadi, seperti kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan menjadi sebuah tanda tanya. Mengapa semua hal itu bisa terjadi, padahal sudah jelas-jelas ada peraturan yang mengikat tata tertib lalu lintas. Kurangnya kesadaran para pengendara menyebabkan masalah lalu lintas terjadi. Ketertiban lalu lintas adalah salah satu perwujudan disiplin nasional yang merupakan cermin budaya bangsa karena itulah setiap insan wajibturut mewujudkannya. Telaah dan definisidari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa lalu lintas adalah setiap hal yang ada kaitannya dalam menggunakan sarana jalan umum sebagai saranautama untuk tujuan yang ingin dicapai. Dapat ditarik kesimpulan juga bahwa pengertian Lalu Lintas dalam arti luas adalah hubungan antar manusia dengan ataupun tanpa disertai alat penggerak dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan jalan sebagai ruang geraknya. Seperti dipahami bahwa sebenarnya seorang pengemudi kendaraan bermotor tidak menginginkan terjadinya gangguan kendaraan selama perjalanan. Apakah gangguan ringan, seperti mogok sampai gangguan yang terberat. Selain si pengemudi sendiri yang akan mengalami keterlambatan sampai ketujuan, gangguan tersebut dapat juga mengakibatkan timbulnya kemacetan, pelanggaran atau kemacetan lalu lintas. Tentang pengertian lalu lintas dalam kaitannya dengan lalu lintas jalan, Ramdlon Naning menegaskan bahwa apa yang dimaksud dengan pelanggaran lalu lintas jalan adalah perbuatan atau tindakan seseorang yang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan peraturan perundang-undangan lalu lintas. Pelanggaran yang dimaksud tersebut adalah sebagaimana yang diatur dalam Pasal 106 Undang-Undang No.22 Tahun 2009 yang berbunyi : Setiap orang yang menggunakan Jalan wajib: a. b. berperilaku tertib; mencegah hal-hal yang dapat merintangi, membahayakan Keamanan danKeselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, atau yang dapatmenimbulkan kerusakan Jalan.jika ketentuan tersebut dilanggar maka dikualifikasikannya sebagaisalah satu pelanggaran yang terlibat dalam kecelakaan

2.2 KAJIAN TEORI


Dari beberapa penelitian dan pengkajian dilapangan faktor korelatif yang dapat mempengaruhi stabilitas keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas di jalan raya merupakan interaksi serta kombinasi dua atau lebih faktor yang saling mempengaruhi situasi lalulintas meliputi : a. Faktor manusia, Manusia sebagai pemakai jalan yaitu sebagai pejalan kaki dan pengendara kendaraan baik kendaraan bermotor maupun kendaraan tidak bermotor. Interaksi antara faktor Manusia, Kendaraan, Jalan dan Lingkungan sangat bergantung dari perilaku Manusia sebagai pengguna jalan menjadi hal yang paling dominan terhadap Kamseltibcar Lantas, hal ini sangat ditentukan oleh beberapa indikator yang membentuk sikap dan perilakunya di Jalan raya berupa : 1) Mental Mental dan perilaku yang membudaya dari pengguna jalan merupakan salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap situasi lalu lintas. Etika, sopan santun, toleransi antar pengguna jalan, kematangan dalam pengendalian emosi serta kepedulian pengguna jalan di jalan raya akan menimbulkan sebuah iteraksi yang dapat mewarnai situasi lalu lintas berupa hasil yang positif seperti terciptanya keamanan, keselamatan dan kelancaran lalu lintas maupun dampak negatif yang dapat menimbulkan kesemrawutan, kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sehingga mentalitas pengguna Jalan merupakan suatu hal yang pondamental dalam mewujudkan situasi lalu lintas yang baik. Pengetahuan Keterampilan Kemampuan dalam mengendalikan (Mengendarai/Mengemudi) Kendaraan baik kendaraan bermotor maupun kendaraan tidak bermotor di jalan raya akan berpengaruh besar terhadap situasi lalu lintas, keterampilan mengendalikan kendaraan merupakan suatu keharusan yang mutlak demi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaraan lalu lintas baik bagi pengemudi/- pengendara kendaraan tersebut maupun pengguna jalan lainnya.

2) 3)

b.

Faktor Kendaraan Kendaraan adalah satu alat yang dapat bergerak di jalan, terdiri dari kendaraan bermotor atau kendaraan tidak bermotor, Kendaraan bermotor adalah kendaraan yang digerakkan oleh peralatan teknik yang berada pada kendaraan itu. Kendaraan merupakan salah satu faktor utama yang secara langsung terlibat dalam dinamika lalu lintas jalan raya dengan dikendalikan oleh manusia, interaksi antara manusia dan kendaraan dalam satu kesatuan gerak di jalan raya memerlukan penanganan khusus baik terhadap mental, pengetahuan dan keterampilan pengemudi maupun kesiapan (laik jalan) kendaraan tersebut untuk dioperasionalkan di jalan raya.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi situasi lalu lintas jalan raya yang melibatkan kendaraan dapat di bagi dalam 2 (dua) faktor utama yaitu : 1) 2) Kuantitas Kendaraan Kualitas Kendaraan Kendaraan bermotor saat ini dirancang telah mempertimbangkan aspek keamanaan yang berhubungan dengan pemakai jalan dan angkutan barang dilain pihak juga mempertimbangkan tentang gerak kendaraan itu sendiri dalam kaitannya dengan arus lalu lintas. Kendaraan bermotor sebagai hasil produksi suatu pabrik, telah dirancang dengan suatu nilai faktor keamanan untuk menjamin keselamatan bagi pengendaranya. Kendaraan harus siap pakai, oleh karena itu kendaraan harus dipelihara dengan baik sehingga semua bagian mobil berfungsi dengan baik, seperti mesin, rem kemudi, ban, lampu, kaca spion, sabuk pengaman, dan alat-alat mobil. Dengan demikian pemeliharaan kendaraan tersebut diharapkan dapat : a). b). c). d). e). c. Faktor Jalan Beberapa faktor yang berpotensi menimbulkan permasalahan terhadap Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran lalu lintas antara lain : 1) Prasarana. Jalan yang dioperasional harus dilengkapi dengan prasarana jalan sebagaimana tercantum dalam Pasal 8 ayat 1 Undang-Undang nomor 14 tahun 1992 menyatakan bahwa : Untuk keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta kemudahan bagi pemakai jalan, jalan wajib dilengkapi dengan : a) b) c) d) e) Rambu-rambu Marka jalan Alat pemberi isyarat lalu lintas Alat pengendali dan alat pengamanan pemakai jalan Alat pengawasan dan pengamanan jalan Mengurangi jumlah kecelakaan Mengurangi jumlah korban kecelakaan pada pemakai jalan lainnya Mengurangi besar kerusakan pada kendaraan bermotor Kendaraan dapat tetap laik jalan Komponen Kendaraan selalu dalam kondisi siap untuk dioperasionalkan secara baik sesuai dengan kebutuhan pada saat dikendarai/dikemudikan.

f) 2).

ada fasilitas pendukung kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan yang berada di jalan dan di luar jalan.

Lokasi Jalan: a) b) Dalam kota (di daerah pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, perumahan), luar kota (pedesaan, penghubung antar daerah)

3). 4)

Volume Lalu Lintas Kelas Jalan, untuk keperluan pengaturan penggunaan dan pemenuhan kebutuhan angkutan, jalan dibagi dalam beberapa kelas, Pembagian jalan dalam beberapa kelas didasarkan pada kebutuhan transportasi, pemilihan moda secara tepat dengan mempertimbangkan keunggulan karakteristik masing-masing moda, perkembangan teknologi kendaraan bermotor, muatan sumbu terberat kendaraan bermotor serta konstruksi jalan, penetapan kelas jalan pada ruas-ruas jalan wajib dinyatakan dengan rambu-rambu. Fasilitas pendukung meliputi fasilitas pejalan kaki, parkir pada badan jalan, halte, tempat istirahat, dan penerangan jalan. Fasilitas pejalan kali terdiri dari trotoar; tempat penyeberangan yang dinyatakan dengan marka jalan dan/atau rambu-rambu, jembatan penyeberangan dan terowongan penyeberangan.

5)

d.

Faktor Lingkungan, 1) 2) 3) 4) 5) 6) Lingkungan sebagai sumber informasi. Penglihatan. Sentuhan. Pendengaran. Kebisingan. Cuaca

BAB III METODE PENELITIAN


3.1 KAJIAN PUSTAKA
Kajian pustaka adalah jabaran teori, konsep, atau hasil-hasil penelitian yang berhubungan dengan variabel-variabel penelitian yang dipermasalahkan. Gunakan kajian tersebut untuk menjelaskan bahwa tindakan itu dapat mengatasi masalah. Kajian Pustaka mempunyai tujuan dan fungsi tertentu. Tujuan dan fungsi itu sebagai berikut :

1. Tujuan Utama yaitu membantu peneliti dalam memecahkan masalah penelitiannya. 2. Tujuan Lain yaitu memperoleh gambaran tentang kedudukan penelitiannya terhadap penelitianpenelitian lain.

Sedangkan Fungsi Kajian Pustaka antara lain : 1. Mengetahui sejarah masalah penelitian. Sejarah penelitian meliputi aspek-aspek masalah, cara memecahkan masalah, hasil penelitian, dan hambatan dalam penelitian. 2. Membantu pemilihan prosedur. Memilih prosedur berdasarkan pengalaman peneliti lain, dengan penyesuaian terhadap masalah penelitiannya. 3. Memahami latar belakang teoretis masalah penelitian. Memperoleh gambaran tentang kedudukan penelitian yang dilakukannya terhadap scope pengetahuan yang lebih luas. 4. Mengetahui manfaat penelitian sebelumnya. Melihat manfaat penelitian sebelumnya dan mengingat teori yang relevan, memperluas wawasan tentang manfaat penelitian yang dilakukan.

5. Menghindari duplikasi. Membantu penentuan mana yang duplikasi, dan mana yang sebaiknya tidak duplikasi. 6. Memberikan pembenaran pemilihan masalah penelitian. Kajian tentang manfaat, keterbatasan, kemungkinan hasil, memberikan pembenaran pemilihan masalah yang diteliti.

Langkah Awal dalam menyusun kajian pustaka adalah :

1. Mencari informasi ke perpustakaan atau Internet 2. Siapkan butir-butir yang perlu dalam mencatat informasi dari pustaka 3. Siapkan kartu atau buku untuk mengumpulkan informasi yang relevan 4. Siapkan sistematika pengumpulan informasi

Sedangkan Rencana Penulisan kajian pustaka adalah sebagai berikut :

1. Gunakan masalah penelitian sebagai fokus 2. Buatlah rencana urutan pencarian dan penulisan 3. Menekankan keterkaitan pustaka dengan masalah penelitian.

3.2 SURVEY LAPANGAN


Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang hanya ada pada kehidupan masyarakat secara langsung dan diperoleh melalui angket wawancara, ataupun observasi secara langsung. Persiapan yang dilakukan adalah menentukan populasi yang hendak diteliti sekaligus objek, angket dan bahasa yang dipahami. Untuk membahas rumusan masalah, penulis memperoleh informasi melalui observasi.

BAB IV PEMBAHASAN
4.1 PEMBAHASAN RUMUSAN MASALAH

1. Jenis-jenis pelanggaran lalu lintas Perumusan pelanggaran lalu lintas ditulis dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jenis-jenis pelanggaran sangat banyak, tetapi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat ada 20 jenis pelanggaran lalu lintas yang sering atau biasa ditemui di ruas jalan Ibu Kota. Pelanggaran-pelanggaran itu diantaranya tidak membawa SIM dengan ancaman denda Rp250 ribu, dan tidak memiliki SIM (Pasal 281 jo 77 (1)) dengan ancaman denda Rp 1 juta. Kemudian kendaraan yang tidak dilengkapi STNK dengan ancaman denda Rp500 ribu. Sementar TNKB yang tidak dikenai denda Rp 500 ribu. Lalu pengemudi dan penumpang mobil yang tidak mengenakan sabuk akan terkena ancaman denda Rp 250 ribu. Tidak menggunakan lampu di malam hari didenda Rp250 ribu. Melanggar batas kecepatan didenda Rp 500 ribu. Tidak menggunakan lampu isyarat atau sen saat berbelok atau balik akan dikenai denda Rp 250 ribu. Melanggar rambu/marka jalan didenda Rp500 ribu. Menerobos lampu didenda Rp500 ribu. Mengemudi tidak wajar dan menggunakan ponsel pada saat berkendara didenda Rp 750 ribu. Kelengkapan kendaraan tidak lengkap, seperti tidak ada spion, sen, dan sabuk keselamatan didenda Rp500 ribu. Lalu angkutan umum yang melanggar izin trayek Rp 500 ribu. Menaikturunkan penumpang bukan pada tempatnya didenda Rp 250 ribu. Mengetem didenda Rp 250 ribu. Untuk pelanggaran Mobil beban memuat orang didenda Rp 250 ribu. Kemudian pelanggaran terhadap mobil muatan barang yang berlebih akan dikenakan denda Rp 500 ribu. Sementara sepeda motor yang tidak menyalakan lampu di siang dengan ancaman denda Rp 100 ribu.Dan bagi pengendara yang menggunakan helm tidak ber-SNl akan didenda denda 250 ribu. Bagi Pembonceng atau penumpang tidak mengenakan didenda Rp 250 ribu.

2. Sebab-sebab terjadinya pelanggaran 1. Pengemudi tidak disiplin 2. Tidak trampil dalam berkendaraan 3. Emosional, ngantuk 4. Kecepatan tinggi 5. Tidak memelihara jalur dan jarak aman 6. Kendaraan tidak laik jalan 7. Ban pecah 8. Jalan licin, rusak 9. Pandangan tidak bebas 10. Mabok karena mengkonsumsi Miras atau Narkoba Manusia itu sendiri karena kurangnya kesadaran akan peraturan berlalu lintas dan kepentingankepentingan manusia yang berlainan menyebabkan manusia ceroboh, lalai, bahkan kesengajaan menjadi faktor dominan terjadinya pelanggaran lalu lintas di kota-kota besar, seperti tidak membawa helm, melawan rambu lalu lintas, menerobos lampu lalu lintas, melewati batas marka jalan, dan melewati batas beban aman kendaraan (motor dinaiki oleh 3 orang). Sedangkan upaya yang dilakukan Polisi Lalu Lintas dalam mengurangi pelanggaran lalu lintas oleh pengendara sepeda motor atau mobil adalah dengan cara menggelar patroli lalu lintas secara teratur dan dalam pemberian sanksi pada pelanggar sesuai dengan pelanggarannya. Tetapi Polisi Lalu Lintas masih kurang tegas dan belum maksimal kinerjanya. 3. Dampak-dampak pelanggaran Hal-hal yang dapat terjadi akibat pelanggaran lalu lintas antara lain kecelakaan, meningkatnya kematian, timbul masalah kejahatan, rusaknya fasilitas umum, ketertiban berkurang, dan masih banyak permasalahan yang tidak diinginkan terjadi. 4. Tata tertib lalu lintas yang berlaku Tata tertib yang berlaku ditulis dalam Undang-Undang No 22 Tahun 2009. 5. Solusi A. B. C. D. Sosialisasi terhadap masyarakat tentang tata tertib lalu lintas Lebih sering diadakan patroli lalu lintas Polisi lalu lintas lebih tegas Pertegas Undang-Undang yang berlaku

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN