Anda di halaman 1dari 2

KASUS SUSTER NGESOT YANG DI TENDANG SATPAM Kasus ini bermula saat Mega berniat membuat kejutan kepada

temannya yang bernama Fitra Mahaly yang kebetulan pada hari Sabtu (10/12/2011) berulang tahun ke-18. Mega dan Fitra bersama sejumlah teman mainnya berada di apartemen yang berlokasi di Jalan Ciumbuleuit itu sejak Jumat (9/12/2011) untuk mengisi liburan di Kota Bandung. Alih-alih sukses memberikan kejutan ke Fitra, Mega terpaksa menginap di rumah sakit karena mengalami luka di pelipis kiri dan satu gigi bawahnya patah. Luka tersebut akibat tendangan refleks Sunarya yang melihat penampakan Suster Ngesot. Dalam rekaman CCTV jelas terlihat saat pintu lift terbuka di lantai 17, di luar pintu sudah menunggu Mega yang duduk di lantai menjadi Suster Ngesot. Sesudah pintu lift terbuka lebar, terlihat teman Mega yang akan ditakuti mundur ke belakang menandakan terkejut. Bahkan housekeeping, Ade, turut mundur ketakutan setelah melihat Suster Ngesot. Sementara Sunarya yang berada paling depan, berlari dua langkah dari dalam lift dan menendang pakai kaki kanan bersepatu ke arah Suster Ngesot. Merasa tidak terima anaknya ditendang, Mahfud Djabir, ayah Mega melaporkan Sunarya ke polisi. Laporan itu tertuang dalam surat bernomor LP/3340/XII/2011/Polrestabes.Pria yang memiliki profesi pengusaha batu bara ini bersikukuh mempidanakan Sunarya. Namun pak satpam mendapat begitu banyak dukungan di jejaring sosial facebook yaitu satpam penendang Suster Ngesot d alamat (http://www.facebook.com/groups/DukungSATPAM/).

ANALISIS
Status kasus ini belum ditetapkan. Polrestabes Bandung akan menggelar perkara dengan semua pihak termasuk para ahli berbagai bidang untuk menentukan status perkara. Jadi kajian hukum berikut merupakan perandaian saja. Andai ditetapkan kalau kasus ini perkara hukum maka satpam Sunarya sementara ini dapat pasal 352 dan 351. Dari sumber ini : Kajian pasal 352 KUHP dengan pasal 351 KUHP menurut R.SOESILO Yang masuk dalam pasal 352 adalah : a. Penganiayaan yang tidak menjadikan SAKIT b. Penganiayaan yang tidak menjadikan Terhalang untuk melakukan jabatan atau pekerjaannya sehari-hari. misal : A memukul kepala B sebanyak 3 kali, B merasa sakit ( pijn), tetapi tidak jatuh sakit dan msih bisa melakukan pekerjannya sehari-hari, maka A berbuat penganiayaan ringan. ( SAKIT, TETAPI TIDAK SAKIT ) hayooo mumet ora??? menurut yurisprodensi, PENGANIAYAAN adalah sengaja menyebabkan perasaan tidak enak atau sengaja merusak kesehatan seseorang, misalnya A sedang tidur pada malam hari dan dibuka jendelanya oleh B dan menyebabkan masuk angin.

SEMUANYA HARUS DILAKUKAN SECARA SENGAJA dan tidak dengan maksud yang patut atau melewati batas yang diizinkan. MISAL dokter gigi mencabut gigi pasiennya, bapak memukul pntat anaknya dengan maksud memperbaiki perilaku anak. Keduanya tidak masuk PENGANIAYAAN Yang masuk dalam pasal 351 adalah : 1. Penganiayaan, hukuman max 2 th 8 bln penjara 2. Menjadikan luka berat, hukuman max 5 th penjara 3. Menjadikan mati orangnya, hukuman max 7 tahun penjara Pasal 351 ayat (1) dan pasal 352 sering membuat bingung. Tergantung sudut pandang PENYIDIK. Dan pengenaan pasal 351 dan 352 KUHP bisa batal karena pasal pasal 44 KUH Pidana tentang tidak dapat dipertanggungjawabkannya suatu tindak pidana karena kurang sempurnanya akal atau karena sakit berubah akal dari si pelaku tindak pidana. Menurut pendapat R Soesilo: yang dapat masuk ke pengertian tersebut adalah: sakit gila, manie, hysterie, epilepsie, melancholie dan penyakit jiwa lainnya), sebagaimana yang mungkin saja dapat terjadi dalam diri satpam yang melakukan penganiayaan kepada Mega secara spontan dan tiba-tiba tersebut. Karena pada saat itu, dirinya mungkin mengalami kekagetan atau shock seperti layaknya melihat hantu sungguhan. juga karena pasal 49 ayat (1) KUHP : barangsiapa terpaksa melakukan perbuatan untuk pembelaan, karena ada serangan atau ancaman serangan ketika itu yang melawan hukum, terhadap diri sendiri maupun orang lain; terhadap kehormatan kesusilaan ( eerbaarheid ) atau harta benda sendiri maupun orang lain, tidak dipidana